Jadi Kata Sakral dalam Situasi Darurat, Inilah Arti Penting Kata “Mayday”

Siapa yang tak pernah dengar kata darurat  “Mayday dan SOS,” ya dua kata ini begitu sering dibaca, didengarkan dan dilihat dalam film-film. Mayday saat ini sudah digunakan pada seluruh penerbangan di dunia bila pesawat terbang dalam kondisi darurat melalui komunikasi radio. Biasanya bila seorang pilot sudah mengatakan mayday, maka keadaan darurat sudah mengancam jiwa para penumpang di pesawat terbang atau helikopter.

Baca juga: Mobile Game Ini “Ajarkan” Penumpang Hadapi Situasi Darurat Selama Mengudara

KabarPenumpang.com merangkum dari wonderopolis.org, bahwa dalam keadaan darurat, penyebutan kata mayday dilakukan sebanyak tiga kali dengan diikuti informasi yang relevan bagi tim penyelamat. Informasi tersebut berisikan keadaan darurat yang sedang dialami pesawat, lokasi terakhir pesawat, cuaca saat itu, sisa bahan bakar, jenis bantuan yang dibutuhkan dan jumlah manusia yang dalam bahaya.

Mayday
Tak dipungkiri, panggilan darurat mayday ini dikirim kembali oleh pesawat lain dengan membawa nama pesawat yang sedang membutuhkan bantuan tersebut. Bantuan ini dinamakan relay mayday, biasanya digunakan jika ada pesawat yang dalam bahaya dan kehilangan komunikasi radio.

Panggilan mayday bukanlah sesuatu yang dianggap candaan, di Amerika Serikat bila ada panggilan mayday palsu akan di anggap ilegal. Bahkan pelaku pembuat mayday palsu akan dipenjara sampai enam tahun dan denda US$250 ribu.

Dirunut dari sejarahnya, mayday sendiri digunakan sebagai panggilan darurat internasional sejak tahun 1923 untuk menggantikan SOS karena sulit membedakan huruf S melalui telepon. Mayday terdengar seperti bahasa Prancis anglicization m’aidez atau m’aider yang artinya bantu saya. Hal tersebut merupakan gagasan dari Frederick Stanley Mockford seorang petugas radio senior di Bandara Croydon di London.

SOS
SOS merupakan sinyal distress standar di seluruh dunia terutama di bidang kemaritiman. Pertama kali SOS digunakan 1 Juli 1908 dan diadopsi oleh pemerintah Jerman tiga tahun sebelumnya.

Kode SOS sendiri memunculkan berbagi teori asal usulnya yang mengatakan bahwa kode ini adalah inisialisme untuk menyelamatkan kapal, menyelamatkan jiwa atau mengirimkan bantuan. Sebenarnya berasal dari Jerman dan mengejutkan bila SOS berasal dari bahasa Inggris.

Sebenarnya, SOS sendiri tidak berdiri untuk apapun kecuali dipilih karena mudah ditransmissikan dalam kode Morse, dimana sebuah alfabet yang dinamai oleh penemunya yakni Samuel Morse ditunjukkan oleh kombinasi sinyal cahaya dan suara yang panjang dan pendek. SOS bila ditransmisikan akan menjadi …—… .

Dalam satu dekade standarasi, istilah SOS digunakan di luar sinyal kode radio, dalam arti pesan mendesak atau permohonan bantuan yang ditransfer, dan juga telah digunakan sebagai singkatan untuk berbagai frasa informal yang dimulai dengan yang sama.

Baca juga: Ini Alasan Lampu Kabin Pesawat Dimatikan Saat Lepas Landas dan Mendarat

Pan-Pan dan Securite
Biasanya untuk situasi tidak terlalu mengancam jiwa, Pan-Pan bisa digunakan berasal dari bahasa Prancis panne yang artinya kerusakan. Ini memberikan sinyal situasi mendesak yang diakibatkan masalah mekanikal atau medis. Sedangkan sinyal Securite yang berarti keamanan sering digunakan untuk menyampaikan pesan tentang keamanan seperti cuaca buruk atau bahaya navigasi.

Semua ungkapan darurat ini, selalu diulang tiga kali seperti mayday untuk menyatakan kondisi darurat.

Saat Pilot Terbang Sebagai Penumpang, Haruskah Beritahu Pramugari dan Pilot?

