Lagi Enak Makan Cemilan, Tiba-Tiba Seekor Anjing ‘Nimbrung’ di Celah Kursi Pesawat

Bayangkan apa yang terjadi pada Anda bila sedang menikmati cemilan dalam penerbangan ada yang memintanya? Apalagi yang memintanya bukan anak kecil melainkan seekor anjing yang tiba-tiba menyembulkan kepalanya di antara dua kursi pesawat? Baca juga: Kongres Bantu FAA Pertimbangkan Aturan Jarak Kursi, Hewan Peliharaan dan Jumlah Toilet di Pesawat Kejadian unik ini baru saja terjadi dalam sebuah penerbangan dan menjadi viral dimana seorang penumpang yang tengah asik menikmati cemilannya melihat pemandangan aneh dari sela-sela kursi. Dia merasa seperti ada yang memperhatikan dia saat makan cemilannya. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk (25/10/2018), kemudian dia menyadari bahwa sedang diawasi oleh suatu sosok yang terlihat lapar. Lalu di antara celah-celah kursi depannya ada wajah seekor anjing yang menyembulkan bagian hidungnya sembari melihat penumpang tersebut. Anjing itu tampak sangat menginginkan makanan tersebut dan lucunya terlihat seperti terjepit. Karena hal ini, penumpang pria itu akhirnya menyerah dan memberikan beberapa cemilannya pada anjing lapar itu. “Saya memfilmkan kejadian unik ini dan aku memberinya cemilan itu dan pastinya sudah mendapat izin juga dari sang pemilik sebelum memberikan ke anjing tersebut,” ujar pria yang juga memfilmkan tindakan sang anjing. Setelah di unggah, video tersebut banyak dikomentari warganet yang salah satunya berkomentar, “Jujur, itu terlihat seperti penerbangan terbaik yang pernah ada.” Warganet lainnya pun ikut berkomentar, “Saya mengharapkan akan ada lagi yang berbagi cemilan.” Meski banyak yang menyukai video tersebut, tak pula menutup ketidaksukaan warganet. ini terlihat beberapa yang mengomentarinya, “Apa yang terjadi jika saya terbang dan saya cukup alergi dengan anjing? ini hanya hipotesa.” “Saya pernah melihat anjing terkena diare langsung dari makanan orang. Itu akan sangat mengerikan,” ujar seorang warganet lainnya. Baca juga: Ceroboh! United Airlines Salah Terbangkan Anjing yang Tengah Sakit Ada cerita ain dalam penerbangan, dimana seorang penumpang juga melihat ada yang menempel di antar kursi pesawat mereka. Saat terekam kamera itu adalah seekor kucing yang entah bagaimana ada di pesawat dan bedesakan di antara kursi dan dinding kabin. Beberapa lainnya pernah merasakan makanan mereka di curi oleh penumpang lain. Pencuri yang manis itu hanya seorang bayi, yang menggunakan tangan kecil mereka untuk bersandar di antara tempat duduk dan mencuri beberapa makanan mereka.

