Gunakan Sepatu Hak Tinggi, Wanita Paruh Baya Lakukan Gerakan Yoga di Kursi Pesawat

Penerbangan yang memakan waktu berjam-jam kerap kali membuat penumpang kehabisan akal akan melakukan apalagi didalam kabin. Tidur kemudian bangun lagi, membaca dan menikmati hiburan dari monitor di kursi mungkin dilakukan berulang kali.

Baca juga: Lagi Enak Makan Cemilan, Tiba-Tiba Seekor Anjing ‘Nimbrung’ di Celah Kursi Pesawat

Wajar jika kebosanan menghinggapi penumpang yang menggunakan penerbangan dengan waktu tempuh di atas dua jam. Bahkan membuat para pelancong yang berada di penerbangan lupa bahwa mereka duduk dan pergi bersama orang lain di dalam kabin tersebut.

KabarPenumpang.com melansir dari laman express.co.uk (29/10/2018), baru-baru ini seorang penumpang terkejut saat melihat seorang wanita paruh baya melakukan sesuatu yang aneh di depannya. Perilaku ini kemudian di-videokan selama penerbangan dimana sepasang kaki terlihat diatas kursi dan terangkat lurus dengan sepasang sepatu hak tinggi.

Wanita itu kemudian mengangkat kakinya ke belakang arah sandaran kepala sebelum meregangkan atau melebarkannya ke samping. Dia kemudian memegang telapak kakinya untuk meregangkannya lebih jauh sebelum kembali ke atas kepalanya.

Dalam video itu sayangnya tidak terlihat bagian tubuh atau kepala wanita tersebut, tetapi dari gerakannya membuktikan dia memiliki tubuh yang elastis dan fleksibel. Video ini kemudian di unggah di akun PassengerShaming dengan caption “Sangat bingung sekarang dengan wanita tua di depan saya.”

Bahkan banyak warganet yang mengomentarinya, “Sial! Dia fleksibel!”. Sedangkan warganet lainnya mengatakan, “Senang sekali kami tidak menemuinya dalam penerbangan kami dari London!”

“Setidaknya dia terus menggunakan sepatu itu,” ujar seorang warganet. Yang lainnya mengatakan, “Saya benar-benar perlu tahu, mengapa dia menggunakan sepatu di kakinya.”

Baca juga: Viral di Instagram, Wanita Ini Gunting Kuku Kaki di Kabin Pesawat

Bahkan kekonyolan seperti ini bukan sekali ditemukan dalam pesawat, beberapa kali bahkan penumpang melakukan tindakan kasar pada awak kabin pun sering tertangkap video. Beberapa lalu, seekor anjing tiba-tiba menyembulkan hidung dan mukanya di sela-sela kursi saat seorang pria di belakangnya tengah menikmati cemilan.

Adapula penumpang yang memotong kuku kaki hingga menjemur celana dalam di AC di dalam kabin. Mungkin bila dilihat ini semua seperti kekonyolan yang tak berarti, tetapi bagi beberapa penumpang, ini sebagai hiburan dan relaksasi mereka dalam kabin pesawat.

Bandara San Diego, Jadi Bandara di AS yang Paling Rentan Terserang Peretas WiFi Gratis

Pelancong biasanya banyak yang memanfaatkan WiFi gratis untuk menggantikan kuota data ponsel mereka. Sebab, biasanya nomor dari negara asal tidak ada sinyal sehingga pelancong memanfaatkan WiFi gratis tersebut. Apalagi bagi pebisnis yang sangat membutuhkan WiFi untuk mengirim pekerjaan mereka melalui email.

Baca juga: Pastikan Akses Free WiFi di Bandara Aman dari Peretasan, Tips Ini Layak Anda Perhatikan!

KabarPenumpang.com merangkum dari laman airport-technology.com (16/9/2018), perusahaan keamanan cyber, Coronet, awal tahun ini menerbitkan laporan peringkat bandara Amerika Serikat (AS) dimana penumpang kemungkinan besar bida diretas saat masuk melalui jaringan WiFi publik. Cybersecurity semakin diidentifikasi sebagai potensi bahaya terhadap infrastruktur bandara dan kesejahteraan staf, wisatawan dan pengunjung.

Mempertimbangkan penekanan yang ditempatkan pada prosedur keamanan fisik yang ketat di bandara saat ini, dapat menjadi kejutan betapa tidak siapnya banyak bandara profil tinggi sebenarnya ketika menyangkut perlindungan dunia maya terhadap sistem mereka sendiri dan perangkat penumpang. Penggunaan jaringan WiFi tidak aman adalah area lain di mana bandara mungkin membiarkan penjagaan mereka turun.

