Akibat Ibu Asik Main Ponsel, Anak Jatuh Diantara Peron dan Rel

Jangan lengah ketika membawa anak saat berada di stasiun tepatnya di peron kereta. Pasalnya tidak akan ada yang tahu apa yang akan dilakukan anak Anda tersebut. Apalagi bila Anda lebih mementingkan barang elektronik dan lupa bila membawa anak dalam perjalannya.

Baca juga: Dramatis! Kepala Pria ini Tersangkut di Celah Peron Stasiun

Baru-baru ini seorang ibu di Beijing, Cina lengah bila dirinya membawa anak saat menunggu kereta di peron. Kemudian saat lengah, anak perempuan itu ternyata jatuh ke celah antara peron dan rel kereta.

KabarPenumpang.com melansir dari laman shanghaiist.com (17/10/2018), bahwa ternyata saat putri kecilnya terjatuh ibu tersebut asik dengan ponsel pintarnya. Dalam video yang terekam, ibu tersebut menangis dan panik ketika sadar anaknya terjatuh dan saat itu sudah ada kereta yang berhenti di rel.

Dia kemudian meraih dengan satu tangan untuk menolong putri kecilnya agar ditarik naik kembali ke peron. Untungnya petugas stasiun dengan sigap ikut membantu mengulurkan tangan dan mengangkat gadis kecil itu ke tempat aman sebelum sesuatu hal yang buruk terjadi seperti kereta yang tiba-tiba berjalan saat itu.

Untungnya, karena insiden itu tidak ada penundaan kereta dan tidak ada luka parah yang di derita gadis kecil tersebut selain benjol dibagian kepalanya. Pada beberapa waktu lalu bahkan karena lebih asik dengan ponsel pintarnya beberapa orang harus kehilangan nyawa saat berada di peron stasiun.

Baca juga: Akibat Adu Mulut di Dalam Kereta, Berlanjut Adu Jotos di Peron

Bahkan beberapa tahun lalu, seorang ibu yang turun dari kereta di Provinsi Anhui sambil bermain ponsel pintarnya meninggalkan sang anak di belakang. Saat dirinya sadar, putri kecilnya ternyata tidak ikut turun bersamanya dan kereta sudah meninggalkan stasiun.

Selain ponsel, kondisi mabuk juga bisa menyebabkan seseorang kehilangan nyawa saat berada di peron stasiun. Pasalnya dalam keadaan mabuk, mereka tidak sadar apakah jalan yang dilalui benar atau tidak. Tak hanya itu, di Inggris sendiri pernah ada larangan penumpang tidak boleh terlalu mabuk agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan saat berada di stasiun.

Bayar Tiket LRT Palembang, Per 1 Desember 2018 Bisa Gunakan Kartu Uang Elektronik

Desember 2018 mendatang Light Rail Transit (LRT) Palembang, Sumatera Selatan akan menggunakan kartu uang elektronik untuk pembayarannya. Ini dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) III Palembang selaku pengelola LRT untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumennya.

Baca juga: Prangko Rail Clinic dan LRT Palembang ‘Meriahkan’ HUT PT KAI Ke-73

Dimulainya peningkatan tersebut setelah semua stasiun LRT di 13 titik beroperasi yakni dari Bandara Sultan Mahmud Badruddin II Palembang hingga ke kawasan Jakabaring. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, tiket elektronik ini sendiri akan menggunakan kartu khusus bagi pengguna LRT.

Sehingga pada 1 Desember 2018, semua pengguna LRT sudah diwajibkan untuk menggunakan kartu uang elektronik tersebut. Manajer Humas PT KAI Divre III, Aida mengatakan, pihaknya terus mensosialisasikan kartu uang elektronik tersebut pada penumpang LRT hingga 1 Desember mendatang.

“Kartu uang elektronik ini wajib dimiliki oleh penumpang LRT, sehingga PT KAI selaku operator tak lagi perlu mencetak karcis untuk di taping ke mesin saat akan masuk ke peron,” jelas Aida.

