Terdampak Turbulensi, Pramugari dengan Sepatu Hak Tinggi Alami Patah Tulang!

Seperti yang sudah sering diberitakan sebelumnya, turbulensi yang kerap terjadi di dunia penerbangan global sejatinya masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang – terutama bagi para penumpang yang baru pertama kali mengudara. Kendati memiliki tingkat kekuatan guncangan sendiri beragam, mulai dari yang lemah hingga yang kuat, tetapi para pilot sudah terbiasa dengan fenomena alam ini dan terlatih untuk tetap bisa menerbangkan pesawat secara halus. Tapi tahukah Anda bahwa turbulensi ternyata bisa mengakibatkan seseorang cidera?

Baca Juga: Peneliti Buktikan Bahwa Guncangan Akibat Turbulensi Bisa Diredam!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk (12/12), seorang pramugari dari Thomas Cook dikabarkan mengalami patah pergelangan kaki sebagai dampak dari turbulensi parah yang dialami oleh salah satu pesawatnya pada pertengahan tahun 2019 lalu. Tidak heran nampaknya kejadian ini, mengingat sang pramugari menggunakan sepatu hak tinggi dan mungkin saja ia tengah dalam posisi berdiri ketika turbulensi ‘menyerang’.

Namun prediksi di atas meleset, mengingat yang membuat pergelangan kaki pramugari ini patah adalah karena terhimpit kereta dorong yang biasa digunakan oleh awak kabin untuk menjajakan makanan selama di penerbangan.

Insiden ini bermula ketika maskapai Thomas Cook dengan nomor penerbangan MT-2915 yang terbang dari Varadero, Kuba menuju Manchester pada 2 Agustus mengalami turbulensi ketika tengah mengudara. Namun cuaca yang sedang tidak bersahabat memaksa pilot untuk mencari rute terbaik guna meminimalisir dampak turbulensi. Upaya untuk menginformasikan penumpang untuk memasang sabuk pengaman juga sudah dilakukan, namun sayang, turbulensi yang terlalu parah selama 90 detik itu ternyata berimbas pada seorang pramugari yang kakinya terhimpit kereta dorong.

Baca Juga: Kurangi Efek Turbulensi, Sebaiknya Pilih Kursi di Dekat Sayap

Selain pramugari yang tidak disebutkan namanya ini, seorang awak kabin lain juga menderita memar bada bagian punggung sebagai dampak dari turbulensi yang sama. Kepada awak media setempat, pihak Thomas Cook membenarkan insiden ini dan menambahkan bahwa insiden ini terjadi pada salah satu pesawat Airbus A330-200 yang dioperasikan oleh pihak maskapai.

Punya Standar Tinggi, Inilah Rasanya Jadi Awak Kabin Emirates

Belakangan ini, profesi sebagai awak kabin tengah hangat diperbincangkan – terlebih ketika skandal penyelundupan motor Harley-Davidson yang dilakukan oleh sejumlah eksekutif Garuda Indonesia. Namun kali ini kami tidak membahas seputar awak kabin Garuda Indonesia, melainkan awak kabin dari maskapai nomor wahid yang ada saat ini, Emirates. Selain terkenal dengan layanan pihak maskapainya yang selalu prima, konon katanya awak kabin Emirates pun selalu melayani penumpang layaknya seorang ‘Bangsawan’ – bahkan ketika Anda duduk di bangku kelas ekonomi sekalipun.

Baca Juga: Intip Dibelakang Layar Pelatihan Awak Kabin Emirates

Pertanyaannya di sini adalah, “Apa yang dirasakan oleh seorang awak kabin Emirates? Apakah orang-orang diluaran sana bisa dengan mudah mendaftar posisi tersebut?”

