[Video] Penumpang dan Pengemudi Bertengkar, Bus Terjun Bebas ke Sungai

Sebuah bus terjun bebas ke sebuah sungai dari jembatan di Cina bagian barat daya dan menyebabkan 13 orang tewas serta dua lainnya belum ditemukan. Kejadian bus ini jatuh ke sungai karena adanya perkelahian antara pengemudi dan seorang penumpang wanita.

Baca jug: Hajar Jembatan, Pengemudi Bus Tingkat Ini Disebut Belum Hafal Medan

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber theguardian.com (2/11/2018), dalam sebuah video berdurasi delapan detik dari sebuah kamera pengawas yang dirilis oleh polisi Kota Chongqing, terlihat pengemudi dan penumpang wanita berdebat. Pada hari Minggu (28/10/2018), sebelum bus jatuh ke sungai, penumpang wanita tersebut awalnya meminta pengemudi untuk berhenti setelah dirinya terlewat perhentiannya.

Tetapi pengemudi tidak melakukannya dan terus berjalan, kemudian penumpang 48 tahun tersebut berjalan ke kursi pengemudi dan memarahinya. Pengemudi menoleh beberapa kali ke belakang melihat wanita itu sambil berdebat.

Setelah perdebatan tersebut makin panas, wanita itu kemudian menghantam kepala pengemudi dengan ponsel miliknya. Pengemudi dalam video terlihat membalas penumpang itu dengan memukulkan lengan kanannya untuk mencoba melawan.

Pengemudi kemudian mengulanginya lagi dan membelokkan kemudinya ke arah kiri sehingga membuat bus yang dikemudikannya lepas kendali. Tak hanya video dari dalam bus, pihak kepolisi Chongqing juga memberitahukan video yang mereka dapakan dari kamera milik salah satu mobil di dekat bus tersebut.

Baca juga: Tingkatkan Keamanan Bus Sekolah, IMMI Kembangkan Fitur SafeGuards FlexPlus

Ternyata diketahui, sebelum bus itu jatuh ke Sungai Yangtze, bus menabrak sebuah mobil yang melintas, baru kemudian menabrak pagar pembatas jembatan hingga akhirnya jatuh ke sungai. Polisi Wanzhou mengatakan, perilaku pengemudi dan penumpang tersebut sangatlah membahayakan penumpang dan pengemudi lainnya di jalanan serta melanggar aturan hukum.

Dari insiden ini, bangkai bus yang tenggelam tersebut diangkat pada Rabu (31/10/2018) dan 13 korban meninggal ditemukan serta dua lainnya masih dalam pencarian. Diketahui, bus-bus yang ada di Cina kini sudah ada yang dilengkapi dengan kamera pengawas untuk melihat kejadian selama perjalanan dalam bus, sehingga mudah untuk mendapatkan keterangan yang lebih jelas bila terjadi sesuatu.

Kemenhub Dorong PT KAI Jadi Operator Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung semakin menunjukkan kepastian untuk hadir menambah transportasi yang bisa digunakan masyarakat. Hal ini ditandai dengan telah selesainya akuisisi lahan 113 km atau 80 persen dari total jalur KCJB sepanjang 142,3 km yang menghubungkan empat stasiun yaitu, Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar Bandung.

Baca juga: Lintasi Hutan di Karawang, Pembebasan Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Optimis Tuntas Akhir Tahun

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa dengan ini pula, masih menunggu penentuan operator yang akan mengoperasikan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) tersebut. Penentuan tersebut bahkan membuat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang mengoperatori perkeretaapian Indonesia untuk menjadi operator mega proyek tersebut.

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri mengatakan, pihaknya telah memberikan izin pada PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai badan usaha penyelenggara prasarana.

“Intinya kewenangan perusahaan membangun, mengoperasikan, merawat dan mengusahakan prasarana seperti jalurnya, bangunan dan fasilitas kereta cepat,” ujar Zulfikri.

PT KAI sendiri saat ini sebenarnya masuk dalam konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang merupakan perusahan pemegang saham mayoritas PT KCIC. Zulfikri menambahkan, pihak Kemenhub bisa memberikan izin kepada badan usaha sarana (operator) dengan syarat sudah bekerja sama dengan badan usaha prasarananya.

