Juanda, Pasar Baru, dan Karet, Nostalgia Bus AKAP Saat Diperbolehkan Masuk Tengah Kota

Terminal atau titik naik turun penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Jakarta boleh dikatakan makin menjauh dari pusat kota. Salah satu contoh adalah Terminal Pulo Gebang yang didapuk sebagai pengganti Terminal Pulo Gadung dan Rawamangun.

Baca juga: Bus AKAP Bakal Terapkan Pola Komuter, Naik dan Turunkan Penumpang di Terminal Tengah Kota

Alhasil, penumpang yang ingin bepergian dari pusat kota menggunakan bus menyiapkan waktu dan kocek untuk menuju ke pinggiran kota. Demikian halnya dengan agen atau kantor perwakilan yang lokasinya kebanyakan berada di pinggiran seperti Pondok Pinang dan Cililitan.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan kondisi pada medio 1980-1990-an. Kala itu, beberapa perusahaan otobus (PO) bonafide membuka agen atau kantor perwakilannya di jantung ibukota, tepatnya di bilangan Juanda atau Pasar Baru.

Pada masa itu, setiap sore Jalan Ir. H. Juanda, tepatnya di depan Hotel Sriwijaya dipenuhi oleh bus-bus AKAP tujuan Jawa Timur hingga Bali. Beberapa PO yang sempat memiliki kantor perwakilan atau agen di sana antara lain PO Kramat Djati, PO Dali Mas, PO Pahala Kencana, dan PO Jaya Utama.

Sementara itu, bergeser ke Jalan Antara, di tepian sungai di dekat gerbang masuk Pasar Baru setiap sore juga ikut berjejer armada bus milik sejumlah PO dengan tujuan yang sama. PO yang sempat membuka kantor perwakilan atau agennya di sana diantaranya adalah PO Lorena-Karina, PO Continental, PO Sabar-Subur, dan PO Presta Prima.

Karakteristik dari kantor perwakilan atau agen di kedua tempat yang berdekatan itu sama. Melayani penumpang kelas menengah ke atas, sebagian besar adalah para pekerja di perkantoran di sekitar Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, dan kawasan Medan Merdeka atau Monas.

Bus-bus yang diterjunkan untuk melayani penumpang dari kantor perwakilan atau agen tersebut biasanya adalah bus-bus terbaru. Sebagai contoh, unit andalan PO Continental yang bermesin belakang selalu ditugaskan untuk melayani penumpang dari kantor perwakilannya di Jalan Antara.

Selain Jalan Ir H. Juanda dan Jalan Antara, titik naik turun bus AKAP di pusat kota adalah sepanjang Jalan KH. Mas Mansyur, tak jauh dari Pasar Tanah Abang atau Karet. Wilayah tersebut pada 1980-1990-an menjadi titik berkumpulnya bus-bus dari Ranah Minang seperti PO Naikilah Perusahaan Minang (NPM), PO Aman Nyaman Sampai Tujuan (ANS), PO Gumarang Jaya, dan masih banyak lagi.

Keberadaan kantor perwakilan atau agen bus tujuan Sumatra Barat di wilayah tersebut tak terlepas dari Pasar Tanah Abang. Seperti diketahui, pusat grosir tekstil terbesar di Indonesia itu penjual maupun pekerjanya didominasi oleh Urang Awak.

Bus-bus dari Sumbar itu juga yang bertugas mengantarkan barang kiriman dari Pasar Tanah Abang ke Ranah Minang. Sebaliknya, bus-bus itu juga yang membawa barang dari pasar-pasar di Sumbar, khususnya Pasar Atas Bukittinggi ke Pasar Tanah Abang.

