Unik, Ada Limosin Volvo Enam Pintu di Inggris

Mungkin agak jarang dari kita melihat mobil limosin di jalanan-jalanan Ibukota – tidak seperti rentetan mobil sport berharga miliaran yang sering mencuri perhatian pengguna jalan. Namun di luar sana, mobil limosin kerap dan masih menjadi simbol kekayaan seseorang. Agaknya, limosin tetap dilengkapi dengan empat pintu seperti mobil sedan kebanyakan, namun apa jadinya jika limosin yang Anda jumpai memiliki enam pintu? Wah, seperti apa ya bentuknya? Baca Juga: Volvo B8RLE, Bus Low-Deck yang Tawarkan Optimalisasi Biaya Operasional Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman motor1.com (31/7), salah satu channel Youtube, walkoARTvideos mengunggah video limosin keluaran produsen otomotif asal Swedia, Volvo yang memiliki enam pintu. Mobil tersebut tampak tengah jalan di salah satu jalanan di Inggris. Kendati durasi videonya sangat pendek – sekitar 14 detik saja, namun tampak begitu jelas bahwa mobil panjang tersebut memiliki enam pintu.
Susunan dari pintu ini juga selayaknya mobil pada umumnya – membuka ke arah depan. Dengan kaca film yang tidak terlalu pekat, tampak susunan bangku yang ada di dalamnya juga seperti mobil pada umumnya – ada tiga baris bangku yang semuanya menghadap ke arah depan. Tidak seperti limosin-limosin yang ada di layar kaca, dimana hanya terdiri dari empat pintu dan bangku bagian tengah menghadap ke arah belakang.
Sumber: motor1.com
Namun ini bukanlah yang pertama kalinya mobil limosin enam pintu tertangkap lensa kamera. Kembali ke tahun 2015 kemarin, dimana penampakan mobil yang hampir serupa dengan yang ada di Inggris ini tampak sedang ‘nangkring’ di atas truk derek. Baca Juga: Volvo Rilis Dua Model Bus Terbaru Untuk Wisata dan Perjalanan Jarak Jauh Setelah ditelusuri, ternyata limosin semacam ini merupakan keluaran tahun 2015 dari pabrik Nilsson Special Vehicle – perusahaan yang terkenal mengubah produk Volvo menjadi berbagai kendaraan khusus seperti ambulans, limosin, hingga model lainnya.    

