Yuk, Kenali Istilah ‘Ramp Check’ yang Menempel di Tiap Kereta dan Lokomotif

Meskipun angkutan mudik Lebaran 2026 masih di Bulan Maret, namun masyarakat sudah berbondong-bondong memesan tiket khususnya kereta api dari jauh-jauh hari. Ini karena dikhawatirkan bisa saja kehabisan tiket walaupun tarif yang diberikan hingga relatif cukup mahal. Walaupun begitu, kesiapan dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) tentu sudah diperhitungkan secara matang baik sarana dan prasarana maupun pelayanan.

Dari berbagai langkah yang dilakukan KAI, kru yang bertugas dibidangnya juga turut melalukan pengecekan rangkaian kereta dan lokomotif di depo maupun balai yasa. Tentu di setiap selesai perbaikan, pasti ada sertifikasi penyelesaian bahwa dinyatakan sarana sudah laik beroperasi.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan bersama KAI di berbagai wilayah Jawa dan Sumatra tentunya melaksanakan kegiatan rampcheck atau pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan fasilitas perkeretaapian.

Kegiatan ini merupakan salah satu langkah preventif untuk menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api, khususnya menjelang periode libur panjang seperti arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan mengalami lonjakan jumlah penumpang secara signifikan.

Diketahui bahwa Ramp Check merupakan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi sarana kereta api, baik dari sisi administratif maupun teknis. Aspek administratif meliputi verifikasi identitas sarana perkeretaapian, pemeriksaan dokumen terakhir (checksheet), serta validasi tanda lulus uji.

Aspek teknis mencakup pengecekan sistem pencahayaan, pengereman, peralatan komunikasi, pendingin udara (AC), sirkulasi udara, peralatan keselamatan, jendela darurat, roda, komponen rangka bawah, hingga fasilitas pelayanan penumpang di dalam kereta.

Sebenarnya, berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari sebelumnya. Mulai dari perawatan rutin, pengecekan berkala, hingga perbaikan menyeluruh terhadap seluruh sarana perkeretaapian yang akan dioperasikan selama periode angkutan Lebaran.

Kegiatan Ramp Check ini dilakukan oleh tim gabungan berfokus pada pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana perkeretaapian dan fasilitas pelayanan di stasiun. Pemeriksaan juga mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 48 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum (SPM) untuk Angkutan Kereta Api, guna memastikan seluruh aspek pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara KAI dan DJKA dalam menjaga kesiapan operasional serta memastikan pelayanan publik tetap sesuai standar selama masa angkutan Lebaran ini. Dan tentunya memastikan seluruh unsur pelayanan, mulai dari sarana, prasarana hingga petugas, siap mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

Lebih lanjut, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kesiapan teknis jangka pendek, tetapi juga mendukung keberlanjutan pelayanan transportasi kereta api yang andal dan terpercaya. Harapannya, masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik Lebaran 2026 dengan rasa aman, nyaman, dan penuh ketenangan.

Yuk, Kenalan dengan Djoko Tingkir – Sang Kereta Penolong

Naik Kereta Api Biar Gak Ketinggalan saat Cuaca Hujan? Simak Tips Berikut Ini

Cuaca di Indonesia memang sulit untuk diprediksi bagi masyarakat pada umumnya. Apalagi rencana yang sudah matang menuju ke destinasi favorit menggunakan kereta api sudah disusun berharap sesuai dengan kenyataan. Namun, terkadang ada saja hal yang diluar dugaan saat melakukan perjalanan menuju stasiun keberangkatan. Misalnya tiba-tiba cuaca yang tak bersahabat pun datang yaitu hujan.

Meskipun hujan membasahi secara tidak menentu dan sudah persiapan agar lancar di perjalanan, namun tentu ada saja halangan yang membuat perjalanan menggunakan kereta api di stasiun keberangkatan terhalang. Entah karena tiba-tiba banjir yang membuat jalanan tergenang oleh air dan yang pasti terjadi kemacetan, terkadang ini menjadi seperti berlomba dengan waktu. Apakah bisa tiba di stasiun keberangkatan tepat waktu atau bisa jadi ketinggalan kereta?

Tentu hal tersebut tidak mau terjadi pada kalian, dong. Nah, agar perjalanan tidak terhambat cuaca, kabarpenumpang akan memberikan tips naik kereta api agar perjalanan di musim hujan bisa berjalan lancar.

• Pilih jadwal kereta api yang sesuai
Saat hujan deras, jalanan sering terendam air dan mengganggu perjalanan, tak terkecuali stasiun dan sepanjang rel kereta. Solusi terbaiknya adalah, memilih jadwal keberangkatan yang lebih awal dan tak mepet acara atau jam masuk kerja. Maka hati bisa lebih tenang, jika terjadi penundaan keberangkatan kereta.

