Ini Cara Mudah Naik KRL Lintas Yogya – Solo dan Harga Tiket KMT per Tahun 2022

Bagi kalian yang suka bepergian ke Yogyakarta ataupun Solo, sekarang sudab tak bingung lagi naik transportasi kereta api. Karena di Wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta, kita sudah bisa menggunakan KRL (Kereta Rel Listrik) dengan mudah, lho. Biasanya bagi traveller hal yang mudah dan murah itu sudah jadi prioritas utama yang paling penting. Seperti gak mau ambil pusing untuk naik transportasi KRL yang sudah disediakan oleh PT KAI di wilayah ini. Bahkan antusiasme warga Yogya dan Solo seperti sudah biasa sebagai pengguna kereta api sejak jaman KRD Prameks berkuasa di jalurnya.

Baca juga: KA Prameks (Prambanan Ekspres) Berhenti Operasi, Ini Dia Sejarahnya

Harganya yang ekonomis membuat warga Yogya maupun Solo sangat membutuhkan transportasi KRL ini. Jika kalian ingin bepergian naik KRL ini pastikan melihat jadwalnya terlebih dahulu, baik di stasiun maupun aplikasi jadwal KRL di ponsel. Jam operasional KRL Yogya – Solo dimulai dari pukul 05.05 WIB sampai dengan pukul 18.30 WIB.
Sama halnya jika kita naik KRL di wilayah Jabodetabek. Karena masih dalam kondisi Pandemi Covid-19, kalian harus mengunduh aplikasi PeduliLindungi atau membawa sertifikat vaksinasi.

Mesin Tap Kartu KMT di Stasiun Yogyakarta. (Foto: Tribun Travel)

Saat memasuki area stasiun, kalian juga wajib scan barcode menggunakan aplikasi PeduliLindungi yang sudah di instal atau menunjukkan sertifikat vaksinasi kepada petugas yang berjaga. Minimal vaksinasi tiap penumpang adalah dosisi pertama. Setelah itu kalian bisa memasuki peron dengan tap menggunakan Kartu Multi Trip (KMT).
Gimana sih kalau yang belum punya KMT? Enggak perlu khawatir, kalian bisa menuju ke loket KRL yang menyediakan KMT dengan harga terjangkau. Harga KMT yang tersedia adalah KMT Reguler seharga Rp30.000 dengan isi saldo Rp10.000, KMT X-Presi seharga Rp50.000 termasuk saldo Rp15.000, dan KMT Special Edition seharga Rp50.000 dengan saldo Rp15.000.

Kelebihan dan keuntungan jika kalian memiliki KMT adalah tidak berlaku masa kadarluasa artinya KMT tersebut bisa digunakan seumur hidup dan jika rusak penggantian kartu dapat dilakukan secara gratis selama tujuh hari sejak KKT diaktivasi.

Untuk isi saldo juga mudah banget. Kalian perlu mengunjungi stasiun dan menuju loket KRL yang tersedia. Untuk mengisi saldo KMT kalian bisa mengisi minimal Rp10 ribu. Tak hanya mengisi dari loket pembelian, kalian bisa mengisi ulang saldo menggunakan mesin otomatis, caranya:
– Taruh KMT di bagian bertuliskan “Letakkan tiket di sini”
– Munculnya sisa saldo di layar sentuh
– Masukkan uang kertas yang akan diisi saldo dan uang jangan sampai terlipat
– Saldo KMT akan terisi otomatis
– Pilih “selesai” dan ambil KMT untuk lanjutkan perjalanan

Baca juga: KRL BN-Holec Pernah Beroperasi Sebagai “Prameks,” Ternyata Sering Bermasalah

Selain menggunakan KMT, kalian juga bisa mengunduh aplikasi LinkAja di ponsel dan mengisi saldo minimal Rp 10 ribu. Saat memasuki pintu masuk untuk scan barcode kalian cukup mendekatkan sensor scan LinkAja secara otomatis saldo akan terpotong. (PRAS – Cinta Kereta Api)






















Masuk Kabin Pesawat Lebih Awal, Beri Penumpang Banyak Kebebasan

Siapa sih yang tidak suka dengan perjalanan udara menggunakan pesawat? Mungkin hanya sedikit orang yang disebabkan fobia ruang sempit, ketinggian atau trauma karena banyak pesawat yang mengalami kecelakaan dalam penerbangannya.

Baca juga: Hindari Biaya Bagasi Tambahan, Penumpang Bagikan Tips di TikTok Gunakan Bantal Leher

Meski begitu, masih banyak yang menyukai perjalanan dengan pesawat. Tapi banyak yang tidak akan berpikir bagaimana bisa terbang dengan pesawat secara sains maupun mekanika. Namun yang jelas terbang dengan pesawat adalah hal yang mengagumkan.

