Air New Zealand Luncurkan “Tempat Tidur Susun” untuk Penumpang Kelas Ekonomi Jarak Jauh

Maskapai nasional Selandia Baru, Air New Zealand, diwartakan akan meluncurkna layanan baru pada tahun ini, yakni tempat tidur susun ekonomi (Economy Bunk Beds ) Skynest, yakni sebuah revolusi penerbangan baru telah lama ditunggu-tunggu. Maklum biasanya semua fitur yang terkait dengan tempat tidur hanya disediakan untuk penumpang kelas satu atau kelas bisnis. Namun yang ini beda, tempat tidur susun justru disediakan bagi penumpang kelas ekonomi.

Baca juga: Mirip Sleeper Bus, Begini Desain Tempat Tidur Double Decker ‘Hotel Udara’ di Pesawat

Dikutip Simple Flying, mereka yang pernah bepergian ke atau dan dari Selandia Baru tahu betapa terisolasinya negara berpenduduk lima juta jiwa ini, dimana tetangga ‘besar’ terdekatnya, Australia, berjarak tiga jam penerbangan. Bagi yang datang dari luar negeri, perjalanan dari Los Angeles, Amerika Serikat membutuhkan waktu 13 jam ke Auckland, atau 10 jam dari Hong Kong ke Auckland.

Banyaknya waktu yang dihabiskan di kelas ekonomi mungkin kurang diinginkan bagi sebagian orang, sehingga maskapai anggota Star Alliance ini berpikir panjang dan keras untuk meningkatkan kualitas perjalanan mereka di kelas ekonomi dan berencana untuk memperkenalkan ‘tempat tidur susun’ pertama bagi penumpang di angkasa.

Meskipun maskapai ini masih merahasiakan tanggal pasti peluncurannya, penumpang diperkirakan akan melihat peluncuran produknya pada bulan September tahun ini, dengan pesawat tertentu yang dilengkapi enam pod tidur yang dapat dipesan hingga empat jam sekaligus.

Layanan ini diterapkan pada beberapa rute jarak jauh, pesawat ini diperkirakan akan terlihat pada layanan andalannya NZ1/NZ2 antara New York dan Auckland, salah satu penerbangan terpanjang di dunia.

Tempat Tidur di Kabin Kelas Satu – Kenyamanan, Kemewahan dan Keselamatan ‘Jadi Satu’

Siklus tidur biasa (90 menit) telah diteliti dengan baik sebelum memutuskan blok empat jam yang terbaik bagi para pelancong, dengan waktu ini memberikan waktu yang cukup bagi para pelancong untuk bersantai, tertidur, dan kemudian bangun tanpa merasa terburu-buru. Tempat tidur susun tersebut akan dilengkapi dengan port pengisian daya USB, lampu baca, penutup telinga, seprai, selimut, bantal, dan sabuk pengaman untuk memastikan penumpang tetap dapat mematuhi protokol keselamatan yang diwajibkan.

Baru Terbang di Tahun 2028, Electra Hybrid-electric STOL Raih Pre Order Fantastis, US$8 Miliar

Electra hybrid-electric STOL (short take-off and landing) adalah konsep pesawat yang unik, pasalnya pesawat yang akan terbang perdana pada tahun 2028 ini, hanya membutuhkan area seluas 92 x 31 meter untuk lepas landas dan mendarat. Punya desain yang unik, maka Electra hybrid electric STOL dikabarkan telah menerima pre order dengan nilai fantastis, yakni US$8 miliar.

Baca juga: Avions Mauboussin Luncurkan Pesawat STOL Hibrida-Hidrogen Pertama di Dunia

Di tengah banyaknya kehebohan seputar eVTOL, ternyata banyak minat terhadap pesawat listrik konvensional – terutama jika pesawat tersebut menghasilkan daya angkat yang sangat besar, serta dapat lepas landas dan mendarat dengan kecepatan sangat lambat, dan menggunakan landasan pacu yang sangat kecil.

Electra hybrid-electric STOL adalah salah satu pesawat tersebut. Ketika memasuki pasar, ia akan membawa sembilan penumpang, dan seorang pilot, ditambah bagasi, hingga terbang sejauh sejauh 805 km dengan kecepatan jelajah sekitar 322 km per jam.

