Deterjen Masuk Kaleng Minuman, Penumpang Kereta di Jepang Kena Luka Bakar

Dua orang wanita terbakar saat botol minuman mereka meledak di Stasiun Shinjuku Tokyo pada musim panas disebabkan oleh cairan pembersih yang dituang dalam wadah alumunium. Temuan ini mendorong peringatan dari seorang ahli bahwa detergen atau pembersih bisa berubah menjadi senjata mematikan bila tidak tahu cara penyimpanannya.

Baca juga: TSA Kembangkan Alat Pendeteksi Bom di Stasiun Kereta Bawah Tanah New York

KabarPenumpang.com melansir dari laman asahi.com (10/10/2018), Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo pada 9 Oktober 2018 kemarin mengajukan dokumen kriminal kepada jaksa terhadap seorang pria berusia 30-an karena dicurigai menyebabkan luka fisik akibat kelalaian. Dia dicurigai melukai dua wanita termasuk seorang berusia 29 tahun yang menderita luka bakar ringan di wajah dan kakinya di salah satu stasiun East Japan Railway.

Diketahui ledakan tersebut terjadi pada 26 Agustus lalu ketika sebuah alumunium meledak setelah deterjen yang memiliki kandungan alkali menyebabkan penumpukan gas hidrogen di dalamnya. Pria itu diduga mengambil cairan pembersih industri dari sebuah wadah di restoran tempatnya bekerja dan menuangkannya ke dalam kaleng kopi dengan tujuan untuk membersihkan rantai sepedanya.

Memindahkan deterjen ke dalam wadah lain dilarang bila dari peraturan restoran. Rekaman kamera pengawasan membantu mengidentifikasi pria itu. Saat diamankan pria tersebut mengaku kepada pihak kepolisian bahwa dirinya tidak tahu bila deterjen bisa meledak karena reaksi kimia.

“Saya tidak tahu kalau terkena reaksi kimia deterjen bisa meledak, saya hanya khawatir itu tumpah,” ujar seorang polisi mengutip kata-kata pria itu.

Kejadian serupa terjadi di kereta yang berhenti di Stasiun Hongo-sanchome di Jalur Marunouchi Tokyo Metro Co di Bunkyo Ward ibukota pada Oktober 2012. Sebuah aluminium berisi cairan pembersih industri yang kuat dibawa oleh penumpang dan meledak di kereta api. Ledakan ini membuat delapan penumpang terkena luka bakar di wajah dan tangan mereka setelah cairan pecah dari kaleng.

Penumpang itu sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerja dengan kereta. Polisi mengajukan surat-surat kriminal kepada jaksa penuntut terhadap pria tersebut pada Agustus 2014 yang menuduhnya menyebabkan luka fisik karena kelalaian.

Menurut Katsuhiro Saito, seorang profesor emeritus fisika organik di Institut Teknologi Nagoya, larutan alkali seperti deterjen pencuci piring menyebabkan reaksi kimia ketika bersentuhan dengan aluminium. Ketika sebuah kaleng tertutup rapat dengan cairan seperti itu di dalamnya, itu akan menjadi penuh dengan gas hidrogen, membuat tekanan di dalam kaleng yang berpotensi menyebabkan ledakan.Baca

Baca juga: Bukan Toko Serba Ada, Tapi Stasiun di Jepang ini Memenuhi Semua Kebutuhan Anda!

“Reaksi juga dapat menghasilkan larutan alkali yang keluar dari kaleng bersama dengan gas hidrogen,” ujar Saito.

Saito juga memperingatkan bahwa orang-orang dapat menderita luka bakar karena terciprat dengan larutan alkalin dan mengatakan bahwa karena gas hidrogen sangat mudah terbakar maka dapat menyebabkan ledakan.

“Bahkan pembersih asam untuk toilet dan hal-hal lain juga bisa mengarah pada reaksi kimia yang sama,” kata Saito.

Singapore Airlines Terbangkan Perdana A350-900 ULR ke New York

Apa rasanya jika harus merasakan penerbangan hampir 19 jam? Penerbangan tersebut baru saja dilakukan oleh maskapai Singapore Airlines (SIA) yang berangkat 10 menit sebelum tengah malam dari Bandara Changi menggunakan pesawat A350-900 ULR terbarunya dengan nomor penerbangan SQ22 dan menjadi penerbangan perdana untuk pesawat baru tersebut.

