Garuda Indonesia dan Tokopedia Luncurkan Merchandise Tematik “Jelajah Lintas Gaya”

Garuda Indonesia berkolaborasi dengan Tokopedia meluncurkan merchandise tematik “Jelajah Lintas Gaya” sebagai bagian dari upaya mempromosikan brand fashion lokal rintisan anak bangsa. Merchanside tematik tersebut terdiri dari ragam produk brand retail fashion lokal seperti Kalibre, Matoa, Taylor Fine Goods dan League yang mulai diperkenalkan pada Selasa (25/1).

Baca juga: Bila GoJek dan Tokopedia Melakukan Merger, Bakal ada Dampak Positif 

Melalui peluncuran tersebut, para pengguna jasa dapat membeli produk-produk eksklusif hasi kolaborasi tersebut diantaranya berupa backpack, waist bag, kaos, topi, jam tangan, pouch, sepatu, sandal dan aksesoris menarik lainnya yang menggabungkan karakter Garuda Indonesia dengan ciri khas masing-masing brand secara online melalui aplikasi Tokopedia maupun GarudaShop pada halaman website https://garudashop.garuda-indonesia.com.

Dalam siaran pers, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa kolaborasi ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Garuda Indonesia yang ke-73 sekaligus merupakan upaya berkelanjutan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung kehadiran dan gerakan bangga akan produk unggulan dalam negeri yang salah satunya kami lakukan dengan berperan aktif dalam mempromosikan brand fashion lokal.

Baca juga: Puji UMKM di Indonesia, Ratu Maxima Sebut GoJek dalam KTT G20 Roma

“Dengan visi yang sama untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui pemberdayaan produk unggulan dalam negeri, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa dalam mendapatkan ragam pilihan produk fashion dalam negeri yang berkualitas namun juga dapat membangkitkan semangat bangga akan karya anak bangsa.” Papar Irfan.

Cegah Kereta Tergelincir, LRT Jakarta Adopsi Teknologi “Sand Box”

Di Indonesia, saat ini tengah memasuki musim hujan dan membuat jalan basah serta licin. Kondisi ini juga terjadi di jalur atau rel kereta api yang terbuat dari baja. Kondisi basah dan licin tersebut berisiko membuat roda berputar di tempat atau selip.

Baca juga: Stasiun LRT Jakarta Kebakaran, Diduga Penyebabnya Ledakan Gas Nitrogen

Bahkan kereta bisa tergelincir dan masalah pun menjadi semakin besar. Untuk membuat jalur kereta ini tidak basah dan licin, ada hal yang harus dilakukan oleh para operator sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

KabarPenumpang.com mengutip dari Instagram LRT Jakarta, untuk mengatasi dan mengurangi risiko selip atau tergelincir pada kereta, maka digunakankan pasir. Light Rail Vehicle (LRV) yang dioperasikan PT LRT Jakarta ternyata memiliki sistem pemasir sendiri yang sudah canggh.

Pasir ini tersimpan pada wadah penampung atau Sand Boxyang mana akan langsung menaburkan pasir ke atas permukaan jalan rel. Pasir tersebut akan ditabur jika LRV mendeteksi adanya putaran roda yang tidak normal akibat selip atau tergelincir.

Nantinya perangkat komputerisasi LRV yang bernama TCMS akan memerintahkan sistem pemasir untuk bekerja, dan menaburkan pasir dari Sand Box ke jalan rel yang akan dilewatinya sambil bergerak secara otomatis. Namun demikian, masinis juga dapat mengoperasikan sistem pemasir ini secara manual.

Setiap LRV memiliki total empat unit Sand Box pada masing-masing ujung LRV.
Pasir yang digunakan merupakan pasir silika yang berbentuk butiran padat, sehingga dapat menambah gaya gesek untuk mencegah dan mengurangi risiko roda selip atau tergelincir, dan kereta dapat melaju sebagaimana biasa di atas permukaan rel yang basah dengan aman.

