Dapatkah Anda membayangkan jika Anda merupakan salah satu korban dari tindak pelecehan seksual dan netizen malah berbalik menyerang Anda. Sudah barang tentu beban pikiran akan semakin memberatkan hari-hari Anda ya. Kurang lebih kejadian seperti ini dialami oleh seorang penumpang komuter LRT (Light Rapid Transit) di Kuala Lumpur yang menjadi bulan-bulanan warganet pasca berkeluh kesah tentang pelecehan seksual yang baru saja ia alami.
Baca Juga: Berkat Rekaman CCTV, Polisi Sigap Identifikasi Pelaku Pelecehan Seksual di Stasiun
Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kejadian ini sendiri terjadi pada Kamis (18/10/2018) silam, sekira pukul18.00 waktu setempat. Kala itu, wanita yang diklaim bernama Nur Sahana ini tengah berada di dalam rangkaian LRT dan tiba-tiba ada seorang pria paruh baya yang mendekati dirinya. Pria itu lantas berdiri sangat dekat – bahkan hampir menempel bagian belakang dari Nur Sahana, padahal kondisi kereta bisa dibilang cukup lengang.
Tentu saja kondisi ini membuat Nur Sahana risih dan mulai berpikiran yang macam-macam. Entah merasa aksi si pria hidung belang ini mulai terdeteksi oleh Nur atau tidak, namun ia memutuskan untuk melakukan aksi yang sama terhadap wanita lain. Tak menyia-nyiakan kesempatan, Nur Sahana langsung berinisiatif mengambil ponsel lalu mengabadikan aksi pria bejat ini dalam bentuk foto – sekiranya ini bisa menjadi barang bukti.
“@MyRapidKL Assalam, kejadian ini baru saja menimpa saya. Lelaki ini mendempet saya dari arah belakang, dan kini ia melakukan hal yang sama terhadap penumpang lain. Ia turun di University Station sekitar pukul 18.00. Nomor kereta 275 mengarah ke Putra Height Kelana Jaya line. Saya sudah melaporkan kejadian ini ke hotline RapidKL bagian kriminal,” tulis Nur Sahana dalam postingan Twitternya.
Memang, dalam foto yang disematkan Nur Sahana di postingannya tersebut, tampak seorang laki-laki paruh baya yang mengenakan kaos Polo bermotif garis-garis berdiri menempel penumpang wanita yang berada tepat di depannya. Padahal seperti yang bisa Anda lihat sendiri, kondisi di dalam gerbong tersebut cukup kosong dan agak aneh rasanya jika melihat ada orang bergelagat seperti ini.
Tidak berhenti sampai di situ, ternyata, respon warganet setelah membaca postingan Nur Sahana ini lebih mengejutkan. Alih-alih menaruh simpati terhadap si korban kasus pelecehan seksual ini, warganet malah balik mem-bully Nur Sahana.
“Lihat, wanita itu tampak menikmatinya seolah ia yang meminta. Dia hanya berdiri tegak dan tidak bergeming,”
“Yang lebih aneh, masa wanita itu tidak merasakan apa-apa? Atau jangan-jangan mereka berdua (Nur Sahana dan wanita dalam foto) itu menikmatinya?”
“Aneh. Apakah wanita itu sama sekali tidak bisa merasakan bahwa ada seseorang yang berdiri sangat dekat – bahkan menempel di belakangnya?”
Itu hanya merupakan contoh dari sekian banyak cibiran yang masuk ke dalam notifikasi postingan Nur Sahana.
Baca Juga: Antisipasi Pelecehan Seksual di KRL, Ikuti Tips Berikut Ini
Menanggapi ramainya pemberitaan soal ini, seorang psikolog asal Sydney bernama Melissa Podmore mengatakan, “Ketika seorang wanita hanya berdiam diri atau terkesan bekerja sama, itu tandanya mereka tengah memasuki strategi pertahanan yang membuat mereka tetap ‘aman’,”
Memang, ketika keadaan terdesak seperti ini, tidak mudah bagi sebagian orang untuk berpikir jernih dan pada akhirnya melakukan tindakan bela diri. Satu yang yang penting adalah, cobalah untuk merangkul korban pelecehan seksual, bukan malah menyudutkan dan berbalik menyerang si korban. Karena itu akan berdampak pada kondisi psikis korban yang jadi semakin parah.
