Dari hasil survei, ada sekitar 60 persen pramugari telah menjadi mangsa untuk pemotretan dan pembuatan film secara diam-diam saat mereka bertugas. Sayangnya banyak dari pramugari yang menghadapi kesulitan dalam menuntut pelanggar atas tindakan semacam itu ketika bertugas di udara.
Baca juga: Usai Demo Keselamatan Penerbangan, Pramugari EasyJet Mendapat Pelecehan Seksual dari Penumpang
Hal ini membuat Federasi Jepang untuk Serikat Industri Penerbangan yakni serikat pekerja yang berbasis di Tokyo untuk pekerja di industri penerbangan melakukan survei nasional dari bulan April hingga Juni terhadap pramugari yang bekerja untuk enam perusahaan anggotanya, termasuk Japan Airlines dan All Nippon Airways. Dirangkum KabarPenumpang.com dari elevenmyanmar.com (11/8/2019), survei tersebut adalah yang pertama dilakukan dan menerima jawaban dari 1.623 responden.
Ini mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen dari mereka yang ditanyai telah di foto atau difilmkan secara diam-diam, atau tanpa persetujuan sebelumnya. Tindakan tersebut dapat dihukum berdasarkan peraturan pencegahan gangguan yang ditetapkan oleh masing-masing pemerintah prefektur jika dilakukan pada transportasi umum.
Namun selama penerbangan, sulit untuk menentukan lokasi geografis pesawat pada saat pelanggaran tersebut dilakukan. Akibatnya, ada banyak kasus dimana para korban harus cukup dengan situasi ini. Karena keadaan ini, beberapa telah menyuarakan perlunya perbaikan legislatif yang relevan.
Menurut survei, ada 359 responden, atau 22,1 persen, menjawab bahwa mereka telah difoto atau difilmkan secara diam-diam, atau tanpa persetujuan sebelumnya. Survei tersebut juga menemukan bahwa 641 responden, atau 39,5 persen, mengatakan mereka tidak dapat mengkonfirmasi tindakan seperti itu tetapi yakin itu telah terjadi.
Para responden mengutip diantara alasan mengapa mereka percaya itu terjadi karena mereka diberitahu tentang tindakan oleh orang lain, atau bahwa mereka sendiri telah menemukan kamera smartphone yang ditempatkan di lokasi tertentu untuk mengambil gambar yang disebut bawah rok. Dari 359 anggota awak kabin yang menjawab bahwa mereka telah secara diam-diam difoto atau difilmkan, hanya sekitar 40 persen yang menangani kasus dengan cara menyerahkan pelanggar kepada polisi atau membuat mereka menghapus data yang dipertanyakan.
Namun, 57,7 persen mengatakan mereka tidak bisa menangani kasus-kasus ini. Beberapa mengatakan bahwa tersangka pelanggar menolak untuk mengkonfirmasi data yang dipermasalahkan, sementara yang lain mengatakan bahwa mereka takut dengan perilaku kasar para pelanggar yang mengatakan mereka akan memposting komentar di situs jejaring sosial yang mengklaim perlakuan tidak adil oleh pramugari.
Seorang pramugari berusia 30-an yang bekerja untuk sebuah maskapai penerbangan utama pernah menemukan seorang penumpang pria dengan kamera tersembunyi di ujung kaus kakinya selama penerbangan domestik. Dia meminta untuk menemaninya ke dapur dalam penerbangan di mana dia meminta kerja samanya dalam memeriksa kamera yang dimaksud.
Ini mengungkapkan lebih banyak gambar bawah rok pramugari lainnya di kameranya.
“Saya berada dalam keadaan yang benar [saat berurusan dengan pria itu], tetapi pelanggar tidak perlu merespons [seperti yang terjadi],” kenangnya.
Dia menyerahkan pria itu ke polisi setelah mendarat, tetapi diyakini dia tidak menerima hukuman pidana. Pemotretan dan pembuatan film non-konsensual biasanya tunduk pada peraturan pencegahan gangguan yang diberlakukan oleh pemerintah daerah.
Namun, jika tindakan ini dilakukan dalam penerbangan, perlu untuk mengidentifikasi lokasi geografis di mana pesawat terbang pada saat tindakan untuk menentukan peraturan pemerintah daerah mana yang akan berlaku. Jika pelanggaran terjadi pada penerbangan internasional, peraturan pemerintah daerah tidak berlaku setelah pesawat meninggalkan wilayah udara Jepang.