Baca juga: Terima Airbus A350-900ULR, Singapore Airlines Siap Terbang ke New Jersey Non-Stop

Pada penerbangan ini, pesawat bisa mengangkut 161 penumpang dengan pembagian 67 penumpang kelas bisnis dan 94 kelas ekonomi premium. Dilansir KabarPenumpang.com dari businesstimes.com.sg (13/10/201), penerbangan rute Singapura menuju New York tersebut menjadikannya yang terlama untuk saat ini.

Penumpang kelas bisnis akan diberikan makanan sebanyak dua kali dan pilihan waktu penyajian serta minuman. Mereka juga akan mendapatkan kursi yang bisa diubah menjadi tempat tidur. Sedangkan penumpang kelas ekonomi premium akan mendapat makanan tiga kali pada waktu yang ditentukan maskapai dengan minuman.

Tak hanya itu, penumpang juga dihadirkan dengan cahaya biru untuk membuat penumpang terjaga dan cahaya kuning untuk membuat ke keadaan mengantuk. Ini dihadirkan agar penumpang bisa menyesuaikan diri dengan zona waktu baru dan ketika bangun pagi di New York.

(businesstimes.com.sg)

“Formula ini bekerja paling baik dalam penerbangan non-stop karena Anda memiliki kebebasan 18 jam untuk merencanakan waktu Anda,” Campbell Wilson, wakil presiden senior penjualan dan pemasaran SIA.

SIA dalam hal penerbangan jarak jauh miliknya ini juga bekerjasama dengan spesialis kesehatan Canyon Ranch dimana penerbangan menawarkan pengalaman holistik lengkap baik makanan, kesehatan, suasana kabin, ketinggian dan tekanan bawah kabin yang membantu penumpang agar kulit tidak kering. Makanan pilihan pun bisa mendapatkan nasi ayam atau daging sapi rebus untuk makanan utama atau menu Canyon Ranch dari ceviche udang, babi cassoulet dan apel frangipane tart.

“Babi cassoulet biasanya berat, lemak rebus tetapi telah dipangkas menggunakan daging tanpa lemak dan minyak zaitun,” kata Richard Neo, manajer layanan penerbangan termasuk makanan dan minuman.

Neo mengatakan, hal yang menjadi tantangan di ketinggian adalah proses pemanasan makanan kembali di pesawat dan perubahan selera makan penumpang. Makanan ini juga tidak ada yang buruk untuk kelas ekonomi premium, tetapi jika penumpang menginginkan makanan dengan kondisi baik, gunakan rute yang lebih sehat.

Bila penumpang kelas bisnis bisa mengubah kursi mereka menjadi tempat tidur, penumpang di kelas ekonomi premium juga mendapatkan ruang kaku ekstra dan kepala bisa disenderkan dengan nyaman.

Baca juga: Jaga Kesehatan Penumpang di Penerbangan Jarak Jauh, Singapore Airlines Gandeng Canyon Ranch

“Saya membayar tiket di kelas ekonomi premium sehingga saya punya lebih banyak uang untuk dibelanjakan baik untuk penginapan atau barang-barang,” uajar Tilo Kruger salah seorang penumpang.

Jika Anda berencana untuk melakukan beberapa pekerjaan di penerbangan bisa menggunakan WiFi dan tetapi Anda juga dapat pergi berjam-jam tanpa terhubung. Atau rencanakan perjalanan Anda berikutnya untuk memanfaatkan harga promosi mulai dari S$6800 atau Rp75 juta untuk kelas bisnis dan S$2100 atau Rp23,2 juta untuk ekonomi premium.

Nikmati Alam Banyuwangi dengan Lori Wisata Kalibaru

Menikmati salah kota di ujung timur Pulau Jawa yakni Banyuwangi tak perlu susah untuk mengelilinginya. Sebab, kini telah ada lori wisata yang diluncurkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional IX pada 20 Maret 2016 lalu. Lori ini sendiri di namakan Lori Wisata Kalibaru dan memiliki relasi Kalibaru hingga Garahan yang terdapat di Kabupaten Jember.

