Video Tersebar Saat Berhubungan Seksual di Toilet Pesawat, Awak Delta Airlines di Skorsing

Seorang awak kabin Delta Airlines harus tinggal di rumah untuk sementara karena video dirinya berhubungan seksual di toilet pesawat tersebar di media sosial. Petugas pria yang tidak disebutkan namanya itu sebenarnya sedang tidak bertugas tetapi mengenakan seragam Delta saat berhubungan seksual.

Baca juga: Parah! Petugas Keamanan Bandara London Lakukan Pelecehan Seksual Pada Waria

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newsweek.com (18/10/2018), kedua nya diyakini menyusup ke dalam toilet pesawat di tengah penerbangan. Keduanya menghabiskan waktu lebih dari delapan menit di dalam bilik kecil yang terkunci itu. Video tersebut kemudian tersebar tak hanya di media sosial melainkan pada karyawan Delta Airlines.

Mengetahui hal itu, pihak Delta mengatakan, awak kabin tersebut telah memberitahukan kepada perusahaan bahwa dirinya tidak tahu kalau sedang difilmkan dalam pertemuannya dengan sang bintang porno. Kemudian pria berusia 20 tahunan itu menjelaskan bahwa dirinya memiliki rencana untuk menegaskan terkait hak hukum dengan pelanggaran privasi dan hak publisitas.

Delta mengatakan, awak kabinnya juga langsung menghubungi Twitter untuk menghapus video itu dan perusahaan media sosial tersebut menyetujui permintaan untuk menghapus. Meskipun awak kabin tersebut tidak bekerja saat kejadian itu terjadi, Delta mengatakan, video tersebut melanggar peraturan perusahaan terkait karyawan mereka.

“Video ini tidak mencerminkan standar profesionalisme yang dilakukan karyawan kami saat mewakili merek Delta sebagai penumpang di pesawat Delta. Kami telah menskorsing awak kabin tersebut dan melakukan penyelidikan penuh,” ujar Delta Airlines.

Awak kabin yang tak sebutkan namanya itu, diketahui bepergian bersama dengan bintang porno pria, Austin Wolf. Karena hal tersebut Undang-Undang terkait penyebaran materi seksual eksplisit seseorang tanpa persetujuan akan dikenakan hukuman bervariasi di beberapa negara bagian.

Baca juga: Kerap Dilecehkan, Awak Kabin Beberkan Kelakuan Penumpang Mabuk

Bahkan ada negara bagian yang memberikan pelanggaran ringan dan yang lainnya mengatakan hal tersebut sebagai kejahatan. Biasanya hukuman yang diterima bila tidak sanksi maka hukuman penjara bisa dikenakan. Malahan, jika seseorang tertangkap dan terlibat dalam perilaku seksual di pesawat memungkin dikenakan hukuman 20 tahun penjara.

Pada Maret 2018 kemarin, seorang awak kabin menangkap basah dua orang pasangan yang berhubungan seks di toilet pesawat Virgin Atlantic dari London ke Cancun, Meksiko. Kemudian keduanya diamankan ketika pesawat mendarat dan dilarang menggunakan penerbangan Virgin di masa mendatang karena perilaku mengganggu mereka.

Rel Bengkok Akibat Panas Masih Jadi Momok Menakutkan di Dunia Perkeretaapian

Sebagai operator kereta api di Inggris, Network Rail memiliki aset sekira 20.000 mil jalur kereta, lebih dari 2.500 stasiun, dan berbagai peralatan signaling, telekomunikasi, hingga saluran udara. Selain dituntut untuk menjaga dan mengoperasikan keseluruhan aset tersebut, pihak Network Rail juga harus memperhatikan sejumlah faktor eksternal yang dapat menunjang kelancaran pengoperasiannya, salah satunya adalah faktor cuaca.

Baca Juga: Kenapa Kereta Tidak Bisa Menembus Rel Yang Tergenang Banjir? Ini Dia Jawabannya!