Aida menambahkan, nantinya setiap stasiun ada loket yang menjual kartu uang elektronik serta untuk top up saldo, sehingga penumpang yang tidak memiliki kartu bisa membeli dan yang memiliki kartu tetapi saldo tidak ada bisa mentop up. Dia mengatakan, saat ini PT KAI juga telah bekerja sama dengan beberapa bank untuk menyiapkan kartu uang elektronik tersebut.

“Dari awal di loket stasiun ada yang jual agar mudah membelinya, seperti Bank Sumsel, dan bank lain bergantian menjual kartu uang elektronik,” kata Aida.

Baca juga: LRT Palembang Sepi Penumpang, Kepala Divre III: “Itu Wajar”

Tarif yang dikenakan untuk perjalanan LRT dari stasiun ke stasiun terdekat akan dikenakan Rp5 ribu dan perjalanan terjauh dikenakan Rp10 ribu. Kebarangkatan kereta pada pagi hari dari Stasiun LRT Bandara SMB II Palembang dengan tujuan stasiun terjauh/terakhir Stasiun DJKA Jakabaring mulai pukul 06.46 WIB, 06.47, 07.29, 08.01, 09.06, 09.41 WIB dan seterusnya setiap 30 hingga 60 menit yang pemberangkatan terakhirnya dijadwalkan pada pukul 17.57 WIB.

Sedangkan dari Stasiun LRT DJKA Jakabaring dengan tujuan terakhir Stasiun Banda SMB II Palembang, jadwal keberangkatannya pada pagi hari mulai pukul 04.37 WIB, 05.14, 05.51, 06.28 WIB dan seterusnya setiap 30-60 menit hingga pemberangkatan terakhir pada pukul 16.25 WIB. Tak hanya itu, pada Desember 2018 juga trainset kedelapan untuk LRT ini akan dikirim ke Palembang dan sekarang dalam tahap finishing oleh PT INKA di Madiun.

Ini Fakta yang Mungkin Belum Anda Ketahui dari Delta Airlines

Delta lagi, Delta lagi. Eits, tapi tunggu dulu kali ini kami tidak akan membahas tentang ‘kejelekan’ dari maskapai asli Negeri Paman Sam, melainkan fakta-fakta unik yang terselip di dalamnya. Mengapa harus Delta Airlines? Karena Delta Airlines cukup sering kami beritakan, kendati kebanyakan dari semua itu berisi tones yang negatif. Namun itu tidak berarti maskapai yang didirikan pada 30 Mei 1924 ini tidak memiliki sisi unik yang menarik untuk dibedah.

Baca Juga: Ternyata, Qantas Airways Itu Merupakan Singkatan dari…

Sudah siap untuk mengetahui apa saja yang unik dari maskapai berkode ICAO DAL ini? Berikut KabarPenumpang.com himpun sejumlah fakta unik dari Delta Airlines, dikutip dari laman gotravelyourway.com.

Pertama dan Satu-Satunnya Operator Airbus A350
Delta merupakan maskapai Amerika pertama yang mengoperasikan Airbus A350. Tidak hanya pertama, namun Delta juga menjadi satu-satunya maskapai Amerika yang mengoperasikan A350 – ketika maskapai lain menjatuhkan pilihan pada Boeing 787 Dreamliner, Delta lebih memilih untuk menggunakan Airbus A350-900.

Salah Satu Operator Boeing 717
Delta Airlines merupakan salah satu dari dua operator Amerika yang mengoperasikan Boeing 717-200, versi lebih pendek dari pesawat McDonnell Douglas MD-80 yang ikonik. Maskapai ini membeli Boeing 717-200 ini dari Southwest Airlines setelah merger dengan AirTran Airline, yang mengoperasikan Boeing 717 di rute jarak pendek di seluruh Amerika Serikat bagian timur.

Pernah Menjadi Dalang Dalam Perselisihan Amerika Serikat dan Kanada
Pemesanan Bombardier Cseries yang dilakukan oleh Delta ternyata menjadi latar belakang dari perselisihan perdagangan antara Amerika Serikat dan Kanada. Boeing menuduh bahwa Bombardier menggunakan subsidi ilegal dari pemerintah Kanada yang memungkinkannya untuk menjual CSeries dengan biaya lebih rendah.

