Menjawab Penasaran! Inilah Alasan Mengapa Mesin Airbus A340 Terlihat Lebih Kecil

Meski bukan lagi pesawat baru, namun Airbus A340 series dengan empat mesin masih menjadi primadona dalam penerbangan jarak jauh, sebut saja A340 masih sangat diminati oleh Iran, yang rela mendapatkan pesawat buatan Perancis itu lewat jalur tak resmi. Nah, salah satu yang menarik dari A340 adalah desain mesinnya yang terihat lebih kecil, semisal jika dibandingkan mesin pada A330 series atau Boeing 777. Tapi apakah benar demikian?

Baca juga: A340-500 Pensiun, Kini Rute Jarak Jauh Non-stop Singapore Airlines ke AS Gunakan A350-900ULR

Ukuran mesin pada Airbus A340 series terlihat lebih kecil karena beberapa alasan teknis dan desain yang berkaitan dengan kebutuhan pesawat dan teknologi yang tersedia pada saat pengembangannya. Tentu ada beberapa faktor utama yang menjelaskan mengapa mesin pada Airbus A340 terlihat lebih kecil dibandingkan dengan mesin pada pesawat jet modern lainnya.

Airbus A340 dirancang pada akhir 1980-an dan awal 1990-an ketika teknologi mesin jet berbeda dengan yang ada saat ini. Pada saat itu, mesin yang lebih kecil dan empat mesin dianggap sebagai solusi optimal untuk penerbangan jarak jauh (long-haul) dengan kapasitas yang cukup besar.

Menggunakan empat mesin memungkinkan A340 untuk memiliki sertifikasi ETOPS (Extended-range Twin-engine Operational Performance Standards) yang lebih longgar, yang memungkinkan penerbangan rute-rute yang lebih jauh dari bandara darurat dibandingkan dengan pesawat dua mesin pada masa itu.

Mesin yang digunakan pada A340, seperti CFM International CFM56 atau Rolls-Royce Trent 500, adalah mesin generasi sebelumnya yang memiliki rasio bypass dan efisiensi bahan bakar yang lebih rendah dibandingkan mesin modern seperti General Electric GEnx atau Rolls-Royce Trent XWB yang digunakan pada Boeing 787 dan Airbus A350.

Mesin modern memiliki rasio bypass yang lebih tinggi, yang berarti lebih banyak udara yang melewati mesin tanpa pembakaran, menghasilkan daya dorong yang lebih besar dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Mesin ini juga cenderung lebih besar karena kipas yang lebih besar.

Airbus A340 didesain dengan empat mesin yang masing-masing memberikan daya dorong yang lebih kecil, namun secara keseluruhan memenuhi kebutuhan daya dorong total pesawat. Menggunakan empat mesin yang lebih kecil dapat menawarkan keuntungan operasional tertentu pada saat pesawat tersebut dirancang, seperti distribusi beban yang lebih baik dan redundansi tambahan jika salah satu mesin mengalami kegagalan.

Mesin Airbus A340 memang lebih kecil secara fisik dibandingkan dengan mesin pada pesawat seperti Airbus A330. Hal ini disebabkan oleh desain empat mesin yang memberikan daya dorong lebih rendah per mesin, teknologi pada saat pengembangannya, dan kebutuhan operasional spesifik yang ditargetkan oleh Airbus untuk A340.

Namun, seiring dengan perkembangan teknologi dan peningkatan efisiensi mesin dua mesin, pesawat empat mesin seperti A340 menjadi kurang ekonomis untuk dioperasikan dibandingkan dengan pesawat dua mesin modern.

Operasi Intelijen, Airbus A340 Tujuan Filipina Justru Didaratkan di Iran dengan Mematikan Transponder

Garuda Indonesia Tambah Frekuensi Penerbangan dari Bali Menuju Sydney, Melbourne dan Seoul

Garuda Indonesia mengumumkan peningkatan frekuensi penerbangan internasional untuk rute penerbangan dari dan menuju Bali dari berbagai kota internasional di Australia dan Korea Selatan, seperti Sydney, Melbourne dan Seoul.

Baca juga: Garuda Indonesia Buka Penerbangan Denpasar – Sydney, 1x Seminggu

Peningkatan frekuensi penerbangan internasional menjadi setiap hari (daily flight) tersebut berlangsung secara bertahap mulai awal Juli 2024 di sejumlah rute (pulang pergi/PP) yaitu Denpasar – Sydney (dari sebelumnya 5 kali per minggu) efektif mulai 1 Juli 2024; Denpasar – Melbourne (dari sebelumnya 5 kali per minggu) efektif mulai 4 Juli 2024; dan Denpasar – Seoul (dari sebelumnya 4 kali per minggu) efektif mulai 6 Juli 2024 mendatang yang akan dioperasikan dengan armada widebody Airbus 330-300.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, “Upaya penambahan frekuensi penerbangan internasional dari dan menuju Denpasar kali ini selaras dengan demand yang terus tumbuh positif, sebagaimana total kunjungan wisatawan mancanegara di antaranya didominasi oleh wisatawan asal Australia dan Korea Selatan dalam rangka menikmati waktu libur mereka di salah satu destinasi favorit mereka yaitu Bali.”