“Sehingga PT KAI memiliki peluang untuk menjadi operator. Ini dikarenakan proyek yang sifat investasinya full maka akan ada kesepakatan secara b to b (business to business),” kata dia.

Direktur PT KAI Edi Sukmoro mengaku, sebaiknya proyek KCJB tersebut bisa diberikan kepada KAI sebagai operator tunggal. Sebab ini masih berkaitan dengan keberlanjutan pelayanan perkeretaapian bagi masyarakat Indonesia ke depan.

“Kami masih menunggu untuk keputusan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), apakah KAI menjadi operator. Saya sudah mengirim surat, saya berharap tidak ada lelang operator. Karena layanan kereta api di Indonesia itu ada sentuhan layanan publiknya,” ujarnya.

Dia menambahkan, bila pihak swasta hadir tanpa ada kolaborasi dan terjadi gangguan maka pelayanan akan diberhentikan. Tetapi bila PT KAI yang menjalankan, hal tersebut tidak akan dilakukan.

Edi menjelaskan, keberadaan kereta cepat ini pastinya akan diminati masyarakat karena kereta dari Jakarta-Bandung merupakan rute favorit.

Baca juga: Menteri Rini: “Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Dilengkapi 13 Terowongan”

“Adanya kereta cepat, pasti akan dipilih oleh masyarakat. Apalagi kami sudah tidak bisa menambah lagi karena tidak ada sarana kereta,” ujar dia.

Manajemen KAI pun menegaskan pihaknya ingin operasikan kereta cepat Jakarta-Bandung tanpa mitra. “Jadi kami inginnya yang mengoperasikan hanya kami, tanpa mitra yang lain,” kata Edi

Kopilot Kedapatan Konsumsi Alkohol, Japan Airlines Terkena Delay 69 Menit

Seorang kopilot Japan Airlines harus diamankan pihak kepolisian di London sebelum penerbangannya ke Tokyo. Pasalnya, kopiliot ini gagal tes napas karena kedapatan meminum alkohol melebihi batas yang ditentukan oleh hukum penerbangan Inggris.

Baca juga: Pilot Kedapatan Konsumsi Alkohol, Penerbangan Singapore Airlines dari Melbourne Terpaksa Batal

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman oregonlive.com (2/11/2018), kopilot bernama Katsutoshi Jitsukawa tersebut awalnya ketahuan meminum alkohol saat pengemudi bus di Heathrow mencium bau alkohol padanya dan kemudian melaporkannya pada polisi. Polisi mengatakan saat mereka melakukan tes pada pria berusia 42 tahun itu dan kedapatan memiliki 189 mg alkohol per 100 ml dalam sistem darahnya.

Ini hampir sepuluh kali lipat dari batas 20 mg untuk seorang pilot dan batas untuk para pengemudi di Inggris adalah 80 mg. Jitsukawa sendiri mengaku dirinya telah minum dua botol anggur dan satu botol bir pada malam sebelumnya.

“Di Pengadilan Uxbridge Magistrates pada hari Kamis (1/11/2018), dia mengaku bersalah karena meminum alkohol melebihi batas yang seharusnya,” ujar pihak kepolisian.

Jitsukawa akhirnya ditahan dan akan dijatuhi hukuman pada 29 November 2018 mendatang. Karena insiden tersebut, penerbangan JAL dengan pesawat Boeing 777 dengan nomor penerbangan JL44 menuju Tokyo dari London pada Minggu (28/10/2018) terlambat sekitar 69 menit.

Untuk itu kemudian JAL menggunakan dua pilot yang tersisa untuk melanjutkan penerbangan tersebut. Tak hanya itu, pada Kamis, saat persidangan Jitsukawa, JAL juga meminta maaf kepada pelanggannya atas insiden itu.

“Kami meminta maaf dan berjanji untuk melaksanakan tindakan segera untuk mencegah kejadian di masa depan dan menambahkan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami,” ujar JAL.

Diketahui, permintaan maaf itu datang sehari setelah maskapai besar Jepang lainnya, All Nippon Airways (ANA), yang juga meminta maaf karena menyebabkan penundaan hingga lima penerbangan domestik setelah seorang pilot menjadi tidak sehat karena banyak minum malam sebelumnya.