Mengenal Sistem Penopang Roda, Tanpa ini Pesawat Tak Bisa Mendarat

Bagi sebagian orang, pendaratan pesawat merupakan satu momen yang bisa meningkatkan detak jantung secara signifikan. Hantaman yang keras antara roda pesawat dan landas pacu bakal membuat penumpang tersentak dan ini merupakan awal dari pikiran buruk yang biasanya menghantui pikiran setiap penumpang – mulai dari pesawat tergelincir, penopang roda yang patah, dan kejadian menyeramkan lainnya. Namun di sini kami tidak akan membahas mengenai hal menakutkan tersebut, melainkan tentang penopang roda yang ada di pesawat. Baca Juga: Selain Mesin, Yuk Kenali Arti Suara-Suara di Dalam Kabin Pesawat Ketika telah meninggalkan landasan, roda pesawat akan ditekuk masuk ke dalam badan pesawat – pun ketika pesawat hendak mendarat, maka roda akan kembali dikeluarkan. Nah khusus untuk proses landing, peranan suspensi pada penopang roda ini menjadi sangat penting karena proses landing memberikan gaya dorong ke bawah yang sangat besar (karena beban dari pesawat ditambah penumpang dan kargo). Itu baru dari pesawat komesial, lalu apa jadinya dengan jenis pesawat lain? Berikut KabarPenumpang.com sarikan empat jenis sistem penopang (landing gear) yang terkenal di sektor aviasi global, dikutip dari laman boldmethod.com. Rigid Struts
Rigid struts. Sumber: boldmethod.com
Bisa dibilang, rigid struts merupakan penopang paling mendasar yang ada di sektor aviasi global, karena umumnya, penopang roda semacam ini terpasang pada jenis-jenis pesawat kuno. Sistem penopang ini belum menggunakan suspensi, atau dengan kata lain, pendaratan yang kasar dan keras akan selalu mewarnai akhir penerbangan. Touchdown (roda pesawat pertama kali menyentuh daratan) yang keras akan menghasilkan daya kejut yang keras pula. Absennya sistem suspensi pada penopang jenis ini akan mengakibatkan penumpang dan pilot merasakan hentakan yang keras juga. Spring Steel Struts
Spring steel struts. Sumber: boldmethod.com
Penopang roda semacam ini biasanya ditemui di pesawat-pesawat berukuran kecil, seperti Cessna. Penopang pegas baja tergolong sederhana secara mekanis, tidak membutuhkan banyak perawatan, dan biasanya ringan. Ketika sistem pegas atau suspensi sudah tersematkan, maka pendaratan pun tidak akan sekeras rigid struts. Bungee Cords
Bungee cord. Sumber: boldmethod.com
Tidak seperti dua penopang di atas, bungee cords agak jarang ditemui di pesawat. Salah satu pesawat yang menggunakan sistem penopang ini adalah Piper Cub. Sistem penopang ini hanyalah berupa kabel elastis yang terlilit di antara roda pesawat dan badan pesawat – dimana penggunaan sistem penopang ini ditujukan untuk mencegah beban pantul yang dihasilkan oleh pesawat ketika landing tidaklah terlalu besar. Baca Juga: Lima Poin Ini Jadi Kunci Keselamatan Saat Pesawat Alami Crash Landing Shock Struts
Shock struts. Sumber: Boldmethod
Yang terakhir merupakan penopang roda yang paling banyak ditemukan di pesawat terbang komersial. Dengan menggunakan nitrogen dan cairan hidrolik, sistem pegas yang ‘tersaji’ pada shock struts akan mampu meminimalisir daya kejut ketika pesawat mendarat secara signifikan – setidaknya jauh lebih halus dari tiga varian di atas. Daya kejut yang dihasilkan ketika pesawat touchdown akan senantiasa tereduksi dengan hadirnya dua silinder yang akan meminimalisir daya kejut. Jadi, sekarang sudah paham kan jenis-jenis penopang roda yang ada di pesawat?

e-Oshima, Kapal Ferry Bertenaga Listrik dengan Baterai Sejenis di Boeing 787 Dreamliner

Oshima Shipbuilding merupakan sebuah perusahaan yang bermarkas di Nagasaki yang terkenal karena jajaran kapal ferry pengangkut curahnya. Perusahaan ini dikabarkan telah mengirim kapal pertama di Jepang yang hanya menggunakan daya baterai. Kapal yang diberi nama e-Oshima ini tidak hanya menggunakan baterai sebagai pembangkit listik untuk menggerakkan kapal tersebut, melainkan juga untuk keperluan komunikasi, navigasi, dan perangkat nirkabel lainnya. Baca Juga: HYBRIDShip Bangun Kapal Ferry Tanpa Emisi Tidak hanya itu, baterai yang ada di e-Oshima ini juga digunakan untuk peralatan penerangan, sistem pendingin ruangan, dan perangkat lain yang digunakan ketika berlayar. Sistem propulsi yang ada di e-Oshima ini menggunakan baterai Lithium ion (Li-on) berkapasitas besar dari GS Yuasa. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman splash247.com (7/8), baterai kapal ferry ini sendiri dapat terisi penuh hanya dalam waktu dua setengah jam saja. Adapun kapal ferry yang memiliki panjang 35 meter ini mampu menampung hingga 50 orang, empat mobil penumpang, dan satu unit bus berukuran besar dalam sekali ‘tarikan’. Jika Anda mengira teknologi otonom hanya tersemat pada moda darat dan udara saja, maka Anda salah besar – karena pasalnya, e-Oshima juga sudah menggunakan teknologi otonom yang memungkinkannya untuk melakukan operasi sendiri. Baterai lithium-ion GS Yuasa telah dipasang di berbagai proyek profil tinggi termasuk Stasiun Luar Angkasa Internasional dan Boeing 787 Dreamliner. Penggunaan baterai ini juga telah membuktikan bahwa Oshima Shipbuilding berperan serta dalam pelestarian lingkungan yang belakangan ini tengah digalakkan. Kondisi polusi yang semakin parah dewasa ini memang memaksa sejumlah pihak – terutama mereka yang ‘bermain’ di sektor transportasi untuk memutar otak memerangi polusi tanpa harus merugikan perusahaan. Baca Juga: “The Ampere,” Kapal Ferry Bertenaga Listrik Pertama di Dunia! Namun e-Oshima ini bukanlah kapal ferry pertama yang menggunakan tenaga listrik. Mungkin beberapa dari Anda masih ingat dengan the Ampere, kapal ferry bertenaga listrik perdana di dunia hasil rakitan Norwegian Shipyard Fjellstrand, yang juga bekerja sama dengan Siemens dan Norled. Menurut Norled, sang operator, kapal ferry ini benar-benar bisa memangkas emisi hingga sebesar 95 persen! Keren, bukan? Jika semua moda sudah ‘diinjeksi’ oleh tenaga listrik, mungkinkah di masa yang akan datang kita semua akan meninggalkan bahan bakar tenaga fosil dan beralih menggunakan listrik?  

