Petinggi Perancis dan Maroko Lakukan Inagurasi Kereta Cepat Pertama di Afrika

Setelah program kereta cepat di Maroko diluncurkan pada 2011, maka pada hari Kamis, 15 November 2018, kereta cepat pertama di Benua Afrika resmi dilakukan inagurasi oleh Raja Maroko Mohammed VI dan Presiden Perancis Emmanuel Macron. kereta cepat TGV (train à grande vitesse) yang dioperasikan oleh SNCF, Perusahaan rel Nasional Perancis hadir di Negeri Muslim ini. Nantinya kereta tersebut akan menghubungkan kota pesisir Tangiers dengan kota ekonomi dan wisata Maroko di Casablanca.

Baca juga: Penuh Polemik, Maroko Siap Operasikan Kereta Cepat Penuh di Penghujung 2018

KabarPenumpang.com melansir dari laman travelandleisure.com (15/11/2018), kereta TGV ini sendiri akan mampu mengurangi waktu perjalanan saat ini menjadi setengahnya karena berjalan dengan kecepatan hingga 321 km per jam. Sehingga mengurangi waktu dengan moda lain yang 4 jam 45 menit menjadi 2 jam 10 menit dari Tangiers ke Casablanca melalui Rabat sepanjang 346 km.

Kereta berkecepatan tinggi ini diharapkan berangkat setiap jam dan bisa mengangkut enam juta penumpang dalam tiga tahun pertama. Saat ini TGV di Maroko sudah ada 14 set kereta yang masing-masingnya mampu mengangkut 533 penumpang.

Memang menjadikannya lebih mempersingkat waktu, namun ada harga juga yang dibayar untuk mendapatkannya yakni sekitar 30 persen lebih mahal dibandingkan dengan rute kereta saat ini. Adapun biayanya adalah US$14 hingga US$27 atau setara dengan Rp204 ribu hingga Rp394 ribu untuk sekali perjalanan.

Baca juga: Ingin Majukan Suatu Negara, Ubah Sistem Perkeretaapiannya!

“Jika Anda adalah seorang pengusaha yang memutuskan untuk memasang operasi di Afrika dan Anda terpecah antara Maroko dan negara lain, infrastruktur kelas dunia modern semacam ini dapat membantu memperbaiki keseimbangan,” ujar seorang analis Eurasia Group, Riccardo Fabiani.

Dari hasil penelitian proyek ini, dari jalur kereta merasa bahwa pendanaan dan perhatian dihadirkan ke daerah-daerah dengan visibilitas tertinggi sedangkan kota-kota yang kekuranagn atau miskin di Maroko seperti terabaikan. Diketahui proyek kereta berkecepatan tinggi ini dimulai pada 2011 lalu dengan nilai US$2 miliar oleh Raja Maroko Moroccan King Mohammed VI dengan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy. Inisiatif ini juga termasuk beberapa negara Arab lainnya, termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Kuwait.

Wanita Tewas Setelah Terlempar dari Lantai 16 Royal Princess Cruises

Seorang wanita tua tewas di sebuah kapal pesiar saat sedang berlibur bersama pasangannya di Karibia. Jasad wanita 52 tahun tersebut kemudian diturunkan dari kapal pesiar di Aruban. Wanita 52 tahun tersebut berlibur dengan Royal Princess pada 9 November 2018 bersama pasangannya dan mengikuti pelayaran delapan hari mengelilingi Karibia dari Fort Lauderdale di Florida

Baca juga: Tanpa Alasan yang Jelas, Penumpang Kapal Pesiar Ini Terjun ke Laut Lepas!

KabarPenumpang.com melansir dari laman dailymail.co.uk (15/11/2018), dalam laporan polisi, wanita tersebut dicekik lehernya oleh pasangannya kemudian dilempar dari dek kapal lantai 16. Penumpang yang melihat kejadian itu mengatakan, wanita tersebut jatuh ke sekoci dan kakinya robek serta ada kaca dimana-mana. Dari foto-foto yang didapat, ada pita kuning alias garis polisi yang mengitari lokasi kejadian dan di bawah sekoci.

Seorang juru bicara untuk jaksa Aruban, pria pelaku pembunuhan itu melakukannya dengan perlakuan tidak wajar terhadap korban. Untuk memperkirakan waktu kematian, jenazah wanita di otopsi dan FBI melakukan penyelidikan untuk mendapatkan kepastian pembunuhan itu.

