Minta Segelas Air, Penumpang Scoot Diberikan Segelas Es Batu

Penerbangan maskapai berbiaya rendah Scoot dari Singapura menuju Osaka mengalami penundaan dan harus menunggu di dalam pesawat beberapa waktu. Hal ini membuat salah seorang penumpang haus dan meminta segelas air pada pramugari maskapai tersebut.

Baca juga: Dua Hari Tanpa Akomodasi dan Makanan, 200 Penumpang British Airways Terlantar di Bandara

Penumpang bernama Gene Goh diberitahu pramugari tersebut bahwa mereka hanya memiliki air kemasan untuk di beli. Kemudian pria malang tersebut diberi segelas es batu dan disuruh menunggu es tersebut hingga mencair.

“Yang saya minta hanyalah segelas air dan saya tidak peduli apakah itu dari air keran. Saya harap ada semacam perawatan bagi penumpang, ini tidak masuk akal,” ujar Goh yang dikutip KabarPenumpang.com melalui laman stuff.co.nz (22/11/2018).

segelas es batu yang diberikan pramugari Scoot (Facebook Gene Goh)

Goh kemudian memposting foto segelas es batu yang diberikan pramugari tersebut ke akun Facebook miliknya dan men-tag Scoot. Postingan Goh pun mendapat banyak komentar dari warganet.

Beberapa ada yang tidak menyukainya dan mengatakan es batu lebih baik dari pada air keran pesawat, karena akan membuat penumpang sakit. “Bisa membeli tiket pesawat ke Jepang tetapi tidak mampu membeli air,” tulis warganet lainnya.

“Berhentilah membuat dirimu murahan, awak kabin yang baik! Kamu melakukan hal yang benar,” ujar warganet lainnya.

Bahkan ada pula yang mengatakan, Goh orang yang pelit dan tidak mau mengeluarkan uangnya beberapa dolar hanya untuk membeli air kemasan yang dijual di pesawat. Meski begitu, ada juga penumpang yang mengambil sisi positif dan tidak mencemooh Goh seperti warganet lainnya.

Baca juga: Waduh! Air Panas Dalam Penerbangan Ternyata Berasal dari Saluran yang Sama dengan Toilet

“Minum air adalah kebutuhan dasar dan ketika Anda perlu minum, Anda perlu minum. Ya, ini adalah penerbangan anggaran dan Anda diharapkan untuk membayar makanan dan minuman … tetapi jika terjadi keterlambatan, perusahaan harus memikul tanggung jawab untuk memastikan kesejahteraan minimal para penumpangnya,” ujar salah seorang warganet yang cukup bijak.

Sejak diposting 16 November 2018 kemarin, foto tersebut sudah dikomentari lebih dari 800 warganet dan di bagikan juga lebih dari 800 kali.

Gandeng BRI, Garuda Indonesia Gelar Online Travel Fair Fase 3

Garuda Online Travel Fair atau yang biasa disebut GOFT hadir kembali untuk ketiga kalinya di tahun 2018. Pelaksanaanya sendiri akan dimulai hari ini yakni tanggal 23 hingga 29 November 2018. Kehadiran GOTF yang ketiga kalinya ini, Garuda Indonesia bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Baca juga: Via Online! Garuda Indonesia Berikan Harga Promo Kelas Bisnis Untuk Tujuan Seluruh Indonesia

Kehadiran GOTF bisa membantu pelancong yang ingin menikmati pelayanan full service dari maskapai plat merah dengan harga yang cukup murah. Sebab biasanya banyak potongan harga yang diberikan Garuda Indoensia dan bank partner seperti BRI saat ini.

Pada GOTF kali ini, sama seperti yang sebelumnya dimana ada periode Happy Hour setiap harinya yakni pukul 09.00 pagi dan 20.00 malam. Pembelian tiket ini bisa melalui www.garuda-Indonesia.com/gotf, atau website Garuda Indonesia : www.garuda-Indonesia.com Mobile App Garuda Indonesia dengan menggunakan kode promo GOTF dan Contact Center Garuda Indonesia.