Baca juga: Wales Bangun Terminal Bus Terpadu, Sinergikan Ritel dan Perkantoran

Kiprah kantor perwakilan dan agen bus AKAP di tiga titik itu berakhir pada pertengahan 1990-an seiring dengan pelarangan bus AKAP masuk tengah kota. Sebagai penggantinya, disiapkan Terminal Rawamangun yang kini juga sudah purnatugas untuk layanan AKAP. [Bisma Satria]

Tangkal Virus Mpox, Bandara dan Pelabuhan Laut Singapura Berlakukan Pemantauan Suhu Pelancong

Singapura kini tengah melaksanakan pemeriksaan suhu dan visual di dua bandara utamanya sebagai tindakan pencegahan di tengah munculnya jenis virus mpox yang “berbahaya” — yang sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet. Untuk membantu mencegah masuknya mpox ke pulau tersebut, penumpang di bandara Changi dan Seletar akan menjalani pemeriksaan.

Baca juga: Bandara Changi Andalkan Pemeriksaan Digital Cegah Covid-19

Pemeriksaan suhu dan visual akan dilakukan bagi mereka yang tiba dengan penerbangan dari tempat-tempat yang mungkin berisiko terkena wabah mpox, kata Kementerian Kesehatan (MoH) Singapura pada hari Kamis.

Hal yang sama akan dilakukan di pos pemeriksaan laut bagi awak kapal dan penumpang yang tiba dengan kapal dari daerah yang terkena dampak mpox.

“Pelancong sangat disarankan untuk mematuhi anjuran tersebut, terutama jika mereka bepergian ke dan dari negara-negara yang terkena dampak,” kata MoH. “Pelancong yang mengalami demam, ruam, dan/atau gejala yang sesuai dengan mpox akan dirujuk untuk pemeriksaan medis.”

Tiga belas kasus mpox yang dikonfirmasi telah terdeteksi di Singapura sejauh tahun ini, yang semuanya merupakan infeksi Klade 2 yang tidak terlalu parah.

Meskipun mpox telah dikenal selama beberapa dekade, strain baru yang lebih mematikan dan lebih mudah menular —dikenal sebagai Clade 1b— telah mendorong lonjakan kasus baru-baru ini, dengan Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan keadaan darurat internasional.

Virus mpox dapat dibagi menjadi dua varian atau “klade”: klade I dan klade II. Klade I, yang ditemukan terutama di Afrika tengah, adalah penyakit yang jauh lebih parah dengan tingkat kematian hingga 10 persen. Klade II ditemukan terutama di Afrika barat dan jauh lebih ringan, dengan tingkat kematian di bawah 1 persen. Klade II dapat dibagi lagi menjadi klade IIa dan klade IIb.

Menurut The Conversation, klade IIb mpox, yang menyebabkan wabah besar pada tahun 2022. Pada paruh kedua tahun 2023, subklade baru dari klade I ditemukan di Republik Demokratik Kongo (RDK). Klade Ib terutama menyerang RDK, dengan sekitar 70 persen kasus yang diduga terjadi pada anak-anak di bawah usia 15 tahun.

Mpox menyebar melalui kontak kulit-ke-kulit yang dekat, termasuk kontak seksual, dan sering kali dimulai dengan lesi kulit kecil seperti jerawat, khususnya di area yang sulit dilihat seperti alat kelamin, anus, atau bokong,” kata Dr. Jeremy McAnulty, direktur eksekutif perlindungan kesehatan NSW Health.

Canggih! Masker Ini Dilengkapi Filter HEPA dan Sensor Udara, Anti Covid-19 Kah?

Mulai 1 September 2024, Bandara Dublin Mulai Hapus Pembatasan Cairan 100 ml di Bagasi Kabin

Pelancong yang bepergian ke luar negeri dalam beberapa minggu mendatang telah diperingatkan tentang aturan bagasi kabin baru di seluruh Uni Eropa yang akan mulai berlaku pada akhir bulan ini.

Baca juga: Horee, Mulai 2024 Penumpang Bisa Bawa Cairan Hingga 2 Liter ke Dalam Kabin Pesawat

Bila Anda pernah bepergian dengan pesawat dalam dua dekade terakhir, Anda tentu mengetahui bahwa penumpang tidak diperbolehkan membawa wadah cairan yang lebih besar dari 100 ml di bagasi kabin, dan semua cairan harus dimasukkan ke dalam satu tas kecil saat melewati pemeriksaan keamanan.

