Ribuan Penumpang Terlantar di Asia: 54 Penerbangan Batal dan Ribuan Lainnya Delay di India Hingga Indonesia

Dunia penerbangan di kawasan Asia saat ini tengah menghadapi guncangan besar yang menyebabkan kekacauan jadwal dan membuat ribuan penumpang tertahan di berbagai bandara utama. Berdasarkan laporan terbaru, situasi krisis ini melibatkan pembatalan setidaknya 54 penerbangan dan penundaan massal yang berdampak pada lebih dari 2.121 jadwal penerbangan di berbagai negara, mulai dari India, Indonesia, Pakistan, Vietnam, hingga Jepang dan Kazakhstan.

Kondisi paling kritis dilaporkan terjadi di bandara-bandara tersibuk di kawasan tersebut, seperti Bandara Internasional Indira Gandhi di Delhi dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta.

Di India, maskapai bertarif rendah seperti IndiGo dan Akasa Air harus berjuang menghadapi jadwal yang berantakan, sementara di Indonesia, maskapai besar seperti Garuda Indonesia dan Batik Air juga mengalami dampak serupa. Hal ini memicu tumpukan antrean panjang dan kekecewaan para pelancong yang harus menunggu tanpa kepastian yang jelas di terminal keberangkatan.

Penyebab utama dari gangguan penerbangan berskala besar ini disinyalir merupakan kombinasi dari beberapa faktor teknis dan alam. Cuaca buruk menjadi pemicu utama, terutama kabut tebal yang menyelimuti wilayah India Utara serta cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Asia Timur.

Selain faktor cuaca, masalah pada sistem manajemen lalu lintas udara dan kendala operasional internal maskapai turut memperparah keadaan. Mengingat jalur penerbangan di Asia sangat saling terhubung, keterlambatan di satu titik utama dengan cepat menciptakan efek domino yang mengganggu rute-rute internasional lainnya.

Dampak dari situasi ini sangat dirasakan oleh para penumpang di Pakistan, Vietnam, hingga Kazakhstan, di mana banyak dari mereka mengeluhkan minimnya informasi real-time dan kompensasi dari pihak maskapai.

Di tengah ketidakpastian ini, maskapai-maskapai yang terdampak seperti Batik Air dan Garuda Indonesia terus berupaya melakukan penjadwalan ulang serta menawarkan opsi pengembalian dana bagi penumpang. Para pelancong pun diimbau untuk terus memantau status penerbangan mereka melalui aplikasi resmi sebelum menuju ke bandara guna menghindari ketidaknyamanan lebih lanjut selama masa gangguan ini.

Diklaim Kuat dan Dilengkapi Teknologi Canggih, Mengapa Pesawat Terbang Menghindari Badai?

Dampak Ekonomi KA Kahuripan: Kereta Termurah yang Hidupkan Jalur Selatan Jawa

Terkenal dengan harga yang ekonomis dan paling digemari masyarakat, Kereta Api (KA) Kahuripan sudah pasti diaebut -sebut sebagai primadonanya jalur selatan. Bagaimana tidak, kereta api ini selalu padat akan penumpang yang ingin melakukan perjalanan ke berbagai kota di Pulau Jawa namun dengan harga ekonomis.

Diketahui KA Kahuripan melewati berbagai kota terkenal dan ramai dikunjungi terutama wisatawan yang ingin menghabiskan waktu liburannya. KA Kahuripan melewati berbagai kota diantaranya mulai dari Bandung, Tasikmalaya, Kebumen, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo, Madiun, Nganjuk, Tulungagung, Kediri, dan Blitar. Tak Cuma itu, ternyata KA Kahuripan juga bisa memperkuat ekonomi di sepanjang perjalanannya tentu pada jalur selatan.

Seperti yang dikabarkan bahwa PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mengoperasikan KA Kahuripan tentunya untuk mendukung mobilitas masyarakat luas. Layanan kelas ekonomi bersubsidi ini melayani rute perjalanan dari Stasiun Kiaracondong menuju Blitar secara pulang pergi.

Kehadiran transportasi publik tersebut sangat berdampak pada pergerakan ekonomi khususnya bagi warga di wilayah selatan Jawa. KA Kahuripan pun turut membantu masyarakat menjangkau berbagai pusat kegiatan dengan biaya terjangkau. Layanan ini digunakan untuk kebutuhan perjalanan kerja, pendidikan, kunjungan keluarga, dan wisata, sehingga mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari masyarakat.

