Sepanjang 2015 – 2017, 50 Ribu Orang Tewas di Jalur Kereta Api India!

Kereta api India, setiap tahun ternyata menghilangkan nyawa puluhan ribu orang bila di total dari beberapa bagian zona yang di operasikan Indian Railways. Data kematian terbesar dilaporkan dari zona kereta api utara yakni 7908 orang, kereta api selatan 6149 orang dan kereta api timur 5670 orang.

Baca juga: Saat Kembang Api Beraksi, 60 Orang Tewas Tertabrak Kereta Saat Festival Dussehra

Data ini sendiri dikeluarkan setelah Insiden yang menewaskan sekitar 60 orang dan puluhan orang lainnya terluka di Amritsar pada Jumat (19/10/2018) kemarin saat festival Dussehra. Dalam tiga tahun terakhir yakni 2015-2017 data resmi dari Indian Railways menyatakan hampir 50 ribu nyawa melayang di rel setelah tertabrak kereta api.

KabarPenumpang.com melansir dari laman news18.com (22/10/2018), data yang diberikan Indian Railways, ada sebanyak 49.790 orang meninggal dunia karena tertabrak kereta saat berada di rel. Government Railway Police (GRP) atau Polisi Perkeretaapian Pemerintah mengumpulkan data tentang zona kematian tersebut dan mengatakan data tahun 2018 ini belum terkumpul semua.

Adapun kematian masyarakat yang terjadi di jalur kereta api karena masuk tanpa izin, melanggar keselamatan dan instruksi peringatan, menggunakan ponsel dan gadget lainnya saat melintasi rel kereta api. Para pejabat mengatakan, pihak kereta api telah mengambil langkah-langkah korktif seperti pengumuman reguler melalui sistem alamat penumpang di stasiun, mendesak penumpang menggunakan jembatan penyeberangan atau use foot-over bridges (FOBs), kesadaran berkendara agar masuk dengan izin, pembangunan dinding pembatas, menghadirkan tanda-tanda peringatan untuk mencegah kecelakaan di rel kereta api.

Baca juga: Nyaris Celakakan 1.000 Penumpang, Tujuh Petugas Kereta Api India Diganjar Sanksi Berat!

Pelanggaran tanpa izin di tempat-tempat perkeretaapian, termasuk di jalur, adalah pelanggaran yang dapat dihukum berdasarkan Pasal 147 Undang-Undang Perkeretaapian, 1989. Selama 2018, pada September, 120.923 orang ditangkap dan dituntut oleh Angkatan Perlindungan Kereta Api atau Railway Protection Force (RPF) karena mengganggu sistem kereta api.

Menurut Bagian 147 dari Indian Railway Act, total denda Rs2,94 crore dikenakan pada mereka oleh pengadilan selama periode tersebut, menurut data yang diberikan oleh kereta api. Tahun lalu, 175.996 orang ditangkap dan dituntut oleh RPF karena masuk tanpa izin sistem kereta api dan denda Rs4,35 crore dikenakan pada mereka.

Bandara Heathrow Siap Adopsi Teknologi Biometrik Pada Musim Panas 2019

Meningkatnya jumlah penumpang dan prediksi tentang peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan di Bandara Heathrow, Inggris, memaksa para otoritas terkait untuk melakukan sebuah inovasi yang dapat mengentaskan masalah tersebut – walaupun tidak sepenuhnya. Baru-baru ini, otoritas bandara di Inggris tersebut mengumumkan rencananya untuk menggunakan layanan biometrik dalam skala penuh pada musim panas 2019. Jika sukses, ini akan menjadi bandara yang menggunakan inovasi biometrik terbesar di dunia.

Baca Juga: Identifikasi Biometrik di Bandara Canberra Mencapai Akurasi 94 Persen

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (19/10/2018), teknologi biometrik ini mencakup face recognizing dan penyimpanan barang kargo di counter check-in, gerbang pemeriksaan bandara, dan boarding gates. Diharapkan, penggunaakn teknologi inovatif ini dapat memangkas estimasi perjalanan penumpang di dalam bandara.

“Diharapkan sepertiga waktu penumpang dapat diminimalisir,” ujar Direktur Customer Relations and Service Bandara Heathrow, Jonathan Coen.