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, kondisi cuaca yang terik dapat menimbulkan efek tersendiri pada rel kereta. Sifat besi (rel) yang mampu menyerap dan menampung panas memberikan ancaman tersendiri pada kelancaran operasi Network Rail dan juga seluruh operator kereta lainnya. Sebut saja kondisi rel yang memuai atau melengkung menjadi salah satu momok yang harus mendapat perhatian lebih dari para operator kereta.

Kendati belakangan ini sudah banyak tersiar kabar soal teknologi drone yang mampu memeriksa kelaikan dari jaringan rel kereta api, namun tampaknya inovasi ini masih kurang mampu untuk menjadi jalan keluar terbaik dari masalah ini. Kalau sudah seperti ini, kira-kira apa saja yang akan terdampak semisal rel kereta ini mengalami kendala akibat panas? Berikut KabarPenumpang.com petakan kemungkinan masalah yang akan timbul akibat faktor alam ini, dikutip dari laman railtechnologymagazine.com.

Penundaan Keberangkatan
Hal ini sering kali terjadi di jaringan perkeretaapian dunia, dengan apapun alasan yang melatarbelakanginya – tidak terkecuali masalah pada rel yang diakibatkan oleh panas. Seperti yang sudah disebutkan di atas, panas dapat menyebabkan rel memuai dan bengkok sehingga sabungan antar rel menjadi renggang. Jika rel renggang, tidak menutup kemungkinan kereta akan anjlok.

Pembatalan Keberangkatan
Ini merupakan dampak lanjutan dari poin di atas. Kerusakan yang cukup parah akibat rel yang terpancar terik mampu membuat kacau satu jadwal keberangkatan kereta.

Penelitian Untuk Mencari Jalan Keluar
Sebut saja proyek Summersense yang dilakukan oleh University of Birmingham pada tahun 2014 hingga 2016. Proyek ini menyellidiki soal dampak panas terhadap infrastruktur kereta api yang terletak di Inggris Tenggara. Sejumlah penelitian lain yang berfokus pada kasus ini pun dilakukan oleh beberapa institusi lain.

Baca Juga: Ardenna Kembangkan Drone yang Mampu Deteksi Rintangan di Sepanjang Rel Kereta

Manajemen Risiko Panas
Penelitian lain yang berfokus pada dampak dari panas pada rel adalah manajemen risiko panas. Secara garis besar, manajemen risiko panas membantu menargetkan pemeliharaan rutin terhadap aset yang berpotensi mengalami kerusakan akibat panas.

 

Awak Kabin Pesawat Berisiko Lebih Tinggi Terkena Kanker Payudara!

Sel kanker ada di setiap tubuh manusia, hanya saja ke-aktifannya tergantung oleh masing-masing orang. Biasanya pemicu sel kanker aktif dari makanan, minuman, gaya hidup dan lainnya. Bahkan seorang petugas penerbangan memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker dibandingkan populasi lainnya yang bekerja di darat. Hal ini dikarenakan oleh paparan radiasi di atmosfer, gangguan tidur dan karsinogen lainnya.

Baca juga: Kampanyekan Bahaya Kanker, Stasiun Plymounth Pampang Foto Perawat dari Marie Curie

KabarPenumpang.com melansir laman independent.co.uk, bahwa ditemukan dari hasil penelitian pada lima ribu awak kabin dan menemukan bahwa risiko kanker payudara meningkat lebih dari 50 persen. Sedangkan risiko kanker perut meningkat hingga 74 persen. Namun, penelitian tersebut tidak dapat membuktikan apa yang menyebabkan peningkatan tersebut.

Tetapi peningkatan paparan radiasi dari waktu yang dihabiskan di atmosfer atas yang lebih tipis dan siklus tidur serta makanan yang terganggu bisa menjadi faktornya. Dalam penelitian yang dilakukan ini juga, menemukan tingkat yang lebih tinggi dari setiap hasil kanker yang dilihat setelah standarisasi usia awak kabin.

“Kami melaporkan prevalensi kanker payudara, melanoma dan non-melanoma yang lebih tinggi di antara awak pesawat dibandingkan dengan populasi umum. Ini mengejutkan mengingat rendahnya tingkat kelebihan berat badan dan merokok di kelompok pekerjaan ini,” kata Dr Irina Mordukhovich dari Harvard TH Chan School of Public Health.