Bus Listrik asal Cina Bawa Perubahan Radikal pada Transportasi di Santiago

Selain Indonesia yang tengah gandrung dengan bus listrik asal Cina, di negara yang lokasinya lebih jauh, yaitu Chili, bus listrik lansiran Cina juga mulai merambah sejak Desember 2018. Menawarkan dapat mengurangi polusi udara, suara (kebisingan) dan efisiensi, menjadikan tren bus listrik mulai menjadi pilihan angkutan di perkotaan besar. Baca juga: Operasional Bus Listrik di Jakarta Masih Menanti Regulasi Sebanyak 203 armada bus buatan Cina ini hadir di Chili. Menteri Transportasi dan Komunikasi Chili, Gloria Hutt mengatakan, masukknya bus listrik buatan Cina dalam transportasi di ibukota Santiago sangatlah positif dalam banyak hal. “Yang paling penting bagi kami adalah evaluasi terhadap para penumpang, yang sangat bagus. Tecatat bahwa para penumpang memberi bus Cina rata-rata peringkat 6,3 pada skala 1-7, yang melampaui kereta bawah tanah Santiago, mantan ibu kota terbaik sistem angkutan massal yang berorientasi,” kata Gloria yang dikutip KabarPenumpang.com dari xinhuanet.com (5/8/2019). Armada bus listrik ini berwaran merah putih yang 100 persen berbahan bakar listrik dengan dilengkapi AC, WiFi dan port USB. Gloria mengatakan, penumpang bus benar-benar menjaga dan merawat karena merasakan perjalanan yang lebih baik. Gloria mencatat, bus listrik ini mengurangi goresan dan coretan yang biasa di lakukan penumpang ketika di dalam bus. Menurutnya memasukkan bus listrik ke dalam moda transportasi Santiago menandai transformasi yang sangat radikal dalam kualitas sistem angkutan massal ibukota. “Biaya operasi armada secara signifikan lebih rendah daripada yang didukung oleh bahan bakar konvensional, yang diharapkan dapat memacu operator bus lain untuk beralih ke kendaraan listrik. Setiap bus dapat menempuh jarak 260 km dengan muatan penuh selama tiga jam, yang cukup untuk operasi sehari penuh. Untuk mengakomodasi kapasitas pengisian armada, kota ini memperbarui terminal bus dengan fitur teknologi yang lebih tinggi seperti stasiun pengisian yang lebih baik. Gloria mengatakan sebuah koridor di Santiago telah mulai memasang stasiun pengisian ini dan berencana untuk menginstal koridor serupa di masing-masing ibukota regional Chili. Diketahui 183 bus Tiongkok lainnya akan mulai beroperasi pada bulan Oktober, dan kementerian sedang dalam pembicaraan untuk membeli 60 bus lagi. Baca juga: Adopsi Bus Listrik, Antara Harapan dan Tantangan yang Menghadang Langkah-langkah tersebut adalah bagian dari Metropolitan Mobility Network yang berwawasan ke depan kota, yang terdiri dari bus elektronik, kereta bawah tanah, kereta api pinggiran kota dan skema berbagi sepeda. Sektor swasta di Cina dan Chili semakin tertarik pada mobilitas listrik di Chili, yang oleh Hutt disebut sebagai “keuntungan” bagi pemerintah. Semakin banyak merek baru yang datang, sehingga kami memiliki jangkauan pasokan yang lebih besar.