Nah, ketika berbicara tentang penerbangan ada sedikit hal menarik untuk memikirkan pesanan boarding Anda. Apakah itu? KabarPenumpang.com melansir dari laman travelandleisure.com (10/1/2022), saat penerbangan ramai, Anda bisa meminimalisir gangguan dengan berbagai cara untuk menikmati penerbangan dengan nyaman yakni naik pesawat lebih dahulu.

Ashwin Krishnan salah saorang penumpang mengatakan, jika Anda berada di kelas ekonomi dan membawa bagasi untuk di bawa ke kabin, ukur seberapa ramai penerbangan itu. Bila Anda berpikir akan penuh, maka naiklah ke pesawat lebih awal.

Ashwin menyebutkan, dengan begini bisa meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan ruang kabin yang pas untuk bagasi. Timothy Chiu penumpang lainnya mencatat bahwa dirinya telah lebih dari satu juta mil terbang dengan berbagai maskapai lainnya.

Dia juga menyebutkan, dengan menaiki pesawat terlebih dahulu membuat penumpang mendapatkan yang dia inginkan. Salah satu lainnya yakni saat seseorang naik lebih awal ke pesawat adalah mendapatkan kabin di atas kepala yang tidak jauh dari kursi penumpang..

“Jika Anda terbang dengan kelas ekonomi/pelatih dan memiliki bagasi kabin, ukur seberapa ramai penerbangan itu nantinya. Jika Anda mengharapkan penerbangan penuh, cobalah untuk naik lebih awal karena ini akan meningkatkan peluang untuk mendapatkan ruang kabin untuk bagasi di atas yang telah ditentukan,” ujar Chiu.

Krishnan bukan satu-satunya di Quora yang memuji kabin terlebih dahulu, sebab Timothy Chiu, yang mencatat bahwa dia telah “lebih dari satu juta mil terbang dengan berbagai maskapai penerbangan,” menambahkan alasan berbeda untuk naik pesawat lebih awal.

“Sementara penyimpanan overhead adalah alasan yang jelas, semua orang menyatakan, inilah alasan saya tidak berpikir banyak orang menyadari mengapa Anda harus ingin naik pesawat sedini mungkin. Beberapa maskapai ketika mereka perlu mengeluarkan orang dari pesawat, mulai dengan orang terakhir yang naik ke pesawat. Mereka mungkin perlu memindahkan orang karena batasan berat (karena angin, panas, dan lainnya),” tambahnya.

Baca juga: “Blue Carpet,” Solusi Futuristik Atur Antrian dan Jaga Jarak Saat Boarding di Bandara

Jadi, lain kali Anda terbang, tiba di sana sedikit lebih awal atau membayar boarding prioritas. Sehingga Anda dan barang-barang Anda dapat naik bersama dengan mudah dan pastikan untuk berterima kasih kepada ilmuwan, mekanik, pilot, dan anggota kru saat Anda menunggu untuk lepas landas juga.

Inilah Biju Patnaik, Pilot India yang Bantu Indonesia Merdeka Sekaligus Gurunya Tiga Pahlawan Nasional

Jasa-jasa seluruh pahlawan nasional dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia sangat besar. Namun, jangan lupakan, dalam prosesnya, ada jasa-jasa orang asing. Salah satunya ialah Biju Patnaik, seorang pilot andal asal India.

Baca juga: Husein Sastranegara – Perintis TNI AU Yang Gugur Karena Kecintaannya Pada Dunia Dirgantara

Selain turut membantu Indonesia mempertahankan kemerdekaan, Ia diketahui juga seorang guru dari tiga pahlawan nasional Indonesia, yaitu bapak penerbangan pertama Indonesia Adisucipto, Iswahyudi, dan Abdulrahman Saleh. Biju Patnaik disebut sempat mengajarkan ketiganya ilmu penerbangan.

Biju Patnaik mengemban misi untuk menerbangkan PM Sutan Sjahrir dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Foto: Prem Patnaik

Terlepas dari pahlawan nasional Adisucipto, Iswahyudi, dan Abdulrahman Saleh memang pada dasarnya sudah mengenyam pendidikan penerbangan terlebih dahulu, namun, bila setiap orang yang mengajarkan satu atau lebih ilmu disebut guru, maka, tidak ada salahnya bila Biju Patnaik sebagai guru dari ketiga pahlawan nasional yang juga pilot terbaik Indonesia itu.

