Gadis Kecil Usia 5 Tahun Tertinggal di Bandara Setelah Keluarganya Pulang Berlibur

Siapa yang tak kenal dengan film Home Alone? Film yang mengisahkan seorang anak tertinggal saat akan berlibur bersama keluarganya di hari Natal. Ya, Kevin McCalister (Macaulay Culkin), ternyata terpisah dari keluarganya yang akan naik pesawat ke Florida, dan mengejarnya namun dia justru berangkat ke New York.

Baca juga: Guardian Optical Techonologies, Solusi Selamatkan Anak Yang “Tertinggal” di Dalam Kendaraan

Hal ini baru saja terjadi pada seorang gadis kecil berusia sekitar lima tahun dari keluarga Jerman yang tertinggal di bandara. KabarPenumpang.com melansir dari laman thetravel.com (9/10/2018), gadis kecil ini awalnya terlihat sendirian di sekitar terminal Bandara Stuttgart pada Senin (8/10/2018) malam dan ternyata dirinya tertinggal oleh orang tuanya yang baru saja pulang berlibur.

Kemudian karena terlihat sendirian dan tak jelas arah, seorang pelancong yang prihatin saat melihatnya kemudian membawa gadis kecil itu ke petugas keamanan bandara. Dia kemudian di bawa ke bagian informasi oleh petugas untuk diberitahukan adanya gadis kecil yang tertinggal di bandara.

Petugas keamanan berharap ada orang tua yang mencari putri mereka, tetapi sepertinya mereka sudah keluar dari bandara. Setelah pengumuman kehilangan anak tersebut tersiar di bandara, pihak keamanan Stuttgart menerima telepon dari ibu gadis kecil tersebut.

Ibu tersebut menelepon untuk menanyakan apakah pihak keamanan bandara menemukan putri mereka. Setelah diberitahu keberadaan putri kecilnya ayah si gadis kecil tersebut kemudian menjemputnya.

Baca juga: Don’t Worry, Be Hoppy! Ternyata Isi Tas Mencurigakan di Bandara Adelaide Adalah Seekor Kelinci

Polisi mengatakan saat menelepon, ibu gadis kecil itu menjelaskan mereka berdua menaiki kendaraan yang terpisah saat tiba di Flughafen Stuttgart dan keduanya berpikir salah satu dari mereka membawa putrinya. Namun ternyata saat keduanya bertemu dirumah anak mereka tidak dibawa oleh salah satu diantaranya.

“Karena panik ibu itu menelpon kepolisian dan kami memberitahukan putri mereka aman bersama kami serta menunggu untuk di jemput. Sang ayah kemudian datang untuk menjemput putrinya yang terlupakan itu,” ujar salah seorang polisi Stuttgart.

Antisipasi Perkelahian di Kabin, Awak Kabin Seyogyanya Harus Bisa ‘Bela Diri’

Cantik, pintar, cerdas, dan mampu melayani penumpang dengan sepenuh hati ternyata bukanlah syarat mutlak untuk jadi seorang pramugari. Kemampuan untuk mengarahkan penumpang ketika keadaan darurat pun seolah menjadi suatu keharusan bagi seorang wanita yang hendak melamar menjadi seorang awak kabin. Sampai situ saja? Tentu tidak! Karena pada awal tahun 2017 silam, Pobeda Airlines baru saja mengajarkan bela diri kepada para awak kabinnya. Wow!

Baca Juga: Bikin Ulah Pasca Keluar Toilet, Penumpang ini Paksa The Flying Kangaroo Return to Base

Tentu saja ‘kelas’ baru bagi para awak kabin ini dihadirkan bukan tanpa alasan. Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman miamiherald.com, tujuan dari LCC Rusia ini mengajarkan bela diri kepada para awak kabinnya adalah untuk mereka dapat mempertahankan diri semisal ada tindak kekerasan. Ya, tindak kekerasan di dalam kabin memang kerap terjadi dan menjadi momok bagi para pramugari karena mereka harus berupaya untuk mengembalikan situasi menjadi kondusif kembali.