Baca juga: Lori, Si Kereta Tebu Yang Kini Sudah Beralih Fungsi

Jarak tempuh lori wisata tersebut sekitar 18 meter dan keberadaannya sebenarnya sudah lama ada tetapi promosi serta pengenalannya pada masyarakat belum begitu lancar hingga akhirnya kembali diresmikan. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kebangkitan lori tersebut juga untuk membangkitkan wisata yang ada di Banyuwangi terkhusus Banyuwangi Barat. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sendiri mengakui kotanya lebih banyak dikenal dengan pantai dan air terjunnya, padahal masih banyak destinasi lain yang bisa dikunjungi.

Lori wisata setealh melalui Terowongan Mrawan (Phinemo)

Kehadiran lori membawa harapan lebih baik karena pelancong bisa menikmati lebih banyak pemandangan yang ditawarkan Banyuwangi seperti persawahan, perkebunan cokelat dan kopi. Tak hanya itu, dengan lori wisata, pemandangan asri yang membuat mata segar terbentang di sisi kanan dan kiri rel dan membawa pelancong melintasi perkebunan-perkebunan dengan ketinggan 4000 meter diatas permukaan laut.

Lori ini didesain sesederhana mungkin dengan jendela yang terbuka sehingga pelancong bisa merasakan udara sejuk dan segar serta bebas polusi kota. Melintas rel ini pun Gunung Raung dan Gunung Gumitir terlihat gagah berdiri dan menambah pemandangan mata pelancong.

Untuk mencapai Garahan, lori akan melintasi Terowongan Mrawan dengan panjang 690 meter yang letaknya di daerah Sidomulyo. Terowongan tersebut merupakan salah satu aset bangunan bersejarah milik PT KAI yang selesai di bangun tahun 1910 silam.

Baca juga: Rocky Mountaineer, Kereta Wisata yang Akan Bawa Anda Menempuh Perjalanan Romantis

Lori Wisata Kalibaru hingga saat ini hanya beroperasi pada akhir pekan saja yaitu Sabtu dan Minggu dari pagi hingga sore hari. Tiket untuk naik lori wisata ditawarkan paket dengan sewa Rp1,2 juta untuk kapasitas 12 orang, sehingga bila rombongan hanya perlu membayar Rp100 ribu per orangnya.

Karena lori wisata akan melalui terowongan dan jembatan, pelancong juga harus memiliki nyali yang sedikit lebih dari biasanya. Bawa bekal makanan dan minuman secukupnya, saat berselfie harus berhati-hati serta tak lupa patuhi perturan yang diberikan masinis.

‘Kejar Target,’ Dubai Uji Coba Taksi Otonom Perdananya di Gitex Technology Week 2018

Setelah serangkaian rencana tentang pengadaan moda otonom yang sempat beredar beberapa waktu yang lalu, kini Dubai diketahui telah mulai menguji coba kendaraan masa depan ini. Ya, moda yang digadang-gadang menjadi pertanda kemajuan teknologi di sektor transportasi darat ini pun telah bergabung dengan kendaraan konvensional lainnya di Dubai pada Minggu (14/10/2018) kemarin – tepatnya, uji coba layanan ini dilakukan pada perhelatan Gitex Technology Week 2018.

Baca Juga: Bukan Sekedar Isapan Jempol, Dubai Mulai Uji Coba Taksi Drone

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, moda otonom karya Roads and Transport Authority (RTA) Dubai yang menjadi salah satu daya tarik acara tersebut dijadwalkan akan diuji coba selama tiga bulan lamanya, terhitung sejak Minggu kemarin. RTA sendiri menargetkan kendaraan ini layaknya layanan rie-hailing – dimana moda otonom akan menjemput dan mengantar penumpang sesuai dengan informasi yang sudah dimasukkan terlebih dahulu sebelumnya.

“Sebut saja dari pusat perbelanjaan atau bioskop menuju rumah Anda,” tutur salah satu juru bicara dari RTA.

