Numpuk di Gudang, AirAsia Daur Ulang Jaket Keselamatan dan Seragam Awak Kabin

AirAsia, maskapai berbiaya rendah asal Malaysia, setiap tahunnya membuang lima ribu seragam, seratus jaket keselamatan dan dua ratus sabuk pengaman dan sebesar lebih dari tiga ribu kilogram kain diperuntukkan untuk tempat pembuangan sampahnya. Namun, kedepannya hal ini akan menjadi lebih baik, sebab AirAsia Foundation telah meluncurkan upcycling untuk pertama kali dengan membuart jaket pelampung dari daur ulang barang bekas dan mengganti seragam lama.

Baca juga: AirAsia Malaysia Terbang Perdana ke Silangit dari Kuala Lumpur Disambut Hujan

Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, hasilnya adalah koleksi Soggy No-More yang merupakan kolaborasi dengan perusahaan sosial Nazanin. Koleksi-koleksi tersebut dijual mulai Juli 2018 kemarin. Iterasi produk pertamanya adalah aksesoris gaya hidup seperti tas selempang, kantong, dompet koin dan tempat alat makan.

“Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih besar oleh AirAsia untuk mendaur ulang semua bahan limbah yang kami hasilkan di pesawat. Sedapat mungkin, banyak sampah dikelola secara internal,” ujar direktur eksekutif AirAsia Foundation, Yap Mun Ching.

Sebelum adanya daur ulang tersebut sampah ini sudah menjadi limbah yang sangat besar dan semuanya tersimpan di gudang besar di Klang, Selangor, Malaysia. Yap mengatakan, ada ribuan barang dan maskapai tidak membuang apapun dan ini menghabiskan ruangan tersebut sehingga masuklah Soggy No-More.

Jaket keselamatan kadaluwarsa tersebut tidak bisa terurai bisa dikembalikan ke pabrik dan mengganti dengan yang baru untuk di daur ulang. Sedangkan untuk bekas seragam, dibuat berbagai barang seperti paspor, tas hingga ikat pinggang yang dibuat dari dasi pilot.

“Koleksi akan terus berkembang dan kami mengambil lebih banyak ide di masa mendatang. Ini membantu bahwa konsumen lebih sadar akan produk ramah lingkungan saat ini. Ada gerakan besar melawan plastik sekarang. Apa yang kami tawarkan adalah gagasan bahwa orang, perusahaan, dan maskapai lain dapat mengambil inisiatif inisiatif mereka sendiri,” kata Yap.

Baca juga: Fotonya Viral di Facebook, Inilah Reaksi Pramugari Cantik AirAsia

Koleksi Soggy No-More hanya tersedia di toko-toko pop-up sesekali. Daftar acara mendatang dapat diakses di halaman Facebook AirAsia Foundation. Ada rencana untuk menjual barang-barang di pesawat AirAsia pada tahun depan. Dengan Soggy No-More, idenya adalah untuk membawanya ke tingkat berikutnya dengan bekerja dengan perusahaan sosial. Di sinilah Nazanin, sebuah perusahaan sosial pengungsi Afghanistan di Kuala Lumpur, datang ke dalam gambar.

Habiskan Cuti, PT KAI Hadirkan ’13 Lucky Days’

Seperti tak ada hentinya bagi PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memanjakan dan memberikan harga terbaiknya bagi pelanggan dan pengguna setia kereta api. Beberapa waktu lalu, KAI telah menghadirkan travel online dan event lainnya untuk memberikan tiket dengan harga yang cukup murah baik kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi.

Baca juga: Punya KAI Access? Ini Cara Mudah Tukar Jadwal Keberangkatan Kereta

Kali ini, PT KAI kembali memberikan kejutan bagi para pengguna setianya, dimana untuk menghabiskan sisa cuti hadir dengan promo ’13 Lucky Days’. Promo ini sendiri menawarkan tarif spesial yang bisa dipilih pengguna dimana harga kelas eksekutif, bisnis hingga ekonomi lebih murah dari biasanya.

Dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers PT KAI, promo ini akan berlangsung selama 13 hari dari tanggal 1-13 Desember 2018 dengan periode keberangkatan 1 Desember 2018 hingga 3 Februari 2019 mendatang. Tapi untuk para pelanggan, jangan senang dulu, harga promo ini tidak akan berlaku untuk pembelian dari tanggal 14 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019.

