Setelah 20 Tahun, Singapore Airlines Siap Buka Kembali Penerbangan Langsung ke Brussel

Singapore Airlines (SIA) akan membuka rute penerbangan langsung antara Singapura dan Brussel, ibu kota Belgia, mulai tanggal 5 April 2024, menandakan kembalinya layanan SIA ke kota ini setelah lebih dari 20 tahun.

Baca juga: Singapore Airlines Luncurkan Layanan WiFi Gratis Tanpa Batas, Ini Syaratnya

SIA akan mengoperasikan empat penerbangan setiap minggu ke Brussel dengan pesawat jarak jauh Airbus A350-900, yang memiliki kapasitas 253 kursi dalam tiga kelas kabin yaitu 42 di Business Class, 24 di Premium Economy Class, dan 187 di Economy Class.

Bergantung pada persetujuan dari pihak regulator, penerbangan SQ304 akan berangkat dari Singapura menuju Brussel pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu pada pukul 23.55 (waktu setempat). Jadwal penerbangan rute sebaliknya dioperasikan dengan nomor penerbangan SQ303, akan berangkat dari Brussel menuju Singapura pada hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu pada pukul 12.10 (waktu setempat).

Dengan penambahan rute ke Brussel, jumlah destinasi di Eropa dalam jaringan SIA menjadi 13, yang mencerminkan komitmennya untuk meningkatkan konektivitas ke wilayah-wilayah penting bagi maskapai ini.

Selain sebagai ibu kota Belgia, Brussel juga merupakan rumah bagi Uni Eropa (UE) dan dijuluki sebagai ibu kota UE. Sekretariat Benelux dan markas besar Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) juga terletak di kota ini. Brussel merupakan kota terpadat di Belgia dengan produk domestik bruto (PDB) per kapita tertinggi. Lokasi geografis Brussel yang unik menjadikannya pusat yang ideal untuk lalu lintas kereta api, jalan raya, dan udara, sehingga kota ini dijuluki sebagai The Crossroads of Europe atau Persimpangan Eropa.

Baca juga: Berstastus Maskapai Terbaik Dunia, Singapore Airlines Ternyata Masih Operasikan Pesawat Tua

Tiket untuk penerbangan SIA ke Brussel tersedia secara bertahap melalui berbagai saluran distribusi SIA mulai tanggal 13 September 2023.

Kim Jong Un Sambangi Vladivostok (Rusia), Kereta Mewah Berlapis Baja Kembali Beraksi

Lantaran dihantui sabotase, pemimpun Korea Utara (Korsel) Kim Jong Un, memilih jalur kereta api saat melakukan lawatan ke luar negeri. Dengan melintasi wilayah Cina, maka kerera kepresidenan Korut bisa mendapatkan akses rute jarak jauh, selain menjangkau Asia Tenggara, juga dimungkinkan kereta Kim Jong Un untuk meladeni perjalanan ke Eropa.

Baca juga: Jembatan Tumangang – Jembatan Kereta Penghubung Antara Rusia dan Korea Utara

Yang terbaru, dalam rangka memenuhi undangan Presiden Rusia Vladimir Putin, Kim Jong Un mengandalkan kereta api menuju kota pelabuhan di Vladivostok. Dilansir BBC, Selasa (12/9/2023), Kim Jong Un menaiki kereta api lapis baja mewah ke Rusia. Kereta Kim Jong Un akan menempuh jarak sekitar 684 km dari Pyongyang ke Vladivostok..

Lokomotif akan bergerak lambat. Rangkaian kereta itu disebut terdiri dari gerbong yang konon mencakup restoran dengan sajian anggur Perancis berkualitas dan hidangan seperti anggur segar hingga lobster. Kereta api ini melaju dengan kecepatan sekitar 50 km per jam. Laju kereta tak begitu cepat karena perlindungan lapis baja yang kuat untuk melindungi Kim Jong Un.

Kereta Kenegaraan milik Kim Jong Un. Sumber: istimewa

Untuk melakukan perjalanannya, Kim Jong Il membagi tiga kelompok kereta, yang pertama berada di depan untuk memeriksa keamanan jalur kereta api. Kemudian kereta yang membawa pemimpin dengan perbedaan waktu tunda dengan kereta pertama 20 sampai 30 menit dan kereta terakhir berisi staf keamanan tambahan dan peralatan komunikasi.

