Tampilkan Miniatur Kereta dan Kucing Hidup, Bikin Restoran di Osaka Populer

Makan di restoran sembari melihat miniatur jalur kereta api dan kucing hidup bagai raksasa di tengahnya? Ini bisa Anda nikmati ketika berada di sebuah restoran di Osaka, Jepang. Meski pandemi Covid-19 masih terus berlangsung, kehadiran restoran ini bisa memikat pelanggan dari seluruh Jepang.

Baca juga: Bandara Victoria Gelontorkan Rp300 Juta Demi Toilet Khusus Hewan Peliharaan

Diorama Restaurant Tetsudokan ini letaknya di Tennoji Ward Osaka dan menawarakan model miniatur kereta api yang melintasi bangunan dengan luas sekitar 65 meter persegi. Uniknya bukan hanya itu, miniatur kereta api tersebut ternyata rumah bagi 14 kucing.

Pemilik restoran bernama Naoki Teraoka, mengaku perpaduan miniatur kereta api dengan kucing membuat restorannya populer, terutama di kalangan pengguna Instagram. Dilansir KabarPenumpang.com dari mainichi.jp (11/1/2022), kucing-kucing itu terlihat sedang berada di restoran dan bahkan dengan semua model yang di bangun di dalamnya.

Ketika makan di Diorama Restaurant, Anda akan bisa menemukan satu kucing duduk di atas tel kereta api. Selain itu ada pula kucing yang beristirahat dan merebahkan kepalanya di jembatan kereta api. Sedangkan lainnya perlahan bangun dari tidurnya seperti akan menghancurkan atap dari platform kereta api.

Pria 57 tahun itu diketahui telah membuka restoran bertema model miniatur sejak tahun 2005 lalu. Dia kemudian membuka Restoran Diorama pada 2018 dan tak lama harus tutup sementara karena pandemi melanda. Teraoka berpikir untuk menutup restorannya setelah jumlah pelanggan berkurang.

Tetapi, dirinya kemudian menemukan seekor anak kucing liar yang kurus kering di dekat restorannya dan membawa masuk. Teraoka mulai merawat kucing tersebut di restoran dan setelah itu ibu serta saudara-saudara kucing tersebut mulai datang. Anak kucing itu pulih dan Teraoka memposting kucing tersebut bermain dengan model kereta api di media sosial.

Kemudian postingan itu menghasilkan respon yang jauh lebih besar daripda yang diperkirakannya. Sehingga restoran miliknya segera menjadi tempat wisata populer bahkan menarik perhatian media asing. Kucing-kucing tersebut disimpan di dalam kandang selama jam buka restoran untuk memungkinkan pengunjung menikmati diorama.

Setelah pintu ditutup untuk hari itu, waktu syuting dimulai saat kucing dilepaskan untuk melakukan apa yang mereka inginkan dengan miniatur. Anak-anak kucing tumbuh lebih besar. Agar miniatur dapat menopang bobotnya yang bertambah, Teraoka sekarang melakukan perawatan dua kali seminggu dan mengganti suku cadang dengan yang lebih kokoh.

Baca juga: Boji, Anjing Kesayangan Warga Istanbul yang Suka Berkeliling dengan Transportasi Umum

“Kita semua hari ini adalah berkat kucing-kucing itu. Saya ingin membayar mereka mulai sekarang,” kata Teraoka.

Untuk diketahui, dia telah membuka tempat penampungan kucing di lantai dua restoran dan terlibat dalam kegiatan dukungan kucing, termasuk mencari rumah permanen untuk hewan.






















Tak Ada “Atapers,” Tralis di Atap Peron Stasiun Masih Saja Dipasang

Mungkin Anda menyadari jika naik KRL di beberapa stasiun masih terdapat tralis yang menempel di atap peron. Sebelumnya tralis tersebut guna menghindari penumpang KRL yang naik dan turun di atap kereta. Trail sepanjang peron ini dibuat benar benar mepet dengan badan kereta agar tak ada yang melanggar naik diatas atap KRL.

