Tahun 2018 ini, Inggris dinyatakan mengalami perubahan suhu yang cukup ekstrem di tiap musimnya – musim panas yang sangat terik dan musin dingin yang sangat menusuk tulang. Berlandaskan pada pengumuman yang digemakan oleh UK Met Office pada 31 Agustus silam, musim panas di Inggris pada tahun ini memegang rekor sebagai yang terpanas secara keseluruhan. Jika dikaitkan dengan dunia transportasi – termasuk kereta api, kira-kira apa yang harus dilakukan oleh operator si ular besi untuk menghadapi situasi semacam ini?
Baca Juga: Atasi Risiko Tertabrak Kereta, Inggris Ciptakan Aplikasi “Peringatan” Berbasis LBS
Sebelumnya, sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (16/10/2018), Environmental Audit Committee pada bulan Juli menyatakan bahwa risiko gelombang panas di Inggris sedang tumbuh dan bahwa jumlah kematian terkait panas akan meningkat tiga kali lipat pada tahun 2050 karena Inggris tidak siap untuk periode panas yang ekstrem.
Kendati sudah dihadapkan dengan sejumlah potensi berbahaya yang mungkin akan menerpa London dan sekitarnya ketika menghadapi masalah cuaca semacam ini, Pemerintah Inggris belum menambahkan aturan tentang suhu yang seharusnya diberlakukan di jaringan transpotasi Inggris – termasuk juga kereta api.
Menurut data yang dipegang oleh Rail Delivery Group (RDG), terhitung pada Juni 2018, semua armada yang beroperasi di jaringan perkeretaapian Inggris – baik yang lama (existing) maupun yang baru sudah dilengkapi dengan penghangat ruangan. Sedangkan baru 59 persen dari keseluruhan saja yang dilengkapi dengan sistem pendingin ruangan (Air Conditioning/AC).
“Prioritas utama untuk industri kereta api adalah keselamatan penumpang,” kata juru bicara RDG.
“Industri kereta api telah menginvestasikan lebih dari £50 miliar (setara dengan Rp991,9 triliun) guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang – termasuk mengoperasikan lebih dari 7.000 gerbong baru yang lebih nyaman di lintasan pada tahun 2021 mendatang,” tandasnya.
Diharapkan dengan penambahan armada yang dilakukan oleh operator kereta Inggris ini dapat meminimalisir penumpang yang berdesak-desakan selama musim panas – karena seperti yang kita ketahui bersama, semakin kereta penuh sesak, maka suhu di dalam gerbong pun senantiasa mengalami peningkatan.
Selain bersinggungan langsung dengan kenyamanan penumpang kereta, tingginya suhu karena masalah musim juga memegang peranan penting terhadap kelancaran bisnis kargo. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, ada beberapa barang yang kudu dilabeli “Simpan di Suhu Ruangan,” dimana barang-barang tersebut tidak boleh terpancar panas yang berlebih.
Baca Juga: Rel Bengkok Akibat Panas Masih Jadi Momok Menakutkan di Dunia Perkeretaapian
“Suhu adalah pertimbangan utama dalam bisnis mengirim barang/kargo yang mudah rusak karena terpancar panas berlebih. Hal ini memaksa perusahaan yang bergerak di sektor pengiriman tadi utnuk berkomunikasi dengan pihak operator transportasi guna memastikan keamanan barang pelanggannya tersebut,” ujar direktur operasional perusahaan logistik Rhenus, Gary Dodsworth.
Setelah melakukan penantian selama kurang lebih satu tahun, akhirnya Pertubuhan Pemandu dan Pengusaha Teksi/Limosin dan Kereta Sewa Malaysia (Petekma) secara resmi memperkenalkan taksi listrik pertamanya di Langkawi. Hal tersebut dilontarkan langsung oleh Ketua Petekma Langkawi, Saad Mahmud. Diharapkan, dengan dirilisnya moda transportasi baru ini mampu menekan angka pertumbuhan polusi dan tarif perjalanan.