Aturan tersebut diperkenalkan pada tahun 2006 setelah pihak berwenang mengungkap rencana teroris untuk meledakkan bahan peledak cair yang disamarkan sebagai minuman ringan pada sejumlah penerbangan Transatlantik.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir sejumlah bandara telah membatalkan aturan ini berkat peningkatan teknologi pemindaian cairan. Jika Anda baru-baru ini bepergian dari Dublin atau Shannon, Anda mungkin pernah melihat mesin ini beraksi. Bandara Dublin di Irlandia berencana untuk memperkenalkan pemindai ini sebagai bagian dari proyek lantai mezzanine baru yang akan selesai pada tahun 2025.

Dikutip corkbeo.ie, pemindai ini memungkinkan penumpang membawa cairan dalam ukuran apa pun di dalam koper mereka tanpa harus mengeluarkannya, serta barang elektronik yang sebelumnya juga harus dikeluarkan dari tas mereka. Namun, karena ketidakkonsistenan teknologi di seluruh Uni Eropa (UE), sebagian besar bandara masih mematuhi aturan lama untuk masa mendatang.

Sampai ada lebih banyak konsistensi dalam teknologi di seluruh bandara UE, mulai 1 September pedoman untuk membawa cairan di pesawat akan kembali ke standar universal 100 ml. Mulai 1 September dan seterusnya, aturan 100 ml yang sudah dikenal akan diberlakukan kembali untuk semua penumpang dan ini dapat diubah di masa mendatang ketika standarisasi yang lebih baik telah ditetapkan.

Bagi sebagian, jika tidak sebagian besar, bandara ini berarti tidak ada perubahan sama sekali karena mereka selalu mempertahankan aturan 100 ml. Beberapa bandara yang memiliki pemindai canggih kini telah memperbarui kebijakan mereka untuk mengingatkan pelanggan bahwa mulai tanggal 1 September, aturan 100 ml akan kembali berlaku.

Wadah cairan yang lebih besar dari 100 ml harus ditempatkan di bagasi terdaftar. Tidak ada batasan yang ditetapkan untuk cairan di bagasi terdaftar, tetapi pastikan semua cairan diamankan dengan benar untuk menghindari kebocoran atau kerusakan.

Tips Lolos dari Aturan Batas Cairan Maksimal 100 Ml ke Kabin Pesawat, Cukup Pakai Kertas!

UniUni

Lepas Ikat Pinggang dan Jam Tangan Saat Pemeriksaan di Bandara, Ini Alasannya

Tak jarang dalam perjalanan ke luar negeri, di bandara kita berjumpa dengan standar pemeriksaan keamanan yang ketat. Salah satunya adalah keharusan untuk melepas ikat pinggang (gesper) dan jam tangan. Bila Anda membawa barang bawaan dan kostum yang tak simpel, maka kegiatan tersebut bisa jadi merepotkan. Lantas, apa sebenarnya alasan dari keharusan untuk melepas ikat pinggang dan jam tangan?

Baca juga: Manchester, Bandara dengan Waktu Pemeriksaan Keamanan Paling Lama di Inggris

Ada beberapa alasan mengapa sering kali diminta untuk melepas jam tangan dan ikat pinggang saat melewati pemeriksaan keamanan di bandara:

1. Deteksi Logam
Jam tangan dan ikat pinggang biasanya terbuat dari bahan logam atau mengandung komponen logam seperti penutup gesper atau gesper sabuk. Detektor logam yang digunakan dalam pemeriksaan keamanan di bandara dapat mendeteksi logam tersebut. Oleh karena itu, untuk memastikan bahwa tidak ada benda logam tersembunyi di dalam jam tangan atau ikat pinggang yang dapat menjadi ancaman keamanan, diminta untuk melepasnya.

