Sebuah kapal ferry yang mulanya dipergunakan untuk mengangkut penumpang kini memulai tugas barunya sebagai party boat. Adalah Gosport Queen, yang dioperasikan oleh Gosport Ferry Company sebelumnya digunakan untuk menyeberangkan penumpang dari Portsmouth menuju Gosport. Namun kini kapal tersebut sudah tidak lagi melayani pelayaran pendek tersebut dan mulai bernaung di bawah bendera London Party Boats Ltd.
Baca Juga: HYBRIDShip Bangun Kapal Ferry Tanpa Emisi
Tentu saja pengalih-fungsian kapal ferry ini menuai pertanyaan, mengapa perusahaan tidak membeli kapal ferry yang baru saja? “Alasan kami memutuskan untuk membeli kapal ferry bekas adalah untuk penghematan biaya alih-alih kami membangun sebuah kapal baru,” tutur Managing Director dari London Party Boats Ltd., Robert Cairns, dikutip KabarPenumpang.com dari laman maritimejournal.com (18/10/2018).
Gosport Queen. Sumber: Pinterest
“Jika kami membangun sebuah ferry berstandar UK & MCA dari nol, itu akan menghabiskan dana dua hingga tiga kali lipat harga yang kami keluarkan untuk membeli ferry bekas ini,” tandasnya.
Kapal ferry yang diberi nama MV Pearl of London ini selesai ‘didandani’ pada awal Mei 2018 kemarin dan memasuki masa operasinya pada 25 Mei. London Party Boats Ltd. mempercayakan soal desain dan beragam konsultasi kepada Ian Darley, dan Thames Craft Drydocking bekerja sebagai algojo untuk mengeksekusi arahan dari Ian.
Proses pendandanan ini sendiri dimulai pada Juli 2017 – memakan waktu sekitar 16 bulan. Adapun total biaya yang dikeluarkan oleh London Party Boats Ltd. untuk keseluruhan proses transformasi ini sekira £1,1 juta atau yang setara dengan Rp21,9 miliar – termasuk dana untuk membeli kapal ferry. Nantinya, MV Pearl of London ini akan mengarung di Sungai Thames.
Setelah proses renovasi selesai di Thames Craft Drydocking yard di utara Greenwich, proses berlanjut ke tahap fit out yang dikerjakan di Tilbury Dock.
Baca Juga: Ferry Kereta, Penyambung Lintasan Jalur Kereta Antar Pulau
Sebelumnya, saudara dari Gosport Queen, Portsmouth Queen telah terlebih dahulu menghentikan masa operasinya pada tahun 2015 dikarenakan usianya yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk beroperasi – 50 tahun.
Pihak Gosport Ferry Company memiliki alasan tersendiri untuk melepas dua kapal ferry yang pernah berdedikasi untuknya. “Sekarang sudah semakin sulit untuk mencari suku cadang untuk kedua kapa ferry tersebut,” ujar pihak perusahaan.
CEO dari The Boring Company, Elon Musk baru-baru ini mengejutkan publik dengan pernyataan di sosial media yang menyebutkan bahwa terowongan demonstrasi pertamanya sudah hampir rampung. Melalui akun sosial media Twitter pribadinya, Elon mengatakan bahwa terowongan demonstrasi ini siap dibuka pada tanggal 10 Desember mendatang. Tidak hanya itu, entrepreneur kelas kakap ini juga mengungkapkan bahwa akan membebas-biayakan layanan terowongan ini di awal pengoperasiannya.
Baca Juga: Elon Musk Hadirkan Solusi Transportasi Canggih Berbasis Travelator
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (23/10/2018), ide untuk membangun terowongan pertama kali muncul pada pada Desember 2016. Terowongan ini merupakan salah satu wujud nyata Elon yang selama ini memperhatikan ‘kesengsaraan’ para pengguna jalan di Los Angeles. Kemacetan yang cukup parah membuat Elon tergerak untuk mengatasi masalah tersebut. Alih-alih menambah moda yang malah dapat memperkeruh kemacetan, Elon menggagas untuk melubangi perut bumi dan membuat terowongan – guna memecah konsentrasi penumpukkan kendaraan.
