Naik Porter ke Kantor, Pria Bengaluru Viral di X

Bengaluru atau Bangalore dikenal sebagai Silicon Valley of India, selain itu Bengaluru dikenal dengan lalu lintasnya yang macet. Bahkan membuat penumpang taksi atau kendaraan online sulit memesan melalui aplikasi.

Ini ternyata terjadi dan dirasakan setiap hari oleh para penduduk Bengaluru Ketika pagi hari akan berangkat bekerja. Salah satunya, baru saja terjadi kemarin, Kamis (6/2/2025), di mana seorang pekerja tidak mendapatkan pengemudi Uber maupun Ola Cabs untuk berangkat bekerja.

Dia bahkan mengunggahnya ke akun X (Twitter) pribadinya dan menceritakan kesulitannya hari itu. Pria bernama Pathik tersebut mengaku menggunakan aplikasi Porter yang sebenarnya merupakan jasa angkutan barang untuk membawanya tiba ke kantor.

Baca juga: “Kempa,” Robot Humanoid Khas India Hadir di Bandara Bengaluru

“Harus mengangkut barang sendiri ke kantor hari ini karena tidak ada Ola, Uber.”

Postingan tersebut dilihat sebanyak 71 ribu kali di X. Para warganet pun bereaksi dengan postingan Pathik tersebut. Banyak dari warganet yang menyebut apa yang dilakukan Pathik sebagai “ide yang jenius”.

Selain itu, banyak juga yang berterimakasih karena memberikan ide baru bila mereka tidak menemukan Uber atau pun Ola saat pagi hari.

Menanggapi unggahan tersebut, seorang pengguna berkata, “Akhirnya, seseorang melakukan apa yang pernah saya pikirkan! Mungkin sekarang saya juga bisa melakukannya.” Pengguna lain menulis, “Ada suatu masa ketika Powerpuff Girls digunakan untuk menyelamatkan hari, sekarang PORTER.”

Pengguna ketiga berkomentar, “Uff jenius, saat-saat genting membutuhkan tindakan yang genting.” Orang lain menulis, “masalah modern membutuhkan solusi modern ya?”

Jadi, apakah kisah Pathik cukup menghibur?

Kentut di Dalam Uber, Penumpang Diadili Plus Kena Denda

Vietjet Adopsi Efisiensi Bahan Bakar Penerbangan Berbasis Kecerdasan Buatan (AI)

Vietjet, maskapai berbiaya murah (LCC) dari Vietnam telah menjalin kemitraan strategis dengan OpenAirlines, sebuah perusahaan yang menjadi penyediaan solusi efisiensi bahan bakar penerbangan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kolaborasi ini merupakan langkah signifikan dalam upaya berkelanjutan Vietjet untuk mengoptimalkan operasi penerbangan sekaligus mendorong praktik penerbangan yang lebih ramah lingkungan.

Melalui kemitraan strategis ini, Vietjet menjadi maskapai pertama di Vietnam yang mengimplementasikan SkyBreathe, sebuah platform inovatif yang menggunakan kecerdasan buatan (AI), algoritme big data, dan teknologi pembelajaran mesin untuk menganalisis data penerbangan secara mendalam dan mengoptimalkan penggunaan bahan bakar.

Sistem ini menyatukan berbagai informasi, termasuk data pesawat dan laporan bahan bakar, dalam satu platform terpusat. Berbekal data analisis dari lebih dari 21 juta penerbangan, SkyBreathe menawarkan basis informasi efisiensi bahan bakar terbesar di dunia bagi maskapai penerbangan.

SkyBreathe 360° adalah platform penerbangan berkelanjutan yang mampu mengidentifikasi kemampuan penghematan bahan bakar serta memberikan rekomendasi praktis yang dapat diimplementasikan oleh berbagai pihak di maskapai, termasuk pilot dan manajer operasional.

Dengan memfasilitasi kolaborasi yang efektif, inisiatif ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga mendorong penerapan praktik penerbangan yang lebih ramah lingkungan. Berdasarkan analisis OpenAirlines, sistem antarmuka yang intuitif dan analisis mendalam yang ditawarkan oleh SkyBreathe akan membantu Vietjet dalam membuat keputusan berbasis data, sehingga dapat mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 2% dan menurunkan emisi CO2 lebih dari 96.000 ton per tahun.

