Anda masih ingat dengan artikel tentang fungsi lampu yang ada di bagian depan dan belakang MRT Jakarta? Ya, MRT Jakarta yang sejatinya sudah mengadopsi standar luar negeri dalam pengoperasiannya ini menggunakan dua lampu (merah dan putih) yang memiliki penandanya masing-masing. Ketika lampu menyala merah, itu menandakan bagian ekor kereta – begitu pun sebaliknya, ketika lampu menyala putih, itu menandakan bagian depan kereta.
Baca Juga: Bingung Bedakan Bagian Muka dan Ekor MRT Jakarta? Ini Dia Caranya!
Entah lampu kereta yang ada di MRT Jakartaini sama dengan yang ada di Amerika atau tidak, namun satu yang pasti, perkeretaapian di Negeri Paman Sam ini juga menggunakan lampu pada bagian lokomotifnya – hanya saja dengan komposisi yang sedikit lebih banyak. Ambil contoh yang ada di Dakota dan Minnesota.
Perkeretaapian yang ada di kedua daerah tersebut menggunakan tiga buah lampu beda warna yang memiliki penandanya masin-masing.
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman trn.trains.com, warna-warna lampu yang digunakan adalah merah, putih, dan hijau.
Jika Anda menemukan kereta dengan lampu putih yang menyala, maka kereta tersebut merupakan kereta tambahan atau yang tidak ada di dalam jadwal normal. Untuk sebagian besar operator kereta api di dunia, mereka memberlakukan jadwal tertulis yang ditujukan untuk memudahkan para penumpangnya. Apabila ada kereta yang menyalakan lampu indikator putih di bagian lokomotifnya, maka dapat dipastikan itu merupakan kereta tambahan yang tidak tertera di jadwal.
Lanjut ke lampu yang berwarna hijau, dimana ini mengindikasikan bahwa kereta tersebut merupakan kereta layanan reguler. Lampu ini akan berlaku pada seluruh kereta yang beroperasi di jalur-jalur tertentu.
Sedangkan untuk lampu yang terakhir, warna merah, mengindikasikan bagian belakang atau ekor kereta – sama seperti MRT Jakarta. Agar supaya petugas tidak bingung, pihak operator akan menyalakan lampu merah untuk menandakan bagian belakang kereta, baik itu kereta single engine, maupun kereta yang menggunakan lebih dari satu engine.
Baca Juga: Deutsche Bahn Adopsi Lampu LED ‘Luminous’ di Peron, Mudahkan Akses Penumpang Turun dari Kereta
Wah, ternyata di sini dapat kita temukan irisan, dimana baik MRT jakarta maupun perkeretaapian di Amerika sana sama-sama menggunakan lampu merah untuk menandakan bagian belakang kereta. Apakah MRT Jakarta terinspirasi dari kereta Amerika? Atau memang MRT Jakarta mengikuti prosedur standar kereta luar negeri?
Suatu waktu bila Anda melihat pesawat ketika tengah mengudara dari kejauhan, maka bakal terlihat pendaran cahaya berbinar hijau – merah pada kedua sayap, laksana cahaya kecil bintang di pekatnya malam. Tapi, pernahkah Anda berpikiran bahwa dua lampu tersebut memiliki kegunaannya masing-masing? Bisakah Anda menebak fungsi dari lampu-lampu tersebut?
Baca Juga: Ini Alasan Lampu Kabin Pesawat Dimatikan Saat Lepas Landas dan Mendarat
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman skybrary.aero, ada tiga jenis lampu yang terpasang di body luar pesawat – yaitu navigation lights, beacon lights, dan strobe lights. Dari ketiga jenis lampu ini, masih ada anakannya masing-masing dan tentu saja, memiliki fungsi yang berbeda pula.