Dengan mengedepankan aspirasi teknologi tertentu, Elon beruyapa untuk menekan biaya pembangunan namun di saat yang bersamaan melipatgandakan output daya. Hal ini memungkinkan mesin bor terus menggali sembari membeton pinggirannya.
Pada Oktober tahun lalu, Elon mulai menempatkan mesin bor ini pertama kali di Los Angeles untuk mulai menggali jalur yang membentang sejauh 21km dari Los Angeles International Airport (LAX) menuju Highway 101. Tentu saja harapan di balik rampungnya terowongan ini kelak adalah supaya angka kemacetan dapat ditekan dimana secara otomatis hal tersebut berimplikasi pada penurunan tingkat pencemaran udara.
Nantinya setiap kendaraan dan pejalan kaki yang menggunakan terowongan ini akan diangkut oleh Express Loop, sebuah papan berdaya listrik yang mampu melesat hingga kecepatan 249km/jam. Dengan begitu, Anda hanya membutuhkan waktu 12 menit saja untuk tiba di Los Angeles International Airport – pun sebaliknya.
Sebenarnya, beberapa bulan yang lalu Elon pernah mengatakan bahwa terowongan demonstrasi ini akan rampung pada bulan Mei. Namun karena satu dua hal, terowongan tersebut baru bisa dibuka untuk umum pada 10 Desember mendatang.
Baca Juga: Bukan Sekedar Wacana, Elon Musk Unggah Foto Terowongan Transportasi LA ke Jejaring Sosial
Menanggapi pernyataan Elon di Twitter, banyak warganet yang lalu mempertanyakan ketepatan waktu tersebut – tidak sedikit juga yang mengapresiasi kinerja Elon bersama The Boring Company.
“10 Desember waktu nyata atau waktu Elon?” tanya seorang warganet membalas cuitan Elon.
“Saya pikir 10 Desember waktu nyata,” jawab Elon singkat.
Pada 21 Juni 2018 lalu, seorang awak kabin pria dituduh mencuri uang senilai AUS$7110 dari tiga orang bersaudara saat berada di penerbangan Bangkok ke Dubai. Awalnya awak kabin berkebangsaan Mesir ini tidak mengakui dirinya mencuri uang tersebut.
Baca juga: Tiga Bersaudara Kehilangan Uang AUS$7110 dalam Penerbangan Emirates
Awak kabin Emirates itu saat pesawat mendarat dan polisi menggeledah tidak menemukan uang yang dicurinya tersebut. Namun polisi kemudian membawa tas serta barang-barang ketiga saudara tersebut untuk diselidiki dan diperiksa sidik jari yang melekat di barang-barang itu.
KabarPenumpang.com melansir dari laman thethaiger.com (19/10/2018), mendapatkan kecocokan sidik jari awak kabin tersebut pada salah satu dompet ketiga saudara itu. Kemudian pada 24 Juni, awak kabin itu ditangkap pihak kepolisian Dubai dan ia tetap membantah ikut terlibat dalam pencurian tersebut.
Bahkan dia sempat mengatakan hanya membantu membawa barang-barang ketiga saudara itu. Tetapi akhirnya dia mengakui perbuatannya tersebut. Awak kabin pria itu mengkalim mengambil uang dan ‘membuang’ uang tersebut melalui toilet setelah polisi dipanggil untuk menangani kasus pencurian sebelum pesawat mendarat.
Diketahui sebelumnya, tiga orang bersaudara yang berangkat dari Thailand menuju Dubai menggunakan pesawat Emirates. Kemudian ketiganya meninggalkan tempat duduk untuk melihat kondisi ayah mereka yang sedang sakit saat penerbangan itu.
Ketika kembali ke tempat duduk, salah satu dari ketiga saudara itu melihat sebanyak Dh3700 (AUS$1422) hilang dari salah satu dompet. Tak hanya itu, dari dompet pria lainnya Dh14.800 (AUS$5688) juga lenyap. Ketiganya kemudian melaporkan kepada awak kabin senior dan membawa mereka kedapur kelas satu.