Baca juga: Di Tengah Pandemi dan Sepinya Penumpang, PT LRT Jakarta Justru Buka Lowongan

LRT Jakarta terus memastikan sistem pemasir selalu dalam keadaan laik demi keselamatan operasi LRV. Jadi, bagi Anda yang menggunakan layanan LRTJ saat kondisi hujan, jangan khawatir karena LRT Jakarta selalu menjaga kelaikan LRV dalam kondisi apapun.

Ternyata Negara Ini Jadi Benchmark KA Bandara di Indonesia

Wajah transportasi di Indonesia terus berbenah. Salah satunya dengan menghadirkan KA Bandara sebagai pilihan moda transportasi lain menuju bandara. Meski tergolong telat menghadirkan kereta perkotaan yang khusus melayani bandara, tetapi itu masih lebih baik dari pada tidak ada sama sekali. Namun, terlepas dari itu, sebetulnya KA Bandara di negara mana yang jadi benchmark KA Bandara di Indonesia?

Baca juga: Horeee! Awal Tahun 2022 Tarif KA Bandara Soekarno-Hatta Kembali dari Goceng

KA Bandara pertama di Indonesia pertama kali hadir di Bandara Kualanamu, Medan pada 25 Juli 2013. Setelah beberap tahun, KA Bandara Soekarno Hatta akhirnya resmi melayani penumpang pada 26 Januari 2017, disusul KA Bandara NYIA Kulonprogo yang beroperasi pertama kali pada 6 Mei 2019.

Di hari pertama beroperasi, KA Bandara Soekarno-Hatta melayani 4.300 penumpang. Seiring waktu berjalan, KA Bandara Soekarno-Hatta pernah mencapai traffic tertinggi sebelum pandemi virus Corona menerjang.

Direktur Utama PT Railink Anggoro Tri Wibowo, mengungkapkan, di masa keemasannya, KA Bandara pernah mencapai okupansi 100 persen alias full passenger di setiap keberangkatan. Selebihnya, KA Bandara Soekarno-Hatta stabil melayani di angka 70 persen dari kapasitas atau sekitar 8 ribu penumpang per hari.

“Pernah sebelum pandemi kami 100 persen okupansinya. Luar biasa sekali,” katanya kepada KabarPenumpang.com, Selasa, (26/1).

Setelah pandemi menerjang, praktis KA Bandara turut terdampak. Pada 1 April 2021, KA Bandara atau KRL Bandara melakukan gebarakan dengan meluncurkan KA Bandara Premium dimana tarifnya hanya sebesar Rp5 ribu untuk relasi dari Manggarai – Batu Ceper PP.

Meski relasinya terbatas dan tidak seperti KRL Jabodetabek, namun, KA Bandara Premium berhasil menyerap kebutuhan penumpang lain yang tak ingin berdesakan di KRL di antara dua wilayah itu.

Setelah layanan tersebut tersela oleh PPKM Darurat, mulai Januari tahun ini, KA Bandara memulai kembali layanan KA Bandara Premium.

KA Bandara Premium tentu saja tidak ada di negara-negara manapun yang menjadi benchmark PT Railink atau KA Bandara di Indonesia.

Anggoro menjelaskan, KA Bandara di Indonesia diakuinya berkiblat kepada KA Bandara atau KRL Commuter di beberapa negara, seperti Jepang, Italia, Perancis, Jerman, Belanda, dan lainnya. Meski secara kultur, Belanda dan Jepang lebih kuat, namun itu tidak lantas membuat PT Railink terpaku hanya pada kedua negara itu.

Sebaliknya, KA Bandara di Indonesia mengadopsi semua yang baik dari KA Bandara di negara-negara tersebut.

“Tidak ada kecenderungan (menjadikan satu negara sebagai benchmark KA Bandara). Semuanya kami adopsi. Seperti persinyalan kami dari Alstom (Perancis), dari Siemens (Jerman). Keretanya dari Kanada, dari Jepang juga,” katanya

Baca juga: Inilah KA Bandara Pertama di Dunia, Warisan Nazi Jerman

Kendati begitu, Jepang diakui memang mengambil porsi terbanyak untuk dijadikan benchmark. Tetapi, tetap, ada banyak layanan yang disesuaikan dengan budaya dan kebutuhan di Indonesia; termasuk KA Bandara Premium yang dioperasikan PT Railink.

