Pratiwi Pujilestari Sudarmono – Calon Astronot Pertama Indonesia yang Terpaksa Mengubur Asanya Ke Luar Angkasa

Mungkin sekarang namanya sudah tidaklah setenar dulu, namun cerita dari beliau sulitlah untuk dilupakan – terutama di kalangan astronot. Adalah Pratiwi Pujilestari Sudarmono, wanita asal Bandung, Jawa Barat yang hampir menjadi astronot wanita pertama asal Indonesia. Ya, wanita kelahiran 31 Juli 1952 ini merupakan seorang ilmuwan yang mendalami ilmu mikrobologi. Sekarang, ia menjabat sebagai profesor mikrobiologi di Universitas Indonesia.

Baca Juga: Wiweko Soepono – Bapak ‘Two-Men Cockpit’ yang Sarat Pengalaman di Dunia Dirgantara

Tahun 1977, Pratiwi menerima gelar Master pertamanya dari Universitas Indonesia. Tujuh tahun berselang, ia menerima gelar Ph.D dalam bidang Biologi Molekuler dari University of Osaka, Jepang. Sesaat setelah menerima gelar tersebut, Pratiwi memulai karir ilmiahnya untuk meneliti biologi molekuler Salmonella Typhi dan menyandang status sebagai penerima beasiswa World Health Organization (WHO).

Namun nasib berkata lain, karir pendidikan Pratiwi yang gemilang ternyata mendapat sorotan dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) untuk turut bergabung dalam misi Wahana Antariksa (Space Shuttle) STS-61-H. Di sini, Pratiwi berperan sebagai Spesialis Muatan dan mulai proses seleksi pada 30 September 1985. Tidak sendiri, adapun warga Indonesia lain bernama Taufik Akbar juga turut serta dalam misi ini – berperan sebagai cadangan dari Pratiwi.

Adapun tujuan dari misi STS-61-H yang direncanakan berlangsung selam 7 hari ini adalah untuk memboyong tiga satelit komersial (Skynet 4A, Palapa B3, dan Westar 6S) ke orbitnya. Misi ini sendiri rencananya dimulai pada 24 Juni 1986 dengan Kennedy LC-39A sebagai titik pemberangkatannya.

Dengan menggunakan pesawat ulang alik Columbia, Pratiwi beserta enam awak lainnya yang notabene berdomisili dari luar negeri sana siap untuk menjalani misi bersejarah ini. Sejumlah persiapan dan pelatihan telah dilakukan Pratiwi sembari menunggu hari H pemberangkatannya menembus lapisan atmosfer. Tidak main-main, kala itu Pratiwi dan Taufik menjalani pelatihan di Amerika.

28 Januari 1986 merupakan tanggal yang tidak akan pernah dilupakan oleh Pratiwi. Pasalnya, di tanggal itu, pesawat Challenger yang memboyong misi STS-51-L meledak di ketinggian 15-16km, tepat 73 detik setelah pesawat nahas ini meninggalkan bumi. Meledaknya pesawat ulang alik ini disinyalir karena adanya kegagalan O-ring pada roket pendorong yang disebabkan oleh temperatur ekstrem, -8 derajat celcius.

Baca Juga: Setia N. Milatia Moemin – Ketika Tantangan Pekerjaan Menjadi Media Memperkaya Wawasan

Lantaran musibah pesawat Challenger ini, akhirnya NASA membatalkan misi STS-61-H seraya Pratiwi menguburkan asanya sebagai astronot pertama dari Indonesia. Selang beberapa tahun pasca kejadian tersebut, Pratiwi dan sejumlah awak lain tidak mendapat kedua untuk menjalankan misi karena satu dua hal.

Kegagalan Pratiwi mengorbit memang meninggalkan luka yang cukup mendalam. Alih-alih patah semangat, ia lalu bangkit dan kembali berkutat dengan bidang yang selama ini ia tekuni. Hingga pada tahun 1994, ia didaulat untuk menjadi Ketua Departemen Mikrobiologi Fakultas Medis Universitas Indonesia.

