Inilah Camper-Trike Z-Triton 2.0, Sepeda Roda Tiga Amfibi Satu-satunya yang Pre-order

Camper-trike atau sepeda roda tiga amfibi menjadi primadona baru di berbagai negara. Utamanya Eropa barat dan utara yang gemar bersepeda dan terdapat banyak kanal, sungai, dan danau yang menjadi pusat kegiatan masyarakat.

Baca juga: Mopet, Sepeda Listrik yang Dilengkapi Tempat Anjing di Bawah Sadel

Sayangnya, sampai saat ini belum ada yang menjualnya secara resmi, sampai akhirnya Zeltini atau Z-Triton 2.0 melangkah maju dan menjadi camper-trike pertama yang mencapai tahap pre-order.

Dilansir laman resminya, camper-trike atau sepeda roda tiga amfibi Z-Triton lahir dari kegemaran sang founder, CEO, sekaligus desainer, Airgars Lauzis, bersepeda. Suatu hari, ia gowes dari London, Inggris, ke Tokyo, Jepang, sejauh 30 ribu kilometer.

Ketika itu, ia medan yang dilalui sangat beragam. Namun semuanya berhasil dilewati, kecuali air. Ia mengalami kesulitan sampai-sampai membutuhkan bantuan berupa perahu untuk menyeberangi sungai, rawa, danau, dan lainnya. Dari situ, ia kemudian terpikir untuk membuat camper-trike amfibi dan terciptalah Z-Triton 1.0 dan Z-Triton 2.0.

Sebagaimana namanya, Z-Triton 2.0, begitu juga dengan Z-Triton 1.0, adalah camper trike atau sepeda roda tiga amfibi yang tangguh di darat dan air.

Sejak tahun 2020, Z-Triton 2.0 telah melalui berbagai uji coba, baik di darat maupun di air. Camper-trike amfibi dengan panjang 3,9 m, lebar 1,45 m, dan tinggi 1,72 m tersebut rangkanya terbuat dari baja, fiberglass, poliester yang terbuat dari botol plastik daur ulang, dan bagian cetak 3D yang terbuat dari bioplastik, membuatnya kokoh namun juga ringan.

Saat menggunakan mode sepeda, Z-Triton 2.0 memiliki beberapa perbedaan dengan generasi sebelumnya.

Disebutkan, pengguna memilliki tempat duduk yang lebih tinggi dan lebih nyaman, dengan tambahan suspensi belakang, adjustable seat, rem cakram hidrolik, tujuh gear, motor display and control, lampu, usb charging, GPS, electric bike motor 1.000-W untuk membantu pengguna mengayuh sepeda.

Begitu mencapai perairan, butuh setidaknya lima menit untuk berganti mode. Mulai dari melipat roda, mengeluarkan plampung di kanan dan kiri Z-Triton, sampat mengeluarkan motor untuk menggerakkan camper-trike amfibi.

Di mode perahu ini, camper-trike amfibi Z-Triton 2.0 juga mendapat beberapa peningkatan dari versi sebelumnya, seperti motor 1.150-W yang lebih kuat yang terintegrasi ke dalam bodi kendaraan, dua buah dayung, wiper depan, lampu LED, setir lipat, tempat penyimpanan multiguna, radio, lampu sein, dan lainnya.

Baca juga: Day Limo, Perahu Amfibi Keluaran Iguana Yacht, Oke di Darat dan Lautan

Tak lupa, camper-trike amfibi Z-Triton 2.0 juga dilengkapi dengan baterai Li-ion yang bisa dicharge atau diisi melalui panel surya yang berada di bagian atas sepeda amfibi. Dalam kondisi normal, baterai ini bisa membawa camper-trike sejauh 50 km (31 mil) darat atau lebih dari 20 km (12 mil) di atas air.

Pre-order camper-trike amfibi Z-Triton 2.0 sudah dibuka dengan harga US$16.300 atau Rp223 juta (kurs 14.367). Pengiriman di Eropa diharapkan pada akhir tahun 2022 dan pengiriman ke seluruh Amerika Serikat pada tahun 2023. Menariknya, di negeri asalnya di Latvia, camper-trike amfibi Z-Triton 2.0 juga disewakan.

Inilah Bandara Boryspil, Bandara Terbesar di Ukraina Peninggalan Uni Soviet

Rusia diklaim NATO telah menginvasi Ukraina. Perang antara Rusia dan Ukraina pun sudah diambang pintu mengingat tentara Ukraina juga sudah mulai berjaga-jaga di perbatasan. Puluhan ribu warga, khususnya di Donetsk dan Luhansk, pun diungsikan.

