Super Tega! Wanita Malagasi Melahirkan dan Membuang Bayi di Toilet Pesawat

Seorang bayi yang baru lahir tidaklah mempunyai dosa. Namun, ada saja ibu yang tega membuangnya karena mungkin bayi tersebut adalah aib bagi dirinya. Bagaimana jika Anda menemukan bayi baru lahir dan di buang ke tempat sampah?

Baca juga: Bayi Ditemukan di Toilet, Semua Penumpang Wanita di Bandara Doha Diperiksa

Mungkin rasanya Anda akan marah dan mencari siapa ibu yang tega membuang bayi tersebut. Ini terjadi pada seorang staf bandara di Mauritius yang menemukan bayi laki-laki yang baru lahir ditinggalkan di tempat sampah toilet pesawat.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber khaama.com (4/1/2022), pesawat milik Air Muritius yang tiba di Madagaskar mendarat di Bandara Internasional Sir Seewoosagur Ramgoolam pada 1 Januari 2022 kemarin. Saat itu seorang wanita berusia 20 tahun dari Madagaskar yang dicurigai melahirkan dalam penerbangan tersebut.

Dia ditangkap setelah awalnya menyangkal bahwa bayi laki-laki itu adalah anaknya. Tetapi setelah wanita itu diperiksa secara medis, ditemukan dan dikonfirmasi bahwa benar dirinya baru saja melahirkan.

Petugas menemukan hal itu saat mereka memeriksa pesawat Air Mauritius untuk pemeriksaan bea cukai rutin. Mereka kemudian membawa bayi malang tersebut ke rumah sakit umum untuk mendapat perawatan setelah ditinggal begitu saja.

Untungnya pihak rumah sakit mengatakan, bayi tersebut sehat dan baik-baik saja. Karena perbuatannya yang meninggalkan bayi di tempat sampah, wanita itu berada di bawah pengawasan pihak kepolisian di rumah sakit.

Baca juga: Bayi Tewas di Bandara Manila dengan Leher Dilingkari Pakaian Dalam

Wanita Malagasi (suku asli di Pulau Madagaskar) yang tiba di Mauritius dengan izin kerja dua tahun tersebut akan diinterogasi setelah keluar dari rumah sakit dan didakwa menelantarkan bayi yang baru lahir.

Era Bus Single Glass Kembali Terlihat Jelas

Meski beberapa karoseri sudah melakukan pembaharuan pada ‘bando’ armada double glass garapan mereka. Tetapi masih saja banyak anggapan bahwa dari dalam bus double glass atau kaca tumpuk pandangan ke depan tetap terganggu dan tidak luas. Apalagi bus dengan gaya single glass kini lebih banyak digunakan oleh perusahaan tambang untuk mengangkut karyawan mereka.

Baca juga: Ini Perbedaan Bus Single Glass dan Double Glass yang Digunakan Karoseri di Indonesia

Maka, banyak karoseri yang jarang membuat bus dengan single glass menjadi bus AKAP atau pariwisata. Namun ternyata, karena gangguan adanya double glass, era single glass kembali terlihat cerah. Sebab, meski terbilang jadul dan ketinggalan zaman, kini karoseri kenamaan mulai kembali merilis bus dengan single glass untuk perusahaan otobus (PO) yang memiliki trayek antar kota antar provinsi (AKAP).

Bus single glass ini dirilis kembali tentunya dengan tampilan baru yang lebih segar ketimbang era single glass terdahulu. Mulai dari selendang dan bodi, semuanya mengikuti body double glass tetapi untuk kaca depan kembali menggunakan gaya single glass.

Tren single glass ini diprakarsai kembali oleh karoseri Laksana, lalu karoseri Morodadi Prima dan Tentrem juga merilis produk single glass terbaru mereka. Belum lama ini karoseri Adiputro pun merilis bodi single glass terbaru mereka yang dibuat untuk PO Juragan99 asal Malang.

Tentunya bus dengan konsep single glass ini kembali giat dirilis untuk perusahaan bus AKAP guna kembali ke masa era single glass terdahulu dimana visibilitas pandangan tidak tertanggu, dan tentu saja tetap mengikuti perkembangan jaman dari segi desain body.