Disarikan dari berbagai sumber, kehadiran Biju Patnaik di Indonesia untuk membantu mempertahankan kemerdekaan tidak terlepas dari tokoh pahlawan nasional, Bung Hatta. Bung Hatta diketahui bersahabat dengan Jawaharlal Nehru, yang merupakan perdana menteri India pertama.

Momen Biju Patnaik saat tiba di Pangkalan Udara atau sekarang disebut Lapangan Udara Maguwo. Foto: Prem Patnaik

Mengetahui sahabatnya tengah kesulitan dan membutuhkan bantuan terbaik dari India untuk mempertahankan kemerdekaan, Nehru pun mengutus pilot terbaik India, Biju Patnaik.

Dengan menggunakan pesawat Dakota VT-CLA, Biju Patnaik melakukan perjalanan dari India ke Yogyakarta dan mendarat di lapangan udara monumental, yang menjadi saksi detik-detik terakhir pesawat milik Biju Patnaik yang ditumpangi Adisutjipto (Adisucipto), Abdulrahman Saleh, dan Adisumarmo sebelum jatuh ditembak pesawat P-40 Kittyhawk Belanda, yaitu Lapangan Udara atau Pangkalan Udara Maguwo.

Biju Patnaik punya hubungan yang sangat dekat dengan Presiden Soekarno. Ini adalah salah satu momen istri Biju Patnaik, Gyan Patnaik, tengah menggendong putri Presiden Soekarno. Foto: Prem Patnaik

Saat tiba pertama kali di Indonesia, Biju Patnaik langsung disambut oleh Kepala Staf Angkatan Udara Komodor Udara Soeryadi Suryadarma, dan kemudian menghadap Presiden Soekarno dengan membawa pesan dari Jawaharlal Nehru. Sejak itulah Biju Patnaik secara berlanjut membantu perjuangan Indonesia dengan menggunakan pesawat Dakota miliknya.

Di Maguwo, Biju Patnaik tinggal selama beberapa minggu sebelum akhirnya kembali ke India dengan membawa serta Sutan Syahrir ke India untuk meminta bantuan dunia internasional.

Douglas C-47B-20 Dakota yang ditumpangi Adisutjipto (Adisucipto), Abdulrahman Saleh, dan Adisumarmo ditembak jatuh pesawat P-40 Kitty Hawk Belanda. Foto: Central Museum of the Indian Air

Selama di Pangkalan Udara Maguwo inilah, pesawat yang dibawanya, digunakan Biju Patnaik untuk melatih pilot-pilot AURI, Adisutjipto, Abdulrachman Saleh, dan Iswahyudi. Selama dua minggu berlatih, ketiga pilot terbaik AURI ini akhirnya mampu menerbangkan pesawat Dakota sendiri.

Namun nahas, setelah bisa menerbangkan pesawat itu, ketiganya, kecuali Iswahyudi, justru tewas bersama jatuhnya pesawat tersebut, saat membawa bantuan obat-obatan dari Palang Merah Malaya untuk Palang Merah Indonesia, akibat serangan pesawat tempur Belanda. Ironisnya, peristiwa itu terjadi juga di tempat yang sama ketika keduanya belajar menerbangkan pesawat Dakota VT-CLA, yaitu di Pangkalan Udara Maguwo.

Bintang Jasa Utama sebagai penghargaan tertinggi dari pemerintah Indonesia untuk Biju Patnaik. Foto: Prem Patnaik

Baca juga: Tjilik Riwut – Heroisme Putera Dayak dalam Dirgantara Indonesia

Selain menerbangkan Sutan Syahrir Biju Patnaik juga menerbangkan petinggi Indonesia lainnya, seperti Bung Hatta, untuk melakukan lobi militer di luar negeri. Misi ini ternyata berhasil hingga akhirnya Indonesia bisa mempertahankan kedaulatannya di muka dunia internasional. Lobi politik yang kuat serta perjuangan yang tiada habisnya membuat negeri ini mampu bertahan di tengah serangan yang bertubi-tubi.

Atas berbagai jasa-jasanya itu, Biju Patnaik pun diganjar penghargaan yang sangat tinggi dari pemerintah Indonesia berupa Bintang Jasa Utama.

 

Inilah Prem Mathur, Pilot Komersial Wanita Pertama di India

Jauh sebelum penerbangan komersial dikenal luas di India, seorang wanita sudah akrab dengan dunia yang umumnya didominasi kaum Adam. Dilahirkan dari latar belakang keluarga aviasi, sehari-hari i sangat lekat dengan pesawat sampai pada akhirnya membuat ia tercatat sebagai pilot komersial pertama di India. Wanita itu adalah Prem Mathur.