“Di sisi lain, diharapkan dengan adanya peningkatan frekuensi penerbangan internasional direct flight setiap harinya ini, akan menjadi sebuah nilai tambah layanan tersendiri bagi para pengguna jasa Garuda Indonesia khususnya dalam mengatur rencana perjalanan secara lebih fleksibel. Serta, kiranya langkah yang dilakukan oleh Perusahaan ini juga dapat berkesinambungan dengan upaya Pemerintah dalam mewujudkan target kunjungan hingga 7 (tujuh) juta wisatawan mancanegara ke Bali di sepanjang tahun 2024,” jelas Irfan.

Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali di tahun 2024, turut mencatatkan performa kinerja operasional yang positif untuk penerbangan internasional Garuda Indonesia dari dan menuju Denpasar yakni pada rute-rute Denpasar – Singapura pp, Denpasar – Sydney pp, Denpasar – Tokyo, Narita pp, Denpasar – Incheon, Seoul pp, Denpasar – Melbourne pp, Denpasar – Manado – Tokyo, Narita, Denpasar, di mana secara keseluruhan jumlah penumpang yang berhasil diangkut pada Semester 1 Tahun 2024 tumbuh hingga 155 persen atau sebanyak 233 ribu penumpang dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yakni sekitar 91 ribu penumpang.

Sementara itu sejalan dengan jumlah peningkatan penumpang tersebut, frekuensi penerbangan rute internasional dari hub Denpasar sepanjang Semester 1 tahun 2024 juga tumbuh signifikan hingga 111 persen atau mencapai 1.347 penerbangan dibandingkan dengan tahun sebelumnya di periode yang sama yakni 639 penerbangan.

Demi Efisiensi, Garuda Indonesia Hapus Jatah Menginap Awak Kabin di Rute Sydney dan Melbourne

Dipengaruhi oleh Musim Monsun, Turbulensi Parah Juga Menjadi Momok di Asia Tenggara

Melanjutkan artikel sebelumnya tentang lima rute penerbangan yang terkenal dengan turbulensi parah, maka salah satunya berada di Asia Tenggara. Penerbangan di wilayah ini, yang termasuk Indonesia, kerap dihadapkan pada musim monsun, yang dapat menghadapi turbulensi karena badai petir yang sering terjadi.

Baca juga: Waspada! Lima Rute Penerbangan ini Terkenal dengan Turbulensi Parah

Nah, karena Asia Tenggara luas, maka harus dipahami terlebih dahulu tentang musim ini. Musim Monsun di Asia Tenggara terbagi menjadi dua periode utama: monsun barat daya dan monsun timur laut. Berikut adalah rincian periode dan lokasi di mana monsun ini terjadi:

1. Monsun Barat Daya (Southwest Monsoon) pada periode Juni hingga September.
Monsun ini mempengaruhi sebagian besar wilayah Asia Tenggara, termasuk Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Malaysia, Singapura, Indonesia bagian barat (Sumatra, Jawa, Kalimantan), dan Filipina bagian utara.

Karakteristik dari monsun barat daya ditandai angin bertiup dari barat daya, membawa udara lembab dari Samudra Hindia dan menyebabkan curah hujan tinggi di wilayah-wilayah tersebut.

2. Monsun Timur Laut (Northeast Monsoon) pada periode November hingga Maret.
Monsun ini mempengaruhi wilayah yang serupa, tetapi dampaknya lebih signifikan di wilayah pesisir timur Semenanjung Malaya, bagian timur Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagian besar Filipina.

Karakteristik dari monsun timur laut ditandai angin bertiup dari timur laut, membawa udara dingin dan kering dari daratan Asia, tetapi ketika melewati Laut Cina Selatan dan Laut Sulu, udara ini menjadi lembab dan menyebabkan curah hujan di wilayah-wilayah tersebut.

Lokasi khusus di Asia Tenggara yang sering mengalami turbulensi selama musim monsun termasuk:
1. Laut Cina Selatan: Dikenal dengan badai petir dan kondisi cuaca yang berubah-ubah selama musim monsun.
2. Semenanjung Malaya dan Sumatra: Curah hujan tinggi dan badai petir sering terjadi di wilayah ini.
3. Kepulauan Filipina: Filipina sering terkena badai tropis dan taifun selama musim monsun, menyebabkan turbulensi parah di rute penerbangan yang melintasi wilayah ini.

Penerbangan di wilayah ini sering mengalami turbulensi selama periode monsun karena perubahan cuaca yang cepat dan aktivitas badai yang intens.

Fenomena Cuaca Baru “Danau Atmosfer,” Genangan Air Seluas 1.000 km di Langit Samudra Hindia

Waspada! Lima Rute Penerbangan ini Terkenal dengan Turbulensi Parah

Turbulensi ekstrim atau parah kini menjadi momok dalam layanan penerbangan, khususnya pada clear air turbulance yang dapat terjadi tanpa diduga pada cuaca cerah. Meski turbulensi dapat terjadi kapan dan di mana saja, namun ada beberapa rute yang melintasi wilayah dengan turbulens sedang dan ekstrim.

