Mantan Kiper Super Falcons Beralif Profesi Sebagai Pengemudi Bus di Inggris

Setiap orang terkadang jenuh dengan pekerjaan yang dilakukannya dan memilih untuk melakukan hal lain. Mungkin dengan ini orang tersebut bisa lebih mengembangkan potensi yang ada di dirinya atau hal lainnya. Namun bagaimana jika seorang kiper atau penjaga gawang beralih profesi menjadi seorang pengemudi bus?

Baca juga: Guinness World Records Berduka Atas Wafatnya Pengemudi Bus Terpendek di Dunia

Ini bukanlah hal yang tidak mungkin, karena itu terjadi pada Rachael Aladi Ayegba yang adalah mantan kiper Super Falcons. Dia menemukan kehidupan baru di luar sepak bola setelah bertahun-tahun bermain di level tertinggi sebelum mendapatkan lisensi kepelatihan.

Dilansir KabarPenumpang.com dari premiumtimesng.com (9/12/2021), Ayegba bermain untuk Falcons di Piala Dunia Wanita 2007 di Cina, Kejuaraan Wanita Afrika 2006 dan 2008 dan memiliki tugas sebelas tahun sebagai pemain profesional di Finlandia. Ketika dirinya beralih profesi sebagai pengemudi bus, gaji yang didapatkannya sekitar £26 ribu (lebih dari N14m) dan naik menjadi lebih dari £31 ribu.

Gaji ini mungkin bisa menjelaskan mengapa Ayegba yang memiliki Lisensi Kiper UEFA A, senang dengan cinta barunya di atas roda. Pemain berusia 35 tahun itu saat berbicara dengan Evening Standard menunjukkan bagaimana pengalamannya sebagai penjaga gawang berdampak positif pada peran barunya sebagai pengemudi bus.

“Ketika Anda mencoba menyelamatkan bola, Anda membutuhkan tangan yang aman. Tetapi ada sepuluh orang lain di pihak Anda, ”katanya. “Ketika Anda mengendarai bus, Anda sendirian,” ujar Ayegba.

“Di gawang, seluruh pertandingan ada di depan Anda. Mengemudi bus, setidaknya setengah dari hal-hal yang bisa salah ada di belakang Anda atau tidak terlihat. Secara mental Anda harus siap 100 persen, jika Anda seorang penjaga gawang, para bek bisa membantu Anda. Anda tidak boleh membuat kesalahan saat mengemudikan bus,” tambahnya.

Baca juga: Dapat Tepuk Tangan dan Nyanyian dari Penumpang, Pengemudi Bus ini Rupanya Rajin Menyapa

Ada kekurangan pengemudi bus nasional di Inggris yang memaksa orang masuk ke mobil dan menyumbat jalan dan dengan demikian membuka peluang baru bagi orang-orang seperti Ayegba. Mantan penjaga gawang itu mengungkapkan bahwa dia telah mengunjungi London selama bertahun-tahun untuk liburan dan selalu mengagumi bus tingkat. Hampir tiga tahun setelah pindah, Aygeba sekarang mendorong nomor 185 antara Lewisham dan Victoria.

Stasiun London Victoria Jadi Tempat Romantis Penumpang Lamar Kekasihnya

Siapa yang tidak luluh ketika dilamar pasangan di tempat umum dengan cara romantis? Pastinya tidak akan ada yang tidak mau alias menerima dengan bahagia. Ini juga dirasakan oleh seorang wanita dari Eastbourne, Inggris. Wanita tersebut dilamar sang kekasih dengan kejutan di Stasiun London Victoria dan dibantu oleh pihak stasiun.

Baca juga: So Sweet! Pramugari Emirates Dilamar di Udara

KabarPenumpang.com melansir dari itv.com (26/12/2021), Maria penumpang wanita yang dilamar itu selalu bertemu Younan di Stasiun London Victoria. Saat itu, Wanita 26 tahun tersebut naik kereta selatan dari Eastbourne dan bertemu dengan sang kekasih yang akan naik Tube.

