Mengapa Beberapa Pesawat Miliki Huruf/Angka di Atas Kokpit? Ini Jawabannya

Bagi Anda yang sering berpergian menggunakan pesawat dan suka memperhatikan sudut-sudut bandara dan pesawat, mungkin sesekali pernah melihat ada huruf atau angka di atas kokpit pesawat. Apa maksudnya? Sekilas, memang itu terlihat aneh karena berbeda dengan kode registrasi pesawat di bagian belakang dekat jendela kabin. Namun, jika ditelisik lebih dalam, ternyata itu hal biasa.

Baca juga: Bukan Amerika, Inggris, atau Cina, Inilah Negara yang Jadi Tempat Registrasi Pesawat Terbanyak

Sebelum beroperasi, sebuah pesawat terlebih dahulu harus didaftarkan atau diregistrasi di beberapa otoritas penerbangan, seperti Regulator Penebangan Sipil Amerika Serikat (FAA) dan Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA). Umumnya, pesawat tak selalu terdaftar di negara tempatnya beroperasi.

Boeing 737 Ryanair, misalnya, terdaftar di tiga negara, mulai dari Irlandia, Inggris, dan Malta. Padahal, rute terbang pesawat menjangkau seluruh Eropa.

Pertanyaan kemudian muncul, sebetulnya, negara manakah yang paling banyak meregistrasi pesawat? Sebagian besar orang mungkin akan menjawab Amerika Serikat. Sebagian lagi mungkin Inggris -berkat pengaruh internasionalnya sejak dahulu- atau mungkin Cina yang belakangan muncul sebagai kekuatan baru dunia. Sayangnya, jawaban tersebut tak satupun benar, bila didasarkan pendapat CEO Ryanair, Eddie Wilson.

“Separuh pesawat di planet ini sebenarnya terdaftar (diregistrasi) di Irlandia. (Irlandia) dipandang sebagai suar untuk pesawat sewaan,” ujarnya.

Setelah resmi mendapat kode registasi, itu biasanya dicat di bagian belakang kanan dan kiri pesawat (dekat jendela kabin) untuk identifikasi. Ini tentu sangat memudahkan petugas dalam berkomunikasi dan membicarakan pesawat yang dimaksud tanpa adanya kemungkinan salah persepsi antara satu sama lain.

Dalam konteks visual, peletakan nomor registrasi di bagian kiri dan kanan pesawat sangat memudahkan petugas bila melihatnya juga dari sisi yang sama. Namun, bagaimana bila petugas melihatnya dari sisi depan pesawat? Inilah yang pada akhirnya muncul ide untuk turut mencantumkan kode registrasi pesawat sekalipun dengan format yang berbeda dengan kode registrasi yang berada di bada pesawat.

Dilansir Simple Flying, pilot dan petugas ATC biasa memperpendek registrasi pesawat untuk kemudahan berkomunikasi melalui radio. Ini biasanya berupa tiga karakter akhir atau tiga karakter awal setelah kode negara dari nomor registrasi pesawat.

Sebelum itu, Registrasi secara resmi dikenal oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) sebagai Aircraft Nationality and Registration Marks.

Kode regitrasi biasanya terdiri dari dua bagian. Awalan satu atau dua karakter pertama menunjukkan negara tempat pesawat diregistrasi, sedangkan bagian kedua (yang biasanya dipisahkan dengan tanda “-“) yang terdiri dari satu atau lima karakter menunjukkan identifikasi pada pesawat.

Sebagai contoh, pesawat Boeing 787-8 British Airways seluruhnya diregistrasi berurutan dari G-ZBJA hingga G-ZBJM. Setiap pesawat yang terdaftar di Inggris akan menggunakan awalan ‘G’. Itu mengapa, pada armada Airbus A380 British Airways, mereka diregistrasi secara berurutan mulai dari G-XLEA hingga G-XLEL.

Baca juga: Ini Jawaban Mengapa Ada Asap Putih di Kabin Pesawat Sebelum Take-Off

Dengan maksud untuk memudahkan identifikasi dari depan pesawat, biasanya hanya tiga karakter akhir dari kode registrasi pesawat yang dicat di atas kokpit pesawat.

Sebagai contoh, pesawat Boeing 787-8 British Airways dengan nomor registrasi G-ZBJI, di bagian atas kokpit tertulis “BJI” yang diambil dari tiga huruf terakhir pada kode registrasi pesawat.

Apa Arti Nomor di Ujung Landas Pacu, Cari Tahu di Sini!

Jika Anda sudah berada di dalam pesawat yang hendak take-off, coba fokuskan pandangan Anda ke arah luar jendela dan carilah sebuah angka raksasa yang dicat di ujung landas pacu. Apakah itu merupakan angka yang mewakili jumlah landas pacu di bandara tersebut? Tentu saja bukan. Nomor yang tertera di ujung landas pacu merupakan identitas dari landas pacu tersebut, dan tentu saja nomor itu memiliki artinya masing-masing.

