Idealnya ada di Jakarta, Inilah Serba-serbi Halte Bus Ramah Lingkungan di Kota Metropolitan

Banyak solusi untuk menciptakan ruang udara yang sehat di lingkungan kota metropolitan. Selain penggunaan moda transportasi bertenaga listrik, beberapa kota di negara maju telah menerapkan konsep halte bus ramah lingkungan. Salah satu yang mengemuka dan belum terlihat di Indonesia, seperti pemanfaatan atap hijau serta energi terbarukan dengan penempatan solar panel.

Baca juga: Pertama di Dunia, Halte Bus Dirancang Ramah Bagi Kawanan Lebah

Melihat kondisi Jakarta yang dipenuhi polusi udara, maka ada baiknya otoritas pemerintah kota Jakarta merujuk desain halte ramah lingkungan yang terkenal telah hadir di beberapa kota di bawah ini:

1. Portland, Oregon, Amerika Serikat
Portland terkenal dengan sistem transportasi umum yang ramah lingkungan, termasuk halte bus yang dilengkapi dengan atap hijau, panel surya, dan fasilitas untuk sepeda.

2. Curitiba, Brasil
Curitiba dikenal dengan sistem bus rapid transit (BRT)nya yang sangat efisien, yang mencakup halte-halte bus dengan fasilitas yang ramah lingkungan, seperti penggunaan panel surya dan atap hijau.

3. Copenhagen, Denmark
Copenhagen memiliki sistem bus dan kereta api yang ramah lingkungan dengan banyak halte bus yang dilengkapi dengan pencahayaan LED dan fasilitas parkir sepeda.

4. Amsterdam, Belanda
Amsterdam terkenal dengan penggunaan sepeda dan transportasi umum yang ramah lingkungan, dan beberapa halte bus di kota ini memiliki fasilitas untuk sepeda dan area parkir hijau.

5. Stockholm, Swedia
Stockholm memiliki sistem transportasi umum yang efisien dan beberapa halte bus yang menggunakan energi terbarukan.

6. Singapura
Singapura memiliki sistem transportasi umum yang canggih dan halte bus yang dirancang dengan baik untuk meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan penumpang.

Baca juga: Serba Canggih, Halte Bus di Seoul Dilengkapi Teknologi Kecerdasan Buatan dan Panel Surya

Halte bus ramah lingkungan dapat mencakup berbagai fitur dan praktik yang dirancang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, mempromosikan mobilitas berkelanjutan, dan meningkatkan kenyamanan penumpang. Beberapa contoh fitur yang dapat ditemukan di halte bus ramah lingkungan meliputi:

1. Atap hijau
Halte bus dengan atap berlapis tanaman atau vegetasi dapat membantu mengurangi panas permukaan, menyerap karbon dioksida, dan menyediakan area teduh yang lebih sejuk bagi penumpang.

2. Pencahayaan LED
Penggunaan lampu LED yang hemat energi di halte bus dapat mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon.

3. Penggunaan Energi Terbarukan
Beberapa halte bus telah ditenagai oleh panel surya atau sumber energi terbarukan lainnya untuk memasok listrik untuk pencahayaan dan peralatan lainnya.

4. Tempat Sampah Terpisah
Penempatan tempat sampah terpisah untuk daur ulang dan limbah organik dapat membantu dalam pengelolaan limbah yang lebih baik.

5. Papan Informasi Interaktif
Papan informasi interaktif yang menampilkan jadwal bus dan informasi transportasi dapat membantu penumpang merencanakan perjalanan mereka dengan lebih baik, mengurangi waktu tunggu, dan efisiensi perjalanan.

6. Aksesibilitas yang Ditingkatkan
Fasilitas yang dirancang untuk memudahkan akses penumpang dengan mobilitas terbatas, seperti trotoar yang lebar dan platform yang rendah, dapat membuat halte bus lebih inklusif.

7. Transportasi Berkelanjutan
Beberapa halte bus dapat dilengkapi dengan fasilitas untuk sepeda, termasuk stasiun pengisian sepeda listrik atau rak sepeda.

8. Tanaman Penyaring Udara
Beberapa halte bus memiliki tanaman penyaring udara, seperti pohon dan semak-semak, yang membantu mengurangi polusi udara di sekitar halte.

Kemenhub Sebut 4 Gangguan Utama LRT Jabodebek Selesai Akhir Oktober, INKA Disorot

Sejak diresmikan pada 28 Agustus 2023, LRT Jabodebek sedikitnya mengalami empat gangguan utama. Saat ini berbagai gangguan tersebut sedang ditangani oleh INKA, KAI melalui Divisi LRT Jabodebek, dan sejumlah stakholders terkait. Ditargetkan pada awal September sampai akhir Oktober seluruh masalah tersebut terselesaikan.