Baca juga: “Terowongan Cinta” di Ukraina, Salah Satu Jalurnya Menuju Pangakalan Militer Rahasia

Perang Rusia dan Ukraina yang sudah diujung tanduk juga membuat negara-negara di dunia mengimbau warganya agar keluar dari Ukraina; termasuk Indonesia. Meski begitu, 138 WNI yang berada di Ukraina tetap bertahan karena kondisi relatif stabil. Namun, andai eskalasi meningkat, sudah pasti semuanya, termasuk staf KBRI akan dievakuasi dan besar kemungkinan itu dilakukan melalui Bandara Boryspil.

Dilansir laman resminya, Bandara Internasional Boryspil merupakan bandara terbesar di Ukraina dari segi penumpang. Pada tahun 2018 lalu, bandara itu melayani 62 persen lalu lintas penumpang pesawat di Ukraina atau sekitar 12,6 juta penumpang.

Bandara Boryspil adalah satu-satunya bandara di Ukraina yang mampu bersaing dengan bandara hub utama Eropa, seperti London Heathrow, Paris De Gaulle, dan lainnya. Tak hanya itu, Bandara Boryspil juga menjadi satu-satunya bandara di Ukraina dengan penerbangan lintas benua reguler.

Menurut Dewan Bandara Internasional (ACI EROPA), Boryspil pada 2018 menduduki peringkat teratas pertumbuhan di antara bandara-bandara besar Eropa (urutan pertama dalam kelompok bandara Eropa yang melayani 10 hingga 25 juta penumpang).

Setidaknya, ada 60 maskapai nasional dan internasional yang mengoperasikan 120 rute ke seluruh dunia dari Bandara Boryspil. Berbagai kesibukan itu didukung oleh dua runway dengan panjang 4.000 meter dan 3.500 meter, memungkinkannya didarati oleh pesawat jenis apapun tanpa batasan cuaca dan kondisi cahaya, siang maupun malam, serta dua terminal.

Tingginya penerbangan penumpang di bandara ini tak lepas dari beberapa hal, seperti lokasi yang menguntungkan di persimpangan sejumlah rute transportasi antarnegara (menghubungkan Asia dengan Eropa dan Amerika), kedekatan dengan ibu kota, ketersediaan infrastruktur modern dan penerapan strategi pengembangan bandara hub.

Sejak dikembangkan oleh Institut Kyivproekt hingga pertama kali beroperasi pada 7 Juli 1959 di era Uni Soviet, Bandara Internasional Boryspil telah mengalami beberapa renovasi.

Baca juga: Antonov, Warisan Uni Soviet Milik Ukraina, Bukan Rusia!

Dalam menyongsong peningkatan perjalanan di masa mendatang, pada tahun 2019, kabinet Menteri Ukraina menyetujui Konsep Pengembangan Bandara Internasional Boryspil untuk periode hingga 2045, yang prioritas utamanya adalah pengembangan infrastruktur dan pengenalan layanan modern.

Di tahun 2019 pula, bandara yang berdiri di atas lahan seluas 20.300 m2 itu menempati posisi ketiga dalam peringkat “Bandara Terbaik di Eropa Timur 2019” dari perusahaan konsultan Inggris Skytrax, selama beberapa tahun berturut-turut.

Resmi! Warga Bisa Naik KA Lintas Cibatu-Garut Gratis 24 Februari 2022, Ini Jadwalnya

PT KAI melalui Daop 2 Bandung memastikan warga Garut bisa menaiki KA uji coba lintas Garut-Cibatu pada hari Kamis, 24 Februari 2022 besok. Ini dilakukan atas dasar tingginya animo masyarakat menyambut kereta di lintas yang sudah tidak aktif sejak 1983 tersebut. Karena masih dalam tahap uji coba, warga yang bisa menaiki KA di lintas Cibatu-Garut besok terbatas hanya mereka yang mendapat undangan saja.

Baca juga: Siap–siap Warga Garut Bisa Mencoba Kereta Api, GRATIS!

Masyarakat yang ingin mendapatkan undangan terbatas itu bisa menghubungi kewilayahan setempat atau protokoler Pemkab Garut.

Perjalanan uji coba gratis ini merupakan inisiasi dan permintaan dari Pemkab Garut yang akhirnya bisa diakomodir setelah dilakukan perhitungan atas beberapa hal teknis yang ada, sehingga pada akhirnya diputuskan KAI akan mengoperasikan perjalanan KA uji coba pada hari Kamis (24/2) besok .

Perjalanan uji coba gratis akan menggunakan rangkaian yang terdiri dari 7 K3 dan 1KMP3 yang nantinya akan digunakan untuk melayani perjalanan dari Garut ke PasarSenen PP.