“Ketika julah penumpang di bandara ini terus bertambah, kami harus mencari cara inovatif untuk membuat penumpang ‘mengalir’ lebih cepat, namun tidak juga mengesampingkan aspek keamanan dari Bandara Heathrow,” tandasnya.

Jonathan sendiri percaya bahwa biometrik merupakan kunci dari kesuksesan sebuah bandara di masa yang akan datang. “Biometrik adalah kunci untuk membantu kami dalam mengentaskan masalah peningkatan jumlah penumpang yang diprediksi akan meroket dalam beberapa tahun mendatang,” jelas Jonathan.

Adapun proyek pemasangan biometrik ini ditaksir mencapai angka £50 juta atau yang setara dengan Rp992,2 miliar – namun angka tersebut tidak menjadi masalah ketika solusi yang ditawarkan dapat ‘merampingkan’ waktu perjalanan penumpang di bandara, terutama ketika daya tampungnya sudah meningkat kelak.

Tujuan dari pemasangan teknologi biometrik ini tergolong cukup sederhana, yaitu agar pihak bandara dapat memastikan bahwa penumpang tidak terlalu banyak menghentikan langkahnya ketika hendak mengarah menuju boarding gate.

Guna memastikan teknologi biometrik ini berjalan dengan lancar di musim panas 2019 kelak, pihak Bandara Heathrow rencananya akan melakukan uji coba pada tahun ini – dengan harapan penumpang dapat memberikan feedback terhadap teknologi inovatif ini.

Baca Juga: Enam Teknologi Ini Jadi Benchmark Kemajuan Bandara di 2018

Dilandaskan pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh International Air Transport Association (IATA) menyebutkan bahwa sebanyak 64 persen penumpang di Inggris berkenan untuk membagikan data biometrik mereka asalkan dapat meningkatkan pengalaman penerbangannya. Selain itu, data yang dihasilkan oleh face recognizing juga dinilai lebih akurat ketimbang menggunakan pemeriksaan manual.

Dalam Sosis yang Dibawa Penumpang, Virus Flu Babi Afrika Ditemukan di Bandara Hokkaido

Baru-baru ini sebuah virus flu babi Afrika terdeteksi di barang bawaan seorang pelancong dari Cina yang tiba di Hokkaido. Hal ini dikatakan Kementerian Pertanian Jepang pada hari Senin (22/10/2018) kemarin. Virus flu babi Afrika tersebut ditemukan di dalam sosis yang dibawa pelancong tersebut.

Baca juga: Saat Ada Penumpang Flu di Kabin, Maka Virusnya Tak Menyebar Pada Semua Orang

KabarPenumpang.com melansir dari laman japantoday.com (23/10/2018), bahwa virus flu babi Afrika itu terdeteksi dalam sosis yang dibawa oleh penumpang asal Cina yang baru tiba di Bandara New Chitose, Hokkaido, Jepang. Sosis tersebut dinyatakan positif terkena virus tersebut dan menjadi kasus pertama virus itu yang dibawa dari negara tersebut keluar negeri.

Untungnya dari laporan yang masuk, tidak ada kasus infeksi dari dalam yang terkait dengan virus flu babi Afrika itu. Dari penelitian, virus flu babi Afrika ini dianggap lebih mematikan daripada flu babi konvensional atau yang juga dikenal dengan babi kolera. Selain itu, saat ini belum ada vaksn yang efektif untuk melindungi babi dari penyakit yang mematikan tersebut.

Serangan penyakit tersebut dilaporkan di Cina pada tahun ini dan pihak berwenang khawatir terkait risiko penularan penyakit yang menyebar ke negara-negara Asia lainnya termasuk Jepang. Karena hal ini Organisasi Pangan dan Pertanian PBB kemudian menyerukan kolaborasi regional termasuk pemantauan dan langkah-langkah kesiapan yang lebih kuat.

Menurut Departemen Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, penumpang yang tiba pada 1 Oktober dari Beijing ditemukan memiliki sekitar 1,5 kilogram sosis yang dilarang dibawa ke negara itu. Penumpang diminta untuk meninggalkan sosis dan mereka diuji positif dalam tes genetik negara yang dilakukan kemudian.

