Serap Aspirasi Penumpang, Direksi Garuda Indonesia Langsung “On Board”

Garuda Indonesia dibawah Direktur Utama yang baru, Ari Askhara, melakukan serangkaian perubahan untuk menjamin pelayanan yang terbaik bagi pelanggan. Seperti mendengarkan ‘suara’ penumpang langsung bisa menjadi tolok ukur yang penting, dan pada Hari Minggu (21/10) digelar “CEO on Board” pada penerbangan GA 421 Rute Denpasar – Cengkareng yang dioperasikan dengan armada Boeing 777-300ER.

Baca juga: Inilah Syarat Untuk Menjadi Awak Kabin Garuda Indonesia

Berbeda dengan penerbangan Garuda Indonesia lainnya, pada penerbangan GA 421 ini seluruh jajaran direksi Garuda Indonesia turun langsung mempersiapkan layanan penerbangan di masing-masing lini operasional.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara menyebutkan, hal ini baru pertama kalinya dilakukan oleh Garuda Indonesia. Adapun Penerbangan GA421 dipilih sebab rute Bali-Jakarta pada akhir pekan merupakan salah satu penerbangan paling diminati mengangkut 300 lebih penumpang.

Ari Askhara mengungkapkan bahwa, “Melalui pelaksanaan program ini, Garuda Indonesia bermaksud menyerap aspirasi pelanggan secara langsung sekaligus menambah “insight” upaya peningkatan layanan dengan mendengarkan pandangan pelanggan atas kualitas layanan penerbangan Garuda Indonesia”

Selain mendengarkan masukan pelanggan secara langsung, pada kesempatan tersebut Dirut Garuda Indonesia Ari Askhara juga turut membantu awak kabin dengan turun langsung melayani pelanggan di pesawat dalam menyajikan makanan. Selain itu, Direktur Operasi Garuda Indonesia Capt Bambang Adisurya Angkasa juga turut serta berpartisipasi pada penerbangan tersebut dengan menjadi Pilot in Command (PIC).

Ari memaparkan, “Melalui pelaksanaan kegiatan ini kami percaya, bahwa bisnis layanan jasa yang baik, tidak dapat tercapai tanpa adanya kesadaran untuk mendengar lebih dekat masukan dan kritik dari pelanggan”.

Inisiatif yang Perusahaan lakukan ini juga diharapkan dapat memberikan nilah tambah atas pengalaman penerbangan para pelanggan sekaligus menunjukan bahwa keterlibatan dan masukan langsung para pelanggan memiliki arti tersendiri bagi upaya peningkatan layanan Perusahaan.

“Dengan karakteristik pelanggan yang semakin beragam dan tuntutan atas standarisasi kepuasan layanan yang terus meningkat, pendekatan langsung seperti yang kami lakukan pada hari ini tentunya diharapkan dapat mendukung upaya berkelanjutan Perusahaan dalam meningkatkan loyalitas pelanggan”, jelas Ari.

Karena Masalah Sepele, Tara Reid Dikeluarkan dari Penerbangan Delta Airlines

Diturunkan dari penerbangan yang akan berangkat menjadi satu aib sendiri bagi seorang penumpang. Apalagi penumpang tersebut diturunkan karena masalah sepele seperti terlibat perselisihan dengan awak kabin sebelum lepas landas.

Baca juga: Sekedar Ingin Meregangkan Tubuh, Model dan Pelatih Yoga Terpaksa Turun dari Pesawat

Mungkin bagi orang awam atau masyarakat biasa ini akan menjadi biasa saja. Tetapi bagaimana bila hal ini terjadi pada seorang selebriti? KabarPenumpang.com melansir dari laman news.com.au (17/10/2018), Tara Reid harus dikeluarkan dari penerbangan setelah diduga terlibat dalam perselisihan dengan awak kabin.

Perselisihan itu yakni terkait kursi yang salah dan tidak mendapatkan bantal. Aktris pemeran Amerikan Pie tersebut sebenarnya akan berangkat dari Los Angeles menuju ke New York pada Senin sore ketika insiden tersebut terjadi.