• Jangan tergesa-gesa berangkat ke stasiun kereta api
Hingga kini tentu masih terlihat penumpang yang tergesa-gesa bahkan mepet dengan kereta api yang akan berangkat yang hanya tinggal beberapa menit lagi. Nah, kurangi kebiasaan tersebut dengan mengusahakan sudah berada di stasiun minimal 30 menit sebelum jam keberangkatan. Apalagi jika suatu saat musim hujan datang, jalanan sudah pasti macet. Pastinya kalian gak mau kan ketinggalan kereta karena terlalu lama di jalan?

• Sedia perlengkapan pelindung badan supaya tidak basah
Agar tak gampang sakit, sebisa mungkin jangan sering basah terkena hujan. Persiapakan didalam tas atau kendaraan kalian, wajib ada peralatan pelindung badan seperti jas hujan, payung, baju ganti tambahan, dan sandal. Untuk menunjang kesehatan, jangan lupa makan makanan bergizi, vitamin, dan minum air putih yang cukup. Pekerjaan memang penting, tapi kesehatan adalah yang utama.

• Selalu memantau informasi resmi dari PT KAI
Segala informasi kerap disampaikan secara daring di media sosial. Sebaiknya rajin memantau media sosial milik PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) agar mengetahui pengumuman penting. Tak cuma rajin mengamati akun KAI, tapi jangan lupa cek ramalan cuaca yang kini dengan mudah diakses.

• Menaati arahan dari petugas di stasiun
Demi keselamatan dan kenyamanan bersama, pastikan untuk mematuhi setiap arahan petugas stasiun, terutama jika menghadapi situasi tak terduga, seperti banjir. Jika ada hal yang membuat kalian bingung, segera tanyakan kepada petugas jaga.

Itulah beberapa tips yang telah diberikan agar kalian tak ketinggalan kereta api saat cuaca turun hujan. Semoga bermanfaat.

Stasiun Cibungur, Kembali Jadi Terminal Peti Kemas

9 Februari 1969, Memperingati 57 Tahun Penerbangan Perdana Boeing 747

Hari ini, 9 Februari 2026, menjadi hari yang selalu dikenang oleh karyawan Boeing dan khususnya pecinta dirgantara di seluruh dunia, pasalnya menjadi momen tepat 57 tahun eksistensi pesawat jumbo jet Boeing 747.

Baca juga: Inilah Alasan, Mengapa Boeing Menggunakan Angka 7 di Produk Jet Komersialnya

Bertolak dari Paine Field di Everett, Negara Bagian Washington, pada 9 Februari 1969 untuk pertama kalinya Boeing 747 mengangkasa. Penerbangan perdana selama 75 menit saat itu sontak mengubah tatatan transportasi udara, terutama pada layanan penerbangan jarak jauh.

Bagi Boeing, proyek 747 merupakan pertaruhan, lantaran laba bersih perusahaan kala itu telah dicurahkan pada pengembangan jumbo jet ini. Risikonya tidak main-main, bila debut 747 perdana gagal, maka perusahaan yang didirikan oleh William E Boeing ini terancam bangkrut. Dikutip dari heraldnet.com (8/2/2019), Boeing 747 perdana yang diberi label “City of Everett” ini dibangun dari 4,5 juta bagian, dan bobot pesawat dalam uji terbang perdana mencapai 163 ton. Karena merupakan momen bersejarah, dalam penerbangan perdana Sang “Queen of the Skies” ini mendapat kawalan dari jet tempur F-86 Sabre.

Meski kini debutnya telah memudar sebagai pesawat penumpang, namun kiprah Boeing 747 masih mendapat tempat tersendiri, terutama sebagai pesawat kargo. Sejak 1969 sampai saat ini, tak kurang dari 1.500 unit 747 diproduksi di fasilitas pabrik yang berada di Everett. Desain Boeing 747 dirancang oleh Joe Sutter. Dalam bukunya, “747: Creating the World’s First Jumbo Jet and Other Adventures from a Life in Aviation,” Sutter menyebut proyek 747 melibatkan 4.500 insinyur.

Baca juga: Pensiunan Pesawat Boeing 747 British Airways Disulap Jadi Tempat Dugem

Kini “City of Everett” sebagai Boeing 747 pertama di dunia, masih dapat dilihat langsung oleh public, yakni menjadi koleksi dalam Museum Penerbangan yang ada di Boeing Field, Seattle.

