‘Move on’ dari Kasus 737 MAX, Boeing Siap Uji Terbang Perdana Seri 777X

Serangkaian kecelakaan dan kerusakan sistem pada Boeing 737 MAX sontak membuat nama besar Boeing terpuruk hingga titik nadir. Namun, produk Boeing yang lain rupanya masih dapat memberi harapan cerah, pabrikan asal negeri Paman Sam itu akhirnya mulai move on secara perlahan. Seperti baru-baru ini, pengembangan Boeing 777X, pesawat baru pertama sejak seri 737 MAX diluncurkan, dikabarkan akan segera melakukan penerbangan perdananya pada akhir pekan ini. Baca juga: Qatar Airways Umumkan Jadi Maskapai Pertama yang Operasikan Boeing 777X Sebagai pesawat hasil pengembangan terbaru, tentu saja pesawat tersebut memiliki sejumlah keunggulan. Pesawat 777X dilaporkan mampu menampung hingga 425 penumpang dengan kabin lebih luas dan jendela lebih besar. Model terbaru 777X ini juga memiliki panjang bodi 76,8 meter dan lebar sayap 71,6 meter. Cukup besar dikelasnya. Tak hanya itu, Boeing juga mengklaim pesawat terbarunya itu sebagai yang terbesar dan pesawat dengan dua mesin jet paling efisien pertama yang mampu mengangkut lebih dari 400 orang. Bila dibandingkan dengan Airbus A350, pesawat ini dinilai lebih hemat bahan bakar hingga 12 persen. Dilansir dari aerotime.aero, Rabu (22/1), rencananya, uji terbang pertama 777X akan dilakukan di Seattle. Belum jelas kapan waktu pastinya pesawat tersebut akan mengudara. Segalanya masih tergantung pada cuaca. Menurut laporan Reuters, bila cuaca mendukung, uji terbang perdana mungkin dilakukan pada hari Kamis atau Jumat pekan ini. Tersiarnya kabar Boeing ingin melakukan uji terbang sebetulnya cukup mengangetkan, bahkan mengarah pada tindakan untuk mempercepat proses pengembangan, mengingat mereka membutuhkan terobosan baru untuk mengangkat kembali kepercayaan publik. Sebelumnya, pesawat ini digadang untuk pertama kali akan melakukan uji terbang perdana pada pertengahan tahun 2019, berbarengan dengan event Paris AirShow 2019 (17-23 Juni 2019). Namun, masalah dalam pengembangan mesin GE9X, yang dirancang khusus untuk jet baru, membuat jadwal molor dari yang sudah ditetapkan. Pada akhirnya, masalah tersebut bisa terselesaikan dengan baik menjelang pergantian tahun, yang ditandai dengan pemasangan proses instalasi kelistrikan pada pesawat. Pada bulan September 2019, masalah lainnya juga sempat terjadi. Kala itu, pintu kargo saat pesawat menjalani uji statik Boeing 777X “meledak” selama uji tegangan darat. Badan pesawat mengalami kerusakan tekanan tinggi tepat saat mendekati tes terberat yang harus dilewati untuk mendapatkan sertifikasi mesin jet. Pada akhirnya, insiden itu tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap jadwal uji terbang perdana. Baca juga: Gunakan Sayap Lipat nan Unik, Akankah Boeing 777X Jadi Pesawat Paling Efisien? Meskipun demikian, berbagai kekurangan yang dapat membuat jadwal uji terbang perdana gagal mungkin masih bisa terjadi. Setelah dua kecelakaan fatal yang terjadi di seluruh dunia dari seri Boeing 737 MAX, Boeing memang selalu menjadi sorotan. Belum jelas bagaimana kekurangan yang terdeteksi selama pengembangan MAX akan mempengaruhi program pengembangan pesawat lainnya di masa mendatang.
Boeing 777X, sendiri adalah penerus model pesawat Triple Seven sebelumnya, memiliki karakteristik yang spektakuler. Desain sayap lipat milik 777X mengingatkan pada pesawat tempur F/A-18 milik militer AS. Fitur baru ini disebut memudahkan proses mendarat dan lepas landas. Selain itu,. Dengan berbagai kelebihan tersebut, diharapkan, seri 777X dapat melayani penumpang secara komersial pada tahun 2021.