Saat hari lamaran tersebut keduanya akan berkencan dan menjelajahi kota bersama. Papan keberangkatan ikonik di London Victoria menjadi salah satu saksi bisu cerita bahagia keduanya. Di mana minggu lalu tepatnya pada 19 Desember perpisahan Younan dan Maria justru menjadi awal perjalanan romantis yang akan berlangsung selamanya.

Pukul 08.00 malam waktu setempat, daftar “kereta tercepat berikutnya” di layar menghilang, dan diganti dengan “Pesan dari Yunani ke Mars… maukah kamu menikah denganku?” Kemudian setelah tulisan itu muncul, Younan, seorang eksekutif pengembangan bisnis dari London Barat berlutut dan melamar Maria.

Maria yang Younan sebut sebagai Mars sebagai nama panggilan, langsung mengatakan ya dan para komuter yang pulang ke Selatan untuk akhir pekan diliputi kegembiraan.

“Perjalanan akan selalu berakhir di Victoria tetapi sekarang tidak pernah. Saya bertanya-tanya di mana harus melakukannya dan saya ingin itu menjadi tempat yang berkesan. Saya pikir itu akan menjadi kesempatan yang panjang tetapi saya mengirim email ke Southern Rail dan untungnya dari pesan awal saya, mereka benar-benar ingin membantu,” ujar Younan.

Hari bahagia itu ternyata hampir tidak berjalan sesuai rencana. Pada hari itu, pekerjaan teknik membuat apoteker tersebut tidak bisa kembali ke Eastbourne dari London yang artinya Younan harus meyakinkannya untuk naik kereta ke Haywards Heath sebagai gantinya.

Namun, pukul 20.00 ketika layar diatur dengan pesan khusus untuk Maria, ada beberapa detik keraguan di mana itu tidak muncul dan Maria berbalik hampir melewatkannya.

“Dia pasti menyukainya! Saya panik karena dia sangat pintar dan saya pikir dia mungkin telah mencurigai sesuatu!” ungkap Younan.

Alice Attwood, dari tim komunikasi Southern berkata, “Ketika Younan menghubungi permintaan dukungannya untuk membuat gerakan yang sangat romantis ini, kami harus membantu!

Baca juga: Romantis Berujung Pahit, Pramugari China Eastern Airlines Justru Dipecat Setelah Dilamar di Udara

“Kami sangat senang memainkan peran kecil dalam kisah Younan dan Maria dan berharap mereka baik-baik saja di masa depan!” tambahnya.

Huawei Chigoo cTrolley, Troli Canggih Manjakan Akses Penumpang di Bandara

Vendor elektronik asal Shenzhen, Huawei mengembangkan teknologi baru pada troli di bandara yang disebut Chigoo cTrolley. Troli canggih tersebut dilengkapi dengan pilihan cerdas multibahasa yang menyediakan navigasi atau petunjuk arah bagi penumpang, pertanyaan penerbangan real time dan hiburan.

Baca juga: MAGIC! Troli Makanan Ini Bisa Memasok Sumber Energi Listrik di Kabin Pesawat

Troli ini sebenarnya dirancang untuk membantu penumpang mengurangi tingkat kejenuhan dan stress di bandara dengan tambahan inovasi modern di dalamnnya. Saat ini, cTrolley mulai bersiap memasuki pasar dengan harapan kedepannya bisa membantu, membimbing dan memberitahu serta menghibur penumpang dengan bahasa ‘native’ sebelum memasuki penerbangan.

KabarPenumpang.com merangkum dari airport-technology.com (2/11/2017), awalnya Chigoo cTrolley diresmikan pada konferensi Eco Connect Europe 2017 di Berlin, Jerman yang diselenggarakan oleh Huawei Cina. Menurut data dari International Air Transport Association (IATA) jumlah penumpang udara di seluruh dunia tahun 2016 mencapai 3,7 miliar.

Hal ini memberikan banyak kesempatan bagi bandara dan retail untuk meningkatkan beban yang ditempatkan pada layanan bandara umum. Huawei berharap dengan diluncurkannya troli tersebut, kedepannya dapat mengurangi kemacetan dan membantu penumpang dalam memberikan arah di bandara besar, asing dan lebih cepat serta mudah dalam menjawab pertanyaan para penumpang.