Aktivitas ekonomi regional dan distribusi pusat pendidikan menjadi faktor utama penggerak mobilitas penduduk di daerah tersebut. Jalur selatan Jawa memiliki peran strategis dalam struktur ekonomi daerah melalui sektor perdagangan serta pertanian lokal. Akses transportasi terjangkau memudahkan masyarakat menuju pusat kegiatan ekonomi dan berbagai destinasi wisata di sekitar stasiun.

KA Kahuripan menghubungkan kota besar dengan daerah menengah untuk memperluas akses transportasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Keterhubungan antardaerah tersebut sangat mendukung pemerataan akses perjalanan serta menjaga kesinambungan interaksi sosial warga setiap hari.

KAI memastikan operasional kereta seperti diberlakukan tarif Public Service Obligation (PSO) atau subsidi ini tetap berjalan sesuai standar keselamatan dan pelayanan. Pengelolaan perjalanan dilakukan secara terukur agar mobilitas masyarakat selalu berlangsung dengan sangat aman serta tertib.

Melalui pengoperasian KA Kahuripan, KAI berkomitmen mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat sekaligus memperkuat pergerakan sosial dan ekonomi di jalur selatan Jawa. Dan juga bisa menjadi panduan masyarakat yang ingin melakukan perjalanan jarak jauh namun dengan tarif yang sangat terjangkau.

Mau Naik KA New Generation yang Semakin Nyaman? Berikut Ini Daftarnya

Stasiun London Necropolis, Dulunya Stasiun Pembawa Peti Mati

Sebuah stasiun di pinggir kota London, Inggris akan diubah menjadi sebuah flat. Stasiun ini adalah London Necropolis yang dulunya ketika masih beroperasi, kereta yang tiba membawa peti mati warga London yang meninggal di Waterloo untuk dibawa ke pemakanan Surrey.

Baca juga: Ciptakan Stasiun Ramah Penumpang, Stasiun London Waterloo Adopsi Virtual Reality dan Eye-Tracking

Stasiun London Necropolis Railway beroperasi dari tahun 1854 dan ditutup secara efektif pada tahun 1941. Penutupan stasiun ini karena bagian belakang gedung dan platform tepi rel rusak parah selama Perang Dunia II.

Bangunan Stasiun London Necropolis dan pengunaannya di masa jaya dulu (ianvisits.co.uk)

Untuk diketahui, jalur kereta penumpang dengan kereta pembawa peti mati di Stasiun London Necropolis dibedakan. Di mana kereta untuk peti mati dan para pelayat akan berjalan di sepanjang jalur utama ke Brookwood di Surrey di mana jalur cabang mengarah ke pemakaman.

Pemakaman Brookwood dibuat pada saat London sedang berkembang dan kehabisan ruang untuk penguburan. Fasad Westminster Bridge Road dari stasiun London kedua Necropolis Railway dibuka pada tahun 1902 selamat dari Blitz dan diubah menjadi penggunaan kantor.

Bangunan itu telah terdaftar sebagai kelas II sejak tahun 1989 dan baru-baru ini menjadi kantor sebuah perusahaan agen pengiriman. Dulunya Stasiun London Necropolis jauh lebih besar dari yang terlihat saat ini. Hal itu karena banyak yang sudah dirobohkan dan diganti dengan blok perkantoran.

Bahkan saat ini yang tersisa hanya gedung pintu masuk untuk penumpang kelas satu. Selain itu ada peron dan rel kereta api di sebelah utara serta lengkungan rel yang menopang platform. Saat ini banyak ruangan stasiun ditempati serangkaian portacabin yang disewakan sebagai ruang seniman oleh Make Space.

Namun bangunan yang masih ada juga digunakan sebagai kantor. Sekarang pengembang telah mengajukan permohonan izin perencanaan ke Dewan Lambeth dan izin bangunan terdaftar untuk mengubah bangunan Necropolis London yang masih bisa digunakan menjadi enam flat.

Yang mana nantinya ada lima flat dengan dua kamar tidur dan satu flat dengan tiga kamar tidur. Selain itu ruangan juga akan ditingkatkan dengan menambah ekstensi belakang di halamannya. Pengembang The Door mengklaim bahwa kebijakan Lambeth untuk melindungi ruang kantor di Waterloo dari konversi tempat tinggal “ketinggalan zaman dan berlebihan”.