Ternyata Tuhan memiliki rencana lain yang di luar nalar manusia – termasuk Pratiwi yang ditakdirkan untuk mengabdi lebih lama lagi bersama Universitas Indonesia.

Tiba-Tiba Pilot Pingsan, Untungnya Penumpang Wanita Ini Berhasil Daratkan Helikopter

Menikmati perjalanan dengan sebuah helikopter untuk orang awam atau masyarakat biasa mungkin jarang sekali terjadi. Hal ini dikarenakan harga sewa helikopter yang cukup tinggi sehingga biasanya disewa oleh kalangan atas baik untuk bepergian bisnis atau hanya untuk melakukan tur menikmati pemandangan dari ketinggian.

Baca juga: Pertengahan 2019 Penumpang Kelas Bisnis Garuda Indonesia Bisa Lanjutkan Perjalanan via Helikopter

Namun apa jadinya jika sedang menikmati ketinggian dan berlibur bersama pasangan tiba-tiba pilot pingsan serta helikopter yang ditumpangi tersebut tidak terkendali? Dilansir KabarPenumpang.com dari laman ajc.com (26/10/2018), kejadian ini baru saja dirasakan sepasang tunangan yang ikut dalam tur dengan sebuah helikopter di Pulau Oahu salah satu pulau yag ada di Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat.

Carli McConaughy yang saat itu bersama dengan tunangannya masih berbincang dengan sang pilot dalam tur tersebut. Tiba-tiba, sang pilot berhenti berbicara kemudian terperosot dari kursi kemudinya. Carli dan tunangannya Adam Barnett awalnya berpikir hal itu hanya lelucon.

“Awalnya saya berpikir dia memainkan tipuan yang buruk kepada kami, tetapi ketika saya menyadari dia (pilot) tidak bangun-bangun, saya bingung dan tidak tahu harus melakukan apa,” ujar Carli.

Meski dalam keadaan bingung Carli mengambil kontrol kemudi helikopter dan mulai memperlambat mereka dari jatuh bebas sebelum menabrak sandbar. Kemudian ketika tiba di daratan Carli dan Barnett membantu mengeluarkan pilot tersebut dan membawanya ke rumah sakit.

Baca juga: Hadir dengan Aplikasi Pemesanan, Akankah Bisnis Taksi Helikopter Naik Daun?

Keduanya mengaku, tidak mengetahui kenapa pilot tersebut hilang kesadaran. Kecelakaan yang hampir membuat ketiganya kehilangan nyawa tersebut kini masih dalam penyelidikan. Diketahui, saat itu ketiganya berada di ketinggian seribu kaki diatas permukaan laut saat pilot tiba-tiba jatuh pingsan.

Karena insiden ini, Carli dan Barnett melakukan pemulihan di Joliett, Illinois dari memar dan patah tulang yang mereka derita. “Anda mulai berpikir tentang gambaran yang lebih besar lebih banyak setelah sesuatu seperti itu terjadi pada Anda,” ujar Barnett.

Oahu ialah pulau terbesar di kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. Kota Honolulu dan pangkalan militer Pearl Harbor terletak di pulau ini dan memiliki luas sekitar 1.570 km persegi.

Tipping Layakkah Diberikan Pada Awak Kabin?

Memberikan tip bagi pelayan restoran, penyaji minuman hingga pelayanan kamar hotel seringkali dilakukan oleh Anda dan mungkin kebiasaan ini juga terbawa saat bepergian dengan pesawat. Dimana Anda memberikan tip pada awak kabin yang melayani. Namun, apakah perlu awak kabin diberikan tip?

Baca juga: Jangan Ganggu Awak Kabin Bila Tak Ingin Dapatkan Reaksi Tak Mengenakkan

Hal tersebut hingga kini masih menjadi pembahasan dan perbincangan, tapi ternyata ada jawaban pasti untuk pertanyaan tersebut. KabarPenumpang.com melansir dari laman southernliving.com, bahwa kebiasaan tersebut terkadang kebanyakan dari penumpang tidak pernah berpikir untuk memberikan tip pada awak kabin.

