Khusus ke Pulau Jeju, Bertandang ke Korea Selatan Memang Tak Perlu Visa

Jika Anda ingin bertandang ke Korea Selatan (Korsel), selain bekal budget yang cukup, setidaknya diperlukan kocek tambahan di luar tiket pesawat, yakni biaya pembuatan visa, dimana untuk jenis single visa untuk masa waktu 90 hari tarif pembuatannya adalah Rp560.000. Dan seperti pembuatan visa di negara-negara lain, biaya visa tidak dapat dikembalikan bila nantinya visa ditolak oleh Kedutaan Besar Korsel. Namun ternyata ada cara lain untuk menyambangi Negeri Ginseng tersebut dengan cara bebas visa, kok bisa? Tentu ada syarat dan ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Visa on Arrival, Bisa Berdampak Pada Risiko Keamanan di Dalam Negeri

Korsel ternyata memang memberi akses bebas visa untuk WNI, namun ini bukan untuk mendarat di Seoul, melainkan khusus untuk kedatangan dan kepergian dari Pulau Jeju. Artinya dengan status bebas visa, setelah Anda tiba di Jeju, maka tak bisa sekonyong-konyong berlayar menuju Seoul. Kebijakan ini dikeluarkan Pemerintah Korsel tentu ada maksudnya, yakni guna mengenalkan obyek wisata di Jeju yang konon masuk ke dalam tujuh keajaiban baru di dunia.

Sebagai gambaran, Jeju adalah pulau terbesar di Korsel yang terletak di sebelah selatan semenanjung Korea. Pulau Jeju merupakan satu-satunya provinsi di Korsel yang memiliki otonomi khusus. Pulau ini terbentuk akibat aktivitas gunung vulkanik 2 juta tahun lalu. Ditengah Pulau Jeju terdapat Hallasan (Gunung Halla) yang merupakan gunung tertinggi di Korea. Berbeda dengan cuaca di kawasan semenanjung, Pulau Jeju memiliki cuaca hangat sepanjang tahun dan pada musim dingin jarang turun salju, sehingga tanaman–tanaman subtropis dapat tumbuh di pulau yang ekok ini.

Landskap seperti Tebing Jusangjeolli adalah satu tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Pulau Jeju.Tebing Jusangjeolli sendiri merupakan ikon pariwisata Jeju berupa tebing di pinggiran laut yang terbentuk dari larva gunung berapi. Struktur tebing yang bertumpuk-tumpuk membuatnya unik dan memiliki pemandangan laut lepas.

Menuju ke Jeju
Meski menjadi target jalan-jalan para pelancong dari Indonesia, sayangnya hingga kini belum ada peberbangan langsung dari Indonesia ke Jeju. Namun turis dari Indonesia bisa masuk ke Jeju lewat negara-negara yang menyediakan penerbangan ke Jeju. Jika sedari awal Anda sudah niat tanpa visa, maka pilihannya adalah masuk lewat jalur Hong Kong, yang memang bisa diakses dari Indonesia tanpa visa.

Tebing Jusangjeolli

Dengan penerbangan dari Hongkong ke Pulau Jeju tersebut turis Indonesia bisa mendapatkan bebas visa selama 30 hari. Sementara penerbangan dari Hong Kong ke Pulau Jeju saat ini dilayani oleh maskapai Cathay Dragon dan Jeju Air. Cathay Dragon yang bagian dari Cathay Pacific Airlines melayani rute Hongkong-Pulau Jeju sebanyak empat kali dalam seminggu.

Cara lain adalah terbang ke Pulau Jeju melalui Bangkok dengan transit di Shanghai. Maskapai yang melayani penerbangan Bangkok ke Pulau Jeju adalah China Eastern Airlines. Ada banyak maskapai penerbangan yang melayani rute Jakarta-Bangkok, atau Jakarta-Hongkong.