2. Efisiensi Pemeriksaan
Memeriksa jam tangan dan ikat pinggang yang dipakai oleh setiap penumpang bisa memperlambat proses pemeriksaan di bandara. Dengan meminta penumpang untuk melepas jam tangan dan ikat pinggang, proses pemeriksaan dapat dilakukan lebih cepat dan lebih efisien.

3. Pencegahan Pencurian
Melepas jam tangan dan ikat pinggang juga dapat mencegah pencurian atau kehilangan barang berharga selama proses pemeriksaan. Dalam kerumunan orang atau saat melepas barang-barang lain seperti tas atau jaket, meminta untuk melepas jam tangan dan ikat pinggang dapat membantu mencegah kesalahan mengambil atau kehilangan barang tersebut.

Baca juga: Ikuti Tahapan Ini, Proses Check In dan Pemeriksaan Keamanan di Bandara Bakal Mulus

Meskipun ini adalah praktik umum di banyak bandara, peraturan keamanan dapat bervariasi dari satu negara ke negara lain dan tergantung pada kebijakan dan prosedur setiap bandara. Saran terbaik adalah mengikuti petunjuk dan peraturan dari petugas keamanan di bandara saat melewati pemeriksaan keamanan.

KAI Perpanjang Jam Operasional LRT Jabodebek, Jadi 358 Perjalanan per Hari

KAI melakukan penambahan perjalanan yang mulai berlaku sejak 26 Agustus 2024. Penambahan ini meliputi 8 perjalanan tambahan, sehingga jumlah total perjalanan LRT Jabodebek pada hari kerja meningkat dari 350 menjadi 358 perjalanan. Perjalanan tambahan ini khusus dioperasikan pada akhir jam operasi setiap hari Senin hingga Jumat.

Baca juga: LRT Jabodebek Uji Coba Teknologi Canggih, Ini Kegunaannya

Dengan adanya penambahan ini, jadwal keberangkatan terakhir untuk beberapa lintas utama mengalami perubahan sebagai berikut:
a. Dukuh Atas – Harjamukti
Jadwal Sebelumnya: 22.30
Jadwal Baru: 22.55

b. Dukuh Atas – Jatimulya
Jadwal Sebelumnya: 22.25
Jadwal Baru: 22.50

c. Harjamukti – Dukuh Atas
Jadwal Sebelumnya: 21.39
Jadwal Baru: 22.04

d. Jatimulya – Dukuh Atas
Jadwal Sebelumnya: 21.31
Jadwal Baru: 21.56

Penambahan perjalanan ini dilakukan sebagai respons terhadap peningkatan jumlah pengguna LRT Jabodebek pasca uji coba penambahan perjalanan pada 5 Agustus 2024. Dari data yang tercatat antara 5 s.d. 25 Agustus 2024, terjadi peningkatan jumlah pengguna sebesar 18.610 pengguna pada hari kerja (Senin s.d. Jumat) dibandingkan periode yang sama pada bulan Juli.

Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono menyatakan penambahan perjalanan ini adalah upaya kami untuk menyesuaikan layanan LRT Jabodebek dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Dengan operasional yang lebih lama, kami berharap dapat lebih memenuhi kebutuhan transportasi pada jam-jam sibuk di malam hari serta memberikan kenyamanan dan kemudahan lebih bagi para pengguna,” ujar Mahendro.

Seluruh Stasiun LRT Jabodebek Dilengkapi Water Station, Penumpang Bisa Isi Air Minum Gratis

Hari Ini 85 Tahun Lalu, Heinkel He 178 Pesawat Bermesin Jet Pertama di Dunia Terbang Perdana

Hari ini 85 tahun lalu, bertepatan dengan 27 Agustus 1939, menjadi momen bersejarah dalam jagad dirgantara dunia, dengan penerbangan perdana Heinkel He 178, yakni pesawat dengan mesin jet pertama di dunia. Diterbangkan oleh pilot uji Erich Warsitz, penerbangan ini sukses besar, meskipun pesawat hanya terbang selama beberapa menit. Ini menandai keberhasilan pertama kali sebuah pesawat bermesin jet terbang di udara.

