Stasiun Soham di Inggris Kembali Dibuka Setelah 56 Tahun

Bagaimana suatu negara akhirnya membuka layanan kereta api setelah lebih dari setengah abad? Ini terjadi di Jepang tepatnya di Stasiun Takanawa Gateway. Selain itu di stasiun Jepang ini banyak hal baru yang digunakan dan memodernisasi seperti kehadiran banyaknya robot yang digunakan.

Baca juga: Takanawa Gateway Menjadi Stasiun Modern dengan Robot Pemandu Penumpang

Namun Jepang ternyata bukanlah satu-satunya. Sebab, belum lama ini di Inggris juga menyambut penumpang pertamanya dalam 56 tahun. Stasiun ini ada di sebuah kota yakni Soham, Cambridgeshire di Inggris tetapi tidak ada staf yang bertugas. Stasiun Soham ini hanya memiliki satu peron atau peron tunggal.

KabarPenumpang.com melansir bbc.com (14/12/2021), nantinya stasiun tersebut akan menjadi bagian dari jalur Ipswich ke Peterborough, dengan kereta yang di jalankan oleh Greater Anglia. Kereta pertama yang berhenti di Soham pukul 06.49 GMT untuk Peterborough sejak stasiun itu ditutup pada tahun 1965 silam.

Walikota Cambridgeshire dan Peterbrough Nik Johnson diketahui akan membuka secara resmi Stasiun Soham tersebut. Otoritas gabungan mendanai pembukaan kembali stasiun yang sudah tutup selama 56 tahun itu sebesar £18,6 juta.

Di mana pembangunannya dilakukan oleh Network Rail sejak musim semi. Nantinya di stasiun ini juga akan dilengkapi dengan jembatan penyeberangan, parkir mobil dan sepeda serta mesin tiket.

Baca juga: Wuih, Ada Robot Desinfektan Beroperasi di Stasiun Takanawa Gateway

Stasiun terdekat ke Soham adalah sekitar lima mil jauhnya di Ely, yang juga memiliki jalur yang melayani Cambridge, Bandara Stansted dan London di selatan, dan King’s Lynn dan Norwich di utara.

Libur Nataru di Jepang, Penumpang Kereta Melonjak Hingga 81 Persen

Ketika varian virus corona mulai kembali menyebar, jumlah pemesanan kursi untuk kereta peluru shinkansen dan kereta Japan Railway Group lainnya justru meningkat. Ini terjadi selama akhir tahun dan periode liburan Natal dan Tahun baru dengan peningkatan hingga 81 persen dari tahun sebelumnya.

Baca juga: Jumlah Penumpang Meningkat, MRT Jakarta Jalankan Protokol Bangkit

Enam perusahaan layanan penumpang JR Group mengatakan hal itu dan menyebutkan bahwa sebanyak 2,32 juta kursi sudah dipesan sejak Senin (13/12/2021) untuk periode keberangkatan dari 28 Desember 2021 hingga 5 Januari 2022. KabarPenumpang.com melansir dari laman the-japan-news.com (15/12/2021), permintaan perjalanan tersebut lebih banyak ke kampung halaman para penumpang.

Peningkatan ini juga terlihat seiring pulihnya situasi penyebaran virus corona di Jepang yang mulai tenang. Untuk diketahui, pemesanan kursi kereta untuk periode liburan musim dingin hanya mencapai 60 persen dari level yang ditandai dua tahun lalu atau sebelum penyebaran virus corona varian baru.

Jumlah kursi Shinkansen yang dipesan untuk periode liburan mendatang melonjak 89 perseb dari tahun sebelumnya menjadi 1,91 juta, dan 410 ribu kursi dipesan untuk kereta ekspres JR konvensional, naik 53% persen. Perusahaan JR mengatakan, pemesanan kursi untuk kereta api dari dan ke Tokyo akan mencapai puncaknya masing-masing pada 29-30 Desember dan 3 Januari, menurut perusahaan JR.

Baca juga: Sydney Central, Eksotisme Stasiun Tua di Antara Deru Penumpang Metropolitan

Jumlah pemesanan kursi Akita dan Yamagata Shinkansen meningkat lebih dari dua kali lipat. Kursi Tokaido Shinkansen akan terisi penuh untuk waktu sibuk. Perusahaan JR meminta pelanggan untuk mencoba menghindari periode padat.






















Begini Sensasi Nyaman Rebahan ala Suites Class PO Pandawa 87

Bagaimana sensasi naik bus Suites Class milik PO Pandawa 87? Mungkin banyak pecinta bus atau pengguna bus yang penasaran dengan kursi tidur milik Pandawa 87 ini. Nah, belum lama ini, tim KabarPenumpang.com mencoba untuk menikmati perjalanan dengan salah satu bus Suite Class milik Pandawa 87 tersebut.

