Stasiun Habibganj, Sebentar Lagi Menjadi Stasiun Kelas Dunia Pertama di India

Sebagai negara dengan jaringan kereta api terbesar, India akan membangun kembali dan menjadikan salah satu stasiunnya menjadi kelas dunia pertama di India. Dimana pada stasiun ini akan dilengkapi dengan fasilitas bertaraf internasional.

Baca juga: Stasiun Kereta ‘Rasa Bandara Internasional’ Siap Hadir di India

KabarPenumpang.com melansir dari laman businesstoday.in (1/10/2018), stasiun kereta api ini berada di jalur stasiun kereta api Heidelberg Jerman yakni Habibganj Madhya Pradesh. Menjadi stasiun kelas pertama dunia, pada pembangunannya kembali yang dilakukan Indian Railways berjalan dengan lancar.

Menteri Kereta Api India Piyush Goyal baru-baru ini melakukan peninjauan terhadap pekerjaan stasiun kereta api Habibganj dan terlihat puas dengan perkembangannya. Indian Railways melakukan pembangunan kembalinya dengan transformasi area concourse ke ruang ritel bawah tanah seperti bandara dimana penumpang bisa menunggu kereta mereka nantinya.

Stasiun Habibganj sendiri akan memiliki struktur seperti kubah kaca yang akan berfungsi sebagai pintu masuk stasiun. Tak hanya itu stasiun ini akan menjadi bangunan hijau yang ditambah dengan lampu LED.

Pengairannya pun akan menggunakan air limbah yang diolah sehingga bisa digunakan kembali menjadi air bersih. Stasiun ini juga akan dibantu oleh tenaga matahari. Adapun kelengkapan stasiun tersebut yakni kafe dan tempat makan, kemudian ruang tunggu mewah untuk penumpang.

Selain itu pula akan ada holding areas untuk penumpang di setiap platformnya, sehingga penumpang tidak memenuhi platform saat ada penumpang yang akan turun dari kereta. Hub transit pun dirancang sedemikian rupa sehingga bila terjadi keadaan darurat, penumpang bisa dievakuasi dari area tersebut dalam waktu singkat yakni sekitar empat menit.

Baca juga: Manakah yang Bakal Jadi Solusi Toilet di Stasiun Kereta India: Bio-Toilet Atau Toilet Hibrida?

Di bagian luar sisi barat stasiun dikelilingi oleh perusahaan, terminal bus, serta apartemen. Sedangkan sisi timur ada hotel atau penginapan, rumah sakit, spa dan pusat konveksi. Stasiun Habibgajn sendiri merupakan stasiun kereta api pertama di India yang dibangun kembali di bawah model kemitraan public-private partnership (PPP).

Stasiun ini dibangun kembali oleh Indian Railways Stations Development Corporation (IRSDC) bersama dengan perusahaan swasta, Grup Bansal. Grup Bansal akan memelihara dan mengoperasikan stasiun itu juga selama delapan tahun. Stasiun telah dibangun kembali dengan biaya Rs100 crore, sementara Rs350 crore dihabiskan untuk pengembangan komersialnya, yang mengarah ke keseluruhan biaya Rs450 crore.

Menurut Indian Railways, stasiun ini diharapkan dapat menghasilkan sekitar Rs6.5-7 crore pada awalnya, yang dapat meningkat menjadi Rs10 crore per tahun. Anand Vihar, Brijwasan, Chandigarh, Gandhinagar dan Shivaji Nagar station di Pune adalah stasiun kereta api lain yang diatur untuk dirubah oleh IRSDC.

Akhirnya, Hyperloop Transportation Technology Luncurkan Pod Penumpang Perdana

Tepat lima tahun pasca didirikan, akhirnya startup yang terkenal akan membawa inovasi baru dalam dunia transportasi, Hyperloop Transportation Technology (HTT) memamerkan apa yang selama ini mereka kerjakan. Dalam sebuah acara perayaan ulang tahun perusahaan tersebut yang bertempat di Spanyol, Dirk Ahlborn cs. merilispod penumpang skala penuh perdananya. Tentu saja, peluncuran pod perdananya ini semakin mempertegas langkah HTT untuk sesegera mungkin terjun di industri transportasi dunia.

