Makanan di pesawat memang berbeda dengan makanan yang ada di darat, apalagi rasanya pun akan berbeda jauh dengan makanan di darat. Pasalnya indera perasa akan kehilangan 30 persen saat berada di ketinggian lebih dari 30 ribu kaki. Namun, tahukah Anda bagaimana dan kapan makanan yang ada di pesawat itu di masak?
Baca juga: Maskapai di India Wajib Hadirkan Tabel Gizi di Baki MakananKabarPenumpang.com melansir dari laman orlandosentinel.com (18/10/2018), seorang mantan pramugari mengatakan, sebaiknya penumpang BYOF (bring your own food) atau bawalah makanan Anda sendiri. Menurut akun pribadinya, makanan maskapai jauh lebih mahal harganya dibandingkan dengan apa yang terlihat di depan mata penumpang.
Shreyas P, mantan pramugari yang mengaku pernah bekerja di lima maskapai besar menyampaikan ketidakberuntungnya berada di balik layar terkait minuman pesawat di thread di Quora. Bahkan Shreyas mengaku, dirinya terbiasa membawa makanan sendiri dan menjadi praktik yang mungkin dilihat semua awak kabin pintar.
Dirinya mengaku, ada beberapa makanan pesawat yang tidak mereka sentuh. Sebab tak satupun makanan-makanan yang disajikan itu dekat dengan kata segar.
“Makanan yang ada untuk Anda tidak disiapkan di dapur pesawat tetapi di katering. Yang lebih seringnya makanan tersebut disediakan 12 jam bahkan beberapa hari sebelum keberangkatan pesawat. Sekarang, berapa banyak industri seperti itu yang Anda tahu di mana panas atau makanan dingin dibuat beberapa hari sebelum Anda mengkonsumsinya?,” ujar Shreyas.
Dia menambahkan, buah potong yang disajikan pun tidaklah segar, melainkan dipotong beberapa jam sebelum keberangkatan pesawat. Shreyas mengatakan, penumpang penerbangan malam harus lebih waspada pada sarapan yang diberikan maskapai.
Baca juga: Sajian Makanan di Pesawat Wajib Ekstra Bumbu, Inilah Alasannya!
“Pilihan telur biasanya tidak terbuat dari telur asli dan diganti bahan lain agar terlihat seperti telur,” ujarnya.
Shreyas menambahkan, karena berada di ketinggian selera dan indera perasa serta penciuman akan berkurang. Sehingga makanan yang dilihat dan dirasakan menjadi super hambar. Tetapi beberapa tahun terakhir katering maskapai penerbangan menambahkan rempah-rempah, garam dan lemak untuk membuat mulut penumpang merasakan makanan mereka. Penambahan ini, bersama dengan pilihan makanan itu sendiri, membuat pilihan makanan “sangat tidak sehat”, bahkan jika Anda memilih makanan mentah, vegan, atau lainnya.
Pernah memesan teh atau kopi panas dalam sebuah penerbangan? Tahukah Anda dari mana air panas untuk membuat teh dan kopi tersebut? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini kerap kali melintas di kepala penumpang pesawat. Pasalnya sumber air hanya ada di toilet pesawat tersebut, tetapi sebuah penelitian mengatakan, air tersebut mengandung bakteri yag membuat penumpang terkena diare atau disentri.
Baca juga: Teh dan Kopi Panas Tak Baik Dipesan Dalam Penerbangan? Ini Alasannya!KabarPenumpang.com melansir dari laman news.com.ua, seorang pramugara telah mengungkapkan alasan agar penumpang tidak memesan teh atau kopi panas selama penerbangan atau menahan diri hingga tiba di tujuan. Awak kabin yang tak disebutkan namanya tersebut mengatakan air yang digunakan untuk minuman panas dalam penerbangan di dapatkan dari cairan portabel yang saluranya melewati sistem saluran toilet pesawat. Awak kabin itu juga mengatakan toilet pesawat sebagai salah satu tempat paling menjijikkan.
“Kami baru-baru ini menguji E.coli di air kami dan itu tidak lulus kebersihan dan kemudian petugas pemeliharaan datang dan menekan beberapa tombol dan pergi. Jadi hindari air panas atau teh. Minuman di botol dan es menjadi pilihan lebih baik,” ujar salah seorang wakil dari awak kabin.