Ternyata Ini yang Bikin KA Pandalungan Bisa Menggeser KA Gajayana, Yuk Temukan Jawabannya

Sebagai kereta api istimewa karena memiliki fasilitas yang nyaman dan lebih baik, tentu sudah menjadi prioritas utama bagi masyarakat yang menginginkan selama di perjalanan. Meskipun sebagai kereta api reguler, namun keunggulan kereta api tersebut menjadi nilai tambah bagi masyarakat yang tentu sebagai pelanggan setia.

Selain dari segi kenyamanan yang sudah ternilai oleh masyarakat yang seringkali mencoba perjalanan kereta api tersebut, tentu dari segi jarak juga merupakan suatu unggulan yang sudab dimiliki kereta api di Indonesia. Ya, baik terdekat maupun jarak paling jauh ternyata sudah dimiliki di PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI). Meskipun memiliki perjalanan kereta api paling jauh, namun kenyamanan dan pelayanannya tak jauh berbeda dengan kereta api kelas eksekutif lainnya.

Ya, ternyata KAI telah memiliki rute perjalanan kereta api terjauh yang tentu berada di lintas Pulau Jawa, yaitu Kereta Api (KA) Pandalungan dengan rute Gambir – Jember pulang pergi. Padahal diketahui sebelumnya, rute atau jarak perjalanan kereta api terjauh sempat pecah rekor oleh KA Gajayana rute Gambir – Malang pulang pergi.

KA Pandalungan memiliki panjang rute 919 kilometer (km) dari Stasiun Jember ke Stasiun Gambir. Sedangkan KA Gajayana panjang rutenya 907 km dari Stasiun Kota Baru Malang ke Stasiun Gambir Jakarta. Bagi masyarakat yang terbiasa menggunakan KA Pandalungan tentu belum begitu mengetahui bahwa kereta api yang dinaikinya adalah kereta api satu-satunya dengan rute terpanjang.

Diketahui KA Pandalungan resmi diluncurkan pada 1 Juni 2023, bertepatan dengan mulai diberlakukannya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2023. KA Pandalungan membawa 8 kereta eksekutif dengan kapasitas 400 tempat duduk.

KAI mengungkapkan alasan di balik penamaan KA Pandalungan. Nama KA Pandalungan diambil dari nama sub suku yang mendiami daerah Tapal Kuda di Jawa Timur. Dilansir dari laman Kemendikbud Ristek, secara etimologis kata Pandalungan berasal dari bahasa Jawa. Pandalungan berasal dari bentuk dasar kata “dhalung” dalam bahasa Jawa yang artinya periuk besar.

Dengan layanan eksekutif, kereta ini tidak hanya memecahkan rekor jarak tempuh terpanjang, tapi juga merupakan KA perdana dengan rute Jember-Gambir pulang-pergi. Melalui kehadiran KA Pandalungan, masyarakat yang berangkat dari Jakarta untuk menuju wilayah Jember tidak perlu lagi membeli tiket tujuan Stasiun Surabaya dan selanjutnya harus berpindah KA untuk menuju Stasiun Jember.

Pasalnya, untuk menuju wilayah Jember kini sudah bisa memilih KA Pandalungan dari Stasiun Gambir yang memiliki relasi stasiun akhir di Stasiun Jember dengan kepastian jadwal, waktu tempuh yang efisien dan kenyamanan sepanjang perjalanan.

Sebelumnya, awal KA Pandalungan beroperasi sempat menjadi kereta api dengan perjalanan fakultatif yang beroperasi tiap akhir pekan. Namun kini masyarakat pun sudah bisa memilih kereta api Jakarta – Jember pulang pergi ini bisa dipesan kapan saja. KA Pandalungan sudah beroperasi setiap hari.

Stasiun pemberhentian KA Pandalungan antara lain pada Stasiun Gambir, Stasiun Jatinegara, Stasiun Cikarang, Stasiun Terisi, Stasiun Jatibarang Stasiun Cirebon, Stasiun Tegal, Stasiun Pekalongan, Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Ngrombo, Stasiun Cepu, Stasiun Bojonegoro, Stasiun Lamongan, Stasiun Surabaya Pasar Turi, Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Wonokromo, Stasiun Sidoarjo, Stasiun Bangil, Stasiun Pasuruan, Stasiun Probolinggo, Stasiun Tanggul, Stasiun Malasan, dan Stasiun Jember.

Untuk jadwal KA Pandalungan sebagai berikut:
• Berangkat Gambir: 19:55 WIB – tiba Jember: 09:00 WIB
• Berangkat Jember: 16:00 WIB – tiba Gambir: 04:30 WIB

Tentunya bisa melakukan pembelian tiket KA Pandalungan yang dapat dilakukan sejak H-30, melalui aplikasi KAI Access, web kai.id, atau kanal eksternal resmi yang bekerja sama dengan KAI.

