Rapide 3 Electric Vehicle, “Bemo” Canggih Untuk Jasa Antar Paket

Kendaraan roda tiga memang cukup umum di Indonesia – ambil contoh becak atau khususnya di wilayah DKI Jakarta dengan bajajnya. Tidak hanya di Indonesia, di berbagai belahan dunia lain pun, moda tersebut sampai-sampai jadi ikon. Sebut saja Thailand yang identik dengan Tuk Tuknya, atau India yang juga terkenal dengan bajajnya. Namun di jaman yang sudah serba modern seperti sekarang, masihkah moda roda tiga tersebut mampu bersaing dengan moda futuristik lainnya?

Baca Juga: The Solo, Electric Vehicle Roda Tiga yang Ramah Lingkungan nan Nyentrik

Tentu saja dengan dibumbui dengan sejumlah teknologi mutakhir, moda roda tiga punya pasarnya sendiri yang dapat meningkatkan utilitasnya di kehidupan sehari-hari. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (3/10/2018), sebuah perusahaan yang memfokuskan diri pada pengembangan kendaraan ramah lingkungan, Gaius Autos merilis Rapide 3, sebuah skuter roda tiga yang menggunakan tenaga listrik.

Alih-alih digunakan untuk mobilitas penumpang, Rapide 3 dikhususkan untuk mengangkut barang-barang atau paket yang hendak dikirim ke alamat tertentu. Rapide 3 dapat mengangkut beban maksimum hingga 200 kg atau kapasitas maksimum hingga 440 liter. Baterai berkapasitas 5,2 kWh yang digunakan oleh Rapide 3 memastikan moda ini bisa mengarungi jarak hingga 105 km dalam sekali charge.

Gaius Autos pun menyematkan fitur fast-charging ketika moda ini tengah mengisi ulang dayanya. “Hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk mengisi 80 persen daya Rapide 3,” tutur salah satu juru bicara dari Gaius Autos. “Umur dari baterai yang kami gunakan untuk Rapide 3 mampu bertahan hingga delapan tahun, lepas dari itu dianjurkan untuk diganti,” tandasnya.

Tidak hanya menaruh konsentrasi pada pengembangan teknologi pada Rapide 3, Gaius Autos pun memikirkan tentang kenyamanan si pengemudi ketika menggunakan moda unik ini. Pihak pengembang menambahkan sebuah atap yang berfungsi sebagai rain protector – yang langsung terkoneksi dengan sebuah kaca pada bagian depannya. Bukan sembarang kaca, Gaius memilih kaca yang memiliki teknologi Anti UV.

Baca Juga: Menilik Asam Garam Becak di Ibu Kota, Sempat Tenggelam Hingga Rencana Penghidupan Kembali

Satu lagi yang tidak boleh dilupakan dari moda yang bisa menembus kecepatan hingga 95km/jam ini adalah fitur pengecekan performa kendaraan yang dapat dilakukan melalui aplikasi pada smart phone! Keren, bukan? Tentu saja, moda semacam ini akan meningkatkan performa dari perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman. Untuk rincian harga, pihak Gaius Autos masih enggan membocorkan bandrolan dari Rapide 3 ini.

JR East Uji Coba Shinkansen Eksperimental ALFA-X Sebelum Mengular Mei 2019

Pada 3 Oktober 2018 kemarin, kereta api Shinkansen eksperimental ALFA-X dari East Japan Railways (JR East) melakukan uji cobanya sebelum meluncur resmi pada Mei 2019 mendatang. Seri 956 tersebut dibuat ALFA-X untuk membuka jalan bagi armada baru kereta api berkecepatan tinggi sebagai bagian strategi transformasi 2027 di Jepang.

Baca juga: Ingin Jadi Masinis Shinkansen? Datang Saja ke Omiya Railway Museum, Saitama!

KabarPenumpang.com melansir dari laman railwaygazette.com (4/10/2018), proyek ini telah dicanangkan sejak Juli 2017 lalu dan perkeretaapian kini telah menyelesaikan pekerjaan desain terperinci untuk kereta api baru. Tujuan pembuatan ini sendiri adalah untuk keamanan dan stasbilitas lebih lanjut sembari meningkatkan kenyamanan serta menggabungkan empat konsep inovatif untuk meningkatkan pemelihara dibandingkan dengan armada yang sudah ada sebelumnya.