Tipping sendiri bagi awak kabin bukanlah kewajiban dan hak, sebab mereka dibayar dengan upah yang cukup layak tidak seperti pelayan restoran. Tak hanya itu, banyak juga maskapai yang melarang adanya praktik pemberian tip itu dan awak kabin bisa mendapat masalah jika hal itu diketahui pihak maskapai.

Sehingga mereka memiliki trik khusus untuk mengatasinya. Tetapi ada pula beberapa maskapai yang menyerahkannya langsung pada pelanggan mereka. Seperti Southwest Airlines dimana seorang penumpang bersikeras memberikan tip pada awak kabin dan mereka diperbolehkan untuk menerimanya.

Bahkan seorang awak kabin di penerbangan di Vegas mendapat tip $600 pada penerbangan mereka. Seorang pengamat perjalanan Gary Leff mengatakan, jika penumpang menawarkan tip pada awak kabin, jangan memaksa untuk mereka menerimanya.

Baca juga: Bila Awak Kabin Lupa Mengatur Tekanan Udara, Inilah yang Akan Terjadi Pada Penumpang!

Sebab hal itu bisa membuat mereka canggung, dan Leff sendiri menyarankan agar memberikan kartu hadiah minum di coffee shop memberikan kue atau coklat yang dibungkus.

“Cara lain untuk menunjukkan penghargaan Anda terhadap sebuah pekerjaan yang dilakukan dengan baik adalah meluangkan waktu untuk menulis surat yang bagus kepada maskapai mereka tentang layanan mereka, yang bisa jauh lebih banyak daripada uang $10. Sangat mudah untuk menulis ucapan terima kasih juga, terutama jika Anda memahami media sosial,” ujar Leff.

Cukup dengan men-tweet saja, beri tanda pada maskapai di Twitter, atau temukan halaman Facebook maskapai dan tulis catatan singkat, sebutkan nama penerbangan dan nama awak kabin, jika memungkinkan. Jika Anda lebih suka metode yang lebih klasik, kirim catatan ke alamat email layanan pelanggan maskapai penerbangan. Leff menambahkan, mungkin cara terbaik untuk menunjukkan rasa terima kasih atas sebuah pekerjaan yang dilakukan dengan baik adalah dengan mengucapkan kata kecil yakni terimakasih.

Garuda Indonesia Perkenalkan “Explore Business Class” di Armada Bombardier CRJ1000

Garuda Indonesia membuat gebrakan baru dalam hal pelayanan on board, maskapai plat merah ini diwartakan telah memperkenalkan kelas penerbangan terbaru yang disebut “Expore Business Class.” Kelas penerbangan baru ini hadir pada pesawat twin jet Bombardier CRJ1000.

Baca juga: Optimalkan Kenyamanan Penumpang, Bombardier Desain Bangku Nuage

Dikutip dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (25/10), disebutkan kelas penerbangan baru ini menawarkan value layanan prestige khas maskapai bintang 5 dengan harga tiket penerbangan yang lebih kompetitif. Adapun kelas penerbangan “Explore Business Class” tersebut nantinya akan terdiri dari 3 row terdepan (12 seat) kursi penerbangan disetiap penerbangan yang dilayani oleh armada Bombardier CRJ1000.

“Dengan tren premium traveler yang terus menunjukan potensi menjanjikan, diperkenalkannya layanan “Explore Business” pada armada Bombardier CRJ1000 ini tentunya kami harapkan dapat menjadi ceruk pasar tersendiri bagi segmentasi pasar premium sebagai upaya berkelanjutan maskapai dalam memperkuat branding maskapai sebagai 5 star airline ”, ujar Pikri Ilham Kurniansyah, Direktur Niaga Garuda Indonesia.