Chigoo cTrolley (www.airport-technology.com)

Dibangun dalam kerja sama penyedia solusi layanan publik cerdas Chigoo, operator multitasking juga berharap dapat membantu memanfaatkan lahan bandara dengan lebih baik dan dipandang sebagai salah satu ruang publik tersibuk di dunia. Cara kerja troli ini cukup mudah, penumpang hanya perlu menempelkan boarding pass mereka di layar sentuh HD berukuran 13,3 inchi.

Kemudian pada layar tersebut akan menampilkan jalur termudah dan tercepat untuk penumpang sampai ke gerbang keberangkatannya. Chigoo cTrolley ini juga bisa memberikan rincian ruang tunggu yang diperlukan serta menunjukkan dengan tepat berbagai tempat makan dan ritel belanja di area keberangkatan.

Tak hanya itu, troli ini juga memberikan petunjuk jika penumpang berada dilokasi yang tidak dikenal. Uniknya troli yang memiliki kemampuan multibahasa ini juga bisa menjawab pertanyaan penerbangan real time, panduan boarding, update dan pengingat perjalanan, hiburan dan port USB untuk pengisian daya ponsel.

Namun jika penumpang ingin berinteraksi dengan operator bagasi hanya tersedia dalam enam bahasa yakni Cina, Inggris, Jerman, Prancis, Jepang dan Korea. Tyler Jin, chief project officer di Chigoo mengatakan setelah dua percobaan sukses, mereka berencana untuk mengadakan troli di bandara Chongqing, Shanghai dan Shenzhen di China, serta di seluruh Eropa Barat dalam waktu dekat.

Baca juga: Ini Dia Troika! Robot Canggih di Bandara Incheon, Korea Selatan

Saat ditanya tentang kenapa penumpang lebih memilih cTrolley dibandingkan mengupdate penerbangan di smartphone mereka, Qing Chen direktur departemen pengembangan bisnis transportasi dan logistik Huawei di Eropa Barat menjawab, bahwa layar monitor troli ini lebih besar dibandingkan smartphone dan semua aplikasi sudah terinstal sehingga cocok untuk penumpang yang tidak terbiasa dengan bandara dan tidak ingin mengunduh aplikasi lain di telpon mereka.

“Ke depan, seiring kemajuan teknologi, baterai troli akan memiliki masa pakai yang lebih lama,” tambahnya. “Huawei menyambut produk inovatif ini dan kami ingin bekerja sama dengan mitra lain di bidang teknologi bandara pintar ke depan.”

Stasiun Bekasi Layani PCR Untuk Penumpang Anak

Pada masa Angkutan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) Kementerian Perhubungan RI mengeluarkan Surat Edaran No.112/2021 yang berlaku mulai 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022. Salah satu persyaratan yang tertuang dalam SE 112 adalah wajib tes RT-PCR bagi penumpang anak usia di bawah 12 tahun.

Baca juga: Rekor! Penumpang KAI Commuter Capai 500 Ribu Orang Lebih, Puncak Libur Nataru?

Guna membantu calon penumpang memenuhi persyaratan terkait ketentuan usia di bawah usia 12 tahun wajib melampirkan hasil negatif tes RT-PCR. PT KAI Daop 1 Jakarta menambah layanan pemeriksaan RT-PCR di Stasiun Bekasi dengan jam operasional 06.00 s/d 18.00 WIB.

Sebelumnya Daop 1 Jakarta telah membuka layanan RT-PCR di Stasiun Gambir (06.00-21.00 WIB) dan Stasiun Pasar Senen (05.00-22.30 WIB). Sejak dibuka layanan PCR di Stasiun Gambir dan Pasar Senen tercatat telah melayani sekitar 856 calon pengguna.

Untuk dapat melakukan tes PCR  dengan tarif Rp195 ribu di stasiun, calon penumpang harus menunjukkan kartu identitas dan tiket atau kode booking KA Jarak Jauh yang sudah dibayarkan. Daop 1 Jakarta mengimbau bagi orang tua atau pendamping dapat mempersiapkan waktu dengan baik dengan memperhitungkan jadwal keberangkatan, pasalnya untuk hasil pemeriksaan RT-PCR membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan pemeriksaan antigen.