Bahkan karena hal ini, maskapai penerbangan menawarkan tips cara bergabung dengan Mile High Club. Mereka mengatakan, tunggu layanan saat awak kabin berada di lorong. “Semua orang sibuk dan memiliki pekerjaan saat itu dan saya tidak peduli apa yang terjadi di belakang saya,” ujar awak kabin.
Dia mengatakan, mungkin ada sepuluh orang yang sedang mengantri toilet pesawat dan mereka tidak tahu akan hal itu.
“Di pesawat yang lebih kecil, untuk penerbangan yang lebih pendek, para petugas tidak memperhatikan Anda seperti Anda pikir kami. Kami menggunakan ponsel kami di belakang dengan yang lain atau melakukan pekerjaan kami. Kami tidak ingin berada di dekat kamar mandi itu kapan saja dan kami akan menghindarinya dengan segala cara,” kata mereka lagi.
Pada tahun lalu, diketahui Environmental Protection Agency (EPA) menjelaskan hasil dari penelitian air di toilet pesawat dan ditemukan banyak Coliform. Biasanya air yang digunakan untuk minuman panas pada penerbangan langsung dari keran bukan dari botol berisi air. EPA melakukan penelitiannya pada tahun 2004 dan menemukan 12,6 persen sampel yang diambil mengandung Coliform. Coliform sendiri merupakan indikator banyaknya kotoran yang ada sehingga menentukan kualitas sanitasi makanan dan air.
“Baik total coliform dan E coli adalah indikator bahwa organisme penyebab penyakit lain (patogen) dapat hadir di air dan berpotensi mempengaruhi kesehatan masyarakat,” diambil dari catatan EPA.
EPA juga menemukan dari 158 pesawat yang diuji, dua diantaranya positif E coli yang dapat menyebabkan diare dan kram perut. Tak hanya itu, satu dari delapan pesawat juga gagal memenuhi standar keamanan air yang mereka gunakan. Hal ini yang membuat para awak kabin tidak menyentuh air tersebut.
Baca juga: Sering Sakit Saat Turun Pesawat? Mungkin Ini Penyebabnya!
Tahun 2009, EPA kemudian mengubah standar yang mereka miliki dan memaksa maskapai-maskapai penerbangan menggunakan sumber air yang mengikuti panduan Food and Drug Administration (FDA). Maskapai-maksapai tersebut juga harus mendisinfeksi dan menguji air mereka setidaknya satu tahun sekali. Pada 2012 lalu, EPA melangsungkaan lebih banyak tes dan hasil yang didapat serupa dengan tahun 2004. Dimana hasilnya sekitar 12 persen hasil uji positif Coliform dan 0,5 persennya mengandung bakteri E. coli.
International Journal of Environmental Research and Public Health tahun 2015 menemukan bahwa ada banyak bakteri di truk yang mengantar air dibandingkan dari sumber air aslinya. Jika hingga kini Anda berpikir dengan memanaskan air bisa membunuh kuman dan bakteri, baiknya pikirkan ulang.
Situasi darurat medis kerap kali terjadi dalam sebuah penerbangan yang tengah mengudara dan menimpa penumpang. Mungkin penumpang akan berpikir dalam keadaan darurat tersebut kru atau petugas medis akan datang menyelamatkan mereka.
Baca juga: Sepasang Petugas Medis Beraksi Selamatkan Nyawa Penumpang di Kabin Singapore Airlines
Tetapi faktanya jika terjadi kesalahan yang sangat serius, ada tim darurat di lapangan yang dapat membantu. Tak hanya itu, layanan medis internasional darat ini bisa di hubungi oleh awak kabin saat mereka berada di udara.
KabarPenumpang.com melansir dari laman express.co.uk (16/10/2018), seorang pramugari bernama Amanda Pleva mengungkapkan yang dilakukan kru saat terjadi keadaan darurat tersebut. MedAire merupakan pusat panggilan yang digunakan oleh maskapai penerbangan di seluruh dunia dan mereka dapat memberikan bantuan selama situasi yang aktif.
“MedAire memiliki staf 24 jam sehari 7 hari seminggu dengan dokter yang dapat mengarahkan kita tentang bagaimana untuk melanjutkan dengan keadaan darurat onboard. Arah mereka sangat penting, dan mereka juga dapat menginstruksikan kami tentang cara menggunakan peralatan medis tertentu di pesawat,” ujar Amanda.