Baca juga: Mesin Self Service di Bandara Ternyata Jadi ‘Sarang’ Kuman dan Bakteri

Kementerian tersebut mengatakan tidak jelas apakah sosis yang dikemas dan di vakum mengandung daging babi yang diproduksi di Cina. Menurut FAO, Cina adalah produsen babi utama dan menyumbang sekitar setengah populasi global babi.

Sangat tidak mungkin bahwa makanan yang terinfeksi virus flu babi Afrika akan menyebabkan wabah di Jepang kecuali babi di negara itu diberi makan dengan makanan yang terinfeksi. Flu babi baik Afrika maupun klasik tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap kesehatan manusia karena mereka adalah babi piaraan dan babi hutan, tetapi infeksi dapat merusak industri peternakan. Bulan lalu, infeksi babi kolera dikonfirmasikan di antara babi domestik di Jepang untuk pertama kalinya dalam 26 tahun, di pusat kota Jepang Gifu.

Ternyata Senioritas Masih Jadi Patokan Panjang Pendek Rok Pramugari

Awak kabin perempuan atau yang biasa disebut pramugari ternyata memiliki rahasia dengan seragam yang mereka kenakakan saat bertugas. Selain warna, panjang pendek sebuah rok pramugari juga menjadi salah satu rahasia yang tidak diketahui penumpang dan masyarakat awam. Di Indonesia, maskapai plat Merah, Garuda Indonesia memiliki empat warna seragamnya dan ini menggambarkan tingkat atau posisi mereka dalam penerbangan.

Baca juga: Seragam Pramugari Garuda, Beda Warna, Beda Pula Arti dan Jabatannya

Dengan seragam berwarna toska, jingga, biru tua dan ungu, dimana pramugari berseragam toska dan jingga merupakan yang paling sibuk dalam kabin. Pramugari berseragam ungu adalah Maitre d’cabin salah satu posisi baru di kabin Garuda Experience dan biru tua digunakan oleh Flight Service Manager (FSM) yang memiliki jabatan langsung di bawah pilot.

KabarPenumpang.com melansir dari laman express.co.uk (7/10/2018), pramugari yang telah bekerja lebih dari 15 tahun yakni Heater Poole mengungkapkan bagaimana seragam mereka benar-benar berarti. Poole mengungkapkan bahwa staf pramugari senior biasanya menggunakan rok yang lebih pendek. Sebab sebelum bisa menggunakan rok lebih pendek, pramugari harus melewati waktu tertentu untuk menjadi bagian dari kru.

“Senioritas bahkan menentukan panjang rok kami-kami tidak dapat mengelimainya di atas batas tertentu sampai kami keluar dari masa percobaan. Setelah itu, tidak apa-apa untuk mempersingkat tepian dan menunjukkan sedikit kaki,” ungkap Poole.

Dia mengungkapkan hal tersebut dalam bukunya yakni Cruising Altitude: Tales of Crashpads, Crew Drama, dan Crazy Passengers di 35,000 Feet. Menurutnya, menjadi seorang senior pramugari juga mendikte banyak hal lain seperti ranjang yang dimiliki, lantai tempat tidur hingga seberapa tenang kamar yang digunakan.

Namun, Poole mengatakan, untungnya pembatasan berat seperti itu tidak ada lagi untuk sebagian besar maskapai penerbangan. “Ini tidak seperti pada tahun 1960-an,” lanjut Poole.

Dia mengatakan, waktu ini juga dikenal dengan Golden Age of flying, banyak wanita setidaknya harus memiliki tinggi dan berat badan yang proporsional. Peraturan modern didikte karena keamanan, sehingga tinggi dan berat badan pramugari tergantung pada seberapa baik orang tersebut dapat bekerja di kain.

Baca juga: 10 Seragam Pramugari Paling Ikonik di Dunia

Misalnya, terlalu tinggi dapat membatasi duduk di kursi keluar darurat dan membuktikan risiko keamanan. Maskapai Hong Kong Cathay Pacific melepas rok wajib dalam seragam untuk pramugari awal tahun ini. Sehingga pramugari kini bisa menggunakan celana panjang jika mereka mau.