Masih ingat penumpang Turkish Airlines asal Indonesia yang diturunkan paksa? Terlepas dari insiden tersebut, pilot bernama M. Jhon Jaiz Boudewijn sebelum pesawat terbang diketahui sempat memberi tahu pramugari bahwa ia adalah seorang pilot. Lantas, apakah pilot di dunia saat terbang sebagai penumpang harus memberi tahu pramugari? Apakah hal itu diatur oleh maskapai, regulator, bahkan ICAO?

Baca juga: 4 Hal ini Kerap Bikin Penumpang Deg-degan, Tapi Dianggap Biasa oleh Pilot

Menurut kapten pilot Boeing 767, Jeff Loftin, saat dirinya terbang sebagai penumpang maskapai, ia sering memberi tahu purser atau pramugari bahwa ia adalah seorang pilot. Maskud dan tujuannya memberi tahu hal itu adalah untuk memberikan bantuan saat diperlukan. Biasanya saat terjadi keadaan darurat ataupun insiden kecil.

Lebih lanjut, seperti dikutip dari Quora, pasca peristiwa 9/11 atau 11 September 2001, pergerakan pilot untuk keluar kokpit dengan alasan apapun menjadi terbatas, termasuk membantu pramugari menghadapi penumpang yang berbuat onar dan sebagainya.

Namun, seiring waktu, nyatanya saat ini pilot memiliki keluasan waktu untuk tetap bisa membantu pramugari di kabin saat dibutuhkan. Kendati begitu tetap tak menghalangi Jeff untuk menginformasikan keberadaan dirinya adalah pilot saat terbang sebagai penumpang.

Baca juga: Mungkinkah Penumpang Bertemu dengan Pilot Saat Penerbangan?

Lain Jeff, lain lagi John Chesire. Mantan kapten pilot sebuah maskapai penerbangan di Amerika Serikat (AS) tersebut mengaku tak pernah dan tak perlu memberi tahu dirinya sebagai seorang pilot saat menumpangi pesawat.

Ia hanya memberi tahu dirinya adalah pilot saat duduk di samping pintu darurat. Dalam kondisi tersebut, biasanya pramugari akan menanyakan kesediaan dan kemampuan penumpang untuk membantu pramugari membuka pintu darurat saat dibutuhkan. Selebihnya tidak. Pilot lainnya, mengaku juga melakukan hal serupa dengan John.

Baik sikap John ataupun Jeff saat terbang sebagai penumpang, di dunia memang tidak ada kebijakan dari regulator maupun dari ICAO yang mengatur tindakan pilot saat terbang sebagai penumpang.

Justru sebaliknya. Saat menyambut penumpang di pintu masuk pesawat bahkan sampai penumpang sudah duduk di kursi masing-masing pun, pramugari kerap melakukan apa yang disebut A.B.P check atau Able Body Person . Ini semacam memperhatikan gerak-gerik penumpang dan apa latar belakang pekerjaan penumpang, entah itu personel militer (tentara), petugas pemadam kebakaran, perawat, dokter.

Baca juga: Terbangkan Pesawat Kosong Tanpa Penumpang dan Kargo, Apakah Pilot Dibayar?

Dalam keadaan darurat, seperti keadaan darurat medis, pramugari tahu penumpang mana yang harus diminta tolong.

Meski terdengar remeh, hal kecil seperti itu dalam posisi genting sangat bermanfaat dan bisa membantu tercapainya keselamatan dan keamanan penerbangan.

Lanjutkan Program Dekabornisasi, Lufthansa Order (Lagi) 10 Unit Airbus A350-1000 dan 5 Unit A350-900

Lufthansa Group mengumumkan telah menandatangani perjanjian dengan Airbus untuk menambah armadanya sebanyak 10 Airbus A350-1000 dan 5 Airbus A350-900. Dengan pesanan pasti untuk pesawat berbadan lebar generasi terbaru ini, maskapai asal Negeri Bavaria ini akan melanjutkan lintasan dekarbonisasinya.

Baca juga: Lufthansa Luncurkan Virtual Reality Cockpit untuk Pelatihan Pilot Airbus A320

Dibandingkan dengan pesawat generasi sebelumnya, A350 mengkonsumsi bahan bakar yang jauh lebih sedikit, dengan pengurangan emisi yang sesuai. Penumpang akan mendapat manfaat dari fasilitas dan kenyamanan kabin terbaru yang canggih.

