Ponsel Terjatuh di Sela Kursi Pesawat, Sebaiknya Minta Awak Kabin untuk Mengambilnya!

Menjadi seorang penumpang yang populer dalam sebuah penerbangan tidak selalu harus menjadi seorang selebriti. Pasalnya dengan terlambat naik pesawat, mabuk dan melakukan hal buruk lainnya bisa membuat seseorang dikenal dalam sebuah penerbangan.

Baca juga: (Lagi) Kasus Ponsel Meledak, Kali Ini Dialami Air Canada Flight 101

KabarPenumpang.com melansir dari laman thesun.co.uk (8/10/2018) baru-baru ini pada penerbangan Qantas dari Sysney tujuan Melboure didapatkan seorang pria yang tak sengaja menjatuhkan ponselnya ke lantai. Pria tersebut kemudian mencoba memancingnya keluar dari celah kursi tersebut.

Nah, saat pria tersebut mencoba mengambil ponsel tersebut, tiba-tiba perangkat itu terbakar dan situasi menjadi buruk. Hal ini kemudian membuat pilot untuk mempertimbangkan pesawat kembali ke Sydney dan kru memadamkan api dengan alat pemadam kebakaran.

Padahal jika ponsel penumpang jatuh, mereka sudah diperingatkan untuk meminta bantuan awak kabin. Sebab jika baterai Lithium hancur dapat dengan mudah memicu kebakaran ataupun ledakan.

Insiden ini sendiri mengingatkan pada peringatan yang dibuat Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil Australia yang berbunyi: “Ponsel pintar dapat jatuh ke sisi kursi pesawat dan bisa hancur ketika kursi dipindahkan. Ini dapat menyebabkan kerusakan pada baterai Lithium ponsel sehingga membuat panas berlebih dan kebakaran.”

Tahun 2016 lalu, sembilan insiden ponsel pintar yang hilang dan rusak menempati daftar barang berbahaya Qantas. Bahkan ada pemberitahuan, jika ponsel rusak, awak kabin harus segera diberitahu.

Insiden ini hanyalah salah satu dari sejumlah kebakaran telepon yang terjadi di pesawat dalam beberapa tahun terakhir. Bulan Juli ini, penumpang Ryanair di-videokan setelah baterai ponselnya meledak dan terbakar beberapa menit sebelum lepas landas.

Baca juga: Muncul Asap di Kabin, 129 Penumpang Globus Airlines Turun Lewat Slide Darurat

Kemudian pada bulan Februari lalu, sebuah tas tangan penumpang di-videokan terbakar dalam penerbangan di wilayah Cina Selatan sehingga seorang pramugari terpaksa memadamkannya. Awal tahun ini, pilot pesawat Patrick Smith mengatakan bahwa ponsel di bagasi yang terdaftar menimbulkan masalah yang lebih besar untuk keselamatan penerbangan.

 

Dramatis! Kepala Pria ini Tersangkut di Celah Peron Stasiun

Sebuah rekaman berdurasi 43 detik menjadi pusat perhatian dunia – pasalnya dalam video tersebut menayangkan misi penyelamatan seorang remaja yang tersangkut di antara celah peron. Mengerikan memang jika dibayangkan, namun untungnya nyawa remaja tersebut bisa diselamatkan. Kejadian ini sendiri terjadi di Argentina beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga: Datang Terlambat di Stasiun, Pria Asal India ini Terseret Kereta Sejauh 50 Meter!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (8/10/2018), proses evakuasi remaja malang ini dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran – sebelumnya hanya dilakukan oleh petugas kereta api dan pihak kepolisian. Namun karena alat yang kurang memadai, akhirnya para penyelamat ini menghubungi petugas pemadam kebakaran yang terkenal memiliki peralatan lengkap.

Dengan menyelipkan sebuah balok kayu besar di antara peron dan badan kereta api, petugas pemadam kebakaran berasumsi dapat mengeluarkan kepala si remaja. Setelah kurang lebih 10 menit, petugas pemadam belum mampu mengeluarkan kepala remaja malang bernama Jose Alejandro Centurion ini.

https://www.youtube.com/watch?v=iiY6EV4LsQw

Kepala regu penyelamat ini memerintah anak buah dan relawan lainnya dengan cara mendorong balok kayu tersebut seperti gerakan mencongkel. Namun sayang, balok kayu tersebut malah patah. Tidak hilang akal, petugas pemadam kebakaran mengambil alat khusus yang mampu merenggangkan jarak peron dan tubuh kereta. Tak berselang lama, kepala Jose pun bisa lepas dari jepitan peron dan kereta.

