Ini Profil KM Barcelona V yang Terbakar di Depan Pulau Talise

Sebuah kapal motor pengangkut penumpang dengan rute Kabupaten Talaud menuju Pelabuhan Manado, Sulawesi Utara terbakara pada Minggu (20/7/2025). Kebakaran ini memakan korban jiwa yang belum dipastikan jumlahnya dan membuat banyak penumpang harus melompat ke laut agar tidak menjadi korban.

Video kebakaran kapal motor (KM) bernama Gregorius Barcelona V ini viral di media sosial yang disiarkan langsung oleh salah seorang penumpang yang juga sudah melompat kelaut untuk menyelamatkan dirinya.

Nah, yuk kenalan dengan KM Gregorius Barcelona V atau yang dikenal dengan KM Barcelona V ini. KM Barcelona V merupakan kapal motor penumpang milik PT Surya Pacific Indonesia (SPI).

PT SPI sendiri adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayaran serta jasa maritim dan kini membawahi beberapa kapal penumpang seperti KM Barcelona I, II, II, VA, KM Marian Bay I, dan KM Venecian. SPI sendiri memiliki rute pelayaran kapal yang mencakup wilayah timur Indonesia khsusunya di Sulawesi Utara (Manado) dan Maluku (Ternate, Sanana).

Selain itu juga ada rute lainnya yakni Talaud, Tauna, Sitaro, Sofifi, Kawasi, dan Bunao. Untuk KM Barcelona V sendiri memiliki rute pelayaran Manado ke Kepulauan Talaud (Melonguane, Lirung, atau Beo) dan sebaliknya.

Dengan tarif berbeda untuk setiap penumpang tergantung kelas yang mereka pilih dalam perjalan dengan KM Barcelona V ini. Untuk kelas ekonomi tarifnya berkisar Rp330 ribu sampai Rp350 ribu per penumpang.

Kelas VIP dengan kabin yang dilengkapi AC Rp 450 ribu per penumpangnya. Rutenya sendiri, perjalanan dari Manado menuju Melonguane lalu Lirung dan tiba di Beo dengan hari keberangkatan Senin, Rabu, dan Jumat pukul 15.00 WITA.

Sedangkan perjalaan balik dari Talaud ke Manado ada setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu dengan jam keberangkatan yang sama yakni 15.00 WITA. KM Barcelona V dilengkapi ranjang penungmpang yang lebar sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang selama perjalanan.

Untuk Deck I hingga Deck III, seluruh area penumpang dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC) agar penumpang di kelas ini juga merasa nyaman dan sejuk selama berada di dalam kapal. Sebagai kapal penumpang terbaru dalam grup Barcelona, KM Barcelona V dirancang dengan interior yang modern dan nyaman.

Sebagai informasi, selain mengangkut penumpang, KM Barcelona V juga melayani pengiriman barang, menunjukkan adanya ruang kargo yang memadai.

Flying Lifebuoy TY-3R – Konvergesi Drone Quadcopter dan Pelampung untuk Penyelamatan Korban di Lautan

Diprotes Keluarga Korban, Korea Selatan Batalkan Pengumuman Hasil Investigasi Kecelakaan Jeju Air Flight 2216

Para pejabat Korea Selatan tiba-tiba membatalkan rilis laporan sementara terkait kecelakaan maut pesawat Jeju Air 2216 pada hari Sabtu. Hal ini terjadi setelah keluarga korban mengganggu konferensi pers, dengan mengatakan bahwa laporan tersebut tidak memadai.

Keluarga korban mengatakan, “Itu adalah pengumuman sepihak dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi.” Menurut pihak keluarga, mereka sangat menentang pengarahan yang bahkan tidak dibahas dengan keluarga korban.

Kecelakaan pesawat penumpang Boeing 737-800 Jeju Air terjadi sekitar pukul 09.03 tanggal 29 Desember tahun lalu, ketika pesawat mencoba mendarat di landasan pacu Bandara Muan, namun menabrak gundukan localizer di luar landasan, dan meledak. Dari 181 orang di dalamnya (6 awak dan 175 penumpang), 179 orang meninggal dunia dan 2 orang luka-luka.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi serta Institut Penelitian Dirgantara Korea dijadwalkan untuk mengumumkan hasil investigasi mesin secara rinci kepada pers di Bandara Internasional Muan pada tanggal 19 Juli 2025, tetapi pengumuman tersebut dibatalkan.

Institut Penelitian Kereta Api Korea mengumumkan hasil investigasinya kepada keluarga korban sebelum merilisnya kepada pers, tetapi keluarga korban menentang rilis tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka “tidak yakin.”