Bahkan Awak kabin British Airways yang perempuan juga bisa memakai celana panjang jika mereka memilih. Namun beberapa waktu lalu, maskapai penerbangan di Malaysia telah mendapat kecaman setelah dituduh memiliki pakaian yang terlalu terbuka. Pramugari penerbangan Malindo dan AirAsia telah disalahkan karena mengenakan pakaian yang terlalu ketat dan seksi.

Saat Kembang Api Beraksi, 60 Orang Tewas Tertabrak Kereta Saat Festival Dussehra

Sebanyak 60 orang tewas setelah sebuah kereta melaju melalui masyarakat yang tengah berkumpul untuk menyaksikan kembang api selama festival Hindu di India utara, Jumat kemarin. Saat insiden tersebut dikatakan masyarakat tidak mendengar peringatan adanya kereta api yang akan melaju karena ditenggelamkan oleh suara kembang api.

Baca juga: Dalam 5 Tahun, Kejahatan di Kereta Api India Meningkat Hingga 500 Persen!

Masyarakat ini diketahui berkumpul di rel kereta api di kota Amritsar negara bagian Punjab untuk menyaksikan pertunjukan kembang api yang menandai festival Dussehra. Seorang pejabat kepolisian mengatakan, ada banyak suara ketika kembang api dinyalakan dan korban tidak mendengar kereta yang mendekat.

“Ada sekitar 60 orang tewas, prioritas sekarang adalah membawa yang terluka ke rumah sakit,” ujar Komisaris Polisi kota Amritsar, S. S. Srivastava yang dikutip KabarPenumpang.com dari AFP (21/10/2018).

Kepala petugas medis Amritsar, Hareep Singh mengatakan, 59 orang dikonfirmasi meninggal, 90 orang terluka dan tujuh lainnya kritis. Hareep mengatakan, saat ini baru 25 jenazah yang sudah diidentifikasi karena banyak bagian tubuh yang terpotong-potong dan masih dilakukan identifikasi lanjutan. Karena hal ini, masyarakat yang kehilangan keluarga marah dan melakukan unjuk rasa dan mengecam pemerintah negara bagian Punjab dan menuntut tindakan masinis kereta.

Pihak kepolisian mengatakan, masinis tersebut mengaku tidak melihat apapun sampai detik terakhir sebab dia telah melewati tikungan yang gelap karena asap kembang api. Polisi India menambahkan, mereka telah memberi izin untuk pertunjukan festival kembang api tahunan Dussehra tetapi, penyelenggara belum mendapat persetujuan dari kota, departemen kesehatan dan brigade pemadam kebakaran.

Selain itu, Indian Railways juga mengatakan, mereka tidak mendapat informasi tentang adanya perayaan itu, meskipun penduduk setempat mengatakan festival tersebut telah diadakan ditempat yang sama selama beberapa tahun. Ketua Menteri Punjab, Amarinder Singh memerintahkan penyelidikan atas kecelakaan tersbut dan mengumumkan kompensasi uang sebesar 500 ribu Rupee atau US$6800 kepada setiap keluarga korban.

“Kami telah meminta semua rumah sakit untuk tetap buka sepanjang malam agar yang terluka dapat dirawat,” kata Singh.

Dia menyatakan hari berkabung di seluruh negara bagian, memerintahkan semua kantor dan lembaga pendidikan untuk ditutup. Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan dia sangat sedih dengan tragedi menyayat hati dan meminta para pejabat untuk segera memberikan bantuan kepada yang terluka.

Baca juga: Nyaris Celakakan 1.000 Penumpang, Tujuh Petugas Kereta Api India Diganjar Sanksi Berat!

Jaringan kereta api India adalah yang terbesar keempat di dunia dan tetap menjadi bentuk utama perjalanan di negara yang luas itu, tetapi itu tidak didanai dengan baik dan kecelakaan yang mematikan sering terjadi. Negara ini adalah rumah bagi ratusan perlintasan kereta api yang tidak berawak dan khususnya rawan kecelakaan, dengan orang-orang sering mengabaikan peringatan kereta api yang akan datang.

Laporan pemerintah 2012 menggambarkan hilangnya 15 ribu nyawa penumpang, karena kecelakaan kereta api setiap tahun di India dan disebut sebagai pembantaian. Pemerintah telah menjanjikan US$137 miliar selama lima tahun untuk memodernisasi jaringan yang runtuh. Pada tahun 1981, tujuh gerbong dari kereta jatuh ke sungai ketika menyeberangi jembatan di negara bagian Bihar di bagian timur, menewaskan antara 800 dan seribu orang.