(Instagram @kai121_)

Namun, tenang saja, meski begitu khusus untuk pemesanan weekday atau hari biasa di jam tertentu yakni 13.00 sampai 14.00 WIB akan ada lagi tarif promo Flash Sale khusus untuk kelas eksekutif dengan jumlah kursi tertentu. Pada kali ini KAI akan menyediakan kursi dengan total 151.060 kursi dengan tarif spesial selama 41 hari dengan rata-rata kursi per hari sebanyak 3684.

Untuk pelanggan setia, tiket promo dan flash sale ini hanya berlaku dengan pembelian melalui aplikasi KAI Access baik Andorid maupun iOS selama tempat duduk tersedia. Promo ini diberikan untuk subclass X, Y dan Z dan sedangkan untuk Flash Sale khusus subclass M.

Sayang tiket promo ini tidak bisa dibatalkan, diubah jadwal dan digabung dengan program reduksi atau diskon lainnya. Selain itu, tarif Promo 13 Lucky Days tidak berlaku parsial, contohnya, tiket promo KA Argo Bromo Anggrek dengan tarif Rp150 ribu adalah untuk relasi terpanjang, yakni Surabaya Pasarturi–Gambir PP. Jadi jika Anda hendak turun di stasiun yang lebih dekat, tarifnya tetap Rp150 ribu.

Baca juga: Untuk Pertama Kali, PT KAI Gelar Online Travel Fair Lewat Web dan Aplikasi KAI Access

Berikut ini daftar kereta api yang mendapatkan tarif promo 13 Lucky Days yakni Argo Bromo Anggrek, Argo Lawu, Argo Dwipangga, Argo Jati, Taksaka, Purwojaya, Cirebon Ekspres, Tegal Bahari, Harina, Gumarang, Sancaka, Mutiara Timur Pagi dan Malioboro Ekspres. Kemudian Senja Utama Solo, Fajar Utama Yogya, Senja Utama Yogya, Sawunggalih, Jaka Tingkir, Menoreh, Bogowonto, Gajahwong, Singasari, Joglokerto, Ambarawa Ekspres, Kamandaka, Mataram Premium, Wijayakusuma, Tawang Jaya Premium.

Ada juga kereta Kuala Stabas, Sindang Marga, Sribilah Utama, Argo Sindoro, Argo Muria, Argo Parahyangan, Turangga, Argo Wilis, Bima, Gajayana, Malabar, Mutiara Timur. Tiket promo bervariasi untuk eksekutif Rp100 ribu-Rp150 ribu dan saat Flash Sale Rp100 ribu-Rp75 ribu, untuk bisnis Rp60 ribu dan ekonomi Rp50ribu.

‘ePatrolling’ Aplikasi Untuk Mudahkan Kontrol Petugas Polsuska

Indian Railways sebentar lagi akan meluncurkan aplikasi mobile ePatrolling yang akan membantu petugas Railways Protection Force (RPF) atau Polsuska selama tugas mengawal penumpang di kereta. Kehadiran aplikasi ini juga untuk memastikan keamanan dan keselamatan penumpang selama perjalanan mereka di dalam kereta.

Baca juga: Mengenal Polsuska, Penegak Peraturan di Kereta Api

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman pinkcitypost.com (22/11/2018), ruang kontrol akan melacak lokasi RPF melalui aplikasi dan mengambil tindakan instan jika terjadi keadaan darurat atau kelalaian. Pertama-tama, aplikasi ePatrolling akan diperkenalkan di kereta dari Delhi menuju Mumbai yang melalui Jaipur.

Salah seorang pejabat kereta api mengatakan, aplikasi ePatrolling akan hadir di Rajdhani dan kereta ekspress launnya terlebih dahulu. Sebab, proses instalasi akan selesai pada bulan Januari 2019 mendatang.

Fase pertama akan mencakup semua stasiun kereta api besar di jalur barat yang berada di bawah rute bagian Mumbai. Nantinya akan ada kode QR prefabrikasi yang ditempatkan pada kereta-kereta ekspres tersebut.