Dengan armada baru ini, JR East sendiri akan menguji prototipe kereta hingga 400 km per jam agar nantinya kereta generasi lanjut tersebut mampu beroperasi hingga kecepatan 360 km perjam di Tohoku Shinkansen dan 260 km per jam di Hokkaido Shinkansen. Untuk kecepatan 360 km per jam sendiri di uji coba selama pengembangan armada Seri E5 saat ini.

Sehingga saat beroperasi kecepatan maksimumnya 320 km per jam. ALFA-X sendiri menggabungkan dua desain hidung baru untuk mengurangi efek tekanan gelombang udara yang dihasilkan ketika memasuki terowongan pada kecepatan yang sangat tinggi.

Peningkatan efisiensi energi merupakan prioritas utama, termasuk penggunaan bahan dan komponen yang lebih ringan. Sedangkan peningkatan teknologi kontrol traksi akan mencakup penggunaan konverter daya silikon karbida. Untuk meningkatkan kenyamanan berkendara, peredam yang disempurnakan dan alat kontrol perlindungan guncang dimaksudkan untuk meminimalkan getaran vertikal, sementara perubahan pada peredam lateral akan mengurangi gerakan dari sisi ke sisi.

Suspensi aktif juga akan memberikan tingkat kemiringan tubuh untuk memungkinkan operasi melalui kurva pada kecepatan yang lebih tinggi. Modifikasi pada struktur di bawah lantai dimaksudkan untuk mengurangi risiko penumpukan salju selama cuaca musim dingin yang parah.

Belajar dari tergelincirnya kereta Joetsu Shinkansen pada bulan Oktober 2004, JR East berencana untuk mengintegrasikan langkah-langkah kesiapsiagaan gempa di ALFA-X, termasuk peredam anti-gempa guna menekan pergerakan carbody dan menstabilkan kereta api jika kuat kekuatan terdeteksi. Seperti halnya prototipe Fastech 360, ALFA-X akan dilengkapi dengan rem aerodinamis untuk digunakan dalam keadaan darurat.

Baca juga: Shinkansen Hello Kitty Resmi Mengular, Penggemar dan Penumpang Riuh Ramai Berselfie Ria

Menurut JR-East, trainset ALFA-X harus diselesaikan dengan warna metalik terang yang mencerminkan lingkungan lokal dan aktif berkomunikasi di kota-kota yang dilayaninya. Logo akan disajikan dalam font digital yang mewakili penggabungan Internet of Things dan fitur AI (Artificial Intelligence) dalam desain kereta.

Tak Sadar Injak Tisu Saat Naiki Air Force One, Video Donald Trump Menjadi Viral

Tisu merupakan lembaran yang biasa digunakan untuk me-lap atau membersihkan sesuatu. Namun apa jadinya jika selembar tisu harus mampir dan ikut menempel pada sepatu seorang presiden? Baru-baru ini, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tak sengaja ‘membawa’ tisu yang menepel pada sepatunya menuju ke pesawat Kepresidenan Air Force One.

Baca juga: Lockheed Martin VH-92A, Helikopter Kepresidenan AS Terbaru, Siap Mengudara di 2020

Trump sendiri bahkan tidak sadar bahwa tisu tersebut melekat pada ujung belakang sepatunya. KabarPenumpang.com melansir dari laman washingtonpost.com (5/10/2018), saat itu Trump tengah naik tangga untuk masuk ke dalam pesawat Air Force One di Bandara Internasional St Paul di Minneapolis.

Setelah sampai di pintu masuk kabin, Trump sempat melambaikan tangannya. Tisu itu kemudian lepas setelah Trump akan masuk ke kabin pesawat untuk melanjutkan perjalanannya tersebut ke Mayo Civic Center di Rochester Minnesota untuk berkampanye pada Kamis (4/10/2018).

https://youtu.be/aMZ9Dfm7Z_A

Trump melakukan perjalanannya untuk berbicara pada sekitar 10 ribu orang untuk dan dirinya juga mendukung beberapa kandidat Partai Republik yang mencalonkan diri untuk jabatan pemerintahan. Kemudian setelah Trump, empat orang lainnya menyusul menaiki anak tangga menuju kabin pesawat.