Electra hybrid-electric STOL disokong delapan motor listrik di sepanjang tepi depan sayap, serta penutup besar yang tergantung di tepi belakang. Hal ini memungkinkan efek aerodinamis “blown lift” yang cukup kuat sehingga dapat lepas landas dengan kecepatan hanya 56 km per jam.

Electra disebut dapat beroperasi dari lapangan terbang sekecil 300 x 100 kaki (92 x 31 m), dan sepertinya pesawat itu akan muat di atas beberapa bangunan.

Selain itu, seperti yang diketahui oleh investor, pesawat ini berfungsi kurang lebih seperti pesawat biasa, sehingga jalur menuju sertifikasi dan penerapan komersial akan lebih lancar dan mudah dinavigasi, dengan banyak preseden dan lebih sedikit hal yang tidak diketahui dibandingkan yang dihadapi tim eVTOL. Target tanggal untuk sertifikasi dan masuk mulai beroperasi sekitar tahun 2028.

ATR 42-600S – Jawara Terbang di Atas Pegunungan dengan Kemampuan STOL

Dan tampaknya pasar mendengarkannya. Electra mengatakan telah menerima pesanan di muka (pre-order) untuk lebih dari 2.000 pesawat, senilai lebih dari US$8 miliar. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pra-penjualan terbesar di bidang eVTOL – Vertical Aerospace, yang memiliki 1.500 pesawat pra-penjualan dengan total lebih dari $5 miliar.

Saab Swedia Ubah Pesawat Jet Bisnis Bombardier Global 6000 Jadi AEW&C

Satu lagi pesawat jet bisnis yang dikonversi menjadi pesawat intai AEW&C (Airborne Early Warning and Control), yakni Bombardier Global 6000 buatan Kanada. Pada 25 Januari 2024, pesawat Global 6000 C-GZVH (c/n 60111) dikirim ke pabrik Saab di Linköping. Global 6000 akan mengalami modifikasi ekstensif dan dilengkapi dengan sistem radar Erieye. Dalam dinas militer Swedia, pesawat intai ini disebut Spaning 106 (S106, Spaning berarti pengintaian).

Baca juga: Ini 10 Pesawat PenumpangTercepat di Dunia dan Beberapa di Antaranya Masih Beroperasi

Meski Swedia adalah tempat asal manufaktur Saab, namun negara pertama pengguna pesawat intai AEW&C (Airborne Early Warning and Control) Saab GlobalEye adalah Uni Emirat Arab (UEA), negeri kaya minyak itu mengorder lima unit GlobalEye yang dibagi dalam dua kontrak pengadaan. Sementara Swedia hanya mengorder dua unit GlobalEye, dan masih jauh dari waktu penyerahan, belum lama ini pesawat pertama yang akan dikonversi baru saja diterima oleh Saab.

Erieye adalah Sistem Peringatan dan Kontrol Dini Lintas Udara (AEW&C) yang digunakan pada berbagai platform pesawat, seperti Saab 340 dan Embraer R-99. Baru-baru ini diterapkan pada pesawat Bombardier Global 6000 sebagai GlobalEye.

Bombardier Global 6000 adalah jet bisnis ultra-long range yang diproduksi oleh perusahaan penerbangan Kanada, Bombardier Aerospace. Global 6000 memiliki jangkauan jarak tempuh sekitar 6.000 nautical miles (sekitar 11.112 kilometer), memungkinkan penerbangan transatlantik dan transpasifik tanpa henti.

Pesawat ini dilengkapi dengan mesin turbofan Rolls-Royce BR710, yang memberikan daya dorong yang kuat untuk kecepatan jelajah tinggi.

Bombardier Global 8000 – Pesawat Jet Bisnis dengan Kecepatan Supersonik, Pertama Sejak era Condorde Berakhir

Kabin Global 6000 dirancang untuk memberikan tingkat kenyamanan dan kemewahan yang tinggi bagi penumpangnya. Desainnya dapat disesuaikan dengan berbagai konfigurasi interior sesuai dengan preferensi pemilik pesawat.