Direktur Pobeda Airlines, Andrey Kalmykov mengatakan bahwa perusahaan sebenarnya punya opsi untuk menyewa dan bekerja sama dengan perusahaan penyedia jasa keamanan, namun hal tersebut dinilai terlalu mahal. “Kami menemukan cara yang lebih murah yaitu dengan mengajari staf kami seni bela diri sambo dan judo,” tutur Andrey. “Dengan begitu, kami tidak perlu meningkatkan harga tiket,” tandasnya.

Menurut data yang dirilis oleh International Air Transport Association (IATA), setidaknya ada 50.000 kasus penumpang pesawat yang sulit diatur di rentang tahun 2007 hingga 2015. Lalu di tahun 2014, setidaknya ada 1 penumpang yang tidak patuh di sekitar 1.289 penerbangan.

Menanggapi ide ini, U.S. Transportation Security Administration (TSA) setuju dan menawarkan pelatihan bela diri untuk staf penerbang. Hanya memakan waktu sekitar empat jam per kelasnya, pelatihan bela diri ini diadakan di sekitar 22 lokasi di seluruh negeri.

Baca Juga: Pukul Kru Pesawat Pakai Teko Kopi, Penumpang Ini Terpaksa Diikat Kabel Ties

“Pelatihan ini dirancang untuk mengajarkan para anggota kru bagaimana mengidentifikasi dan mencegah potensi ancaman melalui pengenalan perilaku sambil menerapkan pemahaman dan teknik pertahanan diri pada target,” ujar pihak TSA.

“Kami yakin metode ini mampu meningkatkan kesadaran dan keselamatan bagi awak kabin dan juga penumpang,” tandasnya.

Jika ditelaah lebih dalam lagi, pelatihan semacam ini bisa dibilang sangat penting. Karena tidak sedikit kasus pesawat sampai-sampai harus Return to Base sebagai dampak dari penumpang yang berkelahi. Minimalnya, awak kabin bisa mengendalikan situasi di dalam kabin semisal terjadi pertikaian antar penumpang.

Kontraktor Cina Rampungkan Pembangunan Terowongan Kereta Terpanjang di Afrika Timur

China Communications Construction Company (CCCC) merupakan sebuah perusahaan asal Cina yang dikontrak untuk membangun terowongan kereta api terpanjang di Afrika Timur, Nairobi-Naivasha SGR Phase 2A diketahui baru saja menyelesaikan konstruksinya baru-baru ini. Dalam pembangunan terowongan dengan ketinggian 9 meter dan lebar 6 meter ini, CCCC menggunakan New Austrian Tunneling Method (NATM), sebuah metode yang mengkombinasikan pengeboran dan peledakan.

Baca Juga: 10 Terowongan Kereta Terpanjang di Indonesia, Ada Dimana Saja Ya?

Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman standardmedia.co.ke, adapun terowongan sepanjang 4,5 km ini terletak di Ngong, Kajiado County. “Teknisi CCCC menggunakan NATM untuk membangun terowongan dan ini merupakan kali pertama metode tersbut digunakan dalam skala besar di Kenya,” tutur juru bicara proyek Standard Gauge Railway (SGR) CCCC, Steve Zhao.

Metode ini sendiri dinilai lebih ekonomis, efisien, dan memiliki kemampuan adaptasi yang kuat untuk berbagai kondisi geologi dan air tanah. Terlebih, metode ini dipilih karena bisa mengontrol keruntuhan permukaan secara efektif, serta meningkatkan lingkungan kerja selama konstruksi.

Dikutip dari laman sumber lain, manajer umum kantor pusat proyek SGR CCCC, An Aijun menyampaikan bahwa selama proses ekskavasi, tim proyek konstruksi mampu mengatasi berbagai kendala seperti kebocoran air, tekanan yang tidak merata, penggalian dengan kedalaman dangkal, bebatuan di sekeliling lokasi, garis sesar struktural, serta perlindungan saluran pipa minyak.

Tidak hanya membangun terowongan saja, Steve Zhao menambahkan, namun kontraktor juga menambahkan 146 ceruk perlindungan di dalam terowongan dengan berbagai ukuran yang berfungsi sebagai tempat berlindung para pekerja ketika kereta melintas. “Satu ceruk perlindungan besar dibangun dalam setiap jarak 150 meter di sepanjang terowongan tersebut, dan satu ceruk perlindungan kecil dibangun dalam setiap jarak 30 meter,” urai Zhao.

