Tak bisa dipungkiri, pilot hampir sangat bergantung pada headset. Sangat jarang ditemukan pilot menerbangkan pesawat tanpa bantuan headset, terlebih pilot pesawat modern seperti sekarang. Sejauh ini, memang belum terdapat kasus tertundanya penerbangan akibat pilot lupa membawa headset. Tetapi, perannya tetap tak tergantikan.
Sejarah headset pilot pesawat sudah dimulai sejak Perang Dunia I. Perkembangannya berjalan beriringan dengan telepon nirkabel di kokpit dan menjadi satu kesatuan terkait komunikasi pilot dari udara-ke-udara serta udara-ke-darat.
Di awal penggunannya, pilot hanya bisa mendengarkan headset. Untuk bisa mengirimkan pesan, headset khusus mendengar harus dilepas terlebih dahulu kemudian lanjut memakai headset khusus mengirimkan pesan. Transmisinya pun lebih sedikit dan mengharuskan pilot memberikan pesan atau jawaban pendek sehingga muncul fraseologi singkat seperti “roger” yang mewakili kode Morse huruf “R”.
Saat itu, headset belum digunakan secara luas melainkan terbatas di kalangan sekutu saja, yang mulai mengembangkan headset dan sistem komunikasi di kokpit pada pertengahan antara tahun 1910-1920.
Seiring waktu, dari tahun 1950 sampai pertengahan tahun 1970an, headset pilot di kokpit jauh berkembang, meliputi komunikasi dua arah dan transmisi yang lebih panjang. Namun, tetap masih tertinggal dalam beberapa hal, seperti bobot yang masih berat, desain kuno, dan teknologi yang masih terbatas dengan tidak dilengkapi peredam kebisingan aktif.
Peredam kebisingan pada headset pilot hanya menggunakan karet dan busa untuk melindungi kebisingan dari luar. Ini masih lebih baik digunakan daripada tidak sama sekali, mengingat mesin piston masih mendominasi di era ini. Tak jarang, banyak pilot di dunia yang mengaku mengalami gangguan pendengaran karean headset yang ada gagal mengahalau kebisingan dari luar.
Di tahun 1970an, Dr. Amar Bose dan para insinyurnya mulai mengembangkan headphone peredam bising aktif pertama (dikenal sebagai teknologi ANR). Teknologi ANR mengandalkan penutup telinga berinsulasi yang sama dengan headset sebelumnya. Bedanya, terdapat fitur mikrofon kecil di setiap cangkir yang cocok dengan frekuensi dan amplitudo suara sekitar (seperti mesin dan aliran udara) sebelum mencapai telinga.
Teknologi tersebut telah disempurnakan dari waktu ke waktu dan sekarang menjadi standar untuk hampir semua headset penerbangan modern (headset pilot) dan banyak headset biasa untuk penggunaan sehari-hari.
Saat ini, penggunaan headset pilot sendiri sudah diatur ketat oleh Federal Aviation Administration (FAA) dan European Aviation Safety Agency (EASA). Pedoman FAA dan EASA tersebut meliputi material, stadar teknis, kinerja, dan lain sebagainya.
Pilot umumnya diharuskan mengenakan headset saat di darat dan ketinggian di bawah 18 ribu kaki. Selebihnya, terutama saat cruising, pilot dapat melepas headset dan menggantinya dengan komunikasi lewat intercom speaker atau hand-held microphone, kecuali pada pesawat narrowbody yang bising seperti Boeing 737 atau pesawat propeller.
Jika Anda memiliki pengalaman bekerja di lingkungan industri, Anda tentu mengetahui bahwa memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain akan menghabiskan banyak waktu selama hari kerja. Untuk merespon hal tersebut, Honda kini sedang mengembangkan Autonomous Work Vehicle di CONEXPO-CON/AGG 2023.
Jelang peringatan sembilan tahun insiden Malaysia Airlines MH370 yang hilang pada 8 Maret 2014, keluarga dari korban menyerukan pencarian baru, kali ini mereka mengusulkan agar dilakukan dengan robotic ships.
Dalam sebuah pernyataan pada peringatan hilangnya MH370, Voice370, yakni kelompok kerabat dari 239 korban yang berada di dalam penerbangan MH370, telah menyerukan kepada pemerintah Malaysia untuk mengizinkan Ocean Infinity, sebuah perusahaan eksplorasi dasar laut, untuk melakukan pencarian terhadap bangkai pesawat yang hilang di dasar laut.