Selain kesepakatan pembelian pesawat baru, Airbus dan Lufthansa juga telah menandatangani Memorandum Of Understanding (MOU) untuk lebih mempererat kerjasama di bidang keberlanjutan dan teknologi masa depan. Ini termasuk penggunaan intensif bahan bakar penerbangan berkelanjutan, optimalisasi operasi lebih lanjut melalui manajemen penerbangan yang lebih efisien dan eksplorasi penggunaan hidrogen.

“Kami merasa terhormat melihat Lufthansa menambah buku pesanan A350 menjadi total 60 pesawat, bergabung dengan peningkatan jumlah pelanggan A350-1000 di seluruh dunia,” kata Christian Scherer, Airbus Chief Commercial Officer and Head of International.

“Dengan menambahkan anggota keluarga A350 terbesar ke dalam armadanya, Lufthansa akan mendapat manfaat dari kesamaan armada lengkap Airbus, menawarkan fleksibilitas operasional yang tak tertandingi dan manfaat ekonomi yang besar.”

Dengan pesanan terbarunya, Lufthansa memperkuat hubungan jangka panjangnya dengan Airbus. Sejak seri A300 di tahun 1970-an, Lufthansa Group telah mengoperasikan semua anggota keluarga produk Airbus, mulai dari A220, A320-Family, A330/A340, A350 dan A380.

A350 adalah salah satu pesawat berbadan lebar paling modern dan efisien di dunia dan pemimpin jarak jauh dalam kategori 300-410 tempat duduk. Desain clean sheet A350 mencakup teknologi canggih dan aerodinamis yang memberikan standar efisiensi dan kenyamanan yang tak tertandingi.

Mesin generasi baru dan penggunaan material ringan menjadikannya pesawat berbadan lebar besar yang paling hemat bahan bakar. A350 adalah pesawat paling senyap di kelasnya dengan pengurangan jejak kebisingan 50 persen dibandingkan pesawat generasi sebelumnya, menjadikannya tetangga bandara yang baik di mana pun ia terbang.

Baca juga: Airbus UpNext Uji Teknologi Navigasi Penerbangan Terbaru di A350-1000 “DragonFly”

Kabin Airspace A350 diklaim menjadi yang paling sunyi dari semua lorong kembar dan menawarkan penumpang dan awak produk penerbangan paling modern untuk pengalaman terbang yang paling nyaman.

Pada akhir Januari 2023, Keluarga A350 telah memenangkan 925 pesanan pasti dari 54 pelanggan di seluruh dunia, menjadikannya salah satu pesawat berbadan lebar paling sukses yang pernah ada.

Negara Mana yang Miliki Pilot Wanita Terbanyak di Dunia?

Banyak yang mengira bahwa profesi pilot identik dengan kaum Adam. Namun, itu tidak sepenuhnya benar mengingat pilot wanita pertama sudah ada sejak 1969. Meskipun begitu, perkembangannya cukup lambat. Saat ini, hanya ada 6 persen pilot wanita dari populasi pilot global, sangat jauh dari harapan. Lantas, negara mana yang paling banyak memiliki pilot wanita?

Baca juga: Inilah 6 Jenis Pilot di Dunia, Mana Lebih Favorit?

Sejak dahulu sampai saat ini, pilot masih dipandang sebagai salah satu profesi yang ‘wah’ berkat gaji selangit. Bak gayung bersambut, faktanya, mudah membuktikan stigma tersebut. Cukup buka media sosial, maka, sedikit banyaknya orang-orang akan mengamini stigma tersebut dengan melihat gaya hidup mereka.

Besaran gaji pilot memang berbeda-beda, bergantung pada dimana mereka bekerja, tipe operasional, pesawat yang mereka terbangkan, posisi atau jabatan, serta seberapa lama mereka bekerja untuk perusahaan. Belum lagi pundi-pundi uang lainnya yang mungkin bisa diraup pilot di beberapa kondisi.

Mengingat gajinya yang sangat menjanjikan untuk hidup layak dimanapun, banyak orang di dunia berlomba-lomba menjadi pilot. Namun, tentu saja ini tak mudah mengingat banyak harus dilewati termasuk pendidikan dan tes panjang. Ini pula yang menyebabkan profesi sebagai pilot tak terlalu diminati wanita.

Dari total 1 – 1,5 juta pilot di dunia, wanita yang berprofesi sebagai pilot hanya mencakup 6 persen. Sangat kecil karena pilot wanita pertama sudah ada sejak dekade 60-an. Dari jumlah tersebut, mayoritas pilot wanita atau negara dengan populasi pilot wanita terbanyak di dunia adalah India.