Baca Juga: Hang Nadim, Bandara dengan Landas Pacu Terpanjang di Indonesia

Sebelumnya, sebuah survei terlebih dulu dilakukan untuk menentukan arah angin dominan atau arah angin yang paling sering terjadi di lokasi calon bandara tersebut. Setelah mengetahui arah angin dominan di lokasi calon bandara, biasanya sang perencana dapat menentukan arah landasan pacu searah dengan arah angin dominan tersebut.

Misalkan, arah angin dominan ke arah Barat, maka landas pacu akan dibuat memanjang dari Barat ke Timur. Karena, pesawat yang hendak take-off berlawanan arah angin akan memperpendek jarak take-offnya. Sedangkan pesawat yang hendak landing berlawanan dengan arah angin juga akan memperpendek jarak landingnya.

Kembali ke soal penomoran landas pacu, semua landas pacu diberi nomor berdasarkan magnetic azimuth (bantalan kompas) di mana landas pacu tersebut berorientasi. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, penomoran landas pacu berbanding terbalik dengan arah mata angin di kompas. Jika titik 0/360 derajat di kompas menunjukkan arah utara, maka titik 0/360 derajat untuk penomoran landas pacu akan menghadap ke arah selatan.

Cara penomorannya adalah dengan membulatan ke angka puluhan terdekat, semisal sebuah landas pacu menghadap 360 derajat atau arah ke arah selatan, maka landas pacu tersebut akan dilabeli dengan angka 36. Atau sebuah landas pacu menghadap ke arah timur atau 270 derajat, maka akan dilabeli angka 27 di ujung landas pacu tersebut.

Karena landas pacu bisa digunakan dua arah, maka di sudut sebaliknya, angka-angka tersebut akan selisih 18 yang mewakili 180 derajat. Contoh, landas pacu dengan nomor 36 seperti yang sudah disebutkan di atas, maka di sisi satunya lagi akan dicat dengan nomor 18 yang mewakili 180 derajat atau menghadap ke arah utara. Begitupun dengan nomor-nomor lain, seperti 27 yang berarti landas pacu tersebut mengarah ke timur, maka di sisi lainnya akan dinomori 9 yang mewakili 90 derajat atau menghadap ke arah barat.

Baca Juga: 10 Bandara Ini Punya Landasan Paling Ekstrim

Dengan angka tersebut juga Anda bisa menentukan kemana arah pesawat Anda mengudara, semisal Anda melihat angka 18 di ujung landas pacu, namun pesawat bergerak membelakangi nomor tersebut, maka dapat dipastikan penerbangan Anda mengarah ke selatan. Atau Anda melihat angka 09 di ujung landas pacu dan pesawat bergerak membelakangi nomor tersebut, maka penerbangan Anda menuju ke arah timur, dan seterusnya.

Dalam beberapa kasus tertentu, ada nomor landas pacu yang diikuti oleh huruf L, C, atau R. Itu menandakan Anda berada di bandara dengan landas pacu parallel, dimana huruf-huruf tersebut mewakili posisi landas pacu, L untuk Left (kiri), C untuk Center (Tengah), dan R untuk Right (Kanan).

Sumber: Google Earth

Ambil contoh Bandara Internasional Soekarno Hatta, dimana berdasarkan data yang dilansir dari laman Wikipedia.com, bandara tersebut memiliki tiga landas pacu, dimana masing-masing tertulis, 07R/25L, 07L/25R, dan 07C/25C. Dari informasi yang sudah dijabarkan di atas, dapatkah Anda membaca angka-angka tersebut?

Pensiun dari Kedinasan, Helikoper Sea King AL Inggris Berubah Fungsi Jadi Cottage Mewah

Konvergensi antara wahana transportasi dan dunia akomodoasi sudah lama berlangsung, salah satu yang populer adalah keberadaan caravan. Tidak itu saja, berangkat dari upaya membidik para pecinta wahana, bahkan ada bekas pesawat dan gerbong kereta yang disulap menjadi hunian bergaya cottage. Dan kabar paling baru datang dari Inggris, sebuah helikopter Sea King eks AL Kerajaan Inggris berhasil dialihfungsi sebagai kabin mewah untuk keluarga.

Baca juga: Train Suite Shiki-Shima Tawarkan Fasilitas Layaknya Hotel Berbintang

Berbeda ketika mendengar pesawat jumbo jet Boeing 747 direkayasa menjadi hotel, maka ketika sebuah helikopter yang punya dimensi terbatas (panjang 7 meter) dijadikan cottage, maka yang terbayang adalah betapa sempit interior di dalamnya. Tapi karena yang dibidik adalah pasar khusus dengan kecintaan khas pada dunia dirgantara, memberanikan pasangan Martyn and Louise Steedman, pemilik Mains Farm Wigwams di Stirling, Skotlandia untuk mengubah helikopter produksi Sikorsky yang dahulunya berperan sebagai pemburu kapal selam.