Apa yang terjadi dengan penerbangan MH370, yang hilang saat terbang antara Kuala Lumpur dan Beijing pada 8 Maret 2014, tetap menjadi salah satu misteri penerbangan terbesar di dunia.
“Selama kita tidak mengetahui apa yang terjadi pada MH370, kita tidak akan pernah bisa mencegah tragedi serupa,” kata Voice370 pada Minggu. “Kami sangat berharap bahwa pada tahun ini akan mengarah pada pencarian yang menandai awal dari akhir pencarian MH370 Malaysia yang hilang.”
Dikutip dari Telegraph.co.uk, kelompok Voice370 mengatakan bahwa sebuah perusahaan robotika kelautan asal Amerika Serikat, Ocean Infinity, berharap untuk meluncurkan pencarian baru secepatnya pada musim panas ini, dan mendesak Malaysia untuk menerima proposal mereka atas dasar “tanpa penemuan, tanpa biaya.”
Perusahaan melakukan pencarian selama tiga bulan menggunakan kendaraan bawah air otonom pada tahun 2018, tetapi tidak menemukan petunjuk. Namun, Voice370 mengatakan perusahaan telah membuat kemajuan nyata selama setahun terakhir untuk lebih memahami apa yang terjadi pada tahun 2014.
Ocean Infinity ini juga meluncurkan kapal robotik baru yang canggih pada Maret tahu lalu, dan akan siap digunakan awal tahun ini, yang dapat menghidupkan kembali perburuan yang sejauh ini tidak membuahkan hasil.
“Kapal robotik ini punya panjang 78 meter dan dapat dioperasikan tanpa awak, seluruhnya dari jarak jauh,” kata Kepala Eksekutif Ocean Infinity, Oliver Plunkett, dalam pidatonya Maret lalu.
Bulan lalu Peter Foley, yang memimpin pencarian awal, juga menyerukan perburuan baru untuk bangkai MH370, mengatakan kepada Guardian Australia bahwa data dan peralatan baru, seperti kapal robot kini telah tersedia.
MH370 hilang sekitar 40 menit dalam penerbangan enam jam, dan perburuan senilai US$135 juta (£112 juta) yang dikoordinasikan oleh Malaysia, Cina, dan Australia berakhir pada Januari 2017, tanpa menemukan tanda-tanda keberadaan pesawat tersebut.
Sementara beberapa puing yang diyakini berasal dari pesawat telah terdampar di sepanjang pantai Afrika dan di pulau-pulau di Samudra Hindia, kekosongan informasi telah memicu spekukasi, termasuk dugaan konspirasi seperti peristiwa hipoksia massal, atau pilot bunuh diri.
Super Air Jet, maskapai yang berada di bawah naungan Lion Air Group, membeberkan sumber kebisingan atau suara aneh di pesawat yang dikeluhkan penumpang. Sedikitnya ada empat sumber kebisingan pada pesawat Airbus A320-200 dengan registrasi PK-STD yang dikeluhkan penumpang.
Kronologi keluhan kebisingan pada pesawat bermula saat pesawat pushback lanjut ke taxiing sebelum lepas landas. Penumpang yang tak disebutkan namanya itu mengeluhkan suara bising dari area mesin pesawat dan membuatnya tidak nyaman.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, kru maskapai coba menyelesaikan keluhan tersebut dengan beragam cara. Namun, tidak berhasil, sampai akhirnya pilot memutuskan return to apron (kembali ke pelataran parkir pesawat).
Setelah dilakukan pengecekan menyeluruh, maskapai menyebut pesawat Airbus A320-200 dengan registrasi PK-STD dalam keadaan prima dan aman dioperasikan. Hasil pengecekan operasional dan sistem pada pesawat adalah normal.
Adapun kebisingan pada pesawat bersumber dari empat hal, seperti dari Gas Turbine Compressor (GTC) atau yang disebut juga sebagai Air Starter Unit (ASU) yaitu pemasok udara bertekanan/ compress air dan Ground Power Unit (GPU) pemasok listrik.