Menurut Statista, pada 2021, 12,14 persen pilot di negara Asia Selatan itu adalah perempuan. Di posisi kedua adalah Irlandia dengan 9,9 persen dan di urutan ketiga adalah Afrika Selatan dengan 9,8 persen. Selanjutnya masing-masing diisi oleh Australia dengan populasi sebesar 7,5 persen, Kanada sebesar 7 persen, Jerman sebesar 6,9 persen, Amerika Serikat sebesar 5,5 persen, dan Inggris sebesar 4,7 persen.

Tak cukup sampai di situ, pilot wanita asal India, Nivedita Bhasin, juga mencatatkan diri sebagai kapten maskapai penerbangan komersial termuda di dunia pada tahun 1989 dan yang paling menarik adalah ia seorang wanita.

Laporan Bloomberg, India bisa menjadi negara dengan populasi pilot wanita terbanyak di dunia tak lepas dari kebijakan perusahaan yang pro wanita, salah satunya cuti melahirkan. Yang paling menentukan adalah tersedia banyak beasiswa sekolah pilot seiring mahalnya biaya menempuh pendidikan tersebut.

Baca juga: Inilah Prem Mathur, Pilot Komersial Wanita Pertama di India

Munculnya India sebagai negara dengan populasi pilot terbesar di dunia dianggap sangat mengejutkan mengingat persentase kesetaraan gender di negara itu kecil.

Negara-negara dengan persentase kesetaraan gender tinggi, seperti Finlandia, Kanada, Jerman, Amerika Serikat, dan Inggris justru persentasenya sangat kecil.

ETR 470, Inilah Kereta Cepat Pertama di Yunani, Mengular dari Athena ke Thessaloniki

Meski bermata uang Euro, namun level kemajuan dunia perkeretaapian di Yunani masih tertinggal jauh dibandingkan rata-rata negara di Eropa Barat. Persisnya Yunani yang berada di kawasan Meditarania atau masuk dalam Eropa Selatan, justru baru saja menikmati keberadaan wahana kereta cepat.

Baca juga: Insiden Tabrakan Maut Kereta di Yunani, Buka Lembaran Sejarah Kuda Besi di Negeri Para Dewa

KabarPenumpang.com melansir dari laman gtp.gr, kereta cepat di Yunani dioperasikan oleh Trainose dan melakukan perjalanan perdananya pada 25 Maret 2021. Kereta ini melaju dari Athena menuju ke Thessaloniki yang akan menempuh waktu kurang dari empat jam. Kereta berkecepatan tinggi ini disebut sebagai Silver Arrow atau Whiter Arrow.

Pada perjalanan pendananya, seluruh negeri juga tengah merayakan peringatan 200 tahun sejak Revolusi Yunani pada 1821. Kereta ini merupakan kereta baru ETR470 Pendolino yang memulai perjalanannya dari pabrik Alstom di Savigliano, Italia utara. Untuk tiba di Yunanim ETR 470 harus melintasi empat negara yakni Slovenia, Kroasia, Serbia dan Makedonia Utara.

Dari spesifikasi, ETR 470 punya panjang rangkaian keseluruhan 236,6 meter, sementara panjang rangkaian depan 27,6 meter. Melaju di lebar rel (track gauge) 1.435 mm, ETR 470 dapat melaju dengan kecepatan maksimum 250 km per jam.

Untuk pemeliharaannya, Trainose sedang meningkatkan fasilitasnya di Thessaloniki, yang akan menjadi salah satu yang paling modern di Eropa.

Baca juga: Tahan Gempa, Ini Kereta Berkecepatan Tinggi yang Baru di Jepang

ETR 470 menempuh rute Athena ke Thessaloniki dalam tiga jam 15 menit, membuat perjalanan menjadi lebih pendek sekitar 45 menit jika dibandingkan menggunakan kereta reguler. Didirikan pada tahun 2005, operator kereta penumpang dan barang negara, Trainose, dimiliki oleh grup kereta api negara Italia Ferrovie dello Stato (FS) Italiane.

Insiden Tabrakan Maut Kereta di Yunani, Buka Lembaran Sejarah Kuda Besi di Negeri Para Dewa

Meski layanan kereta api di Benua Biru identik dengan sesuatu yang serba modern dan aman, namun, tak begitu dengan di Yunani. Negeri Para Dewa yang belum lama keluar dari krisis ekonomi, punya layanan kereta api di bawah standar negara-negara di Eropa Barat, meski kereta berkecepatan tinggi telah hadir di Yunani.