Baca Juga: HTT Siap Operasikan Hyperloop Pada 2020, Akankah Dubai Operasikan Dua Teknologi Maglev?

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (4/10/2018), moda yang diberi nama Quintero One ini menggunakan material komposit sebagai bahan baku utamanya. Quintero One memiliki panjang keseluruhan 32 meter dengan panjang kabin sekitar 15 meter dan berat mencapai 5 ton.

Peluncuran Pod Penumpang, Quintero One di Spanyol. Sumber: newatlas.com

“Perakitan pod ini merupakan hasil dari jerih payah kami dalam waktu kurang lebih satu tahun ke belakang. Ini mewakili keahlian kami di segi desain, teknik, dan pengembangan bahan mirip Vibranium yang sangat canggih,” tukas Co-Founder sekaligus CEO dari HTT, Dirk Ahlborn.

“Hanya dalam waktu lima tahun kami telah memecahkan dan memperbaiki semua teknologi yang diperlukan untuk Hyperloop dengan sistem levitasi baru kami, pompa vakum, baterai, dan material komposit yang cerdas. Pod ini akan menjadi bagian dari salah satu sistem transportasi paling efisien yang pernah dibuat,” tandasnya.

Sejumlah Petinggi HTT. Sumber: newatlas.com

Setelah dipamerkan di Spanyol, kabarnya Quintero One akan dipindahkan ke pusat penelitian HTT yang terletak di Toulouse, Perancis guna diteliti lebih mendalam lagi. Menurut salah satu sumber dari HTT, jalur pengetesan untuk Quintero One tengah dipersiapkan dan akan diuji coba pada tahun depan.

“Pada 2019, kapsul ini akan sepenuhnya dioptimalkan dan kami akan mempercepat setiap proses agar siap untuk beroperasi,” kata Bibop Gresta, Chairman dari HTT.

“Kami telah mengambil langkah besar dalam menyelesaikan setiap regulasi dengan pedoman sertifikasi keselamatan. HTT sekarang lebih dekat dari sebelumnya, dan kami siap untuk membawa Hyperloop ke dunia,” tambah Bibop.

Baca Juga: Virgin Hyperloop One Bangun Pusat Penelitian di Andalusia

Memang, pekerjaan yang harus diselesaikan HTT masihlah sangat banyak – salah satunya adalah soal target kecepatan moda yang masih jauh dari perkiraan awal. Rival dari HTT, Virgin Hyperloop One saja yang sudah menyalip HTT masih kelimpungan dengan masalah kecepatan. Terakhir, Virgin Hyperloop One baru mampu menempuh kecepatan sekitar 390km/jam.

Akankah masalah kecepatan menjadi batu sandungan bagi HTT?

Sempat Galau, Inilah Tarif Terjauh yang Diusulkan PT MRT Jakarta

Melanjutkan kegalauan terkait tarif untuk Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang sebentar lagi beroperasi, ternyata PT MRT Jakarta sudah mengajukan tarif Rp13 ribu untuk jarak terjauhnya saat ini yakni dari Lebak Bulus hingga ke Bundaran Hotel Indonesia (HI). Diajukannya tarif terjauh tersebut setelah adanya pengkajian yang dilakukan PT MRT dengan lintasan pertama.

Baca juga: Galau Tentukan Tarif Tiket, PT MRT Jakarta Tunggu Persetujuan Pemprov DKI

Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Agung Wicaksono mengatakan, kajian tersebut dengan tahap pertama lintasan 16 km ini diajukan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai regulator.

“Tarif sudah lakukan kajiannya dan sudah studi. Dan sudah sampaikan usulannya ke pemerintah,” ujar Agung yang dikutip KabarPenumpang.com dari liputan6.com (4/10/2018).