“Perjalanan KA dari Garut-Cibatu (pp) ini adalah perjalanan uji coba bukan launching pengoperasian KA, di mana pada Minggu ini akan dilaksanakan pada hari Kamis (24/2). Perjalanan uji coba selanjutnya akan kami informasikan setelah ada evaluasi terkait perjalanan uji coba esok hari,” ujar Kuswardoyo, Manager Humas Daop 2 Bandung, dalam keterangan resminya.

Ada empat perjalanan KA lintas Garut-Cibatu yang akan dijalankan besok. Empat itu adalah Klb D2/ 11105 berangkat dari Garut pukul 09.00 dan tiba di Cibatu pada pukul 09.47. Klb D2/11152 berangkat dari Cibatu pukul 10.15 dan tiba di Garut pada pukul 11.02.

Selanjutnya, Klb D2/11107 berangkat dari Garut pukul 11.30 dan tiba di Cibatu pukul 12.17. Terakhir, Klb D2//11154 berangkat dari Cibatu pukul 12.45 dan tiba di Garut pada pukul 13.32.

Bagi masyarakat dalam hal ini warga Garut yang ingin menaiki uji coba penumpang KA lintas Garut-Cibatu besok, tetap diharuskan menyertakan bukti Vaksin minimal tahap pertama bagi yang berusia di atas 12 tahun. Namun, syarat vaksin tersebut tidak berlaku bagi anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun.

Sementara itu terkait rencana pengoperasian lintas Cibatu – Garut secara resmi, sambung Kuswardoyo, sampai saat ini pihaknya masih menunggu izin operasi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang masih terus berproses.

Baca juga: Lokomotif Mulai Uji Coba Mengular di Jalur Reaktivasi Cibatu-Garut

Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak terpancing terkait adanya penawaran kerja di stasiun Garut dan sekitarnya. Saat ini KAI tidak melakukan rekrutmen pegawai khusus untuk penempatan di wilayah Garut.

“Kami tidak pernah menugaskan pegawai kami untuk melakukan rekrutmen secara door to door, atau melalui program perekrutan lainnya, semua rekrutmen hanya melalui website kai: recruitment.kai.id,” tutupnya.

 

Airbus Gandeng CFM Internasional, Uji Coba Mesin Berbahan Bakar Hidrogen di Pesawat A380

Airbus dikabarkan telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan CFM International untuk menguji coba mesin berbahan bakar hidrogen. Ini dilakukan sebagai upaya nyata merealisasikan target nol emisi Airbus pada tahun 2035 mendatang.

Baca juga: Inilah Tiga Konsep Pesawat Bertenaga Hidrogen Airbus, Beroperasi Penuh Mulai 2035

Dalam siaran pers resmi Airbus yang diterima KabarPenumpang.com, keduanya akan berkolaborasi melakukan uji coba ground and flight test menggunakan mesin berbahan bakar hidrogen.

Uji coba akan melibatkan flying testbed A380 yang telah dilengkapi empat tangki hidrogen cair -yang sudah tersedia di fasilitas perakitan Airbus di Perancis dan Jerman- di bagian belakang atas badan pesawat.

Airbus sendiri bertugas menyediakan tangki bahan bakar hidrogen, mengawasi penerbangan uji coba, dan menyediakan pesawat A380 sebagai media uji coba.

Sedangkan CFM International, yang notabene merupakan perusahaan patungan 50/50 antara GE dan Safran Aircraft Engines asal Perancis, bertugas memodifikasi ruang, sistem bahan bakar, dan sistem kontrol mesin turbofan GE Passport bisa beroperasi menggunakan hidrogen cair.

Mesin GE Passport yang dirakit di Amerika Serikat dipilih karena ukurannya yang mungil. Selain itu, mesin tersebut juga ditenagai turbo canggih dan kemampuan aliran bahan bakar.

Mesin tersebut akan dipasang di bagian belakang atas badan pesawat agar memudahkan tim membedakan efek contrails dari mesin tersebut dengan empat mesin A380 lainnya yang berada di sayap.

Sebelum terbang dengan lima mesin, flying testbed A380 akan melakukan uji coba di darat terlebih dahulu menggunakan bahan bakar hidrogen sebelum uji terbang untuk pertama kalinya.

“Ini adalah langkah paling signifikan yang dilakukan di Airbus untuk mengantarkan era baru penerbangan bertenaga hidrogen sejak peluncuran konsep ZEROe kami pada September 2020,” kata Sabine Klauke, Chief Technical Officer Airbus.