Inovasi Baru, Ternyata Ini Alasan KAI Membuat Kereta Petani dan Pedagang

Lima Kecelakaan Penerbangan Akibat ‘Bird Strike’ Terburuk di Dunia

Burung besi versus burung sungguhan? Sekilas terdengar tidak fair bukan. Hal tersebut mungkin sama dengan perbandingan manusia besi versus manusia sungguhan. Namun, manusia sungguhan mungkin saja mustahil untuk menaklukan manusia besi. Tetapi tidak demikian dengan burung. Burung besi (pesawat terbang) meskipun berukuran jauh lebih besar dan jauh lebih berat, kurang lebih berbobot 40.000 kg, kerap dibuat repot dengan kawanan burung berbobot hanya 2 kg.

Baca juga: Mesin Keluarkan Lidah Api Karena Bird Strike, Penumpang Swoop Sampai Tulis ‘Pesan Terakhir’

Bird strike atau tabrakan dengan burung memang bukanlah hal baru di dunia dirgantara. Fenomena ini kerap jadi momok yang menakutkan bagi penerbangan. Yang teranyar mungkin salah satunya adalah insiden bird strike yang menimpa Boeing 737. Ketika itu, pesawat dengan nomor penerbangan 312 tersebut terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Abbotsford, pinggiran Sydney, Australia, Selasa pagi, (10/9/2019), setelah menabrak sekawanan burung tak lama setelah lepas landas. Beruntung pilot berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat.

Tabrakan dengan kawanan burung atau bird strike pada umumnya memang kerap terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas. Hal itu dimungkinkan karena ketinggian pesawat masih dalam jangkauan terbang burung yang pada umumnya maksimal bisa mencapai ketinggian 4.800-an meter. Di Amerika, data dari Federal Aviation Administration (FAA) menunjukkan, sekitar 90 persen dari insiden bird strike terjadi di sekitar bandara.

Selain itu, Administrasi Penerbangan Federal AS atau FAA juga memperkirakan bahwa penerbangan di AS mengalami kerusakan sekitar $ 400 juta atau Rp 5,4 triliun setiap tahun akibat serangan burung dan lebih dari 200 korban tewas sejak 1988.

Meskipun kuantitas tabrakan burung dengan pesawat masih sangat debatable (ada yang mengkategorikan masih tergolong tak terlalu sering terjadi dan sebaliknya), namun faktanya, antara 1990 hingga 2015 ada 160.894 insiden tabrakan dengan burung di AS. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 0,25 persen yang mengakibatkan kecelakaan.

Kini, setelah lebih dari seabad kemudian sejak pertama kali Wright bersaudara menerbangkan pesawat bersayap tetap (fixed-wing) pada 1903 silam, sang burung besi masih tidak bisa lepas dari bayang-bayang serangan bird strike, atau mungkin bertahan ketika serangan tersebut menghantam. Dilansir KabarPenumpang.com dari abbynews.com, Selasa, (11/2), berikut daftar 5 kecelakaan pesawat terburuk sepanjang sejarah dunia penerbangan.

5) Louisiana, 2009
Seekor elang ekor merah menghantam kaca depan helikopter Sikorsky S-76. Akibat tabrakan tersebut, kaca depan helikopter hancur, serta mengaktifkan kontrol pencegah kebakaran mesin, menunda throttle helikopter, dan memaksa mesin kehilangan daya. Tak lama setelah itu, insiden serupa terjadi dan memakan korban sebanyak delapan dari sembilan penumpang.

4) Paris, 1995
Tak lama setelah lepas landas, Dassault Falcon 20, sebuah pesawat jet bisnis sayap rendah asal Perancis, menghisap beberapa kawanan burung ke dalam mesin hingga akhirnya memutus saluran bahan bakarnya dan menyebabkan mesin tersebut rusak. Kebakaran di dekat bagian belakang kabin pun tak terhindarkan dan pilot kehilangan kendali ketika berusaha melakukan pendaratan darurat. Akibatnya, 10 penumpang tewas.

3) Alaska, 1995
Mirip insiden di Paris, Boeing E-3 Sentry milik Angkatan Udara AS “menghisap” banyak Angsa Kanada ke dalam dua mesinnya, tak lama setelah lepas landas. Beberapa saat berselang, mesin mulai membuang bahan bakar dan menyebabkan pesawat kehilangan ketinggian. Pesawat akhirnya menabrak kawasan berhutan dan meledak hingga menyebabkan 24 awak tewas.