Baca juga: Kartini in Aviation, Inilah Capt. Esther, Satu-satunya Kepala Pilot Uji Perempuan di Dunia

Dalam ulasan media lokal Feminism In India, wanita yang lahir pada tahun 1910 (atau tahun 1924 menurut sumber lain) justru mulai mencintai dunia penerbangan saat ditakut-takuti.

Semasa kecil, abangnya, yang berprofesi sebagai flying instructor atau instruktur penerbangan, kerap mengajaknya terbang dan melakukan manuver akrobatik. Tujuannya untuk membuat Prem Mathur ketakutan.

Namun, yang terjadi malah sebaliknya, Prem Mathur nampak menikmati aksi-aksi akrobatik di pesawat dan benar-benar jatuh cinta pada pesawat. Dari sini, ia tumbuh dan berkembang dengan tekad kuat menjadi seorang penerbang atau pilot.

Setelah berhasil lulus sebagai sarjana, Prem Mathur mulai fokus menjadi seorang pilot wanita dengan bergabung ke Allahbad Flying Club milik sang kakak pada tahun 1947.

Tekad dan keinginan kuat membuatnya mudah menerima seluruh pelajaran dan dengan cepat mendapatkan lisensi pertama atau Student Pilot License (SPL), membuka jalan panjang menuju lisensi peswat komersial atau Airline Transport Pilot License (ATPL).

Ujian pertamanya usai mendapatkan lisensi terbang terjadi pada tahun 1949. Ketika itu, ia mengikuti kejuaraan National Air Race di Kolkata, dimana ia menjadi satu-satunya peserta wanita. Awalnya ia sempat berkecil hati dan dikucilkan peserta lain, panitia, dan penonton.

Akan tetapi, ia berhasil menjawab semua keraguan itu dengan keluar menjadi juara dan mendapat pujian setinggi langit dari Perdana Menteri Lal Bahadur Shastri. Menariknya, saat menjadi juara, ia baru mencetak beberapa ratus jam, kalah jauh dibanding peserta lainnya yang diisi oleh pilot-pilot senior.

Meski sudah berhasil menjadi pilot berlisensi, Prem Mathur masih menemui jalan berliku untuk benar-benar menjadi pilot pesawat komersial. Usai pindah ke ibu kota India, New Delhi, Prem Mathur memiliki peluang sangat besar untuk menjadi pilot pesawat komersial usai bergabung dengan maskapai Deccan Airways.

Sayangnya, maskapai tidak nyaman dengan pilot wanita dan lebih mendorong Prem Mathur menjadi seorang instruktur penerbangan. Ia pun akhirnya memutuskan hengkang dari maskapai itu beberapa tahun kemudian.

Baca juga: Penerbangan Bersejarah di Iran, Seluruh Kru Kokpit Perempuan

Setelah itu, ia bekerja sebagai pilot pribadi untuk orang konglomerat India. Tak betah, ia akhirnya pindah lagi dan berlabuh ke maskapai Indian Airlines pada tahun 1953 dan menjadi pilot komersial wanita pertama di India. Tak hanya itu, di tahun tersebut ia juga diangkat menjadi kapten pilot dan menjadikannya sebagai kapten pilot wanita pertama di India.

Setelah pengabdian panjang selama 30 tahun, ia akhirnya keluar dari maskapai pada tahun 1984. Ia kemudian menghembuskan napas terakhirnya pada tahun 1992.

Airbus Batalkan Kontrak Rp85 Triliun, Qatar Airways Ngamuk-Bocorkan Video Buruknya Kualitas Cat Pesawat A350

Kisruh antara Qatar Airways dan Airbus semakin memanas. Setelah keduanya berniat saling tuntut ke pengadilan, kali ini kisruh berlanjut ke tingkat yang lebih parah berkenaan dengan bisnis jangka pendek sampai panjang antar keduanya.

Baca juga: Terancam Dituntut Airbus, Qatar Airways Serang Balik-Tuntut Airbus Terkait Masalah A350

Awalnya, Airbus membatalkan pesanan 50 pesawat A321 Qatar Airways sebesar US$ 6 miliar atau Rp85 triliun tanpa alasan yang jelas. Tentu saja Qatar Airways tidak terima. Flag carrier Qatar itu kemudian membalas dengan menunjukkan video rendahnya kualitas cat pesawat Airbus A350.

Qatar Airways mengungkapkan, selama ini, kasus rendahnya kualitas cat pesawat Airbus A350 sampai-sampai mengelupas seolah sangat dirahasiakan ke publik.