Selanjutnya, Vietjet akan meluncurkan aplikasi SkyBreathe MyFuelCoach yang dapat digunakan oleh semua pilot. Aplikasi asisten bahan bakar digital ini akan menyediakan pengarahan dan pembekalan ramah lingkungan yang dipersonalisasi, sehingga memungkinkan pilot untuk melacak kinerja mereka, mengidentifikasi bidang-bidang yang perlu ditingkatkan, serta menerapkan praktik terbaik untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Melalui inisiatif ini, Vietjet dapat mengurangi penggunaan bahan bakar dan meminimalkan jejak karbon dari setiap penerbangannya.

Sebagai anggota dari Komunitas SkyBreathe yang terdiri dari 73 maskapai internasional, Vietjet kini memiliki akses ke jaringan global yang berfokus pada pengembangan penerbangan berkelanjutan. Selain itu, Vietjet juga akan menerima dukungan berkelanjutan dari para ahli bahan bakar OpenAirlines yang akan memastikan kinerja optimal dan memaksimalkan manfaat dari SkyBreathe.

Airbus Dorong Penerbangan “Fello’Fly” Guna Capai Efisiensi Bahan Bakar Hingga 15 Persen

Yuk, Kenali Jenis – jenis Bantalan Rel Kereta Api. Indonesia Sudah Punya Lengkap!

Jalur kereta api identik dengan kelengkapan terdiri dari: rel, batu ballast, baut, dan bantalan. Jika serba kekurangan pada jalur tersebut maka perjalanan kereta api pasti akan terganggu, bahkan pegecekan rutin akan selalu dilakukan. Seperti halnya bantalan rel kereta api yang sangat berperan penting guna menstabilkan rel saat melintasnya kereta api dengan berbagai kecepatan.

Di Indonesia jenis – jenis bantalan rel kereta api dirasa sudah cukup lengkap dengan jenis kereta api yang dilewati. Mulai dari bantalan kayu jati, bantalan besi/baja, bantalan beton, sampai bantalan tanpa batu ballast (slab beton).

Baca juga: Ternyata Ada Beragam Jenis Bantalan Rel, Indonesia Pakai Yang Mana?

Bantalan kayu pada rel kereta api kerap kali terliha dibeberapa wilayah Jawa dan Sumatera. Dulu rel kereta api dengan bantalan kayu masih banyak dijumpai apalagi pada lintas utama. Namun, menggunakan bantalan kayu berbahan kayu jati ini tak memberikan maksimal kecepatan pada kereta api. Menggunakan bantalan kayu juga berpengaruh pada cuaca lembab dan berair yang mengakibatkan kayu cepat lapuk atau mengalami penyusutan. Bantalan kayu sebenarnya masih dijumpai pada jalur yang tingkat kecepatannya rendah, seperti jalur kereta api di stasiun kecil, balai yasa/depo, wesel, bahkan di jembatan yang berlubang.

Bantalan besi/baja juga masih ditemui, terutama pada jalur kereta api ketika memasuki terowongan dan wesel. Sama halnya sepeti bantalan kayu, bantalan besi/baja memiliki daya elastisitas yang cukup baik. Namun kembali lagi tingkat kecepatan yang dihasilkan rel dengan bantalan besi/baja tidak bisa melebihi diatas 70 km per jam. Menggunakan bantalan jenis ini kelemahannya adalah kereta api mudah anjlok terutama daerah berpasir karena beban yang dimiliki lebih besar. Bantalan besi/baja masih dijumpai dibeberapa wilayah, termasuk jalur Sukabumi – Cianjur.

Bantalan jenis berikutnya adalah bantalan beton. Bantalan ini sudah mayoritas digunakan dilintasan kereta api. Dengan menggunakan bantalan beton, daya tahan saat digunakan untuk penahan rel bisa mencapai 20 tahun lamanya. Selain itu kecepatan menggunakan bantalan beton, bisa mencapai maksimum hingga 120 km per jam. Seperti pada jalur utara mulai dari Jakarta hingga Surabaya. Saat ini pemerintah di perkeretaapian menjadikan bantalan beton sebagai penahan rel paling kuat saat dilintasi kereta api. Bantalan rel berbahan beton juga memiliki dua jenis, yaitu beton pratekan blok tunggal (monoblok) dan bantalan beton blok ganda (biblok).