Baca juga: Hindari Dampak Turbulensi, Korean Air Hentikan Layanan Kabin Lebih Awal Jelang Pendaratan

Rute penerbangan yang paling banyak mengalami turbulensi parah biasanya adalah yang melintasi area dengan kondisi atmosfer yang tidak stabil, seperti jalur yang melewati pegunungan tinggi, daerah tropis, atau wilayah yang sering dilanda badai. Beberapa rute terkenal yang sering mengalami turbulensi adalah:

1. Rute melintasi Samudra Atlantik Utara
Banyak penerbangan lintas-Atlantik antara Amerika Utara dan Eropa melewati wilayah ini, yang sering terkena turbulensi udara jernih (clear-air turbulence) akibat pertemuan arus jet.

2. Rute di atas Pegunungan Rocky
Penerbangan domestik di Amerika Serikat yang melintasi Pegunungan Rocky sering mengalami turbulensi karena udara yang mengalir di atas pegunungan menciptakan gelombang udara yang tidak stabil.

3. Rute di sekitar kawasan tropis
Penerbangan yang melintasi wilayah tropis, terutama selama musim badai atau hujan lebat, sering mengalami turbulensi karena aktivitas konveksi yang kuat dan badai petir.

4. Rute melintasi kawasan Asia Tenggara
Penerbangan di wilayah ini, terutama selama musim monsun, dapat menghadapi turbulensi karena badai petir yang sering terjadi.

5. Rute melintasi Himalaya
Penerbangan di sekitar kawasan ini bisa mengalami turbulensi yang signifikan karena adanya aliran udara yang kuat di atas pegunungan tinggi.

Penerbangan komersial biasanya direncanakan untuk menghindari area dengan turbulensi parah bila memungkinkan, dan pilot dilatih untuk menangani turbulensi serta meminimalkan dampaknya bagi penumpang.

Marak Turbulensi Ekstrim, Emirates Rilis Video Keselamatan Terbaru yang Lebih “To The Point”

Mulai 25 Juli 2024, KA Jaka Tingkir Gunakan Kereta Ekonomi New Generation Versi Modifikasi

PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mengoperasikan kereta ekonomi new generation versi modifikasi pada KA (221A) Jaka Tingkir relasi Purwosari – Pasar Senen mulai 25 Juli 2024 dan KA (222A) Jaka Tingkir relasi Pasar Senen – Purwosari mulai 26 Juli 2024.

Baca juga: Dari Total 612 Unit Kereta “Stainless Steel New Generation” Pesanan PT KAI, Tujuh KA Kini Telah Beroperasi

VP Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, upgrade kereta kelas ekonomi tersebut menggantikan jenis kursi berhadapan menjadi kereta ekonomi new generation versi modifikasi dengan 72 tempat duduk.

Kursi pada kereta ekonomi new generation sudah berjenis captain seat  yang akan meningkatkan kenyamanan pelanggan dengan waktu tempuh yang panjang, karena memiliki desain kursi yang ergonomis dilengkapi fitur pengatur kemiringan (reclining) dan bisa disesuaikan searah laju KA ataupun berhadapan (revolving).

“Peningkatan pelayanan pada KA kelas ekonomi ini adalah wujud komitmen KAI dalam mendengarkan kebutuhan dan masukan dari para pelanggan, untuk dapat terus meningkatkan pelayanan dan customer experience. Sehingga tetap relevan dan adaptif dengan perkembangan zaman dan profil pelanggan ” kata Anne.

Selain pada kursi, kereta ekonomi new generation versi modifikasi ini  juga dilakukan pada interior kereta dengan ditambahkan Public Information Display System (PIDS) yang dapat menampilkan jam dan suhu di dalam kabin kereta.

Interior kereta juga dimodifikasi menyerupai kereta eksekutif seperti bentuk bagasi dan nuansa interior yang lebih cerah, dengan sentuhan aksen kayu pada bagian jendela yang memberikan kesan klasik dan elegan. Tak hanya itu, modifikasi juga dilakukan pada toilet dengan penggunaan toilet duduk dilengkapi wastafel dan hand dryer. Selain itu tersedia tempat ibadah di kereta restorasi.

Kereta ekonomi Jaka Tingkir new generation ini merupakan hasil inovasi sarana yang dilakukam oleh Balai Yasa Manggarai (tempat perawatan sarana perkeretaapian milik KAI di Manggarai, Jakarta). Sebelumnya, KAI telah meluncurkan kereta ekonomi new generation versi modifikasi pada KA Jayabaya relasi Pasarsenen – Malang pp, KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Pasarsenen – Surabaya Gubeng pp, KA Blambangan Ekspres relasi Semarang Tawang Bank Jateng – Ketapang pp, dan KA Banyubiru relasi Semarang Tawang Bank Jateng – Solo Balapan pp.

