Semarang Ternyata Sudah Lakukan Kajian Untuk Membangun LRT

Jakarta dan Palembang sudah memiliki Light Rail Transit (LRT), Jabodebek juga sebentar lagi akan ikut meramaikan transportasi massal ini. Tapi ternyata LRT sendiri juga dilirik oleh beberapa kota lain di Indonesia.

Baca juga: Jadi Korban Pelecehan Seksual di LRT, Wanita ini Malah Kena Bully Warganet

Salah satunya adalah Semarang, Jawa tengah dimana LRT ini rencananya akan berada di sepanjang jalur Bandara Ahmad Yani-Jalan Madukoro-Pasar Bulu dan kawasan Tugumuda Semarang. Namun, Direktur Keselamatan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Edi Nursalam mengatakan proyek LRT tersebut masih dalam tahap pengkajian.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Edi mengatakan, Pemerintah Kota Semarang sendiri sudah mengajukan proyek itu dan terkendala pendanaan.

“LRT Semarang masih tahap kajian, Lagi-lagi masalah pendanaan, harus ada pihak swasta. Rute sudah siap, studi dan DED sudah tinggal investornya siapa,” ujar Edi.

Dari kabar yang beredar, Pemkot Semarang akan merealisasikan pembangunan LRT pada tahun 2019 mendatang dimana pada tahap pertama akan membentang sepanjang 5,9 km. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, skema biaya tahap 1 ini dengan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Nilai investasi Rp200 miliar per kilometer. Skemanya adalah KPBU,” ujar Hendrar.

Pihak Pemkot juga akan membuka peluang bagi calon investor untuk berinvestasi di proyek LRT yang akan menghabiskan dana Rp1,6 triliun pada tahap 1. peluang investor ini pun dibuka untuk asing maupun lokal yang nantinya bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat.

“Kita berencana agar BUMD kita juga terlibat dalam konsorsium pembangunan ini. Nanti setelah investornya ada baru dibicarakan berapanya,” kata Hendrar.

Saat ini Edi menambahkan, ada beberapa kotaa yang berminat membangun LRT yakni Medan, Yogyakarta bahkan hingga ke ujung timur Indonesia Papua.

Baca juga: LRT Jakarta Fase I Diperkirakan Beroperasi Pada Januari 2019

“Palembang selesai, Jabotabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta sudah rencanakan, Medan proses lelang. Konsep LRT berkembang, masuk nanti Batam, tergantung pemda aktif tidak, tapu kita punya konsep,” kata Edi.

Dengan berkembangnya perkeretapian maka dibutuhkan juga sumber daya manusia, maka BPSDM Perhubungan mengantisipasi agar sumber daya manusianya terpenuhi. Saat ini ada lembaga penduidikan khusus perkeretapian yaitu API Madiun dan STTD Bekasi.

“BPSDM Perhubungan Darat akan antisipasi kebutuhan itu. Apa yang harus siapkan pengajarnya, sarana, kurikulum,” kata Staf Ahli Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Kemenhub, Umar Aris.

Bandara Depati Amir, Dulunya Adalah Basis Pertahanan Jepang Saat Melawan Sekutu

Menjadi tujuan Boeing 737 Max 8 Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang pada 29 Oktober lalu, nama Bandara Depati Amir menjadi banyak diperbincangkan orang, dan ternyata bandara ini sudah ada sejak 76 tahun silam. Bandar Dapati Amir sendiri berada di kota Pangkal Pinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Baca juga: Pesawat Canggih Boeing 737 Max 8 Lion Air Jatuh Perairan Tanjung Karawang, Ini Dia Spesifikasinya!

Dibangun sejak masa penjajahan Jepang tahun 1942 lalu, awalnya bandara ini bernama Pelabuhan Udara Pangkal Pinang yang digunakan untuk pertahanan militer Jepang dari serangan tentara Sekutu. Kemudian sejak tanggal 22 Agustus 1985, nama Pelabuhan Udara diubah menjadi Bandar Udara.

Lalu pada 25 Agustus 1999 atau 18 tahun kemudian nama Bandara Pangkal Pinang berganti menjadi Bandara Depati Amir yang merupakan UPT dari Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber pada 1 Januari 2007, pengelolaan dan pengoperasian Bandara Depati Amir menjadi tanggung jawab PT Angkasa Pura II (AP II).

Sebelum seperti saat ini, Bandara Depati Amir sudah mengalami beberapa kali perubahan fisik baik di terminal penumpang, fasilitas landasan pacu, apron maupun ruang udara. Terminal penumpang mengalami perluasan karena semakin banyak pengunjung yang menuju ke Pangkal Pinang.