Coronet mengatakan ada 45 bandara tersibuk AS dimana penumpang kemungkinan besar menjadi sasaran serangan. Daftar teratasnya adalah Bandara Internasional San Diego yang dimana diidentifikasi 30 persen kemungkinan seorang penumpang terhubung ke jaringan berisiko menengah saat berada di bandara dan 11 persen lainnya berisiko ke jarangan lebih tinggi. Bahkan, ketika perusahaan sedang melakukan analisisnya, titik akses WiFi ‘kembar jahat’ yang disebut ‘#SANfreewifi’ beroperasi di bandara.

“Untuk mengidentifikasi bandara dengan risiko cyber terbesar, Coronet mengumpulkan data dari lebih dari 250.000 konsumen dan titik akhir perusahaan yang melakukan perjalanan melalui 45 bandara tersibuk di Amerika selama lima bulan. Coronet kemudian menganalisis data yang terdiri dari kerentanan perangkat dan risiko jaringan WiFi, yang ditangkap dari aplikasi perlindungan ancaman perusahaan.

Setelah analisis selesai, data digabungkan dan distandarisasi untuk menyusun Skor Ancaman Bandara. Semakin besar kerentanan untuk perangkat dan jaringan, semakin tinggi skor yang diberikan. Berdasarkan analisis, Coronet mengklasifikasikan skor apa pun di atas 6.5 sebagai eksposur yang tidak dapat diterima,” jelas pendiri Coronet dan CISO Dror Liwer.

Perusahaan mengidentifikasi tujuh bandara AS dengan skor indeks ancaman 6,5 atau lebih, dengan San Diego mencetak 10,0, maksimum yang tersedia. Tetapi hanya sepuluh dari 45 bandara yang mendapat skor lebih rendah dari 5,4, yang berarti sebagian besar sistem WiFi publik di bandara menimbulkan risiko yang signifikan terhadap perangkat penumpang. Meski menggunakan WiFi sangat nyaman, terhubung ke jaringan yang tidak dikenal dan memberikan kemudahan saaat masuk ke WiFi sangat rentan perangkat diretas.

“Masalahnya keamanan WiFi saat ini dirancang oleh para insinyur dan bukan cryptographers, dan saya khawatir mereka sangat cacat. Ada alat serangan yang tersedia untuk umum untuk teknik yang digunakan saat ini untuk mengamankan WiFi. Terus terang, apa pun yang tersedia saat ini bisa rusak,” kata PA Consulting.

Sementara tidak ada yang melekat pada jaringan bandara yang secara khusus membuat mereka rentan terhadap serangan, bandara itu sendiri telah diidentifikasi oleh banyak penyerang sebagai lokasi yang ideal untuk melakukan serangan. Mereka adalah lingkungan yang unik di mana Anda akan menemukan banyak sekali individu WiFi yang terhubung ke jaringan apa pun yang dapat mereka tangani, termasuk pebisnis dengan potensi intelijen sensitif di perangkat mereka, dan tempat di mana banyak orang akan secara alami menjadi pemalasan di laptop, tablet dan ponsel pintar, membuat aktivitas yang mencurigakan lebih mudah disembunyikan.

Bukan hanya pebisnis dengan data profil tinggi yang dipertaruhkan, siapa pun bisa mendapatkan detailnya dicuri. WiFi bandara tanpa jaminan bahkan menimbulkan risiko bagi personel pemerintah. Alexander berbicara secara khusus tentang negara-negara tertentu yang diketahui menggunakan metode yang mirip dengan jaringan WiFi yang dikompromikan untuk memantau orang-orang tertentu yang berkepentingan.

Baca juga: 20 Bandara Ini Dipercaya Punya Akses WiFi Terbaik di Dunia

Dalam hal cara melindungi perangkat dari jenis serangan ini, baik Liwer dan Alexander menawarkan saran yang sama kepada penumpang, memastikan sistem operasi pada semua perangkat yang menggunakan jaringan WiFi terbaru dan ditambal. Hal yang sama berlaku untuk semua browser dan aplikasi, membuat perangkat selalu terbaru mencegah 80 persen serangan.

Sementara beberapa bandara lebih siap dan terkonfigurasi daripada yang lain, dengan beberapa yang telah menyempurnakan proses cybersecurity yang dibangun ke dalam operasi pusat keamanan mereka, kerentanan bawaan WiFi publik berarti bandara itu sendiri, jika mereka menawarkan layanan seperti itu akan selalu terbuka menaikkan penumpang mereka ke risiko potensial. Tampaknya hingga sistem WiFi yang lebih aman berlaku, anggota masyarakat harus sangat cepat menjadi cukup cerdas untuk melindungi perangkat mereka sendiri.