Baca juga: Video Tersebar Saat Berhubungan Seksual di Toilet Pesawat, Awak Delta Airlines di Skorsing
“Kami kemudian memberitahu kepada supervisor kabin dan membawa kami serta memfoto uang yang tidak dicuri dari dompet kami. Uang kami ini memiliki nomor seri yang berurutan dengan uang lainnya yang di curi,” ujar salah seorang pria yang uangnya hilang itu di pengadilan.
Uang tersebut memiliki nomor seri yang berurutan dengan uang yang dicuri oleh awak kabin tersebut. Pencurian uang itu diduga terjadi di kelas bisnis penerbangan Emirates dimana tiga orang bersaudara telah meninggalkan barang-barang mereka tanpa pengawasan.
Seorang awak kabin Emirates dituduh mencuri uang ribuan dolar dari penumpang pada Juni lalu dalam penerbangan dari Thailand menuju Dubai. Awak kabin itu diduga mencuri dari dompet tiga orang penumpang yang meninggalkan kursi mereka.
Baca juga: Ingat! Anda Berhak Peroleh Kompensasi Setelah Lapor Kehilangan Bagasi di Bandara
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman 9news.com.au (22/10/2018), pencurian uang itu diduga terjadi di kelas bisnis penerbangan Emirates dimana tiga orang bersaudara telah meninggalkan barang-barang mereka tanpa pengawasan. Ketiganya diketahui meninggalkan tempat duduknya untuk memeriksa ayah mereka yang sakit saat dalam penerbangan itu.
Ketika kembali ke tempat duduk, salah satu dari ketiga saudara itu melihat sebanyak Dh3700 (AUS$1422) hilang dari salah satu dompet. Tak hanya itu, dari dompet pria lainnya Dh14.800 (AUS$5688) juga lenyap.
“Kami kemudian memberitahu kepada supervisor kabin dan membawa kami serta memfoto uang yang tidak dicuri dari dompet kami. Uang kami ini memiliki nomor seri yang berurutan dengan uang lainnya yang di curi,” ujar salah seorang pria yang uangnya hilang itu di pengadilan.
Bila ditotal sekitar AUS$7110 uang yang raib begitu saja dari dua dompet ketiga saudara itu. Kemudian saat itu ketika pesawat mendarat, polisi mengambil dan membawa barang ketiga saudara tersebut untuk memeriksa sidik jari yang tertinggal.
Mereka juga melakukan penggeledahan di pesawat dan tidak ada uang yang ditemukan. Awak kabin yang merupakan orang Mesir tersebut yang dituduh mencuri itu diduga memiliki kecocokan sidik jari dengan salah satu dompet tiga saudara itu.
Pria 37 tahun tersebut mengaku tidak bersalah di pengadilan Dubai pada Rabu lalu. Ternyata, kejadian pencurian ini bukanlah yang pertama kali, tahun lalu pasangan asal Selandia Baru kehilangan sekitar AUS$4360 pada penerbangan Emirates dari Paris menuju Dubai di kabin kelas satu.
Steve Hay dan Andy yang meninggalkan uang tunai mereka dalam tas tangan milik Hay saat mereka pergi ke bar pesawat selama 45 menit. Ketika pesawat mendarat, petugas keamanan memotret paspor penumpang di pesawat dan mencari pesawat untuk tanda-tanda uang yang hilang, tapi tanpa hasil.
Baca juga: Petugas Keamanan Bandara di Bangkok Curi Uang Penumpang, Diamankan Malah Tertawa
“Petugas keamanan bertanya apakah kami mencurigai siapa pun. Kami mengatakan kami tidak akan tahu, ”kata Hay kepada New Zealand Herald.
Blog perjalanan One Mile at a Time telah melaporkan tren penumpang yang memesan penerbangan dengan perputaran cepat di Timur Tengah dengan tujuan khusus mencuri barang berharga di udara. Laporan itu menemukan sebagian besar pencuri menyerang di kelas ekonomi.
Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Koninklijke Luchtvaart Maatschappij atau yang akrab disingkat KLM merupakan salah satu maskapai tertua di dunia. Ya, maskapai yang liverynya didominasi warna biru langit ini didirikan pada tahun 7 Oktober 1919 oleh seorang letnan aviasi muda bernama Albert Plesman. Tahukah Anda bahwa armada-armada yang beroperasi untuk KLM ini memiliki namanya masing-masing? Sebut saja Airbus A330 pertama KLM diberi nama De Dam, dan masih banyak lagi.
Baca Juga: Inilah Sejumlah Fakta Unik dari Flag Carrier Arab Saudi, Saudi Arabian Airlines!
Wah, kira-kira ada cerita unik apalagi ya dari flag carrier Belanda ini? Ladies and Gentlemen, fasten your seatbelt, karena KabarPenumpang.com akan membahas tentang fakta-fakta unik yang tersimpan di dalam tubuh KLM, dirangkum dari berbagai laman sumber.
Penerbangan Antar Benua Pertama
Menurut tebakan Anda, kira-kira kemana penerbangan antar benua pertama KLM? Amerika? Salah! Jawaban yang benar adalah ke Indonesia. Ya, pada 1 Oktober 1924, KLM melakukan penerbangan antar benua pertama menuju Batavia (Jakarta). Kala itu, pesawat diterbangkan oleh pilot Van der Hoop dan menggunakan armada Fokker F.VII dengan nomor registrasi H-NACC.
Lima tahun berselang, tepatnya pada September 1929, KLM melakoni penerbangan berjadwal antara Amsterdam dan Jakarta. Seiring berkembangnya jaman dan meningkatnya permintaan, KLM lalu memperkenalkan armada Douglas DC-2 sebagai burung besi yang melayani penerbangan menuju Jakarta pada tahun 1934.
Pelanggan Setia Fokker
Kendati kini sudah tidak menggunakan lagi pesawat ‘bermerk’ Fokker, namun KLM tercatat pernah menjadi maskapai yang mengoperasikan Fokker terbanyak di dunia. Sejak tahun 1920 hingga 1946, sejumlah armada Fokker mulai dari F.II, F.III, F.IX, F.VII, F.XVII, hingga F.XXXVI pernah menggunakan livery KLM. Karena tingginya tuntutan efisiensi di berbagai aspek, KLM memutuskan untuk berhenti menggunakan armada Fokker dan menggantikannya dengan fleet dari Embraer yang terkenal lebih efisien dari segi bahan bakar.
Baca Juga: Japan Airlines, Flag Carrier Jepang yang Jadi Pengguna Terbanyak Boeing 747 di AsiaMengoperasikan Penerbangan Terjauh dan Terpendek
Bersandingdengan anak perusahaannya, KLM Cityhopper, KLM Group mengoperasikan penerbangan terjauh dan terpendek. Untuk yang terjauh, KLM memiliki rute Amsterdam – Bali dengan jarak kurang lebih 12.000km. Alih-alih melakoni penerbangan langsung, KLM lebih memilih untuk melakukan pemberhentian singkat di Singapura.
Sementara untuk penerbangan terpendek, KLM Cityhopper mengoperasikan rute Amsterdam – Brussels yang terpaut jarak hanya 180km saja. Jika dibandingkan, satu penerbangan terjauh KLM setara dengan 68 penerbangan di rute terpendeknya. Unik ya!
Kereta api India, setiap tahun ternyata menghilangkan nyawa puluhan ribu orang bila di total dari beberapa bagian zona yang di operasikan Indian Railways. Data kematian terbesar dilaporkan dari zona kereta api utara yakni 7908 orang, kereta api selatan 6149 orang dan kereta api timur 5670 orang.
Baca juga: Saat Kembang Api Beraksi, 60 Orang Tewas Tertabrak Kereta Saat Festival Dussehra
Data ini sendiri dikeluarkan setelah Insiden yang menewaskan sekitar 60 orang dan puluhan orang lainnya terluka di Amritsar pada Jumat (19/10/2018) kemarin saat festival Dussehra. Dalam tiga tahun terakhir yakni 2015-2017 data resmi dari Indian Railways menyatakan hampir 50 ribu nyawa melayang di rel setelah tertabrak kereta api.