Baca juga: Berubah Jadi Rumah Tinggal, Stasiun Droxford Tua Masih Dilengkapi Dekorasi Seperti Saat Berfungsi

Hal ini menyusul reformasi Pemerintah terhadap sistem perencanaan di tahun lalu, memberikan kebebasan yang jauh lebih besar untuk perubahan penggunaan tanpa izin perencanaan. The Door juga bertanggung jawab atas konversi 122 Westminster Bridge Road yang berdekatan. Mereka juga mengatakan saat ini bila digunakan untuk perkantoran modern akan sulit menemukan penyewa kantor untuk gedung tersebut.

Kertalaya: Bus Rel Pertama di Indonesia

Bus rel pertama di Indonesia adalah Kertalaya yang menghubungkan Stasiun Kertapati di Kota Palembang dengan Indralaya di Kabupaten Ogan Ilir. Nama Kertalaya sendiri diambil dari gabungan nama dua stasiun yang terhubung.

Baca juga: Railbus Batara Kresna, Wahana Unik yang Melaju di Rel Bekas Trem

Kehadiran bus rel Kertalaya sendiri dari awal dimaksudkan untuk mengangkut mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri). Selain itu juga untuk mengurangi kemacetan dan meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bus rel Kertalaya dioperasikan pertama kali pada 19 Februari 2009 dan diresmikan oleh Jusman Syafii Djamal yang saat itu menjabat sebagai Menteri Perhubungan. Bus rel Kertalaya ternyata adalah buatan anak bangsa yakni PT INKA.

Pembuatan bus rel tersebut menghabiskan waktu yang cukup lama yakni dua tahun dan menelan biaya hingga Rp15 miliar. Pemilihan bus rel sendiri juga karena lebih murah dibandingkan dengan KRD yang membutuhkan dana mencapai Rp30 miliar untuk pembuatannya.

Bus rel Kertalaya dalam satu rangkaian memiliki tiga mobil penumpang yang kapasitas masing-masing mobilnya bisa mengangkut 110 penumpang dengan rincian 36 penumpang duduk dan 74 berdiri. Konstruksi bus rel pertama yang dioperasikan di Indonesia berbentuk streamlined atau aerodinamis berbahan hybrid composite, jauh berbeda dengan kereta konvensional yang pernah ada di Indonesia yang menggunakan logam penuh.

Struktur bogie atau rangkanya (sasis) menggunakan articulated bogie (menyatu dengan bodi) dan single axle atau sumbu roda tunggal, sehingga membuat gerbong dapat tetap “lekat” pada rangkaiannya jika mengalami anjlokan dalam kecepatan tinggi. Secara teori, rangkaian seperti ini lebih aman dibandingkan rangkaian KA konvensional.

Jika dipacu maksimal, bus rel rakitan PT INKA yang mengandalkan mesin diesel elektrik berkapasitas 290 kilo volt ampere (KVA) ini mampu berlari dengan kecepatan hingga 100 km per jam. Namun dalam pengoperasiannya, dengan alasan keamanan, PT Kereta Api Sub Divisi Regional III 1 Kertapati Sumatera Selatan, hanya memacu dengan kecepatan rata-rata 60 km per jam.

Baca juga: “Lembah Anai,” Jadi Railbus Ketiga yang Dioperasikan PT KAI

KA Kertalaya berangkat dari stasiun Kertapati pada pukul 07.30 WIB dan dari stasiun Indralaya pukul 14.18 WIB. Harga tiket saat ini sebesar Rp3 ribu dan hanya dapat dipesan dua jam sebelum keberangkatan di loket stasiun yang dilewatinya.

Bikin Penasaran, Inilah Maksud dari Huruf CC, BB dan D Pada Lokomotif

Pernah lihat setiap lokomotif punya kode huruf dan angka? Apa ya maksud dari huruf di depan angka yang tertera pada setiap lokomotif? Ternyata huruf-huruf ini menandakan konfigurasi bogie atau set roda serta jumlah roda atau gandar yang terhubung dengan penggerak baik itu motor traksi atau gandar.

Baca juga: Lokomotif CC206 KA Jayabaya Keluarkan Asap Putih Lalu Terbakar

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, saat ini lokomotif yang tersisa adalah seri CC, BB dan D. Lokomotif seri CC ternyata memiliki dua bogie dan tedapat tiga roda atau gandar yang terhubung dengan penggerak di tiap-tiap bogienya.

Sedangkan seri BB, artinya lokomotif itu memiliki dua bogie dan terdapat dua roda atau gandar yang terhubung dengan penggerak di tiap-tiap bogienya. Namun bogie CC yang motor traksinya hanya dua di tiap bogie juga diklasifikasikan sebagai seri BB. Sedangkan untuk seri D, lokomotif hanya memiliki satu bogie.