Baca juga: Igor Sikorsky, Kini Jadi Nama Bandara di Dua Negara

Lewat lelang pada bulan Maret 2017, pasangan ini berhasil mendapatkan sebuah Sea King dengan nomer ZA127 senilai US$9 ribu. Setelah diangkut lewat jalan darat, helikopter yang berjaya di era Perang Malvinas tersebut kemudian mulai di modifikasi. Dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk memulihkan fitur asli pada helikopter, sekaligus mengubah interior dengan sentuhan mewah, sementara ada keterbatasan pada dimensi kabin yang sempit.

Dengan menghasbiskan total biaya sekitar US$52 ribu, termasuk biaya pembelian, akhirnya pasangan ini dapat menyulap Sea King menjadi akomodasi mewah. Penginapan yang disebut “Helicopter Glamping” ini memiliki tempat tidur double, tempat tidur single di bagian ekor, ruang tamu dengan tempat duduk yang dapat diubah menjadi tempat tidur tambahan yang cocok untuk dua anak, dapur, kamar mandi dan private cockpit lounge. Posisi pintu ganda mengarah ke teras luar ruangan, di mana para tamu dapat bersantai dan menikmati pemandangan lanskap sekitarnya. Dengan keterbatasan space, maksimum helikopter ini hanya dapat dimuati oleh dua orang dewasa dan tiga anak.

Baca juga: Wow! Bekas Menara ATC ini Disulap Jadi Penthouse

Dikutip KabarPenumpang.com dari Newsatlas.com (10/8/2017), agar nuansa penerbangan tetap terasa, Steedmans menempatkan banyak komponen dek penerbangan penerbangan, termasuk dashboard, panel atap dan pedal kaki, dan mengembalikan semua lampu eksternal. Uniknya untuk pencahayaan sudah diatur dengan cermat, sehingga bila lampu indoor menyala, akan menjadikan helikopter seolah-olah nampak siap lepas landas.

Bagaimana Anda tertarik untuk menginap di helikopter Sea King? Tarif per malamnya dipatok mulai US$195 (setara Rp2,6 juta). Di area helikopter, tamu juga dapat menikmati beberapa kegiatan dan atraksi di luar ruangan, termasuk hiking, bersepeda dan berwisata ke Loch Lomond dan Taman Nasional Trossachs.

Melesat 200 Km Per Jam, Arlanda Express Jadi Kereta Bandara Tercepat

Satu-satunya kereta bandara yang kini sudah beroperasi di Indonesia adalah yang melayani rute Bandara Internasional Kuala Namu ke Kota Medan di Sumatera Utara. Dengan tarif Rp100 ribu, kereta bandara buatan Korea Selatan tersebut melesat dengan kecepatan 70 km dengan rute sepanjang 40 km. Mengandalkan kepastian pada jadwal keberangkatan, durasi perjalanan kereta yang resmi disebut Airport Railways Services (ARS) ini memakan waktu 40 menit.

Baca juga: Kamboja Punya Kereta Bandara yang Unik, Mirip Railbus Batara Kresna di Solo

Kalau pun toh digeber, kecepatan maksimal ARS di Bandara Kuala Namu hanya mentok di 100 km per jam. Tapi lain halnya di Swedia, di negara Skandinavia yang berada di bagian utara Bumi ini terdapat kereta bandara yang disebut-sebut sebagai salah satu yang tercepat di dunia. Yang dimaksud adalah Arlanda Express, layanan kereta bandara dengan basis rangkaian kereta listrik canggih berteknologi EMU (Electric Multiple Unit). Disebut sebagai tercepat lantaran kecepatan maksimum (top speed) kereta bercat kuning ini sampai 200 km per jam.

Suasana Stockholm Central Station.
Suasana Stockholm Central Station.

KabarPenumpang.com yang pernah menjajal kereta ini cukup terkesima pada fasilitas Arlanda Express. Indikator tingkat kecepatan ditampilkan pada layar digital, dari pantuan memang hanya beberapa saat saja kereta mencapai 200 km per jam, selebihnya berfluktuasi mengikuti kontur lintasan rel yang kesemuanya berada di permukaan.

Petugas kereta yang ramah.
Petugas kereta yang ramah.

Petugas kondektur memeriksa tiket dengan perangkat scan RFID.
Petugas kondektur memeriksa tiket dengan perangkat scan RFID.

Arlanda Express resmi beroperasi sejak November 1999, kereta ini melayani rute Bandara Internasional Arlanda ke pusat Kota Stockholm, dan sebaliknya. Seperti halnya ARS di Kuala Namu, Arlanda Express hanya punya dua titik stasiun, di Bandara Arlanda kereta ini berhenti di dua sub terminal (Arlanda North dan Arlanda South), sementara di Stockholm kereta berhenti di Stockholm Central Station. Panjang rute kereta ini sekitar 41 km, dan dalam slogan Arlanda Express menyebut durasi perjalanan hanya butuh 20 menit.