Parkir Lima Menit di Bandara Bristol, Wanita Ini Harus Bayar Rp2,9 Juta dengan Koin!

Bayar parkir sampai Rp2,9 juta rupiah? Mungkin menjadi hal yang mengejutkan, apalagi hanya parkir dengan kurun waktu yang terbilang singkat seperti hitungan menit. Belum lama ini, seorang wanita Inggris terkejut saat akan membayar parkirnya di Bandara Bristol yang tiba-tiba dikenakan hingga £149 atau sekitar Rp2,9 juta.

Baca juga: Angkasa Pura II dan Telkomsel Hadirkan Airport ePayment

KabarPenumpang.com melansir dari laman khaleejtimes.com (29/10/2018), bahwa saat itu Susanne Willdig akan keluar dari parkiran dan bersiap membayar £1 atau Rp19.509 agar palang terangkat dan mobilnya keluar dari bandara. Namun, monitor pembayaran menuntut dirinya membayar £149 dan mesin tidak menerima kartu melainkan koin sejumlah itu untuk dibayarkan.

Seperti orang kebanyakan, dirinya tidak memiliki koin sebanyak £149 tersebut dan saat itu berada pula anaknya yang berusia dua tahun dan duduk dibelakang mobil.

“Saya mengambil foto mesin yang meminta £149 dalam bentuk koin. Saya tidak terlalu khawatir bahwa saya harus membayar karena itu jelas salah, tetapi anak saya yang berumur dua tahun tidak terlalu senang terjebak di sana,” Kata Willdig.

Ketika tidak ada respon dari tombol bantuan dan mobil dengan cepat mulai antre di belakangnya di pintu keluar, dia mencari bantuan dari seorang petugas polisi di tempat parkir.

“Dia mengirim radio, berbicara dengan kantor pusat mereka dan akhirnya mereka membiarkan saya keluar. Dia menganggap mesin itu tidak menyukai plat nomor saya, yang merupakan pelat standar jadi saya tidak yakin mengapa, itu tidak pernah terjadi sebelumnya,” kata Willdig.

Seorang juru bicara untuk Bandar Udara Bristol menyatakan bahwa masalahnya adalah dengan sistem kamera pengenalan plat nomor dan berkata, “Penumpang memiliki plat nomor standar non-Inggris (persegi tidak bujur) yang berarti sistem pengenalan plat nomor otomatis tidak bisa membaca pendaftaran dengan benar.”

Juru bicara itu menambahkan, Staf menjawab di interkom tetapi penumpang sudah keluar dari mobil dan berbicara kepada petugas polisi. Tim parkir mobil menaikkan penghalang bagi penumpang untuk keluar dari tempat parkir.

Tahun lalu, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga mesin pencetak tiket bermasalah Hal ini membuat seorang pengemudi tidak mendapatkan tiketnya karena tergulung di mesin. Kemudian ini mebuat pengemudi itu yang harusnya hanya membayar Rp13 ribu menjadi membayar Rp213 ribu karena dikenakan sanksi denda kehilangan tiket. Karena kesalahan ini, PT Angkasa Pura II, memohon maaf pada pengemudi dan mengevaluasi standar operasional.

Baca juga: Moda Transportasi di Bandara Ngurah Rai dan Hasanuddin, Antara Fakta dan Harapan

“Berdasarkan hasil analisa rekaman kamera CCTV, mobil pengunjung tersebut masuk ke Terminal 1 pada Senin (18/12/2017) pukul 13.30.45 WIB dan keluar pada pukul 16.22.45 WIB. Seharusnya petugas memeriksa gulungan yang ada di dalam mesin pencetak tiket. Untuk mengantisipasi kejadian ini terulang, kami akan menambah petugas di area parkir,” Executive General Manager Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta, M Suriawan Wakan.

Menurut Wakan, untuk menghindari peristiwa serupa, PT Angkasa Pura Solusi telah melakukan perbaikan mesin parkir yang rusak tersebut. PT Angkasa Pura II (Persero) dalam hal ini juga akan meninjau proses, sarana dan prasarana serta besaran denda terkait sistem parkir di Bandara Soekarno-Hatta.