“Dengan memanfaatkan keahlian produsen mesin Amerika dan Eropa untuk membuat kemajuan dalam teknologi pembakaran hidrogen, kemitraan internasional ini mengirimkan pesan yang jelas bahwa industri kami berkomitmen untuk mewujudkan penerbangan tanpa emisi,” tambahnya.

Sementara itu, presiden & CEO CFM Internasional, Gaël Méheust, mengungkapkan, pihaknya tak asing dengan hidrogen sebagai bahan bakar.

Baca juga: Produksi Hidrogen Hijau untuk Bahan Bakar Pesawat, Airbus-Philips 66 Gandeng Plug Power

“Kemampuan pembakaran hidrogen adalah salah satu teknologi dasar yang kami kembangkan dan matangkan sebagai bagian dari Program CFM RISE,” jelasnya.

“Menyatukan kemampuan kolektif dan pengalaman CFM, perusahaan induk kami, dan Airbus, kami benar-benar memiliki tim impian untuk berhasil mendemonstrasikan sistem propulsi hidrogen,” tutupnya.

Gegara Sering Dijadikan Tersangka Laka ODOL, Pengamat: Indonesia Akan Kehilangan Banyak Pengemudi Truk Profesional

Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno, mengungkapkan Indonesia kelak akan mengalami kekurangan banyak pengemudi truk profesional. Hal itu karena sopir atau pengemudi truk selalu dijadikan tersangka jika terjadi kecelakaan dan di sisi lain, pemilik truk dan pemilik barang sama sekali tidak tersentuh.

Baca juga: Sopir Bus Mengalami Kejang, Penumpang Wanita Ambil Alih Kemudi

Tak hanya itu, alasan lain yang membuat Indonesia kelak akan kekurangan pengemudi truk profesional lantaran uang yang dibawa pulang tidak sebanding dengan risiko yang dihadapi di jalan.

Belum lagi, uang yang seharusnya dibawa pulang untuk keluarga harus rela dipotong sana-sini untuk kelancaran selama perjalanan, seperti tarif tol, pungutan liar yang dilakukan petugas berseragam dan tidak seragam, parkir, urusan ban pecah, dan sebagainya.

“Pengemudi truk menjadi ujung tombak angkutan logistik. Namun kesejahteraan yang didapat tidak setara julukan itu. Membawa kelebihan muatan tidak diinginkan, karena mereka tahu kalau hal itu berisiko terhadap keselamatannya,” ungkap Djoko dalam sebuah tulisan yang diterima KabarPenumpang.com.

“Apabila terjadi kecelakaan lalu lintas, dan dalam kondisi hidup pastilah akan dijadikan tersangka. Namun pemilik barang dan pemilik angkutan juga harus dimintakan pertanggungjawabannya,” lanjutnya.

“Populasi pengemudi truk kian makin berkurang, jika masih ada yang bertahan sebagai pengemudi truk, disebabkan belum punya alternatif pekerjaan yang lain. Ke depan, Indonesia akan banyak kehilangan pengemudi truk yang profesional,” tambahnya.

Meski data pengemudi truk di Indonesia belum akurat, namun, pengamat transportasi yang juga Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata ini sudah mengonfirmasinya langsung ke para pengusaha.

“Pendataan pengemudi di Indonesia sangat minim sekali. Tapi (prediksi kelak Indonesia akan kekurangan pengemudi truk profesional) pengakuan dari para pengusaha angkutan barang dan ketemu dengan banyak driver truk serta yang sudah beralih profesi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Djoko menyebut, akar masalah truk ODOL (Over Dimension Over Load) adalah tarif angkut barang semakian rendah, karena pemilik barang tidak mau keuntungan selama ini berkurang (padahal biaya produksi dan lainnya meningkat), pemilik armada truk (pengusaha angkutan barang) juga tidak mau berkurang keuntungannya. Hal yang sama, pengemudi truk tidak mau berkurang pendapatannya.

Kelebihan muatan (over load) dengan menggunakan kendaraan berdimensi lebih (over dimension) untuk menutupi biaya tidak terduga yang dibebani ke pengemudi truk.

Menurut pengamat yang juga Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat, pemerintah bisa melakukan banyak hal dalam mencegah terjadinya kondisi dimana profesi pengemudi tidak lagi diminati. Salah satunya dengan cara penetapan tarif angkut barang dapat dikendalikan pemerintah dengan tarif batas atas dan tarif batas bawah.

Baca juga: Zero Over Dimension Over Loading – Jadi Tanggung Jawab Moral Seluruh Pengguna Jalan

Ini bertujuan agar pemilik barang tidak seenaknya menentukan tarif yang berujung pengemudi truk harus mengangkut muatan yang berlebihan (overload) dengan kendaraan berdimensi lebih (over dimension).