Awak kabin dilatih untuk menangani keadaan darurat, tetapi mereka terbatas pada alat-alat dasar. Ini dapat termasuk Automated External Defibrillators (AEDs), oksigen tambahan dan kit pertolongan pertama secara umum. Namun, dalam keadaan yang lebih serius, perangkat lain hanya dapat digunakan oleh pakar.
“Ada lebih banyak alat yang tidak bisa kami gunakan kecuali di bawah instruksi eksplisit MedAire. Ini biasanya termasuk obat-obatan IV dan peralatan lain yang lebih maju tetapi tidak dianggap mustahil bagi seseorang tanpa pelatihan medis untuk dikelola tanpa bantuan,” kata Amanda.
Dia mengatakan, hal ini biasanya termasuk obat-obatan dan peralatan lain yang lebih maju tetapi tidak dianggap mustahil bagi seseorang tanpa pelatihan medis untuk dikelola tanpa bantuan. Hambatan bahasa tidak menjadi masalah karena MedLink dapat memfasilitasi komunikasi dalam lebih dari 140 bahasa, menurut situs web MedAire.
“Ketika situasi medis muncul selama penerbangan, anggota awak memiliki akses siap ke dokter gawat darurat yang akan membantu menilai situasi dan membuat rekomendasi medis untuk mengelola acara,” kata situs web.
Dalam sebagian besar kasus ketika ada keadaan darurat medis, pesawat akan mengalihkan dan menuju ke bandara terdekat. Dengan cara ini penumpang dapat dilarikan ke bandara dan menerima perawatan dari para ahli tangan pertama.
“Para dokter MedLink akan memberikan rekomendasi medis ahli mereka untuk pertimbangan pilot. Jika pilot memutuskan untuk mengalihkan, tim MedLink akan membantu pilot dan pengiriman untuk menentukan lokasi pengalihan yang paling sesuai secara medis berdasarkan kebutuhan medis penumpang,” kata MedAire.
Baca juga: Bawa Anak Autis Dalam Penerbangan? Ini Dia Tipsnya!
MedAire terus menyediakan layanan setelah pesawat mendarat dan akan mengoordinasikan layanan darurat lokal. MedAire mengelola database dan memiliki kemampuan respons medis darurat di lebih dari lima ribu bandara yang dilayani oleh mereka.
“Jika pengalihan diperlukan, tim MedLink kami akan berkoordinasi dengan pengiriman, operasi bandara, dan layanan darurat lokal di darat untuk memenuhi pesawat untuk perawatan medis penumpang,” jelas MedAir.
Awak kabin lain mengatakan, jika hal buruk terjadi selama penerbangan dan ada kematian, awak kabin akan sering menutupi penumpang yang meninggal dengan selimut.
Sebuah perusahaan asal Australia yang bergerak dibidang arsitektur, Bates Smart mengumumkan bahwasanya mereka hendak membangun sebuah stadion di atas Central Station, Sydney. Dalam rancangannya, stadion ini digadang-gadang mampu menampung hingga 45.000 penonton. Ini merupakan salah satu alternatif yang ditempuh Pemerintah Negara Bagian New South Wales untuk membangun kembali Stadion Sepakbola Sydney yang ada di Moore Park.
Baca Juga: Sydney Hadirkan Kereta Double Deck Terbaru dari Korea Selatan, Mengular di 2020
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman dezeen.com (18/9/2018), pembangunan stadion unik ini akan mengikat sarana olahraga dengan ‘peradaban – pusat kota. Hal ini sejalan dengan kecenderungan merangkaknya kuantitas dari stadion modern yang di bangun di pusat kota.
“Hari ini sebuah renaissance sedang berlangsung, yang diwujudkan dengan hadirnya konsep stadion yang terintegrasi dengan pusat kota,” ujar Philip Vivian, Direktur Bates Smart.
“Nantinya, stadion ini juga akan bertindak sebagai katalis pembaruan perkotaan,” tandasnya.
Sudah pasti, dengan menempatkan stasiun di atas sebuah stadion akan memberikan jaringan transportasi umum berbasis massal yang sangat baik
“Sebut saja Camden Yards di Baltimore dan Docklands Stadium di Melbourne, dimana kedua fasilitas publik ini seolah berperan sebagai jangkar untuk entertainment district sembari memperkenalkan kembali kearifan lokal yang ada di kota,” tambah Philip.