Sebuah video baru-baru ini viral di media sosial, dimana petugas stasiun berdiri di pinggir peron stasiun kereta api. Mereka kemudian akan menunduk ketika kereta jarak jauh mulai berangkat. Perilaku petugas ini berlaku di semua daerah operasional di Jawa dan divisi regional di Sumatera.
Baca juga: Kereta Lokal Daerah Seperti Tak Terurus, Bahkan Terkesan Diabaikan PT KAI
Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Edy Kuswoyo menjelaskan, ini merupakan salah satu bentuk terimakasih dan rasa hormat PT Kereta Api Indonesia (KAI) terhadap pengguna jasa yang telah percaya menggunakan jasa angkutan kereta api.
“Kegiatan ini dilakukan setiap pemberangkatan kereta api dari Stasiun Gambir maupun dari Stasiun Pasar Senen. Budaya ini dimulai sejak masa angkutan lebaran bulan Mei atau Juni 2018,” ujar Edy yang dihubungi KabarPenumpang.com, Senin (22/10/2018).
Tak hanya itu saat ditanyakan apakah budaya menghormat itu hanya ada di Daerah Operasional (Daop) 1 saja, Kepala Humas PT KAI Agus Komarudin pun menjelaskan bahwa, ini bukan hanya budaya yang diberlakukan Daop 1, melainkan di seluruhnya.
“Iya berlaku juga untuk seluruh daerah operasi di Jawa dan divisi regional di Sumatera,” kata Agus.
Agus menjelaskan, bila ada pegawai atau pekerja di lingkungan PT KAI manapun dan berada di peron pemberangkatan kereta api, maka budaya menundukkan badan atau memberi hormat akan terlihat. Dia menambahkan, ini juga merupakan budaya keramahan dari pegawai atau pekerja di lingkungan PT KAI sendiri.
Baca juga: Daop 3 Cirebon: Mulai Oktober 2018, Pembatalan Tiket Dapat Dilakukan via Aplikasi KAI Access
Sebelum viral, sebenarnya, video ini juga sudah ada di berbagai media sosial. Namun kebali viral setelah seorang warganet menggunggah di Twitter dengan akun @SisiloELS, Jumat (19/10/2018). Caption yang dituliskannya berbahasa Inggris “I don’t know what it’s called, I don’t know why they do this. One thing I know: I’m touched, thrilled, and I think I had goosebumps seeing this.”
“Aku tidak tahu ini disebut apa. Aku tidak tahu mengapa mereka melakukan ini. Satu hal yang aku tahu, aku tersentuh, senang dan aku pikir aku merinding melihat ini.” Video itu kemudian dibagikan lebih dari 1.000 kali oleh warganet.
Awak kabin yang bertugas membantu penumpang dalam pesawat selama penerbangan akan memiliki perilaku yag sopan dan santun. Tapi apa jadinya jika perilaku tersebut menghilang karena penumpang yang membuat kesal dan tidak sopan.
Baca juga: Rahasia Penerbangan: Sebaiknya Jangan Bertelanjang Kaki di Kabin
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumbar express.co.uk (8/10/2018), seorang awak kabin bernama Amanda Pleva mengatakan, sebagai awak kabin harus menunjukkan kesabarannya. Meski ada yang mengganggu saat melakukan pekerjaan atau istirahat sejenak mereka.
“Cropdusting adalah metode retribusi yang menjijikkan, meskipun sangat umum. Jika seorang penumpang sangat kasar dan sulit, maka itu tidak pernah terdengar bagi seorang pramugari untuk memecahkan angin dan ‘memotong-motong’ masa lalu pelaku,” katanya.
Dia menambahkan bahwa mereka tahu itu kekanak-kanakan tetapi itu juga sangat memuaskan. Dalam blog pribadinya, Pleva berbagi banyak cerita tentang cobaan dan kesengsaraan sebagai seorang pramugari. Banyak kisahnya melibatkan kebiasaan kotor para penumpang di penerbangannya.
“Saya telah melihat setiap kemungkinan cairan tubuh di pesawat dan saya sedih tidak lagi terganggu oleh mereka,” kata Pleva.
Pada suatu kesempatan dia melihat seorang penumpang yang sedang buang air kecil ke dalam cangkir karena tanda sabuk pengaman itu karena turbulensi ringan. Dia mengatakan bahwa ingatan akan kejadian itu telah bersamanya selama 10 tahun.
