Korea Selatan Berlakukan Bebas Visa Rombongan bagi WNI: Minimal 3 Orang dan Syarat Khusus Lainnya

Kabar gembira bagi para pelancong asal Indonesia. Pemerintah Korea Selatan melalui kementerian terkait secara resmi memperkenalkan skema bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia. Namun, berbeda dengan kebijakan bebas visa penuh, layanan ini memiliki format Visa Grup (Rombongan) yang ditujukan untuk mempermudah alur masuk wisatawan dalam skala kecil hingga besar.

Salah satu poin utama dalam kebijakan ini adalah syarat formasi rombongan yang kini lebih fleksibel, yakni minimal terdiri dari tiga orang.

Format Rombongan dan Pengajuan
Kebijakan ini dirancang bagi wisatawan yang bepergian dalam kelompok. Berikut adalah detail mekanismenya:

Minimal 3 Orang: Anda tidak bisa mengajukan bebas visa ini jika bepergian sendirian (solo traveler). Anggota rombongan harus memiliki jadwal penerbangan dan rencana perjalanan yang sama.

Melalui Agen Perjalanan Resmi: Permohonan bebas visa rombongan ini tidak bisa diajukan secara perorangan ke kedutaan, melainkan harus melalui agen perjalanan (travel agent) yang ditunjuk oleh pihak Kedutaan Besar Korea Selatan. Agen inilah yang akan menjamin kredibilitas rombongan tersebut.

Syarat dan Ketentuan Tambahan
Selain jumlah minimal orang, ada beberapa syarat teknis lain yang wajib dipatuhi agar kunjungan Anda berjalan lancar:

Pintu Masuk Spesifik (Bandara Regional): Seringkali layanan bebas visa ini dikaitkan dengan pintu masuk tertentu di luar Bandara Incheon, seperti Bandara Internasional Yangyang atau Bandara Internasional Gimhae. Pastikan rute penerbangan Anda sesuai dengan wilayah yang memberlakukan kebijakan ini.

Masa Berlaku Kunjungan: Biasanya, bebas visa rombongan ini diberikan untuk durasi tinggal yang terbatas, umumnya berkisar antara 15 hingga 30 hari untuk tujuan wisata murni.

K-ETA Tetap Diperlukan: Meskipun bebas dari stempel visa konvensional, penumpang tetap diwajibkan memiliki K-ETA (Korea Electronic Travel Authorization) yang sudah disetujui sebelum keberangkatan, kecuali jika ada instruksi khusus mengenai pembebasan K-ETA sementara bagi negara tertentu.

Tiket Pulang-Pergi: Petugas imigrasi di Korea Selatan sangat ketat dalam memeriksa bukti tiket kembali ke Indonesia atau ke negara tujuan selanjutnya sebagai jaminan Anda tidak akan melebihi masa izin tinggal.

Mengapa Harus Rombongan?
Penerapan minimal tiga orang ini bertujuan untuk mempermudah pengawasan dan memastikan bahwa kunjungan dilakukan untuk tujuan wisata kolektif. Dengan sistem rombongan, agen perjalanan bertanggung jawab penuh atas anggotanya selama berada di Korea Selatan, sehingga risiko penyalahgunaan izin tinggal dapat ditekan.

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi keluarga atau grup pertemanan kecil yang ingin berlibur ke Negeri Gingseng tanpa harus melalui proses birokrasi visa individu yang memakan waktu. Meski demikian, sangat disarankan untuk selalu mengecek update terbaru di laman resmi K-ETA atau menghubungi agen perjalanan berlisensi sebelum memesan tiket.

Khusus ke Pulau Jeju, Bertandang ke Korea Selatan Memang Tak Perlu Visa

Dornier 328 Terlahir Kembali: Mengapa Pesawat Turboprop Berusia 35 Tahun Ini Diproduksi Lagi?

Di tengah dominasi jet regional modern, sebuah nama legendaris dari era 90-an kembali mencuri perhatian dunia penerbangan. Dornier 328, pesawat turboprop yang pertama kali terbang pada tahun 1991, kini resmi “dihidupkan kembali” melalui proyek ambisius D328eco.

Langkah yang diambil oleh Deutsche Aircraft ini bukan sekadar nostalgia, melainkan sebuah respons strategis terhadap kebutuhan pasar penerbangan regional yang haus akan efisiensi dan ramah lingkungan.