Baca juga: Stasiun di Melbourne Uji Penggunaan Duratrack, Bantalan Rel dari Bahan Plastik Daur Ulang

Terakhir adalah bantalan slab beton yang sudah dimiliki jalur kereta di Indonesia. Dan pasti kalian pernah melihat bantalan slab beton jika naik MRT atau LRT Jakarta. Ya, bantalan jenis inilah yang digunakan pada kereta tersebut. Gunanya memperhalus perjalanan saat kereta melintas dan menahan getaran pada rangkaian kereta. Bantalan jenis ini juga akan digunakan pada Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) menggunakan kereta peluru yang akan dijalankan dengan rute Jakarta – Bandung pp. dan juga digunakan untuk perjalanan LRT Jabodebek. Jauh berbeda jika naik kereta api menggunakan bantalan yang di tabur batu balas dengan bantalan yang dipatenkan dengan beton yaitu pada guncangannya. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Jangan Melulu Konsumsi Obat, Inilah Makanan yang Bisa Cegah Mabuk Laut!

Tidak bisa dipungkiri, ada banyak orang di luar sana yang masih mengalami mabuk perjalanan, terutama saat menggunakan moda transportasi laut. Memang, di pasaran terdapat banyak sekali obat yang dapat mencegah atau meminimalisir mabuk laut, tapi seperti yang kita ketahui, mengonsumsi obat sebenarnya akan membawa dampak negatif untuk kesehatan.

Nah, berikut KabarPenumpang.com rincikan beberapa makanan yang bisa Anda konsumsi untuk menghindari mabuk laut, dilansir dari berbagai sumber.

Baca Juga: Memahami Penyebab Mabuk Laut dan Cara Mengatasinya

JAHE
Jahe mengandung senyawa yang disebut gingerol dan shogaol. Senyawa ini memiliki efek anti-inflamasi dan dapat membantu menenangkan sistem pencernaan. Jahe juga dapat membantu mengurangi produksi asam lambung yang berlebihan, yang dapat memicu mual. Selain itu, jahe dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi ketegangan otot, yang dapat membantu mengurangi gejala mabuk laut. Cara konsumsinya pun beragam, bisa melalui permen jahe atau minuman jahe.

Namun perlu diingat, bahwa efek jahe dapat bervariasi pada setiap orang. Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi jahe untuk mencegah mabuk laut.

Pisang
Walaupun ada banyak orang di luar sana yang tidak terlalu suka pisang, tapi nyatanya pisang dapat membantu mencegah mabuk laut, lho! Ini berkat beberapa kandungan yang ada di dalam pisang, seperti karbohidrat yang dapat memberikan energi serta menenangkan perut. Karbohidrat juga dapat membantu mengurangi produksi asam lambung yang berlebihan, yang dapat memicu mual.

Selain itu, pisang juga mengandung vitamin B6, yang telah terbukti dapat membantu mengurangi mual dan muntah.

Roti Gandum
Kurang lebih sama seperti pisang, roti gandum juga memiliki kandungan karbohidrat kompleks yang dapat mencegah mual berlebih.

Di tambah roti gandum kaya akan serat, yang dapat membantu memperlambat pencernaan dan mencegah perut kosong. Perut kosong dapat memicu mual, terutama saat mabuk laut.

Jeruk
Siapa nih yang masih suka mengonsumsi jeruk saat perjalanan? Terlepas dari masalah suka atau tidak, tapi ternyata jeruk yang kaya akan vitamin C dapat membantu mencegah mual! Antioksidan pada vitamin C mampu mengurangi mual dan muntah.

Jeruk juga diketahui mengandung banyak cairan, yang dapat membantu mencegah dehidrasi yang dapat memperburuk gejala mabuk laut, jadi penting untuk tetap terhidrasi saat bepergian. Terakhir, aroma dari jeruk itu sendiri dapat membantu menenangkan perut dan mengurangi mual.

Tips Melancong ke Eropa – Aman Minum Langsung dari Air Keran, Tapi Ada yang Harus Dicermati

Ini Rahasia Jalur Kereta Api Agar Tetap Kuat Saat Dilewati

Saat ini kecepatan kereta api khususnya di Pulau Jawa sudah mencapai 120 km/jam. Kecepatan tersebut biasanya sudah terukur pada area atau wilayah yang jauh dari bencana alam, seperti longsor dan lain sebagainya. Tak hanya menghindari dari area yang rawan bencana, jalur kereta api dengan kecepatan maksimal itu pun sudah terukur dari jenis penambat rel disepanjang rel kereta api.