Pada tahun 2012, seorang penumpang penerbangan domestik ditangkap oleh Departemen Kepolisian Metropolitan karena dicurigai secara diam-diam mengambil gambar bawah rok dari pramugari dan dengan demikian melanggar peraturan pencegahan gangguan Prefektur Hyogo. Namun, pria itu tidak didakwa.
Dipercayai bahwa jaksa penuntut menyimpulkan bahwa mereka tidak dapat memastikan bahwa pesawat itu benar-benar terbang di atas prefektur pada saat terjadi pelanggaran. Sementara itu, Hukum Penerbangan Sipil melarang setiap perilaku yang mengganggu operasi penerbangan.
Di bawah peraturan penegakan, merokok di toilet dan meninggalkan bagasi di dekat pintu keluar darurat dianggap sebagai tindakan tersebut. Namun, tidak disebutkan tentang pemotretan dan pembuatan film non-konsensual dalam hal ini.
Menurut Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata, ketika secara diam-diam memotret atau membuat film atau melakukannya tanpa persetujuan sebelumnya mengganggu tugas pramugari, tindakan tersebut dapat dikenakan hukuman. Namun, itu akan berlaku hanya dalam kasus ketika pelanggar mengulangi tindakan berikut perintah untuk berhenti.
Baca juga: Pasca Pelecehan Pada Awak Kabin, EVA Air Siap ‘Banned’ Penumpang yang Berperilaku Tak Pantas
The Scheduled Airlines Association of Japan, sebuah kelompok industri dari perusahaan-perusahaan penerbangan, telah memasang poster di bandara-bandara utama yang memerintahkan para penumpang untuk tidak memotret atau memfilmkan secara diam-diam atau tanpa persetujuan sebelumnya ketika naik pesawat.
Sebuah pesawat Boeing 777 yang dioperasikan oleh maskapai asal Negeri Kincir Angin, KLM dikabarkan terpaksa melakukan Return to Base (RTB) setelah ditemukannya masalah di dalam pesawat ketika melakukan perjalanan menuju Johannesburg, Afrika Selatan pada Rabu (7/8) kemarin. KLM Flight 591 ini memang merupakan bagian dari operasi harian rutin dari Amsterdam menuju Johannesburg dan membutuhkan waktu penerbangan 10 jam hingga 10 jam 30 menit. Namun kala itu, penerbangan hanya memakan waktu enam jam 13 menit – dan tidak sampai di salah satu kota terbesar di Afrika Selatan.
Baca Juga: Tersinggung Ditawari Selimut Saat Menyusui, Penumpang KLM Curhat di Facebook!
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (12/8), pilot penerbangan sempat sempat berputar-putar terlebih dahulu di udara sebelum pada akhirnya memutuskan untuk RTB menuju Amsterdam. Jika dilihat dari laman pelacakan pesawat, FlightRadar24.com, pilot melakukan U-turn ketika pesawat melintas di atas Aljazair sebelum kembali menuju Amsterdam. Ketika pesawat melintas di atas Perancis, tampak pesawat sedikit berbelok ke arah Paris dan meneruskan perjalanannya kembali ke Belanda.
KLM Flight 591 ini sendiri bertolak dari Amsterdam pada pukul 10.13 waktu setempat dan kembali pada pukul 16.26 waktu setempat. Setibanya (kembali) di Amsterdam, pihak maskapai terpaksa membatalkan penerbangan tersebut dengan alasan keselamatan penumpang.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada KLM Flight 591? Menurut keterangan yang berhasil di dapat, pilot menuturkan ada error pada kedua radar cuaca. Selain itu, sang pilot juga menambahkan bahwa indikator kuantitas bahan bakar pesawat mengalami kerusakan.
Ternyata, ini bukanlah yang pertama kali menimpa maskapai KLM. Sebelumnya, Boeing 747 yang pada tanggal 30 Juli kemarin dijadwalkan untuk bertolak menuju Nairobi, terpaksa memutar arah kembali ke Yunani dan Frankfurt sebelum akhirnya kembali menuju Amsterdam.
Mungkin sebagian dari Anda akan bertanya-tanya, “Mengapa pesawat tidak melanjutkan saja penerbangan menuju Johannesburg atau Nairobi?”