Meskipun demikian, bisa dikatakan bahwa tuntutan pasar sampai saat ini masih menyukai tren kaca depan tumpuk. Akan tetapi hal ini tentu saja tidak menutup kemungkinan era single glass yang kembali menghangat pada tahun 2021 kemarin bisa menjadi booming dan menggeser tren bus besar dengan kaca depan tumpuk.

Baca juga: Tri Sakti Jadi Karoseri Anak Bangsa Pertama yang Bangun Bus Tingkat

Selain itu, hadirnya single glass dengan nafas ‘kekinian’ tentu juga bisa membuat model bus yang wara-wiri di jalanan Indonesia semakin banyak dan juga bervariasi. Jadi, tidak melulu double glass. (Senna Aditiya – Penggemar Bus)

Vintage Livery, Lori Dresin pun Tak Mau Kalah

Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang memang hampir tak pernah kehabisan ide membuat kereatifitasnya. Khususnya ide membuat livery warna kolot (vintage) jaman era PJKA (Perusahan Jawatan Kereta Api).

Baca juga: Lori, Si Kereta Tebu Yang Kini Sudah Beralih Fungsi

Sebenarnya sudah ada lokomotif yang menggunakan livery vintage yang dimiliki Depo Induk Semarang ini. Lokomotif tersebut bernomor seri CC 201 83 31 dan CC 201 83 34. Kedua lokomotif tersebut sudah diubah warnanya menjadi jaman PJKA. Full 100 persen berubah total warnanya tetatpi logo perusahaan terkini PT KAI tetap dimunculkan pada lokomotif tersebut di kiri dan kanan serta logo roda bersayap PJKA bagian depan dan belakang dan tak ketinggalan emblem Wahana Daya Pertiwi yang terkenal saat jaman PNKA berada dibawah nomor seri lokomotif bagian kiri dan kanan.

Kedua lokomotif ber-livery PJKA sudah normal untuk melakukan perjalanan, namun baru lokomotif bernomor seri CC 201 83 31 saja yang sudah berkeliling pulau jawa menarik rangkaian penumpang maupun barang dari Jakarta hingga Banyuwangi. Sedangkan lokomotif seri CC 201 83 34 masih bermain di wilayah Daop 4 Semarang bahkan tak jauh dari Semarang Tawang dan Semarang Poncol.

Lori Istimewa Bercorak PJKA
Setelah kedua lokomotif diberi warna livery era 1953 – 1991 ternyata lori inspeksi pun tak mau ketinggalan. Ya, si mungil bertenaga diesel ini juga di beri livery vintage. Sama persis warna yang digunakan kedua lokomotif tersebut. Namun pada lori dresin ini tak dilengkapi dengan logo roda bersayap PJKA dan emblem Wahana Daya Pertiwi. Yang dimunculkan hanyalah logo KAI berwarna hijau tua. Namun begitu, warna lori dresin ini sudah terlihat mencolok dengan livery vintage-nya.

Lokomotif seri CC 201 83 31 milik Depo Induk Semarang Poncol diputar di Turntable Depo Cipinang, Jakarta
(Foto : Sendy Prasetya)

Baca juga: Livery Ultraman dan Ogre Hiasi Bodi Kereta JR Shikoku

 

Seperti diketahui bahwa lori dresin atau lori inspeksi digunakan untuk pejabat KAI ataupun pejabat perhubungan yang ingin meninjau jalur kereta api tanpa harus berjalan kaki. Lori ini berjalan sesuai jadwal kereta api yang dikeluarkan oleh kantor pusat untuk inspeksi ke wilayah – wilayah tertentu. Seperti meninjau area rawa bencana, meninjau rel kereta api, bangunan stasiun, jembatan, terowongan, ataupun perjalanan jarak menengah. (PRAS – Cinta Kereta Api)

UFO Tiba-tiba Muncul, Live Streaming Peluncuran Roket SpaceX Terputus

Sebuah Unidentified Flying Object (UFO) berbentuk piring terbang tiba-tiba muncul saat live streaming peluncuran roket Falcon 9 pertama SpaceX pada Kamis pekan lalu. Anehnya, perusahaan yang didirikan orang terkaya di dunia, Elon Musk, tersebut langsung mematikan siaran langsung peluncuran roket dan menggantinya dengan kamera yang menampilkan visual lain.