Penumpang Lion Air JT-996 Rute Makassar-Kendari Melahirkan di Kabin Pesawat

Ada yang menyebut bahwa bayi yang dilahirkan di kabin pesawat maka akan menjadi warga kehormatan dari maskapai tersebut. Dan pada hari Jumat, 26 Oktober 2018, telah lahir seorang bayi laki-laki di kabin pesawat Boeing 737-800NG Lion Air JT-996 rute Makassar-Kendari. Baca juga: Melahirkan di Dalam Pesawat, Antara Jaminan Terbang Gratis dan Isu Kewarganegaraan Dikutip dari siaran pers Lion Air, disebutkan Lion Air JT-996 mengudara dengan jadwal keberangkatan pukul 19.20 WITA dengan membawa tujuh kru dan 189 penumpang. Pada saat kejadian, Lion Air sudah mendarat di Kendari pada pukul 20.00 WITA. Salah satu wanita atas nama Ufa yang duduk di nomor 34B sesuai boarding pass melahirkan di dalam kabin pesawat. Lion Air menyampaikan penjelasan bahwa terkait hal tersebut terjadi ketika pesawat sudah mendarat dengan sempurna dan berada di landas parkir (apron) bandar udara Kendari. Ketika awak kabin (flight attendant/ FA) bersiap untuk proses penurunan seluruh penumpang dari kabin (disembark), FA di bagian belakang mendapatkan informasi ada salah satu penumpang dalam keadaan sedang mengandung (hamil) membutuhkan bantuan berupa kursi roda. Salah satu pendamping yang merupakan suaminya menginformasikan bahwa penumpang dimaksud mengeluh kesakitan di perut karena kontraksi. Awak kabin bertindak cepat dan berkoordinasi guna mempersiapkan perlengkapan medis yang dibutuhkan (medical kit) dalam situasi darurat dan membutuhkan pertolongan cepat. Pada penerbangan JT-996 tidak terdapat penumpang lain yang berprofesi sebagai dokter atau bidan, oleh karena itu FA berkomunikasi kepada petugas layanan darat (ground handling) untuk mendatangkan dokter dari Balai Kesehatan Pelabuhan (port health). Pimpinan awak kabin Natasya Jovani bersama pramugari lainnya telah menjalankan standar prosedur penanganan penumpang khusus di pesawat. Ufa dibaringkan kursi nomor 34 ABC dengan menunggu penumpang lainnya turun dari kabin. Atas kerjasama kru yang tepat, proses persalinan telah dilakukan secara baik, Ufa melahirkan seorang bayi laki-laki. Setelah proses persalinan, tim medis tiba di kabin dan segera membawa Ufa bersama bayinya ke rumah sakit terdekat guna tindakan medis yaitu perawatan selanjutnya. Sebagai informasi, pada saat sebelum masuk ke kabin (pre-boarding) di Makassar, petugas layanan di pintu keberangkatan (staff gate) Lion Air sudah melakukan pengumuman berupa himbauan melapor kembali dengan melengkapi dokumen bagi penumpang yang membutuhkan perhatian khusus seperti membawa bayi (infant) dibawah usia tujuh bulan serta bepergian dalam kondisi hamil. Sesaat setelah pengumuman dilakukan, Ufa bersama dua penumpang pendamping melapor. Sesuai aturan dan prosedur, maka penumpang tersebut harus menandatangai surat pernyataan (pregnant mother). Berdasarkan pengakuan maupun kondisi sebenarnya, bahwa usia kehamilan mencapai enam bulan (24 minggu). Dalam standar prosedur penerbangan, untuk usia kehamilan kurang dari 28 minggu diharuskan membawa surat dokter keterangan kehamilan serta menyetujui/ menandatangani surat pernyataan dan formulir indemnity guna diizinkan melakukan perjalanan udara. Baca juga: Bayi Ditemukan Tewas dalam Toilet Pesawat AirAsia, Perempuan 19 Tahun Jadi Tersangka Untuk usia kehamilan 28 – 35 minggu, penumpang diwajibkan membawa surat layak terbang (fitness for air travel/ medical information) resmi dari dokter dengan catatan tanggal surat tidak melebihi tiga hari sebelum waktu keberangkatan pesawat yang dijadwalkan serta tetap diwajibkan menandatangani surat pernyataan serta formulir indemnity. Sementara untuk usia kehamilan lebih dari 35 minggu tidak diizinkan untuk melakukan penerbangan.