Bakal Isi Area Belanja di Stasiun MRT Jakarta, Inilah 15 Peritel yang Telah Terpilih

Guna meningkatkan pendapatan dan mengurangi beban subsidi, lumrah bila operator kereta menawarkan kemitraaan dengan peritel untuk mengisi (menyewa) area belanja di stasiun. Tidak hanya dilakukan oleh PT KAI, PT MRT Jakarta yang akan meresmikan layanannya pada Maret 2019 telah mempersiapkan kehadiran peritel di 13 stasiun sepanjang Lebak Bulus hingga Bunderan Hotel Indonesia.

Baca juga: Senilai Rp9,4 Triliun, Indonesia dan Jepang Lakukan MoU Peminjaman Dana Proyek MRT Fase II

Setelah dilakukan tahap pendaftaran dan berlanjut ke beauty contest, pada September 2018 lalu PT MRT Jakarta telah menetapkan nama-nama peritel yang terpilih untuk menjajakan produknya di area belanja stasiun. Dalam acara Forum Jurnalis dan Blogger hari ini (30/10) di kantor pusat PT MRT Jakarta, William Sabandar, Direktur Utama PT MRT Jakarta, menjelaskan bahwa ada tiga segmen ritel di stasiun MRT Jakarta, yaitu food and beverages, convenience store dan fashion and accsessories.

Nah, tentu sebagian dari Anda penasaran, merek-merek apa saja yang bakal hadir di stasiun MRT nantinya. Berikut paparan yang disampaikan pihak PT MRT Jakarta kepada media:

1. Food and Beverages
– Kafe Betawi
– Bakmie GM
– Starbuck
– AW
– Koi Café
– Aunty Ants
– Shihlin Taiwan Street Snack

2. Convenience Store

– Indomaret
– Lawson
– Alfamart
– Family Mart
– Mor store

3. Fashion and Accessories

– Century
– Daiso
– Kaizen

Baca juga: Tiga Gedung ini Akan Terkoneksi Langsung Dengan Stasiun MRT Jakarta

Di bulan Oktober ini, tahapan dilanjutkan dengan pemilihan POT, dimana PT MRT Jakarta akan menawarkan spot-spot unggulan kepada peritel. Selanjutnya pada November 2018 akan dilajutkan dengan penandatanganan kerjasama, dan di Desember 2018 dilakukan approval design and fit out. “Kami mengedepankan inovasi yang ditawarkan oleh peritel, karena berada di lingkungan khusus, peritel tidak boleh memasak dengan api, dan tidak boleh ada buangan air dari proses penjualan tersebut,” ujar William Sabandar.

Dianggap Pilot “Terlalu Besar,” Embraer 175 United Airlines “Return To Base” di Tengah Perjalanan Menuju Chattanooga

Setelah sekian lama ‘absen’ dari pemberitaan, kini nama United Airlines kembali mencuat ke permukaan. Bukan perkara pelayanan dari awak kabin atau ground crew yang tidak sepantasnya, tapi sekarang pilot dari maskapai asli Negeri Paman Sam inilah yang berulah.

Baca Juga: Viral! Pilot United Airlines Tidur di First Class dengan Seragam Ditanggalkan

Ketika Anda tengah dalam perjalanan menuju suatu destinasi, dan kemudian sebuah pengumuman menyebutkan bahwa pesawat tersebut harus melakukan Return To Base (RTB) hanya karena masalah yang tidak masuk akal, itulah yang mendasari hebohnya nama United beberapa waktu ke belakang ini.

Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman usatoday.com (22/10/2018), United Flight 5277 rute Chicago – Chattanooga yang mengangkut 50 penumpang ini kembali mendarat di Bandara Internasional O’Hare, Chicago setelah kurang lebih melakoni setengah perjalanan. Apa yang mendasari pilot untuk melakukan RTB tersebut? “Karena ukuran pesawat yang terlalu besar untuk mendarat di Chattanooga,” ujar salah seorang penumpang maskapai tersebut, Jill Lohsen.

Sekira pesawat sudah mencapai perbatasan Kentucky, tiba-tiba flight announcement berbunyi dan sang pilot yang kala itu berbicara mengatakan, “Penerbangan United menuju Chattanooga tertunda karena keadaan yang tidak terduga… Ini merupakan situasi yang tidak biasa dan kami tengah berusaha untuk menyelesaikannya… Kami sangat menghargai waktu Anda dan kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujar sang pilot.

“Kami akan berbalik menuju Bandara Internasional O’Hare, Chicago,” tambah sang pilot yang diutarakan oleh seorang penumpang lain yang bernama Vince Fallon.

Kala itu, United Flight 5277 menggunakan armada Embraer 175 yang mampu menangkut penumpang maksimal 76 penumpang.