“Dia selesai dengan acuh tak acuh dan menyerahkan cangkir itu kepada saya ketika saya memprotes. “Tidak! Anda tidak kencing di mana pun kecuali di toilet! Saya tidak menyentuh itu! Pergilah menyiramnya di toilet!” Tulisnya.
Yang positif dari situasinya adalah ketika insiden yang sama terjadi beberapa tahun kemudian. Dia juga menuliskan bahwa sebuah foto mengejutkan muncul dari seorang ibu yang membiarkan anaknya tampak menggunakan pispot di lorong pesawat.
Baca juga: Ingin Hindari Pengeluaran Lebih Untuk Bagasi? Inilah Tips Ala Pramugari!
“Ketika ditemukan oleh awak disarankan dia tidak bisa melakukan ini & akan perlu untuk menggunakan kamar kecil yang kosong … dan jawabannya … ‘Aku tidak peduli!’ (sic),” tulis seorang pengguna Instagram.
Pendapat di media sosial terbagi, dimana beberapa orang mengutuk ibu dan mengatakan bahwa dia seharusnya membawa anak itu ke toilet, sementara yang lain datang ke pembelaannya. Itu tidak dijelaskan di pos mana maskapai itu terjadi di tempat pesawat itu terbang ke atau dari tujuannya.
Setelah penantian kurang lebih selama 10 tahun, akhirnya kereta api bawah tanah di Kaohsiung, Taiwan rampung dan langsung melayani pengoperasian komersialnya. Jalur kereta ini sendiri membentang dari Zuoying dan Fongshan sepanjang 15,37 km. Proyek senilai US$3,23 miliar atau yang setara dengan Rp49,05 triliun ini diatur untuk menciptakan ruang terbuka tambahan di pusat kota Kaohsiung.
Baca Juga: Kejar Target Operasi di 2019, MRT Kaohsiung Taiwan “Kedatangan” Armada Alstom
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (15/10/2018), Biro Kereta Api Kementerian Perhubungan dan Komunikasi Taiwan mengatakan bahwa jalur kereta api bawah tanah ini akan menghapus semua jalur kereta api di atas tanah di kota Kaohsiung, dimana terdapat tujuh persimpangan kereta api dan 16 flying junction.
Penghilangan kedua persimpangan ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi lalu lintas dan meminimalisir kecelakaan yang terkait dengan kereta api. Jalur ini sendiri menghubungkan sepuluh stasiun kereta api yang mencakup Stasiun Zuoying, Stasiun Kaohsiung, Stasiun Fongshan, serta tujuh pemberhentian baru.
Sekretaris Jenderal Kantor Kepresidenan Taiwan, Chen Chu telah mendesak pemerintah nasional dan kota untuk memperkuat hubungan dan menyelesaikan tahap kedua proyek ini. Pembangunan tahap kedua akan melihat kemungkinan pembangunan koridor hijau di daratan yang sebelumnya digunakan oleh rel kereta api dan bangunan komersial. Untuk merayakan pembukaan jaringan kereta api bawah tanah bersama dengan stasiun-stasiun barunya, operator kereta Kaohsiung menawarkan potongan harga tiket kereta api untuk periode tertentu.
Berbeda dengan jaringan MRT-nya, dimana MRT terbaru di Kaohsiung rencananya akan mulai mengular pada awal 2019 mendatang. Dengan menggunakan LRV (Light Rapid Vehicle) Citadis 305 dari Alstom, nantinya MRT ini akan mengular di Green Circular Line jalur sepanjang 22,1km yang memiliki bentuk melingkar.
Baca Juga: Nantikan Kehadiran Light Rail, George Street di Sydney Akan Terdampak Paling ‘Parah’
Di luar daripada itu, Green Circular Line juga akan menjadi jalur Light Vehicle pertama di dunia yang tidak menggunakan catenary atau kabel di atas jaringan kereta listrik. Pembangunan jalur kereta ini sendiri terbagi ke dalam dua tahapan – tahap 1 sudah rampung dan beroperasi sejak September 2017 silam.
Ada banyak faktor yang mesti diperhatikan oleh awak kabin sebelum sebuah pesawat mengudara – salah satu yang paling penting adalah pengaturan tentang tekanan udara di dalam kabin. Pada Rabu, 19 September 2018, maskapai Jet Airways yang mengudara dari Mumbai menuju Jaipur mengalami insiden karena awak kabin lupa mengatur tekanan udara di dalam kabin.