Selain itu, masih Djoko melanjutkan, titik lemah penertiban/pemberantasan truk ODOL ada di penegakan hukum. Beberapa daerah sudah mulai melakukan penegakan hukum. “Jika konsisten, pasti ada perubahan. Jika hanya sekedar memenuhi perintah pimpinan dan hanya sesekali dilakukan, jangan harap ada perubahan,” tutupnya.

Hari Ini, 13 Tahun Lalu, MD-90 Lion Air Mendarat Darurat Tanpa Roda Depan

Pada hari ini, 13 tahun lalu, bertepatan dengan 23 Februari 2009, pesawat McDonnell Douglas MD-90 Lion Air mendarat darurat tanpa roda depan di Bandara Hang Nadim, Batam. Beruntung, 156 penumpang; 148 orang dewasa, empat anak, dan empat bayi, serta dua pilot dan enam pramugari, seluruhnya selamat.

Baca juga: Hari Ini, MD-90 Lion Air Tergelincir Gegara Pilot ‘Berburu’ Bonus dan Paksakan Pendaratan

Dalam laporan investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait insiden tersebut, pesawat teregistrasi PK-LIO dengan nomor penerbangan LNI-972 dijadwalkan berangkat dari Bandara Polonial Medan pukul 16.35 WIB menuju Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.

Setelah lepas landas, selama prosedur landing gear up, pilot mencatat satu lampu merah menyala (nose gear) pada panel landing gear. Selama pengecekan, pilot melaporkan bahwa mereka recycled landing gear dan panel menunjukkan roda pendarat dalam posisi naik dan terkunci. Karenanya, pilot dengan rasa aman melanjutkan penerbangan ke Batam.

Selama final approach jelang mendarat, pilot melaporkan indikator red light nose gear menyala. Itu berarti landing gear depan tidak turun dan siap mendarat. Pilot kemudian memutuskan go around and hold untuk melakukan emergency checklist dalam upaya mencoba mengeluarkan nose landing gear atau landing gear depan. Sayangnya itu tak berhasil.

Setelah berkomunikasi dengan ATC, pilot pun diizinkan mendarat darurat tanpa landing gear depan di runway 04.

Mengetahui hal itu, seluruh personel terkait di bandara pun menyiapkan busa atau laid foam di runway untuk menghindari kebakaran pada pesawat akibat gesekan pesawat dan aspal runway. Ini adalah SOP standar yang dilakukan petugas di bandara sebelum pesawat mendarat tanpa salah satu atau semua landing gear.

Hal itu pun terbukti. Saat main landing gear touchdown dan mengambang selama beberapa detik dan akhirnya bagian depan pesawat menyentuh runway, sempat terjadi percikan api, namun hal itu tidak berujung pada kebakaran sampai pesawat berhenti sempurna di center line runway 04.

Penumpang dan kru kemudian dievakuasi melalui pintu depan sebelah kiri menggunakan escape slide emergency .

Baca juga: Hari Ini, 17 Tahun Lalu, Kecelakaan Pesawat MD-82 Lion Air di Solo Tewaskan 26 Orang

Hasil penyelidikan KNKT menemukan nose landing gear spray (water) deflector telah retak, membuat hidung landing gear macet di posisi atas.

Oleh karena itu, KNKT pun membuat rekomendasi yang mencakup pemeriksaan nose landing gear spray (water) deflector yang dipasang pada pesawat MD-90 untuk mencegah kejadian serupa terulang.

KA Joglosemarkerto Rute Cilacap – Yogyakarta Segera Beroperasi, Ini Jadwal dan Tarif Promonya

Beredar informasi perjalanan kereta api rute Cilacap – Yogyakarta akhirnya bakal terwujud. Warga Cilacap disambut rute kereta api baru dari Stasiun Cilacap sampai dengan Stasiun Yogyakarta. Sebenarnya sudah ada kereta api keberangkatan Cilacap melewati Yogyakarta, yaitu Kereta Api Wijayakusuma dari Stasiun Cilacap pukul 15.00 WIB dan tiba di Stasiun Yogyakarta pukul 18.10 WIB. KA Joglosemarkerto yang akan dioperasikan mulai tanggal 25 Februari 2022.