Sementara bagi pengguna yang ingin melakukan tes antigen, saat ini terdapat 5 stasiun yang memiliki layanan Antigen di area KAI Daop 1 Jakarta :
– Stasiun Gambir: 06.00 sd 21.00 WIB
– Stasiun Pasarsenen: 05.00 sd 22.30 WIB
– Stasiun Bekasi: 09.00 sd 18.00 WIB
– Stasiun Karawang: 08.30 sd 17.30 WIB
– Stasiun Cikampek: 09.30 sd 18.30 WIB

PT KAI Daop 1 menghimbau kepada seluruh pengguna jasa yang akan berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen agar mempersiapkan seluruh persyaratan yang telah ditetapkan. Berikut persyaratan khusus yang berlaku pada masa Nataru sesuai SE Kemenhub nomor 112 Tahun 2021:

1. Calon penumpang usia di atas 17 Tahun
– Wajib Vaksin Dosis Lengkap (Vaksinasi Dosis kedua). Jika belum lengkap maupun dikarenakan alasan medis, maka tidak dapat melakukan perjalanan.
– Menunjukkan hasil negatif Rapid Test Antigen 1×24 jam atau RT-PCR 3×24 jam

2. Calon penumpang Usia 12 s.d 17 Tahun
– Vaksin minimal Dosis pertama. Jika belum dapat divaksin dikarenakan alasan medis, dapat menyertakan surat keterangan dari dokter spesialis atau dokter rumah sakit pemerintah sebagai pengganti vaksin.
– Menunjukkan hasil negatif Rapid Test Antigen 1×24 jam atau RT-PCR 3×24 jam

Baca juga: Bagian Long Hood Lokomotif CC203 Dipasangi Stiker Nataru, Janggal Gak Sih?

3. Calon penumpang usia di bawah 12 Tahun
– Menunjukkan hasil negatif RT-PCR 3×24 jam
– Wajib Didampingi orang tua

Akhir Tahun 2021, Railfans Berlomba Upload Foto

Sudah tradisi bagi pecinta kereta api yang melakukan hobi mengabadikan kereta api untuk mengunggah hasil foto dan videonya di jejaring media sosial. Berbagai kenangan hasil tangkapan berburu mereka dengan suka cita dipamerkan disana. Keunikan dan keberagaman momen yang mereka unggah menambah daya tarik dan kekaguman netizen khususnya sesama penggemar kereta api yang melihat. Macam – macam kalimat penutup tahun 2021 pun tak luput pada deskripsi yang mereka buat.

Baca juga: Puncak Libur Natal dan Tahun Baru 2022 KRL Commuter Line: Setiap Hari Senin

Kompilasi dan Kaleidoskop Kereta Api
Apa yang Railfans kumpulkan dari jerih payah yang mereka dapatkan adalah hasil saat melakukan penggabungan foto dan video kereta api lalu mengunggahnya ke media sosial. Tepat tanggal 31 Desember 2021 adalah momentum mereka untuk berlomba – lomba mengunggah foto dan video agar mendapatkan hasil yang bagus dari para viewers-nya.

Mulai dari unggah di Instagram, Facebook maupun Youtube sudah mereka lakukan dan membagikan akun yang mereka unggah ke Whatsapp. Tak sedikit pula saat mereka unggah foto dan video ke media sosial untuk membagikan kalimat doa dan harapan pada deskripsi. Dan tak sedikit pula yang hanya mengucapkan: “Selamat Tinggal 2021 dan Selamat Datang 2022.”