Sebenarnya awak kabin Delta Airlines telah berusaha untuk memuluskan dan membiarkan situasi itu saat pesawat mulai berjalan dari gerbang di Bandara los Angeles. Namun, pilot pesawat Delta akhirnya memiliki pikiran lain dan memutar balik pesawat kembali ke gerbang dan Tara diminta untuk turun dari pesawat itu.

Sebelum diusir dari penerbangan dan berselisih dengan awak kabin, Tara mengira kursinya berada dekat jendela dan situasinya memburuk ketika penumpang yang berada di depannya menyandarkan tempat duduknya. Seorang juru bicara Delta Airlines mengatakan, setelah Tara turun, penerbangan itu akhirnya lepas landas ke New York setelah penundaan singkat.

Baca juga: Telanjang dan Berlarian di Kabin, Pria Ini Akhirnya Diamankan di Dalam Toilet Pesawat

Akhirnya Tara juga mendapat penerbangan alternatif. Sebelum kejadian ini, pada bulan Agustus kemarin, Tara berbicara tentang perannya dalam serial Cultnado. Waralaba ini telah terbukti menjadi hit yang mengejutkan dengan para penggemar film yang terpesona dengan konsepnya yang gila, akting selebritas dan CGI lo-fi.

 

 

18 Orang Tewas di Taiwan Akibat Kereta Cepat Tergelincir

Sebanyak 18 orang meninggal dunia dan 170 penumpang lainnya luka-luka akibat tergelincirnya kereta cepat di Taiwan pada hari Minggu kemarin. Puyuma express sendiri saat itu tengah membawa 360 penumpang dari pinggiran Kota Taipei di utara yang bergerak ke Taitung sebuah kota dekat pantai tenggara Taiwan sebelum tergelincir.

Baca juga: Medsos Sumbang Peningkatan Kecelakaan pada Remaja, Otoritas Kereta Api Inggris Kampanyekan Keselamatan

Kemudian saat itu kereta tergelincir dan keluar dari rel sebelum jam 5 sore waktu setempat. KabarPenumpang.com melansir dari laman tampabay.com (21/10/2018), penumpang tewas akibat kecelakaan tersebut di dominasi dari gerbong pertama dan belum jelas apakah masih ada penumpang lain yang terjebak di kereta tersebut.

“Kereta api mereka berbalik. Mereka hancur, jadi mereka langsung tewas,” ujar juru bicara Departemen Pertahanan Nasional Chen Chung-chi.

Sebelumnya pemerintah mengatakan korban tewas sebanyak 22 orang, namun Badan Kebakaran Nasional mengurangi angka itu dan mengatakan ada salah perhitungan. Foto dari tempat kejadian yang beredar di sebelah selatan kota Luodong menunjukkan gerbong-gerbong kereta api tersebut dalam bentuk zig-zag di rel kereta.

Dari delapan gerbong kereta cepat, satu diantaranya terbalik dengan sisi bagian kanannya hancur. Ini menimbulkan ke khawatiran masih banyak penumpang yang terperangkat di dalam gerbong dan membuat petugas pemadam kebakaran mencari korban dalam gerbong tersebut.

Dalam evakuasi ini sendiri para tentara juga membantu untuk memindahkan jenazah paa korban agar bisa diidentifikasi. Sayangnya karena waktu masuk malam hari, agak sulit mengidentifikasi para korban tersebut. Evakuasi korban tewas dan tindakan pencarian korban juga masih terus berlangsung hingga Senin dini hari untuk memastikan penumpang yang ada di manifes kereta itu.

“Penyebab yang mendasari harus diselidiki semaksimal mungkin untuk menghindari hal seperti ini terjadi di masa depan. Kami akan membuat semuanya transparan,” ujar Perdana Menteri Lai.

Baca juga: Inilah 10 Kecelakaan Kereta Terburuk di Dunia

Dia mengatakan, akan memastikan lalu lintas kereta api kembali normal juga menjadi prioritas. Diketahui korban-korban yang terluka parah menderita luka di bagian kepalanya bahkan salah satu korban mengalami pendarahan di bagian dalam kepala.

Wakil Direktur Rumah Sakit Luodong Boai, Lin Chih-min mengatakan, saat ini empat orang dalam perawatan intensif dan pihaknya telah merawat total sebanyak 65 orang korban. Kereta yang tergelincir tersebut diketahui seharusnya berhenti di Stasiun Hsin Ma.