Orang terakhir yang melihat tisu tersebut mengangkatnya dengan tangan. Kejadian yang bisa dibilang sedikit memalukan tersebut dan terjadi pada seorang Presiden terekam sebuah kamera video dan viral di berbagai laman berita serta media sosial.

Baca juga: Ini Dia Lima Hanggar Terbesar di Dunia, Hampir Semuanya Ada di Amerika Serikat

Bahkan di Twitter, foto pun tersebar dengan luas, beberapa pemilik akun mengomentarinya @Deadspin, “Secara historis kertas toilet dan sepatu telah bersatu seperti kecerobohan memalukan dan tawa perut hingga mengeluarkan air mata. Mereka yang memiliki hak istimewa untuk melihatnya terjadi baik itu langsung atau nanti saat menonton video di media sosial tidak bisa tidak membagikannya.”

Beberapa warganet lainnya ada yang simpatik dengan insiden tisu menepel di sepatu tersebut. Namun sepertinya hal ini begitu menarik dan ajudan serta staf Trump tidak ada yang memberitahukan hal tersebut padanya.

Desiro ML Cityjet Eco, Kereta Bertenaga Baterai Elektro-Hybrid dari Siemens Mobility

Siemens Mobility baru saja mengembangkan kereta bertenaga baterai yang dirancang khusus untuk beroperasi di rute yang lebih pendek. Desiro ML Cityjet eco, kereta ini sendiri memiliki kemampuan untuk beroperasi pada jalur rel non-elektrifikasi dan dapat dilengkapi dengan penggerak baterai elektro-hybrid untuk pengoperasiannya. Kereta tersebut di desain dengan tiga gerbong yang diharapkan bisa mengurangi biaya operasional dan pemeliharannya.

Baca juga: PT KAI Tawarkan Autonomous Rapid Transit Untuk Atasi Kemacetan di Bandung

KabarPenumpang.com melansir dari laman railway-technology.com, Disero ML Cityjet eco adalah proyek percontohan untuk pengembangan kereta bertenaga baterai yang diluncurkan Siemens dengan Kereta Api Federal Austria (OBB). Ini merupakan bagian dari strategi pembaruan armada OBB tahun 2035 mendatang untuk mencapai nol traksi emisi di seluruh armadanya.

Pertama kali, prototipe kereta ramah lingkungan ini diperkenalkan saat pameran perdagangan internasional InnoTrans 2018 untuk teknologi transportasi yang diselenggarakan di Berlin, Jerman, pada bulan September 2018. Diperkirakan kereta tenaga baterai tersebut akan memasuki pelayanannya pada semester kedua tahun 2019 setelah menyelesaikan fase pengujian.

Dengan tiga gerbong dalam satu rangkaian kereta ini memiiliki panjang 75,15 meter dimana setiap gerbong dilengkapi dengan dua pintu untuk keluar dan masuk penumpang. Satu rangkaian kereta tersebut memiliki kapasitas maksimum 244 penumpang.

Kereta datang dengan beban gandar maksimum kurang dari 17t, termasuk paket baterai traksi. Didesain untuk beroperasi pada rel kereta berukuran standar dengan ukuran lintasan 1.435 mm, kereta memiliki ketinggian lantai 600 mm. Kereta api ini dibangun sesuai dengan standar kelayakan Spesifikasi Teknis untuk Interoperabilitas (TSI) dan EN 15227.

Kereta ini juga mematuhi standar perlindungan kebakaran tingkat 2 CEN / TS 45545 dan DIN 5510. Kereta eco CityJet dapat beroperasi di kedua rute yang dialiri arus listrik dan non-listrik. Ini sumber listrik dari saluran listrik di atas kepala untuk mengisi baterai on-board saat berjalan di trek listrik. Energi yang tersimpan dalam baterai akan digunakan untuk menyalakan kereta di rute non-listrik.

Gerbong kereta api didasarkan pada SF 6000 keluarga dari rolling stock yang ditawarkan oleh Siemens. Kompartemen penumpang dari eco Cityjet memiliki interior yang luas dan mengintegrasikan skema warna netral dan meja lipat. Kursi ergonomis yang dapat disesuaikan di setiap kompartemen dibuat khusus untuk memenuhi persyaratan penumpang.