Menteri Pariwisata Arif Yahya mengapresiasi pelaksanaan online travel fair ini mengingat program ini sejalan dengan program digital tourism Kementerian Pariwisata yg secara aktif mempromosikan pariwisata Indonesia ke dunia melalui channel-channel digital khususnya untuk membidik 9 pasar utama yaitu China, Eropa, Singapura, Australia, Malaysia, India, Jepang, Korea dan Timur Tengah.

“Era digital tidak dapat dipungkiri membawa tren baru dalam dunia pariwisata. Hal ini tentunya memberikan peluang dan tantangan bagi seluruh pelaku industri pariwisata untuk memberikan kemudahan dan kenyaman dalam bertransaksi bagi pengguna jasa terutama untuk transaksi digital dengan harga terbaik. Dengan dilaksanakannya GOTF ini tentunya akan sangat mendukung perkembangan pariwisata nasional mengingat GOTF ini dapat dengan mudah diakses oleh seluruh masyarakat, tidak hanya wisatawan domestik namun juga wisatawan mancanegara”, tambah Arif yang dikutip KabarPenumpang.com melalui siaran pers, Kamis (22/11/2018).

Sementara itu, Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan bahwa Garuda Indonesia melalui berbagai programnya berupaya untuk senantiasa mendukung program pemerintah khususnya Kementerian Pariwisata untuk mencapai target kunjungan 270 juta wisatawan domestik dan 17 juta wisatawan mancanegara untuk tahun 2018. Pikri melanjutkan bahwa pada pelaksanaan GOTF fase 3 2018 ini Garuda Indonesia menghighlight berbagai rute domestik menarik seperti Denpasar, Manado, Labuan Bajo, Sorong, Wangi-wangi, Kendari dan Yogyakarta. Sedangkan untuk highlight rute internasional adalah Korea, Jepang, Amsterdam, India, Melbourne, Sydney dan Singapura.

“Pelaksanaan GOTF ini juga tidak terlepas dari bagian upaya Garuda Indonesia untuk memenuhi tantangan merebaknya tren baru di dunia travelling belakangan ini yang mulai didominasi oleh generasi millenial yang juga dikenal sebagai generasi digital native. Sejumlah data menyebutkan, pada tahun berikutnya, 2020, jumlah generasi milenial diperkirakan menjadi yang terbesar di Indonesia. Bahkan hingga satu dekade mendatang, pada 2030, jumlah mereka mencapai 70 persen dari total jumlah penduduk Indonesia,” jelas Pikri.

Bekerja sama dengan Bank BRI sebagai bank partner, melalui GOTF ini kami menawarkan kemudahan untuk mengakses berbagai destinasi dengan penawaran menarik, seperti misalnya Tiket Pergi Pulang Jakarta–Denpasar mulai dari Rp1.140.000, Jakarta–Labuan Bajo Rp1.405.000, Jakarta–Yogyakarta R780.000 dan rute-rute internasional seperti Jakarta–Singapura mulai dari Rp1.564.000, Jakarta-Tokyo Rp4.413.000, Jakarta–Melbourne 5.508.000. Untuk memaksimalkan pangsa pasar, GOTF kali ini juga dapat diakses oleh seluruh pengguna jasa di seluruh destinasi internasional Singapura, Malaysia, Thailand, India, Australia, Jepang, Korea, China, Belanda serta penerbangan dari Timur Tengah. Kedepannya Garuda Indonesia akan terus mengembangkan digital distribution channel diantaranya melalui website, mobile apps, contact center, GOS dan COS

Pada pelaksanaan GOTF fase 3 2018 ini, Garuda Indonesia dan Bank BRI menawarkan berbagai destinasi dengan harga terbaik untuk berlibur. Disamping itu, nasabah Bank BRI bisa menikmati diskon hingga 75 persen dan diskon tambahan sebesar Rp4 juta dengan menggunakan Kartu Kredit, Debit online dan E-Pay BRI. Selain itu Nasabah Kartu Kredit Bank BRI juga dapat menikmati fasilitas cicilan 0 persen hingga 12 bulan. Untuk nasabah Bank BRI yang juga pelanggan Garuda dapat mendapatkan bonus 10 ribu Garuda miles dan selama event ini berlangsung, pelanggan dapat menukarkan 5x lipat Poin Kartu Kredit yag dimiliki menjadi Garuda Miles.