“Kami tengah berlayar saat itu di Karibia Selatan. Ini adalah kapan yang digunakan untuk pertunjukan ITV,” ujar salah seorang penumpang.

Penumpang lain mengatakan, mereka benar-benar melihat jelas sekoci dari kamar dan ada darah serta pecahan kaca.

“Kami ada di kapal ini juga. Sepuluh petugas polisi datang. Pengumuman itu adalah investigasi kriminal harus dilakukan sebelum kami diberikan izin. Dua pasangan diminta berulang kali untuk pergi ke hubungan pelanggan,” ujar yang lainnya.

Kejadian tersebut dimulai dari kasino kapal lantai 16 sekitar pukul 22.30 malam waktu setempat. Wanita itu jatuh dari dek pada pukul 4 pagi, mendarat di dek 7 pada Lifeboat 2.

Baca juga: Tak Hanya Pesawat dan Kereta Api, Penumpang Kapal Pesiar Juga Punya Tipe Tersendiri

Royal Princess Cruises mengatakan dalam sebuah pernyataan, Princess Cruises dapat mengkonfirmasi bahwa seorang tamu wanita Amerika berusia 52 tahun meninggal dini hari kemarin pagi di atas Royal Princess ketika kapal sedang menuju ke Aruba. Dilaporkan kepada pihak berwenang setempat yang bertemu dan naik ke kapal saat tiba. Penyebab kematian belum diketahui saat ini.

“Kami sangat sedih dengan kejadian ini dan menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada keluarga dan mereka yang terkena dampak,” ujar pihak Royal Priness Cruisess.

Princess Royal berangkat Aruba jam 10 malam pada Rabu malam, menuju Kralendijk, Bonaire dan akan kembali ke Florida pada 17 November. Kapal pesiar ini memiliki kapasitas tamu 3.600 pada hunian ganda.

Ramayana Express Mengunjungi 16 Tempat yang Berkaitan dengan Kisah Ramayana

Stasiun Safdarjung di Delhi begitu riuh dengan teriakan ‘Jai Shree Ram’ dan beberapa orang yang mengenakan pakaian karakter Ramayana untuk menyambut penumpang. Pasalnya Ramayana Express baru diluncurkan di rel pertama kali pada Rabu (14/11/2018).

Baca juga: Tujuan Hello Kitty Land, Kereta di Tokyo Dibalut Livery dan Interior Hello Kitty

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman indianexpress.com (15/11/2018), akan ada tiga kereta Ramayana Express yang diluncurkan dan yang pertama pada Rabu kemarin. Ramayana Express ini akan melakukan perjalanan selama 16 hari ke tempat-tempat yang berkaitan dengan kisah Ramyana.

“Ini langkah bagus oleh Pemerintah. Saya tidak akan pernah membayangkan bepergian ke banyak tujuan sekaligus. Namun berkat upaya kereta api, orang-orang seperti kami, yang sudah tua, dapat dengan aman mengunjungi tempat-tempat yang berhubungan dengan Lord Ram,” ujar Tilak Sighn Chauhan seorang personel penjaga perbatasan.

Ramayana Express sendiri akan dioperasikan oleh Indian Railway Catering and Tourism Corporation (IRCTC). Ke 16 tempat yang akan dikunjungi Ramayana Express adalah Ayodhya tempat kelahiran Ramayana menurut cerita. Kemudian Hanuman Garhi, Ramkot dan Kuil Kanak Bhawan.

Tak hanya itu, kereta juga akan berhenti di Nandigram, Sitamarhi, Janakpur, Varanasi, Prayag, Shringaverpur, Chitrakoot, Nasik, Hampi dan Rameshwaram, atau di stasiun kereta api terdekat ke lokasi ini. Salah seorang pejabat IRCTC yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, kereta api akan memfasilitasi perjalanan melalui jalan darat dari stasiun ke tempat-tempat ziarah.

“Saya telah mengunjungi beberapa tempat tetapi tanpa adanya paket tur, beberapa tempat seperti Sitamarhi dan Hampi menghindari kami. Kami senang menjadi bagian dari inisiatif baru ini,” kata Pushplata dari Rajpura.