Baca Juga: Setelah 2 Tahun Tak Jelas Juntrungannya, Tiny Microlino EV Akhirnya Legal di Jalanan Eropa
“Insya Allah bisa kita pertimbangkan soal penurunan tarif taksi di Langkawi. Perilisan taksi listrik ini sendiri mendapat dukungan penuh dari Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr Mahatir Mohamad,” ungkap Saad Mahmud, dikutip KabarPenumpang.com dari laman theedgemarkets.com (24/10/2018).
Sebenarnya, ide untuk secara bertahap mengganti peranan dari kendaraan konvensional yang masih menggunakan bahan bakar fosil dengan Electric Vehicle (EV) sudah diumumkan sejak tahun lalu. Kala itu, Pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar RM4,5 juta atau yang setara dengan Rp16,4 miliar untuk pembelian taksi listrik. Di sisi lain, Universiti Petronas mengusulkan hal serupa di awal tahun 2018 kemarin.
Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, masalah polusi udara menjadi satu pokok pembicaraan yang tengah ramai dibicarakan oleh beragam otoritas dari berbagai penjuru dunia. Ada banyak cara yang tengah direncanakan oleh Pemerintah dalam mengentaskan permasalahan bersama ini – mulai dari memberdayakan EV dalam berbagai bentuk hingga menggunakan bahan bakar campuran untuk pesawat.
Kembali ke wacana penurunan tarif taksi di Langkawi, kira-kira apa yang membuat Pemerintah berani mengambil langkah penurunan tarif ini? Ada beberapa faktor yang menjadi bahan pertimbangan Pemerintah, salah satunya adalah rendahnya biaya maintenance.
Baca Juga: Nissan Leaf, Mobil Listrik Favorit Perusahaan Taksi dan Pengguna Pribadi
Dikutip dari laman sumber lain, biaya penggantian baterai EV memang terbilang mahal, namun umur dari baterai itu sendiri cukup lama ketimbang baterai kendaraan jenis lain. Selain itu, suku cadang dari EV tidaklah sebanyak kendaraan komersial. Dibandingkan dengan EV, sudah jelas semisal ada masalah pada bagian mesin, kendaraan komersial akan menelan dana yang lebih besar.
Dengan gambaran sederhana seperti di atas, maka sudah terlihat bahwa penggunaan EV jauh lebih efisien. Itu merupakan hipotesa yang mendasari penurunan tarif taksi listrik di Langkawi.
Lufthansa merupakan maskapai asal Jerman yang didirikan pada 6 Januari 1953. Maskapai ini tidak hanya didaulat sebagai yang terbesar di Jerman, melainkan di Eropa. Butuh waktu sekitar dua tahun bagi maskapai ini untuk memulai pengoperasian perdananya (1955). Di tahun 2014 silam, maskapai ini sempat berganti nama menjadi Siegerflieger Fanhansa (Winners-Plane) karena kala itu mereka membawa pulang tim sepak bola Jerman setelah mengantongi gelar juara di perhelatan Piala Dunia.
Baca Juga: Aeroflot – Ternyata Jadi Maskapai dengan Jumlah Armada Terbesar di Dunia
Wah, rasanya sangat sayang jika maskapai ini tidak kita bedah fakta-fakta uniknya. Baiklah kalau begitu, dirangkum KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, berikut merupakan fakta-fakta yang mungkin belum Anda tahu dari salah satu penggagas aliansi penerbangan Star Alliance, Lufthansa.
Konsumen Caviar Terbesar di Dunia
Lufthansa memang bukan merupakan maskapai termewah di dunia, namun maskapai yang membawahi anak perusahaan LSG Sky Chefs (katering maskapai penerbangan terbesar di dunia) ini didaulat sebagai konsumen caviar terbesar di dunia – 10 ton setiap tahunnya.