Setelah sesi pengarahan, beberapa anggota keluarga korban mendatangi kantor di lantai 3 gedung manajemen Bandara Internasional Muan, tempat konferensi pers dijadwalkan, dan menuntut agar konferensi pers dibatalkan.

Menurut Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi pada tanggal 19 Juli, pengarahan pertama mengenai investigasi mesin terperinci terkait kecelakaan Jeju Air, yang dijadwalkan pukul 15.00 hari itu di Bandara Internasional Muan di Provinsi Jeolla Selatan, telah ditunda tanpa batas waktu.

Setelah kecelakaan tersebut, Institut Penelitian Dirgantara Korea mengirimkan dua mesin ke CFM International ke Perancis, produsen mesin pesawat yang mengalami kecelakaan, untuk membongkar dan menyelidiki mesin tersebut.

Sekitar 25 orang dari tiga negara, delapan organisasi, dan produsen, termasuk Institut Penelitian Dirgantara Korea, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB), dan Dewan Investigasi Kecelakaan Udara Prancis (BEA), berpartisipasi dalam investigasi bersama tersebut.

Menurut sumber, komite investigasi kecelakaan yang menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat Jeju Air B737-800 (HL8088) di Bandara Muan telah menyimpulkan sementara bahwa tidak ada kerusakan mesin dan pilot kemungkinan besar mematikan mesin secara tidak sengaja.

Namun, IDG, yang terhubung ke mesin dan menghasilkan tenaga, juga berhenti beroperasi, dan komite investigasi kecelakaan yakin bahwa pilot mungkin telah mematikan mesin secara tidak sengaja. Seorang pejabat dari komite investigasi kecelakaan menjelaskan, “Pilot seharusnya mematikan mesin kanan, yang rusak parah akibat tabrakan burung, tetapi ia mematikan mesin kiri yang sedang berputar, sehingga kotak hitam dan tenaga pun padam.”

Akibatnya, komite investigasi menjelaskan bahwa kedua mesin kehilangan tenaga dan roda pendaratan, yang merupakan roda pesawat, tidak turun. Keluarga korban mengatakan mereka tidak dapat mempercayai hasil investigasi, yang hanya mengumumkan kesimpulan tanpa mengungkapkan bukti yang jelas.

Setelah protes tersebut, Komisi Investigasi Kecelakaan Penerbangan dan Perkeretaapian (ARI) memutuskan untuk tidak membuat pengumuman dengan mempertimbangkan keinginan keluarga korban.

Bandara Internasional Muan, Jadi Saksi Bisu Musibah Tragis Jeju Air Flight 2216

Nostalgia, Inilah Beberapa KA yang Pernah Jadi Kelas Bisnis dan Punya Sejarah Panjang

Seperti kita tahu bahwa rangkaian kereta api dengan kelas bisnis yang bertugas di Pulau Jawa adalah Kereta Api (KA) Tegal Bahari dan Gumarang. Ya, rangkaian tersebut berakhir masa dinas untuk kelas bisnis pada 15 Juli 2025 lalu dan diganti menjadi rangkaian yang lebih kekinian alias diubah menjadi jenis Stainless Steel New Generation (SS NG). Setelah rangkaian bisnis berakhir masa dinasnya, praktis jalur KA di Pulau Jawa sudah tak ada lagi rangkaian KA tersebut. Yang tersisa saat ini hanya di jalur Sumatera.

Kita flashback dulu yuk, tentang kereta kelas bisnis. Yang sudah merasakan tentu masih ingat. Pada mulanya kelas bisnis bukanlah kereta yang dilengkapi pendingin udara. Untuk menyejukkan udara, dipasang kipas angin yang berada di atap kereta. Masih kurang sejuk? Nah, hal yang tak terlupakan adalah kaca bagian atas jendela juga bisa dibuka dengan cara memutar tuas, mirip seperti tuas pembuka kaca di mobil lawas. Tanpa pendingin udara atau pun angin dari luar, sejak peraturan masih belum ketat, masih ada saja penumpang yang merokok sepanjang perjalanan. Seisi kereta tentu penuh dengan asap meski jendela terbuka dan kipas angin terus menyala.

Dari segi interior, kereta bisnis menggunakan kursi non-reclining yang bisa dibolak-balik sandarannya sesuai dengan arah laju kereta. Satu kereta bisa mengangkut 64 penumpang, 14 orang lebih banyak dibandingkan KA Eksekutif. Dan, yang paling juara dari kelas bisnis adalah leg-room yang lega plus sensasi pegasnya saat berjalan terasa empuk ketika menduduki kursinya.

Meski saat itu rel kereta api masih menggunakan tipe rel tak lebih dari R60, kecepatan maksimum untuk kelas bisnis mampu bisa ditempuh 100 km/jam pada area tertentu yang permukaan tanahnya tidak terlalu terjal.