Baca Juga: Glenfinnan Viaduct! Jembatan Harry Potter Yang Pernah Selamatkan Keluarga Kecil

Terowongan darurat selebar 533 meter juga dibangun di dalam terowongan sebagai akses kendaraan jika terjadi keadaan darurat. “Kami telah menyediakan ruang untuk memasang kipas di dalam terowongan. Enam kipas jet bisa dipasang untuk memastikan ventilasi udara saat terowongan mulai dioperasikan,” tambahnya.

Ketua dewan Kenya Railways, Michael Waweru mengatakan bahwa SGR merupakan salah satu proyek transformasional paling penting untuk jalur kereta dan sektor transportasi di Kenya. “Proyek ini merupakan upaya ambisius yang dicita-citakan pemerintah Kenya untuk merombak pembangunan sosial ekonomi Kenya,” tutur Waweru, dikutip dari laman China Xinhua News.

Bandara Kertajati Memulai Penerbangan Internasional dengan Keberangkatan Umroh

Setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 24 Mei 2018 kemarin, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau yang dikenal dengan Bandara Kertajati akan memulai penerbangan internasional pertamannya. Layanan penerbangan ini sendiri akan dimulai pada 13 Oktober 2018 mendatang dengan rute Kertajati-Madinah dimana jamaah Umroh sendiri berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Baca juga: Mulai 8 Juni 2018, Damri Operasikan Bus ke Bandara Kertajati dari Empat Kota

“Dengan bahagia pada 13 Oktober 2018 mendatang akan ada penerbangan yang ditunggu-tunggu. Karena akan ada penerbangan (di Bandara Kertajati) dengan pangsa yang luar biasa,” ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau biasa disapa Emil yang dikutip KabarPenumpang.com melalui siaran pers yang diterima, Rabu (10/10/2018).

Adanya pembukaan penerbangan untuk Umroh sendiri dikarenakan jumlah penduduk Indonesia yang memiliki 41 juta masyarakat muslim dan di Jawa Barat total populasinya sendiri 97 persen. Emil mengatakan dengan potensi masyarakat muslim di Jawa Barat ini bagus bila adanya layanan penerbangan langsung dari Kertajati-Madinah dan bisa saja menambah penerbangan lainnya yang ada di BIJB.

“Jadi nanti dengan kehadiran rute internasional menuju Arab Saudi, memberikan nilai lebih terutama efektivitas,” tambah Emil.

Tak hanya itu Direktur Utama PT BIJB, Virda Dimas Ekaputra juga memastikan kesiapan penerbangan perdana rute internasional tersebut. Bandara dengan kode KJT ini rencananya akan melayani Umroh satu minggu sekali dengan agen biro perjalanan Dream Tour.

“Insya Allah kami siap. Dua minggu lalu kami sudah melakukan simulasi, kami sangat optimis pada 13 Oktober nanti kita akan memulai penerbangan internasional perdana Kertajati-Madinah dengan transit di India,” ucap Virda.

Baca juga: Layani Rute Surabaya, 8 Juni 2018 Citilink Terbang Perdana dari Bandara Kertajati

Managing Director of Lion Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan, Bandara Kertajati bisa menjadi pusat kegiatan transportasi udara dari Jawa Barat menujuh Tanah Suci. Hal ini dikarenakan BIJB merupakan bandara terbesar di Jawa Barat, sehingga sepatutnya potensi masyarakat yang ingin melancong ke luar negeri terlayani secara maksimal.

“Pada 13 Oktober minggu ini akan menjadi tonggak sejarah dan pencapaian menghadirkan penerbangan internasional yang dimulai dengan melayani umrah. Berbagai macam rencana strategis dan peluang telah menjadikan Kertajati menjadi semangat baru kami untuk pusat kegiatan transportasi udara. Lion Air akan menggunakan pesawat terbaru Boeing 737 MAX 8 dengan kapasitas 180 kursi. Karena penerbangan jarak jauh, maka transit dilakukan di Bandar Udara Internasional Trivandrum, Kerala, India untuk keperluan pengisian bahan bakar,” ujar Daniel.