Baca juga: Gangguan LRT Jabodebek di Hari ke-3 Beroperasi, KAI: Tanggung Jawab INKA dan Adhi Karya

“Ada 4 (empat) gangguan utama yang telah kami terima laporannya, yaitu terkait pintu kereta, layar informasi penumpang, kelistrikan, hingga sistem operasi,” kata Juru Bicara Menteri Perhubungan, Adita Irawati, dalam keterangannya, Kamis (7/9/2023).

“Tengah ditangani oleh INKA, Divisi LRT Jabodebek dari PT KAI, serta stakeholder terkait, dan ditargetkan selesai awal September hingga akhir Oktober,” tambahnya.

Kendati banyak terjadi masalah, animo masyarakat terhadap LRT Jabodebek tetap tinggi. Hingga Rabu (06/09) sore, jumlah penumpang yang telah dilayani oleh LRT Jabodebek mencapai 331.947 orang.

Saat ini, lanjut Adita, terdapat 12 rangkaian kereta (trainset) yang dioperasikan dan siap melayani penumpang. Jumlah rangkaian kereta ini secara bertahap akan ditambahkan hingga keseluruhan rangkaian kereta yang berjumlah 31 dioperasikan, dengan formasi 27 rangkaian dioperasikan untuk melayani penumpang, dua rangkaian dilakukan perawatan berat, dan dua rangkaian disiagakan sebagai cadangan.

“Dengan jumlah rangkaian tersebut, untuk saat ini LRT Jabodebek akan dioperasikan dari pukul 05.00 WIB hingga 18.58 WIB dengan headway 10-20 menit,” ujarnya.

Kendati demikian, Adita optimis bahwa ke depan LRT Jabodebek dapat dioperasikan sesuai dengan pola operasi ideal dengan jam operasi lebih lama dan headway hingga 4-8 menit ketika keseluruhan rangkaian kereta sudah dijalankan secara bertahap sehingga masyarakat diharapkan dapat terus memantau jadwal LRT Jabodebek ini.

Adapun terkait tarif promosi yang diberlakukan oleh Kementerian Perhubungan, Adita menjelaskan bahwa promo ini masih berlaku hingga 30 September 2023. Dengan adanya promo ini, masyarakat hanya akan dikenakan tarif dasar sebesar Rp 5.000,- untuk seluruh lintas pelayanan.

“Setelah September ini, kami akan berlakukan skema tarif maksimal Rp 20.000 untuk seluruh lintas pelayanan, namun tetap kami buka opsi untuk pemberlakuan promo dengan skema lain jika ada masukan lebih lanjut,” jelasnya.

Baca juga: Jelang Komersial, Tarif LRT Jabodebek Resmi Ditetapkan, Ini Rinciannya

Adita berharap subsidi PSO dan tarif promo yang diberikan oleh DJKA Kementerian Perhubungan pada tarif LRT Jabodebek ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.

“Semoga kehadiran LRT Jabodebek dengan tarif yang sudah disubsidi ini dapat memberikan alternatif moda transportasi kepada masyarakat sehingga tidak bergantung kepada kendaraan pribadi,” tutupnya.

Mengenal Kereta Api Lokal yang Super Murah dan Wajib Kalian Tahu

Mengunjungi ke berbagai kota besar bahkan kabupaten tak lengkap rasanya jika dihadirkan perjalanan kereta api dengan tarif yang super murah. Bahkan bagi warga sekitar yang menempati, kereta api ini wajib menemani setiap perjalanan dalam jarak yang pendek. Selain harganya yang murah, fasilitasnya pun tetap nyaman. Hanya saja yang membedakan kereta api ini berhenti di setiap stasiun, baik stasiun besar maupun kecil.

Baca juga: KA “Simandra,” Kereta Api Ekonomi Lokal Tanpa Sensasi Mandra

Ya, menggunakan kereta api lokal di Pulau Jawa bahkan Sumatera, sangat di favoritkan bagi seluruh masyarakat. Naik kereta api lokal tak lagi seperti dulu yang harus semerawut dengan para pedagang yang asal naik dan tak bertiket. Kereta api lokal saat ini sudah sangat nyaman, bahkan hampir menyamai kenyamanan kereta api jarak jauh dengan rangkaian yang sama. Kereta lokal dapat menampung penumpang 100 bahkan 150 persen, tergantung dari jarak dan wilayah yang ditentukan.