Seperti pesawat bisnis modern lainnya, Global 6000 dilengkapi dengan avionik canggih dan teknologi navigasi yang memungkinkan operasi yang aman dan efisien. Fitur-fitur seperti cockpit yang dilengkapi dengan sistem kontrol fly-by-wire dan sistem manajemen penerbangan yang canggih membantu memudahkan tugas awak pesawat.

Otoritas Jepang Beri Lampu Hijau Merger Korean Air dan Asiana, Ini Alasannya

Lantaran banyak melayani rute ke Jepang, maka merger antara Korean Air dan Asiana perlu untuk mendapatkan persetujuaan oleh otoritas di Jepang. Regulator persaingan usaha Jepang telah memberikan persetujuannya untuk merger Korean Air-Asiana Airlines setelah proses tiga tahun. Kesepakatan tersebut sedang menunggu lampu hijau dari dua regulator persaingan usaha yang tersisa di Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat.

Baca juga: Sama-sama Maskapai Nasional Negeri K-Pop, Tapi Mengapa Korean Air Lebih ‘Dikenal’ Ketimbang Asiana Airlines

Dikutip Simple Flying, Japan Fair Trade Commission (JFTC) menyetujui usulan merger dengan syarat maskapai tersebut menyerahkan slot pada rute tertentu antara Korea Selatan dan Jepang. Pengawas kompetisi menyoroti tujuh rute – Seoul ke Osaka, Sapporo, Nagoya, dan Fukuoka, dan Busan ke Osaka, Sapporo, dan Fukuoka – mereka harus memberikan “sejumlah slot terbatas” kepada maskapai lain.

“JFTC meminta Korean Air untuk mengajukan perbaikan pada rute-rute tertentu antara Korea dan Jepang di mana pangsa pasar gabungan Korean Air, Asiana Airlines dan masing-masing anak perusahaannya (Jin Air, Air Busan dan Air Seoul) akan membatasi persaingan.”

Artinya, merger tersebut mendapat persetujuan dari 12 dari 14 otoritas persaingan usaha yang diperlukan, dan hanya tersisa UE dan AS. Keputusan dari Eropa diperkirakan paling lambat bulan depan, sementara di AS, situasinya sedikit lebih rumit.

Keputusan Jepang ini merupakan persetujuan pertama yang diterima dalam lebih dari sembilan bulan. Otoritas terakhir yang memberikan lampu hijau adalah Inggris pada bulan Maret 2023, namun kesepakatan tersebut mendapat pukulan setelah Departemen Kehakiman AS (DOJ) memblokir merger tersebut pada bulan Mei.

Divestasi kargo
JFTC prihatin dengan persaingan rute kargo antara Jepang dan Korea Selatan. Namun, setelah keputusan KAL untuk mendivestasi divisi kargo Asiana, badan persaingan puas dengan perjanjian ruang blok kargo (BSA) pada rute tertentu dari Jepang ke Korea.

Empat rute ke Eropa dan unit kargonya diperkirakan akan dijual, sehingga membuka jalan bagi persetujuan antimonopoli Uni Eropa. Hal ini juga merupakan konsesi utama bagi otoritas Eropa, yang menuntut maskapai baru tersebut menyerahkan slotnya di Barcelona, Frankfurt, Paris CDG dan Rome Fiumicino. Kabarnya ada beberapa maskapai penerbangan, antara lain Air Premia, Air Incheon, dan Jeju Air yang tertarik mengakuisisi bisnis kargo.

Asiana dan Korean Air Merger, Komisi Penerbangan Eropa Kebakaran Jenggot

Dalam pesan Tahun Baru kepada karyawannya, Chairman dan CEO Korean Air Cho Won-tae mengatakan maskapai tersebut berharap untuk “menyelesaikan akuisisi Asiana Airlines pada tahun 2024” menyusul pembicaraan positif dengan Komisi Eropa (EC). Komisi Eropa kini telah menetapkan batas waktu hingga 14 Februari 2024 untuk mengambil keputusan mengenai merger, dan semua tanda menunjukkan hasil yang menguntungkan bagi kedua maskapai penerbangan tersebut.