Gerbong-gerbong pada kereta ini juga memiliki area khusus untuk transportasi sepeda dan ruang multi-fungsi untuk melakukan pertemuan bisnis. Fitur berkelanjutan dari kompartemen penumpang termasuk jendela besar untuk memungkinkan cahaya alami masuk ke interior, sistem pendingin udara yang dikontrol CO2, dan sistem pencahayaan LED yang bergantung siang hari.

Desiro ML Cityjet eco dilengkapi dengan baterai lithium-titanate berdasarkan teknologi linear tape-open (LTO). Baterai memiliki kapasitas retensi pengisian tinggi dan dapat diisi dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan baterai lithium-ion. Konsep termal khusus yang digunakan untuk wadah baterai menghindari dampak kondisi cuaca eksternal pada masa pakai baterai dan status pengisian daya dengan masa pakai baterai sekitar 15 tahun.

Baca juga: Enel Raksasa Energi Italia, Rencanakan Pemasangan Baterai 10 MW di Jaringan Kereta Rusia

Kereta rel tengah tersebut dilengkapi dengan unit traksi DEIRO ML, yang memiliki tiga paket baterai, sistem pendingin baterai, dua pengontrol DC / DC, dan sistem pendukung lainnya. Penggunaan baterai mengurangi emisi CO2 hingga 50 persen

Kereta, saat beroperasi dalam mode AC, membutuhkan pasokan daya listrik 15kV AC atau 25kV AC dan daya cengkeram 2.600 kW. Kapasitas baterai terpasang kereta api adalah 528kW per jam. The Desiro ML Cityjet eco dapat melakukan perjalanan pada kecepatan maksimum 140 km per jam pada trek elektrik.

Untuk Pertama Kali, PT KAI Gelar Online Travel Fair Lewat Web dan Aplikasi KAI Access

Menjadi salah satu moda transportasi yang paling sering digunakan masyarakat Pulau Jawa dan Sumatera, PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang baru saja merayakan ulang tahun ke-73 nya ini, sebentar lagi akan mengadakan KAI Online Tavel Fair. Adanya online travel fair ini sendiri seperti menjadi satu rangkaian promo yang diberikan KAI kepada pengguna setianya setelah promo di HUT ke-73 nya pada September 2018 kemarin.

Baca juga: Daop 3 Cirebon: Mulai Oktober 2018, Pembatalan Tiket Dapat Dilakukan via Aplikasi KAI Access

KAI Online Travel Fair ini sendiri merupakan yang pertama kali diadakan oleh PT KAI dan akan berlangsung dari 13-17 Oktober 2018 mendatang. Travel online ini sendiri di adakan melalui aplikasi KAI Access dan web www.kai.id. Periode tiket promo ini hadir khusus untuk kelas bisnis dan eksekutif dengan keberangkatan 13 Oktober 2018 hingga 15 Januari 2019 mendatang.

Info ini sendiri didapatkan KabarPenumpang.com dari Instagram milik PT KAI yakni @kai121_. Pada KAI Online Travel Fair sendiri diadakan flash sale setiap pukul 09.00 sampai 09.30 WIB dan pukul 19.00 sampai 19.30 WIB. Flash sale ini bisa diikuti pengguna hanya melalui aplikasi KAI Access dan khusus kelas eksekutif selama program KAI Online Travel Fair berlangsung.

Untuk tarifnya sendiri KAI memulai harga dengan Rp100 ribu dengan total kursi yang disediakan sebanyak 173.655 untuk 71 hari periode keberangkataan. Untuk beberapa kota kisarannya yakni Bandung-Surabaya Rp150 ribuan, Banyuwangi-Surabaya Rp100 ribuan, Semarang-Jakarta/Surabaya Rp50 ribuan, Jakarta-Surabaya/Yogyakarta Rp100 ribun, Jakarta-Solo Rp150ribuan dan Yogyakarta-Malang/Surabaya Rp100 ribuan.