Meriahkan ASEAN Day Ke-52, MRT Jakarta Tampilkan Uang Elektronik Edisi Khusus

Tepat hari Kamis ini (8/8) dilakukan perayaan ASEAN Day ke 52 di Kantor Sekretariat ASEAN yang diwarnai agenda peresmian gedung baru Sekretariat ASEAN oleh Presiden Joko Widodo pada pukul 08.00 WIB pagi tadi yang dilanjutkan dengan acara exhibition di Heritage Building mulai pukul 12.00 – 16.00 WIB, dimana MRT Jakarta ikut berpartisipasi dalam exhibition tersebut. Baca juga: Resmi Ganti Nama dari Sisingamangaraja Menjadi ASEAN, Stasiun MRT Ini Juga Terintegrasi Halte TransJakarta Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ASEAN ke-52 tersebut, MRT Jakarta bekerja sama dengan Bank DKI dan Bank BCA meluncurkan kartu uang elektronik co-branding dengan menampilkan logo MRT Jakarta dan ASEAN. Tersedia 1000 kartu Jakcard dan 200 kartu Flazz yang dibagikan secara gratis kepada tamu undangan ASEAN Day dan diharapkan tamu undangan yang mendapatkan kartu tersebut bisa langsung menggunakannya untuk mencoba MRT Jakarta saat perjalanan pulang dari perhelatan acara. Selain itu, untuk menghibur masyarakat yang menggunakan MRT Jakarta, pada sore hari ini mulai pukul 17.00 akan ditampilkan pertunjukan tarian dari 10 Negara ASEAN dan hiburan musik yang bertempat di lantai beranda peron Stasiun MRT ASEAN. Bagi masyarakat yang hadir di acara sore hari nanti, akan berkesempatan mendapatkan kartu uang elektronik edisi khusus co-branding MRT Jakarta dan ASEAN, kerjasama dengan Bank DKI dan Bank BCA. Salah satu stasiun MRT Jakarta yang terletak di depan Gedung Sekretariat ASEAN, diberi nama khusus Stasiun ASEAN. Lokasi Stasiun MRT ASEAN dalam hal ini sangat strategis berdampingan dengan kantor pusat perhimpunan antarbangsa yaitu Gedung Baru Sekretariat ASEAN. Alasan dari penamaan tersebut, seperti halnya disampaikan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan ketika peresmian stasiun MRT ASEAN tanggal 10 April 2019 lalu bahwa “Jakarta bukan hanya ibu kota Indonesia, namun juga ibu kota ASEAN”.

Sambut HUT Kemerdekaan Ke-54, Interior MRT Singapura Dipasangi Tema “Our Singapore”