Interior di dalam kereta sudah dirancang untuk kebutuhan calon penumpang pesawat, dimana tempat koper dan bawaan khas penumpang dapat diletakkan dengan mudah. Meski penumpang hanya berada 20 menit di kereta,m Arlanda Express tetap menyediakan akses koneksi broadband lewat WiFi. Dalam satu jam, ada empat sampai enam kali perjalanan yang disiapkan dari dan ke Bandara Arlanda.

Interior Arlanda Express.
Interior Arlanda Express.

Arlanda Express menawarkan beragam variasi tiket dan diskon, sebagai contoh untuk tiket dewasa (sekali jalan) dikenakan 280 krona (setara Rp414 ribu). Tapi Arlanda Express menyediakan banyak varian tiket lain, mulai dari tiket remaja, tiket pelajar, anak-anak, dan rombongan, kesemuanya punya penerapan diskon tarif yang menarik untuk dicermati. Pemumpang akan mendapatlkan harga tarif yang lebih ‘murah’ bila langsung membeli tiket pulang pergi (return).

Memang harga tiket kereta bandara cenderung mahal, tapi mengingat yang ‘dijual’ adalah kepastian waktu tiba di bandara, maka tarif yang dikenakan menjadi worth it. Sebagai perbandingan, untuk menuju Bandara Arlanda lewat jalan tol bisa memakan waktu satu jam, dan bisa lebih lama bila Anda melaju di jam-jam sibuk.

Baca juga: Sama-Sama Kereta Bandara, Inilah Yang Beda Antara di Soekarno-Hatta dan Kualanamu

Pola booking dan pembelian tiket terlihat sudah sangat maju, mulai dari website, mesin tiket otomatis dan basis aplikasi di smartphone, kesemuanya terintegrasi dengan baik. Ada baiknya Arlanda Express dapat dijadikan panduan arah pengembangan kereta bandara di Indonesia.

Dapat Tepuk Tangan dan Nyanyian dari Penumpang, Pengemudi Bus ini Rupanya Rajin Menyapa

Bak artis terkenal, seorang pengemudi Kowloon Motor Bus di Hong Kong menerima pujian dari banyak orang. Ini karena pengemudi bermarga Lee tersebut selalu menyapa setiap penumpang yang naik ke dalam bus yang dikemudikannya. Padahal Lee baru menjadi pengemudi Kowloon Motor Bus selama lima bulan.

Baca juga: Jepang Uji Coba Bus dengan Teknologi 5G Antara Stasiun

“Aku terkejut. Saya tidak mengharapkan reaksi luar biasa seperti itu,” kata Lee dalam sebuah postingan yang diunggah Kowloon Motor Bus di Facebook yang dikutip KabarPenumpang.com dari thestandard.com.hk (6/12/2021).

Pihak operator bus mengatakan, Lee sering kali mendapat tepuk tangan sejak dirinya bergabung dengan perusahaan itu. Bahkan, rekan seprofesinya menyanyikan lagu pujian bagi Lee atas tindakannya.

Tak hanya itu, seorang penumpang yang memposting di halaman Facebook “Tmpier” mengatakan, bahwa dirinya bertemu dengan pengemudi bus yang tampan. Dia kemudian bercanda bila dirinya sangat terkesan dengan sang pengemudi hingga ingin menikah dengannya.

“Dia (pengemudi) bahkan menyapa setiap penumpang, setiap satu dari mereka,” tulis postingan tersebut.

Dikatakan si penumpang, Lee mengemudikan bus 59M dan bertemu dirinya saat naik dalam bus tersebut beberapa hari lalu. Lee bukan hanya ramah pada penumpang, dia pun memberikan kenyamanan pada penumpang yang menggunakan kursi roda. Dia akan menghentikan bus di tempat yang memudahkan penumpang berkursi roda untuk turun.

Dalam postingan itu pun dituliskan bahwa Lee meminta maaf pada penumpang lain saat dirinya berhenti di tempat penumpang berkursi roda turun. Penumpang itu mengatakan bahwa dia tidak tahu apakah pengemudinya begitu baik kepada penumpang sepanjang waktu sejak dia pulang kerja lebih awal dari biasanya hari itu, tetapi dia “akan mengingat pengemudi itu seumur hidupnya.”

Postingan itu menjadi viral di dunia maya, dengan banyak netizen berbagi pengalaman mereka dengan pengemudi yang tampaknya sama.

“Dia sangat baik dan sopan. Saya melihatnya mengemudi 60X pada hari Minggu, menyapa setiap penumpang,” kata salah satu penumpang lainnya.