Namun, merger ini akan menghadapi pengawasan yang lebih ketat di AS, yang masih memiliki kekhawatiran besar terhadap persaingan usaha. Pada bulan Mei 2023, Departemen Kehakiman AS memblokir kesepakatan tersebut dan kemungkinan akan mengajukan tuntutan yang signifikan jika kesepakatan tersebut dikabulkan.

Stadtbahn Karlsruhe – Konvergensi Trem Kota dan Kereta Komuter dalam Jalur Rel yang Sama

Meski sama-sama kuda besi, kerap menjadi pertanyaan, apakah rel trem dan rel kereta api dapat digunakan oleh wahana yang sama, dalam arti melayani jenis kereta api reguler yang berkonvergensi sebagai trem. Walau terbilang jarang, faktanya ada jenis kereta komuter yang melayani transportasi di pinggir kota, namun bisa juga melaju sebagai trem yang melaju di antara jalan raya kota.

Baca juga: Hyundai Rotem Pamerkan Trem Next Generation Bertenaga Hidrogen di Busan

Di Jerman, ada jenis trem dan kereta api yang bisa menggunakan jalur yang sama, inovasi transportasi ini disebut Karlsruhe. Trem yang juga beroperasi pada jalur yang juga digunakan oleh kereta api menawarkan tantangan operasional. Seringkali terdapat sistem kelistrikan yang berbeda, sistem persinyalan yang berbeda, pengukur pemuatan yang berbeda, prosedur keselamatan yang berbeda, dan persyaratan pelatihan pengemudi yang berbeda.

Karlsruhe menawarkan keunggulan tujuan trem yang lebih luas di luar batas jaringan trem aslinya. Bagi penumpang, keuntungannya adalah perjalanan yang lebih langsung, dan trem melayani stasiun kereta pinggiran kota dan halte trem di pusat kota.

Kereta Karlsruhe di Jerman mengacu pada sistem kereta ringan atau tram-train yang dikenal sebagai “Stadtbahn Karlsruhe.” Sistem ini memadukan konsep kereta ringan dan kereta kota (trem) dalam satu sistem terpadu. Karlsruhe adalah salah satu kota yang mengembangkan dan menerapkan konsep tram-train ini.

Konsep Stadtbahn Karlsruhe mulai dikembangkan pada tahun 1960-an, dan sistem ini resmi diresmikan pada tahun 1992. Stadtbahn Karlsruhe mengintegrasikan jalur kereta ringan (Stadtbahn) dengan jalur kereta kota tradisional (Straßenbahn). Ini memungkinkan kereta untuk beroperasi di jalur khusus kereta ringan, namun juga dapat melanjutkan perjalanan ke dalam kota menggunakan jalur kereta kota.

Sistem ini memiliki jalur utama yang menghubungkan kota-kota dan pinggiran kota utama dalam wilayah Rhein-Neckar, sementara juga memiliki cabang-cabang yang memasuki pusat kota.

Salah satu fitur utama Stadtbahn Karlsruhe adalah kerjasamanya dengan sistem kereta api regional. Kereta yang beroperasi dalam sistem ini dapat melanjutkan perjalanan ke luar kota menggunakan jalur kereta api regional. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas di wilayah metropolitan. Dengan memadukan kereta ringan dan kereta kota, penduduk di kota dan pinggiran kota dapat dengan mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Railbus Batara Kresna, Wahana Unik yang Melaju di Rel Bekas Trem

Seiring waktu, sistem Stadtbahn Karlsruhe terus berkembang dan diperluas, dengan penambahan jalur-jalur baru dan perpanjangan rute untuk melayani kebutuhan transportasi yang semakin berkembang.

Google Maps Akan Ditingkatkan dengan Fitur Kecerdasan Buatan Generatif

Selancar untuk menikmati navigasi via Google Maps nampakny kian menarik, pasalnya Google Maps akan ditingkatkan kemampuannya dengan kecerdasan buatan (AI) generatif. Saat ini Google tengah bereksperimen dengan model bahasa besar (large language models/LLM) untuk membantu pengguna menemukan lebih banyak tempat di Google Maps.

Baca juga: Google Maps Hadirkan Fitur Berbasis Kecerdasan Buatan di Layar Ponsel, Apa saja?