KAI menargetkan pada tahun 2024 untuk mengubah sebanyak 60 kereta ekonomi kursi tegak berhadapan menjadi kereta ekonomi new generation versi modifikasi. Hingga awal Juli 2024, terdapat sebanyak 24 kereta yang telah dimodifikasi. Selain itu, sebanyak 52 kereta lainnya akan mengalami modifikasi serupa pada tahun 2025.

“KAI akan terus meningkatkan kenyamanan kereta api. Harapannya, minat masyarakat semakin besar untuk menggunakan transportasi massal kereta api yang aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu,” tutup Anne.

KAI Luncurkan KA Argo Dwipangga “New Generation”, Serba Canggih dan Nyaman

Inilah 5 Bandara Tertua di Dunia Yang Masih Beroperasi

Selain menjadi saksi sejarah pada masanya, bandara-bandara ini masih beroperasi hingga kini. Pengabdian mereka selama lebih dari 80 tahun di dunia aviasi memberikan cerita tersendiri bagi para calon penumpang yang singgah di sana. Berikut, KabarPenumpang.com himpun lima bandara aktif tertua di dunia versi laman airport-technology.com.

Baca Juga: Bandara Tempelhof, Megastruktur NAZI Yang Kini Jadi Taman Kota Besar di Berlin

College Park Airport (KCGS), Amerika

Sumber: washingtonpost.com


Bandara yang terletak di City of College Park, di Prince George’s County, Maryland, Amerika ini dibangun pada bulan Agustus 1909. Didirikan oleh United States Army Signal Corps, bandara ini awalnya berfungsi sebagai lapangan pelatihan bagi Wright Bersaudara yang dikenal sebagai penemu, pengembang, dan orang yang berhasil menerbangkan pesawat pertama di dunia.

Pada tahun 1973, College Park Airport diakuisisi oleh Maryland-National Capitol Park and Planning Commission (M-NCPPC) dan didaftarkan sebagai salah satu National Register of Historic Places empat tahun berselang. Bandara dengan landas pacu tunggal dengan panjang 792 meter dan lebar 18 meter ini berdiri di atas lahan seluas 28 hektar, dan memiliki beberapa fasilitas penunjang penerbangan, seperti stasiun pengisian bahan bakar hingga lounge khusus untuk pilot. Adapun hanggar bersejarah yang berada di bandara ini dialihfungsikan menjadi Prince George’s County Police Divisi Operasi Khusus.

Hamburg Airport (HAM), Jerman

Sumber: hamburg-airport.de

Bandara yang juga dikenal sebagai Flughafen Hamburg ini mulai beroperasi pada 1911 dan menjadikannnya bandara kedua tertua yang masih beroperasi di dunia. Tidak hanya itu, Hamburg Airport juga menyandang predikat sebagai bandara terbesar kedua di Jerman. Terletak 8,5 km sebelah utara pusat kota Fuhlsbüttel dan diketahui bandara ini berfungsi sebagai basis untuk beberapa maskapai asal Negeri Bavaria, seperti Germanwings, Condor dan easyJet.

Bandara ini juga dikenal sebagai bandara tersibuk kelima di Jerman dengan catatan 16.223.968 penumpang dan 160,904 pergerakan pesawat pada tahun 2016. Pada Juli 2017, Hamburg Airport menyuguhkan 130 destinasi penerbangan, empat diantaranya merupakan rute penerbangan jarak jauh, yaitu ke Dubai, Newark, Tabriz dan Teheran.

Bandara ini sempat mengalami renovasi besar-besaran di antara tahun 2001 hingga 2009. Proyek senilai €356 juta ini menghasilkan dua terminal baru, jalan akses yang lebih luas, lahan parkir, dan koneksi rel metro baru yang menjadikannya sebagai salah satu bandara paling modern di Eropa.

Bucharest Baneasa ‘Aurel Vlaicu’ International Airport (BBU), Romania

Sumber: istimewa

Bandara yang juga dikenal sebagai Bandara Baneasa ini terletak di distrik Baneasa, 8,5 km sebelah utara dari kota Bucharest, Rumania. Penerbangan pertama di bandara ini dimulai pada tahun 1909, namun seiring didirikannya sebuah sekolah penerbangan di lokasi tersebut pada tahun 1912, maka secara resmi pula lokasi tersebut menjadi sebuah bandara.

Bucharest Baneasa ‘Aurel Vlaicu’ International Airport merupakan satu-satunya bandara internasional yang ada di Rumania, setidaknya sampai tahun 1968, bandara ini harus melepas predikatnya dan bersanding dengan Bandara Internasional Henri Coandă. Angka tertinggi yang pernah dicapai oleh bandara ini dalam urusan melayani penumpang adalah 2,398,911 orang pada tahun 2011 silam.

Per 25 Maret 2012, semua operasi penerbangan komersial telah dipindahkan Bandara Internasional Henri Coandă. Kini, Bucharest Baneasa ‘Aurel Vlaicu’ International Airport hanya menangani penerbangan charter dan jet pribadi.