Sedangkan landasan pacu yang awalnya merupakan hamparan rumput kemudian berubah menjadi tanah keras atau disebut runway strip dan menjadi aspal setelah bertambahnya dan kapasitas pesawat yang semakin besar. Awalnya landasan paci ini memiliki panjang 1200 meter di tahun 1978 dan diperpanjang hingga 1600 meter, 1800 meter dan 2000 meter hingga pada 2013 lalu menjadi 2250 x 45 meter panjangnya.

Sebenarnya saat melakukan perpanjangan landasan pacu, ada sebuah jalan raya yang harus terpotong dan dialihkan ke jalur lainnya. Kini dengan panjang yang kompeten, Bandara Depati Amir bisa didarati pesawat tipe Boeing 737-800NG/900ER dan Airbus A320 meski dengan kapasitas terbatas.

Baca juga: Bandara Internasional Soekarno-Hatta Menjadi Hub Kedua Terbesar di Asia Pasifik

Apron atau tempat parkir pesawat juga beberapa kali mengalami penebalan aspal atau overlay dan saat ini sudah mampu menampung empat pesawat berbadan lebar sekaligus. Dulunya tinggi batas wilayah udara hanya 2500 meter saat menjadi pangkalan pertahanan, kemudian hingga 2008 setelah di kelola AP II, ketinggiannya menjadi 24.500 kaki.

Hingga pada 1 Januari 2013 setelah pengelolaan udara Depati Amir pada AirNav Indonesia. Diketahui, pada tahun 2017 kemarin pergerakan penumpang mencapai 2.053.947 per tahun dan diprediksi akan mencapai 5.205.583 per tahun.

Baru 3 Maskapai yang Gunakan Sistem Layanan Otomatis di Terminal 4 Bandara Changi

Sudah setahun Terminal 4 Bandara Internasional Changi beroperasi dan sebanyak delapan juta penumpang telah melalui terminal baru ini. Terminal 4 dikembangkan sebagai terminal penumpang pertama Bandara Changi yang menggunakan layanan otomatis dalam proses pemberangkatannya baik itu drop tas, check in, imigrasi hingga boarding.

Baca juga: Terminal 4 Changi Hadirkan Taman Bermain Chandelier

KabarPenumpang.com merangkum dari channelnewsasia.com (1/11/2018), bahwa kehadiran layanan otomatis ini untuk memudahkan penumpang dalam proses check in dan mengurangari antrian manual. Changi Airport Group (CAG) mengatakan, maskapai penerbangan yang menggunakan check in otomatis memproses 20-30 persen lebih banyak penumpang per jamnya.

Salah satu maskapai yang sudah menggunakan adalah Cathay Pacific dengan menghadiirkan boarding otomatis dan mampu mengurangi waktu boarding dari 30 menit menjadi 15 menit. Ini juga memungkinkan penumpang untuk self check in sehingga petugas bisa fokus pada layanan penumpang lainnya yang lebih baik.

“Waktu yang digunakan para penumpang kami untuk antri telah berkurang secara signifikan. Penumpang sekarang bisa melakukan check in dan menurunkan tas mereka sendiri, jadi kami sekarang dapat melayani penumpang yang benar-benar membutuhkan bantuan, seperti orang tua, penumpang yang membutuhkan kursi roda, dan keluarga dengan bayi,” ujar Julie Ann Mabini, manager tugas operasi bandara Cathay Pacific.

Tak hanya itu, maskapai berbiaya rendah AirAsia juga mengatakan otomatisasi juga telah meningkatkan efisiensi operasional yang mengarah ke penghematan biaya.

“Ini sangat sejalan dengan obsesi kami dengan menjaga penerbangan tetap terjangkau, belum lagi memungkinkan perjalanan tanpa batas,” kata AirAsia.

Sayangnya dari 12 maskapai penerbangan yang ada di Terminal 4, hanya AirAsia, Cathay Pacific dan Cebu Pacific Air yang sudah menyediakan check in otomatis dan tas drop otomatis. CAG Mengatakan, Korean Air akan menerapkan hal ini pada pertengahan 2019 mendatang.

Sedangkan Vietnam Airlines, dan beberapa penerbangan berbiaya hemat lainnya yakni Regent Airways, Spring Airlines, VietJet Air, dan West Air tidak menawarkan otomatisasi. Seorang ahli penerbangan mengatakan, adanya layanan otomatisasi tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional dan biaya serta menguntungkan bagi sebagian besar maskapai penerbangan yang mengoperasikan sejumlah besar penerbangan keluar dari terminal.