“Tidak ada itu (KA Bandara Premium di Jepang dll). Tidak ada. Memang disesuaikan dengan budaya (dan kebutuhan) di sini,” tutupnya.

Bangun Jembatan Penyeberangan Multiguna, Dishub DKI Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Rekayasa lalu lintas di sekitaran Jalan Galunggung sisi utara mulai berlaku sejak adanya proyek pekerjaan kostruksi Jembatan Penyeberangan Multiguna atau JPM Dukuh Atas. JPM ini akan menghubungkan Stasiun LRT Dukuh Atas dengan Stasiun Sudirman yang dilakukan oleh PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

Baca juga: Integrasi Transportasi di Jakarta Mulai Berjalan, Nantinya Semua Konektivitas Tiket Bakal Sempurna

Selama proses pengerjaan, kondisi lalu lintas yang semula memiliki tiga lajur akan menjadi dua lajur mix traffic dengan lajur TransJakarta. Oleh karena itu, para pengguna jalan diimbau untuk menghindari ruas jalur itu dan bisa menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan.

Untuk pembangunan ini, PT MITJ bersama dengan KSO Waskita dan Vision First bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keselamatan dan keamanan pengguna jalan di sekitar lokasi pembangunan. Kolaborasi besar dari seluruh stakeholedrs terkait ini diharapkan dapat mewujudkan transportasi terintegrasi yang lebih optimal dan terciptanya fasilitas integrasi fisik kelas dunia yang dapat meningkatkan penggunaan transportasi publik di Jabodetabek.

Selain itu, nantinya akan juga melakukan pengembangan kawasan integrasi atau biasa disebut dengan Transit Oriented Development (TOD). Untuk ini, MITJ bekerja sama dengan Urban Renaissance (UR) Agency. Keduanya melakukan tanda tangan Nota Kesepahaman pada Rabu (26/1/2022).

Kerjasama ini merupakan salah satu komitmen awal dan landasan bagi PT MITJ dan UR untuk bersinergi dalam mengeksplorasi peluang pengembangan TOD dan juga pengembangan sumber daya manusia untuk mewujudkan solusi transportasi yang terintegrasi dan berbasis konektivitas antar moda.

“Meskipun terhalang oleh jarak, kami berharap dengan terlaksananya kerjasama ini dapat membuka peluang PT MITJ untuk pengembangan TOD dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memajukan perekonomian dan memberikan kenyaman, serta meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi umum,” ujar Direktur Utama PT Tuhiyat yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers.

Baca juga: Jembatan Penyeberangan Multi Guna ‘Serambi Temu’ Koneksikan Beragam Moda Transportasi

Ke depannya PT MITJ berharap kerjasama ini dapat mengakselerasi inisiatif-insiatif strategis integrasi dan pengembangan TOD serta terjalinnya kerja sama yang sinergis dengan pemangku kepentingan demi mendukung kemajuan ekosistem transportasi di Jakarta dan sekitarnya.

Bikin Heboh, Penumpang Bawa Lobster Porsi Jumbo ke Kabin Pesawat

Membawa makanan dan minuman sendiri ke dalam kabin pesawat? Rasanya masih diperbolehkan asalkan dalam takaran yang wajar. Namun, bagaimana jika Anda melihat ada penumpang yang membawa makanan dengan porsi yang cukup mengagetkan?

Baca juga: Lagi Enak Makan Cemilan, Tiba-Tiba Seekor Anjing ‘Nimbrung’ di Celah Kursi Pesawat

KabarPenumpang.com melansir news.com.au (23/1/2022), belum lama ini seorang penumpang pesawat di kelas ekonomi tertangkap kamera karena membawa nampan aluminium. Dalam nampan itu berisi enam lobster yang dimasak dan lebih enak dari makanan pesawat yang ada.

Foto itu kemudian disebar ke grup awak kabin dan pramugari dengan menyebut itu adalah perilaku yang tidak pantas. Sedangkan yang lain menyebutkan porsi itu tak lazim tetapi tidak melanggar aturan yang ada.