Dornier 328 asli dikenal sebagai pesawat yang mendahului zamannya. Saat pertama kali diluncurkan, pesawat ini menawarkan kecepatan tinggi menyerupai jet, kemampuan lepas landas di landasan pendek (Short Take-Off and Landing – STOL), serta kenyamanan kabin yang luar biasa untuk pesawat kelas 30 kursi.

Hingga saat ini, sekitar 150 unit Dornier 328 masih aktif beroperasi di seluruh dunia, membuktikan ketangguhan desainnya. Inilah yang menjadi fondasi kuat bagi Deutsche Aircraft untuk mengambil alih sertifikat tipe pesawat ini dan mengembangkannya menjadi versi yang lebih modern.

Inilah Dornier D328eco, Pesawat Hybrid-Listrik Deutsche Aircraft Berteknologi Pilot Tunggal

D328eco: Evolusi Menuju Masa Depan Hijau
Meskipun mempertahankan siluet ikonik pendahulunya, D328eco adalah pesawat yang sepenuhnya baru di sisi internal. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa produksi pesawat ini dimulai kembali:

1. Keberlanjutan (Sustainability)
D328eco dirancang untuk mampu beroperasi menggunakan 100% Sustainable Aviation Fuel (SAF). Dengan bahan bakar ini, emisi CO2 diklaim dapat berkurang hingga 95%.

2. Efisiensi Mesin Terbaru
Pesawat ini menggunakan mesin Pratt & Whitney Canada PW127XT-S yang jauh lebih hemat bahan bakar dan memiliki biaya perawatan 20% lebih rendah dibandingkan model lama.

3. Kapasitas yang Ditingkatkan
Fuselagenya diperpanjang sekitar 2 meter untuk menampung 40 penumpang (naik dari 30-33 kursi pada versi asli), menjadikannya lebih kompetitif secara ekonomi untuk maskapai regional.

4. Avionik Modern
Kokpitnya kini dilengkapi dengan sistem Garmin G5000 PRIME yang sepenuhnya digital, memberikan standar keselamatan dan kemudahan navigasi setara jet mewah terbaru.

Selain efisiensi, alasan utama kembalinya pesawat ini adalah fleksibilitas operasionalnya. D328eco tetap mempertahankan kemampuan mendarat di landasan yang tidak beraspal (unpaved runways) dan akses ke bandara terpencil dengan landasan pendek yang tidak bisa dijangkau oleh jet regional.

Deutsche Aircraft juga menyiapkan varian D328MR (Multi-Role) yang dapat dikonfigurasi untuk berbagai misi khusus, mulai dari evakuasi medis (Medevac), pencarian dan penyelamatan (SAR), hingga pemadam kebakaran hutan dan pengintaian.

Saat ini, proyek D328eco sedang dalam tahap pengembangan intensif di fasilitas Oberpfaffenhofen, Jerman. Meskipun jadwal masuk layanan (Entry into Service) sempat digeser ke akhir tahun 2027, antusiasme industri tetap tinggi. Pesawat ini diposisikan sebagai penantang serius bagi dominasi ATR di pasar turboprop regional, terutama untuk rute-rute pendek yang membutuhkan kecepatan dan aksesibilitas tinggi.

Dengan menghidupkan kembali desain klasik Dornier dan menyuntikkan teknologi ramah lingkungan, Deutsche Aircraft membuktikan bahwa desain yang bagus tidak akan pernah benar-benar mati, melainkan hanya perlu beradaptasi dengan tuntutan zaman.

Dornier Seawing Seastar Sukses Terbang Perdana

 

Bahaya Bermain di Jalur Kereta Api, KAI Selalu Aktif Melakukan Sosialisasi Terhadap Masyarakat

Peraturan serta larangan yang berbahaya terhadap masyarakat bermain bebas dilingkungan jalur kereta api, selalu disampaikan oleh pihak PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI). Apalagi dalam suasana bulan suci Ramadhan, tentu tiap sore jalur kereta api diramaikan oleh aktivitas masyarakat yang ngabuburit hanya sekadar melihat kereta api hingga menjelang magrib.

Selain membahayakan keselamatan masyarakat, disisi lain tentu mengganggu kelancaran perjalanan kereta api. Banyak korban yang berjatuhan akibat insiden bermain di area jalur kereta api. Padahal sudah jelas bahwa ada peraturan perundangan-undangan mengenai larangan tersebut. Bahkan tiap waktu tertentu, petugas dari keamanan KAI selalu mengecek dan menghimbau masyarakat agar tak mendekati jalur kereta api hanya untuk bermain.