Navigation LightsSumber: Scandinavian Travel
Dari namanya saja, Anda semua tentu sudah bisa menebak kegunaan dari lampu ini. Ya, untuk membantu navigasi kru darat. Selain itu, kegunaan lain dari navigation lights adalah untuk mencegah terjadinya kecelakaan – terutama ketika malam hari. Penggunaan lampu ini akan memudahkan pesawat untuk mengetahui posisi dari pesawat lainnya ketika berada di udara.
Navigation lights sendiri terdiri dari tiga warna lampu – merah pada bagian wing tip kiri, hijau pada bagian wing tip kanan, dan putih pada bagian ekor pesawat. Nah jika Anda memperhatikan pesawat pada malam hari dan melihat ada cahaya hijau dan merah yang berkedip, maka itu berasal dari navigation lights!
Beacon LightsBeacon Lights.Sumber: istimewa
Beacon lights merupakan lampu berwarna merah yang terpasang pada bagian atas dan bawah lambung pesawat. Lampu ini sendiri akan dinyalakan sebelum pesawat dinyalakan dan akan dimatikan sebelum pesawat dimatikan. Mungkin bisa dibilang bahwa lampu ini merupakan penanda bahwa suatu pesawat tengah berada dalam waktu operasi.
Baca Juga: Berakibat Buruk Saat Penerbangan,14 Poin Ini Kerap Dianggap SepeleStrobe LightsSumber: furaffinity.net
Terakhir ada strobe lights, lampu berwarna putih ini terpasang pada ujung belakang sayap atau berseberangan dengan navigation lights. Strobe lights merupakan lampu dengan intensitas tinggi yang menyala secara berkala. Lampu ini sendiri biasanya dinyalakan ketika pesawat sudah mendekati landasan untuk landing dan dimatikan setelah lepas landas. Pada kebanyakan kasus, strobe lights digunakan untuk menambah visibilitas pesawat ketika tengah berada di darat.
Proyek kereta api semi tinggi atau Semi-High Speed Rail Project (SHSR) yang akan menyambungkan distrik paling selatan dan utara di negara bagain Kerala, India, baru saja disetujui oleh pihak pemerintah. SHSR ini akan diperkirakan mulai mengular 2024 mendatang dengan panjang jalur 532 km antara Kasaragod ke Thiruvananthapuram.
Baca juga: Indian Railways Canagkan Pembangunan Koridor Atas Kereta Api di Kerala
Dirangkum KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (8/8/2019), kereta semi cepat adalah proyek hijau 100 persen dimana akan membantu mengurangi kemacetan dan polusi udara serta meningkatkan keamanan dan mengurangi ketergantungan pada minyak impor. Selain menjadi proyek hijau dalam mengurangi emisi karbon, kereta semi cepat ini juga akan mengurangi waktu tempuh dari Thiruvananthapuram-Kasaragod yang biasanya 12 jam menjadi hanya empat jam perjalanan.
Sedangkan dari Thiruvananthapuram-Kochi hanya memakan waktu 90 menit. Dalam pembangunan proyek ini, Kerala Rail Development Corporation Limited (KRDCL) harus mengakuisisi sekitar 1200 hektar lahan.
Kereta semi cepat ini akan melintas dengan kecepatan maksimum 200 km per jam. Awalnya akan ada sembilan gerbong dan akan ditingkatkan kemudian menjadi 12 gerbong. Direktur Pelaksana KRDCL V Ajith Kumar mengatakan biaya perjalanan diproyeksi menjadi Rs2,75 per km dan akan ada kenaikan tahunan sebesar 7,5 persen.
Jalur kereta ini nantinya akan melewati 11 dari 14 distrik negara bagian dengan berhenti di sepuluh stasiun. Adapaun kesepuluh stasiun tersebut yakni Kollam, Chengannur, Kottayam, Ernakulam, Thrissur, Tirur, Kozhikode, dan Kannur sebelum mencapai Kasaragod.