Untuk menjawab pertanyaan yang kedua, jawabannya tentu saja tidak. Hal ini lantaran ada beberapa kualifikasi dari calon awak kabin yang harus terlebih dahulu dipenuhi, seperti usia minimal 21 tahun, tinggi minimum 160 cm, mahir berbahasa Inggris (lisan dan tulisan), tidak memiliki tattoo yang terlihat ketika mengenakan seragam Emirates, mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, hingga panjang lengan yang mencapai angka 212 cm ketika berjinjit. Jika ada salah satu dari syarat tersebut yang tidak terpenuhi, maka Anda akan terdepak dari barisan persaingan.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk, seorang awak kabin Emirates yang bernama Alexandra Cosoff asal Queensland, Australia mengatakan bahwa para awak kabin ini mendapatkan pelatihan yang cukup keras – sehingga lama kelamaan mereka akan terbiasa untuk menghadapi tingkah laku penumpang yang terkadang di luar nalar.

Sebagai contoh, khusus untuk penumpang di First Class, Alexandra mengatakan bahwa awak kabin harus mengenal masing-masing penumpang sebelum mereka mengudara.

“Kami melakukan pendekatan secara pribadi kepada setiap penumpang di First Class, salah satunya adalah dengan cara memanggil nama mereka dan berusaha untuk mengetahui setiap detail penumpang tersebut agar penerbangannya bersama Emirates menjadi berkesan,” tutur Alexandra.

Baca Juga: Jurus Awak Kabin Emirates Taklukan Si Kecil di Penerbangan Jarak Jauh

“Selain itu, pemahaman terkait semua produk yang tersedia di First Class merupakan hal mutlak. Ini merupakan salah satu cara kami untuk bisa menghidangkan makanan dan minuman secara tepat kepada penumpang – mengingat ada banyak ragam yang kami sediakan di setiap penerbangan,” sambungnya.

Sebagai informasi, baik awak kabin pria maupun wanita yang ada di Emirates ini sebelumnya telah melewati masa pendidikan di sekolah kecantikan terlebih dahulu – mengingat kecantikan merupakan salah satu pedoman utama bagi para awak kabin dari maskapai berkelas ini.

Gratis Sampai Tahun Baru, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Membentang 36,4 Km

Pada 12 Desember 2019 kemarin Jalan Tol Layang dari Jakarta ke Cikampek II diresmikan Presiden Joko Widodo. Nantinya setelah diresmikan, tol akan mulai dibuka untuk umum sekitar 2-3 hari kemudian.

Baca juga: Macet Parah di Tol Cikampek, Proyek LRT dan Kereta Cepat Dihentikan Sementara, Kebijakan Ganjil Genap Diperluas

“Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek telah selesai dan akan digratiskan sampai nanti tahun 2020,” kata Jokowi.

Harapan kehadiran tol layang ini adalah bisa mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di tol Jakarta-Cikampek lama. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, faktanya tol ini menyandang status sebagai tol layang (elevated) terpajang di Indonesia Jakarta-Cikampek II (Japek II) sebab memiliki panjang 35,4 km yang menghubungkan Cikunir hingga Karawang Timur.

Tidak ada gerbang masuk dan keluar di tengah jalan tol layang ini. Karena Jalan Tol Layang Japek II hanya diperuntukkan bagi pengguna jalan jarak jauh seperti dari Jakarta ke Bandung atau kota-kota di Jawa.

Tidak adanya gerbang ini membuat pengguna yang ingin keluar di Tambun, Cikarang, Karawang Barat dan Rengasdengklok tak bisa menggunakan jalan layang tersebut. Selain itu tidak ada rest area ataupun pom bensin karena diperuntukkan bagi pengguna perjalanan non-stop.

Namun meski begitu, pihak Jasa Marga tetap menempatkan petugas, mobil ambulans dan mobil derek di tol layang jika terjadi sesuatu pada para penggunanya. Tol layang tersebut, sebagaimana yang dikatakan Presiden Jokowi, akan digratiskan selama Natal dan Tahun Baru 2020.

Rencananya akan mulai dioperasikan pada 20 Desember 2019 sekaligus untuk mengantisipasi lonjakan liburan Natal dan Tahun Baru. Setelahnya Kementerian PUPR akan mulai menetapkan besaran tarif jalan tol layang tersebut.