Jill Lohsen mengatakan bahwa alasan yang diutarakan oleh sang pilot tidak masuk akal, karena beberapa hari sebelum ia terbang bersama United, ia menggunakan maskapai Delta dengan armada yang sama (Embraer 175) menuju Chattanooga dan mereka melakukan pendaratan normal tanpa harus mengganti armada.

“Pihak maskapai enggan memberikan penjelasan lebih lanjut terkait insiden RTB ini, mereka hanya menjadwalkan kembali penerbangan kami menuju Chattanooga,” terang Jill Lohsen setibanya ia di Bandara Internasional O’Hare.

Baca Juga: Campur Biofuel dan Avtur, United Airlines Sukses Layani Penerbangan Trans-Atlantik Terlama!

Satu jam berselang setelah pesawat tersebut mendarat kembali di Chicago, para penumpang United Flight 5277 kembali mengudara dengan menggunakan armada Bombardier CRJ 200 yang menyediakan 50 bangku.

Alhasil, insiden yang terjadi pada 16 Oktober 2018 ini mengalami keterlambatan tiba di tujuan sekira tiga jam lamanya.

AirAsia Malaysia Terbang Perdana ke Silangit dari Kuala Lumpur Disambut Hujan

Menjadi salah satu tujuan wisata para pelancong dunia, Danau Toba yang berada di Sumatera Utara ini sudah bisa dissambangi dengan mudah. Dibukanya Bandara Silangit yang kini juga menjadi bandara internasional, pada 28 Oktober 2018 kemarin, baru saja didarati oleh pesawat AirAsia Malaysia.

Baca juga: Fotonya Viral di Facebook, Inilah Reaksi Pramugari Cantik AirAsia

Penerbangan perdana dari Bandara Internasional Kuala Lumpur ini tidak disambut dengan meriam air. Sebab saat itu Silangit tengah dilanda hujan sehingga meriam air alami yang didapat oleh AirAsia Malaysia tersebut.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thestar.com.my (28/10/2018), pesawat AirAsia Malaysia dengan nomor penerbangan AK411 ini meninggalkan KLIA2 di Sepang dengan mengangkut 120 penumpang dan tiba di Bandara Internasional Silangit pukul 10.47 WIB. Penumpang saat tiba di ruang kedatangan bandara, disambut dengan ucapan selamat dan upacara sederhana di dalam ruangan.

AirAsia mengatakan, rute Malaysia-Silangit ini membuat pelancong bebas repot saat melakukan perjalanan mereka ke Danau Toba yang dihiasi pemandangan indah tersebut. CEO AirAsia Malaysia Riad Asmat mengatakan, Danau Toba salah satu dari sepuluh Bali Baru Indonesia. Sehingga dengan adanya penerbangan langsung ini, menjadi lebih mudah dan dekat.

“Rute baru adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam mengembangkan 10 prioritas tujuan wisata, termasuk Danau Toba. Kami memahami Indonesia jauh lebih dari sekadar Bali, dan kami berkomitmen untuk mempromosikan banyak harta tersembunyi di negara ini,” ujar Riad.

Dengan menyediakan konektivitas udara ke Danau Toba, Riad menambahkan AirAsia juga berharap dapat berkontribusi pada ekonomi lokal melalui pariwisata, penciptaan lapangan kerja dan peluang bagi UKM dan komunitas. Selain itu, pihaknya dengan tim Green and Sustainabilitynya juga tengah mengembangkan destinasi Community Based Tourism (CBT) di wilayah Silangit.

“Mereka bekerja sama dengan Otoritas Pariwisata Danau Toba untuk mengidentifikasi lokasi,” jelas Riad.

Baca juga: Gandeng Google Cloud, AirAsia Siap ‘Bertransformasi’

Saat ini penerbangan AirAsia ada empat kali dalam seminggu dari Kuala Lumpur ke Silangit dengan nomor penerbangan AK411 yakni setiap Senin, Rabu, Jumat dan Minggu pukul 10.40 pagi dan AK412 dari Silangit ke Kuala Lumpur pukul 11.25 WIB di hari yang sama. Seorang pelancong asal Kanada, Jodi Davis mengatakan, rute baru ini membuatnya lebih mudah dan menghemat waktu untuk melakukan perjalanan ke Danau Toba.

“Saya di sini awal tahun lalu dan saya harus naik bus domestik selama lima jam untuk tiba di sini setelah tiba di Bandara Kualanamu (di Medan). Dengan penerbangan lanjutan ini, saya pasti akan kembali untuk menjelajahi tempat indah ini lagi,” ujar Davis

Akankah Rute Kereta Bandung – Kawah Putih Gunakan Jalur Lama? Begini Penuturan Pengamat Infrastruktur!