Resminya Otoritas di Pulau Jeju menerapkan bebas visa untuk 187 negara termasuk Indonesia. Bagi Anda yang murni tanpa visa, akses masuk ke Jeju bisa lewat Hong Kong dan Bangkok, Thailand, dimana wisatawan Indonesia yang mengunjungi kedua kawasan tersebut memang berstatus bebas visa.

Baca juga: Asuransi Perjalanan, Antara “Wajib” (Untuk Urus Visa) dan Beragam Manfaatnya

Selain kunjungan ke Jeju Island, WNI masih bisa mendapatkan bebas visa untuk tujuan transit dan wisata di Korea Selatan asalkan memenuhi beberapa syarat, yakni:

– Berlaku untuk WNI yang memiliki visa (terkecuali Japan Group Visa) atau izin masuk kembali untuk negara Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Australia, atau Selandia Baru (5 negara) dan bepergian ke salah satu dari negara-negara itu melalui Korsel.

– Berlaku untuk WNI yang bepergian dari salah satu dari lima negara yang disebutkan di atas, yang tujuan akhirnya bukanlah Korsel.

– Untuk mendapatkan bebas visa ini, WNI juga harus memiliki tiket pesawat yang sudah terkonfirmasi dengan jadwal keberangkatan dalam waktu 30 hari setelah memasuki Korsel. Di samping itu WNI yang boleh mendapatkan bebas visa adalah mereka yang tidak memiliki catatan tindak pidana dalam 5 negara yang disebutkan di atas.

Punya Keterampilan dan Berkontribusi, Enam Negara Maju ini Ramah Bagi Para Imigran

Walau sama-sama berharap dapat menetap dan menjadi warga negara, namun imigran berbeda dengan pengungsi. Dengan berbagai latar dan alasan, seperti peluang karir, ekonomi dan kepentingan keluarga, tak sedikit orang untuk memutuskan menjadi imigran. Tapi faktanya tidak semua negara membuka pintu bagi para imigran, ada kalanya dipelukan jalan berliku dan syarat ketat untuk menjadi seorang imigran.

Baca juga: “The Dream Country”, Inilah Enam Negara yang Ramah Terhadap Pengungsi

Persepsi terhadap ramahnya suatu negara terhadap imigran asing sejatinya dapat bervariasi antar individu. Namun, ada beberapa negara yang dikenal karena kebijakan dan penerimaan positif terhadap imigran. Beberapa negara yang sering dianggap ramah terhadap imigran asing meliputi:

1. Kanada
Kanada sering diakui sebagai salah satu negara paling ramah terhadap imigran di dunia. Program imigrasi Kanada berfokus pada penerimaan imigran berdasarkan keterampilan, usia, dan kontribusi potensial terhadap ekonomi.

2. Australia
Meski keras menolak kedatangan pengungsi, namun Australia memiliki sejarah penerimaan imigran yang panjang dan memiliki program imigrasi yang beragam. Negara ini mendorong imigran yang memiliki keterampilan yang diperlukan dan berkontribusi positif terhadap masyarakat.

3. Swedia
Swedia terkenal dengan kebijakan inklusifnya dan memiliki sejarah menerima imigran dengan baik. Negara ini memberikan perhatian khusus pada integrasi imigran ke dalam masyarakat.

4. Selandia Baru
Selandia Baru memiliki program imigrasi yang mengutamakan keahlian dan kontribusi positif terhadap perekonomian. Negara ini juga dikenal dengan keramahan penduduknya terhadap imigran.

5. Jerman
Jerman telah menjadi tujuan populer bagi imigran, terutama karena kebijakan imigrasi yang proaktif dan tata kelola ekonominya yang kuat.

6. Norwegia
Norwegia memiliki kebijakan imigrasi yang terfokus pada keahlian dan pendidikan. Negara ini juga mempunyai komitmen pada integrasi dan keberlanjutan lingkungan.

Profil Jeff Bezos, ‘Keturunan’ Imigran Kuba yang Sukses di AS Bersama Amazon.com

Penting untuk diingat bahwa kebijakan dan pandangan terhadap imigrasi dapat berubah seiring waktu dan tergantung pada kondisi politik dan sosial di suatu negara. Selain itu, pengalaman individual imigran dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti keahlian, latar belakang pendidikan, dan tujuan imigrasi mereka.