“Kami mengonfirmasi bahwa kami mematuhi semua kewajiban kami berdasarkan semua kontrak yang berlaku. Oleh karena itu, sangat disayangkan dan frustrasi bahwa Airbus telah mengambil keputusan nyata untuk memperluas dan meningkatkan perselisihan ini,” tulis Qatar Airways dalam sebuah pernyataan yang dikutip Simple Flying.

Saat ini, 21 pesawat Airbus A350 Qatar Airways yang cacat pada bagian cat-nya sudah digrounded dan dilarang terbang oleh otoritas penerbangan sipil Qatar.

Merasa dirugikan, awal bulan ini terungkap bahwa Qatar Airways sudah melayangkan tuntutan ganti rugi atas sebesar US$600 juta atau Rp8 triliun kepada Airbus melalui proses pengadilan. Tak cukup sampai di situ, Qatar Airways juga meminta tambahan US$4 juta atau Rp57 miliar setiap harinya sampai pesawat kembali mengudara.

Divisi Teknologi dan Konstruksi Pengadilan Tinggi di Inggris mengatakan, pihaknya akan mempercepat pemrosesan kasus ini hingga bulan April 2022 mendatang.

Setelah video dari Qatar Airways yang menunjukkan cat pesawat A350 terkelupas beredar, Airbus seolah bungkam dan belum mengeluarkan pernyataan apapun terkait hal itu.

Terakhir, Airbus mengatakan pihaknya telah mempersiapkan langkah menuju ke ranah hukum atas tudingan maskapai yang menyebut bahwa Airbus tak serius dalam menanggapi masalah ini.

“Dalam menghadapi ongoing mischaracterisation of non-structural surface degradation pada armada pesawat A350 oleh salah satu pelanggannya, Airbus menjadi perlu untuk mencari penilaian hukum independen sebagai jalan ke depan untuk menyelesaikan perselisihan, yang tidak dapat diselesaikan oleh kedua belah pihak selama diskusi langsung dan terbuka,” kata Airbus dalam keterangan resminya kepada KabarPenumpang.com.

Baca juga: Dituding Qatar Airways Tak Serius Terkait Masalah Cat A350, Airbus Tempuh Jalur Hukum!

“Keselamatan adalah prioritas utama Airbus. Temuan terkait surface paint-related telah dinilai secara menyeluruh oleh Airbus dan dikonfirmasi oleh European Aviation Safety Agency (EASA) karena tidak memiliki dampak kelaikan udara pada armada A350,” lanjutnya.

“Upaya pelanggan ini untuk salah mengartikan topik khusus ini sebagai masalah kelaikan udara merupakan ancaman terhadap protokol internasional tentang masalah keselamatan,” tambahnya.

Terminal 5 Bandara Changi Ditargetkan Rampung Tahun 2030

Dampak pandemi Covid-19 terhadap perjalanan udara internasional cukuplah besar. Banyak negara yang kehilangan pelancong dan berbagai hal lainnya yang tengah dilakukan negara tersebut. Ini juga terjadi pada negara tetangga Singapura, di mana rencana pengembangan proyek mega Terminal 5 (T5) Bandara Changi masih dalam kajian.

Baca juga: Demi Pembangunan Terminal 5, Bandara Changi Kutip Pajak Hingga S$15 Per Penumpang

Kementerian Transportasi (MOT) mengatakan pada hari Senin (17/1/2022) bahwa jeda dua tahun yang diumumkan pada Mei 2020 akan memungkinkan pihak berwenang untuk memiliki kejeasan lebih lanjut tentang laju pemulihan perjalanan udara sebelum memutuskan bagaimana proyek harus dilanjutkan.

“Kami sedang meninjau rencana ini saat kami terus membangun kembali hub udara kami, dan akan memberikan pembaruan pada T5 saat siap,” kata juru bicara MOT yang dikutip KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (18/1/2022).

Sebelum adanya pandemi, T5 dijadwalkan akan selesai sekitar tahun 2030. Diperkirakan akan mencakup area daratan yang setara dengan sekitar 667 lapangan sepak bola, dan ditujukan untuk menyediakan kapasitas di masa depan bagi bandara untuk menunggangi proyeksi pertumbuhan perjalanan udara.

Nantinya terminal ini akan menangani hingga 50 juta penumpang per tahun pada tahap awal. Ini, bersama dengan pekerjaan peningkatan Terminal 2 (T2), akan meningkatkan total kapasitas penanganan penumpang Bandara Changi sekitar 65 persen menjadi sekitar 14 juta penumpang per tahun.

Namun sebagai tanda bahwa pemulihan tidak berjalan secepat yang diharapkan, penghentian operasi di T2 diperpanjang. Untuk diketahui, terminal seharusnya ditutup selama 18 bulan sejak Mei 2020. Tetapi belum dibuka kembali bahkan setelah tanda 18 bulan berlalu pada November 2021.