Bahkan itu bukan bogie, karena langsung menempel pada underframe lokomotif dan juga ada empat roda yang terhubung dengan penggerak. Biasanya huruf untuk seri lokomotif ini diikuti dengan tiga angka. Di mana angka pertama menunjukkan jenis lokomotif itu sendiri.

Sedangkan angka 2 berarti diesel elektrik dan 3 memiliki arti diesel hidrolik. Dua angka selanjutnya menunjukkan nomor urutan tipe atau seri lokomotif. Untuk 00 seri pertama, 01 seri kedua, 02 seri ketiga, dan seterusnya.

Ketiga angka itu juga diikuti dengan dua angka yang menunjukkan tahun dinas pertama kali lokomotif. Seperti 77 berarti lokomotif mulai dinas tahun 1977, 13 berarti 2013, dan sebagainya. Sedangkan dua angka terakhir adalah nomor urut.

Namun, terkadang setelah nomor urut, ada pula muncul huruf F yang menandakan lokomotif tersebut telah direpower atau gant. bullgear agar lebih bertenaga. Direbuil atau dirombak ulang yang mana biasanya setelah terkena kecelakaan dan menyebabkan kondisi lokomotif rusak.

Baca juga: D52, Lokomotif Uap Modern Pasca Kemerdekaan Indonesia

Yang terakhir adalah diretroit atau upgrade jumlah motor traksi. Selain itu akan ada kode dipo lokomotif yang terdiri dari dua hingga tiga huruf seperti JNG (Jatinegara), CN (Cirebon), SMC (Semarang Poncol), SDT (Sidotopo), YK (Yogyakarta), PWT (Purwokerto), BD (Bandung), JR (Jember), MN (Madiun) dan lainnya.

27 Tahun Beroperasi, KA Gajayana Jadi Tulang Punggung Mobilitas Jakarta-Malang

Berbagai macam perjalanan dari Jakarta maupun Bandung menuju Malang, masyarakat bisa menggunakan kereta api dari berbagai kelas sesuai dengan waktu yang diinginkan. Perjalanan ini bisa dibilang paling efektif bagi masyarakat yang biasa menggunakan kereta api ke Malang walaupun jalur yang dilalui sudah memiliki jalur ganda.

Mulai dari kelas ekonomi, eksekutif hingga luxury perjalanan ke Malang makin terasa bervariasi. Tergantung dari masyarakat yang menginginkan waktu perjalanan yang sesuai rencana. Namun, jika diketahui bahwa lintas Jakarta – Malang ternyata ada beberapa kereta api yang masih melekat di hati masyarakat terutama untuk kelas eksekutif yang satu ini. Ya, inilah Kereta Api (KA) Gajayana dengan rute Gambir – Malang pp.

Diketahui KA Gajayana pertama kali beroperasi pada 28 Oktober 1999, melayani rute Malang–Jakarta (Gambir) via jalur selatan. Nama Gajayana diambil dari Raja Gajayana, raja Kerajaan Kanjuruhan pada abad ke-8 di Malang, Jawa Timur. Pada 1999, KA ini dioperasikan menggunakan kereta campuran eksekutif dan bisnis. Namun, Sejak Oktober 2008, KA ini bertransformasi menjadi kereta kelas eksekutif penuh.

Meski saat ini KA Gajayana sudah meningkat pelayanan dan kenyamanannya, masyarakat tetap memilih kereta api ini sebagai pilihan yang sesuai. Karena jadwal keberangkatan pada malam hari dari Jakarta dan menjelang sore hari dari Malang, membuat KA Gajayana tentu satu-satunya kebutuhan masyarakat yang cukup tinggi.

Tak heran, KA Gajayana telah menjadi salah satu tulang punggung mobilitas antarkota di Pulau Jawa sepanjang 2025. PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) telah mencatat jumlah penumpang KA Gajayana mencapai 380.715 orang dalam periode tersebut, seiring tingginya kebutuhan perjalanan masyarakat dari daerah menuju Jakarta dan sebaliknya.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, angka tersebut mencerminkan konsistensi arus perjalanan antarkota, khususnya pada lintas Malang–Jakarta yang dilalui KA Gajayana. Perjalanan yang memakan waktu hingga 12 jam dan memiliki jarak tempuh sekitar 905 kilometer ini tentu melewati stasiun-stasiun kota besar di Pulau Jawa, seperti Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Madiun, Kediri dan Blitar

Tentu saja layanan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keterhubungan antarwilayah yang memiliki karakter ekonomi dan aktivitas masyarakat yang beragam. Untuk di wilayah Malang, perjalanan kereta api didukung oleh aktivitas pendidikan, jasa, dan pariwisata yang stabil. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024–2025 menunjukkan sektor perdagangan dan jasa menjadi penopang utama perekonomian kota ini, yang berkaitan erat dengan kebutuhan transportasi antarkota.