Sama Seperti KAI, Punya Layanan Kelas Premium
Diperkenalkan pada tahun 2017 silam, menyusul layanan sama yang sudah dikeluarkan oleh American Airlines terlebih dahulu. Peluncuran kelas premium ini ternyata menyulut maskapai Amerika lain, United Airlines untuk ikut-ikutan latah merilis kelas setingkat di atas economy class ini.

Baca Juga: Ternyata, Emirates Hanya Menggunakan Dua Jenis Pesawat!

Punya Layanan LCC Sendiri
Di pertengahan tahun 2000, Delta Airlines menelurkan layanan penerbangan berbiaya rendah yang bernama Song Airlines. Dengan mengandalkan armada Boeing 757-200, Song Airlines melayani penerbangan yang biasanya menghubungkan New York dan Florida.

Musim Semi 2020, Jepang Bakal Punya Handcar Bertipe Sepeda di Atas Rel Kereta

Selalu ada saja cara yang dilakukan oleh orang-orang kreatif untuk memasarkan atau mempromosikan sesuatu – tidak terkecuali di Jepang, dimana Pemerintah Kota Higashi-Agatsuma di Prefektur Gunma baru-baru ini menguji coba handcar bertipe sepeda. Handcar bertipe sepeda sendiri merupakan moda yang berjalan di atas rel dimana kayuhan penumpang akan menjadi tenaga penggerak dari moda ini.

Baca Juga: KFC Jepang Hadirkan Varian Ayam Tak Beraroma Tajam untuk Komuters

Secara keseluruhan, moda ini memiliki sistem yang hampir sama dengan pump trolley atau pump car, perbedaannya hanya terletak pada bentuk moda dan upaya yang dilakukan penumpang – mengayuh, bukan memompa. Pemerintah Kota Higashi-Agatsuma berharap, hadirnya handcar bertipe sepeda ini mampu menyerap wisatawan lokal maupun mancanegara, dimana itu akan berimplikasi pada peningkatan pendapatan di sektor pariwisata.

Sumber: borneobulletin.com.bn

Adapun handcar bertipe sepeda ini berjalan di jalur kereta JR Agatsuma yang sudah tidak lagi beroperasi pasca pembangunan Bendungan Yamba. Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman borneobulletin.com.bn (23/10/2018), rencananya handcar bertipe sepeda ini akan memasuki masa operasi komersial pada musim semi 2020.

Ketika menjajal moda ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan Lembah Agatsuma – salah satu spot wisata terkenal di Negeri Sakura yang menyandang predikat sebagai lokasi terindah untuk menikmati musim gugur dan musim panas. Wah, tentu saja ini akan menjadi spot wisata yang tidak boleh Anda lewati ketika tengah berkunjung ke Jepang, ya! Dimana Anda bisa naik handcar bertipe sepeda bersama orang yang Anda sayangi, sambil melihat pemandangan Lembah Agatsuma. Pasti romantis banget deh!

Nah, lokasi dari calon destinasi wisata baru di Jepang ini terletak di antara Stasiun Naganohara-Kusatsuguchi dan Stasiun Iwashima. Jalur sepanjang 10,4km ini terkenal dengan Terowongan Tarusawa yang didaulat sebagai terowongan kereta api terpendek di Jepang, dimana panjangnya hanya 7,2m saja.

Baca Juga: 5 Stasiun Tersibuk di Dunia, Semua Ada Di Jepang!

Pembangunan Bendungan Yamba memaksa otoritas terkait untuk ‘menggeser’ jalur kereta dan meninggalkan pendahulunya. Jalur kereta yang sudah tidak digunakan sejak September 2014 ini terbengkalai begitu saja dan kini tengah dipersiapkan untuk menjadi spot wisata. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya!