Disebutkan, besaran nominal harga tiket MRT untuk per 10 km pertama adalah Rp8500 dan ditambahkan Rp700 setelah penumpang melewati 10 km pertama itu. Agung memperkirakan total tarif MRT dengan rute fase pertama Lebak Bulus menuju Bundaran HI atau sebaliknya mencapai Rp13 ribu.

Besaran ini sendiri sudah termasuk dengan subsidi yang diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Dihitung saja, Rp8500, 10 km kalau sampai ujung 16 km rata-rata Rp13 ribu. Dari ujung ke ujung ya, ini tergantung, dari Lebak Bulus turun di mana,” jelas Agung.

Baca juga:  Terduga Pelaku Vandalisme MRT Jakarta Warga Negara Asing, Polisi Minta Bantuan Interpol

Sebelumnya, terkait tarif MRT Jakarta sendiri seperti ada kegalauan, karena Pemprov DKI Jakarta belum jelas akan memberikan besaran subsidinya. Sehingga PT MRT Jakarta masih mengkaji lebih lanjut untuk tarif tersebut. Sampai saat ini diketahui sudah ada enam trainset di depo Lebak Bulus, Oktober 2018 akan hadir tiga lagi dan pengiriman pada November 2018 dengan empat trainset terakhir.

Saat ini MRT sendiri terus melakukan uji coba kereta pertama, sistem persinyalan dan lainnya. Uji coba sendiri akan terus dilakukan hingga satu bulan sebelum MRT Jakarta mengular di Maret 2019 mendatang. Pengerjaannya saat ini sendiri sudah mencapai 96,53 persen dan nantinya moda transportasi massal tersebut mampu mengangkut 130 ribu sampai 170 ribu penumpang per harinya.

Prangko Rail Clinic dan LRT Palembang ‘Meriahkan’ HUT PT KAI Ke-73

Kabar baik bagi Anda yang selama ini gemar filateli, karena PT KAI baru saja meluncurkan prangko seri kereta api. Tidak berjalan sendiri, PT KAI turut menggandeng PT Pos Indonesia, Perum Peruri, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam merilis prangko seri kereta api kedua ini. Diketahui, prangko seri kereta api pertama diterbitkan pada tahun 1968 silam. Adapun salah satu dari prangko yang diluncurkan pada tanggal 29 September kemarin ini bergambarkan LRT Palembang.

Baca Juga: Tak Terasa Sudah 150 Tahun Sistem Perkeretaapian Belanda di Indonesia

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman tempo.co (2/10/2018), adapun prangko yang diluncurkan bertepatan dengan puncak perayaan ulang tahun PT KAI ke 73 ini memiliki dua varian – satu bergambar LRT Palembang, dan satunya lagi bergambar Rail Clinic Generasi 4.

“Prangko ini memberikan gambaran baru inovasi dari Kereta Api yang ada,” ujar Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Rail Clinic merupakan layanan PT KAI khusus untuk meningkatkan pelayanan kesehatan warga yang tinggal di sekitaran lintasan jalur kereta.

“Masyarakat bisa mendapat pelayanan kesehatan baik pemeriksaan dan perawatan kesehatan secara gratis. Sehingga untuk inovasi ini dibuatkan perangko untuk itu,” tandas Edi.

Sementara untuk LRT Palembang sendiri, dipilih PT KAI untuk menjadi model utama dari prangko varian kedua karena dinilai akan mengubah wajah perkeretaapian Indonesia di masa yang akan datang.

“LRT Palembang ini adalah LRT pertama yang menggunakan top trail, energinya datang dari bawah, bukan dari kabel di atasnya,” pungkasnya.

Menambahkan pernyataan Edi, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengatakan era baru perkeretaapian Indonesia ini ditandai dengan hadirnya LRT Palembang.

“Saat ini loko diesel akan menjadi LRT, (dengan teknologi) self-propel, dia berjalan sendiri pakai listrik,” terang Fajar.