Lepas dari Malaysia dan resmi menjadi negara merdeka pada 9 Agustus 1965, merupakan momen yang selalu dikenang oleh warga Singapura. Guna merayakannya, maka setiap 9 Agustus selalu digelar National Day Parade (NDP). Tidak hanya pawai dan atrarkasi besar-besaran, NDP terkenal dengan suguhan kembang api yang spektakuler di kawasan Marina Bay, belum lagi suguhan parade alat-alat perang milik militer Singapura di darat dan udara. Tak heran awal Agustus menjadi saat yang paling pas untuk datang ke Singapura. Menyambut momen besar tersebut, MRT Singapura (SMRT) bakal menampilkan tema khusus pada interiornya. Baca juga: Pindai Kartu EZ-Link, Anda Bisa Dapatkan Peta Virtual MRT Singapura Dikutip KabarPenumpang.com dari channelnewsasia.com (10/7), pihak Land Transport Authority (LTA) menyebut tema khusus pada MRT akan dihadirkan untuk merayakan 54 tahun kemerdekaan Singapura. Persisnya tidak semua armada MRT yang dipasangi tema tersebut, melainkan ada empat rangkaian pada rute North-South, East-West, North East, Circle dan Downtown lines yang akan diberi dekorasi dengan ikon “red and white stars.” Desain yang ditampilkan mencerminkan tema NDP tahun ini yaitu “Our Singapore.” Selain itu SMRT akan menampilkan poster dan spanduk tentang warga Singapura yang terkenal, seperti perenang Ang Peng Siong dan Joseph Schooling. LTA mengatakan dalam sebuah posting Facebook bahwa pada Parade Hari Nasional mereka akan bekerja sama dengan operator transportasi umum Singapura – SBS Transit dan SMRT – untuk meluncurkan kereta bertema NDP.” Selain itu, pada peron di Stasiun MRT Paya Lebar dan jalur transfernya juga telah didekorasi dengan tema yang sama. Tema NDP sendiri akan berakhir pada 18 Agustus 2019. Baca juga: Cuma Squat 20 Kali, Penumpang Bisa Naik MRT Singapura Gratis Nah, itu Singapura, lantas bagaimana dengan Indonesia yang juga tengah bersiap merayakan kemerdekaan pada 17 Agustus mendatang, apakah akan ada sentuhan tema khusus di KRL atau MRT Jakarta?

Ciptakan Bandara Ramah Lingkungan, Bandara San Francisco Larang Penggunaan Botol Plastik Sekali Pakai

Gerakan go-green dengan mengerem penggunaan plastik sekali pakai di dunia belakangan ini sudah mulai digalakkan. Tidak hanya di Indonesia saja, di luar negeri pun tengah gencar menyuarakan kampanye yang bertujuan untuk melindungi lingkungan ini. Sebut saja di Bandara Internasional San Francisco yang mulai memberlakukan aturan larangan penggunaan botol plastik sekali pakai yang akan efektif tertanggal 20 Agustus mendatang. Baca Juga: Tekan Limbah, Qantas Tahun Ini Stop Penggunaan Boarding Pass Berbahan Kertas Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (6/8), larangan ini diberlakukan pada semua botol air plastik sekali pakai yang ada di semua restoran, kafe, maupun mesin penjual otomatis yang ada di bandara berkode SFO tersebut. Sebagai gantinya, pengunjung akan dihimbau untuk membawa botol minumnya sendiri selama bepergian. Tidak asal mengeluarkan regulasi begitu saja, pihak bandara SFO juga telah menyediakan lebih dari 100 stasiun pengisian air minum gratis di sejumlah titik di bandara. “Dihimbau kepada seluruh pengguna bandara, baik vendor, penumpang, maupun bagian lain untuk tidak menggunakan, menyediakan, atau menjual minuman dalam botol plastik sekali pakai,” tulis pihak bandara dalam sebuah pernyataan. “Sebagai gantinya, kami sudah menyediakan stasiun pengirian air minum gratis dan menjual botol-botol minuman yang dapat dipakai berkali-kali,” tambahnya. Kendati menggunakan botol minuman yang dapat digunakan berkali-kali, itu tidak akan mengubah atau mengurangi cita rasa dari minuman yang Anda bawa – terkecuali Anda tidak pernah mencucinya hingga mengeluarkan bau yang tidak sedap. Walhasil, upaya bandara SFO untuk mengurangi limbah plastik ini disambut baik oleh berbagai kalangan – mulai dari pelancong yang perduli terhadap lingkungan hingga kelompok pemerhati lingkungan, Travel Without Plastic. “Kami sangat menyambut baik niat dari bandara SFO yang mulai mengeliminasi penggunaan dari botol plastik sekali pakai,” ujar pihak Travel Without Plastic. Baca Juga: Wujudkan Bandara Ramah Lingkungan, Bandara Dubai Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai Sebelumnya, Bandara Internasional Dubai (DXB) telah terlebih dahulu menyuarakan kampanye ramah lingkungan ini. Bandara DXB berencana untuk melarang setiap orang untuk menggunakan sedotan plastik di kawasan bandara dan menggantinya dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Tidak hanya sedotan, pihak bandara DXB juga telah melarang penggunaan dari kantong plastik hingga kertas yang menjadi salah satu penyebab utama dari pencemaran lingkungan.  