Baca juga: Inilah Destinasi Favorit Pilihan Garuda Indonesia Untuk Rute Domestik dan Internasional

Peran serta Bank BRI terhadap pelaksanaan GOTF 2018 ini merupakan dukungan terhadap program pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata Indonesia. Tak hanya itu, Bank BRI juga ingin memberikan kemudahan dan nilai tambah bagi pelanggan dan nasabah Bank BRI.

“Kerjasama ini merupakan Sinergi Bank BRI dengan Garuda Indonesia untuk mengajak wisatawan domestik maupun asing untuk menikmati keindahan alam di Indonesia. Indonesia ini indah untuk dieksplore. Bukan hanya Bali saja yang indah, tetapi masih ada tujuan wisata yang tidak kalah menarik seperti: Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kep. Seribu, Danau Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang. Kini saatnya menikmati indahnya indonesia dengan lebih hemat bersama Bank BRI,” ujar Direktur Konsumer Bank BRI Handayani.

Unagi Scooter, Otoped Listrik yang Bisa Menanjak Hingga 15 Derajat

Ucapkan selamat tinggal moda transportasi berbahan bakar fosil, dan sambutlah moda transportasi bertenaga listrik yang sudah terbukti lebih ramah lingkungan. Setelah kereta, mobil, kini industri juga mulai menyasar skuter yang tergolong sebagai moda transportasi alternatif selain sepeda motor.

Baca Juga: Mylo Electric Scooter, Moda Lipat Futuristik Mahakarya PIM Bicycles

Adalah Unagi Scooter, moda alternatif yang memiliki bentuk seperti otoped digadang-gadang mampu bermanuver kendati kondisi jalanan tengah macet. Tidak hanya lincah ditengah kemacetan, pasokan listrik di dalam Unagi Scooter juga memungkinkan moda ini untuk menanjak dengan sudut kemiringan hingga 15 derajat.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (15/11/2018), Unagi Scooter yang dipasarkan di Kickstarter ini sendiri memiliki dua varian, tergantung pada kapasitas motor yang digunakan. Pertama E250, dimana varian ini meggunakan front wheel motor berkapasitas 250W, yang memungkinkan Unagi Scooter menanjak di sudut kemiringan enam derajat.

Sumber: newatlas.com

Sedangkan pada varian kedua, E450, menggunakan dua motor sekaligus – 250W pada bagian depan, dan 200W pada bagian belakang. Ini akan memungkinkan moda untuk menanjak di medan dengan sudut kemiringan 15 derajat.

Dalam satu kali charge (4-5 jam), Unagi Scooter mampu menempuh jarak maksimal sekitar 25km, dengan top speed mencapai 24km/jam.

Guna menunjang pengoperasiannya, Unagi Scooter dilengkapi dengan anti-lock braking, lampu LED pada bagian depan dan belakang, hingga penggunaan ban tanpa angin di moda ini yang menjamin pengguna tidak akan mengalami bocor ban karena tertusuk benda tajam selama perjalanan.

Sumber: newatlas.com

Sebuah layar pada bagian stang menampilkan indikator kecepatan, total jarak yang sudah ditempuh, hingga kapasitas baterai yang tersisa. Body dari Unagi Scooter ini diklaim oleh perusahaan memiliki ketahanan yang kuat, karena menggunakan bahan magnesium alloy.