Baca juga: Selain Kim Jong Un, Presiden Rusia Vladimir Putin Juga Kerap Gunakan Kereta Lapis Baja

Sebelum dilakukan perjalanan, area yang dilintasi sudah disterilkan 24 jam sebelum keberangkatan. Tak hanya Kim Jong Il yang senang menggunakan kereta, ayahnya juga Kim Il Sung menggunakan kereta selama perang Korea sebagai markas besarnya.

Biar Tidak Kecopetan, Yuk Kenali Ciri-Ciri Terduga Copet

Apa yang kerap di khawatirkan saat naik kendaraan umum? Sebagian orang mungkin menyebut bahwa takut akan aksi pencopetan. Karena tak mau apes terkena copet, maka kewaspadaan mutlak dikedepankan saat di moda angkutan umum. Tapi faktanya sekedar waspada belum dirasa cukup, akan lebih sempurna bila Anda mampu mengenali orang atau kelompok yang diduga kuat sebagai pencopet.

Baca juga: Ugal-ugalan dan Setel Musik Keras Kode Ada Pencopet di Bus AKAP?

Namun bukan perkara mudah untuk mengidentifikasi para terduga copet, termasuk juga tidak mudah mengenali pencopet dari tampangnya. Pasalnya perilaku dan wajah mereka pencopet bisa saja seperti korban atau tidak menunjukkan tanda-tanda seorang copet. Atau bisa dikata pencopet pada dasarnta ingin membaur dan tidak mencolok kehadirannya.

Berikut hasil investigasi KabarPenumpang.com untuk mengetahui lebih cepat ciri-ciri pencopet, khususnya pencopet yang kerap beroperasi di rangkaian KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line.

1. Gerakan tangan
Biasanya gerak gerik seorang pencopet memang susah dikenali, namun ada beberapa gerakan yang bisa dilihat yakni tangan si pencopet. Tangan pencopet akan mencari sasaran dan menyelinap di antara himptan-himpitan tubuh orang-orang baik yang akan menjadi korban atau tidak.

2. Lirikan mata
Paling mudah sebenarnya adalah melihat lirikan mata. Pencopet tidak akan melirik pada satu tujuan bila belum menemukan targetnya. Namun, bila target sudah ditemukan maka, si copet akan terus melihat ke arah target. Contohnya bila melihat tas terbuka atau dompet yang sedikit menyembul keluar dari saku, penglihatan copet ini seperti mata elang dan bisa dengan mudah melihat targetnya dengan jelas.

3. Posisi berdiri
Pencopet bila sudah mendapatkan target incarannnya, akan berdiri mendekati sang korban. Kemudian perlahan-lahan memepet korban dan langsung mengambil barang-barang korban seperti dompet ataupun ponsel.

4. Penampilan
Setiap copet pastinya tidak ingin diketahui dirinya copet. Kadang orang yang layaknya pekerja kantoran juga bisa menjadi seorang copet dan yang berpakaian kumal biasanya bukan. Namun, banyak yang berpersepsi seorang copet lebih ke berpakaian kumal. Bila Anda melihat yang kumal berarti copet benar-benar seperti bunglon. Selain itu tampang seroang copet juga tidak bisa dikenali dengan jelas. Karena mimik wajahnya sama dengan masyarakat biasanya yang sedang naik kendaraan umum.

Baca juga: Jurus Selamat Hindari Aksi Pencopetan di Moda Transportasi Massa

5. Gender
Jangan salah, seorang copet bukan hanya laki-laki, karena perempuan juga ada yang berprofesi sebagai copet.

Ada 13 Penerbangan Global dengan Angka Keramat 666, Salah Satunya di Rute Jakarta-Denpasar

Bagi sebagian kalangan, khususnya masyarakat yang hidup dalam budaya Barat, maka deretan angka 666 dianggap punya konotasi negatif. Angka ini terkait dengan keyakinan dan makna yang telah berkembang selama berabad-abad. Lantaran dianggap ‘menyeramkan’, maka menjadi pertanyaan, apakah dereta angka 666 digunakan dalam dunia penerbangan?

