Mengenal “Double Bubble Aircraft,” Desain Pesawat Komersial yang Dirancang NASA dan MIT

Dalam desain pesawat dikenal istilah double bubble aircraft yang tengah digagas oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa AS (NASA). Meski baru sebatas konsep, namun double bubble aircraft punya potensi diwujudkan pada dekade 2030-an, lantaran menawarkan dalam hal kapasitas dan efisiensi bahan bakar.

Baca juga: Sky Whale – Desain Pesawat Penumpang Tiga Dek, Lebih Besar dari Airbus 380

Pesawat double bubble adalah desain konsep pesawat penumpang yang direncanakan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan kapasitas penumpang dengan menggunakan badan pesawat yang mirip dengan dua gelembung bertumpuk atau berjejerk. Ini memberikan lebih banyak ruang di badan pesawat untuk penumpang tanpa perlu meningkatkan lebar sayap, sehingga mengurangi resistensi udara dan meningkatkan efisiensi. Konsep ini masih dalam pengembangan dan belum ada pesawat komersial yang menggunakan desain ini secara aktif.

Konsep desain pesawat dengan badan pesawat yang mirip dengan dua gelembung yang saling bertumpuk sering disebut sebagai “double bubble” atau “double decker” aircraft. Ini merujuk pada desain yang mengizinkan dua dek penumpang yang berdampingan atau badan pesawat yang lebih lebar dengan dua bagian utama yang menyerupai gelembung yang saling bertumpuk. Konsep ini dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi aerodinamis dan kapasitas penumpang pesawat.

Konsep “double bubble” pertama kali diluncurkan oleh NASA dalam proyeknya untuk menciptakan pesawat yang lebih efisien secara aerodinamis dan ramah lingkungan.NASA mengembangkan konsep ini untuk memperkenalkan desain pesawat yang dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi karbon. Namun, konsep ini juga telah diusulkan oleh berbagai perusahaan penerbangan dan produsen pesawat sebagai bagian dari upaya mereka untuk menciptakan pesawat yang lebih efisien.

Aurora D8 adalah salah satu konsep pesawat dengan desain “double bubble”. Pesawat ini dikembangkan oleh MIT (Massachusetts Institute of Technology) dan produsen pesawat AS, Aurora Flight Sciences. Aurora D8 dirancang untuk menjadi pesawat komersial jarak jauh yang lebih efisien, dengan kapasitas penumpang yang lebih besar daripada pesawat saat ini namun dengan emisi yang lebih rendah. Konsep ini memanfaatkan desain badan pesawat ganda yang menghasilkan efisiensi aerodinamis yang lebih baik, serta penggunaan mesin jet yang lebih efisien.

Aurora D8 menggunakan konsep “double bubble” secara horizontal, yang berarti desain badan pesawatnya memiliki dua lapisan yang melengkung secara horizontal, mirip dengan struktur gelembung ganda. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi aerodinamis pesawat, sehingga dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi. Konsep ini juga memungkinkan peningkatan kapasitas penumpang dan kenyamanan dalam pesawat.

Namun, ada beberapa alasan mengapa konsep pesawat double bubble belum diterapkan secara luas dalam penerbangan komersial, yang pertama adalah kesulitan dalam desain. Desain pesawat double bubble memerlukan teknologi dan pemahaman yang lebih baik tentang aerodinamika dan struktur pesawat untuk memastikan keamanan dan kinerja yang optimal. Hal ini memerlukan investasi waktu dan sumber daya yang besar.

Inilah Aurora D8, Wujud Desain Pesawat Masa Depan Besutan NASA, Beroperasi 2030

Kemudian yang kedua biaya pengembangan. Pengembangan pesawat baru memerlukan investasi besar, dan produsen pesawat harus memastikan bahwa investasi ini akan menghasilkan pengembalian yang memadai. Pengembangan pesawat double bubble mungkin dianggap terlalu berisiko atau mahal.

Dan yang terakhir, perubahan kebutuhan pasar. Kebutuhan pasar penerbangan dapat berubah seiring waktu, dan produsen pesawat mungkin lebih memilih untuk fokus pada pengembangan pesawat yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.

KCIC Kembalikan Amplop Coklat Berisi Rp50 Juta Tertinggal di Whoosh ke Penumpang

Petugas KCIC menemukan barang penumpang yang tertinggal saat melakukan perjalanan dengan Kereta Cepat Whoosh. Kali ini, barang yang ditemukan berupa kantong hitam berisi amplop coklat berisi uang senilai Rp50 juta milik penumpang.