Google menghadirkan AI generatif — ke mana lagi? (where else?) — Google Maps, berjanji membantu pengguna menemukan tempat keren melalui penggunaan model bahasa besar (LLM). Fitur ini akan menjawab pertanyaan untuk rekomendasi restoran atau belanja, misalnya, menggunakan LLM untuk “menganalisis informasi rinci Maps tentang lebih dari 250 juta tempat dan wawasan tepercaya dari komunitas kami yang terdiri lebih dari 300 juta kontributor untuk dengan cepat memberikan saran ke mana harus pergi. ”

Google mengatakan fitur tersebut pertama kali akan tersedia di AS, namun belum ada kabar kapan negara lain juga akan mendapatkannya.

Ini adalah tempat yang wajar bagi Google untuk mengembangkan kekuatan AI-nya, karena perusahaan tersebut telah bekerja selama bertahun-tahun untuk mengubah produk navigasi andalannya menjadi sesuatu yang lebih mirip alat pencarian untuk menemukan tempat-tempat baru — bukan sekadar tempat untuk mendapatkan petunjuk arah. Menggunakan keahlian AI generatifnya untuk mempercepat transisi tersebut tampaknya merupakan langkah logis berikutnya.

Contoh yang disediakan Google tentang fitur pencarian AI generatif yang digunakan sangat mirip dengan Google:

Katakanlah Anda mengunjungi San Francisco dan ingin merencanakan beberapa jam penghematan untuk mencari barang antik yang unik. Tanyakan saja pada Maps apa yang Anda cari, seperti “tempat dengan suasana vintage di SF”. Model AI kami akan menganalisis beragam informasi Maps tentang bisnis dan tempat terdekat beserta foto, peringkat, dan ulasan dari komunitas Maps untuk memberi Anda saran yang dapat dipercaya.

Dear All, Stop Ketergantungan pada Google Maps (GPS)! Hasil Penelitian Ungkap Dampak Buruknya

Dilansir TheVerge.com. Google menyatakan bahwa integrasi pertama ini dimulai dari hal yang kecil, yaitu bekerja secara kolaboratif dengan komunitas kontributor Local Guides perusahaan untuk memastikan bahwa AI generatif digunakan dengan bijaksana. Artinya, hanya kontributor ini yang pada awalnya akan memiliki akses ke fitur AI generatif di Google Maps. Perusahaan kemudian akan membukanya untuk pengguna lain di kemudian hari.

Tiga Pakaian yang Dilarang Digunakan Penumpang Pesawat, Nomor Tiga Kebangetan

Kebanyakan penumpang pesawat berpikir bahwa maskapai tak mengatur ketat pakaian yang dikenakan. Itu memang salah namun tidak sepenuhnya benar. Terdapat beberapa pakaian yang dilarang digunakan penumpang. Pakaian apakah itu?

Baca juga: Pakaian Apa yang Selazimnya Dikenakan Penumpang Pesawat?

Menurut mantan pramugari yang berpengalaman selama 22 tahun di dunia penerbangan, pakaian pertama yang dilarang dikenakan penumpang pesawat adalah piyama. Tak disebutkan secara pasti kenapa piyama dilarang maskapai. Tetapi, besar kemungkinan terkait masalah kesopanan dan kepatutan.

Hanya saja, Susan menggarisbawahi bahwa penumpang bisa saja mengenakan piyama selama itu bukan milik pribadi alias diberikan oleh maskapai. Dalam penerbangan panjang sekitar 12 jam, terlebih penerbangan lintas benua pada malam hari, beberapa maskapai menyediakan piyama kepada penumpang untuk membuatnya lebih nyaman beristirahat.

Kedua, pakaian yang tidak boleh dikenakan penumpang pesawat adalah pakaian yang terlalu harum. Sebetulnya bukan pakaiannya tetapi parfumnya yang menjadi persoalan.

Memakai parfum dengan aroma yang terlalu kuat dapat menyebar ke seluruh kabin dan membuat beberapa penumpang yang sensitif terganggu. Hal ini bukan tidak pernah terjadi. Tahun lalu, seorang penumpang wanita salah satu maskapai kena semprot seisi pesawat lantaran memakai parfum terlalu banyak dan beraroma kuat saat di pesawat.