Zaman terus berganti, akhirnya memasuki tahun 2016 PT. Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan kereta-kereta baru sebagai langkah untuk meremajakan kereta angkatan lawas. Ada rangkaian eksekutif dan ekonomi yang secara estetika tampak elegan. Kelas ekonomi yang digarap ini berkapasitas 80 penumpang dan ditujukan untuk menggantikan rangkaian bisnis. Tak lama setelah diluncurkan, kereta-kereta bisnis pun diujicoba untuk diganti. Nah, selain KA Tegal Bahari dan KA Gumarang kira-kira apa lagi, ya kereta api yang pernah memiliki kelas bisnis? Berikut nama-namanya.

Interior kursi kelas bisnis. (Foto: Dok. Istimewa)

• KA Ranggajati
KA Ranggajati pertama kali diresmikan pada November 2016 melayani kelas eksekutif dan bisnis. Pada November 2024 layanan bisnis kereta ini diubah menjadi kelas ekonomi generasi terbaru hasil modifikasi Balai Yasa Manggarai.

• KA Fajar dan Senja Utama
Kita sebut saja Fajar dan Senja Utama Yogyakarta, Fajar dan Senja Utama Solo, Fajar dan Senja Utama Cirebon, serta Fajar dan Senja Utama Semarang. Pada Agustus 2014, KA Fajar dan Senja Utama Semarang resmi berhenti beroperasi dan diganti dengan KA Menoreh. Sementara KA Senja dan Fakar Utama Solo diganti rangkaian New Generation pada 31 Januari 2025 lalu, sedangkan KA Senja dan Fajar Utama Yogyakarta menjadi kelas gabungan eksekutif dan ekonomi premium.

• KA Mutiara Selatan
Saat ini, KA Mutiara Selatan merupakan rangkaian kereta kelas eksekutif dan ekonomi premium. Namun tahukah kamu jika kereta yang dirilis pada 17 Agustus 1972 ini pernah menjadi menjadi kereta bisnis? Ya, saat baru dirilis, kereta ini melayani dua kelas, yaitu eksekutif dan bisnis, kemudian pada tahun 1999 hanya melayani bisnis saja.

• KA Parahyangan
Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) meluncurkan kereta api Parahyangan pada 31 Juli 1971 dengan layanan kelas bisnis dan eksekutif untuk menempuh perjalanan dari Bandung menuju Jakarta dalam waktu empat jam tiga menit. Saat awal pengoperasiannya, kereta api ini sering beroperasi dengan lokomotif BB301 sebagai penarik. Lokomotif BB304 sempat dioperasikan sebagai penarik sebelum tergantikan oleh lokomotif CC201. Pada tahun 1980-an, kereta api Parahyangan sempat menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian menuju Jakarta maupun Bandung—hal ini dapat dibuktikan adanya pengoperasian kereta api Parahyangan dengan empat belas kereta dalam satu rangkaian.

Nah, itulah nama-nama KA yang legendaris pernah menggunakan rangkaian kelas bisnis. Sampai saat ini bagi yang sudah sering merasakan nostalgia rangkaian tersebut cukup dikenang melalui media foto atau video. Menurut kalian, nama-nama KA apalagi ya, yang pernah memiliki kelas bisnis?

Resmi Pensiun, Ini Alasan KAI Tentang Kelas Bisnis yang Tak Lagi Melayani Penumpang

Gugusan Pulau di Kepulauan Seribu Bukan Cuma Wisata, Tapi Punya Konservasi Alam

Kepulauan Seribu, gugusan pulau di utara Jakarta, merupakan destinasi yang menawarkan pelarian sempurna dari hiruk-pikuk kota. Dengan lebih dari seratus pulau, baik besar maupun kecil, kawasan ini menyuguhkan panorama laut biru, pasir putih, serta kekayaan ekosistem yang membuat siapa pun betah berlama-lama.

Perjalan menikmati gugusan di Kepulauan Seribu pun tak butuh Waktu yang lama dengan mengambil cuti, sebab perjalanan dua hari pun bisa menikmati beberapa pulau sekaligus dengan berbagai macam keanekaragaman hayati yang bisa dinikmati. Perjalanan dimulai dari Dermaga Marian Ancol dengan menaiki kapal cepata yang membawa pelancong menembus lautan menuju pulau-pulau eksotis di Kepulauan Seribu.

Perjalanan hanya memakan waktu satu sampai dua jam dan bila melihat warna laut sudah berubah menjadi biru kehijauan meninggalkan laut berwarna gelap, ini menandakan akan tiba di pulau tujuan. Pulau terdekat dengan laut biru kehijauan ialah Pulau Pramuka.