Baca juga: Jajal Bus Mewah PO Pandawa 87 – Suites Class dengan Rute Terpanjang di Indonesia

Penasaran seperti apa? Bus Suites Class milik Pandawa 87 ini berangkat sekitar pukul 14.00 dari agen perwakilannya di daerah Bekasi Timur. Penumpangnya cukup ramai bahkan kursi yang tersedia sudah terjual tak tersisa meski bukan hari libur atau akhir pekan.

Dengan keterisian bus dengan jumlah tersebut, menunjukkan bahwa peminat transportasi darat yang satu ini cukup banyak. Apalagi Suites Class milik Pandawa 87 punya rute yang cukup panjang. Saat tim masuk ke dalam kabin bus, penumpang dibagikan welcome snack yang bisa dikatakan lebih dari cukup untuk mengganjal perut bila mengingat servis makanan yang termasuk dalam tiket diberikan di rumah makan di daerah Jawa Tengah.

Kemudian, Suites Class yang dilengkapi dispenser ini memudahkan penumpang yang ingin menyeduh teh, kopi atau mie cup untuk dinikmati selama perjalanan menuju ke Banyuwangi. Bahkan kehadiran kursi yang bisa direbahkan tersebut memberikan sensasi tersendiri dan membuat penumpang lebih nyaman dalam menikmati perjalanan mereka.

Tim merasakan bus melaju dengan kecepatan yang sedang dan ini semakin menambah kenyamanan bagi penumpang. Perjalanan bus ini melintasi tol TransJawa hingga ke Probolinggo dan melanjutkan perjalanan melalui jalur selatan menuju ke Banyuwangi via Lumajang-Jember.

Konsep Suites Class yang diusung dalam armada ini selain kenyamanan juga mengutamakan privasi. Terlebih disaat pandemi seperti ini dimana jarak antar penumpang sudah pasti berjauhan dalam armada ini. Servis makan cuma-cuma diberikan pukul 19.00 malam di Rumah Makan Raos Eco daerah Gringsing, Jawa Tengah.

Pilihan menu yang disajikan terbilang cukup variatif. Ada Nasi Rames, Nasi Goreng, Soto, dan Bakso. Penumpang diberikan waktu istirahat untuk makan dan juga sholat selama 45 menit. Setelahnya, bus melanjutkan perjalanan menuju Banyuwangi. Penumpang terlihat lebih banyak terlelap sepanjang perjalanan karena pembawaan driver bus yang halus dalam mengemudikan kendaraannya.

Baca juga: PO Bus AKAP Lakukan Sistem Borongan, Ternyata Berdampak Negatif

Sekitar pukul 06.00 pagi (H+1) bus sampai di tujuan akhir yaitu Terminal Brawijaya (Karangente), Banyuwangi. Untuk bus Pandawa 87 yang akan ke Jakarta, berangkat sekitar pukul 07.00 pagi dari terminal ini. (Senna Aditiya – Pecinta Bus)






















Unik, Kereta Shri Ramayana Yatra Punya Sertifikat Vegetarian

Sebagai salah satu negara Hindu terbesar di dunia, banyak masyarakat India yang berstatus vegetarian dan vegan. Bahkan ini juga merambah ke kereta api India yang mana penumpang kini bisa memesan makanan vegetarian. Sebab, Indian Railway Catering and Tourism Corporation (IRCTC) mengatakan, salah satu kereta Indian Railway yakni Shri Ramayana Yatra akan mendapatkan sertifikat vegetarian.

Baca juga: Hebat, Remaja 17 Tahun di India Temukan ‘Bug’ di Situs Pemesanan Tiket Kereta

Di mana sertifikat itu didapat dari Dewan Sattvik India yang adalah sebuah organisasi nirlaba yangtelah didirikan untuk mempromoskan sertifikat makanan vegetarian. Kereta Shri Ramayana Yatra juga patut mendapat sertifikat ini karena melintas dan berhenti di tempat keagamaan di seluruh India.

Dilansir KabarPenumpang.com dari hindustantimes.com (12/12/2021), tur ziarah bertema ‘Shri Ramayana Yatra’ oleh Dekho Apna Desh Deluxe AC Tourist train menjadi kereta ramah vegetarian pertama. Pernyataan itu mengatakan bahwa layanan kereta api ramah vegetarian secara khusus didedikasikan untuk vegetarian dan vegan yang taat bepergian ke tujuan suci dengan Indian Railway.

“Dapur dasar IRCTC, lounge eksekutif, dan platform juga akan disertifikasi vegetarian untuk memastikan perjalanan ramah vegetarian,” tambahnya.