Dua sumber kebisingan lainnya di pesawat datang dari Hydraulic Pump dan Power Transfer Unit (PTU) untuk menghasilkan tekanan hydraulic (merupakan komponen utama dalam sistem hidrolik pesawat udara). Sistem hidrolik ini digunakan untuk mengoperasikan berbagai macam peralatan pada pesawat, seperti pengereman, kemudi darat, landing gear, dan flight control.
“Sistem tersebut semuanya dihidupkan saat persiapan untuk keberangkatan dan menghasilkan suara ‘bising’ sehingga terdengar kurang nyaman. Kondisi dari suara yang dihasilkan adalah normal,” jelas Direktur Utama Super Air Jet, Ari Azhari, dalam keterangannya yang diterima KabarPenumpang.com.
Selain empat itu, tentu saja sumber kebisingan utama pada pesawat adalah mesin pesawat itu sendiri. Sudah menjadi rahasia umum bahwa sumber utama penyebab kebisingan pada pesawat adalah mesin pesawat. Terdapat beberapa jenis mesin atau engine dari pesawat, diantaranya, turbojet engine, turboporop engine, turbofan engine, turboshaft engine.
Setelah pushback, pesawat taxiing dengan satu mesin. Ini saja sudah cukup bising, ditambah dengan kebisingan lainnya. Belum lagi saat melesat di runway (ground run).
Pesawat narrowbody, setidaknya dibutuhkan waktu ground run sekitar 30-35 detik untuk lepas landas atau saat roda pesawat mulai meninggalkan runway. Tetapi, balik lagi, semuanya sangat tergantung dengan faktor lain, sebagaimana yang telah disebut di atas.
Meski begitu, lebih atau kurang dari 30-35 detik waktu yang dibutuhkan pesawat untuk lepas landas, yang pasti pilot baru berani menarik throttle-up saat pesawat sudah mencapai kecepatan yang dibutuhkan untuk mengudara atau decision speed (V1). Biasanya, V1 pada pesawat narrowbody berkisar antara 120 sampai 140 knot.
Sedangkan untuk pesawat-pesawat widebody, pesawat membutuhkan ground run selama 50 detik untuk mencapai kecepatan yang dibutuhkan, juga antara 120 dan 140 knot, dan kemudian lepas landas.
Dengan kecepatan tersebut, tak heran bila mesin pesawat mengeluarkan suara sangat bising. Ini pula yang membuat pesawat diatur agar tidak melewati pusat kota karena suara bising yang dihasilkan. Jangankan saat di bandara, saat berada di udara pun suara bising pesawat masih terdengar jelas.
Di beberapa negara, es dan salju menjadi momok tersendiri dalam dunia transportasi. Sebut saja saat insensitas tinggi, salju dapat berdampak buruk pra sarana transportasi, seperti permukaan jalan yang tertutup salju dan membutuhkan usaha khusus untuk menyingkirkan timbunan salju. Nah, selain menggunakan jasa traktor untuk menyingkirkan timbunan salju, rupanya ada teknik khusus untuk membuat jalan raya bebas dari salju.
Timbuna es dan salju bukan hal yang baik dalam transportasi. Dan sejak lama telah digunakan campuran garam dengan berbahan dasar klorida untuk mencairkan es dan salju di jalan raya. Namun, penggunaan garam dengan klorida tidak ramah lingkungan. Garam pencair es berbahan dasar klorida yang saat ini tersebar di jalan dapat merusak lingkungan saat mengalir dari aspal dan masuk ke saluran air terdekat.
Garam dengan klorida juga dapat menurunkan kualitas jalan, ditambah zat ini dapat menyebabkan mobil berkarat, repotnya lagi, campura bahan ini harus diterapkan berulang kali sepanjang musim dingin.
Dikutip dari newatlas.com (17/2/2023), kini para ilmuwan telah mengembangkan alternatif bahan yang lebih hijau dan lebih efektif, yang dapat dicampur langsung ke dalam aspal, dan hebarnya tetap aktif selama bertahun-tahun.
Para ilmuwan dari Universitas Sains dan Teknologi Hebei di Cina, telah mengatasi kekurangan dari garam dan klorida, yakni dimulai dengan mengembangkan garam berbasis asetat bebas klorida. Garam semacam itu jauh lebih tidak berbahaya bagi lingkungan daripada klorida. Bahan ini juga tidak korosif terhadap baja dan bahan lainnya, plus bekerja pada suhu yang lebih rendah.