Seperti halnya pada wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta yang tak bosan kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel kereta api, termasuk kegiatan ngabuburit menjelang waktu berbuka puasa. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan setiap Ramadan masih kerap dijumpai masyarakat yang memanfaatkan area sekitar rel sebagai lokasi berkumpul atau menunggu waktu berbuka.

Sebagai pengingat, sepanjang tahun 2025 tercatat terdapat 168 kejadian temperan pejalan kaki di wilayah Daop 1 Jakarta. Sementara itu, pada periode Januari–Februari 2026 telah terjadi 31 kejadian pejalan kaki menemper. Data ini menunjukkan bahwa risiko kecelakaan di jalur rel masih tinggi dan memerlukan kewaspadaan bersama.

Menurut aturan yang berlaku mengenai larangan beraktivitas di jalur rel telah diatur dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pasal 181 ayat (1) menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, termasuk melakukan aktivitas seperti menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel serta menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain di luar angkutan kereta api.

Bahkan jika melanggar aturan tersebut, tak segan-segan masyarakat dapat dikenakan sanksi berupa pidana penjara maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp15.000.000 sesuai dengan Pasal 199 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007. Padahal KAI sudah pernah memasang papan yang berisikan aturan dan larangan tersebut beserta denda dan hukuman yang berlaku.

Tentu sebagai upaya pencegahan, KAI secara aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk melalui kunjungan ke sekolah-sekolah dan berbagai komunitas untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya beraktivitas di sekitar jalur rel. Selain edukasi, KAI juga terus memperkuat patroli keamanan di area jalur kereta api dengan mengintensifkan pengawasan di titik-titik rawan guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

KAI Daop 1 Jakarta mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama menjaga keselamatan dengan tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel. Masyarakat yang melihat adanya aktivitas mencurigakan atau berbahaya di sekitar rel kereta api diimbau segera melaporkannya kepada petugas KAI atau pihak berwenang guna mencegah terjadinya kecelakaan.

Begini Cara Agar Terhindar dari Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api

Aturan Baru Maret 2026: Perubahan Akses Penumpang Feeder KCJB di Stasiun Bandung

Stasiun Bandung diketahui tak hanya melayani penumpang kereta lokal maupun jarak jauh saja, semenjak adanya Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) – Whoosh – kini Stasiun Bandung semakin sibuk dan ramai. Salah satunya dengan menambah rangkaian Kereta Feeder KCJB yang memiliki rute Bandung – Padalarang. Ya, kereta yang melayani secara gratis khusus untuk penumpang kereta cepat ini, telah membantu sebagai layanan tambahan yang praktis dan nyaman.

Menurut data yang dihimpun dari berbagai sumber, pada hari pertama beroperasi, KA Feeder KCJB Whoosh telah mengangkut sebanyak 492 pelanggan, dengan rincian sebanyak 259 pelanggan keberangkatan Stasiun Bandung, dan 233 pelanggan keberangkatan Stasiun Padalarang. Adapun jumlah perjalanan yang disiapkan pada tahap awal ini sebanyak 8 perjalanan setiap harinya. Jumlah perjalanan ini telah disesuaikan dengan jadwal perjalanan dari KCJB Whoosh.

Tak hanya itu terdapat akses pintu masuk khusus di Stasiun Bandung bagi penumpang Kereta Feeder KCJB. Saat menuju pintu masuk petugas yang melayani siap menyambut kedatangan calon penumpang tepat di area pintu masuk (Hall KA Feeder KCJB). Penumpang tinggal menunjukkan tiket perjalanan Kereta Cepat Whoosh kepada petugas. Lalu penumpang dapat menunggu jam berangkat KA Feeder KCJB di ruang tunggu yang tersedia di area Hall tersebut.

Namun, saat ini hall pintu masuk Kereta Feeder KCJB di Stasiun Bandung bahwa mulai Bulan Maret 2026 akan segera pindah. Sebelumnya, lokasi Hall KA Feeder KCJB di Stasiun Bandung terletak di kawasan pintu masuk utara (Jalan Kebon Kawung) tepatnya di ujung sebelah kiri arah masuk stasiun.

Namun, berdasarkan informasi resmi dari akun Instagram @keretacepat_id, seluruh operasional feeder nantinya akan dipusatkan di Hall Feeder Barat. Dampaknya, akses melalui Hall Feeder Timur dan Hall Feeder Selatan akan ditutup secara permanen bagi seluruh penumpang. Kebijakan ini bertujuan untuk menyatukan arus pergerakan penumpang dalam satu titik kendali yang lebih efisien.