Kereta akan memiliki gerbong kelas tidur untuk 800 penumpang. Mereka yang tertarik dengan jalur terpisah di Sri Lanka dapat memilih untuk melakukan perjalanan melalui udara ke Kolombo dari Chennai. IRCTC menargetkan pariwisata religius untuk menghasilkan pendapatan dan telah meminta dewan kereta api untuk mengizinkannya membeli tiga kereta api untuk dijalankan pada rute yang diidentifikasi olehnya.

Baca juga: Sajikan Hidangan Hangat dan Bersih, Stasiun Central Mumbai Hadirkan Mesin Penjual Makanan Otomatis

IRCTC sudah menjalankan kereta jalur Buddha, yang merupakan kereta mewah, sebagian besar ditujukan untuk turis asing. Sebagai bagian dari branding perjalanan, IRCTC, yang menjalankan kereta api, memberi para pelancong syal sutra dan bendera-bendera yang berwarna hijau saffron dan hijau dengan Ram digambar di atasnya.

“Kami menyediakan materi branding sebagai bagian dari perjalanan gadis itu. Kami tidak banyak melakukan branding di kereta, ”kata seorang juru bicara IRCTC.

 

Saatnya Nostalgia, Ini Dia Lima Maskapai yang Sempat Mewarnai Langit Indonesia!

Beredarnya kabar maskapai Merpati Airlines yang batal pailit dan memiliki peluang untuk kembali mengudara tentu menjadi angin segar bagi PT Merpati Nusantara Airlines. Putusan Majelis Hakim Pengadilan Niaga untuk menyetujui proposal perdamaian antara pihak maskapai dengan para kreditur yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya menjadi satu asa dari maskapai ini untuk mengudara kembali.

Baca Juga: Pasca Bangkrut, Primera Air Campakkan Penumpangnya Begitu Saja!

Belum lagi kabar mengenai calon investor yang bakal menyuntikkan dana segar senilai Rp6,4 triliun terhadap perusahaan yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Pemerintah. Sudah barang tentu, mendengar nama Merpati Airlines, seolah pikiran kita diajak bernostalgia ke era 90-an, dimana sejumlah maskapai masih merajai langit Bumi Pertiwi sebelum akhirnya digiring menuju ambang kebangkrutan.

Berikut, KabarPenumpang.com himpun lima maskapai yang namanya kini sudah menghilang dari dunia kedirgantaraan Indonesia, dikutip dari berbagai sumber.

Mandala Airlines

Mandala Airlines. Sumber: istimewa

Maskapai yang pertama kali mengudara pada 17 April 1969 ini diketahui sempat berganti nama menjadi Tigerair Mandala. Maskapai ini kemudian dibeli oleh Indigo Partners dan Cardig International pada tahun 2006 silam. Terlilit masalah hutang, Mandala Airlines terpaksa memberhentikan semua operasinya pada 12 Januari 2011.

Lalu pada akhir Februari 2011, para kreditur menyetujui restrukturisasi utang Mandala menjadi saham dan kembali beroperasi pada bulan Juni 2011. Namun pada 1 Juli 2014, Mandala Airlines harus kembali memberhentikan seluruh operasi armadanya lantaran kondisi pasar turun dan biaya operasional membengkak karena depresiasi rupiah.

Sempati Air

Sempati Air. Sumber: istimewa


Maskapai penerbangan milik sahabat dan keluarga Mantan Presiden Soeharto ini mulai beroperasi sejak Maret 1969. Berdiri dengan nama PT Sempati Air Transport, maskapai ini melakukan ekspansi besar-besaran pada rentang tahun 1980 akhir hingga 1990-an. Namun kejadian krisis moneter yang terjadi pada Mei 1998 memaksa Sempati Air untuk mengakhiri operasi untuk selama-lamanya. Kabarnya, kebangkrutan juga disebabkan kesalahan manajemen.

Adam Air

Ada Air. Sumber: istimewa


Maskapai yang meraih penghargaan Award of Merit dalam the Category Low Cost Airline of the Year 2006 dalam acara 3rd Annual Asia Pacific and Middle East Aviation Outlook Summit di Singapura ini bisa dibilang paling membekas di sebagian warga Indonesia. Pasalnya, rekaman black box Adam Air KI 574 yang jatuh di perairan Majene, Sulawesi Barat pada 1 Januari 2007 silam tersebar luas di jejaring sosial Youtube.