Cegah Coronavirus, Angkasa Pura I Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Penumpang Asal Cina

Belum ditemukannya vaksi untuk Coronavirus menyebabkan penyebaran virus ini begitu menakutkan. Bukan hanya telah menjadi wabah di wilayah Cina, Coronavirus dilaporkan kini telah menyebar ke Korea Selatan, Hong Kong, Vietnam dan Singapura. Dan, guna mencegah wabah Coronavirus, pintu kedatangan internasional di bandara-bandara mulai dilakukan pengetatan, terutama untuk memantau kondisi kesehatan penumpang yang baru turun dari pesawat. Baca juga: Coronavirus Menyebar! Air China Cek Langsung Kesehatan Penumpang di Dalam Kabin Seperti PT Angkasa Pura I (Persero) diwartakan melakukan pengetatan pemeriksaan kesehatan penumpang internasional di seluruh bandara yang dikelola untuk mencegah penyebaran Coronavirus di Indonesia. Pengetatan pengawasan dilakukan Angkasa Pura I bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melalui pengoptimalan penggunaan thermal scanner untuk mendeteksi peningkatan suhu tubuh penumpang yang dipasang pada area kedatangan dan menerbitkan Kartu Kewaspadaan Kesehatan untuk memonitor kesehatan penumpang. “Sebagai pengelola bandara internasional yang menjadi gerbang utama masuknya wisatawan ke Indonesia, kami menyadari potensi ancaman Coronavirus masuk ke Indonesia. Pengetatan pemeriksaan kesehatan penumpang ini merupakan langkah kami untuk mencegah masuknya virus Korona melalui wisatawan yang masuk ke Tanah Air, khususnya dari beberapa negara-negara yang telah terjangkit,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam pesan tertulis (22/1/2020). Bali dan Manado merupakan tujuan destinasi wisatawan terbesar asal Cina yang datang melalui bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura I. Sepanjang tahun 2019 lalu, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dilewati lebih dari dari 1,19 juta penumpang asal Cina. Sedangkan Bandara Sam Ratulangi Manado dilewati lebih dari 116 ribu penumpang asal Cina. “Memasuki libur Tahun Baru Imlek ini, Bali dan Manado berpotensi mengalami peningkatan kunjungan wisatawan asal Cina sehingga perlu ditingkatkan kewaspadaannya,” kata Faik Fahmi. Baca juga: Dalam Sosis yang Dibawa Penumpang, Virus Flu Babi Afrika Ditemukan di Bandara Hokkaido Jika terdapat penumpang yang teridentifikasi memiliki kondisi suhu tubuhnya di atas 38 derajat serta memiliki gejala umum batuk, demam, sesak napas, dan memiliki riwayat perjalanan penerbangan dari Cina; Angkasa Pura I akan langsung berkordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat untuk selanjutnya penumpang tersebut akan dilakukan penanganan khusus.