KabarPenumpang.com melansir dari laman news18.com (22/10/2018), data yang diberikan Indian Railways, ada sebanyak 49.790 orang meninggal dunia karena tertabrak kereta saat berada di rel. Government Railway Police (GRP) atau Polisi Perkeretaapian Pemerintah mengumpulkan data tentang zona kematian tersebut dan mengatakan data tahun 2018 ini belum terkumpul semua.
Adapun kematian masyarakat yang terjadi di jalur kereta api karena masuk tanpa izin, melanggar keselamatan dan instruksi peringatan, menggunakan ponsel dan gadget lainnya saat melintasi rel kereta api. Para pejabat mengatakan, pihak kereta api telah mengambil langkah-langkah korktif seperti pengumuman reguler melalui sistem alamat penumpang di stasiun, mendesak penumpang menggunakan jembatan penyeberangan atau use foot-over bridges (FOBs), kesadaran berkendara agar masuk dengan izin, pembangunan dinding pembatas, menghadirkan tanda-tanda peringatan untuk mencegah kecelakaan di rel kereta api.
Baca juga: Nyaris Celakakan 1.000 Penumpang, Tujuh Petugas Kereta Api India Diganjar Sanksi Berat!
Pelanggaran tanpa izin di tempat-tempat perkeretaapian, termasuk di jalur, adalah pelanggaran yang dapat dihukum berdasarkan Pasal 147 Undang-Undang Perkeretaapian, 1989. Selama 2018, pada September, 120.923 orang ditangkap dan dituntut oleh Angkatan Perlindungan Kereta Api atau Railway Protection Force (RPF) karena mengganggu sistem kereta api.
Menurut Bagian 147 dari Indian Railway Act, total denda Rs2,94 crore dikenakan pada mereka oleh pengadilan selama periode tersebut, menurut data yang diberikan oleh kereta api. Tahun lalu, 175.996 orang ditangkap dan dituntut oleh RPF karena masuk tanpa izin sistem kereta api dan denda Rs4,35 crore dikenakan pada mereka.
Meningkatnya jumlah penumpang dan prediksi tentang peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan di Bandara Heathrow, Inggris, memaksa para otoritas terkait untuk melakukan sebuah inovasi yang dapat mengentaskan masalah tersebut – walaupun tidak sepenuhnya. Baru-baru ini, otoritas bandara di Inggris tersebut mengumumkan rencananya untuk menggunakan layanan biometrik dalam skala penuh pada musim panas 2019. Jika sukses, ini akan menjadi bandara yang menggunakan inovasi biometrik terbesar di dunia.
Baca Juga: Identifikasi Biometrik di Bandara Canberra Mencapai Akurasi 94 Persen
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (19/10/2018), teknologi biometrik ini mencakup face recognizing dan penyimpanan barang kargo di counter check-in, gerbang pemeriksaan bandara, dan boarding gates. Diharapkan, penggunaakn teknologi inovatif ini dapat memangkas estimasi perjalanan penumpang di dalam bandara.
“Diharapkan sepertiga waktu penumpang dapat diminimalisir,” ujar Direktur Customer Relations and Service Bandara Heathrow, Jonathan Coen.
“Ketika julah penumpang di bandara ini terus bertambah, kami harus mencari cara inovatif untuk membuat penumpang ‘mengalir’ lebih cepat, namun tidak juga mengesampingkan aspek keamanan dari Bandara Heathrow,” tandasnya.
Jonathan sendiri percaya bahwa biometrik merupakan kunci dari kesuksesan sebuah bandara di masa yang akan datang. “Biometrik adalah kunci untuk membantu kami dalam mengentaskan masalah peningkatan jumlah penumpang yang diprediksi akan meroket dalam beberapa tahun mendatang,” jelas Jonathan.