Sementara itu, di Blitar, Kediri, dan Madiun, mobilitas menggunakan kereta api turut menopang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, mulai dari perjalanan keluarga hingga mobilitas pelaku usaha.

Lalu untuk Solo Balapan dan Yogyakarta, KA Gajayana melayani kawasan dengan aktivitas budaya dan pendidikan yang kuat. Publikasi BPS Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2025 mencatat pergerakan wisatawan nusantara yang tinggi, mencerminkan peran transportasi kereta api dalam mendukung perjalanan wisata dan kegiatan sosial lintas daerah.

Purwokerto juga berperan sebagai simpul perjalanan masyarakat di wilayah Jawa Tengah bagian barat. Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Banyumas menurut BPS 2024–2025 menunjukkan dominasi sektor perdagangan dan jasa, sejalan dengan kebutuhan perjalanan antarkota menggunakan kereta api.

Perjalanan KA Gajayana turut melayani Cirebon sebagai kota penghubung menuju wilayah Jawa Barat dan Jakarta. Aktivitas perjalanan di kota ini berkaitan dengan sektor perdagangan, jasa, dan akomodasi, dengan tingkat hunian hotel yang relatif stabil sepanjang 2025.

Selain mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata, KA Gajayana juga berperan menjaga keterhubungan sosial masyarakat lintas wilayah. Memasuki 2026, KAI mulai menggunakan rangkaian Stainless Steel New Generation pada layanan KA Gajayana untuk meningkatkan kenyamanan dan keandalan perjalanan jarak jauh.

Bakalan Hemat Ongkos dan Waktu, Kalau Penumpang Naik Kereta Bandara YIA

Meski Hari Kerja Kereta Lokal di Jawa Timur Ini Tetap Ramai, Apa Saja?

Seperti suatu asupan kebutuhan tiap hari bahwa kereta api selalu yang paling diincar dan digunakan sebagai transportasi utama dalam perjalanan jauh maupun dekat. Tak heran perjalanan menuju destinasi favorit di kota besar yang dilewatinya menjadi suatu kewajiban untuk menggunakan jenis kereta api yang digemari masyarakat.

Salah satunya pada kereta api lokal. Transportasi jarak dekat ini tersebar sangat dibutuhkan bagi warga lokal yang berada di kawasan perkotaan. Seperti halnya kereta lokal yang ada di Jawa Timur. Tak hanya saat hari libur, har kerja pun kereta lokal di wilayah ini selalu terlihat ramai, bahkan saat waktu tertentu yakni masyarakat mulai melakukan aktivitasnya.

Nah, masyarakat yang selalu menggunakan Kereta api lokal di Jawa Timur tentu punya cerita sendiri. Meski bukan kereta jarak jauh seperti layanan kelas eksekutif, justru hal inilah yang paling setia menemani aktivitas harian masyarakat tersebut.

Mulai dari pekerja pabrik, mahasiswa, pedagang, sampai pelancong yang sekadar ingin jalan-jalan murah, kereta lokal, atau kini dikenal sebagai Kereta Commuter Line Wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya, nyaris tak pernah sepi.

Dioperasikan oleh KAI Commuter, layanan ini menjadi tulang punggung mobilitas di kota-kota besar hingga kawasan penyangga Jawa Timur. Rutenya relatif stabil hingga 2026, dengan tarif terjangkau dan jadwal yang menyesuaikan ritme aktivitas masyarakat.

Berikut ini, kabarpenumpang akan merangkumnya untuk kalian tentang kereta api lokal di Jawa Timur yang selalu ramai walaupun saat hari kerja berlangsung.

1. KA Dhoho–Penataran (Surabaya Kota – Malang – Kertosono – Surabaya)
Kereta ini melayani rute melingkar Surabaya Kota – Mojokerto – Blitar – Malang – Surabaya Kota, dengan nama berbeda tergantung arah perjalanan. Hampir setiap hari, gerbongnya dipenuhi penumpang.