Adapun kendaraan yang mampu menampung empat penumpang ini dapat ‘melesat’ hingga kecepatan 32km/jam. Nantinya, di bangku depan, akan ada pengemudi tambahan yang ditugaskan untuk mengambil alih kendaraan semisal ada kejadian darurat yang harus ditangani oleh tenaga manusia – walaupun si pengemudi tambahan ini tidak mengambil peran ketika moda ini dipamerkan di Gitex Technology Week kemarin.

Dalam mengerjakan moda otonom ini, RTA mengambil dasar mobil Mercedes-Benz yang lalu ditambahkan sejumlah kamera sensor dan Light Detection and Ranging (LIDAR).

Dikutip dari laman sumber lain, Direktur Jenderal dan Ketua Dewan Direktur Eksekutif RTA, Mattar Al Tayer mengatakan bahwa kendaraan otonom ini akan beroperasi pada rute khusus di daerah Dubai Silicon Oasis.

Baca Juga: Soal Taksi Udara, Inilah Serangkaian ‘PR’ yang Kudu Diselesaikan Volocopter

Tidak muluk-muluk, Dubai menargetkan sekitar 25 persen setiap perjalanan moda transportasi di sana menjadi otonom pada tahun 2030 mendatang. Hal ini dicetuskan oleh Wakil Presiden Dubai, Seikh Mohammed bin Rashid yang pada tahun 2016 silam meluncurkan program Dubai Smart Self-Driving Vision.

Selain taksi otonom ini, Dubai juga diketahui tengah mengembangkan drone otonom sebagai pelengkap moda udara di sana.

Cegah Kereta Mogok, LRT Ottawa Siapkan 9 Gardu dan Power Supply di Stasiun

Light Rail Transit (LRT) di Ottawa, Kanada telah merancang sistem konfederasi jalur senilai $2,1 miliar atau setara dengan Rp31,9 triliun. Dana sebesar ini dikucurkan agar kereta dapat beroperasi jika listrik mati dan salah satu fasilitas konversi daya sepanjang jalur 12 km tersebut rusak.

Baca juga: LRT Jakarta Fase I Diperkirakan Beroperasi Pada Januari 2019

Dalam surat elektronik atau email yang disampaikan oleh seorang petugas komunikasi kota Carly Wolff, direktur konstruksi O-Trains Steve Cripps mengatakan, LRT bisa terus berjalan meskipun salah satu konverter daya yang terkoneksi rusak.

“Dalam hal terjadi pemadaman listrik di stasiun tertentu, desain listrik stasiun memastikan bahwa tidak akan berdampak pada keselamatan penumpang atau efek buruk pada sistem fasilitas,” ujar Cripps yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman ottawacitizen.com (24/9/2018).

Dia mengatakan, kereta di jalur LRT elektrifikasi tersebut akan terus berjalan dengan daya yang dikirimkan oleh sistem kawat atas dari serangkaian gardu traksi di sepanjang rel. Menurut Cripps, sistem catenary atas sendiri mendistribusikan daya DC dari gardu ke setiap kereta melalui pantograph.

Dimana pantograph ini sendiri merupakan perangkat yang dipasang di atap kendaraan dan memanfaatkan kekuatan dengan menghubungkan kawat overhead. Diketahui ada sembilan gardu daya traksi sepanjang koridor kereta api yang akan mengubah pasokan listrik lokal menjadi listrik umum untuk jalur LRT.

Cripps mengatakan, jika salah satu dari stasiun mengalami kehilangan tenaga, maka stasiun lain yang berdekatan mampu menyediakan listrik yang cukup untuk menjaga kereta bergerak. Sayangnya dalam email tersebut Cripps tidak mengatakan hal apa yang terjadi jika sembilan gardu listrik tersebut terkena dampak pemadaman listrik.

Tak hanya itu, stasiun LRT juga memiliki rencana penyimpanan daya jika ada masalah listrik. Ruang listrik utama di stasiun memiliki power supply yang tidak pernah terputus dan mirip dengan cadangan baterai. Sehingga untuk memastikan sistem komunikasi, perlindungan kebakaran, alarm kebakaran, lampu keluar darurat dan sistem ventilasi terowongan terus bekerja jika daya utama terputus. Ada tiga stasiun LRT di terowongan 2,5 kilometer, sehingga menjaga sistem darurat yang beroperasi selama kegagalan daya sangat penting.