Kelas penerbangan Explore Business Class sudah mulai ditawarkan ke masyarakat dari tanggal 25 Oktober, namun layanan tersebut baru akan mulai beroperasi mulai 1 November 2018. Pembelian kelas penerbangan ”Explore Business Class” dapat dilakukan melalui lini layanan digital Garuda Indonesia baik melalui fitur mobile apps dan websita – serta dapat dilakukan juga melalui saless office ticketing Garuda Indonesia.

Baca juga: Sekilas Mirip Layanan LCC, Garuda Indonesia Rilis Subclass Eco-Basic

Lebih lanjut Pikri mengungkapkan, “Hadirnya kelas penerbangan terbaru “Explore Business” tersebut sekaligus menjadi strategi maskapai dalam memaksimalkan potensi pangsa pasar domestik melalui segmentasi pasar pengguna jasa yang mengedepankan konsep layanan penerbanga premium dengan harga yang kompetitif.

Lagi di Aceh? Jangan Lupa Naik Kereta Diesel ‘Perintis’ Cut Meutia

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (SU) memiliki kereta api yang melayani perjalanan perintis dengan relasi dari Stasiun Krueng Mane-Bungkaih-Krueng Geukueh. Relasi ini sendiri berada di Provinsi Aceh dan dilayani dengan kereta diesel Indonesia (KRDI) buatan PT INKA.

Baca juga: “Si Gombar” yang Tak Lagi Menghembuskan Uapnya

Dirangkum dari berbagai laman sumber oleh KabarPenumpang.com, kereta bernama Kereta Api Perintis Aceh ini mulai di uji coba pada 1 Desember 2013 lalu. Selama uji coba tersebut, masyarakat merasakan kesempatan untuk menaiki kereta ini secara gratis sebulan penuh.

Jalur kereta ini dari Stasiun Krueng Mane menuju Krueng Geukueh sendiri sepanjang 11,5 km dan berjalan di jalur rel selebar 1.435 mm, bukan 1.067 mm yang umumnya dipakai di Indonesia. Sayangnya kereta ini sempat berhenti operasi pada Juli 2014 karena okupansinya sepi dengan penumpang.

Namun, dua tahun kemudian tepatnya pada 3 November 2016, kereta KA Perintis Aceh tersebut kembali beroperasi dan berganti nama menjadi Kereta Api Cut Meutia dengan rangkaiannya diistirahatkan di depo Bungkaih. Nama Cut Meutia sendiri diambil dari pahlawan wanita yang berasal dari Aceh yakni Cut Nyak Meutia.

KA Cut Meutia sekali beroperasi mampu mengangkut penumpang sebanyak 192 dengan waktu tempuh 32 menit. Tiketnya pun cukup murah yakni hanya seribu rupiah untuk sekali perjalanan. Namun, karena ada perbaikan dan perawatan rangkaian, kereta yang beroperasi lima tahun silam itu harus berhenti beroperasi selama tujuh hari.

Baca juga: Jalur Kereta di Sulawesi, Nyaris Tak Terdengar Tapi Ada Bukti Jejak Sejarahnya

Manager Humas PT KAI Divre I SU, M. Ilud Siregar mengatakan, sehubungan dengan adanya perbaikan dan perawatan rangkaian untuk sementara perjalanan KA Perintis Cut Meutia terhitung mulai tanggal 24-30 Oktober 2018 dibatalkan perjalanannya. Dia mengatakan, adanya perbaikan dan perawatan karena sudah ada dalam program yang dilakukan unit Divre I SU. Terkait penghentian operasi sementara, PT KAI meminta maaf kepada penumpang.

“PT KAI Divre I SU memohon maaf kepada para penumpang dan pelanggan KA Perintis Cut Meutia disebabkan selama 7 hari KA Perintis Cut Meutia untuk sementara tidak berjalan atau beroperasi. Selanjutnya setelah selesai perbaikan dan perawatan KA Perintis Cut Meutia dapat berjalan atau beroperasi kembali sesuai peraturan perjalanan kereta api,” jelas Ilud.