Baca juga: Hari Ini, 108 Tahun Lalu, Junkers J1 Pesawat Pertama di Dunia yang Seluruhnya Terbuat dari Logam Terbang Perdana

Heinkel He 178 adalah pesawat eksperimental yang menandai awal dari era penerbangan jet, meskipun tidak pernah masuk ke dalam produksi massal. Penerbangan pertamanya terjadi beberapa hari sebelum pecahnya Perang Dunia II, menjadikannya sebuah pencapaian teknologi yang sangat signifikan pada masa itu. Meskipun demikian, perkembangan teknologi jet yang lebih lanjut baru benar-benar dimanfaatkan setelah perang berlangsung.

Dari sejarahnya, beberapa ilmuwan dan insinyur di Jerman dan Inggris pada akhir 1930-an mulai bereksperimen dengan konsep mesin jet sebagai alternatif untuk mesin piston yang dominan pada pesawat saat itu. Hans von Ohain, seorang insinyur Jerman, adalah salah satu pelopor dalam pengembangan mesin jet. Pada tahun 1935, von Ohain mengajukan paten untuk mesin turbojet.

Kemudian ada Ernst Heinkel, seorang industrialis dan desainer pesawat Jerman, tertarik pada teknologi baru yang bisa meningkatkan kecepatan dan kinerja pesawat. Heinkel memiliki visi untuk membuat pesawat tercepat di dunia, dan dia melihat potensi besar dalam mesin jet. Pada tahun 1936, Heinkel merekrut Hans von Ohain untuk bekerja di perusahaan Heinkel Flugzeugwerke, dengan tujuan mengembangkan mesin jet yang dapat digunakan pada pesawat.

Mesin jet pertama yang dikembangkan oleh von Ohain dan timnya adalah HeS 1, sebuah mesin eksperimental yang berhasil diuji pada tahun 1937. Namun, mesin ini masih belum cukup kuat untuk digunakan dalam pesawat terbang. Mereka kemudian mengembangkan mesin HeS 3, yang menjadi mesin jet pertama yang dipasang pada pesawat dan berhasil membuat He 178 terbang.

Heinkel dan timnya merancang He 178 sebagai pesawat berukuran kecil dengan desain yang sederhana. Pesawat ini memiliki struktur sayap rendah (low-wing) dan menggunakan bahan aluminium. Salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan He 178 adalah merancang sistem bahan bakar dan sistem pendingin yang efektif untuk mesin jet yang sangat panas dan berbeda dari mesin piston konvensional.

Setelah menyelesaikan uji darat, Heinkel He 178 siap untuk uji terbang pertama. Pada 27 Agustus 1939, pilot uji Erich Warsitz menerbangkan He 178 dari lapangan terbang Heinkel di Marienehe, dekat Rostock, Jerman.

Meskipun penerbangan He 178 adalah pencapaian teknologi yang luar biasa, otoritas Nazi pada waktu itu tidak segera menyadari potensi besar dari mesin jet. Mereka lebih fokus pada pengembangan pesawat konvensional untuk keperluan Perang Dunia II. Akibatnya, He 178 tidak pernah masuk ke produksi massal, dan pengembangan lebih lanjut mesin jet di Jerman dilakukan dengan pesawat lain seperti Messerschmitt Me 262 yang muncul kemudian dalam perang.

Meskipun tidak diterima secara luas pada waktu itu, He 178 membuka jalan bagi pengembangan pesawat jet di masa depan. Konsep mesin jet yang dipelopori oleh von Ohain dan Heinkel kemudian diadopsi oleh berbagai negara, termasuk Inggris dengan Gloster E.28/39 dan Amerika Serikat dengan Bell P-59 Airacomet.

Prototipe He 178 hanya digunakan untuk beberapa penerbangan uji sebelum akhirnya dipensiunkan. Pesawat ini disimpan di museum Heinkel, tetapi sayangnya, pesawat ini hancur selama pemboman Sekutu di Rostock pada Perang Dunia II.