Baca juga: Pilot KLM Ngaku Lihat UFO di Kanada: Warnanya Hijau Terang

Sontak, penampakan UFO tersebut pun langsung menyita perhatian publik, khususnya mereka yang menyaksikan live streaming peluncuran roket SpaceX.

Dilansir express.co.uk, beberapa dari netizen percaya bahwa itu adalah UFO jika dilihat dari bentuk dan cara SpaceX merespon hal itu.

Lainnya menulis, penampakan tersebut bukanlah efek bias dari kamera melainkan penampakan UFO sungguhan. Dari bentuknya, sambung netizen lain di forum Reddit, besar kemungkinan pesawat atau UFO tersebut memiliki teknologi canggih karena bisa terbang ke ruang angkasa dengan bentuk seperti itu.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi terkait insiden UFO tiba-tiba muncul di live streaming peluncuran roket Falcon 9 pertama SpaceX.

SpaceX memulai tahun ini dengan gebrakan baru di bidang teknologi. Untuk pertama kalinya, roket Falcon 9 meluncur dan langsung mengemban misi besar, membawa 49 satelit Starlink untuk sistem konstelasi satelit internet perusahaan itu. Peluncuran dilakukan dari Launch Complex 39A di Kennedy Space Center, Florida, pada Kamis (6/1).

Roket pendorong tahap pertama Falcon 9 dalam misi ini sebelumnya meluncurkan GPS III-4, GPS III-5, dan Inspiration4.

Starlink sendiri adalah sistem internet global berbasis satelit yang telah dibangun SpaceX selama bertahun-tahun untuk menghadirkan akses internet ke daerah-daerah yang kurang terlayani di dunia.

Saat ini, internet global pada umumnya menggunakan metode Air to Ground (ATG) melalui tiang-tiang pemancar. Metode ini tentu sulit diaplikasikan di wilayah-wilayah terpencil dengan akses kendaraan yang buruk.

Hal ini tentu berbeda bila menggunakan metode satelit sebagai pengganti menara pemancar dan karena keberadaannya di langit, satelit lebih fleksibel dalam menjangkau seluruh wilayah di bumi dan melayani internet global tanpa halangan.

Baca juga: Toilet Kapsul SpaceX Bocor, Astronot Terpaksa ‘BAB’ di Celana 

Selain Starlink besutan Elon Musk, proyek sistem internet global berbasis satelit tengah gencar dikembangkan di berbagai negara, salah satunya Eropa.

Badan Antariksa Eropa (ESA) diketahui juga menggarap proyek yang dinamakan SpaceDataHighway, memancarkan sinyal internet dari satelit Alphasat miliknya ke pesawat melalui teknologi laser canggih untuk menyampaikan informasi dari satelit orbit rendah Bumi dan platform udara melalui satelit GEO dengan kecepatan yang sangat tinggi.

 

Edan! Usai Merusak Tuas di Kokpit, Penumpang ini Coba Loncat dari Jendela

Tingkah laku aneh penumpang pesawat seperti tidak ada habisnya. Bahkan di masa pandemi sekarang sepertinya semakin banyak perilaku aneh yang dilakukan penumpang baik saat pesawat akan lepas landas maupun saat sudah mengudara di ketinggian.

Baca juga: Pramugari Buat Akun Instagram Untuk ‘Share’ Perilaku Aneh Penumpang

Perilaku ini membuat banyak masalah salah satu terbesarnya adalah penundaan pesawat dan harus mendarat darurat di bandara terdekat. Seperti insiden yang terjadi di Honduras beberapa hari yang lalu. Di mana seorang penumpang berlari ke kokpit pesawat kemudian mematahkan tuas pendorong dan kemudian mencoba melompat keluar dari jendela.