Baca juga: Konstruksi LRT Ottawa Dilanda Banjir, Serikat Pekerja Khawatir Akan Keselamatan Pekerjanya

“Sebagai bagian dari kesiapsiagaan darurat dan kesiapan operasional, kami terus mengembangkan rencana kontinjensi komprehensif untuk berbagai skenario darurat bekerja sama dengan mitra layanan darurat kami, termasuk Ottawa Police Service, Ottawa Fire Services dan Ottawa Paramedic Services, untuk memastikan keselamatan dan keamanan dari semua pelanggan transit, pengguna jalan dan karyawan,” kata Cripps.

Angin keras pada hari Jumat memiliki potensi untuk menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur LRT yang masih dalam tahap pembangunan. Beberapa stasiun menampilkan panel kaca besar yang digunakan sebagai dinding struktur. Cripps menyampaikan kabar baik tidak ada kerusakan signifikan pada infrastruktur LRT selama badai. Konstruksi berlangsung sesuai jadwal. Tidak ada tanggal penyelesaian yang pasti untuk sistem LRT.

Siap Implementasi di 2020, DB Regio Gandeng Siemens Dalam ‘Eksekusi’ Ideas Train

Setelah mengantongi beberapa konsep yang telah dikembangkan di bawah naungan proyek Ideenzug (Ideas Train), akhirnya Deutche Bahn (DB) Regio siap untuk mengimplementasikannya. Rute Muehlendorf – Muenchen dipilih DB Regio untuk pengoperasian komersialnya yang menurut rencana, akan mulai mengular pada tahun 2020 mendatang. Kelak, DB Regio hanya akan mengoperasikan dua atau tiga gerbong Ideas Train yang akan dipasang di layanan Express Regional.

Baca Juga: Tanggapi Waktu Penumpang Yang ‘Terbuang,’ Deutsche Bahn Hadirkan Gym di Idea Train

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman railwaygazette.com (20/9/2018), layanan ini kelak akan dioperasikan oleh anak perusahaan DB, Suedostbayernbahn. Dalam pengembangan Ideas Train ini, pihak DB telah meneken kontrak dengan Siemens – dimana kontrak kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Dewan Manajemen DB Regio Dr Joerg Sandvoss, Anggota Dewan Manajemen DB untuk Digitalisasi & Teknologi Dr Sabina Jeschke dan CEO Siemens Mobility CEO Sabrina Soussan.

Seperti yang kita ketahui bersama, Siemens merupakan produsen kendaraan pertama yang bersinergi dengan DB dalam pengembangan proyek Ideenzug ini. Di luar kontrak kerja sama tersebut, Siemens secara terpisah juga telah menjalin beberapa kerja sama dengan perusahaan lain dalam pengembangan prototip Ideenzug – salah satunya adalah Polandia Taps.

Diketahui Siemens bekerja sama dengan Polandia Taps dalam pengembangan desain kursi cerdas yan mencakup layar sentuh bagi penumpang untuk menonton film hingga memesan makanan atau minuman.

Nantinya penumpang bisa menyesuaikan posisi duduk dan menyimpan pengaturan bangku tersebut di cloud Siemens Mindsphere. Ini memungkinkan penumpang untuk duduk di bangku dengan pengaturan yang sama seperti di kereta sebelumya.

Baca Juga: BEAM: Solusi Penat Saat Perjalanan Kereta Jarak Jauh

Tidak hanya itu, Siemens juga bekerja sama dengan perusahaan asal Israel, Silentium dalam mengembangkan teknologi kedap suara. Ya,sesuai dengan namanya, nantinya penumpang akan merasakan sensasi hening selama kereta berjalan. Modul ‘power napping’ akan menciptakan silence bubble di atas kepala penumpang yang fungsinya untuk meredam suara tadi selama berkendara menggunakan Ideenzug ini.

Lalu bagaimana untuk mencegah perilaku aneh penumpang selama berkendara? Siemens sudah memperhitungkan semuanya, dan mengatakan bahwa mereka akan meningkatkan sistem CCTV yang ada – menghasilkan pengawasan cerdas berbentuk video terhadap area yang dipantau.