Jawabannya sederhana, menimbang keselamatan penerbangan. Pihak maskapai enggan gambling menyoal keselamatan penumpang dan keutuhan armada yang dioperasikannya.
Baca Juga: Tidak Bawa Air Bersih, Cathay Pacific CX253 Terpaksa Return to Base!
Pertanyaan lain adalah, “Mengapa pesawat harus kembali menuju Amsterdam? Mengapa tidak dibetulkan saja di bandara terdekat?”
Sebenarnya ada banyak hipotesa untuk pertanyaan ini, mulai dari keandalan kru darat dalam menangani satu pesawat, hingga upaya pihak maskapai untuk menekan angka perbaikan. Bukankah perbaikan di ‘rumah’ sendiri jauh lebih murah ketimbang di tempat lain?
Akibat demo yang dilakukan puluhan ribu warga di kawasan bandara, operasional penerbangan dari dan ke Hong Kong sempat dibatalkan oleh otoritas terkait. Namun ada kabar terbaru dari maskapai plat merah Garuda Indonesia, bahwa penerbangan dari dan ke Hong Kong telah beroperasi kembali hari ini (13/8).
Baca juga: Kondisi Kian Memanas, Otoritas Bandara Batalkan Semua Penerbangan dari dan Menuju Hong Kong
Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan dalam pesan tertulis mengungkapkan, “Menyusul telah dibukanya Bandara Internasional Hong Kong , pada hari ini penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Hong Kong tetap beroperasi dengan normal. Namun demikian kami tetap mengimbau para penumpang untuk secara berkala mengecek dan memastikan jadwal penerbangan sesuai dengan perkembangan situasi di Bandara Internasional Hong Kong.”
“Penumpang kami imbau untuk dapat mengecek kepastian schedule penerbangan baik melalui laman resmi Hong Kong Internasional Airport maupun informasi resmi yang disampaikan Garuda Indonesia serta dapat turut melakukan pengecekan melalui layanan informasi contact center 24 jam Garuda Indonesia”, papar Ikhsan.
“Saat ini kami terus berkoordinasi secara intensif bersama pihak otoritas bandara setempat dalam memastikan kesiapan dan kelancaran operasional penerbangan di Bandara Internasional Hong Kong, khususnya dalam memastikan hal hal yang terkait dengan aspek kenyamanan dan keselamatan penumpang tetap terjaga.”
Garuda Indonesia mengimbau penumpang untuk datang lebih awal di bandara serta mengoptimalkan fitur online check-in untuk mengantisipasi perkembangan situasi yang terjadi di Bandara Internasional Hong Kong.
Saat ini Garuda Indonesia melayani penerbangan dari dan menuju Hong Kong sebanyak 21 kali penerbangan setiap minggunya yang terdiri dari rute penerbangan Hong Kong – Denpasar pp yang dilayani sebanyak 7 kali per minggu serta rute penerbangan Hong Kong – Jakarta pp yang dilayani sebanyak 14 kali per minggu dengan schedule penerbangan sebagai berikut :
1. Penerbangan Hong Kong – Jakarta (Sebanyak 2 kali perhari) :
– GA 873. Berangkat dari Hong Kong pukul 10.00 LT tiba di Jakarta pukul 14.00 LT
– GA 863. Berangkat dari Hong Kong pukul 17.10 LT tiba di Jakarta pukul 21.20 LT
– GA 860. Berangkat dari Jakarta pukul 10.10 LT tiba di Hong Kong pukul 16.10 LT
– GA 876. Berangkat dari Jakarta pukul 23.40 LT tiba di Hong Kong pukul 05.45 LT
Baca juga:Mayoritas Pilot dan Awak Kabin Dukung Aksi Protes, Cathay Pacific Tujuan Cina Daratan Terancam Lumpuh
2. Penerbangan Hong Kong – Denpasar (Sebanyak 1 kali per hari)
– GA 857. Berangkat dari Hong Kong pukul 15.45 tiba di Denpasar pukul 20.45 LT
– GA 856. Berangkat dari Denpasar pukul 09.40 tiba di Hong Kong pukul 14.45 LT
Kerusuhan yang terjadi di Hong Kong akibat protes warganya terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) ekstradisi ternyata semakin tak terbendung. Ribuan hingga puluhan ribu warga Hong Kong yang terdiri dari berbagai kalangan turun ke jalan untuk menyuarakan protes mererka terhadap Pemerintah. Jika pada pemberitaan sebelumnya disebutkan bahwa beberapa maskapai penerbangan membatalkan penerbangan dari dan menuju Hong Kong International Airport (HKIA), kini giliran otoritas bandara Hong Kong yang membatalkan semua penerbangan. Duh, kok jadi panjang begini ya masalahnya?