KabarPenumpang.com melansir dari sumber jalopnik.com (12/1/2022), insiden ini terjadi di pesawat milik American Airlines dengan nomor penerbangan 488. Pesawat ini akan berangkat dari Bandara Internasional Ramón Villeda Morales di San Pedro Sula, Honduras ke Miami, Florida, Amerika Serikat, pada Selasa (11/1/2022) kemarin.

Selama proses boarding, seorang penumpang berlari menuruni jetway masuk ke pesawat Boeing 737-800 itu dan langsung ke dek penerbangan. Ketika penumpang tersebut berada di dalam kokpit, dia berhasil mematahkan tuas pendorong.

Saat pilot yang berada di kokpit mencoba menghentikan penumpang tersebut, dia membuka jendela kokpit dan mencoba untuk melompat keluar. Kemudian anggota kru lainnya pun ikut membantu dan penumpang itu setelah berhasil diamankan langsung ditangani oleh pihak berwenang.

Perilaku penumpang itu membuat kerusakan pada pesawat dan penerbangan ke Miami harus ditunda sembari American Airlines mencari pesawat pengganti. Untuk diketahui, pesawat itu harusnya berangkat pukul 14.58 waktu setempat. Tetapi diundur menjadi 21.30 dan akhirnya berangkat pukul 22.45 malam itu.

Pesawat Boeing 737-800 milik American Airlines akhirnya mendarat di Miami pukul 01.50 keesokan harinya. Penerbangan terlambat tujuh jam dari yang seharusnya. Sayangnya hingga saat ini, tidak jelas apa motivasi penumpang itu.

Baca juga: Buang Makanan dan Sisa Sampah di Lorong Kabin, Penumpang Dihujat Warganet

Namun diduga penumpang kesal dengan awak kabin sebelum memasuki kokpit. Selain itu juga ada dugaan penumpang dalam pengaruh minuman beralkohol. Tak hanya itu, akibat kerusakan pun belum dipastikan dengan jelas biaya yang harus diganti penumpang.

Tepis Tarif KRL Jabodetabek Naik Rp2.000 Bikin Penumpang Kabur, Pengamat: “Kalau Beralih Moda Lain Malah Lebih Mahal”

Tarif KRL Jabodetabek bakal naik mulai 1 April 2022 mendatang sebesar Rp2.000 untuk 25 km, 35 km, 45 km, dan 55 km pertama. Sedangkan untuk tarif 10 km berikutnya tetap di angka Rp1.000 alias tidak naik.

Baca juga: Stasiun Kereta di Beijing Ganti Informasi Berbahasa Inggris dengan Bahasa Mandarin (Pinyin): Station Jadi Zhan

Sebagai informasi, tarif KRL Jabodetabek untuk 25 km pertama saat ini sebesar Rp3.000, naik Rp2.000 menjadi Rp5.000. Untuk 35 km, 45 km, dan 55 km pertama, masing-masing tarifnya sebesar Rp4.000 dan akan naik jadi Rp6.000, Rp5.000 dan akan naik jadi Rp7.000, serta Rp6.000 dan akan naik jadi Rp8.000.

Meski naik hanya sebesar Rp2.000, namun sebagian kalangan khawatir ini akan menjadi bumerang tersendiri bagi KAI Commuter yang sedang berupaya mencapai 1 juta penumpang per hari seperti pra pandemi. Dikhawatirkan, naiknya tarif KRL Jabodetabek di tengah pandemi yang merongrong perekonomian masyarakat membuat KRL tidak lagi jadi idaman alias ditinggal penumpang setianya.

Akan tetapi, hal itu ditepis oleh pengamat transportasi Djoko Setijowarno. Dalam pengamatannya, penumpang KRL Jabodetabek tidak punya pilihan lain. Singkatnya, hanya KRL yang bisa mengantarkan penumpang ke jantung ibu kota dengan cepat dan relatif tepat waktu, sesuai dengan tagline KAI Commuter yaitu Best Choice for Urban Transport.