“Kami mengusulkan untuk membangun stadion pengganti Stadion Sepakbola Sydney di atas Central Station, dimana ini akan memberikan manfaat terhadap aksesibilitas transportasi umum berbasis massal di sini, dan juga untuk mengkatalisasi pengembangan rel yang menghubungkan Surry Hills ke Chippendale,” terang Philip.
Jika ditelaah lebih dalam lagi, pembangunan stadion di atas stasiun ini juga akan membantu tumbuh kembang daerah-daerah di sekitar – akan berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih luas untuk negara, kota dan lingkungan sekitarnya.
Baca Juga: Wujudkan Mimpi, Pemilik Resor di Australia Hadirkan Kereta Bertenaga Sel Surya
Menurut Bates Smart, usulan alternatif yang mereka sampaikan ini dinilai lebih baik daripada rencana pemerintah sebelumnya, karena Moore Park tidak dilayani dengan baik oleh jaringan transportasi umum dan tidak memiliki banyak tempat hiburan dan perhotelan di dekatnya.
Diharapkan dengan adanya pembangunan ini, kelak daerah tersebut akan perlahan berkembang dan dapat menjadi salah satu penyumbang pendapatan negara.
Sebagai salah satu infrastruktur penunjan operasional kereta api, tentu saja stasiun memegang peranan yang sangat krusial. Ketika berbagai negara saling pamer stasiun bersemat teknologi nan mutakhir, ada beberapa negara yang malah menutup stasiunnya dengan ragam alasan yang melatarbelakanginya – mulai dari faktor sepi pengunjung dan lain-lain.
Baca Juga: Inilah 12 Stasiun Angker di Dunia!
Kira-kira, dimana saja ya stasiun yang ditutup tersebut? Berikut KabarPenumpang.com paparkan beberapa contoh stasiun yang ditutup, dikutip dari berbagai laman sumber.
Stasiun Fushouling, CinaStasiun Fushouling. Sumber: istimewa
Menurut Guardian, awal mulanya stasiun Fushouling di Beijing, China dibangun untuk penggunaan militer. Kemudian stasiun ini berfungsi mengantar anak-anak pedesaan untuk perjalanan ke sekolah hingga akhirnya ditutup pada 2007.
Stasiun Strand, InggrisStasiun Strand. Sumber: istimewa
Stasiun yang lebih dikenal dengan nama Aldwych Station ini dibangun pada tahun 1907. Stasiun yang terletak di City of Westminster ini sempat mengalami pasang surut yang berdampak pada buka dan tutupnya stasiun ini. Pertama, Stasiun Strand ditutup pada tahun 1940 karena alasan perang. Lalu stasiun ini kembali beroperasi pada tahun 1946. Terakhir, tahun 1994 stasiun ini benar-benar ditutup secara permanen karena biaya renovasi yang membengkak.
Stasiun Bahnbetriebswerk Pankow-Heinersdorf, JermanSumber: istimewa
Bahnbetriebswerk Pankow-Heinersdorf merupakan stasiun kereta yang terbengkalai yang terletak di Berlin, Jerman. Stasiun ini dibuka pada Oktober 1893 dan hanya beroperasi hingga tahun 1990-an dan tak pernah digunakan lagi. Menurut laman digitalcosmonaut.com, stasiun ini terhubung ke salah satu jalur kereta api utama di Berlin dan dirancang seperti kereta turntable raksasa.
Kereta ini dirancang untuk satu arah. Begitu kereta modern mulai bermunculan pada 1990-an, stasiun kereta ini tidak dapat mengakomodasi panjang kereta baru. Pasalnya, turntable itu sendiri tidak dapat dibangun atau diperbesar. Karena terlalu lama terbengkalai, stasiun ini pun kerap diidentikkan dengan hal-hal mistis. Hiii!
Baca Juga: Tanggula, Stasiun Terbengkalai di Atas AwanThe Cincinnati Subway di Cincinnati, OhioSumber: Wikipedia
Stasiun ini dianggap sebagai proyek percobaan yang gagal untuk kota. Cincinnati memutuskan untuk membangun sistem kereta bawah tanah pada awal 1900an, ketika perdagangan sungai mencapai puncaknya. Dikarenakan biaya pembangunan kereta bawah tanah yang tinggi, maka konstruksi pun dihentikan pada 1920. Saat ini pengunjung ke Cincinnati dapat melihat terowongan bawah tanah. Konstruksi terbengkalai ini dapat dilalui dengan cara tur “Walk and Talk”. Kereta bawah tanah ini tidak pernah selesai dan tidak pernah mengangkut satu penumpang satu pun.