Grup Bandara Changi mengatakan bahwa bandara berencana untuk melanjutkan operasi T2 secara bertahap, bersamaan dengan pemulihan lalu lintas. Juru bicara MOT mengatakan pada hari Senin bahwa lalu lintas penumpang di Bandara Changi telah mencapai sekitar 15 persen dari tingkat sebelum pandemi pada akhir Desember.

Dia menambahkan, pemulihan lebih lanjut diharapkan pada tahun 2022. Profesor Alan Tan dari National University of Singapore Law School, yang spesialisasinya termasuk hukum penerbangan, mengatakan bahwa penundaan lebih lanjut untuk T5 tidak akan mengejutkan, mengingat konstruksi dipengaruhi oleh kurangnya pekerja yang bersumber dari luar negeri serta masalah dalam rantai pasokan bahan bangunan.

Tapi Associate Professor Volodymyr Bilotkach, yang dari program gelar manajemen transportasi udara di Institut Teknologi Singapura, mengatakan dia tidak percaya rencana untuk T5 harus ditunda.

Baca juga: Sepi Penumpang, Singapura Bekukan Terminal 2 Bandara Changi Selama 18 Bulan

“T5 adalah tentang strategi di sini, cakrawala perencanaan dalam beberapa dekade, bukan tahun. Karena lalu lintas udara diperkirakan akan kembali ke lintasan pertumbuhannya setelah pandemi, T5 akan menjadi sangat penting untuk mempertahankan posisi Singapura di dunia kompetitif global,” katanya.

Balon Udara Jatuh di Bandara dan Nyaris Membakar Pesawat

Teror balon udara di dunia penerbangan tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga terjadi di Kolombia. Baru-baru ini, sebuah balon udara dilaporkan terjatuh di Bandara Internasional José María Cordova Medellin, Kolombia dan nyaris mengenai sebuah pesawat Boeing 737 Copa Airlines yang sedang parkir.

Baca juga: Meledak dan Terjun Bebas dari Ketinggian 300 Meter, Kecelakaan Balon Udara di Luxor Menjadi yang Paling Mematikan

Andai mengenai pesawat, bukan tak mungkin balon udara tak bertuan itu akan membakar pesawat bila tak cepat ditangani petugas.

Insiden balon udara jatuh di Bandara Internasional José María Cordova Medellin, Kolombia, bukan kali pertama terjadi. Pada Selasa, 28 Desember 2021, sekitar pukul 13.20 waktu setempat, sebuah balon udara jatuh di atas jet bridge atau garbarata, dan hampir membakar dua pesawat Viva Air dan Avianca.

Beruntung, kejadian ini tidak menimbulkan kerusakan atau gangguan operasional apapun karena respon cepat petugas.

Insiden berlanjut pada Minggu, 16 Januari 2022. Ketika itu, balon udara kedua jatuh di bandara. Berbeda dengan insiden pertama, balon udara kali ini berukuran agak besar.

Dalam video viral yang beredar di media sosial, nampak balon udara berwarna warni perlahan jatuh di Bandara Internasional José María Cordova Medellin, sangat dekat dengan pesawat Boeing 737 Copa Airlines yang sedang parkir.

Maskapai tersebut diketahui memang terbang antara lima dan enam kali sehari antara Kota Panama dan Medellin, menawarkan hampir 6.500 kursi per minggu. Beruntung, insiden ini tidak sampai membuat gangguang operasional dari maskapai tersebut.

Atas insiden tersebut, manajer Bandara Internasional José María Cordova Medellin, Fredy Jaramillo, mengatakan, “Kami mendesak tidak hanya orang-orang yang menerbangkan balon udara ini tetapi semua orang yang masih melakukan kegiatan ini, agar mereka melihat bahaya yang ditimbulkan oleh kegiatan itu. Kami meminta mereka untuk lebih bertanggung jawab.”

Sementara itu, secara terpisah, otoritas Bandara Internasional José María Cordova Medellin mengungkapkan, “Kami bersikeras bahwa kegiatan ini tidak boleh dilakukan, terutama di daerah yang sangat dekat dengan bandara, karena (balon udara) dapat menjadi risiko kecelakaan atau insiden, yang berdampak pada operasi.”

Baca juga: Ketika Rekor Balon Udara Keliling Dunia Harus Pupus Gegara Cina Tak Izinkan Melintasi Negaranya

Selain jatuh sembarang di Bandara Internasional José María Cordova Medellin, teror balon udara juga pernah menyasar Bandara Internasional Bogota.