Baca Juga: Pilot Lupa Aktifkan Pengatur Tekanan Kabin, Jet Airways Terpaksa Return to Base
Alhasil, 30 dari 166 penumpang yang ada di dalam penerbangan tersebut mengalami gangguan kesehatan seperti sakit kepala dan mimisan. Parahnya lagi, lima dari 30 penumpang tersebut sampai dilarikan ke rumah sakit karena mengeluhkan sakit berlebih pada telinga, hidung, dan tenggorokan.
Ini bukanlah kejadian pertama yang menimpa dunia aviasi global. Mundur ke bulan Juli 2018, penerbangan Ryanair dari Kroasia menuju Dublin pun pernah mengalami kejadian yang sama dan memaksa kapten penerbangan untuk melakukan pendaratan darurat. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa mengatur tekanan udara di dalam kabin merupakan salah satu aspek keselamatan dalam penerbangan yang tidak boleh dilupakan.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman indianexpress.com (20/9/2018), tubuh manusia memiliki kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi di lingkungan dengan ketinggian kurang dari 3.000 meter. Angka tersebut masuk ke dalam ketinggian jelajah rendah bagi pesawat terbang – normalnya di angka 10.600 meter.
Misalnya saat pesawat ada di ketinggian 5.500 meter dan awak kabin lupa untuk mengatur tekanan udara di dalam kabin, penumpang akan mengalami tekanan sebesar 3,3 kg per inci persegi dan bisa jatuh pingsan dalam waktu 30 menit. Sebagaimana yang terjadi pada penerbangan Jet Airways dan Ryanair tersebut, jika tekanan udara di dalam kabin tidak disesuaikan dengan ketahanan manusia tersebut (di bawah 3.000 meter), maka beragam keluhan fisik biasanya langsung dirasakan oleh penumpang – paling lazim adalah mimisan dan pendarahan pada telinga.
Hal ini disebabkan oleh tekanan udara yang menekan pembuluh darah dalam tubuh manusia sehingga darah mengalir dari sejumlah lubang seperti telinga dan hidung. Saat ketinggian pesawat semakin naik, maka kandungan oksigen akan semakin tipis dimana itu akan berdampak pada penumpang yang mulai kedinginan, hipotermia, dan kekurangan oksigen dalam darah yang menyebabkan hipoksia.
Baca Juga: Masker Oksigen, “Penyambung Nyawa” Saat Kabin Kehilangan Tekanan
Kembali ke kasus Jet Airways tadi, pihak maskapai telah membekukan awak kabin yang diduga lalai dalam bertugas dan telah berkoordinasi dengan otoritas keamanan untuk menindaklanjuti kasus ini lebih dalam.
Garuda Indonesia dibawah Direktur Utama yang baru, Ari Askhara, melakukan serangkaian perubahan untuk menjamin pelayanan yang terbaik bagi pelanggan. Seperti mendengarkan ‘suara’ penumpang langsung bisa menjadi tolok ukur yang penting, dan pada Hari Minggu (21/10) digelar “CEO on Board” pada penerbangan GA 421 Rute Denpasar – Cengkareng yang dioperasikan dengan armada Boeing 777-300ER.
Baca juga: Inilah Syarat Untuk Menjadi Awak Kabin Garuda Indonesia
Berbeda dengan penerbangan Garuda Indonesia lainnya, pada penerbangan GA 421 ini seluruh jajaran direksi Garuda Indonesia turun langsung mempersiapkan layanan penerbangan di masing-masing lini operasional.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara menyebutkan, hal ini baru pertama kalinya dilakukan oleh Garuda Indonesia. Adapun Penerbangan GA421 dipilih sebab rute Bali-Jakarta pada akhir pekan merupakan salah satu penerbangan paling diminati mengangkut 300 lebih penumpang.
Ari Askhara mengungkapkan bahwa, “Melalui pelaksanaan program ini, Garuda Indonesia bermaksud menyerap aspirasi pelanggan secara langsung sekaligus menambah “insight” upaya peningkatan layanan dengan mendengarkan pandangan pelanggan atas kualitas layanan penerbangan Garuda Indonesia”
Selain mendengarkan masukan pelanggan secara langsung, pada kesempatan tersebut Dirut Garuda Indonesia Ari Askhara juga turut membantu awak kabin dengan turun langsung melayani pelanggan di pesawat dalam menyajikan makanan. Selain itu, Direktur Operasi Garuda Indonesia Capt Bambang Adisurya Angkasa juga turut serta berpartisipasi pada penerbangan tersebut dengan menjadi Pilot in Command (PIC).