Rahasia agar rel tetap kuat dilewati kereta api adalah pada penambat rel yang dikunci sangat kuat antara rel dan bantalan beton sehingga kereta api tetap berjalan mulus.

Ya, berbagai jenis penambat rel yang dilintasi kereta api juga bermacam-macam jenisnya. Penambat rel ini juga disesuaikan dengan jenis bantalan yang terpasang. Penambat rel kereta api terdapat 2 (dua) jenis penambat. Yaitu penambat elastis dan penambat kaku.

Penambat elastis terdiri dari penambat pandrol, penambat tipe KA clip, penambat kupu-kupu, dan penambat tipe DE clip. Sedangkan penambat kaku terdiri dari paku ulir, tirpon dan mur/baut. Dari berbagai jenis penambat ini sudah dipasang disepanjang jalur kereta api di Jawa dan Sumatera.

Dari penambat rel yang dipasang, ada beberapa penambat yang sudah diujicoba dengan kekuatan yang dilewati kereta api berkecepatan maksimal 120 km/jam. Penambat itu adalah penambat rel tipe DE clip dan pandrol yang keduanya buatan PT Pindad, Bandung. Penambat rel lainnya sebenarnya masih terpasang, namun pada jalur tertentu termasuk penambat rel kupu-kupu yang dipasang pada jalur LRT maupun didalam terowongan seperti Ijo, Kebasen, dan Notog.

Penambat rel jenis Pandrol yang sering digunakan pada jalur kereta api di Jawa dan Sumatera. (foto: wikipedia)

Pengecekan berkala tentang kuatnya penambat rel tersebut ditentukan oleh petugas jalan rel yang mengontrol jalur kereta api diantara petak stasiun. Petugas berseragam oranye dengan membawa kunci inggeris rutin mengecek jalur kereta api dengan berjalan kaki memeriksa baut rel jika ada yang kendor untuk dikencangkan dengan kunci inggeris tersebut. Dengan adanya petugas itu, dipastikan perjalanan kereta api bisa aman, nyaman, dan terkendali.

Enam Hal ini Jadi Pembeda Antara Rel Kereta Cepat dan Rel Kereta Konvensional

Gapeka 2025, KAI Kembali Tambah Perjalanan ke Yogya-Solo dengan KA Batavia

Perjalanan kereta api pada Gapeka (Grafik Perjalanan Kereta Api) 2025 terbilang cukup banyak untuk rute dari Jakarta ke berbagai kota di Pulau Jawa. Seperti halnya ke Cirebon, Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Surabaya. Adapun beberapa kereta api ditambah jadwal perjalanannya maupun di perpanjang rutenya.

Nah, kali ini KAI kembali meluncurkan jadwal baru kereta api untuk rute Gambir-Solo Balapan pp. Rute penambahan kereta api ini sengaja dibuat untuk penumpang yang hendak bepergian ke destinasi wisata yang ada di Jawa Tengah tersebut. Ya, rute kereta api baru ini diberi nama Kereta Api Batavia.

Nama Batavia diambil karena merupakan nama kota di Indonesia yang sekarang dikenal sebagai Jakarta. Kota ini dibangun oleh Gubernur Jenderal VOC, Jan Pieterszoon Coen, setelah merebut Jayakarta pada 1619.

KA Batavia menggunakan rangkaian tipe New Generation Stainless Steel keluaran terbaru buatan PT Industri Kereta Api (INKA). Dengan tentu memiliki interior sangat nyaman yang terdiri dari 2 kelas, yaitu kelas eksekutif dan ekonomi premium.

Jadwal keberangkatan KA Batavia dari Stasiun Gambir (KA 7006) adalah pukul 09.35 dan tiba di Stasiun Solo Balapan pukul 18.00. Sedangkan dari Solo Balapan (KA 7005) pada pukul 22.00 dan tiba di Stasiun Gambir pukul 07.00.

KA ini berjalan setiap Kamis sampai dengan Minggu dengan tarif untuk kelas ekonomi Rp350.000-Rp400.000 dan kelas eksekutif Rp530.000-Rp580.000. KA Batavia juga berhenti di Stasiun Cirebon, Purwokerto, Kroya, Kebumen, Kutoarjo, Yogyakarta, Klaten dan mengakhiri perjalanan di Solo Balapan.