Tidak usah bingung dengan kuantiti dari caviar yang begitu banyak. Karena LSG Sky Chefs sendiri bermitra dengan lebih dari 320 maskapai penerbangan di seluruh dunia di 220 bandara dan mengoperasikan hampir 210 pusat layanan pelanggan di 53 negara – menghasilkan sekitar 580 juta makanan setiap tahunnya.
Pengguna Airbus A380 Terbanyak di Eropa
Dibandingkan dengan maskapai asal Benua Biru lainnya, Lufthansa menyandang predikat tersebut dengan total 14 armada A380-800. Maskapai ini sendiri membagi Super Jumbo ke dalam empat varian kelas – delapan bangku First Class, 78 bangku Business Class, dan 423 bangku untuk Economy dan Economy Plus Class.
Pencetus Inflight Internet
Jika selama ini Anda akan mendapati banyak maskapai yang menawarkan fitur inflight internet, maka Anda harus tahu bahwa pada tahun 2004, Lufthansa merupakan maskapai pertama yang menawarkan fitur ini di penerbangan internasional. Melihat kesuksesannya, maskapai lain pun enggan kalah dan mulai menawarkan fasilitas serupa.
Baca Juga: Japan Airlines, Flag Carrier Jepang yang Jadi Pengguna Terbanyak Boeing 747 di AsiaOperator All New Boeing 747-8 Terbesar di Dunia
Kendati pamor “Queen of the Skies” mulai padam sejak beberapa tahun ke belakang, namun kualitas Boeing tetaplah prima di mata Lufthansa. Ini dibuktikan dengan 19 armada All New Boeing 747-8 yang masuk ke dalam daftar armada Lufthansa – dan menjadikannya sebagai operator 747-8 terbesar di dunia.
Sebagai bagian dari pekerjaan pembangunan fase I, PT MRT Jakarta akan melakukan modifikasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada Jalan TB Simatupang. Lokasinya tepat berada di depan gerai BMW/Astra, dimana JPO ini akan melintas di atas jalan tol Lingkar Luar Jakarta km 22+000. Modifikasi ini dilakukan karena adanya perbedaan lebar jalur ketika MRT Jakarta rampung kelak.
Baca Juga: Tiga Gedung ini Akan Terkoneksi Langsung Dengan Stasiun MRT Jakarta
Dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers, lebar jalan TB Simatupang saat ini adalah 4,3m, sedangkan ketika pembangunan MRT Jakarta rampung, jalan tersebut harus dapat menyediakan lebar 7m (dua lajur). Oleh karena itu, diperlukan modifikasi JPO tersebut agar dapat mengakomodir target lebar per lajur 3,5 meter.
Modifikasi ini sendiri akan dimulai dengan pekerjaan pembongkaran girder JPO di sisi selatan yang akan dilakukan pada Minggu dan Senin, 28-29 Oktober 2018, dimulai pada pukul 22.00WIB hingga 05.00 WIB. Pada saat pengerjaan, Jalan TB Simatupang pada sisi selatan akan ditutup sementara (dimulai dari BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan PO Lorena).
“Selama masa pengerjaan, masyarakat bisa menggunakan persimpangan Jalan RS Fatmawati sampai Jalan TB Simatupang sebagai area penyeberangan,” tutur Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Tubagus Hikmatullah.
“Pengguna jalan juga bisa melalui Jalan Lebak Bulus 1 sebagai rute alternatif menuju area Lebak Bulus, Pondok Indah, atau Ciputat,” tandasnya.
Untuk jalan tol JORR sendiri, PT MRT Jakarta akan memberlakukan rekayasa jalur sementara selama masa pengerjaan.
Arah BSD:
22.00WIB – 00.30WIB: Hanya L-1 yang boleh dilintasi.
00.30WIB – 01.00WIB: Contra Flow.
01.00WIB – 02.00WIB: Hanya L-3 yang boleh dilintasi.