Beberapa kereta lokal seperti wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, Daop 4 Semarang, Daop 6 Yogyakarta, Daop 7 Madiun, dan Daop 8 Surabaya menjadi andalan para warga sekitar maupun pelancong yang ingin menikmati perjalanan santai dengan harga yang relatif murah. Tapi jangan salah, karena berhenti di setiap stasiun, kereta api ini memiliki estimasi waktu yang cukup lama. Seperti di wilayah Daop 2 Bandung, hanya dengan kereta api Lokal Garut Cibatuan yang tarifnya hanya Rp 14.000 rute Garut – Purwakarta menempuh waktu hingga 6 jam.

Baca juga: Kereta Api di Indonesia Masih Suka Telat, Ini Penyebabnya!

Beda dengan lokal wilayah Daop 1 Jakarta, salah satunya KA Lokal Merak yang bertarif hanya Rp 3.000 dengan jarak waktu 2 setengah jam. Banyaknya penumpang menggunakan kereta api lokal memiliki tujuan dan akses ke tempat yang susah bahkan jauh dijangkau oleh transportasi lain. Tak hanya wilayah Jakarta maupun Bandung, ada juga Semarang yang memiliki kereta jenis diesel hidrolik dengan nama KA Kedung Sepur. Daop 6 Yogyakarta kini dimudahkan dengan KRL dengan rute Palur – Solo Balapan – Yogyakarta pp. Dan Prambanan Ekspres. Kemudian Daop 7 Madiun dan Daop 8 Surabaya sangat kental dengan KA Lokal Rapih Dhoho/Penataran. Dan Daop 8 Surabaya, KA Lokal Dhoho/Penataran, Lokal Lamongan, dan Indro. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Pertamax! Finlandia Jadi Negara Pertama yang Adopsi Paspor Digital untuk Warganya

Sebagai salah satu negara di Skandinavia, Finlandia dikenal sebagai negara paling ‘bahagia’ di dunia. Seolah menambah kebahagiaan warganya, maka jika ada penduduk Finlandia yang ingin bepergian ke wilayah tertentu di Inggris, maka mereka dapat ‘membuang’ paspor kertas mereka, lantaran warga Finladian dapat menggunakan paspor digital yang ada di smartphone.

Baca juga: Keren, Denmark Luncurkan Paspor Digital Covid-19, Seperti Apa?

Untuk pertama kalinya di dunia, pelancong asal Finlandia yang berangkat dari Bandara Helsinki untuk menuju ke Manchester, London, atau Edinburgh dengan maskapai nasional Finnair, maka hanya perlu memeriksa Kredensial Perjalanan Digital atau Digital Travel Credential (DTC) mereka di perbatasan.

Program percontohan ini diharapkan menjadi awal dari berakhirnya perjalanan internasional yang memerlukan paspor fisik. Uji coba tersebut, yang akan berlangsung hingga akhir Februari 2024, bertujuan untuk menjadikan proses pemeriksaan keamanan perbatasan yang rumit menjadi bagian yang lebih sederhana dan cepat dalam perjalanan udara.

“Proyek percontohan DTC akan memungkinkan penumpang pada penerbangan Finnair ke London, Edinburgh, dan Manchester melewati kontrol perbatasan tanpa mengantri, lebih cepat serta lancar dari biasanya,” kata juru bicara Finish Border Guard. “Proyek percontohan ini akan menguji DTC di lingkungan pengendalian perbatasan nyata, yang dilaporkan untuk pertama kalinya di dunia.

DTC adalah versi digital dari paspor fisik dan juga dapat diandalkan. Hal ini memungkinkan penyeberangan perbatasan yang lancar dan cepat tanpa mengorbankan aspek keamanan

Sesuai dengan standar Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), yang juga sedang mengerjakan kerangka kerja global untuk paspor digital, program ini mengharuskan wisatawan Finlandia untuk mengunduh aplikasi (FIN DTC Pilot), mendaftar ke Kantor Polisi Utama Vantaa, memiliki foto paspor diambil ulang dan mengirimkan data lainnya ke Penjaga Perbatasan Finlandia hingga 36 jam sebelum keberangkatan.

Kemudian, di bandara, teknologi pengenalan wajah akan memverifikasi identitas, yang diyakini pihak berwenang akan mempercepat pemrosesan di bandara lebih dari 30 persen.

Meskipun versi digital memiliki kelemahan yang jelas, seperti perangkat yang diperlukan untuk menyimpan DTC, versi digital juga dapat menghilangkan beberapa tekanan yang timbul karena keharusan menjaga paspor. Dengan banyaknya visa dan dokumentasi perjalanan lainnya yang beralih ke digital dalam beberapa tahun terakhir, hal ini tampaknya merupakan langkah logis ditrapkan di kawasan lain.

Kroasia akan bergabung dalam proyek ini, meluncurkan perjalanan DTC bagi penduduk yang berangkat dari Bandara Internasional Zagreb akhir tahun ini.