Baca juga: Dihantam Bird Strike, Hidung Airbus A380 Singapore Airlines Berlumuran Darah

2) Bahir Dar, 1988
Sekawanan merpati berbintik juga terhisap ke dalam pesawat penumpang, Boeing 737 tak lama setelah lepas landas. Setelah itu, salah satu mesin kehilangan daya dorong, sedangkan mesin lainnya mati total. Pesawat pun berakhir nahas setelah gagal mendarat darurat dan terbakar. Insiden tersebut menewaskan 35 dari 98 penumpang.

1) Boston, 1960
Sebuah pesawat Lockheed L-188 Electra terbang melewati kelompok besar burung (120 burung jantan) beberapa saat setelah lepas landas. Hal tersebut kemudian menyebabkan keempat mesin rusak dan berakhir menabrak pelabuhan Boston. Kala itu, pesawat yang sedang di udara tak sampai semenit hingga akhirnya menghantam air dengan sangat keras. 62 dua dari 72 penumpang pun tewas yang sekaligus menandakan insiden kecelakaan terbesar akibat bird strike terbesar sepanjang sejarah.

Ambisi Branding Trump: Upaya Mengabadikan Nama Sang Presiden di Bandara dan Stasiun Kereta AS

Sejarah politik Amerika Serikat baru saja diwarnai oleh kabar menarik mengenai ambisi pribadi Presiden Donald Trump dalam mengabadikan namanya pada infrastruktur publik negara. Menurut laporan media AS, Trump dikabarkan sempat mengusulkan agar nama sebuah bandara internasional dan stasiun kereta api utama diganti menggunakan namanya sendiri. Langkah ini dipandang oleh banyak pihak sebagai kelanjutan dari “kerajaan branding” yang selama ini melekat pada sosoknya di dunia bisnis.

Keinginan ini mencuat dalam diskusi mengenai revitalisasi infrastruktur nasional. Trump, yang dikenal sangat bangga dengan proyek-proyek konstruksi besar, dilaporkan merasa bahwa kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi dan infrastruktur AS layak mendapatkan pengakuan permanen. Usulan ini kabarnya sempat menjadi pembicaraan di lingkungan internal pemerintahan, di mana timnya menjajaki kemungkinan mengubah nama infrastruktur strategis di wilayah yang menjadi basis pendukung setianya.

Namun, upaya tersebut tidak berjalan semulus pembangunan gedung pencakar langit miliknya. Tradisi di Amerika Serikat biasanya menetapkan bahwa penamaan fasilitas publik setelah seorang presiden umumnya terjadi setelah mereka meninggalkan jabatan atau sebagai bentuk penghormatan pasca-kematian. Selain itu, mengubah nama bandara atau stasiun besar melibatkan proses birokrasi yang rumit, termasuk persetujuan dari pemerintah lokal dan otoritas transportasi yang seringkali memiliki pandangan politik berbeda.

Laporan ini memicu beragam reaksi di publik Amerika. Para pendukungnya menilai hal tersebut sebagai bentuk apresiasi yang wajar atas visinya “Make America Great Again” di sektor pembangunan. Sebaliknya, para kritikus menganggap langkah tersebut sebagai bentuk narsisme politik yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi seorang presiden yang masih menjabat. Mereka berargumen bahwa infrastruktur publik seharusnya tetap menjadi milik rakyat tanpa label politik tertentu.

Meskipun hingga saat ini belum ada bandara utama yang resmi berganti nama menjadi “Bandara Internasional Trump,” kabar ini menambah daftar panjang bagaimana Trump berupaya mendobrak norma-norma tradisional kepresidenan. Hal ini mempertegas bahwa bagi Trump, politik bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga soal warisan visual dan branding yang akan diingat oleh generasi mendatang setiap kali mereka melakukan perjalanan melalui jalur udara maupun rel kereta api.

Trump Ingin Ganti Nama Bandara Ini Jadi Bandara Internasional Donald J. Trump

Demi Konten Nyawa Melayang: Jepang Perketat Aturan Fotografi di Area Kereta Api

Jepang dikenal sebagai surga bagi para pecinta kereta api atau yang akrab disapa Densha Otaku. Namun, belakangan ini gairah berlebih para fotografer tersebut telah mencapai titik yang membahayakan. Perusahaan kereta api Jepang baru-baru ini mengeluarkan seruan tegas yang meminta para fotografer untuk berhenti melakukan tindakan “bodoh dan berbahaya” demi mendapatkan satu jepretan sempurna, setelah serangkaian insiden yang mengancam keselamatan operasional dan nyawa manusia.

Masalah ini mencuat bukan tanpa alasan. Banyak fotografer dilaporkan nekat menerobos pagar pembatas, memanjat tiang listrik, hingga berdiri sangat dekat dengan rel yang masih aktif hanya untuk mendapatkan sudut pandang (angle) yang dianggap estetik. Tidak hanya itu, penggunaan lampu kilat (flash) yang diarahkan langsung ke arah masinis juga menjadi sorotan tajam. Lampu kilat tersebut dapat membutakan penglihatan masinis secara sementara, yang dalam kecepatan tinggi, bisa berakibat fatal bagi ratusan penumpang di dalam kereta.