Hari Ini, 72 Tahun Lalu, De Havilland Comet, Pesawat Jet Komersial Pertama di Dunia Terbang Perdana

Didera Berbagai Masalah Teknis, Malaysia Aviation Group Kurangi Jumlah Penerbangan Hingga Desember 2024

Malaysia Aviation Group (MAG) telah mengumumkan pengurangan sementara penerbangan untuk Malaysia Airlines, Firefly, dan Amal mulai saat ini hingga Desember 2024.

Baca juga: Malaysia Airlines Hentikan Penerbangan Rute Kuala Lumpur – Brisbane, Ada Apa?

“Hal ini dilakukan untuk memastikan keandalan armada kami dalam jangka panjang dan ketahanan operasi kami, serta meningkatkan kemampuan kami untuk memastikan pelanggan kami pada layanan Malaysia Airlines, Firefly, dan Amal menghadapi gangguan minimal dan mendapatkan pengalaman terbaik saat terbang bersama kami,” kata direktur pelaksana Izham Ismail dalam sebuah pernyataan pada 24 Agustus.

“Saya pribadi meminta maaf atas gangguan pada rencana perjalanan penumpang dan ketidaknyamanan yang ditimbulkannya,” tambahnya.

Seperti dikutip The Strait Times, beberapa penerbangan Malaysia Airlines (MAS) baru-baru ini yang terdampak oleh masalah teknis telah membuat marah penumpang dan menyerukan agar rencana darurat dan kontinjensi yang jelas dibuat.

Pada 22 Agustus 2024, penerbangan MAS yang menuju Madinah harus kembali ke Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), yang menandai insiden ketiga bagi maskapai nasional Malaysia tersebut minggu ini. Menurut data FlightRadar, MH152, yang berangkat dari KLIA pukul 14.23, berbalik arah saat terbang di atas Kepulauan Nicobar di Laut Andaman.

Pada malam tanggal 20 Agustus, penerbangan MAS MH386 terpaksa kembali ke KLIA karena masalah tekanan kabin.

Sebelumnya pada hari itu, penerbangan MH128 dalam perjalanan ke Kuala Lumpur dari Melbourne harus melakukan pendaratan darurat di Alice Springs di Teritori Utara Australia.

Rangkaian insiden tersebut mendorong warga Malaysia untuk meminta MAG untuk melakukan inspeksi dan perbaikan pada armadanya.

Unit Pertama Airbus A330neo Malaysia Airlines Telah Menyelesaikan Tahap Pengecatan

Sebaiknya Anda Tahu, Era Stempel Paspor di Negara Schengen Berakhir pada 10 November 2024

Banyaknya stempel imigrasi pada paspor kerap menjadi kebanggaan bagi banyak pelancong, bak koleksi, stempel di paspor bisa menjadi kenangan akan jejak perjalanan Anda. Namun, ada kabar kurang sedap, pasalnya wilayah Schengen Uni Eropa rencananya akan menghapus penggunaan stempel imigrasi pada bulan November mendatang.

Baca juga: Pelancong Asal Turki Tak Mudah Dapatkan Visa Schengen, Penolakan Hingga 16,1 Persen

Persisnya, mulai 10 November 2024, wisatawan non-Uni Eropa akan didaftarkan secara digital dengan sistem EU Entry/Exit System (EES) otomatis baru, sehingga tidak perlu lagi memberikan cap fisik.

“EES akan menggantikan sistem pemberian cap paspor manual saat ini, yang memakan waktu, tidak menyediakan data yang dapat diandalkan tentang penyeberangan perbatasan, dan tidak memungkinkan deteksi sistematis terhadap mereka yang melewati batas waktu,” demikian bunyi pernyataan dari departemen Komisi Eropa untuk Migrasi dan Urusan Dalam Negeri, seperti dilansir dari Euro News, Kamis, 22 Agustus 2024.