Baca juga: Atapers, Para Penantang Maut dari Atas Gerbong

Sejak zaman divisi Jabotabek ketidaknyamanan pengguna KRL memang sudah dirasakan. Apalagi banyak sekali pengguna KRL yang tidak tertib, seperti tidak membeli karcis, masuk ke dalam kabin masinis dan naik di atap kereta. Fenomena tersebut lumrah terjadi pada jamannya karena sulit sekali untuk diberi himbauan bahwa hal tersebut mencelakakan diri dan penumpang lainnya.

Diera modern saat ini, dengan penjagaan ketat dan kenyamanan terus ditingkatkan, hal tersebut sudah hilang 100 persen. Penumpang yang naik di atap kereta sudah sama sekali hilang. Ini karena kesadaran dari para pengguna kereta api sudah semakin maju dan tertib. Termasuk dengan membeli tiket saja, penumpang sudah mendapat fasilitas yang tersedia di semua stasiun.

Dirasa sudah nyaman, namun masih ada beberapa peninggalan yang belum dibenahi ataupun dibongkar di beberapa tempat baik di stasiun atau lingkungan kereta api. Termasuk tralis yang masih menempel di peron Stasiun Depok. Entah kenapa belum sama sekali ada pembongkaran pada tralis ini. Padahal KRL sudah termasuk perjalanan yang aman dan nyaman tidak ada atapers.

Baca juga: KRL Jabodetabek Dulu dan Sekarang

Jika ada hal tidak diinginkan terjadi kemungkinan akan sulit untuk menuju ke atap KRL. Karena tralis masih menghalangi jika sewaktu – waktu adanya proses evakuasi. Tak hanya Stasiun Depok, beberapa stasiun lainnya juga masih terdapat tralis yang masih menempel. Seperti Stasiun Depok Baru dan Pasar Minggu. Bisa jadi ada beberapa stasiun lagi bekas peninggalan jaman Divisi Jabotabek yang masih melintang di bawah atap peron stasiun tersebut. (PRAS – Cinta Kereta Api)






















Sejarah Water Salute, Terinspirasi dari Kapal Laut-Disadur Aviasi Sejak 1990-an

Water salute sudah menjadi tradisi dunia penerbangan dalam menghormati veteran militer, pejabat asing, layanan maskapai baru, dan layanan terakhir maskapai. Namun, sebelum menjadi tradisi, bagaimana cikal bakal, awal mula, atau sejarah water salute di dunia penerbangan dan kapan water salute pertama kali dilakukan di dunia aviasi?

Baca juga: Semburan “Water Salute,” Penanda Tibanya Penerbangan Perdana

Water salute biasanya melibatkan minimal dua mobil pemadam kebakaran atau Petugas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) atau biasa juga disebut Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF).

Tetapi, pada praktiknya, water salute acap kali melibatkan tiga atau empat mobil pemadam kebakaran, tergantung kebutuhan serta situasi dan kondisi di masing-masing bandara.

Saat pesawat landing di runway, masuk ke taxiway, dan menuju apron, water salute mulai disemportkan dari mobil pemadam kebakaran bandara dari sisi kiri dan kanan pesawat dan membentuk busur untuk kemudian dilewati pesawati di bagian bawahnya. Ini adalah bentuk tanda hormat, kehormatan, dan ungkapan rasa terima kasih.

Water salute terus disemprot atau disemburkan selama kurang lebih dua menit dalam posisi pesawat masih meluncur di taxiway menuju apron. Kendati singkat, namun, satu mobil pemadam kebakaran, seperti dikutip dari laman Aerotime Aero, bisa menghabiskan total 3.000 galon.

Baca juga: Apa Itu “Mil Laut” dan Bagaimana Sejarah Navigasi Penerbangan Gunakan Satuan Nautical Mile?

Selain menyambut dimulainya penerbangan perdana sebuah maskapai, water salute juga dilakukan untuk berbagai momen lainnya, seperti pesawat baru yang beroperasi secara komersial untuk pertama kali, kapten pilot atau anggota ATC yang pensiun, dan penerbangan terakhir maskapai saat berangkat dari sebuah bandara.

Karenanya, water salute tidak melulu dilakukan saat sebuah penerbangan atau pesawat tiba di bandara tujuan, melainkan juga saat sebelum memulai penerbangan, salah satunya water salute terhadap penerbangan terakhir maskapai dari sebuah bandara.

Dilihat dari sejarahnya, water salute seharusnya memang dilakukan sebelum pesawat berangkat ke bandara tujuan, bukan saat tiba di bandara tujuan.