Didera Masalah Persinyalan, Komuter MTR Hong Kong Terganggu Selama 6 jam

Operator jaringan kereta komuter Hong Kong, MTR Corp. melaporkan bahwa empat jalur yang mereka operasikan sudah kembali normal setelah mengalami gangguan persinyalan yang berdampak pada lumpuhnya jaringan ini selama kurang lebih enam jam lamanya. Sialnya lagi, masalah persinyalan yang terjadi kala peak-hours pada Selasa (16/10/2018) pagi, kurang lebih sekitar pukul 05.30 waktu setempat. Penumpukan penumpang di stasiun merupakan dampak dari kejadian ini.

Baca Juga: Kejar Target Operasi di 2019, MRT Kaohsiung Taiwan “Kedatangan” Armada Alstom

Berdasarkan lansiran KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (17/10/2018), adapun empat jalur yang mengalami gangguan sinyal ini adalah Island line, Tsuen Wan line, Kwun Tong line, dan Tseung Kwan O line. Sehubungan dengan kejadian ini, MTR Hong Kong terpaksa menjalankan jaringan perkeretaapiannya dengan cara manual – kecepatan kereta diturunkan dan menambah waktu perjalanan hingga 40 menit.

Direktur Operasional dari MTR Hong Kong, Lau Tin-shing mengatakan, “Kontrol manual hanya menyediakan sekitar 20 hingga 30 persen dari layanan yang biasanya kami sediakan selama peak-hours,”

Tidak hanya itu, masalah persinyalan ini juga merambat hingga frekuensi perjalanan kereta yang tersedia menjadi 12 hingga 15 menit sekali. Normalnya, rataan frekuensi keberangkatan kereta dari keempat jalur ini adalah tiga hingga empat menit sekali.

Menurut laman sumber lain, MTR Hong Kong merupakan tulang punggung dari sistem transportasi yang menghubungkan kota dengan daerah-daerah di sekelilingnya, dengan rata-rata penumpang per harinya mencapai 5,8 juta di kala weekdays.

Sumber: SCMP

Bagi mereka yang terburu-buru, pihak MTR Hong Kong menghimbau untuk menggunakan moda transportasi lain – sementara mereka berusaha untuk memperbaiki sistem persinyalan tersebut.

Ternyata, gangguan pada sistem persinyalan ini juga berdampak pada kondisi lalu lintas di sana, dimana jalanan menjadi semakin macet karena antrian ratusan hingga ribuan komuter yang hendak pergi ke kantor atau ke sekolah membludak hingga memenuhi jalan.

Baca Juga: Ponsel Keluarkan Asap, 80 Penumpang MTR Hong Kong Terpaksa di Evakuasi

“Ini gila. Masalah MTR tidak hanya berpengaruh terhadap pengguna MTR, tetapi juga memengaruhi pengguna jalan dan sarana transportasi lainnya, ” tutur salah seorang komuter bernama Leung. “Apakah saya harus naik taksi HK$200 (Rp387.700) atau HK$300 (Rp581.000) untuk bekerja setiap MTR mengalami masalah persinyalan semacam ini?” tukasnya ketus.

Kendati memakan waktu yang tidak sebentar, namun pada pukul 12.00 waktu setempat, operator sudah bisa memperbaiki sumber masalah pada keempat jalur ini dan sudah bisa mengoperasikan layanannya secara normal kembali.

 

Fotonya Viral di Facebook, Inilah Reaksi Pramugari Cantik AirAsia

Baru-baru ini seorang pramugari maskapai berbiaya hemat AirAsia menjadi viral foto-fotonya di media sosial. Hal tersebut karena seorang penumpang bernama George Wong mengambil foto pramugari cantik itu secara candid atau diam-diam kemudian mengunggahnya ke akun Facebook miliknya.

Baca juga: Lesyiana Oktaviana, Pramugari Kereta Cantik yang Kuasai Empat Bahasa!

