Tercampur Politik dan Isu Kesenjangan Sosial, Akankah Kereta Maglev di Amerika Hanya Sekedar Wacana?

Di era yang sudah serba maju seperti sekarang ini, peranan teknologi sangatlah vital di dalam kehidupan masyarakat sehari-hari – pun dengan sektor transportasi yang terus menunjukkan tanda-tanda transformasi signifikan. Ambil contoh Jepang yang sudah mengoperasikan Shinkansen, si ular besi super cepat sejak berpuluh tahun silam, kini muncul lagi ide untuk menghadirkan sebuah pod yang berjalan di dalam kenal sebagai Hyperloop. Lalu, apalagi?

Baca Juga: Mengenal Moda Berbasis Levitasi Magnetik (Maglev)? Ini Dia Serba-Serbinya!

Beberapa waktu ke belakang, kereta api berbasis teknologi magnetic levitation (maglev) mulai gencar diperbincangkan oleh sejumlah otoritas. Seperti biasa, Jepang memulai inisiatif untuk mengembangkan moda ini sehingga dapat menunjukkan kedigdayaannya di sektor transportasi – terutama kereta api.

Untuk diketahui bersama, kereta maglev merupakan sebuah moda yang melayang di atas rel akibat pemanfaatan medan magnet. Kereta maglev ini sendiri digadang-gadang mampu menembus kecepatan hingga 311mph atau yang setara dengan 500km/jam. Pemanfaatan gaya magnet pada kereta jenis ini akan berdampak pada minimnya gaya gesek yang ditimbulkan. Selain itu, kereta ini juga memanfaatkan gaya magnet tersebut sebagai pendorong.

Karena gaya gesek yang kecil dan daya dorong yang kuat, makanya kereta maglev mampu menembus kecepatan seperti yang sudah disebutkan di atas – bahkan pada tahun 2015 silam, uji coba kereta maglev di dekat Gunung Fuji Jepang mampu mencapai kecepatan 600km/jam!

Mengintip kesuksesan otoritas perkeretaapian Jepang, JR Central dalam mengoperasikan kereta maglev membuat banyak pihak berbondong-bondong untuk ‘meniru’ teknologi serupa dan menghadirkannya di negara mereka – salah satunya adalah Amerika.

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman baltimoresun.com (25/10/2018), otoritas di Negeri Paman Sam tertarik untuk menghadirkan moda berbasis maglev ini di sana, tepatnya Northeast Corridor. Laman sumber menyebutkan, fase 1 pembangunan jaringan moda maglev di Amerika ini akan menghubungkan Washington dengan Baltimore yang terbentang sejauh 38,5mil (62km) dengan estimasi waktu hanya 15 menit saja.

Namun sama seperti di Indonesia, peranan oknum politik yang mencoba untuk membumbui pembangunan kereta ini pada akhirnya menuai kecaman dari kubu yang bertolak belakang dengannya. Selain itu, kesenjangan ekonomi yang juga terjadi di Negeri Paman Sam ini menjadi salah satu amunisi yang dilontarkan oleh kubu yang menolak pembangunan moda futuristik ini. Mereka berasumsi bahwa moda ini tidak akan membawa ‘poin plus’ bagi warga lokal.

Baca Juga: Whoosh! Inilah Lima Kereta Tercepat di Dunia, Proyek di Indonesia Ada di Peringkat Berapa Ya?

Terlepas dari semua polemik yang mewarnai rencana Pemerintah Amerika untuk menghadirkan moda maglev, mantan perwira angkatan laut AS yang melayani di dewan direksi kereta api, Torkel Patterson mengatakan, “Ini (rencana menghadirkan moda maglev) tidak melulu soal transportasi, tapi juga transformasi,”

 

Pesawat Canggih Boeing 737 Max 8 Lion Air Jatuh Perairan Tanjung Karawang, Ini Dia Spesifikasinya!

Senin (29/10/2018) pagi menjadi momen yang akan selalu diingat oleh pihak Lion Air, pasalnya salah satu armadanya yang melayani penerbangan Jakarta – Pangkal Pinang mengalami lost contact dengan sejumlah menara pengawas. Menurut penuturan Badan SAR Nasional (Basarnas), Boeing 737 Max 8 nomor penerbangan JT-610 ini jatuh di lepas pantai di sebelah utara Bekasi, Jawa Barat – tepatnya di Tanjung Karawang.