“Kalau beralih ke moda lain, malah lebih mahal dan makin lama waktu perjalannya,” katanya kepada KabarPenumpang.com, Rabu (12/01).

Lebih lanjut, dalam pandangannya kenaikan Rp 2.000 seharusnya tidak memberatkan dibanding kenaikan rokok yang terus melambung jauh dari tahun ke tahun. Sudah begitu, layanan dan inovasi dari KAI Commuter saat ini sudah cukup memuaskan untuk menaikkan tarif.

“Kalau cuma naik Rp 2 ribu tidak begitu besar. Naik harga rokok, tidak pernah ada orang tidak mampu yang protes,” sentilnya.

Lebih penting daripada itu, subsidi KRL Jabodetabek cukup besar di tahun 2021 mencapai Rp1,7 triliun, jauh dibandingkan subsidi Angkutan Jalan Perintis untuk 332 rute se-Indonesia yang hanya Rp134 miliar.

Karenanya, subsidi Kereta Api, yang pada tahun ini turun atau dikurangi menjadi Rp3,2 triliun dari sebelumnya Rp3,448 triliun di tahun 2021, dinilai wajar. Semata agar rakyat Indonesia yang lainnya turut menikmati subsidi transportasi murah selain KRL.

Baca juga: Kereta Api di Indonesia Masih Suka Telat, Ini Penyebabnya!

Bagi penumpang yang tidak mampu membayar kenaikan tarif KRL Jabodetabek, pengamat yang juga dosen Teknik Sipil di Universitas Katolik Soegijapranata ini menyindir, mereka bisa menyertakan surat ketarangan tidak mampu dari RT/RW atau dari tempatnya bekerja untuk tetap bisa menikmati tarif KRL yang lama.

Meski demikian, itu hanya jokes belaka dan belum ada keterangan resmi dari KAI Commuter dalam menyikap penumpang yang tidak mampu tersebut.

Stasiun Kereta di Beijing Ganti Informasi Berbahasa Inggris dengan Bahasa Mandarin (Pinyin): Station Jadi Zhan

Cina tak main-main dalam upaya memisahkan diri dari komunitas internasional, dalam hal ini terkait bahasa. Terbaru, beberapa stasiun kereta bawah tanah di Beijing secara bertahap mengganti informasi berbahasa Inggris dengan bahasa Mandarin yang diromanisasi atau pinyin. Pinyin adalah ejaan fonetik kata-kata Mandarin menggunakan huruf bahasa Inggris.

Baca juga: Cek Fakta! Bandara-bandara di Rusia Gantikan Bahasa Inggris dengan Bahasa Mandarin

Dilansir CNN International, perubahan informasi di staisun Beijing dari bahasa Inggris menjadi bahasa Mandarin pinyin sudah dimulai bulan lalu, hanya beberapa pekan menjelang Olimpiade Musim Dingin Beijing.

Salah satu contohnya adalah informasi berbahasa Inggris yang semestinya “Binhai International Airport” diganti menjadi “Binhaiguojijichang”. Ada lagi contoh lainnya, dari semula “Station Weigongcun” dalam bahasa Inggris diganti menjadi “Weigongcun Zhan”.

Otoritas Beijing mengatakan perubahan itu bertujuan untuk bentuk penyeragaman terjemahan sesuai dengan peraturan.

Tentu saja hal itu mengada-ngada dan mendapat pertentangan dari masyarakat, termasuk dari media-media yang dikelola pemerintah dengan menyebut perubahan itu tidak praktis.

Disebutkan, penutur bahasa Mandarin tidak memerlukan penyesuaian itu, dan orang asing yang berkunjung tidak akan dapat mengerti.

Terlepas dari alasan otoritas mengganti informasi berbahasa Inggris dengan pinyin sebagai bentuk penyagaman terjemahan, tetapi, sebagian besar pengamat menyebut itu adalah bagian dari penolakan Beijing terhadap bahasa Inggris di tengah perang ideologi pemimpin Partai Komunis, Xi Jinping melawan pengaruh Barat.