Berikut ini kereta api komersial untuk program KAI Online Travel Fair, Agro Bromo Anggrek, Argo Lawu, Argo Dwipangga, Argo Jati, Taksaka, Purwojaya, Cirebon Ekspres, Tegal Bahari, Harina, Gumarang, Sancaka, Mutiara Timur, Malioboro Ekspres, Senja Utama Solo dan Fajar Utama Jogja. Kemudian Senja Utama Jogja, Sawunggalih, Jaka Tingkir, Menoreh, Bogowonto, Gajahwong, Singasari, Joglokerto, Ambarawa Ekspres, Kamandaka, Mataram Premium, Wijayakusuma, Tawang Jaya Premium, Kuala Stabas, Sindang Marga dan Sribilah Utama.

Baca juga: Jelang HUT PT KAI Ke-73, Promo Tiket Bertebaran Untuk Anda

Terkait KAI Online Travel Fair, PT KAI mengatakan akan ada konferensi pers untuk mengumumkan hal tersebut. Pihaknya pun saat ditanyakan terkait masalah server baik untuk web maupun aplikasi juga mengatakan, sudah dipersiapkan semuanya.

“Semua sudah siap, rencana akan ada presconference,” ujar VP Humas PT KAI yang dihubungi KabarPenumpang.com, Senin (8/10/2018).

Hokkaido Shinkansen, Bisa Tetap Kebut Walau di Bawah Laut

Kurang lengkap rasanya jika Anda mengunjungi Jepang tapi tidak menjajal kereta berkecepatan tinggi di sana, Shinkansen. Ya, ular besi ini mampu menembus kecepatan di atas rata-rata ini – lebih dari 200km/jam memang dianggap sebagai salah satu tanda perkembangan kereta api paling mutakhir di jaman milenial seperti saat ini. Kereta ini sendiri punya banyak varian yang tersebar di hampir seluruh Negeri Sakura, salah satunya yang paling terkenal adalah Hokkaido Shinkansen.

Baca Juga: Seikan, Terowongan Kereta Terpanjang dan Terdalam di Dunia

Sesuai dengan namanya, kereta ini menghubungkan Prefektur Aomori di Honshu dan Hokkaido yang terbentang jarak sejauh 148,9km. Mulai mengular sejak 26 Maret 2016 silam, layanan Hokkaido Shinkansen dioperatori oleh Hokkaido Railway Company atau yang biasa disingkat JR Hokkaido. Dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, jaringan Hokkaido Shinkansen ini sendiri mulai dibangun pada Mei 2005. Wah, itu berarti pembangunannya hampir memakan waktu 11 tahun, ya!

Nah, ada hal unik lain dari layanan ini, yaitu Hokkaido Shinkansen melintasi terowongan kereta terpanjang dan terdalam di dunia, Seikan Tunnel. Seperti yang sudah pernah dibahas sebelumnya, Seikan Tunnel ini menghubungkan pulau Honshu dan Hokkaido – terowongan bawah laut. Diketahui, layanan Hokkaido Shinkansen menggunakan dua jenis kereta, yaitu H5 series dan E5 series.

Kedua varian kereta tersebut sama-sama memiliki 10 gerbong, dimana satu rangkaiannya dibanderol dengan harga 18 miliar Yen atau yang setara dengan Rp2,4 triliun! Harga yang sangat tinggi tersebut bisa dibilang setara dengan sejumlah keunggulan yang ditawarkan – mulai dari keamanan, kecepatan, hingga kenyamanan para penumpang yang menggunakan layanan tersebut.

Baca Juga: Di Shinkansen, Toleransi Antar Penumpang Kereta Begitu Kuat

Ngomong-ngomong soal kecepatan, Hokkaido Shinkansen berlari hingga kecepatan maksimum 260km/jam dan akan menurunkan kecepatannya ke angka 140 km per jam ketika melintasi Seikan Tunnel. Jika berandai-andai, dengan kecepatan tinggi tersebut, Hokkaido Shinkansen hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam untuk menghubungkan Jakarta – Bandung yang selama ini ditempuh dalam waktu 3 jam 15 menit menggunakan kereta yang digunakan oleh PT KAI.

Rencananya, jaringan Hokkaido Shinkansen akan diperpanjang menuju Sapporo pada Maret 2031 mendatang.