Selamat Datang Gapeka 2025, Jadwal Lama Terganti, Jadwal Baru Semoga ‘Mancarli’

Electric Supply Boat Meluncur di Batam, PaxOcean Siap Lanjut Hadirkan Electric Tug Boat Pada Juni 2025

Sebuah perusahaan galangan kapal, PaxOcean menandai era baru pelayaran nusantara dengan merilis electric supply boat atau kapal bertenaga listrik. Perilisan ini sejalan dengan misi perusahaan, yaitu menghadirkan moda transportasi yang ramah lingkungan. Adapun perilisan ini dilaksanakan pada Rabu (05/02) di galangan Tanjung Uncang, Batam.

Baca Juga: AAA Travel Prediksi Ada Kenaikan Penumpang di 2025, Pertanda Kebangkitan Moda Laut di Seluruh Dunia?

Pada acara yang juga dihadiri oleh CEO PaxOcean, Tan Thai Yong, terselip juga 1 agenda tambahan, yaitu keel laying yang menandai dimulainya perakitan electric tug boat. Jika tidak ada aral melintang, maka electric tug boat ini dijadwalkan selesai pada Juni 2025.

Di kesempatan tersebut, Tan Thai Yong menyatakan bahwa perilisan kapal bertenaga listrik ini merupakan bukti nyata atas komitmen perusahaan dalam menyediakan moda transportasi yang ramah lingkungan. “Ini adalah proyek kapal pertama di Kepulauan Riau yang dioperasikan dengan energi listrik,” ujar Tan Thai Yong, dilansir dari laman Tribunnews.com.

Mungkin sebagian dari Anda bertanya, mengapa kapal listrik rilisan PaxOcean diluncurkan di Batam? Untuk menjawab pertanyaan ini, Tan Thai Yong menjelaskan bahwa Batam memiliki lokasi yang strategis dan kawasan yang menarik untuk melakukan investasi di sektor galangan kapal. Ia juga melanjutkan bahwa kompetensi tenaga kerja lokal mampu merespons tantangan industri maritim yang modern.

Ya, PaxOcean dikabarkan menggunakan tenaga kerja lokal yang dinilainya kompeten. Selain itu, terlibatnya tenaga kerja lokal juga menandakan terciptanya lapangan pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Khususnya untuk perakitan electric tug boat, Tan Thai Yong mengatakan, “Yang terpenting, produksi electric tug boat ini melibatkan ratusan tenaga kerja lokal.”

MV Iriana. Sumber: istimewa

Jika dilihat dari scope yang lebih luas, sebenarnya kehadiran kapal bertenaga listrik sudah bukan lagi jadi hal baru. Sebut saja pada Maret 2017 silam, PT. Sumber Marine Shipyard memproduksi MV Iriana, kapal angkut semen curah (cement carrier) berkapasitas 9.300 deadweight tonnage (DWT) dengan menerapkan sistem electric propulsion atau bertenaga listrik.

Baca Juga: Mengenal Bakauheni, Pelabuhan Utama Penghubung Transportasi ke Sumatera

Tapi perilisan moda transportasi berbasis tenaga listrik bukanlah melulu seperti ajang balapan, melainkan perilisan tersebut merupakan bukti nyata dari komitmen masing-masing perusahaan untuk menghadirkan moda transportasi yang aman dan lebih ramah lingkungan.

Kapal Pinisi, Kapal Warisan Leluhur Asli Indonesia yang Diakui UNESCO

Zendo, Ojek Online di Bawah Naungan Muhammadiyah

Ojek online berwarna merah mulai mengembangkan sayapnya di dunia perojekan. Dia adalah Zendo yang hadir sejak 2015 lalu di Tulungagung, Jawa Timur. Zendo telah diduplikasi oleh Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) untuk diperluas hadir di puluhan kota di Indonesia

“Jadi ini milik jaringan pengusaha Muhammadiyah. Kerjasama ini di wadahi dan dikatalisasi oleh serikat usaha Muhammadiyah,” kata founder sekaligus CEO Zenfo Lutfy Azizah.

Dilansir dari lama resminya, layanan Zendo ditargetkan menyasar di 70 kota di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, mitra ojeknya saat ini berjumlah sekitar 700 lebih.