Baca juga: Guinness World Records Berduka Atas Wafatnya Pengemudi Bus Terpendek di Dunia

“Saya pernah melihatnya sekali pada kesempatan yang sama dengan penumpang kursi roda di 59M. Pengemudi muda itu benar-benar baik. Saya tidak tahu apakah itu orang yang sama,” tambah yang lain.

Bantu Penumpang dari Groper, Pengemudi Bus Dapat Surat Pujian dari Kepolisian

Mungkinkah seorang pengemudi bus bisa menjadi detektif dadakan untuk membantu penumpangnya yang dilecehkan penumpang lain? Jawabannya bisa iya dan bisa tidak. Hal ini karena menyangkut pekerjaan dan rasa ingin membantu pada orang lain. Namun, biasanya banyak pengemudi yang membantu dibandingkan mengacuhkan penumpang yang dilecehkan oleh penumpang lainnya.

Baca juga: Penumpang Tandai Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta dengan Stempel Anti-Groping

Itu seperti yang dilakukan Tatsunori Koga yang adalah pengemudi bus di Jepang. Saat itu pada Jumat (19/11/2021) sore, pria berusia 25 tahun tersebut tengah bekerja dan duduk di kursinya. Dia bukanlah duduk di kantor, melainkan dibelakang kemudi bus karena dirinya seorang pengemudi bus untuk Meitetsu Bus Company yang berbasis di Nagoya, Jepang.

KabarPenumpang.com melansir soranews24.com (4/12/2021), sore itu sekitar pukul 16.00 waktu setempat, Koga menepikan bus yang dikemudikannya di halte bus daerah Moriyama Nagoya. Sama dengan bus kebanyakan, bus yang dikemudikan Koga mengharuskan penumpang turun dari pintu bagian depan kendaraan.

Namun, saat perhentian itu, ada seorang gadis berusia 18 tahun yang berjalan dekat kursi kemudi Koga. Dia tidak turun tetapi melaporkan adanya pelecehan seksual atau groping kepada Koga.

“Seseorang menyentuhku,” dia memulai saat air mata menggenang dimatanya dan mulai menangis.

Ketika Koga mendengarkan yang gadis itu utarakan, penumpang lain berusian 60-an menyelinap melewati gadis itu dan turun dari bus dengan sikap acuh tak acuh.

Itu dia,” kata gadis itu sambil menunjuk pria itu sambil terus menjaga jarak antara dirinya dan bus.

Koga mengaku, saat itu dirinya harus mencari tahu kebenaran yang terjadi. Dia kemudian mengejar dan mendekati pria itu, tetapi pria lanjut usia tersebut mengatakan dirinya hanya tidak sengaka menabrak gadis tersebut.

Sayangnya Koga tak percaya, kemudian kembali bertanya dan saat itu mobil polisi melintas. Dia menghentikannya dan petugas mengambil alih hal tersebut setelah Koga menceritakan apa yang terjadi.

Setelah ditangani polisi, pria itu mengakui kejahatannya dan mengatakan, “Saya ingin melihat bagaimana dia akan bereaksi.”

Untuk diketahui, salah satu yang membuat penangkapan groper sulit adalah mereka sering menyerang saat kendaraan sedang ramai, seperti yang dilakukan pria itu saat bus Koga penuh dengan penumpang pada tahap awal jam sibuk. Seringkali pada saat korban menyadari bahwa kontak tersebut disengaja, groper sudah mendapatkan kegembiraannya dan melarikan diri di perhentian berikutnya, kemudian benar-benar menghilang dari tempat kejadian sebelum korban bahkan dapat melaporkan kejadian tersebut ke figur yang berwenang.

Namun, berkat kesediaan cepat gadis itu untuk maju dan tanggapan cepat Koga, groper ditangkap dan ditahan. Pada awal bulan ini, Koga menerima surat pujian dari Bangsal Moriyama di Kepolisian Prefektur Aichi.

Baca juga: Tak Mau Naik di Gerbong Khusus Wanita, Ternyata Ini Alasan Para Wanita Jepang

Setelah menerimanya, dia berkata, “Tindakan groper benar-benar tidak termaafkan, dan saya merasa kasihan pada korbannya. Demi warga sekitar, saya ingin terus bekerja untuk membuat bus kami menjadi bus yang mereka rasa aman untuk dikendarai,” membuktikan bahwa dia tidak hanya kadang-kadang terdengar seperti detektif, tetapi juga kadang-kadang terdengar seperti pahlawan super.

Bus DMV – Bisa Berjalan di Jalan Raya dan Rel, Siap Mengular di Akhir Tahun

Jepang mungkin bisa disebut sebagai negara yang bisa melakukan apa saja. Hal ini karena terlihat dari berbagai pengembangan yang sudah dilakukan, salah satunya adalah pada moda transportasi. Mungkin Anda bingung apa saja pengembangan transportasi di Jepang?