Seorang awak kabin Delta Airlines harus tinggal di rumah untuk sementara karena video dirinya berhubungan seksual di toilet pesawat tersebar di media sosial. Petugas pria yang tidak disebutkan namanya itu sebenarnya sedang tidak bertugas tetapi mengenakan seragam Delta saat berhubungan seksual.
Baca juga: Parah! Petugas Keamanan Bandara London Lakukan Pelecehan Seksual Pada Waria
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newsweek.com (18/10/2018), kedua nya diyakini menyusup ke dalam toilet pesawat di tengah penerbangan. Keduanya menghabiskan waktu lebih dari delapan menit di dalam bilik kecil yang terkunci itu. Video tersebut kemudian tersebar tak hanya di media sosial melainkan pada karyawan Delta Airlines.
Mengetahui hal itu, pihak Delta mengatakan, awak kabin tersebut telah memberitahukan kepada perusahaan bahwa dirinya tidak tahu kalau sedang difilmkan dalam pertemuannya dengan sang bintang porno. Kemudian pria berusia 20 tahunan itu menjelaskan bahwa dirinya memiliki rencana untuk menegaskan terkait hak hukum dengan pelanggaran privasi dan hak publisitas.
Delta mengatakan, awak kabinnya juga langsung menghubungi Twitter untuk menghapus video itu dan perusahaan media sosial tersebut menyetujui permintaan untuk menghapus. Meskipun awak kabin tersebut tidak bekerja saat kejadian itu terjadi, Delta mengatakan, video tersebut melanggar peraturan perusahaan terkait karyawan mereka.
“Video ini tidak mencerminkan standar profesionalisme yang dilakukan karyawan kami saat mewakili merek Delta sebagai penumpang di pesawat Delta. Kami telah menskorsing awak kabin tersebut dan melakukan penyelidikan penuh,” ujar Delta Airlines.
Awak kabin yang tak sebutkan namanya itu, diketahui bepergian bersama dengan bintang porno pria, Austin Wolf. Karena hal tersebut Undang-Undang terkait penyebaran materi seksual eksplisit seseorang tanpa persetujuan akan dikenakan hukuman bervariasi di beberapa negara bagian.
Baca juga: Kerap Dilecehkan, Awak Kabin Beberkan Kelakuan Penumpang Mabuk
Bahkan ada negara bagian yang memberikan pelanggaran ringan dan yang lainnya mengatakan hal tersebut sebagai kejahatan. Biasanya hukuman yang diterima bila tidak sanksi maka hukuman penjara bisa dikenakan. Malahan, jika seseorang tertangkap dan terlibat dalam perilaku seksual di pesawat memungkin dikenakan hukuman 20 tahun penjara.
Pada Maret 2018 kemarin, seorang awak kabin menangkap basah dua orang pasangan yang berhubungan seks di toilet pesawat Virgin Atlantic dari London ke Cancun, Meksiko. Kemudian keduanya diamankan ketika pesawat mendarat dan dilarang menggunakan penerbangan Virgin di masa mendatang karena perilaku mengganggu mereka.
Sebagai operator kereta api di Inggris, Network Rail memiliki aset sekira 20.000 mil jalur kereta, lebih dari 2.500 stasiun, dan berbagai peralatan signaling, telekomunikasi, hingga saluran udara. Selain dituntut untuk menjaga dan mengoperasikan keseluruhan aset tersebut, pihak Network Rail juga harus memperhatikan sejumlah faktor eksternal yang dapat menunjang kelancaran pengoperasiannya, salah satunya adalah faktor cuaca.
Baca Juga: Kenapa Kereta Tidak Bisa Menembus Rel Yang Tergenang Banjir? Ini Dia Jawabannya!
Sebagaimana yang kita ketahui bersama, kondisi cuaca yang terik dapat menimbulkan efek tersendiri pada rel kereta. Sifat besi (rel) yang mampu menyerap dan menampung panas memberikan ancaman tersendiri pada kelancaran operasi Network Rail dan juga seluruh operator kereta lainnya. Sebut saja kondisi rel yang memuai atau melengkung menjadi salah satu momok yang harus mendapat perhatian lebih dari para operator kereta.