Tur kereta api ‘Shri Ramayana Yatra’ akan mencakup tujuan seperti Ayodhya, Nandigram, Janakpur, Sitamarhi dan Varanasi. Durasi tur ini adalah 16 malam dan 17 hari dan pelancong dapat naik kereta ini di stasiun kereta api Safdarjung Delhi. Perhentian pertama kereta api tersebut adalah Ayodhya dimana pelancong akan mengunjungi kuil Shri Ram Janmbhumi dan kuil Hanuman serta Bharat Mandir di Nandigram.

Destinasi selanjutnya adalah Sitamarhi di Bihar dan mengunjungi tempat kelahiran Sita Ji dan Kuil Ram-Janki di Janakpur, yang tertutup jalan raya. Setelah ini, kereta akan pindah ke Varanasi, dan pelancong akan mengunjungi kuil di Varanasi, Prayag, Shringverpur dan Chitrakoot melalui jalan darat. Menginap semalam akan disediakan di Varanasi, Prayag dan Chitrakoot.

Salah satu pemberhentian kereta adalah Nasik. Di mana kunjungan kuil Trayambakeshwar dan Panchvati akan dibahas. Setelah Nasik, tujuan selanjutnya adalah Hampi yang merupakan kota Krishkindha kuno. Lalu yang akan menjadi tujuan terakhir tur kereta Shri Ramayana Yatra adalah Rameshwaram.

Kemudian nantinya setelah itu kereta akan kembali ke Delhi pada hari ke-17 Perjalanannya. Para tamu akan melakukan perjalanan sekitar 7500 Km di seluruh tur ini. IRCTC akan mempromosikan “perjalanan ramah vegetarian” dengan mendapatkan beberapa kereta “bersertifikat sattvik”, terutama yang berjalan di rute yang menghubungkan situs-situs keagamaan.

Baca juga: Rajdhani Express Kembali Beroperasi, Indian Railways: Tidak Ada Selimut dan Makanan

Dalam rilis tersebut, juga dikatakan IRCTC memiliki “pemahaman” dengannya dan telah memutuskan untuk mencari “sertifikasi” untuk beberapa kereta api yang pergi ke tujuan ziarah seperti Vande Bharat express ke Katra, perhentian akhir untuk kuil Vaishno Devi. Formula ini kemungkinan akan direplikasi di sekitar 18 kereta api, katanya.






















Gegara Pemanasan Global, Penumpang Pesawat Bakal Rasakan Turbulensi 3x Lipat

Turbulensi adalah momok menakutkan bagi penumpang di setiap penerbangan. Celakanya, ke depan, setiap penerbangan akan lebih banyak mengalami ‘turbulensi tak terlihat’ akibat pemanasan global.

Baca juga: Enam Jenis Turbulensi Pesawat, Mana yang Paling Sering Terjadi?

Penelitian baru yang diterbitkan di Science Advances membeberkan bahwa saat planet memanas akibat global warming, atmosfer yang paling dekat dengan Bumi telah meningkat.

Hal ini membuat pilot perlu terbang lebih tinggi untuk menghindari turbulensi dan kemungkinan penumpang akan mengalami perjalanan yang lebih bergelombang atau bisa juga disebut ‘turbulensi tak terlihat’ di masa depan.

‘Turbulensi tak terlihat’, seperti dikutip dari The Sun, yang disebabkan oleh pergeseran angin -ketika kecepatan angin berubah secara tiba-tiba- juga akan meningkat dalam beberapa dekade mendatang saat bumi memanas, memberikan gaya putar berlebih pada pesawat dan memicu turbulensi.

Semakin bumi memanas, turbulensi tak terlihat akan semakin sering terjadi. Bila tak ada inovasi dalam menyiasati hal ini, perjalanan jarak dekat apalagi jarak jauh mungkin tak akan se-menyenangkan seperti sekarang.

Para peneliti menekankan, ‘turbulensi tak terlihat’ ini bisa sangat parah dan menghantui para penumpang pesawat yang gugup dan trauma.

Di bulan Agustus 2019, pramugari maskapai Thomas Cook (saat ini sudah bangkrut) dilaporkan mengalami patah tulang setelah pesawat Airbus A330-200 yang ditumpanginya mengalami turbulensi hebat.

Baca juga: Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Turbulensi Menyerang Saat Berada di Toilet

Beberapa bulan berselang atau pada Februari 2020, Badai Ciara membuat pesawat Air Europa alami tubulensi parah. Meski tak sampai membuat penumpang atau kru patah tulang seperti di penerbangan Thomas Cook, tetapi itu lebih dari cukup untuk membuat penumpang muntah-muntah dan berteriak histeris.