Peningkatan risiko kanker awak kabin dan populasi umum terlihat pada payudara 3,4 persen lebih tinggi pada awak kabin dibandingkan 2,3 persen pada populasi umum, serviks (1,0 persen lebih tinggi dibandingkan 0,70 persen), gastrointestinal (0,47 persen lebih tinggi dibandingkan dengan 0,27 persen), dan tiroid (0,67 persen dibandingkan dengan 0,56 persen).

Mereka juga menemukan bahwa risiko kanker kulit non-melanoma meningkat setiap lima tahun yang dihabiskan dalam pekerjaan. Petugas penerbangan terpapar dengan beberapa karsinogen yang diketahui dan mungkin di lingkungan kabin. Ini termasuk radiasi berbasis ketinggian, gangguan terhadap jam tubuh melalui pola pergeseran yang tidak teratur dan kualitas udara yang buruk di dalam kabin.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan awak kabin memiliki beberapa paparan radiasi tertinggi dari pekerjaan apa pun, termasuk di industri nuklir, tetapi paparan ini tidak diperlukan untuk dimonitor secara rutin seperti di sektor lain. Banyak pramugari juga terpapar asap rokok sebelum larangan merokok di dalam kereta api diterapkan.

Baca juga: Aerotoxic Syndrome, Isu Kesehatan di Dunia Penerbangan yang Masih Disepelekan

Para peneliti mengatakan pekerjaan tenure tampaknya tidak terkait dengan kanker payudara, kanker tiroid atau melanoma pada semua wanita, tetapi dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi pada wanita yang tidak pernah memiliki anak dan wanita yang memiliki tiga atau lebih anak. Setiap mantan pramugari Amerika Serikat saat ini memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam penelitian ini, dengan sebagian besar (91 persen) saat ini bekerja dalam peran awak kabin.

Penelitian tentang 5.366 petugas yang bekerja pada penerbangan domestik dan internasional di Amerika Serikat tidak memeriksa dampak kesehatan dari sering terbang di antara penumpang pesawat. Temuan itu menunjukkan upaya tambahan harus dilakukan untuk meminimalkan risiko kanker di antara pramugari, termasuk pemantauan dosis radiasi dan mengatur jadwal.

Di Kanada Bawa Ganja Legal di Penerbangan Domestik

Tidak semua negara memberlakukan aturan yang sama – tidak terkecuali untuk urusan ganja. Ya, kendati barang semacam ini dilarang beredar di Indonesia tapi tidak bagi negara lain, sebut saja Kanada. Sehubungan dengan ini, otoritas Bandara Internasional Calgary di Kanada memperingatkan setiap orang yang membawa ganja untuk selalu memperhatikan setiap norma yang berkaitan dengan ganja, seperti kapan barang ini boleh digunakan dan berapa banyak linting yang boleh mereka bawa.

Baca Juga: Ganja Legal di California, Tapi Tak Bisa Dibawa Melalui Bandara

“Saya pikir ketika Anda meninggalkan Kanada dengan membawa ganja, ada banyak bandara di luar sana yang bakal mempelajari regulasi lebih lanjut soal ganja,” ungkap Direktur Operasional Terminal untuk Bandara Internasional Calgary, Alan Lawn, dikutip KabarPenumpang.com dari laman calgaryherald.com (16/10/2018).

“Akankah kedepannya kita akan melihat adanya peningkatan pelancong yang mengudara dengan membawa ganja? Tentu jawabannya masih mengawang-awang,” tandasnnya.

Bandara Internasional Calgary sendiri memberlakukan peraturan yang cukup unik dan berbeda dengan bandara lain, dimana mereka mengijinkan setiap penumpang untuk membawa 30 gram ganja – baik di kargo maupun di hand-luggage mereka.

“Ada baiknya para pelancong domestik memasukkan ganja mereka ke dalam plastik transparan sehingga petugas keamanan bandara dapat mengetahui bahwa mereka membawa ganja,” jelas Alan.