Baca Juga: Lion Air Terima Boeing 737 Max 8 Pesanan Kesepuluh

Diketahui, pilot pesawat yang tengah mengangkut 178 penumpang ini sempat meminta izin petugas menara pengawas Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk melakukan Return To Base (RTB). Dikutip KabarPenumpang.com dari laman TribunNews.com, anak perusahaan PT Pertamina, Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), memastikan ada pesawat Lion Air jatuh di dekat fasilitas mereka yang berada di lepas pantai utara Bekasi, Jawa Barat.

“Informasi dari lapangan, pesawat jatuh di lapangan Mike blok ONWJ, tapi masih jauh dari fasilitas anjungan kami,” kata VP Relations Pertamina Hulu Energi Ifki Sukarya. Ifki menjelaskan, informasi adanya pesawat jatuh diterima pukul 06.33 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah personil Basarnas masih melakukan pencarian di koordinat yang disangkakan.

Padahal, Boeing 737 MAX 8 merupakan armada paling baru di tubuh Lion Air sendiri. Seperti yang sudah pernah diberitakan sebelumnya, pada Rabu (15/8/2018) kemarin, pihak Lion menerima Boeing 737 MAX 8 kesepuluh yang didatangkan langsung dari Boeing Company, Amerika Serikat.

Menurut Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, armada teranyar ini akan memperkuat jaringan penerbangan yang saat ini sudah dijalani. Selain itu, tambah Danang, tujuan dibalik hadirnya armada ini adalah untuk melakukan revitalisasi armada di tubuh Lion Air.

Selain Lion Air, maskapai lain yang juga menggunakan armada ini adalah flag carrier Garuda Indonesia. Di penghujung tahun 2017 silam, Garuda kedatangan satu dari 50 armada Boeing 737 MAX 8 yang dipesan pada tahun 2014 lalu.

Menilik spesifikasinya, Boeing 737 MAX 8 meningkatkan kemampuan varian Boeing 737 Next Generation (NG) dengan daya jelajah terbang 340-570 mil laut lebih jauh, menjadi 3.500 mil laut (6.500 km). Tidak hanya itu, penggunaan bahan bakar pesawat ini juga diklaim lebih hemat 20 persen ketimbang seri-seri sebelumnya.

Baca Juga: Intip Kecanggihan dan Ruang Kabin Boeing 737 MAX 8 Garuda Indonesia

Pasokan tenaga Boeing 737 MAX 8 menggunakan mesin jenis terbaru, CFM LEAP 1B. Desain mesin ini disinyalir lebih senyap ketimbang mesin generasi sebelumnya, CFM56. Operating cost-nya juga diklaim 7 persen lebih hemat dibanding mesin CFM56 yang dipakai varian Boeing 737 NG. Untuk membuat kabin menjadi lebih senyap, polusi suara (noise) yang dihasilkan oleh mesin CFM LEAP-1B juga sudah diturunkan. Caranya, Boeing membuat desain penutup mesin bergerigi di bagian belakangnya.

Salah satu keunikan lain dari varian Boeing yang satu ini adalah desain winglet anyar yang diberi nama Scimitar Winglet. Winglet yang terlihat seperti dibelah menjadi dua bagian ini ditujukan untuk memecah turbulensi di ujung sayap. Daya hambat yang dihasilkan oleh turbulensi tadi mengakibatkan pesawat membutuhkan tenaga lebih, dimana ini berimplikasi pada penggunaan bahan bakar yang lebih boros.

 

Ini Dia Rute MRT Jakarta Jika Diteruskan Hingga ke Tangerang Selatan

Baru akan mulai beroperasi Maret 2019 mendatang, Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sudah dilirik oleh Pemerintah Tangerang Selatan, Banten. Permintaan penerusan jalur Selatan-Utara hingga ke Tangsel ini diminta langsung oleh Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.

Baca juga: MRT Jakarta Dilirik Tangerang Selatan Untuk Buka Jalur

Perpanjangan jalur ini sendiri sebenarnya sudah ada dalam Rencana Induk Transportasi Jakarta (RITJ) dimana bisa sampai ke Cikarang dan Balaraja untuk koridor Timur-Barat dan Tangsel untuk koridor Selatan. Adanya usulan ini, maka PT MRT Jakarta melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Saat ini pun BPTJ juga tengah menugaskan PT MRT Jakarta untuk melakukan feasibility study atau studi kelatakannya. Dalam RITJ, perpanjangan jalur dimulai dari staisun terakhir di Lebak Bulus hingga ke Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Adapun rute yang diusulkan oleh BPTJ yakni Lebak Bulus, Stasiun UMJ, Stasiun UIN Syarfi Hidayatullah, Stasiun Pasar Ciputat, Stasiun Pustekkom, Stasiun Pondok Cabe, Stasiun Pamulang Barat, Stasiun Pondok Benda, Stasiun Babakan, Stasiun Puspitek, Stasiun Rawa Buntu dan Tangerang Kota.