Bila saat ini turbulensi bisa membuat penumpang celaka, bagaimana di masa mendatang yang notabene, dalam penelitian oleh University of Reading, turbulensi bakal terjadi tiga kali lebih banyak pada tahun 2050 hingga 2080.

Saat ini, perubahan iklim menyebabkan perbedaan suhu antara kutub bumi dan khatulistiwa menyusut. Jurang perbedaan yang teramat dalam ini disebut peneliti “menyebabkan peningkatan geser angin yang mendorong terjadinya turbulensi”.

Meski begitu, penumpang tak perlu khawatir. Begitu banyak ilmuan di luar sana yang tengah mencari solusi atas ancaman ini, salah satunya Andras Galffy, seorang mahasiswa doktoral dari Technische Universität Wien asal Austria, yang tergabung dalam kelompok penelitian Advanced Mechatronic Systems.

Andras Galffy dan kelompok tersebut diketahui berhasil menemukan sebuah teknologi sensor yang mampu mengurangi resiko turbulensi hingga 80 persen.

Selain dapat mengurangi kenyamanan dan keamanan akibat turbulensi, teknologi yang sudah mendapat hak paten tersebut dinilai juga dapat menghemat bahan bakar.

Baca juga: Jangan Lagi Takut Turbulensi, Teknologi ini Bisa Buat Pesawat Nyaris Terbang Mulus

Pasalnya, ketika turbulensi terjadi, sistem perputaran angin pada sayap pesawat menjadi tak beraturan hingga mengurangi daya angkat pesawat. Akibatnya, pesawat harus mengeluarkan ‘tenaga’ ekstra untuk tetap mempertahankan jalur, ketinggian, serta gaya angkat.

Teknologi sensor anti turbulensi itu sejauh ini baru diuji di pesawat tak berawak dan tengah diupayakan untuk bisa dipakai di pesawat komersial.

Sambut Nataru, KAI Hias Lokomotif dan Kereta

Seperti sudah tradisi kereta api Indonesia menyambut hari besar dengan suka cita. Ya, semenjak Didiek Hartantyo menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) sejak 8 Mei 2020 banyak sekali hal-hal baru yang membuat para netizen khususnya penggemar kereta api selalu mendapat kejutan. Selain pelayanan dan kenyamanan yang tetap menjadi andalan masyarakat, hal baru lainnya yaitu tampilan wajah baru disetiap rangkaian kereta apinya.

Baca juga: Ini Livery Lokomotif dan Kereta Sambut HUT RI Ke-76

Seperti saat ini menghadapi Hari Raya Natal 2021 dan menyambut Tahun Baru (Nataru) 2022, PT KAI menyambutnya dengan menambahkan hiasan atau livery baru pada rangkaian kereta api maupun lokomotif. Ya, livery yang bergambar kado berwarna merah layaknya hadiah, lengkap dengan pita warna abu-abu menghiasi bagian depan dan belakang lokomotif.

Sebelumnya, hiasan hari raya tersebut sudah rutin dilakukan sejak dimulainya Hari Raya Natal 2020 lalu. Hingga saat ini setiap menyambut hari raya, Kereta Api Indonesia juga turut menyemarakan dengan menampilkan hiasan pada kereta dan lokomotif. Adapun livery yang pernah menghiasi rangkaian kereta dan lokomotif yaitu: Hari Raya Idul Fitri dengan hiasan ketupat dengan warna dasar hijau dan warna keemasan, Hari Kemerdekaan RI yang ke-76 dengan corak warna merah putih melambangkan Bendera Indonesia, dan Hari Kereta Api Indonesia yang jatuh setiap tanggal 28 September dengan memunculkan karakter petugas yang bekerja di kereta api seperti masinis, kondektur, pramugari, polisi kereta api, teknisi kereta api, petugas loket, Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), dan On Train Cleaning (OTC) kereta api.

Daftar Sementara Lokomotif Livery Nataru
Sejak munculnya Lokomotif dengan livery Nataru, penggemar kereta api yang ada di Pulau Jawa dan Sumatera berlomba-lomba untuk mengabadikan momen yang tidak mereka tinggalkan. Ada yang disimpan sebagai foto koleksi pribadi, ada juga yang mengunggahnya di platform media sosial sebagai penyampaian yang informatif.

Nah, beberapa sumber informasi yang didapat, bahwa ada nomor seri lokomotif yang dipasang stiker livery Nataru.