“Apabila Anda kedapatan membawa ganja melebihi batas yang diijinkan (30gram), maka petugas keamanan bandara akan berkolaborasi dengan Calgary Police Service untuk menyelidiki lebih lanjut mengenai temuan tersebut,” tandasnya.

Lain cerita dengan penerbangan internasional, Alan menyebutkan bahwa hal tersebut ilegal dan para pelanggar akan dikenai pidana serius. “Kendati ganja legal di Kanada, namun jangan sekali-kali untuk membawa ganja keluar dari perbatasan Kanada – Amerika Serikat, berapapun jumlahnya. Termasuk penerbangan menuju negara bagian Amerika lan yang telah melegalkan ganja,” tutur Alan mengutip pernyataan yang pernah dirilis oleh Pemerintah Kanada.

Baca Juga: Nyeleneh! The Potland Experience Bus Siap Bawa ‘Pelesir’ Anda Bersama Lintingan Ganja di Tangan

Ia melanjutkan bahwa peraturan ini masih tergolong baru, dan akan ada modifikasi di masa yang akan datang seiring dengan sejumlah kasus yang mungkin akan ditemui. Adapun tantangan terbesar yang dihadapi pihak bandara adalah menyadarkan setiap orang untuk patuh terhadap peraturan yang sebelumnya sudah ditetapkan.

“Para pelancong yang berniat untuk membawa ganja di dalam penerbangan domestik mereka, harus sadar akan peraturan yang sudah ditetapkan. Terkecuali untuk penerbangan internasional, ganja tetaplah ilegal.” tutup Alan.

 

Tiap Hari Layani 6 Ribu Penumpang, Stasiun ini Tak Miliki Fasilitas Umum

Penumpang di Stasiun Bogura, Bangladesh harus menderita karena kurangnya fasilitas umum yang tersedia seperti ruang tunggu penumpang, keran air minum dan toilet. Padahal stasiun ini melayani empat kereta luar kota dengan membawa lebih dari enam ribu penumpang setiap harinya.

Baca juga: Stasiun Ernakulum India, Hadirkan Fasilitas Komplit Bagi Kaum Difabel

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thedailystar.net (12/10/2018), Stasiun Bogura melayani Lalmoni Express, Rangpur Express, Dolonchapa dan Karatoa Express serta enam kereta lokal. Selain melakukan pelayanan penjualan tiket untuk penumpang, stasiun ini tidak memberikan fasilitas lainnya.

Seorang penumpang bernama Lovely Begum yang akan bepergian bersama keluarganya telah menunggu selama satu jam untuk menaiki kereta lokal menuju Gaibandha dan tidak bisa duduk di ruang tunggu bahkan untuk ke toilet pun harus ditahan. Bahkan diketahui pada Sabtu lalu, di Stasiun Bogura ada 200 penumpang menunggu di peron karena tidak ada ruang tunggu.

“Pihak berwenang mendapatkan dari penjualan tiket tetapi mereka paling tidak peduli tentang memberikan fasilitas minimum untuk penumpang. Anda tidak dapat membayangkan stasiun tanpa ruang tunggu, air minum dan toilet, bahkan di negara tetangga kami India,” ujar Minara Zaman seorang penumpang di Stasiun Bogura.

Menanggapi hal ini Kepala Stasiun Bogura, Bejaru Islam mengatakan, pihaknya sebenarnya memiliki empat ruang tunggu termasuk salah satunya dilengkapi dengan pendingin udara dan berada di lantai dua. Sedangkan tiga ruang tunggu lainnya berada di lantai dasar stasiun tersebut.

“Kami punya ruang tunggu, tetapi tidak sepanjang waktu dibuka. Ini karena kami hanya memiliki satu karyawan bukan tiga orang untuk menjaga ruang tunggu itu,” ujar Bejaru.

Terkait masalah air yang bisa digunakan, pejabat stasiun mengatakan, tangki (torn) air diketahui sudah rusak selama dua tahun dan keran untuk mengaliri airnya pecah enam bulan lalu.