Baca juga: Lantaran Bisa Bawa Sial, Sejumlah Maskapai Hilangkan Sejumlah Nomor Bangku

Bagi maskapai penerbangan, penggunaan nomor yang tidak biasa atau khusus untuk penerbangan bisa menjadi hal yang menarik. Hal ini dapat berlaku untuk maskapai penerbangan tertentu, seperti maskapai yang tidak lagi menggunakan nomor setelah penerbangan terhenti.

Angka 666 inilah yang disebut dengan ‘bilangan binatang’. Deretan angka ini identik dengan iblis, antikristus, atau kejahatan pada umumnya. Bagi sebagian orang, angka ini diyakini memiliki arti menakut-nakuti mereka agar mengambil tindakan untuk mengubah keadaan. Tentu jarang maskapai penerbangan menggunakan nomor penerbangan 666, kalau pun ada sepertinya tidak banyak.

Menggunakan OAG untuk menganalisis seluruh jadwal dunia pada bulan September 2023, menunjukkan bahwa hanya 13 rute penumpang terjadwal yang memiliki nomor penerbangan 666. Anehnya, ada 13 rute – dan lagi-lagi angka 13 dikenal dengan rumor mistis.

Dikutip dari Simple Flying, pada bulan September 2023 terdapat 13 penerbangan yang menggunakan kode angka 666. Dan salah satunya ternyata digunakan oleh maskapai di Indonesia.

1. All Nippon Airlines NH666 – Nagasaki ke Tokyo Haneda (Boeing 787-8)
2. Citilink QG666 – Jakarta ke Denpasar-Bali (Aiebus A320ceo)
3. Ryanair FR666 – Dublin ke Birmingham (Boeing 737-800, 737 MAX 8 200)
4. EgyptAir MS666 – Jeddah ke Cairo (Airbus A330-200, A330-300, 737-800, A321, A321neo)
5. Royal Air Morocco AT666 – Tangier ke Paris Orly (Boeing 737-800)
6. Luxair LG666 – Malaga ke Luxembourg (Boeing 737-700, 737 MAX 8, 737-800)
7. China Southern CZ666 – Busan ke Shenyang (Airbus A320neo)
8. Scoot TR666 – Singapura ke Bangkok (Boeing 787-8, 787-9)
9. Volaris Y4666 – Mexico City ke Tuxtla Gutierrez (Airbus A320ceo, A320neo)
10. Himalaya Airlines H9666 – Beijing Daxing ke Kathmandu (Airbus A320ceo)
11. Iran Air IR666 – Kuwait ke Isfahan (Airbus A320ceo)
12. British Airways BA666 – London Heathrow ke Chania (Airbus A320ceo, A320neo)
13. Corendon XC666 – Bratislava ke Antalya (Boeing 737-800)

Tupolev “Concordski” T-114 – Jiplakan Concorde Yang Kalah Digdaya

Ketika mendengar kata pesawat penumpang supersonik, mungkin Concorde menjadi yang pertama muncul di benak Anda. Tapi Concorde bukanlah satu-satunya pesawat berkecepatan fantastis yang pernah menghiasi dunia kedirgantaraan. Pada 31 Desember 1968, sebuah perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan Rusia yang bermarkas di Moskow, Tupolev menerbangkan prototipe Tupolev Tu-144. Pesawat tersebut disinyalir sebagai seteru Concorde, walaupun kekurangan dari produk Rusia ini tidak bisa mengalahkan kejayaan rivalnya.

Baca Juga: Satu Dekade Lebih ‘Terlantar,’ The Last Concorde Akhirnya Huni Rumah Barunya

Sebagaimana dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, rivalitas antara Concorde dan Concordski (julukan Tupolev Tu-144) dimulai ketika masyarakat di bagian Bumi sebelah Barat mengklaim bahwa Concordski merupakan jiplakan dari Concorde, meskipun pesawat yang dirancang oleh Andrew Tupolev ini mengudara dua bulan lebih awal daripada Concorde. Mereka menilai bahwa Concordski tidak lebih cepat dari Concorde, kurang aman, jarak tempuhnya lebih pendek, dan lebih sulit dikendalikan.