“Tapi Ibu Wali Kota (Tangsel) minta dibelokkan ke arah BSD atau Puspitek, sampai ke Rawa Buntu dan Tangerang Kota,” ujar Direktur Keuangan PT MRT Jakarta Tuhiyat yang dikutip KabarPenumpang.com dari detik.com (27/10/2018).

PT MRT Jakarta juga melakukan penyelesaian pra studi kelayakan untuk mengetahui seberapa layak jalur tersebut. Bahkan jalur-jalur yang tengah diuji kelayakanannya bisa berubah sampai pra studi selesai dilakukan pada akhir 2018 ini.

Kemudian, setelah semua selesai, penanggung jawab proyek kerja sama bisa dimumkan. Pembangunan MRT Jakarta yang diteruskan hingga ke Tangsel ini sendiri ternyata berbeda dengan fase I dan II. Sebab, pendanaan proyek ini rencanya akan menggandeng pihak swasta dengan skema kerja sama pemerintan dan badan usaha.

Baca juga: Modifikasi JPO TB Simatupang, PT MRT Jakarta Rekayasa Lalu Lintas Pada 28-29 Oktober!

Sebelumnya, Dikerktur PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, adanya rencana ini, pihak PT MRT Jakarta belum mendapatkan penugasan itu sendiri meski ide untuk membangun MRT samapi ke Tangerang Selatan sudah ada. Tetapi skema jelasnya seperti apa, William menambahkan, belum ada sampai saat ini.

Dalam pengembangan menuju Tangerang Selatan ini sendiri ada tiga tahapan yang harus dilalui untuk mengkaji pembangunan proyek MRT tersebut. Tahapan itu yakni studi pendahuluan, Visibilitas dan desain teknis yang didalamnya juga mencakup kejelasan terkait pendanaan.

“Saat ini, kita masih dalam tahap studi pendahuluan. Skema pembangunan bisa Kerja Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), public private partnership, atau sepenuhnya dari pemerintah. Namun skema yang biasanya ditawarkan adalah KPBU. Kami pun siap jika ditunjuk,” jelasnya.

Dihilangkan dari Dunia Aviasi Modern, Kira-Kira Inilah Tugas Seorang Flight Engineer

Tentu Anda masih ingat dengan eks Direktur Utama Garuda Indonesia, Wiweko Soepono yang menginisiasi two-men cockpit, bukan? Ya, sistem kokpit yang saat ini digunakan oleh kebanyakan armada menghilangkan satu bangku yang semula digunakan untuk seorang flight engineer. Menurut Wiweko, peran seorang flight engineer tidak dibutuhkan lagi ketika era digitalisasi mulai merambah sektor aviasi global.

Baca Juga: Wiweko Soepono – Bapak ‘Two-Men Cockpit’ yang Sarat Pengalaman di Dunia Dirgantara

Namun, tahukah Anda tugas dan peran dari seorang flight engineer yang dulu sempat menemai perjalanan pilot dan co-pilot di dalam kokpit? Dilansir KabarPenumpang.com dari laman usatoday.com, bangku untuk seorang flight engineer di ruang kokpit hanya dapat Anda temui di pesawat-pesawat model lama – sebelum pesawat menggunakan sistem perkomputeran yang canggih seperti saat ini.

Secara khusus, seorang flight engineer akan memperhatikan sejumlah aspek yang dapat menunjang pengoperasian sebuah pesawat, mulai dari sistem kelistrikan, bahan bakar, pneumatik (segala hal yang berhubungan dengan udara), hingga sistem hidrolik.

Layaknya seorang pilot, tidak bisa sembarang orang mengisi salah satu posisi krusial di dunia penerbangan jaman dulu ini. Dibutuhkan serangkaian pelatihan guna mengasah keahlian dan keterampilannya dalam memahai seluk beluk pesawat.

Selain memperhatikan sejumlah aspek di atas, seorang flight engineer juga harus melakukan beberapa kroscek sebelum pesawat mengudara – dimana itu bertujuan untuk memastikan apakah armada yang bersangkutan layak untuk mengudara atau tidak.