Bukan Paus Pembunuh, Orca Mark adalah Skuter Listrik Canggih Rilisan Voro Motors

Siapa bilang Orca hanya merupakan jenis dari mamalia laut terbesar yang terkenal sebagai paus pembunuh? Ternyata ada juga lho Orca yang hidup di darat dan memiliki sifat yang sangat bertolak belakang dengan si ikan raksasa tersebut. Ya, jelas Orca di sini bukanlah binatang melainkan sebuah skuter listrik rilisan Voro Motors yang baru saja diluncurkan di platform pendanaan terbesar di dunia untuk proyek-proyek kreatif, Kickstarter. Baca Juga: Strator Ride, Otoped Listrik Beroda Besar Siap Masuki Moda Alternatif Perkotaan Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (24/10/2018), dalam kondisi baterai berkapasitas 15,6Ah terisi penuh, Orca Mark mampu menempuh jarak hingga 60km. Orca Mark sendiri mampu menembuh kecepatan hingga 33km/jam dan digadang-gadang mampu menanjak hingga ketinggian gradien 30 derajat. Nah berbeda dengan inovasi sepeda lain, Orca Mark sudah dilengkapi dengan lampu yang dapat menjadi penanda Anda ketika bersepeda pada malam hari. Pada bagian stang, terdapat layar LCD yang akan menampilkan beberapa info terkait perjalanan Anda, salah satunya adalah indikator baterai. Terdapat pula port pengisian gadget dan tombol untuk menyalakan lampu semisal diperlukan. Untuk kelengkapan lainnya, Orca Mark bisa dibilang hampir mirip seperti sepeda konvensional lainnya – eksistensi dari suspensi depan dan belakang yang akan memuluskan perjalanan Anda, hingga rem cakram yang terdapat pada bagian depan dan belakang. Berbeda dengan skuter listrik lain, Orca Mark ini juga dilengkapi dengan klakson elektrik yang menjadi pelengkap instrumen keselamatan Anda ketika di jalan. Secara keseluruhan, bentuk dari Orca Mark sendiri memiliki bentuk yang cukup unik. Moda ini menggunakan ban berukuran 12 inci dengan batang penampang stang yang tegak dan panjang. Warna hitam yang mendominasi Orca Mark pun seolah memberikan kesan sporty ketika digunakan. Selain itu, Orca Mark memiliki kelebihan yang membedakannya dengan moda lain, yaitu kemampuannya untuk dilipat. Alih-alih melipat pada bagian tengah, Voro Motors memberikan sentuhan yang berbeda pada kelebihan ini – melipat pada bagian penampang stang yang tinggi tersebut. Satu lagi, Orca memiliki alarm anti maling yang dapat memastikan keamanan dari moda unik ini sendiri. Baca Juga: Supaya Tak Kehujanan Saat Bersepeda, Payung Under Cover Solusinya Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk memilikinya? Jika berminat, siapkan kocek sebesar US$999 atau yang setara dengan Rp15,2 juta per-unitnya. Menurut rencana perusahaan, Orca Mark ini akan mulai dipasarkan pada Januari 2019 mendatang.  

(Lagi) Awak Kabin Delta Tunjukkan Sikap Tidak Profesional Kepada Penumpang!