KRDCL mengharapkan dengan adanya jalur dan kereta semi cepat penumpang per hari sebanyak 67.740 orang dan membawa 1330 pelancong dalam satu perjalanan di jam sibuk. Jumlah rata-rata pengguna per hari adalah 82.266 pada tahun 2028, 116.681 pada tahun 2040 dan 147.120 pada tahun 2051.
Proyek ini akan menghasilkan 50 ribu pekerja dalam pembangunan koridor dan 11 ribu pekerja setelah selesai dan mulai di operasikan untuk masyarakat. Proyek SHSR sendiri membutuhkan biaya US$9,3 miliar atau Rs660,79 miliar.
Nantinya dalam pembangunan tersebut pemerintas pusat dan negara bagian masing-masing akan menumbang Rs77,2 miliar atau (US$1,08 miliar). Setengah biaya lainnya akan diperoleh melalui pinjaman yakni sebesar Rs334,54 miliar atau (US$4,8 miliar).
Baca juga: Halau Gajah dari Lintasan Rel, Indian Railways Gunakan Suara Dengungan Lebah
Pembebasan lahan dan hal-hal terkait lainnya akan membebani pemerintah negara bagian sekitar Rs86,56 miliar ($1,2milyar). Serikat pekerja dan pemerintah negara bagian akan memenuhi sisa pengeluaran melalui pinjaman yang berbeda.
Menghabiskan waktu ketika perjalanan dengan menggunakan kereta api jarak jauh memang dapat dilakukan dengan berbagai cara – mulai dari mendengarkan musik, menonton film, bermain game, hingga tidur. Seiring revolusi yang terus terjadi di tubuh Badan Usaha Milik Negara ini, perlahan demi perlahan kenyamanan penumpang semakin terjamin. Ketika kenyamanan sudah terjamin, maka saatnya ucapkan selamat tinggal pada kebiasaan lama yang kerap mengganggu kenyamanan penumpang lain!
Baca Juga: Tidak Lagi Gunakan Toilet “Bolong,” PT KAI Ganti Dengan Septic Tank
Mungkin Anda masih ingat dengan kondisi perkeretaapian Indonesia pada era 90-an hingga 2000-an, dimana peraturan di dalamnya masih tergolong sangat longgar – tidur di bordes atau di lorong gerbong merupakan suatu pemandangan yang lumrah adanya kala itu. Belum lagi penumpang yang tidur selonjoran di bangku bak tidur di kasur, sangat tidak elok dilihat dan mengganggu penumpang lain.
Sang Pencetus Revolusi PT KAI
Revolusi kereta api ini mulai terjadi ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang dulu sempat menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), Ignasius Jonan merombak semua struktur sistem yang ada di tubuh PT KAI.
Penumpang yang tidur di bordes. Sumber: istimewa
Dilantik pada 25 Februari 2009, tiga bulan pertama Menteri Jonan memperhatikan dan mempelajari keseluruhan sistem yang ada di kereta api. Di bawah tangan dinginnya, Menteri Jonan berhasil menciptakan suasana kereta api yang menjadi sangat baik seperti yang dapat Anda rasakan saat ini. Tentu saja proses revolusi ini berjalan secara bertahap, tidak serta merta semuanya langsung berubah.
Revolusi ke Arah yang Lebih Baik
Tidak ada lagi penumpang yang tidur di bordes atau selonjoran di lorong gerbong. Munculnya gerbong-gerbong anyar yang dilengkapi dengan hand rest seolah menjadi pertanda bahwa penumpang sudah dilarang lagi untuk tidur selonjoran di bangku. Sekarang penumpang sudah bisa dengan tenang tidur di bangkunya masing-masing – yang juga jelas lebih empuk ketimbang generasi sebelum-sebelumnya.