Baca Juga: Mayoritas Pilot dan Awak Kabin Dukung Aksi Protes, Cathay Pacific Tujuan Cina Daratan Terancam Lumpuh
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (12/8), otoritas bandara yang berkode HKG ini telah menghimbau kepada seluruh penumpang untuk tidak datang ke daerah bandara.
“Semua layanan check-in untuk penerbangan keberangkatan telah ditangguhkan. Selain penumpang yang telah menyelesaikan proses check-in dan penerbangan yang sudah menuju ke Hong Kong, semua penerbangan lainnya telah dibatalkan untuk sisa hari ini,” tulis otoritas bandara dalam sebuah keterangan.
“Semua penumpang disarankan untuk meninggalkan gedung terminal sesegera mungkin. Penumpang yang terkena dampak harap hubungi maskapai masing-masing untuk pengaturan penerbangan,” tambahnya.
Maskapai yang Menangguhkan Penerbangan
Sebelumnya, Thai Airways International dan Thai AirAsia telah terlebih dahulu menangguhkan penerbangan mereka menuju Hong Kong pada Senin (12/8) kemarin. Thai Airways mengumumkan dua pembatalan dua penerbangan merka menuju Hong Kong – TG606 dan TG602. Adapun TG607 yang dijadwalkan terbang meninggalkan Hong Kong pada Senin malam sekira pukul 20.45 waktu setempat juga terpaksa dibatalkan.
Sementara untuk Thai AirAsia membatalkan tiga penerbangan mereka menuju Hong Kong – FD504 yang seharusnya meninggalkan Bandara Don Mueang pada pukul 15.28 waktu setempat, FD502 yang dijadwalkan berangkat pada pukul 17.44 waktu setempat, dan FD524 yang dijadwalkan meninggalkan Phuket pukul 16.02 waktu setempat.
Baca Juga: Dampak Kerusuhan RUU Ekstradisi, Bandara Hong Kong Batalkan Lebih dari 200 Penerbangan
Penerbangan Thai AirAsia dari Hong Kong yang masing-masing dengan nomor penerbangan FD505, FD503, dan FD525 juga terpaksa dibatalkan karena kondisi di sana yang sudah semakin tidak kondusif.
Sedangkan untuk flag carrier Garuda Indonesia yang juga memiliki jadwal penerbangan menuju Hong Kong juga diperkirakan membatalkan penerbangannya. Namun sayang, hingga berita ini diturunkan, pihak maskapai plat merah ini masih belum bisa dihubungi.
Bagi anda yang penasaran dengan wujud dari Superjumbo Jet, Airbus A380, sempatkanlah diri Anda untuk mengunjungi Bandara Internasional Soekarno Hatta pada tanggal 17 Agustus 2019 mendatang, karena pesawat penumpang terbesar di dunia tersebut bakal turut memeriahkan pengoperasian perdana runway ketiga dari bandara berkode CGK tersebut. Adapun varian A380 yang bakal mendarat di bandara yang terletak di Cengkareng, Tangerang ini dioperasikan oleh maskapai asal Timur Tengah, Emirates.
Baca Juga: Misterius! Qantas Terbangkan Airbus A380 Ke Orlando Pada Januari 2020, Terbangkan Siapa?
Isu ini beredar setelah salah satu pengguna jejaring sosial Twitter yang bernama Fery Utameyasa (@fery_utameyasa) mengunggah foto pertemuan atau meeting untuk mempersiapkan pendaratan Airbus A380 milik Emirates di Cengkareng.
“Preparation meeting for showing off flight A380 Emirates to @CGK_AP2 #airport #jakarta in #Independence Day of #Indonesia,” tulis Fery dalam sosial media Twitter miliknya, Jumat (9/8).
Dikutip KabarPenumpang.com dari laman aviatren.com (9/8), besar kemungkinan A380 ini akan menggunakan runway ketiga Bandara Internasional Soekarno-Hatta, karena dari kabar yang beredar sebelumnya menyebutkan bahwa runway ketiga itu akan dioperasikan mulai tanggal 17 Agustus 2019.