“Namun, dalam keadaan darurat kami membuka ruang tunggu dan membiarkan penumpang menggunakan toilet yang dimaksudkan untuk staf kami,” kata kepala stasiun.

Namun, saat diselidiki ditemukan semua ruang tunggu terkunci selama kunjungannya ke stasiun selama tiga hari berturut-turut. Aslam Hossain, sub-assistant engineer dari Stasiun Kereta Api Bogura, mengatakan, dirinya bergabung dengan stasiun setahun yang lalu, tetapi tidak melihat ada tangki air di sini.

Baca juga: Manakah yang Bakal Jadi Solusi Toilet di Stasiun Kereta India: Bio-Toilet Atau Toilet Hibrida?

“Saya melihat dua tutup tabung air disimpan di gudang kantor kami. Saya mendengar pecandu narkoba sebelumnya mencuri tabung air,” kata Hossain.

Dia mengklaim bahwa pihak berwenang kereta api telah mengatur layanan air minum alternati. Bahkan tangki persediaan air telah menjadi tempat pembuangan sampah virtual.

“Baik penumpang maupun staf stasiun tidak mengeluhkan hal ini. Jika ada yang mengeluh, kami akan mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah,” jelas Hossain

Inilah Sejumlah Fakta Unik dari Flag Carrier Arab Saudi, Saudi Arabian Airlines!

Setelah membedah soal fakta-fakta unik yang terselip di dalam maskapai asal Negeri Sakura, Japan Airlines, kali ini saatnya kami untuk membahas tentang maskapai bermarkas di Jeddah, Saudi Arabian Airlines atau yang kerap disingkat Saudia. Maskapai yang tergabung di dalam aliansi penerbangan SkyTeam ini didirikan pada September 1945. Siapa sangka maskapai ini awalnya dioperasikan oleh operator asal Amerika bernama Trans World Airlines.

Baca Juga: Japan Airlines, Flag Carrier Jepang yang Jadi Pengguna Terbanyak Boeing 747 di Asia

Kira-kira, fakta unik apalagi yang tersaji dari maskapai yang memegang peranan penting terhadap kondisi perekonomian di Arab Saudi ini ya? Berikut KabarPenumpang.com suguhkan beberapa fakta unik lainnya dari maskapai Saudia dilansir dari laman lifeinsaudiarabia.net.

Asal Muasal Saudia
Besarnya nama Saudia saat ini tidak lepas dari peranan Amerika Serikat. Kembali ke tahun 1945, Presiden Amerika ke-32, Franklin Delano Roosevelt memberikan hadiah berupa pesawat McDonnell Douglas DC-3 kepada Raja Arab Saudi, King Abdul Aziz. Pesawat inilah yang menjadi cikal bakal dari lahirnya maskapai bernama Saudia.

Markas’ yang Berubah Jadi Pusat Perbelanjaan
Pada awal berdiri, Saudia menetapkan Bandara Kandara di Jeddah sebagai main base mereka. Namun seiring berjalannya waktu, bandara tersebut mulai tergerus perkembangan kota dan beralih fungsi menjadi pusat perbelanjaan dan wilayah pemukiman penduduk. Kini, Saudia memiliki tig hub sekaligus – King Abdulaziz International Airport, King Khalid International Airport, dan King Fahd International Airport.

Menjalankan Penerbangan Charter Sendiri
Berbeda dengan kebanyakan maskapai raksasa lain yang memilih untuk tidak mengoperasikan penerbangan charter sendiri, Saudia malah menempuh jalannya sendiri. Diketahui maskapai berslogan “Welcome to Yout World!” ini mengoperasikan penerbangan charternya sendiri dengan menggunakan armada Dassault Falcon 7X.

Pelayanan Katering yang Luar Biasa
Melalui Saudi Airlines Catering, siapa sangka maskapai ini memproduksi sekira 102.500 meals setiap harinya! Angka tersebut terus dipertahankan setiap harinya, hingga September 2015, Saudi Airlines Catering mampu menyanggupi produksi makanan untuk total 299 penerbangan yang mereka operasikan. Keren!