Baca Juga: PT Len Gandeng Thales Kembangkan Sistem Sinyal Kereta Api Indonesia

“Sebentar lagi bergerak di Jabotabek. Dan kami harapkan nanti di kota-kota besar yang lain. Makanya saya bilang ini era baru. Kami harapkan ke depannya kereta api menjadi angkutan massal yang betul-betul bisa diandalkan,” tandasnya.

Sekedar informasi, dua varian prangko ini akan dicetak perdana sebanyak 100 ribu lembar full sheet. Ayo para filatelis, jangan sampai kehabisan ya!

 

Untuk Efisiensi dan Efektivitas Operasional, AirAsia Akhiri Sewa Menyewa Pesawat

PT AirAsia Indonesia baru-baru ini merencanakan untuk mengakhiri termination wet lease agreement atau sewa menyewa pesawat yang dilakukan oleh dua anak perusahaannya. Kedua anak perusahaannya itu adalah PT Indonesia AirAsia dan PT Indonesia AirAsia Extra. Adanya rencana ini berdasarakan dari keterbukaan PT AirAsia Indonesia di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca juga: Dukung Program 20 Juta Wisman, AirAsia Indonesia Lirik Pasar Cina, Jepang dan Korea Selatan

KabarPenumpang.com melansir dari laman cnbc.com (3/10/2018), rencana pengakhiran sewa menyewa tersebut awalnya akan dimulai dari mengakhiri sewa tiga pesawat dengan tipe A320-200 dari Indoneisa AirAsia kepada Indonesia AirAsia Extra yang merupakan pihak berafiliasi. Kemudian Indonesia AirAsia sendiri akan melakukan wet lease program atau sewa menyewa pesawat sebanyak lima armada bertipe A320-200 yang dimiliki Indonesia AirAsia Extra.

Adapun nilai transaksi sewa menyewa ini antara Rp385 miliar hingga Rp425 miliar per tahunnya. Transaksi ini sendiri dilakukan PT AirAsia Indonesia untuk menyamakan seluruh operasi perbangan Airbus A320 karena memiliki nomor penerbangan atau flight number yang sama yakni QZ.

Tak hanya itu, dengan satu flight number, PT AirAsia Indonesia menargetkan terjadinya efisiensi dan efektivitas dari utilitas pesawat udara miliknya. Sehingga aksi ini juga akan menghilangkan limitasi dari sisi operasional dalam rotasi kru penerbangan dan kru kabin.

Baca juga: Salah Input Koordinat Runway, Pilot AirAsia Nyaris Celakakan Ratusan Penumpang

Dari hal ini nantinya akan ada dampak yang dialami diantaranya adalah kenaikan pendapatan perusahaan, karena bertambahnya kegiatan operasi penerbangan terjadwal. Selain itu pula ditambah dengan kenaikan pegeluaran perusahaan akibat bertambahnya kegiatan operasi penerbangan berjadwal dan operasi penerbangan langsung.

Untuk tambahan informasi, pada semester satu tahun 2018, perseroan mencatat beban bahan bakar yang meningkat yakni sebanyak 19,92 persen dari tahun ke tahunnya sehingga menjadi RP746,62 miliar. Kenaikan beban avtur ini juga berakibat dengan kerugian yang masih dialami perusahaan senilai Rp426,03 miliar pada semester pertama tahun 2018 ini.

Maskapai di India Wajib Hadirkan Tabel Gizi di Baki Makanan

Maskapai dengan layanan penuh akan selalu menyajikan makanan dalam penerbangan mereka. Tapi pernahkah terpikirkan oleh Anda untuk mengetahui kadar gizi pada makanan yang disajikan tersebut?

Baca juga: Aerofood Dipercaya Pasok Manakan Sehat di Para Games Invitational Tournament 2018

KabarPenumpang.com melansir dari laman timesofindia.indiatimes.com (1/10/2018), bahwa sebentar lagi makanan yang ada dalam penerbangan pada maskapai di India akan memiliki informasi lengkap tentang aspek nutrisi yang terkait kalori, daftar isi dan waktu kadaluarsa pada kemasan. Opsi sehat ini sendiri bisa menjadi keharusan bagi maskapai penerbangan.