Sebelum kehadiran ePatrolling ini, dalam satu kereta api, selalu ada empat hingga lima petugas RPF yang dikerahkan untuk melakukan patroli di kereta api termasuk kereta api premium, pos hingga ekspres atau biasa dalam kereta perjalanan jarak jauh. Komunikasinya pun antar personel kemanan dan ruang kontrol kereta api melalui teknologi nirkabel.

Namun, nantinya setelah ePatrolling hadir maka untuk menjaga keselamatan penumpang akan dipastikan hanya ada dua petugas RPF di dalam kereta. Selain mengurangi jumlah tenaga RPF dalam kereta, ePatrolling juga memudahkan dalam pengecekan dan meningkatkan keselamatan penumpang.

Baca juga: Operator Kereta India Digitalisasikan Layanan Keluhan Penumpang

Aplikasi ePatrolling sendiri akan berfungsi setelah di instal pada ponsel masing-masing petugas RPF. Kemudian setiap dua jam RPF Jawaan yang bertugas harus memindai kode QR yang ditempatkan di kereta melalui aplikasi.

Kemudian ruang konntrol akan mendapat pembaruan langsung dan lokasi dari petugas RPF setiap dua jam setelah mereka memindai kode QR tersebut. Ruang kontrol juga dapat memberi informasi terkait keamanan darurat kepada petugas RPF melalui aplikasi tersebut serta petugas ruang kontrol bisa melacak lokasi petugas RPF yang bertugas dan dapat mengirim mereka ke tempat darurat yang sesuai.

Operator Kereta Jepang Hapuskan Sistem Pelatihan yang Ancam Keselamatan Calon Pekerja

Jepang memang terkenal akan sektor perkeretaapiannya yang jauh mengungguli negara-negara lain di berbagai belahan dunia manapun. Namun siapa sangka negara berjuluk Negeri Sakura ini juga mengaplikasikan metode pelatihan yang bisa dibilang tidak biasa terhadap calon karyawannya, yaitu dengan cara mewajibkan para calon karyawan tersebut untuk berjongkok di dalam parit di antara dua jalur kereta yang dilewati oleh kereta peluru terkenal asal Jepang, Shinkansen.

Baca Juga: Robot AI Mudahkan Pelancong Asing dan Lokal di Stasiun Osaka

Berdasarkan lansiran KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (31/10/2018), salah satu operator kereta di Jepang, West Japan Railway mengatakan bahwa pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran keselamatan. Namun karena metode pelatihan ini dinilai sangat membahayakan, maka dari itu berbagai pemangku kepentingan – termasuk serikat pekerja mengusulkan untuk menghapus metode pelatihan ini sejak tahun 2016 silam.

Bagaimana tidak, para karwayan ini diwajibkan untuk berjongkok di dalam sebuah parit dengan lebar kurang lebih satu meter dan kedalaman satu meter. Dengan begitu, para calon karyawan ini dapat merasakan hempasan angin dari kereta peluru yang melintas di kedua sisi mereka. “Pelatihan semacam ini sendiri memakan waktu sekitar 20 menit,” ujar salah satu juru bicara perusahaan. “Sekitar 240 orang berpartisipasi dalam sekali pelatihan,” tandasnya.

Sebagaimana yang sudah disebutkan di atas, praktik pelatihan ini menuai kecaman dari berbagai pihak, terlebih ketika pada tahun 2015 silam sebuah insiden terjadi dimana salah satu baut kereta terlepas dan itu sangat jelas membahayakan keselamatan dari para karyawan yang tengah mengikuti pelatihan tersebut.

“Belum lagi jika ballast (bebatuan di pinggir rel) terhempas ke arah kami, tentu itu akan menjadi masalah baru dan momok menakutkan bagi para peserta,” tutur saslah seorang peserta pelatihan yang ingin tetap anonim. “Saya tidak mengerti maksud dan tujuan dari pelatihan semacam ini. Kenapa masih harus dilakukan?” imbuhnya.

Baca Juga: Menggemaskan! West Japan Railway Akan Operasikan Shinkansen Bertema Hello Kitty

Setelah mendapatkan tekanan dari berbagai pihak, akhirnya si operator kereta api menghapus sistem pelatihan tersebut dan berdalih penghapusan ini tidak dilandaskan pada tekanan dari pihak ketiga. “Sekarang para calon pekerja akan mengamati kereta dari balik pagar, agar lebih aman dan efektif,” ujar juru bicara perusahaan.