Fasilitas baru di Hall Feeder Barat ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman transit yang jauh lebih berkualitas bagi masyarakat. Area tersebut diklaim memiliki kapasitas ruang tunggu yang lebih luas serta ketersediaan tempat duduk yang jauh lebih banyak dari sebelumnya. Desain interior yang modern juga menjadi nilai tambah utama untuk meningkatkan kenyamanan para pengguna jasa kereta cepat.

Bagi penumpang yang akan menuju Hall KA Feeder Barat, akses utama dapat ditemukan di sisi barat bangunan Stasiun Bandung. Titik masuk ini dapat dijangkau oleh calon penumpang melalui Pintu Utara yang berlokasi tepat di depan Masjid Al-Mu’min. Penataan lokasi ini diharapkan dapat mempermudah navigasi penumpang saat melakukan perpindahan moda transportasi antar kereta.

Selain perubahan pintu masuk, sistem penjemputan dan penurunan penumpang juga akan mengalami penyesuaian lokasi yang cukup drastis. Titik drop off dan pick up kini dialihkan sepenuhnya ke jalur yang berada tepat di depan gedung Hall KA Feeder Barat. Langkah tersebut diambil untuk menciptakan alur mobilitas yang lebih tertata dan terintegrasi secara menyeluruh di area stasiun.

Meskipun target pemindahan telah ditetapkan pada Maret 2026, jadwal operasional secara mendetail masih menunggu pengumuman resmi lebih lanjut. Pihak dari PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) menyatakan bahwa tanggal pasti mulai berlakunya perubahan ini akan diinformasikan kembali kepada publik dalam waktu dekat.

Stasiun Bandung, Gerbang Masuk Pelancong Yang Jadi Saksi Bisu Suburnya Tanah Priangan

61 Tahun Lalu, Antonov An-22 Antei, Turboprop Terbesar di Dunia Terbang Perdana

Pada hari ini, tepat 61 tahun, Antonov An-22 Antei, pesawat turboprop terbesar di dunia terbang perdana di langit Kiev, Ukraina, pada 27 Februari 1965. Pesawat dengan kapasitas payload maksimum sampai 80 ton tersebut pada penghujung tahun 2018 silam, digadang-gadang menjadi penyebab sumber suara bising yang di langit Jawa Tengah, khususnya Krapyak, Pekalongan, Semarang, hingga Kendal. Setelah ditelusuri lebih jauh, usut punya usut, suara tersebut memang berasal dari pesawat Antonov, tetapi bukan Antonov An-22 Antei, melainkan berasal dari Antonov An-12.

Baca juga: Oleg Konstantinovich Antonov – Sosok Legendaris di Balik Nama Besar “The Mammoth” An-225

Meski demikian, faktanya, An-22 pada dasarnya merupakan versi yang “dibesarkan” atau dikembangkan dari An-12, kecuali desain ekornya yang didesain ulang menjadi sirip ekor vertikal kembar. Pesawat ini menghasilkan performa luar biasa dengan pemakaian empat mesin turboprop yang sangat powerful, masing-masing memakai baling-baling contra-rotating yang menghasilkan slipstream signifikan di atas sayap.

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman Indomiliter.com, Kamis, (27/2), Antonov An-22 dalam kode NATO disebut sebagai “Cock,” pesawat ini terlahir di masa kejayaan Uni Soviet. Dirancang oleh Antonov Design Bureau. Pesawat ini terbang perdana di Kiev, Ukraina pada 18 Agustus 1964 dan penampakan perdana prototipe An-22 pada Paris AirShow 1965, kemudian resmi diluncurkan dua tahun kemudian pada 1967.

Selain ukurannya yang raksasa, yaitu panjang 57 meter dan lebar bentang sayap 64,4 meter, dan dapat terbang sejauh 5.000 km, ciri khas dari An-22 adalah penggunaan mesin turboprop dengan sepasang baling-baling yang berputar berlawanan arah, sama dengan yang ada di Tupolev Tu-114. Seperti halnya pakem C-130 Hercules, An-22 mengadopsi empat unit mesin. Antonov memilih mesin turboprop Kuznetsov NK-12MA yang setiap mesinnya dapat menghasilkan tenaga 15.000 shp.

Antonov An-22 juga punya kemampuan mumpuni dalam berbagai operasi, yakni kemampuan untuk lepas landas dari lapangan udara yang punya runway keras, tidak beraspal, dan pendek, sehingga memungkinkan pasukan linud untuk melakukan operasi pendaratan udara.