Tiba dipenginapan, pelancong bisa menikmati salah satu konservasi lingkungan yang ada di sini. Menjadi pusat pemerintahan administrative Kepualauan Seribu, di Pulau Pramuka, pelancong bisa ke penangkaran penyu sisik yang merupakan salah satu spesies langka dan dilindungi.

Bila beruntung, terkadang ada pula penanaman tanaman bakau dan mangrove di sekitaran pulau. Untuk menjelajah Pulau Pramuka, waktu yang dihabiskan hanya 30-45 menit. Dihari yang sama pun, dengan menggunakan kapal wisata, bisa langsung mengunjungi Pulau Pari yang dikenal dengan suasana tenang serta pantai yang bersih.

Pantai Pasir Perawan, salah satu spot utamanya, menyuguhkan pemandangan laut yang jernih dan garis pantai yang memesona. Pulau ini juga cocok untuk aktivitas santai seperti bersepeda, snorkeling, atau sekadar beristirahat di tepi pantai.

Bukan hanya Pulau Pramuka dan Pulau Pari, keindahan yang menyatu dengan alam lainnya yakni Pulau macam. Jika pelancong mencari pengalaman yang lebih eksklusif, Pulau Macan adalah pilihan yang tepat.

Pulau ini dikembangkan dengan konsep eco-resort yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan. Semua fasilitas diatur untuk minim jejak karbon—dari listrik tenaga surya hingga bahan bangunan yang ramah lingkungan.

Ketenangan menjadi daya tarik utama di Pulau Macan dengan panorama matahari terbenam yang memukau dan suasana malam yang sunyi ditemani suara laut, tempat ini seolah menjadi titik temu antara kemewahan dan kesederhanaan.

Berlibur ke Kepulauan Seribu bukan hanya tentang laut dan pantai. Ini adalah tentang kembali ke alam, memahami pentingnya konservasi, dan merasakan keramahan pulau-pulau kecil yang tetap menjaga keasrian dan budayanya. Setiap pulau menawarkan cerita dan pengalaman berbeda, membuat siapa pun ingin kembali dan menyusuri lebih banyak lagi keindahannya.

Kamu punya cerita apa dengan Kepulauan Seribu?

Nikmati Tiga Pulau di Gugusan Kepulauan Seribu Satu Hari? Siapa Takut!

 

Korea Utara Melarang Wisatawan Asing Memasuki Resor Pantai Setelah Kunjungan Menlu Rusia

Korea Utara telah menangguhkan akses wisatawan asing ke resor pantai yang baru dibuka di pesisir timurnya, hanya beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergei Lavrov mengunjungi daerah tersebut dan berjanji untuk membantu meningkatkan arus wisatawan ke negara yang terisolasi tersebut.

Administrasi Pariwisata Nasional Korea Utara mengatakan bahwa Kawasan Wisata Pesisir Wonsan Kalma yang mulai beroperasi pada bulan Juli untuk sementara tidak menerima tamu asing, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Resor pantai ini merupakan salah satu proyek kesayangan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Kim memiliki rumah pribadi di pesisir dan selama pembangunan fasilitas tersebut, ia sering mengunjungi lokasi tersebut untuk mengawasi kemajuan proyek yang menampilkan sekitar 7.000 kamar tamu di hotel-hotel mewah dan vila-vila pribadi, taman air luar ruangan, dan bandara, menurut media pemerintah.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengunjungi kota resor tersebut dalam kunjungannya baru-baru ini ke Korea Utara di mana ia bertemu dengan Kim di kapal pesiar sang pemimpin.

Dalam pertemuan dengan mitranya dari Korea Utara di Wonsan, Lavrov mengatakan bahwa Rusia akan “melakukan segalanya” untuk memperluas arus wisatawan Rusia ke Korea Utara.

Pariwisata merupakan sumber pendapatan utama bagi rezim Kim yang terkena sanksi, tetapi negara tersebut hanya mengizinkan sedikit wisatawan Rusia yang datang sejak mulai melonggarkan pembatasan perbatasan akibat pandemi.

Setelah Sempat ‘Membuka Diri’, Korea Utara Kini Kembali Tutup Akses Bagi Wisatawan dari Eropa

Otoritas Korea Utara mengawasi ketat pengunjung dari luar negeri, yang biasanya diharuskan menginap di penginapan yang diperuntukkan bagi orang asing dan dibatasi pergerakannya di negara tersebut.

Presiden Donald Trump juga meluncurkan rencana pengembangan properti pesisir sebagai imbalan atas janji Korea Utara untuk denuklirisasi dalam pertemuan puncak pertamanya dengan Kim pada tahun 2018.