Sejak Xi berkuasa pada 2013, ia terus mempromosikan kebijakan yang disebut “Kepercayaan diri secara budaya”, dan menekan bahasa Inggris adalah bagian dari itu. Aspek lain termasuk meningkatkan pengawasan terhadap film dan publikasi Barat.

Digantinya bahasa Inggris dengan bahasa Mandarin di dunia transportasi sebelumnya juga pernah diisukan terjadi di bandara-bandara di Rusia.

Namun, faktanya, bandara-bandara di Rusia bukan menghilangkan atau mengganti bahasa Inggris dengan bahasa Mandarin melainkan lebih memprioritaskan bahasa Mandarin dibanding bahasa Inggris. Ini tentu berbeda dengan yang dilakukan di stasiun di Beijing, dimana informasi berbahasa Inggris benar-benar diganti dengan pinyin atau bahasa Mandarin yang diromanisasi.

Baca juga: Terbentur Masalah Bahasa dan Kultur, Mungkinkah Cina Cantumkan Bahasa Inggris di Sarana dan Pra-Sarana Transportasi?

Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga setelah bahasa Rusia dan Mandarin. Itu fakta, benar adanya. Ini merupakan salah satu bukti kedekatan Rusia dengan Cina. Namun, itu tidak berarti bahasa Inggris dihilangkan. Apalagi, banyak orang Rusia yang disebut kesulitan mempelajari bahasa Mandarin dibanding mempelajari bahasa Inggris.

Banyak orang-orang Cina di Rusia lebih mahir menggunakan bahasa Inggris dibanding bahasa Rusia dan sehari-sehari menggunakan bahasa Inggris dibanding bahasa Cina. Jadi, bahasa Inggris memang masih menjadi bahasa internasional di Rusia, sekalipun keberadaannya coba digeser oleh bahasa Mandarin.

Apa yang Terjadi Bila Pilot Tidak Berkomunikasi dengan ATC? Ini Jawabannya

Setiap pesawat terbang harus berkomunikasi dengan Air Traffic Controller (ATC), mulai dari sebelum lepas landas, lepas landas, cruising, approach landing, landing, sampai kembali ke apron. Tetapi dunia tak selalu mengikuti rules yang berlaku, ada saja pesawat atau penerbangan yang tak melapor atau berkomunikasi dengan ATC. Saat itu terjadi, bagaimana sikap ATC dan selanjutnya bakal seperti apa?

Baca juga: Gegara Miskomunikasi dengan Operator Bandara, Pesawat Buddha Air ‘Nyasar’ Salah Tujuan Pendaratan

Melihat ke belakang, beberapa tragedi di dunia penerbangan bermula dari tidak adanya komunikasi pilot dengan ATC.

Dunia tentu ingat bagaimana pesawat Boeing 707 Korean Air flight 902 rute Paris-Anchorage-Seoul ditembak oleh pesawat tempur Sukhoi Su-15 Uni Soviet pada 20 April 1978. Ketika itu, sistem navigasi pesawat eror dan membuat pesawat salah jalur memasuki ruang udara Uni Soviet. Sebetulnya, ini tidak jadi masalah andai pilot berkomunikasi dengan ATC atau dengan pilot jet tempur yang mengawalnya.

Serupa tapi tak sama, pesawat Korean Air lagi-lagi dirudal oleh jet tempur Sukhoi Su-15 Uni Soviet. Pada 1 September 1983, pesawat Boeing 747-200 Korean Air flight 007 ditembak jatuh di dekat Pulau Sakhalin lantaran tak berkomunikasi, bukan oleh ATC, melainkan oleh pilot jet tempur Soviet.

Dua insiden di atas sekali lagi mengingatkan kita betapa pentingnya komunikasi, baik antara pilot dengan petugas ATC maupun pilot dengan pilot jet tempur yang mengawalnya.

Dikutip dari Quora, ketika pilot tidak berkomunikasi dengan ATC, hal yang pertama terjadi sudah pasti ATC akan terus coba menghubungi pilot di beberapa frekuensi yang berbeda, termasuk 121,5 yang merupakan frekuensi darurat internasional.