Dalam beberapa tahun ke depan, khususnya warga Bandung dan umumnya bagi para pelancong akan memiliki rute kereta api baru yang bakal mengkoneksikan dengan sejumlah destinasi wisata di Tanah Pasundan – salah satunya adalah Kawah Putih di Ciwidey. Ya, rencana reaktivasi jalur ini telah disetujui oleh sejumlah pihak, seperti PT KAI dan Gubernur Jawa Barat. Tentu saja kabar ini bak angin segar bagi para wisatawan yang kerap terjebak macet di jalur darat menuju salah satu spot wisata andalan di Jawa Barat ini.

Baca Juga: Kolaborasi dengan Pemprov, PT KAI Akan Reaktivasi Empat Jalur Kereta di Jawa Barat

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Humas PT KAI Agus Komarudin mengatakan bahwa dengan menggunakan kereta api menuju Kawah Putih, maka wisatawan tidak akan lagi berjibaku dengan kemacetan. “Ke sana (Kawah Putih) itu berikut macetnya hampir sekitar 4,5 jam, kalau normal sih 3 jam lah,” tutur Agus, dikutip dari laman detik.com.

Sementara jika menggunakan kereta api, maka estimasi perjalanan dari Bandung menuju Kawah Putih tersebut bisa diminimalisir dengan selisih waktu yang cukup signifikan – tentu saja karena kereta api tidak kenal istilah macet. “Kalau dengan kereta ya sekitar, kira kira Bandung-Ciwidey paling kurang lebih 1,5 jam lah,” tandasnya.

Berkenaan dengan tarif, Agus menyebutkan bahwa ongkos yang dikenakan kepada para penumpang akan jauh lebih murah ketimbang mereka yang lebih memilih untuk tetap menggunakan kendaraan pribadi. Namun, ia masih belum bisa membocorkan besaran pasti tarif yang akan dikenakan kepada penumpang.

“Kalau ada kereta api kan masyarakat tentunya punya pilihan alternatif, apalagi kalau dengan kereta api tentunya bisa lebih murah ya, terjangkau lah,” papar Agus.

“Nanti ketentuan skemanya sih nanti tentunya dari pemerintah soal pentarifan ya. Cuma sih bisa PSO (Public Service Obligation), bisa kereta perintis. Yang nentukan nanti pemerintah soal tarif ya… Yang melihat berdasarkan daya beli masyarakat juga, bervariasi, tiap wilayah nggak sama. Paling rendah Rp 3.000 paling tinggi Rp 4.000,” tambahnya.

Sementara soal jalur, Pengamat Infrastruktur Harun Alrasyid mengatakan bahwa penggunaan jalur existing (jalur lama) akan lebih menghemat kocek otoritas terkait karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembebasan lahan.

“Yang pasti lebih murah lah, sebut saja lah 10-15-20%, kan mau kurangi lahannya, kurangi saja 15-20%,” ujar Harun.

Baca Juga: Reaktivasi Jalur Kereta Jawa Barat, Pertanda Peningkatan Sektor Pariwisata di Tanah Pasundan?

Alih-alih tidak keluar dana sama sekali untuk pembebasan lahan, otoritas pendanaan proyek ini akan tetap mengeluarkan dana untuk merelokasi penghuni bangunan-bangunan yang selama ini menjamur di sekitar rel.

“Gusur (bangunan liar di sekitar rel) sama beli (lahan) lain dong (biayanya). Harapannya gitu dong, masa yang nggak punya hak minta harga hak milik.” tutupnya.

 

Mabuk Plus Alami Gangguan Jiwa, Pria Ini Bajak Bus dan Sandera Penumpang Selama 19 Jam

Bagaimana bila saat berada di dalam bus dan disandera oleh seorang mabuk yang juga dalam pengobatan penyakit gangguan mental? Baru-baru ini di Bangkok, Thailand, seorang pria berusia 56 tahun dalam kondisi mabuk naik ke atas bus dari Bangkok menuju Ban Phaeng pada Sabtu (27/10/2018) pukul 8 malam waktu setempat di distrik Kham Moung Kalasin.

Baca juga: Terkait Aspek Keamanan, Bus Tingkat Lebih Cocok di Jalanan Dalam Kota

Pria itu merupakan mantan pengemudi taksi bangkok yang dilaporkan tengah menjalani pengobatan penyakit gangguan mental. Saat bus tiba di distrik Somdet yang berjalan menuju Muang, pria paruh baya itu menyandera seorang penumpang yang ada disebelahnya dan menodongkan ujung pisau. Pengemudi kemudian mengemudikan bus ke kantor polisi Somdet dan melaporkan ada penyanderaan dalam busnya.