Pisah dari Garuda Indonesia, Sriwijaya Air Buka Rute Lama yang Tak Beroperasi

Setelah pisah alias pecah kongsi dengan PT Garuda Indonesia, Sriwijaya Air mulai fokus memulihkan operasional penerbangannya. Direktur Operasional Sriwijaya Air Didi Iswandy mengatakan, ada kemungkinan pihak maskapai membuka sejumlah rute yang sempat tak lagi diterbangi ketika bersama Garuda Indonesia. Baca juga: Setelah Sempat Rujuk, Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Resmi Pecah Kongsi Dia mengatakan, polemik yang terjadi dengan Garuda Indonesia November 2018 kemarin membuat mereka tak lagi menerbangi rute Jakarta – Malang, Jakarta – Tanjung Karang dan Jakarta – Banyuwangi. “Kami masih mengantongi izin rute dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk tiga destinasi tersebut,” ujar Didi yang dikutip KabarPenumpang.com dari tempo.co (21/1/2020). Dia mengatakan, jika sewaktu-waktu Sriwijaya akan menerbangkan pesawat mereka kembali ke rute-rute itu, pihak regulator telah memberikan keleluasaan. Namun saat ini dikatakan Didi, rute tersebut masih ditutup untuk sementara dan Sriwijaya Air perlu mengaktifkan kembali pesawat-pesawat milik mereka. Didi menambahkan, saat ini ada sepuluh dari 24 pesawat yang mandek beroperasi karena dalam perawatan. Secara bertahap nantinya, Sriwijaya akan kembali mengaktifkan seluruh armada mereka pada akhir 2020 sehingga rute-rute lama serta frekuensi penerbangan bisa pulih kembali. “Pada 2020 nanti, frekuensi kami kembali ke angka 140 penerbangan. Saat kisruh dengan Garuda Indonesia pada November lalu kan tinggal 30 penerbangan,” tuturnya. Saat ini, Sriwijaya Air sudah berhasil mengembalikan frekuensi penerbangan ke angka 71. Diketahui, awal mula Sriwijaya Air bekerja sama dengan Garuda pada 16 Desember 2018 lalu. Sriwijaya Air memutuskan mengakhiri kerja sama manajemen dengan Garuda Indonesia pada November 2019 lantaran alasan ekonomi. Saat pisah dengan Garuda Indonesia, jumlah armada Sriwijaya yang siap melayani penumpang melorot 60 persen. Market share atau pangsa pasar mereka pun turun dari sepuluh persen menjadi tujuh persen. Baca juga: Damai! Sriwijaya Rujuk Dengan Garuda Untuk Tiga Bulan ke Depan Sebagai langkah untuk membenahi kondisi manajemen, Sriwijaya Air lalu menggandeng bengkel pesawat dari enam perusahaan untuk memulihkan beberapa armadanya. Pada Januari awal, perusahaan milik keluarga Chandra Lie itu berhasil memulihkan lima pesawat sehingga total pesawat Sriwijaya Air yang beroperasi per awal Januari menjadi 14 unit.

Irfan Setiaputra Kini Jabat Posisi Direktur Utama Garuda Indonesia

Pernah menjadi Country Manager Cisco Indonesia dan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI, hari ini, Irfan Setiaputra resmi ditetapkan sebagai pejabat baru Direktur Utama PT Garuda Indonesia. Penetapan tersebut dilakukan lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia Tbk yang berlangsung Auditorium Gedung Manajemen Garuda City Center, Cengkareng. Baca juga: Gantikan Ari Askhara, Fuad Rizal Resmi Menjabat Plt Direktur Utama Garuda Indonesia  Mengutip dari siaran pers Garuda Indonesia, disebutkan RUPSLB ini dihadiri/diwakili oleh pemegang 23.386.793301 lembar saham atau 90,34 persen dari keseluruhan pemegang saham Garuda Indonesia. Dengan demikian, susunan direksi terbaru Garuda Indonesia saat ini adalah sebagai berikut : 1. Direktur Utama : Irfan Setiaputra 2. Wakil Direktur Utama : Dony Oskaria 3. Direktur Layanan, Pengembangan Usaha dan Teknologi Informasi : Ade R. Susardi 4. Direktur Niaga dan Kargo : M. Rizal Pahlevi 5. Direktur Keuangan & Manajemen Resiko : Fuad Rizal 6. Direktur Human Capital : Aryaperwira Adileksana 7. Direktur Operasi : Tumpal Manumpak Hutapea 8. Direktur Teknik : Rahmat Hanafi RUPSLB ini juga memperkuat keputusan Dewan Komisaris perihal pemberhentian sementara Direktur Utama dan beberapa jajaran Direksi. Dengan demikian RUPSLB ini memberhentikan secara resmi jajaran direksi tersebut, yaitu: 1. Direktur Utama : I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra 2. Direktur Human Capital : Heri Akhyar 3. Direktur Teknik & Layanan : Iwan Joeniarto 4. Direktur Operasi : Bambang Adisurya Angkasa 5. Direktur Kargo & Pengembangan Usaha : Mohammad Iqbal Selanjutnya RUPSLB 2020 turut memberhentikan dengan hormat Direktur Niaga Pikri Ilham Kurniansyah. Lebih lanjut, RUPSLB 2020 ini juga memberhentikan dengan hormat Sahala Lumban Gaol sebagai Komisaris Utama dan menunjuk Triawan Munaf sebagai Komisaris Utama Garuda Indonesia yang baru. RUPSLB ini juga telah menunjuk jajaran direksi dan dewan komisaris baru Garuda Indonesia. Sementara susunan Komisaris yang baru adalah : 1. Komisaris Utama : Triawan Munaf 2. Wakil Komisaris : Chairal Tanjung 3. Komisaris Independen : Elisa Lumbantoruan 4. Komisaris Independen : Yenny Wahid 5. Komisaris : Peter F. Gontha