Oknum awak kabin maskapai Delta Airlines kembali menuai kontroversi setelah perusahaan penerbangan asal Negeri Paman Sam ini lebih memprioritaskan dua ekor kucing ketimbang kesehatan penumpangnya. Ya, sebuah keluarga yang hendak bertolak dari Atlanta menuju Oklahoma City ini terpaksa meninggalkan sang ayah untuk penerbangan selanjutnya karena penyakit alergi terhadap kucing yang dideritanya. Tidak hanya itu, perlakuan tidak sopan dari awak kabin Delta pun menjadi sorotan berikutnya. Baca Juga: Karena Masalah Sepele, Tara Reid Dikeluarkan dari Penerbangan Delta Airlines Dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, adalah Jackie Reckline, sang istri yang terpaksa harus mengudara hanya bersama anak perempuannya dan meninggalkan suaminya karena tidak mampu untuk melanjutkan penerbangan jika berada satu kabin dengan kucing. “Anda lebih memprioritaskan kucing ketimbang nyawa seseorang, dan itu mengejutkan saya,” ujar Jackie. Kejadian ini berawai ketika Jackie, sang suami, dan anaknya menyadari bahwa di dalam penerbangan tersebut terdapat dua kucing yang dibawa oleh penumpang lain. Sadar bahwa suaminya memiliki alergi parah terhadap kucing, Jackie lalu meminta awak kabin untuk menyingkirkan kucing tersebut. “Suami saya akan mengalami anaphylactic shock (dampak dari alergi yang dideritanya) jika ada kucing di penerbangan ini,” ujar Jackie kepada awak kabin Delta. “Dia tidak akan bisa bertahan selama kurang lebih tiga jam di penerbangan ini,” tandasnya. Namun dikarenakan ukuran kandangnya yang besar, jadi kedua kucing tersebut tidak bisa disimpan di bawah bangku penumpang, melainkan di depan storage closet – berjarak sangat dekar dengan bangku keluarga Jackie. Melihat situasinya yang sudah tidak lagi kondusif, akhirnya sang suami bangkit dari tempat duduknya seraya mengatakan kepada di awak kabin bahwa ia akan keluar dari pesawat dan terbang dengan menggunakan pesawat berikutnya. Alih-alih berupaya untuk mencari jalan keluar dari permasalahan ini, sayup-sayup Jackie mendengar bahwa salah satu dari awak kabin Delta tersebut malah melontarkan lelucon soal apa yang tengah melanda keluarganya ini. “Bergabung bersama kami di sini, awak kabin dari maskapai yang berbasis di Atlanta, bersama Milo dan Roxy (nama dari kedua kucing tersebut),” ujar Jackie sembari memperagakan apa yang ia dengar dari mulut si awak kabin. Tidak hanya itu, awak kabin ini pun terkekeh setelah melontarkan candaan tadi. Alhasil Jackie terpaksa meninggalkan suaminya di Atlanta guna menunggu penerbangan selanjutnya. Baca Juga: Ini Fakta yang Mungkin Belum Anda Ketahui dari Delta Airlines Menanggapi kejadian ini, pihak Delta lantas menerbitkan pernyataan yang berisi, “Kenyamanan dan keamanan setiap pelanggan yang terbang bersama Delta adalah prioritas utama kami. Kami telah menghubungi pelanggan ini (Jackie dan keluarga) secara langsung untuk lebih memahami apa yang sebenarnya terjadi dan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan situasi ini.” Jika ditelaah lebih dalam lagi, sebenarnya letak kesalahan tidak hanya pada pihak Deltanya saja. Sebagai penumpang yang memiliki riwayat penyakit khusus, semestinya Jackie membubuhkan ‘Special Request’ kepada pihak maskapai supaya disediakan penerbangan yang bebas kucing atau hal lain yang dapat membahayakan kesehatan seorang pengidap alergi.  

Duh, Gara-Gara Satu Penumpang, Frontier Airlines Flight 87 Dibatalkan!

Maskapai penerbangan super murah asal Amerika, Frontier Airlines menjadi sorotan publik setelah salah satu penumpangnya yang berada di Flight 87 membuka paksa pintu kabin. Kejadian ini sendiri terjadi pada Senin (22/10.2018) kemarin. Ketika pesawat tengah taxi menuju landas pacu, seorang penumpang lalu membuka pintu kabin dengan alasan sakit dan gelisah. Alhasil, penerbangan ini dibatalkan dan pihak maskapai harus mengatur ulang kembali jadwal penerbangan dari penumpang lain yang terdampak. Baca Juga: Ini Uniknya Boarding di Beberapa Maskapai Dunia Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, kejadian ini bermula ketika Frontier Flight 87 yang hendak bertolak dari Cancun, Meksiko menuju St. Louis, Amerika tengah dalam proses taxi menuju landas pacu. Sejurus sesaat, seorang penumpang berperawakan besar berjalan menuju pintu kabin. Sontak kejadian ini mengundang pertanyaan dari setiap orang yang melihat gelagat si penumpang ini. “Kepada awak kabin kami, pria ini mengatakan bahwa kondisi kesehatannya sedang tidak baik dan mendadak menjadi gelisah,” ujar juru bicara dari pihak Frontier Airlines. Tak lama kemudian, ia berusaha untuk membuka pintu kabin dan upayanya itu langsung dicegah oleh sebagian penumpang dan awak kabin. Entah apa yang melatarbelakanginya, namun si penumpang ini lalu berubah bertindak anarkis dengan melakukan kekerasan kepada salah satu awak kabin Frontier. Pintu kabin pun terbuka seraya dengan mengembangnya emergency slide. Akhirnya si penumpang ini berhasil turun dari pesawat, diikuti oleh sejumlah awak kabin dan penumpang lain. Sesampainya di apron, pria ini langsung ditahan oleh sejumlah penumpang sampai pihak kepolisian Meksiko datang untuk menindaklanjuti aksinya lebih jauh. Ketika pihak berwenang tiba di lokasi, penumpang yang namanya tidak dibongkar oleh pihak kepolisian ini langsung dibekuk dan digelandang menuju pos pengamanan. Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pelanggan, pihak Frontier yang baru saja membatalkan jadwal penerbangan tersebut lalu memesankan ulang kembali tiket bagi para penumpang yang terdampak insiden ini – beberapa di antaranya ada juga yang dipesankan tiket bermalam. Baca Juga: ‘Ceramah’ di Dalam Penerbangan Frontier Airlines, Pria Ini Disinyalir Terkena Gangguan Mental Berdasarkan keterangan yang didapat dari pihak keluarga, si penumpang yang membuat onar satu jadwal penerbangan ini masih berada di bawah penanganan salah satu rumah sakit di Meksiko. Pihak Frontier sendiri hingga saat ini masih enggan untuk berkomentar lebih jauh tentang insiden tersebut dan menunggu hasil investigasi yang tengah dilakukan oleh pihak kepolisian setempat.  