02.00WIB – 04.00WIB: Hanya L-2 dan L-3 yang boleh dilintasi.
Arah Kp. Rambutan:
22.00WIB – 01.00WIB: Hanya L-1 dan L-2 yang boleh dilintasi.
01.00WIB – 04.00WIB: Normal.
Baca Juga: MRT Jakarta Dilirik Tangerang Selatan Untuk Buka Jalur
Desain JPO yang baru akan terdiri dari girder PC Concrete (T-Beam) dengan panjang span 24 meter dan berada di atas Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta, dengan tambahan tiga kolom sehingga trase JPO akan berubah menjadi tipe “L” dengan struktur JPO di sisi Jalan TB Simatupang akan terbuat dari baja.
Jika tidak meleset, masyarakat sudah bisa menggunakan ruas jalan ini kembali selepas pukul 05.00 WIB.
Pembangunan Fase II Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan segera dimulai pada Desember 2018, baru-baru ini Pemerintah Indoensia dan Pemerintah Jepang menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pembangunan tersebut. Melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), Jepang akan menggelontorkan dana pinjaman sebesar 70,21 miliar Yen atau setara dengan Rp9,4 triliun.
Baca juga: (lagi) Tiga Rangkaian Kereta MRT Jakarta Tiba di Pelabuhan Tanjung Priok
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan RI, Luky Alfirman, dan Chief Representative JICA Indonesia, Yamanaka Shinichi, di Gedung Frans Seda Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jakarta Pusat.
Dalam hal perjanjian pinjaman ini, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI bertindak sebagai executing agency, dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai implementing agency, PT MRT Jakarta akan bertindak sebagai sub-implementing agency.
“Sebelum penandatanganan perjanjian pinjaman ini dilakukan telah dilaksanakan pula penandatanganan exchange of notes oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Desra Percaya, dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii, di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat,” ujar Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Tubagus Hikmatullah melalui siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, Rabu (24/10/2018).
Dia mengatakan, jangka waktu peminjaman selama 40 tahun, termasuk grace period atau tenggang waktu 12 tahun sejak penandatanganan perjanjian pinjaman dilakukan. Penandatanganan perjanjian pinjaman tersebut adalah tahapan pertama slice loan dari total komitmen pinjaman untuk fase 2 MRT Jakarta senilai 208,132 miliar Yen atau setara dengan Rp25 triliun.
Tak hanya itu, skema peminjaman untuk fase II ini sendiri tidak jauh berbeda dengan skema peminjaman pada fase I. Pada fase I, MRT menghabiskan biaya sebesar Rp16 triliun dengan panjang 16 km dan fase II sepanjang 8,6 km.
Peminjaman ini sendiri tidak langsung diberikan pada PT MRT dimana 51 persen dari pemerintah pusat akan dipinjamkan ke Pemprov DKI dan 49 persen lainnya tetap di pegang oleh pemerintah pusat. Setelah itu, PT MRT akan mencari kontraktor yang akan melaksanakan proyek tersebut.
Baca juga: Sempat Galau, Inilah Tarif Terjauh yang Diusulkan PT MRT Jakarta
Sehingga dana tersebut akan diberikan oleh pemerintah daerah dan pusat dengan invoice yang diberikan ke pihak konstruksi. Kemudian Pemda dan pemerintah pusat memverifikasi invoice tersebut.
“Jadi MRT itu dana pinjamannya hanya untuk dana konstruksi dan tidak boleh bayar gaji dan sebagainya. Setelah diverifikasi, berkas akan masuk ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di Kementerian Keuangan. Proses pemberian dana pun bisa dicairkan oleh pemerintah pusat,” kata Tubagus.
Jangan lengah ketika membawa anak saat berada di stasiun tepatnya di peron kereta. Pasalnya tidak akan ada yang tahu apa yang akan dilakukan anak Anda tersebut. Apalagi bila Anda lebih mementingkan barang elektronik dan lupa bila membawa anak dalam perjalannya.