Penumpang yang tidur di bangku. Sumber: istimewa
Tidak hanya itu, jika dulu Anda menemukan banyak keluhan tentang perjalanan dengan menggunakan kereta api seperti penumpang yang merokok di bordes, bangku yang keras, toilet yang kotor, hingga tiket tanpa nomor bangku, kini problematika tersebut sudah tidak akan Anda temui.
Baca Juga: Sembunyi dari Kondektur Tiket Kereta, Masih Bisakah?
Namun jika diperhatikan, gaya tidur penumpang di kereta jarak jauh ini terkadang mengundang gelak tawa. Ada yang mukanya ditutupi dengan jaket sampai yang tidurnya menganga karena kelelahan. Belum lagi mereka yang rela geletakan di lantai gerbong beralaskan kertas koran hanya untuk sekedar meluruskan kaki yang pegal.
Ganjar Pranowo yang tertidur pulas di lantai kereta.Sumber: istimewa
Tapi, ngomong-ngomong soal tidur selonjoran di gerbong, tahukah Anda bahwa Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pernah tertangkap kamera tengah tidur selonjoran di lantai gerbong kereta? Ya, kejadian yang cukup unik ini terjadi pada saat Ganjar selesai menghadiri suatu acara di Jakarta pada Kamis (10/11/2016) silam. Ganjar yang terlalu capek akhirnya ia memutuskan untuk tidur di lantai gerbong setelah mendapatkan ijin dari kondektur yang kala itu bertugas. Wah, Bapak ini ada-ada saja ya!
Bila maskapai lain telah diminta regulator untuk meninggalkan Bandara Husein Sastranegara dan mengalihkan layanan ke Bandara Kertajati, maka beda dengan Wings Air, maskapai yang menjadi bagian dari Lion Group ini sejak awal kekeh di Bandung, bahkan dari Bandung maskapai yang banyak melayani rute perintis ini justru menambah rute barunya yang dimulai 9 Agustus 2019.
Baca juga: Tiga Rute Citilink Tutup Sementara, Ada Apalagi dengan Bandara Kertajati?
Pembukaan rute baru dari Bandung terdiri ke kota tujuan:
1. Pangkalpinang – Bandar Udara Depati Amir, Bangka Belitung (PGK)
2. Tanjung Pandan – Bandar Udara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Bangka Belitung (TJQ)
3. Bengkulu – Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu (BKS)
4. Jambi – Bandar Udara Sultan Thaha, Jambi (DJB)
Untuk penambahan frekuensi satu kali terbang dari Bandung menuju Semarang – Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Jawa Tengah (SRG)
Untuk rute Bandung menuju Tanjung Pandan, Bengkulu dan Jambi tahap awal dilayani empat kali dalam seminggu. Wings Air optimis, seiring operasional dan tren permintaan pasar tumbuh positif, kedepan frekuensi akan ditingkatkan.
Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Lion Group dalam pesan tertulis menyebutkan bahwa kehadiran Wings Air dalam layanan penerbangan dari dan menuju Bandung menjadi bagian kesungguhan dalam menjembatani antarwilayah “Sumatera dan Jawa.” Dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan. Wings Air akan memberikan nilai lebih kepada travelers, karena waktu tempuh antar destinasi relatif singkat, efektif dan efisien.
Baca juga:ATR-72 600 Wings Air Sukses Lakukan Proving Flight di Bandara Taufik Kiemas
Keseluruhan penerbangan di atas dilayani menggunakan pesawat turboprop tipe ATR 72-500 atau ATR 72-600. Pesawat ini berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi, paling nyaman dan canggih di kelasnya yang mampu menerbangi rute jarak pendek secara point to point.
Apabila Anda merupakan seorang Roker (Rombongan Kereta), apa yang Anda lakukan ketika tengah berada di dalam rangkaian? Wah, jawabannya pasti akan bervariatif ya! Mungkin beberapa dari Anda akan memilih untuk memperhatikan sekitar (tapi bukan untuk nyopet lho!), atau mungkin ada yang tidur? Tapi pasti tidak sedikit juga diantara Anda yang akan lebih memilih untuk bermain ponsel. Terlepas dari apapun yang Anda lakukan dengan gadget Anda, bermain ponsel di kereta merupakan salah satu jurus ampuh untuk mengusir kebosanan!