Dalam rekaman tersebut, dapat dilihat jika ada satu petugas pemadam kebakaran yang bersiaga di bawah rel untuk menangkap Jose. “Ia terperosok setelah beradu pendapat dengan penumpang lain,” tutur salah satu sumber di lokasi kejadian. Jose yang berusia 20 tahun ini berprofesi sebagai pedagang jalanan. Ia terperanjat di Libertad, kota Merlo, Provinsi Buenos Aires, Argentina.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dalam Emplasemen, Istilah Perkeretaapian Yang Terlupakan

Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab dari terperanjatnya Jose ini.

“Kami tidak yakin pada saat bagaimana dia jatuh tetapi para pengamat mengatakan bahwa sebelumnya, Jose terlibat pertarungan dengan pemuda lain,” ujar Kepala pemadam kebakaran, Jerman Freire.

Dari kejadian ini, satu pelajaran yang dapat Anda petik adalah selalu hati-hati dalam melakukan segala aktifitas. Ketika sejumlah penanda sudah dipasang, itu bukanlah hanya sekedar penghias namun akan menyelamatkan nyawa Anda semisal suatu hal buruk terjadi. Tetap berhati-hati dalam melangkah, ya!

Yogyakarta ‘Panjangkan’ Rute Internasional Garuda Indonesia Menuju Mumbai

Tidak hanya sebatas menjual tiket dengan harga khusus, namun melalui ajang Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2018 Phase II, maskapai Flag Carrier kebanggaan Ibu Pertiwi ini juga turut membuka rute penerbangan internasional terbaru. Pada ajang yang digelar di Jogja City Mall (JCM) tanggal 5-7 Oktober 2018 kemarin, Garuda Indonesia secara resmi mempromosikan rute Yogyakarta – Mumbai (India) via Bali.

Baca Juga: 23 April 2018, Garuda Indonesia Buka Penerbangan Langsung Denpasar – Mumbai

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Sales and Service Manager Garuda Indonesia Retno Susilowati menyebutkan bahwa, “Kita lihat ada banyak warga keturunan India di Indonesia, termasuk di Yogyakarta dengan para turisnya,” ujar Retno dikutip dari laman tribunnews.com (7/10/2018).

Jika ditarik benang merahnya, rute Yogyakarta – Mumbai via Bali ini merupakan perpanjangan dari rute Bali – Mumbai yang telah terlebih dahulu diresmikan pada Senin (23/4/2018) kemarin di Bali. Dikutipdari sumber terpihah, inaugural flight Mumbai-Denpasar ini dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Mumbai, Ade Sukendar, dan Presiden Direktur Garuda Indonesia Pahala Mansury.

“Banyak hal menarik yang membuat orang India datang ke Bali, terutama adanya kesamaan budaya antara keduanya,” ungkap Menteri Arief.

Sebenarnya konektivitas penerbangan Indonesia – India sudah terjalin sejak Desember 2016 dimana Garuda Indonesia telah melayani penerbangan tidak langsung dari Jakarta – India.

Baca Juga: Tutup Rute Penerbangan Langsung Jakarta-London, Ada Apa dengan Garuda Indonesia?

“Ini (pembukaan rute baru) menandai babak baru hubungan India-Indonesia. Yaitu telah dibuka rute penerbangan langsung Mumbai-Bali. Garuda akan menggunakan pesawat badan lebar Airbus A330. Saya berterima kasih kepada Garuda atas usaha besar mereka, dan kami berharap langkah ini meningkatkan pergerakkan serta dapat membawa lebih banyak orang India untuk mengenal Indonesia, lebih khusus Bali dan sebaliknya,” pungkas Menteri Arief.

Di luar konteks tersebut, Garuda Indonesia sendiri punya target untuk mendatangkan 700.000 wisman India di tahun 2018. “Ini adalah target besar. Sebab, tahun 2017 kita menerima sekitar 485.000 pengunjung India. Namun kami sangat optimis tahun ini mencapai target,” imbuhnya.

 

Kereta Lokal Daerah Seperti Tak Terurus, Bahkan Terkesan Diabaikan PT KAI

Di Indonesia, kereta melayani perjalanan jarak jauh dan jarak dekat. Biasanya untuk jarak jauh dilayanai dengan kereta ekonomi, bisnis maupun eksekutif. Sedangkan kereta jarak dekat bisa terbagi antara kereta listrik ataupun kereta diesel yang juga digunakan sebagai kereta lokal.