Duta Besar AS untuk Jepang Kesengsem dengam Kereta Komuter di Kansai, Didaulat Sebagai “Testu Otaku”

Pihak otoritas kereta api menyatakan bahwa perilaku ini tidak hanya mengganggu jadwal perjalanan akibat pengereman mendadak, tetapi juga merusak fasilitas publik. Beberapa oknum bahkan tega memotong pohon atau merusak tanaman milik warga sekitar demi memastikan tidak ada objek yang menghalangi pandangan lensa mereka ke arah kereta yang sedang melaju. Seruan “jangan jadi bodoh” ini menjadi viral di media sosial Jepang sebagai bentuk rasa frustrasi perusahaan transportasi terhadap komunitas fotografer yang kian tidak terkontrol.

Meskipun fotografi kereta api adalah bagian dari budaya populer Jepang, pemerintah dan operator kereta api kini mulai mempertimbangkan langkah hukum yang lebih berat. Pengetatan pengawasan di titik-titik populer pengambilan foto serta kemungkinan pelarangan total di area tertentu menjadi opsi yang sedang digodok. Pesannya sangat jelas: tidak ada foto, seindah apa pun itu, yang sebanding dengan nyawa manusia atau gangguan pada sistem transportasi publik yang sangat krusial di Jepang.

Kini, komunitas fotografer di Jepang pun terbelah. Banyak yang merasa malu dengan tindakan rekan sejawat mereka dan menyerukan kode etik yang lebih ketat dalam memotret. Pada akhirnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama, dan para pemburu momen kereta api ini diminta untuk kembali menggunakan akal sehat sebelum menekan tombol rana kamera mereka.

Pengendara Sepeda Berjalan Dijalur Semestinya, Tetsu-ota Berteriak Tak Dapat Hasil Foto Kereta

Jelajah Jalur Kereta Api dengan Panorama yang Gak Ngebosenin, Ini Daftarnya

Pernahkah terpikir bahwa naik kereta api itu tentu sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan? Selain praktis dan nyaman dengan pelayanan yang semakin baik, menggunakan kereta api juga bisa merasakan kedamaian di hati. Ya, apalagi jika melewati panorama maupun pemandangan yang sangat indah. Karena masyarakat sebagai pengguna setia kereta api, perjalanan yang tak melelahkan adalah saat melewati panorama yang luar biasa indah.

Jika dibandingkan dengan moda transportasi yang lainnya seperti pesawat, kereta api memiliki harga yang lebih terjangkau. Selain itu, tidak jarang kita bisa menemukan pemandangan-pemandangan yang luar biasa indah dalam perjalanan dengan kereta api.

Ternyata ada pilihan bagi kalian yang hobi traveling menggunakan kereta api dan bisa melakukan pilihan perjalanan yang bisa dibilang instagramable. Karena dengan pilihan perjalanan tersebut, tentu bakal gak ngebosenin saat didalam kereta api. Selain menikmati pelayanan, tentu kita juga bisa menikmati pemandangan indah. Nah, kabarpenumpang akan merangkum daftar kereta api yang dikenal memiliki pemandangan yang begitu memajakan mata sepanjang jalur Pulau Jawa.

1. Kereta Api Serayu (Pasar Senen – Purwokerto via Bandung)
KA Serayu menjadi satu-satunya kereta api yang beroperasi dari Jakarta ke Jawa Tengah dengan rute melewati Bandung, tidak melewati Cirebon. Mulai 1 April 2015, KA Serayu tidak akan berhenti di stasiun Jakarta Kota dan berhenti arah ke stasiun Pasar Senen.

Selama perjalanan, penumpang dari KA Serayu akan disuguhkan pemandangan indah. Terlebih saat kereta ini melintasi Jembatan Citiis. Jembatan tersebut menjadi penghubung jalur KA antara wilayah Bandung dan Garut di Jawa Barat.

2. Kereta Api Dhoho/Penataran (Surabaya – Malang – Kertosono)
Kereta yang pertama kali beroperasi pada tanggal 14 Januari 1971 ini merupakan kereta api ekonomi lokal yang melayani rute Surabaya Kota-Malang-Blitar dan sebaliknya. Kereta api ini sebenarnya memiliki nama asli Penataran, namun setibanya di Blitar, kereta ini berganti nama menjadi Rapih Dhoho yang melanjutkan perjalanan kembali menuju Surabaya melewati Kertosono.