Di samping itu, Antonov An-22 juga bisa digunakan untuk mengangkut penumpang, dengan kapasistas masksimal 36 orang, 28 penumpang dan sisanya awak pesawat. Berbeda dengan kabin penumpang dan kokpit yang bertekanan, ruang kargonya tidak bertekanan sehingga memungkinkan pintu kargo dibuka saat terbang untuk paradrops, layaknya pesawat Hercules yang sangat populer di Indonesia.

Baca juga: Dijual! Rumah Lengkap Dengan Bandara Plus Dua Antonov An-2

Menariknya, usai Uni Soviet bubar, bagian mesin dan elektronik dari Antonov sempat diembargo oleh Rusia. Pasalanya, Antonov An-22 diproduksi oleh salah satu negara pecahan Uni Soviet, yakni Uzbekistan, melalui Tashkent State Aircraft Factory. Meski demikian, pada akhirnya, setelah lobi-lobi alot, Rusia akhirnya mengumumkan negara bagian bekas Soviet untuk bergabung dengan imperium baru dalam Federasi Rusia. Keuntungannya, negara adidaya tersebut akan membantu dalam pengembangan sistem baru plus akan memberi subsidi.

Sejak produksinya dimulai tahun 1966 dan berakhir pada tahun 1976, total sudah dibuat 68 unit An-22 dalam empat varian. Pada Desember 2018, enam unit An-22 masih dioperasikan 76th Military Transport Air Squadron AU Rusia, dimana tinggal tiga unit yang berstatus layak terbang. Kesemuanya direncanakan masih akan terus dioperasikan sampai tahun 2033.

Fantastis! Kereta Api Angkutan Barang Bisa Mencapai Jutaan Ton, Paling Banyak Ada di Batu Bara

Menggunakan transportasi kereta api memang sangat menjanjikan dari segi kecepatan, kenyamanan, dan keamanan. Baik angkutan penumpang maupun barang, kereta api merupakan moda satu-satunya yang bebas dari kendala terutama di jalur darat. Tak hanya angkutan penumpang saja yang kian hari makin ramai, begitu pula pada angkutan barang yang memiliki potensi lebih besar.

Ya, berbagai macam angkutan barang menggunakan kereta api seperti kontainer, BBM, semen, pupuk, hingga batu bara telah melintas bebas di jalur Pulau Jawa dan Sumatra. Bahkan angkutan jasa pengiriman menggunakan kereta jenis kargo pun sudah melayani ke berbagai kota di Pulau Jawa. Bahkan angkutan barang tersebut beroperasi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan di tiap-tiap wilayah.

PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) khususnya bidang logistik mencatat volume angkutan barang sebesar 1,1 juta ton pada Januari 2026. Dari jumlah tersebut, sebesar 47% berasal dari segmen angkutan non batu bara dan sisanya masih didominasi oleh komoditas batu bara.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga performa operasional di tengah dinamika industri logistik. KAI Logistik mampu menjaga kinerja pengelolaan angkutan barang secara stabil. Angkutan batu bara masih mendominasi dengan porsi sekitar 53% atau setara dengan 590 ribu ton.

Selain batu bara, KAI Logistik juga mencatatkan kinerja pada berbagai segmen lainnya. Layanan pra dan purna angkutan BBM dan BBK membukukan volume sebesar 266 ribu ton, diikuti oleh angkutan kontainer sebesar 222 ribu ton, angkutan semen 32 ribu ton, angkutan limbah B3 sebesar 594 ton, serta layanan angkutan kurir yang mencapai 6.587 ton.

Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sejumlah segmen non batu bara mencatatkan pertumbuhan positif. Angkutan kontainer meningkat 44%, dari 154 ribu ton pada Januari 2025 menjadi 222 ribu ton pada Januari 2026. Layanan angkutan kurir atau bisnis ritel tumbuh 35%, dari 4.880 ton menjadi 6.587 ton. Sementara itu, angkutan limbah B3 meningkat sebesar 57%, dari 378 ton menjadi 594 ton.

Keragaman muatan ini menandai tingkat kepercayaan dunia usaha terhadap layanan angkutan barang berbasis rel. Keberadaan moda kereta api memungkinkan pengangkutan barang dalam volume besar secara konsisten, sehingga membantu pelaku usaha menjaga efisiensi rantai pasok serta kepastian distribusi.

Jalur Kereta Lampung-Palembang, Sinergikan Lintasan Penumpang dan Batubara

Pramugari Ungkap Satu Kesalahan Bagasi Kabin yang Bikin Macet Saat Turun Pesawat

Pernahkah Anda merasa proses keluar dari pesawat begitu lambat dan melelahkan? Padahal pintu pesawat sudah terbuka lama, namun antrean di lorong seolah tidak bergerak. Ternyata, salah satu penyebab utamanya bukanlah teknis bandara, melainkan kebiasaan sederhana penumpang saat meletakkan tas kabin mereka.