Tapi hampir setiap bulan ada kecelakaan yang melibatkan kereta api yang menggelincirkan atau menabrak kendaraan di penyeberangan. Pada bulan April, 13 anak tewas ketika kereta menabrak bus sekolah mereka. Pada bulan November 2016, Patna-Indore express tergelincir di negara bagian Uttar Pradesh pada tengah malam, menewaskan 139 orang.

Jadi Korban Pelecehan Seksual di LRT, Wanita ini Malah Kena Bully Warganet

Dapatkah Anda membayangkan jika Anda merupakan salah satu korban dari tindak pelecehan seksual dan netizen malah berbalik menyerang Anda. Sudah barang tentu beban pikiran akan semakin memberatkan hari-hari Anda ya. Kurang lebih kejadian seperti ini dialami oleh seorang penumpang komuter LRT (Light Rapid Transit) di Kuala Lumpur yang menjadi bulan-bulanan warganet pasca berkeluh kesah tentang pelecehan seksual yang baru saja ia alami.

Baca Juga: Berkat Rekaman CCTV, Polisi Sigap Identifikasi Pelaku Pelecehan Seksual di Stasiun

Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kejadian ini sendiri terjadi pada Kamis (18/10/2018) silam, sekira pukul18.00 waktu setempat. Kala itu, wanita yang diklaim bernama Nur Sahana ini tengah berada di dalam rangkaian LRT dan tiba-tiba ada seorang pria paruh baya yang mendekati dirinya. Pria itu lantas berdiri sangat dekat – bahkan hampir menempel bagian belakang dari Nur Sahana, padahal kondisi kereta bisa dibilang cukup lengang.

Tentu saja kondisi ini membuat Nur Sahana risih dan mulai berpikiran yang macam-macam. Entah merasa aksi si pria hidung belang ini mulai terdeteksi oleh Nur atau tidak, namun ia memutuskan untuk melakukan aksi yang sama terhadap wanita lain. Tak menyia-nyiakan kesempatan, Nur Sahana langsung berinisiatif mengambil ponsel lalu mengabadikan aksi pria bejat ini dalam bentuk foto – sekiranya ini bisa menjadi barang bukti.

“@MyRapidKL Assalam, kejadian ini baru saja menimpa saya. Lelaki ini mendempet saya dari arah belakang, dan kini ia melakukan hal yang sama terhadap penumpang lain. Ia turun di University Station sekitar pukul 18.00. Nomor kereta 275 mengarah ke Putra Height Kelana Jaya line. Saya sudah melaporkan kejadian ini ke hotline RapidKL bagian kriminal,” tulis Nur Sahana dalam postingan Twitternya.

Memang, dalam foto yang disematkan Nur Sahana di postingannya tersebut, tampak seorang laki-laki paruh baya yang mengenakan kaos Polo bermotif garis-garis berdiri menempel penumpang wanita yang berada tepat di depannya. Padahal seperti yang bisa Anda lihat sendiri, kondisi di dalam gerbong tersebut cukup kosong dan agak aneh rasanya jika melihat ada orang bergelagat seperti ini.

Tidak berhenti sampai di situ, ternyata, respon warganet setelah membaca postingan Nur Sahana ini lebih mengejutkan. Alih-alih menaruh simpati terhadap si korban kasus pelecehan seksual ini, warganet malah balik mem-bully Nur Sahana.

“Lihat, wanita itu tampak menikmatinya seolah ia yang meminta. Dia hanya berdiri tegak dan tidak bergeming,”

“Yang lebih aneh, masa wanita itu tidak merasakan apa-apa? Atau jangan-jangan mereka berdua (Nur Sahana dan wanita dalam foto) itu menikmatinya?”

“Aneh. Apakah wanita itu sama sekali tidak bisa merasakan bahwa ada seseorang yang berdiri sangat dekat – bahkan menempel di belakangnya?”

Itu hanya merupakan contoh dari sekian banyak cibiran yang masuk ke dalam notifikasi postingan Nur Sahana.