Pelaku penyandera bus saat beraksi dengan pisaunya (The Star)

KabarPenumpang.com melansir dari laman thestar.com.my (29/10/2018), pengemudi kemudian membiarkan inspektur polisi, Kolonel Thaweesak Raksasilpa dan petugas lainnya menangani penyanderaan penumpang tersebut. Selanjutnya dari negosiasi, pria mabuk itu setuju membebaskan 15 penumpang lainnya yang berada di dalam bus.

Pelaku penyanderaan menolak meninggalkan bus itu dan mengancam akan menusuk polisi yang berusaha membawanya keluar. Atas insiden ini, polisi meminta pengemudi bus untuk pergi ker rumah pria itu di Kham Moung agar keluarganya berbicara dan pisau yang dibawanya dilepaskan.

Sayang, hal itu juga gagal sehingga bus kembali ke kantor polisi pada Minggu pagi. Hingga akhirnya Gubernur Kalasin Kraisorn Kongchalard dan kepala polisi provinsi Mayjen Thinnarat Phetchpansri ikut bergabung dalam tim perundingan. Hasil perundingan tersebut, yakni untuk menundukkan pelaku dengan menggunakan batang logam setelah sebelumnya menggunakan lima tabung gas air mata.

Baca juga: Mengapa di Setiap Negara Membutuhkan Halte Bus?

Meski begitu, hal ini pun tidak membuahkan hasil dan pria itu tetap menolak turun dari bus serta mengacung-acungkan pisaunya dengan mengancam polisi. Polisi juga menggunakan tongkat berbentuk Y dan tongkat yang berkait untuk menaklukan pria tersebut dan mencegah polisi dan tersangkan cedera.

Diketahui, drama penyanderaan bus dan penumpang didalamnya ini terjadi selama sekitar 19 jam di knifepoint pada Sabtu malam di provinsi Kalasin dan berakhir pada Minggu (28/10/2018) sorenya.

Curi Mangalsutra, Wanita ini Nekat Lompati Seberang Peron!

Kejahatan seperti pencurian pecopetan kerap kali terjadi baik di kendaraan umum, stasiun, halte hingga terminal bus. Pencurian sendiri pelakunya pun tak hanya laki-laki, melainkan ada pula wanita. Bahkan tak tanggung-tanggung pencuri itu kerap kali melukai korbannya.

Baca juga: Dalam 5 Tahun, Kejahatan di Kereta Api India Meningkat Hingga 500 Persen!

Baru-baru ini di Stasiun Vikhroli di Mumbai, India, seorang pencuri wanita mengambil Mangalsutra dari seorang wanita lainnya. Setelah mencuri, pelaku kemudian melompat ke sisi seberang peron stasiun. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman latestly.com (19/10/2018), pencuri wanita ini ternyata tertangkap rekaman kamera pengawas stasiun.

Dalam rekaman kamera pengawas, pencuri wanita itu terlihat melompat ke arah barat sisi seberang peron stasiun. Ini dilakukannya untuk melarikan diri dari lokasi agar tidak tertangkap oleh penumpang lainnya. Tetapi sayang, karena dirinya terekam dalam kamera pengawas stasiun, pencuri wanita itu akhirnya tertangkap setelah adanya laporan pencurian.

Diketahui pencuri itu bernama Sita Sonwani, dia sedang melakukan perjalanan dari CSMT menuju ke Kaylan Local. Kemudian saat kereta tiba di Stasiun Vikhroli wanita itu mengambil Mangalsutra dan melompat kabur. Mangalsutra merupakan barang berharga seorang wanita yang diberikan suaminya saat mereka menikah atau bisa dikatakan menjadi mas kawin pernikahan dan penting bagi seorang wanita India.

Dari kesaksian korban, pencuri wanita itu berdiri tepat dibelakang dirinya. Setelah pencurian itu, beberapa orang berusaha menangkapnya tetapi dia mengatakan dirinya kehilangan bayinya dan berhasil melarikan diri dari TKP.

Baca juga: Perkeretaapian India Bocorkan Cara Ampuh Tindak Lanjuti Aksi Kriminal

Kejadian pencurian ini menambah panjang daftar pencurian di kereta India. Diketahui, hingga Maret 2018 sebanyak 20.777 kasus telah dilaporkan baik itu pencurian perampokan bahkan pemerkosaan. Tahun 2017 sendiri, insieden pencurian meningkat dua kali lipat dan perampokan meningkat hingga 70 persen. Pemerkosaan meningkat dari 604 kasus di tahun 2016 menjadi 614 di tahun lalu, sedangkan laporan hingga Maret 2018 sudah ada 193 laporan.