Pernyataan masyarakat Barat tersebut pun terbukti. Di perhelatan Paris AirShow yang diadakan pada 3 Juni 1973, Concordski jatuh dan menewaskan 14 orang. Enam diantaranya merupakan awak pesawat dan sisanya adalah orang-orang yang tengah berada di daratan. Banyak spekulasi mencuat pasca jatuhnya pesawat dengan desain yang hampir sama dengan Concorde ini, dari mulai kapabilitas pesawat yang tidak mumpuni untuk melakukan sebuah manuver, hingga sang pilot yang melakukan manuver mengelak untuk menghindari pesawat lain yang tengah mengabadikan momen tersebut.

Lagi, setelah mereka membenahi kekurangan pada model sebelumnya, Tupolev Tu-144D kembali jatuh saat uji coba penerbangannya. Hingga periode 1983, Concordski tercatat hanya mengudara sebanyak 102 kali. Nyaris di ujung tanduk, kiprah Tupolev Tu-144 masih bisa diselamatkan setelah pesawat ini digunakan untuk melatih pilot dari pesawat ruang angkasa Buran, dibawah pengawasan program luar angkasa Soviet.

Ditambah lagi dengan Badan Antariksa Amerika, NASA, yang menggunakan pesawat ini sebagai objek penelitian pesawat supersonik. Dari situ, Tupolev Tu-144 masih bisa memperpanjang nafasnya sedikit.

Walaupun sistem kontrol, navigasi, mesin, rentang penerbangan, sistem pengereman dan kontrol mesin Tupolev Tu-144 tertinggal jauh di belakang Concorde, tapi sistem aerodinamika pesawat Soviet ini mengungguli kompetitornya tersebut.

Baca Juga: Suksesor Concorde ini Tetap Dihantui Bayangan Kelam Pendahulunya

Tu-144 mulai beroperasi pada 1975 sebagai pesawat kargo dan surat yang menghubungkan Moskow dan Alma Ata. Dua tahun berselang, layanan penerbangan penumpangnya mulai beroperasi di antara dua kota itu. Sayangnya, layanan penumpangnya ini hanya bertahan selama 7 bulan, terhitung sejak kecelakaan fatal yang akhirinya berbuntut pada penghentian pengoperasian Tupolev Tu-144. Setelah penerbangan komersial terakhir pada 1 Juni 1978, Tupolev Tu-144 yang masih tersisa disimpan dan sebagian lainnya didonasikan ke museum.

Terhitung sejak produksi pertamanya pada tahun 1968, Tupolev telah merancang sekitar 16 pesawat dengan beragam varian, seperti Tu-144, Tu-144D, Tu-144DA (Proyeksi perbaikan dari Tu-144D dengan kapasitas bahan bakar yang lebih besar), dan Tu-144LL.

Dari Kasus Kebakaran Mesin Airbus A320neo Air China, Inilah Beberapa Potensi Penyebabnya

Kepanikan sempat melanda Bandara Internasional Changi pada hari Minggu (10/9/2023), Airbus A320neo Air China mengalami kerusakan teknis yang menyebabkan mesin kiri terbakar. Video di media sosial memperlihatkan penumpang dan awak pesawat berhasil keluar menggunakan pintu darurat sementara asap hitam mengepul dari mesin yang masih menyala.

Baca juga: Ini Alasan Lampu Kabin Pesawat Dimatikan Saat Lepas Landas dan Mendarat

Penerbangan Air China CA403 dievakuasi sesaat mendarat di Singapura, yakni dengan salah satu mesin pesawat terbakar, yang menyebabkan penutupan Bandara Changi selama tiga jam pada hari Minggu. Foto lain yang diambil di dalam pesawat menunjukkan kabin gelap dan lorong diselimuti asap. CA403 sedang melakukan perjalanan dari Bandara Chengdu Tianfu di Cina ke Bandara Changi, ketika asap muncul di kabin A320neo sebelum mendarat.