Dilansir KabarPenumpang.com melansir dari laman thesun.co.uk (17/10/2018), foto-foto yang di unggah pada 13 Oktober 2018 kemarin, sudah dibagikan lebih dari empat ribu kali dan dikomentari lebih dari dua ribu warganet dalam dua hari. Pramugari tersebut diketahui bernama Mabel Goo dari AirAsia Malaysia. Foto Goo yang di posting saat dirinya berbicara dengan seorang penumpang dan melayani pembelian makanan dari troli.

“Tarif terjangkau dengan pemandangan luar biasa, apa lagi yang harus dikeluhkan?” tulis Wong dan menjadi caption foto yang diunggahnya tersebut.

Foto Goo pun dibanjiri pujian warganet dan dijuluki sebagai salah satu pramugari tercantik di dunia. Bahkan setelah Goo tahu fotonya viral, dia tak malu dan mengunggah postingan itu ke Instagram miliknya dan detail profil dirinya tertulis seorang freelance dancer, bussiness students dan seorang pramugari.

Karena postingannya itu, akun Instagram milik Goo bertambah pengikutnya dalam 48 jam setelah dirinya kembali mengunggah postingan tersebut. Beberapa warganet yang melihat postingan tersebut mengomentarinya.

“Bagaimana saya bisa memesan tiket hanya untuk berada di penerbangan yang sama dengannya?,” tulis pengguna Facebook, Francis Chen.

Pengguna Facebook lainnya, Tan Wong berkomentar, “Saya akan mendorong tombol bantuan yang dibutuhkan selama penerbangan.”

Meski demikian, ada beberapa netizen yang mengecam ulah penumpang tersebut karena mengambil foto pramugari secara diam-diam. Mereka menyebut tindakan George Wong menyeramkan. Ada juga yang menganggapnya sebagai penguntit.

“Semua orang mengeluarkan air liur di atas gadis itu, tetapi apakah ada yang menganggap ini bukan perilaku yang benar,” kritik pengguna media sosial, Darrell Foam.

Baca juga: Lady Richiana, Pramugari Kereta Cantik yang Merangkap Sebagai Beauty Advisor

Mabel Goo yang menyadari fotonya viral telah menerima permintaan maaf dari penumpang itu. Namun, dia tidak mempersoalkan hal tersebut dan justru ikut membagikan posting Facebook itu di akun Instagram-nya.

“Adakah yang bisa memberitahu saya bagaimana candid acak seperti ini menjadi viral?,” tanya Goo.

“Saya tidak tahu mengapa foto-foto itu begitu populer. Tapi sangat bagus bagi orang-orang untuk mengatakan kata-kata yang baik seperti itu. Saya hanya ingin melakukan pekerjaan saya sebagai pramugari dengan kemampuan terbaik saya dan memastikan semua orang memiliki penerbangan yang menyenangkan,” ujarnya.

Yakin Sehat? Ini Rahasia Makanan di Pesawat Kata Mantan Pramugari

Makanan di pesawat memang berbeda dengan makanan yang ada di darat, apalagi rasanya pun akan berbeda jauh dengan makanan di darat. Pasalnya indera perasa akan kehilangan 30 persen saat berada di ketinggian lebih dari 30 ribu kaki. Namun, tahukah Anda bagaimana dan kapan makanan yang ada di pesawat itu di masak?

Baca juga: Maskapai di India Wajib Hadirkan Tabel Gizi di Baki Makanan

KabarPenumpang.com melansir dari laman orlandosentinel.com (18/10/2018), seorang mantan pramugari mengatakan, sebaiknya penumpang BYOF (bring your own food) atau bawalah makanan Anda sendiri. Menurut akun pribadinya, makanan maskapai jauh lebih mahal harganya dibandingkan dengan apa yang terlihat di depan mata penumpang.

Shreyas P, mantan pramugari yang mengaku pernah bekerja di lima maskapai besar menyampaikan ketidakberuntungnya berada di balik layar terkait minuman pesawat di thread di Quora. Bahkan Shreyas mengaku, dirinya terbiasa membawa makanan sendiri dan menjadi praktik yang mungkin dilihat semua awak kabin pintar.

Dirinya mengaku, ada beberapa makanan pesawat yang tidak mereka sentuh. Sebab tak satupun makanan-makanan yang disajikan itu dekat dengan kata segar.