Anies: Integrasi MRT ASEAN-Halte TransJakarta di CSW Jadi Monumen Penting dalam Sejarah

Gubernur Jakarta Anies Baswedan resmi membuka proses pembangunan jembatan layang atau sky bridge MRT ASEAN-Halte Transjakarta di Centrale Stichting Wederopbouw (CSW), Jakarta Selatan. Dalam momen peresmian tersebut, Anies menyebut bahwa pembangunan kawasan terintegrasi dua moda transportasi yang masih di bawah Pemprov DKI Jakarta tersebut sebaga suatu sejarah yang monumental. Baca juga: 2019 Jadi Tahun Integrasi untuk TransJakarta “Tantangan berikutnya adalah satu tempat yang cukup monumental, saya sering menyebutkan ini sebagai monumen penting dalam sejarah kita,” katanya dihadapan awak media, Selasa (22/1/). Sebagai sebuah moda transportasi massal, lanjutnya, sudah sepatutnya MRT-TransJakarta membangun sebagai satu kesatuan yang utuh. Oleh karenanya, ia kemudian mengingatkan terhadap seluruh pembangunan moda transportasi massal dimanapun di Indonesia, agar tidak mengulangi hal serupa (tidak terintegrasi). “Ini (terintegrasinya dua moda transportasi massal) harus direkam baik. Untuk apa? Untuk pelajaran, jangan lagi dimanapun di Indonesia, kalau kita membangun, membangun sendiri-sendiri. Harus membangun sebagai satu kesatuan. Dan tempat ini insyaAllah akan menjadi sejarah,” ujarnya.
“Bulan Agustus sudah bisa dibuka dan dirasakan warga Jakarta. Ketika sudah integrasi, mindset warga akan mulai berubah, karena sadari bahwa kendaraan umum bukan satu moda tapi seluruh moda,” tambahnya. Desain jembatan layang adalah hasil sayembara yang diadakan oleh Pemprov DKI Jakarta. Peserta atas nama Patrisius Marvin Dalimartha terpilih dengan desain bernama Cakra Selaras Wahana (CSW) sebagai pemenang dan mendapatkan hadiah sebesar Rp160 juta. Baca juga: Perusahaan Patungan PT MRT Jakarta dan PT KAI Buat Empat Stasiun Integrasi Fase pertama pembangunan jembatan integrasi itu ditargetkan selesai pada Agustus 2020 mendatang. Sementara, untuk fase ke dua ditarget selesai akhir tahun ini. “Dua fase biaya Rp 55 miliar. Kita upayakan, anggaran disiapkan tahun ini juga. Kita upayakan di Desember tahun ini selesai,” ucap Direktur Utama PT TransJakarta Agung Wicaksono.