Berita itu datang pada hari yang sama dengan Home Office telah meluncurkan panggilan untuk bukti untuk menentukan apakah bandara harus tunduk pada hukum lisensi yang sama dengan jalan raya. Prosedur tiga bulan itu mengundang anggota masyarakat untuk berbagi pandangan mereka tentang bandara yang mampu menjual alkohol sebelum jam 10 pagi, tidak seperti di tempat lain di negara ini. Wetherspoon, yang mengoperasikan sejumlah pub di udara di Inggris menyebut kemungkinan pengenaan aturan yang lebih keras Draconian.

“Analisis lebih lanjut mungkin perlu dilakukan pada minoritas insiden daripada pembatasan lisensi yang lebih kejam yang akan mempengaruhi semua orang. Jutaan orang menggunakan bandara lebih dari 20 tahun yang lalu. Perilaku umumnya bagus dengan hampir nol insiden. Jika Anda melarang alkohol di bandara, entah bagaimana orang akan tetap membawa minuman sendiri atau minum di luar. Wetherspoon airport pubs memiliki penjualan makanan dan kopi tertinggi di dalam 900 pub milik perusahaan,” ujar seorang juru bicara.

Baca juga: Tangkal Masuknya Penumpang Mabuk, Inggris Perketat Peredaran Alkohol di Bandara

Peninjauan ini dilakukan di tengah peningkatan laporan penumpang mabuk dan penumpang di dalam pesawat.

“Perjalanan udara sering menandai dimulainya liburan yang menyenangkan di luar negeri, dan bandara adalah tempat makan, minum, dan berbelanja saat kami menunggu untuk naik ke penerbangan kami,” kata Victoria Atkins, menteri untuk kejahatan, menjaga keamanan dan kerentanan.

Dia menambahkan, sebagian besar penumpang udara Inggris berperilaku bertanggung jawab saat terbang, tetapi perilaku mengganggu atau mabuk sama sekali tidak dapat diterima. Pemerintah ini berkomitmen untuk memastikan bahwa lingkungan perjalanan bagi penumpang pesawat tetap aman dan menyenangkan. Maskapai penerbangan, serikat pilot BALPA dan asosiasi perjalanan ABTA semuanya mendukung keputusan untuk meninjau kembali peraturan tersebut.

Plafon Stasiun Roboh Diterpa Angin Kencang, Kepala Proyek LRT Palembang: “Mampu Menahan Angin 91 km Per Jam”

Serangkaian bencana alam yang menerpa Tanah Air dalam kurun waktu setahun terakhir membuat beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan ketahanan infrastruktur transportasi mencuat ke permukaan – tidak terkecuali tentang LRT Palembang yang mulai beroperasi pada 1 Agustus 2018 kemarin. Guna menjawab pertanyaan tersebut, Kepala Proyek LRT Palembang Masudi Jauhari mengutarakan bahwa pihaknya telah memperhitungkan ketahanan moda tersebut dari ancaman bencana.

Baca Juga: LRT Palembang Sepi Penumpang, Kepala Divre III: “Itu Wajar”

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman tribunnews.com (30/10/2018), Masudi mengatakan bahwa pihaknya sudah memperkirakan dampak angin, hujan, hingga gempa pada desain pembangunan LRT. “Kekuatan desain LRT Palembang pada hujan bisa mencapai 20 kg per meter persegi,” ujar Masudi.

Sebuah angka berbeda muncul ketika ditanya soal ketahanan pembangunan LRT Palembang terhadap terpaan angin. “Sedangkan untuk kekuatan angin mencapai 25,3 cm/detik atau yang setara dengan 91 km per jam,” tandasnya. Ditilik dari segi desain beban, LRT Palembang diklaim Masudi sudah sesuai dengan spesifikasi dan aman untuk digunakan.

Pada akhir Oktober 2018 kemarin, sejumlah titik di Palembang diterpa angin kencang yang berimbas pada rusaknya sejumlah fasilitas, termasuk Stasiun DJKA yang terletak di Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Dikutip dari laman sumber lain, angin kencang yang disertai hujan tersebut membuat plafon yang ada di stasiun roboh.