Baca juga: Tiket Kereta Cepat Whoosh Naik, KAI Harap Penumpang KA Argo Parahyangan Meningkat

GM Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa menjelaskan, barang tersebut tertinggal dalam perjalanan Whoosh nomor G1211 relasi Halim-Tegalluar pada Sabtu 27 April 2024. Chief Conductor yang bertugas langsung menginformasikan pada tim yang bertugas di stasiun Tegalluar untuk mengamankan barang tersebut.

Di saat yang sama tim Stasiun Bandung menerima adanya laporan penumpang Feeder yang mengaku ketinggalan barang yang dimaksud. Melalui hasil kordinasi dan komunikasi antar Petuga Passenger Service, disepakati barang tersebut dikirim kembali ke Stasiun Halim untuk selanjutnya diambil pemilik barang.

Pada Sabtu (27/4) akhirnya barang dapat dikembalikan kepada pemiliknya di Stasiun Halim. Penumpang tersebut mengucapkan terima kasih atas kesigapan dan penanganan yang dilakukan terkait kejadian yang dia alami. Beliau juga mengapresiasi layanan lost and found KCIC yang sigap dan responsif terhadap laporan penumpang.

Eva menyebutkan seluruh petugas KCIC berkomitmen untuk menjaga dan mengamankan barang milik penumpang yang tertinggal.

“Setiap barang milik penumpang yang tertinggal di area operasional Whoosh akan diamankan dan dikembalikan sesuai SOP. Setelah berkomunikasi denga penumpang, barang tersebut akan diambil di stasiun Halim,” ujarnya.

Dikatakan Eva, sebagai upaya memberikan layanan optimal pada penumpang, KCIC memiliki layanan lost and found yang sudah terkoneksi antar stasiun. Artinya, bagi penumpang yang merasa barangnya tertinggal di area Kereta Cepat Whoosh bisa menghubungi stasiun kereta cepat Whoosh dimana pun.

Baca juga: Catat, Begini Cara Temukan Barang Tertinggal-Hilang di Stasiun-Kereta LRT Jabodebek

Sebagai bentuk keamanan dan pengawasan, area Kereta Cepat Whoosh juga dilengkapi dengan 1.390 CCTV yang tersebar baik yang tersebar di berbagai titik. Meski demikian, Eva kembali mengingatkan pada seluruh penumpang untuk selalu menjaga barang bawaan pribadi. Selain itu, Eva menyarankan agar penumpang bisa tiba di stasiun lebih awal dari jadwal keberangkatan agar tidak terburu-buru saat hendak memasuki rangkaian kereta.

“Bagi penumpang yang barangnya tertinggal di area Stasiun Kereta Cepat Whoosh, bisa mengakses layanan Lost and Found di setiap stasiun atau dapat menghubungi email customer care di cs@kcic.co.id. Kami berkomitmen untuk selalu menjaga dan mengamankan barang penumpang yang tertinggal,” ucapnya.

Mulai 3 Mei 2024, Garuda Indonesia Buka Penerbangan Manado – Denpasar

Garuda Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam mengoptimalkan pertumbuhan pariwisata nasional melalui perluasan jaringan penerbangan ke berbagai destinasi pariwisata unggulan domestik. Kali ini, komitmen tersebut direpresentasikan melalui pengoperasian rute penerbangan Manado – Denpasar pp via Makassar yang akan mulai beroperasi pada tanggal 3 Mei 2024 mendatang.

Baca juga: Crosswind, Terjangan Angin dari Samping, Juga Jadi Ancaman di Moda Darat

Rute penerbangan Manado – Denpasar pp via Makassar tersebut akan dioperasikan sebanyak 2 (dua) kali setiap minggunya, dengan menggunakan armada Boeing 737-800 NG yang memiliki konfigurasi 12 penumpang kelas bisnis dan 150 penumpang kelas ekonomi. Penerbangan rute Manado – Denpasar via Makassar tersebut akan dilayani dengan nomor penerbangan GA688 yang dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Sam Ratulangi pukul 07.10 WITA dan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pukul 11.20 WITA. Sementara itu, penerbangan Denpasar – Manado via Makassar akan dioperasikan dengan nomor penerbangan GA620 yang dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pukul 12.10 WITA dan tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi pukul 17.25 WITA.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyampaikan bahwa pengoperasian rute Manado – Denpasar pp via Makassar tersebut merupakan inisiatif berkelanjutan yang dilakukan oleh Perusahaan dalam rangka mendukung penuh program-program pemulihan ekonomi nasional pasca situasi pandemi, khususnya melalui sektor pariwisata di wilayah Sulawesi Utara.