Baca juga: Dramatis! Kepala Pria ini Tersangkut di Celah Peron Stasiun
Baru-baru ini seorang ibu di Beijing, Cina lengah bila dirinya membawa anak saat menunggu kereta di peron. Kemudian saat lengah, anak perempuan itu ternyata jatuh ke celah antara peron dan rel kereta.
KabarPenumpang.com melansir dari laman shanghaiist.com (17/10/2018), bahwa ternyata saat putri kecilnya terjatuh ibu tersebut asik dengan ponsel pintarnya. Dalam video yang terekam, ibu tersebut menangis dan panik ketika sadar anaknya terjatuh dan saat itu sudah ada kereta yang berhenti di rel.
Dia kemudian meraih dengan satu tangan untuk menolong putri kecilnya agar ditarik naik kembali ke peron. Untungnya petugas stasiun dengan sigap ikut membantu mengulurkan tangan dan mengangkat gadis kecil itu ke tempat aman sebelum sesuatu hal yang buruk terjadi seperti kereta yang tiba-tiba berjalan saat itu.
Untungnya, karena insiden itu tidak ada penundaan kereta dan tidak ada luka parah yang di derita gadis kecil tersebut selain benjol dibagian kepalanya. Pada beberapa waktu lalu bahkan karena lebih asik dengan ponsel pintarnya beberapa orang harus kehilangan nyawa saat berada di peron stasiun.
Baca juga: Akibat Adu Mulut di Dalam Kereta, Berlanjut Adu Jotos di Peron
Bahkan beberapa tahun lalu, seorang ibu yang turun dari kereta di Provinsi Anhui sambil bermain ponsel pintarnya meninggalkan sang anak di belakang. Saat dirinya sadar, putri kecilnya ternyata tidak ikut turun bersamanya dan kereta sudah meninggalkan stasiun.
Selain ponsel, kondisi mabuk juga bisa menyebabkan seseorang kehilangan nyawa saat berada di peron stasiun. Pasalnya dalam keadaan mabuk, mereka tidak sadar apakah jalan yang dilalui benar atau tidak. Tak hanya itu, di Inggris sendiri pernah ada larangan penumpang tidak boleh terlalu mabuk agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan saat berada di stasiun.
Desember 2018 mendatang Light Rail Transit (LRT) Palembang, Sumatera Selatan akan menggunakan kartu uang elektronik untuk pembayarannya. Ini dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) III Palembang selaku pengelola LRT untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumennya.
Baca juga: Prangko Rail Clinic dan LRT Palembang ‘Meriahkan’ HUT PT KAI Ke-73
Dimulainya peningkatan tersebut setelah semua stasiun LRT di 13 titik beroperasi yakni dari Bandara Sultan Mahmud Badruddin II Palembang hingga ke kawasan Jakabaring. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, tiket elektronik ini sendiri akan menggunakan kartu khusus bagi pengguna LRT.
Sehingga pada 1 Desember 2018, semua pengguna LRT sudah diwajibkan untuk menggunakan kartu uang elektronik tersebut. Manajer Humas PT KAI Divre III, Aida mengatakan, pihaknya terus mensosialisasikan kartu uang elektronik tersebut pada penumpang LRT hingga 1 Desember mendatang.
“Kartu uang elektronik ini wajib dimiliki oleh penumpang LRT, sehingga PT KAI selaku operator tak lagi perlu mencetak karcis untuk di taping ke mesin saat akan masuk ke peron,” jelas Aida.
Aida menambahkan, nantinya setiap stasiun ada loket yang menjual kartu uang elektronik serta untuk top up saldo, sehingga penumpang yang tidak memiliki kartu bisa membeli dan yang memiliki kartu tetapi saldo tidak ada bisa mentop up. Dia mengatakan, saat ini PT KAI juga telah bekerja sama dengan beberapa bank untuk menyiapkan kartu uang elektronik tersebut.