Baca Juga: Antisipasi Pelecehan Seksual di KRL, Ikuti Tips Berikut Ini

Menanggapi ramainya pemberitaan soal ini, seorang psikolog asal Sydney bernama Melissa Podmore mengatakan, “Ketika seorang wanita hanya berdiam diri atau terkesan bekerja sama, itu tandanya mereka tengah memasuki strategi pertahanan yang membuat mereka tetap ‘aman’,”

Memang, ketika keadaan terdesak seperti ini, tidak mudah bagi sebagian orang untuk berpikir jernih dan pada akhirnya melakukan tindakan bela diri. Satu yang yang penting adalah, cobalah untuk merangkul korban pelecehan seksual, bukan malah menyudutkan dan berbalik menyerang si korban. Karena itu akan berdampak pada kondisi psikis korban yang jadi semakin parah.

 

Inilah Penjelasan PT KAI Terkait Petugas Menunduk Saat Kereta Berangkat

Sebuah video baru-baru ini viral di media sosial, dimana petugas stasiun berdiri di pinggir peron stasiun kereta api. Mereka kemudian akan menunduk ketika kereta jarak jauh mulai berangkat. Perilaku petugas ini berlaku di semua daerah operasional di Jawa dan divisi regional di Sumatera.

Baca juga: Kereta Lokal Daerah Seperti Tak Terurus, Bahkan Terkesan Diabaikan PT KAI

Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Edy Kuswoyo menjelaskan, ini merupakan salah satu bentuk terimakasih dan rasa hormat PT Kereta Api Indonesia (KAI) terhadap pengguna jasa yang telah percaya menggunakan jasa angkutan kereta api.

“Kegiatan ini dilakukan setiap pemberangkatan kereta api dari Stasiun Gambir maupun dari Stasiun Pasar Senen. Budaya ini dimulai sejak masa angkutan lebaran bulan Mei atau Juni 2018,” ujar Edy yang dihubungi KabarPenumpang.com, Senin (22/10/2018).

Tak hanya itu saat ditanyakan apakah budaya menghormat itu hanya ada di Daerah Operasional (Daop) 1 saja, Kepala Humas PT KAI Agus Komarudin pun menjelaskan bahwa, ini bukan hanya budaya yang diberlakukan Daop 1, melainkan di seluruhnya.

“Iya berlaku juga untuk seluruh daerah operasi di Jawa dan divisi regional di Sumatera,” kata Agus.

Agus menjelaskan, bila ada pegawai atau pekerja di lingkungan PT KAI manapun dan berada di peron pemberangkatan kereta api, maka budaya menundukkan badan atau memberi hormat akan terlihat. Dia menambahkan, ini juga merupakan budaya keramahan dari pegawai atau pekerja di lingkungan PT KAI sendiri.

Baca juga: Daop 3 Cirebon: Mulai Oktober 2018, Pembatalan Tiket Dapat Dilakukan via Aplikasi KAI Access

Sebelum viral, sebenarnya, video ini juga sudah ada di berbagai media sosial. Namun kebali viral setelah seorang warganet menggunggah di Twitter dengan akun @SisiloELS, Jumat (19/10/2018). Caption yang dituliskannya berbahasa Inggris “I don’t know what it’s called, I don’t know why they do this. One thing I know: I’m touched, thrilled, and I think I had goosebumps seeing this.”

“Aku tidak tahu ini disebut apa. Aku tidak tahu mengapa mereka melakukan ini. Satu hal yang aku tahu, aku tersentuh, senang dan aku pikir aku merinding melihat ini.” Video itu kemudian dibagikan lebih dari 1.000 kali oleh warganet.

Jangan Ganggu Awak Kabin Bila Tak Ingin Dapatkan Reaksi Tak Mengenakkan

Awak kabin yang bertugas membantu penumpang dalam pesawat selama penerbangan akan memiliki perilaku yag sopan dan santun. Tapi apa jadinya jika perilaku tersebut menghilang karena penumpang yang membuat kesal dan tidak sopan.

Baca juga: Rahasia Penerbangan: Sebaiknya Jangan Bertelanjang Kaki di Kabin

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumbar express.co.uk (8/10/2018), seorang awak kabin bernama Amanda Pleva mengatakan, sebagai awak kabin harus menunjukkan kesabarannya. Meski ada yang mengganggu saat melakukan pekerjaan atau istirahat sejenak mereka.