Baca juga: Kertalaya, Bus Rel Pertama di Indonesia

Salah satunya yakni kendaraan dual mode atau DMV (dual mode vehicle) yang dijadwalkan akan beroperasi di Negeri Sakura ini pada Hari Natal 25 Desember 2021. DMV ini mulai dikembangkan sejak 2002 lalu dan ini adalah bus yang juga bisa berjalan di rel kereta. Kemudian sistem tersebut dijalankan oleh perusahaan Asa Coast Railway Jepang.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (6/12/2021), saat ini sudah ada tiga kendaraan yang akan menempuh jarak sekitar 123 km atau sekitar 76 mil. Jarak ini melintas dari Awa Kainan Bunka Mura di prefektur Tokushima ke marian Umi ni Eki Toromu di prefektur Kochi.

DMV ini adalah bus bertenaga diesel yang dimodifikasi dan bisa membawa hingga 23 penumpang dengan 18 kursi dan empat lainnya berdiri termasuk di dalamnya pengemudi. Saat di jalan, DMV hanya bergerak dengan bannya seperti bus lainnya.

Meski begitu bus ini akan bisa melintasi rel trek khusus DMV dengan menekan sebuah tombol maka set roda untuk rel baja depan dan belakang menyebar dari bagian bawahnya. Ban depan kendaraan diangkat sepenuhnya dari lintasan, sedangkan set belakang tetap bersentuhan dengan rel untuk memberikan tenaga penggerak.

Bus kemudian dapat mengatur kecepatan mode rel tertinggi 80 km per jam (50 mph), meskipun dalam praktiknya akan tetap pada kecepatan jelajah 60 km per jam (37 mph). Di sepanjang rute tepi lautnya yang sebagian besar ditujukan untuk melayani pelancong dan DMV akan berganti moda dua kali.

Seluruh proses perubahan mode dilaporkan hanya membutuhkan waktu 15 detik. Untuk alasan keamanan, kendaraan tidak akan menggunakan jalur rel yang ada yang saat ini digunakan oleh kereta api. Menurut Asa Coast Railway, kemampuan DMV untuk menjalankan sebagian besar rutenya di atas rel harus membuatnya jauh lebih hemat bahan bakar dan lebih sedikit polusi daripada bus tradisional.

Itu juga harus membutuhkan lebih sedikit perawatan, ditambah itu mungkin bisa membantu mengangkut orang jika terjadi gempa bumi atau bencana lainnya, di mana jalan raya atau jalur kereta api tidak dapat dilalui. Perusahaan juga mengklaim bahwa DMV akan menjadi bus mode ganda pertama di dunia yang digunakan untuk umum.

Baca juga: Railbus Batara Kresna, Wahana Unik yang Melaju di Rel Bekas Trem

Meskipun ini mungkin benar, truk pemeliharaan kereta api telah menggunakan teknologi yang sama selama beberapa dekade. Selain itu, baik Unimog dan BladeRunner telah mengembangkan kendaraan pengangkut penumpang dan kargo mode ganda.

Inilah Goose, Kopilot Digital Masa Depan! Bakal Disertifikasi Tahun 2022

Profesi kopilot di masa depan bisa dibilang tak aman disebabkan teknologi. Saat ini, perusahaan Jerman, AeroSys, diketahui tengah mengembangkan Goose, teknologi kopilot digital masa depan. Bila tak ada aral melintang, tahun 2022 Goose sudah bisa beroperasi terbatas dan baru pada tahun 2024 kopilot digital ini ditargetkan bisa beroperasi secara komersial bersama maskapai.

Baca juga: Dukung Single Cockpit, Honeywell Luncurkan Sistem Kokpit Anthem Berbasis Cloud Pertama di Dunia

Seiring perkembangan teknologi, peran manusia di dunia penerbangan menjadi sangat terbatas. Dahulu, kokpit diisi oleh lima orang, termasuk pilot dan kopilot, radio operator, navigator, dan flight engineer. Tiga terakhir sudah lenyap digantikan teknologi. Kini, satu lainnya, yaitu kopilot/pilot, sudah diatur untuk disingkirkan di masa mendatang.

Belum lama ini, Cathay Pacific mengumumkan rencana menerbangkan armada Airbus A350 dengan satu pilot mulai tahun 2025 mendatang. Itu dilakoni di hampir seluruh penerbangan jarak jauh A350, dengan catatan proses sertifikasi berjalan lancar sesuai rencana. Dengan begitu, kebutuhan pilot maskapai Hong Kong itu bisa ditekan.

Saat ini, Cathay Pacific telah memulai mimpi berbalut Project Connect tersebut bersama Airbus untuk mengembangkan operasi penerbangan jarak jauh A350 dengan hanya satu pilot.

Kendati demikian, Cathay Pacific belum akan meluncurkan penerbangan A350 satu pilot usai mendapat sertifikasi dari regulator. Begitu juga dengan Goose, si kopilot digital. Keamanan akan menjadi proritas utama semua pihak dan masih mengkaji pendapat para penumpang terkait itu.