Akhiri Kasus Koosmariam, Hakim PN Jakarta Pusat Ganjar Garuda Indonesia Rp200 Juta!

Kasus penumpang Garuda Indonesia, BRA Koosmariam Djatikusumo akhirnya selesai dengan Garuda dihukum oleh hakim dengan membayar denda Rp200 juta. Denda ini diputus hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas gugatan yang dilakukan Koosmariam setelah dirinya tersiram air panas ketika terbang dengan maskapai plat merah tersebut. Baca juga: Belum Ada Kesepakatan, Garuda Indonesia dan Koosmariam Lanjutkan Permasalahan di Pengadilan Uang senilai Rp200 juta tersebut dibayarkan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No.92/2011. Pada awal tuntutannya, wanita berusia 69 tahun itu menggugat Garuda Indonesia membayar ganti rugi secara materiil dan immateriil senilai Rp11,25 miliar. Ini dilakukan karena setelah 1,5 bulan pasca kejadian pihak Garuda tak lagi menanyakan kabar dirinya yang terkena air panas itu. Gugatan tersebut diajukan ke pengadilan pada 11 April 2018 yang mengacu pada ketentuan Pasal 1 angka 14 Permenhub No.77/2011 Tentang Tanggung Jawab Pengangkutan Udara. Diketahui, sebelum hakim mengetok palu menyatakan Garuda harus membayar denda Rp200 juta, kasus ini bermula ketika Koosmariam pada 29 Desember 2017 lalu menggunakan pesawat Garuda Indonesia pukul 13.30 WIB menuju Banyuwangi. Setelah lepas landas sekitar 30 menit seorang pramugari menawarkan minuman dan makanan ringan kepada semua penumpang. Saat itu teman Koosmariam meminta teh panas untuk mereka berdua. Naas, ketika akan memberikannya, melewati belakang Koosmariam, gelas teh panas tersebut jatuh dan mengguyur kepala, tangan, payudara dan bagian bawah ketiak dirinya. Dia kemudian sontak terbangun dan berteriak karena panas dari air teh yang tumpah. Karena hal ini, pramugari itu langsung meminta maaf serta membantu Koosmariam melap bagian tubuh yang terkena siraman teh panas tersebut sembari menangis. Tak hanya itu, Koosmariam juga diberi salep luka bakar tetapi tidak bekerja maksimal karena dia harus kembali mengenakan pakaiannya. Setibanya di Banyuwangi, setelah satu jam kejadian Koosmariam turun paling akhir dan dipapah oleh staf Garuda ke rumah sakit. Baca juga: Perjalanan Kasus Koosmariam Djatikusumo Hingga Gugatan ke Garuda Indonesia Saat kejadian Garuda Indonesia juga menanggung biaya rumah sakit Koosmariam hingga Februari 2018. Sayangnya ternyata luka bakar yang dialami Koosmariam setelah melakukan pengobatan beberapa kali dan opersai gagal dan ada bekas luka permanen di bagian lingkar dadanya.