Pasca kejadian, tepatnya pada 18 Maret 2008, izin terbang Adam Air dicabut. Aircraft Operator Certificate (AOC) maskapai ini pun dicabut pada 19 Juni 2008, menandai berakhirnya masa operasi dari Adam Air.

Batavia Air

Batavia Air. Sumber: istimewa


Berdiri dengan nama PT Metro Batavia, maskapai ini memulai pengoperasian perdananya pada 5 Januari 2002. Kendati tidak hanya melayani penerbangan domestik saja, namun pada 30 Januari 2013, Batavia Air dinyatakan pailit oleh PN Jakarta Pusat karena ada permohonan yang diajukan perusahaan sewa guna pesawat International Lease Finance Corporation (ILFC).

Baca Juga: Bisnis LCC Tak Selalu Mulus, Kasus Air Berlin Menjadi Contoh

Bouraq Indonesia Airlines

Bouraq Indonesia Airlines. Sumber: istimewa


Maskapai yang menggunakan nama dari kendaraan Nabu Muhammad SAW ini berdiri di tahun 1970. Tidaklah mudah bagi Jerry A. Sumendap, pendiri Bouraq Indonesia Airlines, dalam menjalankan bisnis di sektor aviasi Indonesia. Butuh waktu sekitar 10 tahun bagi Bouraq untuk mencapai kejayaannya. Namun sayang, pada tahun 1995, Jerry A. Sumendap harus menghadap Sang Ilahi dan kursi kepemimpinan diambil alih oleh Danny Sumendap.

Di bawah tangan Danny, Bouraq mengalami restrukturisasi besar-besaran guna mempertahankan diri di tengah ketatnya persaingan antar maskapai. Tapi takdir berkata lain, di tahun 2005, Bouraq Indonesia Airlines dinyatakan pailit dan mengakhiri semua pengoperasian armadanya.

 

Mendarat Darurat di Siberia, Penumpang Air France Terperangkap Selama Tiga Hari!

Masih ingat dengan kasus British Airways yang menelantarkan 200 penumpangnya tanpa akomodasi makanan dan penginapan di Bandara Internasional John F. Kennedy, New York pada Kamis (1/11/2018) kemarin? Nah kali ini kejadian yang hampir serupa menimpa penumpang maskapai Air France, dimana sebanyak 282 penumpang terlantar selama tiga hari di Siberia pasca pesawat melakukan pendaratan darurat.

Baca Juga: Dua Hari Tanpa Akomodasi dan Makanan, 200 Penumpang British Airways Terlantar di Bandara

Semestinya, pesawat ini melakoni penerbangan internasional berjadwal dari Paris menuju Shanghai. Namun karena kepulan asap dan bau menyengat di dalam kabin, akhirnya sang pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di Irkutsk, salah satu kota terbesar di Siberia pada Minggu (11/11/2018). Bisa dibilang, nasib penumpang Air France dengan nomor penerbangan AF116 jauh lebih beruntung ketimbang penumpang British Airways, karena mereka masih mendapatkan akomodasi berupa hotel.

Dilasir KabarPenumpang.com dari laman time.com (14/11/2018), tidak ada satu penumpang pun yang terluka akibat insiden pendaratan darurat ini. “Awak AF116 yang mengemudikan Boeing 777 dari Paris ke Shanghai memutuskan untuk mengalihkan penerbangan ke Irkutsk di Siberia setelah bau tajam dan asap tipis muncul di dalam kabin,” ujar pihak maskapai dalam sebuah keterangan tertulis.

Setibanya mereka di Irkutsk, para engineer langsung menganalisa kerusakan dan mereka menyadari bahwa pesawat tersebut tidak mungkin diperbaiki dalam waktu yang singkat. Maka dari itu, pihak maskapai bergerak cepat dengan mengirimkan armada lain untuk menjemput para penumpang yang terlantar itu.

Alhasil, pesawat kedua Air France pun tiba pada keesokan harinya. Sebelumnya, para penumpang diakomodasi menuju hotel terdekat. Namun sial, pesawat kedua ini juga mengalami kendala karena tidak bisa lepas landas dan menambah rasa frustasi para penumpang. Tanpa visa Rusia, para penumpang tidak dapat mengakses bagasi mereka, dan harus ditemani oleh kepolisian setempat ke mana pun mereka pergi.