“Melihat potensi pariwisata Sulawesi Utara yang memiliki banyak destinasi unggulan tentunya merupakan dasar pertimbangan kami dalam membuka kembali rute penerbangan Manado – Denpasar pp via Makassar ini. Inisiatif berkelanjutan ini kami laksanakan dalam rangka mendukung geliat ekonomi Sulawesi Utara yang juga memiliki Destinasi Super Prioritas (DSP) Likupang,” kata Irfan.

Irfan menambahkan, “Selain Likupang, dibukanya rute penerbangan yang terhubung langsung dengan Bali sebagai destinasi pariwisata terkenal di dunia ini tentunya akan membawa dampak positif untuk mendatangkan langsung wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara, khususnya bagi para pecinta diving untuk berkunjung ke Bunaken yang juga terkenal sebagai destinasi diving unggulan. Di sisi yang lain, melalui penerbangan ini, wisatawan juga berkesempatan mengunjungi Sulawesi Selatan mengingat rute penerbangan ini dioperasikan melalui Makassar.”

Lebih lanjut, dalam penerbangan perdana Manado – Denpasar pp via Makassar yang direncanakan akan dioperasikan pada tanggal 3 Mei 2024 mendatang tersebut, Garuda Indonesia berkolaborasi bersama dengan Diamond & Co melalui program Element of Surprise dengan membagikan merchandise kepada setiap penumpang yang diterbangkan. Selain itu, penumpang yang beruntung dalam penerbangan tersebut juga berkesempatan mendapatkan hadiah 1 buah Diamond Jewelry yang akan diundi di dalam pesawat.

Mulai 1 Mei 2024, KA Lodaya Gunakan Kereta Eksekutif dan Ekonomi Stainless Steel New Generation

PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengoperasikan KA Lodaya relasi Bandung – Solo Balapan pp dengan menggunakan jenis Kereta Eksekutif dan Ekonomi Stainless Steel New Generation. Sarana baru ini digunakan mulai Rabu (1/5) untuk KA (93) Lodaya relasi Solo Balapan – Bandung dan mulai Kamis (2/5) untuk KA (92) Lodaya relasi Bandung – Solo Balapan.

Baca juga: Mulai 29 Maret, KA Argo Bromo Anggrek Gunakan Kereta Eksekutif New Generation

Kereta New Generation tersebut merupakan bagian dari pengadaan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation periode 2023 s.d 2026 yang didatangkan dari PT INKA (Persero).

“Pengoperasian Kereta Eksekutif dan Ekonomi Stainless Steel New Generation ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan KAI kepada para pelanggan setianya, khususnya pelanggan KA Lodaya. Ke depan, Kereta New Generation akan kami operasikan untuk KA-KA lainnya secara bertahap,” kata EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji.

Sebelumnya, KAI telah mengoperasikan Kereta Eksekutif New Generation pada KA Argo Dwipangga (Gambir – Solo Balapan pp) sejak 13 Desember 2023, KA Argo Lawu (Gambir – Solo Balapan pp) sejak 18 Desember 2023, KA Taksaka (Gambir – Yogyakarta pp) sejak 18 Januari 2024, dan KA Argo Bromo Anggrek (Gambir – Surabaya Pasarturi pp) sejak 29 Maret 2024.

Adapun Kereta Ekonomi Stainless Steel New Generation sebelumnya telah KAI operasikan pada KA Majapahit relasi Pasarsenen – Malang pp sejak 25 Maret 2024.

Keunggulan Kereta Stainless Steel New Generation ini di antaranya pintu masuk kereta dan pintu penghubung antar kereta sudah menggunakan pintu elektrik otomatis. Hal ini akan semakin memudahkan pelanggan dalam membuka ataupun menutup pintu tanpa mengeluarkan banyak energi. Suara aktivitas buka-tutup pintu pun menjadi lebih senyap.

“Di samping itu, Passenger Information Display System (PIDS) yang tersedia di masing-masing kereta dapat menampilkan informasi stasiun terdekat, kecepatan, dan suhu ruangan. PIDS tersebut membantu menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih baik dan menyediakan informasi yang penting bagi pelanggan selama perjalanan,” kata Agus.

Jendela Kereta Stainless Steel New Generation juga telah di-upgrade menjadi tempered double glass dari sebelumnya tempered glass. Sehingga tingkat keamanan lebih tinggi, membantu mengurangi masuknya panas berlebih dan sinar UV ke dalam ruangan, serta mereduksi kebisingan lebih baik.

Untuk kebutuhan mengisi daya gawai pelanggan, KAI menambah USB charger port pada masing-masing kursi, di samping stop kontak yang telah tersedia di dinding kereta. Adanya tambahan fasilitas pengisian daya tersebut membuat penumpang dapat terus menggunakan perangkat HP, laptop, dan smart watch mereka tanpa khawatir kehabisan daya, sesuai dengan kebutuhan modern.