Baca juga: 25 Maret, Kereta Cepat Pertama Yunani Siap Mengular dari Athena ke Thessaloniki

Insiden tabrakan maut antara kereta penumpang dan kereta barang di Lembah Tempe, tak jauh dari kota Larissa pada Selasa (28/2) malam, telah menewaskan 57 jiwa dan menyebabkan puluhan penumpang luka berat, menjadi bukti buruknya kondisi perkeretaapian di Yunani. Dan menorehkan sebagai kecelakaan terburuk yang pernah terjadi salam sejarah kereta api di Yunani.

Dari beberapa literasi, disebutkan bahwa sejarah kereta api pertama di Yunani dibangun pada awal abad ke-20, yakni selama masa pemerintahan Raja George I. Pada saat itu, proyek kereta api dilihat sebagai sarana modernisasi dan pengembangan ekonomi. Pada tahun 1908, jalur kereta api pertama diresmikan antara Athena dan Thessaloniki, menghubungkan ibu kota dengan pelabuhan utama di utara Yunani.

(https://visitmeteora.travel/)

Setelah itu, lebih banyak jalur kereta api dibangun di seluruh negeri, terutama selama periode antara Perang Dunia I dan II. Pada puncaknya, sistem kereta api Yunani mencakup sekitar 2.500 km jalur kereta api yang membentang ke seluruh negeri. Namun, sejak akhir Perang Dunia II, justru sistem kereta api Yunani mengalami penurunan karena kemajuan teknologi dan perkembangan sistem transportasi lainnya.

Pada tahun 1971, sistem kereta api Yunani dinasionalisasi dan bergabung dengan organisasi kereta api nasional yang disebut Organisasi Kereta Api Nasional Yunani (OSE). Pada tahun 2001, sebuah perusahaan swasta bernama Trainose didirikan untuk mengelola operasi kereta api di Yunani, dan pada tahun 2017, Trainose diambil alih oleh perusahaan kereta api nasional Yunani yang baru, yaitu Hellenic Railways Organization (OSE).

Bisa dikakatan, popularitas layanan kereta api di Yunani telah menurun sejak tahun 1970-an, dan sejumlah jalur kereta api telah ditutup. Namun, pemerintah Yunani masih berusaha untuk mempertahankan sistem kereta api dan meningkatkan konektivitas antara kota-kota di seluruh negeri.

Sayangnya, Yunani tidak memiliki jaringan kereta api modern yang sangat luas dan canggih. Saat ini, Yunani hanya memiliki sekitar 2.500 km jalur kereta api dan mayoritas dari jaringan tersebut tidak dilayani oleh kereta api modern.

Insiden tabrakan maut pada 28 Maret lalu sontak mengangkat nama Larissa, yang merupakan salah satu kota terbesar di Yunani, dan memiliki stasiun kereta api utama yang melayani rute-rute ke seluruh wilayah. Stasiun kereta api Larissa terletak di pusat kota, dan merupakan salah satu stasiun kereta api terbesar dan terpenting di Yunani.

Baca juga: Berada di Yunani, Kanal Korintus Tak Bisa Bebas Dilalui Kapal Modern

Dari stasiun kereta api Larissa, terdapat kereta api ekspres yang melayani rute antara Athena dan Thessaloniki, yang merupakan kota terbesar kedua di Yunani. Selain itu, terdapat juga kereta api suburban dan regional yang menghubungkan Larissa dengan kota-kota lain di Yunani, seperti Volos, Kalambaka, dan Meteora.

Selain itu, dari stasiun Larissa, pelancong juga dapat mengambil kereta api internasional ke beberapa negara di Eropa, seperti Bulgaria, Serbia, dan Turki.

Inilah Alasan Masinis Harus Punya Ingatan Bagus dan Wajib Gunakan Sarung Tangan

Masinis punya tempat tersendiri di gerbong lokomotif yang berada di paling depan atau biasa biasa di sebut kepala kereta. Tapi apa sajakah yang ada di lokomotif dan yang dilakukan masinis?

Baca juga: Indonesian Train Simulator, Rasakan Sensasi Menjadi Masinis Kereta Indonesia

Penasaran? KabarPenumpang.com mencari tahu apa yang di kerjakan masinis. Ternyata di lokomotif, masinis haruslah memperhatikan sinyal-sinyal dengan baik. Sebab jika teledor sedikit saja tidak ada tolerir karena ada ratusan bahkan ribuan nyawa penumpang yang jadi taruhan.