Seluruh 146 penumpang dan sembilan awak dievakuasi dengan selamat setelah mendarat sekitar pukul 16:15. waktu setempat, menurut pernyataan dari Otoritas Penerbangan Sipil Singapura.

Kebakaran di mesin kiri berhasil dipadamkan sekitar 10 menit kemudian dan sembilan penumpang mengalami luka ringan akibat menghirup asap dan lecet selama evakuasi. Asap juga terdeteksi di bagian depan ruang kargo dan toilet.

Meski sebab musabab terjadinya kebakaran pada mesin masih dalam investigasi, namun pihak maskapai awalnya menduga kebakaran disebabkan oleh kerusakan mekanis pada mesin.

Nah, terlepas dari kasus di atas, perlu diketahui beberapa penyebab terjadinya kebakaran pada mesin jet pesawat. Dari forum quora.com, disebut kebakaran pada mesin pesawat jet dapat disebabkan oleh berbagai faktor, dan penyebabnya bisa sangat kompleks. Beberapa penyebab umum kebakaran pada mesin pesawat jet meliputi:

1. Kegagalan Komponen Mesin
Salah satu penyebab utama adalah kegagalan komponen mesin seperti turbin, kompresor, atau bagian lainnya. Kegagalan komponen ini dapat menyebabkan gesekan dan panas berlebih yang dapat mengakibatkan kebakaran.

2. Kebocoran Bahan Bakar atau Minyak
Kebocoran bahan bakar atau minyak di dalam mesin atau dalam sistem bahan bakar pesawat dapat menciptakan atmosfer yang mudah terbakar. Bahan bakar yang bocor dapat terkena panas dari mesin atau komponen lain yang panas dan menyebabkan kebakaran.

3. Overheating
Overheating pada suatu komponen mesin atau sistem dapat menyebabkan material yang ada di dekatnya menjadi terbakar. Overheating bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penggunaan berlebihan atau kegagalan pendinginan.

4. Pelepasan Debu atau Partikel
Saat pesawat beroperasi, debu atau partikel lainnya dari lingkungan dapat terhisap ke dalam mesin. Jika partikel-partikel ini cukup panas atau mudah terbakar, mereka dapat menyebabkan kebakaran.

5. Kegagalan Sistem Kontrol
Kegagalan sistem kontrol mesin, termasuk sistem bahan bakar, sistem pendinginan, atau sistem lainnya, dapat menyebabkan kondisi yang memungkinkan terjadinya kebakaran.

6. Reaksi Kimia yang Tidak Terduga
Beberapa kebakaran mesin jet dapat disebabkan oleh reaksi kimia yang tidak terduga antara bahan-bahan yang ada di dalam mesin atau sistem pesawat.

Baca juga: Untung-Rugi Mesin Pesawat di Sayap dan di Belakang, Mana Lebih Baik?

Sebagai catatan, mesin pesawat jet dirancang dengan banyak sistem keamanan dan pemadam kebakaran untuk mengatasi situasi seperti ini. Pemadam kebakaran seperti sistem pemadaman bahan bakar, peralatan pemadaman kebakaran otomatis, dan sistem ventilasi darurat digunakan untuk memadamkan atau mengendalikan kebakaran yang mungkin terjadi dalam mesin atau di sekitarnya.

Mengenal Jenis dan Kapasitas Sekoci (Perahu Penyelamat) di Kapal Penumpang

Ada berapa jenis sekoci atau perahu penyelamat pada kapal permukaan akan sangat bergantung pada jumlah atau kapasitas penumpang di dalamnya. Logikanya, semakin besar kapal dengan penumpang mencapai ribuan, maka selain bicara kuantitas sekoci, maka sekoci juga akan dipersiapkan dengan jenis-jenis yang berbeda, menyesuaikan pada desain kapal itu sendiri.

Baca juga: Langkah-Langkah Ini Akan Mudahkan Proses Evakuasi Saat Kapal Mengalami Kecelakaan!