Sejarah water salute tak ada yang mengetahui pasti bagaimana dan kapan mulai dilakukan di dunia aviasi. Tetapi, sebagaimana istilah dan berbagai praktik di dunia penerbangan yang menyadur transportasi laut, mengingat ia sudah jauh ada sebelum transportasi udara ada, water salute juga demikian. Itu berkiblat pada kebiasaan kapal laut.

Baca juga: Mengapa Kokpit Disebut Kokpit? Inilah Jawaban dari 3 Teori Termasyhur

Disebutkan, sebelum berangkat meninggalkan pelabuhan atau saat tiba di pelabuhan, kapal laut biasanya disemprot oleh fireboat atau kapal pemadam kebakaran. Tak diketahui secara pasti apa alasannya, tetapi besar kemungkinan sebagai bentuk penghormatan.

Ini kemudian dibawa ke dunia penerbangan dan mulai umum dilakukan saat Bandara Internasional Salt Like City mulai memberikan water salute sebagai tanda hormat kepada para pensiunan pilot Delta Airlines dengan membuat lengkungan air yang di bawahnya akan dilewati pesawat.

Rayakan Ulang Tahun ke-111, Sejarah Bandara Hamburg Tak Bisa Dilepaskan dari Balon Udara Zeppelin

Bandara Internasional Hamburg baru saja merayakan hari jadinya yang ke-111 pada 11 Januari 2022 lalu. Sampai tahun 2019, bandara tersebut sudah melayani lebih dari 17 juta penumpang ke 130 destinasi nasional dan internasional.

Baca juga: Inilah 5 Bandara Tertua di Dunia Yang Masih Beroperasi

Saat ini, Bandara Hamburg, yang dinobatkan sebagai salah satu bandara tertua di dunia yang masih beroperasi, hanya bertengger di posisi kelima bandara terbesar di Jerman.

Tetapi, di masa lalu, Bandara Hamburg adalah bandara terpenting bagi perkembangan industri dirgantara Jerman setelah didirikannya hanggar kapal udara pertama pada 11 Januari 1911 atau hari dimana Bandara Hamburg didirikan.

Dilansir Aviation24, berdirinya Bandara Hamburg tak lepas dari berdirinya perusahaan Hamburger Luftschiffhallen GmbH (HLG) sehari sebelum Bandara Hamburg didirikan.

HLG didirikan berkat antusiasme warga Hamburg dalam menyongsong masa depan kapal udara, usai berhari-hari dicekoki berbagai benefit dari kapal udara beserta ekosistemnya oleh Pangeran Ferdinand Adolf Heinrich August Graf von Zeppelin, yang juga pendiri dan pencipta Zeppelin, kapal udara kenamaan dunia.

Graf Zeppelin (adamsmith.org)

Berbulan-bulan dikebut, hanggar kapal udara pertama pun berhasil didirikan pada tahun 1912 di atas area seluas 45 hektar. Di lokasi dan tahun yang sama pula, kapal udara Zeppelin pertama berhasil terbang.

Era kapal udara berakhir usai kehadiran biplan. Penerbangan berjadwal pertama terjadi pada tahun 1919-20 saat maskapai tertua di dunia yang masih beroperasi, KLM, mengoperasikan penerbangan internasional Rotterdam – Amsterdam – Hamburg – Kopenhagen dengan kapasitas lima penumpang.

Pada tahun 1929, terminal pertama Bandara Hamburg resmi dibuka seiring tingginya minat masyarakat bepergian menggunakan pesawat.

Meski sempat mengalami masa-masa suram saat Perang Dunia II, dimana Jerman jadi pesakitan karena menelan kekalahan dari sekutu dan bandara dikuasai Inggris sampai 1950, pada 1 April 1955 Bandara Hamburg mulai kembali menatap masa depan cerah.

Ketika itu, pesawat Convair Lufthansa melakoni penerbangan perdana menuju Munich. Lima tahun berikutnya, Bandara Hamburg untuk pertama kalinya melayani pesawat bermesin jet Boeing 707 Lufthansa.