Di lokomotif sendiri banyak komponen sehingga sebelum melakukan perjalanan membawa penumpang ke tujuan, semua mesin harus di cek. Komponen yang ada di lokomotif ini sendiri yakni manometer untuk mengecek tekanan udara dalam ruang tertutup.

Biasanya jika manometer ini berfungsi akan menunjukkan angka 8-9. Spedometer untuk menunjukkan kecepatan kereta dan di sampingnya terdapat penunjuk tegangan listrik aliran atas dengan tegangan 1500 V.

Selain itu juga ada baterai yang kondisinya harus di cek, tak hanya itu di samping kemudi terdapat radio lokomotif. Fugsi radio ini sendiri sebagai alat komunikasi masinis dengan petugas masing-masing gerbong atau petugas pelayanan kereta (PKK) di kabin belakang masinis.

Handle tangan juga harus diperiksa sebelum berangkat, masinis juga harus sering-sering menginjak deadman pedal saat melaju. Komponen terpenting yang juga harus dipastikan berfungsi normal adalah rem.

Ternyata bukan hanya mesin dan komponen yang ada di lokomotif, tetapi masinis juga harus bisa menghafal semboyan atau rambu-rambu kereta api. Rambu-rambu tersebut adalah warna merah, kuning dan hijau yang mengatur maju, bergerak, pelan atupun berhenti.

Tak haya itu, juga ada lambang yang menunjukkan kereta berjalan normal dengan tenaga penuh dan saat harus mengosongkan tenaga. Namun masih banyak lagi semboyan yang menunjukkan perlintasan, jalan layang, wesel dan batas kecepatan di lokasi dan saat-saat tertentu.

Adapula batas henti pada jalu akhir maupun di perlintasan dan berbagai puluhan simbol lainnya. Untuk meyakinkan masyarakat, ternyata setiap empat bulan sekali, para masinis ini diharuskan melakukan tes untuk memperkuat ingatan tentang simbol dan rambu yang ada di kereta.

Bukan hanya harus mengingat simbol dan melakukan pengecekan, masinis juga diharuskan menggunakan sarung tangan putih. Buat apa sih? Sarung tangan ini ternyata mengikuti pola operasional yang ada di Jepang. Apalagi dengan KRL milik PT KCI yang saat ini adalah bekas digunakan di Negeri Sakura tersebut.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Lokomotif Diesel Elektrik? Cek Jawabannya di Sini!

Sarung tangan yang digunakan masinis KRL berfungsi untuk melihat pergerakan tangan masinis ketika menunjuk sinyal atau petunjuk keamanan di dalam kereta. Tak hanya itu, sarung tangan ini berfungsi untuk keamanan operasional, apalagi jika mengingat masinis yang mengendarai KRL memiliki risiko tinggi tersengat aliran listrik.

Sehingga, sarung tangan ini bisa menjadi isolator pengaman bagi masinis. Kemudian, penggunaan sarung tangan ini juga sangat bagus untuk memudahkan dalam mencengeram handle kontrol dan mampu menyerap keringat di tangan masinis.

Terjebak Kebakaran di Kendaraan, Jangan Panik, Ini Cara Gunakan APAR

Dalam menghadapi situasi darurat seperti halnya kecelakaan, hal pertama yang harus dilakukan adalah tidak panik. Selama Anda tidak terluka terlalu parah, usahakan untuk tetap tenang agar dapat membuka pikiran dan mulai membantu orang lain. Selain tidak bisa berpikir secara logis untuk mencari solusi dari solusi darurat yang tengah Anda hadapi, panik juga dapat “menular” kepada orang lain, sehingga suasana semakin tidak kondusif.

Baca juga: Bus Bisa Terbakar Karena Power Bank? Simak Dulu Penjelasan Ini

Ambil contoh kebakaran yang menimpa salah satu moda transportasi kebanggaan warga Ibu Kota, TransJakarta pada 3  Juli 2015 silam di depan halte busway Salemba UI, Jakarta Pusat. Bus naas tersebut terbakar hingga meledak akibat adanya masalah pada bagian mesin. Ketika kabin penumpang mulai ditutupi asap, petugas lalu mengevakuasi para penumpang yang kebetulan hanya berkisar tujuh orang tersebut. Dengan cekatan, salah satu petugas TransJakarta mencoba menyemprotkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) ke titik api. Walaupun usaha yang ia lakukan tidak membuahkan hasil signifikan, namun langkah yang petugas itu lakukan merupakan tindakan heroik yang patut contoh oleh semua orang.