Di India kualitas makanan dalam penerbangan belakangan diketahui memburuk dan sebagian maskapai penerbangan telah memeriksa keseluruhannya, baik katering, termasuk pengiriman makanan hingga penyimpanannya dalam penerbangan. Bahkan cara penyajiannya pun ikut diperiksa untuk keamanan dan kualitas makanan tetap terjaga. CEO FSSAI Pawan Kumar Agarwal kemudian melakukan pertemuan dengan maskapai penerbangan terkait kualitas dan keamanan makanan dalam penerbangan.

“Masyarakat, di beberapa forum, telah menyatakan keprihatinan tentang makanan maskapai penerbangan, kualitas dan keamanannya. Sebelumnya kami memanggil pertemuan dengan maskapai penerbangan, operator bandara, katering dalam pesawat secara terpisah yang akan mengatakan ini adalah wilayah lain. Jadi kami bertemu dengan semua orang untuk mencakup semua aspek keamanan, kebersihan makanan dalam penerbangan dan akan keluar dengan standar operasi prosedur (SOP) untuk setiap langkah yang terlibat untuk memastikan apa yang disajikan kepada penumpang benar-benar aman untuk dikonsumsi. Prosesnya telah dimulai dan industri penerbangan sangat menyambut baik inisiatif ini,” ujar Agarwal.

Dia mengatakan, dapur penerbangan tempat makanan dimasak dan dikemas dijalankan oleh jaringan perhotelan terkemuka di India dan meminta mereka unuk memberikan rincian lengkap saat disajikan. Hal ini dimaksudkan agar penumpang melihat dan memastikan apakah makanan yang akan mereka konsumsi aman.

Untuk maskapai berbiaya rendah makanan ringan yang dikemas atau sandwich harus jelas label kadaluarsanya. FSSAI juga menambahkan, maskapai berbiaya rendah juga memberikan label pada makanan tanpa kemasan mereka seperti pasta atau hidangan utama yang dijual kepada penumpang.

Sebab FSSAI telah menemukan banyak celah dalam pengaturan katering di pesawat, dimana berdasarkan pedoman keamanan makanan dunia untuk penerbangan dan peraturan mereka sendiri. Ini akan mencakup masalah-masalah seperti bagaimana makanan akan dikemas dan sampai kapan harus disajikan.

“Maskapai harus fokus pada penyediaan opsi yang lebih sehat di menu. Sementara beberapa sudah melakukannya, kami memberitahukan label menu untuk makanan yang disajikan di restoran dengan rantai dan menu tetap. Maskapai penerbangan dan kereta api biasanya memperbaiki menu dan akan masuk dalam kategori ini,” jelas Agarwal.

Baca juga: Porsi Makanan di Pesawat Tak Cukup? Jangan Khawatir, Bisa Nambah Asal Sopan

“Tentang kualitas makanan dikendalikan oleh kami. Tetapi ada beberapa faktor di luar kendali kami seperti waktu yang dibutuhkan truk katering untuk memasuki bandara setelah pemeriksaan. Sebuah pandangan holistik harus diambil dari masalah ini, karena beberapa proses memisahkan nampan makan yang dikemas oleh kami dan ditempatkan di meja baki depan penumpang,” kata seorang pejabat katering di penerbangan.

Bawa Replika Bom, Pria Israel Diamankan di Bandara Newark

Membawa bahan peledak dalam tas jinjing merupakan salah satu hal yang dilarang oleh keamanan bandara. Namun, September 2018 kemarin seseorang telah membuat panik Bandara Newark karena membawa bom palsu dalam tas jinjingnya. Kemudian pria yang diketahui berkebangsaan Israel itu ditahan dan didakwa karena dianggap membuat panik atas barang di dalam tas jinjingnya tersebut.