Meski begitu, tidak semua orang menentang langkah berani seperti yang dikatakan oleh salah satu anggota kru, “Apakah itu menjengkelkan dan ekstra? Ya. Tapi tidak melanggar aturan apa pun sejauh yang saya tahu. Saya hanya memberi mereka kantong sampah ekstra, serbet, dan meminta kaki kepiting.”

Foto penumpang yang tengah minum dan menikmati senampan lobster itu diunggah di subreddit yang mana menjadi jelas bahwa sebagian besar Redditor terkesan dengan keberanian penumpang itu. Warganet mengatakan, dirinya bahkan tidak bisa membawa satu tube penuh pasta gigi ke dalam pesawat.

Yang lain menjawab: “Dia jelas membeli tiket untuk lobster.”

Baca juga: Buang Makanan dan Sisa Sampah di Lorong Kabin, Penumpang Dihujat Warganet

Seseorang di Reddit menunjukkan bahwa mereka pasti telah membeli makanan di terminal, “Itu mungkin makanan $200 dengan $20+ dalam botol kecil minuman keras. Tentu saja, maskapai dan bandara keren dengan itu. Mungkin datang dengan peralatan logam juga.”























Ada Strip Putih di Ujung Runway, Inilah Fungsi dan Artinya

Dimensi runway atau landasan pacu di setiap bandara berbeda-beda. Menurut International Civil Aviation Organization (ICAO), ada empat kode atau jenis runway di dunia. Masing-masing memiliki lebar dan panjang tersendiri, termasuk runway strip-nya yang juga berbeda-beda. Lantas, berapa lebar dan panjang runway berikut jumlah strip yang ada pada runway?

Baca juga: Berapa Detik Pesawat Melesat di Runway untuk Bisa Terbang? Ini Jawabannya

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, perlu diketahui, lebar runway dan jumlah strip di ujung runway erat kaitannya dengan runway strip dan RESA.

Menurut Annex 14 Convention on International Civil Aviation (ICAO), zona aman di ujung landasan harus dimiliki setiap bandara. Sebelumnya, RESA atau Runway End Safety Area hanya rekomendasi tetapi mulai tahun 2005 silam RESA menjadi sebuah keharusan.

Dilansir skybrary.aero, RESA sendiri adalah permukaan di sekitar landasan pacu yang disiapkan untuk mengurangi risiko kerusakan pada pesawat jika terjadi undershoot, overshoot, atau overrun dari runway.

Namun, sebelum masuk ke RESA, Runway Strip juga menjadi instrumen tambahan penting di ujung landasan yang juga patut diketahui. Besaran dimensi runway strip berbeda-beda, tergantung dari bandara atau runway itu sendiri.

Bagi runway dengan Kode 3 (panjang mencapai 1200-1799 meter) dan 4 (1800 meter atau lebih), runway strip setidaknya harus diperpanjang di kedua sisi (melebar) masing-masing setidaknya 150 meter.

Dengan begitu, total lebar runway strip mencapai 300 meter. Adapun runway strip di luar area threshlod atau biasa juga disebut blast pad atau stopway, runway dengan kode tersebut (3 dan 4) wajib diperpanjang minimal 60 meter.

Sedangkan untuk runway dengan Kode 1 (panjang kurang dari 800 meter) dan 2 (800-1199 meter), persyaratannya jauh lebih ringan menjadi dikurangi 75 meter (tambahan lebar runway) serta blast pad dikurangi menjadi hanya 30 meter.

Terkait runway width atau lebar runway dan strip yang ada pada runway, masing-masing kode, mulai dari kode 1-4 runway memiliki besaran dan jumlah yang berbeda-beda pula.

Baca juga: Mengapa Area Sekitar Runway Ditanami Rumput? Inilah Jawabannya

Dikutip dari Boldmethod, runway dengan kode 1 memiliki lebar runway seluas 60 kaki dengan jumlah strip atau garis-garis di ujung runway mencapai empat. Runway kode 1 ada juga yang memiliki lebar seluas 75 kaki dengan total enam strip.