Mahasiswa dari Malang, pekerja dari Mojokerto, hingga warga Blitar yang hendak ke Surabaya memanfaatkan rute panjang ini. Selain fungsional, perjalanan KA Dhoho–Penataran juga menawarkan pemandangan sawah, pegunungan, hingga kota-kota kecil yang jarang disentuh kereta jarak jauh.

2. KA Jenggala (Sidoarjo – Mojokerto)
Untuk wilayah industri dan kawasan penyangga Surabaya, KA Jenggala punya peran vital. Kereta ini melayani rute Sidoarjo – Mojokerto PP serta Surabaya Kota – Mojokerto PP.

Penumpangnya didominasi pekerja harian dan pelajar. Pada jam berangkat dan pulang kerja, suasana di dalam kereta terasa hidup, obrolan ringan, penumpang berdiri, hingga pedagang kecil yang sudah akrab dengan rutinitas komuter. Tak heran jika KA Jenggala hampir selalu penuh, meski hanya melayani rute pendek.

3. KA Blorasua (Surabaya Pasar Turi – Cepu)
Meski lintasannya menembus Jawa Tengah, KA Blorasura tetap menjadi bagian penting dari jaringan kereta lokal Jawa Timur. Kereta ini melayani rute Surabaya Pasar Turi – Cepu.

Setiap hari kerja, kereta ini dipenuhi penumpang lintas daerah mulai dari pegawai, pedagang, hingga warga yang pulang-pergi antarprovinsi. KA Blorasura membuktikan bahwa kereta lokal tak hanya melayani kota besar, tetapi juga daerah perbatasan yang jarang tersentuh transportasi massal lain.

4. KA Probowangi (Surabaya Gubeng – Ketapang)
Meski jaraknya cukup panjang, KA Probowangi tapi serasa lokal jarak jauh. Kereta ini melayani rute Surabaya Gubeng – Ketapang (Banyuwangi) dan dikenal selalu ramai, terutama di hari kerja.

Penumpangnya pun beragam. Mulai dari pekerja lintas kota, mahasiswa, hingga pelancong hemat. Dengan tarif yang relatif terjangkau, KA Probowangi sering menjadi alternatif kereta jarak jauh. Perjalanan panjang ini terasa ‘hidup’ karena penumpang silih berganti naik dan turun di banyak stasiun.

Perlu diketahui, istilah ‘kereta lokal’ kini secara resmi telah diganti menjadi KA Commuter Line. Meski namanya berubah, fungsinya tetap sama yaitu menghadirkan transportasi massal yang murah, terjangkau, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Resmi! Commuter Line SUPASPRO Beroperasi 1 Maret 2026: Cek Rute dan Tarifnya

Bukan Sekadar Makan, Inilah Layanan Kereta Api dengan Kuliner Terbaik di Dunia

Bagi sebagian orang, perjalanan dengan kereta api adalah tentang efisiensi waktu, namun bagi penikmat kemewahan, kereta api adalah tentang merayakan perjalanan itu sendiri. Berbeda dengan hidangan pesawat yang seringkali terbentur keterbatasan ruang dan tekanan udara yang memengaruhi indra perasa, layanan kuliner di kereta api kelas dunia menawarkan pengalaman fine dining yang otentik.

Di sini, dapur bukan sekadar tempat menghangatkan makanan, melainkan ruang kreasi koki profesional yang menyajikan bahan-bahan segar dari wilayah yang dilalui kereta saat itu juga.

Jika berbicara mengenai layanan makanan terbaik, nama Belmond Venice Simplon-Orient-Express di Eropa seringkali menempati posisi puncak. Di dalam kereta legendaris ini, makan malam adalah sebuah ritual formal yang mewah. Para koki menyiapkan hidangan seperti lobster dari Brittany atau daging domba dari Salt Marsh yang dimasak secara a la minute.

Keunikannya terletak pada pergantian menu yang mengikuti rute perjalanan; jika Anda melintasi Italia, Anda akan mencicipi bahan-bahan lokal terbaik Italia yang disajikan di atas meja dengan taplak linen putih, kristal, dan perak, menciptakan suasana restoran bintang lima yang terus bergerak.