Ketiga adalah pakaian renang. Bagi penumpang rute perkotaan, mungkin terdengar aneh mengenakan pakaian renang. Bisa dibilang mustahil. Tetapi, di beberapa maskapai terlebh rute-rute destinasi wisata favorit seperti Hawaii, tak sedikit penumpang yang berani mengenakan pakaian itu.

Terbukti, saking seringnya penumpang pesawat yang mengenakan pakaian renang, maskapai, dalam hal ini Hawaiian Airlines memasukkan larangan mengenakan pakaian renang dalam list pakaian terlarang maskapai. “Pakaian renang tidak dapat diterima,” tulis maskapai di situs webnya.

Menurut pakar penerbangan Christine Negroni, di luar tiga itu, ada pakaian yang tidak dilarang tetapi sebaiknya dihindari penumpang. Pakaian itu adalah legging atau berbahan artificial fibres atau semacam karet. Kenapa demikian?

Lebih lanjut, menurut Negroni, meski menyandang status sebagai moda transportasi paling aman di dunia, bukan tidak mungkin terjadi keadaan darurat pada pesawat, termasuk kebakaran. Saat terjadi kebakaran, pakaian berbagan karet akan cenderung menempel di kulit dan ini membahayakan penumpang.

Sebagai gantinya, Negroni menyarankan penumpang agar mengenakan pakaian berbahan katun atau serat alami, bukan serat buatan seperti legging atau bahan karet lainnya.

Baca juga: Duuh.. Penumpang Pesawat ini Gunakan Pakaian Dalam Sebagai Masker Wajah

“Semua orang memakai celana yoga (legging) di pesawat sekarang, tapi saya menghindari semua serat buatan karena lebih cenderung terbakar dan menempel pada Anda jika ada api,” jelasnya. “Saya sarankan mengenakan pakaian katun atau apa pun yang terbuat dari serat alami,” tutupnya, seperti dikutip dari The Sun.

Menurut pakar penerbangan lainnya, sedikitnya ada enam pakaian yang dilarang penumpang kenakan, mulai dari celana pendek, pakaian ketat, high heels, legging, sandal jepit, dan celana jeans.

Lebih Mewah, Emirates Luncurkan Desain Piyama Baru untuk Penumpang Kelas Bisnis

Emirates punya cara yang unik untuk memaksimalkan penerbangan jarak jauh bagi para penumpang di kelas bisnis. Salah satunya adalah dengan menyajikan piyama untuk penerbangan dengan durasi lebih dari 9 jam. Nah, ada kabar bahwa maskapai asal Uni Emirat Arab tersebut telah merancang piyama baru yang sesuai dengan tren olahraga.

Baca juga: Tempat Tidur di Kabin Kelas Satu – Kenyamanan, Kemewahan dan Keselamatan ‘Jadi Satu’

Emirates telah mengumumkan bahwa akan meluncurkan rangkaian piyama baru untuk penumpang kelas bisnis sebagai bagian dari investasinya. Piyama baru ini siap tersedia mulai 1 Februari 2024.

Set pakaian santai dalam pesawat yang dirancang baru untuk pelanggan kelas bisnis kini mencakup atasan leher cowl yang santai, celana serut, sandal yang nyaman, dan penutup mata yang serasi dengan warna.

Menurut pihak maskapai, piyama tersebut dibuat agar pas untuk penerbangan, menjadikannya sempurna untuk tidur dan juga untuk menikmati minuman di ruang tunggu dalam pesawat Airbus A380. Loungewear juga dapat digunakan untuk berjalan kaki dari pesawat menuju area kedatangan di bandara.

Pakaian santai ini terbuat dari bahan bahan premium super lembut, ringan dan menyerap keringat, kata Emirates. Piyama ini didesain dengan tren athleisure terkini, yaitu gaya hybrid yang melibatkan pakaian sporty namun modis. Pakaian santai tersebut, yang bahannya diberi warna biru muda yang menenangkan, akan tersedia dalam dua ukuran, dengan serat botani dan gaya rajutan jersey yang menghasilkan tirai elegan yang cocok dengan berbagai tipe tubuh. Ini akan memastikan kenyamanan lembut dan elastis saat terbang.