“Jadi penghematan, tergantung pada volume penumpang yang mengalir melalui, dan jumlah penerbangan yang diharapkan maskapai dalam sehari, karena itu mungkin kurang, jika Anda berbicara tentang maskapai penerbangan dengan lebih sedikit penerbangan dan lebih sedikit penumpang yang diharapkan untuk setiap penerbangan. Jadi dengan penghematan lebih sedikit, mungkin ada sedikit urgensi bagi maskapai untuk kemudian beralih ke kios otomatis,” kata Asisten Profesor Terence Fan dari Singapore Management University.

Baca juga: Terminal 4 Bandara Changi Hadirkan Kemewahan dan Teknologi Tinggi

Wakil presiden senior CAG dari pengalaman penumpang Albert Lim mengatakan bahwa bandara telah meningkatkan proses check in otomatisnya selama setahun terakhir.
“Kami sedang membuat peningkatan lain untuk memungkinkan lebih banyak bahasa ditampilkan di gerbang imigrasi otomatis. Ketika paspor dipindai, sistem akan mendeteksi kewarganegaraan penumpang dan menampilkan pesan dalam bahasa kebangsaan. Ini akan membantu penumpang asing merasa lebih nyaman ketika melewati izin imigrasi otomatis, serta mempercepat proses izin mereka,” kata Lim.

Lim menambahkan, Bahasa Mandarin, Bahasa Indonesia dan Bahasa Thailand akan menjadi bahasa pertama yang diluncurkan. Lebih banyak bahasa dapat digabungkan berdasarkan umpan balik penumpang.

India Uji Coba Train 18, Kereta Cepat Tanpa Masinis Produksi Dalam Negeri

Train 18, kereta cepat yang diproduksi Integral Coach Factory (ICF), Chennai digadang-gadang akan menggantikan Shatabdi Express yang sudah 30 tahun mengular di jalur kereta India. Kereta cepat seri Train 18 tersebut telah diuji coba pada 29 Oktober 2018.

Baca juga: Seperti di Indonesia, Proyek Kereta Cepat India Juga Tersandung Soal Pembebasan Lahan

Train 18 sendiri merupakan kereta otonom atau yang bisa bergerak sendiri tanpa masinis dengan kecepatan 160 km per jam. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman metrorailnews.in (24/10/2018), prototipe ini akan mengurangi waktu perjalanan hingga 15 persen dibandingkan Shatabdi Express.

Menurut Manajer Umum ICF Sudhanshu Mani, Train 18 telah dirancang dan diproduksi dalam waktu 18-20 bulan dengan biaya hampir setengah dari kereta api sama yang diimpor. Percobaan Train 18 akan memakan waktu sekitar 3-4 hari diluar pabrik, kemudian diserahkan kepada Research Design and Standards Organisation (RDSO) untuk uji coba lebih lanjut.

Kereta self-propelled ini dilengkapi dengan kamera CCTV, akan memiliki dua kompartemen eksekutif di tengah dengan 16 gerbong dan nantinya mampu mengangkut penumpang sebanyak 1128. Selain Sistem Informasi Penumpang berbasis GPS, Train 18 telah menghadirkan pencahayaan yang tersebar, pintu otomatis dengan langkah kaki. Tak hanya itu, toilet vakum yang ada juga ramah penyandang disabilitas serta adanya ruang untuk kursi roda.

Jejak di pintu masuk meluncur ke luar ketika kereta berhenti di stasiun yang memungkinkan penumpang untuk turun dengan aman dengan kenyamanan mengingat variasi ketinggian antara lantai kereta dan platform. Diketahui, Indian Railways telah memperkenalkan Shatabdi Express pada tahun 1988 dan kereta ini saat ini berjalan di lebih dari 20 rute yang menghubungkan metro dengan kota-kota penting lainnya di negara ini.

Sementara itu, Menteri Kereta Api Piyush Goyal baru-baru ini mengunjungi stasiun kereta api Habibganj dan meninjau ulang pekerjaan pembangunan kembali, mengungkapkan kepuasan atas kemajuannya. Habibganj akan menjadi stasiun pertama Indian Railways yang akan dikembangkan pada model PPP (Public-Private Partnership).

Baca juga: Gantikan Shatabdi Express, Inilah 10 Fakta Unik dari Train 18 di India!

Stasiun ini sedang dibangun kembali oleh Bansal Group dalam perjanjian dengan IRSDC (Indian Railway Stations Development Corporation. Keseluruhan proyek akan menelan biaya Rs450 crore, dimana Rs100 crore akan dihabiskan untuk pembangunan kembali stasiun dan Rs350 crore pada pengembangan komersial.