“Dari awal di loket stasiun ada yang jual agar mudah membelinya, seperti Bank Sumsel, dan bank lain bergantian menjual kartu uang elektronik,” kata Aida.
Baca juga: LRT Palembang Sepi Penumpang, Kepala Divre III: “Itu Wajar”
Tarif yang dikenakan untuk perjalanan LRT dari stasiun ke stasiun terdekat akan dikenakan Rp5 ribu dan perjalanan terjauh dikenakan Rp10 ribu. Kebarangkatan kereta pada pagi hari dari Stasiun LRT Bandara SMB II Palembang dengan tujuan stasiun terjauh/terakhir Stasiun DJKA Jakabaring mulai pukul 06.46 WIB, 06.47, 07.29, 08.01, 09.06, 09.41 WIB dan seterusnya setiap 30 hingga 60 menit yang pemberangkatan terakhirnya dijadwalkan pada pukul 17.57 WIB.
Sedangkan dari Stasiun LRT DJKA Jakabaring dengan tujuan terakhir Stasiun Banda SMB II Palembang, jadwal keberangkatannya pada pagi hari mulai pukul 04.37 WIB, 05.14, 05.51, 06.28 WIB dan seterusnya setiap 30-60 menit hingga pemberangkatan terakhir pada pukul 16.25 WIB. Tak hanya itu, pada Desember 2018 juga trainset kedelapan untuk LRT ini akan dikirim ke Palembang dan sekarang dalam tahap finishing oleh PT INKA di Madiun.
Delta lagi, Delta lagi. Eits, tapi tunggu dulu kali ini kami tidak akan membahas tentang ‘kejelekan’ dari maskapai asli Negeri Paman Sam, melainkan fakta-fakta unik yang terselip di dalamnya. Mengapa harus Delta Airlines? Karena Delta Airlines cukup sering kami beritakan, kendati kebanyakan dari semua itu berisi tones yang negatif. Namun itu tidak berarti maskapai yang didirikan pada 30 Mei 1924 ini tidak memiliki sisi unik yang menarik untuk dibedah.
Baca Juga: Ternyata, Qantas Airways Itu Merupakan Singkatan dari…
Sudah siap untuk mengetahui apa saja yang unik dari maskapai berkode ICAO DAL ini? Berikut KabarPenumpang.com himpun sejumlah fakta unik dari Delta Airlines, dikutip dari laman gotravelyourway.com.
Pertama dan Satu-Satunnya Operator Airbus A350
Delta merupakan maskapai Amerika pertama yang mengoperasikan Airbus A350. Tidak hanya pertama, namun Delta juga menjadi satu-satunya maskapai Amerika yang mengoperasikan A350 – ketika maskapai lain menjatuhkan pilihan pada Boeing 787 Dreamliner, Delta lebih memilih untuk menggunakan Airbus A350-900.
Salah Satu Operator Boeing 717
Delta Airlines merupakan salah satu dari dua operator Amerika yang mengoperasikan Boeing 717-200, versi lebih pendek dari pesawat McDonnell Douglas MD-80 yang ikonik. Maskapai ini membeli Boeing 717-200 ini dari Southwest Airlines setelah merger dengan AirTran Airline, yang mengoperasikan Boeing 717 di rute jarak pendek di seluruh Amerika Serikat bagian timur.
Pernah Menjadi Dalang Dalam Perselisihan Amerika Serikat dan Kanada
Pemesanan Bombardier Cseries yang dilakukan oleh Delta ternyata menjadi latar belakang dari perselisihan perdagangan antara Amerika Serikat dan Kanada. Boeing menuduh bahwa Bombardier menggunakan subsidi ilegal dari pemerintah Kanada yang memungkinkannya untuk menjual CSeries dengan biaya lebih rendah.