Para pramugari dan pakar penerbangan baru-baru ini menyoroti satu kesalahan umum yang sering dianggap sepele: menyimpan tas di kompartemen atas (overhead bin) yang terletak di belakang kursi penumpang.

Melawan Arus di Lorong Sempit
Banyak penumpang merasa tidak masalah menaruh tas beberapa baris di belakang posisi duduk mereka, asalkan tas tersebut masuk ke dalam kompartemen. Namun, tindakan ini justru menjadi resep utama kemacetan saat pesawat mendarat.

Julian Kheel, seorang pakar perjalanan, menjelaskan bahwa alur keluar pesawat selalu bergerak maju menuju pintu depan. Ketika seorang penumpang menaruh tasnya di baris belakang, ia terpaksa harus menunggu hingga hampir seluruh penumpang di depannya keluar sebelum ia bisa berjalan mundur untuk mengambil tas tersebut.

“Hal ini mengubah proses keluar yang seharusnya lancar menjadi penantian panjang bagi semua orang di belakang Anda,” ungkap Kheel.

Risiko Keamanan dan Ketegangan Fisik
Selain menghambat efisiensi, kebiasaan ini juga membawa risiko keamanan. Saat tas berada jauh dari pandangan, penumpang kehilangan pengawasan langsung terhadap barang milik mereka, yang meningkatkan potensi tas tertukar secara tidak sengaja.

Dari sisi kesehatan, pramugari Sherry Peters mencatat bahwa mengambil tas dengan cara berputar atau menarik ke belakang saat penumpang lain sedang merangsek maju dapat menyebabkan ketegangan otot. “Mengambil beban berat dengan posisi tubuh yang canggung meningkatkan risiko cedera ringan di ruang kabin yang sempit,” tambahnya.

Etika Baru dalam Berbagasi
Para kru kabin kini menyarankan strategi “maju ke depan” untuk kenyamanan bersama. Jika ruang tepat di atas kursi Anda sudah penuh, carilah ruang kosong di kompartemen yang terletak sedikit di depan kursi Anda.

Dengan posisi ini, saat tiba waktunya keluar, Anda bisa mengambil tas secara natural sambil tetap bergerak maju searah dengan penumpang lain. Alur keluar pun tetap terjaga, dan Anda tidak perlu merasa sungkan karena harus menghadang jalan orang lain.

Jika memang ruang kabin sudah benar-benar penuh, pilihan terbaik adalah meminta bantuan kru kabin atau merelakan tas untuk dimasukkan ke bagasi pesawat melalui petugas (gate check).

Kesadaran kecil dalam menaruh tas ini terbukti bisa memangkas waktu tunggu di lorong pesawat secara signifikan. Dengan etika penyimpanan yang benar, perjalanan udara tidak hanya menjadi lebih cepat bagi Anda, tetapi juga lebih menyenangkan bagi seluruh penumpang di dalam pesawat.

Agar Penerbangan Nyaman, Inilah Tips Bawa Koper ke Dalam Bagasi Kabin

‘Kereta Ekonomi Kerakyatan’ Siap Beroperasi Sebagai KA Tambahan Lebaran, Tarif Promonya Segini

Terobosan yang dibuat oleh Balai Yasa Manggarai memang patut di apresiasi. Ya, rangkaian kereta api yang telah dimodifikasi ini nantinya akan digunakan sebagai angkutan Lebaran 2026. Dinamakan Kereta Ekonomi Kerakyatan, tentunya rangkaian kereta ini akan digunakan sebagai layanan kelas ekonomi namun memiliki interior yang berbeda dari kelas ekonomi biasa.

Bukan fasilitas premium, namun tentunya jika melihat dan merasakan kereta ini seperti mengingat kembali pada masa jayanya kereta kelas bisnis. Disebut-sebut kelas bisnis karena pada bagian kursi dibuat senyaman mungkin. Meskipun konfigurasi kursi adalah 2+3 tapi keunikannya pada kursi tersebut memiliki kenyamanan yang bisa dirasakan penumpang.

Kini rangkaian Kereta Ekonomi Kerakyatan dapat dinikmati masyarakat pada arus mudik Lebaran 2026 nanti. PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) membuka penjualan tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan mulai 25 Februari 2026 pukul 00.00 WIB untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026.