Pada 31 Desember 2021, di malam pergantian tahun, sebuah pesawat Avianca flight AV29 diketahui menabrak balon udara yang dipenuhi dengan pernak-pernik ala tahun baru, seperti lampu, pita, dan balon, saat mendarat di bandara tersebut. Beruntung, balon udara tidak sampai terhisap mesin dan mengganggu penerbangan.

Stasiun Pasir Bungur – Tumpukan Menjulang Tinggi di Lokasi “Kuburan” Kereta

Ada pemandangan baru dan tak biasa di Desa Pasir Bungur, Purwadadi, Subang, Jawa Barat. Bukan gedung bertingkat atau rumah berlantai, melainkan tumpukan rangkaian kereta dan gerbong yang menjulang tinggi. Bisa terlihat jelas di area sekitar pemukiman warga bahkan dari jalur utama kereta api.

Baca juga: Empat Kuburan Kereta di Indonesia, Padukan Nilai Estetik Tanpa Kesampingkan Nuansa Mistik

Banyaknya rangkaian kereta maupun gerbong dibuang di lokasi ini. Mulai dari rangkaian kereta eksekutif, bisnis maupun ekonomi. Adapun rangkaian gerbong angkutan barang seperti gerbong datar bekas angkutan barang , batu balas, pasir dan semen. Banyaknya kereta dan gerbong dibuang merupakan masa berakhirnya (afkir) rangkaian tersebut atau sudah melewati TSGO (Tidak Siap Guna Operasi). Padahal kalah dilihat dari kacamata orang awam, masih laik jalan jika diperbaiki semaksimal mungkin. Tapi dilihat kru dari kereta api yang bekerja di bidangnya, tidak mau ambil risiko dan harus dikonservasi.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Alasan Dipilihnya Stasiun Pasir Bungur
Sebenarnya banyak lokasi yang masih bisa untuk dijadikan tempat pembuangan akhir kereta/gerbong. Namun pihak dari PT KAI (Persero) memilih rute dan jangkauannya yang tidak terlalu jauh dan melewati jalur kereta api yang tidak banyak rintangan seperti tikungan besar, tanjakan maupun turunan terjal.

Terpilihnya Desa Pasir Bungur merupakan area bagus untuk memilih lokasi yang dijadikan ‘kuburan’ kereta. Walaupun tidak seluas lokasi pembuangan kereta/gerbong di Purwakarta, tapi area tersebut cukup untuk menumpuk rangkaian kereta. Berada disebelah timur Stasiun Pasirbungur terdapat rel tambahan untuk memasuki area pembuangan. Belum diketahui berapa luas wilayah yang dijadikan tempat pembuangan kereta dan gerbong ini. Yang pasti menurut petugas yang bekerja di lokasi tersebut bisa menampung puluhan bahkan hampir mendekati ratusan unit kereta.

Baca juga: Kuburan Tak Selalu Seram, Stasiun Purwakarta Saksinya

KRL Konservasi Turut Dipensiukan
Ada kereta kelas eksekutif, bisnis, ekonomi dan beberapa gerbong tak laik pakai, ada pula rangkaian KRL yang sudah pensiun dan diistirahatkan di Pasirbungur. Informasi beberapa KRL yang dipensiunkan karena tidak memiliki suku cadang lebih akan dibawa ke Pasirbungur dari Depo KRL Depok. Setelah rangkaian kereta penumpang jarak jauh, lokal dan gerbong angkutan barang, kini saatnya pengiriman KRL. KRL yang akan dikonservasi rencananya selesai pada akhir Januari 2022. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Pesan Makanan via Ojek Online di Jogja, Pelanggan Temukan Pengemudi Ada di Meksiko

Pernah pesan makanan melalui aplikasi online? Sebagian besar dewasa ini sudah melek teknologi dan hal tersebut sudah lazim. Ini juga karena banyak yang malas untuk pergi keluar dan menggunakan aplikasi untuk memesan makanan.

Baca juga: Fake GPS, Jurus Pengemudi Online Akali Order Pelanggan

Tapi bagaimana jika Anda berada di Jakarta dan pengemudi di benua serta negara lain? KabarPenumpang.com mengutip dari suara.com, sebuah video memperlihatkan seorang pria yang memesan makanan melalui aplikasi dan di antar ojol atau ojek online.

@raynansyah

halo @shopeefood_id, kasian drivernya udah gratis ongkir tp harus nganter dr mexico😭😭 #fyp #fypシ

♬ I’m Addicted To- SUBAG GOO – SUBAG GOO

Video tersebut viral karena dirinya bingung melihat posisi atau lokasi pengemudi yang super jauh. Momen yang diunggah oleh akun TikTok @raynansyah, Senin (17/1/2022), pria ini memperlihatkan status pesanannya di aplikasi ojol. Pria tersebut berada di Yogyakarta dan memesan makanan melalui salah satu aplikasi ojek online.