Di Kanada, Penyaringan Calon Penumpang Bakal Melibatkan Peran Maskapai

Pemerintah Kanada tengah melakukan perubahan proses penyaringan pada daftar larangan terbang untuk menghindari penumpang yang keliru ditandai sebagai pembuat risiko keamanan setelah melihat seorang ibu yang membawa anaknya berusia 3 tahun. Seorang pejabat pemerintah menjelaskan peraturan baru untuk Enhanced Passenger Protect Program atau Program Peningkatan Perlindungan Penumpang.

Baca juga: Dirjen Perhubungan Udara Keluarkan Edaran Terkait Powerbank dan Baterai Lithium Ion dalam Penerbangan

KabarPenumpang.com merangkum dari cbc.ca (26/9/2018), program ini sendiri akan secara otomatis mencocokkan daftar penumpang dengan intelijen keamanan yang ada di daftar larangan terbang. Sehingga setiap maskapai penerbangan bertanggung jawab melakukan pemeriksaan latar belakang penumpang mereka masing-masing.

“Saat ini 120 operator akan melakukan pemeriksaan sendiri dan mencari tahu serta menyelesaikan masalah mereka sendiri, dan kemudian perlu menelepon, Transport Canada untuk meninjau dan mengklarifikasi identitas,” kata seorang pejabat departemen senior.

Dia menambahkan, semuanya akan berubah ketika penumpang memiliki satu sistem, dimana semua manifest masuk dan disaring. Selain program yang diusulkan tersebut, maskapai juga diminta untuk menyerahkan daftar penumpang mereka sebelum penerbangan dan program akan secara otomatis menandai setiap orang yang berpotensi melakukan risiko keamanan.

Program ini akan membuat sistem ganti rugi bagi penumpang yang ditandai bila data mereka masuk pada daftar larangan terbang. Jika dikonfirmasi sebagai daftar larangan terbang, penumpang akan diberi nomor untuk dipasang saat memesan penerbangannya di masa mendatang agar tidak lagi ditandai untuk kedua kalinya.

Sistem saat ini pernah salah memblokir anak-anak dan warga Kanada lainnya dari terbang di masa lalu karena nama mereka mirip atau identik dengan seseorang yang dianggap sebagai ancaman.

“Ini adalah sistem yang dirancang tidak benar di tempat pertama ketika itu disatukan sekitar 10 tahun yang lalu,” kata Menteri Keamanan Publik Ralph Goodale.

Pemerintah mengatakan, sistem baru tersebut akan menghapus data penerbangan secara manual saaat memeriksa seseorang yang mengklaim telah ditandai, sementara pada saat yang sama meningkatkan keamanan nasional dan privasi penumpang.

“Masalahnya, apa yang terjadi sekarang adalah tanpa penyaringan terpusat orang-orang ini terjebak ketika mereka membeli tiket, karena tidak ada cara untuk memvalidasi tanggal lahir mereka, atau siapa sebenarnya mereka, sampai mereka benar-benar muncul di bandara. Kami membangun sistem yang kami pikir dengan sejumlah ganti rugi di tangan yang akan membantu para pelancong menyelesaikan masalah ini bersama-sama,” kata pejabat itu.

Perubahan tersebut membutuhkan dua tagihan untuk diloloskan, yang saat ini berada di hadapan Senat. Tidak ada jadwal kapan ini akan diterapkan karena program juga memerlukan upgrade ke teknologi saat ini.

Baca juga: Kongres Bantu FAA Pertimbangkan Aturan Jarak Kursi, Hewan Peliharaan dan Jumlah Toilet di Pesawat

“Kami ingin melanjutkan ini secepat mungkin. Saya perlu undang-undang terlebih dahulu dan seperti yang Anda tahu departemen pemerintah mengambil langkah untuk mengantisipasi tindakan parlemen dapat membuat menteri dalam kesulitan untuk penghinaan parlemen. Kami membutuhkan undang-undang secepat yang kami bisa mendapatkannya,” kata Goodale.

Pemerintah telah menganggarkan dana $81,4 juta atau setara dengan Rp1,2 miliar tahun ini dan $154 juta setiap tahun setelahnya untuk pelaksanaan dan pemeliharaan program. Tidak ada data tentang berapa banyak orang telah dipengaruhi oleh positif palsu atau berapa banyak kejadian seperti itu terjadi setiap tahun.