Baca juga: Paspor Perjalanan Digital, Cara Pastikan Data Penumpang Tetap Aman

Inisiatif serupa, program Known Traveler Digital Identity, didirikan antara Belanda dan Kanada, menggunakan teknologi blockchain. Namun, kebijakan tersebut terhenti ketika pandemi melanda dan belum pulih kembali. Uni Eropa berharap 80 persen pelancong udara akan menggunakan DTC untuk bepergian ke luar negeri pada tahun 2030.

Yang Unik dari Stasiun Karangsari, “Satu Nama Beda Wilayah”

Pernahkah menyadari bahwa stasiun – stasiun kereta api memiliki keunikan. Mulai dari bangunan, lokasi, bahkan sejarah ketika saat pembangunan. Bahkan keunikan nama stasiunnya pun termasuk didalamnya. Seperti yang kita ulas saat ini mengenai Stasiun Karangsari.

Baca juga: Tragedi Garut Tegaskan Banyak Titik Rawan Longsor di Sepanjang Jalur Kereta di Tanah Pasundan

Jika pernah melewati ataupun ke stasiun ini pasti menyadari lokasi yang diingat. Ada yang mengatakan bahwa lokasi Stasiun Karangsari berada di Jawa Barat, ada pula Stasiun Karangsari berada di Jawa Tengah. Ternyata memang kenyataannya seperti itu. Nama Stasiun Karangsari memiliki dua wilayah di Pulau Jawa yaitu wilayah Daerah Operasi (Daop 2) Bandung dan wilayah Daerah Operasi (Daop 5) Purwokerto.

Pesona Karangsari di Bumi Parahyangan
Menelusuri Stasiun Karang Sari (singkatan: KRAI) yang berada di wilayah Daop 2 Bandung Jawa Barat memang bukanlah hal yang mudah. Letaknya cukup jauh dengan jalan raya membuat stasiun ini jauh dari hingar bingar keramaian kendaraan bermotor lainnya. Stasiun Karangsari berlokasi di Desa Karangsari, Kecamatan Leuwigoong, Garut, Jawa Barat ini merupakan stasiun kelas III dengan ketinggian +651M dpl dan hanya memiliki 2 jalur.

Panorama yang ditawarkan di sekitar stasiun, sangatlah menggoda. Gunung, bukit serta hamparan sawah pun tak luput dari pandangan mata yang melihatnya. Udara yang menyelimuti area stasiun pada pagi, sore dan malam hari terkadang menusuk hingga sesekali menggigil kedinginan. Udara yang dihasilkan area ini cukup bersih.

Meski stasiun ini cukup kecil dan masih menggunakan sistem persinyalan manual/mekanik, kereta api pun masih ada yang berhenti untuk naik dan turun penumpang disini. Salah satunya adalah kereta api lokal Cibatu dengan rute Cibatu – Bandung – Purwakarta. Memang dari segi bangunan ini minimalis namun tak sedikit warga pengguna kereta api naik dan turun cukup banyak. Selain jauh dari jalan raya untuk ke Kota Bandung dan Garut, akses yang ditempuh cukup lama sekitar 40 menit. Selain KA lokal Cibatu, tak ada kereta api lainnya yang berhenti disini, kecuali berhenti untuk bersilang menunggu kereta api lain. Karena jalur yang dilalui dari Bandung ke timur ini masih menggunakan satu jalur.

Baca juga: Stasiun Labuan, Pernah Jadi Stasiun di Paling Ujung Barat Pulau Jawa

Merangkap Stasiun Angkutan Batu Balas
Beralih ke Stasiun Karangsari (singkatan: KRR) wilayah Daop 5 Purwokerto dan berada di ketinggian +233M dpl. Berada di lokasi Jalan Raya Panembangan, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, stasiun ini berada di jalur dengan ramainya kereta api yang melintas. Mulai dari kereta api kelas argo hingga kereta api barang. Meski memiliki 4 jalur dan peron yang tersedia, namun tak ada sama sekali kereta api yang berhenti disini. Stasiun berjarak dua petak dengan Stasiun Besar Purwokerto ini juga merangkap stasiun bongkar muat batu balas. Jadi stasiun ini memiliki jalur khusus menuju bongkar muat batu balas yang masih aktif. Gerbong batu balas juga terdapat dijalur simpan khusus sewaktu – waktu jika diperlukan untuk menabur balas. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Puas Kualitas KCJB Usai Jajal Bareng Luhut, Cina Siap Garap Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Perdana Menteri (PM) Cina, Li Qiang, mengaku puas dengan kualitas dan capaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung hasil konsorsium Cina-Indonesia (KCIC). Hal ini diungkap Menteri Kordinator Bidang Maritim dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan usai meninjau kesiapan sekaligus menjajal KCJB.