Baca Juga: Bandara Internasional Tegel, Berlin: Terus Beroperasi Atau Berubah Jadi Pusat Bisnis

Bremen Airport (BRE), Jerman

Sumber: airliners.de

Bandara yang terletak 3,5 km sebelah selatan kota Bremen ini didirikan pada tahun 1913 dan menjadikannya bandara aktif tertua keempat di dunia. Bremen Airport sempat dikelola oleh militer Jerman selama periode Perang Dunia I, dan dibuka kembali pada tahun 1920 untuk penerbangan komersial.

Tidak hanya berfungsi sebagai hub untuk maskapai Germania dan Ryanair, bandara ini juga menawarkan penerbangan non-stop ke 50 destinasi yang mencakup 20 negara di Eropa dan Afrika Utara. Selain itu, Bremen Airport juga merupakan bandara terdekat dari pusat kota di Eropa, karena hanya membutuhkan waktu 11 menit saja dari pusat kota. Infrastruktur bandara saat ini terdiri dari empat terminal (1, 2, 3 dan E), dua landasan pacu serta fasilitas transportasi darat.

Rome Ciampino Airport (CIA), Roma

Sumber: airport-data.com


Bandara yang terletak 12 km dari pusat kota Roma ini dibuka pada tahun 1916, merupakan bandara aktif tertua kelima di dunia. Rome Ciampino Airport saat ini berfungsi sebagai hub utama maskapai-maskapai bertarif rendah.

Bandara ini menawarkan penerbangan internasional ke sekitar 20 destinasi dan saksi mata dari sekitar 5,5 juta penumpang setiap tahunnya. Pertumbuhan lalu lintas udara yang cepat dewasa ini memaksa Kementerian Transportasi Italia untuk mencari bandara baru untuk Roma dengan kapasitas yang lebih besar. Setelah pembukaan Bandara Leonardo da Vinci-Fiumicino, Rome Ciampino Airport menangani hampir secara eksklusif penerbangan charter dan penerbangan eksekutif lainnya selama lebih dari tiga dekade.

Perhatian! LRT Jabodebek Mulai Terapkan Tarif Maksimal Tap In dan Tap Out di Stasiun yang Sama

Rupanya tidak sedikit pengguna layanan LRT Jabodebek yang melakukan perjalanan untuk sebatas jalan-jalan, namun tanpa meninggalkan stasiun (tujuan). Alih-alih keluar stasiun, pengguna yang telah sampai di tujuan, justru kembali lagi naik kereta ke stasiun asal. Dengan kondisi tersebut, LRT Jabodebek melakukan penerapan tarif bagi pengguna yang melakukan tap in dan tap out di stasiun yang sama.

Baca juga: Layani 1,7 Juta Penumpang di Bulan Mei, LRT Jabodebek Catatkan Jumlah Pengguna Bulanan Tertinggi

Bagi pengguna yang melakukan tap in dan tap out di stasiun yang sama dengan durasi kurang dari 60 menit dikenakkan tarif minimum, sedangkan durasi lebih dari 60 menit akan dikenakan tarif maksimum.

Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono mengatakan kebijakan ini berlaku untuk mendorong efisiensi penggunaan layanan serta meminimalkan potensi penyalahgunaan fasilitas.

Rincian Tarif
1. Tarif Maksimal:
a. Rp10.000: Berlaku untuk waktu tap in dan tap out lebih dari 60 menit di stasiun yang sama pada hari kerja (Senin s.d Jumat) saat off peak hour, serta pada hari Sabtu, Minggu, dan libur nasional.
b. Rp20.000: Berlaku untuk waktu tap in dan tap out lebih dari 60 menit di stasiun yang sama pada hari kerja (Senin s.d Jumat) saat peak hour.

2. Tarif Minimum:
a. Rp5.000: Berlaku untuk waktu tap in dan tap out kurang dari 60 menit di stasiun yang sama.

Para pengguna dapat melakukan pembayaran LRT Jabodebek menggunakan KMT KAI Commuter maupun KUE (Katru Uang Elektronik) Perbankan. LRT Jabodebek mengimbau pengguna memperhatikan waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan agar dapat menghindari biaya tambahan yang tidak perlu.

“LRT Jabodebek berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna. Sosialisasi mengenai penerapan tarif ini akan dilakukan secara intensif melalui berbagai media agar pengguna dapat memahami dan mematuhi kebijakan yang berlaku,” tutup Mahendro.

PT KAI Tambah Jumlah Perjalanan LRT Jabodebek, Jadi 336 Perjalanan Setiap Hari

Bell Textron Unggul dalam Survei Kepuasan Pelanggan di Indonesia

Bell Textron Inc., anak perusahaan Textron Inc, meraih hasil yang sangat memuaskan dalam survei kepuasan pelanggan yang dilakukan oleh perusahaan riset pasar terkemuka, MarkPlus, Inc.