Para peneliti melanjutkan untuk mencampur garam dengan surfaktan, silikon dioksida, natrium bikarbonat, dan terak tanur sembur (yang juga telah digunakan dalam beton tahan garam), menghasilkan bubuk halus. Partikel bubuk itu kemudian dilapisi dengan larutan polimer, menghasilkan mikrokapsul. Akhirnya, para ilmuwan mengganti beberapa bahan pengisi mineral dalam campuran aspal konvensional dengan kapsul tersebut.
Ketika aspal khusus diuji di pinggir jalan raya, ternyata tidak hanya terus mencairkan salju yang jatuh di atasnya, tetapi juga menurunkan titik beku air dari O ºC (32 ºF) ke -21 ºC (-6 ºF).
Terlebih lagi, berdasarkan tes laboratorium, para peneliti memperkirakan bahwa lempengan trotoar setebal 5 cm (2 inci) akan terus melepaskan kapsul garamnya selama tujuh hingga delapan tahun, menjaga jalan tetap bersih sepanjang waktu.
Komunikasi adalah salah satu hal terpenting dalam rangkaian penerbangan. Sebelum selama dan sampai setelah penerbangan, pilot selalu berkomunikasi dengan pihak lain di luar pesawat, termasuk ATC. Demi kemudahan bersama, komunikasi diatur ICAO menggunakan bahasa Inggris. Itu memang berjalan, namun, adanya unsur lokal (aksen) membuat bahasa Inggris penutur asing terkadang sulit dipahami pilot native englsih.
Melalui forum Quora, beberapa pilot dari belahan dunia pun curhat terkait hal itu. Mereka yang native english, selama karirnya, pernah beberapa kali kesulitan berkomunikasi dengan petugas ATC penutur asing bahasa Inggris. Beberapa dari mereka bahkan sampai frustasi lantaran komunikasi tak berjalan lancar.
Charles Cleary, misalnya, pilot penutup asli bahasa Inggris AS, selama karirnya, pernah beberapa kali kesulitan berkomunikasi dengan ATC non penutur asli. Menurutnya, ada tiga negara di dunia yang ATC-nya menyulitkan pilot berkomunikasi. Pertama adalah Korea Selatan.
Sebelum pesawat berangkat, pilot sudah pasti akan mengirimkan clearance delivery ke ATC untuk kemudian pushback, taxiing, dan lepas landas. Sayangnya, petugas ATC salah mengartikan maksud dan tujuan pilot. Sempat terjadi “stuck” petugas ATC non penutur asli bahasa Inggris akhirnya dibantu oleh petugas ATC yang juga seorang American.
Sebagai catatan, itu terjadi pada dekade 80-an. Kondisi saat ini mungkin sudah jauh berbeda seiring posisi Korea Selatan sebagai salah satu pusat keuangan Asia.
Kedua adalah Boston, AS. Walaupun Boston adalah bagian dari negara AS yang penutur asli bahasa Inggris, nyatanya Charles kesulitan berkomunikasi dengan petugas ATC yang beraksen lokal. Solusinya, beruntung ada kopilot yang berasal dari New Hampshire. Ia akhirnya bertindak sebagai penerjemah.
Ketiga adalah Skotlandia. Ketika itu ia baru pertama kali terbang ke sana dan tak mengerti apa yang dikatakan petugas ATC dengan bahasa Inggris akses British. Kopilot yang juga seorang native english pun juga tak mengerti apa yang dikatakannya. Setelah meminta pengulangan setiap perkataan yang tak dimengerti, komunikasi pun akhirnya terjalan baik dan maksud pun tersampaikan.
Sampai saat ini, Charles mengakut masih terbang untuk sebuah maskapai internasional. Tiga negara itu mungkin sudah tidak menjadi isu terkait bahasa Inggris petugas ATC, justru negara lainnya yang dianggap mulai “bermasalah” seperti Korea Utara, Rusia, Cina, dan Perancis. Lebih lanjut, terkadang Amerika Selatan dan Tengah juga dianggap menyulitkan pilot penutur asli bahasa Inggris.
Lain Charles, lain John Keese. Mantan kapten pilot maskapai penerbangan itu pernah mempunyai pengalaman buruk terkait komunikasi dengan ATC non penutur asli. Ketika itu, ia baru pertama kali terbang ke sebuah negara di Amerika Tengah. Masalah komunikasi terjadi saat ia hendak meminta clearance sebelum push back.