Beberapa agen travel mengatakan, adanya penerbangan Umroh dari Bandara Kertajati mendapat respon luar biasa dan ini membantu sehingga lebih efektif dan efisien bagi Jamaah dari Jawa Barat dan Jawa Tengah. Penerbangan perdana tersebut akan mengangkut Jamaah asal Ciyumajakuning, Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan dan Purwokerto.

Sebelumnya diketahui, PT Garuda Indonesia sendiri pada Mei 2018 kemarin, sudah mencangkan akan memberangkatkan Haji dan Umroh dari Bandara Kertajati. Namun ternyata hingga kini belum terealisasikan.

“Belum ada penerbangan Umroh dari Bandara Kertajati,” ujar Humas PT Garuda Indonesia yang dihubungi KabarPenumpang.com, Kamis (11/10/2108)

Citilink Hadirkan Fitur WiFi Onboard Pada 2019 Mendatang!

Salah satu maskapai LCC Indonesia, Citilink dikabarkan akan segera memasang fitur WiFi Onboard dalam waktu dekat ini. Anak perusahaan dari Flag Carrier Garuda Indonesia ini menargetkan tahun 2019, akan ada sekitar 20 armada yang terpasang fasilitas yang disupport oleh PT Mahata Aero Teknologi (MAT). Kabar terakhir menyebutkan, PT MAT kini tengah mengurus soal perizinan.

Baca Juga: ‘Cicil’ Pemasangan WiFi Onboard di Penerbangan Domestik, Qantas Targetkan Rampung di Akhir 2018

“Proses perizinan juga sedang dalam proses, tetapi tidak ada kendala sejauh ini. Pengurusan mencakup Supplemental Type Certificate (STC) yang dibantu oleh Lufthansa Technik dan Citilink, serta landing right (hak labuh),” ujar Presiden Direktur PT MAT, M. Fitriansyah, dikutip KabarPenumpang.com dari laman bisnis.com (9/10/2018).

Pada kesempatan terpisah, M. Fitriansyah juga menambahkan bahwa pemasangan fitur WiFi Onboard ini harus dilakukan secara bertahap, tidak bisa langsung dipasang berbarengan. Karena tidak mungkin Citilink memberhentikan sementara pengoperasian sejumlah armadanya dalam waktu yang bersamaan.

“Nggak mungkin mereka grounded semua pesawatnya. Tahun depan kami targetkan 12 sampai 20 unit pesawat sudah terpasang wifi,” tukasnya.

Dia menyebut total investasi yang dibutuhkan adalah sebanyak US$40 juta atau yang setara dengan Rp608 miliar untuk 50 unit pesawat. Adapun, kerja sama ini akan berlangsung selama 10 tahun dan bisa diperpanjang.

M. Fitriansyah memastikan bahwa pemasangan WiFi Onboard ini tidak memakan waktu yang terlalu lama, hanya berkisar tiga sampai lima hari saja. Namun karena semua armada yang akan dipasang fitur ini masih aktif beroperasi, maka pihak PT MAT akan menyesuaikan jadwal dari Citilink.

“Pemasangannya tidak sesulit yang dibayangkan, seperti pasang router di rumah saja. Sudah ada tempat yang disediakan pada pesawat,” ujarnya.

Baca Juga: Saudia Jadi Yang Pertama Hadirkan Layanan Gratis WhatsApp OnBoard

Untuk pemasangannya sendiri, pihak PT MAT akan memberikan contoh untuk satu atau dua pesawat saja. Untuk pemasangan sisanya akan dilakukan oleh Garuda Maintenance Facility AeroAsia.

“Adapun, perangkat lunak yang digunakan adalah Multi Enterprise Platform dan Mobile App Front End, dengan kecepatan data maksimum yang kami uji adalah up to 50 Mbps,” papar M. Fitriansyah. Kelak, para penumpang bisa menggunakan fasilitas WiFi Onboard ini dengan cuma-cuma alias gratis!