“Plafon ruang tunggu saja yang mengalami kerusakan karena terkena angin kencang,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) LRT Palembang, Suranto pada Sabtu (27/10/2018). Kendati mengalami kerusakan pada bagian plafon ruang tunggu, namun Masudi mengatakan bahwa eksekusi pembangunan stasiun ini telah mengikuti spesifikasi dan kemungkinan bencana yang akan menimpa.

“Angin kemarin menurut BMKG kekuatannya mencapai 50 kilometer per jam. Jadi masih jauh dengan apa yang sudah kami desain,” paparnya.

Baca Juga: Bayar Tiket LRT Palembang, Per 1 Desember 2018 Bisa Gunakan Kartu Uang Elektronik

“Itulah untuk atap stasiun masih aman, intinya kami sudah perkirakan semua dampak dari kejadian semacam itu,” tambah Masudi.

Sebagai informasi tambahan, insiden robohnya plafon di ruang tunggu Stasiun DJKA ini tidak menelan korban dan para penumpang yang hendak turun di Stasiun DJKA terpaksa dialihkan ke stasiun Jakabaring.

Terkoneksi dengan Fase II, Waktu Tempuh MRT dari Lebak Bulus ke Kampung Bandan Hanya 45 Menit!

Tahap akhir fase I Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, sebentar lagi akan siap digunakan dan kereta akan melucur di rel pada Maret 2019 mendatang. Pada fase I sendiri seperti yang diketahui akan ada 16 rangkaian kereta dan ditempatkan di Depo Lebak Bulus yang akan digunakan hingga ke Bundaran HI.

Baca juga: Bakal Isi Area Belanja di Stasiun MRT Jakarta, Inilah 15 Peritel yang Telah Terpilih

KabarPenumpang.com mendapatkan kabar terbaru yakni, pembangunan MRT Jakarta tahap 2 ini yang semula ground breaking atau peletakan batu pertamanya pada Desember 2018, akan mundur menjadi Januari atau Februari 2019 mendatang. Nantinya panjang lintasan MRT Jakarta sendiri dari Lebak Bulus hingga Kampung Bandan sekitar 23 km.

Pada fase kedua ini stasiun MRT ada delapan dan hampir sebagian besar stasiun akan berada di bawah tanah. Stasiun-stasiun itu yakni Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota dan Kampung Bandan.

Depo MRT fase II sendiri berada di Kampung Bandan yang juga akan ada stasiunnya. Nantinya, jarak antar stasiun yang satu dengan lainnya adalah yang terdekat 600 meter dan terjauh satu kilometer.

“Pada fase 2 ini, kami akan menggunakan 14 set kereta dengan per rangkaiannya 6 kereta. Jarak antar stasiun 0,6 sampai 1 km,” ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar.

Dia mengatakan, 14 set kereta tersebut nantinya akan berada di Depo Kampung Bandan. Sehingga bila fase 2 telah beroperasi maka perjalanan kereta akan berbarengan baik dari Lebak Bulus maupun dari Kampung Bandan sendiri.

Baca juga: Ini Dia Rute MRT Jakarta Jika Diteruskan Hingga ke Tangerang Selatan

Pada fase 2 ini sendiri, William mengatakan, jarak waktu perjalanan antar kereta satu dengan lainnya yakni 3-5 lima menit pada jam sibuk. Kereta yang akan digunakan MRT Jakarta pada fase 2 pun sama yakni Automatic Train Operation (ATO). Sementara waktu tempuh, dari Lebak Bulus hingga ke Kampung Bandan ditaksir sekitar 45 menit.

Selain itu sistem persinyalannya pun dengan Communication Based Train Control atau CBTC. Diketahui, fase 2 sendiri rencana pengoperasiannya pada Januari tahun 2025 mendatang. Hingga saat ini pengerjaan fase I sendiri sudah mencapai 97,08 persen baik undground ataupun elevated dan PT MRT Jakarta juga melakukan uji coba sistem persinyalan dan kecepatan laju kereta.