Indian Railways telah memulai proyek ambisius seperti pembenahan dan pembangunan kembali stasiun-stasiun utamanya ke dalam hub seperti bandara, membuat kereta berkaliber mesin kelas dunia untuk perjalanan jarak jauh (baik kursi mobil dan tidur), koridor barang khusus untuk memastikan pergerakan kargo yang lebih cepat dan jaringan terputus untuk kereta penumpang, meningkatkan kereta Mail/Express di bawah Proyek Utkrisht dan meningkatkan Rajdhani dan Shatabdi Express menuju standar terbaik.

Canangkan Pembangunan ‘Kereta Perdamaian,’ Israel Nantinya Akan Terhubung dengan Sejumlah Negara Teluk

Menteri Transportasi dan Intelijen Israel, Yisrael Katz dikabarkan tengah bertolak menuju Oman untuk membahas tentang jalur kereta api regional pada konferensi transportasi di Muscat. Kedatangannya ke Muscat bersamaan dengan kunjungan Perdana Menteri Israel untuk membangun jaringan kereta regional yang menghubungkan Laut Mediterania dan Samudera Hindia. Diketahui, belum ada rencana ambisius semacam ini dalam kurun waktu 100 tahun ke belakang di wilayah ini.

Baca Juga: Israel Railways Hadirkan Sepeda di Stasiun untuk Mudahkan Akses Penumpang

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman jpost.com (1/11/2018), pada sebuah laporan yang dirilis pada Agustus 2018 kemarin menunjukkan bahwa perusahaan Cina mungkin membantu membangun beberapa jalur yang menghubungkan Aqaba ke Amman dan Amman ke perbatasan Suriah melalui Irbid atau Mafraq. Garis lain akan melewati Zarqa ke perbatasan Saudi dan Irak. Itu akan menggantikan bagian dari rel kereta api Hejaz (Hedjaz) bersejarah yang dibangun Kekaisaran Ottoman.

Sebenarnya, Irak pernah memiliki jaringan kereta api dari periode Inggris ke era Saddam Hussein. Setelah tahun 2003, pemerintah Irak baru merencanakan beberapa jalur, termasuk satu ke Suriah dan Yordania. Namun, satu-satunya yang berfungsi dan terus menjalankan kereta api adalah jalur dari Baghdad ke Basra. Pada 2012, Irak membeli lokomotif baru dari China.

Gagasan untuk memperbaiki jalur lain ditunda karena perang terhadap Negara Islam. Demikian pula di Suriah, perang saudara menghancurkan infrastruktur kereta api. Negara tetangga Lebanon juga pernah memiliki sistem kereta api, sebagian besar dikembangkan oleh Perancis. Sebuah rencana untuk melanjutkan penggunaannya dari Beirut ke Tripoli, dan mungkin ke Homs di Suriah, dibatalkan karena perang Suriah dan ketegangan lainnya. Delegasi Cina tiba pada bulan September tahun ini untuk melihat kelayakan investasi dalam proyek itu lagi.

Tidak seperti di Suriah, Irak dan Lebanon, dengan infrastruktur relnya yang sudah ‘usang’, dan Yordania, yang memiliki infrastruktur tetapi belum berinvestasi dalam jalur baru, Arab Saudi Saudi Railways Organization memiliki panjang trek sekira 1.380 km yang sebagian besar memanjang dari Dammam di Teluk Persia menuju Riyadh. Jalur kedua adalah Haramain High-Speed Railway, proyek kereta listrik terbesar di Timur Tengah, dibuka pada bulan September kemarin yang menghubungkan Mekkah dengan Jeddah, dengan rencana lanjutan untuk mencapai Madinah.

Di Oman sendiri, jaringan perkeretaapian sudah menunjukkan perkembangannya dalam kurung waktu beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2015 kemarin, Sultan Qaboos bin Said al-Said menandatangani dua fase terkait pembangunan jaringan rel multi-phase. Fase pertama menghubungkan Al Buraimi di perbatasan dengan UEA dengan pelabuhan Sohar. Fase kedua akan membentang ke Ibri dan fase lain akan turun ke pelabuhan Al Duqm dengan estimasi panjang lintasan sejauh 2.135 km.

Baca Juga: Israel Bangun Jalur Keret Cepat Yerusalem – Tel Aviv, Mengular Mulai Maret 2018!

Apa pun rencana yang disetujui untuk pembangunan jaringan kereta perdamaian yang akan menghubungkan Israel dan sejumlah negara Teluk, dibutuhkan waktu puluhan tahun untuk menyelesaikannya, dilihat dari sejumlah kendala yang sekiranya akanmenghambat pembangunan tersebut.