Baca juga: Mengintip Jenis Commuter Line di Luar Jakarta

Kali ini KabarPenumpang.com merangkum dari kaorinusantara.com akan menelisik seputar kereta lokal yang sudah ada sejak tahun 2004 lalu yang ada di Daerah Operasional VIII (Daop 8) Surabaya. Kereta lokal tersebut yakni Delta Exress dan kereta Sulam atau Surabaya-Lamongan.

Kedua kereta lokal ini menggunakan KRD MCW 302, kemudian tahun 2009 hadir Arek Surokerto yang memiliki relasi Surabaya-Mojokerto dengan menggunakan KRDE eks KRL ABB-Hyundai. Delta Express sendiri lebih dikenal dengan sebutan kereta Surabaya-Sidoarjo atau SuSi yang kemudian pada Gapeka (Grafik perjalanan kereta api) 2017 sebutannya menjadi Supor atau Surabaya-Porong.

Kereta ini sendiri memiliki relasi Surabaya-Porong PP dan awalnya memiliki dua putaran dinasan (loop). Perbedaannya terletak di lokasi keberangkatan pertama kali untuk nomor genap. Loop pertama Delta Express berangkat dari Stasiun Porong dan loop kedua berangkat dari Sidoarjo.

Kemudian pada 2013, loop yang berangkat dari Stasiun Sidoarjo dibatalkan karena sepi penumpang dan berdampak pada Gapeka selanjutnya sehingga hanya berjalan satu loop. Sedangkan komuter Sulam sendiri dianggap kereta yang paling padat, sebab beroperasi pada pagi dan sore hari untuk mengangkut penumpang dari Lamongan, Gresik dan sekitarnya.

Sejak mengularnya kereta-kereta ini tahun 2004 lalu, banyak sekali terjadi perubahan dari jadwal kereta ini. Bahkan tahun 2016 KRD MCW 302 yang biasa digunakan untuk kereta Sulam digantikan dengan KRDI bekas Cepu Express demi peremajaan armada.

Sayangnya Arek Surokerto memiliki umur yang pendek hanya dari 2009-2013 meskipun di Gapeka 2014, kereta ini masih memiliki jadwal tetapi tidak di operasikan sama sekali. Tak hanya jadwal, ternyata kereta ini kerap kali mengalami gangguan yakni overheat, rem terkunci, mogok dan lainnya.

Baca juga: KA Solo Ekspres Mengular di Jalur Kereta Api Solo-Yogyakarta-Kutoarjo

Meski begitu, Arek Surokerto pernah menjadi cadangan kereta Susi dari 2015-2016. Bila ditelisik lebih lanjut, ketiga kereta lokal ini digunakan hanya untuk sekedar ada sehingga pelayanan yang diberikan pun seperti itu. Masalah dari ketiga kereta lokal ini sendiri karena PT Kereta Api Indonesia (KAI) terlihat kurang serius menangani kereta komuter terkhusus di Daop 8.

Kejadian yang mengenaskan adalah ketika KRD-KRD tersebut mengalami gangguan, maka perjalanan kereta akan dibatalkan begitu saja tanpa penggantian. Bila mengingat kereta lokal ini, seperti berbanding terbalik dengan kereta lokal lainnya seperti commuter line (KRL) di Jakarta dan beberapa lainnya seperti Prambanan Ekspres. Sebab, PT KAI serius menjalankannya bahkan kereta-keretanya diperbaharui demi kenyamanan penumpang.

Air Ketuban Pecah, Seorang Ibu Melahirkan di Kereta Cepat Cina Timur

Lagi dan lagi seorang wanita hamil melahirkan di dalam kereta, kali ini karena air ketuban sudah pecah saat di dalam toilet. Kejadian gembira ini terjadi pada kereta jarak jauh yang berangkat dari arah timur ke Selatan Cina.

Baca juga: Wanita Muda Melahirkan di Peron Saat Akan Masuk ke Lift

KabarPenumpang.com melansir dari laman dailymail.co.uk (1/10/2018), karena kejadian ini, staf kereta api kemudian berpikir cepat untuk menolong wanita yang akan melahirkan tersebut. Kondektur kereta kemudian membuat pengumuman dengan segera untuk meminta bantuan medis darurat dan penumpang lainnya berpindah dan mengosongkan bangku mereka untuk calon ibu tersebut. Kru kemudian dipanggil untuk membantu memindahkan calon ibu itu dari toilet saat terlihat akan melahirkan.