Perlu diketahui, APAR sendiri memiliki beragam jenis bahan baku, mulai dari air, busa, serbuk kimia, dan karbon dioksida. Untuk APAR berbahan dasar air dan busa dinilai cocok untuk memadamkan api yang dikarenakan oleh bahan-bahan padat non-logam seperti kertas, kain, karet, plastik dan lain sebagainya. Sedangkan untuk APAR berbahan dasar serbuk kimia dinilai cocok untuk memadamkan api yang diakibatkan oleh semua jenis pemicu kebarakan, dari mulai kertas hingga instalasi listrik yang bertegangan tinggi. Dan untuk APAR berbahan dasar karbon dioksida dianggap cocok untuk memadamkan api yang diakibatkan oleh bahan cair yang mudah terbakar seperti bensin dan instalasi listrik bertegangan tinggi.

Namun, bagaimana jika tidak bisa menggunakan alat tersebut? Bagaimana jika salah menggunakannya? Bagaimana jika alat tersebut tidak berfungsi? Tenang, berikut KabarPenumpang.com akan membongkar bagaimana cara menggunakan APAR yang baik dan benar. Satu kata kunci yang wajib Anda ingat jika hendak menggunakan APAR, yaitu TATA.

Tarik Pelatuk

Sumber: Wikihow


Sebelum menggunakannya untuk memadamkan api, pastikan Anda tidak lupa untuk menarik pelatuknya. Karena jika Anda tidak menarik pelatuknya, maka alat tersebut tidak akan berfungsi. Cukup tarik besi berbentuk lingkaran yang ada di bagian sisi atas alat ini. Mungkin Anda membutuhkan sedikit tenaga untuk menariknya, karena tidak semua pelatuk APAR mudah dilepaskan.

Arahkan Selang ke Pusat Api

Sumber: Wikihow


Setelah berhasil membuka pelatuk, maka mulailah untuk mengarahkan selang ke titik kebakaran. Ingat, jangan terlalu dekat dengan api karena suatu saat bisa saja api menyambar Anda. Cukup berdiri 2,4m dari titik api.

Tekan Pemicu

Sumber: Wikihow


Setelah selang diarahkan ke titik api, maka mulailah tekan APAR secara perlahan. Dikhawatirkan tekanan  yang berada di dalam APAR terlalu tinggi sehingga Anda tidak terlalu kaget.

Ayunkan Selang

Sumber: Wikihow


Setelah semua langkah di atas dilakukan, saatnya Anda menyemprotkan semua area kebakaran dengan APAR. Setelah api berhasil dipadamkan, letakkan APAR ditempat yang aman.

Baca juga: Vape Meledak di Bus, Kaki Penumpang Bus Terbakar

Kebanyakan orang kebingungan karena tidak mengerti cara menggunakan alat keselamatan yang ada di moda transportasi. Sebenarnya di alat-alat tersebut terpasang pemberitahuan atau instruksi untuk menggunakannya, namun kebanyakan petunjuk penggunaan tersebut sudah mulai pudar atau banyak orang yang tidak sadar bahwa tata cara penggunaan alat keselamatan tersebut pun telah tercantum.

Garuda Indonesia Luncurkan Livery Tematik “The Beauty of Kembara Angkasa”

Garuda Indonesia bertempat di Hangar 2 GMF AeroAsia secara resmi meluncurkan livery terbaru bertema “The Beauty of Kembara Angkasa” pada armada A330-900 Neo dengan nomor registrasi PK GPZ yang merepresentasikan perjalanan Garuda Indonesia selama lebih dari 7 dekade. Adapun livery khusus tersebut akan mulai melayani sejumlah rute penerbangan domestik dan internasional di sepanjang tahun 2023.

Baca juga: Stiker Vs Cat, Mana Lebih Baik untuk Livery Pesawat?

Dengan menampilkan empat warna awan pada desain sayap dan batik Mega Mendung yang mewakilkan warna Garuda Indonesia, livery tematik hasil karya Reinhard Susanto tersebut memiliki makna filosofi dukungan dan kepercayaan berbagai pihak, yang menjadi energi bagi kepak Garuda Indonesia dalam memberikan kontribusi terbaiknya bagi Negeri.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa peluncuran livery tematik ini merupakan upaya Garuda Indonesia sebagai national flag carrier untuk mengapresiasi karya anak bangsa salah satunya dengan mempromosikan hasil hasil karya terbaik pada armada Garuda Indonesia.