Baca Juga: Jadi Ajang Kampanye Produk, Pegangan Tangan di Angkutan Umum Dibuat Unik
Tentu Anda semua kepo tentang apa saja yang dilakukan penumpang dengan ponselnya ketika tengah ada di dalam rangkaian kereta. Berikut KabarPenumpang.com himpun aktivitas-aktivitas yang sering dilakukan oleh penumpang dengan ponselnya ketika berada di dalam kereta, dihimpun dari sejumlah laman sumber.
Chattingan
Bercengkrama dengan seseorang melalui platform chatting muncul sebagai aktivitas yang paling sering dilakukan penumpang di kereta. Keluarga, pacar, teman, rekan bisnis, atau status lainnya menjadi objek penderita tempat Anda melampiaskan kebosanan di kereta. Kendati tidak ada topik yang benar-benar penting untuk dibicarakan – atau mungkin sesuatu yang urgent, aktivitas ini menjadi yang paling banyak dilakukan oleh penumpang di kereta.
Mendengarkan Musik
Aktivitas ini memang ampuh untuk mengusir kebosanan ketika berada di kereta. Bahkan, tidak sedikit dari para komuter yang sampai mencari lirik dari lagu yang tengah diputarnya tersebut, lho!
Buka Media Sosial
Sebagai kelompok yang tidak boleh melewatkan update terbaru dari teman-temannya atau artis favoritnya, mantengin timeline media sosial memang kerap dilakukan oleh banyak penumpang di dalam kereta komuter.
Baca Berita
Kemudahan akses untuk menjangkau berita-berita di luar sana membuat sebagian penumpang yang haus akan informasi terkini rela membaca berita di ponsel mereka sambil naik kereta. Ya lumayan lah, hitung-hitung sambil membunuh waktu!
Main Game
Ini memang opsi yang digandrungi oleh kawula muda. Mau itu game online maupun game offline, ini merupakan salah satu aktivitas favorit para komuter ketika tengah berkendara!
Baca Juga: Mengintip Jenis Commuter Line di Luar JakartaNonton Film!
Hayo ngaku siapa diantara Anda yang gemar nonton film atau video ketika tengah ‘mengular’? Niscaya, menghabiskan waktu dengan menonton merupakan cara paling ampuh untuk mengusir kebosanan di dalam kereta. Tapi hati-hati, jangan sampai stasiun Anda kelewat, ya!
Siapa yang tak kenal Mao Zedong, ialah tokoh pendiri sekaligus Presiden Pertama Republik Rakyat Cina (RRC). Meski telah wafat pada 9 September 1976, nama mantan Pemimpin Partai Komunis Cina ini masih begitu lekat dalam benak warga. Sebagai bentuk penghormatan, serial lokomotif yang diberi label “Mao Zedong” sudah dihadirkan cukup lama dan kabar terbaru lokomotif tersebut telah menyelesaikan tonggak sejarah dengan melampaui sebelas juta kilometer atau setara dengan mengelilingi bumi sebanyak 275 kali.
Baca juga: NIS 171 – Konsep Lokomotif Futuristik Hindia Belanda untuk Rute Semarang-Yogyakarta
Lokomotif ini menyelesaikan sebelas juta kilometernya setelah menarik kereta Z2 yang tiba di Stasiun Barat Beijing pukul 08.16 waktu setempat pada 6 Agustus 2019 kemarin. Ini juga menetapkan rekor baru perjalanan dari kelompok kerera jarak jauh.