Seiring dengan itu, ATC juga akan memindahkan lalu lintas lain agar menjauh dari penerbangan tersebut untuk menghindari risiko terjadinya tabrakan. Sudah pasti, di langkah kedua ini akan mengganggu lalu lintas penerbangan dan menyebabkan terjadi banyak delay.

Langkah ketiga, ATC akan meminta Angkatan Udara mengirim jet tempur (biasanya minimal dua jet) untuk meng-intercept atau mencegat pesawat tersebut. Jet tempur yang dikirim mula-mula hanya akan membuntuti pesawat sambil mengidentifikasi jenis dan registrasinya serta berkomunikasi dengan pilot di frekuensi 121,5.

Andai ini juga tidak direspon, jet tempur yang dikirim akan maju dan mengambil posisi di sebelah kanan dan kiri pesawat agar terlihat dari pilot dan kopilot. Umumnya, pilot jet tempur akan memberikan kode aba-aba dengan menggoyangkan sayap jet tempur ke kiri dan kanan, sinyal agar pesawat yang tak berkomunikasi tadi mengikuti jet tempur.

Di sini kemungkinan besar permasalahan selesai karena pilot pesawat yang tak berkomunikasi dengan ATC tadi tahu konsekuensinya bila tak mengikuti perintah jet tempur.

Baca juga: Penasaran dengan Bagian dalam Menara ATC? Beginilah Gambarannya!

Bila masih juga belum menunjukkan iktikad baik, jet tempur mulai menunjukkan rudal mereka sebagai peringatan. Masih juga merespon, pilo jet tempur akan melepas rudal peringatan.

Terakhir, jika tidak juga merespon, pilot jet tempur, dengan izin dari pimpinan tertinggi militer atau mungkin kepala negara, akan menembak jatuh apapun jenis pesawatnya, baik itu pesawat sipil maupun militer.

Kata Pengamat Tentang Kasus Bus TransJakarta: “Bukan Soal Postur Tubuh, Tapi Skill Pengemudi yang Menentukan”

Belum lama ini di Manchester, Inggris, seorang pengemudi wanita dipecat karena tinggi badannya. Ia dipecat setelah standar spion ditinggikan dan tidak sesuai lagi dengan tinggi badan pengemudi tersebut.

Baca juga: 34 Tahun Kemudikan Bus, Wanita Paruh Baya Dipecat Gegara Tinggi Badan

Dalam kasus yang berbeda, Ketua Komisi Kelaikan dan Keselamatan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DKTJ) Prayudi mengatakan pihaknya menduga salah satu penyebab maraknya kecelakan bus TransJakarta yang terjadi baru-baru ini, salah satunya disebabkan karena postur tubuh pengemudi yang tidak cocok dengan spesifikasi bus.

Menurut Prayudi, bus yang digunakan TransJakarta saat ini dirancang untuk pasar Eropa, bukan Asia. Hal ini menjadi salah satu rekomendasi DKTJ kepada pihak TransJakarta untuk memodifikasi kabin bus agar pengemudi bisa mengatasi blank spot.

Nah, apakah pendapat di atas benar? Dan apakah ada pengaturan tinggi badan tertentu untuk mengemudikan bus? Pasalnya di Indonesia banyak bus yang menggunakan sasis dari Eropa. Penasaran dengan hal ini?

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, Indonesia belum ada aturan jelas terkait dengan postur tubuh pengemudi bus. Bahkan sampai saat ini kajian pastinya pun belum jelas seperti apa.

Tetapi Djoko menjelaskan, meski menggunakan bus dengan sasis buatan Eropa, semuanya disesuaikan dengan standar orang Indonesia. Sehingga meski sasis milik Scania yang besar pun tidak ada masalah dengan postur tubuh orang Indonesia.

Djoko mengatakan, saat ini bukan masalah postur tubuh, tetapi ukuran dan acuan yang pas adalah keahlian serta skill yang dimiliki para pengemudi. Sebab di Indonesia pengemudi bus besar seperti bus anata kota antar provinsi (AKAP) bukan hanya pria melainkan ada juga wanita.