Ari memaparkan, “Melalui pelaksanaan kegiatan ini kami percaya, bahwa bisnis layanan jasa yang baik, tidak dapat tercapai tanpa adanya kesadaran untuk mendengar lebih dekat masukan dan kritik dari pelanggan”.
Inisiatif yang Perusahaan lakukan ini juga diharapkan dapat memberikan nilah tambah atas pengalaman penerbangan para pelanggan sekaligus menunjukan bahwa keterlibatan dan masukan langsung para pelanggan memiliki arti tersendiri bagi upaya peningkatan layanan Perusahaan.
“Dengan karakteristik pelanggan yang semakin beragam dan tuntutan atas standarisasi kepuasan layanan yang terus meningkat, pendekatan langsung seperti yang kami lakukan pada hari ini tentunya diharapkan dapat mendukung upaya berkelanjutan Perusahaan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan”, jelas Ari.
Diturunkan dari penerbangan yang akan berangkat menjadi satu aib sendiri bagi seorang penumpang. Apalagi penumpang tersebut diturunkan karena masalah sepele seperti terlibat perselisihan dengan awak kabin sebelum lepas landas.
Baca juga: Sekedar Ingin Meregangkan Tubuh, Model dan Pelatih Yoga Terpaksa Turun dari Pesawat
Mungkin bagi orang awam atau masyarakat biasa ini akan menjadi biasa saja. Tetapi bagaimana bila hal ini terjadi pada seorang selebriti? KabarPenumpang.com melansir dari laman news.com.au (17/10/2018), Tara Reid harus dikeluarkan dari penerbangan setelah diduga terlibat dalam perselisihan dengan awak kabin.
Perselisihan itu yakni terkait kursi yang salah dan tidak mendapatkan bantal. Aktris pemeran Amerikan Pie tersebut sebenarnya akan berangkat dari Los Angeles menuju ke New York pada Senin sore ketika insiden tersebut terjadi.
Sebenarnya awak kabin Delta Airlines telah berusaha untuk memuluskan dan membiarkan situasi itu saat pesawat mulai berjalan dari gerbang di Bandara los Angeles. Namun, pilot pesawat Delta akhirnya memiliki pikiran lain dan memutar balik pesawat kembali ke gerbang dan Tara diminta untuk turun dari pesawat itu.
Sebelum diusir dari penerbangan dan berselisih dengan awak kabin, Tara mengira kursinya berada dekat jendela dan situasinya memburuk ketika penumpang yang berada di depannya menyandarkan tempat duduknya. Seorang juru bicara Delta Airlines mengatakan, setelah Tara turun, penerbangan itu akhirnya lepas landas ke New York setelah penundaan singkat.
Baca juga: Telanjang dan Berlarian di Kabin, Pria Ini Akhirnya Diamankan di Dalam Toilet Pesawat
Akhirnya Tara juga mendapat penerbangan alternatif. Sebelum kejadian ini, pada bulan Agustus kemarin, Tara berbicara tentang perannya dalam serial Cultnado. Waralaba ini telah terbukti menjadi hit yang mengejutkan dengan para penggemar film yang terpesona dengan konsepnya yang gila, akting selebritas dan CGI lo-fi.
Sebanyak 18 orang meninggal dunia dan 170 penumpang lainnya luka-luka akibat tergelincirnya kereta cepat di Taiwan pada hari Minggu kemarin. Puyuma express sendiri saat itu tengah membawa 360 penumpang dari pinggiran Kota Taipei di utara yang bergerak ke Taitung sebuah kota dekat pantai tenggara Taiwan sebelum tergelincir.
Baca juga: Medsos Sumbang Peningkatan Kecelakaan pada Remaja, Otoritas Kereta Api Inggris Kampanyekan Keselamatan
Kemudian saat itu kereta tergelincir dan keluar dari rel sebelum jam 5 sore waktu setempat. KabarPenumpang.com melansir dari laman tampabay.com (21/10/2018), penumpang tewas akibat kecelakaan tersebut di dominasi dari gerbong pertama dan belum jelas apakah masih ada penumpang lain yang terjebak di kereta tersebut.