Bertahun-tahun beroperasi, Bandara Hamburg baru berhasil membukukan 1 juta penumpang pada tahun 1961. Setelahnya, Bandara Hamburg semakin menggeliat, mulai dari melayani penerbangan Boeing 747 dan yang paling berkesan adalah bandara didarati oleh pesawat supersonik Concorde pada April 1976 saat melakukan kunjungan sekaligus promosi.

Baca juga: Berusia 101 Tahun, Inilah Menara ATC Pertama di Dunia

Tak lupa, sebagai salah satu bandara terbesar di Jerman, Bandara Hamburg juga memiliki sertifikasi melayani pesawat Airbus A380 dan sukses didarati pesawat komersial terbesar di dunia tersebut pada 29 Oktober 2018.

Pada 10 November 2016, Bandara Hamburg berganti nama untuk kedua kalinya, dari semula Flughafen Fuhlsbüttel menjadi Bandara Hamburg pasca Perang Dunia II, dan berganti lagi menjadi Bandara Hamburg Helmut Schmidt untuk menghormati mantan Kanselir Federal Republik Jerman, Helmut Schmidt.

Perlintasan Sebidang Pondok Cina Kini Tak Lagi Ramai

Stasiun Pondok Cina yang berlokasi di Jalan Lingkar Kampus, Beji, Depok, Jawa Barat ini merupakan stasiun yang cukup ramai dengan penumpang KRL. Penumpang KRL yang naik dari stasiun ini rata – rata warga Depok dan sekitarnya. Stasiun ini juga berdekatan dengan Universitas Gunadarma dan Universitas Indonesia. Tak heran banyaknya mahasiswa dan mahasiswi terlihat lalu lalang naik dan turun di Stasiun Pondok Cina.

Baca juga: Konservasi KRL Bekas Pakai Tinggal Menghitung Hari 

Selain adanya stasiun, Pondok Cina juga memiliki Perlintasan Sebidang (JPL). JPL ini bersebelahan dengan Stasiun Pondok Cina. Namun, uniknya JPL ini masih berfungsi walaupun sudah tidak ada lagi kendaraan bermotor roda 4 dan yang melintas hanya beroda 2 saja. Pos JPL bernomor 24A masih terdapat petugas yang berjaga setiap ada kereta api yang lewat. Petugas JPL tetap menjalankan tugasnya untuk mengamankan jalur kereta api. Sebagai catatan, petugas yang bekerja di pos JPL hanya untuk menjaga atau mengamankan jalur kereta api bukan mengamankan lalu lintas jalan raya.

Pos JPL Jadi Sirine Petugas Keamanan Stasiun
Sudah cukup lama JPL di area Pondok Cina difungsikan. Walaupun tidak aktifitas kendaraan bermotor karena ditutupnya akses jalan ke Kampus UI, namun suara sirine JPL tersebut cukup membantu petugas keamanan yang bekerja di Stasiun Pondok Cina.

Banyaknya penumpang KRL yang naik dan turun di Stasiun Pondok Cina membuat petugas keamanan berjaga ekstra demi kelancaran perjalanan KRL dan keamanan bagi penumpangnya. Pasalnya area penyeberangan orang di stasiun ini masih melintasi rel. Jadi petugas keamanan membantu untuk membuka dan menutup batas keamanan. Dengan menggunakan rantai besi yang panjang, petugas keamanan menutup jika kereta api melintas dan membukanya jika kereta api tidak lewat.

Baca juga: Jumlah Perlintasan Sebidang Liar di Indonesia, Tembus Angka 4.000!

Namun, petugas keamanan bisa menutup dan membuka batas penyeberangan tersebut hanya saat suara sirine JPL berbunyi. Menurutnya, itu juga cukup membantu jika ada kereta api lewat atau tidak. Ketika kereta api/KRL akan lewat dan suara sirine JPL berbunyi, otomatis petugas keamanan menutup penyeberangan agar tidak ada penumpang yang menyebrang sembarangan. Lalu setelah suara sirine JPL berhenti berbunyi, petugas keamanan membuka penyeberangan orang dan penumpang bisa menyeberang dengan aman. Ini dilakukan setiap hari sebelum pembangunan underpass crossing (penyeberangan bawah tanah) selesai dibangun. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Baru Tahu Hasil Tes Positif Covid dalam Penerbangan, Wanita ini Mengurung Diri di Bilik Toilet

Saat orang banyak melakukan isolasi mandiri di rumah atau di rumah sakit ketika terinfeksi virus corona. Lain lagi dengan wanita asal Amerika Serikat ini. Di mana dia mengurung dirinya sendiri di dalam bilik toilet pesawat setelah hasil tes menunjukkan ia positif Covid di tengah penerbangan dari Chicago ke Islandia.