Jalan tol layang ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan bertonase ringan golongan I dan II. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, alasannya karena bukan aspek teknis, melainkan terkait manajemen lalu lintas untuk menghindari kemacetan.

“Untuk itu akan dipasang portal batas ketinggian sehingga kendaraan bertonase besar tidak bisa masuk, dan akan dilengkapi 113 kamera CCTV yang dipasang oleh PT Jasa Marga untuk keamanan,” ujar Basuki.

Adapun batas kecepatan maksimal kendaraan di jalan tol layang ini adalah 80 km per jamnya dan batas minimal 60 km per jam. Menurut Basuki, jika kendaraan melaju dengan kecepatan maksimal, maka tol layang tersebut dapat ditempuh dalam waktu setengah jam saja.

Baca juga: Terdampak Cuaca Buruk, Pesawat Carter ini Tergelincir Menuju Jalan Tol

Tak hanya itu, konstruksi jalan tol tersebut diklaim dapat menahan guncangan gempa bermagnitudo tinggi atau megathrust. Hal itu karena expansion joint yang dipasang pada setiap sambungan pierhead. Expansion joint merupakan salah satu dari beberapa jenis sambungan yang kerap digunakan dan memegang peran penting pada sistem perpipaan. Kekuatan expansion joint dapat menahan gempa hingga seribu tahun dengan kekuatan hingga di atas magnitudo 8.

Beri Rating Ilegal, Pengemudi Grab Kena Denda US$5.000!

“Jangan lupa bintang limanya ya, Pak/Bu,”

Ini merupakan frasa yang sudah lumrah didengar ketika Anda baru saja menyelesaikan perjalanan dengan menggunakan jasa ojek online – baik mobil atau pun motor. Ya, ini merupakan penilaian yang diberikan penumpang atas jasa pelayanan yang sudah ia terima dari pengemudi. Dari rating ini, si pengemudi juga bisa mendapatkan bonus (jika hasil pelayanannya memuaskan), dan mendapatkan hukuman jika pelayanan yang diberikan buruk. Tapi tahukah Anda bahwa dari perkara rating ini, seorang pengemudi angkutan online terpaksa didenda hingga total US$5.000?

Baca Juga: Grab Targetkan 50 GrabKitchen Hingga Akhir 2019 di Seluruh Indonesia

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman tnp.sg (11/12), adalah Alvin Ng Liang Dong, seorang pengemudi angkutan berbasis online berusia 32 tahun didakwa telah melakukan penyalahgunaan properti secara tidak jujur dan melontarkan kata-kata yang tidak sepantasnya kepada orang lain.

Kisah ini bermula pada tanggal 9 September 2017, dimana salah satu penumpang Alvin tidak sengaja meninggalkan ponselnya di bangku belakang dan Alvin kala itu langsung mengambilnya hanya untuk memberikan rating tinggi kepada dirinya sendiri. Setelah menyelesaikan ‘penilaian ilegal’ tersebut, Alvin langsung membuang ponsel si penumpang ke salah satu pom bensin guna menghilangkan jejak. Sebagai informasi, Alvin bekerja untuk salah satu perusahaan penyedia jasa ride-hailing terkemuka, Grab.

Lalu ketika penumpang ini berusaha untuk melacak keberadaan ponselnya yang tertinggal tersebut, ia mendapati akun Grab-nya telah memberikan bintang lima kepada Alvin – padahal penumpang anonim ini merasa belum memberikan rating kepada Alvin. Berdasarkan temuannya ini, si penumpang mulai menaruh curiga kepada Alvin karena telah memalsukan ratingnya dan lalu melaporkannya ke pihak Grab dan kepolisian.

Singkat cerita, Alvin dicokok oleh petugas kepolisian dan kepadanya, Alvin mengatakan bahwa ia tidak mengetahui apapun soal ponsel salah satu penumpangnya yang tertinggal di kendaraannya. Di sini, Alvin sudah melakukan satu kesalahan dan tidak berhenti sampai di situ. Track record Alvin juga tidak melulu mulus.