Eks Kapal Ferry Penumpang di Inggris Bertransformasi Menjadi Party Boat

Sebuah kapal ferry yang mulanya dipergunakan untuk mengangkut penumpang kini memulai tugas barunya sebagai party boat. Adalah Gosport Queen, yang dioperasikan oleh Gosport Ferry Company sebelumnya digunakan untuk menyeberangkan penumpang dari Portsmouth menuju Gosport. Namun kini kapal tersebut sudah tidak lagi melayani pelayaran pendek tersebut dan mulai bernaung di bawah bendera London Party Boats Ltd.

Baca Juga: HYBRIDShip Bangun Kapal Ferry Tanpa Emisi

Tentu saja pengalih-fungsian kapal ferry ini menuai pertanyaan, mengapa perusahaan tidak membeli kapal ferry yang baru saja? “Alasan kami memutuskan untuk membeli kapal ferry bekas adalah untuk penghematan biaya alih-alih kami membangun sebuah kapal baru,” tutur Managing Director dari London Party Boats Ltd., Robert Cairns, dikutip KabarPenumpang.com dari laman maritimejournal.com (18/10/2018).

Gosport Queen. Sumber: Pinterest

“Jika kami membangun sebuah ferry berstandar UK & MCA dari nol, itu akan menghabiskan dana dua hingga tiga kali lipat harga yang kami keluarkan untuk membeli ferry bekas ini,” tandasnya.

Kapal ferry yang diberi nama MV Pearl of London ini selesai ‘didandani’ pada awal Mei 2018 kemarin dan memasuki masa operasinya pada 25 Mei. London Party Boats Ltd. mempercayakan soal desain dan beragam konsultasi kepada Ian Darley, dan Thames Craft Drydocking bekerja sebagai algojo untuk mengeksekusi arahan dari Ian.

Proses pendandanan ini sendiri dimulai pada Juli 2017 – memakan waktu sekitar 16 bulan. Adapun total biaya yang dikeluarkan oleh London Party Boats Ltd. untuk keseluruhan proses transformasi ini sekira £1,1 juta atau yang setara dengan Rp21,9 miliar – termasuk dana untuk membeli kapal ferry. Nantinya, MV Pearl of London ini akan mengarung di Sungai Thames.

Setelah proses renovasi selesai di Thames Craft Drydocking yard di utara Greenwich, proses berlanjut ke tahap fit out yang dikerjakan di Tilbury Dock.

Baca Juga: Ferry Kereta, Penyambung Lintasan Jalur Kereta Antar Pulau

Sebelumnya, saudara dari Gosport Queen, Portsmouth Queen telah terlebih dahulu menghentikan masa operasinya pada tahun 2015 dikarenakan usianya yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk beroperasi – 50 tahun.

Pihak Gosport Ferry Company memiliki alasan tersendiri untuk melepas dua kapal ferry yang pernah berdedikasi untuknya. “Sekarang sudah semakin sulit untuk mencari suku cadang untuk kedua kapa ferry tersebut,” ujar pihak perusahaan.

 

Hubungkan LAX dan Highway 101, Terowongan Demo The Boring Company Siap Dibuka 10 Desember 2018

CEO dari The Boring Company, Elon Musk baru-baru ini mengejutkan publik dengan pernyataan di sosial media yang menyebutkan bahwa terowongan demonstrasi pertamanya sudah hampir rampung. Melalui akun sosial media Twitter pribadinya, Elon mengatakan bahwa terowongan demonstrasi ini siap dibuka pada tanggal 10 Desember mendatang. Tidak hanya itu, entrepreneur kelas kakap ini juga mengungkapkan bahwa akan membebas-biayakan layanan terowongan ini di awal pengoperasiannya.