Nippon Express Canangkan Pengiriman Barang dengan Kereta dari Cina Menuju Eropa

Nippo Express, salah satu perusahaan logistik Jepang berencana menjalankan kereta barang antara Cina menuju Eropa. Hal ini karena di bawah inisiatif Belt dan infrastruktur jalanan Cina untuk meningkatkan komunikasi antara ujung timur dan barat Eurasia. Dari catatan, perjalanan dengan kereta kargo ini lebih mahal dibandingkan dengan transportasi laut, tetapi memakan waktu hanya 12-14 hari, sedangkan laut 40 hari.

Baca juga: Dari London, Kereta Kargo East Wind Sampai di Yiwu Setelah 19 Hari!

KabarPenumpang.com melansir laman globalconstructionreview.com (28/9/2018), Nippon Express berencana memulai layanannya setelah Tahun Baru Imlek pada Februari 2019 mendatang. Dimana pelayanan tersebut dimulai dengan satu atau dua perjalanan pulang pergi dalam sebulan.

Kemudian jika berhasil layanan ini akan melakukan pengiriman mingguan atau tergantung permintaan. Nippon dalam pengirimannya akan melacak barang mereka dengan menggunakan GPS dan memonitor suhu lingkungan dalam perjalanan.

Kereta untuk mengirimkan barang-barang tersebut akan disediakan oleh perusahaan kereta api Cina dan menghubungkan kota-kota pedalaman Cina seperti Wuhan, Chongqing dan Xian dengan kota-kota di Eropa pedalaman seperti Duisburg di Jerman.

Langkah pengiriman barang ini sendiri sebagai tanggapan terhadap peningkatan volume barang yang bergerak di antara dua zona. Tak hanya itu, Nippon Express juga tengah menjajaki kolaborasi kedepannya dengan perusahaan logistik Cina dan berencana untuk bekerja sama dengan penyedia kereta api milik negara di Kazakhstan.

Kereta dari Cina nantinya akan mengangkut barang-barang seperti suku cadang mobil, panel LCD dan mesin. Sedangkan komponen suku cadang mobil dan elektronik diangkut dari Eropa ke Cina. Pengiriman pesanan e-commerce seperti anggur dan susu formula juga tengah menjadi pertimbangan.

Baca juga: Tempuh 12.000 Km, Jalur Sutera Kuno Dibuka Kembali dari Inggris Menuju Tiongkok

Adanya dimensi geopolitik untuk layanan yang direncanakan, Cina dan Jepang saat ini mencari cara untuk berkolaborasi daripada bersaing di bidang pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan perdagangan trans-Asia sedang dipicu oleh perang dingin komersial terhadap Cina yang diluncurkan oleh pemerintahan Trump. Sementara itu, perbaikan infrastruktur darat telah membawa timur dan barat lebih dekat bersama.

Waktu yang diperlukan untuk menempuh 8.140 km antara Chongqing dan Duisburg di Jerman telah menurun dari 37 hari pada 2006 menjadi 16 hari pada tahun 2017, menurut laporan tahun ini oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Sekitar 35 kota di Cina kini memiliki jaringan kereta api dengan 34 kota di Eropa, CSIS menemukan, dan pangsa pasar kereta api dengan nilai pertumbuhan 144 persen di paruh pertama tahun 2017, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016.

Bersiap Gelar 5G, Bandara Internasional Schipol Hadirkan Jaringan Seluler Indoor Terpadu

Bandara Internasional Schipol di Amsterdam bersama dengan beberapa operator seluler Belanda berkolaborasi untuk menghadirkan jaringan baru dalam ruangan. Baru-baru ini Royal Schipol Group menandatangani perjanjian dengan operator seluler KPN, T-Mobile dan VodafoneZiggo untuk bekerjasama dalam mengembangkan jaringan seluler dalam ruangan.

Baca juga: Bantu Penumpang Bawa Barang Hingga ke Gerbang, KLM Hadirkan Robot Care-E

KabarPenumpang.com melansir dari laman passengerterminaltoday.com (8/10/2018) bahwa, dengan pengembangan jaringan seluler ini sendiri untuk meningkatkan pengalaman penumpang dan staf yang juga pengguna ponsel. Jaringan ini sendiri sudah harus siap digunakan pada tahun 2020 mendatang dengan sistem lebih dari 30 instalasi antena di seluruh bandara untuk memastikan cakupan seluler yang terbaik.