Meski memiliki target pasar 70 kota, saat ini baru 25 kota yang sudah dijajaki oleh Zendo. Dia mengaku bila Zendo sudah mengantongi izin operasional di 45 kota lainnya.

Baca juga: Pesan Makanan via Ojek Online di Jogja, Pelanggan Temukan Pengemudi Ada di Meksiko

Selain sudah beroperasi di Bekasi dan Tangerang, ada beberapa kota lainnya yakni Yogyakarta, Bali, Tulung Agung, Malang, Sidoarjo, Indramayu, Garut, Pekanbaru, hingga Banjarmasin.

Lutfy mengatakan, untuk kota Jakarta, Zendo menargetkan sebagai kota dengan pengguna Zendo tahun 2025 ini.

“Jakarta sudah dapat hak operasional, tapi tim kami masih memperbaiki semuanya biar bisa kuat bertahan di Jakarta,” kata Lutfy.

Zendo menawarkan beragam layanan, mulai ojek online, pesan antar makanan, pengiriman barang, hingga layanan kebersihan hingga perbaikan rumah. Tak cuma lewat aplikasi, Zendo juga memiliki sistem pemesanan melalui pesan yang dikirimkan kepada customer service melalui Whatsapp.

Setelah memesan, pihak dari Zendo menghubungi pengemudi untuk menjemput atau mengantar pesanan. Lutfy mengatakan, Zendo memang tidak dirancang untuk menyaingi perusahaan-perusahaan ojek online besar. Mereka punya pasar sendiri selain pada pasar ojek online.

Jeger Taksi, Layanan Ojek dengan Argometer yang Kini Tinggal Cerita

Ngeri, Risiko Pesawat ‘Kejatuhan’ Puing-puing Antariksa Semakin Meningkat

Puing-puing antariksa yang jatuh kembali ke Bumi bisa menjadi masalah yang semakin besar bagi pesawat udara, demikian para peneliti memperingatkan dalam sebuah studi baru.

Para penulis studi, yang semuanya berafiliasi dengan Universitas British Columbia Kanada, mengatakan bahwa kemungkinan puing-puing (sampah) antariksa menabrak pesawat kecil, tetapi risikonya meningkat karena peningkatan jumlah masuknya kembali sampah antariksa dan frekuensi penerbangan. Studi ini difokuskan pada badan roket, yang menimbulkan risiko lebih besar karena ukurannya.

“Meskipun kemungkinan menabrak rendah, konsekuensinya bisa sangat dahsyat,” kata para peneliti dalam studi tersebut, yang diterbitkan dalam Scientific Reports. Studi ini dibangun berdasarkan karya para penulis yang dipresentasikan pada annual International Orbital Debris Conference.

Awas! Ratusan Juta Sampah Antariksa Siap Menghujam Indonesia, Setiap Pekan ada Dua

Para penulis studi bekerja untuk menentukan kemungkinan badan roket memasuki kembali wilayah udara. Mereka menemukan bahwa wilayah dengan kepadatan tinggi di sekitar bandara utama memiliki peluang 0,8% per tahun untuk terkena dampak masuk kembali yang tidak terkendali, tetapi di wilayah wilayah udara yang “lebih besar tetapi tetap sibuk” seperti yang ditemukan di Amerika Serikat bagian timur laut atau di sekitar kota-kota besar di Asia, risikonya meningkat menjadi 26%.

Jumlah serpihan di orbit Bumi rendah telah meningkat pesat, menempatkan satelit dan Stasiun Luar Angkasa Internasional dalam bahaya bertabrakan dengan serpihan sampah antariksa yang paling kecil sekalipun.

Risikonya hanya akan meningkat karena serpihan antariksa tetap berada di orbit. Objek yang dapat dilacak di orbit telah berlipat ganda dalam dekade terakhir. Jumlah penerbangan harian juga hampir berlipat ganda sejak tahun 2000. Masuk kembali dalam jumlah besar terjadi hampir setiap minggu, catat penulis studi.

“Lebih dari 2.300 badan roket sudah mengorbit dan pada akhirnya akan memasuki kembali atmosfer tanpa kendali,” demikian catatan penelitian tersebut. “Otoritas wilayah udara akan menghadapi tantangan masuk kembali atmosfer tanpa kendali selama beberapa dekade mendatang.”