Kereta Lewat, Makan “Bakso President” Malang Serasa Digoyang

“Keunggulan lain pada Kereta Stainless Steel New Generation yaitu pada toilet dimana tersedia keran di bagian bawah untuk membasuh kaki saat wudu. Khusus di toilet wanita, KAI menambah meja lipat yang berfungsi untuk dudukan mengganti popok bayi,” ungkap Agus.

Kereta Makan di rangkaian New Generation ini juga turut diperbarui menjadi lebih mewah dengan interior dan furnitur premium. Kereta Makan tersebut didominasi sentuhan kayu serta kursi makan yang lebih empuk dan lembut. PIDS yang sama juga tersedia di Kereta Makan.

Kereta Pembangkit, Rangkaian Penting yang Selalu Dikait

Sudah tak asing lagi untuk rangkaian kereta api jika perjalanan jauh menggunakan sarana tambahan untuk memenuhi kebutuhan penumpang sebagai pengguna setianya. Bagaimana rasanya jika kenyamanan di dalam kereta api saat perjalanan tidak tersedianya fasilitas kelistrikan selama berjam–jam, apalagi dalam keadaan mendesak.

Baca juga: Kereta Lewat, Makan “Bakso President” Malang Serasa Digoyang

Pastinya repot dan sudah pasti kenyamanan terganggu. Nah, jika kalian pernah melihat rangkaian kereta api di salah satu kereta paling belakang atau depan yang memiliki suara bising mesin diesel yang terangkai dengan kereta lainnya. Ya, itulah yang dinamakan kereta pembangkit.

Kereta Pembangkit berada di paling belakang KA Cheribon. Foto : Sendy Prasetya

Kereta ini hanyak berisikan mesin diesel, kelistrikan, dan beberapa komponen penunjang untuk kebutuhan fasilitas selama diperjalanan kereta api. Biasanya dalam perjalanan pastinya teknisi kereta termasuk kereta pembangkit yang selalu siap pengecekan guna menghindari kerusakan pada pembangkit.

Seperti diketahui Dalam perkeretaapian, istilah kereta pembangkit memiliki dua arti yang berlainan, yaitu kereta yang menggerakkan serta mengontrol kereta api penumpang atau kendaraan yang dilengkapi dengan mesin-mesin untuk memasok panas atau listrik ke tiap-tiap kereta penumpang. Singkatan yang tertulis di badan kereta pembangkit pun bermacam – macam yaitu:

– P (Pembangkit) adalah rangkaian kereta khusus untuk mesin pembangkit tidak untuk penumpang

– KP (Kereta Pembangkit) adalah rabgkaian kereta pembangkit yang setengah interiornya terdapat kursi untuk para kru kereta yang bertugas, seperti kondektur, teknisi KA, petugas keamanan dan petugas pembersih

– KMP (Kereta Makan Pembangkit) sama seperti ruangan pada KP, namun terdapat tambah ruang dapur mini untuk penumpang kereta api

– MP (Makan Pembangkit) adalah rangkaian kereta khusus untuk tempat makan para penumpang walaupun terdapat mesin pembangkit di ruangan terpisah

Istilah ini berkaitan dengan kereta api yang ditarik lokomotif. Yang membedakan lokomotif dan kereta pembangkit adalah konstruksi atau kegunaannya. Lokomotif dapat dilepas dari rangkaian kereta dan tidak mempengaruhi kinerja kereta tetapi memberikan kontrol yang menghasilkan panas atau tenaga listrik untuk kereta penumpang.

Sementara itu, kereta pembangkit merupakan bagian yang tak terpisahkan dari rangkaian kereta api, dan kadang kala ruang interiornya dapat digunakan untuk mengangkut penumpang atau barang. Sebagai contoh kereta pembangkit yang menyatu dengan kereta makan (restorasi). Pada kereta makan yang memiliki mesin pembangkit didalamnya, ruangan mesin sengaja dipisah agar penumpang KA yang hendak membeli bahkan menyantap makanan tidak bising. Hanya saja jika melewati lorong kereta, mau tidak mau harus mendengar suara bising mesin diesel saat melewati didepan pintu ruangan pembangkit.