“Perhatian semua penumpang, seorang penumpang di gerbong 15 akan segera melahirkan. Jika ada profesional medis silahkan menuju ke gerbong 15 karena butuh bantuan medis segera,” ujar kondektur saat memberi pengumuman.

Kemudian seorang profesional medis bernama Cui menuju gerbong 15 setelah mendengar pengumuman tersebut. Dirinya kemudian memeriksa calon ibu itu dan menyarankan kereta untuk berhenti diperhentian berikutnya dan segera membawanya ke rumah sakit terdekat agar langsung mendapat perawatan medis.

Layanan darurat untuk ibu tersebut disiapkan di stasiun di daerah Longchuan provinsi Guangdong. Namun, belum tiba di stasiun berikutnya, ibu tersebut sudah waktunya melahirkan dan Cui bersama penumpang lainnya membatu proses kelahiran ibu tersebut.

Baca juga: Proses Persalinan Cepat, Inilah Pertama Kali Seorang Bayi Lahir di Kereta Cepat

Tak lama seorang bayi laki-laki lahir dan sehat. “Baik ibu maupun anaknya terlihat baik-baik saja,” ujar Cui.

“Saya akan menyarankan tali pusar bayi dipotong di rumah sakit karena peralatan tersedia. Anak laki-laki itu sangat sehat,” tambahnya.

Kemudian, saat tiba di stasiun berikutnya, ibu dan bayi laki-laki tersebut langsung dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis dan dilaporkan keduanya dalam keadaan sehat. Diketahui ibu tersebut melahirkan saat berada di kereta dengan perjalanan dari Jinan di Shangdong menuju ke Shenzhen di Guangdong.

Saudia Jadi Yang Pertama Hadirkan Layanan Gratis WhatsApp OnBoard

Selamat tinggal kebosanan ketika tengah mengudara, karena Saudi Arabian Airlines atau dikenal juga dengan sebutan Saudia baru saja mengeksekusi rencananya untuk menghadirkan fitur percakapan di armada mereka. Tidak main-main, maskapai berkode ICAO SVA ini menyediakan akses gratis ke iMessage, Facebook Messenger, dan WhatsApp bagi para penumpangnya. Ya, maskapai ini menjadi yang pertama memperkenalkan fitur percakapan gratis ini di region Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Kawasan Asia.

Baca Juga: Duh, Ahli Komputer Temukan Masalah Keamanan di WiFi Onboard!

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman tradearabia.com, 5 Mei kemarin sebenarnya maskapai ini telah mengumumkan rencana serupa – namun terbatas pada penerbangan domestik saja. Kurang dari waktu satu bulan, Saudia telah memperlebar jangkaun penggunaan fitur ini yang mencakup skala internasional. “Sudah lebih dari 50.000 penumpang yang merasakan fitur WhatsApp OnBoard ini,” ujar salah satu pihak Saudia.

Kini, pihak Saudia telah menambah dua aplikasi chat yang dapat digunakan penumpang selama perjalanan – iMessage dan Facebook Messenger. Hadirnya fitur seperti ini tentu memberikan keuntungan tersendiri bagi kedua belah pihak. Dari sisi penumpang, mereka tetap bisa ‘terkoneksi’ dengan relasi atau keluarga tanpa harus menyalakan Airplane Mode sebagaimana biasanya. Sedangkan di sisi maskapai, mereka akan digandrungi banyak penumpang yang selama ini tidak bisa lepas dari kehidupan sosialnya.

Konektivitas ini dapat penumpang akses melalui jaringan WiFi yang tersedia di kurang lebih 100 armada Saudi Arabian Airlines. Cukup nyalakan WiFi dan sambungkan perangkat Anda ke jaringan “SAUDIA_ONAIR”. Nanti Anda akan diperintahkan untuk mengikuti sejumlah arahan dan yang terakhir Anda diminta untuk memasukkan alamat email sebelum dapat menggunakan fitur percakapan gratis di pesawat tersebut.