Sedangkan runway dengan kode 2, 3, dan 4, masing-masing lebarnya mencapai 100 kaki dengan total delapan strip, lebar 150 kaki dengan total 12 strip, dan lebar 200 kaki dengan total 16 strip.

Mencoba Masuk ke Kabin Lokomotif, Kira-kira Ada Apa Aja Sih?

Tak semua orang yang mengetahui apa saja yang terdapat di kabin lokomotif. Yang diketahui semua orang hanyalah seorang masinis yang masuk ke kabin lokomotif dan mengendarainya untuk mencapai tujuan. Lokomotif sangat berperan penting untuk menjalankan rangkaian kereta/gerbong menuju ke berbagai daerah tujuan. Nah, lokomotif juga merupakan bagian dari rangkaian kereta api di mana terdapat mesin untuk menggerakkan kereta api.

Baca juga: Inilah Alasan Masinis Harus Punya Ingatan Bagus dan Wajib Gunakan Sarung Tangan

Biasanya lokomotif terletak paling depan dari rangkaian kereta api. Lalu bagian apa aja sih yang terdapat pada kabin lokomotif yang biasa masinis pergunakan? Berikut bagian-bagian yang terdapat di kabin lokomotif:

– Throtle Handle
Tenaga gerak lokomotif yang berasal dari motor diesel dapat diatur melalui gagang pemberi tenaga atau throtle handle. Pada lokomotif diesel elektrik, gagang tersebut berupa tuas dengan posisi tidak bekerja (idle) dan posisi bekerja mulai dari tingkat 1,2,3 dan seterusnya sampai tingkat 8 yang dapat digerakan oleh masinis. Untuk lokomotif diesel hidrolik gagang pemberi tenaga berupa roda tangan yang dapat diputar dari posisi idle sampai tenaga maksimum tanpa ada tingkat putaran.

– Gagang Pengereman
Pada bagian sistem pengereman ini dapat dilakukan dengan udara tekan dan pengereman sendiri secara dinamik yang keduanya dapat dilakukan dengan menggerakan gagang di meja pengendali. Sistem pengereman ini hanya terdapat pada lokomotif dengan seri BB201, BB202, BB203, CC200, CC201, CC202, CC203, CC204, dan CC205.

– Gagang Pengatur Maju Mundur
Gagang ini berfungsi untuk mengatur arah laju lokomotif agar bisa bergerak maju, ataupun mundur.

– Gagang Klakson
Gagang ini berfungsi untuk membunyikan klakson jika diperlukan. Biasanya masinis membunyikan klakson saat lokomotif akan melewati perlintasan sebidang, terowongan, jembatan, tikungan, jalur ramai dipadati orang dan berada di stasiun ketika kereta hendak berangkat. Klakson juga dibunyikan saat masinis melihat tanda persegi empat dipinggir rel bertuliskan S.35 (Senboyan 35) artinya masinis wajib membunyikan klakson dari lokomotif.

– Peralatan Pendukung
Selain beberapa peralatan penting yang digunakan masinis saat menjalankan lokomotif, ada pula perlatan lengkap penunjang di lokomotif seperti: saklar lampu, tombol reset, meter kecepatan, meter tekanan, meter arus motor traksi, radio lokomotif, pedal deadman, stob blok, dan bendera semboyan.

Baca juga: Indonesian Train Simulator, Rasakan Sensasi Menjadi Masinis Kereta Indonesia 

Beberapa peralatan penting yang ada di kabin lokomotif diharuskan masinis untuk bisa mengoperasikan dengan baik dan benar. Jika dilihat memang cukup mudah, tapi jika dipraktikkan bahkan dijalankan harus memiliki keahlian dengan berbagai macam pelatihan yang diperkenalkan bagian-bagian peralatan lokomotif yang harus digunakan. Setelah itu barulah lokomotif bisa dikuasai masinis untuk dijalankan sesuai prosedur yang diberikan saat menjalankan tugas. (PRAS – Cinta Kereta Api)






















Penuh Penumpang, Bus Double Decker Alami Rem Blong, 19 Orang Terluka

Sebanyak 19 orang mengalami luka akibat hantaman dari bus double decker merah yang diduga mengalami rem blong. Double decker ini datang beberapa inchi dari pejalan kaki sebelum menabrak toko On Appliances di Higham’s Park di London Timur. Dari CCTV The Corner Café terlihat seorang wanita hampir tertabrak oleh bus nomer 212  tepat pukul 08.00 pagi waktu setempat.