Selain bergantung pada desain kapal, jenis berbeda pada sekoci kapal juga tergantung pada peraturan maritim, dan peralatan penyelamatan yang tersedia. Beberapa tipe umum sekoci dapat ditemui di kapal penumpang meliputi jenis ini:

1. Sekoci Konvensional
Ini adalah perahu penyelamat yang umum dan biasanya berbentuk seperti perahu kecil dengan badan yang stabil dan kemampuan untuk mengangkut sejumlah penumpang. Mereka dapat dilengkapi dengan mesin atau berperan sebagai perahu angkat jika dibutuhkan.

Kapasitas sekoci konvensional bisa berkisar dari sekitar 20 hingga 150 orang atau bahkan lebih, tergantung pada ukuran dan desainnya. Beberapa sekoci konvensional mungkin lebih besar dan dirancang untuk mengangkut penumpang dalam jumlah yang lebih besar.

2. Sekoci Angkat (Lifeboat with Davit)
Sekoci jenis ini diangkat dan ditempatkan di atas kapal dengan bantuan sistem davit atau crane. Mereka sering memiliki kapasitas penumpang yang lebih besar daripada sekoci konvensional. Sekoci ini dapat mengangkut sekitar 50 hingga 150 orang atau lebih.

Sekoci tempat ditemukan mayat wanita tua (Daily Mail)

3. Sekoci Tangki (Lifeboat with Tank)
Sekoci ini biasanya berbentuk tabung dan dapat diisi dengan air atau udara untuk menjaga stabilitas dan mengapung di permukaan air. Mereka digunakan dalam situasi darurat dan sering digunakan sebagai tambahan untuk sekoci konvensional.

4. Sekoci Terapung (Inflatable Liferaft)
Ini adalah perahu penyelamat yang terbuat dari bahan tahan air yang dapat diisi dengan udara dalam situasi darurat. Mereka biasanya kompak dan dapat digunakan sebagai perahu penyelamat darurat. Kapasitas sekoci terapung dapat bervariasi dari sekitar 4 hingga 25 orang.

Baca juga: Fakta! Titanic Saat Kecelakaan Ternyata Tak Punya Cukup Sekoci untuk Selamatkan Penumpang

5. Sekoci Self-Righting
Sekoci jenis ini dirancang untuk dapat mengalami terbalik dan kemudian kembali ke posisi yang benar. Ini membantu menjaga agar perahu tetap mengapung dan dapat digunakan dalam situasi yang ekstrem. Kapasitas sekoci self-righting biasanya sekitar 10 hingga 25 orang.

6. Sekoci Darurat (Abandon Ship Lifeboat)

Abandon Ship Lifeboat

Ini adalah sekoci yang siap digunakan dalam situasi darurat ketika kapal perlu ditinggalkan dengan cepat. Mereka biasanya ditempatkan di dek atas dan dapat diakses dengan cepat oleh penumpang dan kru. Kapasitas sekoci darurat biasanya sekitar 20 orang.

 

Dengan Airbus A330-900, Garuda Indonesia Kembali layani Rute Umrah Surabaya-Jeddah

Garuda Indonesia mulai hari ini, Senin (11/9) resmi melayani kembali rute penerbangan ke Tanah Suci dari Surabaya sebagai bagian dari inisiatif berkelanjutan perusahaan dalam memperluas jaringan penerbangan umrah dari 5 (lima) kota besar di Indonesia yakni Banda Aceh, Kertajati, Yogyakarta, Makassar, dan Surabaya.

Baca juga: Rencana Merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air, “Masih Dalam Tahap Awal”

Adapun penerbangan ke Tanah Suci dari Surabaya tersebut dilayani dengan menggunakan armada A330-900 melalui rute penerbangan Surabaya-Jeddah pp.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyampaikan bahwa sebagai national flag carrier Garuda Indonesia senantiasa berada di garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan akan aksesibilitas udara bagi masyarakat khususnya bagi umat muslim yang akan melaksanakan perjalanan ibadah di Tanah Suci.

“Melalui ketersediaan rute penerbangan dari Surabaya menuju Jeddah ini kiranya mampu menjadi nilai tambah tersendiri bagi masyarakat di wilayah Jawa Timur terutama dari segi kemudahan akses menuju bandara yang semakin efisien waktu termasuk untuk durasi perjalanan menuju Tanah Suci tanpa harus transit di kota lain yang memerlukan waktu lebih panjang,” papar Irfan.