“Makanan yang ada untuk Anda tidak disiapkan di dapur pesawat tetapi di katering. Yang lebih seringnya makanan tersebut disediakan 12 jam bahkan beberapa hari sebelum keberangkatan pesawat. Sekarang, berapa banyak industri seperti itu yang Anda tahu di mana panas atau makanan dingin dibuat beberapa hari sebelum Anda mengkonsumsinya?,” ujar Shreyas.

Dia menambahkan, buah potong yang disajikan pun tidaklah segar, melainkan dipotong beberapa jam sebelum keberangkatan pesawat. Shreyas mengatakan, penumpang penerbangan malam harus lebih waspada pada sarapan yang diberikan maskapai.

Baca juga: Sajian Makanan di Pesawat Wajib Ekstra Bumbu, Inilah Alasannya!

“Pilihan telur biasanya tidak terbuat dari telur asli dan diganti bahan lain agar terlihat seperti telur,” ujarnya.

Shreyas menambahkan, karena berada di ketinggian selera dan indera perasa serta penciuman akan berkurang. Sehingga makanan yang dilihat dan dirasakan menjadi super hambar. Tetapi beberapa tahun terakhir katering maskapai penerbangan menambahkan rempah-rempah, garam dan lemak untuk membuat mulut penumpang merasakan makanan mereka. Penambahan ini, bersama dengan pilihan makanan itu sendiri, membuat pilihan makanan “sangat tidak sehat”, bahkan jika Anda memilih makanan mentah, vegan, atau lainnya.

Waduh! Air Panas Dalam Penerbangan Ternyata Berasal dari Saluran yang Sama dengan Toilet

Pernah memesan teh atau kopi panas dalam sebuah penerbangan? Tahukah Anda dari mana air panas untuk membuat teh dan kopi tersebut? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini kerap kali melintas di kepala penumpang pesawat. Pasalnya sumber air hanya ada di toilet pesawat tersebut, tetapi sebuah penelitian mengatakan, air tersebut mengandung bakteri yag membuat penumpang terkena diare atau disentri.

Baca juga: Teh dan Kopi Panas Tak Baik Dipesan Dalam Penerbangan? Ini Alasannya!

KabarPenumpang.com melansir dari laman news.com.ua, seorang pramugara telah mengungkapkan alasan agar penumpang tidak memesan teh atau kopi panas selama penerbangan atau menahan diri hingga tiba di tujuan. Awak kabin yang tak disebutkan namanya tersebut mengatakan air yang digunakan untuk minuman panas dalam penerbangan di dapatkan dari cairan portabel yang saluranya melewati sistem saluran toilet pesawat. Awak kabin itu juga mengatakan toilet pesawat sebagai salah satu tempat paling menjijikkan.

“Kami baru-baru ini menguji E.coli di air kami dan itu tidak lulus kebersihan dan kemudian petugas pemeliharaan datang dan menekan beberapa tombol dan pergi. Jadi hindari air panas atau teh. Minuman di botol dan es menjadi pilihan lebih baik,” ujar salah seorang wakil dari awak kabin.

Bahkan karena hal ini, maskapai penerbangan menawarkan tips cara bergabung dengan Mile High Club. Mereka mengatakan, tunggu layanan saat awak kabin berada di lorong. “Semua orang sibuk dan memiliki pekerjaan saat itu dan saya tidak peduli apa yang terjadi di belakang saya,” ujar awak kabin.

Dia mengatakan, mungkin ada sepuluh orang yang sedang mengantri toilet pesawat dan mereka tidak tahu akan hal itu.

“Di pesawat yang lebih kecil, untuk penerbangan yang lebih pendek, para petugas tidak memperhatikan Anda seperti Anda pikir kami. Kami menggunakan ponsel kami di belakang dengan yang lain atau melakukan pekerjaan kami. Kami tidak ingin berada di dekat kamar mandi itu kapan saja dan kami akan menghindarinya dengan segala cara,” kata mereka lagi.