Baca Juga: ‘Cicil’ Pemasangan WiFi Onboard di Penerbangan Domestik, Qantas Targetkan Rampung di Akhir 2018

Tidak hanya layanan percakapan online saja, Saudi Arabian Airlines pun telah terlebih dahulu memperkenalkan layanan sistem hiburan selama penerbangan, seperti WiFi OnBoard, ribuan tayangan Hollywood berkualitas, playlist musik favorit yang dapat Anda personalisasi, e-book, dan hiburan lainnya yang dapat membunuh waktu penerbangan.

Wah, kalau ada layanan percakapan seperti ini sih pengalaman penerbangan penumpang akan jauh berbeda ya! Bagaimana rasanya saja jika Anda naik moda transportasi lain yang tidak mewajibkan Anda untuk menghidupkan Airplane Mode.

Kecewa Pada Perusahaan, Sopir Bus di Jepang Tak Tarik Biaya Perjalanan!

Ada beragam cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk menunjukkan rasa ketidakpuasannya terhadap sesuatu – mulai dari menyampaikan aspirasi dengan kepala dingin hingga melakukan demonstrasi. Nah, lain cerita dengan apa yang dilakukan oleh sekelompok pengemudi bus di Okayama, Jepang. Alih-alih menyelesaikan masalahnya dengan musyawarah, mereka justru tetap ‘narik’ tapi tidak memungut biaya perjalanan kepada para penumpangnya. Nah lho!

Baca Juga: Dari Jepang Hingga Bandung Tawarkan Sensasi Makan di Atas Bus

Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman theguardian.com, aksi ini mereka lakukan atas dasar ‘perselisihan’ antar perusahaan bus lain yang menawarkan tarif perjalanan yang lebih murah. Ketika tuntutan mereka terkait peningkatan jaminan pekerjaan kepada pihak Ryobi Bus Company selaku operator tidak dipenuhi, sejumlah pengemudi bus lalu melancarkan aksi yang merugikan perusahaan tersebut.

Kejadian ini sendiri terjadi sekitar awal Mei 2018 kemarin. Aksi ini tergolong unik karena biasanya penyampaian aspirasi pihak yang dirugikan selalu diidentikan dengan tindakan anarkis. Para pengemudi ini mengambil inisiatif untuk menutupi mesin pembayaran di dalam bus dengan menggunakan kain putih dan sama sekali tidak menarik ongkos dari para penumpang.

Sebelumnya, kejadian hampir serupa juga pernah menimpa salah satu perusahaan jasa transportasi bus di Australia, tepatnya di Sydney dan Brisbane pada akhir tahun lalu. Dilatarbelakangi hal yang berbeda, para pengemudi di Benua Kangguru ini pun memberlakukan ‘hari perjalanan gratis’ kepada setiap penumpangnya.

Sudah barang tentu, aksi para pengemudi bus ini menuai banyak respon dari netizen – namun kebanyakan dari mereka malah menyayangkan aksi unik ini.

“Sebenarnya ini tidak terlalu baik untuk para pengemudi. Itu sama saja dengan bekerja tanpa digaji,”

“Menurut saya, mogok kerja akan memberikan tekanan lebih kepada pihak perusahaan,”

Baca Juga: Gunakan Ponsel Saat Bertugas, Masinis di Jepang Diganjar Sanksi

“Saya suka cara mereka, dimana para pengemudi ini mencoba sesuatu yang baru untuk memenuhi permintaan mereka terhadap perusahaan,”

Ya, tiga contoh komentar netizen di atas mewakili keseluruhannya, dimana masing-masing dari netizen punya pandangannya sendiri terhadap aksi berkendara tanpa biaya. Mungkin kalau aksi serupa terjadi di Indonesia, para penumpang akan berharap kejadian ini terjadi setiap hari ya!

 

Pasca Bangkrut, Primera Air Campakkan Penumpangnya Begitu Saja!

Jika Anda mengalami keterlambatan pemberangkatan, Anda berhak untuk mendapatkan kompensasi dari pihak maskapai tergantung dari berapa lama penerbangan anda tertunda. Nah, lalu bagaimana jadinya jika penerbangan tersebut tertunda hingga berjam-jam lamanya? Ada dua jalan yang bisa ditempuh pihak makapai untuk menunjukkan rasa tanggung jawabnya terhadap penumpang – bisa mengembalikan tiket atau kompensasi berupa menginap di hotel.