 

LRT Jakarta Fase I Diperkirakan Beroperasi Pada Januari 2019

Digadang-gadang akan digunakan pada perhelatan Aisan Games Agustus 2018 kemarin dan kenyataannya tidak jadi, kereta ringan atau Light Rail Transit (LTR) Jakarta dengan rute Velodrome menuju Kelapa Gading akhirnya akan benar-benar beroperasi pada Januari 2019. Hal ini dikatakan oleh Direktur Proyek LRT Jakarta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin.

Baca juga: Dinilai Belum Siap, LRT Jakarta Urung Beroperasi Saat Asian Games 2018

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Iwan mengatakan, LRT Jakarta tersebut sudah melakukan uji cobanya pada Agustus lalu dan ditargetkan fase I ini bisa beroperasi pada 2019 mendatang.

“Kalau konstruksi stasiun akhir November. Saat ini kereta LRT Jakarta Fase I sudah masuk tahap finishing dan ditargetkan beroperasi pada Januari 2019 mendatang,” kata Iwan.

Tahap finishingnya sendiri meliputi enam stasiun yakni, Stasiun Pegangsaan Dua Kelapa Gading, Stasiun Mal Kelapa Gading, Stasiun Kelapa Gading Boulevard, Stasiun Pulomas, Stasiun Pacuan Kuda dan Stasiun Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur. Pembangunan stasiun ini sendiri nantinya akan terintegrasi dengan halte bus TransJakarta serta ditargetkan selesai pada November 2018 ini.

Terkait tarif untuk LRT, pihak PT Jakpro juga belum jelas akan dikenakan berapa. Sebab pihaknya juga masih melakukan koordinasi dengan pihak-pihak lainnya yang terkait dengan LRT Jakarta.

“Mengenai tarif, kami masih kordinasikan dengan pihak-pihak terkait,” ujar Iwan.

Beberapa waktu lalu, KabarPenumpang.com sempat melintasi jalur LRT Jakarta yang ada di kawasan Kelapa Gading menuju Velodrome dan terlihat masih dilakukan pengerjaan. Hingga saat ini diketahui pengerjaan konstruksi stasiun mencapai 92 persen.

Baca juga: LRT Palembang Sepi Penumpang, Kepala Divre III: “Itu Wajar”

Sebelumnya saat uji coba Kereta LRT dari Stasiun Velodrome Rawamangun menuju Stasiun Kelapa Gading pada Rabu (12/9/2018) lalu, Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan masih ada beberapa catatan khusus yang harus di evaluasi. Dia pun berharap, seluruh proses konstruksi pembangunan LRT tahap 1 dapat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“On quality juga on budget, sehingga tiga kriteria utama setiap kita membangun sesuatu adalah on schedule, on budget, on quality mudah-mudahan semuanya bisa tercapai,” harapnya.

Mudahkan Pengguna Kereta dan Bus, Google Maps Hadirkan Pembaruan

Sebagai seorang pekerja yang juga menggunakan kendaraan pribadi maupun umum seperti kereta atau bus, kerap kali menggunakan Google Maps untuk melihat jarak serta titik kemacetan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya. Hal ini kemudian membuat Google memperbarui layanannya, pembaruan tersebut akan hadir mulai minggu ini.

Baca juga: Google Maps Hadirkan Fitur yang Siap Dukung Kaum Difabel

Kabarpenumpang.com melansir dari laman theverge.com (1/10/2018), pembaruan tersebut berfokus untuk membantu para pengguna penumpang kereta dan bus. Kemudian pengguna pun bisa mengontrol musik dari dalam aplikasi. Untuk penumpang kereta dan bus, dengan membuka tab perjalanan baru maka bisa melihat opsi yang tersedia dan jadwal keberangkatan.

Selain itu, pengguna juga diberikan informasi jika ada gangguan spesifik di tiap jalur komuter. Penundaan keberangkatan pun diberi tahu, lengkap dengan estimasi waktunya. Pembaruan ini pun memungkinkan pengguna memantau kereta atau bus yang hendak ditumpangi sudah sampai di mana.

Sehingga bagi pengguna yang tiba lebih cepat dari kereta atau bus yang akan ditumpangi, maka pembaruan layanan pada Google Maps ini cocok. Bahkan Google Maps memperlihatkan posisi dan pergerakan secara real time. Awalnya pembaruan ini tersedia di 80 wilayah di seluruh dunia.