Kepuasan dan kesukacitaan yang Railfans alami di tahun 2021 adalah hasil yang mereka capai selama berburu kereta api. Dan berharap pula di tahun mendatang, apa yang mereka dapatkan tetap bersyukur dan jalankan apa yang sudah mereka tempuh selama melakukan hobi kereta api dengan cara berusaha sebaik mungkin. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Thailand Perbanyak Layanan Bus dan Van Pada Libur Tahun Baru

Libur Tahun Baru, banyak orang yang merayakannya dengan di rumah saja atau bepergian bersama keluarga. Perayaan di setiap negara pun berbeda, bahkan karena liburan Tahun Baru ini, banyak layanan moda transportasi seperti bus yang menambah jumlah perjalanan mereka.

Baca juga: Rekor! Penumpang KAI Commuter Capai 500 Ribu Orang Lebih, Puncak Libur Nataru?

Seperti Negeri Gajah Putih yang akan meningkatkan layanan bus dan van antar provinsi. Transport Company mengharapkan melihat peningkatan 30 persen dalam jumlah penumpang yang menggunakan layanan bus dan van antar provinsi selama liburan Tahun Baru di Thailand.

Dilansir KabarPenumpang.com dari thethaiger.com (29/12/2021), Presiden Perusahaan Transportasi Sanyalux Panwattanalikit mengatakan jumlah rata-rata harian diproyeksikan menjadi sekitar 60 ribu dari Selasa hingga Kamis depan. Dia mengatakan, pihaknya menambah bus dan van untuk mengakomodasi penumpang dalam 4.700 perjalanan sehari.

Ini di mana saat orang-orang pulang ke rumah atau melakukan perjalanan untuk merayakan liburan Tahun Baru. Mulai 2 dan 3 Januari, perusahaan mengharapkan untuk melayani sekitar 50 ribu penumpang setiap hari saat orang-orang kembali ke Bangkok setelah perayaan.

Di mana julah ini pihak Transport Company mengatur bus dan van yang melakukan 4.500 perjalanan. Perusahaan mengatakan penumpang harus mematuhi langkah-langkah pencegahan penyakit untuk mengurangi ancaman Covid-19.

Menurut Sanyalux, akan ada unit skrining seluler di Terminal Bus Mo Chit Bangkok, di mana penumpang dapat mengikuti tes Covid secara gratis. Semua penumpang akan diminta untuk memakai masker wajah selama perjalanan mereka dan mengikuti pedoman Kementerian Kesehatan Masyarakat.

Untuk diketahui, sejak kemarin, orang-orang membanjiri Bangkok secara massal. Di Nakhon Ratchasima, lalu lintas padat dilaporkan terjadi di Jalan Mitraphap, pintu gerbang utama ke timur laut negara itu.

Baca juga: Sambut Nataru, KAI Hias Lokomotif dan Kereta

Pengemudi telah melaporkan tailback lebih dari empat kilometer di satu bagian jalan, sementara polisi mengatakan mereka telah menutup semua 12 belokan U jalan dalam upaya untuk mengurangi jumlah kecelakaan.

Ini Deretan Maskapai Pertama yang Operasikan Setiap Tipe Boeing 737, Ada Maskapai Indonesia!

27 Januari 2002 silam, Boeing 737 berhasil mencatatkan diri sebagai pesawat pertama dalam sejarah penerbangan dunia yang berhasil membukukan 100 juta lebih jam terbang. Mengingat keluarga Boeing 737 masih terus eksis sampai saat ini, bukan tak mungkin keluarga 737 akan mencetak rekor jam terbang jauh lebih tinggi dari sekedar 100 juta lebih.

Baca juga: Hari ini, Boeing 737 Jadi Pesawat Pertama dalam Sejarah yang Cetak 100 Juta Lebih Jam Terbang 

Dari total 100 juta lebih jam terbang tersebut, tentu ada banyak maskapai yang mengoperasikannya. Tetapi, maskapai mana saja yang mengoperasikan setiap tipe Boeing 737 untuk pertama kalinya?

Dikutip dari Simple Flying, perjalanan Boeing 737 sebagai pesawat legendaris dimulai pada April 1967 saat Boeing 737-100 atau Boeing 737 generasi pertama melakoni penerbangan perdana, disusul debut komersialnya bersama Lufthansa pada Februari 1968 dan United Airlines pada keesokan harinya menggunakan seri yang lebih panjang, 737-200.