Sama Seperti KAI, Punya Layanan Kelas Premium
Diperkenalkan pada tahun 2017 silam, menyusul layanan sama yang sudah dikeluarkan oleh American Airlines terlebih dahulu. Peluncuran kelas premium ini ternyata menyulut maskapai Amerika lain, United Airlines untuk ikut-ikutan latah merilis kelas setingkat di atas economy class ini.
Baca Juga: Ternyata, Emirates Hanya Menggunakan Dua Jenis Pesawat!Punya Layanan LCC Sendiri
Di pertengahan tahun 2000, Delta Airlines menelurkan layanan penerbangan berbiaya rendah yang bernama Song Airlines. Dengan mengandalkan armada Boeing 757-200, Song Airlines melayani penerbangan yang biasanya menghubungkan New York dan Florida.
Selalu ada saja cara yang dilakukan oleh orang-orang kreatif untuk memasarkan atau mempromosikan sesuatu – tidak terkecuali di Jepang, dimana Pemerintah Kota Higashi-Agatsuma di Prefektur Gunma baru-baru ini menguji coba handcar bertipe sepeda. Handcar bertipe sepeda sendiri merupakan moda yang berjalan di atas rel dimana kayuhan penumpang akan menjadi tenaga penggerak dari moda ini.
Baca Juga: KFC Jepang Hadirkan Varian Ayam Tak Beraroma Tajam untuk Komuters
Secara keseluruhan, moda ini memiliki sistem yang hampir sama dengan pump trolley atau pump car, perbedaannya hanya terletak pada bentuk moda dan upaya yang dilakukan penumpang – mengayuh, bukan memompa. Pemerintah Kota Higashi-Agatsuma berharap, hadirnya handcar bertipe sepeda ini mampu menyerap wisatawan lokal maupun mancanegara, dimana itu akan berimplikasi pada peningkatan pendapatan di sektor pariwisata.
Sumber: borneobulletin.com.bn
Adapun handcar bertipe sepeda ini berjalan di jalur kereta JR Agatsuma yang sudah tidak lagi beroperasi pasca pembangunan Bendungan Yamba. Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman borneobulletin.com.bn (23/10/2018), rencananya handcar bertipe sepeda ini akan memasuki masa operasi komersial pada musim semi 2020.
Ketika menjajal moda ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan Lembah Agatsuma – salah satu spot wisata terkenal di Negeri Sakura yang menyandang predikat sebagai lokasi terindah untuk menikmati musim gugur dan musim panas. Wah, tentu saja ini akan menjadi spot wisata yang tidak boleh Anda lewati ketika tengah berkunjung ke Jepang, ya! Dimana Anda bisa naik handcar bertipe sepeda bersama orang yang Anda sayangi, sambil melihat pemandangan Lembah Agatsuma. Pasti romantis banget deh!
Nah, lokasi dari calon destinasi wisata baru di Jepang ini terletak di antara Stasiun Naganohara-Kusatsuguchi dan Stasiun Iwashima. Jalur sepanjang 10,4km ini terkenal dengan Terowongan Tarusawa yang didaulat sebagai terowongan kereta api terpendek di Jepang, dimana panjangnya hanya 7,2m saja.
Baca Juga: 5 Stasiun Tersibuk di Dunia, Semua Ada Di Jepang!
Pembangunan Bendungan Yamba memaksa otoritas terkait untuk ‘menggeser’ jalur kereta dan meninggalkan pendahulunya. Jalur kereta yang sudah tidak digunakan sejak September 2014 ini terbengkalai begitu saja dan kini tengah dipersiapkan untuk menjadi spot wisata. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya!
Pemerintah Kanada tengah melakukan perubahan proses penyaringan pada daftar larangan terbang untuk menghindari penumpang yang keliru ditandai sebagai pembuat risiko keamanan setelah melihat seorang ibu yang membawa anaknya berusia 3 tahun. Seorang pejabat pemerintah menjelaskan peraturan baru untuk Enhanced Passenger Protect Program atau Program Peningkatan Perlindungan Penumpang.