Baca Juga: 5 Fakta Unik Tentang Qatar Airways yang Mungkin Baru Anda Tahu!

Saudia dan Flyadeal
Jika Garuda Indonesia punya Citilink sebagai maskapai LCCnya, maka Saudia punya Flyadeal yang statusnya hampir mirip seperti Citilink. Flyadeal sendiri didirikan pada April 2016 dan memulai operasi perdananya pada 23 September 2017.

Viral di Instagram, Wanita Ini Gunting Kuku Kaki di Kabin Pesawat

Seorang penumpang kembali berulah dalam kabin pesawat penerbangan dengan menggunting kuku kakinya. Saat memotong kuku kakinya tersebut, wanita itu mengangkat kakinya dan di-videokan orang lain hingga viral di Instagram.

Baca juga: Viral! Video Pria Gunting Kuku Kaki di Kabin Pesawat

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber travel.nine.com.au (12/10/2018), wanita tersebut seperti tidak sadar dirinya sedang berada di dalam sebuah penerbangan. Dia duduk di sebelah penumpang lain dan mengangkat kakinya untuk memotong kuku dan itu membuat penumpang sebelahnya menjadi jijik dengan kelakuan wanita tersebut.

Video yang viral ini pun membuat warganet yang menggunakan Instagram ikut memberikan reaksi jijik dan ketidaksukaan mereka. Video tersebut memiliki caption “pedikur dipesawat! #Happymonday #deadflyingskiforthewin.” Diketahui, video itu telah dilihar lebih dari 139 ribu kali hanya dalam tiga hari setelah diunggah ke Instagram.

Selain merasa jijik, warganet pun yang mengunjungi video tersebut membubuhkan komentarnya yakni ketidaksetujuan mereka. “Dammnnn – memiliki sedikit kesopanan dan berhenti bertindak seperti binatang- beberapa hal dimaksudkan hanya terjadi di rumah atau di salon – tidak mama Anda mengajarkan Anda sopan santun!” ujar salah seorang warganet pengguna Instagram.

Tak hanya itu penumpang yang duduk disebelahnya pun mengomentari video tersebut dan menyatakan, “Bagaimana dia tidak menyikut wajahnya?” Wanita yang viral dengan video menggunting kukunya tersebut dirasa tidak memiliki etika penerbangan.

“Itu hanya akan berada di karpet, mengambang di atmosfer,” kata Sonia Kruger.

“Orang-orang selalu menjadi orang yang paling buruk dalam penerbangan,” kata presenter lainnya, Davina Smith.

Baca juga: Spektakuler! Penumpang Ini Jemur Celana Dalam di Pendingin Kabin Pesawat

Hal ini mengingatkan pada kelakuan seorang penumpang maskapai berbiaya hemat AirAsia, dimana pria tersebut menaikkan kakinya yang kotor dan mulai menggunting kuku kakinya. Kemudian potongan kuku kakinya tersebut kemudian dengan sengaja dijatuhkan ke lantai kabin dan tidak dibersihkan oleh pria itu.

Diperkirakan pria yang tidak diketahui namanya tersebut, tidak sadar akan kuman yang bisa menyerang penumpang lainnya. Bahkan pria tersebut tak sadar kakinya pun bau dan membuat penumpang lainnya tidak menyukai kelakuan pria itu.

(lagi) Tiga Rangkaian Kereta MRT Jakarta Tiba di Pelabuhan Tanjung Priok

Akan menjadi wajah baru di transportasi massal ibukota, Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sangat ditunggu kehadirannya oleh masyarakat. Saat ini tiga rangkaiannya yang didatangkan dari Jepang sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada Selasa (16/10/2018). Ketiganya akan mulai dibawa ke Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan secara bertahap.

Baca juga: Sempat Galau, Inilah Tarif Terjauh yang Diusulkan PT MRT Jakarta

Tiga rangkaian kereta ini adalah rangkaian kereta nomor K1 1 18 25–K1 1 18 30, nomor K1 1 18 31–K1 1 18 36, dan nomor K1 1 18 61–K1 1 18 66. Kehadiran tiga rangkaian kereta tersebut melengkapi enam rangkaian kereta lainnya dimana salah satunya menjadi sasaran vandalisme orang tak bertanggung jawab.