Khusus untuk Lufthansa, ini adalah pertama kalinya sebuah maskapai penerbangan non-Amerika Serikat (AS) menjadi pelanggan pertama pesawat Boeing, yang notabene menjadi perusahaan multinasional andalan AS.

Adapun seri klasik 737-300 dan -400 pertama kali terbang mulai Februari 1984, masing-masing bersama Southwest Airlines dan Piedmont Airlines, diikuti seri klasik berikutnya Boeing 737-500 yang dioperasikan secara komersial untuk pertama kalinya bersama Southwest Airlines.

Baca juga: Jadi Keluarga Pesawat Terlaris di Dunia, Ternyata Boeing 737-100 Paling Tak Laku Gegara Kekecilan

Pesawat seri klasik ini menawarkan peningkatan kapasitas, kinerja, dan efisiensi. Ketiga varian tersebut menawarkan pilihan kapasitas dan jangkauan lebih.

Di antara ketiga tipe pesawat seri klasik ini, tipe -400 adalah yang paling ramai diminati maskapai. Pesawat ini adalah pengembangan dari tipe -300 untuk menyaingi Airbus A320 terbaru dan McDonnell Douglas MD-80.

Lanjut ke Boeing 737 Next Generation (NG), sebagaimana seri klasik dan generasi pertama, maskapai pertama yang mengoperasikan pesawat tersebut juga didominasi oleh operator-operator dari AS.

Boeing 737-600 pertama kali beroperasi secara komersial bersama Scandinavian Airlines System (SAS). Boeing 737-700 bersama Southwest Airlines, Boeing 737-800 dioperasikan Hapag-Lloyd Flug (kemudian menjadi TUIfly) pada April 1988, dan Boeing 737-900 beroperasi pertama kali bersama Alaska Airlines pada Mei 2001.

Baca juga: Berapa Banyak Pesawat Boeing 737 All Series yang Masih Terbang dan dalam Pesanan?

Meski tak disebutkan secara gamblang, pengembangan Boeing 737 NG dilatarbelakangi oleh pengembangan Airbus A320 yang pertama kali beroperasi bersama Air France pada April 1988. Airbus A320 kali ini benar-benar menjadi penantang serius dengan mengusung fitur fly-by-wire sebagai andalan.

Boeing pun membalas dengan meluncurkan seri NG pada tahun 1993, dengan perbaikan termasuk mesin baru, desain sayap baru, dan glass cockpit atau sistem terkomputerisasi dan meninggalkan sistem manual atau mekanik.

Berlanjut ke seri 737 MAX, kali ini, operator AS sudah tidak lagi mendominasi. Southwest Airlines sekali lagi menunjukkan kecintaaannya terhadap produk-produk dalam negeri dengan menjadi operator Boeing 737 MAX 7 pertama di dunia.

Baca juga: Ini Deretan Maskapai Pertama yang Operasikan Setiap Tipe Boeing 747

Menarinya, Lion Air (Malindo Air) mengangetkan banyak pihak dengan menjadi operator pertama Boeing 737 MAX 8 di dunia. Tak cukup sampai di situ, grup maskapai asal Indonesia itu juga menjadi operator Boeing 737 MAX 9 pertama.

Maskapai asal Irlandia, Ryanair, tercatat menjadi operator Boeing 737 MAX 200 pertama dan Boeing 737 MAX 10 besar kemungkinan dioperasikan untuk pertama kalinya secara komersial oleh United Airlines.

Jepang Rilis Desain Kereta Metro Futuristik, Mirip Pesawat Luar Angkasa

Osaka dijadwalkan bakal menjadi tuan rumah World Expo pada tahun 2025 mendatang. Dan menyabut momen besar tersebut, Osaka telah merilis desain kereta metro yang mirip pesawat ruang angkasa. Dijuluki sebagai Seri 400, gerbong kereta ini memiliki wajah yang akan diganti total yang sengaja dirancang agar terlihat seperti pesawat luar angkasa.