Baca juga: Sempat Hoax, Ini Kisaran Tiket KA Joglosemarkerto yang Beroperasi 1 Desember 2018

Diketahui bahwa KA Joglosemarkerto merupakan kepanjangan dari Yogyakarta – Solo – Semarang – Purwokerto ini adalah rangkaian kereta api yang dijalankan melewati jalur kantong di Jawa Tengah. Hingga saat ini KA Joglosemarkerto masih beroperasi melewati 3 Daop (Daerah Operasi) di Pulau Jawa, seperti Daop 6 Yogyakarta, Daop 4 Semarang dan Daop 5 Purwokerto. Rangkaian ini merupakan jarak menengah bagi penumpang pengguna kereta api untuk bepergian ke beberapa kota di Jawa Tengah.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Alasan Rute Cilacap – Yogyakarta Diberi Nama Joglosemarkerto
Seperti diketahui bahwa KA Joglosemarkerto sebenarnya sudah dijalankan rute Yogyakarta, Solo, Semarang, Purwokerto dan berakhir kembali di Yogyakarta. Namun untuk rute Cilacap – Yogyakarta juga diberi nama KA Joglosemarkerto, kenapa?

Ternyata semula sebelum dijalankan KA Joglosemarkerto rute Cilacap – Yogyakarta ini sudah diberi nama yaitu KA Nusa Tembini. Nama Nusa Tembini diambil dari nama kerajaan yang berada di pelosok Pulau Nusakambangan, Cilacap. Waktu itu akan dilakukan persemian KA Nusa Tembini di Stasiun Cilacap pada tanggal 2 Juli 2021 pukul 06.00 WIB. Tapi karena melonjaknya kasus Covid-19 peresmian dibatalkan hingga waktu yang belum ditentukan. Akhirnya nama Joglosemarkerto digunakan untuk rute pendek Cilacap – Yogyakarta.

Tarif Promo KA Joglosemarkerto
Menurut pantauan kabarpenumpang.com melalui instagram @kai121_ KA Joglosemarkerto akan dioperasikan mulai Jumat, 25 Februari 2022 dengan tarif promo yaitu kelas ekonomi Rp 40 ribu dan kelas eksekutif Rp 60 ribu. Beberapa informasi yang diperoleh bahwa tarif promo ini berlaku hingga April 2022, namun masih belum diketahui info kepastiannya apakah tarif promo ini terus diperpanjang atau tidak.

KA Joglosemarkerto beroperasi hanya satu kali perjalanan pulang pergi setiap harinya. KA 224B keberangkatan Stasiun Cilacap pukul 06.00 WIB berhenti di Stasiun Maos (06.29 WIB), Kroya (06.46 WIB), Gombong (07.13 WIB), Karanganyar (07.24 WIB), Kebumen (07.39 WIB), Kutoarjo (08.07 WIB), Wojo (08.27 WIB), Wates (08.42 WIB) dan berakhir di Yogyakarta (09.10 WIB).

Untuk KA 223B keberangkatan dari Stasiun Yogyakarta pukul 11.20 WIB berhenti di Stasiun Wates (11.48 WIB), Wojo (12.01 WIB), Kutoarjo (12.22 WIB), Kebumen (12.48 WIB), Karanganyar (13.02 WIB), Gombong (13.12 WIB), Kroya (13.40 WIB), Maos (13.55 WIB), dan berakhir di Cilacap (14.21 WIB).

Baca juga: Ingat KA Kamandaka Ingat Lutung Kasarung?

Rangkaian KA Joglosemarkerto terdiri dari 4 unit kereta eksekutif dan 3 unit kereta kelas ekonomi yang merupakan rangkaian idle KA Wijayakusuma dengan rute Cilacap – Ketapang (Banyuwangi). Informasi soal ketentuan bagi penumpang yang ingin menggunakan KA Joglosemarkerto rute Cilacap – Yogyakarta maupun sebaliknya sudah wajib divaksin minimal dosis pertama, menggunakan masker, serta tidak diwajibkan melakukan rapid test antigen/PCR. (PRAS – Cinta Kereta Api)






















Lain Dulu Lain Sekarang, Wajah Baru Stasiun Manggarai Kini Lebih Menawan

Pemandangan semerawut kini tak lagi dimiliki oleh stasiun yang berlokasi di Jakarta Selatan ini. Ya, Stasiun Manggarai kini sudah memiliki pemandangan yang menawan dengan kawasan yang tertata rapi. Bagian depan stasiun yang biasanya langsung terlihat jalan raya dan banyaknya kendaraan yang ngetem sembarang, kini sudah terlihat hamparan taman kota yang indah dengan tanaman hijau yang menyejukkan mata.