Emirates sendiri memiliki dua jadwal penerbangan dari Dubai ke Jakarta (CGK) setiap harinya, penerbangan EK356 dan EK358. Mengingat EK358 mendarat pada pukul 22.00 WIB, besar kemungkinannya EK356-lah yang akan menggunakan armada A380, mendarat di Soekarno-Hatta pada pukul 15.40 waktu setempat.
Terlepas dari semua pemberitaan di atas, muncul satu pertanyaan, “Mengapa Airbus A380 tidak beroperasi di atau menuju Indonesia?”
Jika dianalisis, Bandara Internasional Soekarno-Hatta bukan tidak mungkin untuk menampung pesawat jenis ini, mengingat pada 4 Mei 2012 silam, Airbus A380 milik Singapore Airlines (SQ232) sempat mendarat di landas pacu utara bandara tersebut karena alasan darurat. Dengan menggunakan runway lama saja, sebenarnya CGK bisa menampung varian A380.
Pun dengan masalah pada garbarata yang sama-sama sudah memenuhi standar internasional, jadi pengoperasian dua garbarata sekaligus untuk ‘mengevakuasi’ penumpang A380 sebenarnya tidak menjadi satu masalah yang serius. Begitu pula halnya dengan bagian imigrasi dan infrastruktur lain yang ada di CGK, semuanya seharusnya sudah bisa dimaksimalkan untuk bisa menampung A380.
Efisiensi Pengoperasian Rute ‘Gemuk’
Jika masalah teknis, CGK bisa menampung A380, maka masalah non-teknis lah yang mencuat untuk didalami. Dapat dibayangkan apabila ada makskapai Airbus A380 yang mengoperasikan rute ‘gemuk’, otomatis pihak maskapai akan mengurangi frekuensi penerbangannya dan lebih memaksimalkan kapasitas dari A380. Dengan begitu, efisiensi pengoperasian akan tercapai.
Baca Juga: A380 ‘Terancam Punah,’ Benarkah Airbus Salah Langkah Hadapi Kedigdayaan Boeing?CGK Bukan Hub
Lalu faktor lainnya adalah CGK bukanlah hub selayaknya bandara-bandara seperti Changi, Dubai, dan lain-lain, dimana roda ekonomi di CGK tidaklah berjalan selancar di bandara-bandara tersebut, kendati CGK sudah punya Terminal 3 Ultimate yang sangat megah dan mewah.
Biaya Parkir
Faktor terakhir adalah biaya ‘parkir’ dari A380 yang masuk ke kocek Angkasa Pura II selaku operator dari CGK. Pesawat sebesar A380 akan memakan tempat ‘parkir’ yang lebih besar ketimbang varian-varian lain. Kembali ke poin awal, ketika ada maskapai yang memangkas jumlah armadanya dan mengganti dengan A380, maka secara otomatis pendapatan Angkasa Pura II akan serta merta menurun – walaupun ongkos parkir dari A380 lebih mahal ketimbang pesawat narrow-body lain.
Ketersediaan akses internet di atas pesawat (WiFi onboard) tak bisa ditawar lagi, bahkan fitur ini sudah menjadi fasilitas standar untuk pesawat di rute internasional. Dan salah satu kendala penggunaan WiFi onboard umumnya pada masalah pengenaan tarif. Karena layanan bersifat premium, maka untuk menjaga kualitas sajian koneksi harus berbayar. Seperti baru-baru ini Singapore Airlines merilis tarif WiFi onboard yang baru.
Baca juga: Manjakan Penumpang, Garuda Indonesia Group Pasang WiFi Onboard di 30 ArmadaKabarPenumpang.com melansir laman onemileattime.com (8/8/2019), Singapore Airlines (SIA) baru saja meningkatkan kemampuan WiFi omboard pada penumpang yang bepergian di kelas suite, kelas satu dan bisnisnya. Di kelas suite dan kelas satu, WiFi yang awalnya berkapasitas 100MB ditingkatkan menjadi tidak terbatas alias unlimited.
Penumpang kelas bisnis juga mendapatkan kenaikan kuota yang tadinya 30MB menjadi 100MB. Tak hanya itu, ternyata ada perubahan lain yang dibuat oleh SIA dalam penawaran WiFi onboard mereka.