Seperti di Sydney, Google Maps menunjukkan kapasitas penumpang di dalam bus atau kereta yang akan dinaiki. Fitur ini sendiri masih eksklusif di satu wilayah dan akan disebar ke kota lainnya dalam waktu dekat, namun belum jelas kapan pembaruan ini disebar bagi pengguna Indonesia.

Baca juga: Jalin Kemitraan dengan Google Maps, RedBus Siap Mudahkan Perjalanan Pelancong

Diawal pun dijelaskan, pembaruan ini bisa mengontrol pemutar musik yang ada di ponsel pengguna. Sehingga para penguna Spotify, Apple Musik dan Google Play Musik bisa mengontrol pemutaran dari dalam aplikasi navigasi.

Sehingga bagi pengguna yang sering merasa bosan apalagi bila melakukan perjalanan sendirian, ini cukup menemani dan membuat Anda sedikit terhibur. Pada pembaruan Google Maps ini akan ada sedikit perbedaan baik pengguna Android maupun iOS. Jika pengguna Android level integrasi dengan Spotify dan lainnya lebih mendalam dan memungkinkan untuk menelusuri konten audio atau lagu bukan hanya dari playback melainkan dari Google Maps itu sendiri.

Parah! Petugas Keamanan Bandara London Lakukan Pelecehan Seksual Pada Waria

Nama Bandara London Luton kini tengah menjadi sorotan utama media asing, pasalnya salah seorang petugas keamanan bandara tersebut dilaporkan melakukan pelecehan terhadap penumpang. Bukan penumpang wanita atau pria, melainkan seorang transgender (waria). Melalui akun Twitternya, Lilith Carroll, korban pelecehan tersebut mengungkapkan kejadian yang ia alami ketika hendak mengudara menuju Dublin.

Baca Juga: Ikuti Tahapan Ini, Proses Check In dan Pemeriksaan Keamanan di Bandara Bakal Mulus

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (10/10/2018), cuitan Lilith tersebut diunggah pada 29 September silam. Mulanya, transgender berusia 34 tahun ini hendak mengudara menuju Dublin pada pukul 20.05 waktu setempat. Karena mesin metal detector di bandara tersebut sedang bermasalah, akhirnya salah seorang petugas mulai mengecek tubuhnya secara manual. Namun entah apa yang terlintas di benak si petugas ini, ia mulai meraba payudara Lilith untuk waktu yang cukup lama.

Lilith Carroll. Sumber: istimewa

Berdalih memeriksa secara intensif, petugas ini lalu menggiring Lilith ke ruangan khusus. Di sana, Lilith malah disuruh untuk membuka bajunya. “Saya tidak melihat wajahnya (petugas). Saya lalu membuka baju untuk menunjukkan bahwa saya tidak menyembunyikan apapun di baliknya,” kenang Lilith.

Dengan kondisi yang sudah setengah telanjang tersebut, si petugas masih belum sepenuhnya percaya dengan Lilith. Tanpa diduga-duga, si petugas mesum ini lalu memerintahkan Lilith untuk membuka serta bra yang ia kenakan. Takut disangka tidak kooperatif, Lilith akhirnya menuruti titah si petugas sambil kedua tangannya menutupi payudaranya.

Tidak berhenti sampai di situ, Lilith juga menambahkan bahwa selama pemeriksaan tersebut, si petugas selalu salah menyebut jenis kelamin dari Lilith – dimana ia dipanggil Bapak oleh si petugas. “Ia meminta maaf setelah memanggil saya Bapak, namun kesalahan tersebut terus diulang olehnya,”

Sontak kejadian ini membuat Lilith trauma mendalam. “Badan saya gemetar dan menangis tiada henti. Saya tidak ingin dilihat oleh orang lain, saya hanya mengurung diri di kamar dan tidak mau makan karena masih trauma akibat ulah petugas Bandara London Luton tersebut,” jelas Lilith.

Baca Juga: Inilah Alasan Perlunya Dua Kali Skrining Keamanan di Bandara

Menanggapi hal yang sudah kadung tersebar luas ini, salah satu juru bicara Bandara London Luton meminta maaf atas ketidaknyamanan yang menimpa Lilith.