“The Dream Country”, Inilah Enam Negara yang Ramah Terhadap Pengungsi

Masalah pengungsi Rohingnya dari Bangladesh dan Myanmar kini tengah mendapat perhatian serius, terlebih setelah adanya penolakan dari warga lokal di Aceh. Namun masalah pada negara tujuan pengungsi kerap terjadi di beberapa wilayah, sebut saja arus pengungsi yang mencoba memasuki Benua Eropa, kemudian pengungsi perahu asal Vietnam yang di masa lalu berusaha mencapai Australia.

Baca juga: Ditelantarkan Setahun di Bandara Soekarno-Hatta, Pengungsi Suriah ini Telah Sukses di Selandia Baru

Nah, negara yang ramah terhadap pengungsi biasanya memiliki kebijakan dan inisiatif khusus untuk menyambut dan melindungi orang-orang yang mengungsi akibat konflik, perang, atau kekerasan di negara asal mereka.

Berbeda dengan imigran yang dapat pindah ke negara tertentu dengan berbagai motif, pengungsi adalah orang yang terpaksa meninggalkan negara asal mereka untuk mencari perlindungan internasional. Berikut ini adalah beberapa negara yang dikenal ramah terhadap pengungsi dan memiliki kebijakan yang inklusif.

1. Kanada
Kanada memiliki tradisi panjang dalam menyambut pengungsi dan mengoperasikan program pengungsi yang besar. Program ini berfokus pada reunifikasi keluarga, penempatan khusus untuk kelompok yang rentan, dan dukungan penuh dalam integrasi mereka ke dalam masyarakat. Dalam konteks saat ini, Kanada telah menawarkan warga Gaza Palestina untuk mengungsi (sementara) ke Kanada.

2. Jerman
Jerman telah berkomitmen untuk menyambut pengungsi, terutama selama krisis pengungsi di Eropa. Negara ini menyediakan tempat perlindungan, akses ke pendidikan, dan dukungan integrasi untuk pengungsi yang datang.

3. Swedia
Swedia adalah salah satu negara yang memiliki kebijakan inklusif terhadap pengungsi. Mereka menawarkan akses ke layanan kesehatan, pendidikan, dan dukungan untuk integrasi.

4. Norwegia
Norwegia memiliki kebijakan pengungsi yang inklusif dan berkomitmen untuk memberikan perlindungan kepada mereka yang membutuhkannya. Mereka juga menempatkan pentingnya pada integrasi pengungsi ke dalam masyarakat.

5. Selandia Baru
Selandia Baru memiliki tradisi menyambut pengungsi dan telah menjalankan program pengungsi yang mencakup dukungan integrasi dan pembentukan masyarakat baru.

6. Kepulauan Kanary
Meskipun merupakan wilayah dari Spanyol, Kepulauan Kanary (Canary Islands) terkenal karena upaya penyambutannya terhadap pengungsi, terutama mereka yang tiba melalui perjalanan laut.

Kasus Bayi Lahir dalam Penerbangan Internasional, Bagaimana Status Warga Negaranya?

Penting untuk diingat bahwa tingkat penerimaan dan pendekatan terhadap pengungsi dapat bervariasi antar negara dan tergantung pada banyak faktor, termasuk kondisi politik, ekonomi, dan sosial setiap negara. Sejumlah negara bekerja sama dengan badan-badan internasional seperti UNHCR (Badan Pengungsi PBB) untuk mencari solusi bagi pengungsi dan mematuhi kewajiban hak asasi manusia.

Kereta Cepat Whoosh Sukses Cetak 1 Juta Penumpang Dalam 2 Bulan, KCIC Ungkap Rahasianya

Kereta Cepat Pertama di Indonesia dan Asia Tenggara, Whoosh berhasil mencapai tonggak penting dalam pelayanannya dengan mencapai 1 juta penumpang dalam waktu dua bulan sejak beroperasi resmi.