Baca Juga: Pasca Bangkrut, Primera Air Campakkan Penumpangnya Begitu Saja!

Akhirnya di hari ketiga, armada ketiga datang dan dapat menerbangkan para penumpang ini menuju Shanghai tanpa masalah. Perjalanan yang dijadwalkan memakan waktu selama 11 jam akhirnya harus ditempuh dalam waktu hampir empat hari. Sungguh sial!

 

ComfortDelGro Uji Coba Bus Otonomnya di National University of Singapore

Kendaraan otonom atau tanpa pengemudi belakang ini mulai digunakan banyak moda transportasi salah satunya bus. Salah satu pembuat bus otonom adalah perusahaan transportasi ComfortDelGro.

Baca juga: Adopsi Vehicle-to-x, Bus Otonom Telkomsel 5G Ramaikan Asian Games 2018

ComfortDelGro akan melakukan uji coba bus layanan antar jemput tanpa pengemudi di kampus Ken Ridge National University of Singapore (NUS) pada Maret 2019 mendatang. Bus otonom tersebut akan menjadi yang pertama kalinya diuji coba oleh operator transportasi ComfortDelGro.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (12/11/2018), uji coba tersebut nantinya akan berlangsung selama satu tahun. ComfortDelGro Bus akan mengoperasikan antar-jemput otonom EasyMile EZ10, yang akan didanai oleh Inchcape Singapore.

Sebuah bus kecil yang dapat membawa 15 penumpang akan melakukan perjalanan sepanjang rute 1,6 km di NUS antara Heng Mui Keng Terrace dan Business Link. Namun selama tahap awal uji coba, bus ini tidak akan membawa penumpang.

Ini akan fokus pada pengumpulan data untuk pemetaan dan sistem navigasinya. Petugas keselamatan akan berada didalam bus otonom untuk memastikan pengoperasian kendaraan yang aman, serta untuk memberikan keahlian teknik.

“Setelah tim manajemen percobaan puas bahwa bus otonom siap untuk uji coba penumpang, penumpang akan dapat mulai menaikinya,” kata ComfortDelGro.

Bus shuttle akan beroperasi dalam kondisi seperti mengemudi bersama kendaraan lain di jalan. Bus antar-jemput otonom EZ10, berjalan sepenuhnya pada listrik dan memiliki teknologi kendaraan otonom (AV) yang menggabungkan robot dan kecerdasan buatan.

“Itu hanya akan bergantung pada perangkat lunak dan perangkat keras internal, tanpa ketergantungan pada infrastruktur eksternal,” kata ComfortDelGro.

Ini telah berhasil digunakan dalam kondisi lalu lintas yang sama di negara-negara seperti Prancis, Jerman, Norwegia, Australia dan Jepang.

“Kami yakin pengalaman yang didapat dari uji coba ini akan membantu kami mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang bagaimana menjadi operator armada AV di tahun-tahun mendatang,” kata direktur dan direktur grup ComfortDelGro, Yang Ban Seng.

Jika uji coba bus otonom ini berhasil, itu bisa digulirkan secara komersial.

Baca juga: Bus Otonom Apolong Baidu Level 4 Meluncur Secara Global di 2019

“Di era digitalisasi dan teknologi pintar ini, penggunaan kendaraan otonom sebagai moda transportasi bukanlah masalah ‘jika’ tetapi ‘kapan’,” tambah Profesor Chen Tsuhan, wakil presiden NUS (Riset dan Teknologi).

Ini akan menjadi yang ketiga ComfortDelgro ke dalam lingkup kendaraan otonom di Singapura dengan dua uji coba lain yang sedang berlangsung di Sentosa dan Pulau Jurong oleh anak perusahaannya SBS Transit.

 

Terpecahkan! Beginilah Proses Pengambilan Gambar Ketika Pesawat Tengah Mengudara

Selama ini, tentu Anda sudah sering melihat gambar pesawat terbang yang tengah mengudara. Ya, terlepas dari apakah itu pesawat yang baru dirilis atau bukan, tapi eksistensi foto semacam ini populasinya sudah banyak sekali di internet. Namun setelah dipikir-pikir, pernahkah Anda membayangkan bagaimana cara mengambil gambar-gambar tersebut? Apakah sang fotografer menggunakan teknologi green screen yang biasa digunakan di industri film?