Baca Juga: Klasik, Ini Dia Rentetan Alasan Delay di Dunia Penerbangan

Namun apa jadinya jika maskapai yang Anda hendak tumpangi ini dinyatakan bangkrut dan akhirnya menelantarkan para penumpangnya begitu saja? Nah, kejadian unik ini menimpa budget airlines, Primera Air. Dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, maskapai ini memberhentikan semua pengoperasiannya pada Senin (1/10/2018) tengah malam kemarin setelah kurang lebih 14 tahun beroperasi.

Amat disayangkan ketika momen bangkrutnya maskapai ini dibarengi dengan tindakan kurang bertanggung jawab dari perusahaan yang menelantarkan para penumpangnya begitu saja. Dikutip dari laman thesun.co.uk (2/10/2018), sejumlah penumpang maskapai Primera Air ini ditelantarkan begitu saja di Bandara Internasional Newark Liberty, New Jersey. Alih-alih memberikan kejelasan terhadap nasib para penumpang, Primera Air malah melakukan hal yang sebaliknya.

Sumber: The Sun

Para penumpang dibiarkan tergeletak begitu saja di lantai bandara – beberapa diantaranya menggunakan selimut sebagai alas. Sontak, kejadian ini menjadi pusat perbincangan di sosial media Twitter.

“Apakah ada maskapai penerbangan yang memiliki selimut? Kami terperangkap di Bandara EWR (Newark) yang sangat dingin. Kami terjebak di sini karena @primeraair bangkrut,” ujar salah satu pengguna Twitter.

“@tomhanks rasanya saya seperti berada di film #terminal dimana tidak ada satu orangpun yang mau membantu kami yang terperangkap di sini karena @primeraair bangkrut. @EWRairport sangatlah dingin dan saya harus duduk selama 18 jam. Adakah di antara kalian yang punya selimut? #SOS #StrandedByPrimeraAir,” tulis akun @travelingsingh di akun Twitter pribadinya.

Baca Juga: Merespon Keinginan Penumpang “Tradisional,” PT KAI Jajaki Sistem Baru Untuk Check In Tiket

Beruntung, para penumpang yang terlantar ini sempat mendapatkan voucher makan sebesar US$10 (Rp152.000). Melalui sepucuk surat yang ditemukan oleh salah satu penumpang, para penumpang maskapai Primera Air tujuan Paris dan London ini dititah untuk menghubungi pihak Primera Air langsung via laman www.primeraair.com.

“Customer Service Primera Air sangatlah tidak berguna. Mereka enggan membeberkan apa yang sebenarnya terjadi,” ujar salah seorang penumpang yang terjebak akibat kebijakan kurang bijak sana dari Primera Air tersebut.

Citilink Buka Penerbangan Langsung Jakarta – Labuan Bajo

Terkenal dengan Pulau Komodo, Labuan Bajo kini menjadi salah satu incaran para pelancong baik domestik maupun mancanegara. Labuan Bajo sendiri terletak di Nusa Tenggara Timur dan kini menjadi salah satu dari empat destinasi dengan label super prioritas.

Baca juga: Jelang Q4 2018, Citilink Canangkan Buka Rute Banyuwangi-Kuala Lumpur

Karena ada hal ini, maka maskapai berbiaya hemat atau LCC Citilink Indonesia membuka rute penerbangan baru yang langsung atau direct flight dari Jakarta ke Labuan Bajo. Rute ini sendiri akan mulai dioperasikan pada akhir Oktober 2018 ini.

Kehadiran Citilink menambah ramai dunia penerbangan dari Jakarta menuju ke Labuan Bajo. Penerbangan Citilink sendiri keberangkatan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju ke Bandara Komodo.

“Rute baru ini sendiri sebagai support sektor pariwisata. Kami tahu, Labuan Bajo ini destinasi pariwisata kelas dunia. Pembukaan rute baru ke Labuan Bajo ini sebagai bentuk dukungan Citilink dalam pengembangan parwisata nasional. Kami berharap, kehadiran Citilink ini semakin memudahkan mobilitas wisatawan ke Labuan Bajo,” ujar VP Corporate Secretary and CSR Citilink Indonesia Ranty Astari Rachman yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers Sabtu (6/10/2018).

Penerbangan perdana rute Jakarta-Labuan Bajo sendiri akan mulai dilakukan pada Senin (29/10/2018) mendatang pukul 12.00 WIB. Pesawat Citilink diperkirakan tiba di Bandara Komodo pukul 15.20 WITA dan penerbangan sebaliknya dari Labuan Bajo-Jakarta pukul 15.00 WITA dan tiba di Jakarta 17.05 WIB.