Baca juga: Stasiun Da Lat dengan Desain Antik Perancis, Andalan Wisata Kereta Vietnam

Bahkan kokpit kereta menyerupai kokpit Millennium Falcon atau TIE Fighter. Tampilannya juga bukan satu-satunya hal futuristik tentang rolling stock ini. Semua kendaraan akan dilengkapi dengan WiFi dan mobil terdepan akan memiliki stopkontak untuk mengisi daya perangkat.

Desain dalam kereta. Foto: soranews24.com

Kamera keamanan langsung juga akan dipasang sebagai tindakan pencegahan keselamatan, di mana ini artiny sesuatu yang telah diminta orang selama bertahun-tahun. KabarPenumpang.com melansir soranews24.com (12/12/2021), selain itu, iklan kertas gantung yang memenuhi interior beberapa kereta api akan menjadi sesuatu dari masa lalu.

Yang kemudian, sebagai gantinya serangkaian panel LCD ganda akan dipasang yang menawarkan informasi dan iklan dalam hingga empat bahasa. Meskipun tidak begitu menunjukkan masa depan, revolusi lain adalah penambahan “kursi silang” yang menghadap ke depan dan ke belakang.

Saat ini, kereta standar Osaka Metro hanya menggunakan bangku tempat duduk di sepanjang sisi gerbong. Bahkan desain pesawat luar angkasa ini menghadirkan respon yang sangat positif. Itu akan bergantung pada perasaan orang tersebut terkait mainan.

Jadi Osaka Metro bisa tenang saat mereka bersiap untuk memperkenalkan mobil baru ini ke sistem kereta bawah tanah, dimulai dengan Jalur Chuo yang akan melayani di tempat Expo 25 di pulau buatan Yumeshima. Ini akan menjadi desain ulang mobil pertama dalam 12 tahun, menggantikan Seri 30000 yang ada sekarang. Kereta pertama diharapkan mencapai rel pada April 2023.

“Kereta baru akan menjadi wajah Osaka. Kami berharap dapat berkontribusi untuk menyukseskan Expo sebanyak mungkin,” kata Presiden Metro Osaka Hideaki Kawai.

Baca juga: Bye-bye Antre, Kursi Ini Bikin Lorong Pesawat Jadi Dua Kali Lebih Luas

“Tentu sangat menyenangkan memiliki wajah baru Osaka yang sejalan dengan kepalan tangan raksasa kita. Mudah-mudahan, pada tahun 2025 kita akan memiliki cukup bagian untuk membuat mekanisme yang sangat buruk,“ tambah Hideaki.

Bus ‘Dream Coach’ Adiputro, Hadirkan Sensasi Rebahan Sambil Pijat Sepanjang Jalan.

Di era pandemi sekarang ini, perusahaan karoseri bus terus membuat inovasi agar produknya bisa fit in dengan kebutuhan pasar. Mulai dari bus dengan mengusung konsep physical distancing sampai dengan sleeper bus semakin diminati oleh para pengusaha perusahaan otobus.

Baca juga: Luxury Class Sleeper Bus PO Harapan Jaya, Fasilitas “Mewah” dengan Harga Terjangkau

Untuk sleeper bus sendiri semakin banyak karoseri yang membuat bus model ini. Setelah sebelumnya ada Laksana dengan suites classnya, akhir tahun 2020 karoseri Adiputro asal Malang, Jawa Timur tidak mau ketinggalan momen dengan merilis juga sleeper bus.

sleeper bus garapan Adi Putro ini diberi nama Dream Coach yang memiliki interior dengan kesan yang mewah dan luas sehingga menjamin kenyamanan para penumpangnya. Mengusung konsep hotel kapsul, lampu-lampu di tiap seat dengan warna merah dan biru menambah kesan mewah juga elegan dalam armada ini.

Selain itu, bus ini diklaim bisa menjamin keamanan bagi para penumpang, terlebih di era pandemi. Untuk jarak antar penumpang sudah pasti terjaga karena konsep kapsul yang diusung bus ini. Di setiap ‘kapsul’ juga terdapat terdapat Air Purifier yang juga dilengkapi dengan UV sterilization serta HEPA Filter sehingga udara di dalam kabin menjadi steril dari virus.