Adapun nomor seri lokomotif tersebut adalah:
1. Lokomotif seri CC 206 13 70 (Dipo Induk Cipinang)
2. Lokomotif seri CC 206 13 87 (Dipo Induk Cipinang)
3. Lokomotif seri CC 206 13 88 (Dipo Induk Cipinang)
4. Lokomotif seri CC 206 13 89 (Dipo Induk Cipinang)
5. Lokomotif seri CC 206 15 01 (Dipo Induk Cipinang)
6. Lokomotif seri CC 206 15 04 (Dipo Induk Cipinang)
7. Lokomotif seri CC 206 13 62 (Dipo Induk Yogyakarta)
8. Lokomotif seri CC 206 13 63 (Dipo Induk Yogyakarta)
9. Lokomotif seri CC 206 13 39 (Dipo Induk Sidotopo)
10. Lokomotif seri CC 206 13 46 (Dipo Induk Sidotopo)
11. Lokomotif seri CC 206 13 48 (Dipo Induk Sidotopo)
12. Lokomotif seri CC 206 15 04 (Dipo Induk Sidotopo)
13. Lokomotif seri CC 206 13 95 (Dipo Induk Bandung)
14. Lokomotif seri CC 206 13 98 (Dipo Induk Bandung)
15. Lokomotif seri CC 201 93 02R (Dipo Induk Medan)
16. Lokomotif seri CC 201 77 04 (Dipo Induk Medan)

Baca juga: “Pasumai,” Lokomotif Ramah Lingkungan dengan Pilihan Tenaga Listrik Pantograf atau Baterai

Untuk rangkaian kereta api yang beberapa sudah dipasangi stiker livery Nataru adalah Kereta Api Lodaya (Bandung – Solo pp.), Kereta Api Argo Sindoro (Gambir – Semarang Tawang pp.), Kereta Api Bima (Gambir – Surabaya Gubeng pp.), dan Sembrani (Gambir – Surabaya Pasar Turi pp.). Selanjutnya beberapa kereta api lainnya menyusul untuk dipasangi livery Nataru. (Pras – Penggemar Kereta Api)






















Kebakaran di Pasar Gaplok, Kereta Api Alami Kerugian

Kebakaran besar yang tidak terhindarkan terjadi di Pasar Gaplok, kawasan Senen, Jakarta Pusat pada pukul 08.45 WIB, Rabu (15/12). Kebakaran hebat telah menghanguskan pemukiman disekitaran pasar. Kebakaran terjadi sekitar 1 jam 45 menit dan mengerahkan mobil pemadam kebakaran sebanyak 17 unit. Lokasi kebakaran sangat dekat dengan jalur kereta api petak Stasiun Gang Sentiong (GST) – Stasiun Pasar Senen (PSE). Akibatnya beberapa kereta yang hendak melintas tertuna keberangkatannya akibat kebakaran tersebut.

Baca juga: Stasiun Jatinegara, Gerbang Keluar Masuk Jalur Kereta di Ibu Kota 

Kerugian yang Dialami Kereta Api
Kejadian luar biasa memang tidak diduga -duga. Maka dari persiapan dan rekayasa operasional pun harus dilakukan guna mencegah hal yang tidam diinginkan. Kebakaran di Pasar Gaplok berimbas pada kerugian yang dialami kereta api. Kerugian tersebut yaitu kerugian waktu dan kerugian perjalanan.

Kerugian waktu sudah jelas ketika kebakaran melanda kawasan Pasar Gaplok beberapa perjalanan kereta api mengalami keterlambatan. Hal yang tidak diduga terjadi berimbas pada antrian kereta api jarak jauh dan juga KRL. Beberapa keterlambatan kereta api yakni: KA 130 Dharmawangsa (Pasar Senen – Surabaya Pasar Turi), KA 302 Serayu (Pasar Senen – Purwokerto), Lokomotif Ex Parcel Utara, KA 2518 Kontainer (Tanjung Priok – Kalimas), KA 295 Parcel Utara (Kalimas – Jakarta Gudang), KA 2520 Kontainer (Tanjung Priok – Kalimas), KA 129 Dharmawangsa (Surabaya Pasar Turi – Pasar Senen), dan KA 2531 Kontainer (Lemah Abang – Tanjung Priok)
Tak hanya kereta api jarak jauh, KRL Jabodetabek pun ikut terkena imbasnya, yaitu keterlambatan.

Dari berbagai sumber dilaporkan saat kebakaran terjadi, Listrik Aliran Atas (LAA) di petak tersebut pun dipadamkan, guna terhindar percikan api dari kabel. Pihak Commuter Line akhirnya berinisiatif membuat Rekayasa Operasional KRL. Adapun KRL yang terkenal Rekayasa Operasional adalah:
1. KA 1536 hanya sampai Kemayoran dan kembali sebagai KA 1541 tujuan Jakarta Kota. Rangkaian KRL seri 205.50+57
2. KA 1537 hanya sampai Pondok Jati kembali sebagai KA 1538 berjalan jalur kiri sampai Jatinegara lanjut ke Bekasi menggunakan rangkaian KRL seri 205.15
3. KA 1781 – 1782 perjalanan hanya sampai Pasar Senen kembali sebagai KA 1783 – 1784 menuju Depok menggunakan rangkaian KRL seri 203.2
4. KA 1785 – 1786 perjalanan hanya sampai Stasiun Kemayoran dan kembali ke Bogor sebagai KA 1787 – 1788 dengan rangkaian KRL seri 6133
5. KA 1788 – 1790 perjalanan hanya sampai Stasiun Kampung Bandan dan kembali sebagai KA 1791 – 1792 tujuan Stasiun Depok