 

 

Mengapa SAS Airlines Jadi Maskapai Nasional Tiga Negara? Ini Jawabannya

Negara-negara di dunia pada umumnya membanggakan diri dengan maskapai nasionalnya masing-masing. Keberadaan maskapai nasional dianggap penting dalam kemandirian bangsa. Saking pentingnya, walaupun berkali-kali merugi, berkali-kali itu pula negara hadir dan menyuntikkan dana besar semata untuk menyelamatkan maskapai.

Baca juga: Jangan Tertipu, Ini Beda Maskapai Nasional dengan Maskapai Swasta

Menariknya, tidak semua maskapai nasional itu dimiliki oleh satu negara; sebut saja Scandinavian Airlines System (SAS) Airlines. Maskapai ini diketahui menjadi flag carrier bagi tiga negara Nordik; Denmark, Norwegia, dan Swedia. Bagaimana bisa?

Dilansir Simple Flying, SAS Airlines lahir tak lama setelah Perang Dunia II. Kelahirannya tak lepas dari gagasan tiga maskapai Nordik yang ingin mengkonsolidasikan lalu lintas penerbangan antarbenua.

Ketiga maskapai tersebut adalah Det Danske Luftfartselskab (flag carrier Denmark, didirikan pada tahun 1918), Det Norske Luftfartselskap (flag carrier Norwegia, didirikan pada tahun 1927), dan Svensk Interkontinental Lufttrafik (flag carrier Swedia yang didirkan pada tahun 1943 oleh bankir berpengaruh negara tersebut, Marcus Wallenberg Jr).

Ketiga maskapai secara resmi membentuk kemitraan pada tanggal 1 Agustus 1946, di bawah kepresidenan atau kepemimpinan Per Norlin dari Svensk Interkontinental Lufttrafik. Ini sekaligus menepis keraguan berbagai pihak tentang keengganan petinggi maskapai masing-masing untuk membiarkan satu sama lain memimpin maskapai baru yang dibentuk.

Enam pekan kemudian, SAS Airlines untuk pertama kalinya memulai penerbangan antarbenua dari ibu kota Swedia, Stockholm, ke New York City, Amerika Serikat (AS). Rute tersebut terus bertahan sampai hari ini.

Di tahun-tahun awal setelah didirikan, bisnis penerbangan SAS Airlines terus tumbuh dengan mantap. Bahkan berhasil memecahkan rekor untuk kargo transatlantik terberat yang dibawa dengan pesawat penumpang terjadwal. Kargo yang dimaksud adalah panel listrik seberat 1.400 pon (635 kg) yang dibawa dari New York ke Swedia, untuk digunakan oleh Sandvik AB.

Perkembangan bisnis yang cukup menjanjikan pun menarik minat flag carrier Swedia, AB Aerotransport, bergabung dengan grup maskapai SAS Airlines pada tahun 1948. Ketika itu, sebetulnya nama SAS Airlines belum dikukuhkan, barulah setelah tiga tahun konsorsium SAS Airlines oleh empat maskapai dari tiga negara dikukuhkan.

Meskipun SAS atau Scandinavian Airlines System tidak mencirikan maskapai dari tiga negara, namun, di dalam akta pendirian maskapai, jelas terlihat dengan tambahan nama Denmark-Norway-Sweden menjadi Scandinavian Airlines System Denmark-Norway-Sweden.

Komposisi saham SAS Airlines, terbesar dipegang oleh SAS Sverige Swedia sebesar 42,8 persen serta SAS Norge dan SAS Danmark yang sama-sama sebesar 28,6 persen. Itu mengapa kontor pusat maskapai tersebut berada di Stockholm, Swedia.

Baca juga: Indonesia Tanpa Flag Carrier? Puluhan Negara Ini Tak Punya Maskapai Nasional, Termasuk AS!

Meski begitu, hub terbesar maskapai terletak di Bandara Kopenhagen-Kastrup, Denmark. Kopenhagen juga menjadi rumah bagi anak perusahaan maskapai, SAS Cargo. SAS Airlines juga memiliki hub lain di Stockholm Arlanda dan Oslo Gardermoen.

Menurut ch-aviation, saat ini SAS Airlines mengoperasikan 139 armada. Rute antarbenua maskapai dilayani pesawat Airbus A330 dan A350.