Baca Juga: Elon Musk Hadirkan Solusi Transportasi Canggih Berbasis Travelator

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (23/10/2018), ide untuk membangun terowongan pertama kali muncul pada pada Desember 2016. Terowongan ini merupakan salah satu wujud nyata Elon yang selama ini memperhatikan ‘kesengsaraan’ para pengguna jalan di Los Angeles. Kemacetan yang cukup parah membuat Elon tergerak untuk mengatasi masalah tersebut. Alih-alih menambah moda yang malah dapat memperkeruh kemacetan, Elon menggagas untuk melubangi perut bumi dan membuat terowongan – guna memecah konsentrasi penumpukkan kendaraan.

Dengan mengedepankan aspirasi teknologi tertentu, Elon beruyapa untuk menekan biaya pembangunan namun di saat yang bersamaan melipatgandakan output daya. Hal ini memungkinkan mesin bor terus menggali sembari membeton pinggirannya.

Pada Oktober tahun lalu, Elon mulai menempatkan mesin bor ini pertama kali di Los Angeles untuk mulai menggali jalur yang membentang sejauh 21km dari Los Angeles International Airport (LAX) menuju Highway 101. Tentu saja harapan di balik rampungnya terowongan ini kelak adalah supaya angka kemacetan dapat ditekan dimana secara otomatis hal tersebut berimplikasi pada penurunan tingkat pencemaran udara.

Nantinya setiap kendaraan dan pejalan kaki yang menggunakan terowongan ini akan diangkut oleh Express Loop, sebuah papan berdaya listrik yang mampu melesat hingga kecepatan 249km/jam. Dengan begitu, Anda hanya membutuhkan waktu 12 menit saja untuk tiba di Los Angeles International Airport – pun sebaliknya.

Sebenarnya, beberapa bulan yang lalu Elon pernah mengatakan bahwa terowongan demonstrasi ini akan rampung pada bulan Mei. Namun karena satu dua hal, terowongan tersebut baru bisa dibuka untuk umum pada 10 Desember mendatang.

Baca Juga: Bukan Sekedar Wacana, Elon Musk Unggah Foto Terowongan Transportasi LA ke Jejaring Sosial

Menanggapi pernyataan Elon di Twitter, banyak warganet yang lalu mempertanyakan ketepatan waktu tersebut – tidak sedikit juga yang mengapresiasi kinerja Elon bersama The Boring Company.

“10 Desember waktu nyata atau waktu Elon?” tanya seorang warganet membalas cuitan Elon.

“Saya pikir 10 Desember waktu nyata,” jawab Elon singkat.

Curi Uang Penumpang, Beginilah Trik Awak Kabin Emirates ‘Menghilangkan’ Barang Bukti

Pada 21 Juni 2018 lalu, seorang awak kabin pria dituduh mencuri uang senilai AUS$7110 dari tiga orang bersaudara saat berada di penerbangan Bangkok ke Dubai. Awalnya awak kabin berkebangsaan Mesir ini tidak mengakui dirinya mencuri uang tersebut.

Baca juga: Tiga Bersaudara Kehilangan Uang AUS$7110 dalam Penerbangan Emirates

Awak kabin Emirates itu saat pesawat mendarat dan polisi menggeledah tidak menemukan uang yang dicurinya tersebut. Namun polisi kemudian membawa tas serta barang-barang ketiga saudara tersebut untuk diselidiki dan diperiksa sidik jari yang melekat di barang-barang itu.

KabarPenumpang.com melansir dari laman thethaiger.com (19/10/2018), mendapatkan kecocokan sidik jari awak kabin tersebut pada salah satu dompet ketiga saudara itu. Kemudian pada 24 Juni, awak kabin itu ditangkap pihak kepolisian Dubai dan ia tetap membantah ikut terlibat dalam pencurian tersebut.

Bahkan dia sempat mengatakan hanya membantu membawa barang-barang ketiga saudara itu. Tetapi akhirnya dia mengakui perbuatannya tersebut. Awak kabin pria itu mengkalim mengambil uang dan ‘membuang’ uang tersebut melalui toilet setelah polisi dipanggil untuk menangani kasus pencurian sebelum pesawat mendarat.