Perkeretaapian Cina Larang Penyajian Makanan Siap Saji yang Bisa Dipanaskan

Jaringan perkeretaapian yang berada di Cina bagian selatan mulai mengeluarkan aturan yang melarang penjualan dari makanan siap saji yang bisa dipanaskan sendiri. Hal ini dikarenakan penyajian makanan siap saji yang bisa dipanaskan sendiri dikhawatirkan dapat memicu alarm pendeteksi asap. Peraturan keselamatan kereta api wilayah otonom Guangxi Zhuang akan mulai melarang penyajian makanan semacam ini terhitung sejak Oktober 2019 mendatang. Baca Juga: Lapar di Kereta Api? Jangan Lupakan Nomer SMS/WhatsApp Ini Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman scmp.com (5/8), penerapan peraturan semacam ini juga akan menjadikan wilayah Guangxi Zhuang sebagai wilayah pertama di Cina yang melarang peredaran produk secara khusus. Makanan yang dimaksud di sini adalah sebuah paket makanan mengandung bubuk kapur yang bisa dipanaskan sendiri. Cukup menambahkan air ke dalam makanan tersebut dan memanaskannya selama tiga menit, maka makanan instan tersebut siap untuk disajikan kepada penumpang. Tidak tanggung-tanggung, bagi mereka yang kedapatan melanggar peraturan ini, maka mereka harus siap untuk merogoh kocek mulai dari US$70 hingga US$290 sebagai sanksinya. Sementara itu menurut salah satu petugas kereta yang enggan membongkar identitasnya mengatakan bahwa peraturan ini hanya berlaku bagi setiap penumpang yang beraangkat dari Guangxi saja. Sebelumnya, Provinsi Fujian dan Sichuan telah terlebih dahulu menerbitkan peraturan yang melarang setiap pengguna kereta api (termasuk petugas dan penumpang) untuk membawa barang yang dapat memicu sensor pendeteksi asap selama perjalanan – namun tidak dengan makanan siap saji yang bisa dipanaskan sendiri sebagaimana di Guangxi. Baca Juga: Kereta Api Punya Menu Makanan Baru dan Dapur Sentralnya Ternyata Ada di Yogyakarta Lain cerita dengan yang ada di Tanah Air, di mana penumpang masih bisa dengan bebas memesan makanan siap saji yang bisa dipanaskan semacam ini. Namun jika diperhatikan, revolusi yang terjadi di perkeretaapian Indonesia telah mengakibatkan hilangnya fasilitas makanan gratis yang terdapat pada kereta-kereta jarak jauh – sebut saja rute Bandung-Surabaya. Sekira tahun 1900-an hingga 2000-an, penumpang Kereta Argo Wilis maupun Turangga masih mendapatkan fasilitas makanan ini sebanyak dua kali dalam sekali perjalanan. Namun kini, fasilitas tersebut sudah hilang bak ditelan bumi. Apakah ada dari Anda yang merindukan momen-momen dimana Anda mendapatkan makanan gratis dari PT KAI?  

[Bagian 3] Jalur Kereta Jawa Pra Kemerdekaan – Lokomotif Mallet Jawara di Jalur Curam