“Mereka memiliki pantai yang indah,” kata Trump dalam konferensi pers saat itu. “Anda melihatnya setiap kali mereka meledakkan meriam mereka ke laut, bukan? Saya berkata, ‘Wah, lihat pemandangan itu. Bukankah itu akan menjadi kondominium yang bagus?'” tambahnya.

Namun, diplomasi properti Trump dengan Kim hanya membuahkan sedikit hasil. Kedua pemimpin bertemu langsung tiga kali, tetapi diskusi tersebut tidak meyakinkan Kim untuk memperlambat pengembangan program senjata nuklirnya.

Korea Utara sejak itu menolak gagasan untuk duduk bersama AS lagi dan telah muncul sebagai sekutu utama Presiden Rusia Vladimir Putin, mendukung perangnya melawan Ukraina.

Korea Utara Berencana Buka Resor Wisata untuk Pelancong Asing yang Bernyali

Belum jelas mengapa Korea Utara memutuskan untuk membatasi akses orang asing ke area resor tersebut, tetapi beberapa analis mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan pada proyek tersebut.

“Resor ini memang sudah dibuka, tetapi belum sepenuhnya selesai,” kata program 38 North di Stimson Centre, mengutip citra satelit. “Salah satu bangunan terbesar di resor tersebut, sebuah hotel di dekat Hotel Kalmaegi, tampaknya tidak digunakan. Hanya ada sedikit aktivitas di dekatnya dan kolam renang di atapnya belum terisi air.”

Kunjungan terakhir Lavrov terjadi kurang dari sebulan setelah Pyongyang sepakat pada pertemuan bulan Juni antara Kim dan Sergei Shoigu untuk mengirim 6.000 pekerja militer tambahan ke wilayah Kursk.

Korea Utara dan Rusia Bangun Jembatan Raksasa Sepanjang 4,6 Km

Tembus 400 Penumpang, Ini yang Dirasakan Saat Perjalanan Perdana Kereta Uap Baru Kelinthing

Wisata dengan kereta uap memang menjadi daya tarik yang berbeda bagi masyarakat. Apalagi disuguhi dengan pemandangan yang luar biasa indah, bangunan-bangunan cagar budaya serta jalur kereta yang sudah ada sejak era kolonial Belanda. Ya, perkenalkan inilah Kereta Wisata Uap Baru Kelinthing.

Saat perjalanan perdana pada Minggu, 13 Juli 2025 lalu KA Baru Klinthing ini disambut penuh semangat oleh Direktur Operasi KAI Wisata, Eko Januardi. Ia menyampaikan, peluncuran kereta api itu wujud komitmen KAI Wisata menghidupkan kembali warisan sejarah perkeretaapian Indonesia.

Perjalanan kereta itu menghadirkan pengalaman wisata yang unik dan bermakna bagi masyarakat. Penumpang KA Baru Klinthing juga mendapatkan pengalaman istimewa berupa jajanan lokal dan minuman tradisional yang disajikan di ruang VIP. Selain itu juga pendampingan tour guide profesional yang memperkaya perjalanan dengan penjelasan sejarah dan budaya di sepanjang lintasan. Harapannya kehadiran KA Baru Klinthing dapat menjadi ikon wisata baru di Kabupaten Semarang.

Wisata Kereta Baru Klinthing di Stasiun Tuntang. (Foto: Dok. Istimewa)

Menariknya saat perjalanan perdana antusias masyarakat dengan kehadiran wisata kereta uap ini terlayani sebanyak 448 penumpang, yang terdiri dari 375 penumpang KA reguler diesel dan 73 penumpang KA uap. Tak cuma pelayanan yang eksklusif kepada penumpang, sepanjang perjalanan mereka tentunya bisa melihat pemandangan yang sangat indah yaitu danau Rawa Pening serta bisa melihat latar belakang perbukitan yang memukau.

Sebagai pengingat, jadwal keberangkatan Kereta Uap Wisata KA Baru Klinthing ini akan tersedia setiap hari Minggu di tahun 2025 ini, yaitu pada tanggal: 13 Juli, 17 Agustus, 14 September, 12 Oktober, 9 November, dan 14 Desember. Setiap keberangkatan dijadwalkan mulai pukul 13.30 WIB dari Stasiun Ambarawa, dan berlangsung selama kurang lebih 90 menit pulang-pergi menuju Stasiun Tuntang.

Tarif kereta uap wisata KA Baru Klinthing rute Ambarawa – Tuntang mulai dari Rp395.000 per orang. Ada dua jenis layanannya, yakni kereta uap Kayu CR Rp395.000 dan kereta uap Kayu VIP/AR Rp495.000. Tentu lengkap dengan atmosfer kereta yang klasik dan berbagai fasilitas modern yang ada di dalamnya.