Baca juga: Ini Dia Penampakan Nomor Kereta Ukur Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang Akan Dikirim ke Jakarta

Luhut juga mengungkapkan, utusan Presiden Xi Jinping itu mengaku Cina siap terlibat dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya sejauh 888 km. Hanya saja Luhut menyebut akan melihat dahulu perkembangan ke depannya sekalipun Cina memiliki pengalaman membangun kereta cepat dengan bentang cukup panjang.

“PM Li Qiang sangat happy uji coba selama 11 menit ke Karawang dan kembali kemari,” ujar Luhut kepada wartawan setelah mencoba kereta cepat di depan Stasium Halim, Jakarta Timur, pada Rabu, 6 September 2023.

“Mereka (Cina) juga senang kalau bisa ikut terlibat (proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya),” tambahnya setelah disinggung terkait posisi Cina di proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya.

Dalam kunjungannya ini, Li Qiang dan rombongan, yang juga didampingi oleh Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi beserta tim Kementerian BUMN, mencoba KA Cepat dari Stasiun Halim hingga Karawang dengan waktu tempuh selama 15 menit. Li Qiang juga dikenalkan dengan motif batik Mega Mendung yang menghiasi interior KA Cepat dan berbagai fasilitas rangkaian KA Cepat yang lengkap dan nyaman.

Li Qiang berkesempatan melihat berbagai fasilitas dan interior dari Stasiun KA Cepat Halim dan Karawang. Li Qiang juga mencoba Kereta Penumpang dan Kereta Inspeksi dengan kecepatan hingga 350 km per jam.

GM Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menjelaskan, pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran PM Tiongkok tersebut. Ia menyebut kunjungan ini merupakan bentuk dukungan dari Tiongkok terhadap kemajuan transportasi di Indonesia.

Kolaborasi kedua negara, lanjut Eva, sangat penting dalam perkembangan Kereta Api Cepat Indonesia. Sebagai salah satu negara dengan fasilitas KA Cepat terbaik di dunia, Tiongkok membawa teknologi dan melakukan transfer pengetahuan mengenai infrastruktur dan operasional KA Cepat pada SDM-SDM Indonesia.

“Kunjungan ini memberi dorongan dan motivasi bagi kami untuk menyediakan layanan KA Cepat yang optimal dan paripurna kepada masyarakat Indonesia. Ke depan kami harap KA Cepat ini bisa disambut baik oleh masyarakat dan menjadi pilihan moda transportasi untuk perjalanan dari Jakarta menuju Bandung atau sebaliknya,” jelasnya.

Baca juga: Enam Hal ini Jadi Pembeda Antara Rel Kereta Cepat dan Rel Kereta Konvensional

Adapun saat ini menjelang operasional sejumlah persiapan terus dilakukan ujicoba hingga menjalankan 30 KA perhari terus berlanjut guna memastikan keandalan sarana kereta dan prasarana. Untuk layanan operasional KCIC memiliki 11 rangkaian KA Penumpang dan 1 CIT yang seluruhnya sudah tiba di Indonesia dan berada di Dipo Tegalluar.

Selain uji coba yang berjalan lancar, proses sertifikasi sarana dan prasarana juga dilakukan bersama Kementerian Perhubungan. Mengingat Kereta Api Cepat merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional, KCIC memastikan saat operasional dilakukan, maka dipastikan sudah sesuai dengan seluruh regulasi yang ada.

 

Parade Kawis Malam, Bikin Railfans Gempar!

Tak seperti biasanya, penggemar kereta api (Railfans) ramai membicarakan momen yang jarang terjadi di aplikasi Whatsapp. Informasi yang mereka bicarakan mengenai rangkaian kereta api yang tidak biasanya akan lewat. Meski mereka ada yang sedang menghadapi pembelajaran secara daring maupun tatap muka, namun informasi tersebut membuat mereka makin penasaran dan terus mencari tahu dengan bertanya ke sesama hobinya.

Baca juga: Ingin Ada Kereta Wisata di Lampung? – PT KAI: Benahi Dulu Infrastrukturnya

Informasi yang membuat Railfans gempar tersebut adalah rangkaian kereta api saat dinas posko. Seperti diketahui, wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta setiap harinya selalu ada rangkaian posko untuk pengiriman kereta api dari stasiun ke depo kereta/Balai Yasa Manggarai maupun sebaliknya. Disebut Dinas Posko adalah rangkaian kereta api lintas loop line (jalur putar) yang membawa lokomotif/kereta/gerbong ke stasiun/depo/balai yasa maupun sebaliknya untuk pengiriman dan pengecekan rangkaian. Rangkaian Posko pada Kamis, 16 Desember 2021 adalah rangkaian Kereta Wisata (Kawis).