Sehingga selama dua tahun kedepan, jaringan Bandara Schipol dan operator akan menyebarkan jaringan bersama baru tersebut di semua ruangan keberangkatan dan kedatangan seperti lounge, gerbang, area stasun kereta api, Schipol Plaza dan area non publik seperti area penanganan bagasi. Jaringan baru ini juga cocok untuk jaringan seluler generasi baru yakni 5G.

Tak hanya itu, jaringan untuk layanan darurat dan sistem radio yang digunakan di Bandara Schipol juga termasuk dalam salah satu rencana pengembangan tersebut. Vodafone ditunjuk untuk membangun infrastruktur dan kemudian membukanya ke penyedia lain.

Mereka telah bekerja sama sebelumnya pada proyek serupa, seperti terowongan jalan baru di Maastricht atau jalur metro Amsterdam. Jaringan baru akan berarti mengakhiri jaringan dalam ruangan individu untuk operator.

Baca juga: Di Bandara Schiphol, Calon Penumpang Bisa Pesan Makanan Online Yang Diantar via Kurir

“Schiphol bercita-cita menjadi bandara digital terkemuka, dan ini termasuk memberikan pengalaman pengguna ponsel yang baik bagi jutaan penumpang dan ribuan karyawan kami. Kami senang bekerja dengan KPN, VodafoneZiggo, dan T-Mobile untuk menciptakan pengalaman penumpang digital yang lebih baik di bandara,” kata CFO Royal Schiphol Group Jabine van der Meijs.

Pembuatan jaringan seluler multi-operator baru akan berarti akhir dari jaringan indoor individual yang dimiliki oleh masing-masing penyedia yang berbeda di Schiphol. Setelah jaringan baru berjalan, semua operator seluler akan menggunakan jaringan seluler yang sama di berbagai terminal dan gerbang Schiphol.

Door-To-Door Ticket Bisa Jadi Solusi Kemelut Pertiketan di Tanah Britania?

Tidak bisa dipungkiri, Inggris memang memiliki sistem pertiketan yang cukup carut marut. Banyaknya pilihan tiket yang dapat dipilih oleh para calon penumpang ini membuat para pelancong kebingungan untuk menentukan pilihan. Desakan dari berbagai pemangku kepentingan pun mulai bermunculan. Untuk mengatasinya, satu opsi yang dapat ditempuh oleh para penyedia jasa layanan transportasi adalah saling berkolaborasi dan mulai menyediakan door-to-door ticketing.

Baca Juga: Di Inggris Anda Bisa Hemat Tiket Kereta Senilai Rp542 Ribu, Cukup dengan Singgah ke Gerai Starbucks!

Dilansr KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (8/10/2018), pada bulan Mei kemarin, Uber dan Virgin Trains baru saja mengumumkan kemitraannya yang dipercaya mampu mendorong antusiasme masyarakat untuk meninggalkan mobil mereka dan beralih menggunakan layanan ride-hailing dan kereta api. Kemitraan tersebut ditandai dengan para penumpang yang sudah bisa membeli tiket perjalanan door-to-door.

Penyederhanaan – merupakan kunci penting dalam mengentaskan masalah banyaknya varian tiket yang bisa dibeli oleh calon penumpang. Kebutuhan untuk memperbarui sistem pertiketan di negara ini telah menjadi agenda untuk sementara waktu. Baru-baru ini, serikat pekerja kereta api Rail Delivery Group (RDG) dan pengawas penumpang Transport Focus telah resmi bergabung untuk memulai konsultasi tentang masalah ini.

“Peraturan tarif kereta api saat ini sebagian besar tetap tidak berubah sejak diperkenalkan pada tahun 1995,” tutur kepala tarif dan dukungan ritel RDG Andy Wakeford. “Peraturan tarif kereta api juga gagal mengikuti perkembangan teknologi smartphone,” tandasnya.