Lokomotif Mao Zedong pertama kali beroperasi 30 Oktober 1946 silam yang mana kala itu Cina tengah dikepung perang. Dalam 73 tahun terakhir kereta api Cina mengalami ekspansi besar-besaran dimana modernisasi mencakup pada lokomotif Mao Zedong. Generasi awal lokomotif Mao Zedong adalah lokomotif jenis uap, yang kemudian seiring perkembangan zaman diganti dengan lokomotif mesin diesel dan yang terbaru mengadopsi lokomotif bertenaga listrik.
Dirangkum KabarPenumpang.com dari china.org.cn (6/8/2019), lokomotif listrik HXD3D-1893 saat ini adalah lokomotif keenam yang bernama Mao Zedong dan nomor seri 1893 cocok dengan tahun kelahiran Mao. Awalnya lokomotif ini diperuntukan untuk menarik kereta barang. Lokomotif Mao Zedong dipindahkan ke layanan kereta penumpang pada Juli 2014. Kemudian pada Mei 2016, lokomotif mulai menarik kereta Z1/2 yang bergerak antara Beijing dan Changsha yang berjarak 1.500 kilometer.
Ketika telah melampaui sebelas juta kilometer dan tiba di stasiun, seluruh kru memberikan penghormatan pada lokomotif Mao Zedong tersebut. Bahkan ada pemberian pita dari pemimpin otoritas kereta Beijing kepada anggota kru lokomotif Mao Zedong di Stasiun Barat Beijing.
Selain itu, para anggota kereta juga ddiberikan spanduk bertuliskan “Selamat atas Lokomotif Mao Zedong menyelesaikan jarak tempuh keselamatan yang memecahkan rekor sejauh 11 juta kilometer”. Lokomotif Mao Zedong memulai pelayanan penumpang pertamanya dari Beijing ke Fungang di Provinsi Anhui.
Baca juga: Butuh 200 Tahun, Evolusi dari Lokomotif Uap Hingga Ke Diesel Listrik!
Lokomotif pertama Mao Zedong yang bertenaga uap dibangun oleh Dalian Lokomotif dan Rolling Stock Co LTD pada tahun 1946, Lokomotif Mao Zedong ini telah menyelasaikan tugasnya dan beralih ke layanan penumpang dengan menempuh jarak sekitar 855 kilometer dan berhenti di 12 stasiun. Pada tonggak sejarah sebelas juta kilometer tersebut lokomotif dilengkapi dengan lambang wajah Presiden Tiongkon Mao Zedong.
Maskapai asal Inggris, British Airways dikabarkan telah membatalkan lebih dari 100 penerbangannya pada hari Rabu (7/8) setelah sistem komputer maskapai mengalami kerusakan. Pembatalan ini menghantam ribuan pelancong yang ada di bandara Heathrow dan Gatwick London – sementara itu 300 penerbangan lainnya mengalami keterlambatan hingga satu jam lamanya. Sudah barang tentu kesalahan sedikit saja yang terjadi di bandara akan berimbas tidak hanya pada maskapai terkait saja, melainkan maskapai lainnya juga.
Baca Juga: Peringati Ultah ke-100, British Airways ‘Dandani’ Boeing 747-400 dengan Livery BOAC
British Airways, yang dimiliki oleh International Airlines Group (ICAGY), mengatakan bahwa check-in and flight start system mengalami kerusakan sebagian, dan untuk menanganinya, terpaksa pihak maskapai mengerahkan sistem manual cadangan untuk menjaga agar pengoperasian jalur udara mereka tetap beroperasi.
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (7/8), juru bicara maskapai mengatakan bahwa penumpang yang penerbangannya dibatalkan kiranya untuk melakukan pemesanan ulang tiket pada tanggal 8 dan 13 Agustus. British Airways hingga kini masih belum mengungkapkan apa yang menyebabkan komputer-komputer tersebut mati.
“Kami meminta maaf kepada para penumpang atas kekacauan yang terjadi dan ketidaknyamanan Anda. Kami telah menyelesaikan masalah tersebut,” ujar pihak maskapai meminta maaf.