Saking hebohnya dan tidak mau ketinggalan momen, mereka pun bergerak menuju lokasi dari siang hari untuk berburu rangkaian KA. Tak lupa mereka juga menanyakan rute mana yang akan di lewati Kawis tersebut. Alhasil jawaban yang didapat adalah lintas Cipinang – Jatinegara – Pasar Senen – Kampung Bandan – Tanah Abang – Manggarai.

Stamformasi Posko Kereta Wisata
Beberapa Railfans saat menunggu momen yang akan melintas mereka mencari tahu rangkaian Kawis apa saja yang akan dibawa untuk posko. Ada yang menginformasikan bahwa Kawis yang berdinas saat posko terdiri dari 6 Stamformasi (SF) yang memiliki nama yang berbeda pada masing – masing kereta. Adapun rangkaian Kawis tersebut adalah:
1. Kereta Wisata Imperial (K1 0 82 13)
2. Kereta Wisata Jawa (K1 0 82 22)
3. Kereta Wisata Toraja (S1 0 67 03)
4. Kereta Wisata Priority (K1 0 82 12)
5. Kereta Wisata Retro (K1 0 82 24)
6. Kereta Wisata Priority (K1 0 82 09)

Saat Dinas posko tak hanya ke-6 Kawis yang dibawa, tapi ada 1 unit Kereta Pembangkit dengan nomor seri (P 0 95 03) dan kereta kelas Ekonomi Premium yang nempel pada Kawis tersebut.

Lokomotif CC 201 83 01 milik Depo Induk Cipinang dinas Posko persiapan berangkat dari jalur 4 Stasiun Tanah Abang. (Foto: Sendy Prasetya)

Mengejar Kawis, Momen pun Dapat
Antusiasme Railfans sejak siang memang yang sangat ditunggu. Namun, hingga sore hari menjelang antusiasme Railfans yang ingin ikut mengabadikan pupus sudah. Karena mereka tidak biasa untuk keluar bebruru kereta api bahkan ada larangan dari orang tua mereka untuk tidak pulang saat senja bahkan waktu malam tiba apalagi bukan waktu weekend. Akhirnya hanya beberapa Railfans saja yang mengabadikan momen Rangkaian Kereta Posko Kawis tersebut.

Ternyata rangkaian posko yang membawa Kawis masuk stasiun Jatinegara pada pukul 18.50 WIB. Jepretan kamera pun terlihat saat kereta tersebut lewat. Rangkaian KA Posko membawa Kawis melintas langsung di jalur 7 Stasiun Jatinegara (JNG). Setelah rangkaian tersebut lewat, inisiatif mereka langsung tertuju ke Stasiun Tanah Abang (THB). Pukul 19.02 WIB mereka pun naik KRL dari Stasiun Jatinegara menuju Stasiun Manggarai (MRI). Setelah tiba di Stasiun Manggarai mereka pun transit/pindah kereta dari jalur 1 menuju jalur 6 Stasiun Manggarai untuk naik KRL tujuan Stasiun Angke (AK).

Pukul 19.18 WIB, KRL tujuan Angke pun masuk jalur 6 Stasiun Manggarai. Seakan khawatir tertinggal momen, selama di KRL mereka sempat ketar ketir berpikir dapat atau tidaknya momen rangkaian Kawis tersebut. Akhirnya pukul 19.28 Railfans pun tiba di Stasiun Tanah Abang. Sempat tertolong juga, karena posisi rangkaian posko Kawis masih standby di jalur 4 Stasiun Tanah Abang untuk gerakan langsir.

Mereka pun buru – buru untuk pindah dari peron jalur 3 menuju peron jalur 5. Dari peron jalur 5 inilah pengambilan gambar dirasa cukup bagus karena tidak terhalang dengan kereta api lainnya. Tak lama kemudian rangkaian posko Kawis bergerak langsir mundur menuju arah utara, untuk menggandeng 1 unit kereta kelas Ekonomi Premium (K3 0 17 23). Rangkaian posko saat itu ditarik oleh lokomotif seri CC 201 83 01 milik Depo Induk Cipinang (CPN).

Baca juga: Kursi di Gerbong Menghadap Laut, Inilah “Sea Rail” Kereta Wisata Khas Pesisir Korea Selatan 

Setelah menggandeng 1 unit kereta kelas Ekonomi Premium, rangkaian posko bergerak maju dan masuk kembali ke jalur 4 Stasiun Tanah Abang. Saat lokomotif berhenti dekat sinyal keluar Tanah Abang dan petugas langsir turun dari lokomotif, Petugas PAP (Pengawas Peron) pun keluar dari ruangannya dengan membawa lampu hansin (lampu tanda pemberangkatan kereta api). Petugas PAP pun mengangkat lampu hansin warna hijau, tanda kereta api diberangkatkan. Lokomotif pun menyambut dengan klakson dan melanjutkan perjalanan sampai Stasiun Manggarai. Railfans pun fokus mengabadikan keberangkatan rangkaian posko Kawis meninggalkan Stasiun Tanah Abang.