Baca juga: Bell Textron Serahkan Helikopter ‘Mewah’ Bell 429 Designer Series Pertama di Indonesia

Survei yang dilaksanakan dari November 2023 hingga Februari 2024 tersebut dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 21 dari 28 operator helikopter Bell di Indonesia. Secara umum, para operator helikopter Bell yang disurvei memiliki jam terbang rata-rata 354 jam per tahunnya dan telah mengoperasikan helikopter Bell selama lebih dari 10 tahun dalam beragam segmen penggunaan seperti pariwisata, evakuasi medis, transportasi perusahaan dan pemadaman kebakaran.

Menurut laporan yang diterbitkan MarkPlus tersebut, Bell meraih indeks kepuasan yang tinggi secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan layanan pelanggan terbaik dengan produk-produk yang berkualitas. Meski menunjukkan kinerja Bell memuaskan, laporan tersebut juga menemukan beberapa area yang dapat lebih diperkuat, yang menandai pendekatan proaktif Bell terhadap peningkatan kinerja dan kepuasan pelanggan.

“Kami senang sekali Bell meraih hasil yang sangat baik dalam survei kepuasan pelanggan MarkPlus,” kata Yudhi Nugraha, business development manager, Indonesia, Bell. “Pengakuan ini menegaskan dedikasi kami terhadap upaya memenuhi dan melampaui ekspektasi pelanggan, sehingga mendorong kami untuk secara konsisten memperbaiki berbagai layanan dan solusi kami.”

Survei ini juga menyoroti fokus Bell untuk memahami kebutuhan pelanggan serta komitmennya terhadap optimalisasi kegiatan penjualan dan pemasaran agar bisa meraih peluang-peluang pasar baru secara efektif. Dengan roadmap strategis yang dimilikinya, Bell bertujuan untuk memperkuat posisi kepemimpinannya di industri helikopter dengan memberikan solusi-solusi khusus dan dukungan pelanggan yang terbaik.

Bell Textron Tandatangani Dua Kesepakatan Kerjasama dengan Operator Helikopter Indonesia

Electric Multiple Unit, Inilah Basis Teknologi KRL di Indonesia

Electric multiple unit (EMU) atau lebih dikenal dengan kereta listrik sendiri merupakan kereta yang digerakkan dengan tenaga listrik sebaga sumbernya. Di Indonesia sudah memiliki kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek dan MRT Jakarta.

Baca juga: Digadang Beroperasi Akhir 2020, Turki Siap Uji Coba Kereta Listrik Produksi Lokal Pertama

Kereta rel listrik sangat mudah diidentifikasi karena menggunakan saluran listrik di atasnya. Ini berbeda dengan kereta yang digerakkan dengan tenaga diesel. Kereta rel listrik bisa menggunakan dua macam sumber listrik yakni sumber dc atau ac. Namun yang umum adalah motor dc yakni 1500 Volt dan untuk kereta super cepat memakai motor ac hingga 25 kV.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, KRL akan melintas di rel dan listrik disalurkan untuk menjalankannya melalui pantograf. Pantograf sendiri harus bisa kontak secara kontinyu dengan konduktor sumber tanpa cepat aus. Selain itu harus aerodinamis karena dipakai dengan kecepatan relatif tinggi terus menerus.

KRL pada awal perkembangannya lebih dominan menggunakan motor dc karena mudah pengaturannya. Di mana cara klasik pengaturan KRL motor dc adalah dengan membatasi tegangan yang masuk ke motor dc menggunakan rheostat sehingga kecepatan motor dc dapat diatur. Efisiensi yang rendah akibat rheostat dan berkembangnya teknologi saklar statis (thyristor) mengakibatkan cara ini sudah tidak lagi dipakai.

Dikutip dari konversi.wordpress.com, sekarang ini untuk mengatur tegangan dc pada KRL motor dc digunakan konverter dc-dc atau sering disebut chopper dc. Sehingga dengan konverter dc-dc pengaturan tegangan lebih mudah dan efisiensi lebih baik. Penggunaan konverter dc-dc dimulai pada KRL generasi tahun 1970.

Pada motor dc, komutator, sikat dan cincin belah merupakan sesuatu yang harus ada, sayangnya banyak kejadian ground fault yang terjadi ketika komutator kontak dengan sikat pada kecepatan putar yang tinggi. Hal ini termasuk salah satu yang mendasari penggunaan motor ac pada KRL.

Kerugian tadi dan semakin berkembangnya teknologi saklar statis untuk rangkaian elektronika daya mengakibatkan KRL generasi selanjutnya lebih memanfaatkan motor ac daripada motor dc. Untuk menggerakkan motor ac pada KRL, apabila sumber yang digunakan berupa sumber dc maka pengaturan kecepatan menggunakan inverter VVVF (variable voltage, variable frequency) untuk mendapatkan tegangan ac tiga fasa yang bisa diubah-ubah tegangan sekaligus frekuensinya sehingga kecepatan motor ac dapat berubah-ubah.