Diantara semua penundaan yang terdampak dari kasus British Airways ini, Bandara Heathrow lah yang paling merasakan imbasnya. Bagaimana tidak, hampir semua penerbangan yang ada di bandara tersibuk di Eropa ini mengalami penundaan – mulai dari Los Angeles, New York, Philadelphia, Pittsburgh, Charlotte, Nashville, hingga Miami. Semuanya mengalami keterlambatan pemberangkatan.
Baca Juga: Akhirnya! British Airways Hadirkan Boeing 747 Berlivery Vintage BOAC
Namun, ini bukanlah kali pertama gangguan komputer menyerang sektor aviasi Tanah Britania. Pada tahun 2017 silam, British Airways bahkan pernah membatalkan semua penerbangannya dari Bandara Heathrow dan Gatwick karena kegagalan sistem IT utama. Walhasil, gangguan ini menyebabkan kekacauan yang masif di dunia penerbangan. Sekira 75.000 penumpang terdampak masalah.
Diperlukannya perawatan rutin dari setiap elemen dari sebuah maskapai penerbangan – baik dari segi modanya atau fasilitas penunjang di setiap bandara merupakan salah satu hal penting untuk dilakukan. Pengecekkan rutin pun mejadi satu aktivitas yang tidak boleh terlewatkan setiap harinya. Hal semacam ini ditujukan untuk menghindari masalah semacam ini terulang kembali di masa yang akan datang.
Menikmati penerbangan dengan maskapai berbiaya hemat (LCC) tidaklah selalu membosankan. Pasalnya masakapai Citilnk yang merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia selalu memberikan hal-hal baru dalam penerbangannya seperti menghadirkan WiFi onboard.
Baca juga: Tiga Rute Citilink Tutup Sementara, Ada Apalagi dengan Bandara Kertajati?
Bahkan kini penumpang akan bisa mengkreasikan set hidangan favorit yang bisa dinikmati diatas ketinggian 35 ribu kaki. Dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers yang diterima, Kamis (8/8/2019), set hidangan favorit ini diluncurkan dengan nama Dining Experiences.(Citilink Indonesia)
“Dining Experiences merupakan salah satu bentuk komitmen Citilink Indonesia untuk terus melakukan pengembangan layannnya demi kenyamanan penumpang,” ujar Direktur Niaga Citilink Indonesia Benny Rustanto.
Dia mengatakan, adanya layanan tersebut menjadi salah satu program ancillary revenue Citilink dimana penumpang akan mendapat pengalaman terbang mengesankan dengan layanan khusus di seluruh fase mulai dari pre-, in- hingga post- flight.
Dalam hal ini, Benny menjelaskan bahwa Dining Experiences memiliki konsep Create Your Own Tray, yang mana sebelum penerbangan penumpang bisa mengkreasikan sendiri hidangan yang akan mereka nikmat. Pilihannya terdiri atas hidangan pembuka, makanan utama, penutup, miniman pelengkap seperti tehh, kopi atau jus.
Selain itu juga akan ada coklat praline yang hadir sebagai hidangan pemanis serta kartu ucapan yang diberikan oleh manajemen. Layanan Dining Experiences ini akan bisa dipesan mulai 8 Agustus 2019 melalui website Citilink dan sekarang baru tersedia untuk lima penumpang per peerbangan yang berangkat dari Jakarta (Cengkareng), Surabaya dan Denpasar.
Kehadiran layanan baru tersebut khusus untuk penerbangan dengan durasi diatas 100 menit dan bisa dipesan paling lambat 48 jam sebelum keberangkatan baik dari website maupun aplikasi. Benny menambahkan, tak hanya satu set hidangan sesuai pilihan, penumpang juga akan merasakan fasilitas tambahan lainnya seperti lounge gratis, prioritas dalam boarding, millage, kursi favorit dan asuransi Super Shield serta Flight Plus.