Youtuber Asal Jerman Dapat Ancaman Pembunuhan Usai Review Singapore Airlines

Seorang travel vlogger atau Youtuber asal Jerman mengaku mendapat ancaman pembunuhan. Ancaman tersebut ia dapati lewat pesan singkat di Facebook, Instagram, Twitter, bahkan laman Youtube-nya, setelah mengunggah video review perjalanan menggunakan Singapore Airlines yang cenderung berbau kritikan. Baca juga: Ini Kata Pramugari Singapore Airlines Tentang Ketatnya Proses Seleksi! Dilansir todayonline.com, Josh Cahill, yang mulai memposting video ulasan (review) maskapai di laman Youtube-nya pada Januari 2018 itu, mengatakan, meskipun sebelumnya juga memposting ulasan yang lebih kritis mengenai maskapai lain, ini adalah pertama kalinya ia menerima ancaman seperti itu. Pria berusia 33 tahun tersebut kemudian berinisiatif melapor ke kepolisian setempat untuk meminta perlindungan sekaligus saran. Laporan tersebut kemudian ditangani dengan dingin oleh pihak kepolisian. Mereka (kepolisian) mengaku sulit melacak akun-akun yang menebar ancaman tersebut. Pasalnya, akun-akun tersebut pada umumnya tidak menggunakan nama yang jelas. Oleh karenanya, kepolisian meminta Cahill untuk beraktivitas seperti biasa. Apabila ancaman tersebut kembali datang, barulah kepolisian akan berusaha mengusut tuntas kasus tersebut. Menanggapi ancaman pembunuhan tersebut, juru bicara Singapore Airlines mengaku telah menghubungi Cahill. Namun, tidak jelas apa yang mereka katakan saat menghubungi Youtuber tersebut. Tuduhan bahwa ancaman itu dilakukan oleh staf Singapore Airlines pun juga belum bisa dipastikan oleh pihak maskapai yang telah mendapatkan predikat maskapai terbaik di dunia empat kali ini. “Jika tuduhan Pak Cahill terbukti benar, kami akan memastikan bahwa tindakan yang sesuai akan diambil. Sebagai maskapai penerbangan yang berkomitmen terhadap keunggulan layanan, Singapore Airlines menanggapi semua keluhan dengan serius dan mengharuskan staf kami untuk memperlakukan pelanggan kami dengan profesionalisme dan rasa hormat, ” katanya. Seperti dilihat KabarPenumpang.com, hingga kini, postingan yang membuat Josh Cahill mendapat ancaman pembunuhan itu pertama kali diunggah di kanal Youtube pada dua pekan yang lalu, dan sudah ditonton sebanyak hampir 1.700 ribu orang. Unggahan yang berjudul “Kelas ekonomi Singapore Airlines – tidak sebanding dengan dolar!” tersebut adalah review lanjutan penerbangan Singapore Airlines A380-800 pada kelas ekonomi dari Bandara Heathrow London (LHR) ke Bandara Changi, Singapura (SIN), dengan nomor penerbangan SQ 317. Baca juga: Jadi Pramugari Singapore Airlines Harus ‘Serba Bisa’ Dalam video tersebut, ia coba mengulas banyak hal, seperti layanan, makanan, dan awak kabin. Di beberapa sekmen, ia memang tampak memberikan kritik keras kepada Singapore Airlines. Menurutnya, dengan membayar sebesar 1.200 dolar AS, ia harusnya bisa mendapatkan layanan, makanan, dan hal lainnya yang jauh lebih hebat dari maskapai lain. Meskipun mendapatkan ancaman pembunuhan, ia mengaku tak akan berhenti untuk mengulas kelebihan dan kekurangan maskapai-maskapai lainnya. Termasuk Singapore Airlines.

PO Pandawa 87 – Dari Pasuruan Punya Filosofi “Tak Akan Terputus”