Orient Express, ‘Berjuta Cerita’ dari kereta Mewah Legendaris Eropa

Beralih ke belahan bumi selatan, The Blue Train di Afrika Selatan menawarkan pengalaman yang tak kalah spektakuler. Kereta ini dikenal sebagai “hotel bintang lima berjalan” yang menyajikan hidangan gourmet dengan fokus pada kekayaan hasil bumi Afrika. Salah satu menu andalannya adalah daging rusa Springbok dan tiram segar, yang dipasangkan dengan koleksi anggur pemenang penghargaan dari kebun-kebun anggur di wilayah Cape. Di sini, setiap hidangan adalah perpaduan antara tradisi kolonial yang elegan dan cita rasa lokal yang kuat, disajikan dalam gerbong makan yang berhiaskan kayu mahoni yang hangat.

Sementara itu di Asia, Jepang mendefinisikan ulang kemewahan melalui Seven Stars in Kyushu. Layanan makanan di kereta ini sangat eksklusif karena mereka bekerja sama dengan koki-koki terbaik di seluruh pulau Kyushu. Setiap hidangan yang disajikan mencerminkan filosofi shun atau penggunaan bahan sesuai musimnya.

Oriental Desert Express, Sensasi Kereta Mewah Pelintas Padang Pasir

Penumpang bisa menikmati sashimi yang baru ditangkap dari laut sekitar atau daging sapi wagyu Bungo yang terkenal. Tak hanya rasa, presentasi makanannya pun menyerupai karya seni, disajikan dalam wadah keramik buatan pengrajin lokal yang sangat indah, menjadikan setiap suapan sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Jepang.

Terakhir, bagi mereka yang mencari pemandangan alam liar sambil bersantap, Rocky Mountaineer di Kanada menawarkan layanan GoldLeaf yang legendaris. Meski tidak memiliki gerbong tidur, layanan makan siangnya adalah salah satu yang terbaik. Penumpang dapat menikmati salmon Sockeye panggang atau tulang rusuk pendek sapi Alberta sambil memandang pegunungan salju melalui atap kaca transparan.

Pengalaman kuliner di atas rel ini membuktikan bahwa makan di perjalanan bukan lagi sekadar pengganjal perut, melainkan sebuah simfoni rasa yang menyatukan pemandangan indah di luar jendela dengan kelezatan mahakarya di atas piring.

Soal higienis? Makan di Kereta dan Pesawat Tak Jauh Berbeda

Airbus Helicopters Resmikan Pusat Logistik Regional Baru di Singapura

Airbus Helicopters secara resmi membuka pusat logistik regional barunya di Singapura, menandai perluasan besar jejak dukungan dan layanannya di Asia-Pasifik. Pusat keunggulan baru ini dirancang untuk menyederhanakan rantai pasokan, menyediakan distribusi suku cadang yang lebih cepat dan andal kepada pelanggan di 21 negara dan wilayah yang dilayaninya.

“Pusat logistik regional baru ini menandai tonggak penting, memposisikan Singapura di jantung jaringan dukungan global kami,” kata Vincent Dubrule, Wakil Presiden Senior Asia-Pasifik di Airbus Helicopters. “Membangun kemampuan ini di sini lebih dari sekadar memperluas jejak kami. Ini tentang membangun rantai pasokan logistik yang gesit. Pusat ini mewakili investasi jangka panjang dalam keberhasilan misi pelanggan kami, memberikan dukungan yang lebih cepat, andal, dan dapat diprediksi di seluruh Asia-Pasifik hingga masa depan.”

Pusat Singapura berfungsi sebagai jaringan logistik regional unggulan yang mencakup pusat distribusi suku cadang tambahan di Hong Kong dan Perth, Australia. Bersama-sama, lokasi-lokasi ini mendukung 12 pusat pelanggan yang dilengkapi dengan tim dukungan material dan logistik khusus yang mengelola suku cadang, perbaikan, pesawat yang sedang tidak beroperasi (AOG), dan program HCare.

Dengan luas hampir 2.000 m², fasilitas ini memiliki empat area bongkar muat dan menyimpan lebih dari 20.000 nomor suku cadang untuk suku cadang baru serta perawatan, perbaikan, dan perombakan (MRO).

Untuk memaksimalkan efisiensi, pusat logistik ini dilengkapi dengan empat modul pengangkat vertikal (VLM) – sistem penyimpanan otomatis dengan kepadatan tinggi yang menggunakan ekstraktor pusat dan kolom baki vertikal untuk menyimpan dan mengambil barang, mengirimkannya langsung ke titik akses yang ditentukan operator. Integrasi teknologi VLM memungkinkan optimalisasi ruang lantai dan waktu pengambilan yang jauh lebih cepat untuk komponen-komponen penting, mulai dari barang habis pakai kecil hingga rakitan yang lebih besar.