Dengan hadirnya pengalaman baru ini, KAI Wisata akan terus berinovasi menghadirkan layanan pariwisata berbasis kereta api yang aman, dan berkesan. Selain itu, juga berkontribusi bagi penguatan ekosistem pariwisata nasional. Tertarik untuk mencoba?

‘Baru Klinthing’, Kereta Wisata Uap Ikonik Unggulan Jawa Tengah, Ini Tarif dan Jadwalnya

Promo Segera Berakhir, Mulai 1 Agustus 2025 Tarif KA Pangrango Jadi Segini

Sudahkah kalian naik KA Pangrango dengan tarif promo? Ya, rangkaian KA tersebut untuk kelas ekonomi New Generation buatan Balai Yasa Manggarai kini memang sudah dirangkaikan untuk perjalanan rute Bogor – Sukabumi pp. KA Pangrango yang masih mendapat harga promo yakni Rp31.000 untuk kelas ekonomi, hingga kini masih tersedia.

Masyarakat khususnya yang berdomisili di Bogor maupun Sukabumi tentu pasti sudah merasakan nyamannya kelas ekonomi hasil modif dari Balai Yasa Manggarai tersebut. Untuk perjalanan KA Pangrango juga sudah menjadi 4 kali perjalanan satu arah. Itu berarti dalam satu hari terdapat 8 kali perjalanan pulang pergi di rute yang terkenal bersejarah ini. Jalur Bogor – Sukabumi memang identik dengan pemandangannya yang menawan, apalagi jika cuaca sedang bersahabat. Gunung Salak yang menbentang saat memasuki Stasiun Cigombong menambah suasana perjalanan menjadi semakin mengesankan.

Akhir Juli 2025 nanti bahwa tarif promo KA Pangrango akan berakhir. Saat tarif normal, KA ini dihargai tiket sebesar Rp45.000 untuk kelas ekonomi dan Rp80.000 untuk kelas eksekutif. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menyampaikan bahwa mulai 1 Agustus 2025, akan dilakukan penyesuaian tarif untuk KA Pangrango kelas ekonomi. Tarif yang semula Rp45.000 akan disesuaikan menjadi Rp55.000 per penumpang untuk satu kali perjalanan. Untuk tarif kelas eksekutif tidak ada perubahan.

Penyesuaian tarif ini dilakukan seiring dengan peningkatan layanan menyeluruh, khususnya setelah dilakukan replacement rangkaian KA Pangrango per 1 Juli 2025 lalu, yang kini menggunakan kereta ekonomi New Generation produksi Balai Yasa Manggarai dengan fasilitas dan kenyamanan yang lebih baik. KAI memastikan bahwa meskipun terjadi penyesuaian tarif, harga tiket KA Pangrango tetap kompetitif dan memberikan nilai lebih bagi pelanggan, mengingat berbagai peningkatan layanan telah dilakukan.

Sebagai informasi, KA Pangrango melayani rute Bogor – Sukabumi PP, yang menjadi salah satu moda favorit masyarakat di wilayah Jabodetabek dan Sukabumi karena aksesibilitasnya menuju kawasan wisata dan aktivitas harian. Diketahui Kereta Ekonomi New Generation memiliki kenyamanan tempat duduk yang lebih baik. Ketersediaan pendingin udara (AC) dan fasilitas yang lebih modern. Jadwal perjalanan yang konsisten dan tepat waktu.

Selain Masih Harga Promo, Naik Kelas Ekonomi KA Pangrango, Kini Tak Perlu Duduk Mundur Lagi

Resmi Pensiun, Ini Alasan KAI Tentang Kelas Bisnis yang Tak Lagi Melayani Penumpang

Sudah beberapa hari yang lalu layanan kelas bisnis untuk KA Tegal Bahari dan KA Gumarang tak layani kelas bisnis lagi. Saat ini rangkaian kedua tersebut sudah diubah menjadi kelas eksekutif dan ekonomi tipe New Generation. Rangkaian terbaru ini memiliki fasilitas dan kenyamanan lebih baik. Pun untuk kereta restorasi yang semakin elegan dan nyaman untuk dinikmati. Begitu pula pada kelas eksekutif yang terlihat lebih menawan yang memanjakan para penumpangnya.

Dari informasi berbagai sumber bahwa rangkaian kereta api kelas bisnis khususnya di lintas Jawa memang sudah di pensiunkan atau dengan kata lain sudah tidak digunakan lagi. PT Kereta Api Indonesia (KAI) buka suara tentang hal yang berkaitan dengan tidak beroperasinya layanan kelas bisnis ini. Diketahui kereta kelas bisnis yang resmi pensiun di Pulau Jawa ini telah empat dekade beroperasi melayani pelanggan.