Saat rangkaian posko sudah berangkat, kepuasan pun terlihat dari raut wajah Railfans yang berhasil mengabadikan momen jarang tersebut. (Pras – Cinta Kereta Api)

Lebak Jero, Spot Foto yang Tak Tertandingi

Bagi penikmat foto/videografi kereta api, wilayah ini sudah menjadikan panutan untuk mengambil gambar kereta api dengan pemandangan super duper keren. Ya, wilayah yang dikenal sebagai Lebak Jero menjadikan daerah ini yang paling sering dituju dan digunakan ajang pengambilan gambar kereta api. Sebagai Railfans, jika tidak merasakan bahkan menginjakan kaki di wilayah ini seperti belum lengkap dalam kepuasan pengambilan gambar kereta api. Karena wilayah ini menyajikan pemandangan yang menawan yang tidak ada tandigannya.

Baca juga: Stasiun Lebak Jero, Suguhkan Pemandangan Cantik Hingga Jalur Elok Berbentuk “S” 

Memiliki ketinggian 818 MDPL
Tak hanya pemandangannya yang bagus, nama Lebak Jero juga digunakan sebagai nama stasiun. Stasiun kecil merupakan stasiun satu satunya yang berada di Wilayah Daop 2 Bandung dengan mengikuti jalur keretanya yang melengkung. Dengan kata lain stasiun seperti tidak ditemukan di stasiun lain wilayah bandung. Di Stasiun Lebak Jero juga tertulis angka +818 M yang berarti berada di ketinggian 818 meter diatas permukaan laut.

Bagi penikmat foto dan video kereta api, segala macama spot yang tersedia disini sangat mudah di jangkau. Karen banyak jalan setapak diantara semak – semak seakan sudah disediakan menuju ke spot menarik. Banyak Railfans yang mengabadikan panorama ini dari atas bukit, agar terlihat lebih indah sekaligus diperlihatkan pemandangannya.

Akses Menuju Lokasi
Sangat disayangkan, meski terdapat stasiun walaupun kecil tapi tak ada kereta api yang berhenti atau singgah. Sampai akhir tahun 2018 hanya kereta api yang sering berhenti disini yaitu kereta api lokal dengan tujuan Cibatu maupun Purwakarta. Karena sudah berhenti di Stasiun Lebak Jero, kereta lokal ini dialihkan pemberhentiannya di Stasiun Leles dan Stasiun Nagrek.

Baca juga: Empat Dekade Tak Beroperasi, Stasiun Garut Akhirnya Direaktivasi

Memang agak sulit jika ingin berkunjung ke Lebak Jero, apalagi yang baru pertama kali ke kawasan ini. Jika ingin berkunjung ke Lebak Jero, disarankan untuk menggunakan moda transportasi lainnya seperti bus, mini bus ataupun kendaraan pribadi. Kemudian bisa turun sebelum Gapura bertuliskan “Selamat Datang di Kota Garut”. Dekat gapura itu terdapat jalan masuk menuju desa dan diluarnya terdapat papan plat bertuliskan “Stasiun Lebak Jero”. Dan juga terdapat gapura desa bertuliskan “Selamat Datang di RW 11”. Jika kesulitan bisa dicari melalui aplikasi Google Map. Bagaimana, kalian tertarik ingin mencoba? (PRAS – Cinta Kereta Api)

Selain Banyak Minum, Dehidrasi di Pesawat Bisa Dicegah dengan Cara Ini

Dehidrasi bisa saja dirasakan setiap orang yang kekurangan cairan karena kurang minum atau berada di ruangan dengan tekanan udara rendah. Biasanya akibat dehidrasi kulit akan kering dan bisa menyebabkan masalah pernafasan dan yang terparah bisa menyebabkan seseorang harus mendapat bantuan medis.

Baca juga: Hindari Penumpang Pingsan, Suhu Kabin Pesawat Harus Selalu Dingin

Seperti halnya di dalam pesawat dengan udara kabin yang dingin dan tekanan udara yang rendah bisa membuat seseorang dehidrasi. Tapi, KabarPenumpang.com merangkum everydayhealth.com, ternyata ada beberapa cara untuk seseorang terhidrasi dengan baik dan tidak kekurangan cairan saat berada dalam pesawat dengan perjalanan yang cukup lama.