 

Inilah 10 Perilaku Penumpang yang Mengesalkan di KRL Jabodetabek

Banyak pengguna kereta rel listrik atau KRL Jabodetabek yang membuat sebal penumpang lain. Bahkan tak hanya di Indonesia, para anker alias anak kereta di negara lain pun kerap kali menyebalkan saat berada di kereta bawah tanah.

Baca juga: Duduk di Bangku Orang Lain, Penumpang Kereta Cepat ini Kena Cekal

Berikut ini KabarPenumpang.com telah merangkum dari berbagai laman sumber perilaku anker yang tidak menyenangkan.

1. Bawaan banyak
Meski sudah ada aturan barang yang boleh dibawa dalam kereta, tetapi ada saja ulah pengguna kereta yang membawa barang melebihi dimensi yang seharusnya. Barang yang dibawa harus bisa dijinjing atau diletakkan di rak atas tempat duduk. Bilapun ingin membawa barang besar, seperti habis berbelanja, baiknya naik kereta bukan di jam sibuk seperti pagi atau sore hari serta waktu berangkat dan pulang bekerja.

2. Penumpang pura-pura
Ini banyak sekali dijumpai dalam kereta, biasanya mereka pura-pura tidur atau tidak melihat agar tidak memberikan tempat duduk bagi penumpang lain. Bahkan mereka seperti acuh dengan manula, ibu hamil, ibu yang membawa balita atau difabel.

3. Berdiri ditempatnya tidak bergerak
Penumpang seperti ini biasanya malas menggerakkan atau menggeser tubuhnya. Terkadang malah menganggu penumpang lain yang akan naik atau turun karena berada di dekat pintu masuk kereta.

4. Penumpang nakal
Nakal dalam artian ini adalah mata penumpang yang membuat tatapannya tidak nyaman untuk orang lain. Bila yang dilihat adalah seorang penumpang perempuan, tatapan ini termasuk dalam pelecehan seksual.

5. Makan dan minum di kereta
Sebanarnya peraturan dilarang makan dan minum dikereta cukup jelas tertera di pintu atau di kaca. Namun masih saja banyak penumpang nakal yang makan seperti dirumah sendiri. Tak hanya bau makanan yang bisa membuat eneg dan mengganggu penupang lain, risiko lainnya adalah makanan atau minuman itu tumpah dan berceceran di lantai kereta.

6. Pembawa virus penyakit
Bila kondisi tubuh sedang tidak fit, baiknya penumpang gunakan masker untuk mencegah penumpang lain tertular. Sebab dari bersin atau batuk penumpang bisa menyebarkan virus ke yang lainnya. Bahkan bila kondisi kereta padat, virus penyakit cepat dan mudah sekali tersebar.

7. Anak berlarian seperti di rumah
Meski kosong, sebagai orang tua baiknya tetap mengawasi anak sehingga tidak berlari-larian di kereta. Jaga juga agar anak tidak melompat atau berteriak. Sebab meski mereka anak-anak, suara atau perilaku mereka bisa mengganggu penumpang lainnya. Sehingga baiknya, orang tua bisa menasehati anak dan memberi pengertian agar suasana tenang di kereta.

8. Penggerutu
Seperti penyakit, menggerutu di dalam gerbong kereta yang padat bisa merusak suasana hati orang lain. Biasanya orang-orang seperti ini ditemukan saat kereta dalam keadaan padat. Padahal ketidaknyamanan selalu akan didapatkan jika menggunakan kendaraan umum.

Baca juga: Didera Masalah Pernikahan, Wanita ini Gigit Penumpang Kereta di Cina

9. Tukang sender
Penumpang seperti ini sering bahkan banyak dijumpai di dalam kereta. Bila jam padat, untuk dudukpun susah dan sisi pintu kereta menjadi salah satu tempat favorit untuk menyender. Bahkan ada pula penumpang yang tidak segan menyenderkan tubuhnya ke orang lain.

10. Penumpang ajaib
Perilaku ini tak sering dijumpai, tetapi ada saja yang melakukannya. Biasanya hal-hal ajaib yang dilakukan adalah menggunting kuku, menaikkan kedua kaki ke kursi, mencongkel gigi dan lainnya. Hal ini memang tak lazim dilakukan di tempat umum.

Nah, apakah dari sepuluh perilaku diatas, pernah atau sering Anda lakukan saat berada di kereta?

Pria Bergaya “The Texas Chainsaw Massacre” Ancam Penumpang Kereta di San Francisco

Seorang pria pada 29 Oktober 2018 diamankan karena membawa gergaji mesin dan seperti mengancam penumpang kereta San Francisco karena mengangkat-angkat. Tingkah lakunya itu terekam dalam sebuah video yang diunggah ke Twitter oleh seorang penumpang kereta.