Cropdusting adalah metode retribusi yang menjijikkan, meskipun sangat umum. Jika seorang penumpang sangat kasar dan sulit, maka itu tidak pernah terdengar bagi seorang pramugari untuk memecahkan angin dan ‘memotong-motong’ masa lalu pelaku,” katanya.

Dia menambahkan bahwa mereka tahu itu kekanak-kanakan tetapi itu juga sangat memuaskan. Dalam blog pribadinya, Pleva berbagi banyak cerita tentang cobaan dan kesengsaraan sebagai seorang pramugari. Banyak kisahnya melibatkan kebiasaan kotor para penumpang di penerbangannya.

“Saya telah melihat setiap kemungkinan cairan tubuh di pesawat dan saya sedih tidak lagi terganggu oleh mereka,” kata Pleva.

Pada suatu kesempatan dia melihat seorang penumpang yang sedang buang air kecil ke dalam cangkir karena tanda sabuk pengaman itu karena turbulensi ringan. Dia mengatakan bahwa ingatan akan kejadian itu telah bersamanya selama 10 tahun.

“Dia selesai dengan acuh tak acuh dan menyerahkan cangkir itu kepada saya ketika saya memprotes. “Tidak! Anda tidak kencing di mana pun kecuali di toilet! Saya tidak menyentuh itu! Pergilah menyiramnya di toilet!” Tulisnya.

Yang positif dari situasinya adalah ketika insiden yang sama terjadi beberapa tahun kemudian. Dia juga menuliskan bahwa sebuah foto mengejutkan muncul dari seorang ibu yang membiarkan anaknya tampak menggunakan pispot di lorong pesawat.

Baca juga: Ingin Hindari Pengeluaran Lebih Untuk Bagasi? Inilah Tips Ala Pramugari!

“Ketika ditemukan oleh awak disarankan dia tidak bisa melakukan ini & akan perlu untuk menggunakan kamar kecil yang kosong … dan jawabannya … ‘Aku tidak peduli!’ (sic),” tulis seorang pengguna Instagram.

Pendapat di media sosial terbagi, dimana beberapa orang mengutuk ibu dan mengatakan bahwa dia seharusnya membawa anak itu ke toilet, sementara yang lain datang ke pembelaannya. Itu tidak dijelaskan di pos mana maskapai itu terjadi di tempat pesawat itu terbang ke atau dari tujuannya.

Minimalisir Kecelakaan di Perlintasan Sebidang, Kaohsiung Luncurkan Layanan Kereta Bawah Tanah

Setelah penantian kurang lebih selama 10 tahun, akhirnya kereta api bawah tanah di Kaohsiung, Taiwan rampung dan langsung melayani pengoperasian komersialnya. Jalur kereta ini sendiri membentang dari Zuoying dan Fongshan sepanjang 15,37 km. Proyek senilai US$3,23 miliar atau yang setara dengan Rp49,05 triliun ini diatur untuk menciptakan ruang terbuka tambahan di pusat kota Kaohsiung.

Baca Juga: Kejar Target Operasi di 2019, MRT Kaohsiung Taiwan “Kedatangan” Armada Alstom

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (15/10/2018), Biro Kereta Api Kementerian Perhubungan dan Komunikasi Taiwan mengatakan bahwa jalur kereta api bawah tanah ini akan menghapus semua jalur kereta api di atas tanah di kota Kaohsiung, dimana terdapat tujuh persimpangan kereta api dan 16 flying junction.

Penghilangan kedua persimpangan ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi lalu lintas dan meminimalisir kecelakaan yang terkait dengan kereta api. Jalur ini sendiri menghubungkan sepuluh stasiun kereta api yang mencakup Stasiun Zuoying, Stasiun Kaohsiung, Stasiun Fongshan, serta tujuh pemberhentian baru.

Sekretaris Jenderal Kantor Kepresidenan Taiwan, Chen Chu telah mendesak pemerintah nasional dan kota untuk memperkuat hubungan dan menyelesaikan tahap kedua proyek ini. Pembangunan tahap kedua akan melihat kemungkinan pembangunan koridor hijau di daratan yang sebelumnya digunakan oleh rel kereta api dan bangunan komersial. Untuk merayakan pembukaan jaringan kereta api bawah tanah bersama dengan stasiun-stasiun barunya, operator kereta Kaohsiung menawarkan potongan harga tiket kereta api untuk periode tertentu.