Adapun proyek pemasangan biometrik ini ditaksir mencapai angka £50 juta atau yang setara dengan Rp992,2 miliar – namun angka tersebut tidak menjadi masalah ketika solusi yang ditawarkan dapat ‘merampingkan’ waktu perjalanan penumpang di bandara, terutama ketika daya tampungnya sudah meningkat kelak.
Tujuan dari pemasangan teknologi biometrik ini tergolong cukup sederhana, yaitu agar pihak bandara dapat memastikan bahwa penumpang tidak terlalu banyak menghentikan langkahnya ketika hendak mengarah menuju boarding gate.
Guna memastikan teknologi biometrik ini berjalan dengan lancar di musim panas 2019 kelak, pihak Bandara Heathrow rencananya akan melakukan uji coba pada tahun ini – dengan harapan penumpang dapat memberikan feedback terhadap teknologi inovatif ini.
Baca Juga: Enam Teknologi Ini Jadi Benchmark Kemajuan Bandara di 2018
Dilandaskan pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh International Air Transport Association (IATA) menyebutkan bahwa sebanyak 64 persen penumpang di Inggris berkenan untuk membagikan data biometrik mereka asalkan dapat meningkatkan pengalaman penerbangannya. Selain itu, data yang dihasilkan oleh face recognizing juga dinilai lebih akurat ketimbang menggunakan pemeriksaan manual.
Baru-baru ini sebuah virus flu babi Afrika terdeteksi di barang bawaan seorang pelancong dari Cina yang tiba di Hokkaido. Hal ini dikatakan Kementerian Pertanian Jepang pada hari Senin (22/10/2018) kemarin. Virus flu babi Afrika tersebut ditemukan di dalam sosis yang dibawa pelancong tersebut.
Baca juga: Saat Ada Penumpang Flu di Kabin, Maka Virusnya Tak Menyebar Pada Semua OrangKabarPenumpang.com melansir dari laman japantoday.com (23/10/2018), bahwa virus flu babi Afrika itu terdeteksi dalam sosis yang dibawa oleh penumpang asal Cina yang baru tiba di Bandara New Chitose, Hokkaido, Jepang. Sosis tersebut dinyatakan positif terkena virus tersebut dan menjadi kasus pertama virus itu yang dibawa dari negara tersebut keluar negeri.
Untungnya dari laporan yang masuk, tidak ada kasus infeksi dari dalam yang terkait dengan virus flu babi Afrika itu. Dari penelitian, virus flu babi Afrika ini dianggap lebih mematikan daripada flu babi konvensional atau yang juga dikenal dengan babi kolera. Selain itu, saat ini belum ada vaksn yang efektif untuk melindungi babi dari penyakit yang mematikan tersebut.
Serangan penyakit tersebut dilaporkan di Cina pada tahun ini dan pihak berwenang khawatir terkait risiko penularan penyakit yang menyebar ke negara-negara Asia lainnya termasuk Jepang. Karena hal ini Organisasi Pangan dan Pertanian PBB kemudian menyerukan kolaborasi regional termasuk pemantauan dan langkah-langkah kesiapan yang lebih kuat.
Menurut Departemen Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, penumpang yang tiba pada 1 Oktober dari Beijing ditemukan memiliki sekitar 1,5 kilogram sosis yang dilarang dibawa ke negara itu. Penumpang diminta untuk meninggalkan sosis dan mereka diuji positif dalam tes genetik negara yang dilakukan kemudian.
Baca juga: Mesin Self Service di Bandara Ternyata Jadi ‘Sarang’ Kuman dan Bakteri
Kementerian tersebut mengatakan tidak jelas apakah sosis yang dikemas dan di vakum mengandung daging babi yang diproduksi di Cina. Menurut FAO, Cina adalah produsen babi utama dan menyumbang sekitar setengah populasi global babi.
Sangat tidak mungkin bahwa makanan yang terinfeksi virus flu babi Afrika akan menyebabkan wabah di Jepang kecuali babi di negara itu diberi makan dengan makanan yang terinfeksi. Flu babi baik Afrika maupun klasik tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap kesehatan manusia karena mereka adalah babi piaraan dan babi hutan, tetapi infeksi dapat merusak industri peternakan. Bulan lalu, infeksi babi kolera dikonfirmasikan di antara babi domestik di Jepang untuk pertama kalinya dalam 26 tahun, di pusat kota Jepang Gifu.