Untuk urusan hiburan sepanjang perjalanan, dream coach menyediakan Audio Video On Demand (AVOD) di tiap seatnya. Anda bisa mengakses youtube atau bahkn netflix selama AVOD terkoneksi dengan hotspot. Spesialnya lagi, tiap sleeper seat dalam bus ini, selain bisa direbahkan secara elektrik juga dilengkapi dengan kursi pijat. Hal ini tentu sangat menambah kenyamanan bagi para penumpang. Dengan dilengkapi kursi pijat, maka setiap penumpang di dalam bus bisa pijat sepanjang perjalanan.

“Sudah rebahan, dipijat pula. Lampu tiap kapsul benar-benar elegan, unik. Ini pengalaman naik bus terbaik bagi saya sejauh ini,” ujar Alvin Ilham, penumpang dream coach yang tim KabarPenumpang.com temui.

Bus model ini sangat cocok digunakan untuk perjalanan antar kota terutama dengan jarak yang jauh dan memakan waktu lama. Karena selain super nyaman, keamanan penumpang di dalam bus juga terjamin dengan berbagai teknologi yang terdapat pada dream coach.

Baca juga: Simba, Sleeper Bus Ultra Mewah Yang Siap Meluncur di 2018

Sampai artikel ini dibuat, tercatat beberapa perusahaan otobus sudah menggunakan model dream coach milim Adiputro. Diantaranya adalah PO Pandawa 87 sebagai perusahaan pertama yang menggunakan model ini, PO Sinar Jaya, dan juga PO New Shantika. (Senna Aditiya – Penggemar Bus)

Sinyal Kereta Api Mekanik, Meski Tertinggal, Tapi Masih Tetap Digunakan

Di zaman modern ini sistem persinyalan kereta api sebagian besar sudah elektrik. Mulai dari wesel (persambungan rel) kereta api, sampai sistem persinyalan. Diberbagai wilayah sistem persinyalan kereta api sudah di upgrade dari mekanik menjadi elektrik. Namun ada beberapa persinyalan kereta api Indonesia masih menggunakan mekanik sejak jaman kolonial Belanda.

Baca juga: PT Len Gandeng Thales Kembangkan Sistem Sinyal Kereta Api Indonesia 

Untuk sistem persinyalan elektrik sudah tersebar di Daerah Operasi (Daop) 1 sampai dengan 9 di Pulau Jawa dan Divisi Regional (Divre) 1 sampai dengan 4 Pulau Sumatera. Sedangkan yang menggunakan sistem persinyalan mekanik yaitu berada di Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung Daop 8 Surabaya, dan Daop 9 Jember dan juga untuk wilayah Sumatera Divre 1 sampai dengan Divre 4.

Akankah Menjadi Langka?
Persinyalan sistem mekanik masih dapat kita lihat di beberapa wilayah Jawa dan Sumatera. Saya sempatkan berkunjung ke wilayah Daop 2 Bandung tepatnya di lokasi Cicalengka, Bandung Wetan, Jawa Barat. Jalur kereta api disini masih menggunakan sistem persinyalan mekanik di antaranya ada Sinyal Muka/Sinyal Awal, Sinyal Masuk Dua Lengan dan Sinyal Keluar yang berada di stasiun. Semuanya berfungsi baik dengan bantuan kabel baja yang melintang dipinggir rel kereta api.

Baca juga: Akibat Petugas Sinyal Tak Sabar, 189 Nyawa Melayang Pada Kecelakaan Kereta 81 Tahun Lalu di Jalur Sakurajima

Namun, informasi dan perencanaan bahwa jalur tersebut akan dibangun jalur ganda Bandung – Haurpugur dan rencananya sampai Cicalengka, sinyal mekanik pun kemungkinan akan diganti sistemnya menjadi elektrik. Padahal dengan adanya sinyal mekanik, aset cagar budaya bisa dipertahankan teruntuk Perkeretaapian Indonesia yang sarat akan pelestarian sejarah. Tapi, akankah sinyal mekanik menjadi langka di era modern saat ini? (PRAS – Cinta Kereta Api)