Pratiwi Pujilestari Sudarmono – Calon Astronot Pertama Indonesia yang Terpaksa Mengubur Asanya Ke Luar Angkasa

Mungkin sekarang namanya sudah tidaklah setenar dulu, namun cerita dari beliau sulitlah untuk dilupakan – terutama di kalangan astronot. Adalah Pratiwi Pujilestari Sudarmono, wanita asal Bandung, Jawa Barat yang hampir menjadi astronot wanita pertama asal Indonesia. Ya, wanita kelahiran 31 Juli 1952 ini merupakan seorang ilmuwan yang mendalami ilmu mikrobologi. Sekarang, ia menjabat sebagai profesor mikrobiologi di Universitas Indonesia. Baca Juga: Wiweko Soepono – Bapak ‘Two-Men Cockpit’ yang Sarat Pengalaman di Dunia Dirgantara Tahun 1977, Pratiwi menerima gelar Master pertamanya dari Universitas Indonesia. Tujuh tahun berselang, ia menerima gelar Ph.D dalam bidang Biologi Molekuler dari University of Osaka, Jepang. Sesaat setelah menerima gelar tersebut, Pratiwi memulai karir ilmiahnya untuk meneliti biologi molekuler Salmonella Typhi dan menyandang status sebagai penerima beasiswa World Health Organization (WHO). Namun nasib berkata lain, karir pendidikan Pratiwi yang gemilang ternyata mendapat sorotan dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) untuk turut bergabung dalam misi Wahana Antariksa (Space Shuttle) STS-61-H. Di sini, Pratiwi berperan sebagai Spesialis Muatan dan mulai proses seleksi pada 30 September 1985. Tidak sendiri, adapun warga Indonesia lain bernama Taufik Akbar juga turut serta dalam misi ini – berperan sebagai cadangan dari Pratiwi. Adapun tujuan dari misi STS-61-H yang direncanakan berlangsung selam 7 hari ini adalah untuk memboyong tiga satelit komersial (Skynet 4A, Palapa B3, dan Westar 6S) ke orbitnya. Misi ini sendiri rencananya dimulai pada 24 Juni 1986 dengan Kennedy LC-39A sebagai titik pemberangkatannya. Dengan menggunakan pesawat ulang alik Columbia, Pratiwi beserta enam awak lainnya yang notabene berdomisili dari luar negeri sana siap untuk menjalani misi bersejarah ini. Sejumlah persiapan dan pelatihan telah dilakukan Pratiwi sembari menunggu hari H pemberangkatannya menembus lapisan atmosfer. Tidak main-main, kala itu Pratiwi dan Taufik menjalani pelatihan di Amerika. 28 Januari 1986 merupakan tanggal yang tidak akan pernah dilupakan oleh Pratiwi. Pasalnya, di tanggal itu, pesawat Challenger yang memboyong misi STS-51-L meledak di ketinggian 15-16km, tepat 73 detik setelah pesawat nahas ini meninggalkan bumi. Meledaknya pesawat ulang alik ini disinyalir karena adanya kegagalan O-ring pada roket pendorong yang disebabkan oleh temperatur ekstrem, -8 derajat celcius. Baca Juga: Setia N. Milatia Moemin – Ketika Tantangan Pekerjaan Menjadi Media Memperkaya Wawasan Lantaran musibah pesawat Challenger ini, akhirnya NASA membatalkan misi STS-61-H seraya Pratiwi menguburkan asanya sebagai astronot pertama dari Indonesia. Selang beberapa tahun pasca kejadian tersebut, Pratiwi dan sejumlah awak lain tidak mendapat kedua untuk menjalankan misi karena satu dua hal. Kegagalan Pratiwi mengorbit memang meninggalkan luka yang cukup mendalam. Alih-alih patah semangat, ia lalu bangkit dan kembali berkutat dengan bidang yang selama ini ia tekuni. Hingga pada tahun 1994, ia didaulat untuk menjadi Ketua Departemen Mikrobiologi Fakultas Medis Universitas Indonesia. Ternyata Tuhan memiliki rencana lain yang di luar nalar manusia – termasuk Pratiwi yang ditakdirkan untuk mengabdi lebih lama lagi bersama Universitas Indonesia.