Baca juga: Bus Double Decker di London Jadi ‘Solusi’ Hidup Sejahtera Bagi Tunawisma

Video peristiwa yang terjadi pada 25 Januari lalu menunjukkan pengemudi kemudian berbelok keluar dan wanita itu melompat keluar. Tina Hogan yang adalah pegawai kafe mengatakan, wanita itu datang dengan ketakutan dan terlihat hampir tertabrak. Dia menambahkan, bus saat itu terlihat melaju dengan kencang.

Bus double decker tabrak bangunan

Dalam insiden itu, paramedis dan orang yang lewat bergegas ke tempat kejadian di Selwyn Avenue, Chingford, setelah kendaraan menabrak gedung pada jam sibuk pagi hari. Dari layanan ambulans mengatakan, ada 19 orang yang terluka dengan diantaranya tiga orang anak serta dua orang dewasa dibawa ke rumah sakit.

Petugas medis mengatakan, pengemudi bus juga harus dikeluarkan dari kendaraan. Sedangkan pemilik kafe Eric Garip mengatakan dirinya bergegas unntuk mencoba membantu ketika terdengar ledakan besar di seberang jalan. Dia mengatakan ada beberapa anak di lantai dan mencoba mengeluarkan sisanya karena panik.

“Saya berbicara dengan pengemudi dan berkata untuk keluar, dia berkata: ‘Saya tidak bisa, saya terjebak.’ Beberapa orang tua juga berada di dalam bus, menangis. Saya mencoba menenangkan mereka tetapi itu adalah kejutan besar. Kami naik ke atas dan menyuruh anak-anak untuk keluar tetapi salah satunya ada di tangga jadi kami mengangkat mereka,” kata Eric, dikutip KabarPenumpang.com dari nypost.com (25/1/2022).

Dia menjelaskan insiden tersebut begitu buruk karena semua orang ketakutan dan menangis. Warga lain yang membantu mengatakan mereka tidak bisa membuka pintu depan karena tertutup rapat dan mengeluarkan semua orang yang bisa dikeluarkan. Saat itu untungnya pengemudi sadar meski dirinya terjebak.

“Saya tinggal dengan yang terluka, ada banyak darah dari cedera kepala. Seorang gadis awalnya tidak bergerak, saya pikir dia sudah mati, tetapi ada denyut nadi yang kuat. Sepertinya banyak darah keluar dari dekat matanya,” ujar warga yang lainnya.

Saksi mata yang melihat insiden itu sedang dalam perjalanan ke kampus ketika bus yang ada di depan mobilnya tiba-tiba membelok melewati reservasi pusat kota dan masuk ke dalam gedung. saksi mata itu menjelaskan, bus itu penuh dengan orang dan kebanyakan anak sekolah.

Baca juga: Routemaster, Si Double Decker Merah Ikon Kota London

“Saya turun dari mobil saya untuk membantu mereka semua turun dari bus. Saya menelepon 999 dan mencoba melihat siapa yang terluka paling parah, dan saya naik bus mereka masih kecil, ibu dan ayah mereka tidak ada di sana, mereka semua kaget. Saya sendiri shock. Beberapa dari mereka terluka parah. Salah satu dari mereka pingsan di tangga, yang lain berdarah dari kepala. Ketika saya berbicara dengannya setelah dia terkejut, itu pasti. Dia bilang remnya tidak berfungsi,” ujar saksi mata.