Perusahaan Otobus (PO) Pandawa 87 merupakan perusahaan jasa angkutan darat terbilang baru. Sebab PO yang satu ini berdiri pada 17 April 2014 lalu oleh H. Gunawan Agung Aprillianto SE dan beralamat di Pasuruan, Jawa Timur. Baca juga: Berusia 82 Tahun, PO NPM Jadi Salah Satu Perusahaan Otobus Tertua di Indonesia PO Pandawa 87 terdiri dari kata Pandawa dan angka 87 yang mana memiliki sejarah tersendiri dari pemiliknya. Nama Pandawa digunakan karena pemilik PO ini merupakan lima bersudara yang semuanya laki-laki yakni H. Kelana Aprilianto, SE; H. Tinton Harfianto, SE; H. Anton Hardianto, SE; dan H. Ponco Hendiarto, SH.
(bus mania)
Kelimanya digambarkan seperti tokoh pewangan Pandawa yang terdiri dari Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Ini menjadi semakin mirip karena H. Tinton Harfianto, SE dan H. Anton Hardianto, SE merupakan saudara kemar seperti Nakula dan Sadewa. Terlepas dari nama, angka 87 yang ditambahkan juga ternyata memiliki makna dimana 8 merupakan simbol dari angka yang tidak pernah putus. Sedangkan angka 7 dalam bahas Jawa artinya pitu berasal dari kata pitulungan (rejeki yang tidak pernah putus). Sehingga kedua angka ini memiliki filosofi rejeki yang tidak akan pernah putus dan terus mengalir tanpa ada ujungnya. PO Pandawa 87 sendiri berfokus pada pelayanan pariwisata dengan jumlah armadanya terus bertambah hingga saat ini. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Pandawa 87 memiliki warna hijau yang berpadu antara hijau tua dan muda pada bus mereka. Namun untuk armada premium warna yang digunakan adalah merah maroon. Untuk armadanya, Pandawa 87 lebih banyak menggunakan Mercedes Benz 1626 sebagai pengisi di kelas 3 dan Mercedez Benz 2542 dan Scania K360 untuk armada premium.
Armada baru Pandawa 87 (mobilkomersial.com)
Tak hanya bus besar, PO Pandawa 87 juga memiliki armada medium bus, minibus elf yang bisa diandaklakn untu berbagai keperluan perjalanan. Diawal tahun ini tepatnya 12 Januari 2020 kemarin, Pandawa 87 menghadirkan bus baru yakni New Jetbus 3+ UHD yang menggunakan karoseri Adiputro. Armada baru ini merupakan bus Volvo B11R 430 I-Shift yang memiliki kenyamanan maksimal bagi penumpang dan juga didukung sejumlah fitur keselamatan. Adapun fitur keselamatannya yakni disk brake atau rem cakram di setiap ban, Electronic Braking System (EBS), Anti-lock Braking System (ABS) dan Anti Slip Regulation (ASR), serta Electronic Stability Programme (ESP). Baca juga: Bukan Nama Wanita, Rosalia Indah Kondang Sebagai Perusahaan Otobus Sasis seharga Rp1,75 miliar ini menggendong mesin 11.000 cc yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 430 hp dan torsi 2.000 nm dengan dukungan Transmisi I-Shift AMT 12 percepatan.

Bosan Menunggu di Bandara, Pria ini Gunakan Layar Peta untuk Bermain Play Station

Apa yang anda lakukan ketika menunggu jadwal penerbangan? Berbincang, bermain gadget, atau bahkan bersandar di bangku boarding room hingga tertidur sejenak? Apapun itu, yang jelas, menunggu terlalu lama di bandara terkadang bisa membuat seseorang frustasi, tak terkecuali dengan seorang pria di Amerika Serikat ini. Baca juga: Parfum dan Aerosol, Jadi Barang Favorit Para Pencuri Bagasi di Bandara Menurut The Associated Press (AP), sebagaimana dilansir travelpulse.com, baru-baru ini, seorang pelancong di Bandara Internasional Portland, Oregon, AS, berhasil bikin geger otoritas bandara saat menunggu jadwal penerbangannya. Saat itu, pria yang tak disebutkan namanya ini menggunakan layar yang semestinya digunakan sebagai peta, tetapi justru disambungkan ke konsol PS (Play Station) 4 milknya. Mellihat kejadian itu, tentu saja petugas bandara langsung menghampiri dan memintanya untuk menghentikan kegiatan tersebut. Alih-alih langsung menghentikannya, pria tersebut justru coba bernegosiasi. Pria berkulit hitam tersebut meminta belaskasih petugas untuk mengizinkannya bermain hingga akhir ronde games tersebut. Tentu saja petugas dengan tegas menolak dan tetap meminta pria berbusana kemeja pink mencolok tersebut untuk segera menghentikan aktivitasnya. Pada akhirnya, pria tersebut sangat menghormati petugas dan kejadian tersebut berhasil terselesaikan dengan damai. Baca juga: Niat Hati Mau Ngumpet di Ban Pesawat, Wisatawan Gelap Asal Rusia Dibekuk Petugas Bandara Taiwan “Rupanya, itu adalah interaksi yang sangat sopan dan ramah,” kata juru bicara bandara, Kara Simonds, kepada AP. Insiden itu, lanjutnya, juga dinilai sebagai refleksi untuk mengingatkan kepada semuanya (penumpang lain) tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh penumpang. Di tempat terpisah, pekan lalu, insiden yang menggegerkan juga terjadi di Bandara Florida. Saat itu, wanita yang tak bisa menahan rasa stresnya saat di udara berbuat onar dan mengganggu kenyaman penumpang lainnya. Tidak begitu jelas apa yang dilakukan wanita malang tersebut. Tanpa menunggu lama, wanita tersebut akhirnya dapat dilumpuhkan oleh petugas.