Beberapa maskapai menetapkan harga WiFi berdasarkan waktu penumpang menggunakan akses (time based), sedangkan pesawat lainnya menggunakan penetapan harga WiFi dari banyaknya data yang digunakan penumpang (volume based).
Selain itu Singapore Airlines memperkenalkan tarif yang konsisten di semua armada mereka yang dilengkapi WiFi onboard seperti A350, 787, 777-300 dan A380. Beberapa varian harga yakni US$3,99 dalam paket obrolan untuk 30MB, US$9,99 untuk paket pro 100MB.
Paket premium US$15,99 untuk 200MB dan setiap pass berlaku hanya untuk satu penerbangan meski penumpang bisa beralih ke perangkat lain. Bisa dikatakan harga tersebut cukup masuk akal dan tidak lagi membuat bingung, bahkan harga ini pun lebih baik dari yang sebelumnya.
Baca juga: Akibat Temuan BPK Paksa Garuda Indonesia Group Hentikan Layanan WiFi Gratis
Sebelumnya harga paket data SIA A350-900ULR dari Singapura ke Newark yakni US$6 untuk 20MB dan US$16 untuk 80MB. Sedangkan US$28 untuk 200MB.
De Grote Postweg atau yang dikenal sebagai Jalan Raya Pos, sebagaimana yang sudah diketahui bersama, merupakan jalan yang menghubungkan antara Anyer yang ada di Banten dan Panarukan yang ada di Jawa Timur. Dewasa ini, jalan antar propinsi yang menghubungkan dua ujung Pulau Jawa memang memegang peranan penting dalam mobilisasi rakyat, hingga komoditas – dimana fungsi dari jalan ini masih dipertahankan sejak awal pembangunannya di awal tahun 1800-an.
Baca Juga: Anyer – Panarukan, Sengsara Dulu Membawa Nikmat Sekarang
Ketika Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-36, Herman Willem Daendels tiba di Batavia (sekarang Jakarta) pada 5 Januari 1808, ia diperintahkan untuk menjaga Tanah Jawa dari serangan pasukan Inggris. Kendati begitu, proyek utama di masa kepemimpinannya ini adalah membangun Jalan Raya Pos tersebut – dimana salah satu manfaat dari dibangunnya jalan sepanjang kurang lebih 1.000 km ini adalah untuk mempercepat mobilisasi tentara kala itu.
Sebenarnya, Daendels tidaklah membangun Jalan Raya Pos sepenuhnya, melainkan ia hanya menghubungkan jalan-jalan yang sebelumnya sudah ada dan menerapkan standarisasi terhadap jalan-jalan tersebut. Tak ayal, guna menghubungkan semua jalan-jalan yang sudah ada sebelumnya ini menjadi satu kesatuan, Daendels pun harus turut membangun sejumlah jalan baru. Adapun jalan baru yang dibangun oleh Daendels adalah dari Buitenzorg (sekarang menjadi Bogor), menuju Cisarua yang diteruskan hingga ke Bandung, Sumedang, hingga ke Cirebon.
Namun di balik sengkarut kontroversi yang menyelimuti pembangunan Jalan Raya Pos ini, ada satu fakta yang unik dimana seorang sejarawan, Djoko Marihandono mengatakan bahwa gagasan pembangunan jalan yang terletak di Utara Jawa ini bukanlah gagasan murni dari Sang Gubernur Jenderal Hindia Belanda.
Dalam salah satu program Metro TV bertajuk “Melawan Lupa – Sejarah dan Mitos Jalan Daendels”, Djoko menyebutkan bahwa, “Karena sejak tahun 1805, Napoleon Bonaparte sudah menghubungkan Paris dengan 32 kota yang ada di Eropa dan diberi nama Jalan Pos,”
“Dan ketika ia (Daendels) mau pamit dari Den Haag (salah satu kota di Belanda) menuju Paris, ia melalui Jalan Pos itu,” tandas Djoko.
Baca Juga: Ternyata, Kebiasaan Meludah di Angkutan Umum Sudah Ada Sejak Masa Kolonial Belanda
Jika dikaitkan, Napoleon Bonaparte memang pernah mencapai masa kejayaannya ketika dirinya hampir menguasai daratan Eropa – baik melalui jalur diplomasi maupun peperangan. Maka tidak aneh rasanya jika Napoleon akan menghubungkan kota-kota ‘jajahannya’ tersebut dengan Paris, Perancis.