Perubahan di area Stasiun Manggarai ini adalah hasil revitalisasi Pemprov DKI Jakarta yang telah menyulap kawasan Stasiun Manggarai menjadi lebih hijau dan juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas. Beberapa papan informasi penunjuk arah di taman ini memudahkan masyarakat yang hendak menggunakan transportasi baik Bus Transjakarta maupun Kereta Rel Listrik (KRL). Selain bisa memanjakan mata, kawasan ini juga bisa sebagai pelepas lelah dari aktifitas yang telah dijalani seharian.

Fasilitas penunjang lainnya agar memudahkan masyarakat yang berada di kawasan ini adalah parkir sepeda, mushola, pangkalan ojek, pangkalan ojek online, halte Jak Lingko, dan halte Bus Transjakarta (Halte Plaza Stasiun Manggarai).

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Rapinya area ini makin terlihat saat lorong – lorong untuk pejalan kaki di sisi kanan dan kiri terdapat hijaunya pepohonan dan juga rimbunnya tanaman hias serta dibagian pejalan kaki terpasang guiding block untuk penyandang disabilitas. Sementara pada area plaza atau taman, terdapat sebuah papan marka yang menuliskan petunjuk arah untuk sejumlah fasilitas di sekitar Stasiun Manggarai.

Namun sayangnya, saat usai revitalisasi wajah baru bagian depan Stasiun Manggarai ini masih saja ada masyarakt yang tidak tertib, seperti terlihat deretan bajaj maupun ojek dan ojek online yang antri menunggu penumpang yang hendak mengantar penumpang dari stasiun maupun halte bus. Padahal sudah disediakan lahan mereka untuk mengangkut penumpang.

Tak hanya itu, pedagang kaki lima yang terlihat masih mangkal di sisi utara stasiun berjejer tepat berada di lokasi khusus untuk drop kendaraan bagi penumpang yang hendak naik dan turun dari stasiun maupun halte bus. Serta beberapa anak – anak yang memanfaatkan bagian tengah taman tersebut dijadikan ajang bermain bola. Tak ada satupun pihak keamanan yang berjaga di area taman tersebut, membuat masyarakat tetaplah waspada saat bersantai menikmati pemandangan wajah baru area Stasiub Manggarai ini. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Emirates Hadirkan Lounge Khusus Anak, Manjakan Si Kecil dalam Penerbangan Tanpa Pendamping

Melepas kepergian anak untuk naik pesawat tanpa pendamping, kini telah difasilitasi dengan lebih maksimal oleh Emirates. Pasalnya maskapai asal Uni Emirat Arab itu telah meluncurkan lounge khusus anak. Penumpang di bawah umur persisnya sekarang dapat bersantai dan menunggu penerbangan mereka di lounge baru di Bandara Internasional Dubai.

Baca juga: Airbus A380 Emirates Nyaris ‘Tabrak’ Pramugari di Atas Burj Khalifa

Dikutip dari news.com.au (16/2/2022), lounge Emirates ini disebut buka 24 jam setiap harinya dan terletak di sebelah lounge kelas utama Emirates di Concourse B, antara ruang check-in ekonomi dan kelas utama/bisnis. Orang tua atau wali yang telah memesan layanan Unaccompanied Minor Emirates dapat meninggalkan penumpang anak-anak di Terminal 3 Bandara Dubai.

Selanjutnya Tim bandara Emirates akan membantu check-in untuk penerbangan mereka di area lounge khusus. Setelah proses check-in, kru dari tim layanan bandara Emirates akan mengawal para penumpang anak-anak ini melalui imigrasi dan keamanan, dan selanjutnya ke ruang tunggu keberangkatan di lorong sisi udara khusus untuk mereka, hingga dari ruang tunggu ke gerbang keberangkatan.

Menyesuaikan tema untuk anak-anak, lounge ini menyuguhkan permainan video, minuman dan makanan ringan, area tempat duduk yang nyaman, WiFi gratis, dan tentunya kamar kecil khusus anak-anak. Lebih lanjut dikatakan, penumpang anak-anak dapat menikmati boarding prioritas, dan awak kabin Emirates akan menyambut mereka di pintu pesawat, membantu mereka menemukan tempat duduknya, dan menyesuaikan diri untuk penerbangan mereka.

Saat tiba di kabin pesawat, mereka juga dapat menantikan makanan dan camilan lezat yang disesuaikan dengan selera mereka, mainan dan paket kegiatan seru, serta headset ukuran anak untuk menikmati pilihan lebih dari 50 film Disney dan 130+ saluran TV. Guna memanjakan anak-anak, Emirates menawarkan mainan dan tas untuk dibawa pulang yang terinspirasi dari Expo 2020 Dubai dan menampilkan karakter-karakter kecil Emirates. Uniknya, semua mainan dan tas menggunakan bahan daur ulang, dan tas terbuat dari 100% botol plastik daur ulang.