Selain kelebihan-kelebihan tersebut, dalam laman web unagiscooter.com juga disebutkan bahwa otoped elektrik ini juga dapat dilipat sehingga memudahkan para pengguna jika tengah menggunakan moda transportasi berbasis massal.

Baca Juga: Strator Ride, Otoped Listrik Beroda Besar Siap Masuki Moda Alternatif Perkotaan

Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk memilikinya? Siapkan kocek sekira US$623 atau yang setara dengan sembilan juta rupiah, sebuah harga yang cukup ideal ketimbang Anda membeli motor konvensional yang jelas-jelas masih menggunakan bahan bakar fosil. Bagi Anda yang benar-benar tertarik untuk memboyong salah satu Unagi Scooter ini, Anda perlu bersabar karena menurut perusahaan otoped elektrik ini akan mulai diproduksi massal pada Februari 2019 mendatang.

 

Mati Mesin di Tengah Laut, Kapal Ferry India Diselamatkan Tugboats

Lebih dari 400 orang dan 100 kendaraan terombang ambing ditengah laut karena kapal ferry yang ditumpangi terhenti. Insiden ini terjadi pada perjalanan dari Ghogha di Saurashtra dan Dahej di Gurat selatan pada bulan lalu.

Baca juga: Eks Kapal Ferry Penumpang di Inggris Bertransformasi Menjadi Party Boat

KabarPenumpang.com melansir dari laman ahmedabadmirror.indiatimes.com (22/11/2018), salah seorang pejabat mengatakan, terhentinya kapal ferry Ro-Ro ini karena masalah mesin. Pejabat tersebut juga mengatakan, setelah aman, kapal kemudian ditarik ke Pelabuhan Ghogha dengan tugboats.

“Kapal buatan Korea yang disebut ‘Voyage Symphony’ tetap ditempatkan di Teluk Cambay selama sekitar satu jam sebelum ditarik ke pelabuhan Ghogha dengan tugboats,” ujar Direktur Managing Director Indigo Seaways Pvt Ltd (ISPL) Kontraktor Chetan.

Layanan feri ini juga disebut Ro-Pax (Roll On-Roll Off Passenger), karena kapal membawa kedua kendaraan sekaligus penumpang.

“Ketika datang ke Ghogha dari Dahej, kapten kapal memperhatikan bahwa mesin terlalu panas. Untuk keselamatan penumpang, kapten memutuskan untuk menghentikan mesin ketika kapal berada sekitar 3 mil laut (5,5 km) dari Pelabuhan Ghogha,” kata Chetan.

“Kapal itu tetap ditempatkan di laut selama sekitar satu jam. Kemudian ditarik ke pelabuhan Ghogha dengan tugboats, yang dikirim dari pelabuhan. Teknisi kami sekarang melakukan pemeriksaan mesin untuk mencari tahu penyebab masalah,” dia menambahkan.

Menurut seorang pejabat senior GMB, kapal itu membawa 461 penumpang dan 114 kendaraan pada saat kecelakaan itu terjadi.

“Kami telah diberitahu oleh operator bahwa mesin kapal terlalu panas. Bersama dengan perusahaan, GMB juga akan melakukan pemeriksaan kapal sebelum memberikan sinyal hijau untuk melanjutkan operasi,” kata seorang pejabat senior GMB.

Karena insiden ini, ISPL akhirnya membatalkan dua perjalanan yang tersisa untuk hari itu.

Baca juga: Kapal Ferry Stena Line Adopsi Kecerdasan Buatan Guna Efisiensi Bahan Bakar

“Kami biasa menjalankan empat perjalanan setiap hari, dua dari Ghogha dan dua dari Dahej. Kami sekarang menginformasikan para penumpang, yang telah melakukan pemesanan, bahwa dua perjalanan yang tersisa dibatalkan untuk hari ini,” kata seorang pejabat.