Dengan High-Throughput Satellite, Penumpang Garuda Indonesia Bisa Streaming Video Selama Mengudara

Garuda Indonesia kini tengah meningkatkan fokus dalam upayanya untuk menawarkan berbagai pilihan hiburan kepada para pelanggan setianya, termasuk In-Flight Entertainment (IFE) dan akses broadband yang cukup cepat untuk mendukung penumpang streaming selama perjalanan.

Seperti penyedia teknologi nirkabel Indonesia, Mahata Aero Teknologi (MAT) telah mengumumkan kesepakatan menawarkan broadband penerbangan berkecepatan tinggi di atas penerbangan Garuda Indonesia melalui kemitraan dengan Inmarsat, Lufthansa Technik dan Lufthansa Systems.

Baca Juga: Jadi Penumpang Business Class di Boeing 777 Garuda Indonesia, Inilah yang Anda Nikmati

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman apex.aero (1/11/2018), diketahui maskapai plat merah ini akan melengkapi armada penerbangan domestik dan internasionalnya dengan konektivitas GX Avtiation In-Flight Next Generation milik Inmarsat, dengan koneksi High-Throughput Satellite (HTS) yang cukup cepat untuk mendukung streaming video.

Dalam kerja sama ini, Lufthansa Technik akan mengelola perangkat keras, teknik, instalasi, desain dan sertifikasi untuk proyek yang bersangkutan. Sedangkan Lufthansa Systems akan menangani platform dan integrasi perangkat lunak dengan menggunakan arsitektur terbuka BoardConnect. Kontrak layanan dengan Garuda Indonesia ini merupakan perpanjangan dari kontrak 10 tahun yang terjalin dengan LCC Garuda Indonesia Group, Citilink, yang diumumkan pada APEX EXPO tahun ini.

“Inmarsat terbilang sangat sukses dalam menjalin kerja sama dengan Mahata, Lufthansa Technik dan Lufthansa Systems pada peluncuran GX Aviation dalam penerbangan broadband dengan Citilink,” ujar Wakil Presiden regional Inmarsat Aviation, Ben Griffin.

“Fakta bahwa Garuda Indonesia juga telah memilih layanan untuk armada domestik dan internasionalnya adalah bukti lebih lanjut dari kemitraan ini dan kemampuan layanan kami yang terdepan di pasar,” imbuhnya.

Senada dengan Ben, Direktur Eksekutif PT Mahata Aero Teknologi, Iwan Setiawan juga mengatakan bahwa kemitraan yang terjalin dengan sejumlah perusahaan di atas merupakan bukti nyata dari kerja keras perusahaan untuk menghadirkan layanan prima kepada para mitranya.

Baca Juga: Singapore AirShow 2018: Garuda Indonesia Gandeng Thales Hadirkan In Flight Entertainment

“Ini semakin menegaskan kepercayaan dalam kemampuan kemitraan kami untuk menghadirkan konektivitas canggih kepada penumpang di salah satu pasar penerbangan yang tumbuh paling cepat di dunia,” kata Iwan.

Di lain pihak, Direktur Senior Penjualan Korporat Lufthansa Technik untuk Asia Tenggara dan Subkontinen India, Zang Thio mengatakan, “Ketika kami terus mengeksplorasi cara-cara inovatif lebih lanjut untuk berkolaborasi dengan Mahata, kami bertujuan untuk meluncurkan solusi konektivitas kami untuk pelanggan maskapai tambahan di masa yang akan datang.”

 

Baterai Bekas dari Bus Listrik Digunakan Untuk Simpan Energi dari Panel Surya Gedung

Bus listrik digadang-gadang mampu mengurangi polusi udara yang mencemari lingkungan. Namun, bagaimana dengan nasib baterai bekas yang sudah tidak bisa digunakan bus itu? Lalu, apakah baterai bekas itu masih bisa di daur ulang atau digunakan kembali? Ini menjadi sebuah pertanyaan yang kerap kali muncul dan Volvo Buses ternyata memiliki solusinya.