Baca juga: Dua Bulan Beroperasi, Satu Juta Orang Telah Gunakan Kereta Cepat Whoosh

Di balik keberhasilan itu, Manager Corporate Communication PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Emir Monti, mengungkap sedikitnya ada tiga kunci utama capaian tersebut.

Pertama adalah kolaborasi pemerintah, pemegang saham, dan KCIC yang apik serta ditangani oleh orang-orang yang tepat.

Kedua, produk yang memang sudah terbukti bagus, dalam hal ini mulai dari sarana sampai prasarananya.

Ketiga adalah komunikasi publik yang baik terkait layanan Whoosh. Sejak resmi dibuka untuk publik, PT KCIC memang gencar melakukan berbagai sosialisasi ke semua kalangan merasakan kecanggihan kereta cepat Whoosh, berikut pelayanan dan turunannya.

“Meski banyak yang pesimis, tapi Whoosh bisa sukses menurutku karena dikawal pembangunannya oleh orang-orang yang tepat di KCIC, pemegang saham, dan pemerintah; produk yang memang sudah terbukti bagus; komunikasi publik yang baik terkait layanan Whoosh,” jelasnya melalui akun X @EmirMonti.

Lebih lanjut, ia juga menyinggung terkait sejarah peluncuran kereta cepat Shinkansen yang saat ini menjadi ikon kereta cepat dunia. Begitu juga sejarah kereta cepat di Cina. Ketika Shinkansen diluncurkan pada tahun 1964, masyarakat menolak dan terjadi cost overrun, sama halnya seperti yang terjadi di Indonesia.

Di tahun 2008, Cina meluncurkan Gaotie. Berkat konsistensinya, dalam tempo 15 tahun, jalurnya sudah 40.000 km di 2023.

Sejak mulai beroperasi secara komersial pada 17 Oktober 2023, Kereta Cepat Whoosh kini sudah melayani 1.028.216 penumpang hingga 25 Desember 2023 dalam kurun waktu 2 bulan beroperasi.

Adapun jumlah penumpang tertinggi yang dilayani dalam satu hari pada perjalanan kereta Whoosh telah mencapai hingga 21.500 penumpang per hari termasuk pada moment libur akhir tahun yang sedang berlangsung saat ini.

Direktur Utama PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi menyebut pencapaian ini menunjukkan tingginya permintaan masyarakat akan transportasi umum yang modern dan andal di Indonesia dengan efisiensi waktu tempuh dan kenyamanan.

“KCIC berterima kasih kepada seluruh penumpang Whoosh dan ini menjadi salah satu motivasi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat,” ujar Dwiyana.

Baca juga: Tiket Kereta Cepat Whoosh Naik, KAI Harap Penumpang KA Argo Parahyangan Meningkat

Berdasarkan survey, 48 persen penumpang Kereta Cepat Whoosh sebelumnya merupakan pengguna mobil pribadi. Artinya kehadiran Whoosh berhasil untuk membantu program pemerintah dalam mengalihkan masyarakat dari transportasi pribadi ke transportasi umum yang lebih aman dan ramah lingkungan.

“Dengan tersedianya fasilitas yang baik dan layanan yang efisien, masyarakat semakin memilih transportasi umum seperti Whoosh, sehingga berkontribusi terhadap berkurangnya ketergantungan pada mobil pribadi,” ujar Dwiyana.

 

 

VascoPillow, Solusi Bantal Nyaman Untuk Perjalanan Lancar Tanpa Pegal

Perjalanan jauh terkadang membuat para pelancong tak sadar dengan kondisi diri, bahkan saat akan tidur sambil duduk. Posisi seperti ini biasanya akan membuat kelelahan dan mungkin saja pegal di bagian leher dan bahu. Untuk meredakan sakit atau menghilangkan pegal setiap pelancong sering membawa bantal untuk senderan atau penahan punggung dikala pegal mendera. Kali ini, Vasco menghadirkan bantal leher yang bisa membuat pelancong nyaman dengan mode tambahan yakni pijatan dan pemanasan.