Baca juga: Teror di Stasiun Adelaide, Dua Pria Dorong Mobil ke Lintasan Kereta

KabarPenumpang.com melansir dari laman wmcactionnews5.com (31/10/2018), pria bernama Patrick Bingman itu dituduh mengacungkan gergaji mesin miliknya. Dia juga dituduh membuat ancaman kriminal serta menyalahgunakan harta yang hilang dan pencurian.

“Itu, jadi kamu tidak perlu memotong kepalamu dengan gergaji ini,” ujar Bingman saat terekam video.

Kemudian dia meletakkan gergaji dan membuka kardus di belakangnya dan terlihat berlatih menyalakan mesin gergaji itu. Penumpang yang merekam video tersebut setelah mengunggah kemudian men-tag Bay Area Rapid Transit (BART) dalam tweetnya.

“Kami belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya,” ujar akun Twitter resmi BART saat menanggapi video tersebut.

Pihak BART kemudian meminta pengendara untuk menyerahkannya melalui BART Watch App dan penumpang lain pindah ke gerbong lain untuk mendapat bantuan. Para petugas keamanan mengatakan bahwa gergaji mesin yang dipegang Bingman sendiri tidak pernah menyala.

Kejadian ini seperti mengingatkan akan film The Texas Chainsaw Massacre, dimana lima orang muda mudi yang melakukan perjalanan ke Lynyrd Skynyrd untuk menonton konser setelah kembali dari Meksiko untuk membeli ganja. Kemudian ketika kelimanya melalui Texas, mereka mengangkut seorang yang terlihat tak bergairah dan putus asa.

Baca juga: Dalam 5 Tahun, Kejahatan di Kereta Api India Meningkat Hingga 500 Persen!

Orang itu saat diajak berbicara mengatakan sesuatu tentang orang jahat dan tidak jelas kemudian menarik pistol dan menembak dirinya sendiri di bagian mulut. Kelima orang itu pergi ke sebuah restoran untuk meminta bantuan dan mereka diberitahu untuk ke pabrik bertemu dengan seorang sheriff. Namun, bukannya menemukan sheriff itu, satu persatu dari mereka harus tewas karena seseorang dengan wajah rusak yang membunuh dengan menyiksa mereka dengan gergaji mesin.

Bahkan pelaku melakukan pembunuhan dengan menggunakan sebuah gergaji. Dari kelimanya hanya satu orang yang selamat dari peristiwa tersebut. Dua hari kemudian, dua petugas investigasi dibunuh oleh pelaku saat melakukan investigasi TKP.

Saat Boarding, Penumpang Lion Air JT-610 Kirim Video ke Grup WhatsApp Keluarga

Berangkat dan tak pernah akan kembali, inilah yang terjadi pada para penumpang beserta kru kabin pesawat Lion Air JT-610 yang terbang dari Jakarta menuju Pangkal Pinang pada 29 Oktober 2018 kemarin. Ini dikarenakan jatuhnya pesawat yang mengangkut 189 orang itu di perarian Tanjung Karawang 13 menit setelah kehilangan kotak dari waktu pemberangkatan 06.20 WIB.

Baca juga: Pesawat Canggih Boeing 737 Max 8 Lion Air Jatuh Perairan Tanjung Karawang, Ini Dia Spesifikasinya!

Baru-baru ini beredar sebuah rekaman video yang dikirim ke grup WhatsApp keluarga dan juga ke istrinya sebelum boarding. Penumpang itu bernama Paul Ferdinand Ayorbaba yang akan melakukan perjalanan dinas ke Pangkal Pinang. Inchy Ayorbaba mengatakan, dirinya melihat video tersebut pukul 06.30 pagi dan kemudian kembali tidur.

Dia mengaku, itu adalah kontak terakhir dirinya dengan sang suami. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, video ini memperlihatkan saat Paul menuju ke pesawat dan beberapa penumpang didepannya yang juga akan menaiki penerbangan yang sama.

Video diambil saat Paul masih mengantre di ruang tunggu hingga menuju ke pesawat melalui tangga. Dalam video juga terlihat Boeing 737 Max 8 tersebut dan dua pesawat Lion Air lainnya yang siap lepas landas.

Pada beberapa detik sebelum menunjukkan boarding passnya ke petugas, Paul sempat memperlihatkan tiket miliknya dalam video yang tertera jelas nomor penerbangan JT610 dengan nama dan tanggal pemberangkatannya. Inchy mengaku dirinya mendengar berita bahwa pesawat yang ditumpang suaminya jatuh sekitar pukul 09.00 pagi.