Namun sekarang jaman sudah berubah, dimana perkembangan teknologi sudah ‘memakan banyak korban’. Sistem komputerisasi yang sudah semakin kompleks saat ini memungkinkan teknologi mengambil alih tugas dari seorang flight engineer.

Momen pergeseran ini terjadi manakala Wiweko Soepono menilai komputer sudah bisa menjalani tugas yang dilakukan oleh seorang flight engineer.

Baca Juga: Ada Kisah Antara Wiweko Soepono dan Airbus A300B4 Garuda Indonesia

Di pesawat modern yang ada sekarang, tidak lagi ditemukan adanya bangku untuk seorang flight engineer di dalam ruang kokpit. Ini dikarenakan sistem komputer yang sudah bisa mengemban tugas yg sebelumnya dilakukan oleh flight engineer.

 

Hingga Triwulan III 2018, Trafik Penumpang Angkasa Pura I Tumbuh 9 Persen

Jumlah trafik penumpang di 13 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I (AP I) terus mengalami peningkatan seiring dengan pengembangan yang terus dilakukan oleh perusahaan. Sejak awal 2018 hingga triwulan III 2018, terjadi peningkatan trafik penumpang sebesar 9persen dibanding periode yang sama pada 2017.

Baca juga: Wujudkan Smart Airport, Angkasa Pura I Gandeng SITA di Bandara Ngurah Rai

“Angkasa Pura I terus melakukan pengembangan bandara untuk memicu dan mengantisipasi potensi pertumbuhan penumpang tiap tahunnya. Pengembangan dilakukan juga untuk menjaga standar layanan kepada pengguna jasa bandara,” kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi.

Hingga triwulan III 2018 ini, trafik penumpang di 13 bandara Angkasa Pura I dicatat mencapai 73,02 juta orang, naik sebesar 9 persen dibanding periode yang sama pada 2017 yang mencapai 66,9 juta orang. Trafik penumpang tertinggi terjadi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan jumlah penumpang sebanyak 17,7 juta orang atau berkontribusi sekitar 24,2 persen dari total trafik penumpang di bandara Angkasa Pura I selama periode tersebut.

Jumlah ini tumbuh 7,86 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 16,4 juta orang. Trafik tertinggi kedua pada periode ini terjadi di Bandara Juanda Surabaya dengan total trafik sebesar 15,9 juta orang atau sekitar 21,7 persen dari total trafik bandara Angkasa Pura I.

Jumlah ini tumbuh 7,12 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar 14,8 juta orang. Sedangkan trafik tertinggi ketiga terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan total trafik 10,1 juta orang atau 13,8 persen dari total trafik.

Jumlah ini tumbuh 12,63 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar 9 juta orang. Pertumbuhan trafik penumpang tertinggi terjadi di Bandara Ahmad Yani Semarang dengan pertumbuhan sebesar 20,86 persen yaitu menjadi 3,89 juta orang dari 3,22 juta orang pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan tertinggi kedua terjadi di Bandara Frans Kaisisepo Biak yaitu sebesar 19,27 persen menjadi 371.793 penumpang dari 311.722 penumpang pada periode yang sama 2017 lalu. Sementara itu, Bandara Pattimura Ambon mengalami pertumbuhan penumpang tertinggi ketiga dengan pertumbuhan 17,52 persen periode triwulan I hingga triwulan III 2018 ini menjadi 1,13 juta orang dari 964.545 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga: PT Angkasa Pura I Lakukan Topping Off Terminal Apung Bandara Ahmad Yani

“Salah satu faktor utama yang membuat pertumbuhan trafik penumpang Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sebagai yang tertinggi di antara bandara Angkasa Pura I lainnya adalah telah dioperasikannya Terminal Baru pada Juni lalu di mana terjadi peningkatan luasan dan kapasitas penumpang yang dapat menampung penumpang mencapai 6,9 juta orang per tahun. Peningkatan kapasitas bandara merupakan faktor utama untuk mendorong peningkatan trafik penumpang. Oleh karena itu, Angkasa Pura I terus menggenjot pengembangan bandara-bandara kelolaan,” ujar Faik Fahmi.

Untuk mengantisipasi dan mendorong potensi pertumbuhan trafik, AP I menargetkan dua proyek pengembangan bandara dapat mulai dioperasikan (minimum operation) pada 2019 mendatang. Kedua proyek pengembangan bandara tersebut yaitu Bandara Internasional Baru Yogyakarta (NYIA) yang ditargetkan dapat dioperasikan pada April 2019 dan Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin pada Oktober 2019.