 

Cuaca Buruk dan Batal Terbang, Pria Ini Bakar Pakaian di Terminal Bandara

Batal terbang, bukan hanya sekali dua kali terjadi pada sebuah maskapai penerbangan dan biasanya dikarenakan cuaca buruk. Hal ini juga terjadi pada penerbangan maskapai Pakistan International Airlines (PIA) yang baru saja dibatalkan. Penundaan tersebut kemudian membuat seorang pria kesal dan dirinya melakukan protes dengan cara yang aneh di terminal bandara.

Baca juga: Diterjang Topan Mangkhut, Garuda Indonesia Batalkan Penerbangan Menuju Hong Kong

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (20/11/2018), pria ini mencoba membakar kopernya karena kesal penerbangannya hari itu dibatalkan akibat cuaca buruk. Pria yang tak disebutkan namanya tersebut, meletakkan pakaiannya di lantai terminal Bandar Islamabad, Pakistan dan mulai membakar dengan satu potong pakaian serta mencoba membakar yang lainnya.

Pakaian mulai terbakar api dan asap kemudian mengepul sebelum petugas keamanan bandara menghentikan tindakan pria tersebut. Dalam sebuah video postingan insiden tersebut, pria itu mencoba menggagalkan upaya pemadaman yang dilakukan oleh petugas keamanan dan membuat mereka pergi.

https://youtu.be/8n3sjR1UnF4

Otoritas Pemadam Kebakaran Penerbangan Sipil, kemudian memadamkan api sebelum menyebar. Namun akibat ulahnya itu, tidak diketahui apakah pria itu ditangkap, tetapi perusahaan penerbangan tersebut dilaporkan telah mengampuni tindakan pria itu.

Pakistan International Airlines tidak segera menanggapi masalah tersebut, tetapi mengatakan dalam sebuah pernyataan, “PIA telah memilih untuk memaafkan dan melupakan insiden yang terjadi di Bandara Internasional Islamabad pada 15 November.”

Baca juga: Penerbangan Dibatalkan, Penumpang Porter Airlines Malah Diancam Petugas!

Diketahui, penerbangan yang batal tersebut keberangkatan pukul 07.00 pagi waktu setempat dari Bandara Islamabad menuju ke Gilgit. Awalnya sebelum alasan cuaca buruk, pembatalan penerbangan karena masalah teknis. Hingga akhirnya penerbangan ke Gilgit, Pakistan dijadwal ulang untuk berangkat pada hari Jumat (23/11/2018).

Seperti pada bulan September kemarin, dimana penerbangaan Garuda Indonesia ke Hong Kong terpaksa dibatalkan karena adanya Topang Mangkhut yang memporak-porandakan Filipina serta kawasan Hong Kong. Sehingga membuat seluruh penumpang batal terbang baik tanggal 15 maupun 16 September 2018 kemarin dan mengubah jadwal penerbangan mereka yang tertunda tersebut ke contact center Garuda Indonesia.

Tandatangani MoU, TransJakarta dan MRTJ Siap Integrasikan Moda Transportasi Berbasis Massal

Kendati masih ada waktu sekitar kurang lebih tiga bulan menjelang masa pengoperasian perdananya pada Maret 2019, namun PT MRT Jakarta (PT MRTJ) terus melakukan penguatan fondasi, salah satunya dengan cara berkolaborasi dengan salah satu moda transportasi berbasis massal, TransJakarta. Penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh kedua perusahaan penyedia jasa layanan transportasi ini turut dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Agung Wicaksono, dan Direktur Utama PT MRTJ William Sabandar.

Baca Juga: Palyja Rencanakan Pasang Drinking Fountain di 3 Stasiun Besar MRT Jakarta

Studi integrasi transportasi antarmoda ini sendiri diharapkan dapat saling melengkapi kekurangan dari masing-masing moda transportasi berbasis massal yang selama ini terkesan agak sulit dijangkau karena lokasinya yang belum tersebar secara merata.

“Studi integrasi transportasi antarmoda, TransJakarta itu first mile dan last mile. Sedangkan MRT Jakarta adalah backbone. Saling melengkapi,” ujar Agung Wicaksono selaku Direktur Utama dari PT Transportasi Jakarta, ditemui KabarPenumpang.com pada Jumat (23/11/2018).