Irfan menambahkan, kota Surabaya dan sekitarnya memiliki peluang pangsa pasar yang luas untuk dioptimalkan di tengah meningkatkanya masyarakat muslim di Indonesia untuk melakukan perjalanan spiritual baik ibadah umrah maupun haji. “Berkaca dari tahun lalu di mana Provinsi Jawa Timur menempati provinsi kedua dengan jemaah umrah terbanyak di Indonesia, maka kami berharap Garuda Indonesia secara maksimal dapat memenuhi kebutuhan konektivitas udara yang tentunya akan semakin meningkat di tahun-tahun mendatang melalui kesiapan layanan operasional penerbangan yang aman dan nyaman,” jelas Irfan.

Penerbangan Surabaya – Jeddah pp ini selanjutnya akan dilayani setiap dua kali per minggunya yaitu setiap hari Senin dan Kamis dengan menggunakan pesawat berbadan lebar (wide-body) jenis Airbus 330-900neo yang memiliki kapasitas sebanyak 295 penumpang.

Baca juga: Mulai Agustus, Garuda Indonesia Perluas Jaringan Rute Umrah dari 5 Kota Besar

Penerbangan Surabaya-Jeddah dilayani dengan GA984 berangkat dari Bandara Internasional Juanda pada pukul 07.50 WIB dan tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah pada pukul 14.25 LT. Sementara itu penerbangan Jeddah-Surabaya dilayani dengan GA985 dan diberangkatkan dari bandara internasional King Abdulaziz pukul 16.30 LT dan tiba di Surabaya keesokan harinya pukul 10.20 WIB.

Mengenang Peristiwa 9/11, Empat Pesawat Dibajak Teroris Al Qaeda dan Ditabrakkan ke-3 Target

Peristiwa 11 September tahun 2001 atau biasa juga disebut Tragedi 11 September terus dikenang setiap tahunnya. Peristiwa besar ini menjadi sejarah paling kelam dunia dirgantara internasional. Sebab, dalam peristiwa 9/11, empat pesawat dibajak dan dijadikan ‘rudal’ yang menyasar tiga target. Akibatnya, nyaris 3 ribu orang tewas dan lebih dari 6.000 orang lainnya luka-luka.

Baca juga: Lolos dari Maut dalam Peristiwa 9/11, Pramugara ini Dorong Troli Setara Jarak Jakarta-Pekalongan

Peristiwa atau serangan 11 September 2001 dimulai oleh pesawat Boeing 767-223ER American Airlines Flight 11. Pesawat ini semestinya terbang dengan aman dari Bandara Internasional Logan di Boston, Massachusetts, ke Bandara Internasional Los Angeles, di Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS).

Namun nahas, lima teroris Al Qaeda membajak dan salah satu dari mereka yang juga disebut sebagai pilot mengambil alih pesawat. Pesawat akhirnya ditabrakkan ke Menara Utara World Trade Center pada pukul 08.46 waktu setempat.

Seluruh penumpang dan kru di pesawat yang berjumlah 92 orang, dan sekitar 1.600 orang (termasuk pelompat dan pekerja darurat) di Menara Utara World Trade Center tewas seketika.

Serangan kedua ke Menara World Trade Center pada peristiwa 11 September 2001 terjadi pada pukul 09.03 waktu setempat. Kali ini datang dari pesawat Boeing 767-222 United Airlines Flight 175. Pesawat dijadwalkan terbang dari Bandara Internasional Logan di Boston, Massachusetts, ke Bandara Internasional Los Angeles, di Los Angeles, California, AS.

Tetapi, lima teroris Al Qaeda mengambil alih pesawat dan menabrakkannya ke Menara Selatan World Trade Center. 65 orang di pesawat, yang salah satunya adalah WNI, Eric Samadikun Hartono, dan sekitar 900 orang di Menara Selatan World Trade Center tewas seketika. Korban tewas semakin bertambah saat Gedung World Trade Center runtuh, 56 menit usai tabrakan kedua.