Pada kasus sumber yang dipakai adalah sumber ac satu fasa, diperlukan tambahan penyearah untuk mengubah sumber ac menjadi dc, kemudian baru diubah lagi menjadi tegangan tiga fasa menggunakan vvvf. Pada umumnya sumber ac yang dipakai merupakan sumber satu fasa sedangkan motor ac yang digunakan adalah motor tiga fasa, sampai saat ini konversi satu fasa ke tiga fasa langsung belum bisa.

Penggunaan motor ac pun terbagi menjadi dua macam, ada KRL yang menggunakan mesin ac asinkron dan ada juga yang menggunakan mesin ac sinkron. Contoh terkenal dari KRL yang menggunakan mesin ac sinkron adalah TGV di Perancis. Alasan penggunaan motor ac sinkron pada TGV adalah pada saat generasi TGV pertama rilis, dengan menggunakan mesin ac sinkron, komutasi dan pemadaman thyristor dapat dilakukan secara natural.

Hal ini akan menghilangkan rangkaian tambahan untuk memadamkan thyristor. Alasan lain adalah adanya peraturan berat maksimum dari boogie pada TGV. Teknologi KRL sekarang lebih banyak yang memanfaatkan mesin ac asinkron sebagai motor traksinya. Terdapat dua jenis KRL, terpusat (locomotive-hauled) atau terdistribusi (electric multiple unit/EMU).

Kereta cepat di Eropa kebanyakan menganut sistem terpusat dengan hanya satu gerbong yang memiliki sistem penggerak, seperti lokomotif pada kereta konvensional. Keuntungan dari sistem ini adalah biaya produksi yang lebih rendah karena hanya satu gerbong saja yang berisi peralatan, disamping itu getaran dan kebisingan yang lebih rendah bagi para penumpang.

Sebaliknya KRL yang banyak dipakai di Jepang menganut tipe terdistribusi, termasuk shinkansen (bullet train), sebagai gambaran satu unit KRL biasanya terdiri dari lima gerbong dimana tiga gerbong memilki sistem penggerak dan dua gerbong tanpa penggerak. Keuntungan sistem terdistibusi adalah penyebaran berat yang merata, peluang kegagalan yg lebih rendah karena penggerak yang tersebar, pengereman regeneratif, dan lainnya.

Baca juga: Budi Karya: Kereta Listrik Dipastikan Akan Ada di Ibukota Baru

Pemilihan apakah sistem penggerak terpusat atau terdistribusi murni bebas, bahkan alasan geografis pun bisa dipakai, seperti sistem KRL di Jepang yang jarak antar stasiun berdekatan tentu saja sistem terdistribusi akan lebih baik karena akselerasi dan deselerasi dalam waktu singkat.

Enam Maskapai ini Dikenal Punya Layanan Ekonomi Premium Terbaik

Bagi kebanyakan orang, tidak selalu mudah untuk membedakan antara kelas ekonomi, ekonomi plus, dan ekonomi premium. Semisal dengan memilih ekonomi premium, umumnya menawarkan lebih dari beberapa inci ruang kaki ekstra. Ekonomi premium yang ideal sebagai semacam opsi “kelas bisnis ringan”, dengan makanan yang lebih baik, sajian kuliner yang lebih mewah, kursi yang lebih lapang, dan fasilitas yang ditingkatkan, seperti check-in khusus dan akses ke lebih banyak ruang penyimpanan.

Baca juga: Hadirkan Kelas Ekonomi Premium, Emirates Galau untuk Pesawat yang Digunakan 

Meski berasal dari pembagian kelas ekonomi yang didasarkan atas posisi kursi yang lebih baik, namun tidak semua maskapai menghadirkan ketiga sub kelas di atas. Biasanya maskapai internasional dan rute jarak jauh memiliki kabin ekonomi premium yang menawarkan fasilitas paling banyak, dengan pesawat baru seperti Airbus A350, Airbus A380, Boeing 777, dan Boeing 787 Dreamliner, umumnya dihadirkan ketiga pilihan sub kelas ekonomi tadi.

Dikutip dari cntraveler.com, berikut adalah enam maskapai internasional yang selama ini dianggap menyajikan layanan ekonomi premium terbaik di dunia.

1. Emirates
Emirates memulai debutnya dengan kelas ekonomi premium pada tahun 2021, khususnya, pada pesawat Airbus A380. Fasilitasnya dimulai di bandara, dengan meja check-in terpisah, jatah tas jinjing yang lebih besar, dan pemilihan kursi gratis. Di dalam kabin, Emirates menggunakan elemen desain yang sama dengan kabin kelas bisnis ikonik maskapai, seperti kulit krem ​​dengan detail jahitan dan aksen kayu.

Penumpang juga mendapatkan bantal besar, sandaran kepala enam arah yang dapat disesuaikan, sandaran betis dan kaki, dan layar hiburan dalam penerbangan berukuran lebar 13,3 inci, serta meja makan dengan meja koktail samping, dan port pengisian daya.