Diketahui sebelumnya, tiga orang bersaudara yang berangkat dari Thailand menuju Dubai menggunakan pesawat Emirates. Kemudian ketiganya meninggalkan tempat duduk untuk melihat kondisi ayah mereka yang sedang sakit saat penerbangan itu.

Ketika kembali ke tempat duduk, salah satu dari ketiga saudara itu melihat sebanyak Dh3700 (AUS$1422) hilang dari salah satu dompet. Tak hanya itu, dari dompet pria lainnya Dh14.800 (AUS$5688) juga lenyap. Ketiganya kemudian melaporkan kepada awak kabin senior dan membawa mereka kedapur kelas satu.

Baca juga: Video Tersebar Saat Berhubungan Seksual di Toilet Pesawat, Awak Delta Airlines di Skorsing

“Kami kemudian memberitahu kepada supervisor kabin dan membawa kami serta memfoto uang yang tidak dicuri dari dompet kami. Uang kami ini memiliki nomor seri yang berurutan dengan uang lainnya yang di curi,” ujar salah seorang pria yang uangnya hilang itu di pengadilan.

Uang tersebut memiliki nomor seri yang berurutan dengan uang yang dicuri oleh awak kabin tersebut. Pencurian uang itu diduga terjadi di kelas bisnis penerbangan Emirates dimana tiga orang bersaudara telah meninggalkan barang-barang mereka tanpa pengawasan.

Tiga Bersaudara Kehilangan Uang AUS$7110 dalam Penerbangan Emirates

Seorang awak kabin Emirates dituduh mencuri uang ribuan dolar dari penumpang pada Juni lalu dalam penerbangan dari Thailand menuju Dubai. Awak kabin itu diduga mencuri dari dompet tiga orang penumpang yang meninggalkan kursi mereka.

Baca juga: Ingat! Anda Berhak Peroleh Kompensasi Setelah Lapor Kehilangan Bagasi di Bandara

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman 9news.com.au (22/10/2018), pencurian uang itu diduga terjadi di kelas bisnis penerbangan Emirates dimana tiga orang bersaudara telah meninggalkan barang-barang mereka tanpa pengawasan. Ketiganya diketahui meninggalkan tempat duduknya untuk memeriksa ayah mereka yang sakit saat dalam penerbangan itu.

Ketika kembali ke tempat duduk, salah satu dari ketiga saudara itu melihat sebanyak Dh3700 (AUS$1422) hilang dari salah satu dompet. Tak hanya itu, dari dompet pria lainnya Dh14.800 (AUS$5688) juga lenyap.

“Kami kemudian memberitahu kepada supervisor kabin dan membawa kami serta memfoto uang yang tidak dicuri dari dompet kami. Uang kami ini memiliki nomor seri yang berurutan dengan uang lainnya yang di curi,” ujar salah seorang pria yang uangnya hilang itu di pengadilan.

Bila ditotal sekitar AUS$7110 uang yang raib begitu saja dari dua dompet ketiga saudara itu. Kemudian saat itu ketika pesawat mendarat, polisi mengambil dan membawa barang ketiga saudara tersebut untuk memeriksa sidik jari yang tertinggal.

Mereka juga melakukan penggeledahan di pesawat dan tidak ada uang yang ditemukan. Awak kabin yang merupakan orang Mesir tersebut yang dituduh mencuri itu diduga memiliki kecocokan sidik jari dengan salah satu dompet tiga saudara itu.

Pria 37 tahun tersebut mengaku tidak bersalah di pengadilan Dubai pada Rabu lalu. Ternyata, kejadian pencurian ini bukanlah yang pertama kali, tahun lalu pasangan asal Selandia Baru kehilangan sekitar AUS$4360 pada penerbangan Emirates dari Paris menuju Dubai di kabin kelas satu.

Steve Hay dan Andy yang meninggalkan uang tunai mereka dalam tas tangan milik Hay saat mereka pergi ke bar pesawat selama 45 menit. Ketika pesawat mendarat, petugas keamanan memotret paspor penumpang di pesawat dan mencari pesawat untuk tanda-tanda uang yang hilang, tapi tanpa hasil.