Pada tahun lalu, diketahui Environmental Protection Agency (EPA) menjelaskan hasil dari penelitian air di toilet pesawat dan ditemukan banyak Coliform. Biasanya air yang digunakan untuk minuman panas pada penerbangan langsung dari keran bukan dari botol berisi air. EPA melakukan penelitiannya pada tahun 2004 dan menemukan 12,6 persen sampel yang diambil mengandung Coliform. Coliform sendiri merupakan indikator banyaknya kotoran yang ada sehingga menentukan kualitas sanitasi makanan dan air.

“Baik total coliform dan E coli adalah indikator bahwa organisme penyebab penyakit lain (patogen) dapat hadir di air dan berpotensi mempengaruhi kesehatan masyarakat,” diambil dari catatan EPA.

EPA juga menemukan dari 158 pesawat yang diuji, dua diantaranya positif E coli yang dapat menyebabkan diare dan kram perut. Tak hanya itu, satu dari delapan pesawat juga gagal memenuhi standar keamanan air yang mereka gunakan. Hal ini yang membuat para awak kabin tidak menyentuh air tersebut.

Baca juga: Sering Sakit Saat Turun Pesawat? Mungkin Ini Penyebabnya!

Tahun 2009, EPA kemudian mengubah standar yang mereka miliki dan memaksa maskapai-maskapai penerbangan menggunakan sumber air yang mengikuti panduan Food and Drug Administration (FDA). Maskapai-maksapai tersebut juga harus mendisinfeksi dan menguji air mereka setidaknya satu tahun sekali. Pada 2012 lalu, EPA melangsungkaan lebih banyak tes dan hasil yang didapat serupa dengan tahun 2004. Dimana hasilnya sekitar 12 persen hasil uji positif Coliform dan 0,5 persennya mengandung bakteri E. coli.

International Journal of Environmental Research and Public Health tahun 2015 menemukan bahwa ada banyak bakteri di truk yang mengantar air dibandingkan dari sumber air aslinya. Jika hingga kini Anda berpikir dengan memanaskan air bisa membunuh kuman dan bakteri, baiknya pikirkan ulang.

Butuh Bantuan Medis Darurat dalam Penerbangan? Awak Kabin Bisa Hubungi MedAire

Situasi darurat medis kerap kali terjadi dalam sebuah penerbangan yang tengah mengudara dan menimpa penumpang. Mungkin penumpang akan berpikir dalam keadaan darurat tersebut kru atau petugas medis akan datang menyelamatkan mereka.

Baca juga: Sepasang Petugas Medis Beraksi Selamatkan Nyawa Penumpang di Kabin Singapore Airlines

Tetapi faktanya jika terjadi kesalahan yang sangat serius, ada tim darurat di lapangan yang dapat membantu. Tak hanya itu, layanan medis internasional darat ini bisa di hubungi oleh awak kabin saat mereka berada di udara.

KabarPenumpang.com melansir dari laman express.co.uk (16/10/2018), seorang pramugari bernama Amanda Pleva mengungkapkan yang dilakukan kru saat terjadi keadaan darurat tersebut. MedAire merupakan pusat panggilan yang digunakan oleh maskapai penerbangan di seluruh dunia dan mereka dapat memberikan bantuan selama situasi yang aktif.

“MedAire memiliki staf 24 jam sehari 7 hari seminggu dengan dokter yang dapat mengarahkan kita tentang bagaimana untuk melanjutkan dengan keadaan darurat onboard. Arah mereka sangat penting, dan mereka juga dapat menginstruksikan kami tentang cara menggunakan peralatan medis tertentu di pesawat,” ujar Amanda.

Awak kabin dilatih untuk menangani keadaan darurat, tetapi mereka terbatas pada alat-alat dasar. Ini dapat termasuk Automated External Defibrillators (AEDs), oksigen tambahan dan kit pertolongan pertama secara umum. Namun, dalam keadaan yang lebih serius, perangkat lain hanya dapat digunakan oleh pakar.

“Ada lebih banyak alat yang tidak bisa kami gunakan kecuali di bawah instruksi eksplisit MedAire. Ini biasanya termasuk obat-obatan IV dan peralatan lain yang lebih maju tetapi tidak dianggap mustahil bagi seseorang tanpa pelatihan medis untuk dikelola tanpa bantuan,” kata Amanda.