Catat! Mulai 16 Juli, KA Gumarang dan KA Tegal Bahari Tidak Lagi Pakai Kelas Bisnis

Menurut Executive Vice President (EVP) of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji mengungkapkan hal tersebut merupakan bentuk dari standarisasi pelayanan kereta api di Pulau Jawa dan juga sebagai bentuk penyederhanaan kelas.

Jenis kelas layanan di Jawa ternyata sedang melakukan standarisasi stamformasi menjadi dua kelas seperti eksekutif (K1) dan kelas ekonomi (K3), dengan segala seri yg sudah ada seperti ekonomi New Image (NI), ekonomi stainless steel (SS), ekonomi New Generation (NG), dan ekonomi Stainless Steel New Generation (SSNG). Nah, itulah alasan kelas bisnis di Jawa dihilangkan adalah untuk mendukung langkah tersebut.

Sementara itu, terkait kereta kelas bisnis yang masih beroperasi di Sumatra, pihaknya mengatakan belum ada rencana untuk mengganti menjadi kereta ekonomi seperti New Generation. Kereta kelas bisnis yang masih ada di Sumatera juga masih akan terus beroperasi.

Kereta kelas bisnis di Jawa telah beroperasi melayani pelanggan selama empat dekade terakhir dan pada Selasa lalu menjadi hari terakhir pengoperasian kelas bisnis di Jawa. Hal ini merupakan bentuk Langkah KAI dalam modernisasi sarana perkeretaapian dan bagian dari komitmen KAI terhadap industri nasional dan perluasan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Rangkaian terbaru ini menghadirkan berbagai peningkatan, mulai dari bodi berbahan stainless steel yang tahan korosi, kursi ergonomis dengan ruang kaki lebih lapang serta footrest individual untuk kenyamanan ekstra.

 

Berdiri Sejak Lebih dari 150 Tahun, Inilah Fakta Menarik Lainnya dari Stasiun Tuntang

Berwisata sejarah tak luput dari edukasi dan wawasan yang bisa dikenang hingga saat ini. Terlebih jika bangunan peninggalan sejak era kolonial Belanda masih dapat kita rasakan sebagai saksi bisu hingga ratusan lamanya. Bangunan-bangunan peninggalan Belanda termasuk stasiun kereta api yang menjadi tujuan utama wisata sejarah pun tak luput dari wisatawan yang ingin mengunjunginya. Salah satunya wisata bersejarah ke Stasiun Tuntang.

Tahukah kalian Stasiun Tuntang yang saat ini berusia lebih dari 150 tahun, ternyata menyimpan fakta-fakta menarik dibalik kokohnya bangunan tersebut hingga kini? Ya, jalur kereta api wisata dari Stasiun Ambarawa menuju Stasiun Tuntang ini memiliki sejuta pesona pemandangan yang luar biasa. Apalagi jika masyarakat masih bisa merasakan naik kereta api yang berusia lebih dari satu abad tersebut, luar biasa menyenangkan bukan?

Stasiun Tuntang di Semarang, Jawa Tengah. (Foto: Dok. Instagram @stasiuntuntang_official)

Nah, Stasiun kelas III yang terletak pada ketinggian ±464 m ini, masuk dalam Daerah Operasi (DAOP) IV Semarang. Dan Kini, stasiun tuntang berada dalam kawasan Museum Ambarawa. Yuk, kita bahas fakta menarik dari Stasiun Tuntang.

• Stasiun ini memiliki sejarah panjang yang mencapai usia 154 tahun (pada tahun 2025 ini). Dibangun pada tahun 1871 oleh Netherlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), sebuah perusahaan kereta api swasta Belanda, stasiun ini resmi beroperasi pada 21 Mei 1873. Meski kecil, Stasiun Tuntang memiliki peran penting dalam angkutan produk perkebunan seperti karet, gula, cokelat, dan kopi yang dikirimkan menuju Ambarawa lewat Stasiun Tuntang.

• Gaya arsitektur tersebut dikenal sebagai Chalet NIS, sebuah desain yang diperkenalkan oleh NIS dan digunakan untuk stasiun-stasiun yang dibangun pada awal abad ke-20. Arsitektur Stasiun Tuntang mirip dengan Stasiun Bringin yang juga berada di jalur Kedungjati – Ambarawa.

• Pada 1 Juni 1970, Stasiun Tuntang mengalami masa ditutup sementara bersamaan dengan penutupan jalur Yogyakarta-Kedungjati. Meskipun bersejarah, stasiun ini kalah bersaing dengan moda transportasi lain dan kendaraan pribadi. Saat tidak beroperasi, Stasiun Tuntang diubah menjadi museum. Pada tahun 2002, jalur Ambarawa-Tuntang dibuka kembali setelah mengalami renovasi, dan stasiun ini dilalui oleh kereta uap wisata atau kereta diesel vintage.