Indonesia Tidak Kendalikan FIR Kepulauan Riau dan Natuna! Ketinggian 0-37 Ribu Kaki Masih Dikuasai Singapura

Indonesia ternyata tidak sepenuhnya mengambil alih pelayanan ruang udara atau Flight Information Region (FIR) di atas wilayah Kepulauan Riau dan Natuna. Terungkap fakta bahwa Singapura masih mengusai FIR Kepulauan RiaKepulauan Riau dan Natunau dan Natuna untuk ketinggian 0-37 ribu kaki. Di atas itu, FIR-nya sudah berada di tangan Indonesia.

Baca juga: Pengamat: Beijing Mau Terapkan ADIZ di Laut Cina Selatan, tapi Takut ASEAN ‘Ngamuk’

Dengan demikian, pesawat Indonesia masih harus minta izin kepada otoritas penerbangan Singapura jika hendak terbang dari Tanjungpinang ke Pekanbaru, Pulau Natuna, Batam, dan penerbangan di kawasan selat Malaka di ketinggian 0-37 ribu kaki. Di atas itu tidak perlu izin Singapura.

Fakta bahwa Indonesia tidak sepenuhnya kendalikan FIR di atas Kepulauan Riau dan Natuna menyeruak setelah Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana, menyampaikan pandangannya.

Ia mengungkapkan, saat ini Perjanjian Penyesuaian FIR memang belum bisa diakses ke publik sehingga belum bisa dipelajari sepenuhnya oleh masyarakat. Sebab, itu harus dibahas terlebih dahulu di DPR.

Namun bila merujuk pada siaran pers Kemenko Marves dan berbagai pemberitaan di Singapura, lanjut Guru Besar yang biasa disapa Iik itu, sepertinya kendali FIR belum berada di Indonesia.

Setidaknya, ada dua alasan yang membuatnya berpendapat bahwa FIR di atas Kepulauan Riau dan Natuna tidak sepenuhnya berada di tangan Indonesia.

Pertama, Siaran Pers Kemenko Marves menyebutkan di ketinggian 0-37 ribu kaki di wilayah tertentu dari Indonesia akan didelegasikan ke otoritas penerbangan Singapura.

Ini yang oleh media Singapura disebut hal yang memungkinkan bagi Bandara Internasional Changi untuk tumbuh secara komersial dan menjamin keselamatan penerbangan.

Kedua, menurut media Singapura, salah satunya seperti Cxxhannelnewsasia, maka pendelegasian diberikan oleh Indonesia untuk jangka waktu 25 tahun. Repotnya jangka waktu ini dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan kedua negara.

Di luar dua itu, dalam keterangan pers Kementerian Perhubungan, disebutkan, untuk alasan keselamatan penerbangan, Indonesia masih mendelegasikan kurang dari 1/3 ruang udara (atau sekitar 29 persen) yang berada di sekitar wilayah Singapura kepada Otoritas Navigasi Penerbangan Singapura secara terbatas.

Namun demikian, biaya pelayanan jasa navigasi penerbangan pada area layanan yang didelegasikan tersebut menjadi hak Indonesia selaku pemilik ruang udara di area tersebut, sehingga aspek keselamatan tetap terjaga dan tidak ada pendapatan negara yang hilang.

Memang, masih Hikmahanto Juwana melanjutkan, konsep FIR bertujuan untuk keselamatan penerbangan. Namun pada kenyataannya Bandara Internasional Changi dapat mencetak keuntungan besar bila FIR di atas Kepulauan Riau dan Natuna masih dikendalikan oleh Singapura.

FIR atas ruang udara suatu negara yang tunduk pada kedaulatan negara bisa saja dikelola oleh negara lain. Hanya saja bila dikelola oleh negara lain menunjukkan ketidakmampuan negara tesebut dalam pengelolaan FIR yang tunduk pada kedaulatannya.

Sejarah FIR di atas wilayah Kepulauan Riau dan Natuna dikelola oleh Singapura tak lepas dari ketidaksiapan Indonesia dalam mengelolanya.

Pada tahun 1946, International Civil Aviation Organization (ICAO) menyatakan bahwa Indonesia belum mampu mengatur lalu lintas udara di wilayah yang disebut sektor A, B, dan C. Saat itu, Indonesia baru saja merdeka dari penjajahan.