“Selain itu peluncuran livery tematik ini juga merupakan wujud dari ungkapan terima kasih kami terhadap seluruh pengguna jasa Garuda Indonesia yang telah mendukung kiprah Garuda Indonesia selama ini dalam memberikan kontribusi terbaiknya bagi negara dan masyarakat dengan kehadiran aksesibilitas udara melalui layanan penerbangan yang aman dan nyaman.”, papar Irfan, dalam siaran pers (2/3/2023).

“Lebih lanjut, melalui livery tematik ini kami harapkan juga akan dapat mendukung dan mempromosikan kreativitas anak bangsa sekaligus keindahan potensi Indonesia serta mendorong kreativitas generasi muda untuk terus berkarya “, tambah Irfan.

Baca juga: Intip Livery Pepsi di Pesawat Concorde Seharga Rp7 Trliun Lebih 

“Perjalanan kami menghubungkan Nusantara selama 74 tahun ini senantiasa dilandasi dengan semangat untuk terus konsisten menghadirkan layanan penerbangan yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan bagi para pengguna jasa Garuda Indonesia. Kepercayaan dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia tentunya sangatlah berarti bagi kami. Untuk itu, kami akan senantiasa menjaga kepercayaan tersebut dengan selalu menghadirkan layanan terbaik, karena Anda sangat berarti”, tutup Irfan.

Perluas Jaringan, Vietjet Buka Rute Ho Chi Minh – Haneda Tokyo Mulai 26 April

Vietjet, maskapai berbiaya murah asal Vietnam, mengumumkan perluasan jaringannya dengan menghubungkan Ho Chi Minh City ke Bandara Haneda di Tokyo untuk pertama kalinya, membuka kembali rute penerbangan Da Nang-Taipei, dan meningkatkan jumlah penerbangan antara Ho Chi Minh City-Hong Kong.

Baca juga: Sepanjang 2022, Vietjet Bukukan Laba Hampir US$38,7 Juta, LCC Sukses Pasca Pandemi

Layanan penerbangan baru dari Ho Chi Minh City ke Tokyo (Bandara Haneda) dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 26 April 2023 dengan satu kali perjalanan pulang pergi setiap hari dan tujuh kali penerbangan setiap minggunya.

Penerbangan dari Ho Chi Minh City akan berangkat pada pukul 17.00 dan mendarat di Tokyo pada pukul 01.00 (waktu setempat), sedangkan penerbangan dari Bandara Internasional Haneda (Tokyo) akan berangkat pada pukul 02.00 (waktu setempat) dan mendarat di Ho Chi Minh City pada pukul 06.10.

Penerbangan antara Da Nang dan Taipei akan beroperasi lima kali seminggu, setiap hari Selasa, Rabu, Jumat, Sabtu, dan Minggu, mulai 1 Juli 2023. Penerbangan dari Da Nang akan berangkat pada pukul 12.00 dan mendarat di Taipei pada pukul 15.45 (waktu setempat). Penerbangan dari Bandara Internasional Taoyuan (Taipei) akan berangkat pada pukul 16.50 (waktu setempat) dan tiba di Da Nang pada pukul 18.35.Waktu perjalanan yang ditempuh adalah sekitar 3 jam.

Mulai 8 Maret 2023, Vietjet akan menambah jumlah penerbangan antara Ho Chi Minh City dan Hong Kong menjadi lima kali penerbangan mingguan, yang beroperasi setiap hari Senin, Rabu, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Penerbangan dari Ho Chi Minh City berangkat pada pukul 15.10 dan mendarat di Hong Kong pada pukul 18.50 (waktu setempat). Penerbangan kembali berangkat dari Bandara Internasional Hong Kong pada pukul 19.50 (waktu setempat) dan mendarat di Ho Chi Minh pada pukul 21.30.

Baca juga: Vietjet Datangkan A321neo ACF, Siap Sambut Musim Liburan Tersibuk Tahun 2023

Dalam rangka menyambut ekspansi dan Hari Perempuan Internasional yang dirayakan pada 8 Maret mendatang, Vietjet juga menawarkan jutaan tiket di seluruh jaringan penerbangannya dengan harga mulai dari VND8.300 (sekitar Rp5.300) selama golden week dari tanggal 3 hingga 9 Maret 2023.