Kendati belakangan ini sudah banyak tersiar kabar soal teknologi drone yang mampu memeriksa kelaikan dari jaringan rel kereta api, namun tampaknya inovasi ini masih kurang mampu untuk menjadi jalan keluar terbaik dari masalah ini. Kalau sudah seperti ini, kira-kira apa saja yang akan terdampak semisal rel kereta ini mengalami kendala akibat panas? Berikut KabarPenumpang.com petakan kemungkinan masalah yang akan timbul akibat faktor alam ini, dikutip dari laman railtechnologymagazine.com.
Penundaan Keberangkatan
Hal ini sering kali terjadi di jaringan perkeretaapian dunia, dengan apapun alasan yang melatarbelakanginya – tidak terkecuali masalah pada rel yang diakibatkan oleh panas. Seperti yang sudah disebutkan di atas, panas dapat menyebabkan rel memuai dan bengkok sehingga sabungan antar rel menjadi renggang. Jika rel renggang, tidak menutup kemungkinan kereta akan anjlok.
Pembatalan Keberangkatan
Ini merupakan dampak lanjutan dari poin di atas. Kerusakan yang cukup parah akibat rel yang terpancar terik mampu membuat kacau satu jadwal keberangkatan kereta.
Penelitian Untuk Mencari Jalan Keluar
Sebut saja proyek Summersense yang dilakukan oleh University of Birmingham pada tahun 2014 hingga 2016. Proyek ini menyellidiki soal dampak panas terhadap infrastruktur kereta api yang terletak di Inggris Tenggara. Sejumlah penelitian lain yang berfokus pada kasus ini pun dilakukan oleh beberapa institusi lain.
Baca Juga: Ardenna Kembangkan Drone yang Mampu Deteksi Rintangan di Sepanjang Rel KeretaManajemen Risiko Panas
Penelitian lain yang berfokus pada dampak dari panas pada rel adalah manajemen risiko panas. Secara garis besar, manajemen risiko panas membantu menargetkan pemeliharaan rutin terhadap aset yang berpotensi mengalami kerusakan akibat panas.
Sel kanker ada di setiap tubuh manusia, hanya saja ke-aktifannya tergantung oleh masing-masing orang. Biasanya pemicu sel kanker aktif dari makanan, minuman, gaya hidup dan lainnya. Bahkan seorang petugas penerbangan memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker dibandingkan populasi lainnya yang bekerja di darat. Hal ini dikarenakan oleh paparan radiasi di atmosfer, gangguan tidur dan karsinogen lainnya.
Baca juga: Kampanyekan Bahaya Kanker, Stasiun Plymounth Pampang Foto Perawat dari Marie CurieKabarPenumpang.com melansir laman independent.co.uk, bahwa ditemukan dari hasil penelitian pada lima ribu awak kabin dan menemukan bahwa risiko kanker payudara meningkat lebih dari 50 persen. Sedangkan risiko kanker perut meningkat hingga 74 persen. Namun, penelitian tersebut tidak dapat membuktikan apa yang menyebabkan peningkatan tersebut.
Tetapi peningkatan paparan radiasi dari waktu yang dihabiskan di atmosfer atas yang lebih tipis dan siklus tidur serta makanan yang terganggu bisa menjadi faktornya. Dalam penelitian yang dilakukan ini juga, menemukan tingkat yang lebih tinggi dari setiap hasil kanker yang dilihat setelah standarisasi usia awak kabin.
“Kami melaporkan prevalensi kanker payudara, melanoma dan non-melanoma yang lebih tinggi di antara awak pesawat dibandingkan dengan populasi umum. Ini mengejutkan mengingat rendahnya tingkat kelebihan berat badan dan merokok di kelompok pekerjaan ini,” kata Dr Irina Mordukhovich dari Harvard TH Chan School of Public Health.
Peningkatan risiko kanker awak kabin dan populasi umum terlihat pada payudara 3,4 persen lebih tinggi pada awak kabin dibandingkan 2,3 persen pada populasi umum, serviks (1,0 persen lebih tinggi dibandingkan 0,70 persen), gastrointestinal (0,47 persen lebih tinggi dibandingkan dengan 0,27 persen), dan tiroid (0,67 persen dibandingkan dengan 0,56 persen).