Kerugian lainnya yang dialami kereta api adalah kerugian di perjalanan. Kereta api maupun KRL pun tertahan di beberapa stasiun. Imbasnya perjalanan KRL hingga di stasiun antara dan kembali lagi ke stasiun awal keberangkatan. Sebagai contoh stasiun Gang Sentiong, stasiun ini merupakan perhentian yang hanya melayani KRL dan merupakan Stasiun Antara yang tidak memiliki wesel persambungan KA. Jadi ketika ada gangguan dipetak tersebut, mau tidak mau kereta berjalan di jalur kiri (jalur salah).

Kejadian kebakaran di Pasar Gaplok juga berimbas pada keberangkatan kereta api jarak jauh, yaitu KA 130 Dharmawangsa (Pasar Senen – Surabaya Pasar Turi). Seharusnya KA Dharmawangsa berangkat dari Stasiun Pasar Senen melewati Gang Sentiong dan Jatinegara, namun kebakaran yang melanda dikawasan tersebut. Akhirnya dengan Rekayasa Operasional, KA Dharmawangsa diputar jalurnya melewati Pasar Senen – Kampung Bandan – Tanah Abang – Manggarai – Jatinegara.

Perjalanan KA Makin Terlambat
Lokomotif yang seharusnya menarik KA Dharmawangsa hingga Surabaya Pasar Turi, harus ditukar di Depo Lokomotif Tanah Abang. Karena posisi kabin lokomotif berada di bagian belakang atau menghadap ke rangkaian kereta. Karena standar operasional kereta api, setiap lokomotif yang berdinas jarak jauh, posisi single kabin masinis pada lokomotif harus berada didepan.

Baca juga: Sejukkan Stasiun, London North Eastern Railway Kembangkan CityTree

Lokomotif yang menarik KA Dharmawangsa adalah seri CC 201 83 47R milik Depo Induk Jember. Namun perjalanan makin lambat, karena harus tukar lokomotif di Depo Lokomotif Tanah Abang. Jadi Lokomotif KA Dharmawangsa ditukar dengan seri CC 201 83 26 milik Depo Induk Purwokerto. (Pras – Penggemar Kereta Api)






















Jajal Bus Mewah PO Pandawa 87 – Suites Class dengan Rute Terpanjang di Indonesia

Suites Class menjadi salah satu yang masih diperbincangan dalam layanan bus di Indonesia baik bus antar kota antar provinsi (AKAP) maupun untuk pariwisata. Konsep yang diusung perusahaan otobus (PO) untuk Suites Class ini adalah ‘rebahan’ sepanjang jalan.

Baca juga: Ugal-ugalan dan Setel Musik Keras Kode Ada Pencopet di Bus AKAP?

Meski dikatakan ‘rebahan’ sepanjang jalan, tetapi ini semua tidak benar-benar rebah dan kursi hanya diturunkan hingga 150 derajat. Tak direbahkan 180 derajat karena adanya regulasi dan alasan keamanan selama perjalanan. Kali ini kabin sutes claas yang akan diungkap adalah karoseri milik Laksana dari Semarang yang sudah diperkenalkan di Indonesia sejak tahun 2019 di Event GIIAS.

Kabin bus Pandawa 87. Foto: KabarPenumpang.com

Bahkan Suites Class pertama saat itu dimiliki oleh PO Sinar Jaya. Walaupun Sinar Jaya menjadi pertama, semakin hari perkembangan bus dengan Suites Class pun meningkat. Salah satunya adalah Pandawa 87 dan merupakan PO yang belum lama membentangkan sayapnya di dunia bus AKAP.

Mengusung Suites Class sebagai kelas tertinggi dalam jajaran armadanya, tidak tanggung-tanggung rute yang dibuka adalah Tangerang menuju ke Banyuwangi dan sebaliknya. Dengan jarak tempuh perjalanan darat sekitar 1090 Km, membuat bus ini menjadi Suites Class dengan rute terpanjang (sejauh ini).

Dan belum lama ini penulis berkesempatan merasakan langsung pengalaman melakukan perjalanan menaiki Suites Class dengan rute terjauh tersebut. Untuk harga tiket dibanderol Rp500 ribu (Bekasi-Banyuwangi), beda Rp20 ribu untuk rute Tangerang-Banyuwangi.