Lagi Enak Makan Cemilan, Tiba-Tiba Seekor Anjing ‘Nimbrung’ di Celah Kursi Pesawat

Bayangkan apa yang terjadi pada Anda bila sedang menikmati cemilan dalam penerbangan ada yang memintanya? Apalagi yang memintanya bukan anak kecil melainkan seekor anjing yang tiba-tiba menyembulkan kepalanya di antara dua kursi pesawat?

Baca juga: Kongres Bantu FAA Pertimbangkan Aturan Jarak Kursi, Hewan Peliharaan dan Jumlah Toilet di Pesawat

Kejadian unik ini baru saja terjadi dalam sebuah penerbangan dan menjadi viral dimana seorang penumpang yang tengah asik menikmati cemilannya melihat pemandangan aneh dari sela-sela kursi. Dia merasa seperti ada yang memperhatikan dia saat makan cemilannya.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk (25/10/2018), kemudian dia menyadari bahwa sedang diawasi oleh suatu sosok yang terlihat lapar. Lalu di antara celah-celah kursi depannya ada wajah seekor anjing yang menyembulkan bagian hidungnya sembari melihat penumpang tersebut.

Anjing itu tampak sangat menginginkan makanan tersebut dan lucunya terlihat seperti terjepit. Karena hal ini, penumpang pria itu akhirnya menyerah dan memberikan beberapa cemilannya pada anjing lapar itu.

“Saya memfilmkan kejadian unik ini dan aku memberinya cemilan itu dan pastinya sudah mendapat izin juga dari sang pemilik sebelum memberikan ke anjing tersebut,” ujar pria yang juga memfilmkan tindakan sang anjing.

Setelah di unggah, video tersebut banyak dikomentari warganet yang salah satunya berkomentar, “Jujur, itu terlihat seperti penerbangan terbaik yang pernah ada.” Warganet lainnya pun ikut berkomentar, “Saya mengharapkan akan ada lagi yang berbagi cemilan.”

Meski banyak yang menyukai video tersebut, tak pula menutup ketidaksukaan warganet. ini terlihat beberapa yang mengomentarinya, “Apa yang terjadi jika saya terbang dan saya cukup alergi dengan anjing? ini hanya hipotesa.”

“Saya pernah melihat anjing terkena diare langsung dari makanan orang. Itu akan sangat mengerikan,” ujar seorang warganet lainnya.

Baca juga: Ceroboh! United Airlines Salah Terbangkan Anjing yang Tengah Sakit

Ada cerita ain dalam penerbangan, dimana seorang penumpang juga melihat ada yang menempel di antar kursi pesawat mereka. Saat terekam kamera itu adalah seekor kucing yang entah bagaimana ada di pesawat dan bedesakan di antara kursi dan dinding kabin.

Beberapa lainnya pernah merasakan makanan mereka di curi oleh penumpang lain. Pencuri yang manis itu hanya seorang bayi, yang menggunakan tangan kecil mereka untuk bersandar di antara tempat duduk dan mencuri beberapa makanan mereka.

Penumpang Lion Air JT-996 Rute Makassar-Kendari Melahirkan di Kabin Pesawat

Ada yang menyebut bahwa bayi yang dilahirkan di kabin pesawat maka akan menjadi warga kehormatan dari maskapai tersebut. Dan pada hari Jumat, 26 Oktober 2018, telah lahir seorang bayi laki-laki di kabin pesawat Boeing 737-800NG Lion Air JT-996 rute Makassar-Kendari.

Baca juga: Melahirkan di Dalam Pesawat, Antara Jaminan Terbang Gratis dan Isu Kewarganegaraan

Dikutip dari siaran pers Lion Air, disebutkan Lion Air JT-996 mengudara dengan jadwal keberangkatan pukul 19.20 WITA dengan membawa tujuh kru dan 189 penumpang. Pada saat kejadian, Lion Air sudah mendarat di Kendari pada pukul 20.00 WITA.

Salah satu wanita atas nama Ufa yang duduk di nomor 34B sesuai boarding pass melahirkan di dalam kabin pesawat. Lion Air menyampaikan penjelasan bahwa terkait hal tersebut terjadi ketika pesawat sudah mendarat dengan sempurna dan berada di landas parkir (apron) bandar udara Kendari.