Baca juga: Pesawat Secanggih Boeing 737 Max 8, Mungkinkah Mengalami Stall?

“Saya kembali menonton videoya. Saya melihat boarding pass dia yang ditunjukkan dalam video. Saya mulai percaya dia berada di pesawat yang jatuh itu,” ujar Inchy.

Dia juga mengaku terus mengirimi pesan melalu WhatsApp kepada suaminya berharap dia tidak pergi atau sesuatu membuatnya membatalkan perjalanan tersebut tetapi tidak ada jawaban. Saat ini diketahui salah satu black box sudah diketemukan dan sudah dibawa ke KNKT dan sebanyak 49 kantong jenazah manusia sudah diberikan pada para penyelidik. Para ahli juga menemukan objek sepanjang 22 meter yang menurut mereka adalah bagian dari pesawat.

India Operasikan DEMU untuk Layani Jalur Kereta Terpendek

Stasiun Cohchin Harbor Terminus (CHT) memiliki rute terpendek untuk jaringan keretanya yakni hanya sembilan kilometer dengan waktu tempuh 40 menit. Kereta yang digunakan adalah tiga gerbong Diesel Electrical Multiple Unit (DEMU) dengan kapasitas penumpang 300.

Baca juga: Dalam 5 Tahun, Kejahatan di Kereta Api India Meningkat Hingga 500 Persen!

Dirangkum KabarPenumpang.com dari indianexpress.com (3/10/2018), DEMU merupakan kereta uji coba antara CHT dengan Ernakulam Junction. Manajer Kereta Api Divisonal SK Sinha mengatakan, pada uji coba ini, pihaknya melakukan peninjauan layanan dan sebenarnya berencana membatalkan.

“Jika tidak ada yang menggunakannya buat apa dijalankan? Kurang dari 15 tiket terjual dalam sehari,” ujar Sinha.

Pada masa uji coba ini, DEMU berangkat dua kali sehari yakni pagi dan sore dan melalui Pulau Willingdon ke Cochin Por Trust dan Komando Angkatan Laut Selatan India kemudian ke Ernakulam Junction. Masinis lokomotif kereta ini saat ditanya kepopuleran kereta tersebut hanya tertawa dan tersenyum.

“Beberapa hari yang lalu, kami menyelesaikan perjalanan dengan dua orang. Sehari sebelumnya, saya pikir ada empat orang. Itu lelucon apa adanya,” ujar sang masinis.

Bahkan teknisi kereta juga mengatakan hal ini mengejutkan baginya saat pihak kereta api mengumumkan layanan singkat tersebut. Sebab rute ini termasuk ramai dengan layanan bus.

“Itu selalu seseorang yang lebih tinggi yang memutuskan hal-hal ini. Perintah datang dari atas dan kami sedang bekerja. Siapa yang tahu apa masa depan kereta itu!” kata dia.

Salah seorang pengawas di Pangkalan Angkatan Laut, Joseph dan putranya duduk nyaman di kursi empuk DEMU menunggu perjalanan mereka. Dirinya telah membayar R120 untuk sekali naik kereta itu bersama anaknya untuk tiba di CHT untuk kesenangan dengan bepergian.

“Saya setuju tidak ada logika dalam menjalankan kereta di rute yang begitu singkat. Itulah mengapa harus diperluas, mungkin ke Thrissur atau Kottayam sehingga dapat bermanfaat bagi kerumunan kantor. Tapi Kereta Api tidak boleh menghentikan layanan itu dengan biaya berapa pun,” kata Joseph.

Sementara masa depan DEMU tidak pasti, petugas Kereta Api mengindikasikan bahwa layanan kereta api warisan terutama ditujukan untuk wisatawan pada bagian antara Ernakulam Junction dan CHT.

“Kami mencoba untuk mendapatkan lokomotif uap dari Southern Railways. Jika kita dapat menjalankan beberapa kereta warisan pada akhir pekan mungkin, itu akan menarik beberapa wisatawan. Kami akan terus mempertahankan stasiun CHT. Ada loket pemesanan tiket yang terkomputerisasi. Kami juga telah melakukan semua pekerjaan lintasan dan sinyal di stasiun,” kata Sinha.

Tetapi begitu DEMU ditarik, akankah stasiun kembali menjadi tidak jelas? “Tidak, tidak, kami akan terus mempertahankan stasiun CHT. Saat ini, ada loket tiket pemesanan lanjutan. Kami juga telah menyelesaikan semua pekerjaan lintasan dan sinyal di stasiun,” tambahnya.