Baca Juga: Tips dan Trik Fotografi dari Dalam Kabin Pesawat

Pertanyaan ini kerap membuat sebagian orang tidak bisa ‘tidur dengan nyenyak’. Selain spekulasi di atas, hipotesa lain yang juga acap kali muncul di benak masyarakat adalah campur tangan aplikasi photo editor, dimana mereka cukup mengambil gambar sebuah pesawat, dan menempelkannya di background awan atau pemandangan udara lainnya.

Sumber: istimewa

Guna menjawab pertanyaan ini, KabarPenumpang.com menghimpun dari sejumlah laman sumber, seorang pilot pesawat komersil sekaligus seorang penulis bernama Joe Shelton mengatakan bahwa pengambilan foto sebuah pesawat ketika terbang, memang dilakukan oleh fotografer yang naik di pesawat lainnya. Jadi memang membutuhkan dua pesawat untuk bisa mengambil foto dari sebuah pesawat yang tengah mengudara.

Sumber: istimewa

Namun, tidak sembarang pesawat dapat digunakan untuk mengambil foto. Seringnya, hanya pesawat yang memiliki pintu pada bagian ekor saja yang digunakan untuk mengambil foto-foto semacam ini. Tentu saja, ketinggiannya pun sudah diatur sedemikian rupa, sehingga meminimalisir adanya kecelakaan ketika proses pengambilan gambar.

Ketika pintu pada bagian ekor di buka, maka para fotografer profesional ini langsung mengambil posisi untuk menentukan angle terbaik. Tapi, tidak melulu seorang fotografer aviasi mengambil gambar dari pesawat yang memiliki pintu pada bagian ekor. Sebut saja Jessica Ambats, seorang fotografer aviasi yang namanya sudah cukup mashyur.

Baca Juga: Momen Mudik Lebaran, Saatnya Maksimalkan Kemampuan Fotografi

Dalam laman web pribadinya, jessicaambats.com, ia mengunggah hasil-hasil jepretannya dan juga beberapa video yang berisikan proses persiapan pra pengambilan gambar. Dalam beberapa video, Jessica tampak menggunakan pesawat kecil yang notabene tidak memiliki pintu pada bagian ekornya.

Jadi, sekarang misteri tentang pengambilan foto ketika sebuah pesawat sedang mengudara sudah terpecahkan ya. Selamat tidur dengan nyenyak!

 

 

Indian Railways Gelontorkan Rs650 Juta Untuk Jaringan Kereta Mumbai

Negara India yang merupakan salah satu negara dengan penududuk terbanyak dunia, juga memiliki jaringan kereta terbesar di dunia. Indian Railways, operator kereta India baru-baru ini akan menginvestasikan dana senilai Rs650 miliar untuk jaringan rel pinggiran kota Mumbai yang berada di negara bagian Maharashtra.

Baca juga: Ketepatan Waktu Kereta India Mengalami Penurunan Akibat Faktor Keterlambatan

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber railway-technology.com (12/11/2018), adanya investasi yang dilakukan oleh India Railways sendiri dananya digunakan untuk memoderisasi fasilitas baik stasiun ataupun jaringan kereta untuk meningkatkan layanan penumpang. Investasi ini sendiri sudah disetujui oleh pemerintah dengan menyusulnya rincian dalam anggaran tahun 2018 ini.

“Mengingat kecepatan di mana infrastruktur dan pekerjaan kemudahan umum sedang dilaksanakan oleh Kereta Api, saya percaya bahwa dalam empat hingga empat setengah tahun ke depan, jaringan kereta api pinggiran kota Mumbai, Navi Mumbai atau Mahamumbai akan melihat metamorfosis yang lengkap,” kata Menteri Kereta Api Piyush Goyal.

Goyal berada di Maharashtra untuk meresmikan koridor kereta api pinggiran kota Nerul-Seawoods Darave-Belapur-Kharkopar di Navi Mumbai. Bagian sepanjang 12 km adalah fase pertama dari koridor yang memiliki panjang 27 km dari Nerul menuju Belapur dan Uran. Kemudian menghubungkan simpul Ulwe di Navi Mumbai dengan Chhatrapati Shivaji Maharaj Terminus serta Panvel di rute Harbor.