Baca juga: Kembali Berlayar, Seorang Penumpang Kapal Pesiar Asuka II Positif Covid-19 Varian Baru

Penumpang itu bernama Marisa Fotieo yang mengatakan tenggorokannya mulai sakit di tengah perjalanan. Kemudian dirinya pergi ke toilet untuk melakukan tes cepat Covid dan menunjukkan hasil dirinya positif terinfeksi.

“Saya baru saja mengambil tes cepat dan membawanya ke toilet, dan dalam waktu dua detik ada dua garis [menunjukkan tes positif],” kata Fotieo yang dikutip KabarPenumpang.com di independent.co.uk (30/12/2022).

“Ada 150 orang dalam penerbangan itu, dan ketakutan terbesar saya adalah menularkan kepada mereka, (penumpang lain),” tambahnya.

Dia berbagi cerita itu di akun TikTok dan menampilkan video pendek di dalam toilet pesawat yang ditumpanginya itu. Dia menulis caption, “POV Anda dites positif untuk Covid saat berada di atas Samudra Atlantik.”

“Berteriaklah ke Icelandair untuk tempat karantina VIP saya,” tambahnya.

Fotieo mengatakan dia tetap di toilet selama sisa penerbangan, mengandalkan pramugari Ragnhildur “Rocky” Eiríksdóttir untuk menyediakan makanan dan minuman. Video TikTok Fotieo telah dilihat lebih dari empat juta kali sejak pertama kali diunggah pada 21 Desember. Banyak yang penasaran dan ingin tahu, bagaimana dia bisa naik ke pesawat dan lolos dari pemeriksaan saat di bandara keberangkatan.

Fotieo membahas kekhawatiran di bagian komentar platform, menjelaskan bahwa dia menerima dua tes PCR negatif sebelum naik.

“Saya tidak pernah sampai ke tujuan saya. Karantina di Islandia sekarang,” dia memberi tahu penggemar melalui TikTok.

Dalam upaya nyata untuk tetap terhibur selama isolasi sepuluh hari wajib, Fotieo telah memposting serangkaian video dari dalam karantina hotelnya di Reykjavik. Fotieo mengatakan dia telah divaksinasi penuh dengan suntikan booster dan sedang dalam perjalanan ke tujuan terakhirnya di Swiss bersama saudara laki-laki dan ayahnya ketika dia dinyatakan positif di tengah penerbangan.

Baca juga: Gegara Satu Penumpang Terinfeksi Covid-19, Kapal Pesiar World Dream Kembali ke Marina Bay Cruise Center

“Saya memilih untuk tetap di dalam toilet karena saya tidak ingin berada di sekitar orang lain di dalam pesawat,” kata guru PAUD tersebut.

34 Tahun Kemudikan Bus, Wanita Paruh Baya Dipecat Gegara Tinggi Badan

Terkadang memiliki tinggi badan kurang, menjadi masalah dalam pekerjaan dan membuat seseorang harus meninggalkan pekerjaan mereka meski sudah lama berkecimpung di situ. Hal ini terjadi pada seorang ibu yang bekerja sebagai pengemudi bus di Manchester, Inggris.

Baca juga: Dianggap Terlalu Cantik Jadi Pengemudi Bus, Wanita Asal Inggris Tetap Pada Pendiriannya

Pengemudi itu Tracey Shocles yang merupakan salah satu pengemudi bus wanita pertama dan telah bekerja selama 34 tahun. Namun dia tidak lagi bisa bekerja saat Go North West mengubah posisi kaca spion pada bus mereka.

Kemudian wanita berusia 57 tahun itu ditawari peran berbeda untuk bekerja di bus sekolah perusahaan yang memiliki kaca spion yang lebih cocok. Tetapi bila dirinya pindah, maka akan ada pengurangan gaji dan jam kerja. Karena pertimbangan itu, dirinya menolak. Dilansir KabarPenumpang.com dari dailymail.co.uk (10/1/2022), untuk diketahui, bisnis itu akhirnya membuat banyak proposal demi mempertahankan Tracey di perusahaan mereka.