“American 123 to push.”
“Royer Ahmeydicahn wohn-too-tree, cleer to poosh,” petugas ATC mengulangi.
“American 123 to start engines.”
“Royer, cleer to estart,” petugas ATC mengulangi dengan akses yang kacau.
“American 123, taxi.”
“Royer, cleer to tahksi Roonwaee Tootree.”
Meski aksesnnya sulit dimengerti, tetapi pilot masih menangkap inti dari percakapan bahwa mereka diizinkan pushback. Setelah pushback dan taxiing, pilot minta izin balik ke apron karena ada masalah. Di sini miskomunikasi terjadi dan membuatnya frustasi.
American 123, request return to gate XY, we have a small issue.”
“Royer, Ahmeydicahn wohn-too-tree, cleer laheen oop an wayt.”
“Ahhh, no, American 123 needs to return to the gate.”
Umum diketahui bahwa jobdesk atau pekerjaan utama pilot adalah menerbangkan pesawat. Turunan dari itu sebetulnya cukup banyak dan jarang diketahu publik. Apa saja? Dilansir dari Simple Flying, berikut tiga pekerjaan pilot selain menerbangkan pesawat.
Monitor sistem Pesawat modern benar-benar keajaiban teknik dan desain. Pilot mengoperasikan peralatan yang sangat kompleks. Seiring waktu, pekerjaan pilot mulai banyak diganti oleh sistem. Mengingat perannya sudah banyak digantikan sistem atau teknologi, sebagai gantinya, pilot hanya perlu mengawasi atau memonitor sekaligus memastikan sistem berjalan sesuai keinginan.
Andai terjadi sesuatu, pilot harus mengikuti manual book atau buku manual, sekalipun sudah merasa hafal.
Pensiunan kapten pilot Garuda Indonesia, Capt. Bobby, pernah bercerita kepada KabarPenumpang.com, menjadi seorang pilot sebetulnya bisa dibilang gampang-gampang susah. Dibilang susah karena perlu biaya yang tak sedikit dan kinerja ekstra keras untuk bisa lulus dari uji sertifikasi atau rating.
Disebut gampang karena sebetulnya pilot hanya perlu mengikuti petunjuk di buku manual. Sekalipun pilot sudah sangat hafal tahapan penerbangan, termasuk langkah-langkah dalam keadaan darurat ataupun saat terjadi situasi abnormal, itu dilarang. Pilot harus tetap mengikuti langkah demi langkah di buku manual pesawat.
Atas dasar itu, ia berseloroh bahwa menjadi pilot tak perlu pintar atau memiliki hafalan bagus sebagaimana profesi lainnya. Mereka hanya perlu mengikuti petunjuk dan mempraktekkannya dengan benar. Saat pilot arogan dan tidak mengecek daftar periksa (checklist) sebelum sampai selesai menerbangkan pesawat, saat itulah pilot biasanya melakukan kesalahan.
Ahli meteorologi
Faktor eksternal kerap menentukan dalam memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan. Salah satu faktor eksternal tersebut adalah cuaca. Karenanya, pilot harus sesering mungkin memantau cuaca dan seolah menjadi ahli meteorologi.
Bagian-bagian krusial yang mesti dipahami pilot di antaranya perkembangan badai petir, arah angin, dampak tekanan atmosfer tinggi atau rendah, dan banyak lainnya.
Komunikator
Setiap profesi terkadang memiliki pekerjaan yang tak kalah penting dengan pekerjaan utamanya, tak terkecuali pilot. Pekerjaan utama pilot adalah menerbangkan pesawat, tetapi pekerjaan turunannya, seperti berkomunikasi tak kalah penting. Sudah banyak kecelakaan pesawat terjadi lantaran pilot miskomunikasi dengan petugas Air Traffic Controller (ATC).
Selama rangkaian penerbangan, pilot banyak berkomunikasi dengan ATC untuk berbagai hal, seperti clearance delivery, flight plan clearance, ramp control for gate pushback or entry, ground control for taxi, tower control for takeoff and landing, approach or departure control, center control for the cruise, dan banyak lagi.
Salah-salah sedikit, entah itu salah dengar atau salah mengartikan pesan satu sama lain, bukan tak mungkin penerbangan menjadi kacau.