Baca juga: Petugas Keamanan Bandara di Bangkok Curi Uang Penumpang, Diamankan Malah Tertawa

“Petugas keamanan bertanya apakah kami mencurigai siapa pun. Kami mengatakan kami tidak akan tahu, ”kata Hay kepada New Zealand Herald.

Blog perjalanan One Mile at a Time telah melaporkan tren penumpang yang memesan penerbangan dengan perputaran cepat di Timur Tengah dengan tujuan khusus mencuri barang berharga di udara. Laporan itu menemukan sebagian besar pencuri menyerang di kelas ekonomi.

Ternyata, Jakarta Merupakan Destinasi Penerbangan Antar Benua Perdana KLM!

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Koninklijke Luchtvaart Maatschappij atau yang akrab disingkat KLM merupakan salah satu maskapai tertua di dunia. Ya, maskapai yang liverynya didominasi warna biru langit ini didirikan pada tahun 7 Oktober 1919 oleh seorang letnan aviasi muda bernama Albert Plesman. Tahukah Anda bahwa armada-armada yang beroperasi untuk KLM ini memiliki namanya masing-masing? Sebut saja Airbus A330 pertama KLM diberi nama De Dam, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Inilah Sejumlah Fakta Unik dari Flag Carrier Arab Saudi, Saudi Arabian Airlines!

Wah, kira-kira ada cerita unik apalagi ya dari flag carrier Belanda ini? Ladies and Gentlemen, fasten your seatbelt, karena KabarPenumpang.com akan membahas tentang fakta-fakta unik yang tersimpan di dalam tubuh KLM, dirangkum dari berbagai laman sumber.

Penerbangan Antar Benua Pertama
Menurut tebakan Anda, kira-kira kemana penerbangan antar benua pertama KLM? Amerika? Salah! Jawaban yang benar adalah ke Indonesia. Ya, pada 1 Oktober 1924, KLM melakukan penerbangan antar benua pertama menuju Batavia (Jakarta). Kala itu, pesawat diterbangkan oleh pilot Van der Hoop dan menggunakan armada Fokker F.VII dengan nomor registrasi H-NACC.

Lima tahun berselang, tepatnya pada September 1929, KLM melakoni penerbangan berjadwal antara Amsterdam dan Jakarta. Seiring berkembangnya jaman dan meningkatnya permintaan, KLM lalu memperkenalkan armada Douglas DC-2 sebagai burung besi yang melayani penerbangan menuju Jakarta pada tahun 1934.

Pelanggan Setia Fokker
Kendati kini sudah tidak menggunakan lagi pesawat ‘bermerk’ Fokker, namun KLM tercatat pernah menjadi maskapai yang mengoperasikan Fokker terbanyak di dunia. Sejak tahun 1920 hingga 1946, sejumlah armada Fokker mulai dari F.II, F.III, F.IX, F.VII, F.XVII, hingga F.XXXVI pernah menggunakan livery KLM. Karena tingginya tuntutan efisiensi di berbagai aspek, KLM memutuskan untuk berhenti menggunakan armada Fokker dan menggantikannya dengan fleet dari Embraer yang terkenal lebih efisien dari segi bahan bakar.

Baca Juga: Japan Airlines, Flag Carrier Jepang yang Jadi Pengguna Terbanyak Boeing 747 di Asia

Mengoperasikan Penerbangan Terjauh dan Terpendek
Bersandingdengan anak perusahaannya, KLM Cityhopper, KLM Group mengoperasikan penerbangan terjauh dan terpendek. Untuk yang terjauh, KLM memiliki rute Amsterdam – Bali dengan jarak kurang lebih 12.000km. Alih-alih melakoni penerbangan langsung, KLM lebih memilih untuk melakukan pemberhentian singkat di Singapura.

Sementara untuk penerbangan terpendek, KLM Cityhopper mengoperasikan rute Amsterdam – Brussels yang terpaut jarak hanya 180km saja. Jika dibandingkan, satu penerbangan terjauh KLM setara dengan 68 penerbangan di rute terpendeknya. Unik ya!