Setelah bisa mengurangi waktu perjalanan 29 jam menjadi sekitar 13 jam, pada dekaede 30-an atau masa pra kemerdekaan, kereta api di Pulau Jawa telah menggunakan lokomotif Mallet. Lokomotif Mallet adalah lokomotif uap dengan dua bogie yang berdekatan satu sama lain, salah satu ciri lokomotif ini mempunyai tenaga besar untuk melintasi jalur yang dianggap berat. Seperti di daerah Bandung digunakan Mallet dengan konfigurasi 2-8 + 8-0 yakni dengan dua set roda delapan kopling yang independen. Baca juga: [Bagian 1] Jalur Kereta Jawa Pra Kemerdekaan – Hanya Beroperasi Sampai Pukul 6 Sore Selain itu juga sepasang roda idle di ujung cerobong yang mana lokomotif ini memiliki cerobong ganda dan mutakhir dalam peralatan mereka. Lokomotif ini dibuat di Amerika dan Belanda serta mampu menarik kereta barang seberat 1500 ton. Sedangkan jalur Padalarang sendiri mengikuti rute utama lainnya yang menembuh jalur memutar dari Batavia melalui Buitenzorg (Bogor). Pada lereng curam antara Bogor dan Bandung menggunakan lokomotif Mallet tipe 2-6 + 6-0. Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari mikes.railhistory.railfan.net, saat menuju ke arah timur dan berangkat dari Bandung, maka kereta-kereta penghubung dijalankan. Kemudian sebagai pengganti layanan jalur utama yang asli untuk terhubung dengan kereta ekspres Batavia-Surabaya ada di Kroya.
Stasiun Cibatu pada masa lalu
Baca juga: Stasiun Cibatu, Nuansa Vintage Yang Tak Lekang Ditelan Zaman Pada rute Bandung menuju Cicalengka yang dibangun oleh Staatsspoorwegen (SS), digunakan lokomotif tangki 4-6-4 digunakan untuk menarik kereta ekspres, sedangkan lokomotif Mallet megambil alih muatan menuju ke Banjar. Rute ini melalui pegunungan yang curam, berkelok-keluk dengan kurva yang tajam. Dengan jalur seperti ini, beberapa lokomotif tangki unik yang memiliki tidak kurang dari enam as berpasangan pernah melaluinya, tetapi keausan rel pada kurva dengan alasan wheelbase berpasangan panjang membuatnya menjadi kompleks dan membuat lokomotif Mallet diganti sehingga keausan berkurang. Pertengahan antara Bandung, Banjar adalah Cibatu yang mana ada kemiringan jalur di cabang yang menuju ke selatan arah Garut hingga Cikajang yang berada di ketinggian empat ribu kaki diatas permukaan laut.
Charlie Chaplin saat menyambangi stasiun Cibatu
Sedangkan antara Cibatu dan Banjar dengan jalur utama dari Bandung ke Surabaya memiliki jalur menurun 1900 kaki. Bandung berada di 2.332 kaki di atas permukaan laut. Selain kantor pusat administrasi kereta api ada juga sekolah pensinyalan bagi karyawan, sebagian karena peralatan pensinyalan jalur utama yang mutakhir membuat kecepatan tinggi kereta api di Jawa telah dimungkinkan. Faktor kontribusi lainnya adalah keunggulan trek dan standar perawatannya yang tinggi; rel yang digunakan berbobot 81 pon ke halaman. Beban gandar lokomotif tidak diizinkan melebihi dari dua belas hingga lima belas ton per gandar, dan ini juga membantu menjelaskan popularitas lokomotif Mallet, yang menyebarkan gaya traktif lokomotif yang kuat ke sejumlah besar gandar. Baca juga: [Bagian 2] Jalur Kereta Jawa Pra Kemerdekaan – Perjalanan Jadi Lebih Cepat Setelah Perang Dunia I Berakhir Lokomotif mallet diciptakan oleh Anatole Mallet, seorang insinyur Swiss. Mallet merasa uap yang dikeluarkan dari kuk silinder (cylinder cocks) terbuang percuma, padahal uap tersebut masih panas dan dapat dimanfaatkan. Maka Mallet menciptakan lokomotif mallet yang intinya adalah menggunakan kembali uap yang seharusnya dikeluarkan dari kuk silinder untuk selanjutnya menggerakkan tabung silinder di depannya.