Baca juga: Manakah yang Bakal Jadi Solusi Toilet di Stasiun Kereta India: Bio-Toilet Atau Toilet Hibrida?

Pada hari Senin malam, ketika DEMU akhirnya meluncur ke platform 1 di stasiun Ernakulam Juntion yang sibuk dan kacau di akhir perjalanan singkatnya, gerimis telah dimulai. Ada 30 menit menunggu sebelum memulai layanan keempat dan terakhir pada hari itu, kembali ke CHT. Sementara komuter dapat terlihat gagah untuk menangkap kereta di platform lain, tidak ada yang keberatan dengan DEMU di platform 1.

Pada satu titik, kereta api mungkin harus kembali ke CHT tanpa satu penumpang pun. Setelah sekitar 20 menit, seorang wanita dan anak remajanya naik ke kereta, melihat sekeliling dengan gugup ke arah para pelatih kosong lainnya dan duduk di salah satu kursi. Ketika ditanya apakah dia naik kereta untuk pergi ke Pulau Willingdon, dia menjawab dengan seringai malu, “Tidak, tidak. Saya tinggal di sini. Putraku sangat menyukai kereta. Seseorang mengatakan kepada saya ini adalah layanan pendek sehingga kami dapat melakukannya. ”

Awak Kabin Tidur di Lantai Bandara, Ryanair Dapat Pukulan Telak dari Serikat Penerbang

Sebanyak delapan pilot dan 16 awak kabin dari Ryanair tertangkap kamera tengah beristirahat di lantai kantor salah satu bandara di Spanyol. Diketahui, para awak penerbang ini terpaksa tidur di lantai kantor Bandara Malaga pada Minggu (13/10/2018) pasca penerbangan mereka ditunda keberangkatannya. Tentu saja beredarnya foto ini menuai pertanyaan dari sejumlah pihak, “Bagaimana bisa awak penerbang tidak mendapatkan fasilitas menginap di hotel ketika penerbangan mereka ditunda?”

Baca juga: Inilah Fakta Ryanair, Maskapai Penerbangan Berbiaya Murah yang Penuh Kontroversi

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman stuff.co.nz (17/10/2018), penundaan penerbangan tersebut disinyalir karena terpaan badai di Porto. “Semua penerbangan dialihkan ke Malaga,” ujar salah satu pihak Ryanair. Menanggapi foto dan pemberitaan yang beredar luas di dunia maya, pihak Ryanair mengaku, “karena ini adalah hari libur nasional Spanyol, hotel-hotel sudah penuh dipesan,”

Tentu pernyataan dari pihak Ryanair ini terkesan seperti kurang persiapan, ditambah dengan statement yang dilontarkan oleh Sindicato Nacional do Pessoal de Voo da Aviação Civil (SNPVAC), serikat buruh di sektor aviasi yang mengatakan bahwa para awak penerbang yang ‘terdampar’ di Bandara Malaga tersebut tidak mendapatkan pasokan makanan dan minuman yang layak – bahkan tidak cukup.

“Mereka tidak punya pilihan lain, seperti yang terlihat pada foto tersebut, mereka mencoba untuk beristirahat di lantai kantor Bandara Malaga,” jelas salah seorang personel dari SNPVAC.

“Para awak penerbang ini terpaksa beristirahat di ruang kantor Bandara Malaga sejak pukul 01.30 hingga 06.00 (waktu setempat). Ketika dipindahkan ke ruang tunggu bandara, mereka masih tidak mendapatkan pasokan makanan atau minuman,” tambahnya.

Pernyataan yang dilontarkan oleh serikat tersebut justru semakin memojokkan posisi dari Ryanair yang terkesan lepas tanggung jawab.

“Itu merupakan tanggung jawab hukum maskapai untuk menyediakan akomodasi yang sesuai, yaitu kamar hotel, sehingga awak penerbang dapat beristirahat di bawah persyaratan keselamatan nasional dan Eropa agar dapat mengoperasikan tugas berikut dengan aman,” jelas SNPVAC.

Baca Juga: Tiga Jam Menanti, Bagasi Penumpang Ryanair Baru Keluar dari Baggage Carousel

“SNPVAC akan melayangkan keluhan resmi kepada semua otoritas penerbangan sipil yang relevan dan kami mengharapkan intervensi yang mendesak dan kuat sehingga kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi.”

Jika merujuk pada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), salah satu faktor keselamatan berkendara adalah fatigue atau kondisi tubuh si pelaku – dalam kasus ini pilot dan awak kabin. Semisal kondisi tubuhnya tidak mendukung (sakit), maka tidak menutup kemungkinan sebuah insiden akan terjadi.