Pada kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengutarakan bahwa salah satu harapan dari program Pemerintah ini adalah untuk melakukan ekspansi jangkauan.

“Namun tetap tidak mengesampingkan faktor keamanan, kenyamanan, dan juga keterjangkauan,” ucap Anies dalam sambutannya.

“Integrasi ini adalah untuk seluruh warga Jakarta, kami ingin semua warga Jakarta bisa naik transportasi umum berbasis massal, dan itu bisa tercapai salah satunya dengan cara melakukan integrasi,” tandas mantan Menteri Pendidikan ini.

Jika studi ini berhasil, lanjut Anies, masih ada tahapan kesenyawaan yang menandakan integrasi ini sudah berhasil dilaksanakan. “Jadi antarmoda itu seperti sudah tidak ada bedanya, karena antarmoda sudah senyawa tadi,” imbuh Anies.

Sementara itu, Direktur Utama PT MRTJ William Sabandar mengatakan bahwa ada beragam kemungkinan yang tercipta dari hasil studi ini, salah satunya adalah terciptanya satu stasiun besar yang mencakup beberapa moda transportasi berbasis massal.

“Ya, itu yang akan kita lihat. Tapi sesuai dengan arahan Pak Gubernur bahwa di setiap 500 meter itu harus ada stasiun penghubung antarmoda,” papar William.

Baca Juga: Saat MRT Jakarta Beroperasi, Pemprov DKI Akan Operasikan Electronic Road Pricing

“Ini kan baru tanda tangan, jadi untuk ke depannya akan kita lihat kembali perkembangannya seperti apa, dan tentu saja kami akan mengupayakan yang terbaik,” tandasnya.

Pada kesempatan itu pula, William menyebutkan bahwa soal interkoneksi stasiun dengan gedung-gedung di sekitar stasiun MRT Jakarta sudah mulai berjalan. “Salah satunya dengan gedung UOB,” terangnya.

Fantastis! Inilah Hasil Jepretan dari Atas Drone

Hadir dan berkembangnya teknologi drone dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini memang membawa beragam manfaat – mulai dari pengecekan rel kereta, mengantar barang, hingga yang paling dekat dengan dunia di sekitar kita adalah peningkatkan seni fotografi. Beberapa waktu ke belakang, warga Ibukota dihebohkan dengan penampakan wajah dari patung Pancoran yang selama ini menghiasi salah satu sudut dari kota Jakarta ini, dan pengambilan video tersebut tidak terlepas dari peranan drone.

Baca Juga: Bawa Drone Saat Melancong? Jangan Lupakan Tips Ini

Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa drone telah membuktikan kapabilitasnya dalam meningkatkan nilai estetika dari dunia fotografi. Sudut-sudut pengambilan gambar baru juga bisa lebih dieksplor dan membuka ‘lahan jelajah’ baru para pemburu foto. Bermodalkan sejumlah tools fotografi – lengkap dengan lensa jarak jauhnya, ditambah dengan satu perangkat drone untuk menerbangkan kamera tersebut, maka si fotografer dapat mulai melampiaskan ide-ide gila yang berkecamuk di kepalanya.

Wah, tentu Anda semua jadi penasaran ya bagaimana hasil jepretan dari para fotografer yang mengkombinasikan teknologi drone? Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com, berikut adalah beberapa contoh foto yang diambil dengan menggunakan drone dari berbagai penjuru dunia.

Lion Rock, salah satu ikon legendaris di Sri Lanka. Sumber: newatlas.com
Menara tua di Reading, Inggris. Sumber: newatlas.com
Exuma Cays di Bahama. Sumber: newatlas.com
Air terjun Tequendama di Kolombia. Sumber: newatlas.com
Jalan berliku di daerah pegunungan di Rumania. Sumber: newatlas.com

 

Dengan EFC, Sistem Pembayaran Moda Transportasi Massal Akan Terintegrasi di 2019

Jika selama ini Anda masih melakukan pembayaran tiket moda transportasi berbasis massal seperti Commuter Line Jabodetabek, dan TransJakarta secara terpisah, dalam waktu dekat Kementerian Perhubungan akan mengintegrasikan sistem pembayaran moda transportasi di Jakarta – termasuk MRT dan LRT. Adalah tiket Electronic Fare Collection (EFC) yang akan menjadi jawaban dari integrasi sistem pembayaran moda-moda transportasi tersebut.