Setelah mereka banding, janda tiga anak tersebut melakukan pengumpulan dukungan dari banyak selebriti. Kemudian perusahaan setuju untuk menawarkan dia sebagai pengemudi bus dengan gaji yang sama tetapi akan ada pengurangan jam dan membuatnya kehilangan £230 sebulan, kata serikat pekerja Unite.

Karena masih kehilangan £230 sebulan, Tracey kembali melakukan permohonan kedua untuk mempertahankan jam kerjanya saat ini. Di mana artinya dia harus bekerja satu jam ekstra setiap hari.

“Saya mendapat komentar, komentar seksual, banyak hal. Dan saya sudah berurusan dengan itu. Saya tidak pergi ke manajemen, saya sudah pergi dan menyelesaikannya dan langsung melakukannya,” kata Tracey.

“Ketika saya memulai pekerjaan itu 34 tahun yang lalu, saya bisa mengemudikan semuanya di depot itu. Dan karena mereka telah melakukan ini, saya tidak bisa mengemudikan bus itu sekarang. Jika sepeda atau pejalan kaki berjalan di sisi dekat kendaraan. Saya tidak dapat melihatnya, itu menghalangi pandangan saya, dan itu tidak aman,” tambahnya.

Setelah berita tentang penderitaannya dipublikasikan, sebuah petisi dibuat untuk mendukungnya dan sejak itu telah mengumpulkan lebih dari 23 ribu tanda tangan dalam tiga minggu. Tujuan petisi menyatakan bahwa menyerukan kepada perusahaan ‘untuk mengembalikan Tracey Scholes tanpa kehilangan gaji/tanpa kehilangan jam kerja’. Selain 23.000 orang yang telah menandatangani petisi sejauh ini, Tracey telah menerima dukungan dari selebriti seperti Maxine Peake.

Baca juga: Mantan Kiper Super Falcons Beralif Profesi Sebagai Pengemudi Bus di Inggris

“Tracey adalah anggota berharga dari tim kami di Go North West dan kami sangat menyesal melihatnya pergi. Desain spion di bus kami disepakati setelah berkonsultasi dengan Unite beberapa waktu lalu. Semua pengemudi kami yang lain dengan ketinggian yang sama dengan Tracey dapat melihatnya dengan aman,” kata Go North West dalam sebuah pernyataan.

Bingung Mau Ke Tokyo atau Kyoto? Baca ini Dulu Ya

Tokyo dan Kyoto, adalah dua destinasi yang acap kali membuat pelancong bingung saat bertandang ke Jepang. Pelancong ada yang ingin menikmati keduanya, tetapi bingung lebih lama di Tokyo apa Kyoto. KabarPenumpang.com merangkum dari thetravel.com (28/10/2021), meski begitu pilihan tersebut tergantung apa yang ingin dilihat oleh pelancong.

Baca juga: Istana Osaka dan Universal Studio Jepang Akan Terhubung dengan Kapal Ferry Awal Musim Semi 2023

Ketika mereka tertarik untuk berwisata sembari belanja, mencoba makanan lezat dan menggebrak dunia malam, maka pelancong ingin mengunjungi satu kota dibanding yang lainnya. Tetapi saat mereka ingin menikmati kegiatan buday, seni dan ingin belajar tentang sejarah lokal maka akan berbalik dari sebelumnya.

Tokyo yang adalah pusatnya pop Asia merupakan wujud campuran timur dan barat, merek, artis modern dan banyak lagi. Selain itu kota ini juga pisat perdagangan Jepang dengan banyak kafe mewah berjejer sepanjang jalan. Banyak gedung pencakar langit yang membentang hingga ke awan dan semua tren baru memenuhi toko.

Sehingga bagi mereka yang menikmati Tokyo akan mendapat pengalaman berbelanja di toko manga dan mengunjungi tempat karaoke. Selain itu juga bisa menikmati aroma unik ramen Jepang serta minuman di sepanjang jalannya.