“Bus TransJakarta juga ada pengemudi perempuannya. Jadi tidak ada masalah dengan postur tubuh asal masih dalam kondisi tinggi tubuh yang normal,” jelas Djoko yang dihubungi KabarPenumpang.com, Rabu (12/1/2022).

Baca juga: Guardian Optical Technologies Hadirkan Kenyamanan Baru di Kendaraan Otonom

Selain itu, standar yang disesuaikan lainnya adalah pengaturan pada kursi pengemudi. Sehingga pengemudi bisa mengemudikan bus dengan aman dan nyaman ketika membawa penumpang. Untuk diketahui, ukuran tinggi pengemudi untuk pria yakni 165 cm dan wanita 155 cm.






















Bus asal Wonogiri, Mencoba Kembali Berjaya di Kampung Sendiri

Wonogiri merupakan lahan basah bagi pengusaha di bidang transportasi darat khususnya bus antar kota. Beberapa tahun ke belakang, pasar penumpang memang seperti diambil alih oleh perusahaan otobus yang berasal dari luar Wonogiri.

Baca juga: PO Sinar Jaya Buka Rute Bogor – Malang dengan Armada Suites Class

Nama-nama besar pribumi bahkan beberapa sudah undur diri dunia transportasi antar kota. Mereka tergerus persaingan yang begitu ketat antar perusahaan bus antar kota. Kalah saing dengan bus-bus pendatang yang memiliki ‘segalanya’ mulai dari armada baru, fasilitas lengkap, bahkan sistem manajemen yang bagus.

Isu bus ngompreng (mengambil penumpang di tengah perjalanan bukan dari agen resmi), armada yang sudah lawas, dan juga sering terjadinya oper armada adalah beberapa isu besar yang mengirim nama-nama yang dulu pernah berjaya menjadi hanya tinggal kenangan.

Mencoba kembali berjaya, nama-nama pribumi Wonogiri sekarang mulai berbenah. Mulai dari peremajaan armada, tidak ngompreng, dan juga sistem penjualan tiket yang up to date mengikuti perkembangan teknologi mulai dilakukan oleh para pribumi.

Hal ini terlihat dari armada bus milik Gajah Mulia Sejahtera, Sedya Mulya, Tunggal Dara, Tunggal Dara Putera, dan Gajah Mungkur. Mereka mulai melakukan peremajaan armada. Armada bus baru didatangkan, beberapa juga hasil rombak body sehingga tetap mengikuti tren bus saat ini.

Kontrol di lapangan diperketat sehingga tidak ada celah bagi kru nakal untuk ngompreng. Selain itu untuk sistem transit atau oper armada dibuat seminim mungkin. Dengan minimnya sistem transit atau oper, hal ini tentu berpengaruh pada kenyamanan penumpang. Penumpang tak perlu repot-repot pindah armada bus untuk sampai tujuan. Terlebih jika penumpang membawa banyak barang bawaan.

Sistem pemesanan tiket juga diperbaharui dan sesuai dengan tren yang ada saat ini. Beberapa perusahaan otobus asli Wonogiri saat ini sudah menyediakan pembelian tiket secara online baik menggunakan aplikasi sendiri maupun menggunakan aplikasi pemesanan tiket online seperti redbus atau traveloka.

Beberapa PO pribumi Wonogiri tentu tak mau kehilangan nama seperti para pendahulunya. Oleh sebab itu mau tidak mau perubahan dilakukan dengan memperhatikan tren saat ini. Bahkan untuk urusan modifikasi atau variasi, bus asli Wonogiri kini tak mau kalah dengan para pesaingnya yang berasal dari luar Wonogiri.

Baca juga: Bukan Nama Wanita, Rosalia Indah Kondang Sebagai Perusahaan Otobus

Bisa dibilang strategi ini cukup berhasil. Beberapa armada bus pribumi Wonogiri pun mulai mendapatkan pelanggan kembali, penjualan tiket pun bisa dibilang mulai bergeliat kembali. Tentunya PO pribumi Wonogiri tidak ingin hanya menjadi penonton di kampung halaman sendiri. (Senna Aditiya – Penggemar Bus)