• Rencananya, Stasiun Tuntang akan difungsikan sebagai museum lokomotif diesel. Informasi ini dapat ditemukan melalui akun Instagram resmi @kai121_. Hal ini dilakukan karena sebagian besar lokomotif diesel elektrik yang diproduksi sebelum tahun 1970-an dan seluruh lokomotif diesel hidraulik di Jawa sudah hampir mencapai masa pensiun.

Saat ini, KAI sebagai pengelola menjadikan Stasiun Tuntang sebagai lokasi untuk kereta wisata Ambarawa. Di sini, pengunjung bisa merasakan sensasi naik kereta lokomotif diesel vintage yang membawa penumpang ke masa lalu.

KAI dan Kedutaan Besar Perancis Canangkan Peresmian Plakat Arthur Rimbaud di Stasiun Tuntang, Siapakah Ia?

Pelabuhan Pulau Baai Mulai Beroperasi ke Pulau Enggano

Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu kini siap dinyatakan beroperasi secara optimal setelah serangkaian uji coba olah gerak kapal. Operasionalnya ini menjadi hal penting bagi pemulihan konektivitas laut ke Pulau Enggano.

Di mana saat itu Pulau Enggano sempat terisolir akibat pendangkalan alur pelayaran. Armada yang dioperasikan dari Pelabuhan Pulau Baai ini adalah milik PT ASDP Indonesia Ferry. Kapal tersebut adalah KMP Pulo Tello yang melayani rute Bengkulu-Enggano.

“Sejak beberapa hari lalu, telah dilakukan uji coba keluar masuk kapal di Pelabuhan Pulau Baai. Dua kapal yang diuji coba, yakni KM M.H. Thamrin yang mengangkut 110 penumpang dan KMP Pulo Tello yang membawa mobil tangki BBM, keduanya berhasil berlayar dengan aman dan lancar menuju Pulau Enggano,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang dikutip dari siaran pers ASDP.

Uji coba ini dilaksanakan untuk memastikan kelayakan alur pelayaran yang sedang dalam proses pengerukan. Menhub menambahkan bahwa uji coba dilakukan dalam kondisi cuaca baik dan air laut pasang tertinggi. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan bahwa keberhasilan KMP Pulo Tello dalam uji coba bukan hanya menandai pemulihan layanan, tetapi juga penting bagi kelangsungan distribusi energi.

“KMP Pulo Tello membawa tangki BBM yang dibutuhkan masyarakat di Enggano. Ini adalah jalur logistik vital, bukan sekadar rute penyeberangan biasa,” tegas Heru.

Heru menambahkan bahwa selama alur pelabuhan belum dapat dilintasi, ASDP bersama Basarnas, Lanal, Polair, dan KPLP tetap menjaga kesinambungan layanan menggunakan kapal pendukung untuk penumpang dan logistik. Kini, dengan alur kembali dibuka secara terbatas, layanan normal perlahan dipulihkan meski jadwal masih bersifat tentatif.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, ASDP juga memberikan diskon hingga 50 persen untuk kendaraan logistik, seperti pengangkut hewan kurban dan hasil pertanian. Penumpang yang menjalani rujukan medis ke fasilitas kesehatan juga difasilitasi dengan tiket gratis, termasuk tenaga kesehatan dari puskesmas dan dinas terkait.

ASDP mengapresiasi peran KSOP Kelas III Pulau Baai, PT Pelindo, dan Pemerintah Daerah Bengkulu yang telah bekerja cepat mengatasi pendangkalan. Proses pengerukan dilakukan dengan mengerahkan alat berat dan satu kapal keruk yang akan disiagakan jangka panjang guna menjaga kelancaran alur pelayaran ke depannya.

Untuk saat ini, ASDP masih menyesuaikan jadwal keberangkatan kapal berdasarkan kondisi cuaca dan kesiapan pelabuhan. Penumpang diimbau untuk hadir minimal satu jam sebelum keberangkatan dan membawa identitas diri sesuai ketentuan manifest.

Pengawasan keselamatan dan kelayakan kapal juga diperketat sesuai arahan Kementerian Perhubungan. KMP Pulo Tello menempuh rute sejauh 106 mil laut dari Bengkulu ke Enggano dengan waktu tempuh sekitar 12 jam, dngan kapasitas 229 penumpang dan 22 kendaraan, kapal ini telah mengangkut 3.695 penumpang dan 574 kendaraan selama Januari hingga Juni 2025.

Layani Pasar Bengkulu Utara, Wings Air Buka Penerbangan ke Mukomuko