Tiba-Tiba Pilot Pingsan, Untungnya Penumpang Wanita Ini Berhasil Daratkan Helikopter

Menikmati perjalanan dengan sebuah helikopter untuk orang awam atau masyarakat biasa mungkin jarang sekali terjadi. Hal ini dikarenakan harga sewa helikopter yang cukup tinggi sehingga biasanya disewa oleh kalangan atas baik untuk bepergian bisnis atau hanya untuk melakukan tur menikmati pemandangan dari ketinggian. Baca juga: Pertengahan 2019 Penumpang Kelas Bisnis Garuda Indonesia Bisa Lanjutkan Perjalanan via Helikopter Namun apa jadinya jika sedang menikmati ketinggian dan berlibur bersama pasangan tiba-tiba pilot pingsan serta helikopter yang ditumpangi tersebut tidak terkendali? Dilansir KabarPenumpang.com dari laman ajc.com (26/10/2018), kejadian ini baru saja dirasakan sepasang tunangan yang ikut dalam tur dengan sebuah helikopter di Pulau Oahu salah satu pulau yag ada di Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. Carli McConaughy yang saat itu bersama dengan tunangannya masih berbincang dengan sang pilot dalam tur tersebut. Tiba-tiba, sang pilot berhenti berbicara kemudian terperosot dari kursi kemudinya. Carli dan tunangannya Adam Barnett awalnya berpikir hal itu hanya lelucon. “Awalnya saya berpikir dia memainkan tipuan yang buruk kepada kami, tetapi ketika saya menyadari dia (pilot) tidak bangun-bangun, saya bingung dan tidak tahu harus melakukan apa,” ujar Carli. Meski dalam keadaan bingung Carli mengambil kontrol kemudi helikopter dan mulai memperlambat mereka dari jatuh bebas sebelum menabrak sandbar. Kemudian ketika tiba di daratan Carli dan Barnett membantu mengeluarkan pilot tersebut dan membawanya ke rumah sakit. Baca juga: Hadir dengan Aplikasi Pemesanan, Akankah Bisnis Taksi Helikopter Naik Daun? Keduanya mengaku, tidak mengetahui kenapa pilot tersebut hilang kesadaran. Kecelakaan yang hampir membuat ketiganya kehilangan nyawa tersebut kini masih dalam penyelidikan. Diketahui, saat itu ketiganya berada di ketinggian seribu kaki diatas permukaan laut saat pilot tiba-tiba jatuh pingsan. Karena insiden ini, Carli dan Barnett melakukan pemulihan di Joliett, Illinois dari memar dan patah tulang yang mereka derita. “Anda mulai berpikir tentang gambaran yang lebih besar lebih banyak setelah sesuatu seperti itu terjadi pada Anda,” ujar Barnett. Oahu ialah pulau terbesar di kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. Kota Honolulu dan pangkalan militer Pearl Harbor terletak di pulau ini dan memiliki luas sekitar 1.570 km persegi.

Tipping Layakkah Diberikan Pada Awak Kabin?