Kenaikan kejahatan yang luar biasa tersebut membuat pemerintah mengumumkan akan memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah gerbong kereta dan stasiun yang diidentifikasi tempat banyak terjadinya hal-hal tersebut. Pengamanan khusus dari Railway Protection Force (RPF) diusulkan untuk ditingkatkan dan anjing pelacak terlatih dihadirkan untuk menekan pelaku pembuat onar tersebut.

Layani Pasar Bengkulu Utara, Wings Air Buka Penerbangan ke Mukomuko

Meningkatnya tren pelancong untuk berwisata ke daerah-daerah yang jarang terjamah, membuat Wings Air membuka rute baru ke Mukomuko yang berada di Provinsi Bengkulu. Letaknya yang cukup jauh dari ibukota provinsi sebenarnya memiliki letak strategis karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Kerinci, Jambi dan Kabupaten Pesisir Selatan di Sumatera Barat.

Baca juga: Wings Air, Akhirnya Buka Penerbangan ke Karimunjawa dari Semarang

Membuka rute baru ke Mukomuko, menjadikan Wings Air satu-satunya maskapai yang memiliki penerbangan di rute tersebut. Rute penerbangan ini akan dilayani dengan frekuensi terbang satu kali setiap hari pergi pulang (PP).

Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, penerbangan perdana dari Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu pukul 10.40 WIB dengan nomor penerbangan IW-1134 dan tiba di Bandara Mukomuko pukul 1120 WIB. Penerbangan sebaliknya dengan nomor IW-1135 berangkat pukul 11.40 WIB dari Mukomuko dan tiba di Bandara Fatmawati Soekarno pukul 12.20 WIB.

“Pembukaan jaringan terbaru dilayani dengan frekuensi terbang satu kali setiap hari pergi pulang (PP). Inaugural flight mencatatkan tingkat isian penumpang (load factor) 65 persen. Selanjutnya akan ditargetkan mengalami peningkatan lebih dari 80 persen,” ujar Danang melalui siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, Kamis (25/10/2018).

Danang mengatakan, Wings Air akan terus melakukan evaluasi pasar, jika segmen rute ini berada pada level positif, maka tidak menutup kemungkinan untuk menambah frekuensi atau membuka jaringan yang terhubung ke destinasi lain. Penerbangan akan menggunakan ART-72-500 dan 72-600.

“Perluasan jaringan tersebut menjadi bukti nyata dari langkah strategis Wings Air dalam menyediakan kemudahan akses melalui transportasi udara salah satunya yaitu menghubungkan wilayah setingkat kabupaten dengan kota yang tetap mengedepankan faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan. Kehadiran Wings Air di Mukomuko diharapkan mampu menjawab dari tingginya permintaan pengusaha, masyarakat dan wisatawan terkait kebutuhan penerbangan. Kami optimis, kesungguhan Wings Air untuk mengembangkan Bengkulu dengan didukung inisiasi maupun program dari berbagai pihak menjadi solusi terbaik sejalan mempermudah lalu lintas orang dan membantu percepatan distribusi barang ataupun logistik,” ujar Operations Director of Wings Air, Capt. Redi Irawan.

Baca juga: Punya ATR 72-600 Baru, Wings Air Punya Kini Punya 61 Armada

Penerbangan Wings Air dari Kota Bengkulu ke Mukomuko telah memberikan nilai lebih kepada kalangan pebisnis dan wisatawan, antara lain melengkapi moda angkutan yang sudah ada, alternatif baru bagi penduduk lokal dalam bepergian serta efektivitas perjalanan dengan durasi lebih efektif berkisar 30 menit dibandingkan waktu tempuh darat sekitar 6-7 jam (247 km). Tonggak penting ini sekaligus menghidupkan kembali suasana Mukomuko sebagai destinasi baru dalam menciptakan petualangan seru tak terlupakan.

Mukomuko ialah pintu masuk ke Bengkulu bagian utara, yang menyimpan sumber daya bisnis, jasa, perdagangan, argoindustri, industri kreatif, pariwisata dan lainnya sebagai kawasan ekonomi baru. Bagi pelancong, Kota Bengkulu dan sekitarnya sangat popular berjuluk Bumi Raflesia yang semakin terkenal sebagai salah satu spot instagenic.