Baca juga: Kereta Api Mutiara Malam 4 Kali Berubah Rangkaian Sejak 1970

Sekarang sudah bisa dipahami, kan soal kereta pembangkit yang menjadi peran penting dalam prrjalanan KA. Bayangkan jika tidak ada kereta pembangkit, jika perjalanan malam suasana kereta jadi gelap gulita lalu tidak merasakan dinginnya AC bahkan mau charger perangkat elektronik pun jadi kesulitan. Saat ini kelistrikan pada kereta pembangkit dengan kapasitas 500 kVA dengan jenis bahan bakar Biosolar (B20) dan memiliki daya mesin lebih dari 500 kW. (PRAS – Cinta Kereta Api)

ST Engineering AirX Siap Uji Coba AirFish di Lepas Pantai Changi, Kelak Hubungkan Singapura dan Batam

Uji coba AirFish, kapal mirip hovercraft yang meluncur di atas air, akan dilakukan di wilayah lepas pantai Changi dua kali sebulan mulai kuartal ketiga tahun 2024. Pengumuman uji coba tersebut diwartakan pada 9 April lalu oleh Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA) dan ST Engineering AirX, mereka telah mengidentifikasi area di lepas pantai Changi untuk pengujian tersebut.

Baca juga: Wing-Ship, Pilihan Moda Transportasi Baru Untuk Indonesia

ST Engineering AirX, perusahaan patungan antara grup teknologi dan teknik ST Engineering dan perusahaan rintisan yang berbasis di Singapura, Peluca, telah memproduksi AirFish wing-in-ground craft.

Wing-in-ground craft adalah kapal yang berlayar di air yang beroperasi berdasarkan prinsip efek tanah untuk meluncur di atas permukaan air. Efek darat meningkatkan karakteristik pengangkatan sayap pesawat ketika berada di dekat tanah. Hal ini karena udara di bawah sayap terkompresi ketika dekat dengan tanah sehingga menciptakan efek bantalan. Beginilah cara burung berbadan besar, seperti elang laut, menghemat energi saat terbang.

AirFish dapat digunakan untuk perjalanan laut antar pulau, seperti Singapura dan Batam atau Bintan di Indonesia, kata General Manager ST Engineering AirX Leon Tan. Dia menambahkan bahwa pesawat sayap di dalam tanah dapat dikonfigurasi ulang untuk transportasi kargo yang mampu membawa beban hingga 1.000 kg.

Kemungkinan penggunaan lainnya termasuk transportasi umum maritim, perjalanan mewah, dan dukungan untuk potensi penggunaan penjaga pantai dan militer, kata Tan.

ST Engineering AirX akan menguji prototipe AirFish 8 bermesin tunggal dan ganda, yang dirancang untuk dioperasikan oleh dua anggota awak dan dapat membawa enam hingga delapan penumpang.

Tan mengatakan uji coba ini akan fokus pada pengujian teknis dan sertifikasi. AirFish dapat mengangkut mitra dan pelanggan yang berminat selama pengujian, tergantung pada persetujuan pemangku kepentingan yang bekerja sama dengan perusahaan selama pengujian, termasuk MPA.

Sebelum dapat memulai operasi komersial, ST Engineering AirX akan bekerja sama dengan lembaga klasifikasi untuk mendapatkan penilaian teknis dan sertifikasi yang divalidasi untuk klasifikasi kendaraan tersebut sebagai kapal maritim.

ST Engineering AirX menerima pesanan pertamanya hingga 10 AirFish, dengan opsi untuk 10 AirFish lainnya, dari perusahaan rintisan Turki Eurasia Mobility Solutions di Singapore Airshow pada bulan Februari lalu. Moda ini dimaksudkan untuk melayani sektor pariwisata dan transportasi swasta Turki.

Inilah Airfish 8, Flying Boat Buatan Singapura yang Mirip Ikan Pari

Revitalisasi Sungai Han, Pemerintah Seoul Luncurkan Proyek “Kota Sungai” di Tahun 2030

Ibu kota Korea Selatan, Seoul, akan berubah menjadi “kota sungai” pada tahun 2030, menampung lebih dari 10 juta pengunjung di fasilitas terapung untuk penggunaan sehari-hari di Sungai Han, kata pemerintah kota beberapa waktu lalu. Rencana tersebut mencakup pembangunan hotel terapung, gedung perkantoran, restoran internasional, dan marina perkotaan.

Baca juga: Spektakuler! Inilah 5 Pesiar Sungai Terindah di Dunia

Seperti dikutip The Korea Times (24/4/2024), Walikota Seoul Oh Se-hoon mengadakan konferensi pers di balai kota dan meluncurkan proyek senilai 550 miliar won (US$401 juta) sebagai bagian dari Proyek Sungai Han Besar yang diumumkan pada bulan Maret tahun lalu. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan potensi pertumbuhan kota dengan memanfaatkan sungai yang mengalir melalui ibu kota.