Dilansir Simple Flying, ide membuat kopilot digital Goose bermula dari keinginan pribadi Hahn, pilot profesional di AS, pada tahun 2019. Ketika itu, ia merancang hadrware untuk membantu memberi tahunya tentang potensi pelanggaran wilayah udara.

Teknisnya, perangkat yang dilengkapi GPS ini akan memberitahu Hahn melalui suara saat ia mendekati wilayah udara yang memerlukan izin sebelum memasukinya. Ini kemudian dikembangkan Hahn untuk memperiksa daftar checklists yang biasa digunakan.

Setelah dirasa sangat bermanfaat untuk diri sendiri, Hahn kemudian berbagi kisah tentang Goose si kopilot digital. Siapa sangka, ternyata mereka antusias dan beberapa meminta dibuatkan alat serupa. Dari situ, ide bisnis Hahn bekerja dan terbesit untuk fokus mengembangkan alat itu.

Sayangnya, itu terbentur dari segi pendanaan. Saat diputuskan untuk mencari investor pun, hampir tak ada yang mau dan percaya terhadap gagasan kopilot digital. Tak mau putus asa, Hahn datang ke DLR (Jerman Aerospace Center) dan diterima dengan tangan terbuka.

Saat ini, Goose, yang menjadi produk dari AeroSys, tengah menyempurnakan kopilot digital untuk membantu operasi single pilot. Ditargetkan, pada Agustus 2022 mendatang, Goose yang sudah disertifikasi bisa digunakan di pesawat-pesawat kecil. Pada tahun 2024, itu ditargetkan bisa beroperasi di maskapai komersial.

Baca juga: Menghilangkan Kopilot dari Dunia Penerbangan Sipil, Mungkinkah?

Sebagai kopilot digital, fungsi Goose sesuai dengan kopilot sungguhan. Ia dapat mengingatkan pilot tentang caranya terbang; mendengarkan komunikasi antara pilot dengan ATC berserta instruksinya, sehingga bilamana pilot tidak sesuai dengan instruksi yang diberikan, Goose akan memperingatinya; mengingatkan pilot saat mereka kehilangan fokus; dan lainnya.

Saat ini, Goose masih berupa hardware kotak kecil seukuran radio mini yang dicolok kabel sesuai kebutuhan. Ke depan, AeroSys sedang memutar otak agar itu ditanam langsung di pesawat menjadi satu kesatuan, bukan hardware yang terpisah. Andai ini terjadi, bagaimana dengan nasib pilot di masa mendatang? Menarik dinanti.

 

Dituding Qatar Airways Tak Serius Terkait Masalah Cat A350, Airbus Tempuh Jalur Hukum!

Airbus akhirnya buka suara terkait gonjang-ganjing permasalahan permukaan di bawah cat pesawat A350. Raksasa manufaktur pesawat asal Eropa itu menolak disebut ini masalah besar dan berdampak pada kelaikan.

Baca juga: Kepanasan, Cat Pesawat Airbus A350 Qatar Airways Meleleh! Maskapai Lain Senasib

Tak hanya itu, Airbus juga telah mempersiapkan langkah menuju ke ranah hukum atas tudingan maskapai yang menyebut bahwa Airbus tak serius dalam menanggapi masalah ini.

“Dalam menghadapi ongoing mischaracterisation of non-structural surface degradation pada armada pesawat A350 oleh salah satu pelanggannya, Airbus menjadi perlu untuk mencari penilaian hukum independen sebagai jalan ke depan untuk menyelesaikan perselisihan, yang tidak dapat diselesaikan oleh kedua belah pihak selama diskusi langsung dan terbuka,” kata Airbus dalam keterangan resminya kepada KabarPenumpang.com.

“Keselamatan adalah prioritas utama Airbus. Temuan terkait surface paint-related telah dinilai secara menyeluruh oleh Airbus dan dikonfirmasi oleh European Aviation Safety Agency (EASA) karena tidak memiliki dampak kelaikan udara pada armada A350,” lanjutnya.

“Upaya pelanggan ini untuk salah mengartikan topik khusus ini sebagai masalah kelaikan udara merupakan ancaman terhadap protokol internasional tentang masalah keselamatan,” tambahnya.

Meski tak disebut dengan gamblang, mereka yang mengikuti pemberitaan ini tentu tahu untuk siapa pernyataan ini ditujukan. Siapa lagi kalau bukan Qatar Airways.

Dalam sebuah wawancara bersama Simple Flying, CEO Qatar Airways, nampak sangat murka bukan hanya masalah pada pesawat tersebut, tetapi juga cara Airbus menanggapi persoalan. Padahal, menurut Al Baker, ini adalah masalah besar yang berdampak pada kelaikan pesawat.

“Qatar Airways mengharapkan Airbus telah menetapkan akar permasalahan dan secara permanen memperbaiki kondisi yang mendasarinya demi kepuasan Qatar Airways dan regulator kami sebelum kami melakukan pengiriman lebih lanjut Pesawat A350,” ujarnya.