Bahkan, penumpang akan mendapatkan fasilitas airport assistance dimana penumpang akan didampingi secara personal oleh petugas dari mulai tiba di bandara asal hingga tiba di bandara tujuan.
Baca juga: Mulai 15 Agustus, Ada Revitalisasi di Bandara Soekarno-Hatta, Citilink Rute Domestik Pindah Ke Terminal 2
“Dengan fasilitas yang ditawarkan, layanan ini sangat cocok bagi penumpang dengan waktu bepergian yang padat seperti perjalanan bisnis ataupun penumpang yang menginginkan layanan khusus pada penerbangan LCC,” tutup Benny.
Sebagai salah satu tulang punggung transportasi di kota-kota besar, sudah selayaknya apabila kereta komuter lokal selalu dipadati oleh penumpang – terutama di jam-jam sibuk. Ketika pagi hari, rasa kantuk yang masih menggelayuti mata agaknya enggan berpaling dari empuknya kasur di rumah. Pun ketika jam pulang kerja menjelang, rasa lelah setelah seharian bekerja seolah sangat setia menemani hingga tubuh menyentuh kasur kembali. Maka tak heran, jika di dalam kereta banyak ditemukan penumpang-penumpang yang ketiduran atau memang sengaja tidur untuk memulihkan kondisi fisik.
Baca Juga: Beginilah Gaya Tidur Penumpang Kereta Komuter di Jepang
Namun jika diperhatikan lebih jauh lagi, gaya tidur dari setiap penumpang ini memiliki ciri khasnya masing-masing. Mulai dari menutupi mulut dengan menggunakan masker, hingga bersandar ke penumpang yang ada di sebelahnya. Hhmmm, kira-kira apa saja ya gaya tidur dari para penumpang kereta ini? Berikut KabarPenumpang.com sarikan sejumlah gaya unik penumpang saat tidur di kereta, dirangkum dari berbagai laman sumber.
Sebagai pembuka, foto-foto ini tidak hanya diambil dari Commuter Line Jabodetabek saja, ya!
Ditutupi RambutSumber: brilio
Wah, kalau mbak-nya ini sih bukan cuma tidur di kereta saja, tapi sambil menakut-nakuti penumpang lainnya ya! Hihihi
Pakai MaskerSumber: brilioIni merupakan gaya paling old school yang dapat Anda temui di kereta. Tapi, kenapa mas-nya memilih model masker seperti mulut sedang tersenyum ya?
Tidur Gaya Maling KecidukSumber: brilio
Yang Anda lihat di foto ini bukanlah copet yang ketangkap basah tengah beraksi, melainkan seorang penumpang yang tengah merajut mimpi. Mungkin penumpang ini tidak suka tidur dalam kondisi yang terang benderang, makanya ditutupi dengan sarung!
Ditutupi JaketSumber: brilio
Sama seperti gambar di atas, mungkin penumpang ini tidak suka tidur dalam kondisi ruangan yang terang.
Tidur Berdiri!Sumber: twitter
Wah, kalau bisa tidur sambil berdiri seperti penumpang ini sih artinya ia sudah kelelahan sekali ya!
Baca Juga: Tak Dapat Kursi Tidur, Penumpang ini Justru Beli Enam Tiket untuk Tiga OrangBersandar ke Penumpang Lainsumber: istimewa
Saking lelahnya, terkadang penumpang yang tidur di kereta tidak lagi memperhatikan kondisi di sekitarnya. Sama seperti penumpang yang satu ini! Duh mas, kan kasian penumpang yang disebelahnya itu.
Buku yang Ampuh!Sumber: tribun
Gambar ini diambil dari komuter di luar negeri, dimana ada seorang penumpang wanita tertidur ketika tengah membaca buku “How To Sleep Well”. Wah, ampuh sekali ya bukunya!