Dia mengatakan, hal ini biasanya termasuk obat-obatan dan peralatan lain yang lebih maju tetapi tidak dianggap mustahil bagi seseorang tanpa pelatihan medis untuk dikelola tanpa bantuan. Hambatan bahasa tidak menjadi masalah karena MedLink dapat memfasilitasi komunikasi dalam lebih dari 140 bahasa, menurut situs web MedAire.

“Ketika situasi medis muncul selama penerbangan, anggota awak memiliki akses siap ke dokter gawat darurat yang akan membantu menilai situasi dan membuat rekomendasi medis untuk mengelola acara,” kata situs web.

Dalam sebagian besar kasus ketika ada keadaan darurat medis, pesawat akan mengalihkan dan menuju ke bandara terdekat. Dengan cara ini penumpang dapat dilarikan ke bandara dan menerima perawatan dari para ahli tangan pertama.

“Para dokter MedLink akan memberikan rekomendasi medis ahli mereka untuk pertimbangan pilot. Jika pilot memutuskan untuk mengalihkan, tim MedLink akan membantu pilot dan pengiriman untuk menentukan lokasi pengalihan yang paling sesuai secara medis berdasarkan kebutuhan medis penumpang,” kata MedAire.

Baca juga: Bawa Anak Autis Dalam Penerbangan? Ini Dia Tipsnya!

MedAire terus menyediakan layanan setelah pesawat mendarat dan akan mengoordinasikan layanan darurat lokal. MedAire mengelola database dan memiliki kemampuan respons medis darurat di lebih dari lima ribu bandara yang dilayani oleh mereka.

“Jika pengalihan diperlukan, tim MedLink kami akan berkoordinasi dengan pengiriman, operasi bandara, dan layanan darurat lokal di darat untuk memenuhi pesawat untuk perawatan medis penumpang,” jelas MedAir.

Awak kabin lain mengatakan, jika hal buruk terjadi selama penerbangan dan ada kematian, awak kabin akan sering menutupi penumpang yang meninggal dengan selimut.

Sydney Canangkan Pembangunan Stadion di Atas Stasiun Central

Sebuah perusahaan asal Australia yang bergerak dibidang arsitektur, Bates Smart mengumumkan bahwasanya mereka hendak membangun sebuah stadion di atas Central Station, Sydney. Dalam rancangannya, stadion ini digadang-gadang mampu menampung hingga 45.000 penonton. Ini merupakan salah satu alternatif yang ditempuh Pemerintah Negara Bagian New South Wales untuk membangun kembali Stadion Sepakbola Sydney yang ada di Moore Park.

Baca Juga: Sydney Hadirkan Kereta Double Deck Terbaru dari Korea Selatan, Mengular di 2020

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman dezeen.com (18/9/2018), pembangunan stadion unik ini akan mengikat sarana olahraga dengan ‘peradaban – pusat kota. Hal ini sejalan dengan kecenderungan merangkaknya kuantitas dari stadion modern yang di bangun di pusat kota.

“Hari ini sebuah renaissance sedang berlangsung, yang diwujudkan dengan hadirnya konsep stadion yang terintegrasi dengan pusat kota,” ujar Philip Vivian, Direktur Bates Smart.

“Nantinya, stadion ini juga akan bertindak sebagai katalis pembaruan perkotaan,” tandasnya.

Sudah pasti, dengan menempatkan stasiun di atas sebuah stadion akan memberikan jaringan transportasi umum berbasis massal yang sangat baik

“Sebut saja Camden Yards di Baltimore dan Docklands Stadium di Melbourne, dimana kedua fasilitas publik ini seolah berperan sebagai jangkar untuk entertainment district sembari memperkenalkan kembali kearifan lokal yang ada di kota,” tambah Philip.

“Kami mengusulkan untuk membangun stadion pengganti Stadion Sepakbola Sydney di atas Central Station, dimana ini akan memberikan manfaat terhadap aksesibilitas transportasi umum berbasis massal di sini, dan juga untuk mengkatalisasi pengembangan rel yang menghubungkan Surry Hills ke Chippendale,” terang Philip.

Jika ditelaah lebih dalam lagi, pembangunan stadion di atas stasiun ini juga akan membantu tumbuh kembang daerah-daerah di sekitar – akan berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih luas untuk negara, kota dan lingkungan sekitarnya.