Corporate Secretary PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah mengatakan, per hari ini terdapat sembulan rangkaian kereta MRT yang telah tiba di Jakarta. Tubagus menambahkan, kereta-kereta ini akan diangkut menuju Depo Lebak Bulus secara bertahap mulai Rabu (17/10/2018) hingga Selasa (23/10/2018) mendatang.

“Proses pengangkutan kereta akan dilakukan pada malam hari, terhitung hari ini, dengan enam kereta per pengiriman. Pada Selasa pekan depan diharapkan seluruh tiga rangkaian kereta tersebut tersedia di Depo Lebak Bulus dan siap menjalani rangkaian tes,” ujar Tubagus yang dikutip KabarPenumpang.com dari keterangan tertulis, Rabu (17/10/2018).

Hingga saat ini sudah ada sembilan rangkaian kereta yang tiba di Jakarta. Diharapkan pada Desember 2018 mendatang ke-16 rangkaian kereta sudah tiba dan tersedia di Depo Lebak Bulus. Tak hanya itu, nantinya setelah beroperasi, pihak MRT Jakarta juga berharap transportasi massal terbaru ini bisa memberikan manfaat seperti perbaikan kualitas udara, mengatasi kemacetan di ibukota hingga mengubah pola gaya hidup masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

Baca juga: Terduga Pelaku Vandalisme MRT Jakarta Warga Negara Asing, Polisi Minta Bantuan Interpol

Kereta MRT Jakarta sendiri dalam satu rangkaiannya akan terdiri dari enam gerbong dan satu rangkaian akan bisa mengangkut sekitar 1950 orang dengan jarak antara rangkaian lima menit dalam jam sibuk dan sepuluh menit saat tidak sibuk.

Sebelumnya diketahui, salah satu kereta MRT Jakarta yang ada di Depo Lebak Bulus terkena vandalisme. Pelakunya diduga warga negara asing dan hingga saat ini pihak kepolisian tengah memburunya serta meminta bantuan interpol.

Aeroflot – Ternyata Jadi Maskapai dengan Jumlah Armada Terbesar di Dunia

Tahukah Anda maskapai mana yang pertama kali melakoni penerbangan internasional dengan menggunakan pesawat jet pertama di dunia? Ya, Aeroflot menggunakan Tupolev Tu-104 untuk melakoni penerbangan internasional dengan menggunakan pesawat jet pada 15 September 1956 dari Moskow menuju Irkutsk. Kala itu, Aeroflot sempat singgah di Omsk sebelum melanjutkan perjalanannya.

Baca Juga: Bermula Dari DC-9, Inilah Rentetan Fakta Unik Seputar Turkish Airlines

Wah, kira-kira ada fakta unik apalagi ya dari salah satu anggota aliansi penerbangan SkyTeam ini? Fasten your seatbelt, berikut KabarPenumpang.com rangkum fakta-fakta unik dari maskapai Aeroflot, dikutip dari laman gotravelyourway.com.

Maskapai Terbesar di Dunia
Terhitung pada Maret 2017, total 200 armada berlivery Aeroflot mengantarkan maskapai asal Rusia ini menjadi yang terbesar di dunia, mengalahkan American Airlines. Dikutip dari laman sumber lain, saat ini Aeroflot mengoperasikan sekitar 248 armada yang melayani 146 destinasi domestik maupun internasional.

Pernah Mengoperasikan Concorde
Ya, maskapai ini pernah memasukkan Tupolev Tu-144 ke dalam armadanya pada 1977 dengan rute penerbangan Moskow – Almaty, kota terbesar di Kazakhstan. Namun seiring dengan banyaknya insiden yang menimpa armada supersonik ini, akhirnya Aeroflot menghentikan pengoperasian dari TU-144 dan mengubahnya jadi pesawat kargo hingga tahun 1983.