Sejalan dengan kenyamanan armada, servis yang diberikan kepada penumpang bus juga benar-benar luar biasa dan mungkin tidak pernah terbayangkan oleh kita ketika menaiki sebuah bus. Ada bantal, selimut, aneka snack, kopi/teh, makan malam yang tentunya semua itu diberikan secara cuma-cuma alias gratis kepada penumpang. Belum lagi adanya fasilitas Audio Video On Demand (AVOD) dan colokan USB yang membuat penumpang semakin betah melakukan perjalanan darat jauh dengan bus.

Baca juga: Inilah Parade PO Bus AKAP yang Usianya Tembus Setengah Abad

Unit armada Pandawa 87 kelas ini ditopang menggunakan sasis Mercedes Benz OH 1626, yang sudah dilengkapi dengan suspensi udara bawaan sehingga meminimalisir suara gaduh yang dihasilkan dari peredam getaran ketika bus dihadapkan dengan medan jalan yang bergelombang maupun rusak sekalipun. (Senna Aditiya – Penggemar Bus)






















Bandara Hong Kong Luncurkan Asuransi Delay Gratis, Penumpang Dapat Kompensasi Tanpa Ribet

Bandara Hong Kong (HKIA) resmi meluncurkan asuransi penundaan (delay) penerbangan gratis. Selama syarat minimal enam jam delay terpenuhi, penumpang bisa mendapat kompensasi sebesar HKD300 atau sekitar Rp551 ribu (kurs 1.837) secara cuma-cuma alias tanpa ribet melalui aplikasi My HKG yang dikembangkan HKIA.

Baca juga: Berkat Teknologi Biometrik, Bandara Hong Kong Sabet Gelar Inovasi Terbaik di Ajang ACI Innovation Awards

Selama 11 bulan sejak Januari sampai November lalu, Bandara Internasional Hong Kong tercatat melayani 1,2 juta penumpang dan 130.300 penerbangan, turun masing-masing 86,3 persen dan 12,0 persen.

Bila diperhatikan, persentase tersebut memang agak aneh dimana jumlah penumpang turun drastis tetapi jumlah penerbangan tidak.

Namun, sebetulnya itu wajar mengingat Hong Kong, sebagai pusat keuangan terbesar Asia, sekaligus, salah satu hub regional terbesar, memainkan peran sangat penting dalam menjaga rantai pasokan bahan baku manufaktur di kawasan; termasuk mendistribusikan peralatan dan perlengkapan medis yang kebutuhannya meningkat drastis selama pandemi Covid-19.

Sejauh ini, di masa normal, HKIA diketahui telah terhubung ke sekitar 180 tujuan, melalui lebih dari 1.000 penerbangan setiap hari oleh lebih dari 100 maskapai.

Sepinya aktivitas penerbangan di HKIA membuat keuangan bandara terseok-seok. Beruntung, HKIA beberapa kali mendapat kucuran dana segar.

Di akhir Februari lalu saja, total kucuran dana yang telah disalurkan ke bandara tersebut angkanya mencapai HK$1,6 miliar atau sekitar Rp2,8 triliun sejak pertama kali dikucurkan pada tahun lalu.

Empat bulan setelahnya atau di bulan Juni, HKIA mendapat suntikan dana sebesar HK$35 miliar atau Rp64 triliun (kurs 1 dollar HK – Rp1.825). Mereka mendapat dana tersebut dari 21 bank lokal dan internasional. Padahal, sebelumnya, AAHK hanya merencanakan dana sebesar 75 persen saja atau HK$20 miliar. Namun, karena tingginya minat dari bank, mereka pun menambah jumlah pembiayaan.

Kucuran dana segar HKIA tak berhenti berinovasi. Terbaru, bandara tersebut resmi memulai program asuransi penundaan (delay) penerbangan gratis.

Dilansir ttrweekly.com, penumpang yang ingin mendapatkan kompensasi atas keterlambatan penerbangan minimal enam jam bisa mendaftarkan diri sebagai HKairport Rewards atau sejenis miles oleh maskapai.

Penumpang yang sudah terdaftar dan memenuhi syarat, secara otomatis akan mengklaim kompensasi ke pihak bandara melalui aplikasi resmi perseroan, My HKG, tanpa mengunggah dokumen apapun.

Baca juga: Bandara Hong Kong Rampungkan Runway Ketiga di Tanah Reklamasi

Sayangnya, tak disebutkan dengan jelas kemana kompensasi akan dikirim. Besar kemungkinan, saat pendaftaran penumpang diminta untuk mencantumkan nomor rekening aktif.