Baca juga: Ini Yang Harus Dilakukan Kala Sakit Punggung Mendera di Perjalanan Jarak Jauh

VascoPillow atau bantal Vasco bisa membantu pelancong menikmati perjalanan tanpa rasa lelah terutama di bagian leher dan pundak. Sebab bantal ini berisi busa memori dan bantal ini mampu membuat kenyamanan dalam perjalanan atau sebagai sandaran para pelancong.

VascoPillow selama sebulan ini melakukan kampanye dan telah menarik banyak perhatian dari orang-orang yang ingin merasakan kelegaan selama perjalanan. “Bepergian bisa tidak nyaman, apalagi jarak yang ditempuh jauh dan harus bertahan dalam posisi yang sama selama berjam-jam baik itu dengan mobil, kereta maupun pesawat terbang. Tidak ada yang lebih mengecewakan daripada di tempat kerja atau tujuan liburan impian Anda dengan stres, lelah hingga jengkel,” ujar juru bicara Vasco.

Mereka mengatakan, VascoPillow menjadi sebuah revolusioner dimana sebuah bantal yang direkayasa untuk menghilangkan kelelahan dan rasa sakit sehingga biasa dirasakan para pelancong selama perjalanan. Desain busa memori milik VascoPillow sudah dipatenkan.

Untuk menggunakan bantal ini, biasanya pelancong disarankan agar leher dan punggung bisa tetap sejajar. Hal ini untuk mencegah tulang belakang Anda saling bergesekkan. Pihak Vasco mengklaim bantal milik mereka bisa membantu mengurangi nyeri leher, bahu dan punggung yang disebabkan karena tulang-tulang punggung yang saling bergereskkan satu dengan yang lain.

Baca juga: Lakukan Olahraga Selama Perjalanan, Hindari Keram dan Bantu Bakar Kalori

Dalam komponennya, bantal pijat dari Vasco ini tidak menggunakan getaran melainkan pola pijat ritmis yang dimaksudkan untuk meniru pijatan dalam jaringan. Selain itu juga ditambahkan terapi panas dan membantu para pelancong beristirahat beberapa jam di dalam pesawat, kereta api atau mobil. VascoPillow saat ditawarkan di situs Kickstarter, bantal pijat ini dibandrol dengan harga $29 dan akan mulai dijual pada Mei 2018 mendatang.

Proses Imigrasi Makin Cepat, Kini Total Ada 69 Unit Autogate di Bandara Soekarno-Hatta

Menyusul beroperasinya 24 unit autogate Imigrasi pada 2 Oktober 2023, maka ada kabar terbaru di penghujung tahun ini bahwa total 52 unit autogate (smart gate) di kedatangan dan 17 di keberangkatan internasional Terminal 3 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) telah selesai terpasang. Alat tersebut sudah dilengkapi dengan sensor camera face recognition yg mana tidak perlu lagi menggunakan sidik jari.

Baca juga: Agar Proses Imigrasi Lebih Cepat, Yuk Manfaatkan Autogate di Bandara Soekarno-Hatta

Informasi di atas disampaikan Silmy Karim, Direktur Jenderal Imigrasi Republik Indonesia, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham) lewat akun X pada 27 Desember 2023. Berbeda dengan unit sebelumnya, autogate baru ini menggabungkan teknologi pengenalan wajah (face recognition) dan Border Control Management (BCM) sehingga penumpang tidak perlu lagi merekam sidik jari.

Silmy menyebut bahwa Bandara Ngurah Rai sedang dalam proses pemasangan. “Kami pun sedang menyiapkan teknologi pemeriksaan Imigrasi tanpa Paspor. Harapan kami pelayanan semakin baik, cepat, dan mudah. Terimakasih atas kepercayaan dan dukungan dalam kami melakukan transformasi di Ditjen Imigrasi,” ujar Silmy Karim.

Dengan face recognition, diperkirakan pemeriksaan keimigrasian berlangsung hanya 15-25 detik bagi setiap pelintas. Artinya, kapasitas pelayanan pelintas per harinya juga meningkat. Silmy menyebutkan, pengalaman pengguna (user experience) adalah hal yang sangat penting. Oleh karenanya, dukungan peralatan yang sophisticated akan menambah pengalaman dari para pelintas. Ia menegaskan, warga negara asing juga dapat menggunakan autogate tersebut.

Autogate dapat digunakan oleh WNI pemegang paspor biasa dan e-paspor yang berusia di atas 14 tahun. Untuk dapat menikmati kemudahan pemeriksaan keimigrasian melalui unit autogate, simak cara penggunaan autogate berikut ini:

1. Siapkan paspor anda (jika menggunakan cover paspor, harap dilepas terlebih dahulu untuk memudahkan proses pemindaian paspor);
2. Letakkan halaman biodata paspor pada mesin scanner;
3. Tunggu hingga proses scanning selesai dan pintu masuk autogate terbuka;
4. Silahkan masuk dan berdiri pada titik yang telah ditentukan di autogate;
5. Lakukan verifikasi biometrik sesuai petunjuk pada layar autogate (proses autentifikasi terdiri atas pemindaian sidik jari dan wajah);
6. Silahkan tunggu hingga proses verifikasi selesai dan pintu keluar autogate terbuka;
7. Setelah semua proses selesai, Anda dapat melanjutkan perjalanan;

Baca juga: Bandara Changi Resmikan Layanan Automated Immigration Gate

Penggunaan autogate tidak akan meninggalkan cap pada paspor Anda, namun data perlintasan sudah tersimpan melalui sistem keimigrasian. Pemeriksaan keimigrasian melalui autogate diklaim lebih praktis, mudah dan cepat. Estimasi pemeriksaan hanya berkisar 15-25 detik per penumpang (jika penumpang mengikuti cara penggunaan autogate dengan benar).

Buka Penerbangan Vietnam – Hong Kong, Vietjet Terima Pesawat Ke-102 Airbus A321neo

Setelah menyambut kedatangan armada pesawat ke-101 pada November lalu, kini Vietjet menyambut pesawat Airbus A321neo ACF terkini sebagai pesawat ke-102. Pesawat A321neo ACF, dengan livery bendera nasional Vietnam, tiba di Bandara Internasional Tan Son Nhat pada 22 Desember 2023.

Baca juga: Vietjet Terima Pesawat ke-101 di Ho Chi Minh City, Airbus A321neo

Dengan bertambahnya armada pesawat, Vietjet akan segera mengoperasikan pesawat baru ini untuk melayani penumpang pada berbagai rute di Vietnam dan destinasi internasional. Seiring dengan kedatangan pesawat ke-102, Vietjet turut memperkenalkan rute internasional baru yang menghubungkan Hanoi, ibu kota Vietnam, dengan Hong Kong.

Dimulainya rute penerbangan Hanoi-Hong Kong akan dilakukan pada 24 Desember dalam memperingati hari ulang tahun sekaligus penerbangan perdana Vietjet di tahun 2011.

Layanan penerbangan Hanoi – Hong Kong akan beroperasi tiga kali seminggu, setiap Senin, Rabu, dan Jumat, yang bertujuan meningkatkan jaringan penerbangan Vietnam – Hong Kong Vietjet menjadi empat layanan langsung. Rute Ho Chi Minh City – Hong Kong, Da Nang – Hong Kong, dan Phu Quoc – Hong Kong akan ditingkatkan menjadi layanan harian mulai Februari.

Baca juga: Bandara Internasional Hong Kong Rayakan HUT ke-25, Bagikan 80.000 Tiket Pesawat Gratis

Vietjet menjadi maskapai penerbangan pertama di dunia yang mengoperasikan A321neo ACF 240 kursi sejak diperkenalkan pada tahun 2019. A321neo ACF membantu mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 20%, emisi kebisingan hingga 75%, dan emisi lingkungan hingga 50%.

Libur Nataru, Penumpang Padati LRT Jabodebek

KAI mencatat jumlah pengguna LRT Jabodebek meningkat hingga 33 persen pada masa libur Natal. Pada periode tersebut (23 – 26 Desember) rata-rata harian pengguna mencapai angka 29.971, sedangkan pada akhir pekan pada bulan Desember, rata-rata hariannya 22.523 pengguna. Secara total, selama masa libur Natal, LRT Jabodebek telah melayani 119.883 pengguna.

Baca juga: Gegara Promo Tarif, LRT Jabodebek Kebanjiran Penumpang

“KAI mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pengguna yang telah memilih LRT Jabodebek sebagai moda transportasi ketika periode libur Natal tahun ini,” kata Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono. KAI juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan semua stakeholders yang berperan serta menciptakan perjalanan LRT Jabodebek yang aman, lancar dan terkendali.

Mahendro menambahkan, LRT Jabodebek berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima kepada para pengguna jasa pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2024. Terlebih, dengan adanya penambahan perjalanan dan waktu operasional menjelang akhir tahun nanti.

LRT Jabodebek pun telah mengambil langkah-langkah komprehensif guna meningkatkan kehandalan operasionalnya. Untuk menjamin kelancaran perjalanan, LRT Jabodebek telah memperkuat personelnya dengan mengerahkan petugas tambahan baik petugas frontliner maupun keamanan di stasiun-stasiun, sebagai antisipasi meningkatnya jumlah pengguna selama periode liburan.

Kehadiran petugas tersebut bertujuan untuk membantu para pengguna jasa dan menjaga kelancaran perjalanan. LRT Jabodebek juga berkoordinasi dengan pihak eksternal mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, dan tokoh masyarakat setempat untuk memperkuat keamanan di area stasiun.

Selain itu, LRT juga memprioritaskan peningkatan fasilitas di stasiun, mengingat pentingnya kenyamanan dan kemudahan pengguna. Peningkatan fasilitas ini berupa penambahan jumlah kipas penyejuk di concourse dan platform, penambahan tempat parkir sepeda, serta tempat naik turun sepeda di sepanjang tangga stasiun.

Sebagai komitmen untuk menjaga standar layanan terbaik, LRT Jabodebek juga telah melakukan pemeliharaan ekstra. Prosedur pemeliharaan yang ketat telah diterapkan untuk memastikan sarana LRT dapat beroperasi optimal, dengan mengutamakan keselamatan dan keandalan bagi pengguna.

Baca juga: Sambut Nataru 2024, Promo Tarif Baru LRT Jabodebek Jadi Rp3 – 10 Ribu, Headway 7-15 Menit

“Khusus periode libur Natal dan Tahun Baru LRT Jabodebek mengerahkan posko petugas perawatan sarana yang siaga 24 jam serta menyiapkan alat evakuasi antisipasi situasi darurat,” ujar Mahendro.

KAI berharap dengan semakin handal dan konsistennya pelayanan LRT Jabodebek, dapat memenuhi harapan serta mengakomodir kebutuhan masyarakat akan moda transportasi yang aman, tepat waktu, dan dapat diandalkan. KAI juga berharap dengan semakin meningkatnya jumlah pengguna transportasi umum khususnya LRT Jabodebek dapat mengurangi masalah kemacetan dan polusi udara.

[Video] Balon Udara Terbang Hanya Beberapa Meter dari Mesin Boeing 737 MAX 8 di Brasil

Apa yang bakalan terjadi tak bisa dibayangkan bila sebuah balon udara terhisap ke mesin jet pesawat, seperti halnya ancaman pada bird strike, mesin pesawat bisa mengalami kerusakan, atau yang lebih ngeri mesin pesawat mati di udara akibat benda asing. Dan insiden tersebut nyaris terjadi pada penerbangan GOL Linhas Aereas, maskapai asal Brasil.

Baca juga: Balon Udara, Teror Si Bulat Warna-Warni Untuk Dunia Aviasi

Dalam rekaman video, sebuah pesawat GOL Boeing 737 MAX 8 terbang hanya beberapa meter dari balon udara tak berawak. Boeing 737 MAX (reg. PS-GPL) melakukan penerbangan #G31837 dari Porto Alegre (POA) ke Rio De Janeiro (GIG), Brasil pada 17 Desember 2023.

Saat mendekati Rio De Janeiro, pesawat itu mendekati balon udara yang membawa spanduk. Balon tersebut berada pada ketinggian yang sama saat penumpang melihatnya melalui jendela kiri.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Paula Scheid (@pcscheid)

Pilot melaporkan kejadian tersebut ke ATC dan pesawat mendarat dengan selamat beberapa menit kemudian. Ini bukan pertama kalinya kejadian seperti ini terjadi di Brasil. Pada Juli 2023, pilot melakukan kontak visual dengan balon besar yang membawa bendera Brasil di ketinggian hampir 35.000 kaki (setara 10.668 meter).

Tiga SPBU Pertamina Tawarkan Pesona Pemandangan Alam, “Antre BBM Jadi Betah”

Selain fungsi utamanya sebagai tempat pengisian bahan bakar, SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar) kini fungsi tambahan yang cukup menarik, yakni sebagai lokasi persinggahan atau transit yang menawarkan sajian kuliner sampai lokasi untuk beristirahat untuk melepas penat. Lantaran berada di lintasan jalur yang ramai dan strategis, ada beberapa SPBU yang terkenal karena menawarkan latar atau pemandangan alam yang indah.

Baca juga: 5 SPBU di Dunia yang Unik dan Menarik Perhatian. Jangan Lupa Mampir!

Berikut kami sarikan tiga SPBU (kesemuanya SPBU Pertamina) dengan pemandangan alam indah yang viral dan menjadi buruan para pelancong, menjadikan aktivitas antre BBM menjadi betah dilakukan di SPBU ini.

1. SPBU di Wonosobo, Jawa Tengah
Persisnya lokasi SPBU ini berada di Siyono, Bojasari, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. SPBU ini memiliki pemandangan berupa pegunungan hijau yang diselingi oleh kabut putih yang semakin menambah aura sejuknya.

Tak hanya itu, terdapat hamparan sawah yang hijau nan asri serta pepohonan hijau yang rindang. Pemandangan indah ini sudah pasti akan membuat warga yang antri bensin betah berlama-lama.

2. SPBU di Gedambaan, Pulau Laut Utara, Kota Baru, Kalimantan Selatan
Pemandangan menakjubkan tampak dari depan SPBU ini. Ombak tampak terhempas perlahan ke pesisir pasir berwarna kuning segaris cakrawala tampak menjuntai di ujung langit pada SPBU yang terletak persis di pinggir pantai.

Ada yang mengatakan ‘ini namanya ngantri with a view’, hingga mengaku rela mengantri lama-lama di SPBU ini. Gedambaan merupakan salah satu pantai yang terletak di ujung utara Kota Baru, Kalimantan Selatan.

Baca juga: SPBU Muri, Rest Area dengan Berbagai Fasilitas Plus

3. SPBU di Lembata, Nusa Tenggara Timur
Semilir angin laut mengiringi senja yang semakin memerah sore itu. Gugusan pulau-pulau kecil di Laut Flores menyembul di titik-titik sempurna, menambah eksotis samudera biru di depan mata. Gagah jajaran pegunungan mengitari Teluk Balauring turut memendarkan kebersahajaan alam dalam pandangan mata.

Semburat senja sempurna itu terlihat dari SPBU di Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini. Menghadap langsung ke Laut Flores, di atas bukit tepat di atas Teluk Balauring, dari SPBU tersebut terlihat jelas Desa Balauring yang menjadi ibukota kecamatan berada di ujung wilayah yang menjorok ke laut, memamerkan wajah khas kampung nelayan berhiaskan puluhan kapal terapung di atas lautan.