Suhu Ekstrem Pada Musim Panas dan Dingin Ancam Pengoperasian Kereta di Inggris

Tahun 2018 ini, Inggris dinyatakan mengalami perubahan suhu yang cukup ekstrem di tiap musimnya – musim panas yang sangat terik dan musin dingin yang sangat menusuk tulang. Berlandaskan pada pengumuman yang digemakan oleh UK Met Office pada 31 Agustus silam, musim panas di Inggris pada tahun ini memegang rekor sebagai yang terpanas secara keseluruhan. Jika dikaitkan dengan dunia transportasi – termasuk kereta api, kira-kira apa yang harus dilakukan oleh operator si ular besi untuk menghadapi situasi semacam ini?

Baca Juga: Atasi Risiko Tertabrak Kereta, Inggris Ciptakan Aplikasi “Peringatan” Berbasis LBS

Sebelumnya, sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (16/10/2018), Environmental Audit Committee pada bulan Juli menyatakan bahwa risiko gelombang panas di Inggris sedang tumbuh dan bahwa jumlah kematian terkait panas akan meningkat tiga kali lipat pada tahun 2050 karena Inggris tidak siap untuk periode panas yang ekstrem.

Kendati sudah dihadapkan dengan sejumlah potensi berbahaya yang mungkin akan menerpa London dan sekitarnya ketika menghadapi masalah cuaca semacam ini, Pemerintah Inggris belum menambahkan aturan tentang suhu yang seharusnya diberlakukan di jaringan transpotasi Inggris – termasuk juga kereta api.

Menurut data yang dipegang oleh Rail Delivery Group (RDG), terhitung pada Juni 2018, semua armada yang beroperasi di jaringan perkeretaapian Inggris – baik yang lama (existing) maupun yang baru sudah dilengkapi dengan penghangat ruangan. Sedangkan baru 59 persen dari keseluruhan saja yang dilengkapi dengan sistem pendingin ruangan (Air Conditioning/AC).

“Prioritas utama untuk industri kereta api adalah keselamatan penumpang,” kata juru bicara RDG.

“Industri kereta api telah menginvestasikan lebih dari £50 miliar (setara dengan Rp991,9 triliun) guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang – termasuk mengoperasikan lebih dari 7.000 gerbong baru yang lebih nyaman di lintasan pada tahun 2021 mendatang,” tandasnya.

Diharapkan dengan penambahan armada yang dilakukan oleh operator kereta Inggris ini dapat meminimalisir penumpang yang berdesak-desakan selama musim panas – karena seperti yang kita ketahui bersama, semakin kereta penuh sesak, maka suhu di dalam gerbong pun senantiasa mengalami peningkatan.

Selain bersinggungan langsung dengan kenyamanan penumpang kereta, tingginya suhu karena masalah musim juga memegang peranan penting terhadap kelancaran bisnis kargo. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, ada beberapa barang yang kudu dilabeli “Simpan di Suhu Ruangan,” dimana barang-barang tersebut tidak boleh terpancar panas yang berlebih.

Baca Juga: Rel Bengkok Akibat Panas Masih Jadi Momok Menakutkan di Dunia Perkeretaapian

“Suhu adalah pertimbangan utama dalam bisnis mengirim barang/kargo yang mudah rusak karena terpancar panas berlebih. Hal ini memaksa perusahaan yang bergerak di sektor pengiriman tadi utnuk berkomunikasi dengan pihak operator transportasi guna memastikan keamanan barang pelanggannya tersebut,” ujar direktur operasional perusahaan logistik Rhenus, Gary Dodsworth.

Gunakan Taksi Listrik, Langkawi Akan Turunkan Tarif Perjalanan Penumpang, Kok Bisa?

Setelah melakukan penantian selama kurang lebih satu tahun, akhirnya Pertubuhan Pemandu dan Pengusaha Teksi/Limosin dan Kereta Sewa Malaysia (Petekma) secara resmi memperkenalkan taksi listrik pertamanya di Langkawi. Hal tersebut dilontarkan langsung oleh Ketua Petekma Langkawi, Saad Mahmud. Diharapkan, dengan dirilisnya moda transportasi baru ini mampu menekan angka pertumbuhan polusi dan tarif perjalanan.