Pada 27 Oktober, Kepala Menteri Gujarat Vijay Rupani telah meluncurkan layanan feri Ro-Pax ini. Layanan ini memotong jarak antara Ghogha dan Dahej melalui rute laut hanya 30 kilometer bila dibandingkan dengan 300 kilometer melalui jalan darat. Sehingga juga mengurangi jumlah jam yang diambil untuk menutup jalan yang jauh.

Bawa Durian di Dalam Pesawat? Boleh, Asal Pas Pengemasannya

Pecinta durian, kerap kali membawa olahan buah yang berbau tajam ini untuk dijadikan oleh-oleh pada sanak saudara mereka. Apalagi jika bepergian ke Sumatera Utara tepatnya di kota Medan, durian ini menjadi salah satu ciri khas oleh-oleh yang patut dibawa pulang.

Baca juga: Peuyeum Dilarang Masuk Kabin Kereta?

Namun, pertanyaannya, boleh atau tidak sih durian itu dibawa dalam sebuah penerbangan? Ternyata jawabanya ialah boleh. Dirangkum KabarPenupang.com dari berbagai laman sumber, durian boleh dibawa dalam sebuah penerbangan baik itu yang sudah di kupas alias hanya daging duriannya tanpa kulit ataupun sudah menjadi olahan.

Karena baunya yang khas dan melekat sekali serta sulit hilang, pengemasannya pun berbeda dengan oleh-oleh lainnya. Daging buah durian atau olahan buah durian seperti pancake dimasukkan dalam kotak makan plastik.

Kemudian tutup dengan rapat menggunakan lakban hingga benar-benar tidak ada celah. Masukkan dalam plastik bening kemudian rekatkan kembali dengan lakban. Biasanya pancake durian dilapisi dengan aluminium foil dan dimasukkan dalam plastik yang sudah diberi serbuk kopi.

Proses pengemasan ini bisa diulang hingga empat kali atau lebih. Tak lupa masukkan dalam wadah berisi biji kopi atau bubuk kopi. Sebab kopi sendiri diketahui mampu untuk menetralisir aroma tajam. Kemudian, masukkan durian dalam bagasi kargo saat check in dan jangan bawa dalam kabin pesawat meski sudah di packing dengan rapat.

Humas Indonesia National Air Carrier Association (INACA), Benny Butarbutar mengatakan, penerbangan tidak melarang pembawaan durian dalam pesawat asalkan tidak menimbulkan bau. Sebab bau durian jika sudah menempel sulit hilang.

“Karena kalau sudah menempel, akan sulit hilang. Nanti bisa dikomplain oleh penumpang lain. Kan ada juga yang enggak suka dengan bau tersebut,” kata Benny yang dikutip KabarPenumpang.com dari kompastravel.com.

Baca juga: Jangan Sembarang Buka Sepatu di Dalam Kabin Pesawat, Inilah Sebabnya!

Seperti belum lama ini terjadi dimana penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 091 dari Bengkulu menuju ke Jakarta yang diprotes penumpang karena membawa durian dan baunya hingga ke kabin. Durian yang dibawa dalam kargo tersebut sebenarnya sebanyak 2,025 ton dan sudah dalam pengemasan yang sesuai prosedur.

Bahkan Kepala Bandara Fatmawati Bengkulu, Anies Wardhana mengatakan, durian tidak masuk kategori barang yang tak boleh diangkut dan bisa masuk kargo pesawat. Dia mengatakan karena punya aroma yang khusus sehingga harus dalam pengemasan pengangkutan khusus dan saat itu Sriwijaya tidak menyalahi aturan baik berat maupun pengemasannya.

Fase Uji Coba, Komuter SMRT Akan Lewati Skrining Keamanan di Beberapa Stasiun

Jika selama ini skrining keamanan lazimnya kita temui di bandara-bandara saja, namun keputusan Menteri Transportasi Singapura, Khaw Boon Wan tentang pengadaan skrining keamanan di stasiun MRT baru-baru ini menuai pergunjingan. Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa proses skrining semacam ini akan menambah waktu perjalanan para komuter, menambah panjang antrean, dan sejumlah hambatan lain yang berhubungan dengan waktu. Tapi di sisi lain, hal ini akan meningkatkan keamanan secara keseluruhan.