Baca juga: Penuhi Rekomendasi ICAO, Aireon dan FlightAware Rilis Sistem Tracking Pesawat Real-Time

Oleh karenanya, sejak tahun 1946, sebagian FIR wilayah barat Indonesia berada di bawah pengelolaan FIR Singapura, yakni meliputi Kepulauan Riau, Tanjungpinang, dan Natuna. FIR yang dikuasai Singapura ini mencakup sekitar 100 nautical miles (1.825 kilometer).

Akibat penguasaan Singapura, seluruh pesawat yang hendak melintas di wilayah tersebut harus melapor ke otoritas Singapura, termasuk pesawat-pesawat milik Indonesia.

“Doctor Yellow” – Kereta Inspeksi di Jalur Shinkansen

Shinkansen, kereta berkecepatan tinggi di Jepang ini sudah terkenal di dunia internasioal. Para pelancong yang mampir ke Negeri Sakura juga banyak yang ingin menikmati kereta tersebut. Nah, ternyata shinkansen punya dokter yang bisa menangani berbagai permasalahan kereta berkecepatan tinggi tersebut.

Baca juga: Berbagai Hal ini Dipercaya Mampu Mengurangi Kebisingan dan Getaran pada Rel Kereta

Penasaran? Itu adalah Doctor Yellow Shinkansen. Yang mana, kereta ini dinamakan seperti itu karena  bertugas mediagnosis masalah apa pun dengan trek dan kabel overhead saat melaju dan kereta ini punya ciri khas berwarna kuning. Nyatanya, warna kuning di Jepang melambangkan kebahagiaan. Bahkan banyak penduduk lokal yang percaya bahwa penampakann dari kereta diagnostik khas ini membuat Anda bahagia dan membawa keberuntungan.

KabarPenumpang.com melansir jrailpass.com, Doctor Yellow juga merupakan kendaraan tercepat yang beroperasi di jaringan kereta peluru Shinkansen, dan sering kali mencapai kecepatan penuh hingga 443 kpj untuk menguji lintasan dengan benar. Doctor Yellow secara teratur ditempatkan di jalur kereta api Jepang untuk memastikan bahwa jalur pengukur standar yang digunakan untuk layanan shinkansen cukup rata dan stabil.

Doctor Yellow memiliki gerbong hanya tujuh dan lebih pendek dari shinkansen lainnya. Bukan hanya itu, kereta ini berisi peralatan pemantauan canggih yng menganalisis keselarasan trek dan keausan kabel di atas kepala. Kereta diagnostik ini biasanya membawa sembilan kru yag terdiri dari dua masinis, tiga teknisi lintasan dan empat pekerja untuk menganalisis masalah terkait daya.

Selain itu juga memantau data yang dikumpulkan dan menyampaikan masalah apa pun kepada kru pemelihara untuk memperbaiki masalah. Ada dua jenis metode pemeriksaan yang digunakan oleh Doctor Yellow yakni “Inspeksi Nozomi”, yang berjalan di jalur kecepatan tinggi kereta penumpang dengan nama yang sama.

“Inspeksi Kodama”, yang menguji stasiun-stasiun di mana kereta api tidak lewat dengan kecepatan tinggi. Selain itu, jika ada gempa bumi di Jepang, atau getaran yang tidak biasa dilaporkan di bagian jalur shinkansen, kereta Doctor Yellow segera dikirim ke daerah tersebut untuk menguji keamanannya.

Baca juga: Setelah Lama Dinas Kereta Inspeksi 4 Ini Akhirnya Masuk Balai Yasa Manggarai, Kenapa?

Doctor Yellow paling sering berjalan di jalur Sanyo Shinkansen dan Tokaido Shinkansen dari Hakata ke Tokyo. Stasiun Hakata terletak di Fukuoka di pulau Kyūsh. Sayangnya, Japan Rail tidak menerbitkan jadwal shinkansen untuk pengoperasian Doctor Yellow, yang berarti tidak ada yang tahu pasti kapan salah satu kereta layanan khas akan terlihat.