 

Dari Singapura, Pesawat Bertenaga Hidrogen-Listrik Siap Unjuk Gigi Sebelum 2025

Sebentar lagi, dunia aviasi global akan kedatangan jenis baru, dimana sebuah pesawat penumpang bertenaga hidrogen-listrik akan menjadi yang pertama mengudara di dunia. Setelah kurang lebih menghabiskan waktu 12 tahun lamanya, akhirnya perusahaan yang berbasis di Singapura, HES Energy Systems berhasil mengembangkan Element One, pesawat bertenaga hidrogen-listrik tersebut. Rencananya, pesawat ini siap untuk mengudara pada tahun 2025 mendatang.

Baca Juga: Prototipe Taksi Drone Ehang 184, Sukses Uji Coba Dalam 1000 Kali Terbang

Ya, dewasa ini sudah banyak sekali perusahaan aviasi yang berlomba-lomba untuk menciptakan moda udara yang bebas emisi. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, selain moda darat, pesawat terbang juga memegang peranan yang cukup signifikan dalam tercemarnya udara. Berkolaborasi dengan sejumlah mitra, akhirnya HES Energy Systems sukses memamerkan bentuk baru dari moblitas udara – minim suara, tanpa karbon, dapat dipersonalisasi, dan terdesentralisasi.

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman financialpost.com (2/10/2018), Element One yang notabene merupakan pesawat otonom dikembangkan sebagai pesawat dengan zero-emission yang menggabungkan teknologi bahan bakar hidrogen ultra ringan milik HES dengan propulsi pesawat listrik yang terdistribusi. Pesawat ini dirancang untuk mengangkut empat penumpang dalam sekali perjalanan. Jarak tempuhnya pun beragam, mulai dari 500km hingga 5.000km, tergantung dari kandungan hidrogen yang digunakan – apakah hidrogen cair atau gas.

“Hingga saat ini, Element One masih jauh mengungguli pesawat bertenaga listrik lainnya,” tutur founder HES Energy Systems, Taras Wankewycz. Ia menambahkan bahwa Element One cocok digunakan untuk rute penerbangan baru yang menghubungkan kota-kota kecil dan daerah pedesaan dengan menggunakan jaringan yang ada. “Desain Element One membuka jalan bagi hidrogen terbarukan sebagai bahan bakar jangka panjang untuk penerbangan bertenaga listrik,” tandasnya.

Baca Juga: Singapura Hadirkan “Kota Mini” dengan Kendaraan Otonom

Setelah merilis rencana penerbangan perdananya pada akhir September lalu, pihak HES Energy Systems kini tengah berdiskusi dengan sejumlah produsen hidrogen skala industri untuk mengeksplorasi sistem pengisian bahan bakar yang efisien. Selain itu, perusahaan yang telah menargetkan untuk dapat menerbangkan prototip pertamanya sebelum tahun 2025 ini juga tengah membangun konsorsium teknis dan komersial yang melibatkan sistem penerbangan dan hidrogen.

 

Mudahkan Difabel, Mulai 2019 Inggris Hadirkan Aplikasi Smartphone dengan Fitur ‘Bantuan’

Para penyandang disabilitas akan segera dimudahkan saat menggunakan kereta api di Inggris. Pasalnya industri kereta api Inggris akan meluncurkan aplikasi baru pada ponsel pintar (smartphone) untuk membantu penyandang disabilitas. Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan penyandang cacat saat memesan ‘bantuan’ ketika mereka melakukan perjalanan dengan kereta api.

Baca juga: Ford ‘Terjemahkan’ Pemandangan Khusus Bagi Penyandang Tuna Netra

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (1/10/2018), Transreport yang bermitra dengan Disability Rights Inggris, Blind Veterans Inggris dan Anxienty Inggris diketahui yang mengembangkan aplikasi ini serta kini tengah diuji coba oleh empat perusahaaan kereta api.

Aplikasi ini sendiri kedepannnya diharapkan dapat mengurangi masalah dari sistem yang ada dan memakan waktu yang melibatkan ponsel atau platform berbasis website. Sistem tersebut mengharuskan penumpang untuk memberikan rincian kontak dan menentukan bantuan yang mereka butuhkan setiap kali para penyandang disabilitas itu melakukan perjalanan dengan kereta api.