Baca juga: Inilah Citaro, Primadona Bus Listrik Besotan Mercedes Benz

Untuk menjawab ini, Volvo Buses, saat ini tengah melakukan dan mengembangkan tes di Gothenburg, dimana baterai yang telah habis daya gunanya di bus mencoba untuk berguna kembali untuk menyimpan kelebihan energi dari panel surya. Volvo Buses menggunakan baterai bekas ini untuk panel surya di gedung apartemen yang mana bisa membantu apartemen teraliri listrik dengan tenaga surya yang tersimpan pada baterai tersebut.

KabarPenumpang.com melansir dari laman automotiveworld.com (16/10/2018), bahwa menurut Volvo Buses, baterai masa pakai kedua dari bus kota mungkin memiliki peluang untuk kembali digunakan dalam kombinasi panel surya untuk menyimpan dan memproduksi energi lokal. Hal ini yang kemudian membuat Volvo Buses terlibat dalam Brf Viva (Bostadsrättsföreningen) yang merupakan asosiasi perumahan.

Proyek Brf Viva ini diumumkan pada tahun 2015 lalu dan kini tengah bekerja sama dengan sebuah bangunan yang memiliki 132 ruang apartemen yang siap pada 2018. Penyimpanan energi di gedung ini dikembangkan dalam kolaborasi antara sektor energi, sektor bangunan dan sektor kendaraan untuk menunjukkan serta membuat penelitian tentang solusi energi untuk masa depan.

Empat mitra yang terlibat dalam proyek adalah Göteborg Energi untuk sisi fungsi dan kontrol energi, Riksbyggen untuk infrastruktur dan bangunan, Johanneberg Science Park untuk semua tugas terkait komunikasi dan koordinasi, dan akhirnya Volvo Buses yang menyediakan baterai bus Kehidupan kedua untuk penyimpanan listrik .

Baca juga: Incar Efisiensi Daya Angkut dan Ramah Lingkungan, Los Angeles Adopsi Bus Tingkat Bertenaga Listrik

Di proyek Brf Viva saat ini sedang digunakan baterai lithium-ion dari jalur bus 55 di Gothenburg (dikenal sebagai jalur ElectriCity, di mana bus listrik yang diartikulasikan oleh Volvo Bus sedang diuji). Tujuannya, para mitra menjelaskan, adalah untuk menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana sistem perumahan dan energi dapat berinteraksi dan berkontribusi terhadap penggunaan baterai yang lebih hemat sumber daya di rumah dan kendaraan.

Penyimpanan energi adalah bagian dari Riksbyggen Positif Perumahan Jejak dimana penelitian multidisiplin untuk pemikiran keseluruhan tentang pengembangan perumahan dan perkotaan yang berkelanjutan inovatif.

Auto Pilot – Sistem yang Mudahkan Pilot Atur Navigasi Selama Mengudara

Pernahkah terlintas di benak Anda apa yang dilakukan oleh pilot dan ko-pilot di ruang kokpit ketika pesawat tengah mengudara? Apakah mereka sama seperti pengemudi mobil, bus, truk, atau sepeda motor yang harus selalu mengemudikan kendaraannya hingga tiba di tujuan? Tentu saja tidak, karena perkembangan dan kemajuan teknologi, membuat awak di ruang kokpit dapat ‘beristirahat’ selama pesawat sudah berada di ketinggian aman dan di jalur yang sudah ditentukan sebelumnya.

Baca Juga: Kembangkan Teknologi Autopilot, Boeing Tawarkan Self Flying Plane

Ya, teknologi auto pilot memang memegang andil besar dalam perjalanan udara sejak berpuluh tahun lalu. Berbekal sistem komputerisasi yang kompleks, seorang pilot dapat mengoptimalkan teknologi auto pilot agar stamina dan ketahanan tubuhnya tidak terkuras hanya karena melayani dua tiga penerbangan saja – mengingat ada banyak sekali komponen yang harus diperhatikan pilot dalam sekali penerbangan.

Kendati bisa dibilang sebagai ‘pemain cadangan’ ketika pesawat sudah mengudara dengan stabil, seorang pilot tidak bisa menumpukan suatu penerbangan hanya kepada sistem auto pilot, karena hingga saat ini, proses taxi, take-off, dan landing masih dilakukan oleh pilot secara manual. Dikenal sebagai Automatic Flight Control System (AFCS), perangkat ini merupakan sebuah sistem mekanikal, elektrikal, atau hidraulik yang memandu sebuah kendaraan tanpa campur tangan dari manusia.