Baca juga: Dirjen Perhubungan Udara Keluarkan Edaran Terkait Powerbank dan Baterai Lithium Ion dalam PenerbanganKabarPenumpang.com merangkum dari cbc.ca (26/9/2018), program ini sendiri akan secara otomatis mencocokkan daftar penumpang dengan intelijen keamanan yang ada di daftar larangan terbang. Sehingga setiap maskapai penerbangan bertanggung jawab melakukan pemeriksaan latar belakang penumpang mereka masing-masing.
“Saat ini 120 operator akan melakukan pemeriksaan sendiri dan mencari tahu serta menyelesaikan masalah mereka sendiri, dan kemudian perlu menelepon, Transport Canada untuk meninjau dan mengklarifikasi identitas,” kata seorang pejabat departemen senior.
Dia menambahkan, semuanya akan berubah ketika penumpang memiliki satu sistem, dimana semua manifest masuk dan disaring. Selain program yang diusulkan tersebut, maskapai juga diminta untuk menyerahkan daftar penumpang mereka sebelum penerbangan dan program akan secara otomatis menandai setiap orang yang berpotensi melakukan risiko keamanan.
Program ini akan membuat sistem ganti rugi bagi penumpang yang ditandai bila data mereka masuk pada daftar larangan terbang. Jika dikonfirmasi sebagai daftar larangan terbang, penumpang akan diberi nomor untuk dipasang saat memesan penerbangannya di masa mendatang agar tidak lagi ditandai untuk kedua kalinya.
Sistem saat ini pernah salah memblokir anak-anak dan warga Kanada lainnya dari terbang di masa lalu karena nama mereka mirip atau identik dengan seseorang yang dianggap sebagai ancaman.
“Ini adalah sistem yang dirancang tidak benar di tempat pertama ketika itu disatukan sekitar 10 tahun yang lalu,” kata Menteri Keamanan Publik Ralph Goodale.
Pemerintah mengatakan, sistem baru tersebut akan menghapus data penerbangan secara manual saaat memeriksa seseorang yang mengklaim telah ditandai, sementara pada saat yang sama meningkatkan keamanan nasional dan privasi penumpang.
“Masalahnya, apa yang terjadi sekarang adalah tanpa penyaringan terpusat orang-orang ini terjebak ketika mereka membeli tiket, karena tidak ada cara untuk memvalidasi tanggal lahir mereka, atau siapa sebenarnya mereka, sampai mereka benar-benar muncul di bandara. Kami membangun sistem yang kami pikir dengan sejumlah ganti rugi di tangan yang akan membantu para pelancong menyelesaikan masalah ini bersama-sama,” kata pejabat itu.
Perubahan tersebut membutuhkan dua tagihan untuk diloloskan, yang saat ini berada di hadapan Senat. Tidak ada jadwal kapan ini akan diterapkan karena program juga memerlukan upgrade ke teknologi saat ini.
Baca juga: Kongres Bantu FAA Pertimbangkan Aturan Jarak Kursi, Hewan Peliharaan dan Jumlah Toilet di Pesawat
“Kami ingin melanjutkan ini secepat mungkin. Saya perlu undang-undang terlebih dahulu dan seperti yang Anda tahu departemen pemerintah mengambil langkah untuk mengantisipasi tindakan parlemen dapat membuat menteri dalam kesulitan untuk penghinaan parlemen. Kami membutuhkan undang-undang secepat yang kami bisa mendapatkannya,” kata Goodale.
Pemerintah telah menganggarkan dana $81,4 juta atau setara dengan Rp1,2 miliar tahun ini dan $154 juta setiap tahun setelahnya untuk pelaksanaan dan pemeliharaan program. Tidak ada data tentang berapa banyak orang telah dipengaruhi oleh positif palsu atau berapa banyak kejadian seperti itu terjadi setiap tahun.