“Kami sangat menyesal mendengar kabar bahwa Ms Carroll mengalami kesulitan saat dia melewati pemeriksaan keamanan wajib. Penyelidikan internal terhadap petugas ini pun sudah kami lakukan. Ke depannya, kami akan merangkul komunitas LGBT (Lesbian Gay Bisexual dan Transgender) lokal untuk memberikan pelatihan untuk staf keamanan bandara.”

Indian Railways Canagkan Pembangunan Koridor Atas Kereta Api di Kerala

Indian Railways baru-baru ini merencanakan membuat koridor atas untuk kereta cepat di Kerala. Proposal proyek koridor kereta ini sendiri senilai 50 ribu crore dan diperkiran di berikan sebelum masuk penganggaran kabinet tahun depan.

Baca juga: Pendapatan Utama Indian Railways, Ternyata Bukan dari Jasa Angkut Penumpang

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman livemint.com (4/10/2018), pembuatan koridor atau jalur atas ini sendiri merupakan sebuah dorongan infrastruktur besar. Dimana Indian Railways yang mengoperasikan koridor rel pan Kerala membuat jalur atas khusus tersebut.

Jalur atau koridor atas ini sendiri nantinya akan sepanjang 500 km dari Kasrgod menuju Thiruvananthapuram, sehingga akan menghubungkan wilayah utara dan selatan negara bagian tersebut.

(Livemint)

“Kerala adalah negara bagian kecil dengan sumber daya lahan terbatas. Telah diputuskan untuk membuat koridor pan-state yang tinggi yang menghubungkan Kasargod di utara dengan Thiruvananthapuram di selatan. Proyek ini akan didanai oleh lembaga pembangunan seperti Asian Development Bank (ADB) dan Japanese International Cooperation Agency (JICA), dan pembicaraan sedang berlangsung. Ini akan menjadi koridor berkecepatan tinggi, yang akan menghubungkan kota-kota besar dengan daerah pinggiran dalam 30 menit sehingga orang-orang dapat menggunakannya untuk perjalanan lokal juga,” ujar seorang pejabat kereta senior.

Baca juga: Peringati Hari Kemerdekaan, Indian Railways Hadirkan “Museum Digital” di 22 Stasiun

Pembuatan koridor atas ini sendiri akan menjadi proyek negara bagian paling mahal yang akan dilakukan oleh Indian Railways selain dari Jammu-Udhampur-Katra-Quazigund-Baramulla denganjalur kereta api sepanjang 35 km yang menghabiskan $13 miliar. Usulan koridor rel Kerala sendiri diperkirakan akan diberikan pada tahun depan sebelum penganggaran oleh kabinet tahun depan.

Menurut rencana koridor akan digunakan untuk menjalankan kereta berkecepatan tinggi, yang beroperasi pada kecepatan 100-150 km per jam. Pejabat kereta api itu mengatakan Kerala sudah berada di radar operator nasional untuk melakukan perubahan.

Kota Ernakulam sudah mendapatkan perbaikan di bawah program pembangunan kembali stasiun kereta, dengan National Buildings Construction Corp. Ltd (NBCC) yang dijadwalkan untuk melaksanakan proyek dengan tujuan menyelesaikannya pada tahun 2022. Indian Railways telah tertinggal dalam berinvestasi di Kerala selama bertahun-tahun, terutama karena biaya tanah yang tinggi.

Dalam dekade terakhir, negara telah melihat investasi hanya sekitar $6 ribu crore dari maskapai nasional. Rata-rata hanya $350 crore diinvestasikan dalam negara setiap tahun selama 2007-2014. Jumlahnya meningkat secara substansial setelah 2015-16 ketika mencapai lebih dari seribu ringgit setiap tahun.

Pada 2018-2019, negara bagian itu diberikan sekitar $900 crore oleh Indian Railways. Namun, uang tersebut terutama digunakan untuk meningkatkan dan mempertahankan jalur kereta api yang ada.