EES akan menjadi sistem TI otomatis untuk mendaftarkan pelancong dari negara ketiga yang dikecualikan dari visa atau yang memiliki masa tinggal singkat. Setiap kali seseorang melintasi perbatasan luar UE, sistem akan mencatat nama, jenis dokumen perjalanan, data biometrik (sidik jari dan gambar wajah) serta tanggal dan tempat masuk dan keluar. Sistem ini juga akan mencatat penolakan masuk.

Sistem layanan otomatis dan mandiri diharapkan akan meningkatkan keamanan di UE dan memangkas waktu pemeriksaan para pelancong. Namun, industri penerbangan dan berbagai negara mengatakan kurangnya persiapan dapat menyebabkan masalah awal saat sistem ini diperkenalkan.

Awalnya, sistem ini akan diluncurkan pada 2022, namun ditunda. Pihak berwenang kini telah mengumumkan peluncurannya pada tanggal 10 November tahun ini.

Berdasarkan sistem baru ini, pelancong dengan akses bebas visa ke wilayah Schengen akan diminta untuk mendapatkan otorisasi perjalanan secara daring melalui Sistem Informasi dan Otorisasi Perjalanan Eropa (ETIAS). Sistem ini akan diluncurkan secara bertahap setelah EES beroperasi.

Sebelum EES diluncurkan, semua wisatawan di luar Uni Eropa harus memperoleh stempel paspor saat keluar dan masuk wilayah Schengen. Stempel ini berfungsi sebagai bukti bahwa mereka tidak melewati batas bebas visa selama 90 hari dalam periode 180 hari.

Sering Disebut Pelancong, Ternyata Sejarah Visa Schengen Berasal dari Sebuah Desa di Luksemburg

GlobalData: “Perancis Jadi Negara yang Paling Banyak Dikunjungi Pelancong di Tahun 2025”

Setelah menggelar Olimpiade 2024 di Paris, ada proyeksi yang menyebut Perancis bakal menjadi negara yang paling banyak dikunjungi pelancong di tahun 2025. Pernyataan tersebut berasal dari GlobalData Plc, perusahaan analisis data dan konsultasi, yang berkantor pusat di London, Inggris.

Baca juga: Stasiun Da Lat dengan Desain Antik Perancis, Andalan Wisata Kereta Vietnam

Dalam pembaruan terkini, Perancis siap menjadi negara yang paling banyak dikunjungi di dunia pada tahun 2025. Negara yang menjadi rumah bagi objek wisata paling terkenal dan paling banyak dikunjungi di dunia, Menara Eiffel, akan menjadi negara yang paling banyak dikunjungi menurut proyeksi GlobalData. Perusahaan data dan analitik tersebut memperkirakan bahwa Perancis akan menarik 93,7 juta pengunjung internasional saat ini, melampaui Spanyol, yang menyalip Perancis pada tahun 2021.

Menurut laporan terbaru GlobalData, Eropa Barat (2022), menyoroti bahwa Prancis adalah tujuan wisata teratas dunia sebelum pandemi Covid-19, menarik 88,1 juta pengunjung pada tahun 2019. Meskipun Spanyol mengklaim posisi teratas pada tahun 2021, Perancis berada di jalur yang tepat untuk kembali memimpin, setelah menyambut 66,6 juta pengunjung internasional pada tahun 2022. Jumlah pengunjung ke Perancis diperkirakan akan tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 12,1% dari tahun 2022 hingga 2025.

Dikutip Times of India, Hannah Free, Analis Perjalanan & Pariwisata di GlobalData, mencatat bahwa Perancis, bersama Italia dan Spanyol, memainkan peran utama dalam pertumbuhan pariwisata Eropa Barat. Negara ini menarik pengunjung dari seluruh Eropa, termasuk Inggris, Jerman, dan Belgia, serta dari tempat yang lebih jauh, seperti Cina dan Amerika Serikat. Faktanya, Perancis adalah salah satu tujuan wisata utama di Eropa Barat bagi wisatawan AS.