Berbeda dengan jaringan MRT-nya, dimana MRT terbaru di Kaohsiung rencananya akan mulai mengular pada awal 2019 mendatang. Dengan menggunakan LRV (Light Rapid Vehicle) Citadis 305 dari Alstom, nantinya MRT ini akan mengular di Green Circular Line jalur sepanjang 22,1km yang memiliki bentuk melingkar.

Baca Juga: Nantikan Kehadiran Light Rail, George Street di Sydney Akan Terdampak Paling ‘Parah’

Di luar daripada itu, Green Circular Line juga akan menjadi jalur Light Vehicle pertama di dunia yang tidak menggunakan catenary atau kabel di atas jaringan kereta listrik. Pembangunan jalur kereta ini sendiri terbagi ke dalam dua tahapan – tahap 1 sudah rampung dan beroperasi sejak September 2017 silam.

Bila Awak Kabin Lupa Mengatur Tekanan Udara, Inilah yang Akan Terjadi Pada Penumpang!

Ada banyak faktor yang mesti diperhatikan oleh awak kabin sebelum sebuah pesawat mengudara – salah satu yang paling penting adalah pengaturan tentang tekanan udara di dalam kabin. Pada Rabu, 19 September 2018, maskapai Jet Airways yang mengudara dari Mumbai menuju Jaipur mengalami insiden karena awak kabin lupa mengatur tekanan udara di dalam kabin.

Baca Juga: Pilot Lupa Aktifkan Pengatur Tekanan Kabin, Jet Airways Terpaksa Return to Base

Alhasil, 30 dari 166 penumpang yang ada di dalam penerbangan tersebut mengalami gangguan kesehatan seperti sakit kepala dan mimisan. Parahnya lagi, lima dari 30 penumpang tersebut sampai dilarikan ke rumah sakit karena mengeluhkan sakit berlebih pada telinga, hidung, dan tenggorokan.

Ini bukanlah kejadian pertama yang menimpa dunia aviasi global. Mundur ke bulan Juli 2018, penerbangan Ryanair dari Kroasia menuju Dublin pun pernah mengalami kejadian yang sama dan memaksa kapten penerbangan untuk melakukan pendaratan darurat. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa mengatur tekanan udara di dalam kabin merupakan salah satu aspek keselamatan dalam penerbangan yang tidak boleh dilupakan.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman indianexpress.com (20/9/2018), tubuh manusia memiliki kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi di lingkungan dengan ketinggian kurang dari 3.000 meter. Angka tersebut masuk ke dalam ketinggian jelajah rendah bagi pesawat terbang – normalnya di angka 10.600 meter.

Misalnya saat pesawat ada di ketinggian 5.500 meter dan awak kabin lupa untuk mengatur tekanan udara di dalam kabin, penumpang akan mengalami tekanan sebesar 3,3 kg per inci persegi dan bisa jatuh pingsan dalam waktu 30 menit. Sebagaimana yang terjadi pada penerbangan Jet Airways dan Ryanair tersebut, jika tekanan udara di dalam kabin tidak disesuaikan dengan ketahanan manusia tersebut (di bawah 3.000 meter), maka beragam keluhan fisik biasanya langsung dirasakan oleh penumpang – paling lazim adalah mimisan dan pendarahan pada telinga.

Hal ini disebabkan oleh tekanan udara yang menekan pembuluh darah dalam tubuh manusia sehingga darah mengalir dari sejumlah lubang seperti telinga dan hidung. Saat ketinggian pesawat semakin naik, maka kandungan oksigen akan semakin tipis dimana itu akan berdampak pada penumpang yang mulai kedinginan, hipotermia, dan kekurangan oksigen dalam darah yang menyebabkan hipoksia.

Baca Juga: Masker Oksigen, “Penyambung Nyawa” Saat Kabin Kehilangan Tekanan

Kembali ke kasus Jet Airways tadi, pihak maskapai telah membekukan awak kabin yang diduga lalai dalam bertugas dan telah berkoordinasi dengan otoritas keamanan untuk menindaklanjuti kasus ini lebih dalam.