Awak kabin perempuan atau yang biasa disebut pramugari ternyata memiliki rahasia dengan seragam yang mereka kenakakan saat bertugas. Selain warna, panjang pendek sebuah rok pramugari juga menjadi salah satu rahasia yang tidak diketahui penumpang dan masyarakat awam. Di Indonesia, maskapai plat Merah, Garuda Indonesia memiliki empat warna seragamnya dan ini menggambarkan tingkat atau posisi mereka dalam penerbangan.
Baca juga: Seragam Pramugari Garuda, Beda Warna, Beda Pula Arti dan Jabatannya
Dengan seragam berwarna toska, jingga, biru tua dan ungu, dimana pramugari berseragam toska dan jingga merupakan yang paling sibuk dalam kabin. Pramugari berseragam ungu adalah Maitre d’cabin salah satu posisi baru di kabin Garuda Experience dan biru tua digunakan oleh Flight Service Manager (FSM) yang memiliki jabatan langsung di bawah pilot.
KabarPenumpang.com melansir dari laman express.co.uk (7/10/2018), pramugari yang telah bekerja lebih dari 15 tahun yakni Heater Poole mengungkapkan bagaimana seragam mereka benar-benar berarti. Poole mengungkapkan bahwa staf pramugari senior biasanya menggunakan rok yang lebih pendek. Sebab sebelum bisa menggunakan rok lebih pendek, pramugari harus melewati waktu tertentu untuk menjadi bagian dari kru.
“Senioritas bahkan menentukan panjang rok kami-kami tidak dapat mengelimainya di atas batas tertentu sampai kami keluar dari masa percobaan. Setelah itu, tidak apa-apa untuk mempersingkat tepian dan menunjukkan sedikit kaki,” ungkap Poole.
Dia mengungkapkan hal tersebut dalam bukunya yakni Cruising Altitude: Tales of Crashpads, Crew Drama, dan Crazy Passengers di 35,000 Feet. Menurutnya, menjadi seorang senior pramugari juga mendikte banyak hal lain seperti ranjang yang dimiliki, lantai tempat tidur hingga seberapa tenang kamar yang digunakan.
Namun, Poole mengatakan, untungnya pembatasan berat seperti itu tidak ada lagi untuk sebagian besar maskapai penerbangan. “Ini tidak seperti pada tahun 1960-an,” lanjut Poole.
Dia mengatakan, waktu ini juga dikenal dengan Golden Age of flying, banyak wanita setidaknya harus memiliki tinggi dan berat badan yang proporsional. Peraturan modern didikte karena keamanan, sehingga tinggi dan berat badan pramugari tergantung pada seberapa baik orang tersebut dapat bekerja di kain.
Baca juga: 10 Seragam Pramugari Paling Ikonik di Dunia
Misalnya, terlalu tinggi dapat membatasi duduk di kursi keluar darurat dan membuktikan risiko keamanan. Maskapai Hong Kong Cathay Pacific melepas rok wajib dalam seragam untuk pramugari awal tahun ini. Sehingga pramugari kini bisa menggunakan celana panjang jika mereka mau.
Bahkan Awak kabin British Airways yang perempuan juga bisa memakai celana panjang jika mereka memilih. Namun beberapa waktu lalu, maskapai penerbangan di Malaysia telah mendapat kecaman setelah dituduh memiliki pakaian yang terlalu terbuka. Pramugari penerbangan Malindo dan AirAsia telah disalahkan karena mengenakan pakaian yang terlalu ketat dan seksi.
Sebanyak 60 orang tewas setelah sebuah kereta melaju melalui masyarakat yang tengah berkumpul untuk menyaksikan kembang api selama festival Hindu di India utara, Jumat kemarin. Saat insiden tersebut dikatakan masyarakat tidak mendengar peringatan adanya kereta api yang akan melaju karena ditenggelamkan oleh suara kembang api.