Dinamika dalam penerbangan umum terjadi kapan dan dimana saja, seperti seorang penumpang dalam penerbangan Japan Airlines (JAL) mengatakan dirinya disajikan sebuah pisang dengan sumpit sebagai bagian dari menu vegan dalam penerbangan.
Kris Chari mengatakan kepada Insider bahwa dia memesan penerbangan kelas bisnis pada hari Selasa dari Jakarta ke Tokyo. Penerbangan tersebut dijadwalkan berlangsung lebih dari tujuh jam.
Ada dua layanan makanan selama penerbangan – yang pertama adalah makanan ringan dan minuman ringan yang disajikan setelah lepas landas, dan yang kedua adalah makan siang, kata juru bicara Japan Airlines kepada Insider.
Nah, pilihan makanan ringan untuk penumpang non-vegan terdiri dari tuna bakar dengan salad terong ala Maroko, keju dengan salsa jeruk, dan baguette, sesuai menu maskapai dan pengalaman Chari.
Chari mengatakan kepada Insider bahwa dia berharap menerima yang setara dengan apa yang disajikan oleh penumpang non-vegan sebagai makanan ringan, seperti sandwich, salad, keju vegan, atau baguette. “Sebagai ganti semua itu, saya hanya disuguhi satu buah pisang,” keluh Chari.
Merujuk informasi dari GlobalData, sepanjang tahun 2022 terdapat 248 proyek konstruksi kereta api yang berjalan dengan biaya gabungan lebih dari US$500 miliar. Angka tersebut sedikit menurun jika dibandingkan dengan jumlah proyek pembangunan rel kereta api yang dimulai pada tahun 2021 (276).
Meskipun belanja modal sedikit turun, US$579,2 miliar pada tahun 2022 dibandingkan dengan $502,3 miliar pada tahun sebelumnya. Asia mendominasi daftar proyek konstruksi kereta api, dengan Cina tampil terdepan dengan total 50 proyek tahun lalu, atau 19,9 persen dari total proyek kereta api global.
Hampir sepertiga dari semua proyek kereta api di seluruh dunia adalah proyek metro, kereta ringan, dan angkutan cepat, dengan total biaya lebih dari US$130,1 miliar. Dari 10 proyek konstruksi kereta api termahal tahun 2021, lima berlokasi di Asia. Setengah dari sepuluh proyek konstruksi rel termahal pada tahun 2022 melibatkan proyek kereta berkecepatan tinggi, dan kesemuanya berlokasi di Asia.
Dan inilah 10 proyek konstruksi kereta api termahal, menurut database proyek konstruksi GlobalData.
10. Kereta Cepat Xiong’an-Xinzhou, Cina: US$8,8 miliar (CNY57,2 miliar)
Perusahaan Kereta Api Berkecepatan Tinggi Xiongan sedang membangun jalur kereta api berkecepatan tinggi dari Xiong’an ke Xinzhou. Proyek ini melibatkan pembangunan jalur kereta api berkecepatan tinggi sepanjang 342 km dengan kecepatan desain 350 km per jam, 12 stasiun, jembatan, terowongan, ruang kontrol, dan ruang parkir, pemasangan peralatan listrik, sistem penerangan dan sistem keselamatan, serta peletakan trek.
Proyek ini akan dikembangkan dalam dua bagian. Ruas Hebei sepanjang 227,80 km dan Ruas Shanxi sepanjang 114,7 km.
9. Jalur Kereta Kairo-Aswan, Mesir: $9 miliar (EGP272,6 miliar)
Jalur ini membentan sepanjang 850 km dan memiliki kecepatan rencana 250 km per jam untuk kereta penumpang dan 120 km per jam untuk kereta barang. Proyek, juga dikenal sebagai “Jalur Biru”, mencakup 35 stasiun (9 ekspres dan 26 regional).
Proyek ini melibatkan pembangunan jalur kereta api listrik. Ini termasuk pembangunan stasiun kereta api, persimpangan jalan, lorong, peletakan rel, dan pemasangan unit persinyalan.
8. Program Perluasan Rel di California Selatan, AS: US$10 miliar
Otoritas Rel Regional California Selatan (Metrolink) mengawasi program perbaikan rel di California, AS. Proyek ini merupakan bagian dari Olimpiade Los Angeles 2028. Pada November 2022, upacara peletakan batu pertama diadakan di proyek peningkatan kecepatan persimpangan Burbank, menandai dimulainya pembangunan proyek secara keseluruhan. Pembangunan seluruh program dijadwalkan selesai pada tahun 2028.