Baca Juga: Setelah 2 Tahun Tak Jelas Juntrungannya, Tiny Microlino EV Akhirnya Legal di Jalanan Eropa

“Insya Allah bisa kita pertimbangkan soal penurunan tarif taksi di Langkawi. Perilisan taksi listrik ini sendiri mendapat dukungan penuh dari Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr Mahatir Mohamad,” ungkap Saad Mahmud, dikutip KabarPenumpang.com dari laman theedgemarkets.com (24/10/2018).

Sebenarnya, ide untuk secara bertahap mengganti peranan dari kendaraan konvensional yang masih menggunakan bahan bakar fosil dengan Electric Vehicle (EV) sudah diumumkan sejak tahun lalu. Kala itu, Pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar RM4,5 juta atau yang setara dengan Rp16,4 miliar untuk pembelian taksi listrik. Di sisi lain, Universiti Petronas mengusulkan hal serupa di awal tahun 2018 kemarin.

Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, masalah polusi udara menjadi satu pokok pembicaraan yang tengah ramai dibicarakan oleh beragam otoritas dari berbagai penjuru dunia. Ada banyak cara yang tengah direncanakan oleh Pemerintah dalam mengentaskan permasalahan bersama ini – mulai dari memberdayakan EV dalam berbagai bentuk hingga menggunakan bahan bakar campuran untuk pesawat.

Kembali ke wacana penurunan tarif taksi di Langkawi, kira-kira apa yang membuat Pemerintah berani mengambil langkah penurunan tarif ini? Ada beberapa faktor yang menjadi bahan pertimbangan Pemerintah, salah satunya adalah rendahnya biaya maintenance.

Baca Juga: Nissan Leaf, Mobil Listrik Favorit Perusahaan Taksi dan Pengguna Pribadi

Dikutip dari laman sumber lain, biaya penggantian baterai EV memang terbilang mahal, namun umur dari baterai itu sendiri cukup lama ketimbang baterai kendaraan jenis lain. Selain itu, suku cadang dari EV tidaklah sebanyak kendaraan komersial. Dibandingkan dengan EV, sudah jelas semisal ada masalah pada bagian mesin, kendaraan komersial akan menelan dana yang lebih besar.

Dengan gambaran sederhana seperti di atas, maka sudah terlihat bahwa penggunaan EV jauh lebih efisien. Itu merupakan hipotesa yang mendasari penurunan tarif taksi listrik di Langkawi.

Lufthansa – Jadi Operator Boeing 747-8 Hingga Konsumen Caviar Terbesar di Dunia

Lufthansa merupakan maskapai asal Jerman yang didirikan pada 6 Januari 1953. Maskapai ini tidak hanya didaulat sebagai yang terbesar di Jerman, melainkan di Eropa. Butuh waktu sekitar dua tahun bagi maskapai ini untuk memulai pengoperasian perdananya (1955). Di tahun 2014 silam, maskapai ini sempat berganti nama menjadi Siegerflieger Fanhansa (Winners-Plane) karena kala itu mereka membawa pulang tim sepak bola Jerman setelah mengantongi gelar juara di perhelatan Piala Dunia.

Baca Juga: Aeroflot – Ternyata Jadi Maskapai dengan Jumlah Armada Terbesar di Dunia

Wah, rasanya sangat sayang jika maskapai ini tidak kita bedah fakta-fakta uniknya. Baiklah kalau begitu, dirangkum KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, berikut merupakan fakta-fakta yang mungkin belum Anda tahu dari salah satu penggagas aliansi penerbangan Star Alliance, Lufthansa.

Konsumen Caviar Terbesar di Dunia
Lufthansa memang bukan merupakan maskapai termewah di dunia, namun maskapai yang membawahi anak perusahaan LSG Sky Chefs (katering maskapai penerbangan terbesar di dunia) ini didaulat sebagai konsumen caviar terbesar di dunia – 10 ton setiap tahunnya.