“Nah, jadi kan restorannya di sini, aku di sini. Driverku di mana tebak,” ucapnya sambil menunjukkan petanya.

Setelah itu peta diperkecil dan melihat posisi pengemudi yang menerima pesanannya. Dia menggeser peta hingga menemukan sebuah gambar yang menunjukkan lokasi pengemudi yang menerima pesananannya. Ternyata lokasi pengemudi berada di Amerika Selatan tepatnya di Meksiko.

“Di Meksiko ga tuh,” tulisnya sambil menunjukkan posisi driver.

Pria ini kemudian tertawa lantaran melihat lokasi driver yang berada di Meksiko,  sementara dirinya berada di Yogyakarta.

“Halo (aplikasi pesan makanan online), kasian drivernya udah gratis ongkir tapi harus nganter dari Mexico,” tulisnya sebagai keterangan unggahan.

Tampaknya, peta tersebut sedang eror sehingga sang pengemudi seolah-olah terlihat berada di Meksiko. Status pesanan makanan milik pria ini tertulis bahwa pengemudi sudah tiba di restoran tempat ia memesan makanan. Melihat video tersebut, warganet lantas menuliskan beragam komentar.

“Meksiko-Jogja 15 menit (emoji menangis) pingin tak hih! naik cucunya buroq,” tulis seorang warganet.

“Drivernya di Mexico, sampe Indonesia makanan udah jamuran,” ujar salah seorang warganet.

“Drivernya lagi healing,” celetuk warganet.

“Kayaknya pakai vpn atau fake gmaps deh si pengemudi,” ujar warganet.

Baca juga: Duh! Terlalu Sering Gunakan GPS Bisa Turunkan Kinerja Otak

“Drivernya bisa jaih banget kayak jarakku sama dia,” komentar warganet.

“Driver di Meksiko dapet orderan di Indonesia, sampe Indonesia makanannya kembali ke asal,” imbuh yang lain.

Lokomotif CC206 KA Jayabaya Keluarkan Asap Putih Lalu Terbakar

Peristiwa pada 24 Januari 2017 tentu mengingatkan kita saat dikabarkan adanya lokomotif yang mengalami gangguan pada mesin hingga mengeluarkan api dan terbakar di bagian lokomotif.

Baca juga: General Electric CC206, Generasi Lokomotif Termodern PT KAI 

Kejadian hebat yang menimpa lokomotif seri CC 206 13 72 yang menarik KA Jayabaya rute Pasar Senen – Surabaya menyita perhatian warga disekitar yang melihatnya. Pada pukul 15.45 WIB lokomotif yang awalnya sempat mogok dan tertahan di kilometer 161 ini secara tiba – tiba mengeluarkan asap putih tebal dan sempat menguarkan api di bagian atas lokomotif. Kejadian ini berada di Desa Luwungregi, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah.

Saat itu ada kebocoran pada air pendingin mesin yang masuk ke ruang bakar lokomotif. Sebelum kejadian masinis sudah merasakan kendala pada mesin lokomotif saat masuk ke Bulakamba. Masinis pun tak mau ambil risiko untuk melanjutkan perjalanan, hingga akhirnya KA Jayabaya diberhentikan perjalanannya karena kehilangan daya tarik lalu mematikan mesin.

Karena lokomotif tidak bisa melanjutkan perjalanan, pihak dari Daerah Operasi (DAOP) 3 mengirim lokomotif dari Depo Lokomotif Cirebon untuk menarik KA Jayabaya. Pada pukul 19.00 WIB proses pergantian lokomotif pun dilakukan dengan cara melangsir dan menarik lokomotif yang rusak dan menggandeng kembali rangkaian KA Jayabaya. Serta semua beres, KA Jayabaya dapat melanjutkan perjalanan.

Baca juga: Akhiri ‘Derita,’ Kini Masinis PT KAI Mulai Nikmati Lokomotif Ber-AC

Sempat ada kemacetan di perlintasan Desa Luwungragi, karena rangkaian kereta masih menutupi jalan raya. Sehingga lalu lintas kendaraan bermotor, sempat terganggu. Meski tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini, perjalanan KA Jayabaya mengalami keterlambatan untuk sampai ditujuan. Beruntung, perjalanan kereta api lainnya tidak terkena imbasnya karena jalur yang dilalui adalah jalur ganda. Jadi kereta api masih bisa lewat di jalur sebelahnya meskipun adanya sedikit keterlambatan. (PRAS – Cinta Kereta Api)