Cara paling ampuh agar sistem tubuh tetap terhidrasi dengan baik saat berada di dalam pesawat yakni minum banyak air. Chief of infectious diseases William L Sutker dari Baylor University Medical Center di Dallas mengatakan, dehidrasi bisa menyebabkan seseorang lelah. “Anda bisa menghindari dehidrasi dengan minum air selama penerbangan berlangsung,” ujar Sutker.

Dia mengatakan, sebelum melakukan perjalanan dengan pesawat, baiknya siapkan sebotol besar air dan minumlah setiap saat dalam penerbangan. Setiap orang diwajibkan untuk meminum 0,3 liter setiap jam di udara.

Baca juga: Terbang Jarak Jauh? Don’t Worry Ikuti Tips Ini

Tetapi, jangan lupa, bahwa setiap minuman itu bagus untuk menghilangkan dehidrasi dalam penerbangan. Minuman olahraga bisa menggantikan elektrolit dan menjadi pilihan yang baik dalam beberapa kasus, tetapi tidak perlu bila hanya untuk tetap terhidrasi. Minuman yang mengandung alkohol, kafein dan minuman bersoda bisa menjadi pilihan yang buruk untuk tubuh dalam penerbangan.

“Alkohol dapat memperparah dehidrasi dan harus dihindari serta dijaga seminimal mungkin.” ujar Sutker. Selain minuman, baiknya gunakan pelembab untuk kulit Anda, karena tekanan udara yang rendah juga bisa membuat kulit Anda kering hingga gatal. Bila kulit Anda terasa kering, baiknya langsung gunakan pelembab seperti body lotion dan spray isi air untuk disemprotkan ke bagain wajah agar kelembaban kulit terjaga.

Baca juga: Pentingnya Relaksasi di Perjalanan Jauh

Obat tetes mata juga perlu digunakan apalagi bagi Anda yang menggunakan lensa kontak. Saat dehidrasi mata juga akan terasa kering dan perlu untuk untuk diberi obat tetes mata.

Bagi Anda yang memiliki penyakit asma, baiknya siapkan inhaler steroid dan sebelum berangkat konsultasi ke dokter untuk mengetahui kecukupan obat tersebut. Hal ini untuk mencegah kehabisan obat saat berada dalam penerbangan.

Apa itu Rute Penerbangan Point-to-Point? Apa Bedanya dengan Hub and Spoke?

Dalam artikel sebelum ini disebut bahwa Riyadh Air dari Arab Saudi akan mengembangkan rute “point-to-point”. Lantas apa yang dimaksud dengan point to point dalam dunia penerbangan? Penerbangan “point-to-point” adalah konsep di dalam industri penerbangan yang mengacu pada rute penerbangan yang langsung menghubungkan dua kota atau bandara tanpa adanya perhentian atau transit di bandara lain.

Baca juga: Catat! Riyadh Air Buka Lowongan untuk 700 Pilot dalam Tiga Tahun ke Depan

Ini artinya pada point-to-point, pesawat terbang langsung dari satu titik awal ke satu titik tujuan tanpa berhenti di tengah-tengah perjalanan untuk mengambil atau menurunkan penumpang. Konsep penerbangan point-to-point sering kali digunakan sebagai lawan dari konsep “hub-and-spoke” dalam manajemen rute penerbangan.

Dalam model hub-and-spoke, ada satu atau beberapa bandara pusat (hub) yang digunakan sebagai pusat penghubung. Penumpang dari berbagai kota kecil atau kota besar lainnya terbang ke bandara pusat (hub), dan dari sana, mereka terhubung ke penerbangan berikutnya ke tujuan akhir mereka. Dengan kata lain, ada perhentian atau transfer di bandara hub sebelum mencapai tujuan akhir.

Dalam penerbangan point-to-point, pesawat terbang langsung dari kota asal ke kota tujuan tanpa memerlukan transfer atau perhentian di bandara hub. Ini seringkali memungkinkan perjalanan yang lebih cepat dan lebih efisien bagi penumpang yang ingin mencapai tujuan akhir mereka tanpa perlu mengalami gangguan perubahan pesawat di bandara hub.

Banyak maskapai penerbangan menggunakan campuran model point-to-point dan hub-and-spoke dalam jaringan rute mereka, tergantung pada kebutuhan pasar dan strategi bisnis mereka.

Baca juga: Inilah Empat Rute Penerbangan Langsung Jarak Jauh yang Dominan Melintasi Daratan

Beberapa rute penerbangan jarak pendek atau regional mungkin lebih cocok untuk penerbangan point-to-point, sementara rute jarak jauh dengan volume penumpang yang tinggi mungkin lebih cocok untuk model hub-and-spoke yang memanfaatkan bandara hub besar.