Pihak kepolisian sempat mendapati Alvin melontarkan kata-kata kasar dan bernada mengancam kepada seorang petugas pom bensin karena dirinya tidka bisa mendapatkan potongan harga sebesar 20 persen.

Baca Juga: Grab Hadirkan Beberapa Fitur Baru di Aplikasi, Termasuk Raih Poin Bila Order Dibatalkan Pengemudi

Akibat kompilasi kesalahannya ini, Alvin didakwa dengan hukuman denda senilai US$5.000 maksimal untuk semua pelanggaran yang sudah dilakukannya.

Adapun nilai moral yang bisa diambil dari kasus ini adalah Anda harus berlaku sopan dan jujur kepada siapapun – tidak terkecuali penumpang yang Anda bawa. Jika tidak, bukan tidak mungkin apabila nasib Anda akan berakhir seperti Alvin.

Sambut Peak Season Natal dan Tahun Baru 2020, Garuda Indonesia Berikan Diskon 40 Persen untuk Rute Domestik

Ditengah citranya yang terpuruk akibat aksi penyelundupan Harley Davidson, maskapai Garuda Indonesia hari ini (13/12/2019) memberikan berita baik, yaitu berupa potongan harga hingga 40 persen untuk rute-rute tertentu sebagai upaya untuk mendukung mobilitas para pengguna jasa di dalam negeri.

Baca juga: Garuda Indonesia Berencana Jual CRJ1000, Ternyata Ini Alasannya

Adapun rute-rute domestik tersebut di antaranya Balikpapan – Yogyakarta, Biak – Makassar, Denpasar – Ambon, Denpasar – Kupang, Jakarta – Balikpapan, Jakarta – Palangkaraya, Jakarta – Nias, Jayapura – Nabire, Mamuju Makassar, Palu – Makassar, Timika – Nabire, Yogyakarta – Makassar yang potongan harga tersebut berlaku pada setiap hari Selasa dan Kamis. Sedangkan untuk rute Jakarta – Jayapura potongan harga berlaku pada hari Selasa, Rabu dan Kamis, sementara itu rute Jakarta – Silangit potongan harga berlaku pada hari Jumat dan Minggu.

Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan bahwa potongan harga tersebut berlaku untuk pembelian tiket Garuda Indonesia baik melalui Online Travel Agent (OTA), Mobile Apps, Website maupun Ticketing Office Garuda Indonesia yang tersebar di seluruh Indonesia. “Pemberian potongan harga ini berlaku untuk periode perjalanan pada tanggal 10 Desember 2019 – 31 Januari 2020. Potongan harga berlaku pada hari-hari tertentu di rute-rute domestik tertentu.”

Selain memberikan potongan harga, Garuda Indonesia juga telah menyiapkan 30.630 kursi tambahan (extra seat) untuk penerbangan domestik dan internasional sebagai langkah antisipasi menghadapi kenaikan jumlah penumpang selama periode peak season Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 yang diperkirakan akan mulai pada tanggal 20 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020 yang terdiri dari 17,496 kursi untuk frekuensi penerbangan tambahan dan 13,134 kursi dengan pengoperasian armada yang lebih besar.

Baca juga: Plt Dirut Garuda Indonesia Tunjuk Dua Pelaksana Harian Pejabat Direksi

“Namun demikian, kami akan terus memantau perkembangan dari kebutuhan pasar selama periode peak season ini berlangsung jika diperlukan penyesuaian kapasitas penerbangan lebih lanjut”, lanjut Pikri dalam pesan tertulis.

Banyak Minum Air Mineral Jadi Obat Manjur untuk Jetlag!

Melakukan perjalanan udara, terutama untuk melakoni sebuah perjalanan jarak jauh agaknya sudah menjadi pilihan bagi semua orang. Kendati memiliki harga tiket yang lebih mahal ketimbang moda lain, namun efisiensi waktu dan dampaknya terhadap kebugaran seseorang menjadi poin utama yang diperhatikan oleh penumpang. Namun ketika perjalanan Anda tergolong memakan waktu sangat lama, satu bahaya yang patut Anda waspadai adalah terserang jetlag.