Penerbangan langsung Citilink dari Jakarta-Labuan Bajo bisa dinikmati pelancong setiap harinya. Rute ini sendiri, armada yang digunakan Citilink adalah Airbus A320 yang mampu mengangkut 180 penumpang.

Baca juga: Suka Makanan Minang? Citilink Hadirkan Nasi Kapau Untuk Kuliner di Udara

Untuk diketahui, label destinasi super prioritas sebelum Labuan Bajo ada tiga destinasi lainnya yakni Danau Toba, Candi Borobudur dan Mandalika. Ranty menjelaskan, saat ini arus kunjungan pelancong ke Labuan Bajo mengalami pertumbuhan yang positif. Sehingga kondisi ini tentu sangat menguntungkan yang artinya ada value tinggi yang bisa dioptimalkan dari destinasi ini.

“Labuan Bajo ini sangat fenomenal. Kawasan Labuan Bajo akan terus berkembang. Dan, opsi Citilink membuka rute Jakarta-Labuan Bajo sangat ideal. Ada nilai bisnis yang besar di situ,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Virgin Atlantic Sukses Terbangkan Boeing 747 dengan Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Kilas balik ke tahun 2011, Virgin Atlantic Airways pernah menelurkan rencana untuk menggunakan bahan bakar penerbangan yang ramah lingkungan. Nah, pihak Virgin mengatakan akan menggunakan gas limbah pabrik baja sebagai material bahan bakar ramah lingkungan tersebut. Dan setelah melewati beragam tahapan penelitian selama kurang lebih lima tahun, akhirnya pada tahun 2016 bahan bakar ramah lingkungan tersebut diuji coba dan sukses.

Baca Juga: Virgin Galactic Sukses Terbangkan (Kembali) Pesawat Bertenaga Roketnya ke Antariksa

Baru-baru ini, bahan bakar tersebut digunakan dalam penerbangan komersial untuk pertama kalinya. Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (4/10/2018), bahan bakar ramah lingkungan ini diproduksi oleh LanzaTech, dimana mereka mengumpulkan gas limbah kaya karbon dari pabrik baja dan mencampurkan bakteri ke dalamnya. Tugas bakteri tersebut adalah untuk memfermentasi karbon menjadi etanol.

Dengan memanfaatkan katalis yang dikembangkan di Pacific Northwest National Laboratory (PNNL), oksigen yang terkanung di dalam etanol tersebut kemudian dikeluarkan dalam bentuk air. Bahan-bahan yang tersisa dari etanol tersebut lalu digabungkan dan saling mengikat sebelum akhirnya terciptalah bahan bakar jet tanpa membentuk senyawa yang menghasilkan jelaga saat dibakar.

Terobosan ini lalu disetujui oleh otoritas terkait sebagai bahan bakar di dunia aviasi pada bulan April kemarin. Alih-aih menggunakan bahan bakar ramah lingkungan ini sepenuhnya, para pengguna dapat mencampurnya dengan avtur hingga rasio campuran 50 persen. Dan impian pihak Virgin Atlantic telah menjadi kenyataan pada Rabu (3/10/2018) kemarin, dimana bahan bakar ini pertama kali digunakan untuk penerbangan komersial.

Boeing 747 yang dioperasikan Virgin Atlantic untuk menegbangkan penumpang dari Orlando, Florida menuju London menjadi saksi dari pencampuran 5 persen bahan bakar ramah lingkungan tersebut. Kabarnya, bahan bakar ini tidak diproduksi dalam jumlah yang terlalu banyak sehingga tidak bisa meningkatkan rasio pencampuran.

Baca Juga: Yuk Intip Aktivitas Awak Kabin Virgin Atlantic

Ke depan, akan ada pabrik bahan bakar dengan kapasitas produksi besar di Georgia – dimana pabrik tersebut mampu menghasilkan jutaan galon bahan bakar ramah lingkungan.

“Bahan bakar ini melebihi sifat bahan bakar jet berbasis minyak bumi dalam hal efisiensi dan membakar jauh lebih bersih,” kata John Holladay, wakil manajer PNNL untuk efisiensi energi dan energi terbarukan. “Teknologi ini tidak hanya menyediakan sumber bahan bakar jet yang berkelanjutan tetapi juga mengurangi jumlah karbon dioksida yang dipancarkan ke atmosfer.” Tutupnya.