Mereka juga menemukan bahwa risiko kanker kulit non-melanoma meningkat setiap lima tahun yang dihabiskan dalam pekerjaan. Petugas penerbangan terpapar dengan beberapa karsinogen yang diketahui dan mungkin di lingkungan kabin. Ini termasuk radiasi berbasis ketinggian, gangguan terhadap jam tubuh melalui pola pergeseran yang tidak teratur dan kualitas udara yang buruk di dalam kabin.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan awak kabin memiliki beberapa paparan radiasi tertinggi dari pekerjaan apa pun, termasuk di industri nuklir, tetapi paparan ini tidak diperlukan untuk dimonitor secara rutin seperti di sektor lain. Banyak pramugari juga terpapar asap rokok sebelum larangan merokok di dalam kereta api diterapkan.
Baca juga: Aerotoxic Syndrome, Isu Kesehatan di Dunia Penerbangan yang Masih Disepelekan
Para peneliti mengatakan pekerjaan tenure tampaknya tidak terkait dengan kanker payudara, kanker tiroid atau melanoma pada semua wanita, tetapi dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi pada wanita yang tidak pernah memiliki anak dan wanita yang memiliki tiga atau lebih anak. Setiap mantan pramugari Amerika Serikat saat ini memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam penelitian ini, dengan sebagian besar (91 persen) saat ini bekerja dalam peran awak kabin.
Penelitian tentang 5.366 petugas yang bekerja pada penerbangan domestik dan internasional di Amerika Serikat tidak memeriksa dampak kesehatan dari sering terbang di antara penumpang pesawat. Temuan itu menunjukkan upaya tambahan harus dilakukan untuk meminimalkan risiko kanker di antara pramugari, termasuk pemantauan dosis radiasi dan mengatur jadwal.
Tidak semua negara memberlakukan aturan yang sama – tidak terkecuali untuk urusan ganja. Ya, kendati barang semacam ini dilarang beredar di Indonesia tapi tidak bagi negara lain, sebut saja Kanada. Sehubungan dengan ini, otoritas Bandara Internasional Calgary di Kanada memperingatkan setiap orang yang membawa ganja untuk selalu memperhatikan setiap norma yang berkaitan dengan ganja, seperti kapan barang ini boleh digunakan dan berapa banyak linting yang boleh mereka bawa.
Baca Juga: Ganja Legal di California, Tapi Tak Bisa Dibawa Melalui Bandara
“Saya pikir ketika Anda meninggalkan Kanada dengan membawa ganja, ada banyak bandara di luar sana yang bakal mempelajari regulasi lebih lanjut soal ganja,” ungkap Direktur Operasional Terminal untuk Bandara Internasional Calgary, Alan Lawn, dikutip KabarPenumpang.com dari laman calgaryherald.com (16/10/2018).
“Akankah kedepannya kita akan melihat adanya peningkatan pelancong yang mengudara dengan membawa ganja? Tentu jawabannya masih mengawang-awang,” tandasnnya.
Bandara Internasional Calgary sendiri memberlakukan peraturan yang cukup unik dan berbeda dengan bandara lain, dimana mereka mengijinkan setiap penumpang untuk membawa 30 gram ganja – baik di kargo maupun di hand-luggage mereka.
“Ada baiknya para pelancong domestik memasukkan ganja mereka ke dalam plastik transparan sehingga petugas keamanan bandara dapat mengetahui bahwa mereka membawa ganja,” jelas Alan.
“Apabila Anda kedapatan membawa ganja melebihi batas yang diijinkan (30gram), maka petugas keamanan bandara akan berkolaborasi dengan Calgary Police Service untuk menyelidiki lebih lanjut mengenai temuan tersebut,” tandasnya.
Lain cerita dengan penerbangan internasional, Alan menyebutkan bahwa hal tersebut ilegal dan para pelanggar akan dikenai pidana serius. “Kendati ganja legal di Kanada, namun jangan sekali-kali untuk membawa ganja keluar dari perbatasan Kanada – Amerika Serikat, berapapun jumlahnya. Termasuk penerbangan menuju negara bagian Amerika lan yang telah melegalkan ganja,” tutur Alan mengutip pernyataan yang pernah dirilis oleh Pemerintah Kanada.