Baca juga: Antisipasi Serangan Teroris, Stasiun MRT Singapura Akan Dilengkapi Pemindai X-Ray

Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman channelnewasia.com (20/11/2018), adapun masa uji coba dari skrining keamanan ini akan berlangsung selama enam bulan kedepan, tercatat mulai dari awal November kemarin. Sejumlah penumpang yang dipilih secara acak untuk menjalani pemeriksaan skrining ini, persis seperti apa yang biasa penumpang lakukan di dalam bandara. Penumpang akan masuk ke detektor logam, dan barang bawaan mereka akan dimasukkan ke dalam scanner X-Ray.

Tidak hanya menjalankan program uji coba ini, Menteri Khaw Boon Wan juga mendapatkan mandat dari Anggota Parlemen untuk meminimalisir keterlambatan pemberangkatan dan ketidaknyamanan penumpang selama uji coba skrining keamanan dari Land Transport Authority (LTA) ini berlangsung. Pun dengan peningkatan kapabilitas operator transportasi dalam menghadapi ancaman keamanan.

“Skrining keamanan akan menambah waktu perjalanan penumpang. Ini adalah keseimbangan yang harus kita capai antara keamanan dan efisiensi publik,” ujar Menteri Khaw Boon Wan.

“Karena pada akhirnya, komuter menjadi ‘lebih akrab’ dengan proses skrining keamanan semacam ini, kami berharap waktu pemeriksaan ini dapat dilakukan sesingkat mungkin,” tandasnnya.

Sebenarnya, skrining keamanan semacam ini bukanlah hal baru bagi penumpang, menurut Menteri Khaw Boon Wan, namun meminimalisir waktu pemeriksaan sehingga tidak mengganggu jadwal para penumpang inilah yang menjadi tantangan utamanya.

Baca juga: Alat Pemindai dan Detektor Logam Uji Coba Perdana di Stasiun MRT Little India

“Uji coba selama enam bulan ini akan memungkinkan LTA dan Public Transport Operators untuk menyempurnakan operasi keamanan dan mengembangkan kemampuan untuk meningkatkan respon mereka terhadap ancaman keamanan yang meningkat,” tutur Menteri Khaw Boon Wan.

Wakil direktur divisi keamanan transportasi umum LTA, Joseph Goh memastikan bahwa perjalanan para komuter tidak akan terjebak dalam suatu antrean panjang akibat uji coba skrining keamanan ini pada awal bulan November kemarin.

Dreamliner Norwegian Tinggalkan Bagasi di London Gatwick, 70 Penumpang Tiba di Singapura Kebingungan

Sebuah pesawat Boeing 787 Dreamliner dari Gatwick, Sussex (Inggris) tujuan ke Singapura berangkat tepat sebelum tengah malam pada Senin (12/11/2018) kemarin harus meninggalkan sebagian barang yang diangkut dalam kargo. Pasalnya pesawat Norwegian ini memuat bahan bakar penuh untuk perjalanan panjangnya selama 12 jam. Bandara Gatwick yang memiliki dua landasan pacu tersebut hanya mengoperasikan salah satunya yakni yang lebih pendek.

Baca juga: Tiga Jam Menanti, Bagasi Penumpang Ryanair Baru Keluar dari Baggage Carousel

Sebab landasan pacu utama harus ditutup dari pukul 10.30 malam hingga pukul 06.00 pagi waktu setempat untuk pemeliharaan. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman independent.co.uk (17/11/2018), karena menggunakan landasan pacu yang lebih pendek, pesawat harus mengurangi berat bawaannya agar sesuai batas yang ditetapkan. Kapten pesawat memerintahkan barang bawaan dari 70 orang penumpang dikeluarkan dari kargo.