Tiga Pakaian yang Dilarang Digunakan Penumpang Pesawat, Nomor Tiga Kebangetan

Emirates akan menghadirkan piyama baru dalam complementary drawstring pouch, dengan setiap set berisi atasan dan celana yang dapat disesuaikan, sepasang sandal, dan penutup mata. Ini akan ditawarkan saat menaiki pesawat, memungkinkan penumpang untuk berganti pakaian kapan pun mereka mau, memastikan kenyamanan maksimal mereka.

Namun, pakaian santai lengkap hanya akan didistribusikan pada penerbangan berdurasi sembilan jam atau lebih. Pada penerbangan berdurasi dua jam 30 menit, penumpang kelas bisnis hanya akan menerima sandal dan set masker mata.

Ada Luhut di Balik Impor KRL Baru KAI Commuter dari CRRC Sifang Cina

KAI Commuter bersama CRRC Sifang Co., Ltd. melakukan penandatanganan Kontrak Kerjasama Pengadaan Sarana Kereta Rel Listrik (KRL) Baru pada 31 Januari 2024 di Beijing, Cina. Meski tidak ada dalam penandatanganan kontrak tersebut, ternyata Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berperan dalam hal ini.

Baca juga: Teken Kerja Sama, KAI Commuter dan INKA Siap Pengadaan 16 Rangkaian KRL Untuk Operasi 2024

Pada penandatangan Kontrak Kerjasama Pengadaan Sarana KRL tersebut KAI Commuter diwakili oleh Direktur Utama Asdo Artriviyanto dan disaksikan langsung oleh Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Indonesia untuk negara China Parulian George Andreas Silalahi, Sari Widita (Sekretaris I Kedubes RI), Direktur Utama PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo sebagai Induk usaha KAI Commuter, Kementerian BUMN, dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Asdo menyampaikan bahwa pada Kontrak Pengadaan Sarana KRL Baru ini, KAI Commuter membeli 3 (tiga) rangkaian KRL baru dengan tipe KCI-SFC120-V. “Pengadaan sarana KRL baru ini merupakan pemenuhan atas jumlah sarana KRL sesuai dengan kebutuhan pelayanan pengguna Commuter Line Jabodetabek tahun 2024 -2025 yang sudah mencapai hampir 1 juta pengguna per harinya,” ujar Asdo.

Pengadaan sarana KRL baru ini juga merupakan bagian dari rangkaian pemenuhan sarana KRL Jabodetabek yang dibahas dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pada bulan Juni 2023 lalu yang juga dihadiri oleh Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, BPKP, PT INKA, dan stakeholder lainnya.

Dalam pemenuhan pengadaan sarana KRL ini, KAI Commuter sudah melakukan penandatanganan kerjasama pengadaan sarana KRL antara lain:

1. Pengadaan 16 (enam belas) rangkaian sarana KRL baru oleh PT INKA dengan total investasi hampir sebesar Rp 3,83 triliun.
2. Pengadaan 19 (Sembilan belas) rangkaian KRL Retrofit oleh PT INKA degan total investasi lebih dari Rp. 2,23 triliun.
3. Pengadaan 3 (tiga) rangkaian KRL Baru Impor oleh CRRC Sifang, China dengan total investasi sekitar Rp. 783 miliar.

Adapun seluruh pembiayaannya dari pinjaman KAI Commuter, Shareholder Loan dari PT KAI dan bantuan dari Pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).

KAI Commuter menyampaikan terimakasih atas dukungan Pemerintah & stakeholder terhadap pengadaan sarana KRL ini termasuk mensupport pendanaan melalui PMN. “Pengadaan Impor sarana KRL baru ini juga merupakan proses terakhir dari rangkaian pengadaan sarana KRL oleh KAI Commuter sesuai hasil Rapat Koordinasi yang dipimpin Menko Marves tersebut,” tambah Asdo.

Pengadaan sarana KRL ini dilakukan untuk penambahan kapasitas angkut pengguna dan replacement sarana KRL yang akan diretrofit oleh PT INKA. Sarana KRL yang sudah memasuki masa peremajaan secara bertahap akan terus dilakukan penggantiannya dengan proses retrofit untuk menjaga kebutuhan operasional layanan Commuter Line Jabodetabek dengan target 1,2 juta pengguna per hari pada tahun 2025.