Namun berbeda ketika pelancong ke Kyoto yang terkenal dengan kuil Budha bersejarahnya dan kuil Shinto yang dibangun ratusan tahun lalu. Kota ini bukanlah seperti Tokyo yang menawarkan kemewahan, tetapi mempertahankan warisan budaya yang memepesona karena terhindar dari serangan udara selama Perang Dunia II.

Bahkan bisa dikatakan, ketika berada di Kyoto, Anda akan merasa seperti berjalan melalui buju sejarah. Di Kyoto, tidak akan melihat gedung tinggi, sebab semua orang yang ada di kota ini tingga di rumah kayu tradisional Jepang yang dikenal sebagai machiya.

Bila dilihat dari transportasi, kota besar di Jepang sangat mudah dikunjungi dan dijelajahi. Ini berkat sistem angkutan umum yang canggih dan dianggap sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Pelancong dengan mudah menemukan halte bus yang bisa dicapai dengan berjalan kaki. Untuk menikmati perjalanan kereta, pelancong akan mendapatkan ketepatan perjalanan yang akurat karena semuanya tepat waktu.

Negara ini juga merupakan rumah bagi pintu keluar dan lorong bawah tanah yang mengarah ke tujuan paling populer di Jepang. Tetap saja, berkeliling Tokyo tidak sama dengan berada di Kyoto. Misalnya, Tokyo tidak dapat dijelajahi dalam waktu singkat karena terdiri dari 23 distrik dan 26 kota. Sedangkan Kyoto memang memiliki waktu ramai yang sama dengan Tokyo selama musim puncak.

Baca juga: Ternyata Dua Faktor Ini Menjadi Alasan Wisatawan Jepang Terkesan Angkuh Ketika Mengudara

Tetapi untuk melakukan perjalanan dari sisi kota yang satu dengan lainnya menghabiskan waktu 90 menit. Selain itu, menggunakan bus kota di sekitar Kyoto lebih mudah diakses daripada melakukannya di Tokyo. Orang-orang yang berkunjung ke Tokyo akan merasa terpesona dengan berbagai restoran di kota ini, termasuk yang berstandar Michelin. Mereka juga akan menikmati suasana mode di sana dan menjelajahi cita rasa dan reputasi unik di setiap stasiun.

Lokomotif Tua Devon Jadi Tempat Menikmati Teh dan Pemandangan Indah di Inggris

Menikmati teh sore di dalam kereta yang ditarik lokomotif uap sepertinya menjadi hal menarik dan unik bagi sebagian besar orang. Lokomotif uap tersebut melintas dari Buckfastleigh ke Totnes dan kembali lagi di sepanjang lembah Sungai Dart yang indah. Lokomotif tua ini begitu antik dan saat melintas memberikan pemandangan, bau uap dan suara yang memberikan pengalaman tersendiri.

Baca juga: Dijamin Instagramable, Inilah Jalur Kereta Api dengan Pesona Laut Satu–satunya di Pulau Jawa

Ketika kereta berhenti, pelancong bisa melihat banyak meja yang ditata dengan indah di gerbong restoran. Tak hanya itu, gerbong kereta pun dihiasi dengan lampu bergaya Pullman, cangkir dan piring porselen, serta peralatan makan yang dipoles. Bahkan Anda akan ditanya jenis teh yang di minum dari beberapa pilihan yang disediakan.

Lokomotif tua Devon melintasi jalur pinggir laut Inggris

Uniknya, seperti memberikan isyarat untuk berjalan, saat teh tiba di meja pengunjung, peluit simbolis dari kereta uap menandakan keberangkatannya dalam perjalanan ‘Teh Sore’. Selain teh, pelancong juga disediakan stand kue tiga tingkat yang disajikan dengan luar biasa penuh hidangan West Country yang lezat.

Selain menikmati teh dan kudapan, pemandangan di luar jendela pun sangat indah dengan melintasi sepanjang Sungai Dart serta pemandangan Devon yang menakjubkan. Bukan hanya ditarik lokomotif antik, kereta ini juga melintasi Stasiun Staverton yang kecil aneh dan otentik.

Tak hanya itu, pemndangan bynga mawar liar dan bunga bakung di sepanjang tanggul kereta menambah daya tarik perjalanan. Karena pepohonan masih cukup banyak dan memiliki daun yang lebat serta ada pemandangan dari River Dart, maka semuanya menambah sensasi rekreasi di atas kereta.