Lalu, benarkah Jalan Raya Pos yang membentang dari Anyer hingga Panarukan ini terinspirasi dari Jalan Pos yang menghubungkan Paris dengan 32 kota di Eropa?
Untuk pengenaan pajak penghasilan, Jerman dikenal sebagai yang kedua terbesar persentasenya di Eropa setelah Belgia. Pajak penghasilan di Jerman sampai saat ini dikenakan secara bertingkat mulai dari 14 persen, 42 persen sampai 45 persen. Meski persentase pajak besar, apa yang dinikmati warganya dinilai sangat baik, mulai dari pendidikan gratis sampai jaminan kesehatan yang terjamin. Bahkan belum lama ini ada tambahan manfaat bagi pelajar yang berdomisi di Berlin.
Baca juga: Beli Sepatu Adidas Dapat Tiket Gratis Naik Transportasi Umum di Berlin
Mengutip sumber dari iamexpat.de (2/8/2019), disebutkan ada kabar baik untuk pelajar di Berlin mulai 1 Agustus 2019 dan seterusnya, yaitu pelajar mendapatkan fasilitas untuk menggunakan semua moda transportasi secara gratis. Bukan hanya pelajar yang berdomisi di Berlin, sampai pelajar yang bersekolah di Brandenburg juga berhak mendafat fasilitas ini.
Untuk bisa menikmati fasilitas gratis ini ada syaratnya, yaitu perlu buat permohonan untuk mendapatkan free student travel card pada Asosiasi Transportasi Kota – Berliner Verkehrsbetriebe (BVG).
Siswa yang sudah memiliki kartu perjalanan pelajar tidak perlu mengajukan yang baru, karena kartu mereka akan secara otomatis dikonversi. Mereka yang belum memiliki kartu perjalanan pelajar dapat dengan mudah mengajukan permohonan izin lewat online. Pelajar hanya perlu menunjukkan kartu ID pelajar yang valid dari wilayah Berlin dan mengunggah foto terbaru.
Pemkot Berlin mengalokasikan 360 ribu kartu untuk transportasi gratis bagi pelajar. Namun sampai saat ini baru sekitar 140 ribu permohonan yang disetujui. bagi mereka yang sudah memesan kartu perjalanan pelajar, tetapi belum tiba? Pihak BVG telah memperkenalkan perjanjian sementara yang memungkinkan siswa melakukan perjalanan gratis dengan bentuk ID siswa yang valid hingga akhir November mendatang.
Selain penyediaan transportasi gratis untuk pelajar, Pemerintah Kota Berlin juga meluncurkan paket tarif transportasi murah untuk pekerja magang dan siswa dalam masa pelatihan kerja. Tarif yang dijual dalam bentuk tiket seharga 365 euro, setara dengan satu euro per hari dan dapat digunakan untuk semua moda transportasi di Berlin.
Baca juga: Berlin-Munich Kini Hanya Empat Jam dengan Intercity-Express Sprinter
Kedua inisiatif angkutan umum di atas diluncurkan guna membantu keluarga dan orang dewasa muda menghemat uang untuk biaya perjalanan sambil mempromosikan perjalanan yang berkelanjutan.
Musim Haji 2019 ini diwarnai oleh serangkaian peristiwa yang patut dikenang, mulai dari berpulangnya kiai kharismatik, KH Maimun Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen ketika tengah menjalani serangkaian ibadah haji pada Selasa (6/8) minggu lalu hingga hujan yang sempat membasahi Padang Arafah pada saat puncak haji Sabtu (10/8) sore kemarin. Ya, selalu ada cerita di balik Ibadah tahunan umat Muslim dari seluruh dunia ini.
Baca Juga: Kereta Cepat Nan Mewah Siap Layani Jamaah Haji dan Umroh di Rute Jeddah – Makkah
Membludaknya kapasitas Tamu Allah setiap tahun membuat pemerintah di Arab Saudi untuk terus mengembangkan Mekkah, Madinah, dan beberapa spot lain yang menjadi bagian dari rangkaian ibadah, salah satunya adalah Kereta Cepat Haramain Express yang menghubungkan Jeddah dan Mekkah. Jalur kereta sepanjang 450 km ini mampu menghubungkan dua kota vital ini hanya dalam waktu satu setengah jam saja – tentu dengan fasilitas serba mewah dan teknologi mutakhir.