Dari spesifikasi yang ada, nantinya staf stasiun menerima daftar cetak bantuan yang dipesan setiap pagi. Tetapi jika rencana berubah karena masalah keterlambatan atau alasan lain, penyandang disabilitas tersebut tidak dapat memperbaharui daftar dan staf. Bahkan hal tersebut dapat berakhir ditempat dan waktu yang salah.

“Kami tahu kami harus melakukan yang lebih baik untuk meningkatkan aksesibilitas kereta. Kami ingin semua orang yang telah meminta bantuan untuk mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan, itulah sebabnya kami berinvestasi dalam teknologi perintis ini yang memiliki kebutuhan pelanggan kami di jantungnya,” ujar Direktur Regional Rail Delivery Group Robert Nisbet.

Baca juga: Sukses Curi Hati Penyandang Disabilitas, Swiss Federal Railways Rajai Perkeretaapian di Eropa!

West Midlands Railway, London Northwestern Railway, Greater Anglia dan South Western Railway saat ini sedang menguji coba aplikasi untuk penyandang disabilitas. Peluncuran aplikasi diperkirakan akan dilakukan tahun depan dengan pengenalan versi aplikasi pada bulan April.

Passenger Assist termasuk fitur yang dapat diakses, termasuk kemampuan untuk mengubah tema warna, font dan ukuran teks. Ini dirancang untuk memungkinkan penumpang untuk memesan, mengubah dan membatalkan bantuan dengan cepat membuat profil pengguna untuk menentukan detail pribadi mereka dan jenis bantuan yang mereka butuhkan serta menyediakan staf dengan informasi langsung.

Motor Bebek Berubah Jadi Lori di Stasiun Banjar

Sepeda motor biasanya digunakan di jalan raya sebagai moda transportasi perseorangan atau boncengan. Bahkan sepeda motor juga digunakan untuk menjadi salah satu sumber pencaharain seperti ojek. Nah, pernah tidak Anda melihat sebuah motor bebek berubah menjadi lori dan berjalan di atas rel kereta api?

Baca juga: Lori, Si Kereta Tebu Yang Kini Sudah Beralih Fungsi

Lori yang terbuat dari motor bebek tersebut hanya ditemukan di Stasiun Kereta Api Banjar, Jawa Barat. Awalnya ini disangka gerobak, namun ternyata sebuah motor bebek yang sudah dimodifikasi dan berubah menjadi sebuah lori. Dilansir KabarPenumpang.com dari gridoto.com (28/9/201), dimana lori tersebut dibuat menggunakan dari bahan bekas motor bebek.

Dari yang didapat bahkan lori ini di buat menggunakan Honda Astrea. Tetapi tipe Honda Astrea apa tidak jelas karena memiliki desain rangka yang hampir sama. PT KAI mengatakan, di Stasiun Kereta Api Banjar, Jawa Barat sendiri memang banyak motor lama disulap menjadi lori.

Sebab lori dari sepeda motor tersebut digunakan untuk membantu pekerjaan sekitaran stasiun. Mereka mengatakan bahwa jenis motor yang digunakan adalah motor bebek tua seperti seperti Suzuki Shogun, Honda Supra, Honda Astrea dan masih banyak lagi. Fungsi lori ini sendiri dibuat seperti ini salah satunya untuk membantu staf PT KAI melakukan inspeksi rel hingga membawa batu ballast atau kricak.

Motor bebek ini dibentuk sedemikian rupa agar bisa berjalan di rel dan disatukan dengan bodi lori dengan cara dilas dengan track gauge 1067 mm. Memang jika dilihat, lori dari motor bebek bekas tersebut tidak mementingkan estetika atau keindahan tetapi lebih kepada fungsinya.

Bahkan kaliper rem cakram yang sudah tidak digunakan menjuntai dan dibiarkan begitu saja. Tempat duduk penggendara lori pun tak ada jok sama sekali. Tanki bensin yang asli tak lagi difungsikan dan diganti dengan jerry can, atau botol plastik bekas untuk diisi bahan bakar yang digantung di sisi lori tersebut.

Baca juga: Alishan Forest Railway, Kereta Gunung Tertinggi di Asia

Setang yang digunakan pun hanya bagian kanan untuk meng-gas dan tuas tambahan disebelah kiri seperti becak menggantikan tuas rem biasa. Mesinnya juga terlihat masih standar ala Honda C-series yang punya kubikasi 97,1 cc dan berdaya maksimal sekitar 6-7 dk.