“Kereta api mereka berbalik. Mereka hancur, jadi mereka langsung tewas,” ujar juru bicara Departemen Pertahanan Nasional Chen Chung-chi.
Sebelumnya pemerintah mengatakan korban tewas sebanyak 22 orang, namun Badan Kebakaran Nasional mengurangi angka itu dan mengatakan ada salah perhitungan. Foto dari tempat kejadian yang beredar di sebelah selatan kota Luodong menunjukkan gerbong-gerbong kereta api tersebut dalam bentuk zig-zag di rel kereta.
Dari delapan gerbong kereta cepat, satu diantaranya terbalik dengan sisi bagian kanannya hancur. Ini menimbulkan ke khawatiran masih banyak penumpang yang terperangkat di dalam gerbong dan membuat petugas pemadam kebakaran mencari korban dalam gerbong tersebut.
Dalam evakuasi ini sendiri para tentara juga membantu untuk memindahkan jenazah paa korban agar bisa diidentifikasi. Sayangnya karena waktu masuk malam hari, agak sulit mengidentifikasi para korban tersebut. Evakuasi korban tewas dan tindakan pencarian korban juga masih terus berlangsung hingga Senin dini hari untuk memastikan penumpang yang ada di manifes kereta itu.
“Penyebab yang mendasari harus diselidiki semaksimal mungkin untuk menghindari hal seperti ini terjadi di masa depan. Kami akan membuat semuanya transparan,” ujar Perdana Menteri Lai.
Baca juga: Inilah 10 Kecelakaan Kereta Terburuk di Dunia
Dia mengatakan, akan memastikan lalu lintas kereta api kembali normal juga menjadi prioritas. Diketahui korban-korban yang terluka parah menderita luka di bagian kepalanya bahkan salah satu korban mengalami pendarahan di bagian dalam kepala.
Wakil Direktur Rumah Sakit Luodong Boai, Lin Chih-min mengatakan, saat ini empat orang dalam perawatan intensif dan pihaknya telah merawat total sebanyak 65 orang korban. Kereta yang tergelincir tersebut diketahui seharusnya berhenti di Stasiun Hsin Ma.
Operator jaringan kereta komuter Hong Kong, MTR Corp. melaporkan bahwa empat jalur yang mereka operasikan sudah kembali normal setelah mengalami gangguan persinyalan yang berdampak pada lumpuhnya jaringan ini selama kurang lebih enam jam lamanya. Sialnya lagi, masalah persinyalan yang terjadi kala peak-hours pada Selasa (16/10/2018) pagi, kurang lebih sekitar pukul 05.30 waktu setempat. Penumpukan penumpang di stasiun merupakan dampak dari kejadian ini.
Baca Juga: Kejar Target Operasi di 2019, MRT Kaohsiung Taiwan “Kedatangan” Armada Alstom
Berdasarkan lansiran KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (17/10/2018), adapun empat jalur yang mengalami gangguan sinyal ini adalah Island line, Tsuen Wan line, Kwun Tong line, dan Tseung Kwan O line. Sehubungan dengan kejadian ini, MTR Hong Kong terpaksa menjalankan jaringan perkeretaapiannya dengan cara manual – kecepatan kereta diturunkan dan menambah waktu perjalanan hingga 40 menit.
Direktur Operasional dari MTR Hong Kong, Lau Tin-shing mengatakan, “Kontrol manual hanya menyediakan sekitar 20 hingga 30 persen dari layanan yang biasanya kami sediakan selama peak-hours,”
Tidak hanya itu, masalah persinyalan ini juga merambat hingga frekuensi perjalanan kereta yang tersedia menjadi 12 hingga 15 menit sekali. Normalnya, rataan frekuensi keberangkatan kereta dari keempat jalur ini adalah tiga hingga empat menit sekali.
Menurut laman sumber lain, MTR Hong Kong merupakan tulang punggung dari sistem transportasi yang menghubungkan kota dengan daerah-daerah di sekelilingnya, dengan rata-rata penumpang per harinya mencapai 5,8 juta di kala weekdays.
Sumber: SCMP
Bagi mereka yang terburu-buru, pihak MTR Hong Kong menghimbau untuk menggunakan moda transportasi lain – sementara mereka berusaha untuk memperbaiki sistem persinyalan tersebut.