Menurut Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba yang dikutip laman Detik menyampaikan bahwa pengoperasian sarana ini disiapkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat pada periode mudik Lebaran. Kereta Ekonomi Kerakyatan dihadirkan untuk memperluas akses perjalanan Lebaran.

Kapasitas yang bertambah, kenyamanan yang meningkat, dan tarif terjangkau, merupakan bagian dari strategi untuk menjaga keseimbangan antara daya angkut dan kualitas perjalanan saat permintaan Lebaran meningkat.

Kereta ini bakal dirangkaikan pada KA Tambahan relasi Pasarsenen – Lempuyangan dengan komposisi lima kereta eksekutif dan empat sarana kereta ekonomi kerakyatan. Total kapasitas kereta eksekutif sebanyak 250 tempat duduk dan ekonomi kerakyatan sebanyak 372 tempat duduk.

Rangkaian tersebut beroperasi pada KA 7039 Tambahan Lempuyangan. Berangkat dari Stasiun Lempuyangan pukul 06.00 WIB dan tiba di Stasiun Pasar Senen pukul 13.56 WIB. Serta, KA 7040 Tambahan Lempuyangan keberangkatan dari Stasiun Pasarsenen pukul 15.25 WIB dan tiba di Stasiun Lempuyangan pukul 22.57 WIB.

Masyarakat kini sudah bisa memesan tiket perjalan Kereta Ekonomi Kerakyatan melalui aplikasi Access by KAI atau laman resmi kai.id. Untuk harga tiket yang diberikan, KAI memberlakukan harga promo untuk rute Pasarsenen – Lempuyangan maupun sebaliknya. Harga promo tersebut mulai dari Rp133.000 – Rp175.000.

Sarana ini merupakan hasil modifikasi kereta ekonomi AC package generasi sebelumnya yang dikerjakan Insan Balai Yasa Manggarai. Penyesuaian difokuskan pada interior serta konfigurasi kursi untuk meningkatkan pengalaman perjalanan jarak jauh.

Setiap unit memiliki 93 kursi yang lebih ergonomis dan lebih lapang dibandingkan susunan sebelumnya yang berkapasitas 106 kursi. Fitur reversible memungkinkan arah kursi disesuaikan dengan laju kereta api sehingga meningkatkan kenyamanan pelanggan.

KAI Segera Hadirkan ‘Kereta Ekonomi Kerakyatan’, Siap Beroperasi saat Lebaran 2026

Meski Ditutup, Penumpang Justru Merasa Nyaman dengan Akses Pintu Baru di Stasiun Pondok Cina

Stasiun Pondok Cina yang kita ketahui merupakan stasiun yang sangat strategis dan sangat mudah diakses bagi masyarakat. Posisinya yang berdekatan dengan universitas terkenal di Kota Depok apalagi banyak kuliner yang membuat stasiun ini dibilang tak pernah sepi. Ya, akses Stasiun Pondok Cina sangat diminati masyarakat, bahkan untuk senyaman saat naik Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line.

Saat ini Stasiun Pondok Cina sudah memiliki akses baru yaitu melalui pintu masuk maupun keluar melalui bangunan apartemen. Tak heran informasi yang sudah beredar di media sosial bahwa akses pintu masuk maupun keluar stasiun ini sudah dialihkan. Bahkan penumpang yang biasanya melewati pintu tersebut terpaksa harus melalui akses pintu baru.

Diketahui bahwa akses lama sisi timur Stasiun Pondok Cina ditutup sejak Sabtu, 21 Februari 2026. Bahkan hingga saat ini pengguna diarahkan masuk lewat akses masuk yang terhubung dengan apartemen Mahata di Pondok Cina. Melalui pintu tersebut sebenarnya lebih dimudahkan untuk menggunakan fasilitas yang disediakan. Bahkan, fasilitas yang sudah ada justru lebih mudah dan sangat ramah bagi kaum disabilitas dan lansia.

Pintu masuk baru ini berada tak jauh dari area parkir stasiun sehingga mudah dijangkau penumpang yang datang dari arah tersebut. Penumpang yang turun dari KRL di Stasiun Pondok Cina bisa langsung diarahkan menuju pintu masuk bangunan baru. Tentunya, petugas juga berjaga tepat di beberapa titik termasuk di depan pintu masuk. Petugas tersebut tentunya selalu memberi arahan kepada setiap penumpang yang datang.

Untuk mencapai hall utama di lantai dua, pengguna perlu menggunakan lift sebanyak dua kali sebelum berjalan menuju area tap in. Setelah melakukan tap in, penumpang dapat langsung turun menuju peron sesuai tujuan perjalanan, baik arah Bogor maupun arah Jakarta Kota.