Mesin C-series generasi Honda Astrea memang terkenal bandel, irit, dan punya daya tahan kuat. Mungkin ini yang jadi pertimbangan pihak Stasiun Banjar untuk menggunakan mesin Honda Astrea. Lori Honda Astrea ini sendiri mampu mencapai kecepatan maksimal lebih dari 120 km per jam dengan membawa beban ratusan kilogram.

Hasil Survei IATA, Penumpang Inginkan Waktu Real Time Pada Status Penerbangan

Delay kerap kali terjadi pada sebuah penerbangan karena ini, penumpang terkadang mau tak mau harus menunggu dan terlambat dalam perjalanan mereka. Hal tersebut kemudian membuat para penumpang menginginkan lebih banyak pembaruan penerbangan yang bersifat real time.

Baca juga: Survei: Pelancong Bisnis Lebih Betah Berada di Bandara Ketimbang Stasiun!

KabarPenumpang.com melansir dari laman atwonline.com (2/10/2018), bahwa IATA (International Air Transport Association) melakukan survei dan didapat bahwa penumpang ingin hal yang real rime sebanyak 82 persen pada status penerbangan, 49 persen untuk bagasi dan 46 persen di pemeriksaan keamanan dan imigrasi. Survei ini dilakukan IATA dengan mengumpulkan 10.408 responden dari 145 negara.

Dari hasilnya, sebanyak 56 persen penumpang yang di survei mengatakan pelacakan waktu bagasi real time sebagai seuatu keharusan. Sehingga maskapai dan bandara memfasilitasi ini dengan menerapkan pelacakan pada titik-titik perjalanan utama termasuk pada saatmemuat dan membongkar bagasi.

IATA mengatakan 73 persen responden lebih suka menerima informasi pada bagasi mereka melalui SMS atau aplikasi di smartphone, ini menandai kenaikan 10 persen dari 2017.

Mengenai penggunaan data, mayoritas 65 persen wisatawan bersedia membagikan data pribadi mereka untuk mendapatkan keamanan yang dipercepat dan 45 persen ingin mengganti paspor mereka dengan identifikasi biometrik.

“Ketika kita bergerak lebih banyak dan lebih ke arah proses digital, penumpang harus yakin bahwa data pribadi mereka aman. IATA bekerja untuk membangun kerangka kepercayaan yang memastikan pembagian data yang aman, kepatuhan hukum dan privasi, ”kata IATA SVP-airport, penumpang, kargo dan keamanan, kata Nick Careen.

Adapun opsi lainnya yakni, 84 persen dari penumpang ingin otomatis check in dan 47 persen lebih memilih untuk check in online dengan perangkat mobile mereka. Hanya 16 persen dari penumpang yang disurvei mengatakan mereka menyukai check-in tradisional.

Untuk pelancong berusia 65 tahun dan lebih tua, 25 persen memiliki preferensi yang kuat untuk check-in tradisional dan 42 persen untuk proses penurunan tas. Setelah gangguan perjalanan, 40 persen penumpang dari segala usia lebih memilih untuk menyelesaikan situasi melalui telepon dan 37 persen melalui interaksi tatap muka.

Baca juga: Survei: 89 Persen Penumpang Turkish Airlines Tak Inginkan Adanya Panggilan Telepon Selama Penerbangan

Penumpang mengidentifikasi kontrol keamanan bandara atau perbatasan dan proses boarding sebagai dua frustrasi terbang terbesar. Tiga keluhan utama tentang keamanan adalah intrusifitas penghapusan barang pribadi 57 persen, memindahkan laptop dan perangkat elektronik besar dari tas kabin 48 persen dan kurangnya konsistensi dalam prosedur penyaringan bandara 41 persen.

Tiga cara yang paling disukai untuk meningkatkan pengalaman boarding diidentifikasi sebagai menerapkan antrian yang lebih efisien di gerbang naik 64 persen, menambahkan lebih banyak ruang di atas pesawat 42 persen dan tidak mengharuskan penumpang untuk antri di jembatan udara 33 persen.