Ternyata, gangguan pada sistem persinyalan ini juga berdampak pada kondisi lalu lintas di sana, dimana jalanan menjadi semakin macet karena antrian ratusan hingga ribuan komuter yang hendak pergi ke kantor atau ke sekolah membludak hingga memenuhi jalan.
Baca Juga: Ponsel Keluarkan Asap, 80 Penumpang MTR Hong Kong Terpaksa di Evakuasi
“Ini gila. Masalah MTR tidak hanya berpengaruh terhadap pengguna MTR, tetapi juga memengaruhi pengguna jalan dan sarana transportasi lainnya, ” tutur salah seorang komuter bernama Leung. “Apakah saya harus naik taksi HK$200 (Rp387.700) atau HK$300 (Rp581.000) untuk bekerja setiap MTR mengalami masalah persinyalan semacam ini?” tukasnya ketus.
Kendati memakan waktu yang tidak sebentar, namun pada pukul 12.00 waktu setempat, operator sudah bisa memperbaiki sumber masalah pada keempat jalur ini dan sudah bisa mengoperasikan layanannya secara normal kembali.
Baru-baru ini seorang pramugari maskapai berbiaya hemat AirAsia menjadi viral foto-fotonya di media sosial. Hal tersebut karena seorang penumpang bernama George Wong mengambil foto pramugari cantik itu secara candid atau diam-diam kemudian mengunggahnya ke akun Facebook miliknya.
Baca juga: Lesyiana Oktaviana, Pramugari Kereta Cantik yang Kuasai Empat Bahasa!
Dilansir KabarPenumpang.com melansir dari laman thesun.co.uk (17/10/2018), foto-foto yang di unggah pada 13 Oktober 2018 kemarin, sudah dibagikan lebih dari empat ribu kali dan dikomentari lebih dari dua ribu warganet dalam dua hari. Pramugari tersebut diketahui bernama Mabel Goo dari AirAsia Malaysia. Foto Goo yang di posting saat dirinya berbicara dengan seorang penumpang dan melayani pembelian makanan dari troli.
“Tarif terjangkau dengan pemandangan luar biasa, apa lagi yang harus dikeluhkan?” tulis Wong dan menjadi caption foto yang diunggahnya tersebut.
Foto Goo pun dibanjiri pujian warganet dan dijuluki sebagai salah satu pramugari tercantik di dunia. Bahkan setelah Goo tahu fotonya viral, dia tak malu dan mengunggah postingan itu ke Instagram miliknya dan detail profil dirinya tertulis seorang freelance dancer, bussiness students dan seorang pramugari.
Karena postingannya itu, akun Instagram milik Goo bertambah pengikutnya dalam 48 jam setelah dirinya kembali mengunggah postingan tersebut. Beberapa warganet yang melihat postingan tersebut mengomentarinya.
“Bagaimana saya bisa memesan tiket hanya untuk berada di penerbangan yang sama dengannya?,” tulis pengguna Facebook, Francis Chen.
Pengguna Facebook lainnya, Tan Wong berkomentar, “Saya akan mendorong tombol bantuan yang dibutuhkan selama penerbangan.”
Meski demikian, ada beberapa netizen yang mengecam ulah penumpang tersebut karena mengambil foto pramugari secara diam-diam. Mereka menyebut tindakan George Wong menyeramkan. Ada juga yang menganggapnya sebagai penguntit.
“Semua orang mengeluarkan air liur di atas gadis itu, tetapi apakah ada yang menganggap ini bukan perilaku yang benar,” kritik pengguna media sosial, Darrell Foam.
Baca juga: Lady Richiana, Pramugari Kereta Cantik yang Merangkap Sebagai Beauty Advisor
Mabel Goo yang menyadari fotonya viral telah menerima permintaan maaf dari penumpang itu. Namun, dia tidak mempersoalkan hal tersebut dan justru ikut membagikan posting Facebook itu di akun Instagram-nya.
“Adakah yang bisa memberitahu saya bagaimana candid acak seperti ini menjadi viral?,” tanya Goo.
“Saya tidak tahu mengapa foto-foto itu begitu populer. Tapi sangat bagus bagi orang-orang untuk mengatakan kata-kata yang baik seperti itu. Saya hanya ingin melakukan pekerjaan saya sebagai pramugari dengan kemampuan terbaik saya dan memastikan semua orang memiliki penerbangan yang menyenangkan,” ujarnya.