Baca Juga: Nyeleneh! The Potland Experience Bus Siap Bawa ‘Pelesir’ Anda Bersama Lintingan Ganja di Tangan
Ia melanjutkan bahwa peraturan ini masih tergolong baru, dan akan ada modifikasi di masa yang akan datang seiring dengan sejumlah kasus yang mungkin akan ditemui. Adapun tantangan terbesar yang dihadapi pihak bandara adalah menyadarkan setiap orang untuk patuh terhadap peraturan yang sebelumnya sudah ditetapkan.
“Para pelancong yang berniat untuk membawa ganja di dalam penerbangan domestik mereka, harus sadar akan peraturan yang sudah ditetapkan. Terkecuali untuk penerbangan internasional, ganja tetaplah ilegal.” tutup Alan.
Penumpang di Stasiun Bogura, Bangladesh harus menderita karena kurangnya fasilitas umum yang tersedia seperti ruang tunggu penumpang, keran air minum dan toilet. Padahal stasiun ini melayani empat kereta luar kota dengan membawa lebih dari enam ribu penumpang setiap harinya.
Baca juga: Stasiun Ernakulum India, Hadirkan Fasilitas Komplit Bagi Kaum Difabel
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thedailystar.net (12/10/2018), Stasiun Bogura melayani Lalmoni Express, Rangpur Express, Dolonchapa dan Karatoa Express serta enam kereta lokal. Selain melakukan pelayanan penjualan tiket untuk penumpang, stasiun ini tidak memberikan fasilitas lainnya.
Seorang penumpang bernama Lovely Begum yang akan bepergian bersama keluarganya telah menunggu selama satu jam untuk menaiki kereta lokal menuju Gaibandha dan tidak bisa duduk di ruang tunggu bahkan untuk ke toilet pun harus ditahan. Bahkan diketahui pada Sabtu lalu, di Stasiun Bogura ada 200 penumpang menunggu di peron karena tidak ada ruang tunggu.
“Pihak berwenang mendapatkan dari penjualan tiket tetapi mereka paling tidak peduli tentang memberikan fasilitas minimum untuk penumpang. Anda tidak dapat membayangkan stasiun tanpa ruang tunggu, air minum dan toilet, bahkan di negara tetangga kami India,” ujar Minara Zaman seorang penumpang di Stasiun Bogura.
Menanggapi hal ini Kepala Stasiun Bogura, Bejaru Islam mengatakan, pihaknya sebenarnya memiliki empat ruang tunggu termasuk salah satunya dilengkapi dengan pendingin udara dan berada di lantai dua. Sedangkan tiga ruang tunggu lainnya berada di lantai dasar stasiun tersebut.
“Kami punya ruang tunggu, tetapi tidak sepanjang waktu dibuka. Ini karena kami hanya memiliki satu karyawan bukan tiga orang untuk menjaga ruang tunggu itu,” ujar Bejaru.
Terkait masalah air yang bisa digunakan, pejabat stasiun mengatakan, tangki (torn) air diketahui sudah rusak selama dua tahun dan keran untuk mengaliri airnya pecah enam bulan lalu.
“Namun, dalam keadaan darurat kami membuka ruang tunggu dan membiarkan penumpang menggunakan toilet yang dimaksudkan untuk staf kami,” kata kepala stasiun.
Namun, saat diselidiki ditemukan semua ruang tunggu terkunci selama kunjungannya ke stasiun selama tiga hari berturut-turut. Aslam Hossain, sub-assistant engineer dari Stasiun Kereta Api Bogura, mengatakan, dirinya bergabung dengan stasiun setahun yang lalu, tetapi tidak melihat ada tangki air di sini.
Baca juga: Manakah yang Bakal Jadi Solusi Toilet di Stasiun Kereta India: Bio-Toilet Atau Toilet Hibrida?
“Saya melihat dua tutup tabung air disimpan di gudang kantor kami. Saya mendengar pecandu narkoba sebelumnya mencuri tabung air,” kata Hossain.
Dia mengklaim bahwa pihak berwenang kereta api telah mengatur layanan air minum alternati. Bahkan tangki persediaan air telah menjadi tempat pembuangan sampah virtual.
“Baik penumpang maupun staf stasiun tidak mengeluhkan hal ini. Jika ada yang mengeluh, kami akan mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah,” jelas Hossain