Baru 13 Bulan Beroperasi, Airbus A321 Milik Maskapai Terbesar di Rusia Terbakar

Belum selesai urusan Boeing, dunia penerbangan kembali dirundung masalah. Kali ini menimpa Airbus. Baru-baru ini, beredar video yang menunjukan sebuah pesawat dengan kode penerbangan VQ-BGR milik maskapai penerbangan terbesar di Rusia, S7 Airlines, terbakar di Bandara Tolmachevo, di kota Novosibirsk, tepat sebelum lepas landas. Baca juga: Boeing Kembali Temukan Masalah Baru pada Software, 737 MAX Gagal Terbang (Lagi) Dikutip KabarPenumpang.com dari kantor berita dailymail.co.uk, Selasa (21/1), pesawat yang memuat total 208 penumpang, termasuk 27 anak-anak tersebut, tiba-tiba terbakar pada bagian mesin jet sebelah kanan pesawat. Berbagai kesaksian pun dituturkan oleh para penumpang. Mulai dari pesawat terdengar seperti mobil yang tidak mau dihidupkan, adanya kobaran api dengan didahului suara letupan hebat, hingga awak kabin yang tidak memberikan pengumuman apapun, lima menit setelah salah seorang penumpang melihat kobaran api. Beruntung, pesawat Airbus A321 yang terbakar sekitar pukul 1 dini hari tersebut tak sampai terbakar hebat hingga mencederai para penumpang. Saat salah satu penumpang mengatakan dirinya melihat api di mesin sebelah kanan pesawat, awak kabin dengan segera mengaktifkan fitur sistem anti api pada pesawat tersebut. Usai kejadian tersebut, pihak maskapai kemudian tetap memberangkat para penumpang ke Cam Ranh di Vietnam, dengan pesawat pengganti. Peristiwa terbakarnya pesawat Airbus tersebut sedikit mengingatkan kita pada insiden pesawat terbakar lainnya. Salah satunya yang menimpa Boeing 737-800 milik maskapai SkyUp Airlines saat hendak parkir di apron Bandara Sharm el Sheikh, Mesir, September tahun lalu. Baca juga: Hendak Parkir, Boeing 737-800 SkyUp Airlines Terbakar di Bandara Sharm el Sheikh Mesir Kala itu, meskipun api cepat berkobar, tak lama setelah pesawat terparkir, petugas langsung berusaha untuk memadamkan api secepat mungkin – dengan kekhawatiran api akan menjalar ke sayap, mesin, tubuh pesawat, hingga tangki bahan bakar. Atas insiden itu, Kementerian Penerbangan Sipil Mesir pun angkat suara. Dengan tegas, mereka memuji aksi cepat tanggap yang dilakukan oleh semua pihak yang terlibat sehingga api tidak menjalar ke bagian lain dari pesawat.