Kereta berkecepatan tinggi Cina
7. Jalur MRT Singapore Cross Island, Singapura: US$10 miliar (SGD13,3 miliar)
Otoritas Transportasi Darat Singapura sedang melakukan pembangunan jalur kereta api dari Aviation Park ke Bright Hill sebagai bagian dari Jalur Mass Rapid Transit (MRT) Cross Island di Singapura.
Proyek ini melibatkan pembangunan jalur rel bawah tanah sepanjang 29 km dari Aviation Park di Changi ke Bright Hill di Bishan. Ini mencakup 12 stasiun baru: Bright Hill, Teck Ghee, Ang Mo Kio, Tavistock, Serangoon North, Hougang, Defu, Tampines North, Pasir Ris, Pasir Ris East, Loyang, dan Aviation Park; dengan stasiun pertukaran di Bright Hill, Ang Mo Kio, Hougang, dan Pasir Ris.
Konstruksi dimulai pada Februari 2022. Setelah selesai pada 2030, jalur MRT akan memberikan konektivitas yang lebih baik dan waktu perjalanan yang lebih singkat ke lebih dari 100.000 rumah tangga.
6. Kereta Cepat Beijing-Hong Kong, Cina: $14,9 miliar (CNY101 miliar)
Ini merupakan jalur kereta api berkecepatan tinggi dari Fengtai di Beijing ke Xiong’an di Hebei ke Shangqiu di Henan, Cina. Tujuan proyek ini adalah untuk mengurangi waktu perjalanan dan jarak antara Fengtai di Beijing, Xiong’an di Hebei, dan Shangqiu di Henan.
Proyek ini melibatkan pembangunan jalur kereta api berkecepatan tinggi sepanjang 638 km dengan kecepatan yang dirancang 350 km per jam, 16 stasiun, jembatan dan terowongan, fasilitas administrasi, pemasangan sistem persinyalan dan keselamatan, serta peletakan rel.
5. Jalur Rel Berkecepatan Tinggi Nantong-Ningbo, Cina: US$16 miliar (CNY108,9 miliar)
Proyek ini bertujuan untuk mengurangi waktu perjalanan antara kota Nantong dan Ningbo. Proyek ini melibatkan pembangunan jalur kereta api sepanjang 309,8 km dengan kecepatan desain 350 km per jam dengan 10 stasiun kereta api, satu jembatan kereta api jalur ganda sepanjang 29,2 km melintasi Teluk Hangzhou, terowongan, gedung administrasi dan fasilitas parkir, pemasangan kontrol lalu lintas sistem, sistem persinyalan, jaringan komunikasi, dan sistem interlocking, serta peletakan rel kereta api.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, orang-orang yang mengunjungi Tibet dapat menikmati pegunungan dan pemandangan daerah itu dengan kecepatan tinggi, melalui kereta peluru pertama di Tibet. Foto: Xinhua/Chogo.
4. Kereta Cepat Beijing Kunming, Cina: US$19,1 miliar (CNY129,7 miliar)
Proyek ini sedang dikembangkan antara Xi’an ke Chongqing di China dan bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan mengurangi lalu lintas jalan raya.
Proyek ini melibatkan pembangunan jalur kereta api sepanjang 477,9 km dengan kecepatan yang dirancang 350kmph, 11 stasiun, terminal kereta api, ruang kontrol, terowongan (Terowongan Jianshan, 6.002 meter), fasilitas parkir, pemasangan unit penerangan dan persinyalan, peralatan dan keselamatan sistem, dan peletakan rel kereta api.
3. Kereta Api Pantai Sungai Yangtze, Cina: $23,3 miliar (CNY157,9 miliar)
Grup Kereta Api Pantai Sungai Yangtze sedang membangun jalur kereta api berkecepatan tinggi dari Shanghai ke Nanjing dan Hefei. Proyek ini bertujuan untuk memperluas jaringan kereta api dan mengurangi lalu lintas, waktu tempuh, dan jarak di wilayah tersebut. Proyek ini merupakan bagian dari Kereta Api Berkecepatan Tinggi Shanghai-Chongqing-Chengdu.