Seorang penumpang bernama Sophie Webb yang terbang dalam pesawat tersebut tujuan Singapura tidak tahu barang bawaannya ditinggal. Dirinya sempat menunggu di korsel klaim bagasi untuk beberapa waktu sebelum diberi tahu ada 70 atau lebih nama penumpang yang barang bawaannya ditinggalkan. Webb merasa dirinya dirugikan dan menyelesaikan laporan ketidakberesan barang bawaannya tersebut sebelum meninggalkan bandara.

“Saya menghubungi meja bantuan di Singapura, tetapi tidak mendapat jawaban. Saya pergi membeli pakaian baru karena tidak ada yang dipakai,” aku Webb.

Dia mengatakan, ketika ibunya kembali ke Inggris dan bisa bertemu pihak Norwegian, dirinya diberitahu bahwa tasnya akan tiba dalam lima hari. Karena tidak nyaman, Webb kemudian diberitahu untuk mengklaim biaya apapun dari asuransi perjalanan yang bukan maskapai penerbangan. Berdasarkan Konvensi Montreal yang berlaku, sebuah maskapai penerbangan, dalam hal ini Norwegia, tidak bertanggung jawab atas bagasi tertunda jika tidak dapat membuktikannya.

Baca juga: Garuda Indonesia Lakukan Pengembalian 3.929 Barang Bawaan Penumpang yang Tertinggal di Kabin

“Kami ingin meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada penumpang karena keterlambatan dalam kedatangan sejumlah kecil bagasi terdaftar di penerbangan kami di Gatwick ke Singapura pada hari Senin 12 November. Kami melakukan semua yang kami bisa untuk memastikan bahwa penumpang yang terkena dampak dipersatukan kembali dengan bagasi mereka sesegera mungkin,” ujar juru bicara Norwegia.

Bandara Gatwick mengatakan bahwa ketika staf lapangan diberitahu tentang keberangkatannya yang terlambat ke Singapura, mereka mengatur landasan utama bandara untuk tetap terbuka untuk mengakomodasi take-off. Seandainya ini sudah diketahui sebelumnya, bagasi bisa tinggal di dalam pesawat.

Ada Sosok Boeing 737 Misterius di Bali, Kini Jadi Obyek Foto Favorit Para Pelancong

Jika Anda berkesempatan untuk mengunjungi Pulau Dewata, Bali, luangkanlah waktu untuk mengunjungi salah satu lokasi wisata dadakannya, yaitu bangkai pesawat yang dibiarkan terbengkalai. Bangkai pesawat Boeing 737 ini terletak sekitar 5 kilometer dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Walaupun tidak menyajikan hiburan apa-apa selain melihat bangkai pesawat tersebut, namun ada saja orang yang datang ke lokasi tersebut setiap harinya.

Baca Juga: Ini Dia! Pekerjaaan Favorit Yang Asyik Dilakukan Sembari Liburan

Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, bangkai pesawat yang terletak di sebuah lembah di daerah Badung ini merupakan bekas pesawat maskapai Mandala Air. Lalu, bagaimana pesawat tersebut bisa berada di dasar lembah dengan bagian depannya menghadap ke tebing? Beragam hipotesa mulai bermunculan, salah satu yang paling logis adalah pesawat tersebut mengalami kecelakaan dan berhenti tepat di depan tebing.

Namun hipotesa tersebut terbantahkan ketika salah satu warga di sekitaran lokasi mengatakan bahwa pesawat dengan warna dasar putih tersebut memang sengaja digiring dari Surabaya karena hendak dijadikan restoran oleh pemiliknya yang diketahui merupakan warga negara AS. “Caranya badan pesawat dipotong-potong menjadi beberapa bagian, dan diangkut dengan kontainer,” ungkap Made, seorang warga yang bekerja di sekitaran lokasi.