Tangga pun tersedia untuk masing-masing jalur. Secara keseluruhan, waktu tempuh dari pintu masuk hingga ke peron diperkirakan sekitar empat hingga tujuh menit, tergantung kepadatan. Sejumlah penumpang mengaku masih menyesuaikan diri dengan alur baru tersebut. Mereka menilai perubahan ini membuat perjalanan sedikit berbeda dibanding sebelumnya.

Arahan dari petugas ternyata sangat membantu para penumpang terutama yang turun dari perjalanan KRL. Bahkan dari informasi yang dikabarkan, penumpang merasa lebih nyaman melewati pintu baru melalui apartemen. Mereka merasa lebih aman dan nyaman untuk akses tersebut. Apalagi, alur di dalam bangunan cukup jelas setelah mendapatkan arahan.

Sebelumnya, akses di bangunan lama Stasiun Pondok Cina digunakan penumpang untuk pintu keluar dan masuk. Kini, arus pengguna dialihkan ke bangunan baru di lantai 2 sisi timur melalui arah Apartemen Pondok Cina. Langkah tersebut diambil untuk menekan risiko kecelakaan saat penumpang berpindah peron. Sementara itu, akses dari sisi barat stasiun tetap beroperasi seperti biasa.

Masa Lalu Stasiun Bekasi, Sempat Berstatus Sebagai Halte Besar

Tak Kenal Maka Tak Sayang, Inilah Makna di Balik Penamaan Armada Airbus

Setiap perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur moda, mesti memiliki cerita tersendiri di balik penamaan moda yang mereka ciptakan. Jika pada artikel sebelumnya sudah sedikit diceritakan mengenai serba-serbi penamaan armada dari raksasa aviasi Amerika, Boeing, maka kali ini giliran rival utamanya, Airbus. Ya, perusahaan yang bermarkas di Leiden, Belanda ini juga memiliki cerita tersendiri di balik penamaan armada burung besinya.

Baca Juga: Inilah Alasan, Mengapa Boeing Menggunakan Angka 7 di Produk Jet Komersialnya

Sebenarnya, penamaan armada burung besi ini lebih kepada kode yang merepresentasikan armada itu sendiri. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman travelandleisure.com, mayoritas armada Airbus ini diawali oleh alfabet A, yang merujuk pada perusahaan Airbus itu sendiri. Lalu setelah alfabet A tersebut, Airbus menggunakan kombinasi tiga hingga enam angka yang memiliki artiannya masing-masing.

Sebut saja model pertama yang dirakit oleh perusahaan adalah A300. Angka 300 di sini merepresentasikan kapasitas murni dari pesawat yang melakukan first maiden pada 28 Oktober 1972 silam. Namun setelah melewati berbagai pertimbangan, akhirnya pihak Airbus menyadari bahwa mengudara dengan hanya membawa 260 penumpang itu lebih baik ketimbang mengangkut 300 penumpang – mungkin dipengaruhi oleh load factor yang kala itu belum setinggi sekarang.

Alih-alih mengganti nama pesawat tersebut menjadi A260 – karena hanya berisikan 260 seat untuk penumpang, Airbus lalu mengambil keputusan untuk mengubah nama armada yang jumlah bangkunya sudah direduksi tersebut menjadi A300B.

Sejak saat itu, perusahaan mulai menerapkan pakem dalam urusan penamaan armadanya – dimana Airbus akan menggunakan angka kelipatan 10 untuk menamai armadanya (A300, A310, A320, A330, A340, A350, hingga A380). Ada alasan tersendiri mengapa perusahaan melompati angka A360 dan A370, dimana alih-alih perusahaan berubah pikiran dan ingin merakit kembali pesawat yang memiliki ukuran di antara A350 dan A380. Ya, A380 merupakan pesawat jet penumpang terbesar saat ini.

Baca Juga: Beberapa Hal Yang Terlupakan dari Nama Besar Boeing

Lalu, bagaimana dengan A320-231? Apakah ada makna tersendiri di balik penggunaan tiga digit angka terakhir?

Sederhananya seperti ini, contoh di atas merupakan bagian dari keluarga A320. Digit pertama (angka 2) merepresentasikan seri kedua dari armada jenis ini (A320-200). Sedangkan digit terakhir merepresentasikan jenis mesin yang digunakan oleh pihak Airbus. Secara garis besarnya, tiga digit angka yang ada di belakang tanda baca strip ini merupakan minor upgrades yang dilakukan oleh perusahaan.