Baca juga: Bawa Pistol Kaliber 25, Seorang Kakek Diamankan di Bandara Richmond

KabarPenumpang.com melansir dari laman timesofisrael.com (5/9/2018), Alon Feldman, awalnya diketahui akan naik pesawat dari Bandara Internasional Newark Liberty. Saat dirinya melalui pemeriksaan keamanan, di dalam tas jinjingnya ditemukan sebuah barang yang terlihat seperti bom rakitan meskipun sebenarnya tidak berbahaya atau bisa dikatakan hanya replika sebuah bom.

Namun, karena awalnya bom tersebut dikiri sungguhan, dia kemudian diamankan pihak kepolisian Port Authority. Pria 50 tahun tersebut setelah diamankan mengatakan kepada pihak kepolisian dirinya terbang dari Tel Aviv menuju ke Panama City di Florida untuk mengikuti konfernsi pelatihan keamanan.

Karena hal ini, enam jalur pemeriksaan keamanan mau tak mau harus ditutup. Semua penumpang yang ada di jalur keamanan bersama pria Israel tersebut harus dipindahkan ke jalur lainnya dan petugas keamanan dipanggil untuk memastikan itu bukan bom sungguhan. Kemudian setelah diperiksa kembali, benda tersebut dianggap aman.

“Benda itu dibuat agar terlihat persis seperti alat peledak. Ancaman teror itu nyata dan kami tidak mengambil risiko ketika harus melindungi kehidupan para pelancong,” ujar Direktur Keamanan Federal New Jersey TSA Tom Carter.

Carter menambahkan, orang yang membawa perangkat tersebut ke pemeriksaan, harusnya tahu dia memiliki bom replika. Namun sayangnya, dia justru memasukkan tas jinjingnya melalui pemeriksaan kemanan dan terlihat jelas di X-ray bahwa terlihat adanya bom.

Baca juga: Diamankan Karena Berteriak ‘Bom,’ Pria Ini Ternyata Mabuk

“Tindakan bodohnya membuat ratusan penumpang tidak nyaman pada hari ini,” tambah Carter.

Selain tuduhan pidana yang berasal dari penangkapan oleh polisi Port Authority. TSA juga menjatuhkan denda sipil dengan hukuman hingga US$13 ribu atau setara dengan Rp197 juta dan dimungkinkan bagi orang-orang yang membawa senjata ke bandara.

Kantor Pusat SkyWay Technlogies di Rusia Dibekukan, Kalimantan Batal Punya Kereta Langit

Masih ingat dengan Kereta Langit Indonesia (Skyway Indonesia) yang digadang-gadang akan menjadi salah satu bagian dari moda futuristik di Ibu Pertiwi? Ya, baru-baru ini PT SkyWay Technologies Indonesia yang menunggangi proyek tersebut disebutkan baru saja membekukan diri. Kejadian ini sontak membuat banyak pihak bertanya-tanya soal latar belakang pembekuan perusahaan tersebut.

Baca Juga: Boeing 747 Dilelang Online, Inikah Akhir Cerita dari The Queen of The Skies?

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, kereta ini sendiri awalnya disebut-sebut mampu untuk melintasi setiap medan. Ketika asa sudah mulai terbentuk, sangat disayangkan ketika putusan dari kantor pusat PT SkyWay Technologies Indonesia yang berada di Rusia telah memutuskan untuk membekukan semua proyeknya yang tersebar di pelosok dunia – termasuk proyek yang sebelumnya dijalankan di Dubai, Uni Emirat Arab.

Adapun rencananya, kereta langit ini akan dibangun di Pelabuhan Jorong, Kalimantan Selatan dengan menggandeng perusahaan BUMN. “Saat ini kami rasa sudah saatnya mengumumkan apa yang sebenarnya terjadi. Sehingga informasi ini tidak disalahgunakan oleh beberapa pihak yang mengatasnamakan SkyWay untuk kepentingan pribadi,” ungkap Direktur PT SkyWay Technologies Indonesia, Madinatul Fadhilah, dikutip dari laman sindonews.com (30/9/2018).