Baca Juga: Wujudkan Mimpi, Pemilik Resor di Australia Hadirkan Kereta Bertenaga Sel Surya

Menurut Bates Smart, usulan alternatif yang mereka sampaikan ini dinilai lebih baik daripada rencana pemerintah sebelumnya, karena Moore Park tidak dilayani dengan baik oleh jaringan transportasi umum dan tidak memiliki banyak tempat hiburan dan perhotelan di dekatnya.

Diharapkan dengan adanya pembangunan ini, kelak daerah tersebut akan perlahan berkembang dan dapat menjadi salah satu penyumbang pendapatan negara.

 

Ini Dia Deretan Stasiun Unik yang Terbengkalai dari Seluruh Penjuru Dunia

Sebagai salah satu infrastruktur penunjan operasional kereta api, tentu saja stasiun memegang peranan yang sangat krusial. Ketika berbagai negara saling pamer stasiun bersemat teknologi nan mutakhir, ada beberapa negara yang malah menutup stasiunnya dengan ragam alasan yang melatarbelakanginya – mulai dari faktor sepi pengunjung dan lain-lain.

Baca Juga: Inilah 12 Stasiun Angker di Dunia!

Kira-kira, dimana saja ya stasiun yang ditutup tersebut? Berikut KabarPenumpang.com paparkan beberapa contoh stasiun yang ditutup, dikutip dari berbagai laman sumber.

Stasiun Fushouling, Cina

Stasiun Fushouling. Sumber: istimewa

Menurut Guardian, awal mulanya stasiun Fushouling di Beijing, China dibangun untuk penggunaan militer. Kemudian stasiun ini berfungsi mengantar anak-anak pedesaan untuk perjalanan ke sekolah hingga akhirnya ditutup pada 2007.

Stasiun Strand, Inggris

Stasiun Strand. Sumber: istimewa

Stasiun yang lebih dikenal dengan nama Aldwych Station ini dibangun pada tahun 1907. Stasiun yang terletak di City of Westminster ini sempat mengalami pasang surut yang berdampak pada buka dan tutupnya stasiun ini. Pertama, Stasiun Strand ditutup pada tahun 1940 karena alasan perang. Lalu stasiun ini kembali beroperasi pada tahun 1946. Terakhir, tahun 1994 stasiun ini benar-benar ditutup secara permanen karena biaya renovasi yang membengkak.

Stasiun Bahnbetriebswerk Pankow-Heinersdorf, Jerman

Sumber: istimewa

Bahnbetriebswerk Pankow-Heinersdorf merupakan stasiun kereta yang terbengkalai yang terletak di Berlin, Jerman. Stasiun ini dibuka pada Oktober 1893 dan hanya beroperasi hingga tahun 1990-an dan tak pernah digunakan lagi. Menurut laman digitalcosmonaut.com, stasiun ini terhubung ke salah satu jalur kereta api utama di Berlin dan dirancang seperti kereta turntable raksasa.

Kereta ini dirancang untuk satu arah. Begitu kereta modern mulai bermunculan pada 1990-an, stasiun kereta ini tidak dapat mengakomodasi panjang kereta baru. Pasalnya, turntable itu sendiri tidak dapat dibangun atau diperbesar. Karena terlalu lama terbengkalai, stasiun ini pun kerap diidentikkan dengan hal-hal mistis. Hiii!

Baca Juga: Tanggula, Stasiun Terbengkalai di Atas Awan

The Cincinnati Subway di Cincinnati, Ohio

Sumber: Wikipedia

Stasiun ini dianggap sebagai proyek percobaan yang gagal untuk kota. Cincinnati memutuskan untuk membangun sistem kereta bawah tanah pada awal 1900an, ketika perdagangan sungai mencapai puncaknya. Dikarenakan biaya pembangunan kereta bawah tanah yang tinggi, maka konstruksi pun dihentikan pada 1920. Saat ini pengunjung ke Cincinnati dapat melihat terowongan bawah tanah. Konstruksi terbengkalai ini dapat dilalui dengan cara tur “Walk and Talk”. Kereta bawah tanah ini tidak pernah selesai dan tidak pernah mengangkut satu penumpang satu pun.