Yang menarik dari kereta ini adalah ketika ia melintas di daerah Porong, Sidoarjo. Dengan menaiki kereta ini para pengunjung bukan hanya dapat melihat pemandangan indah, tapi menakjubkan karena di dalam kereta bisa melihat beberapa gunung di Jawa Timur dengan sangat jelas.

3. Kereta Api Lodaya (Bandung – Solo Balapan)
Kereta ini memiliki jalur yang cukup bikin banyak orang terhipnotis karena pemandangan indah pegunungan yang terhampar disisi kanan kirinya. Spot paling epik adalah ketika penumpang melewati Stasiun Lebak Jero. Saat itulah kereta akan terlihat gagah berjalan di atas ketinggian +818 Mdpl tepatnya di perbatasan antara Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Garut.

4. Kereta Api Malabar (Bandung – Kediri – Malang)
Kereta yang resmi beroperasi pada 30 April 2010 ini melayani perjalanan dari Malang–Bandung ataupun sebaliknya. Yang menarik dari KA Malabar adalah bahwa kereta ini memiliki jalur yang menampilkan keindahan Gunung Sadakeling. Terlebih jalur dari kereta ini biasanya akan membelah Gunung Sadakeling untuk sampai ke Malang maupun ke Bandung.

5. Kereta Api Parahyangan (Bandung – Gambir)
KA Parahyangan sudah menjadi primadona masyarakat untuk berpergian dengan rute Gambir – Bandung maupun sebaliknya. Kereta api ini disebut-sebut sebagai kereta yang memiliki jalur terindah karena saat melewati jalur ini penumpang akan melihat panorama pegunungan Bumi Parahyangan yang luar biasa. Jalurnya berkelok dan melewati beberapa jembatan indah. Jalur ini benar-benar worth it untuk dicoba.

Tak heran jika PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) kini memiliki penambahan kereta api dan jadwal karena banyak masyarakat yang antusias untuk menggunakannya, seperti Kereta Api Papandayan (Gambir – Bandung – Garut) maupun Kereta Api Pangandaran (Gambir – Bandung – Banjar).

Itulah beberapa daftar kereta api yang melewati panorama yang luar biasa indah bagi penumpang yang menikmatinya. Sebenarnya masih banyak panorama lainnya yang sama indahnya di jalur kereta api baik Pulau Jawa maupun Sumatra. Kira-kira menurut kalian apa saja, ya?

Sensasi Naik Kereta Api di Bumi Parahyangan Melewati Jembatan Terpanjang dan Tertua

Selamat Tinggal Mobil Mulus! Regulasi Baru Cina Paksa Produsen EV Buang Gagang Pintu Elektronik

Cina, pasar otomotif terbesar di dunia, baru saja mengeluarkan kebijakan mengejutkan yang akan mengubah wajah desain mobil masa depan. Mulai 1 Januari 2027, pemerintah Cina melalui Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) secara resmi melarang penggunaan gagang pintu mobil model “hidden” atau flush door handles yang sepenuhnya elektronik tanpa sistem pembuka mekanis.

Langkah itu diambil setelah serangkaian insiden fatal yang menunjukkan bahwa estetika futuristik tersebut justru menjadi jebakan mematikan dalam situasi darurat.

Selama beberapa tahun terakhir, gagang pintu yang menyatu dengan bodi mobil (seperti pada Tesla, Xiaomi SU7, hingga BYD) menjadi tren global karena dianggap meningkatkan aerodinamika dan memberikan kesan canggih. Namun, masalah serius muncul saat terjadi kecelakaan yang memutus aliran listrik kendaraan. Dalam beberapa kasus tragis di Cina dan Amerika Serikat, pintu mobil gagal terbuka dari luar karena mekanisme elektronik macet, sehingga warga yang hendak menolong tidak bisa mengevakuasi korban tepat waktu dari mobil yang terbakar atau tenggelam.

Berdasarkan aturan baru bertajuk “Persyaratan Teknis Keselamatan untuk Gagang Pintu Kendaraan”, Cina mewajibkan setiap mobil yang dijual di negaranya memiliki sistem pelepas mekanis (manual) baik dari sisi luar maupun dalam. Artinya, gagang pintu yang mengandalkan motor listrik untuk keluar secara otomatis atau model tekan-lepas sepenuhnya akan dilarang.

Produsen masih diperbolehkan menggunakan desain semi-tersembunyi, asalkan masih ada celah bagi jari manusia untuk menarik gagang secara fisik tanpa bantuan tenaga listrik.