Ketika awak kabin (flight attendant/ FA) bersiap untuk proses penurunan seluruh penumpang dari kabin (disembark), FA di bagian belakang mendapatkan informasi ada salah satu penumpang dalam keadaan sedang mengandung (hamil) membutuhkan bantuan berupa kursi roda.

Salah satu pendamping yang merupakan suaminya menginformasikan bahwa penumpang dimaksud mengeluh kesakitan di perut karena kontraksi. Awak kabin bertindak cepat dan berkoordinasi guna mempersiapkan perlengkapan medis yang dibutuhkan (medical kit) dalam situasi darurat dan membutuhkan pertolongan cepat. Pada penerbangan JT-996 tidak terdapat penumpang lain yang berprofesi sebagai dokter atau bidan, oleh karena itu FA berkomunikasi kepada petugas layanan darat (ground handling) untuk mendatangkan dokter dari Balai Kesehatan Pelabuhan (port health).

Pimpinan awak kabin Natasya Jovani bersama pramugari lainnya telah menjalankan standar prosedur penanganan penumpang khusus di pesawat. Ufa dibaringkan kursi nomor 34 ABC dengan menunggu penumpang lainnya turun dari kabin. Atas kerjasama kru yang tepat, proses persalinan telah dilakukan secara baik, Ufa melahirkan seorang bayi laki-laki.

Setelah proses persalinan, tim medis tiba di kabin dan segera membawa Ufa bersama bayinya ke rumah sakit terdekat guna tindakan medis yaitu perawatan selanjutnya.

Sebagai informasi, pada saat sebelum masuk ke kabin (pre-boarding) di Makassar, petugas layanan di pintu keberangkatan (staff gate) Lion Air sudah melakukan pengumuman berupa himbauan melapor kembali dengan melengkapi dokumen bagi penumpang yang membutuhkan perhatian khusus seperti membawa bayi (infant) dibawah usia tujuh bulan serta bepergian dalam kondisi hamil. Sesaat setelah pengumuman dilakukan, Ufa bersama dua penumpang pendamping melapor.

Sesuai aturan dan prosedur, maka penumpang tersebut harus menandatangai surat pernyataan (pregnant mother). Berdasarkan pengakuan maupun kondisi sebenarnya, bahwa usia kehamilan mencapai enam bulan (24 minggu).

Dalam standar prosedur penerbangan, untuk usia kehamilan kurang dari 28 minggu diharuskan membawa surat dokter keterangan kehamilan serta menyetujui/ menandatangani surat pernyataan dan formulir indemnity guna diizinkan melakukan perjalanan udara.

Baca juga: Bayi Ditemukan Tewas dalam Toilet Pesawat AirAsia, Perempuan 19 Tahun Jadi Tersangka

Untuk usia kehamilan 28 – 35 minggu, penumpang diwajibkan membawa surat layak terbang (fitness for air travel/ medical information) resmi dari dokter dengan catatan tanggal surat tidak melebihi tiga hari sebelum waktu keberangkatan pesawat yang dijadwalkan serta tetap diwajibkan menandatangani surat pernyataan serta formulir indemnity. Sementara untuk usia kehamilan lebih dari 35 minggu tidak diizinkan untuk melakukan penerbangan.

Bukan Paus Pembunuh, Orca Mark adalah Skuter Listrik Canggih Rilisan Voro Motors

Siapa bilang Orca hanya merupakan jenis dari mamalia laut terbesar yang terkenal sebagai paus pembunuh? Ternyata ada juga lho Orca yang hidup di darat dan memiliki sifat yang sangat bertolak belakang dengan si ikan raksasa tersebut. Ya, jelas Orca di sini bukanlah binatang melainkan sebuah skuter listrik rilisan Voro Motors yang baru saja diluncurkan di platform pendanaan terbesar di dunia untuk proyek-proyek kreatif, Kickstarter.

Baca Juga: Strator Ride, Otoped Listrik Beroda Besar Siap Masuki Moda Alternatif Perkotaan

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (24/10/2018), dalam kondisi baterai berkapasitas 15,6Ah terisi penuh, Orca Mark mampu menempuh jarak hingga 60km. Orca Mark sendiri mampu menembuh kecepatan hingga 33km/jam dan digadang-gadang mampu menanjak hingga ketinggian gradien 30 derajat. Nah berbeda dengan inovasi sepeda lain, Orca Mark sudah dilengkapi dengan lampu yang dapat menjadi penanda Anda ketika bersepeda pada malam hari.