Proyek ini melibatkan pembangunan jalur kereta api berkecepatan tinggi sepanjang 553,76 km dengan kecepatan desain 350 km per jam, 16 stasiun, terminal kereta api, ruang kendali dan fasilitas parkir, pemasangan unit penerangan dan persinyalan, peralatan dan sistem keselamatan, dan peletakan trek.
2. Program Investasi Logistik Rel, Brasil: US$28 miliar (BRL145,7 miliar)
Kementerian Perhubungan Brasil berencana untuk melakukan pengembangan jaringan kereta api sebagai bagian dari Program Investasi Logistik di Brasil. Program tersebut mencakup pembangunan, modernisasi, dan pemeliharaan jalur kereta api sepanjang 7.500 km.
1. Melbourne Suburban Rail Loop, Australia: US$87 miliar (AUD125 miliar)
Pemerintah Victoria, melalui Rail Projects Victoria, sedang melakukan pembangunan proyek jalur kereta api di Victoria, Australia. Suburban Rail Loop (SRL) adalah sistem transit cepat yang sepenuhnya otomatis dan melibatkan pembangunan rel sepanjang 90 km, yang terdiri dari 13 stasiun.
Proyek ini bertujuan untuk memungkinkan komuter melakukan perjalanan antar pinggiran kota di Melbourne tanpa perlu datang ke kota untuk menghubungkan antar jalur. Ini akan menghubungkan setiap jalur kereta utama dari jalur Frankston ke jalur Werribee, membuatnya lebih cepat dan mudah untuk mencapai pusat kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan utama Melbourne.
Proyek ini akan menciptakan 20.000 pekerjaan baru selama masa konstruksi, dan dilaksanakan dalam empat tahap. Pekerjaan konstruksi dimulai pada Juni 2022, dan proyek lengkap diperkirakan oleh GlobalData akan selesai pada 2085.
Hari ini, 6 Maret 2023, menjadi momen yang bersejarah dalam jagad dunia pesawat angkut militer di Indonesia. Pasalnya pesawat angkut strategis C-130J-30 Hercules yang dibeli dalam kondisi baru, akan tiba siang ini di Pangkalan Udara Halim Perdanakumuma, setelah diterbangkan dari lokasi pabrik Lockheed Martin di Georgia pada 28 Februari lalu, pesawat dengan nomer A-1339 diwartakan telah bertolak dari Guam pagi hari ini.
Dari pantauan situs pelacakan pesawat Flightradar24, diketahui pesawat sudah memasuki ruang udara Indonesia (wilayah Maluku) sejak pukul 09.00 WIB. Rute yang diambil dalam penerbangan feri ini adalah melintasi daratan AS hingga mencapai Pantai Barat dan kemudian menyeberangi Samudera Pasifik. Pesawat kemudian transit di Hawaii atau Guam untuk mengisi bahan bakar sebelum menuju Tanah Air.
Dunia mulai mengetahui akuisisi lima pesawat Super Hercules oleh Indonesia ini pada saat KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengunjungi Lockheed Martin pada 7 September 2021. Lockheed Martin kemudian merilis foto saat KSAU melihat salah satu pesawat pesanan TNI AU yang sedang dikerjakan.
Dalam kunjungannya ke lokasi produksi C-130J di Marietta, negara bagian Georgia, Amerika Serikat, terlihat KSAU berdiri di samping bagian kokpit C-130J-30 (nomor konstruksi 382-5951) berbendera Indonesia.
Pesawat pertama dari lima C-130J-30 yang dipesan untuk TNI AU telah melakukan uji coba penerbangan pertamanya pada 27 Oktober 2022. Pesawat pertama yang akan diterbangkan secara ferry ke Indonesia ini, diberi nomor A-1339. Empat pesawat lainnya akan dikirim secara bertahap hingga 2024. Pesawat kedua hingga kelima direncanakan akan dikirim pada Juli dan Oktober 2023 dan terakhir Januari 2024.
Kontrak pembelian lima C-130J-30 TNI AU seperti diungkap Lockheed Martin, dilakukan pada September 2021. Pesawat pertama dijual ke Indonesia sebagai bagian dari Penjualan Komersial Langsung (DCS).
Saat ini TNI AU masih mengoperasikan belasan pesawat C-130 Hercules di tiga skadron udara. Yaitu Skadron 31 di Lanud Halim perdanakusuma, Skadron 32 di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang dan Skadron 33 di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.