Sebanyak 236,6 miliar won dari anggaran kota, bersama dengan pendanaan swasta sebesar 313,5 miliar won, akan diinvestasikan dalam proyek untuk meningkatkan aksesibilitas warga Seoul terhadap aktivitas sehari-hari di sungai.

Fasilitas terapung di sungai ini hanya dikunjungi sekitar 900.000 pengunjung setiap tahunnya, sedangkan taman tepi sungai menerima lebih dari 69 juta pengunjung, menurut pemerintah kota. Rencana tersebut mencakup pembangunan perkantoran dan hotel terapung yang dilengkapi dengan fasilitas akomodasi, rekreasi dan konvensi.

Fasilitas tersebut juga akan menampilkan restoran-restoran internasional, tempat pertunjukan langsung, transportasi air dan layanan tur yang menghubungkan ke berbagai landmark. Pembangunan hotel dan perkantoran rencananya akan dimulai pada tahun 2026. Infrastruktur olahraga air dan rekreasi, seperti taman ski air berbasis kabel, juga akan diperkenalkan. Taman selancar angin di lingkungan tepi sungai Ttukseom di timur Seoul, yang selama ini menjadi atraksi khusus anggota, akan terbuka untuk semua orang.

Kota ini berencana untuk menyelenggarakan berbagai acara budaya di sungai dan program rekreasi, seperti parade perahu dan pemutaran film terapung.

Selain itu, fasilitas marina akan dibangun di wilayah Jamsil dan Ichon di Sungai Han, masing-masing di tenggara dan barat laut Seoul, untuk mengakomodasi 1.000 tempat parkir perahu di sepanjang sungai. Area tersebut saat ini dapat menampung 130 perahu.

Marina Jamsil, yang diharapkan dapat menampung kapal-kapal berukuran sedang hingga besar, dijadwalkan dibuka pada tahun 2026. Di Yeouido, Seoul berencana meluncurkan terminal sungai bernama Pelabuhan Seoul, yang akan menampung feri penumpang berukuran kurang dari 5.000 ton yang beroperasi di sepanjang rute yang menghubungkan Sungai Han ke Laut Barat.

Pada bulan Oktober, kota ini akan membuat dermaga di bagian barat Sungai Han di bawah ujung selatan Jembatan Mapo untuk memfasilitasi pengoperasian kapal feri.

Pemerintah kota memperkirakan proyek ini akan menciptakan dampak ekonomi positif senilai 925,6 miliar won per tahun dan menciptakan sekitar 6.800 lapangan kerja. “Proyek ini akan mengubah Sungai Han menjadi ruang dimana warga dapat menikmati kehidupan sehari-hari mereka,” kata Oh. “Sungai Han akan diubah menjadi ruang sehari-hari bagi warga, pusat rekreasi dan pusat pembangunan.”

Sungai Han memiliki arti penting bagi kota Seoul karena merupakan salah satu elemen penting dalam sejarah, budaya, dan kehidupan sehari-hari penduduk Seoul. Sungai ini membagi kota menjadi dua bagian, yaitu Gangbuk (Utara Sungai Han) dan Gangnam (Selatan Sungai Han), dan menjadi pusat kegiatan sosial, budaya, dan rekreasi.

Sebagai jalur transportasi air tradisional, Sungai Han pernah menjadi arteri perdagangan yang penting bagi kota Seoul. Namun, seiring perkembangan kota, sungai ini juga mengalami degradasi lingkungan dan masalah pencemaran. Meskipun begitu, pemerintah kota dan warga setempat berusaha untuk mengembalikan Sungai Han sebagai aset yang berharga dengan mengadakan program revitalisasi sungai dan meningkatkan kesadaran lingkungan. Sungai Han juga menjadi tempat populer untuk rekreasi, seperti jogging, bersepeda, dan pesta air, serta memiliki jalur pejalan kaki yang indah di sepanjang tepinya.

Atasi Kepadatan Penumpang, Seoul Metro Operasikan Gerbong Kereta Komuter Tanpa Kursi

Airbus Racer Demonstrator Terbang Perdana, Helikopter dengan Kecepatan Jelajah Lebih dari 400 Km per Jam

Airbus Racer demonstrator yang dikembangkan dalam kerangka proyek European Research Clean Sky 2, telah melakukan penerbangan pertamanya, di Marignane, Perancis. Helikopter ini terbang selama sekitar 30 menit, memungkinkan tim uji terbang untuk memeriksa perilaku helikopter secara keseluruhan.

Baca juga: Hari Ini, 38 Tahun Lalu, Helikopter Pertama yang Berhasil Keliling Dunia Berangkat! Butuh Waktu Hampir Sebulan

Tonggak penting ini meluncurkan kampanye penerbangan yang akan memakan waktu dua tahun dan bertujuan untuk secara bertahap membuka cakupan penerbangan helikopter dan menunjukkan kemampuan kecepatan tinggi.