Baca juga: Sepanjang 2015 – 2017, 50 Ribu Orang Tewas di Jalur Kereta Api India!

Tahap kedua proyek, yang akan berjalan dari Kharkopar ke Uran, saat ini sedang dalam pengembangan. Berbagai fasilitas penumpang juga akan dilaksanakan di beberapa stasiun pinggiran kota, termasuk pemasangan kamera CCTV di enam stasiun, 41 eskalator di 23 stasiun, sepuluh lift di enam stasiun dan 318 mesin penjual tiket otomatis di 77 stasiun pinggiran kota.

Pada Maret lalu, Goyal juga menginvestasikan Rs75 ribu crore untuk proyek sistem signaling yang akan dilaksanakan di seluruh India. Dia mengatakan, teknologi paling modern tersebut hadir dari European Train Control System (ETCS). Kehadiran sistem sinyal ini sendiri, menurut Goyal akan memastikan perjalanan yang aman bagi para penumpang.

KA Komuter Jawa Tengah – Yogyakarta Bakal Mengular Sebentar Lagi

0

Kereta api komuter yang menghubungkan kota-kota di Jawa Tengah dan Yogyakarta secara melingkar atau loop akan segera diluncurkan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kehadiran kereta ini nantinya akan memudahkan pengguna dan menambah pilihan moda angkutan untuk berbagai hal.

Baca juga: Kereta Lokal Daerah Seperti Tak Terurus, Bahkan Terkesan Diabaikan PT KAI

“Baik untuk keperluan wisata, pekerjaan, pendidikan, dan lainnya. Rencananya KA komuter dengan rute Purwokerto-Yogyakarta-Solo-Semarang-Tegal-Purwokerto dan sebaliknya ini akan diluncurkan pada 1 Desember 2018,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Supriyanto yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Kamis (15/11/2018).

Supriyanto mengatakan, pengoperasian kereta api komuter ini sendiri ditujukan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat di wilayah Selatan Jawa Tengah. Apalagi tujuan Semarang atau kota-kota di wilayah pantai utara dan sebaliknya dengan menggunakan jasa kereta api.

Dalam hal ini, warga Kabupaten Cilacap yang hendak ke Semarang dengan menggunakan kereta api bisa naik dari Stasiun Kroya. Sehingga, tidak perlu ke Purwokerto lebih dulu. Meski begitu, Supriyanto mengaku belum mengetahui secara pasti nama yang akan digunakan untuk KA komuter tersebut.

“Kami masih menunggu kabar lebih lanjut dari Kantor Pusat PT KAI mengenai nama KA komuter tersebut termasuk stasiun awal pemberangkatannya, apakah akan diberangkatkan dari Daop 5 Purwokerto ataukah dari Daop 6 Yogyakarta,” katanya.

Supriyanto berharap, kehadiran kereta api komuter loop Jawa Tengah-Yogyakarta tersebut dapat menambah pilihan moda transportasi massal bagi masyarakat yang hendak bepergian baik berwisata, pekerjaan, pendidikan, dan lainnya. Saat dihubungi, Vice President Humas PT KAI Agus Komarudin mengatakan, untuk nama belum bisa dibeberkan kepada publik untuk saat ini.

“Nanti akan kita rilis, tunggu kabarnya awal Desember ya,” katanya saat dihubungi KabarPenumpang.com, Kamis (15/11/2018).

Belum lama ini tepatnya 1 November 2018 KRD Patas yang melayani relasi Cicalengka-Padalarang PP dihentikan operrasinya. Ini dikarenakan KRD Patas menggunakan rangkaian kereta api Kahuipan yang idle atau diam di Stasiun Kiaracondong. Selama ini ada 3 perjalanan KRD Patas pada hari Senin sampai dengan Jumat serta 3 perjalanan pada hari Sabtu dan Minggu dengan jam keberangkatan yang berbeda.