Selain sistem kontrol penerbangan, salah satu dari bagian avionik (peralatan elektronik penerbangan yang mencakup seluruh sistem elektronik di pesawat) ini juga berfungsi dalam komunikasi elektronik, navigasi, dan untuk mengetahui keadaan cuaca pada lintasan penerbangan.

Sistem auto pilot sendiri memiliki banyak varian, yang sudah jelas kompleksitasnya, namun dalam penjabaran berikut ini, KabarPenumpang.com akan memfokuskan pada sistem navigasinya saja. Dikutip dari berbagai laman sumber, auto pilot dapat menggantikan peran dari pilot dalam hal hal menjalankan pesawat.

Di dalam sebuah pesawat, terdapat tiga basic control surface atau tiga pengendali dasar, yaitu Elevator, Rudder, dan Ailerons.

Elevator merupakan perangkat pada ekor pesawat yang mengontrol ayunan sirip ekor pesawat di sekitar sumbu horizontal – tegak lurus terhadap arah gerakan.

Rudder adalah kemudi agar pesawat dapat berbelok ke kiri dan ke kanan. Rudder sendiri terletak pada ekor pesawat.

Sedangkan Ailerons merupakan perangkat yang terletak di tepi belakang sayap pesawat yang juga berfungsi sebagai kemudi.

Baca Juga: Ketika Penerbangan Jarak Jauh, Apa Saja Sih Yang Dilakukan Pilot?

Nah, untuk sistem navigasi, auto pilot terbagi ke dalam tiga jenis; single-axis auto pilot yang hanya mengatur satu pengendali dasar, biasanya ailerons. Jenis kedua adalah two-axis auto pilot yang biasanya mengatur elevator dan ailerons. Dan yang terakhir adalah three-axis pilot yang mengontrol ketiga sistem pengendali dasar tersebut.

Jadi dengan mengaktifkan auto pilot, awak kokpit tidak perlu lagi mengatur arah pesawat selama mengudara, dan waktu tersebut dapat digunakan untuk menyimpan staminanya untuk penerbangan selanjutnya.

 

Yang Menarik dari Air China – Terobsesi Gunakan Pesawat Produksi Dalam Negeri

Air China Limited merupakan flag carrier Republik Rakyat Cina (RRC) yang bermarkas di Distrik Shunyi, Cina. Di tahun 2015 silam, maskapai ini tercatat telah menerbangkan sekira 90 juta penumpang yang terakumulasi dari penerbangan domestik dan internasionalnya, dengan load factor rata-rata 80 persen. Selain salah satu pencapaian fantastis tersebut, tahukah Anda bahwa maskapai Air China ini merupakan personal carrier dari Presiden Negeri Tirai Bambu?

Baca Juga: EVA Air – Anak Perusahaan Evergreen Group, Pernah Memasang Livery Terlucu dalam Sejarah

Mungkin sebagian dari Anda baru mengetahui tentang fakta unik di atas. Nah, ingin tahu fakta unik lain dari maskapai berlogo burung Phoenix ini? Berikut KabarPenumpang.com sajikan beberapa fakta unik dari Air China, dikutip dari laman gotravelyourway.com.

Bakal Jadi Pengguna Barang Lokal Perdana
Memang namanya belumlah sebesar Boeing atau Airbus yang sudah mendunia sejak puluhan tahun lalu, namun dengan percaya diri, Air China mengumumkan telah memesan 20 armada Comac C919. Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd. atau yang biasa disingkat Comac merupakan produsen pesawat asal Cina yang bediri pada 11 Mei 2008.

Nah, pihak Comac sendiri mengklaim bahwa Comac C919 merupakan armada yang setara dengan Airbus A320 dan Boeing 737. Selain Air China, maskapai asal Irlandia, Ryanair juga telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Comac untuk armada serupa sejak tahun 2011 lalu.