Di sisi lain, kepala kebijakan Transport Focus Mike Hewitson mengatakan bahwa masalahnya juga terletak pada kurangnya varian opsi sederhana yang hemat biaya dan sesuai untuk penumpang, terutama pelancong reguler. “Sebagian dari masalahnya adalah bahwa beberapa teknologi yang ada tidak menjelaskan perbedaan antara jenis tiket dengan sangat baik,” ungkap Mike.

Baca Juga: Azuma Virgin, Kereta Cepat Ramah Lingkungan di Inggris, Mengular di 2018

Seiring dengan perkembangan jaman, kebutuhan penumpang pun berubah. Di sini, mau tidak mau industri transportasi yang mencakup bagian pertiketannya juga perlu menyesuaikan dengan pola kerja modern. Ambil contoh kereta api Italia, FS Italiae, misalnya, baru-baru ini meluncurkan aplikasi Nugo, yang memungkinkan pengguna untuk merencanakan perjalanan mereka di seluruh negeri dengan hanya menggunakan satu tiket yang mencakup semua moda yang diperlukan.

Akankah Jepang Jadi Pionir Tarif Taksi ‘Fluktuatif’ Berdasarkan Permintaan?

Kementerian Transportasi Jepang memulai uji coba penetapan tarif taksi yang fluktuatif berdasarkan permintaan di Tokyo pada bulan ini. Tiga perusahaan taksi turut mengambil bagian dalam uji coba ini, dimana tujuan utamanya adalah untuk membuat layanan ini menjadi lebih ramah pelanggan dan meningkatkan penumpang serta memungkinkan perusahaan taksi untuk menetapkan tarif secara fleksibel. Hal ini ditempuh Pemerintah setempat karena melihat adanya kemungkinan layanan ridesharing berkembang dan menjamur di Negeri Sakura.

Baca Juga: ‘Ganti Persneling’, Uber Coba Peruntungan Jajal Bisnis Taksi di Jepang

Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman the-japan-news.com (7/10/2018), Pemerintah bertujuan untuk memelihara taksi sebagai moda transportasi di daerah setempat dengan meningkatkan layanan dan daya saing antar industri taksi domestik. Diluncurkan sejak 1 Oktober kemarin, adapun tiga perusahaan taksi yang turut serta dalam uji coba penetapan tarif ini adalah Nihon Kotsu, Daiwa Motor Transportation, dan Kokusai Motorcars.

Skema tarif yang akan dikenakan pada Nihon Kotsu adalah penumpang akan dikenakan tarif sebesar ¥410 atau yang setara dengan Rp55.000 jika penumpang memesan layanan ini via aplikasi pada hari Minggu siang atau hari-hari off-peak lainnya. Lokasi penjemputannya pun masih terbatas, seperti di Minato Ward. Skema yang sama juga diterapkan pada Daiwa Motor Transportation dan Kokusai Motorcars, namun besaran yang harus dibayarkan penumpang berbeda – mulai dari ¥0 hingga ¥910 atau yang setara dengan Rp123.000.

Tarif fleksibel seperti ini kerap kita temui di industri perhotelan dan maskapai penerbangan – dimana tarif akan naik selama periode sibuk. Hadirnya uji coba ini seolah menandakan bahwa industri taksi pun bisa menerapkan skema penetapan tarif seperti di hotel dan penerbangan. Bahkan tidak menutup kemungkinan juga Jepang akan menjadi pionir dalam penentuan tarif fleksibel seperti ini.

Pada dasarnya, layanan ridesharing dianggap ilegal karena dinilai sebagai layanan tanpa izin. Isu lain yang semakin mendorong Pemerintah untuk mencari jalan keluar terbaik dari sektor transportasi Jepang adalah industri taksi yang semakin melemah di berbagai aspek.

Baca Juga: Operator Taksi Jepang Buka Lowongan Jadi Pengemudi Asing, Tertarik?

“Lebih dari separuh taksi yang beroperasi di Jepang tidak mengangkut penumpang. Sangat penting bagi kami untuk meningkatkan produktivitas industri tersebut,” ujar salah seorang sumber dari Kementerian Transportasi Jepang. Mereka berharap, skema penetapan tarif baru ini dapat membawa angin segar bagi industri taksi di Negeri Sakura.