Keputusan ini menjadi tamparan bagi tren desain EV saat ini, mengingat data menunjukkan bahwa sekitar 60% dari 100 mobil listrik terlaris di Cina saat ini menggunakan fitur gagang pintu tersembunyi. Beberapa raksasa otomotif seperti Xiaomi, BYD, Geely, hingga brand global seperti Toyota, Hyundai, dan Ford dilaporkan terlibat dalam penyusunan standar keselamatan baru ini. Mereka kini harus memutar otak untuk menyeimbangkan antara efisiensi aerodinamika dengan standar keselamatan yang jauh lebih ketat.

Langkah tegas Cina ini diprediksi akan diikuti oleh regulator keselamatan di negara lain. Banyak ahli menilai bahwa tambahan jarak tempuh (range) yang hanya beberapa mil berkat aerodinamika gagang pintu tidak sebanding dengan risiko nyawa yang dipertaruhkan. Dengan kembalinya mekanisme manual, era mobil “super mulus” tanpa gagang pintu mungkin akan segera berakhir, mengembalikan fungsi keselamatan sebagai prioritas utama di atas sekadar gaya dan estetika.

Huawei Patenkan Baterai Mobil Listrik dengan Jarak Tempuh 3.000 Km, Pengisian Daya Hanya Lima Menit

Usianya Genap 140 Tahun, Stasiun Medan Kini Makin Eksis dan Modern

Tak hanya bangunan stasiun kereta api di jalur Pulau Jawa, ternyata Sumatra memang punya banyak segudang bangunan stasiun yang sangat legendaris. Selain itu bagi masyarakat Sumatra sendiri, kereta api di jalur tersebut memiliki keunikan tersendiri. Mulai dari bangunan yang menjadi ciri khas masing-masing daerah, nama stasiun, serta rangkaian kereta api yang bisa dibilang terbatas.

Kabarpenumpang kali ini akan mengajak kalian jelajah stasiun kereta api di wilayah Sumatra Utara. Terdapat beberapa stasiun kereta api di Sumatera Utara yang melayani ribuan penumpang setiap harinya. Dari beberapa stasiun yang ada di Sumatera Utara, stasiun satu ini menjadi yang terbesar. Ya, apalagi kalau bukan Stasiun Medan.

Stasiun ini diresmikan pada tahun 1886 oleh Deli Spoorweg Maatschappij (DSM), perusahaan kereta api milik Belanda yang kini sudah beroperasi selama 140 tahun (tahun 2026). Stasiun Medan ini merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe A. Pada tahun 2007 lalu, stasiun ini mendapat Penghargaan Prima Utama dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk pelayanan unit transportasi publik.

Stasiun ini terletak di perbatasan antara Kelurahan Kesawan (Medan Barat) dan Gang Buntu (Medan Timur) dan melayani ribuan penumpang ke berbagai wilayah di Sumatera Utara setiap harinya. Nama Stasiun Medan ini diambil dari nama salah satu kota di Sumatra Utara yakni, Medan.

Peran Stasiun Medan sangat vital, karena menjadi titik penghubung jalur kereta menuju Pelabuhan Belawan. Dari sinilah ribuan ton hasil perkebunan dikirim ke pasar dunia. Secara arsitektur, Stasiun Medan memperlihatkan ciri khas bangunan kolonial Belanda. Dinding tebal berwarna terang, jendela besar dengan lengkung sederhana, serta atap tinggi untuk ventilasi udara adalah elemen yang mencerminkan adaptasi desain Eropa dengan iklim tropis.

Seiring berjalannya waktu, Stasiun Medan mengalami sejumlah renovasi besar. Pada era 1970-an, dilakukan pembaruan untuk menyesuaikan kebutuhan operasional modern, terutama karena volume penumpang semakin meningkat.

Renovasi berikutnya terjadi pada awal 2010-an, bertepatan dengan rencana pengoperasian Kereta Api Bandara Kualanamu. Saat itu, Stasiun Medan ditata ulang dengan konsep yang lebih modern. Area hall dibuat lebih luas, sistem tiket mulai terkomputerisasi, dan konektivitas dengan transportasi lain ditingkatkan.

Keistimewaan terbesar stasiun ini adalah perannya sebagai pelopor layanan kereta bandara di Indonesia. Sejak 2013, Stasiun Medan menjadi titik awal keberangkatan Kereta Api Bandara Kualanamu. Layanan ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan transportasi cepat menuju Bandara Internasional Kualanamu yang berjarak sekitar 39 kilometer dari kota.

Dengan arsitektur kolonial yang masih berdiri kokoh, renovasi yang menjaga relevansinya, serta inovasi transportasi modern, Stasiun Medan bukan hanya sarana mobilitas, melainkan juga ikon yang menyatukan sejarah dan masa depan Kota Medan.

Jejak Sejarah Stasiun Medan, Sisakan Kenangan Menara Jam Antik