Mesin Perang Sesungguhnya
Selama masa Perang Dunia ke-2 dan invasi Jerman pada tahun 1941 hingga 1945, Aeroflot mengantongi kurang lebih sekitar 1,6 juta misi kenegaraan dalam situasi darurat tersebut. Salah satu yang paling dikenang adalah ketika maskapai ini mengangkut sekira 1,5 juta tentara dan mendistribusikan sekitar 122,027 ton kargo selama masa-masa tersebut.

Baca Juga: Cathay Pacific Hong Kong, Ternyata Didirikan oleh Orang Australia dan Amerika

Mengoperasikan Armada Muda
Sebagai salah satu raksasa di sektor aviasi global, nama Aeroflot selalu muncul paling awal ketika ditanya maskapai mana yang mengoperasikan pesawat dengan rataan umur paling muda. Menurut laman sumber, rata-rata umur dari pesawat yang dioperasikan oleh maskapai Rusia ini adalah 4,1 tahun. Sebagai pembanding, maskapai raksasa asal Negeri Bavaria Lufthansa memiliki rataan umur armada 9,9 tahun dan American Airlines dengan rataan umur pesawat 10,4 tahun.

Anggota Parlemen Malaysia Canangkan Ganti Bus Pengumpan dengan Ride Hailing

Di Malaysia, munculnya isu tentang anggota Parlemen Tony Pua yang hendak menghapuskan layanan feeder bus atau bus pengumpan menuai beragam tanggapan dari masyarakat – ada yang setuju, namun tidak sedikit pula yang mengecam ide tersebut. Ide ini tengah dipertimbangkan oleh sejumlah pihak mengingat kemajuan teknologi di sektor transportasi – seperti hanya Grab, dinilai mampu untuk menangkut para komuter.

Baca Juga: Sering Tertukar, Ini Dia Perbedaan Antara Ride-Sharing dan Ride-Hailing

“Sekarang kami memiliki usaha baru, teknologi digital inovatif baru seperti Grab. Mengapa Anda harus menyediakan bus pengumpan jika Anda dapat bekerja sama dengan Grab?” tutur Tony Pua dikutip KabarPenumpang.com dari laman malaysiakini.com (16/10/2018).

“Mereka (Grab) benar-benar dapat melayani penumpang dengan door-to-door service yang harganya terbilang cukup murah ketimbang menggunakan bus pengumpan,” tandasnya.

Namun sayangnya ide tersebut dinilai oleh sejumlah golongan kurang tepat karena Tony Pua terkesan tidak memperhatikan after effect dari perombakan struktur transportasi ini. Selain itu, ide yang ditelurkan oleh Tony Pua ini justru bertolak belakang dengan jalan yang ditempuh oleh negara-negara lain, dimana mereka tengah berlomba-lomba untuk menghadirkan moda yang efisien dalam menurunkan volume kendaraan di jalanan.

Ambil contoh seperti ini, dibutuhkan 10 mobil jenis sedan untuk mengangkut misalnya 50 orang – sedangkan di sisi lain, hanya dibutuhkan satu bus pengumpan untuk mengangkut jumlah orang yang sama. Dari contoh sederhana ini saja, sudah terlihat bukan mana moda yang lebih efisien?

Sekarang seperti ini, semisal benar layanan bus pengumpan tadi dihapuskan, maka teror kemacetan siap mengintai di masa yang akan datang. Ini juga berimplikasi pada jumlah polusi udara yang semakin parah nantinya.

Baca Juga: Seberapa Perlu Layanan Ride-Sharing Merata di Berbagai Daerah?

Seperti yang kita ketahui bersama, layanan ride-hailing Grab dapat diakses melalui smartphone. Kasus lain muncul manakala kita menyadari adanya ‘diferensiasi’ ekonomi di masyarkat – tidak semua orang punya smartphone. Tentu saja dengan wacana penghapusan layanan bus pengumpan akan semakin menyulitkan masyarakat kurang mampu.

Jadi pada intinya adalah, masyarakat menolak ide Tony Pua yang menyebutkan akan mengganti layanan bus pengumpan dengan ride-hailing Grab.