Pada tahun 2021, Spanyol menarik 26,3 juta pengunjung, menyalip Perancis untuk menjadi tujuan wisata utama di Eropa Barat. Pada tahun 2025, Spanyol diproyeksikan akan menyambut 89,5 juta wisatawan internasional, dengan CAGR sebesar 12,2% antara tahun 2022 dan 2025.

Pariwisata ke Perancis dan Spanyol diperkirakan akan tetap kuat, didorong oleh berbagai festival, budaya, dan gastronomi yang ditawarkan. Setiap negara menawarkan budaya, kuliner, dan lanskap yang unik, dengan garis pantai yang beragam dan medan yang bervariasi yang menambah daya tariknya. Kedua negara tersebut relatif besar, sehingga menyediakan berbagai pengalaman bagi wisatawan.

Keuntungan signifikan bagi Perancis adalah jaringan transportasinya, yang memudahkan perjalanan antarkota besar. Kereta berkecepatan tinggi menghubungkan banyak tujuan wisata utama Perancis, sehingga memudahkan pengunjung untuk menjelajahi negara tersebut.

Perancis menjadi tujuan wisata utama, terkenal karena berbagai atraksi dan warisan budayanya yang kaya. Pengunjung berbondong-bondong ke Paris untuk mengunjungi tempat-tempat ikonik seperti Menara Eiffel dan Museum Louvre, sementara pedesaan yang indah menawarkan kota-kota yang menawan, kebun anggur, dan ladang lavender.

Pilih Pilih Souvenir Sebagai Buah Tangan

Raih Pengadaan Drone dari Kementerian Pertahanan, PT Turkish Aerospace Indonesia Buka Kantor Baru di Bandung

Setelah meraih kontrak untuk pengadaan drone tempur – Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) Anka dari Kementerian Pertahanan RI. pabrikan dirgantara asal Turki, Turskih Aerospance Industries (TAI), resmi membuka kantor barunya di BRI Tower, Bandung, Jawa Barat pada Minggu, 25 Agustus 2024. TAI hadir di Indonesia lewat label PT Turkish Aerospace Indonesia.

Baca juga: Terkait Kualitas Keselamatan Pesawat, Pabrik Boeing di Everett dalam “Mode Panik”

Langkah pembukaan kantor baru ini disebut sebagai upaya untuk memperkuat kerja sama di industri dirgantara Indonesia. Peresmian itu juga menandai langkah strategis perusahaan dalam memperluas jangkauan operasional dan mendukung pertumbuhan industri penerbangan di tanah air.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi hingga para pemangku kepentingan industri dirgantara. CEO Turkish Aerospace, Prof. Dr Mehmet Demiroğlu menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang tetap berkontribusi untuk mempertahankan eksistensi. Turkish Aerospace telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam 10 tahun terakhir. Hubungan antara Türkiye dan Indonesia telah sangat kuat dan sangat mungkin untuk berkembang lebih jauh.

Menurutnya, pembukaan kantor di Bandung ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk menjadi mitra dalam pengembangan teknologi dan inovasi dirgantara. Lebih lanjut, Mehmet Demiroğlu mengatakan bahwa pihaknya berkerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia untuk mengembangkan proyek di bidang kedirgantaraan.

“Indonesia punya sejarah panjang dalam industri kedirgantaraan selama lebih dari 40 tahun terakhir. Kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia juga untuk meningkatkan proyek-proyek kerja sama (bidang kedirgantaraan),” ujarnya dalam konferensi pers di BRI Tower, Bandung pada Minggu 25 Agustus 2024.

Sebagai salah satu perusahaan dirgantara terkemuka di dunia, Mehmet Demiroğlu ingin kedua negara saling melengkapi, memperkuat ekosistem industri hingga membuka peluang bisnis yang tentunya menguntungkan pasar Asia Tenggara dan Asia Pasifik.

Perluas Pasar Dirgantara Indonesia, Boeing Resmikan Kantor Baru di Jakarta