Baca juga: Dalam 5 Tahun, Kejahatan di Kereta Api India Meningkat Hingga 500 Persen!
Masyarakat ini diketahui berkumpul di rel kereta api di kota Amritsar negara bagian Punjab untuk menyaksikan pertunjukan kembang api yang menandai festival Dussehra. Seorang pejabat kepolisian mengatakan, ada banyak suara ketika kembang api dinyalakan dan korban tidak mendengar kereta yang mendekat.
“Ada sekitar 60 orang tewas, prioritas sekarang adalah membawa yang terluka ke rumah sakit,” ujar Komisaris Polisi kota Amritsar, S. S. Srivastava yang dikutip KabarPenumpang.com dari AFP (21/10/2018).
Kepala petugas medis Amritsar, Hareep Singh mengatakan, 59 orang dikonfirmasi meninggal, 90 orang terluka dan tujuh lainnya kritis. Hareep mengatakan, saat ini baru 25 jenazah yang sudah diidentifikasi karena banyak bagian tubuh yang terpotong-potong dan masih dilakukan identifikasi lanjutan. Karena hal ini, masyarakat yang kehilangan keluarga marah dan melakukan unjuk rasa dan mengecam pemerintah negara bagian Punjab dan menuntut tindakan masinis kereta.
Pihak kepolisian mengatakan, masinis tersebut mengaku tidak melihat apapun sampai detik terakhir sebab dia telah melewati tikungan yang gelap karena asap kembang api. Polisi India menambahkan, mereka telah memberi izin untuk pertunjukan festival kembang api tahunan Dussehra tetapi, penyelenggara belum mendapat persetujuan dari kota, departemen kesehatan dan brigade pemadam kebakaran.
Selain itu, Indian Railways juga mengatakan, mereka tidak mendapat informasi tentang adanya perayaan itu, meskipun penduduk setempat mengatakan festival tersebut telah diadakan ditempat yang sama selama beberapa tahun. Ketua Menteri Punjab, Amarinder Singh memerintahkan penyelidikan atas kecelakaan tersbut dan mengumumkan kompensasi uang sebesar 500 ribu Rupee atau US$6800 kepada setiap keluarga korban.
“Kami telah meminta semua rumah sakit untuk tetap buka sepanjang malam agar yang terluka dapat dirawat,” kata Singh.
Dia menyatakan hari berkabung di seluruh negara bagian, memerintahkan semua kantor dan lembaga pendidikan untuk ditutup. Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan dia sangat sedih dengan tragedi menyayat hati dan meminta para pejabat untuk segera memberikan bantuan kepada yang terluka.
Baca juga: Nyaris Celakakan 1.000 Penumpang, Tujuh Petugas Kereta Api India Diganjar Sanksi Berat!
Jaringan kereta api India adalah yang terbesar keempat di dunia dan tetap menjadi bentuk utama perjalanan di negara yang luas itu, tetapi itu tidak didanai dengan baik dan kecelakaan yang mematikan sering terjadi. Negara ini adalah rumah bagi ratusan perlintasan kereta api yang tidak berawak dan khususnya rawan kecelakaan, dengan orang-orang sering mengabaikan peringatan kereta api yang akan datang.
Laporan pemerintah 2012 menggambarkan hilangnya 15 ribu nyawa penumpang, karena kecelakaan kereta api setiap tahun di India dan disebut sebagai pembantaian. Pemerintah telah menjanjikan US$137 miliar selama lima tahun untuk memodernisasi jaringan yang runtuh. Pada tahun 1981, tujuh gerbong dari kereta jatuh ke sungai ketika menyeberangi jembatan di negara bagian Bihar di bagian timur, menewaskan antara 800 dan seribu orang.
Tapi hampir setiap bulan ada kecelakaan yang melibatkan kereta api yang menggelincirkan atau menabrak kendaraan di penyeberangan. Pada bulan April, 13 anak tewas ketika kereta menabrak bus sekolah mereka. Pada bulan November 2016, Patna-Indore express tergelincir di negara bagian Uttar Pradesh pada tengah malam, menewaskan 139 orang.