Baca Juga: Kartu EFC Integrasikan Moda Transportasi Massal di Jakarta

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, melalui Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, Bambang Prihartono menyebutkan bahwa hingga saat ini tiket EFC masih dalam tahap uji coba. “Sekarang sedang diproses ticketingnya nanti openlook. Artinya kartu yang digunakan MRT bisa dibaca juga di Commuter Line sampai Damri,” ujar Bambang, dikutip dari laman Tribunnews.com (12/11/2018).

Adapun usulan tarif perjalanan moda terintegrasi ini telah diusulkan pihak Kementerian Perhubungan kepada Bank Indonesia. Jika berjalan sesuai rencana, lanjut Bambang, integrasi sistem pembayaran antarmoda transportasi ini sendiri akan rampung pada tahun ini. “Pak Menhub sudah usul ke BI mengenai tarif. Sekarang lagi proses audit dari BI ke masing-masing operator. Dalam waktu dekat tahun ini integrasinya selesai,” imbuh Bambang.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil kesepakatan kriteria arsitektural teknis untuk mendesain metode pembayaran, traffic pattern, biaya tarif, insentif pendapatan hingga regulasi terkait intergrasi sistem tiket MRT, LRT dan Transjakarta.

Sigit mengatakan bahwa inisiasi kebijakan tiket EFC ini dilakukan oleh Bank Indonesia sejak tahun 2017 kemarin. “Rencana EFC ini sejak 2017 lalu, cuma belum bisa terbentuk karena masih meributkan lembaganya. Sekarang tidak. Kita tentukan dulu arsitektur teknisnya,” paparnya.

Baca Juga: MRT Jakarta Adopsi Teknologi CBTC, MRT di Jepang Justru Belum

Adapun sasaran dari kebijakan ini adalah moda transportasi berbasis massal milik BUMN dan BUMD, diantaranya adalah PT KAI, KCI, DAMRI, Rail Link, Transjakarta, LRT dan MRT yang dijadwalkan rilis pada Maret 2019 mendatang.

“Selesai tahun ini. 2019 sudah harus terintegrasi. Makanya, harus didesain sedemikian rupa semua kebijakannya, termasuk insentif dan disinsentif,” tutur Sigit.

 

E-Logbook, Aplikasi untuk Pantau Kinerja Pengemudi Bus AKAP

Anda sering menemukan pengemudi bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) yang kelelahan akibat jam kerja yang terlalu berlebihan? Ya, hal ini membahayakan keselamatan para penumpang karena dalam kondisi yang sudah sangat lelah, si pengemudi bus bisa saja kehilangan konsentrasi dan dapat berujung pada sebuah kecelakaan.

Sebagaimana yang sudah sering dihimbau oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), jam kerja pengemudi bus haruslah diperhatikan dengan seksama agar dapat meminimalisir kecelakaan yang disebabkan oleh pengemudi yang kelelahan.

Baca Juga: Human Error Duduki Peringkat Teratas Penyebab Kecelakaan Kereta

Selain itu, baru-baru ini Kementerian Perhubungan meluncurkan aplikasi berbasis digital bernama E-logbook yang dikhususkan bagi para pengemudi bus AKAP. Dirangkum KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, E-logbook sendiri merupakan sebuah sistem yang digunakan untuk mengawasi sejumlah aspek dari pengemudi bus AKAP, salah satunya adalah waktu kerja dari si pengemudi yang bersangkutan – sesuai dengan jam kerja yang sudah ditentukan sebelumnya.

Hadirnya aplikasi E-logbook ini memungkinkan Kementerian Perhubungan dan juga perusahaan transportasi terkait untuk melakukan pemantauan terhadap pengemudi perihal jam kerja dan waktu istirahat para pengemudi yang kerap diabaikan.

“Kita juga akan meluncurkan layanan E-logbook bagi pengemudi angkutan AKAP yaitu aplikasi yang mengawasi waktu kerja dari pengemudi agar tidak melewati batas waktu yang ditentukan. Sehingga kegiatannya sehari-hari itu praktis kita batasi sesuai dengan syarat yang ada,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/11/2018).