Baca Juga: Atasi Jetlag, LumosTech Hadirkan Masker Tidur Pintar

Seperti yang sudah diketahui bersama, jet lag merupakan gangguan tidur temporer berupa rasa kantuk pada siang hari dan sulit tidur pada malam hari, yang timbul setelah melakukan perjalanan jarak jauh dengan pesawat dan melewati zona waktu yang berbeda. Tentu saja jet lag bisa membuyarkan rencana aktivitas Anda di destinasi tujuan jika tidak diatasi dengan tepat. Nah, untuk mengatasi maslaah jet lag ini, seorang awak kabin dari Air France membocorkan rahasia yang bisa Anda lakukan untuk mencegah jet lag selama penerbangan langsung jarak jauh.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk, satu hal yang harus Anda lakukan untuk mencegah jet lag adalah dengan cara meminum air putih dalam jumlah yang banyak. Menurut awak kabin yang ingin tetap anonim ini, staf medis di perusahaan menyarankan setiap awak kabin untuk meminum satu liter air setelah empat jam melakukan perjalanan udara.

Kendati dianjurkan untuk banyak minum selama perjalanan, tapi Anda hanya diperbolehkan untuk meminum air mineral – tidak untuk kopi atau bir.

Mungkin Anda semua akan skeptis, “Bagaimana bisa banyak minum dapat meminimalisir jet lag?”

Baca Juga: Gara-Gara Jetlag Jadi Susah BAB

Jawabannya sederhana, karena Anda berada di dalam kabin yang bertekanan, sehingga kondisi di dalam kabin dapat dengan mudah membuat tubuh Anda dehidrasi. Maka dari itu, banyak meminum air selama perjalanan jarak jauh akan membuat tubuh Anda tetap terhidrasi dan dipercaya dapat terhindar dari jet lag.

Bagaimana, Anda siap mencobanya?

Pembebasan Lahan Tuntas, LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mengular 2021

Bagaimana kelanjutan light rail transit (LRT) Jabodebek dan kereta cepat Jakarta-Bandung yang katanya akan selesai akhir tahun 2021? Ternyata tidak ada sama sekali yang namanya persoalan krusial sehingga bisa berjalan dengan lancar.

Baca juga: LRT Jabodebek Siap Uji Coba, Bagaimana Tarif, Headway dan Kapasitas Keretanya?

Bahkan masalah pembebasan lahan yang kala itu masih belum selesai kini sudah rampung dan proses pun berjalan lancar. Tak hanya itu Presiden Joko Widodo bahkan memerintahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghubungkan dengan TransJakarta.

“Lahan untuk kereta cepat sudah mencapai 99,9 persen. Tinggal kerja lapangannya saja,” ujar Jokowi yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers Kementerian Perhubungan.

Namun diakui mantan Walikota Solo ini, bahwa pembangunan masa kini tidaklah mudah dikarenakan kondisi yang sudah terlalu ramai. Menurutnya pembangunan infrastruktur di Kawasan Jakarta-Cikampek menjadi salah satu contoh rumitnya jika terlambat membangun infrastruktur.

Meski begitu Jokowi optimis pembangunan LRT Jabodebek dan kereta cepat Jakarta-Bandung akan selesai di akhir 2021.

“Investasi $6 miliar akan diselesaikan insya Allah akan selesai di akhir 2021. LRT investasi Rp29 triliun juga akahan selesai akhir 2019,” kata Jokowi.

Bahkan dua proyek ini akan terintegrasi seperti kereta cepat punya stasiun di Halim dan LRT juga ada. Sehingga keduanya akan terhubung dengan jalur Transjakarta. Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri mengatakan penyelesaian LRT Jabodebek sesuai dengan perencanaan akan selesai akhir Desember 2021.