Untuk santapan dalam penerbangan, nikmati makan malam tiga menu yang disajikan di peralatan makan porselen Royal Doulton dengan sendok garpu stainless steel. Emirates selalu menyertakan hidangan lokal ke tujuan penerbangan pada menu ekonomi premium—seperti daging sapi lada Thailand dengan nasi melati dan pak choi.

2. Qantas
Kabin ekonomi premium Qantas tersedia di Boeing 787 Dreamliners dan Airbus A380 dan benar-benar terpisah dari kelas ekonomi reguler dengan kursi dalam tata letak dua-tiga-dua. Kursi lebih lebar dan memiliki lebih banyak ruang untuk kaki daripada pelatih, tetapi mereka juga memiliki sandaran tangan yang lebih lebar dengan kompartemen penyimpanan, dua outlet USB, sandaran kepala yang ergonomis, dan sandaran kaki.

Penumpang ekonomi premium akan disambut dengan anggur bersoda, koktail, atau jus gratis saat naik. Makanan disajikan di atas peralatan makan yang dirancang khusus. Fasilitas dalam penerbangan lainnya termasuk headphone peredam bising, bantal besar, selimut wol 100 persen, dan perlengkapan kenyamanan bermerek Napoleon Perdis. Penumpang di kabin juga memiliki akses ke konter check-in khusus dan boarding prioritas.

3. All Nippon Airways (ANA)
Penumpang yang memesan kelas ekonomi premium di ANA akan menerima banyak manfaat yang sama seperti terbang di kelas bisnis mewah maskapai penerbangan Jepang. Pada penerbangan internasional, penumpang kelas ekonomi premium mendapatkan jaminan akses ke ruang tunggu ANA di bandara utama, termasuk bandara Haneda dan bandara Narita di Tokyo, bandara Kansai Osaka, dan bandara Honolulu. Juga menerima prioritas penanganan bagasi.

Kursi ekonomi premium terbaru ANA, yang terdapat di pesawat Airbus A380, Boeing 787-10, dan Boeing 777-300ER, memiliki pitch 38 inci yang lapang, sandaran kaki yang menopang betis, monitor pribadi besar 15,6 inci, dan lampu baca yang dapat disesuaikan terpasang pada sandaran kepala.

Selama penerbangan, mereka yang duduk di kelas ekonomi premium dapat memesan dari menu minuman kelas bisnis, yang mencakup pilihan pilihan Champagne, sake, anggur merah dan putih, anggur plum Umeshu, dan shochu. Saat waktu makan tiba, penumpang akan disuguhi hidangan favorit maskapai yang memadukan masakan Asia dan Barat, termasuk roti buatan sendiri yang disajikan di kelas bisnis.

4. Virgin Atlantic
Di dalam kabin pesawat Virgin Atlantic yang dirancang dengan apik, ada banyak hal yang bisa dirayakan—seperti kabin Kelas Atas yang diperbarui pada pesawat Airbus A350 milik maskapai dengan lounge The Loft.

Penumpang premium mendapatkan jalur check-in dan drop bagasi khusus, ditambah boarding prioritas. Setelah naik, penumpang diberikan segelas sampanye selamat datang gratis. Penerbangan tertentu juga mencakup layanan teh sore khas Virgin, yang menyajikan sandwich, kue teh, dan scone hangat dengan selai dan krim beku.

5. Singapore Airlines
Singapura, yang dikenal dengan suite kelas satu yang luar biasa, juga memiliki produk ekonomi premium yang solid yang tersedia di pesawat A350, A380, dan Boeing 777.

Tempat duduknya luas dengan lebar hingga 19,5 inci, sandaran delapan inci, serta sandaran betis dan kaki. Setiap tempat juga memiliki dua port USB dan layar 13,3 inci yang dilengkapi dengan headphone peredam bising. Ada juga area penyimpanan individu yang dirancang khusus untuk botol air, laptop, dan headphone. Sementara sebagian besar kursi berada dalam tata letak dua-empat-dua, pesawat A350-900ULR maskapai memiliki enam kursi tunggal yang tersedia, yang akan memberikan pengalaman lebih seperti kelas bisnis.

Baca juga: Dalam Penerbangan, Pilih Kelas Ekonomi Premium Atau Ekonomi Biasa?

6. Cathay Pacific
Selain kelas bisnis maskapai penerbangan Hong Kong Cathay Pacific secara konsisten menempati peringkat favorit, namun ekonomi premiumnya pada Boeing 777 dan A350 juga patut diperhatikan.

Terletak di kabin terpisah dalam tata letak dua-empat-dua, kursi memiliki ruang yang cukup dengan lebar hingga 20 inci dan ketinggian hingga 40 inci, menurut Seat Guru. Ada juga sandaran betis panjang penuh dan sandaran kaki berlapis kulit pada A350 dan Boeing 777-300ER, dan meja baki yang lebih besar. Selain itu, ada meja koktail mini terpisah, yang dapat menampung minuman selamat datang gratis yang diterima penumpang saat boarding.

Penumpang ekonomi premium memesan dari menu yang ditingkatkan, diberikan boarding prioritas, dan memiliki akses ke konter check-in khusus di bandara tertentu.