Tidak usah bingung dengan kuantiti dari caviar yang begitu banyak. Karena LSG Sky Chefs sendiri bermitra dengan lebih dari 320 maskapai penerbangan di seluruh dunia di 220 bandara dan mengoperasikan hampir 210 pusat layanan pelanggan di 53 negara – menghasilkan sekitar 580 juta makanan setiap tahunnya.

Pengguna Airbus A380 Terbanyak di Eropa
Dibandingkan dengan maskapai asal Benua Biru lainnya, Lufthansa menyandang predikat tersebut dengan total 14 armada A380-800. Maskapai ini sendiri membagi Super Jumbo ke dalam empat varian kelas – delapan bangku First Class, 78 bangku Business Class, dan 423 bangku untuk Economy dan Economy Plus Class.

Pencetus Inflight Internet
Jika selama ini Anda akan mendapati banyak maskapai yang menawarkan fitur inflight internet, maka Anda harus tahu bahwa pada tahun 2004, Lufthansa merupakan maskapai pertama yang menawarkan fitur ini di penerbangan internasional. Melihat kesuksesannya, maskapai lain pun enggan kalah dan mulai menawarkan fasilitas serupa.

Baca Juga: Japan Airlines, Flag Carrier Jepang yang Jadi Pengguna Terbanyak Boeing 747 di Asia

Operator All New Boeing 747-8 Terbesar di Dunia
Kendati pamor “Queen of the Skies” mulai padam sejak beberapa tahun ke belakang, namun kualitas Boeing tetaplah prima di mata Lufthansa. Ini dibuktikan dengan 19 armada All New Boeing 747-8 yang masuk ke dalam daftar armada Lufthansa – dan menjadikannya sebagai operator 747-8 terbesar di dunia.

 

Modifikasi JPO TB Simatupang, PT MRT Jakarta Rekayasa Lalu Lintas Pada 28-29 Oktober!

Sebagai bagian dari pekerjaan pembangunan fase I, PT MRT Jakarta akan melakukan modifikasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada Jalan TB Simatupang. Lokasinya tepat berada di depan gerai BMW/Astra, dimana JPO ini akan melintas di atas jalan tol Lingkar Luar Jakarta km 22+000. Modifikasi ini dilakukan karena adanya perbedaan lebar jalur ketika MRT Jakarta rampung kelak.

Baca Juga: Tiga Gedung ini Akan Terkoneksi Langsung Dengan Stasiun MRT Jakarta

Dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers, lebar jalan TB Simatupang saat ini adalah 4,3m, sedangkan ketika pembangunan MRT Jakarta rampung, jalan tersebut harus dapat menyediakan lebar 7m (dua lajur). Oleh karena itu, diperlukan modifikasi JPO tersebut agar dapat mengakomodir target lebar per lajur 3,5 meter.

Modifikasi ini sendiri akan dimulai dengan pekerjaan pembongkaran girder JPO di sisi selatan yang akan dilakukan pada Minggu dan Senin, 28-29 Oktober 2018, dimulai pada pukul 22.00WIB hingga 05.00 WIB. Pada saat pengerjaan, Jalan TB Simatupang pada sisi selatan akan ditutup sementara (dimulai dari BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan PO Lorena).

“Selama masa pengerjaan, masyarakat bisa menggunakan persimpangan Jalan RS Fatmawati sampai Jalan TB Simatupang sebagai area penyeberangan,” tutur Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Tubagus Hikmatullah.

“Pengguna jalan juga bisa melalui Jalan Lebak Bulus 1 sebagai rute alternatif menuju area Lebak Bulus, Pondok Indah, atau Ciputat,” tandasnya.

Untuk jalan tol JORR sendiri, PT MRT Jakarta akan memberlakukan rekayasa jalur sementara selama masa pengerjaan.