Serangan pesawat ketiga dalam tragedi 11 September 2001 datang dari Boeing 757-223 American Airlines Flight 77. Pesawat semestinya mengarungi rute dari Bandara Internasional Washington Dulles di Fairfax dan Loudoun Counties, Virginia, dekat Washington, D.C. ke Bandara Internasional Los Angeles di Los Angeles, California.

Sayangnya, lima teroris Al Qaeda membajak pesawat tersebut dan menabrakkannya ke Pentagon, menewaskan 64 orang yang ada di dalam pesawat (termasuk awak pesawat, penumpang, dan teroris) serta 125 karyawan dan tamu di Pentagon.

Adapun serangan terakhir dalam peristiwa 11 September 2001 datang dari Boeing 757-222 United Airlines Flight 93.

Baca juga: Pasca Insiden 9/11, Temperatur Udara di Amerika Serikat Sempat Naik Dua Derajat 

Pesawat dijadwalkan melahap rute dari Bandara Internasional Newark (sekarang Bandara Internasional Liberty Newark) di Newark, New Jersey, ke Bandara Internasional San Francisco, lalu menuju Bandara Internasional Narita dekat Tokyo, Jepang, dengan menggunakan pesawat lain.

Namun pesawat dibajak saat menuju San Francisco. Para teroris yang membajak awalnya akan menabrakkan pesawati ke U.S. Capitol Building. Tetapi, karena penumpang dan kru melawan, pesawat akhirnya dijatuhkan ke sebuah lahan di Shanksville, Pennsylvania, sekitar 150 mil (240 km) barat daya Washington, D.C.

 

Mulai 20 Oktober, Airbus A380 “Orange Turtle” ANA Layani Rute Narita-Honolulu

Pesawat penumpang raksasa All Nippon Airways Co. (ANA) Airbus A380 dengan corak penyu “oranye matahari terbenam” akan memulai debutnya yang telah lama ditunggu-tunggu pada 20 Oktober, yakni terbang antara bandara di sebelah timur Tokyo (Narita) dan Honolulu di Hawaii.

Baca juga: 26 Menit Mengudara, Airbus A380 Tanpa Penumpang dan Kargo Milik ANA Balik Kandang

Mengikuti pesawat sebelumnya yang berwarna biru dan hijau zamrud, pesawat oranye matahari terbenam sebenarnya mulai beroperasi sekitar dua tahun lalu. Namun, permintaan perjalanan yang lesu selama pandemi virus corona membuat mereka tetap bertahan.

Dijuluki “Flying Honu” yang diambil dari kata Hawaii untuk penyu, pesawat A380 bertema penyu pertama ANA mengudara pada bulan Mei 2019, diikuti dengan pesawat kedua pada bulan Juni 2019. Pesawat ketiga, yang terinspirasi oleh matahari terbenam di Hawaii, diterbangkan ke Narita International Bandara dari Perancis, lokasi kantor pusat dan pabrik Airbus, pada bulan Oktober 2021, ketika Covid-19 sedang menyebar.

Pada saat itu, penerbangan reguler rute Narita-Honolulu dihentikan, dan pesawat tetap berada di landasan kecuali satu penerbangan setiap tiga atau empat bulan tanpa penumpang untuk menjaga keselamatannya. Maskapai ini melanjutkan pengoperasian pesawat bertema penyu pertama dan kedua pada Juli 2022, menerbangkannya dua kali perjalanan pulang pergi dalam seminggu, dan secara bertahap meningkatkan jumlah penerbangan.

Baca juga: Pertama di Dunia, ANA Operasikan MFF Keluarga Airbus A320 dan A380, Pilot Makin Sejahtera

ANA baru-baru ini memutuskan untuk memperkenalkan jet ketiga untuk memenuhi tingginya permintaan pada rute Honolulu, yang diperkirakan akan terus berlanjut. ANA berencana untuk menerbangkan mereka sebanyak 10 perjalanan pulang pergi dalam seminggu untuk saat ini, dan akan menambah empat penerbangan lagi per minggu mulai 6 Desember mendatang.