“Sebelumnya memang LRT Jabodebek ada kendala pembebasan lahan untuk Depo di Bekasi Timur dan yang kedua ada lagi longspand di Dukuh Atas. Untuk lahan saat ini sudah proses penyelesaian 75 persen lahan dibebaskan. Bahkan gedung kontrol (OCC Room) sudah mulai dibangun. Gedung ini sangat penting karena nanti akan bertugas mengontrol perjalanan LRT yang otomatis penuh,” ujar Zulfikri.

Pembangunan Gedung ini diharapkan bisa segera selesai sehingga uji coba semua teknologi yang digunakan di LRT bisa dilakukan dengan leluasa.

“Jika Gedung kontrol bisa cepat selesai, kita akan mempunyai waktu yang cukup Panjang untuk melakukan uji coba, sehingga teknologi yang cukup canggih ini bisa handal dalam pengoperasiannya,” jelas Zulfikri.

Pembangunan LRT Jabodebek tahap I ini mempunyai tiga lintasan, yakni Cawang-Cibubur sepanjang 14,89 km dengan empat stasiun, Cawang-Dukuh Atas sepanjang 11,05 km dengan delapan stasiun, dan Cawang-Bekasi Timur sepanjang 18,49 km dengan lima stasiun dan satu stasiun integrasi. Total Panjang lintasan LRT Jabodebek Tahap 1 adalah 44,43 km. Saat ini progress pembangunannya sudah mencapai 67,73 persen.

Untuk LRT Jabodebek Tahap II juga akan mempunyai tiga lintasan, yakni Dukuh Atas-Senayan sepanjang 7,8 km dengan 3 stasiun, Cibubur-Bogor sepanjang 25,8 km dengan empat stasiun, dan Palmerah-Grogol sepanjang 5,7 km dengan tiga stasiun. Total Panjang LRT Jabodebek Tahap dua adalah 38,5 km. Namun saat ini belum ada pembangunan dilakukan berkaitan LRT Jabodebek tahap II.

Untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung, target progres pembangunan konstruksinya di akhir 2019 adalah 40 persen. Saat ini progress sudah mencapai 38,2 persen, dan hingga akhir Desember target bisa tercapai 40 persen. Jalur kereta cepat ini akan mempunyai Panjang 142,3 km, dengan empat stasiun. Pembangunan jalur kereta cepat cukup sulit karena harus membangun 13 terowongan dengan total panjang 16,82 km.

Baca juga: Rp300 Ribu! Inilah Harga Tiket Termurah Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Selain itu lebih dari separuh atau 82,7 panjang jalur akan melayang (elevated). Untuk penunjang kereta cepat ini, maka PT Kereta Cepat Indonesia China, selaku pemilik proyek, akan membangun tiga kawasan Transit Oriented Development yakni Karawang TOD, Walini TOD, dan Tegalluar TOD.

Uji Coba Wayfinding, TransJakarta Siap ‘Naik Kelas’

PT Transjakarta secara resmi telah melakukan ujicoba sistem pengarah perjalanan atau Wayfinding. Sistem baru ini sudah diterapkan di Koridor 1 rute Blok M – Kota sejak 6 November 2019 lalu.

Baca Juga: Kontroversi MetroTrans Melaju di Jalur ‘Sempit,’ Inilah Tanggapan PT TransJakarta

Sebagaimana informasi yang didapatkan KabarPenumpang.com dari siaran pers, wayfinding ini sendiri merupakan suatu sistem di mana layanan yang diberikan kepada pelanggan, berupa pengarah perjalanan seperti peta rute baik di dalam halte hingga di dalam bus. Selain itu juga pengarah perjalanan diberikan menggunakan sistem pengeras suara.

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT TransJakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan, sistem ini diberlakukan mengingat pelanggan Transjakarta sudah mandiri dan terbiasa menuju lokasi kegiatan mereka masing-masing menggunakan moda transportasi TransJakarta. Sebab itu, informasi saat ini sudah bisa diberikan lewat sistem wayfinding atau pengarah perjalanan.