“Dengan 90 paten yang dimilikinya, Racer adalah contoh sempurna dari tingkat inovasi yang dapat dicapai ketika mitra-mitra Eropa bersatu. Penerbangan pertama ini merupakan momen yang membanggakan bagi Airbus Helicopters dan bagi 40 mitra kami di 13 negara,” kata Bruno Even, CEO Airbus Helicopters. “Saya berharap dapat menyaksikan demonstran ini memelopori kemampuan kecepatan tinggi dan mengembangkan sistem eco-mode yang akan berkontribusi dalam mengurangi konsumsi bahan bakar,” tambahnya.

Penerbangan Perdana Terus Tertunda, Inilah Airbus Racer, Helikopter Berkecepatan Tinggi

Dioptimalkan untuk kecepatan jelajah lebih dari 400 km per jam, Airbus Racer demonstrator bertujuan untuk mencapai trade-off terbaik antara kecepatan, efisiensi biaya, dan kinerja misi. Racer juga menargetkan pengurangan konsumsi bahan bakar sekitar 20%, dibandingkan helikopter generasi saat ini di kelas yang sama, berkat optimalisasi aerodinamis dan sistem propulsi eco-mode yang inovatif.

Dikembangkan dengan Mesin Helikopter Safran, sistem eco-mode listrik hibrida memungkinkan salah satu dari dua mesin Aneto-1X dihentikan sementara saat dalam penerbangan jelajah, sehingga berkontribusi terhadap pengurangan emisi CO2. Racer juga bertujuan untuk menunjukkan bagaimana arsitektur khususnya dapat berkontribusi dalam menurunkan jejak akustik operasionalnya.

Airbus Racer dibangun berdasarkan konfigurasi aerodinamis yang divalidasi oleh demonstran teknologi Airbus Helicopters X3 yang, pada tahun 2013, memecahkan rekor kecepatan dan melampaui batas kecepatan helikopter dengan mencapai 472 km per jam. Meskipun tujuan dari X3 adalah untuk memvalidasi arsitektur majemuk, menggabungkan sayap tetap untuk gaya angkat yang hemat energi, rotor lateral untuk propulsi hemat energi, dan rotor utama yang memberikan kapasitas penerbangan VTOL yang hemat energi, Racer bertujuan untuk membawa formula majemuk lebih dekat. ke konfigurasi operasional dan untuk menawarkan peningkatan kemampuan untuk misi tertentu yang mana kecepatan tinggi dapat menjadi keuntungan nyata.

Airbus Helicopters Siapkan Suksesor Helikopter Terlaris H125, Bertenaga Listrik?

Kenapa Hari Pilot Internasional Dirayakan Setiap Tanggal 26 April? Begini Sejarahnya

Hari Pilot Sedunia (World Pilotsʼ Day) atau disebut juga Hari Pilot Internasional (International Pilots’ Day) diperingat setiap tanggal 26 April. Namun, kenapa harus setiap tanggal 26 April? Bagaimana sejarahnya?

Baca juga: Hari Ini, 97 Tahun Lalu, Penerbangan Pesawat Pertama di Turki Sukses Dilakukan

Meskipun cikal bakal penerbangan dimulai sudah sejak lama sampai memasuki penerbangan modern datang, Hari Pilot Internasional baru dirayakan untuk pertama kalinya pada tahun 2014. Meski begitu, penetapan tanggal 26 April bukanlah sebuah kebetulan.

Dilansir Aerotime Aero, usulan Hari Pilot Internasional jatuh pada tanggal 26 April datang dari Asosiasi Pilot Maskapai Turki (TALPA). Di tanggal tersebut, Mehmet Fesa Evrensev, memulai peranan pentingnya dalam pengembangan dunia penerbangan Turki di awal tahun 1910-an.

Di tanggal tersebut, Mehmet Fesa Evrensev sukses menjalani penerbangan perdana. Hanya saja tak disebutkan penerbangan tersebut menggunakan pesawat apa.

Menurut media lokal Turki, Fesan Evrensev adalah pilot militer Turki pertama yang ambil bagian dalam sejumlah misi penerbangan militer selama Perang Balkan pada tahun 1912 dan 1913.

Pada tahun 1933, sekitar 20 tahun setelah penerbangan pertamanya, Fesa Evrensev diangkat sebagai Direktur Jenderal organisasi transportasi udara pertama Turki, Airlines State Operations Administration, yag menjadi cikal bakal lahirnya maskapai nasional negara, Turkish Airlines.