“Sayangnya saya tidak bisa menjelaskan detailnya. (Airbus) mengabaikan fakta bahwa ada masalah serius dengan yang kami hadapi dengan (A350). Mereka hanya mencoba bermalas-malasan dan menyeret kaki mereka alih-alih bekerja nyata dan memecahkan masalah yang dimiliki pesawat mereka,” jelasnya.

Airbus sendiri mengaku menyesal atas apa yang tengah direncanakannya (jalur hukum). Tetapi, mereka tak punya pilihan lain untuk mempertahankan reputasinya sebagai raksasa produsen pesawat global yang aktif dalam melakukan segala tindaka pencegahan, termasuk kaitannya dengan pelayanan ke maskapai.

Lebih lanjut, Airbus menegaskan bahwa pesawat A350 yang bermasalah pada permukaan bawah cat hingga dituding tak laik itu 99,5 persen andal dan membantu pemulihan ekonomi global pasca dihantam pandemi Covid-19.

Baca juga: Bermasalah, Qatar Airways Kandangkan 13 Unit Airbus A350, Al Baker Murka!

Sebelum benar-benar menyerang balik Qatar Airways atas tudingan negatifnya, Airbus bagaimanapun tetap ingin ini diselesaikan dengan cara damai dan konstruktif mengingat keduanya saling membutuhkan satu sama lain.

Terkait dengan penanganan masalah pada A350 sendiri, Airbus mengklarifikasi bahwa berbagai usulan EASA terkait Expanded Copper Foil (ECF) sudah ditindaklanjuti dengan apa yang disebut melakukan Perforated Copper Foil.

Intip Kemewahan Penthouse Berjalan Milik Justin Bieber

Justin Bieber salah satu musisi muda yang hingga kini namanya masih melejit di jagat musik dunia. Karena pekerjaannya, pemilik single Baby ini harus konser dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini kemudian membuat dirinya memamerkan sebuah tour bus yang akhirnya dijadikan rumah kedua.

Baca juga: Crazy Rich Asal Malang Punya Jet Pribadi dan Bus Mewah, Ini Dia Armadanya

Bisa dikatakan ini cukup mengejutkan publik dan para penggemarnya. Dirangkum KabarPenumpang.com dari GQ, Justin membeli bus tersebut sejak setahun lalu saat pandemi Covid-19. Demi menjaga jarak, bus ini pun akhirnya dibeli agar dirinya bisa bepergian. Dia membagikan bus miliknya di akun YouTube pribadinya dan memperlihatkan keseluruhan isi yang ada di dalamnya.

“Selama pandemi kita dianjurkan untuk jaga jarak. Jadi kita melakukan trip lewat jalur darat yang sangat keren. Bahkan kita sempat roadtrip dari rumahku di Kanada menuju tempat tinggalku di LA,” ujarnya.

Bus miliki Justin adalah bus Prevost RV yang dia rancang layaknya sebuah penthouse. Area pertama bus ini adalah ruang kerja yang adalah tempat Justin biasa menulis lagu atau sekedar mengecek email yang masuk. Kemudian disebelahnya ada ruang santai dengan sofa bed dan TV plasma raksasa. Ruang kerja juga digunakan untuk bersantai karena dilengkapi dengan berbagai macam benda seni termasuk foto sang isti Hailey Baldwin.

“Nah, di belakang ini adalah tempat tidurku,” ujarnya sambil berjalan menuju ruang lain yang difungsikan sebagai kamar tidur.

Justin bahkan mengaku, kamar tidur menjadi tempat dia paling sering menghabiskan waktu ketika dalam perjalanan. Di tempat tidur dia bersantai sembari menonton film. Tepat di sebelah kamar tidurnya, ada kamar mandi di mana toilet dan shower terpisah. Menjadi penthouse berjalan, bus milik Justin juga dilengkapi dengan sauna yang menggunakan teknologi infrared.

“Saat tur, aku harus memastikan tubuhku berada pada level optimal. Banyak hal yang terjadi saat tur. Kau melakukan pertunjukan selama 1,5 jam, yang mana itu sama dengan kegiatan seorang atlet profesional. Manggung membuat tubuhmu kelelahan,” katanya.

Baca juga: Inilah Journey, Bus Mewah dengan Interior ala Kondominium

Karena dirinya banyak melakukan perjalanan, ada beberapa lemari yang dibuat untuk menyimpan pakaian dan sepatu. Justin menjelaskan dirinya sangat menyukai ruang santai karena bisa berkumpul bersama kru, pemain band hingga para penarinya. Untuk membuat bus ini sebagai penthouse berjalan, Justin diperkirakan mengabiskan uang sebanyak US$1,5 juta (Rp21,76 miliar) hingga sekitar US$2,7 juta (Rp39,19 miliar).