Madinatul menambahkan, sebenarnya pembekuan ini terjadi pada Mei 2018 kemarin, namun saja tidak diumumkan ke publik. “Pembekuan tersebut sudah menjadi keputusan kantor pusat di Eropa (Rusia), lantaran beberapa faktor. Seperti proyek pengerjaan perdana di Dubai yang hingga kini tidak juga terealisasi,” tandasnya.

Baca Juga: Jumlah Penumpang Menurun, Operator Kereta Jepang Jajakan Cemilan Unik nan Nyeleneh!

Pengumuman ini akhirnya ditempuh oleh PT SkyWay Technologies Indonesia guna menghindari beragam kemungkinan, salah satunya adalah penyalahgunaan informasi. “Pengumuman ini juga dilakukan agar tidak lagi timbul pertanyaan di masyarakat terkait dengan beberapa pihak yang megatasnamakan SkyWay Indonesia dengan berbagai nama, web, dan media, menyatakan sebagai perwakilan resmi dari SkyWay pusat yang menjual investasi berupa saham pra IPO dan iming-iming bahwa proyek-proyek SkyWay berjalan dan diminati dimana-mana,” ungkap Ketua Advokasi Otoritas Jada Keuangan, Mulfi Asmawijaya.

Sebelumnya, memang sudah tersiar kabar bahwa ada sejumlah oknum Multi Level Marketing (MLM) yang menjual produk investasi dan mengatasnamakan PT SkyWay Technologies Indonesia.

Terduga Pelaku Vandalisme MRT Jakarta Warga Negara Asing, Polisi Minta Bantuan Interpol

Vandalisme yang belum lama ini terjadi di depo Lebak Bulus pada kereta baru Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sepertinya sedikit memperlihatkan titik temu pelakunya. Pasalnya, Pihak Polres Metro Jakarta Selatan tengah meminta bantuan Interpol untuk menelusuri jejak terduga pelaku vandalisme tersebut.

Baca juga: Duh, Kereta MRT Jakarta Jadi Sasaran Aksi Vandalisme!

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan, terduga pelaku merupakan warga negara asing (WNA) yang tidak diketahui alamatnya tetapi inisial sudah didapatkan pihak kepolisian. Sayangnya, inisial dan asal negara terduga pelaku, pihak kepolisian belum ingin mengungkapnya.

“Kami mau panggil, mau periksa juga tidak tahu alamatnya dimana,” ujar Indra yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman kompas.com (3/10/2018).

Meski mengetahui inisial terduga pelaku, pihak Polres Metro Jakarta Selatan belum mau menetapkannya sebagai tersangka kasus vandalisme itu. Saat ini Indra beserta anggotanya diketahui sudah mengantongi bukti-bukti kuat soal terduga pelaku vandalisme tersebut.

“Dia memiliki kemampuan untuk menggambar seperti itu dan sensasi dia ingin nyoret pertama kali di MRT Jakarta. Dari beberapa alat bukti ada kesesuain lah,” jelas Indra.

Sebelumnya diberitakan, vandalisme pada kereta MRT Jakarta ini terjadi pada Jumat (21/9/2018) di Depo Lebak Bulus sekitar pagi hari. Selain itu pada 24 September 2018, Polsek Metro Cilandak sudah mengeluarkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan. Dengan saksi dan alat bukti yang ada, polisi masih terus mencari informasi keberadaan pelaku dan polisi telah mengidentifikasi satu terduga pelaku vandalisme.

Baca juga: MRT Jakarta Dilirik Tangerang Selatan Untuk Buka Jalur

Terduga pelaku diidentifikasi oleh polisi lantaran sempat membagikan stiker di lokasi. Tak hanya itu, terduga pelaku kemungkinan sosok yang populer di kalangan bomber atau pembuat grafiti jalanan. Bahkan bukan hanya membagikan stiker, terduga pelaku juga sempat berinteraksi dengan orang-orang yang ada di sekitar depo MRT Lebak Bulus.