Keuntungan di Balik Pesta Tradisional
Di antara semua tanggalan merah di kalender Indonesia, Tahun Baru Cina merupakan salah satu turut dirayakan di Tanah Air. Jika di Indonesia saja dirayakan, sudah barang tentu perayaan lebih heboh terjadi di Cina sendiri. Tidak mau kehilangan momen, Air China menambah 6.000 penerbangan domestik tambahan selama tanggal merah yang jatuh pada bulan Februari ini. Pihak Air China mengaku mendapatkan pendapatan sangat besar dari penambahan jadwal penerbangan ini.

Baca Juga: Bukan Nama Anak Artis, Ini Dia Fakta Unik Seputar El Al Airlines

Makna di Balik Logo Perusahaan

Logo Phoenix di Ekor Armada Air China. Sumber: gotravelyourway.com

Setiap maskapai jelas memiliki logo dengan filosofinya masing-masing – pun dengan Air China yang memilih untuk menjadikan hewan mitologi Phoenix sebagai logo perusahaan tersebut. Di Cina, Phoenix sendiri memiliki filosofi sebagai burung pembawa keberuntungan. Jadi diharapkan dengan dipasangnya logo Phoenix ini di ekor setiap armada akan membawa keberuntungan terhadap perusahaan.

Jika Anda teliti lebih dalam lagi, gambar Phoenix ini terdiri dari susunan huruf VIP yang mengindikasikan Air China yang selalu memberikan pelayanan premium pada setiap penerbangannya.

 

Tak Kunjung ‘Dieksekusi’, Begini Nasib LRT Metro Kapsul Bandung

Sempat digembar-gemborkan akan menjadi moda transpotasi futuristik di Kota Kembang, Bandung, kini nasib LRT Metro Kapsul seolah mengambang tak tentu arah. Mundur ke masa kepemimpinan Ridwan Kamil, dimana Wali Kota yang akrab disapa Kang Emil ini mencanangkan pembangunan Light Rapid Transit (LRT) guna memecah kemacetan yang sudah kerap terjadi di kota berjuluk Paris van Java tersebut.

Baca Juga: Metro Kapsul, Harapan Pemkot Bandung Untuk Urai Kemacetan

Namun hingga dirinya terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat pada Pilkada 2018 kemarin, rencana pengadaan LRT Metro Kapsul ini tak kunjung dieksekusi. Namun kini di era Oded M Danial selaku Wali Kota Terpilih, warga Bandung sudah mendapat kepastian perihal moda transportasi baru ini.

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman tribunnews.com (1/11/2018), Oded mengatakan pengadaan LRT ini akan dievaluasi lebih lanjut. “Pembangunan LRT akan dievaluasi, nasibnya tunggu hasil evaluasi,” ujar Oded.

Ia sendiri enggan berkomentar lebih jauh mengenai tindak lanjut dari pengadaan LRT di kota Bandung, pasalnya ia pun belum mendapatkan hasil dari evaluasi yang baru akan dilakukan. “Hasil evaluasi belum ada jadi belum bisa ambil putusan apakah dilanjutkan atau tidak,” tandasnya.

Belum adanya kejelasan soal LRT Metro Kapsul ini berdampak pada prototipe yang dulu dipamerkan di daerah Alun-Alun Kota Bandung. Dulu, prototipe berwarna biru khas kesebelasan Persib Bandung ramai disinggahi oleh warga, namun karena nasibnya yang tidak jelas, prototipe tersebut kini ditutupi oleh car cover.

Sumber: tribunnews.com

“Saya sering ke sini tapi tidak ngeh juga apa yang dibungkus di dalam itu,” ungkap seorang warga yang tengah jalan-jalan di sekitaran Alun-Alun Bandung. Lebih lanjut, ia juga menyayangkan tindakan otoritas terkait yang seolah menelantarkan prototipe ini begitu saja. “Seharusnya ada yang bertanggung jawab ke depannya bagaimana. Sayang kalau seperti ini,” tambahnya.

Baca Juga: Riyadh Metro, Inilah Serba-Serbi LRT Pertama di Arab Saudi

Sebelumnya, proyek LRT Metro Kapsul Bandung didanai oleh PT PP Infrastruktur dengan sistem kerja sama bangun guna serah atau build operate and transfer (BOT). Nilai investasinya Rp 1,4 triliun untuk koridor sepanjang 8,5km.