Sumber: villabalisale.com

Jika diperhatikan, tidak hanya sebuah pesawat utuh yang ada di lokasi, terdapat pula hidung pesawat yang berukuran lebih kecil, dan beberapa baling-baling. Lembah tempat pesawat tersebut bermukim pun bukannya sudah tersedia. Butuh waktu lebih dari satu tahun untuk mengeruk tebing yang sebagian terdiri dari batuan kapur putih. “Total luas tanahnya sekitar 1 hektar,” imbuh Made.

Baca Juga: Pensiun dari Kedinasan, Helikoper Ini Berubah Fungsi Jadi Cottage Mewah

Karena satu dan lain hal, hingga kini pesawat Boeing 737 tersebut dibiarkan terbengkalai tanpa ada tindak lanjut dari si pemilik. Gagal menjadi restoran bernuansa unik, pesawat yang berlokasi tidak terlalu jauh dari Pantai Pandawa tersebut kini beralih fungsi menjadi objek foto setiap pelancong yang datang. Aji mumpung, warga yang tinggal di sekitaran lokasi lalu memanfaatkan momen tersebut dengan menjajakan penganan. Tidak sedikit juga yang percaya bahwa lokasi tersebut memiliki nuansa mistis yang cukup kental. Terlepas dari beragam cerita yang menghiasi lokasi ini, jangan lupa sempatkan diri Anda untuk mengunjunginya.

Mulai Hari Ini, Batik Air Layani Penerbangan Non Stop Jakarta – Samarinda

Batik Air, maskapai full service yang bagian dari Lion Air Group, hari ini (21/11) meresmikan penerbangan rute baru Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten – Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Samarinda di Kalimantan Timur. Penerbangan non stop tersebut dilakukan satu kali sehari.

Baca juga: Dari 234 Unit Pesanan, Batik Air Terima Airbus A320-200CEO ke-41

Dikutip dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, penerbangan perdana Batik Air menggunakan pesawat Airbus A320-200 dengan nomer ID-6256. Pesawat lepas landas melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pukul 10.30 WIB dan mendarat di Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto pada 13.40 WITA.

Untuk rute sebaliknya, Batik Air terbang pada 14.15 WITA menggunakan nomor ID-6257 dari Samarinda dan akan tiba di Soekarno-Hatta, Tangerang pukul 15.20 WIB. Pesawat Airbus A320-200 masuk di segmen narrow body dengan kapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi yang dilayani secara regular pergi pulang berjadwal satu kali setiap hari.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada regulator, PT Angkasa Pura II, AirNav Indonesia, pengelola Bandar Udara APT Pranoto, seluruh kru, karyawan dan semua pihak dalam membantu kelancaran serta kesuksesan rencana rute dari ibukota negara ke Kalimantan Timur. Penerbangan pertama dalam membuka destinasi baru Samarinda merupakan bagian komitmen Batik Air dalam menghubungkan antardestinasi domestik sejalan memperkuat layanan dan jaringan Batik Air yang saat ini sudah beroperasi,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Batik Air, Capt. Achmad Luthfie.

Samarinda sebagai destinasi baru ini adalah menjawab permintaan pasar perjalanan udara yang tinggi antara Kaltim dan Jakarta. Hal ini juga menjadi bagian langkah bisnis seiring mendukung agenda pemerintah dalam pengembangan pariwisata nasional guna meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia serta mendongkrak wisatawan nusantara.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur merilis ekonomi Kaltim triwulan III-2018 tumbuh 0,17 persen (q-to-q), mengalami percepatan dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 0,08 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi secara q-to-q dicapai oleh Lapangan Usaha Konstruksi 4,07%. Sedangkan dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Net Ekspor Antar Daerah yang tumbuh 7,58 persen.

Baca juga: Hisap Vape dalam Lavatory, Penumpang Batik Air Digelandang Petugas Keamanan Bandara

Operasional Batik Air saat ini didukung 41 Airbus A320-200CEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi), enam Boeing 737-900ER (12 kelas bisnis dan 168 kelas ekonomi) serta delapan Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi).