Airbus Uji Sistem Kendali Penerbangan pada Prototipe eVTOL CityAirbus NextGen

FlightLab demonstrator dari Airbus Helicopters, telah berhasil menguji sistem kontrol penerbangan listrik dalam persiapan antarmuka mesin manusia – human machine interface (HMI) baru yang akan melengkapi CityAirbus NextGen, prototipe eVTOL Airbus. Tonggak sejarah ini mewakili langkah penting menuju generasi baru pesawat mobilitas udara perkotaan bertenaga listrik.

Baca juga: Airbus Gandeng MAGicALL, Kembangkan Motor Listrik Taksi Udara eVTOL CityAirbus NextGen

Kontrol pilot telah disederhanakan berkat bantuan piloting yang ditingkatkan yang disediakan oleh sistem kontrol penerbangan listrik. Menandai yang pertama dalam industri helikopter, satu tongkat pilot menggantikan tiga kontrol pilot konvensional (siklik, pedal, kolektif) dan mampu mengendalikan semua sumbu pesawat. Dengan menggunakan tongkat tunggal, pilot mampu melakukan semua manuver: lepas landas & mendarat, pendakian, penurunan, akselerasi, perlambatan, belokan, dan pendekatan.

Tongkat tunggal memakan lebih sedikit ruang, menawarkan peningkatan visibilitas kepada pilot dan dikombinasikan dengan HMI revisi yang menggunakan tampilan sederhana, memberikan pilihan informasi yang secara khusus disesuaikan dengan eVTOL.

“Sejak awal, kami merancang sistem ini dengan mempertimbangkan setiap parameter sertifikasi karena ini akan menjadi langkah maju yang besar dalam memvalidasi desain eVTOL mobilitas udara perkotaan kami, CityAirbus NextGen. Keuntungan dari sistem kendali penerbangan listrik sangat besar, terutama dalam hal mengurangi beban kerja pilot dan pada akhirnya meningkatkan keselamatan misi. Ini juga merupakan contoh bagus tentang bagaimana para demonstran kami terbiasa mematangkan teknologi yang diperlukan untuk mempersiapkan masa depan penerbangan vertikal,” kata Tomasz Krysisnki, Kepala Riset & Inovasi di Airbus Helicopters.

Setelah keberhasilan kampanye uji terbang, Airbus Helicopters berupaya menyelesaikan rincian sistem baru ini sebelum pengujian baru dilakukan dalam kerangka Vertex, sebuah proyek yang dilakukan dalam kemitraan dengan Airbus UpNext yang akan memajukan otonomi lebih jauh lagi dengan mengelola navigasi dan menyederhanakan persiapan misi.

Baca juga: CityAirbus, Prototipe Taksi Drone Lansiran Airbus, Mengudara di Akhir Tahun Depan

Airbus telah menjadi salah satu pionir dalam mengeksplorasi bagaimana propulsi listrik dapat membantu mendorong pengembangan kendaraan udara jenis baru. Pada bulan September 2021, perusahaan meluncurkan prototipe eVTOL yang sepenuhnya listrik, CityAirbus NextGen. Airbus sedang mengembangkan solusi mobilitas udara canggih dengan eVTOL, tidak hanya untuk menawarkan layanan mobilitas baru, namun juga sebagai langkah penting dalam misinya untuk mengurangi emisi dalam penerbangan di seluruh rangkaian produknya.

Perubahan Iklim Berdampak Serius pada Keselamatan Penerbangan? Cek Faktanya

Perubahan iklim hampir dialami di seluruh dunia, saat sebagian besar wilayah Indonesia terpapar panas ekstrem akibat super El Nino, maka di belahan negara lain, justru ada yang mengalami hujan badai. Pun begitu dengan wilayah-wilayah lain di dunia, perubahan iklim membuat cuaca tidak lazim serta musim yang bergeser.

Baca juga: 100 Bandara Bakal Tenggelam Gegara Perubahan Iklim, Mayoritas Asia

Dalan aspek penerbangan, perubahan iklim dapat memiliki dampak yang signifikan pada keselamatan penerbangan. Berikut beberapa poin dari perubahan iklim yang langsung berdampak pada jasa dan layanan penerbangan pada umumnya. :

1.Cuaca yang Ekstrem
Perubahan iklim dapat menyebabkan cuaca yang lebih ekstrem, termasuk badai, angin kencang, hujan deras, dan kondisi cuaca buruk lainnya. Ini dapat mengakibatkan peningkatan gangguan dan tantangan dalam operasi penerbangan. Pesawat dan awak kabin harus menghadapi kondisi cuaca yang lebih berbahaya, yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

2. Turbulensi Udara
Pemanasan global dapat mempengaruhi pola aliran udara di atmosfer, yang dapat menghasilkan turbulensi udara yang lebih intens dan tidak terduga. Turbulensi dapat mengganggu penerbangan, menyebabkan cedera pada penumpang dan awak kabin, serta kerusakan pesawat.

3. Kenaikan Permukaan Air Laut
Perubahan iklim dapat menyebabkan kenaikan permukaan air laut, yang dapat mengancam bandara dan fasilitas penerbangan yang terletak di dekat pantai. Banjir akibat naiknya permukaan air laut dapat merusak landasan pacu, bangunan, dan peralatan di bandara. Tak sedikit, lokasi bandara berada di wilayah pesisir, umumnya desain bandara di dekat pantai, terkait dengan aspek keselamatan bila terjadi pendaratan darurat.

4. Panas Ekstrem
Suhu udara yang sangat tinggi dapat memengaruhi kinerja pesawat. Pada suhu yang sangat panas, pesawat mungkin memerlukan landasan pacu yang lebih panjang untuk lepas landas, atau mereka mungkin harus mengurangi beban penumpang dan kargo. Panas ekstrem juga dapat memengaruhi kinerja mesin pesawat.

5. Asap Kebakaran Hutan
Perubahan iklim juga telah menyebabkan peningkatan kejadian kebakaran hutan yang parah di beberapa wilayah. Asap dari kebakaran hutan ini dapat mengurangi jarak pandang dan memengaruhi keselamatan penerbangan, terutama pada saat lepas landas dan mendarat.

6. Kebijakan Pengurangan Emisi
Untuk mengurangi dampak perubahan iklim, pemerintah dan organisasi penerbangan telah memperkenalkan kebijakan dan aturan yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dari penerbangan. Ini termasuk langkah-langkah seperti pemotongan emisi mesin pesawat dan peningkatan efisiensi bahan bakar. Meskipun ini adalah langkah positif dalam mengurangi dampak perubahan iklim, kebijakan ini juga dapat memengaruhi operasi penerbangan dan biaya.

Baca juga: Pesawat Lepas Landas dalam Kondisi Suhu Tinggi, Ternyata Bikin Maskapai Merugi

Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama, dan maskapai penerbangan serta otoritas penerbangan terus memantau perubahan iklim dan kondisi cuaca yang terkait. Mereka juga mengambil tindakan untuk memitigasi risiko dan menjaga keselamatan penerbangan selama kondisi cuaca ekstrem.

Dibalik Kemewahan Kereta Compartment Suites, Ada Dukungan KAI Services

PT KAI (Persero) hari Selasa (10/10) kemarin resmi meluncurkan Kereta Compartment Suites yang sarat dengan kemewahan, layaknya kursi first class di pesawat, seperti monitor LCD yang berisi train onboard infotainment system (di pesawat dikenal sebagai IFE) sampai layanan yang memanjakan penumpang -kolaborasi dengan KAI Services- dengan adanya call button. Dengan men-klik tombol tersebut, pramugara (prama)/pramugari (prami) akan mendatangi penumpang dan memberikan pelayanan.

Baca juga: Sederet Inovasi KAI 2023: Lin Lingkar Jabar-Jateng dan Jatim-Jateng Sampai Kereta Luxury Gen 3

Diketahui, Kereta Compartment Suites PT KAI dilengkapi dengan berbagai fasilitas dalam satu ruangan yang dapat diisi hanya untuk satu penumpang. Selain fasilitas ruang pribadi, kursi kereta kelas ini dapat direbahkan hingga 180 derajat secara otomatis.

Kursi dengan fasilitas kenyamanan tersebut dihadirkan untuk menambah pengalaman menyenangkan dan kenyamanan serta memberikan ruang privasi lebih kepada para penumpang di Kereta Compartment Suites.

Di samping kursi juga terdapat pula monitor LCD yang berisi train onboard infotainment system yang dapat digunakan pelanggan untuk mengisi waktu luang selama perjalanan. Tidak ketinggalan, Kereta Compartment Suite juga dilengkapi dengan toilet mewah yang dilengkapi dengan teknologi automatic sensor. Antara lain keran otomatis dan tombol pilihan di closet.

Kereta Compartment Suites diisi dengan 16 kompartemen yang dapat memberikan privasi lebih kepada penumpang sepanjang perjalanan. Setiap kompartemen dilengkapi dengan kursi canggih yang dapat dioperasikan secara digital. Kursi dan fasilitas kompartemen ini bisa dikustomisasi oleh para penumpang sesuai kebutuhan. Mulai dari mengatur pencahayaan, level pendingin udara, hingga posisi duduk semuanya dapat disesuaikan dengan keinginan penumpang.

Selain itu, fasilitas kompartemen ini juga dilengkapi dengan call button yang dapat digunakan penumpang yang memerlukan bantuan kepada prama dan prami KAI Services yang sedang bertugas. Tidak hanya itu, prama dan prami KAI Services juga memberikan pelayanan dengan beberapa fasilitas yang mendukung kenyamanan penumpang seperti bantal, selimut, headset serta hot towel.

KAI Services juga memberikan pelayanan yang memanjakan penumpang dengan fasilitas makan dengan menu appetizermain course, dan dessert yang menghadirkan beragam menu yang bisa dipilih penumpang. Tidak hanya itu, KAI Services juga memanjakan penumpang dengan menyediakan aneka pilihan minuman yang memberikan kesegaran saat dalam perjalanan.

Penumpang Kereta Compartment Suites juga dapat memilih menu-menu makanan Asian, tradisional Food, dan Western. Selain itu,  penumpang Kereta Compartment Suite juga akan mendapatkan welcome drink dan amenities seperti handuk hangat.

KAI Services juga menjamin kebersihan didalam Kereta Compartment Suites dengan memberikan pelayanan petugas cleaning yang terdiri dari beberapa bagian tugas yakni Kebersihan kereta meliputi Cuci Kereta dan On Train Cleaning (OTC).

Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan, KAI Services mendukung kehadiran Kereta Compartment Suite dengan memberikan pelayanan terbaik dari sisi pelayanan prama dan prami, makanan, minuman, hingga tenaga petugas kebersihan. Semua dukungan ini diberikan demi kenyamanan yang lebih untuk para penumpang kereta Compartment Suite.

Baca juga: KAI Services Beri Dukungan Tenaga Kebersihan Kereta Cepat Whoosh

“Kereta Compartment Suites dihadirkan untuk memberikan kenyamanan serta privasi yang lebih kepada para penumpang, untuk itu kami di KAI Services mendukung dengan menghadirkan pengalaman terbaik kepada penumpang,” ujarnya.

Kereta Compartment Suites yang resmi diluncurkan pada Selasa (10/10) pada  tahap awal akan beroperasi di rangkaian KA Bima dan Argo Semeru relasi Stasiun Gambir –  Stasiun Surabaya Gubeng dengan harga promo tiket Rp 1.950.000.

Bandara Internasional King Fahd, Bandara dengan Wilayah Terluas di Dunia

Predikat pada bandara ada beragam, dari mulai bandara terpadat sampai bandara terbesar. Mamun, jangan dilupakan ada predikat bandara dengan predikat terluas, yang dilihat dari total luas wilayah. Nah, tahukah dimana bandara terluas di dunia ini? Dengan geografi berupa dataran luas yang datar, negara-negara di Timur Tengah jelas punya keuntungan untuk mewujudkan bandara dengan luas super.

Baca juga: Berdasarkan Luas Lahan,10 Bandara Ini Jadi Yang Terbesar di Dunia

Bandara Internasional King Fahd (IATA: DMM, ICAO: OEDF) adalah bandara yang memiliki area seluas sekitar 780 kilometer persegi (sekitar 301 mil persegi), menjadikannya bandara terluas di dunia berdasarkan luas daratan yang dimiliki.

Bandara utama ini terletak di Dhahran, Provinsi Timur, Arab Saudi. Bandara ini diberi nama Raja Fahd untuk menghormati Raja Fahd bin Abdulaziz Al Saud, yang merupakan tokoh penting dalam sejarah Arab Saudi dan memegang berbagai posisi pemerintahan, termasuk Raja Arab Saudi dari tahun 1982 hingga 2005. Ia juga merupakan Raja Arab Saudi saat pembangunan bandara ini dimulai.

Gagasan untuk membangun bandara internasional di Dhahran muncul pada tahun 1970-an ketika pengembangan ekonomi dan industri di wilayah Timur Arab Saudi sedang berlangsung. Rencana ini segera mendapat dukungan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Bandara Internasional King Fahd dibuka secara resmi pada tahun 1999. Bandara ini dibangun untuk menggantikan Bandara Dhahran yang sebelumnya digunakan sebagai bandara utama di wilayah Timur.

Bandara King Fahd berfungsi sebagai hub penting bagi beberapa maskapai penerbangan, termasuk Saudia (Saudi Arabian Airlines), maskapai penerbangan nasional Arab Saudi. Ini adalah pusat utama bagi Saudia dan menyediakan koneksi ke berbagai tujuan domestik dan internasional.

Bandara ini terus mengalami perkembangan dan perluasan untuk mengakomodasi peningkatan lalu lintas udara dan meningkatkan fasilitas bagi penumpang. Pada tahun 2009, bandara ini meluncurkan Terminal 2 yang lebih besar untuk menangani jumlah penumpang yang semakin meningkat.

Bandara Internasional King Fahd (DMM) memiliki dua terminal penumpang utama:

Terminal 1 (T1) adalah terminal internasional utama di Bandara King Fahd. Ini melayani sebagian besar penerbangan internasional dan merupakan pintu gerbang bagi penumpang yang datang ke Arab Saudi dari luar negeri. T

Terminal 2 (T2) adalah terminal domestik dan regional yang lebih baru. Dibuka pada tahun 2009, terminal ini dirancang untuk menangani jumlah penumpang yang semakin meningkat, terutama pada rute-rute domestik dan regional.

Baca juga: Inilah Sejumlah Fakta Unik dari Flag Carrier Arab Saudi, Saudi Arabian Airlines!

Kapasitas penumpang Bandara Internasional King Fahd (DMM) adalah salah satu yang terbesar di wilayah Timur Tengah. Pada tahun 2019, Bandara King Fahd mencatat lebih dari 11,5 juta penumpang.

Namun, bandara ini memiliki kapasitas yang cukup besar dan dapat menangani lebih banyak penumpang dalam satu tahun. Kapasitas ini mencakup layanan penerbangan domestik dan internasional, yang melibatkan berbagai maskapai dan tujuan.

Tuntas Uji Coba Sustainable Aviation Fuel, Garuda Indonesia Jajaki Gunakan Energi Terbarukan pada Penerbangan Komersial

Garuda Indonesia berkolaborasi bersama Pertamina serta didukung penuh oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM RI, Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan RI, serta Tim Peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil merampungkan rangkaian uji coba bioavtur yang termasuk dalam klasifikasi Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis bahan bakar nabati yang memiliki kandungan minyak inti kelapa sawit (J2.4) pada pesawat penerbangan komersial.

Baca juga: Garuda Indonesia Uji Coba Penggunaan Bioavtur di Pesawat Boeing 737-800NG

Rampungnya rangkaian uji coba bioavtur J2.4 tersebut ditandai dengan diselesaikannya uji terbang pada armada Garuda Indonesia B737-800NG PK -GFX dengan mesin pesawat CFM56-7B melalui uji coba penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno Hatta yang kemudian dilanjutkan menuju Area Pelabuhan Ratu Airspace pada Rabu (4/10). Sebelumnya dihari yang sama, uji coba bioavtur J2.4 tersebut juga telah melalui serangkaian prosedur Engine Ground Run Test dengan menggunakan armada yang sama di Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia.

Uji coba tersebut melengkapi uji statis yang telah dilaksanakan pada akhir bulan Juli lalu dengan menggunakan komponen mesin pesawat CFM56-7B. Melalui berbagai rangkaian uji coba tersebut, Tim Peneliti PT LAPI ITB bersama stakeholder terkait menyampaikan hasil yang positif bahwa SAF dengan jenis Bioavtur J2.4 pada tipe pesawat Boeing 737-800 menunjukkan respon pesawat baik dan terkendali. Dengan hasil baik ini Garuda Indonesia bersama sama dengan Pertamina siap melanjutkan sinergi BUMN ini ke tahap selanjutnya yaitu rencana penggunaan SAF dalam penerbangan komersial Garuda Indonesia.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyampaikan bahwa dirampungkannya uji coba penggunaan bioavtur J2.4 ini merupakan bagian dari komitmen serta upaya berkelanjutan Garuda Indonesia Group dalam mendukung berbagai inisiatif dekarbonisasi yang salah satunya dilaksanakan melalui penjajakan penggunaan SAF pada penerbangan Garuda Indonesia.

“Ini adalah milestone yang sudah kita tunggu-tunggu. Hal ini tentunya menjadi optimisme tersendiri bagi langkah kita bersama untuk merealisasikan mimpi besar kita mewujudkan green energy pada ekosistem aviasi Indonesia untuk mendukung komitmen Indonesia dalam mencapai net zero emission yang diproyeksi dapat terealisasi pada tahun 2060 mendatang,” kata Irfan menambahkan.

“Setelah melewati seluruh rangkaian uji penggunaan SAF, kiranya ke depannya misi kita bersama untuk menorehkan sejarah baru dalam industri aviasi nasional dapat terealisasi melalui langkah penerapan SAF pada penerbangan komersial Indonesia. Kami memahami dalam mewujudkan komitmen pengelolaan green energy khususnya dalam ekosistem aviasi tidak dapat tercapai tanpa adanya dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak. Karena itu, dalam kesempatan ini kami juga ingin memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah mewujudkan langkah awal dalam penerapan energi terbarukan pada penerbangan Garuda Indonesia”, jelas Irfan.

“Dengan hasil tersebut, selanjutnya Garuda Indonesia siap untuk menjajaki penggunaan SAF tersebut pada lini penerbangan komersial. Tentunya kesiapan tersebut akan diselaraskan dengan kajian implementasi SAF secara komprehensif atas kesiapan sektor korporasi dalam mengadaptasi penggunaan energi terbarukan ini khususnya pada lini penerbangan komersial. Ini merupakan langkah awal yang kiranya dapat menjadi misi berkelanjutan bagi ekosistem aviasi untuk bergerak semakin adaptif dalam menghadirkan kontribusi bagi keberlangsungan lingkungan hidup”, tutup Irfan.

Baca juga: Airbus Bergabung di “Act For Sky”, dukung SAF Produksi Lokal

Dirampungkannya uji terbang ini dengan penggunaan energi terbarukan ini merupakan bagian dari penyusunan SAF roadmap dengan kolaborasi antara Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Tim Peneliti ITB, Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) dan stakeholder terkait lainnya.

Masih Gratis Sampai 16 Oktober, Begini Cara Pesan Tiket dan Jadwal Perjalanan Kereta Cepat Whoosh

Kereta cepat Whoosh masih gratis sampai 16 Oktober sejak pertama kali beroperasi secara resmi. Melalui Whoosh Experience Program tahap pertama, yang berlangsung sejak 3-7 Oktober 2023 berjalan sukses dan dinikmati ribuan masyarakat, PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) melanjutkan Whoosh Experience Program kedua 8-10 Oktober lalu dan tahap ketiga, dimana perjalanan Kereta Cepat Whoosh gratis untuk keberangkatan 11-16 Oktober 2023. Pendaftaran akan dibuka paling lambat pada 10 Oktober 2023.

Baca juga: Puas Kualitas KCJB Usai Jajal Bareng Luhut, Cina Siap Garap Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Ada pengalaman baru yang KCIC tawarkan di Whoosh Experience Program kali ini. Masyarakat kini melakukan registrasi melalui website ticket.kcic.co.id dan akan mendapatkan QR Code.

Sebelum melakukan pemesanan, calon penumpang diharuskan untuk membuat akun terlebih dahulu. Dengan menggunakan website ticket.kcic.co.id penumpang dapat memilih rute satu arah maupun dua arah langsung, memilih tempat duduk, serta pemesanan hingga lima penumpang.

Untuk memudahkan penumpang saat check in, penumpang dapat langsung menunjukkan QR Code yang dikirimkan ke email setelah transaksi. Tidak perlu lagi repot-repot menukarkan kode booking ke loket. QR Code tersebut dapat langsung digunakan untuk boarding mulai 30 menit sebelum jadwal keberangkatan.

Selama masa Whoosh Experience Program calon penumpang masih tidak akan dikenakan biaya. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan masyarakat terhadap layanan Kereta Cepat Whoosh sesuai aturan dan skema pelayanan ke depannya.

KCIC melakukan beberapa perbaikan untuk periode ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan kehadiran website baru dan QR Code diharapkan masyarakat bisa dengan mudah mengakses Kereta Cepat Whoosh.

Pada Whoosh Experience Program kali ini terdapat 8 perjalanan Whoosh setiap harinya yang dapat dipilih oleh penumpang melalui web yaitu:
a. Halim – Padalarang
b. Halim – Tegalluar
c. Padalarang – Halim
d. Tegalluar – Halim

Khusus untuk perjalanan dari dan ke Stasiun Padalarang, terdapat KA Feeder Kereta Cepat yang dapat digunakan oleh penumpang secara cuma-cuma untuk menuju Stasiun Bandung.

Baca juga: Enam Hal ini Jadi Pembeda Antara Rel Kereta Cepat dan Rel Kereta Konvensional

Seluruh masyarakat yang akan mendaftar melalui jalur online dihimbau untuk lebih teliti dalam memasukkan alamat email, mengecek jadwal perjalanan yang dipesan, dan datang lebih awal karena boarding gate akan ditutup 5 menit sebelum keberangkatan.

KCIC akan terus melakukan evaluasi selama masa promosi ini. Sehingga nantinya pelayanan dari Kereta Cepat Whoosh akan semakin baik dan dapat memudahkan masyarakat yang aktif dan membutuhkan kecepatan konektivitas.

Inilah Rekomendasi Penginapan Nyaman Saat Menyaksikan MotoGP di Mandalika

Pertamina Grand Prix Indonesia akan kembali digelar di Sirkuit Internasional Mandalika pada tanggal 13 hingga 15 Oktober 2023. Tahun ini menandakan tahun kedua gelaran ajang balapan MotoGP Mandalika diadakan di tengah indahnya suasana alam tropis Mandalika, Lombok.

Baca juga: Dulunya Bus Sekolah, Kini Bus Tingkat ini Jadi Penginapan Mewah

Selagi berada di Lombok untuk MotoGP, manfaatkan waktu untuk berlibur dan mengunjungi berbagai destinasi wisata terdekat. Mulai dari menyaksikan senja di Bukit Merese, mengenal lebih jauh budaya lokal di Desa Sasak Ende, hingga mencicipi jajanan di sekitar Kuta, ada banyak pilihan yang dapat dieksplor di Mandalika. Beragam aktivitas yang ada tentunya membuat pengalaman pergi ke Lombok tidak hanya untuk menyaksikan MotoGP saja, tapi juga memberikan memori yang tak terlupakan.

Menghitung hari yang makin dekat menuju MotoGP, tak heran bahwa banyak penginapan sekitar Mandalika yang hampir penuh dipesan para pengunjung. Namun jangan khawatir, karena Airbnb mempunyai beberapa pilihan penginapan yang nyaman, dekat dengan sirkuit, dan juga cocok untuk berbagai macam pengunjung!

Dos Palmas Villa, Pujut, Nusa Tenggara

Villa ini mempunyai area yang cukup luas bagi para pengunjung yang bepergian secara berkelompok saat MotoGP Mandalika nanti. Dilengkapi dengan arsitektur klasik dan juga kolam renang yang besar, Villa Dos Palmas adalah tempat menginap yang tepat untuk bersenang-senang bersama teman maupun keluarga. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat berjalan-jalan ke restoran, spa, dan studio yoga yang letaknya tidak jauh dari villa.

Mariposa Villa, Pujut, West Nusa Tenggara

Terletak di jantung kota Kuta, Mariposa Villa merupakan penginapan dengan tiga kamar tidur yang memiliki banyak area terbuka dan kolam renang pribadi yang dikelilingi hamparan kebun menyejukkan. Penginapan ini sangat cocok untuk menikmati waktu yang berkualitas bersama dengan keluarga, terutama setelah menghabiskan hari menonton pertandingan MotoGP. Tidak perlu khawatir jika Anda juga ingin pergi ke pantai, karena jaraknya hanya lima belas menit dari villa.

Villa Mahai, Pujut, West Nusa Tenggara

Masuk ke dalam komunitas Niyama Villas, Villa Mahai adalah tempat yang sempurna untuk menikmati akhir pekan bersama teman-teman. Dilengkapi dengan tiga kamar tidur, kolam renang pribadi, dan dapur dengan alat masak yang lengkap, kenyamanan villa ini membuat pengunjung seakan sedang tinggal di rumah, meskipun nyatanya sedang jauh dari rumah. Lokasinya yang strategis memudahkan pengunjung untuk menikmati berbagai kegiatan di area sekitar, mulai dari berjalan-jalan di Kuta hingga menikmati pagi yang tenang sambil yoga.

Nanti Villa, Pujut, West Nusa Tenggara

Setelah berakhir pekan menikmati MotoGP, habiskan waktu bersantai dan menikmati indahnya pemandangan Lombok dari atas bukit, hanya dengan membuka pintu kamar tidur. Villa bambu ini menawarkan pengalaman tak terlupakan di tengah pesona alam Lombok, lengkap dengan kenyamanan selama menginap. Tidak hanya itu, desain arsitekturnya yang unik juga membuat penginapan ini cocok bagi para turis yang ingin membagikan momen berlibur ini ke media sosial.

Bungalow in the Jungle, Kuta, Central Lombok

Jika pengunjung ingin berpetualang di Lombok, mungkin bisa mempertimbangkan untuk singgah ke penginapan ini untuk beberapa hari, sebelum mengemas barang-barang kembali ke rumah. Bungalow ini terletak di daerah yang jauh dari kerumunan, namun tetap dekat dengan restoran lokal dan pantai. Rasakan keindahan alam lengkap dengan suara hewan dan ombak pada siang hari, dan dilanjutkan dengan pemandangan langit penuh bintang pada malam hari.

Catat, Begini Cara Temukan Barang Tertinggal-Hilang di Stasiun-Kereta LRT Jabodebek

Seiring tingginya traffic penumpang LRT Jabodebek, petugas di stasiun dan kereta mulai banyak menemukan barang hilang atau tertinggal. Kendati petugas mengamankan barang tersebut, dari sisi penumpang, tak jarang justru bingung cara menemukan atau mendapatkannya kembali. Padahal, cara menemukan barang hilang atau tertinggal di stasiun dan kereta LRT Jabodebek sangat mudah.

Baca juga: Mulai 16 September Keberangkatan Terakhir Pukul 20.00, Berikut Jadwal LRT Jabodebek Terbaru

Sejak beroperasinya LRT Jabodebek pada 28 Agustus 2023, minat masyarakat untuk menggunakan LRT Jabodebek cukup tinggi. Terhitung sejak 28 Agustus s.d 8 Oktober 2023 LRT Jabodebek telah melayani 1.861.088 pengguna jasa.

Tingginya jumlah pengguna jasa yang menggunakan LRT Jabodebek berdampak pada terdapatnya sejumlah barang penumpang yang tertinggal baik di Stasiun maupun di dalam kereta dan berhasil diamankan petugas.

Tercatat mulai awal beroperasi hingga awal Oktober, petugas LRT Jabodebek berhasil mengamankan ratusan barang penumpang yang tertinggal di kereta maupun stasiun. Barang yang ditemukan diantaranya KTP, handphone, STNK, emas, kunci sepeda motor, tas, tempat makanan, jaket dll.

LRT Jabodebek berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan termasuk menyiapkan petugas yang siap untuk mengamankan dan memastikan barang penumpang tertinggal hingga dapat dikembalikan kepada pemiliknya.

Manager Public Relations LRT Jabodebek Kuswardoyo menyampaikan bahwa barang bawaan merupakan tanggung jawab penumpang, namun untuk memberikan layanan terbaik, petugas di kereta maupun stasiun akan selalu berupaya membantu mengamankan barang tertinggal yang masih ada di atas kereta maupun stasiun.

Petugas LRT Jabodebek selalu melakukan pemeriksaan secara berkala pada area-area kereta maupun di stasiun untuk memastikan tidak ada barang penumpang yang tertinggal. Selain itu petugas di kereta maupun di stasiun juga mengingatkan kepada penumpang untuk menjaga barang bawaanya agar tidak tertinggal maupun berpindah tangan kepada orang lain.

“Bagi para penumpang yang merasa kehilangan atau tertinggal barang di dalam kereta atau di lingkungan stasiun, dapat melaporkan kepada petugas yang ada di kereta, maupun petugas yang ada di stasiun,” ujarnya.

Untuk penumpang yang sudah tidak berada di area kereta dan stasiun, lanjut Kuswardoyo, cara menemukan atau mendapatkan barang yang hilang atau tertinggal dapat melaporkan melalui Contact Center KAI melalui telepon di 121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.

Apabila ada laporan dari penumpang mengenai barang bawaan tertinggal, petugas LRT Jabodebek akan melakukan koordinasi dan pencarian, jika dapat ditemukan saat itu juga maka langsung diserahkan kembali kepada pelapor dengan proses pelapor menunjukan kartu identitas dan verifikasi kepemilikan barang.

Baca juga: Barang Bawaan Tertinggal Saat Naik KRL, Kini Tak Perlu khawatir Lagi

Jika barang belum bisa ditemukan, akan dilakukan konfirmasi melalui telepon kepada pelapor terkait perkembangan penanganannya, jika diketemukan maka untuk proses penyerahan pelanggan wajib menunjukkan kartu identitas dan proses verifikasi kepemilikan barang.

“LRT Jabodebek menghimbau kepada pengguna jasa LRT Jabodebek untuk selalu memperhatikan barang bawaan ketika melakukan perjalanan, baik di dalam kereta maupun di stasiun,” tutupnya.

Mengenal Palestinian Airlines, Maskapai Nasional Sekaligus Simbol Kemerdekaan Palestina

Meski status Palestina sebagai sebuah negara belum diakui oleh PBB, namun, upaya demi upaya terus dilakukan untuk mencapai kemerdekaan. Salah satunya mendirikan maskapai penerbangan nasional, Palestinian Airlines, untuk kebanggan dan kemandirian, di samping memperkuat ekonomi melalui arus kedatangan penumpang dan barang.

Baca juga: Yasser Arafat International Airport, Saksi Bisu Kekejaman Militer Israel

Hanya saja, sejak Intifada kedua Al-Aqsa pecah pada Oktober tahun 2000 silam, maskapai Palestinian Airlines, dilarang beroperasi oleh penjajah Zionis Israel. Sejak saat itu, masa depan maskapai yang berada di bawah kendali langsung otoritas Palestina ini menjadi suram.

Kendati sempat bangkit pada 2012 lalu, maskapai nasional Palestina akhirnya resmi bangkrut pada tahun 2020 lalu, menandakan akhir dari upaya kemerdekaan Palestina melalui jalan kemandirian transportasi udara.

Dilansir The Jerusalem Post, Palestinian Airlines didirikan oleh otoritas Palestina pada tahun 1995 dan mulai beroperasi dua tahun setelahnya atau pada tahun 1997. Ketika itu, Belanda memainkan peranan penting lewat sumbangan dua pesawat Fokker 50. Tak hanya itu, Saudi juga demikian. Melalui Pangeran Saudi Al-Waleed bin Talal Al Saud, Arab Saudi menghibahkan sebuah Boeing 727.

Sejak saat itu, warga Gaza pada khususnya dan Palestina pada umumnya mulai terhubung dengan dunia luar, didukung keberadaan Bandara Internasional Yasser Arafat di Gaza, Palestina. Sebelum maskapai dan bandara tersebut beroperasi, warga Palestina harus menempuh jarak sekitar 350 km terlebih dahulu ke Kairo untuk menikmati penerbangan.

Namun, pasca serangan brutal Israel untuk menekan gerakan Intifada, yang pada akhirnya turut membuat bandara tersebut porak-poranda, Palestinian Airlines memindahkan basis operasinya ke Bandara Internasional El Arish, 60 km dari Gaza di Rafah, perbatasan Mesir-Palestina, mulai Desember 2001.

Di sana, Palestinian Airlines terus beroperasi lewat dua pesawat turborop andalan, Fokker 50 sampai tahun 2005. Ketika itu, bisnis maskapai nasional Palestina ini terus menggeliat, ditandai dengan adanya 98 karyawan. Maskapai itu mengoperasikan penerbangan dua mingguan dari El Arish dan Marka Airbase ke Amman, Yordania, mengangkut jutaan penumpang setiap tahunnya. Maskapai juga melakoni penerbangan ke Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.

Kesuksesan tersebut bahkan sempat mendorong ekspansi rute ke Eropa, sekalipun itu tak pernah terjadi karena tekanan Israel. Namun demikian, Otoritas Palestina tetapi tidak diakui oleh Kementerian Penerbangan Sipil Mesir.

Baca juga: Hari Ini, 46 Tahun Lalu, TWA Flight 841 Dibom Pemuda Palestina Gegara Intel Israel

Setelah 25 tahun beroperasi atau sekitar akhir tahun 2020 lalu, Otoritas Palestina mengumumkan bahwa Palestinian Airlines stop operasi. Selain karena pandemi Covid-19, maskapai itu bangkrut juga karena perjanjian sewa guna usaha jangka panjang dengan Niger Airlines berakhir.

Seluruh karyawan yang berjumlah delapan orang pun di-PHK dan dua pesawat Fokker 50 hibah dari Pemerintah Belanda dijual. Selain itu, beberapa pesawat lainnya, seperti Boeing 727-100, -200, Bombardier Dash 8-300, dan Ilyushin Il-62 sudah lebih dahulu dijual.

Bermarkas di Bandara Ben Gurion, Inilah El Al, Maskapai Nasional Israel dengan Awak Kabin Wajib Berdinas Militer

Bila di artikel sebelum ini kami kupas tentang sejarah Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv, yang kondang sebagai bandara dengan pengamanan paling ketat di dunia, maka bandara yang menjadi simbol konflik Israel-Palestina ini juga berstatus sebagai markas dari El Al Israel Airlines, maskapai nasional Israel yang kini sebagian besar sahamnya berada di tangan swasta. Lantaran Israel adalah negeri yang sarat konflik di Timur Tengah, maka serba-serbi El Al jelas menarik untuk disimak.

Baca juga: Jadi Simbol Konflik Israel-Palestina, Inilah Sejarah Panjang Bandara Ben Gurion di Tel Aviv

Dari beberapa literasi, disebut El Al didirikan pada tahun 1948, tahun yang sama dengan berdirinya negara Yahudi itu. Maskapai ini didirikan oleh pemerintah Israel sebagai maskapai penerbangan nasional untuk menghubungkan Israel dengan dunia luar. Nama “El Al” sendiri diambil dari bahasa Ibrani dan berarti “ke atas” atau “menuju langit.”

Penerbangan pertama El Al terjadi pada tanggal 28 September 1948, ketika sebuah pesawat Dakota DC-4 milik maskapai ini terbang dari Bandara Ekron di Israel ke Bandara Internasional Croydon di London. Selama beberapa dekade pertama keberadaannya, El Al menghadapi beberapa tantangan yang unik. Karena embargo yang diberlakukan oleh negara-negara Arab terhadap Israel, maskapai ini sering harus terbang rute yang panjang dan rumit untuk mencapai destinasi-destinasi di seluruh dunia.

El Al dikenal memiliki sistem keamanan yang sangat ketat dan dikenal dengan tindakan-tindakan keamanan khusus yang diterapkan pada penerbangan mereka. Ini termasuk pemeriksaan intensif terhadap penumpang, perlengkapan pesawat dengan peralatan keamanan canggih, dan praktik keamanan lainnya.

Untuk armadanya, El Al mulai menggunakan pesawat jetliner pada tahun 1960-an dan menjadi salah satu maskapai penerbangan pertama yang mengoperasikan Boeing 707. El Al terus mengalami perkembangan dan modernisasi dalam armada dan layanan mereka. Maskapai ini mengoperasikan pesawat modern seperti Boeing 747, 777, dan 787 Dreamliner.

El Al mengoperasikan penerbangan ke banyak kota di seluruh dunia dan merupakan pintu gerbang utama bagi wisatawan yang datang ke Israel. Mereka juga mengoperasikan rute khusus ke destinasi di Amerika Utara, Eropa, Asia, dan Afrika. Untuk rute Asia Tenggara, El Al juga melayani penerbangan langsung Tel Aviv-Singapura.

Pada tahun 2003, El Al diubah dari maskapai pemerintah menjadi maskapai swasta setelah divestasi saham oleh pemerintah Israel. Meskipun demikian, maskapai ini tetap menjadi maskapai penerbangan nasional Israel.

Syarat Awak Kabin yang Ketat
El Al Israel Airlines memiliki syarat khusus yang diterapkan pada awak kabin mereka, yang mencerminkan perhatian khusus terhadap keamanan penerbangan dan karakteristik khusus dari maskapai ini. Beberapa syarat khusus yang diterapkan pada awak kabin El Al. Seperti awak kabin El Al harus memiliki kewarganegaraan Israel. Ini adalah salah satu langkah keamanan yang diterapkan oleh maskapai ini untuk memastikan keamanan penerbangan.

Baca juga: Bikin Heboh, Maskapai Nasional Israel El AL Ajukan Izin Layanan Penerbangan Haji 

Selain itu, kebanyakan awak kabin juga wajib berdinas militer sebagai bagian dari kewajiban wajib militer Israel. Awak kabin El Al harus melewati pelatihan yang ketat dalam bidang keamanan dan pelayanan penumpang. Mereka dilatih untuk mengatasi situasi darurat, seperti potensi ancaman teroris, dengan cepat dan efektif.