Baca juga: Lagi di Aceh? Jangan Lupa Naik Kereta Diesel ‘Perintis’ Cut Meutia

Keberangkatan awal kereta ini dari Stasiun Kiaracondong pada pukul 04.40 dini hari menuju Cicalengka untuk kemudian berangkat lagi dari Cicalengka pukul 06.00 WIB. Di luar hari Sabtu dan Minggu, perjalanan KRD Patas hanya sampai pukul 09.52 WIB dengan tujuan akhir Stasiun Kiaracondong. Sementara pada hari Sabtu dan Minggu perjalanan di ubah sampai dengan pukul 14.32 dan tetap berakhir di Stasiun Kiaracondong.

Atas dihentikannya pengoperasian KRD Patas ini, Joni menghimbau kepada masyarakat yang terbiasa menggunakan KRD Patas agar beralih ke KRD Bandung Raya yang jadwal perjalanannya lebih banyak mulai dari pukul 04.45 dari Stasiun Cicalengka. Untuk memudahkan pemesanan tiket KRD Bandung Raya, Joni menyampaikan bahwa sekarang pemesanannya sudah bisa dilakukan melalui aplikasi KAI Access yang bisa diunduh di playstore atau appstore. Pada aplikasi ini terdapat menu Local Train khusus untuk KA Lokal Bandung Raya.

Pesta “Tropical Garden,” Cara Seru Habiskan Malam Tahun Baru di Swiss-Belhotel Pondok Indah

Tidak terasa, libur akhir tahun sebentar lagi akan tiba. Ketika semua harga tiket pesawat sudah melambung tinggi sejak beberapa waktu yang lalu, dan sejumlah hotel sudah penuh dipesan. Pasti Anda ingin menghabiskan malam pergantian tahun dengan orang-orang yang Anda sayang, bukan? Namun ketika melihat harga tiket pesawat yang sudah tidak bersahabat lagi dengan kocek Anda, kira-kira apa yang bisa Anda lakukan untuk memenuhi keinginan tersebut?

Baca Juga: Aston Pluit Hotel & Residence, Tawarkan Menu Istimewa di Periode November – Desember 2018

Tidak perlu jauh-jauh ke luar kota untuk dapat menghabiskan malam pergantian tahun, cukup di Jakarta saja! Terletak di daerah Jakarta Selatan, Swiss-Belhotel Pondok Indah menawarkan opsi bagi Anda yang hendak merayakan tahun baru bersama orang-orang tersayang. Mengangkat tema Tropical Garden, ini merupakan tahun ketiga pihak hotel menyelenggarakan pesta malam tahun baru.

Sesuai dengan tema, maka dress code yang dianjurkan pun sudah barang tentu berkaitan dengan nuansa Hawaii – baju pantai bunga-bunga.

Hidangan yang disajikan pun dibuat senada dengan tema, mulai dari appetizer, main course, hingga dessert. Pun dengan welcome drink yang siap menyambut para tamu diracik khusus dengan cita rasa tropical.

Selama acara ini berlangsung, Anda akan dipandu oleh MC, live music, dan tentu saja pesta kembang api yang dijamin meriah. Jangan lupakan salah satu instrumen wajib ketika malam pergantian tahun, terompet! Masih kurang? Beragam hadiah menarik siap dibagi-bagikan kepada Anda juga, lho!

“Tema Tropical Garden ini dipilih karena tema ini sangat sesuai dengan tempat, suasana dan target market kita dimana semua umur dapat menikmati sajian perayaan malam tahun baru yang kita sajikan,” ujar Tami selaku Director of Sales Marketing Swiss-Belhotel Pondok Indah.

Adapun paket Tropical Garden Party yang ditawarkan oleh pihak Swiss-Belhotel Pondok Indah, dimana Anda dapat menikmati malam pergantian tahun, termasuk santap malam untuk dua orang, ditemani live music dan kembang api serta makan pagi untuk dua orang dibanderol dengan harga mulai dari Rp2.633.000 net selama dua malam.

Baca Juga: Sajikan Hidangan Hangat dan Bersih, Stasiun Central Mumbai Hadirkan Mesin Penjual Makanan Otomatis

“Kami adakan pula (paket) yang satu malam, yaitu mulai dari Rp1.888.000 net sudah termasuk makan malam dan makan pagi untuk dua orang serta menikmati acara malam tahun baru. Dan harga tambahan untuk makan malam per orangnya Rp375.000 net,” tandas Tami.