“Sistem ini juga untuk mengasah diri dan lingkungan. Dengan wayfinding kita bisa mensejajarkan diri dengan negara-negara maju. Setidaknya kita akan naik kelas,” ungkap Nadia saat berbincang dengan masyarakat yang tergabung dalam komunitas TransJakarta di Upnormal Coffee Roaster, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (6/12/2019).

Dalam temu komunitas tersebut disampaikan Nadia, para anggota menyambut baik adanya sistem ini. Sebab, secara tidak langsung sistem ini bisa mengasah kepekaan pelanggan terhadap sesama. Hal ini tentu saja membawa banyak dampak positif terhadap para pelanggan itu sendiri.

”Misalnya di situ ada yang butuh pertolongan, pelanggan yang ada di dalam (bus) bisa membantu sampai bus berhenti di halte selanjutnya,” terang Nadia.

Baca Juga: TransJakarta Punya Rute Baru Setiap Bulan, Bagaimana Integrasi dengan Mikrolet?

Untuk mendukung layanan tersebut, PT Transjakarta lanjut Nadia, juga telah melakukan pelatihan dan pengarahan terhadap petugas TransJakarta, salah satunya dalam hal bagaimana melakukan evakuasi. Sosialisasi ini juga nantinya kata Nadia akan diberikan kepada pelanggan, agar pelanggan bisa mantap dan mandiri jika sistem wayfinding ini secara resmi dierlakukuan.

“Soal evakuasi, itu PLB kita sudah punya sertifikasi dan latihan untuk masalah evakuasi.  Tapi tetap kita akan lakukan sosialisasi. Karena kalau pelanggan pintar, kami juga senang,” tutup Nadia.

Beragam Kasus Seksis yang Sempat Warnai Dunia Pramugari

Stigma seksi agaknya sulit dipisahkan dari seorang pramugari. Walaupun di luar sana sudah banyak kasus yang menjerumuskan pihak maskapai karena pramugarinya menggunakan pakaian terlalu ‘berani’, namun tetap saja ada maskapai di luar sana yang seolah buta terhadap masalah gender semacam ini. Tidak melulu soal gaya berpakaian atau seragam saja, urusan poles memoles wajah juga kerap menjadi buah bibir warganet – mulai dari detail make up hingga urusan tata rambut.

Baca Juga: VietJet Buka Rute Jakarta-Vietnam, Penumpang Pria Siap-Siap Kecewa

Seorang pramugari yang ingin tetap anonim mengatakan bahwa isu seksis seperti yang sudah digambarkan di atas masih sangat jamak terjadi khususnya di sektor aviasi global. Lalu, kira-kira isu seksis apa saja atau maskapai mana saja yang masih sangat santer dengan penjabaran di atas? Berikut ada tiga contoh kasus seksis yang masih menyelimuti sektor aviasi global, dikutip KabarPenumpang.com dari laman forbes.com.

Viet Jet
Mungkin beberapa dari Anda masih ingat kejadian yang sempat mengegerkan sektor aviasi dalam negeri, dimana maskapai asal Vietnam, Viet Jet hendak membuka rute penerbangan langsung dari ‘kandangnya’ menuju Jakarta pada tahun 2017 silam. Satu yang membuat pemberitaan ini dengan cepat menyebar adalah karena Viet Jet merupakan maskapai yang ‘mewajibkan’ awak kabinnya untuk menggunakan bikini di dalam penerbangan.

Khusus untuk rute menuju Jakarta, Viet Jet mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memberlakukan aturan penggunaan bikini kepada para pramugarinya – sehingga dapat memenuhi aturan norma yang ada di Tanah Air.

Skymark Airlines

sumber: forbes.com

Kedua ada maskapai berbiaya rendah asal Jepang, Skymark Airlines. Nama maskapai ini sempat juga menjadi bahan pembicaraan warganet dan kalangan terkait pada tahun 2014 silam, dimana pihak perusahaan mengeluarkan seragam pramugari sementara yang dinilai terlalu ketat dan minim. Skymark Airlines mengatakan bahwa seragam yang dinilai terlalu berani ini ditujukan untuk rute penerbangan domestik.