Memberikan tip bagi pelayan restoran, penyaji minuman hingga pelayanan kamar hotel seringkali dilakukan oleh Anda dan mungkin kebiasaan ini juga terbawa saat bepergian dengan pesawat. Dimana Anda memberikan tip pada awak kabin yang melayani. Namun, apakah perlu awak kabin diberikan tip? Baca juga: Jangan Ganggu Awak Kabin Bila Tak Ingin Dapatkan Reaksi Tak Mengenakkan Hal tersebut hingga kini masih menjadi pembahasan dan perbincangan, tapi ternyata ada jawaban pasti untuk pertanyaan tersebut. KabarPenumpang.com melansir dari laman southernliving.com, bahwa kebiasaan tersebut terkadang kebanyakan dari penumpang tidak pernah berpikir untuk memberikan tip pada awak kabin. Tipping sendiri bagi awak kabin bukanlah kewajiban dan hak, sebab mereka dibayar dengan upah yang cukup layak tidak seperti pelayan restoran. Tak hanya itu, banyak juga maskapai yang melarang adanya praktik pemberian tip itu dan awak kabin bisa mendapat masalah jika hal itu diketahui pihak maskapai. Sehingga mereka memiliki trik khusus untuk mengatasinya. Tetapi ada pula beberapa maskapai yang menyerahkannya langsung pada pelanggan mereka. Seperti Southwest Airlines dimana seorang penumpang bersikeras memberikan tip pada awak kabin dan mereka diperbolehkan untuk menerimanya. Bahkan seorang awak kabin di penerbangan di Vegas mendapat tip $600 pada penerbangan mereka. Seorang pengamat perjalanan Gary Leff mengatakan, jika penumpang menawarkan tip pada awak kabin, jangan memaksa untuk mereka menerimanya. Baca juga: Bila Awak Kabin Lupa Mengatur Tekanan Udara, Inilah yang Akan Terjadi Pada Penumpang! Sebab hal itu bisa membuat mereka canggung, dan Leff sendiri menyarankan agar memberikan kartu hadiah minum di coffee shop memberikan kue atau coklat yang dibungkus. “Cara lain untuk menunjukkan penghargaan Anda terhadap sebuah pekerjaan yang dilakukan dengan baik adalah meluangkan waktu untuk menulis surat yang bagus kepada maskapai mereka tentang layanan mereka, yang bisa jauh lebih banyak daripada uang $10. Sangat mudah untuk menulis ucapan terima kasih juga, terutama jika Anda memahami media sosial,” ujar Leff. Cukup dengan men-tweet saja, beri tanda pada maskapai di Twitter, atau temukan halaman Facebook maskapai dan tulis catatan singkat, sebutkan nama penerbangan dan nama awak kabin, jika memungkinkan. Jika Anda lebih suka metode yang lebih klasik, kirim catatan ke alamat email layanan pelanggan maskapai penerbangan. Leff menambahkan, mungkin cara terbaik untuk menunjukkan rasa terima kasih atas sebuah pekerjaan yang dilakukan dengan baik adalah dengan mengucapkan kata kecil yakni terimakasih.

Garuda Indonesia Perkenalkan “Explore Business Class” di Armada Bombardier CRJ1000

Garuda Indonesia membuat gebrakan baru dalam hal pelayanan on board, maskapai plat merah ini diwartakan telah memperkenalkan kelas penerbangan terbaru yang disebut “Expore Business Class.” Kelas penerbangan baru ini hadir pada pesawat twin jet Bombardier CRJ1000. Baca juga: Optimalkan Kenyamanan Penumpang, Bombardier Desain Bangku Nuage Dikutip dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (25/10), disebutkan kelas penerbangan baru ini menawarkan value layanan prestige khas maskapai bintang 5 dengan harga tiket penerbangan yang lebih kompetitif. Adapun kelas penerbangan “Explore Business Class” tersebut nantinya akan terdiri dari 3 row terdepan (12 seat) kursi penerbangan disetiap penerbangan yang dilayani oleh armada Bombardier CRJ1000. “Dengan tren premium traveler yang terus menunjukan potensi menjanjikan, diperkenalkannya layanan “Explore Business” pada armada Bombardier CRJ1000 ini tentunya kami harapkan dapat menjadi ceruk pasar tersendiri bagi segmentasi pasar premium sebagai upaya berkelanjutan maskapai dalam memperkuat branding maskapai sebagai 5 star airline ”, ujar Pikri Ilham Kurniansyah, Direktur Niaga Garuda Indonesia. Kelas penerbangan Explore Business Class sudah mulai ditawarkan ke masyarakat dari tanggal 25 Oktober, namun layanan tersebut baru akan mulai beroperasi mulai 1 November 2018. Pembelian kelas penerbangan ”Explore Business Class” dapat dilakukan melalui lini layanan digital Garuda Indonesia baik melalui fitur mobile apps dan websita – serta dapat dilakukan juga melalui saless office ticketing Garuda Indonesia. Baca juga: Sekilas Mirip Layanan LCC, Garuda Indonesia Rilis Subclass Eco-Basic Lebih lanjut Pikri mengungkapkan, “Hadirnya kelas penerbangan terbaru “Explore Business” tersebut sekaligus menjadi strategi maskapai dalam memaksimalkan potensi pangsa pasar domestik melalui segmentasi pasar pengguna jasa yang mengedepankan konsep layanan penerbanga premium dengan harga yang kompetitif.