Pada bagian stang, terdapat layar LCD yang akan menampilkan beberapa info terkait perjalanan Anda, salah satunya adalah indikator baterai. Terdapat pula port pengisian gadget dan tombol untuk menyalakan lampu semisal diperlukan. Untuk kelengkapan lainnya, Orca Mark bisa dibilang hampir mirip seperti sepeda konvensional lainnya – eksistensi dari suspensi depan dan belakang yang akan memuluskan perjalanan Anda, hingga rem cakram yang terdapat pada bagian depan dan belakang.

Berbeda dengan skuter listrik lain, Orca Mark ini juga dilengkapi dengan klakson elektrik yang menjadi pelengkap instrumen keselamatan Anda ketika di jalan.

Secara keseluruhan, bentuk dari Orca Mark sendiri memiliki bentuk yang cukup unik. Moda ini menggunakan ban berukuran 12 inci dengan batang penampang stang yang tegak dan panjang. Warna hitam yang mendominasi Orca Mark pun seolah memberikan kesan sporty ketika digunakan.

Selain itu, Orca Mark memiliki kelebihan yang membedakannya dengan moda lain, yaitu kemampuannya untuk dilipat. Alih-alih melipat pada bagian tengah, Voro Motors memberikan sentuhan yang berbeda pada kelebihan ini – melipat pada bagian penampang stang yang tinggi tersebut. Satu lagi, Orca memiliki alarm anti maling yang dapat memastikan keamanan dari moda unik ini sendiri.

Baca Juga: Supaya Tak Kehujanan Saat Bersepeda, Payung Under Cover Solusinya

Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk memilikinya? Jika berminat, siapkan kocek sebesar US$999 atau yang setara dengan Rp15,2 juta per-unitnya. Menurut rencana perusahaan, Orca Mark ini akan mulai dipasarkan pada Januari 2019 mendatang.

 

(Lagi) Awak Kabin Delta Tunjukkan Sikap Tidak Profesional Kepada Penumpang!

Oknum awak kabin maskapai Delta Airlines kembali menuai kontroversi setelah perusahaan penerbangan asal Negeri Paman Sam ini lebih memprioritaskan dua ekor kucing ketimbang kesehatan penumpangnya. Ya, sebuah keluarga yang hendak bertolak dari Atlanta menuju Oklahoma City ini terpaksa meninggalkan sang ayah untuk penerbangan selanjutnya karena penyakit alergi terhadap kucing yang dideritanya. Tidak hanya itu, perlakuan tidak sopan dari awak kabin Delta pun menjadi sorotan berikutnya.

Baca Juga: Karena Masalah Sepele, Tara Reid Dikeluarkan dari Penerbangan Delta Airlines

Dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, adalah Jackie Reckline, sang istri yang terpaksa harus mengudara hanya bersama anak perempuannya dan meninggalkan suaminya karena tidak mampu untuk melanjutkan penerbangan jika berada satu kabin dengan kucing. “Anda lebih memprioritaskan kucing ketimbang nyawa seseorang, dan itu mengejutkan saya,” ujar Jackie.

Kejadian ini berawai ketika Jackie, sang suami, dan anaknya menyadari bahwa di dalam penerbangan tersebut terdapat dua kucing yang dibawa oleh penumpang lain. Sadar bahwa suaminya memiliki alergi parah terhadap kucing, Jackie lalu meminta awak kabin untuk menyingkirkan kucing tersebut.

“Suami saya akan mengalami anaphylactic shock (dampak dari alergi yang dideritanya) jika ada kucing di penerbangan ini,” ujar Jackie kepada awak kabin Delta.

“Dia tidak akan bisa bertahan selama kurang lebih tiga jam di penerbangan ini,” tandasnya.

Namun dikarenakan ukuran kandangnya yang besar, jadi kedua kucing tersebut tidak bisa disimpan di bawah bangku penumpang, melainkan di depan storage closet – berjarak sangat dekar dengan bangku keluarga Jackie.

Melihat situasinya yang sudah tidak lagi kondusif, akhirnya sang suami bangkit dari tempat duduknya seraya mengatakan kepada di awak kabin bahwa ia akan keluar dari pesawat dan terbang dengan menggunakan pesawat berikutnya.

Alih-alih berupaya untuk mencari jalan keluar dari permasalahan ini, sayup-sayup Jackie mendengar bahwa salah satu dari awak kabin Delta tersebut malah melontarkan lelucon soal apa yang tengah melanda keluarganya ini.