Seolah tidak tergoyahkan dengan banyaknya pihak yang menentang aturan ini, dikabarkan pihak maskapai masih menggunakan seragam seksi ini dengan dalih, “tidak mempengaruhi keselamatan penerbangan,”

Baca Juga: Iklan Menjurus Seksis, AirAsia Menuai Kecaman dari Netizen

Pramusaji Hooters

sumber: forbes.com

Restoran Hooters terkenal dengan outfit pramusajinya yang cukup berani – dengan menggunakan celana super pendek yang dipadukan dengan tank top. Tidak ada masalah jika restoran ini tetap berada di darat, namun lain cerita ketika sudah masuk ke ranah transportasi udara. Terbukti di tahun 2003, ada sebuah maskapai di Amerika Serikat yang ‘mempekerjakan’ karyawan Hooters di dalam penerbangannya. Seragam yang digunakan? Ya tetap seragam Hooters!

Bandara Toulouse-Blagnac Uji Coba Truk Otonom Pengangkut Bagasi Penumpang

Dapatkah Anda membayangkan masa depan dari sektor aviasi global, dimana semua pekerjaan yang sebelumnya melibatkan tenaga manusia, lambat laun mulai tergantikan oleh teknologi otomatisasi? Belakangan yang tengah ramai dibicarakan adalah kehadiran robot-robot multi fungsi di dalam bandara, dimana robot-robot ini berfungsi untuk mengarahkan penumpang menuju gerbang keberangkatan. Itu baru sebagian kecil dari teknologi yang berkembang – belum lagi era otomatisasi yang juga perlahan mulai merambah ke apron.

Baca Juga: Antara Fakta dan Mitos Pada Penerapan Mobil Otonom

Sebut saja Bandara Toulouse-Blagnac di Perancis yang tercatat menjadi bandara pertama di dunia yang menguji coba mobil traktor otonom dalam skala penuh dan kondisi layanan sesungguhnya. Adalah Autonom Tract AT135, moda otonom rakitan Charlatte Autonom diklaim memiliki banyak sekali sensor yang akan menunjang pengoperasian komersialnya kelak. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (8/12), hadirnya AT135 ini akan mempercepat proses pemindahan bagasi penumpang dari area terminal menuju pesawat, ataupun sebaliknya.

Sepintas, AT135 ini tampak seperti traktor pengangkut bagasi biasa – namun ketika Anda menilik ke bagian dalamnya, Anda akan menemukan tombol switch yang dapat mengubah fungsi kendaraan – dari otonom menjadi manual, ataupun sebaliknya.

Moda ini ditenagai oleh baterai 32kWh yang memberikan kecepatan tertinggi di angka 24km/jam, dengan maksimal beban angkut 25 ton.

Nampaknya pemangku kepentingan setempat tidak tanggung-tanggung dalam mengembangkan project ini, mengingat ‘aktor-aktor’ utama yang bermain di project pengadaan moda otonom ini berisikan perusahaan-perusahaan raksasa, seperti Navya (pemasok sistem kemudi otonom), Groupe 3S (memiliki keahlian di ground handling), Air France, Bandara Toulouse-Blagnac, serta TCR yang bertanggung jawab seputar masalah pemeliharaan dan pengoperasian.

Baca Juga: Di 2020, Uber dan Volvo Siap Uji Mobil Otonom Generasi Ketiga

“Uji coba ini merupakan langkah awal bagi kami untuk meluncurkan kendaraan sejenis di bandara-bandara lain,” tutur Vincent Euzeby, head of IT & Tech Innovation di Air France.

Jika ditelaah sedikit lebih dalam lagi, kehadiran moda otonom semacam ini di apron akan meminimalisir human error yang mungkin ditimbulkan ketika bekerja. Jika tugas manusia sudah muali tergantikan dengan kehadiran teknologi seperti ini, maka mereka bisa ditempatkan di ‘sisi’ lain yang membutuhkan perhatian khusus.