Dibuka pada tahun 2018 lalu, jaringan kereta yang merupakan hasil kerja konsorsium gabungan Saudi, Cina, dan Spanyol menggunakan sejumlah teknologi mutakhir yang dapat membuat kereta mengular di daerah gurun dengan kecepatan maksimum yang menyentuh angka 320 km per jam.
Tapi, Haramain Express bukanlah satu-satunya jaringan kereta yang disediakan untuk mengangkut jemaah haji. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman jalopnik.com, ada pula Metro Al Mashaaer Al Mugaddassah, jaringan MRT unik yang mampu mengangkut hingga 72.000 jemaah haji per jam yang terbukti ampuh ‘mendistribusikan’ Tamu Allah menuju sejumlah destinasi penting di sana, seperti Mekkah, Mina, Gunung Arafat, hingga Muzdalifah.
Baca Juga: Al Mashaaer Al Mugaddassah Metro, MRT Unik di Kota Suci Makkah
Dibuka pada 13 November 2010 silam, Metro Al Mashaaer Al Mugaddassah ini memiliki panjang 18,1 km dan hanya beroperasi tujuh hari dalam setahun. Ini dihadirkan untuk mereduksi kemacetan yang ditimbulkan akibat ledakan populasi tahunan pada puncak musim haji.
Hejaz Railway. (Foto: Istimewa)
Sebelumnya, ada juga Hejaz Railway yang menghubungkan Damascus dengan Madinah. Beroperasi sejak 1908 dan terpaksa berhenti pada 1920, jaringan kereta ini rencananya akkan dibuka kembali pada tahun 2020 mendatang dan berganti nama menjadi Hejaz-Istanbul Railway.
Aksi protes dan demonstrasi atas Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi di Hong Kong tak juga surut. Sebagai imbasnya, sektor transportasi di wilayah bekas jajahah Inggris ini mulai kelimpungan. Setelah stasiun MTR dan Bandara Internasional Hong Kong yang ‘dipenuhi’ demonstran, kini ada kabar bahwa aksi tersebut juga didukung oleh sebagian besar awak dan pilot Cathay Pacific.
Baca juga:Dampak Kerusuhan RUU Ekstradisi, Bandara Hong Kong Batalkan Lebih dari 200 Penerbangan
Dikutip KabarPenumpang.com dari simpleflying.com (12/8/2019), manajemen Cathay Pacific menyebutkan bahwa awak kabin dan pilot yang mendukung aksi demonstrasi dibebaskan dari tugas terbang ke wilayah Cina Daratan efektif mulai 10 Agustus 2019 lalu.
Sebelumnya Pemerintah Cina melakukan filterisasi ketat yang mengharuskan Cathay Pacific menyerahkan identifikasi dan rincian semua awak dan pilot yang akan terbang dari Hong Kong ke Cina Daratan. Karyawan Cathay Pacific yang terbukti ikut dalam protes massal dilarang untuk mendarat di Cina. Keputusan dari Beijing tersebut telah dipatuhi CEO Cathay Pacific, Rupert Hogg yang telah mengeluarkan memo kepada seluruh karyawan.
Diperkirakan lebih dari 2.300 karyawan Cathay Pacific telah bergabung dalam aksi protes, diantaranya 1.200 orang merupakan pilot dan awak kabin. Jumlah yang cukup besar dari keterlibatan karyawan, pilot dan awak kabin secara langsung berdampak buruk pada layanan penerbangan dari dan ke Cina Daratan.
Cathay Pacific sampai saat ini melayani penerbangan ke 24 kota di Cina Daratan, dimana itu merupakan seperlima dari semua penerbangan yang dilayani Cathay Pacific. South China Morning Post melaporkan bahwa jalur Cina dan Hong Kong menghasilkan lebih dari setengah pendapatan Cathay Pacific pada 2018 – yaitu HK$57 miliar dari total pendapatan keseluruhan Cathay Pacific yang mencapai HK$111 miliar.
Baca juga:Dampak Krisis Politik, Sektor Pariwisata Hong Kong Kondusif Meski Ada Pelemahan
Meski dibuat pusing akibat aksi pilot dan awak kabinnya, secara manajemen Cathay Pacific terpaksa patuh kepada keputusan Pemerintah Cina, pasalnya sebagian besar saham Cathay Pacific dikukasai Pemerintah Cina lewat penyertaan saham maskapai Air China.