Pusat logistik ini juga mencakup ruang elastomer khusus seluas 55 m² yang dirancang untuk melindungi inventaris yang paling sensitif. Menyadari bahwa material berbahan karet rentan terhadap degradasi, kisaran suhu terkontrol antara 5°C dan 25°C dipertahankan di dalam ruang khusus tersebut.

Struktur ‘gudang di dalam gudang’ ini memberikan perlindungan yang lebih baik hingga 2.000 komponen penting, memastikan keandalan jangka panjang dan integritas operasional.

Fasilitas ini diluncurkan dengan inventaris awal sebesar EUR10 juta, dengan rencana untuk menggandakannya seiring dengan tercapainya kapasitas operasional penuh.

Airbus Helicopters Kirim ACH130 Edisi Aston Martin ke Crazy Rich di Filipina

Stasiun Jatake Sudah Layani Ribuan Penumpang Naik dan Turun KRL, Berikut Datanya

Kehadiran Stasiun Jatake di lintas Tanah Abang – Rangkasbitung ternyata cukup membantu bagi penumpang yang domisili berada di area tersebut. Sebelum dibangun dan dioperasikannya Stasiun Jatake, masyarakat lebih dominan memilih naik dan turun Commuter Line di Stasiun Parung Panjang maupun Cicayur. Hal tersebut membuat cukup kerepotan terutama kendala jarak dan waktu yang cukup lama.

Stasiun Jatake yang resmi beroperasi pada 28 Januari 2026 lalu memang masih belum terlihat kepadatan, padahal peresmian tersebut dibuka pada saat jam kerja. Hal ini berguna bagi masyarakat yang akan menggunakan Commuter Line dari Stasiun Jatake dengan lokasi hunian masyarakat yang berada di kawasan BSD Tangerang.

Pantauan awal bahwa aktivitas penumpang di stasiun baru tersebut, warga Tangerang pun belum menunjukkan lonjakan signifikan, meski kereta rel listrik (KRL) sudah berhenti setiap lima menit sekali. Jumlah penumpang yang naik dan turun di Stasiun Jatake pun masih tergolong sedikit.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam peresmian lalu mengatakan, Stasiun Jatake dirancang untuk mempermudah akses masyarakat Pagedangan dan sekitarnya menuju pusat aktivitas ekonomi dengan waktu tempuh yang lebih efisien dan biaya transportasi yang terjangkau.

Namun, hingga 5 hari setelah peresmian Stasiun Jatake mulai ada sedikit peningkatan penumpang naik dan turun. KAI Commuter mencatat pengguna layanan Stasiun Jatake sebanyak 5.016 orang penumpang. Tentunya, stasiun ini melayani pengguna di lintas Tanahabang – Rangkasbitung.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, dilansir dari laman Detik mengatakan stasiun ini melayani pengguna sebanyak 649 orang di hari perdananya. Kemudian jika diakumulasi, pengguna layanan KAI Commuter di stasiun tersebut mencapai lima ribu lebih penumpang.

Berdasarkan data volume pengguna Commuter Line naik dan turun di Stasiun Jatake dari tanggal pertama beroperasi secara berurutan, jumlah pengguna terus meningkat. Adapun rinciannya, pada Rabu sebanyak 649 orang, Kamis 1.410 orang, Jumat 1.014 orang, dan Sabtu 1.944 orang.

Sedangkan untuk jumlah perjalanan commuter line per hari yang melalui Stasiun Jatake sebanyak 192 perjalanan dari total perjalanan lintas Tanahabang – Rangkasbitung sebanyak 206 perjalanan per hari. Karina mengimbau kepada pengguna untuk tetap mengutamakan keselamatan dan mengecek kembali jadwal perjalanan commuter line.

Diketahui, Stasiun Jatake dibangun di atas lahan seluas 2.500 m2 dengan fasilitas stasiun seluas seluas 4.000 m2. Gedung terdiri dari tiga stasiun dimana lantai dasar sebaga area lobby dan aktivitas penumpang, lantai satu sebagai area komersial dan lantai tiga merupakan kantor dan peron kereta.

Sejumlah fasilitas lain juga sudah tersedia seperti fasilitas parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda telah disiapkan, serta tersedia lahan pengembangan lanjutan seluas sekitar 4.000 meter persegi untuk mendukung integrasi antarmoda. Adapun stasiun ini dirancang melayani hingga 20.000 penumpang per hari.

Menjadi Saksi Sejarah Perang Kemerdekaan, Stasiun Rangkasbitung juga Sebagai Tombak Perekonomian