Tahun 2023 kemarin, KAI Commuter mencatat total pengguna Commuter Line Jabodetabek sebanyak 290.890.677 orang. Angka tersebut lebih besar 38% jika dibanding volume pada tahun 2022 yaitu sebanyak 239.254.813 orang. KAI Commuter juga memprediksi pertumbuhan volume pengguna Commuter Line Jabodetabek sebesar 4% per tahun atau bertambah sebanyak 16,98 juta pengguna setiap tahunnya.

Sebelumnya pada 9 November 2023 lalu, KAI Commuter juga telah melakukan penandatanganan MoU dengan CRRC Qingdao Sifang Co. Ltd. untuk kerja sama saling menguntungkan dalam pengembangan sarana perkeretaapian di Indonesia.

Mulai dari pengadaan sarana Electric Multilple Unit (EMU) atau sarana kereta berpenggerak dengan tenaga listrik maupun Diesel Multiple Unit (DMU) atau sarana kereta berpenggerak dengan tenaga diesel.

Baca juga: Kenapa Ada Pintu Depan di Kabin Masinis KRL Jepang? Ini Jawabannya

MoU tersebut juga sebagai wadah untuk sharing teknologi, perawatan sarana, peningkatan kapasitas sarana, pengadaan suku cadang, dan peningkatan SDM perkeretaapian. Nota kesepahaman kerja sama ini juga merupakan pembaruan dari kerja sama yang telah dilakukan tahun-tahun sebelumnya.

“Hal ini perlu dilakukan mengingat teknologi perkeretaapian yang terus berkembang. Ini merupakan salah satu upaya KAI Commuter untuk meningkatkan teknologi perkeretaapian,” Tutup Asdo.

Scot Rail Tawarkan Desain Gerbong Baru Khusus untuk Pesepeda

Banyak para pengendara sepeda yang juga penumpang berharap agar mereka bisa membawa sepeda bersama dalam kereta yang ditumpangi. Beberapa kereta yang dioperasikan di berbagai negara pun telah mendengarkan harapan para pesepeda tersebut, seperti salah satunya yang telah dijalankan MRT Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca juga: Jadi Kapan Indonesia Punya Kereta yang Bisa Bawa Sepeda Tanpa Masuk Logistik?

Bahkan para pesepeda gunung bisa dengan mudah membawa sepedanya ke dalam gerbong dan ada tempat khusus untuk meletakkanya. Contohnya Scot Rail di Skotlandia memiliki kereta bagi penjelajah di dataran tinggi. Yang mana gerbong baru di kereta tersebut memiliki ruang untuk 20 sepeda dan tersedia untuk dipesan oleh pengendara sepeda.

Salah satu gerbong penyimpanan sepeda di kereta

Dilansir KabarPenumpang.com dari road.cc, penumpang juga bisa memiliki area tempat duduk yang berdekatan plus WiFi dan soket listrik. Namun nyatanya terkadang membawa sepeda ke dalam kereta bukanlah tanpa masalah.

Eburtthebike mengatakan, masalahnya sama seperti transportasi itu sendiri. Merancang ruang untuk sepeda ternyata tak semua orang memiliki pengetahuan, pengalaman maupun kualifikasi dengan ide jenius untuk hal tersebut.

Semua komentar tentang parkir sepeda Proteus itu akurat dan desainnya memiliki begitu banyak kekurangan yang akan langsung dibuang di negara mana pun di mana bersepeda adalah arus utama.”

Baca juga: Ridership Meningkat, MRT Jakarta Hadirkan Kereta Khusus Pesepeda Non Lipat

“Ada banyak saran di luar sana tentang apa yang membuat parkir sepeda bagus. Ruang sepeda di kereta harus mengikuti prinsip yang sama persis hanya di dalam gerbong daripada di dalam (atau di luar) gedung. Saya kira ini tidak perlu dikatakan lagi , tapi kendala utama lainnya untuk naik sepeda di kereta api adalah proses pemesanan. Setiap operator yang berbeda memiliki sistemnya sendiri, dan (sejauh yang saya tahu) tidak ada sistem yang sama sekali bagus,” ujar OnYerBike.