Sebagaimana dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kereta ini juga akan membawa Anda kembali ke zaman keemasan tepi laut Inggris. Kereta tersebut akan melintasi sepanjang pantai Paignton yang menawarkan beberapa pemandangan terbaik di negara ini.

Baca juga: Taman Nasional InterContinental Khao Yai Hadirkan Gerbong Kereta Sebagai Resor

Di pantai tersebut, banyak keluarga yang menikmati air laut dan berjemur sembari menikmati pemandangan laut di sepanjang jalur Paignton. Disepanjang perjalan ini pun, banyak pelancong yang bisa menikmati English Riviera Geopark dan melalui hutan ke Dartmouth. Di sekitar jalur kereta ini juga pelancong juga bisa berjalan kaki melewati ladang dan pegunungan berbatu untuk melihat pemandangan lanskap terjal yang terbentang luas.






















Bus Wonogiri: Lain Dulu, Lain Sekarang

Jika Anda di Jabodetabek atau sekitarnya, mungkin tidak asing dengan bakso atau mie ayam khas Wonogiri. Bisa jadi Anda justru malah jadi pelanggan kuliner tersebut di kota-kota besar Indonesia. Wonogiri merupakan sebuah wilayah yang terletak di Jawa Tengah.

Baca juga: Dibekali Pelatihan Khusus, Inilah Rincian Tugas Pramugari Bus AKAP Premium

Sekitaran tahun 70 banyak penduduk wilayah ini yang merantau untuk mengadu nasib di kota-kota besar Indonesia. Meski tidak semua, kebanyakan dari para perantau asal Wonogiri merupakan pedagang kuliner bakso atau mie ayam yang tak jarang meraih sukses di tanah perantauan.

Hal ini tentu membuat geliat bisnis transportasi bus akap penyambung rute Jabodetabek – Wonogiri menjadi lahan basah bagi para pebisnis di bidang transportasi. Di mana para perantau ini senang menggunakan bus untuk ke Jabodetabek dan tentu ketika mudik pulang kampung ke Wonogiri.

Nama-nama beken seperti Purwo Widodo, Timbul Jaya, Purwo Putro, Tunggal Daya, Jadi Mulyo, Sedya Mulya, Sumba Putra, Tunggal Dara, Gajah Mungkur, Ismo, Daya Palapa dan lain-lain adalah nama-nama pribumi yang sudah wara-wiri di jalur pantura mulai tahun 80-an.

Sayangnya kejayaan bus pribumi ini mulai terusik. Entah karena faktor over confident atau terlalu percaya diri, satu-persatu bus pribumi mulai gulung tikar karena tidak mampu menghadapi persaingan dunia transportasi yang semakin ketat.

Dari nama-nama di atas, beberapa sudah gulung tikar dan menutup usaha transportasinya. Sebagian lagi masih bertahan sembari terus mengkuti tren pasar. Selain itu, derasnya pemain luar yang masuk ke pasar Wonogiri juga jadi salah satu faktor penyebab banyaknya bus pribumi yang gulung tikar.

Para pemain baru bisa dibilang benar-benar serius dalam menggarap pasar penumpang Wonogiri. Hal ini dikarenakan banyaknya perantau yang bahkan rutin melakukan perjalanan Jakarta – Wonogiri atau sebaliknya bahkan setiap minggunya.

Hadir dengan armada baru, fasilitas yang memanjakan penumpang nampaknya jadi alasan penumpang Wonogiri mulai berpaling menggunakan jasa pribumi. Padahal, penumpang Wonogiri bisa dibilang adalah penumpang yang fanatik terhadap PO putra daerah.

Disatu sisi, beberapa tahun lalu, sebelum pasar ‘direbut’ oleh pemain luar, putra daerah bisa dibilang terlalu nyaman dengan keadaan, minim inovasi, dan serba apa adanya tanpa peremajaan armada.

Baca juga: Sebelum Naik Bus AKAP, Sebaiknya Ketahui Dulu Tarif Tiketnya

Memang awalnya bus-bus pendatang di Wonogiri belum mendapatkan pangsa pasar yang bagus, akan tetapi lambat laun justru yang jadi primadona adalah perusahaan otobus luar Wonogiri. (Senna Aditiya – Penggemar Bus)