Dalam masalah ini, PT MRT Jakarta meminta kontraktor melakukan peningkatan keamanan baik di depo maupun di seluruh fasilitas MRT Jakarta. PT MRT Jakarta mendukung penuh proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh polisi terkait vandalisme ini dan berharap secepatnya kasus tersebut terungkap dan pelaku di tangkap.

5 Fakta Unik Tentang Qatar Airways yang Mungkin Baru Anda Tahu!

Flag Carrier Qatar Airways muncul sebagai maskapai yang paling banyak memiliki tujuan penerbangan di Benua Biru. Tidak tanggung-tanggung, terdapat kurang lebih 55 kota di Eropa yang dihinggapi oleh armada-armada Qatar. Di Inggris saja, Qatar menyasar enam destinasi sekaligus – London Heathrow, London Gatwick, Cardiff, Birmingham, Manchester, dan Edinburgh. Diantara keenam kota ini, London Gatwick merupakan bandara paling baru yang didaftarkan Qatar sebagai salah satu destinasi penerbangannya.

Baca Juga: Tak Lagi Gunakan Airbus A380, Qatar Airways Ganti Armada Tujuan Atlanta

Itu baru Inggris, semisal Anda hendak bertolak menuju Perancis, Anda bisa mendarat di Paris atau di Nice. Berbeda dengan Italia yang memiliki empat kota destinasi – Roma, Milan, Pisa, dan Venesia. Pun dengan negara-negara lain yang ada di Eropa sana. Selain meraih predikat sebagai maskapai yang mendominasi penerbangan menuju Eropa, ada beberapa fakta unik dari maskapai terbaik di dunia versi World Airlines Award 2015 ini.

Berikut KabarPenumpang.com himpun empat fakta unik lainnya dari Qatar Airways, dikutip dari laman gotravelyourway.com.

Maskapai Pertama yang Mengoperasikan Airbus A350
Pada 15 Januari 2015 silam, Qatar menjadi operator pertama yang mengoperasikan Airbus A350-900. Kala itu, pesawat baru berlivery Qatar ini melakoni perjalanan dari Doha menuju Frankfurt. Tidak hanya itu, Qatar juga tercatat sebagai maskapai yang paling banyak memesan A350-900 dengan jumlah 80 armada, disusul oleh Singapore Airlines dengan 67 armada, dan Etihad dengan 62 armada.

Maskapai Pertama yang Mengoperasikan Airbus A380
Mungkin kebanyakan operator penerbangan di luar sana akan memilih untuk mengoperasikan salah satu dari tiga armada paling canggih saat ini – Airbus A350, A380, dan Dreamliner. Namun tidak bagi Qatar yang lebih memilih untuk mengoperasikan ketiganya secara bersamaan. Hebatnya lagi, Qatar merupakan maskapai pertama yang memasang liverynya di tiga armada tersebut.

Mengoperasikan Penerbangan Terjauh!
Ya, Qatar merupakan raksasa di dunia aviasi yang tercatat menjalankan rute penerbangan terjauh saat ini, yaitu dari Doha menuju Auckland. Jarak yang terpaut 14.536km antara dua kota ini ditempuh dengan waktu 18 jam 30 menit. Dalam mengoperasikan rute ini, Qatar mempercayakan armada Boeing 777-200LR (Longer Range).

Baca Juga: Antara Qatar Airways, Irlandia, dan Jamaah Umroh Indonesia

Mensponsori Klub Terbaik di Dunia
Tidak bisa dipungkiri jika FC Barcelona merupakan salah satu klub terbaik di dunia saat ini, dan Qatarlah yang menjadi sponsor utama dari klub yang bermarkas di Camp Nou, Spanyol ini. Berbeda dengan rival FC Barcelona, Real Madrid yang disponsori pula oleh pesaing utama dari Qatar, Emirates.