Era 40 dan 50-an, Jadi Masa Keemasan Sajian Makanan di Kabin Pesawat

Ada yang menyebut bahwa makanan yang disajikan di pesawat tidak sehat, bahkan banyak penumpang yang memilih makan sebelum penerbangan untuk menghindari sajian di pesawat. Selain tidak sehat, makanan di pesawat tidaklah segar, lantaran sudah dibuat 12 jam bahkan beberapa hari sebelum keberangkatan dengan cara dibekukan. Baca juga: Yakin Sehat? Ini Rahasia Makanan di Pesawat Kata Mantan Pramugari Sehingga nantinya makanan tersebut hanya akan dipanaskan di dalam pesawat dengan microwave. Tapi tahukah Anda bahwa tidak semua makanan dalam penerbangan itu dianggap buruk karena dipanaskan? Sebab dalam sejarahnya, memperlihatkan bila operator penerbangan melakukan yang terbaik untuk menghadirkan makanan mereka dengan standar setinggi mungkin. Hal ini karena maskapai melayani pelancong mewah dan masyarakat elit (karena penerbangan dianggap perjalanan mewah kala itu). KabarPenumpang.com merangkum laman businesstravelerswife.com, penerbangan Handley-Page dari London ke Paris menjadi percobaan pertama makanan di pesawat. Tahun 1936 United Airlines mulai menghadirkan dapur yang dilengkapi peralatan untuk menyediakan makanan panas, hingga akhirnya maskapai lain mengikuti langkah tersebut. Sebuah video menghadirkan anak-anak untuk mencicipi makanan di pesawat sejak tahun 1920 hingga 2016 dengan berbagai model tempat sajiannya. Para koki tahun 1940-an menghadirkan fillet mignon dan 1950-an saat kaviar (telur ikan) serta berbagai macam kue disajikan dianggap norma pada menu penerbangan. Bisa dikatakan bahwa saat itu adalah masa keemasan perjalanan ketika pesawat dibangun dengan kabin luas dan ruang duduk serta makanan yang dimasak dalam oven selama lima menit. Mungkin Anda hampir tidak dapat membayangkan penumpang mana pun yang takut terbang dengan Pan Am dan maskapai lain yang beroperasi saat itu.
Menu nasi goreng dalam pesawat
Jadi apa yang terjadi antara sekarang dan kemudian yang membuat makanan maskapai penerbangan memiliki reputasi buruk? Di mana semuanya salah? Aksesibilitas tiket segera menjadi prioritas di atas kualitas makanan, yang menyebabkan ledakan dalam operator anggaran yang membebani penumpang dengan biaya yang lumayan untuk makanan dalam pesawat. Pada tahun 1970-an, para peneliti juga menemukan bahwa fungsi dalam indera perasa penumpang terhambat, yang akan membuat hidangan menjadi hambar meskipun sudah dibumbui dengan baik. Sehingga, maskapai memilih semur asin atau kari pedas untuk menutupi kekurangan rasa, tetapi gagal karena para pelancong merespons makanan dengan buruk.
Makanan tradisional yang disajikan dalam kabin kelas satu Japan Airlines (Pinterest)
Selama beberapa dekade, orang-orang mengeluh, sementara lebih banyak perusahaan membatalkan makan gratis dan membayar terlalu mahal untuk makanan dan minuman. Itu hanya lima tahun yang lalu ketika mereka merekrut koki selebriti, seperti Heston Blumenthal dan Carlo Cracco untuk meningkatkan penawaran kuliner udara. Anehnya, beberapa operator mempertahankan tingkat integritas yang sama dalam pengalaman kuliner mereka, bahkan dalam menghadapi serangan teroris 9/11 yang mendorong maskapai penerbangan untuk mengganti peralatan makan logam dengan yang plastik, dan menyajikan makanan ringan dasar seperti kacang dan soda. Kala itu, menu Qantas terdiri dari hidangan Prancis dan kemudian diperluas untuk memasukkan produk Australia dan pemasok internasional untuk menyediakan sampel masakan global untuk brosur mereka. Baca juga: Porsi Makanan di Pesawat Tak Cukup? Jangan Khawatir, Bisa Nambah Asal Sopan Tidak setiap maskapai sama buruknya dengan penerbangan tanpa embel-embel yang menganggap makanan sebagai prioritas terendah mereka. Tetapi dengan hub penumpang di seluruh dunia yang mendiversifikasi pilihan kuliner mereka, rasanya adil jika pesawat memberikan kualitas dan rasa yang sama pada menu mereka.