Asuransi ini ditanggung sepenuhnya oleh ZA International Insurance Broker Limited (ZA). Selain itu, Penumpang terdaftar yang memegang kartu ID Hong Kong yang masih berlaku dan tiket pesawat pulang pergi ke Hong Kong juga berhak atas perlindungan Covid-19 gratis yang disediakan oleh ZA Relief Fund.

Depo Bekasi Ditutup, KRL Menginap di Cikarang

Stasiun Kereta Api Cikarang kini sedikit bernafas lega. Karena kini jalur Stabling (jalur simpan) Stasiun Cikarang segera untuk siap digunakan. Jalur simpan tersebut nantinya akan diisi oleh 3 rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL).

Baca juga: “Malu-malu,” PT KCI Akui Langgar Aturan Terkait CCTV di KRL!

Biasanya KRL terakhir tujuan Cikarang akan disimpan dijalur 3 atau 4 untuk melanjutkan perjalanan keesokan harinya pada pukul setengah 5 pagi. Namun, rangkaian KRL akan dialihkan di jalur simpan Stasiun Cikarang.

Uji Coba Perdana di Jalur Simpan
Jalur simpan di Stasiun Cikarang masih terbilang baru. Bahkan area tersebut sebelumnya merupakan lahan kosong milik PT KAI yang terbengkalai dan ditumbuhi rerumputan maupun ilalang. Namun, saat rute KRL sampai dengan Stasiun Cikarang, akhirnya lahan tersebut digunakan untuk jalur simpan.

Uji coba dilakukan pada Selasa (14/12) pada pukul 11.36 WIB. Uji coba jalur simpan tersebut menggunakan rangkaian KRL seri 205.75+77 dengan Stamformasi (SF) 12 kereta milik Depo KRL Bukit Duri. KRL yang diuji cobakan ini berangkat dari Stasiun Manggarai (keluar dari Depo Bukit Duri) berjalan langsung hingga ke stasiun akhir Cikarang. Namanya status KLB (Kereta Luar Biasa), tentu saja tidak berpenumpang. Hanya membawa petugas khusus yang melakukan pengecekan jalur simpan dari Depo KRL.

Kondisi Depo KRL Bekasi yang sudah tidak digunakan (Foto: Sendy Prasetya)

Jalur simpan Stasiun Cikarang memiliki 3 jalur. Jalur pertama (kiri) untuk menyimpan KRL sebanyak 12 kereta, lalu jalur kedua (tengah) dan jalur ketiga (kanan) hanya bisa dimasuki KRL dengan 10 kereta saja. Uji coba dilakukan dengan kecepatan minimum 5 km per jam dan maksimum 20 km per jam. KRL diuji cobakan pada jalur paling kiri dengan muat 12 kereta. Kemudian KRL kembali uji coba pada jalur tengah yang hanya muat 10 kereta , dan dilanjut jalu simpan paling kanan juga muat hanya 10 kereta.

Timbulkan Kemacetan Parah
Lokasi jalur simpan Stasiun Cikarang sangat dekat dengan Pintu Perlintasan (Pos JPL 111). Diarea tersebut sangat ramai dengan lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat bahkan lebih. Apalagi lokasi JPL 111 ini dekat juga dengan Pasar Cikarang. Ramainya lalu lintas pengendara roda dua dan empat ini terjadi pada pagi hingga sore setiap harinya. Tak heran jika ada kereta api lewat hingga 2 arah sekaligus kemacetan tak terhindarkan.

Kemacetan parah pun terjadi saat KRL uji coba dari peron Stasiun Cikarang menuju jalur simpan melewati Pos JPL 111. Dengan kecepatan yang tidak lebih dari 10 km/j membuat pengendara roda dua maupun empat ini sesekali membunyikan klakson seakan mereka tidak sabar untuk berjalan karena lelah menunggu lama ditambah cuaca saat itu sangat panas.

Beruntung dari petugas keamanan stasiun turun ke lokasi guna menertibkan arus lalu lintas yang dikhawatirkan akan menerbos palang pintu kereta api. Walaupun beberapa kendaraan khususnya pengendara sepeda motor, mencuri garis start karena sudah tidak sabar menunggu.

Baca juga: Depo Cipinang Akan Gantikan Depo Kereta Jatinegara yang Bakal Digusur

Diketahui bahwa Depo KRL Bekasi tidak digunakan, karena imbas proyek Double Double Track (DDT) dari Bekasi sampai dengan Manggarai. Jadi KRL yang menginap di Stasiun Bekasi akan masuk di jalur simpan (jalur 8) Stasiun Bekasi dan sisanya KRL menginap di jalur simpan Stasiun Cikarang. Belum diketahui informasi lebih lanjut soal nasib Depo KRL Bekasi kedepannya. Tetap Hidup atau Mati? (Pras – Penggemar Kereta Api)