Baca juga: Tok! Pesawat Airbus A380 Terakhir Dikirim ke Emirates, Era Pesawat Komersial Terbesar Usai

Penumpang anak-anak dengan penerbangan lanjutan di Dubai akan dilayani saat transit. Tim layanan darat Emirates akan menemui dan mengantar mereka dari penerbangan mereka ke salah satu ruang tunggu khusus untuk anak di bawah umur tanpa pendamping. Layanan Emirates untuk anak di bawah umur yang bepergian tanpa pendamping harus dipesan sebelum perjalanan dan tersedia untuk anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun yang bepergian tanpa pendamping dewasa. Namun, layanan ini juga bisa dipesan untuk penumpang muda berusia 12 sampai 15 tahun.

Ketika Badan Pesawat Adam Air KI172 Bengkok Gegara Hard Landing dan Pilot Lalai

Badan pesawat Boeing 737-300 Adam Air dengan nomor registrasi PK-KKV sampai bengkok akibat hard landing pada 21 Februari 2007 silam. Sempat dikabarkan terdapat kelemahan struktur, namun itu dibantah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Baca juga: 1 Januari 2007 Boeing 737 Adam Air Flight KI574 Kecelakaan, Seluruh Maskapai Indonesia Dilarang Terbang ke Uni Eropa!

Dilansir Simple Flying, pesawat yang terbang dari Bandara Internasional Soekarno – Hatta (CGK) ke Bandara Internasional Juanda (SUB), Surabaya, dengan nomor penerbangan KI 172 itu dilaporkan dalam keadaan laik terbang sebelum lepas landas.

Proses lepas landas juga sangat mulus. Begitu juga di udara, tidak ada insiden apapun. Penerbangan sangat mulus. Namun, semua itu sirna setelah pesawat landing di Bandara Juanda, Surabaya.

Pesawat berusia 13 tahun itu dilaporkan mendarat dengar keras atau hard landing dan tergelincir. Alih-alih menyentuh aspal runway, roda kanan atau right landing gear meluncur di luar itu. Pilot kemudian berusaha mengarahkan pesawat agar mantap di dalam strip.

Setelah itu, berhenti sempurna, pesawat jelas terlihat mengalami bengkok di bagian tengah ke belakang, tepatnya setelah kursi nomor 16. Beruntung tidak ada korban jiwa. 155 penumpang selamat dan dua lainnya mengalami luka-luka ringan.

Meski begitu, tetap saja hal itu mengundang kekhawatiran masyarakat akan safety pada maskapai Adam Air. Hal itu pun direspon oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, dengan menghentikan izin operasional tujuh pesawat Boeing 737-300 Adam Air.

Setelahnya, KNKT melakukan investigasi terhadap pesawat di tengah rumor hangat di masyarakat bahwa pesawat mengelami kelemahan struktur. Namun, hasil investigasi mengungkapkan itu tidak benar. Tidak ada kelemahan struktur. Pesawat Adam Air KI 172 yang bengkok setelah mendarat di Bandara Juanda Surabaya murni karena pendaratan sangat keras atau hard landing.

“Hasil analisa sementara dapat kita pastikan pesawat itu melengkung karena pendaratan tidak normal yakni sangat keras (hard landing),” kata ketua KNKT Setio Rahardjo, dikutip dari Antara.

Senada dengan Setio, Ketua Tim Investigasi KI 172 KNKT, Capt Ertata Lanang Galih, berdasarkan hasil analisis itu ternyata tidak ditemukan kelemahan struktur pada pesawat Boeing 737-300 itu.

“Tidak ada kaitannya. Saya pun dari Surabaya ke Jakarta sudah memakai salah satu dari dua pesawat yang sudah dirilis kembali oleh Dephub,” jelasnya.

Baca juga: Belum Lewati ‘Masa Kritis,’ Akankah Sriwijaya Air Menyusul Merpati dan Adam Air?

Hard landing Boeing 737-300 Adam Air dengan nomor penerbangan KI 172 disebabkan oleh kelalaian pilot. Pilot dan kopilot dilaporkan gagal menyelesaikan approach briefing and checklist reading sebelum landing. Mereka juga tidak mengikuti manual book Boeing terkait GPWS warning.

Alarm ground proximity warning system (GPWS) warning biasanya akan berbunyi saat sensor mendeteksi pesawat begitu dekat dengan daratan atau objek lainnya. Ketika alarm GPWS berbunyi, pilot dilaporkan tidak menggubris peringat tersebut dan hard landing berlanjut tergelincirnya pesawat tidak terhindari.