“Bergabung bersama kami di sini, awak kabin dari maskapai yang berbasis di Atlanta, bersama Milo dan Roxy (nama dari kedua kucing tersebut),” ujar Jackie sembari memperagakan apa yang ia dengar dari mulut si awak kabin. Tidak hanya itu, awak kabin ini pun terkekeh setelah melontarkan candaan tadi.

Alhasil Jackie terpaksa meninggalkan suaminya di Atlanta guna menunggu penerbangan selanjutnya.

Baca Juga: Ini Fakta yang Mungkin Belum Anda Ketahui dari Delta Airlines

Menanggapi kejadian ini, pihak Delta lantas menerbitkan pernyataan yang berisi, “Kenyamanan dan keamanan setiap pelanggan yang terbang bersama Delta adalah prioritas utama kami. Kami telah menghubungi pelanggan ini (Jackie dan keluarga) secara langsung untuk lebih memahami apa yang sebenarnya terjadi dan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan situasi ini.”

Jika ditelaah lebih dalam lagi, sebenarnya letak kesalahan tidak hanya pada pihak Deltanya saja. Sebagai penumpang yang memiliki riwayat penyakit khusus, semestinya Jackie membubuhkan ‘Special Request’ kepada pihak maskapai supaya disediakan penerbangan yang bebas kucing atau hal lain yang dapat membahayakan kesehatan seorang pengidap alergi.

 

Duh, Gara-Gara Satu Penumpang, Frontier Airlines Flight 87 Dibatalkan!

Maskapai penerbangan super murah asal Amerika, Frontier Airlines menjadi sorotan publik setelah salah satu penumpangnya yang berada di Flight 87 membuka paksa pintu kabin. Kejadian ini sendiri terjadi pada Senin (22/10.2018) kemarin. Ketika pesawat tengah taxi menuju landas pacu, seorang penumpang lalu membuka pintu kabin dengan alasan sakit dan gelisah. Alhasil, penerbangan ini dibatalkan dan pihak maskapai harus mengatur ulang kembali jadwal penerbangan dari penumpang lain yang terdampak.

Baca Juga: Ini Uniknya Boarding di Beberapa Maskapai Dunia

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, kejadian ini bermula ketika Frontier Flight 87 yang hendak bertolak dari Cancun, Meksiko menuju St. Louis, Amerika tengah dalam proses taxi menuju landas pacu. Sejurus sesaat, seorang penumpang berperawakan besar berjalan menuju pintu kabin. Sontak kejadian ini mengundang pertanyaan dari setiap orang yang melihat gelagat si penumpang ini.

“Kepada awak kabin kami, pria ini mengatakan bahwa kondisi kesehatannya sedang tidak baik dan mendadak menjadi gelisah,” ujar juru bicara dari pihak Frontier Airlines. Tak lama kemudian, ia berusaha untuk membuka pintu kabin dan upayanya itu langsung dicegah oleh sebagian penumpang dan awak kabin.

Entah apa yang melatarbelakanginya, namun si penumpang ini lalu berubah bertindak anarkis dengan melakukan kekerasan kepada salah satu awak kabin Frontier. Pintu kabin pun terbuka seraya dengan mengembangnya emergency slide. Akhirnya si penumpang ini berhasil turun dari pesawat, diikuti oleh sejumlah awak kabin dan penumpang lain.

Sesampainya di apron, pria ini langsung ditahan oleh sejumlah penumpang sampai pihak kepolisian Meksiko datang untuk menindaklanjuti aksinya lebih jauh. Ketika pihak berwenang tiba di lokasi, penumpang yang namanya tidak dibongkar oleh pihak kepolisian ini langsung dibekuk dan digelandang menuju pos pengamanan.

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pelanggan, pihak Frontier yang baru saja membatalkan jadwal penerbangan tersebut lalu memesankan ulang kembali tiket bagi para penumpang yang terdampak insiden ini – beberapa di antaranya ada juga yang dipesankan tiket bermalam.

Baca Juga: ‘Ceramah’ di Dalam Penerbangan Frontier Airlines, Pria Ini Disinyalir Terkena Gangguan Mental

Berdasarkan keterangan yang didapat dari pihak keluarga, si penumpang yang membuat onar satu jadwal penerbangan ini masih berada di bawah penanganan salah satu rumah sakit di Meksiko.

Pihak Frontier sendiri hingga saat ini masih enggan untuk berkomentar lebih jauh tentang insiden tersebut dan menunggu hasil investigasi yang tengah dilakukan oleh pihak kepolisian setempat.