Wings Air, Akhirnya Buka Penerbangan ke Karimunjawa dari Semarang

Siapa yang tak kenal dengan Pulau Karimunjawa? Salah satu destinasi incaran pelancong domestik dan mancanegara yang memiliki sejuta pesona keindahan alamnya. Tak hanya laut dengan sebaran biotanya, hutan mangrove, pantai, kesenian, budaya, sejarah, religi dan kulinernya pun menarik untuk dicicipi serta dinikmati sembari menyegarkan kembali pikiran penat.

Baca juga: Tak Hanya Lewat Jalur Laut, Ke Karimunjawa Juga Bisa Naik Pesawat Lho!

Untuk sampai ke Karimunjawa sendiri, pelancong bisa menggunakan berbagai macam moda transportasi baik laut maupun udara. Bila melalui udara, pesawat bisa mendarat di Bandara Dewadaru, satu-satunya bandara di Karimunjawa ini dan tepatnya berada di Pulau Kemujan.

Februari 2018 kemarin, Wings Air, yang merupakan member of Lion Air Group sempat menyatakan untuk membuka penerbangan dari Semarang menuju ke Karimunjawa. Melalui survei yang dilakukan, akhirnya Wings Air akan terbang perdana ke Karimun Jawa 12 Oktober 2018 besok.

Wings Air ini akan berangkat dari Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang pukul 11.20 WIB dengan nomor penerbangan IW-1916 dan tiba di Bandara Dewadaru pukul 11.50 WIB. Sedangkan keberangkatan dari Karimun Jawa pukul 12.10 WIB dengan nomor penerbangan IW-1015 dan tiba di Semarang pukul 12.40 WIB.

Perjalanan udara dari Semarang menuju ke Karimunjawa sendiri hanya memakan waktu sekitar 30-45 menit. Nantinya penerbangan ini akan dilakukan Wings Air dengan frekuensi satu kali setiap hari pulang pergi.

“Momen rute baru merupakan pencapaian yang luar biasa bagi Wings Air. Kehadiran rute baru intra Jawa Tengah yaitu Semarang – Karimunjawa sebagai bagian dari kesungguhan Wings Air dalam mendekatkan jarak dengan menghubungkan antar pulau tanpa harus transit. Rencana kami akan lebih banyak membawa wisatawan ke Karimunjawa segera terwujud sejalan upaya Wings Air dalam menjawab tingginya permintaan pasar serta mendukung program pemerintah guna pengembangan wisata dalam negeri, sehingga berkontribusi meramaikan kunjungan. Dengan ini Wings Air mengucapkan terima kasih kepada pelanggan dan pihak terkait yang telah membantu kelancaran dalam penerbangan perdana,” ujar Operations Director of Wings Air, Capt. Redi Irawan yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers,Selasa (9/10/2018).

Pesawat yang digunakan untuk penerbangan dari Semarang – Karimunjawa PP yakni ATR72-500/600. Wings sendiri optimis dan rute Semarang-Karimun Jawa ini sendiri merupakan kota tujuan ketiga bagi Lion Air Group setelah Semarang dan Solo. Rute terbaru ini akan melengkapi pilihan penerbangan bagi masyarakat Jateng, pebisnis, wisatawan mancanegara (wisman) serta wisatawan nusantara (wisnus) melalui penghubung Semarang.

Baca juga: Bandara Tunggul Wulung, Jadi Basis Sekolah Penerbangan di Selatan Jawa

“Semarang yang berlokasi strategis adalah kota metropolitan berkembang dan berperan besar sebagai salah satu pusat atau poros ekonomi di Indonesia. Pesatnya perkembangan daerah, perdagangan, sosial, industri lokal, pendidikan dan potensi lainnya telah menjadikan Semarang sebagai salah satu destinasi terbaik. Bagi pebisnis dan wisatawan yang sudah berada di Semarang, kini dapat melanjutkan perjalanan menuju Karimunjawa,” ujar

Sebelum Wings Air, penerbangan menuju ke Karimun Jawa dari Semarang sendiri sempat dioperasikan oleh Susi Air dan AirFast Indonesia, namun kini keduanya tak lagi melayani rute tersebut. Tetapi hingga kini Cassa 212 yang disediakan oleh PT Wisata Laut Nusa Permai atau Kura-Kura Resort masih terus beroperasi.