Menteri Budi berharap dengan diluncurkannya aplikasi ini dapat meningkatkan keselamatan berkendara bus AKAP yang jam kerja para pengemudinya terkenal sering diforsir.

“Aplikasi tersebut merekam dan memonitor data single identitas serta waktu kerja pengemudi angkutan umum sehingga pada akhirnya kita harapakan keselamatan kerja dan pelayanan angkutan umum bisa ditingkatkan. Saya sampaikan terima kasih pada pelayanan ini, namun saya ingatkan, lakukan dengan all out dan konsisten,” tandas Menteri Budi.

Layaknya aplikasi flight radar, E-logbook akan menampilkan fitur peta dan grafik, dimana akan muncul posisi pengemudi secara real time, lengkap dengan durasi mengemudinya.

Baca Juga: Jelang Angkutan Lebaran, KNKT Himbau Penyedia Transportasi Darat Tinjau Standar Kelayakan

Untuk cara kerja dari E-logbook ini sendiri, petugas yang ada di terminal akan melakukan tapping kartu dan men-setting status pada aplikasi E-logbook.

E-logbook si pengemudi sesaat sebelum mereka bertolak meninggalkan terminal. Demikian pula halnya ketika si pengemudi baru sampai di terminal tujuan, dimana petugas terminal akan melakukan hal yang sama ketika si pengemudi hendak berangkat.

Status pengemudi yang sudah tercatat barusan akan dikirimkan ke ponsel si pengemudi melalui aplikasi E-logbook. Canggih, bukan?

Alipay Siap Ganti Sistem Pembayaran MTR Hong Kong dengan Scan QR Code

Setelah memenangkan tender yang dihelat oleh MTR Hong Kong dalam urusan pembayaran, salah satu anak perusahaan Alibaba – Alipay siap mewujudkan sistem pembayaran baru di 91 stasiun MTR Hong Kong pada pertengahan tahun 2020 mendatang. Nantinya, para komuter cukup menempelkan ponsel mereka ketika hendak masuk ke stasiun. Selain futuristik, Alipay mengklaim bahwa sistem pembayaran yang mereka usung akan memangkas antrean di loket pembayaran.

Baca Juga: Tingkatkan Keselamatan, Otoritas Transportasi India Siap Sodorkan QR Code untuk Penumpang

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman thedrum.com (16/11/2018), proses scan QR code dari Alipay ini hanya membutuhkan waktu kurang dari 0,4 detik – dimana itu merupakan proses yang sangat cepat ketimbang membeli tiket konvensional seperti biasa (tapping). Tidak hanya itu, perpaduan metode online dan offline pada proses scan QR code ini memungkinkan mesin tetap berfungsi kendati jaringan internet tengah buruk atau mati sekalipun.

“Kami bangga dapat memenangkan tender yang dibuka oleh MTR Hong Kong dalam hal penyediaan sistem pembayaran. Dengan mengusung teknologi scan QR code, ini seolah menjadi pengakuan terhadap stabilitas Alipay setelah sebelumnya kami berkolaborasi dengan operator minibus,” tutur Jennifer Tan, chief executive Alipay Payment Service (HK) Limited (APSHK).

“Kami juga yakin bahwa teknologi scan QR code ini dapat merambah beragam aspek lain di luar sistem pembayaran tadi,” imbuhnya.

Jennifer juga mengatakan bahwa scan QR code merupakan tren yang akan bertumbuh pesat di masa yang akan datang. “Selain kami secara bertahap bergabung dengan moda transportasi berbasis massal di Hong Kong, tidak menutup kemungkinan juga kami akan merambah sektor pariwisata yang kerap menjadi magnet tersendiri bagi para pendatang,”

Sektor pariwisata di sini maksudnya adalah moda transportasi yang menghubungkan Hong Kong dengan destinasi wisata yang berada di luar Hong Kong. “Ini akan mendorong program smart mobility,” papar Jennifer.

Baca Juga: Belanja Kebutuhan Rumah di Stasiun Kini Cukup Scan Kode QR

Tercatat, Cina merajai adopsi mobile payment di region Asia Pasifik, dimana sebanyak 96 persen konsumen Cina menggunakan aplikasi mobile payment selama kurun waktu enam bulan terakhir. Catatan tersebut berdasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Kantar pada bulan Oktober 2018 kemarin.