Pada tahun 1944, Fesa Evrensev menjadi bagian dari Asosiasi Penerbangan Turki (TAA), dimana ia menduduki sejumlah posisi manajerial selama karirnya.

Gaung perayaan Hari Pilot Internasional pada tanggal 26 April semakin kencang usai berdirinya Federasi Internasional Asosiasi Pilot Maskapai ( IFALPA) pada tahun 1948 untuk menggabungkan berbagai asosiasi pilot menjadi satu. Saat ini, IFALPA mewakili sekitar 140 ribu asosiasi pilot sedunia.

Setelah berdiri, pada tahun 2013, IFALPA mulai menjaring berbagai masukan dari banyak negara di dunia untuk menetapkan Hari Pilot Internasional.

Ketika itu, banyak masukan datang. Namun, karena TALPA sudah mempunyai perayaan Hari Pilot sendiri untuk mengenang jasa-jasa Mehmet Fesa Evrensev, di samping itu IFALPA juga melihat tanggal dan ketokohan Mehmet Fesa Evrensev sangatlah luar biasa, akhirnya tanggal penerbangan perdananya atau pada tanggal 26 April ditetapkan menjadi Hari Pilot Internasional.

Baca juga: Spesial Hari Pilot Sedunia, Kepala Pelatihan Airbus A350 Cerita Repotnya Transisi Pilot Boeing ke Airbus

Di tahun berikutnya, pada tanggal 26 April 2014, Hari Pilot Internasional dirayakan untuk pertama kalinya oleh asosiasi pilot di seluruh dunia.

Pada tanggal 26 April 2022 ini, perayanaan Hari Pilot Internasional memasuki tahun ke sembilan. Meski masih dalam situasi pandemi, namun, masa depan pilot mulai kembali cerah seiring meningkatnya traffic penerbangan di seluruh dunia.

Pemerintah Kanada ‘Izinkan’ Airbus Gunakan Bahan Titanium dari Rusia

Kanada telah memberikan pengecualian kepada Airbus untuk mengizinkannya menggunakan titanium dari Rusia dalam produksinya, setelah menjadi pemerintah Barat pertama yang melarang pasokan logam strategis tersebut dalam paket tindakan terbarunya yang dipicu oleh perang di Ukraina.

Baca juga: Jadi Elemen Kunci pada Struktur Pesawat, Inilah Beberapa Bagian Burung Besi yang ‘Butuh’ Titanium

Langkah ini memberikan fleksibilitas bagi Airbus di fasilitas produksinya di Kanada dan diharapkan dapat menghilangkan kekhawatiran bahwa operasi intinya dapat terdampak dengan secara efektif melarang impor jet buatan Eropa ke Kanada, yang sangat bergantung pada titanium ringan.

“Airbus mengetahui pemerintah Kanada menjatuhkan sanksi terhadap Rusia dan telah memperoleh otorisasi yang diperlukan untuk mengamankan operasi Airbus sesuai dengan sanksi yang berlaku,” kata Airbus Kanada menanggapi pertanyaan Reuters. Pemerintah Kanada tidak menguraikan lebih lanjut mengenai persetujuan tersebut atau mengatakan berapa lama persetujuan tersebut akan berlaku. Pemerintah Kanada tidak menanggapi permintaan komentar.

Industri penerbangan sangat bergantung pada titanium karena logam ini memiliki sifat yang sangat menguntungkan untuk aplikasi penerbangan. Titanium memiliki kekuatan yang tinggi namun ringan, tahan terhadap korosi, dan tahan terhadap suhu tinggi. Sifat-sifat ini membuatnya ideal untuk digunakan dalam pembuatan pesawat, mesin jet, dan komponen-komponen penting lainnya.

Dan Rusia adalah salah satu produsen utama titanium dunia, dengan cadangan besar dan teknologi produksi yang maju. Ketergantungan industri penerbangan terhadap pasokan titanium dari Rusia terutama disebabkan oleh kualitas tinggi dan ketersediaan yang relatif baik dari negara tersebut.

Namun, ketergantungan yang terlalu besar pada pasokan titanium dari satu negara, terutama dari Rusia, dapat menjadi risiko bagi industri penerbangan. Konflik geopolitik, perubahan kebijakan ekspor, atau masalah lainnya dapat mengganggu pasokan, yang dapat berdampak negatif pada produksi pesawat dan industri penerbangan secara keseluruhan. Oleh karena itu, upaya terus dilakukan untuk diversifikasi sumber pasokan titanium dalam industri penerbangan.

Sebagian Besar Dipasok Rusia, Inil Alasan Titanium Sangat Dibutuhkan Industri Dirgantara