Arah BSD:

22.00WIB – 00.30WIB: Hanya L-1 yang boleh dilintasi.
00.30WIB – 01.00WIB: Contra Flow.
01.00WIB – 02.00WIB: Hanya L-3 yang boleh dilintasi.
02.00WIB – 04.00WIB: Hanya L-2 dan L-3 yang boleh dilintasi.

Arah Kp. Rambutan:
22.00WIB – 01.00WIB: Hanya L-1 dan L-2 yang boleh dilintasi.
01.00WIB – 04.00WIB: Normal.

Baca Juga: MRT Jakarta Dilirik Tangerang Selatan Untuk Buka Jalur

Desain JPO yang baru akan terdiri dari girder PC Concrete (T-Beam) dengan panjang span 24 meter dan berada di atas Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta, dengan tambahan tiga kolom sehingga trase JPO akan berubah menjadi tipe “L” dengan struktur JPO di sisi Jalan TB Simatupang akan terbuat dari baja.

Jika tidak meleset, masyarakat sudah bisa menggunakan ruas jalan ini kembali selepas pukul 05.00 WIB.

Senilai Rp9,4 Triliun, Indonesia dan Jepang Lakukan MoU Peminjaman Dana Proyek MRT Fase II

Pembangunan Fase II Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan segera dimulai pada Desember 2018, baru-baru ini Pemerintah Indoensia dan Pemerintah Jepang menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pembangunan tersebut. Melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), Jepang akan menggelontorkan dana pinjaman sebesar 70,21 miliar Yen atau setara dengan Rp9,4 triliun.

Baca juga: (lagi) Tiga Rangkaian Kereta MRT Jakarta Tiba di Pelabuhan Tanjung Priok

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan RI, Luky Alfirman, dan Chief Representative JICA Indonesia, Yamanaka Shinichi, di Gedung Frans Seda Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jakarta Pusat.

Dalam hal perjanjian pinjaman ini, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI bertindak sebagai executing agency, dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai implementing agency, PT MRT Jakarta akan bertindak sebagai sub-implementing agency.

“Sebelum penandatanganan perjanjian pinjaman ini dilakukan telah dilaksanakan pula penandatanganan exchange of notes oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Desra Percaya, dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii, di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat,” ujar Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Tubagus Hikmatullah melalui siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, Rabu (24/10/2018).

Dia mengatakan, jangka waktu peminjaman selama 40 tahun, termasuk grace period atau tenggang waktu 12 tahun sejak penandatanganan perjanjian pinjaman dilakukan. Penandatanganan perjanjian pinjaman tersebut adalah tahapan pertama slice loan dari total komitmen pinjaman untuk fase 2 MRT Jakarta senilai 208,132 miliar Yen atau setara dengan Rp25 triliun.

Tak hanya itu, skema peminjaman untuk fase II ini sendiri tidak jauh berbeda dengan skema peminjaman pada fase I. Pada fase I, MRT menghabiskan biaya sebesar Rp16 triliun dengan panjang 16 km dan fase II sepanjang 8,6 km.

Peminjaman ini sendiri tidak langsung diberikan pada PT MRT dimana 51 persen dari pemerintah pusat akan dipinjamkan ke Pemprov DKI dan 49 persen lainnya tetap di pegang oleh pemerintah pusat. Setelah itu, PT MRT akan mencari kontraktor yang akan melaksanakan proyek tersebut.

Baca juga: Sempat Galau, Inilah Tarif Terjauh yang Diusulkan PT MRT Jakarta

Sehingga dana tersebut akan diberikan oleh pemerintah daerah dan pusat dengan invoice yang diberikan ke pihak konstruksi. Kemudian Pemda dan pemerintah pusat memverifikasi invoice tersebut.

“Jadi MRT itu dana pinjamannya hanya untuk dana konstruksi dan tidak boleh bayar gaji dan sebagainya. Setelah diverifikasi, berkas akan masuk ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di Kementerian Keuangan. Proses pemberian dana pun bisa dicairkan oleh pemerintah pusat,” kata Tubagus.