Lagi di Aceh? Jangan Lupa Naik Kereta Diesel ‘Perintis’ Cut Meutia

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (SU) memiliki kereta api yang melayani perjalanan perintis dengan relasi dari Stasiun Krueng Mane-Bungkaih-Krueng Geukueh. Relasi ini sendiri berada di Provinsi Aceh dan dilayani dengan kereta diesel Indonesia (KRDI) buatan PT INKA. Baca juga: “Si Gombar” yang Tak Lagi Menghembuskan Uapnya Dirangkum dari berbagai laman sumber oleh KabarPenumpang.com, kereta bernama Kereta Api Perintis Aceh ini mulai di uji coba pada 1 Desember 2013 lalu. Selama uji coba tersebut, masyarakat merasakan kesempatan untuk menaiki kereta ini secara gratis sebulan penuh. Jalur kereta ini dari Stasiun Krueng Mane menuju Krueng Geukueh sendiri sepanjang 11,5 km dan berjalan di jalur rel selebar 1.435 mm, bukan 1.067 mm yang umumnya dipakai di Indonesia. Sayangnya kereta ini sempat berhenti operasi pada Juli 2014 karena okupansinya sepi dengan penumpang. Namun, dua tahun kemudian tepatnya pada 3 November 2016, kereta KA Perintis Aceh tersebut kembali beroperasi dan berganti nama menjadi Kereta Api Cut Meutia dengan rangkaiannya diistirahatkan di depo Bungkaih. Nama Cut Meutia sendiri diambil dari pahlawan wanita yang berasal dari Aceh yakni Cut Nyak Meutia. KA Cut Meutia sekali beroperasi mampu mengangkut penumpang sebanyak 192 dengan waktu tempuh 32 menit. Tiketnya pun cukup murah yakni hanya seribu rupiah untuk sekali perjalanan. Namun, karena ada perbaikan dan perawatan rangkaian, kereta yang beroperasi lima tahun silam itu harus berhenti beroperasi selama tujuh hari. Baca juga: Jalur Kereta di Sulawesi, Nyaris Tak Terdengar Tapi Ada Bukti Jejak Sejarahnya Manager Humas PT KAI Divre I SU, M. Ilud Siregar mengatakan, sehubungan dengan adanya perbaikan dan perawatan rangkaian untuk sementara perjalanan KA Perintis Cut Meutia terhitung mulai tanggal 24-30 Oktober 2018 dibatalkan perjalanannya. Dia mengatakan, adanya perbaikan dan perawatan karena sudah ada dalam program yang dilakukan unit Divre I SU. Terkait penghentian operasi sementara, PT KAI meminta maaf kepada penumpang. “PT KAI Divre I SU memohon maaf kepada para penumpang dan pelanggan KA Perintis Cut Meutia disebabkan selama 7 hari KA Perintis Cut Meutia untuk sementara tidak berjalan atau beroperasi. Selanjutnya setelah selesai perbaikan dan perawatan KA Perintis Cut Meutia dapat berjalan atau beroperasi kembali sesuai peraturan perjalanan kereta api,” jelas Ilud.